Stigmatisasi sastra Indonesia menjadi “sastra kelamin”, “sastra imperialis”, “sastra kontekstual”, “sastra pedalaman”, “sastra Islami”, “sastra kiri”, “sastra pop” dan lain sebagainya, perlukah? Perta… lagi →
Kesusastraan MINGGUAN INDONESIAHudan Hidayat wrote 1 year ago: “Politik tekstual sastra” sangat berbeda dengan “politik sastra”, “sebagaimana jaringan urat dan dag … more →
mingguanindonesia wrote 2 years ago: Stigmatisasi sastra Indonesia menjadi “sastra kelamin”, “sastra imperialis”, “sastra kontekstual”, “ … more →
mingguanindonesia wrote 2 years ago: Sebuah perjuangan penulis gelandangan untuk dapat menjumpai ruang publik sastra di media cetak adala … more →
mingguanindonesia wrote 2 years ago: Oleh Mohamad Guntur Romli. Kurator TUK, Jakarta. Makalah Saut Situmorang, “Politik Kanonisasi … more →
mingguanindonesia wrote 2 years ago: Wawancara Goenawan Mohamad di Jurnal Nasional (7/10/07) Goenawan Mohamad adalah orang barat yang lah … more →
mingguanindonesia wrote 2 years ago: Essay Sdr. Saut Situmorang yang untuk Kongres Cerpen ke-5 di Banjarmasin (Kalimantan) telah “n … more →
mingguanindonesia wrote 2 years ago: Ini mungkin dapat membantu kita semua mempelajari sejarah sastra sendiri. Seorang rekan pernah menga … more →