<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pinggir-jalan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/pinggir-jalan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pinggir-jalan"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 10:47:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jajanan Pinggir Jalan Mengandung Timbal]]></title>
<link>http://airdiataskrisan.wordpress.com/?p=37</link>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 01:26:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>gntong</dc:creator>
<guid>http://airdiataskrisan.id.wordpress.com/2008/07/24/jajanan-pinggir-jalan-timbal/</guid>
<description><![CDATA[Makan di pinggir jalan ternyata memang berbahaya. Salah satu hasil penelitian mahasiswa FKM USU beri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Makan di pinggir jalan ternyata memang berbahaya. Salah satu hasil penelitian mahasiswa FKM USU berikut ini membuktikan terdapat kandungan timbal dalam jajanan pinggir jalan. Hal ini disebabkan karena polusi yang berasal dari asap kendaraan bermotor yang menjatuhi makanan yang dijual di pinggir jalan. Laporan ini saya dapatkan dari <em><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/17280485/awas.ada.timbal.di.jajanan.pkl">Kompas.com</a></em>. Berikut ini saya salinkan artikel yang saya baca tersebut:<!--more--></p>
<blockquote><p>JAKARTA, SENIN - Hati-hati, kebiasaan jajan di pinggir jalan berisiko terpapar timbal meski kandungan timbal yang ada di dalamnya tidak melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan yaitu sebesar 2 ppm.</p>
<p>Demikian hasil penelitian dua mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU), Nuraisyah Betty Marbun dan Utamy Hidayatrissa, dalam babak final Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Depok, Senin (7/7).</p>
<p>Dari 12 sampel makanan yang diambil sebagai sampel, tidak ada satupun yang melebihi batas maksimum cemaran logam di dalam makanan itu. Salah satu kue yang menunjukkan angka tertinggi ternyata dijual di atas tampah tanpa penutup dan langsung dijual di pinggir jalan</p>
<p>Meski demikian, menurut Nuraisyah dan Utamy, hal itu harus tetap diwaspadai karena efek racunnya memang tidak segera terlihat. Efeknya akan terlihat beberapa tahun kemudian karena sifatnya yang akumulatif pada makhluk hidup. "Kurang lebih 5-10 persen akan diserap tubuh, 15 persen akan mengendap pada jaringan. Kalau itu tersimpan di tubuh, itu bisa menyebabkan gangguan pada syaraf pusat, insomnia dan menurunkan IQ," ujar Nuraisyah kepada Kompas.com.</p>
<p>Banyak sekali rekomendasi dari Nuraisyah dan Utamy terkait makanan yang terpapar timbal ini. Mereka ingin, kesadaran mulai dari masyarakat untuk peduli dengan kesehatannya dengan tidak membiasakan jajan di pinggir jalan. Selain itu, mereka berharap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan mengatur jarak tempat jualannya dari jalan dan menggunakan stelling dan gorden penutup. Faktor penting lainnya yang mendorong kedua mahasiswa ini untuk melakukan penelitian ini tentu saja kondisi polusi di kotakota besar.</p>
<p>"Perlu juga ada UU batas pemakaian kendaraan bermotor dan di pingir jalan raya banyak ditanami pohon puring dan pohon asam. Itu efektif menyerap timbal," ujar Amy.</p></blockquote>
<p>Nah, jadi biar lebih sehat, lebih baik membawa bekal dari rumah karena selain terjamin kebersihannya, lebih murah juga... iya kan?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DIJUAL RUMAH Teuku Umar]]></title>
<link>http://raywhitesemarang.wordpress.com/2008/05/28/dijual-rumah-teuku-umar/</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:06:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>raywhitesemarang</dc:creator>
<guid>http://raywhitesemarang.id.wordpress.com/2008/05/28/dijual-rumah-teuku-umar/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://raywhitesemarang.files.wordpress.com/2008/05/k2171.png" alt="K2171" width="445" height="198" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Painting's for Sale]]></title>
<link>http://arifdiamantaphoto.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 09:32:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arif Diamanta</dc:creator>
<guid>http://arifdiamantaphoto.id.wordpress.com/2008/05/21/paintings-for-sale/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2085/2470390218_9d6d7479d4_o.jpg" alt="Painting For Sale" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DIJUAL SEGERA TANAH BERIKUT BANGUNAN]]></title>
<link>http://properti789.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 07:14:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>iklan789</dc:creator>
<guid>http://properti789.id.wordpress.com/2008/03/29/dijual-segera-tanah-berikut-bangunan/</guid>
<description><![CDATA[LUAS TANAH 27 8M2,LUAS BANGUNAN 200 M2, SERTIFIKAT, 4 KT , 2 KMD, PINGGIR JALAN DEKAT KAMPUS IPB. HA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>LUAS TANAH 27 8M2,LUAS BANGUNAN 200 M2, SERTIFIKAT, 4 KT , 2 KMD, PINGGIR JALAN DEKAT KAMPUS IPB. HARGA BERSIH /NET RP. 650 JUTA HUB ERFIN PH 021 71421631 HP 08561004540 E MAIL : erfin234@yahoo.com.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakmi Jowo Pak Pele]]></title>
<link>http://jadikenyang.wordpress.com/2008/03/05/bakmi-jowo-pak-pele/</link>
<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 13:14:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>bagusrahmat</dc:creator>
<guid>http://jadikenyang.id.wordpress.com/2008/03/05/bakmi-jowo-pak-pele/</guid>
<description><![CDATA[Alun-Alun Utara Jogja, depan SD
Menu:

Nasi Goreng,
Magelangan,
Bakmi Godog/Goreng,
Bihun Godog/Gore]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Alun-Alun Utara Jogja, depan SD</p>
<p>Menu:</p>
<ul>
<li>Nasi Goreng,</li>
<li>Magelangan,</li>
<li>Bakmi Godog/Goreng,</li>
<li>Bihun Godog/Goreng</li>
</ul>
<p>Kita berempat (akyu, Erna, Mayang dan Ita) habis belenji2 di Mirota Malioboro, berhubung udah jam 8 jadi udah lumayan laper, setelah mikir dan menimbang akhirnya Bakmi Jowo jadi pilihan, pengen aku ajak ke Kadin kok mikir ga ada Magelangan kesukaankyu, mau ke Pak Geno di Jl. Parangtritis ngantrinya suka lama , males ga sih udah laper gini, akhirnya diputuskan ke Pak Pele di Alun2 Utara yang hanya selemparan Hercules dari Toko Mirota, deket kan, tempatnya juga syahdu lesehan dengan pemandangan SD di belakang dan alun-alun utara di depan.</p>
<p STYLE="text-align: center"><img SRC="http://jadikenyang.files.wordpress.com/2008/03/030508-1309-bakmijowopa1.png" /></p>
<p>Sampai disana ternyata cukup rame, tapi masih banyak tempat kok dan kayaknya yang lain udah dateng pesenannya jadi nggak bakal nunggu lama nih. Langsung pesen Magelangan spesial ati rempelo (uritannya entek bos), Erna dan mayang mesen Mie Goreng Campur dan Ita pesen Bakmi Godhog Campur, campur artinya mie kuning campur bihun, untuk telurnya , telur bebek untuk saya dan telur ayam untuk para pereu2 itu. Sambil nunggu seperti biasa iseng jepret2 si Mas yang lagi mengolah Bakmi, sambil liat bahan-bahannya dan memastikan bahwa uritan memang bener2 nggak ada, awas aja kalau diumpetin. Sementara para pereu duduk lesehan dengan dihibur street performer khas Jogja dengan lagu2 dari Band Indonesia terkini (ciehhh), misalnya Ungu dan Samson, bisa request lho ke mereka, suaranya juga lumayan.</p>
<p STYLE="text-align: center"><img SRC="http://jadikenyang.files.wordpress.com/2008/03/030508-1309-bakmijowopa2.png" /></p>
<p>Bakmi Gorengnya Erna cukup enak apalagi sambil nyeplus rawit yang disediakan semangkok penuh, kalau mau dibandingkan ama Bakmi Kadin, rasanya 11-12 lah cukup bersaing, sama Bakmi pak Geno juga ga kalah. Nyobain dikit Bihun Godhognya Ita, wuah sueger juga malah mungkin lebih enak dari Bakmi Kadin, porsinya juga lebih generous. Kebetulan hawa Jogja saat itu emang lagi dingin banget jadi pas banget makan Bihun Godhog anget dengan kuah yang dikasih telur kopyok, tambahin rawit iris di kuahnya, wahhhh makin asik pasti. Untuk Magelangan pesanan saya sendiri aka Nasi Goreng campur bakmi campur bihun (kalau di Jatim Nasi Goreng Mawut), cukup diatas rata2 kualitas bolehlah disetarakan dengan Pak Geno, sayang uritan kesukaan saya nggak ada, tapi nggak apa2 deh itung2 ngurangin asupan kolesterol hehehe. Legit manis kecapnya juga pas dan wangi gosong2 dari anglo areng bikin makin nikmat, garnish tomat iris bikin magelangan saya jadi seger (sampai minta nambah tomatnya bow).</p>
<p STYLE="text-align: center"><img SRC="http://jadikenyang.files.wordpress.com/2008/03/030508-1309-bakmijowopa3.png" /></p>
<p>Habis makan kenyang bin puas, kita nurunin makanan sambil masangan di alun-alun kidul (selatan), Saya dan Erna udah cukup bosen masangin, jadi guide aja buat Mayang dan Ita yang baru pertama nyoba, dan keduanya berhasil pada kesempatan pertama, habis disebelah lokasi masangin ada Shooting Film sih jadi terang banget, padahal godaan utama masangin adalah membuka mata sebelum sampai tujuan karena kita merasa makin gelap dan gelap kayak terperosok ke alam lain, hiii medeni.</p>
<p>Kerusakan untuk ber4: sekitar 40K (lupa jumlah pastinya), tambah 2000 buat pengamen</p>
<p>Verdict: <strong>DIREKOMENDASIKAN</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan Surabaya (reserved, belum ada foto)]]></title>
<link>http://adetm.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 12:59:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>adetm</dc:creator>
<guid>http://adetm.id.wordpress.com/2008/03/04/jalan-surabaya-reserved-belum-ada-foto/</guid>
<description><![CDATA[Kalo dah enak ngopi di Bunderan HI, olahraga atau sekedar nongkrong di Taman Menteng, kita melangkah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo dah enak ngopi di Bunderan HI, olahraga atau sekedar nongkrong di Taman Menteng, kita melangkah sedikit ke Jalan Surabaya, "Surabaya? jauh itu mah!!!" tenang Jalan Surabaya masih ada di daerah Menteng, deket lah ^_^.</p>
<p>Sederetan Kios sepanjang 500 meter itu Khusus menjual barang-barang antik, "Apa Aja sih yang dujual?", sejauh yang ini gw pernah liat Gramafon berikut piringan-piringannya dipajang disana, Jam antik, Patung kayu, Pajangan-pajangan rumah, pokoknya barang-barang yang udah bisa di'label'in antik.</p>
<p>"mahal gak barang-barang disana?", Karena barang antik itu gak pernah ada patokan harga, variasi harga bisa gak masuk akal, so teknik tawar-menawar a'la poncol &#38; pasar baru itu wajib dikuasai. sabar kalo milih barang, gak ada jaminan kalo barang yg lo beli itu aseli atau imitasi, mulus atau lecet, teliti pelan-pelan. Kalo liat barang bagus jangan kayak orang kebelet, bisa-bisa harganya melambung setinggi awan. Santai aja, kalo emang kurang bagus jangan dibeli, kalo kemahalan bukan rejeki.</p>
<p>"De, gw gak punya duit, males ah kesana!" weits, emang gw punya duit? kagak hehehe, sekedar maen kesini juga gak ada yang larang koq. Lokasinya itu cukup nyaman walau dipinggir jalan, gak terlalu berpolusi-lah. enaknya sih dateng kalo gak pagi ya sore, biar adem-an dikit gitu. Kalo liat ada barang bagus jangan malu buat bertanya, terkadang yang jual cukup tau loh sejarah barang-barang yang dia jual.</p>
<p>Setelah Pasar Barito digusur, Pasar Keramik Rawasari juga gosipnya mau digusur, mudah-mudahan Jalan Surabaya gak ikutan digusur, tempat ini salah satu dari beberapa pasar "bertema" yang ada di Jakarta, sempetin bro kalo belom pernah kesini, biar gak nyesel...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taman Menteng (reserved)]]></title>
<link>http://adetm.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 12:57:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>adetm</dc:creator>
<guid>http://adetm.id.wordpress.com/2008/03/04/taman-menteng-reserved/</guid>
<description><![CDATA[masih sortir foto &amp; susun artikel
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>masih sortir foto &#38; susun artikel</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bunderan HI Coffee]]></title>
<link>http://adetm.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 07:54:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>adetm</dc:creator>
<guid>http://adetm.id.wordpress.com/2008/03/02/bunderan-hi-coffee/</guid>
<description><![CDATA[Siapa bilang keluyuran di tengah Jakarta selalu nguras kantong? buanyak. Gimana nggak? sekali kencin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://photos.friendster.com/photos/57/71/57991775/1_145688430l.jpg" BORDER="0" WIDTH="200" HEIGHT="200" ALIGN="left" />Siapa bilang keluyuran di tengah Jakarta selalu nguras kantong? buanyak. Gimana nggak? sekali kencing aja minimal keluar duit SeCeng nongkrong minum doang bisa CeBan, sama makan jadi NoBan, betool?</p>
<p>Buat pengangguran kayak gw,  dari pada ngabisin CeBan buat nongkrong, kan mendingan buat beli nasi bungkus 2 kali  kenyang deh huehuehue,  tapi tetep sesekali bosennya gw sama rutinitas sehari-hari kambuh, saat kayak gini nih   gw butuh sedikit refreshing.</p>
<p>Nongkrong sama kawan kan gak asik kalo cuman <img ALIGN="right" HEIGHT="300" WIDTH="225" BORDER="0" SRC="http://photos.friendster.com/photos/57/71/57991775/1_606774947l.jpg" />di  depan gang,  jadi terkadang gw ajak mereka<br />
maen  ke  Bunderan  HI.  buat  sekedar ngeliat<br />
air mancur &#38; menunggu matahari tenggelam.</p>
<p>Nangkring &#38; ngobrol doang di  pinggir jalan mana<br />
asik? paling 'gak harus ada segelas kopi panas &#38;<br />
sebatang rokok lokal btul? nah disitu asiknya<br />
ini tempat, walau cuma pinggir jalan, kita masih<br />
bisa pesan kopi &#38; beli sebatang rokok, modal<br />
duit 2500 perak dah dapet itu semua, Sip lah.</p>
<p>Terkadang gw kesini sendiri, mampir &#38; istirahat<br />
setelah  jalan  jauh,  atau  sekedar  mengusir<br />
rasa  jenuh.  Rasanya  gak  ada  yang ngalahin<br />
suasana   yang   terbangun   disini,    hal   kecil<br />
kayak   lampu kota,   ramainya   lalu   lalang<br />
kendaraan &#38; pejalan kaki, bahkan konyolnya kenekatan orang yang menyeberangi jalan raya sembarangan.</p>
<p><img ALIGN="left" HEIGHT="225" WIDTH="300" BORDER="0" SRC="http://photos.friendster.com/photos/57/71/57991775/1_494295464l.jpg" /></p>
<p>Liat gak disebelah gw ada sepeda?<br />
nah itu itu khas pedagang kopi disini,<br />
hampir semua pedagang pake sepeda<br />
sejenis, kalaupun ada yang pake<br />
sepeda gunung, yah kurang enak<br />
diliat, gak kebangun suasananya.</p>
<p>kenapa gw sebut tempat ini<br />
Bunderan HI coffee?</p>
<p>sama kayak kafe beneran, menu<br />
utama yang dijual disini ya Suasana. wong   kopinya cuma kopi bungkus biasa ^_^.</p>
<p>nah, kalo sore ini kebetulan loe lewat sini, jangan ragu buat mampir wokeh, kali aja kebetulan kita ketemu.</p>
<p><img ALIGN="middle" HEIGHT="225" WIDTH="300" BORDER="0" SRC="http://photos.friendster.com/photos/57/71/57991775/1_494500901l.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Karma trotoar ?]]></title>
<link>http://privateeronboard.wordpress.com/2007/10/02/karma-trotoar/</link>
<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 05:59:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ochep PoB</dc:creator>
<guid>http://privateeronboard.id.wordpress.com/2007/10/03/karma-trotoar/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini Blackkariz jalan santai abizz&#8230; mood lagi ga bisa buat slonong boy selip kanan selip k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pagi ini Blackkariz jalan santai abizz... mood lagi ga bisa buat slonong boy selip kanan selip kiri. Jadi, yaaaa.. mlipir di jalur sebelah kiri yg berbatasan dengan trotoar. Selepas flyover Pondok Bambu lalu lintas cukup padat, terjadi bottle neck antara yg datang dari arah flyover dengan arus dari arah bawah. Namun, sekali lagi.. itulah enaknya naik motor, ketika sampai di ujung flyover, nyalain sein kiri, kepala liat ke belakang, sambil ngangguk ke arah pengemudi di sebelah kiri, ehh.. di beri jalan untuk masuk ke kiri.. makasih ya Pak, udah ngasi jalan ga seperti <a href="http://privateeronboard.wordpress.com/2007/09/28/percakapan-sore/">oknum supir taksi kemaren</a>... mlipir di jalur kiri lagi deh. Sejauh mata memandang, jalanan bener-bener padat hingga motor pun sering berhenti. Bagi yang kurang sabar, seperti biasa trotoar menjadi korban untuk kesekian kalinya oleh para oknum pengendara seepeda motor. Sedang asik-asiknya jalan santai, dari jauh terlihat kejadian yang membuat gw ingin tertawa, tapi kasihan, juga prihatin....</p>
<p><!--morewakakakakaka....--></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Gak tau kejadiannya gimana, seorang pengendara motor yang merasa tidak sabar dengan antrian motor di jalur sebelah kiri mencoba untuk naik ke atas trotoar. Tapi ternyata ketika naik trotoar jalannya motor itu tidak stabil dan arah motor yg tidak terkendali itu akhirnya dengan sukses masuk ke dalam parit yang ada di sebelah trotoar. Sumpah deh, pertama liat kejadian itu gw ketawa ngakak dibalik helm gw.... qiqiqiqiqiqi.. apalagi pas ngelewatin lokasi kejadian dengan jelas posisi motornya sudah amblas ditelan selokan. Maaf ya, bukannya gw gak mau berhenti dan menolong si korban, tapi orang-orang yang berhenti buat nolong dia sudah banyak, kira-kira 6 motor langsung berhenti setelah melihat kejadian itu.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Husssss... tertawa di atas penderitaan orang lain.. gak boleh tuuuhhhh.... Memang sih, gak boleh, tapi biar dia merasakan akibat dari seenak udelnya naek trotoar yang menurut gw juga berbahaya., karma kali yeee... Lha wong trotoar yang di lalui itu bercampur dengan gundukan tanah yang bekas galian BKT dan di sisi kiri ada selokan yang tidak terlindungi. Dan, itu juga akibat dia membuat debu-debu tanah berterbangan sehingga mengganggu pandangan dan pernafasan para pengendara motor yg jalan pada jalur yang semestinya. Semoga itu menjadi peringatan bagi para oknum-oknum yang lain supaya tidak menggunakan trotoar sebagai jalan tol bagi mereka. Tapi, apa iya cuma karena kejadian itu para oknum akan sadar ? kayaknya gak deh... masih mimpi kali yeeeeee melihat  mereka sadar saat ini....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemana Wibawamu ?]]></title>
<link>http://privateeronboard.wordpress.com/2007/10/01/kemana-wibawamu/</link>
<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 03:19:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ochep PoB</dc:creator>
<guid>http://privateeronboard.id.wordpress.com/2007/10/01/kemana-wibawamu/</guid>
<description><![CDATA[Lampu menyala merah, dengan santai gw berhentikan motor di belakang mobil terdepan. Biarlah sisi kir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Lampu menyala merah, dengan santai gw berhentikan motor di belakang mobil terdepan. Biarlah sisi kiri buat mereka yang sudah ngebet ingin ketemuan ce ce pe an nya di kantor. Sambil menunggu lampu menyala hijau, gw berdendang-dendang santai nyanyiin lagu Honestly-nya Stryper. Lagi enak-enaknya berdendang, sekilas terdengar suara ribut-ribut di sisi kanan gw, dan setelah menengok ke kanan.....</p>
<p align="justify">&#160;<!--moreliat ke kanan donk....&#62;-->Di jalur sebrang ternyata sedang terjadi aksi dorong mendorong antara pengendara motor yang mengenakan kemeja kotak-kotak, celana jins biru terang yang sudah robek di lututnya, rambut gondrong.. dengan seseorang yang mengenakan pakaian atasan coklat muda, bawahan coklat tua, trus memakai rompi warna hijau scotlight. Anda bisa menebak khan siapakah gerangan yang memakai pakaian itu ? Yup.. dia adalah seorang bapak polisi. Yang membuat gw heran, pada kejadian itu terlihat aksi dorong mendorong dan terlihat pengendara motor itu lebih beringas dibandingkan pak polisi. lebih kocak lagi, ketika ada polisi yg lebih muda mencoba melerai, dia malah didorong oleh temannya si pengendara motor untuk menjauh dari mereka. Halaaaahh.. udah kebalik nieh, pihak penegak hukum tuh sebenernya yang mana sih ? Karena lampu sudah menyala hijau, langsung gw pacu Blakariz menembus ganasnya hutan belantara perkotaan.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Gw ga tau ada persoalan apa, tapi yang terlihat sepertinya oknum pengendara motor itu tidak terima kalau dirinya ditilang. Tapi, ketika terjadi aksi dorong-mendorong itu kenapa pak polisi terlihat sebagai pihak yang mengalah ? Terlihat tidak mempunyai wibawa, dengan muka yang hanya senyam-senyum sambil berbicara namun sedikit sekali. Duuhh.... Pak, bagaimana nih kepolisian kalo anggotanya tidak punya KETEGASAN dalam bertugas, tidak punya KEBERANIAN menghadapi oknum pelanggar yg ngelawan, yang semuanya itu menjadikan turunnya WIBAWA polisi di mata masyarakat. Semoga saja cukup sekali itu gw lihat polisi yang melempem, jangan sampai nanti masyarakat yg melihat kejadian seperti itu menjadikannya sebagai inspirasi untuk melawan petugas ketika mereka berurusan dengan polisi...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gali lobang.. tutup lobang]]></title>
<link>http://privateeronboard.wordpress.com/2007/09/20/gali-lobang-tutup-lobang/</link>
<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 02:23:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ochep PoB</dc:creator>
<guid>http://privateeronboard.id.wordpress.com/2007/09/20/gali-lobang-tutup-lobang/</guid>
<description><![CDATA[Gali lubang&#8230; tutup lubang&#8230; gali lubang&#8230; tutup lubang&#8230; Hal yang seringkali ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Gali lubang... tutup lubang... gali lubang... tutup lubang... Hal yang seringkali kita lihat di beberapa ruas jalan yang ada di Jakarta ini. Penggalian ini biasanya dilakukan karena akan ada penanaman kabel telekomunikasi, kabel listrik ataupun pipa saluran air. Sepintas semua kegiatan penggalian yang dilakukan memang terlihat sebagai hal yang normal, tanah digali, lalu kabel atau pipa diletakkan didalam galian dan selanjutnya ditutup lagi. Dari pandangan saya, hal tersebut kalau dilakukan 2 atau 3 kali pada lokasi yang sama normal-normal saja. Tapi kalau dilakukan berulang-ulang kali, jujur saja sangat mengganggu kegiatan para pengguna jalan raya. Setiap ada penggalian, hampir bisa dipastikan jalan di lokasi penggalian akan MACET. Tidak ada galian saja kapasitas jalan untuk menampung kendaraan sudah dirasakan sangat padat dan kadang sudah menimbulkan kemacetan, apalagi kalau di situ ada penggalian, yang secara otomatis akan memakan sebagian area jalan. Dampak yang tidak mengenakan pastinya akan menghampiri para pengguna jalan raya, baik pengendara kendaraan bermotor maupun para pejalan kaki.</p>
<p><!--moreMemangnya ada dampak apa sih ?--></p>
<ul>
<li>  Jalanan akan terjadi penyempitan, karena kadang dari lajur jalan yang sudah tersedia, sebagian kecil digunakan untuk kegiatan penggalian. Walaupun hanya sebagian kecil, tapi sangat berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas di area tersebut. Kecil saja sudah membuat macet, apalagi kalau <span> </span>area yang dipakai lebih besar... Begitu juga bila pengalian di lakukan di area trotoar, maka secara otomatis para pejalan kaki akan dengan terpaksa menyingkir dari trotoar dan berjalan di jalan raya, yang tentunya sangat membahayakan jiwa mereka.</li>
</ul>
<p align="justify">
<ul></ul>
<ul>
<li> Jalanan semakin kotor, pada saat panas terik dan berangin, debu-debu halus dari tanah penggalian akan berterbangan sehingga mengganggu pemandangan para pengguna jalan, terlebih untuk pejalan kaki yang mayoritas tubuhnya tidak terlindungi oleh perlengkapan berkendara. Apabila hujan tiba, maka dapat dipastikan area disekitar penggaian akan menjadi becek oleh tanah merah dan membuat jalanan menjadi licin. Hal ini tentu saja sangat berbahaya khususnya bagi para pengendara sepeda motor.Tapi, ya begitu lagi.. begitu lagi.. tidak ada perubahan sama sekali. Semua pihak sepertinya tutup mata, telinga dan mulut, seolah-olah dampak buruk yang terjadi bukan merupakan tanggung jawab mereka. Semua merupakan resiko bersama, karena pekerjaan penggalian itu juga untuk kepentingan bersama. Tapi apa iya mereka yang berkepentingan dengan kegiatan penggalian tersebut selalu saja meminta <span> </span>PENGERTIANNYA terhadap kita sebagai pengguna jalan raya.</li>
</ul>
<p><img src="http://img263.imageshack.us/img263/76/pi03zd6.jpg" align="texttop" height="254" width="515" /></p>
<p align="justify">Photo di atas gw ambil di Jl. Marga Guna, jalan tembusan Radio Dalem ke Pondok Indah, tepatnya di sisi Pondok Indah Mal I. lokasi bekas penggalian dibiarkan begitu saja dengan menimbun batu-batu yang mudah terlepas dari bekas galian itu. Letak bekas galian yang ditengah badan jalan semakinmembahayakan penggunajalan, khusunya pengendara motor yang bisa selip saat melewati area itu.</p>
<p> <img src="http://img503.imageshack.us/img503/334/cptti0.jpg" align="texttop" height="254" width="515" /></p>
<p align="justify">Photo ini gw ambil di jalan ciputat raya, penggalian kabel untuk jaringan serat optic. Memang penggalian dilakukan di area pinggir jalan, namun yang terlihat, tumbukan tanah kadang kala meluber hingga ke arah badan jalan sehingga sering membuat pengguna jalan melakukan maneuver dadakan untuk menghindari tanah tersebut. Dan beberapa galian ternyata juga dilakukan di area trotoar dan membuat para pejalan kaki menggunakan badan jalan untuk beraktivitas.Semoga saja para pihak yang berwenang dapat segera menemukan solusinya agar penggalian- penggalian seperti itu sudah bisa kurangin frekwensinya. Bisa khan dibuat saluran yang permanent untuk menempatkan kabel atau pipa dibawah tanah, sehingga orang bisa masuk ke dalam saluran itu dan tidak perlu lagi penggalian karena nantinya para pekerja tinggal masuk ke dalam saluran tersebut melalui lubang masuk yang ada. Seperti yang ada di film-film Hollywood itu lhoo...</p>
<p align="justify">Ya, sekarang sih sepertinya kita hanya bisa bermimpi, bermimpi di jalanan tidak ada penggalian- penggalian lagi karena sudah ada saluran permanen untuk penempatan pipa atau kabel. Semoga mimpi itu bisa menjadi kenyataan.... Bermimpi.... Mulai.... ( bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang )</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasibmu oh Pedestrian]]></title>
<link>http://privateeronboard.wordpress.com/2007/09/17/nasibmu-oh-pedestrian/</link>
<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 04:01:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ochep PoB</dc:creator>
<guid>http://privateeronboard.id.wordpress.com/2007/09/17/nasibmu-oh-pedestrian/</guid>
<description><![CDATA[Trotoar, yang punya nama luarnya Pedestrian, fungsi utamanya adalah tempat bagi para pejalan kaki. T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Trotoar, yang punya nama luarnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pedestrian" target="_blank">Pedestrian</a>, fungsi utamanya adalah tempat bagi para pejalan kaki. Tapi pada kenyataannya fungsi utama itu harus berbagi dengan <a href="http://www.maludong.com/List.asp?CatID=8">para pedagang kaki lima yang berjualan, tempat parkir mobil dan OKNUM pengendara motor</a>. Buat pedagang kaki lima, gw gak mau bahas.. Begitu juga buat yang seenak udelnya parkir mobil di atas trotoar. Yang mau gw bahas adalah para OKNUM pengendara motor ( selanjutnya baca OKNUM saja ) yang seringkali melintas di atas trotoar.</p>
<p align="justify"><!--moreOknum oh oknum--></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><img src="http://img178.imageshack.us/img178/5895/maludong211gh8.jpg" align="texttop" /></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Setiap berangkat ke kantor dan pulang ke rumah, pemandangan itu sudah menjadi tontonan sehari-hari. Kenapa ya mereka kalah sama hewan yang namanya BEBEK ? tau khan bebek ? bebek itu binatang aneh, kakinya pendek tapi  lehernya panjang, ude gitu mereka tuh tau yang namanya ANTRI. Coba perhatiin deh, bebek kalo lagi berjalan di pematang sawah pasti akan selalu jalan di sepanjang jalur pematang sawah. Ketika yang didepan berhenti, yang di belakang ikut berhenti. Gak ada tuh bebek yang keluar jalur pematang buat nyalip ke depan.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><img src="http://img101.imageshack.us/img101/5654/budayaantrirm9.jpg" align="texttop" height="254" width="515" /></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Maaf ya buat para OKNUM kalau kalian semua gw bandingkan dengan binatang yang bernama bebek. Atau mau gw bandungkan dengan semut ? tau semut juga khan ? kalau jalan selalu berbaris yang rapi membentuk garis panjang. Ahh... kebagusan kalao dibandingkan dengan semut, kasian semutnya nanti disamain sama para OKNUM itu. Pasti kalo semut bisa bicara akan ngomong begini " Gak lepel ah ". Tadinya gw berharap, dibulan yang mengharuskan semua orang menjadi sabar ini keadaan akan berubah. Para Oknum akan sadar kalau apa yang sudah mereka lakukan bisa membuat orang lain merasa kesal. Tapi ? yaaa  gitu deeeehhh.... tau khan jawabannya ? ga ngaruuuuhhhh... tetep aja masih pada slonong boy and slonong girl. Yang penting buat mereka  adalah bisa cepat sampai tujuan, tidak peduli ada yg merasa kesal oleh tingkah laku mereka. Yang pasti, pihak yang paling dirugikan oleh kelakuan para oknum itu adalah para pejalan kaki yang haknya untuk berjalan di atas trotoar dirampas oleh para oknum.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Gw bukan belagu, seperti ga pernah melakukan saja. Gw memang pernah menjadi oknum seperti mereka, tapi itu sudah lewat masanya.... ya... sudah hampir 5 tahun gw tidak melakukan hal itu. Semua memang butuh kesadaran dari diri  kita sendiri, bukan karena paksaan dari orang lain. Untungnya gw cepet sadar, ga kayak si oknum, yang masih koma nunggu di operasi sama dokter ( baca : polisi...). Kadang kalau gw lagi iseng, para oknum ingin masuk ke jalan di depan motor gw... pastinya gak akan gw beri, pepet teruuusss... kadang kaki kiri maen buat nyetopin ban depan mereka, serta tentunya klakson iktut berpartisipasi. Die natap gw.. balik ge tatap lagi... yaaa. .untungnya samapi saat ini mereka ngaku salah dengan tidak memprotes tindakan gw itu.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Ada rencana mo bikin stiker buat dipasang di belakang box gw, kira2 yang bagus apa ya tulisannya ?<br />
1. Trotoar, tempat orang berjalan kaki dan monyet yang sedang belajar naek motor<br />
2. Naik motor di trotoar dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan pembodohan diri sendiri<br />
3. Naik motor di trotoar berati membuat SIM-nya Kebun Binatang Ragunan.<br />
4. apalagi yaaaaa.......</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"> Kalau ada yang mau bikin stikernya, gw minta satu yaaa....</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Photo sourcing :</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">- <a href="http://www.maludong.com" target="_blank">http://www.maludong.com</a></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">- <a href="http://justmymind.wordpress.com" target="_blank">http://justmymind.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bendera kampanye membahayakan ?]]></title>
<link>http://privateeronboard.wordpress.com/2007/09/13/bendera-kampanye-membahayakan/</link>
<pubDate>Thu, 13 Sep 2007 06:39:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ochep PoB</dc:creator>
<guid>http://privateeronboard.id.wordpress.com/2007/09/13/bendera-kampanye-membahayakan/</guid>
<description><![CDATA[Sudah beberapa hari terakhir, setiap melintasi Flyover selalu terlihat kibaran bendera-bendera parta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sudah beberapa hari terakhir, setiap melintasi Flyover selalu terlihat kibaran bendera-bendera partai yang jumlahnya puluhan atau bahkan ratusan yang memenuhi pagar pembatas. Setiap bendera diikatkan pada sebatang bambu atau kayu sebagai tiang, dan tiang tersebut diikatkan pada pagar pembatas jalan dengan hanya menggunakan tali rafia. Selintas, orang awam mungkin tidak akan menyadari bahwa sebenarnya bahaya siap mengincar para pengguna jalan, khususnya para pengendara sepeda motor. Kenapa berbahaya ?</p>
<p><!--morekira-kira bahayanya seperti ini--></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p><img src="http://img382.imageshack.us/img382/8708/bendera2py7.jpg" align="middle" height="370" width="537" /></p>
<p align="justify">
<ul>
<li>Pemasangan yang kurang cermat, sehingga ada beberapa tiang bendera yang ujung paling bawah nyelonong ke arah jalan karena ikatannya terputus atau terlepas. Batang tiang yang menjorok ke arah jalan itu bisa saja mengenai pengendara sepeda motor yang sering menggunakan lajur sebelah kiri, walaupun sampai saat ini belum pernah telihat langsung ada kejadian seperti itu.</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p align="justify">Kibaran bendera, apabila arah angin menuju ke arah badan jembatan/jalan, maka secara otomatis kibaran bendera juga mengarah ke arah badan jalan. Dan lagi-lagi para pengendara motor menjadi korbannya karena banyak yang mengambil jalur paling kiri ( dekat dengan pagar pembatas ), terlebih jika bendera itu diikatkan pada tiang yang tidak begitu tinggi sehingga membuat kibaran bendera tersebut sukses mampir ke depan muka pengendara sepeda motor.</p>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p align="justify">Penggunaan material ala kadarnya, seperti kayu atau bambu yang mudah patah dan tali rafia yang tergolong kualitas rendah untuk mengikat tiang. Sampai hari ini, sudah terlihat beberapa tiang bendera patah karena tidak kuat menahan kibaran bendera pada saat angin kencang. Apabila tiang yang patah/bengkok itu menjorok ke arah luar badan jalan hal itu mungkin tidak menyebabkan masalah yang berarti buat para pengguna jalan di atas flyover, tapi patahan tersebut bisa jatuh ke bawah yang merupakan badan jalan juga dan dapat mengenai pengguna jalan di samping flyover. Lebih parah lagi apabila tiang yang bengkok tersebut menjuntai ke arah badan jalan, karena posisinya akan melintang dan memakan jalan. Juga apabila tiang tersebut patah dan patahan tiang itu masuk ke badan jalan, maka akan menimbulkan reaksi spontan para pengguna jalan baik motor atau mobil untuk menghindari menginjak patahan tiang tersebut. Reaksi yang tiba-tiba ini bisa saja menyebabkan kecelakaan beruntun karena ketidaksiapan para pengguna jalan akibat hal-hal yang diluar perkiraan mereka.</p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><img src="http://img171.imageshack.us/img171/8648/benderann5.jpg" align="middle" /><br />
Entah, sampai kapan mereka akan memasang  bendera-bendera partai atau ormas tersebut. Kalau tujuannya mereka hanya untuk membuat masyarakat tahu atau menarik perhatian akan keberadaan partai/ormas tersebut, maka mereka berhasil melakukannya. Namun mereka juga berhasil membuat para pengguna jalan merasa was-was, khususnya para pengendara sepeda motor, ketika melewati barisan bendera yang berkibar dan berharap tidak terjadi sesuatu dalam diri pengendara tersebut. Kita berharap tim sukses tiap-tiap partai/ormas dapat lebih kritis terhadap segala cara kampanye yang mereka jalankan, dengan mempertimbangkan untuk lebih mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan partai/ormas.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Photo sourcing : <a href="http://digitalmbul.com/blogs/?p=181">http://digitalmbul.com/blogs/?p=181 </a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
