<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>poco-poco &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/poco-poco/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "poco-poco"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:10:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[RMS, Poco-poco dan Dorce]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=1340</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 22:27:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.id.wordpress.com/2008/09/02/rms-poco-poco-dan-dorce/</guid>
<description><![CDATA[Berhubung aku baru saja sempat menulis cerita ini mudah-mudah belum basi biar telat juga kan masih b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosepeople1.jpg" alt="" width="403" height="302" align="middle" />Berhubung aku baru saja sempat menulis cerita ini mudah-mudah belum basi biar telat juga kan masih bisa berbagi foto. Setiap tanggal 17 Agustus adalah hari Kemerdekaan Rakyat Indonesia. Semua warga Indonesia pasti merayakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun ini aku datang ke Wassenar ke acara 17 Agustus dan untuk pertama kalinya selama aku menetap di Belanda. Seperti biasa kalau mau pergi, aku suka sibuk dengan pakaian yang akan aku kenakan, aku sudah siapkan celana putih dan blous merah, tetapi begitu berdiri di depan kaca malah jadi mewek, nangis melihat merah-putih menempel di badanku. <!--more-->Akhirnya aku putuskan untuk memakai atasan merah aja bawah-nya jeans. Daripada nangis terus sedih melihat warna merah-putih, kok bisa begitu ya.. hiks.. hiks.. mungkin perasaan nasionalismenya masih tetap ada.. hiks...hiks..</p>
<p style="text-align:justify;">Aku janjian lagi dengan Rini Prasodjo untuk sama-sama ke acara 17 Agustus itu. Seperti biasa aku naik kereta dari rumah, tetapi aku tidak langsung menuju Den Haag, karena  akan sama-sama ke acara itu dengan Rini dan teman-temannya Rini. Kami janjian ketemu di Amsterdam-Amstel untuk berangkat rombongan dua mobil, memang lebih asyiik..kalau pergi nya rame-rame, daripada sendiri atau berduaan, akhirnya kami pun meluncur dengan mobil ke Wassenar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di Wassenar setelah mencari tempat parkir mobil, kami semua berjalan menuju ke acara itu, dari jauh sudah terdengar suara music, polisi juga berseliweran di jalan itu menertibkan lalu lintas dan ternyata di jalanan tidak jauh dari pintu masuk aku melihat ada dua orang seperti ibu dan anak sedang sibuk memasang spanduk. Tadinya aku pikir mungkin orang KBRI dari itu aku cuek aja. Tetapi setelah aku melewati mereka dan membaca spanduknya ternyata mereka berdua itu adalah yang biasa menamakan dirinya RMS. Dari itu aku mundur lagi dua langkah ke belakang dan cepat-cepat menjepretnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/laroseRMS.jpg" alt="" width="378" height="230" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menjepret  mereka, sepertinya ibu dan anak deh. Sambil berjalan, aku sambil mikir jadinya, bukankah yang memilih memihak Belanda dan mengkhianati Indonesia adalah mereka sendiri dan juga Belanda yang menjanjikan mereka. Ini sudah menuju berganti generasi ketiga, sedangkan generasi pertamanya bukankah sudah pada tua, mungkin pikun bahkan sudah  mati kali, tetapi masih aja tetap <em>keukeuh </em>meneruskan sisa-sisa yang mereka sendiri tidak paham apa yang sebenarnya terjadi waktu Indonesia masih Koloni Belanda apa tidak sebaiknya generasi ketiga ini membaca kembali sejarah yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tadinya aku ingin balik lagi setelah masuk ke wisma untuk melihat kembali. Apakah ada lebih dari dua orang selain ibu dan anak itu, karena acara di dalam lebih menarik dari mataku, akhirnya aku malah jadi lupa akan RMS itu dan tidak kembali untuk melihat keluar lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam wisma sana seperti biasa mengadakan, bazar menjual bermacam-macam makanan dan juga ada dua  panggung hiburan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosebazar.jpg" alt="" width="378" height="257" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Panggung pertama lagu-lagu keroncong kadang dangdut. Di Panggung nomer dua  kebanyakan orangtua dan memang panggung nomer dua  cocok untuk orang yang sudah tua. Panggung kesatu lebih umum dan lebih menarik karena acara utamanya ada di panggung nomer satu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/laroseguest.jpg" alt="" width="378" height="238" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sambil menunggu acara Dorce muncul diselingi dengan band dan ada penyanyi muda dari Indonesia aku lupa namanya deh kalau nggak salah Mosa dan duuuh.. lupa deh yang satunya penyanyi muda, acara ini juga dimeriahkan juga oleh Rere dan kawan-kawan. Kalau nggak salah tebak  MC nya itu ”Happy” dari group jadul ”Pretty Sister” deh mukanya mirip-mirip sih.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosesinger.jpg" alt="" width="378" height="248" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Lagu-lagu apapun yang dinyanyikan, mau lagu dangdut, lagu rock n rol, pokoknya semua selalu berdansa poco-poco, bingung deh, sejak kapan sih poco-poco begitu sangat populer padahal waktu jadul, jaman-jamanku nggak begitu populer.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosedance.jpg" alt="" width="378" height="275" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba di depan podium datang segerombolan laki-laki memakai baju batik pada menari (dansa)  poco-poco aku sampai bingung melihat laki-laki berpakaian batik ini datang darimana pikirku, kok tiba-tiba muncul serentak.. hehe.. sambil melihat gerombolan laki-laki berbaju batik ini, aku sambil mikir darimana sih ini pasukan batik yang lagi menari poco-poco, karena rasa penasaran, aku mencolek salah satu dari mereka dan menanyakan siapakah mereka itu...”Oooh..ternyata pasukan Angkatan Laut”</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka sudah dua bulan di Belanda untuk <em>training </em>dan nanti akan membawa pulang kapal perang yang baru dibeli Indonesia dari Belanda.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosepocoAL.jpg" alt="" width="378" height="265" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ketinggalan Dubes Indonesia Fani Habibi ikut berdansa, seru juga itu dubes hampir aja beliau dansa bergaya striptis.. hehehe.. karena ada salah satu cewek hampir melucuti pakaian Dubes itu.. hahaha... gelo deh... akhirnya jadi bahan tontonan dan jeprat-jepret orang-orang sekitar depan podium itu..luuucuuu banget. Aku nggak tega melihatnya, habisnya hampir mirip Gusdur sih udah tua banget ternyata itu dubes nya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosemrdubs.jpg" alt="" width="378" height="284" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Acara puncak yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu menampilkan Dorce Gamalama. Waaah...suasanapun jadi rame dan kocak banget deh. Di acara itu Dorce meminta penonton untuk naik ke panggung sepuluh orang, lima laki-laki dan lima perempuan di atas panggung, mereka diminta untuk mengikuti permainannya. Kalau diantara mereka ada yang goyang ketika lagu stop, maka gugur tidak boleh ikut permainan itu lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum acara goyang dangdut dimulai para peserta diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing, disini benar-benar lucu dan seru apalagi waktu salah satu peserta perempuan menyebut namanya ’Siti’ jadi bahan olokan Dorce deh.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosedorce.jpg" alt="" width="378" height="224" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu aku melihat perempuan memperkenalkan diri bernama ”Siti” jadi aku ingat sama <em>kokiers </em>yang bernama ”Siti Aisyah” aku berfikir apakah itu dia..hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Berseliweran juga sih cowok-cowok disana, aku suka senyum-senyum sendiri, jangan-jangan itu kekasih gelapku...waaalaahh...bener juga kata ”Penyanyi Dangdut” sudah tiga windu kok masih gelap mulu.. hehehe... kapan terangnya kalee.. emang enakkan begini ”Nduut” jadi kagak ”hamil”..weks..hehehe...</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Di acara permainan itu di menangkan oleh seorang laki-laki dan mendapatkan hadiah € 50,- harus dibagi dua dengan pasangannya dan juga para peserta mendapatkan satu paket CD.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://community.kompas.com/photo/image/larosedorce3.jpg" alt="" width="378" height="257" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">Walau hujan rintik-rintik tidak mengganggu acara meriah itu, para penonton tetap antusias dan meminta Dorce menyanyikan lagu ”SMS” dan lagu ”Ketahuan”</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Acara berakhir dengan dilemparkannya CD ke penonton dan para penonton berebut. Sayang aku tidak dapat karna melempar ke arah belakang, sedangkan aku ada di barisan depan.</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#999999;"><em>Groetjes,</em></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#999999;"><strong><em><a href="http://mymosi.blogspot.com/2008/09/hoi-zev-en-kokiers-berhubung-aku-baru.html" target="_blank">La Rose -B</a></em></strong><em><a href="http://mymosi.blogspot.com/2008/09/hoi-zev-en-kokiers-berhubung-aku-baru.html" target="_blank">elanda</a></em></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#999999;"><strong><em>KokiNegeriku</em></strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Quedan....]]></title>
<link>http://jesusrocha.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 18:48:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jesús Rocha</dc:creator>
<guid>http://jesusrocha.id.wordpress.com/2008/07/10/quedan/</guid>
<description><![CDATA[QUEDA&#8230; 1 DÍA&#8230;. Y TODO CAMBIARÁ&#8230;.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>QUEDA... 1 DÍA.... Y TODO CAMBIARÁ....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MP3 - N, O]]></title>
<link>http://senandungikanselar.wordpress.com/?p=24</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 12:41:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>senandungikanselar</dc:creator>
<guid>http://senandungikanselar.id.wordpress.com/?p=24</guid>
<description><![CDATA[Berikut koleksi yang saya punya. List ini disusun berdasarkan nama penyanyi berawalan huruf N, O]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut koleksi yang saya punya. List ini disusun berdasarkan nama penyanyi berawalan huruf N, O  :</p>
<p>* Nadila - Salahkan Aku ( <a title="Nadila - Salahkan Aku" href="http://www.4shared.com/file/44270301/ab565b48/Nadila_-_Salahkan_Aku.html" target="_blank"><span style="color:#00ffff;">Download</span></a> )</p>
<p>* Nadila - Satu Dari Hatiku ( <a title="Nadila - Satu Dari Hatiku" href="http://www.4shared.com/file/44270688/1c98ab0f/Nadila_-_Satu_Dari_Hatiku.html" target="_blank"><span style="color:#00ffff;">Download</span></a> )</p>
<p><!--more--></p>
<p>* Nadila - Tak Bisa Ku Sendiri ( <a title="Nadila - Tak Bisa Ku Sendiri" href="http://www.4shared.com/file/44271040/2c777e6/Nadila_-_Tak_Bisa_Ku_Sendiri.html" target="_blank"><span style="color:#00ffff;">Download</span></a> )</p>
<p>* Nanaku Group - Poco Poco ( <a title="Nanaku Group - Poco Poco" href="http://www.4shared.com/file/44271908/67a1015f/Nanaku_Group_-_Poco_Poco.html" target="_blank"><span style="color:#00ffff;">Download</span></a> )</p>
<p>* Nicky Astria - Bias Sinar ( <a title="Nicky Astria - Bias Sinar" href="http://www.4shared.com/file/44273432/e88e05a/Nicky_Astria_-_Bias_Sinar.html" target="_blank"><span style="color:#00ffff;">Download</span></a> )</p>
<p>* OST Mission Impossible 3 ( <a title="OST Mission Impossible 3" href="http://www.4shared.com/file/43528636/cd22f66a/OST_Mission_Impossible_3.html" target="_blank"><span style="color:#00ffff;">Download</span></a> )</p>
<p>To Be Continued...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soccer Mom Doesn't Dance Poco-poco]]></title>
<link>http://ameliaday.wordpress.com/?p=285</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 19:26:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://ameliaday.id.wordpress.com/2008/04/05/poco-pocop/</guid>
<description><![CDATA[When SBY handled a garden &#8220;royal&#8221; party the other day, with many dancers, marching band,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left">When SBY handled a garden "royal" party the other day, with many dancers, marching band, and other performers, thus<img src="http://farm3.static.flickr.com/2246/2388267596_ef85df7f3c_m.jpg" alt="" width="251" height="87" align="left" /> making a heck of traffic jam around the palace,  I just noded. "Ah, so this is how people's tax money is spent..." <a href="http://kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.04.02.17174763&#38;channel=1&#38;mn=10&#38;idx=87">Some heartless 'parade senja'!</a></p>
<p>That's right, when people struggle with a problem or came up with a new idea, they tend to be creative. <em>Raskin </em>is a new diet method. Ten used Aqua plastic glasses shall mean breakfast. Get real, if someone for 2009 shall mean singing his way up. While he's  there, the results are concerted off-the-wall prices of whatsoever.</p>
<p>The love of power. This is something to ponder tonight. The love of people is lost on the way up. Ten of millions mouths to feed, ain't it really tickle him? Afternoon royal and cultural event at the palace garden, ah drama... drama!</p>
<div><span style="color:#999999;"><strong>What's wrong with the world, mama ... People livin' like they ain't got no mamas ... I think the whole world addicted to the drama ... Only attracted to things that'll bring you trauma</strong></span></div>
<p>Traumatic? Ooh yeah, I plant my daily spices up on the rooftop garden just to save Rp 1000,- a day. Say that  again, I ride everyday to the <em>bechyek </em>market just to get a good price out of everything. Cooking oil, sugar, fish, veggie... you name it. It'll be harder for some soccer mom like me to keep up to the trend of the upcoming Pemilu. Uncertainty. Struggle of power. Abandonment of the poor. And I didn't vote for him in the first place... haha, beat that!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Drilling Company"]]></title>
<link>http://curahbebas.wordpress.com/?p=128</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 13:16:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>curahbebas</dc:creator>
<guid>http://curahbebas.id.wordpress.com/2008/03/26/drilling-company/</guid>
<description><![CDATA[            

            SEORANG teman terkekeh-kekeh ketika menerima pesan pendek (SMS) dari rekan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="right">
<h3><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span><font color="#339966"></font></span></b><a href="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/drillingcompany_inul.jpg" title="drillingcompany_inul.jpg"><img src="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/drillingcompany_inul.jpg" alt="drillingcompany_inul.jpg" align="right" height="350" width="262" /></a><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><font color="#339966">SEORANG</font></span></b><font color="#339966"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> teman terkekeh-kekeh ketika menerima pesan pendek (SMS) dari rekannya. Isinya singkat: <i>Trhtng 7 Aprl saya tdk lg di Jkt. Pindah krj ke ID.Co (Inul Drilling Company)</i>. Guyon, tentu saja. Tapi canda lewat SMS itu diterimanya ketika teman saya tadi sedang suntuk memeloti pergerakan bursa saham</span></font></h3>
</div>
<h3></h3>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Masalahnya, Halliburton, jaringan bisnis pengeboran dan kontraktor, ternyata mendapatkan megaproyek untuk merehabilitasi kehancuran Irak, mulai dari pemadaman ladang-ladang minyak dan membuka ladang baru sampai pemulihan infrastruktur yang remuk redam akibat perang.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Amerika sendiri sudah mencanangkan 600 juta dolar (kalikan Rp 9.000, berapa trilyun, tuh!) untuk membangun jalan-jalan, rumah sakit, sekolah dan proyek-proyek penting lainnya di Irak. </span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Kok bisa? Perang berlum selesai para kontraktor sudah berebut proyek.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>"Itulah <i>oke-</i>nya Amerika. Negara yang mengaku paling demokratis namun memaksakan kehendak kepada negara lain itu, ternyata juga tak kalis dari KKN, korupsi, kolusi dan nepotisme. </span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Halliburton itu misalnya, adalah milik Dick Cheney, Wakil Presiden AS!" gerutu teman saya tadi.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Terbukti, katanya lagi, penyerangan ke Irak tidak semata karena Saddam punya senjata pemusnah massal, melainkan karena ekonomi AS sedang kacau. Bush perlu minyak, dan Iraklah negeri pemilik salah satu cadangan terbesar minyak di bumi. Bush mau mengebor Irak untuk keuntungannya sendiri.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>"Padahal, kalau cuma mau mengebor sih, kita punya bor yang pasti tak akan menyebabkan pertumpahan darah. Inul!" katanya ngakak. Dan terbukti, Inul menghipnotis ribuan penonton di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta 2 April lalu, ketika membuka Las <i>"Asereje</i>" Ketchup.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Ya, kiprah Inul yang melejit sepanjang Maret lalu, tiba-tiba terlindas gemuruh berita perang. Padahal, penampilan satu panggungnya dengan tiga cewek Spanyol itu --di Jakarta 2 April dan di Surabaya 9 April-- merupakan debut baru penyanyi yang 'pengeboran'nya lebih <i>hot</i> ketimbang suaranya itu.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Baik Ketchup maupun Inul sama-sama menjalarkan trend baru dalam dunia musik, tidak hanya di negaranya masing-masing melainkan di jagat musik dunia. Ketchup dan Inul sama-sama berangkat dari penyanyi biasa yang mendadak terkenal ke seantero penjuru dunia.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Bedanya, Las Ketchup sudah menelurkan album dan laris bak kacang goreng, sementara Inul belum pernah. Yang terjadi, Inul telah membuat kaya raya para pembajak dan saudagar VCD bajakan yang mengedarkan rekaman penampilan panggungnya. Toh, VCD bajakan itu pula yang melontarkan inul ke panggung selebiriti berkelas, kini. Tak hanya di tanah air, tapi di penjuru dunia.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Tentang Inul, misalnya, <i>Time</i>, majalah terkemuka bertiras global, menurunkan liputan khusus yang luar biasa bagus, terutama bagi para penyanyi dan komunitas dangdut di negeri ini. Inul disebutnya sebagai idola baru yang sedang memanaskan arena budaya (musik) pop Indonesia.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Untuk membuat laporan itu, reporter <i>Time</i> menguntit perjalanan manggung Inul ke berbagai tempat, termasuk ke Pelaihari. Saat itulah Inul banyak curhat kepada sang reporter. Misalnya, mengapa kaum agamawan itu beraninya hanya sama dia, sementara soal korupsi seperti dibiarkan begitu saja.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Awal Februari, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan mengecam tarian dan mencekal Inul melakukan show. Sebab sesuai Fatwa MUI Juli 2002, apa yang dilakukan Inul termasuk aksi pornografi. Penampilan Inul dianggap tidak mendidik dan membahayakan moral generasi bangsa.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Kabar tak kalah heboh kembali dialami Inul saat salah satu media memuat foto dan memberitakan suami Presiden Megawati Sukarnoputri, Taufik Kiemas tengah memeluk Inul seusai keduanya mengisi acara televisi. </span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>"Mengapa mereka begitu peduli padaku, sedangkan VCD porno dan pelacuran marak di jalan‑jalan. Mereka memilih aku karena aku sasaran yang mudah," ujarnya. Pada laporan itu pula <i>Time</i> membandingkan Inul dengan Eminem yang tak peduli apa pun kata orang.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Time</span></i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> menyimpulkan, Inul telah menjembatani kebebasan berekspresi yang lahir bersama munculnya era reformasi, dengan moral masyarakat yang tertutup dan munafik. Dia satu dan satu‑satunya yang bisa bertahan dalam persaingan keras industri musik Indonesia. Dia adalah sosok yang sebenarnya diinginkan banyak orang, namun orang-orang itu malu mengakuinya secara terus terang, tulis majalah itu.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Dan, banyak di antara kita seringkali masih berperilaku seperti itu. Munafik. Menyatakan tidak, padahal iya. Menyatakan benci, padahal senang setengah mati. Inul, mungkin satu di antara sedikit orang yang berusaha tampil apa adanya.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Bahwa kemudian muncul berbagai tanggapan, kecaman, pujian, bahkan sampai rekomendasi agar para ulama menerbitkan 'fatwa haram' itu lain soal. Toh di kalangan para ulama pun tampak pandangan yang berbeda ketika melihat Inul.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><a href="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/gus-mus-inul.jpg" title="gus-mus-inul.jpg"><img src="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/gus-mus-inul.jpg" alt="gus-mus-inul.jpg" align="left" height="143" width="207" /></a><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">KH Mustofa Bisri, misalnya, terang-terangan melawan arus dengan memamerkan lukisan karyanya tentang Inul, justru di mesjid besar Surabaya. KH Zaini A Ghoni, malah mengangkat wanita muda itu sebagai anak angkat, sekaligus mendoakannya agar Inul tetap sabar. Langkah kontroversi dua ulama kharismatik ini pula yang diam-diam mengangkat Inul ke panggung perbincangan global bernuansa politik dan budaya.</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Sayang, memang, 'diskusi' publik mengenai fenomena Inul dengan ngebornya, terlindas hiruk pikuk berita penyerbuan Amerika ke Irak, yang ujung-ujungnya sih ingin merebut ladang minyak Irak dan mengebor sendiri demi kepentingan ekonomi Amerika. Dasar!</span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="right"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>                                                                                                                        </span>*<font color="#339966"> Bandung, 070403</font></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="right">&#160;</p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span></span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"> <a href="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/inul2_jpg.jpg" title="inul2_jpg.jpg"><img src="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/inul2_jpg.jpg" alt="inul2_jpg.jpg" height="186" width="384" /></a></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></p>
<div align="left"></div>
<h2 align="left"><font color="#ff00ff"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Mereka Menatap Inul</span></b></font><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></h2>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></p>
<div align="left"></div>
<div align="left">
<address><i><font color="#00ff00"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">The Straits Times</span></b></font></i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><font color="#c0c0c0"><b><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">[19/3/2003]</span></i></b></font><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Inul Daratista yang jadi objek lukisan KH Mustofa Bisri, menyebabkan ulama itu jadi sasaran kritik. Ulama nyentrik ini menganggap protes dan kritik itu sebagai hal wajar.</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><i><font color="#00ff00"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">ABC Radio Australia News</span></b></font></i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><font color="#c0c0c0"><b><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">[14/03/2003]</span></i></b></font><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Inul jadi sorotan publik karena gaya panggungnya yang erotik. Ulama di beberapa provinsi mendesak pihak berwenang melarang Inul tampil di wilayahnya.</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><i><font color="#00ff00"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">NEWS 24 ‑ South Africa</span></b></font></i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><b><font color="#c0c0c0"><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">[05/03/2003]</span></i></font></b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Ulama karismatik di Kalimantan Selatan, KH Zaini Abdul Ghoni (Guru Sekumpul) mengundang Inul dan mendoakannya agar penyanyi itu kuat dan sabar menghadapi berbagai kecaman.</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><i><font color="#00ff00"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">DAILY TIME ‑ Pakistan</span></b></font></i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><font color="#c0c0c0"><b><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">[05/03/2003]</span></i></b></font><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Inul Daratista yang dikecam oleh sejumlah ulama, justru diangkat sebagai anak oleh KH Abdul Ghoni, ulama besar di Martapura, Kalimantan Selatan.</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><font color="#00ff00"><i><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">BBC ‑ London</span></b></i></font><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><font color="#c0c0c0"><b><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">[06/03/2003]</span></i></b></font><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Ulama besar Kalimantan, Zaini Abdul Ghoni mengakui Inul sebagai anak angkat dan mengundangnya untuk mengikuti pengajian-pengajian di pesantren Sekumpul, Martapura, pimpinan kiai itu.</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><i><font color="#00ff00"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">South China Morning Post</span></b></font></i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> </span></address>
<address><b><font color="#c0c0c0"><i><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">[25/02/2003]</span></i></font></b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></address>
<address><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Inul adalah gadis dusun yang melesat bagai roket, perjalanan karirnya mirip Jennifer Lopez yang secara tiba-tiba menuju puncak ketenaran.</span></address>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SBY-JK selalu menjawab Kritik Mega ! ]]></title>
<link>http://progoharbowo.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 11:05:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>progoharbowo</dc:creator>
<guid>http://progoharbowo.id.wordpress.com/2008/02/04/sby-jk-selalu-menjawab-kritik-mega/</guid>
<description><![CDATA[Banyak yang mengkritik SBY-JK, tetapi bila Mega yang melakukan&#8230;. SBY-JK selalu meresponnya.  ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang mengkritik SBY-JK, tetapi bila Mega yang melakukan.... SBY-JK selalu meresponnya.  Seperti yang menjadi Headline Kompas pagi ini Senin 4 Februari 2008.</p>
<p>Anda sudah tahu kan, beberapa hari yang lalu Mega mengatakan bahwa pemerintah saat ini seperti menari Poco-Poco .... maju satu langkah... mundur satu langkah ...berputar-putar .... sesaat kemudian JK mengatakan lebih baik Poco-poco daripada dansa-dansi ....selanjutnya SBY menjawab pula dalam acara puncak Harlah ke 82 NU (berita kompas , 4 Feb '08).</p>
<p>Mungkin SBY-JK belajar dari pengalaman masa lalu Mega, dimana selalu diam saat dikritik....??? bisa jadi. Tetapi hal ini juga bisa dipandang sebagai SBY-JK memang punya hubungan "sangat istimewa" .... sehingga harus bereaksi jika ada aksi .......</p>
<p>Seberapa baik hubungan istimewa ini ? anda juga pasti tahu ......Nah, kembali ke konsep rekening bank emosi (lihat tulisan saya ...<a href="http://progoharbowo.wordpress.com/2008/01/29/rekening-bank-emosi-soeharto-sby/">SKANDAL, Rekening Bank Emosi Soeharto &#38; SBY</a>) .. ini berlawanan dengan hubungan SBY &#38; Soeharto.</p>
<p>Rekening Bank Emosi SBY terhadap Mega dan sebaliknya sangat kecil ... karena masing-masing pernah melakukan penarikan seperti... mengingkari janji, menyakiti hati ... dlsb... Dengan rekening Bank Emosi yang rendah ... maka hubungan sangat rendah .... dan kebaikan apapun dari kedua belah pihak akan dipandang sebagi sesuatu yang negatif (dalam kejadian ini kemungkinan besar SBY dan Mega sama-sama merasa disudutkan).</p>
<p>Apakah hubungan presiden dengan mantan presiden di negara kita selalu seperti ini ? apakah mereka tidak bisa saling mengerti dan bersatu ? bukankah mereka seharusnya bahu-membahu membangun bangsa ini ?</p>
<p>Menurut Hasyim Muzadi yang saya kutip dari harian kompas senin 4 februari, ... <em>"jika para pemimpin atau mantan pemimpin saling mengerti, setengah masalah di Indonesia dapat diselesaikan" ....</em></p>
<p>Benarkah ?  rasanya masih panjang perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang hebat dan makmur .........</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Poco-poco Vs Dansa-dansi]]></title>
<link>http://homojakartensis.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 15:47:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>me</dc:creator>
<guid>http://homojakartensis.id.wordpress.com/2008/02/03/poco-poco-vs-dansa-dansi/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aycu13.webshots.com/image/40452/2001560232253066385_rs.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Poco-poco]]></title>
<link>http://edipson.wordpress.com/?p=27</link>
<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 17:44:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>edipson</dc:creator>
<guid>http://edipson.id.wordpress.com/2008/02/01/poco-poco/</guid>
<description><![CDATA[Setelah tebar pesona yang sempat marak menjadi jargon, ada lagi satu statement dari ketua umum PDIP ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tebar pesona yang sempat marak menjadi jargon, ada lagi satu statement dari ketua umum PDIP bahwa pemerintah saat ini ibaratnya penari poco-poco, maju satu langkah...mundur satu langkah....maju dua langkah...mundur dua langkah...</p>
<p>Cukup unik juga analogi ini...:D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Politik Poco-poco]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/?p=159</link>
<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 15:33:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.id.wordpress.com/2008/02/01/politik-poco-poco/</guid>
<description><![CDATA[

ORANG mengenalnya sebagai lagu dan tarian khas Minahasa, Sulawesi Utara, meski sejatinya Poco-poco]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div ALIGN="left"><img SRC="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/02/poco-pocoan.jpg" ALT="poco-pocoan.jpg" /></div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left"><strong>ORANG</strong> mengenalnya sebagai lagu dan tarian khas Minahasa, Sulawesi Utara, meski sejatinya<i> Poco-poco</i> berasal dari Ambon, Maluku. Mulai populer awal 1990-an, hingga kini masih sering digelar dalam berbagai kesempatan pesta gembira.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left"> Ciri poco-poco, step-nya patah-patah dengan arah berganti-ganti pada hitungan 1-2-3-4. Satu langkah kaki diayun ke depan, namun buru-buru mengayun lagi selangkah ke belakang seiring irama yang mudah diikuti.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="right"><font COLOR="#00ff00"><strong><i>Balenggang pata-pata<br />
Ngana pe goyang pica-pica<br />
Ngana pe bodi poco-poco</i></strong></font></div>
<div ALIGN="left">Selain dipopulerkan oleh kalangan militer, tari pergaulan ini juga jadi materi pelengkap di sanggar-sanggar bugar. Disisipkan di tengah latihan aerobik, dengan gerakan yang bisa lebih dinamis karena musik pengiringnya lebih rampak.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Entah karena presiden Yudhono pensiunan militer yang mungkin sesekali pernah berpoco-poco bersama pasukannya, atau karena mantan presiden Megawati Soekarnoputri gemar menari poco-poco dan memahami betul "filosofi gerak" tarian itu, sehingga ia menuding (pemerintahan) Yudhoyono ibarat poco-poco. Bergerak di tempat, cuma sekadar menghibur diri dan orang lain.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="right"><font COLOR="#ffcc00"><strong><i>Cuma ngana yang kita cinta<br />
Cuma ngana yang kita sayang<br />
Cuma ngana suka biking pusing</i></strong></font></div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Kritik itu dilontarakan Mega terhadap gerak-gerik pemerintah saat ini yang dinilainya tidak berhasil mengubah keadaan menjadi lebih baik. Kemiskinan bukannya semakin berkurang, malah justru meningkat, kata Mega.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Di satu sisi, kritiknya mungkin betul. Di sisi lain, adalah lebih mudah mengamati sesuatu dari luar ketimbang berada dan turut menjalankan sebuah sistem. Bagi Megawati, yang juga pernah memimpin republik ini, tentu dia paham betul bagaimana sulit dan ruwetnya persoalan yang dihadapi bangsa ini.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Mampu dan berhasilkah dia dan timnya mengatasi persoalan? Tepatkah langkah-langkah yang diambilnya untuk menuntaskan masalah kemiskinan, pendidikan, korupsi, dan lain sebagainya? Publik lah yang tentu merasakan, mencatat, dan memperbandingkannya.<br />
Dan, bisa jadi, dengan dasar itu pula publik menentukan pilihan pada saat pemilihan presiden tempo hari. Dasar itu pula yang tentu akan jadi satu di antara pertimbangan publik untuk memilih pemimpin-pemimpin di masa datang.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="right"><font COLOR="#33cccc"><strong><i>Ngana bilang<br />
Kita na sayang<br />
Rasa hati ini malayang<br />
Jau… uh… ci ya … ci ya</i></strong></font></div>
<div ALIGN="left">Sejauh ini, satu hal yang tampaknya belum juga bisa dituntaskan oleh para pemimpin negeri ini adalah korupsi. Betul, tiap rezim selalu punya konsep, selalu "tampak" ada upaya memberantas tuntas praktek-praktek korupsi, namun realitas menunjukkan, hampir semuanya tak berhasil.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Korupsi seperti sudah jadi ruh yang menghablur dan menggerakkan segala aktivitas hampir semua lini, institusi, lembaga, badan, pemerintahan maupun swasta, dari pusat sampai ke daerah. Padahal, lembaga dan institusi pencegah dan penindak korupsi sebenarnya sudah cukup lengkap.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left"> Isu pemberantasan korupsi bukan saja milik pemerintahan sekarang, sebab sudah digembar-gembor demikian kencang sejak era Soekarno, di masa Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, juga saat Megawati berkuasa, hingga kini di era Yudhoyono.</div>
<div ALIGN="left"> Nyatanya, korupsi tetap merajalela dan  --dalam beberapa bentuk-- seakan sudah diterima sebagai kelaziman dan keharusan yang tak seakan perlu dipertanyakan lagi. Masyarakat sendiri seperti sudah tak berdaya menghindarinya, malah cenderung ikhlas melarutkan diri di dalam praktek yang seharusnya diperangi.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="right"><font COLOR="#ffff00"><i><strong>Biar kita ngana pe bayang<br />
Biar na biking layang-layang<br />
Cuma ngana yang kita sayang</strong></i></font></div>
<div ALIGN="left"> Saking parahnya cengkereaman kultur korupsi itu, lembaga wakil rakyat dari pusat ke daerah, bahkan lembaga sekelas Bank Indonesia, bank sentral yang seharusnya steril dari soal-soal seperti itu ternyata juga terindikasi terlibat dalam arus pusaran korupsi.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Itu baru persoalan korupsi. Belum lagi masalah-masalah lain termasuk bencana alam yang seolah tak henti terjadi dan memerlukan langkah-langkah  strategis dan tepat. Bencana yang silih berganti datang itu pun tidak semata akibat dari proses alamiah, namun ada juga yang hadir karena "diundang" oleh pelaksanaan dan tindak-tanduk pembangunan yang tidak tepat.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Di tengah situasi seperti ini, rakyat butuh ketenangan, keyakninan dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Harapan itu antara lain digantungkan pada pundak para pemimpin yang mampu menunjukkan kearifan dan kebijaksanaannya. Namun, yang terjadi, para pemimpin ini jauh lebih suka baku omong dan saling-silang bersilat lidah merapal jurus-jurus retoris.</div>
<div ALIGN="left"></div>
<div ALIGN="left">Maka, daripada ikut pusing, mendingan kita bercpoco-poco bersama saja: Dur,<i> panjak!</i></div>
<div ALIGN="right"><i><font COLOR="#00ff00"><strong>Cuma ngana yang kita cinta<br />
Cuma ngana yang kita sayang<br />
Cuma ngana suka biking pusing </strong>.</font></i></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[POCO-POCO ...]]></title>
<link>http://theordinarytrainer.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 05:31:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>nh18</dc:creator>
<guid>http://theordinarytrainer.id.wordpress.com/2008/02/01/head-line-hari-ini/</guid>
<description><![CDATA[(disarikan dari Kompas, 1 Feb 2008)
&#8220;Salah satu mantan presiden, mengkritik pemerintahan sekar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>(disarikan dari Kompas, 1 Feb 2008)</p>
<p>"Salah satu mantan presiden, mengkritik pemerintahan sekarang ibarat menari POCO-POCO ...<br />
Maju satu langkah, mundur satu langkah, kekanan dua langkah,kekiri dua langkah ...<br />
Tidak kemana-mana ... hanya membuat gembira ..."</p>
<p>Begitu kira-kira yang saya baca dari Kompas hari ini ...<br />
Saya hanya bisa tersenyum saja membaca berita ini ...<br />
Sambil membayangkan ... saya menari apa ya ... ketika beliau memimpin negeri ini beberapa tahun yang lalu ...</p>
<p>"gaji guru honorer di Merangin, salah satu kabupaten di propinsi Jambi, hanya cukup untuk membeli tiga helai kerupuk perhari ... mereka hanya dibayar 100 ribu per bulan ..."</p>
<p>Saya kali ini tidak tersenyum ...<br />
Kali ini saya hanya diam ... tertegun ... sedih ... dan getir<br />
Kasihan sekali para pejuang pendidikan itu ...</p>
<p>Saya lahir dari keluarga Guru ... Ayah seorang dosen dan ibu seorang guru SMA ...<br />
Alhamdullilah kami cukup ...<br />
Hanya bersyukur ... itulah yang kami bisa kerjakan ...</p>
<p>Kami memang harus pandai-pandai menahan hati ...<br />
Agar tidak tergiur pola hidup konsumtif yang sungguh menarik hati ...<br />
Hanya menahan diri untuk bisa menerima apa adanya yang ada pada kami ...</p>
<p>Sekali lagi kami hanya bisa bersyukur ...<br />
Karena kami bisa makan sehari tiga kali ... bukan hanya dengan kerupuk<br />
tetapi juga dengan nasi, kecap, sambal, sayur dan sekerat tempe ....</p>
<p>Untuk sarapanpun Alhamdulillah Ibu kami masih bisa menyediakan Roti ...</p>
<p>Ah andai saya bisa melakukan sesuatu untuk Bapak dan Ibu guru itu ...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Parcuma]]></title>
<link>http://prabu.wordpress.com/2007/12/06/parcuma/</link>
<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 02:04:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>prabu</dc:creator>
<guid>http://prabu.id.wordpress.com/2007/12/06/parcuma/</guid>
<description><![CDATA[Silahkan dengar di :
http://www.esnips.com/doc/01157974-61a5-49fd-9690-77fe7fa8d00b/Nanaku-Group]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Silahkan dengar di :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><a href="http://www.esnips.com/doc/01157974-61a5-49fd-9690-77fe7fa8d00b/Nanaku-Group---Parcuma">http://www.esnips.com/doc/01157974-61a5-49fd-9690-77fe7fa8d00b/Nanaku-Group---Parcuma</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Parcuma</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:blue;">Nanaku Group</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:red;">Cowok :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Angin bawa kabar kasana<br />
bawa beta pung pasan pa dia di sana<br />
bilang beta pung rindu<br />
bilang beta pung sayang<br />
biar beta tapisah jaoh<br />
ale ada dihati</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:red;"> </span></strong>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:red;">Cewek :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tunggu ale lama di sini<br />
rindu setengah mati<br />
nyong mana ale pung janji<br />
beta sabar menanti<br />
sio ale nyong sampai hati<br />
biar ale tapisah jaoh<br />
beta pegang se pung janji </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tagantong lama katong pung cinta<br />
tagal mo tunggu beta<br />
cari hidup di rantau<br />
ternyata beta susah disini</span></em></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:red;">Cowok :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kalau ada yang mo masuk minta<br />
nona tarima saja jang ale pikir beta lai<br />
perkara cinta beta cinta<br />
mo sayang paling sayang<br />
mar sio mo beking apa<br />
parcuma beta susah di rantau</span></em></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kalau yang pernah agak lama tinggal di Ambon dan sekitarnya atau setidaknya di Manado, maka lagu Parcuma ini harusnya bukan lagu yang asing. Dulu Yoppie Latul pernah mempopulerkan lewat lantunan remix poco-poco yang salah satu lagunya adalah ini. Sambil bagoyang, menyanyikan lagu-lagu yang kebanyakan berasal dari Maluku, sungguh asyik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.esnips.com/doc/c96b8430-babf-4fb6-b2b3-cf0699ff700b/1.Poco-Poco-3---Yoppy-Latul"><!--more--></a><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><a href="http://www.esnips.com/doc/c96b8430-babf-4fb6-b2b3-cf0699ff700b/1.Poco-Poco-3---Yoppy-Latul">http://www.esnips.com/doc/c96b8430-babf-4fb6-b2b3-cf0699ff700b/1.Poco-Poco-3---Yoppy-Latul</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Memang sih dengan irama remix untuk mengiringi poco-poco irama lagu Parcuma terasa kurang pas. Yang lebih pas dan enak didengar adalah yang dinyanyikan oleh Nanaku Group ini. Dengan aransemen yang lebih menyentuh dan diiringi suara-suara merdu maka lagu ini sangat nyaman untuk dinikmati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Apalagi bagi yang tengah dilanda rasa rindu pada kekasih yang berada nun jauh disana. Kekasih hati yang tengah merantau di lain pulau dan lama belum bersua. Seakan ada ketakutan kalau kekasihnya meninggalkannya setelah menerima pinangan orang lain. Wooow … Sebagai seorang pecinta sejati maka dia merelakan kekasihnya untuk meninggalkannya bila ternyata ada yang “masuk minta”. Walau dengan berat hati dan jiwa merana, apapun dilakukan untuk kebahagiaan pujaan hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Silahkan dinikmati.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Poco Poco]]></title>
<link>http://prabu.wordpress.com/2007/05/03/poco-poco/</link>
<pubDate>Thu, 03 May 2007 01:01:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>prabu</dc:creator>
<guid>http://prabu.id.wordpress.com/2007/05/03/poco-poco/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu saat saya tinggal di Manado, poco-poco begitu terkenal. Pada waktu senam di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Beberapa tahun yang lalu saat saya tinggal di Manado, poco-poco begitu terkenal. Pada waktu senam di Kantor ataupun di lingkungan rumah, selalu ada sekumpulan orang untuk “menari” poco-poco. Bahkan di kantorpun dilombakan berdasarkan penilaian gerak, keserasian, kebersamaan dan semangat tim yang mengikutinya. Untuk lingkungan di kota Manado saja, beberapa kali saya lihat perlombaan poco-poco di beberapa tempat dengan peserta berbagai kalangan dari anak-anak sampai oma-oma.</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--more--><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Lagu-lagu daerah banyak mengikuti trend, penyanyi mendendangkan lagunya dengan dilatarbelakangi para penari yang tengah berpoco-poco ria. Para pelatih aerobicpun harus bisa melatih poco-poco agar selalu dipanggil untuk senam di instansi atau perkumpulan. Para pejabatpun saya lihat dengan ceria dan canda mengikuti poco-poco massal di lapangan. Pokoknya dengan poco-poco semua menjadi gembira, kebersamaan dan keserasian selalu tumbuh dan tentu saja badan menjadi sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ketika sekitar tahun 2003 akhir saya mulai tinggal di Ambon, poco-poco masih cukup banyak diminati meskipun sudah tidak seperti yang lalu gencarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Poco-poco sebanarnya tarian (gerakan) mirip-mirip tarian biasa. Gerakan-gerakan baru banyak diciptakan oleh para pencintanya melalui perpaduan tradisional dengan modern (gerakan senam aerobik). Dengan gerakan yang sama sang penari berputar ke empat penjuru untuk beberapa kali putaran, dan melanjutkan ke gerakan yang lainnya. Yang dibutuhkan dari poco-poco sebenarnya adalah kebersamaan dan keserasian dan tentu saja keceriaan. Sedangkan lagu yang mengiringinya kebanyakan adalah lagu remix baik daerah maupun pop.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Lagu yang identik dengan tarian poco-poco adalah lagunya Yoppie Latul, yaitu poco-poco. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mau bernostalgia untuk mendengarkan ? Silahkan nikmati di </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><a href="http://www.esnips.com/web/manado/"><span>http://www.esnips.com/web/manado/</span></a></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
