<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>planet-baru &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/planet-baru/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "planet-baru"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 08:51:12 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PENEMUAN PLENET KECIL MIRIP BUMI]]></title>
<link>http://thetopsecret.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 11:11:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>thetopsecret</dc:creator>
<guid>http://thetopsecret.id.wordpress.com/2008/09/19/38/</guid>
<description><![CDATA[PENEMUAN PLENET KECIL MIRIP BUMI
======================================


New Earth
Bulan April 2008]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PENEMUAN PLENET KECIL MIRIP BUMI</strong></p>
<p style="text-align:center;">======================================</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
[caption id="" align="aligncenter" width="326" caption="New Earth"]<img title="Earth" src="http://erabaru.or.id/images/k_07_art_896.jpg" alt="New Earth" width="326" height="278" />[/caption]
<p>Bulan April 2008 pakar astronomi Spanyol mengumumkan bahwa mereka telah menemukan planet terkecil yang terletak di luar sistem tata surya. Planet tersebut berjarak 30 tahun cahaya dari bumi. Mereka berharap dapat segera menemukan planet kembaranbumi dengan teknik pendeteksi terbaru.</p>
<p class="content" align="justify">Ahli astronomi Spanyol berhasil mendeteksi lokasi planet kecil tersebut.</p>
<p class="content" align="justify">Dengan teknik pendeteksi barunya, mereka mampu mendeteksi planet yang jauh lebih kecil daripada gas raksasa yang sebelumnya hanya merupakan tipe planet yang dapat dideteksi oleh ilmuwan di sistem tata surya lain.</p>
<p class="content" align="justify">Planet baru ini berbentuk bola kecil berbatu, lebih mirip bumi, ketimbang kumpulan massa gas cair yang berputar yang membentuk planet lain seperti yang ditemukan sampai saat ini.</p>
<p class="content" align="justify">Para ahli astronomi berharap agar dapat mengidentifikasi planet mirip bumi ini dengan metode pendeteksian baru mereka.</p>
<p class="content" align="justify">Planet berbatu yang dikenal sebagai "GJ 436T" memiliki massa lima kali lebih kecil dibanding bumi. Hal ini membuatnya menjadi planet extrasolar atau exoplanet (planet yang berada di luar sistem tata surya) terkecil yang pernah dikenal sejauh ini. Planet tersebut berjarak 30 tahun cahaya dari bumi di konstelasi bintang Leo.</p>
<p class="content" align="justify">Gj 436T ditemukan sekumpulan pakar astronomi Spanyol yang dipimpin Ignasi Ribas. Metode pendeteksian mereka menggunakan analisa distorsi di orbit planet lain yang lebih besar.</p>
<p class="content" align="justify">"Dalam hal ini kita tidak menggunakan perturbasi atau gangguan (perubahan orbit obyek langit disebabkan oleh interaksi gravitasi dengan obyek langit lain) pada bintang (matahari) namun kita menggunakan perturbasi atau gangguan pada planet lain yang telah dikenal di sistem, jelas Ignasi Ribas. "Planet ini memiliki orbit yang eksentrik, orbit berbentuk elips yang kemudian berubah menjadi bentuk lingkaran, sungguh suatu hal yang mengejutkan" katanya.</p>
<p class="content" align="justify">Ribas sangat berharap segera menemukan planet mirip bumi dengan teknik baru ini.</p>
<p class="content" align="justify">"Hal ini selangkah lebih maju, dalam menemukan semakin banyak obyek-obyek mirip bumi," kata Ribas kepada wartawan NTD. "Kemungkinan di masa mendatang, kurang dari satu dekade, kita akan mempunyai kembaran bumi pertama yang mungkin telah terdeteksi."</p>
<p class="content" align="justify">Selanjutnya Ribas mengatakan bahwa planet baru ini tidak dapat dihuni karena berkaitan dengan jaraknya yang terpisah dari bintang (matahari)nya. Nampaknya, untuk dapat mendukung kehidupan, suatu planet harus memiliki massa yang menyerupai bumi, dan memiliki jarak orbit ke bintangnya menyerupai jarak dari bumi ke matahari. (NTD News/James Fish)</p>
<p class="content" align="justify">
<p class="content" align="justify">
<p class="content" align="justify">
<p class="content" align="justify">
<p class="content" align="justify"><em>Sumber :erabaru.or.id </em></p>
<p class="content" align="justify"><em>http://en.epochtimes.com/news/8-4-11/69003.html</em></p>
<p class="content" align="justify">
<p class="content" align="justify">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Delapan Planet Baru Ditemukan]]></title>
<link>http://mathub2003.wordpress.com/?p=324</link>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 17:51:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin_math</dc:creator>
<guid>http://mathub2003.id.wordpress.com/2008/08/11/delapan-planet-baru-ditemukan/</guid>
<description><![CDATA[DELAPAN planet baru di tata surya kembali ditemukan, baru-baru ini. Penemunya, astronom asal Indones]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="border:2px solid blue;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:j0owKynmNi2hqM:http://karangsambung.lipi.go.id/wp-content/uploads/2007/09/galaxy.jpg" alt="" width="169" height="122" /><strong>DELAPAN </strong>planet baru di tata surya kembali ditemukan, baru-baru ini. Penemunya, astronom asal Indonesia Johny Setiawan. Ia bekernya di Max Planck Institute for Astronomy Jerman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TIGA</strong> di antara delapan planet baru yang dinamai HD 47536c, HD 110014b, dan HD 110014c akan dipublikasikan tahun depan dalam jurnal astronomi. Adapun lima lainnya telah teridentifikasi, tapi makalahnya masih dalam penyusunan.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--moreBaca Selengkapnya ...--></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini diungkapkan Johny Setiawan di sela acara 2008 Asian Science Camp di Sanur, Bali, Rabu (6/8). Pertemuan ini dihadiri para siswa peraih medali olimpiade fisika dan kimia internasional dari Indonesia dan negara Asia lainnya. Mereka berkesempatan mendengarkan presentasi dan berdialog dengan lima peraih Nobel dan ilmuwan dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan ini berlangsung hingga Sabtu (9/8). Para peraih Nobel itu adalah Yuan Tseh Lee (Nobel Kimia, 1986), Richard Robert Ernst (Nobel Kimia, 1991), Douglas Osheroff (Nobel Fisika, 1996), Masatoshi Koshiba (Nobel Fisika, 2002), dan David Gross (Nobel Fisika, 2004).</p>
<p style="text-align:justify;">Johny mempresentasikan makalah berjudul Astronomy: A Culture, Science, and Philosophy for the Humanity dan Search for Life in Other Solar Systems. Sebagai ilmuwan postdoctoral di Departemen Planet dan Formasi Bintang Max Planck Institute for Astronomy (MPIA) sejak tahun 2003, Johny meneliti planet extrasolar (di luar sistem matahari) yang mengelilingi bintang muda dan evolusi bintang serta stelar atmosfer atau pulsasi dan aktivitas khromosferik.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Johny, satu-satunya ilmuwan non-Jerman di antara tiga peneliti planet lainnya di MPIA, sekarang ini dengan adanya teleskop modern bukan hal sulit untuk menemukan bintangbintang yang bertebaran di jagat raya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan teropong optik yang dipadukan sistem komputer, benda langit yang memancarkan cahaya itu dapat teridentifikasi. Yang sulit adalah melihat adanya planet-planet yang mengitari bintang-bintang yang jaraknya dari bumi ribuan tahun cahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Planet, yang hanya memantulkan cahaya dari bintang induknya, penampakannya 10 juta kali lebih redup daripada bintang atau matahari yang dikitarinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, dengan adanya pergerakan radial bintang karena dipengaruhi gaya tarik-menarik dengan planet yang mengitarinya, keberadaan planet dapat diketahui secara tidak langsung. Pergerakan radial itu dapat dilihat dengan alat spektrograf yang berfungsi mengurai cahaya bintang menjadi komponen cahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya cahaya matahari yang dapat diurai menjadi warna-warna pelangi, garis-garis spektrum cahaya itu dijadikan kunci untuk mengetahui keberadaan planet. Bila pada garis spektrum itu terjadi osilasi atau pergerakan pendar ke kiri atau kanan itu adalah indikasi ada planet yang mengitarinya. "Bila garis spektrum ke arah biru berarti planet bergerak mendekati posisi pengamatan, bila ke warna merah berarti menjauh," kata Johny.(<strong>kcm</strong>)</p>
<p><strong>Bintang Induk Tak Sendiri<br />
PLANET</strong> HD 47536c dipastikan keberadaannya pada Mei 2008 dan akan mulai dipublikasikan dalam jurnal Astronomy and Astrophysic.</p>
<p style="text-align:justify;">Planet ini berada dalam satu tata surya dengan planet yang ditemukan 9 tahun lalu, yaitu HD 47536b (Henry dan Draper, nama astronom AS yang menyusun katalog perbintangan). Angkaangka itu menunjukkan satu posisi tertentu di jagat raya, sedangkan huruf kecil b dan c artinya planet pertama dan kedua. Bintang induk sendiri diberi tanda huruf besar A.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada penelitian sebelumnya keberadaan planet kedua itu, kata Johny yang biasa bekerja mulai pukul 18.00 hingga 07.00, tak terdeteksi karena masa edarnya 1.600 hari. Sedangkan planet pertama 400 hari. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan dalam tata surya itu ditemukan planet lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Johny yang menamatkan S-1 dan S-3-nya di Freiburg, Jerman, melaksanakan penelitian itu dalam proyek Seram (Search for Exoplanet with Radial-velocity at MPIA) menggunakan teleskop berdiameter 2,2 meter. Ia juga melaksanakan proyek penelitian Exoplanet Search with PRIMA (Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry).</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak bergabung di MPIA tahun 2003, Johny yang akan berusia 34 tahun pada 16 Agustus nanti juga telah menemukan Planet HD 11977b (2005) dengan masa edar 700 hari, HD 70573b (2007) dengan masa edar 900 hari, dan TW HYDRAEb (2008) beredar 3,5 hari. Dua planet lainnya yang akan dipublikasikan tahun depan adalah HD 110014b &#38; c yang masing-masing bermasa edar 135 hari dan 850 hari. (<strong>kcm</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jumlahnya Lebih dari 135<br />
SEJAK</strong> tahun 1999, tim astronom Eropa dan Brasil di bawah pimpinan Johny Setiawan dari Max-Planck Institut telah mengikuti pergerakan bintang HD 11977 A.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka menggunakan spektrograf berresolusi tinggi, yang bernama FEROS, ditempatkan di teleskop bergaris tengah 2.2 meter di observatorium milik European Southern Observatory di La Silla (Chile).</p>
<p style="text-align:justify;">Metode yang digunakan adalah berdasarkan pada prinsip Doppler. Bintang dan pengedarnya bergerak mengorbit titik berat sistem bersama. Ketika bintang dalam garis pandang pengamat (arah radial) bergerak mendekat ke pengamat, garis-garis spektrumnya akan bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih pendek. Jika bintang tersebut menjauh dari pengamat, maka garis-garis spektrumnya akan bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pergeseren garis-garis spektrum tersebut maka kecepatan bintang dalam arah radial (dinamakan kecepatan radial) dapat diukur. Hanya dan hanya jika kecepatan radial tersebut tidak berasal dari aktivitas bintang (misalnya bintik bintang), maka dapat disimpulkan akan adanya sebuah benda pengedar. Dari kurva pengukuran tersebut massa minimum benda pengedar tadi dapat dihitung. Dalam kasus HD 11977 B, massa yang didapat adalah termasuk dalam massa planit-planit.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan metode ini sebenarnya sudah lebih dari 135 planet telah ditemukan. Akan tetapi, keunikan dari penenuman HD 11977 B terletak dalam bintang induknya sendiri, yaitu di massa bintang tersebut. Bintang HD 11977 A mempunyai massa yang satu setengah sampai hampir dua kali massa matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai sekarang, bintang-bintang bermassa menengah seperti ini masih jarang diselidiki untuk pencarian planet-planet ekstrasolar.</p>
<p style="text-align:justify;">HD 11977 B adalah planet pertama yang mengedar pada bintang sejenis di mana massa bintangnya dihitung secara akurat melalui pengukuran spektroskopis.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :Tribunjabar</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Planet Baru di Tata Surya]]></title>
<link>http://nechdzar.wordpress.com/2007/03/26/planet-baru-yang-ditemukan-di-tata-surya/</link>
<pubDate>Mon, 26 Mar 2007 10:02:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>nechdzar</dc:creator>
<guid>http://nechdzar.id.wordpress.com/2007/03/26/planet-baru-yang-ditemukan-di-tata-surya/</guid>
<description><![CDATA[Bagi pengamat paruh waktu, pengumuman bahwa ilmuwan berhasil mengenali planet ke-10 yang mengitari M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="storytext"><strong>Bagi pengamat paruh waktu, pengumuman bahwa ilmuwan berhasil mengenali planet ke-10 yang mengitari Matahari sangat penting bagi sejumlah kecil orang, iaitu para guru ilmu pengetahuan &#38; murid sekolah. </strong></p>
<p class="storytext">Di kejauhan berjarak 3ribu km, <strong>2003 UB313</strong> - nama planet baru itu - merupakan sasaran terbesar yang ditemukan di Tata Surya kita sejak penemuan planet Neptunus tahun 1846.</p>
<p><!--more--></p>
<p class="storytext">Dan diperkirakan planet ini lebih besar daripada Pluto, yang jabatannya sebagai planet paling jauh dari Matahari diterima secara luas sejak ditemukan tahun 1930.</p>
<p class="storytext">Namun semua itu bisa berubah. Kemajuan teknologi membuat para pakar ilmu angkasa bisa menemukan planet, bintang, asteroid dan komet yang kecil.</p>
<p class="storytext">Dan pada akhir tahun 1960 para ilmuwan menemukan bahwa <strong>ukuran planet Pluto terlalu dibesar-besarkan</strong>. Pertama kali planet itu diperkirakan sebesar Bumi, meski pemikiran yang kini diterima secara luas adalah bahwa luas planet itu <strong>hanya seperlima luas bulan</strong>.</p>
<p class="storytext">"Sekarang, dunia tahu bahwa Pluto tidak unik. Ada banyak Pluto lain, yang lebih jauh dari Tata Surya sehingga sulit ditemukan," ujar David Rabinowitz dari Perguruan Tinggi Yale, salah satu pakar ilmu angkasa yang menemukan 2003 UB313.</p>
<p class="storytext">Pernyataannya ini disepakati Professor Mark Bailey, pengarah Observatori Armagh, Irlandia Utara. "Semakin banyak benda yang terletak jauh dan ukurannya sebanding dengan Pluto. Jadi jika kita berfikir Pluto itu planet, semua benda lain juga planet," ujarnya.</p>
<p class="storytext">Dia memperkirakan ada puluhan ribu benda yang lebih jauh dari Neptunus di dalam Tata Surya yang dikenal sebagai wilayah Kuiper, dan kemungkinan berukuran lebih besar dari Pluto.</p>
<p class="storytext">Penemuan 2003 UB313 terjadi setelah diumumkan bahwa telah ditemukan 2003 EL61.</p>
<p class="storytext">Dan sejumlah benda berukuran serupa dengan Pluto telah ditemukan dalam tahun-tahun terakhir ini, antara lain Quaoar ditemukan tahun 2002 dan Sedna dilacak tahun 2004.</p>
<p class="storytext">Usaha untuk menentukan pengertian yang pasti terhadap planet dianggap sebagai inti permasalahan. "Pada awalnya sebuah planet adalah bintang yang bergerak. Lalu berubah menjadi sesuatu yang bergerak di angkasa. Kemudian berubah lagi menjadi sesuatu yang bergerak di seputar Matahari. Syarat mengenai kapan sesuatu bisa disebut planet selalu berubah," ujar Prof Bailey.</p>
<p class="storytext">"Saya yakin kita akan menemukan lebih banyak benda yang ukurannya sama yang akan terus menantang pemikiran mengenai planet yang sudah ada."</p>
<p class="storytext"><strong>'Ukuran sebagai penentu'</strong></p>
<p class="storytext">Dr Brian Marsden, pengarah Pusat planet kecil Astronomi Antarbangsa, yakin bahwa <strong>jalan sederhana untuk memecahkan kebingungan ini adalah menolak anggapan bahwa Pluto adalah sebuah planet dengan alasan, "ukuran memang menentukan".</strong></p>
<p class="storytext">Menurutnya, <strong>orang harus menerima bahwa "kita memiliki delapan planet dan satu benda yang berukuran lebih besar dari Mars yang bisa dianggap sebagai planet di masa depan".</strong></p>
<p class="storytext">"Buku pelajaran sekolah terlalu terpusat pada pemikiran bahwa Pluto adalah planet ke-9. Pengajaran seharusnya lebih menekankan bahwa ada ratusan ribu benda yang lebih kecil. Menghafal dan memberi nama planet bukan ilmu pengetahuan."</p>
<p class="storytext">Namun tidak semua orang percaya bahwa ilmu pengetahuan memiliki hak atau pengaruh untuk mengubah pemikiran yang telah ada.</p>
<p class="storytext">"Kebudayaan kita telah menerima dengan penuh gagasan bahwa Pluto adalah sebuah planet dan para ilmuwan belum tahu bahwa istilah planet tidak lagi milik mereka," ujar Michael Brown, salah satu astronom yang menemukan 2003 UB313.</p>
<p class="storytext">"Bisa dimengerti bahwa para ilmuwan sulit melepas sebuah kata yang menurut mereka dipergunakan secara ilmiah, tetapi mereka harus melakukan itu."</p>
<p class="storytext">Dia menganggap 2003 UB313 sebagai planet berdasarkan pengertian "budaya" dan "sejarah", dan menambahkan: "Saya tidak akan beralasan bahwa itu adalah planet secara ilmiah karena tidak ada penjelasan ilmiah yang tepat mengenai tata surya dan budaya kita dan saya harus memutuskan bahwa budayalah yang menang dalam satu masalah ini.</p>
<p class="storytext"><strong>"Kami para ilmuwan bisa terus berbincang, tetapi saya harap kami tidak didengar secara umum."</strong></p>
<p>Sumber: BBC<!-- end_story --></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
