<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>open-coding &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/open-coding/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "open-coding"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:50:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Coding ...... Open Coding ...... dan Nafas Maut ]]></title>
<link>http://chandrax.wordpress.com/?p=56</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 07:36:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>chandra</dc:creator>
<guid>http://chandrax.id.wordpress.com/2008/05/03/coding-open-coding-dan-nafas-maut/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan berikut ini mungkin tidak ada kaitannya sama sekali dengan Nafas Maut, tapi merupakan suatu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tulisan berikut ini mungkin tidak ada kaitannya sama sekali dengan Nafas Maut, tapi merupakan suatu rangkaian kejadian saat ini yang saya hadapi. Kebetulan saat ini penelitian saya memasuki tahapan penulisan naskah karya ilmiah [ce ile ... karya ilmiah ... bahasa langit ...], kebetulan pula saat ini saya sedang giat konsul dengan analis kualitatif khususnya coding-mengoding Om <a title="Om Dino" href="http://dinosumaryono.wordpress.com/" target="_blank">Dino</a> he .... he ...,  karena tahapan penelitian aku yang ribet  saat ini  saya mencoba merangkum seluruh rangkaian itu  menjadi sebuah coding yang mempunyai benang merah yang searah dan tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang Coding-mengoding ini bukan hal gampang untuk dapat melakukan Coding diperlukan amalan yang baik ....., konsentrasi mutlak ditegakkan, lengah sedikit coding anda akan ngawur ya kalo otak kamu lagi memikirkan Nafas maut jangan sekali-kali mengerjakan hal ini pasti gak beres hasilnya. Bukan omong kosong atau basa-basi hal ini banyak dikeluhkan oleh beberapa kawanku dalam penyelesaian penelitian mereka masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Om <a title="Om Dino" href="http://dinosumaryono.wordpress.com/" target="_blank">Dino</a> [beliau ini belajar codingnya ama salah satu Prof yang kerjanya di <a title="Simkes IKM UGM" href="http://simkes.org/" target="_blank">sini</a>], beberapa ritual yang wajib dijalani yaitu :</p>
<ol>
<li>Matikan HP, kalo bisa di set Silent aja.</li>
<li>Jangan mengerjakan di depan TV atau lagi nonton Sinetron</li>
<li>Konsentrasi yang tinggi.</li>
<li>Makan dulu baru mulai buka-buka Coding biar gak kelaparan.</li>
<li>Waspada Diare [pengalaman Om <a title="Om Dino" href="http://dinosumaryono.wordpress.com/" target="_blank">Dino</a>, biasanya saat-saat melakukan coding rawan klb diare]</li>
<li>Apa lagi ya ......</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
