Pada puncak karirnya sebagai pendeta, ia memilih untuk meninggalkan negaranya untuk melayani di suatu tempat di Asia. Seorang hamba Tuhan yang memiliki “Crazy Love” kepada Tuhan sehingga rela tidak mengambil gaji dari gereja yang dilayaninya, bahkan membatasi diri dengan tidak mendapatkan penghasilan lebih dari $36.000 per tahun (dibandingkan dengan penghasilan rata-rata pendeta mega-church sebesar $147.000 per tahun). 297 more words