<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>nlp-mind-etc &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/nlp-mind-etc/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "nlp-mind-etc"</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 05:46:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Latihan Mengaktifkan LoA untuk Kemakmuran]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=153</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 08:14:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=153</guid>
<description><![CDATA[Meskipun hiruk pikuk diskusi dan debat tentang LoA atau Law Of Attraction sudah lama berlalu. Tapi s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun hiruk pikuk diskusi dan debat tentang LoA atau Law Of Attraction sudah lama berlalu. Tapi saya yakin konsepnya (terlepas dari segala persepsi negatif yang ada) masih tetap aktual. Karena sebagai bagian dari hukum alam semesta, akan tetap berlaku hukumnya selama alam ini masih eksis.</p>
<p>Saya juga yakin, jika sebagian para penggiat dan pembelajar LoA, ingin mengaplikasikannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dalam bentuk kemakmuran dan kesejahteraan. Tapi tidak semua yang sudah mempraktekan LoA sudah bisa benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya, begitu kan? Sebenarnya masih banyak faktor lain yang belum diungkap dalam berbagai topik The Secret dengan LoA-nya yang mempengaruhi tingkat keberhasilannya. Tapi saya tidak bermaksud menguraikannya di sini.</p>
<p>Setelah blog walking ke sana ke mari, saya memperoleh pencerahan baru dalam menerapkan LoA untuk menarik pundi-pundi uang (sebagai simbol kekayaan) dalam hidup kita. Bisa juga kita aplikasikan dalam kehidupan bisnis kita sehingga selain sebagai profit generator, bisnis kita sekaligus bisa sebagai sarana mengaplikasikan LoA dimaksud.</p>
<p>Saya belum tahu nama sebenarnya dari penulis artikel dimaksud, tapi penulis asal Malaysia tersebut menyebut dirinya sebagai<a href="http://menjaro.blogspot.com/">Menjaro</a> . Dalam salah satu artikelnya berjudul &#34;<a href="http://menjaro.blogspot.com/2008/01/kuasa-minda-aplikasi-wang_26.html">Kuasa Minda Aplikasi Wang</a>&#34; beliau mengajarkan latihan kekuatan pikiran untuk menarik ringgit (uang) dalam tiga langkah mudah : <b>LoA -&#62; Dec -&#62; Int</b>. </p>
<p>Berikut saya kutip latihannya, dengan beberapa tambahan dari saya yang saya tulis dalam tanda [..] untuk memudahkan bagi kita yang berbahasa Indonesia.</p>
<p><i>&#34;1. Law Of Attraction “<b>LOA</b>”. (Hukum tarik menarik ): Cara menggunakan hukum LOA adalah dengan cara melakukan <b>sedekah dengan iklas</b>. Memberi ringgit </i>[uang] <i>akan mendatangkan lebih banyak ringgit dalam hidup anda. Ketika anda bermurah hati tentang ringgit, merasa behagia bila bersedekah, sebenarnya minda </i>[otak / pikiran ] <i>bawah sedar anda berkata<b>”saya mempunyai banyak ringgit”</b> maka minda bawah sedar akan bekerja bersama LOA, untuk membuat segala kemungkinan anda memperolehi ringgit. Inilah rahsia sedekah dengan iklas.</i></p>
<p><i>2. Declaration “ <b>Dec</b> ” . (Pengistiharan): Dilakukan pada setiap hari di hadapan cermin sebelum anda memulakan tugas dan perniagaan anda dengan cara memegang dada anda, sehingga terasa getaran gelombang alpha 7-14hz di bahagian dada anda. Sambil anda mengucapkan “ saat ini saya apa pun yang saya inginkan menjadi kenyataan, saya semakin mempunyai banyak wang </i>[uang] <i>dan ringgit” ucapkan sebanyak 21x. Mulakan pada hari isnin  </i>[Senin] <i>sahaja.</p>
<p>3. Intention “ <b>Int</b>” (Niat) :&#160; bukanlah sesuatu yang anda lakukan tetapi niat adalah sesuatu yang anda hubungkan. Sila hubungkan diri anda dengan ringgit. Caranya setiap kali anda berbelanja ucapkan dalam hati <b>“ ya Allah kembalikan kepada ku 10 kali ganda</b></i><b> [lipat] </b><i> <b>”</b> setelah anda menerima baki wang anda ucapkan<b>” terima kasih ya Allah kembalikan saya 10 kali ganda.”. </b>Latihan ini akan membentuk persekitaran minda untuk menerima kembali apa yang anda belanjakan. Telah di jelaskan dalam muka surat sebelum ini. Tiga latihan di atas merupakan sebuah latihan penyatuan minda </i>[otak/pikiran] <i>yang sangat berkaitan antara satu dengan yang lain. Lakukan latihan ini selama 6 minggu, anda akan melihat hasilnya 90 % sangat luar biasa.&#34;</i></p>
<p>Bagaimana, menarik bukan?? Selamat mengaplikasikan...</p>
<p>Salam FUNtastic &#38; Merdeka</p>
<p>Fuad Muftie<br><br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br><br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><b><font color="#ff0000">&#34;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#34;</font></b></p>
<p><font color="#FF0000"><b>Ayo, Indonesia BISA!</b></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perubahan, Zona Nyaman, dan Familiarity Factor bagi Pebisnis Pemula]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/25/perubahan-zona-nyaman-dan-familiarity-factor-bagi-pebisnis-pemula/</link>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 03:12:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/25/perubahan-zona-nyaman-dan-familiarity-factor-bagi-pebisnis-pemula/</guid>
<description><![CDATA[Kita harus mengikuti perubahan, karena satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kita harus mengikuti perubahan, karena satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Familiar dengan pepatah ini?</p>
<p>Memang benar dan saya juga setuju kalau kita harus terus melakukan perubahan. Tetapi ternyata tidak semua orang bisa dengan mudah melakukan dan mengikuti perubahan. Ada yang bilang, orang tidak mau berubah karena  sudah nyaman dan berada di comfort zone. Mereka takut keluar dari zona nyamannya, demikin yang diyakini sebagian orang.</p>
<p>Padahal kenyataannya banyak lho orang yang tidak berada di zona nyaman dan tidak juga mau berubah. Nah lho, gimana tuch??? Mungkin Anda bisa lihat di sekeliling Anda, banyak orang miskin yang hidupnya susah sekali, kemana-mana yang dibawa cuma keluhan. Mereka ingin berubah tapi tidak juga bisa. Apakah mereka berada di zona nyaman? Saya pikir tidak, karena instingnya baru pada tahap survival, hidup atau mati, begitu kira-kira. Nggak nyaman kan?</p>
<p>Terus kalau mereka tidak berada di zona nyaman, sudah ingin berubah, tapi koq nggak bisa, kira-kira kenapa ya? Bahkan dipaksa berubahpun, mereka akan mudah kembali pada kondisi sebelumnya. Atau jangan-jangan meraka sudah nyaman di zona tidak nyamannya?</p>
<p>Barangkali memang demikian, karena manusia (tepatnya otak manusia) suka sekali dengan pola yang teratur. Pola-pola yang teratur inilah yang membuat manusia terjebak pada kehidupan yang tidak diinginkan dan sulit berubah. Pola seperti ini membuat kita familiar dengan kehidupan kita sendiri. Dengan mengikuti pola yang familiar ini, otak bawah sadar kita selalu menerima sinyal bahwa kita aman dan benar-benar bisa survive, terbukti sampai saat ini masih hidup.</p>
<p>Pernah mendengar cerita bagaimana orang miskin yang tiba-tiba dapat undian dan mendadak kaya, tapi tidak lama kemudian jatuh miskin lagi. Ya otak dan neurologi mereka sudah familiar dengan kehidupan miskin, sehingga saat dipaksa jadi orang kaya (OKB) neurologi mereka belum familiar dan ujung-ujungnya kembali ke neurologi yang familiar yaitu pola kehidupan miskin.</p>
<p>Dalam bisnispun demikian, saat akan mengawali suatu usaha, sistem syaraf, pola pikiran, belief sistem dan neurologi kita belum familiar dengan dunia bisnis. Sehingga yang muncul adalah otak bawah sadar kita memproteksi diri kita untuk tetap di pola yang lama. Yang muncul dalam ucapan dan tindakan kita adalah "<em>berbisnis itu sulit</em>", "<em>berbisnis itu butuh modal banyak, sedangkan saya tidak punya modal</em>", "<em>berbisnis itu gampang rugi, sayang uangnya hanya untuk gambling</em>", "<em>mana bisa bisnis tanpa modal</em>", dll. Coba ingat-ingat, familiar dengan pikiran seperti itu?</p>
<p>Nah, agar kita siap memasuki dunia bisnis dan mau mulai mengawali suatu usaha, persiapkan dulu diri kita dengan neurologinya para pengusaha (pola pikiran, pola keyakinan, pola tindakan, dll). Caranya juga mudah dan banyak, bisa dengan belajar langsung kepada pengusaha lain (magang), ikut seminar / workshop, baca buku / artikel, atau langsung memaksa diri terjun berbisnis, dll.</p>
<p>Yang perlu diingat, otak kita bisa memproses suatu kejadian nyata dan kejadian khayalan dengan hasil yang sama. Ada yang bilang otak tidak bisa membedakan mana kejadian nyata dan mana kejadian khayalan. Untuk itu hal ini bisa kita manfaatkan dengan cara sering-seringlah berimajinasi dengan memvisualisasikan diri kita sudah punya toko, punya produk / jasa, punya karyawan, dan berimajinasi sedang mengelola usaha yang kita inginkan. Fokukskan pikiran dengan pertanyaan "Bagaimana saya bisa segera membuka usaha". Dengan membiasakan hal seperti ini, otak dan neurologi kita akan menjadi familiar dengan dunia usaha.</p>
<p>Kalau sudah familiar, indra kita akan mudah menangkap peluang. Dan kalau sudah dapat gambaran suatu peluang, tibalah saatnya mengambil tindakan dengan cepat dan lebih percaya diri (InsyaAlloh).</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Salam FUNtastic &#38; MERDEKA!!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;"><em>"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"</em></span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Munculnya Kepercayaan dari Supplier]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=151</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 04:52:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=151</guid>
<description><![CDATA[Saya dan siapapun yang sudah lama terjun di bisnis pasti mengakui betapa kepercayaan merupakan kunci]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dan siapapun yang sudah lama terjun di bisnis pasti mengakui betapa <i>kepercayaan</i> merupakan kunci sukses dalam berbisnis. Modal boleh minim, tapi kepercayaan tidak boleh minim. Kita bisa main-main dengan teknik pemasaran, tapi kita tidak bisa main-main dengan <i>kepercayaan</i>. Kalau strategi pemasaran kita jelek, bisa kapan saja kita perbaiki. Tapi kalau sekali saja kepercayaan tercoreng, habislah riwayat kita.</p>
<p>Untuk itu, sejak awal merintis bisnis harus kita niatkan untuk membangun reputasi / kepercayaan dan harus istiqomah menjaganya.</p>
<p>Saat awal merintis usaha dengan modal yang sangat terbatas, ingin sekali kami bisa mendapat barang dagangan sebanyak-banyaknya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Salah satu caranya kita berharap dari suplier bisa 'meminjamkan dulu' barangnya dan bisa dibayar beberapa waktu kemudian. Tapi hampir semua suplier yang kami datangi selalu meminta bayar cash. Bahkan ada yang harus indent, uang sudah dibayar, barang baru dikirim beberapa hari / beberapa minggu kemudian.. puihh paittt... he.. he. he..</p>
<p>Karena yakin dan percaya bahwa berbisnis harus mengikuti proses, kami ikuti saja dulu kemauan suplier. Bayar cash kita ikuti, bayar indent kita turuti. Apalagi dengar informasi bahwa pasca krismon 98, pasar garment memang berubah, kalau dulu suplier senang diutangin, sekarang hampir semuanya minta bayar dimuka. Kalaupun ada yang mau ngutangin biasanya sedikit jumlahnya.</p>
<p>Setelah setahun setengah berjalan yang terjadi adalah, suplier juga manusia, mereka juga punya subyektifitas dan punya penilaian terhadap kita. Salah satunya ya itu tadi, mulai muncul rasa percaya dari suplier ke kita.</p>
<p>Nah kami kemarin juga mulai mendapat angin segar dari salah satu suplier. Barang-barang yang selama ini kami beli dengan cash keras, mulai boleh diambil dulu barangnya, bayarnya belakanganan. Alhamdulillah, sedikit meringankan arus kas toko.</p>
<p>Tapi saya sadar, tidak semua suplier bisa seperti itu. Ada yang tetap minta cash dan tetap ada yang maunya indent. Ya tetap saja kami turuti saja sebagai retailer yang baik.. he.. he.. he... Sekaligus tetap sebagai cara untuk membangun dan menjaga kepercayaan untuk jangka panjangnya. Sesekali perlu juga 'tebar pesona' kepada suplier agar posisi kita semakin dilirik :-)</p>
<p>Demikian, satu kemudahan dari salah satu suplier kami jelas merupakan amanah yang harus dijaga dan dipelihara. Bisa saja hal seperti ini menjadi ujian bagi kami, yang mudah-mudahan bisa menjadi batu loncatan untuk naik kelas lebih tinggi lagi.</p>
<p>Salam FUNtastic &#38; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><font color="#ff00ff"><i>"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"</i></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LoA Cepat Terwujud. Hati-hati dengan ucapan Anda!]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/03/19/loa-cepat-terwujud-hati-hati-dengan-ucapan-anda/</link>
<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 05:09:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/03/19/loa-cepat-terwujud-hati-hati-dengan-ucapan-anda/</guid>
<description><![CDATA[Kali ini saya ingin kembali mengingatkan, khususnya bagi diri saya sendiri untuk berhati-hati mengel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya ingin kembali mengingatkan, khususnya bagi diri saya sendiri untuk berhati-hati mengeluarkan kata-kata dari mulut sendiri. Sekali kata terucap, itu akan menjadi energi yang beresonansi dengan diri kita sendiri, dengan orang lain, dan dengan alam semesta, dan mungkin akan benar-benar mewujud jadi kenyataan.</p>
<p>Contoh saja, kalau saya mengucapkan kata "Durian", sekarang di benak Anda pasti langsung terbayang dengan buah yang penuh duri dengan rasa dan baunya yang khas. Energi dari kata "Durian" tadi tidak mungkin Anda halangi masuk ke Otak Anda.Otak akan memproses gambaran Durian.</p>
<p>Otak tidak mungkin menyetop dan menghentikan energi kata yang terucap dan terdengar. Ketika terucap kata Durian maka tidak mungkin otak Anda tetap blank (Kecuali Anda tidak bisa bahasa Indonesia,... lho koq baca blog ini).</p>
<p>Begitu juga dengan guyonan-guyonan atau ceplosan-ceplosan mulut kita, sering sekali menjadi vibrasi dan bisa benar-benar terwujud. Seperti pernah saya tulis di blog ini, bahwa <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/07/semua-berawal-dari-pikiran/">semua berawal dari pikiran</a>, yang berarti sesuatu terjadi pada diri kita maupun orang lain karena berawal dari vibrasi pikiran sendiri.</p>
<p>Contoh nyatanya saya alami kemarin malam (17-03-2008), saya, istri, dan anak sedang ngumpul dan bercanda. Pas kami lihat di hidung anak saya, koq ada noda merah. Saya amati, ternyata cuma noda terkena lipstik milik istri saya. Kamipun dengan bercanda menakut-nakutinya "Kenapa nih hidung abang, <i>koq hidungnya berdarah</i>!". Dengan rasa penasaran anak saya mengusap-usap hidungnya dan mendapati itu cuma noda lipstik. Kamipun kembali ketawa-ketawa dengan tingkah anak kami.</p>
<p>Saya pikir itu guyonan biasa, nggak tahunya sekitar dua jam kemudian anak saya terjatuh, dan benar <i>hidungnya berdarah</i>! Sayapun agak panik membersihkan hidungnya, menenangkannya biar berhenti menangis, dan mengobatinya. Setelah semua tenang sayapun tercenung dan bilang ke istri saya "Nah lho, gara-gara tadi nich ... pakai bilang-bilang <i>hidung abang berdarah</i>, jadi beneran kan?!"</p>
<p>Nah, moral ceritanya, yang jelas kita mesti hati-hati dengan kata-kata yang negatif apalagi saat kita diliputi kondisi emosi yang kuat (marah, sedih, gembira, kaget, dll). Akan jauh lebih baik kalau kita bisa banyak-banyak mengucap kata yang positif. Kata-kata negatif tetap ada manfaatnya, gunakan pada tempatnya.</p>
<p>Demikian juga dalam menjalankan bisnis. Usahakan kurangi kata-kata negatif. Saat toko sepi, alangkah lebih baiknya tidak mengeluh "aduh tokonya lagi sepi", mendingan "mudah-mudahan nanti tambah ramai". Saat tidak dapat barang dari suplier tidak perlu didramatisir "barang-barang sekarang lagi susah dicari, kemana-mana nggak dapet", cukup bilang "mudah-mudahan besok bisa dapat barangnya".</p>
<p>Di blog ini, saya juga sering mendapat pertanyaan dan komentar yang cenderung negatif, misalnya saja :</p>
<p>-&#62; "bagaimana memulai usaha, padahal <b>tidak punya modal</b>",</p>
<p>-&#62; "kondisi saya saat ini, membuat saya <b>sulit sekali memulai usaha</b>",</p>
<p>-&#62; "saya <b>selalu gagal</b>"</p>
<p>Mungkin benar demikian adanya kondisi Anda, tapi alangkah bijaknya kalau bisa memilih kata-kata yang lebih enak dan lebih powerful, contohnya:</p>
<p>-&#62; "bagaimana memulai usaha, padahal modalnya belum terkumpul, modalnya masih terbatas";</p>
<p>-&#62; "kondisi saya saat ini, membuat saya belum bisa menemukan cara untuk memulai usaha"</p>
<p>-&#62; "saya sudah beberapa kali  ganti usaha, cuma belum ketemu yang berhasil"</p>
<p>Begitulah, kata-kata tidak sekedar bunyi yang keluar dari mulut, ada maknanya, ada energinya, serta bisa menjadi do'a dan LoA yang mustajab. Dan sebagai manusia yang sempurna, kita diberi kemampuan untuk memilih kata-kata yang akan terucap dari lisan kita.</p>
<p>Salam FUNtastic &#38; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com//">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Produk Herbal, dll</p>
<p><font color="#008000"><i>"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"</i></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembicara Publik, kenapa tidak?]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/03/17/pembicara-publik-kenapa-tidak/</link>
<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 10:13:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/03/17/pembicara-publik-kenapa-tidak/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Sebuah pengalaman yang mungkin saja akan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Sebuah pengalaman yang mungkin saja akan mengubah hidup saya dan mendekatkan pada mimpi / dream saya.</p>
<p>Dulu saya pernah punya keinginan untuk terjun di dunia pendidikan dengan menjadi pengajar atau guru atau dosen. Keinginan itu kemudian saya kesampingkan, karena jangankan untuk mengajar, untuk bicara di depan orang saya takut sekali.</p>
<p>Waktu masih SMP saya pernah memberanikan diri ikut lomba pidato. Pesertanya cuma berapa gelintir siswa, bisa dipastikan, kalau bisa ngomong lancar, akan dapat juara. Dan yang terjadi adalah saya mati kutu di depan juri. Baca "Assalamu'alaikum Wa Rohmatullohi Wa barokaatuh" saja sudah gemetar, suara tidak keluar, sampai harus diulang, he.. he.. he..</p>
<p>Pernah juga coba-coba jadi MC, tapi saya cuma berani jadi MC dalam acara yang dihadiri teman-teman sendiri yang sudah dikenal. Jangan harap saya mau jadi MC di acara-acara resmi, apalagi dihadiri orang-orang yang tidak saya kenal, wuih.. serem kali.</p>
<p>Di kantor saya pun sering dihadapkan pada situasi 'sulit', harus ngomong di rapat dll. Bisa dipastikan saya cuma bisa ngomong seperlunya. Sekali buka mulut, otak langsung kram, ide-ide membeku, dan pingin cepat2 berhenti bicara. Jika perlu mendingan mengambil posisi diam dan duduk manis saja.</p>
<p>Mungkin pembaca tidak percaya, ya. Koq bisa nulis banyak artikel, tapi nggak bisa bicara. Itulah kelebihan bahasa tulisan, bisa diedit dan bisa ditulis saat lagi mood. Tapi kalau urusan ngomong di depan publik, tidak bisa diedit dan tidak bisa nunggu mood kan?</p>
<p>Begitu juga pagi ini (17 Maret 2008), tiba-tiba saya dipanggil atasan saya di tempat kerja saya. Saya diminta mewakili beliau hadir di salah satu acara. Saya pikir saya diminta mewakili untuk menghadiri rapat. Ternyata setelah membaca undangannya, saya harus mewakili menjadi "pengajar" dan harus ngomong di depan puluhan pengusaha. Oh My God!</p>
<p>Lemes deh, hati berdegup kencang, tidak tahu apa yang nanti mau diomongin. Karena tidak bisa lagi mengelak dan sudah berada di kondisi kepepet, sayapun meluncur menuju lokasi, sambil terus berpikir apa yang mau disampaikan, dan sambil terus mencoba menenangkan diri. Sampai di lokasi, belum banyak peserta yang datang. Melihat deretan kursi dan meja pembicara, tambah berkecamuk pikiran saya.</p>
<p>Untunglah beberapa minggu ini saya sedang semangat belajar NLP dan beberapa kali ikut sharing dengan para master NLP. Sehingga sebisa dan seingatnya saya memanfaatkan teknik NLP untuk mengatasi kesulitan saya ini. Saya coba Time Line Theraphy, Swish Pattern, Map Accross, dll, pokoknya seingat dan sebisanya saja.</p>
<p>Saya cari-cari pengalaman masa lalu saya saat pernah berhasil ngomong di depan publik. Saya ingat waktu kuliah pernah diharuskan melakukan presentasi dan berhasil. Saya ingat-ingat bagaimana situasi dan kondisi saya waktu itu. Dalam terminologi NLP, saya bisa memanfaatkan kondisi sewaktu presentasi di kuliah, agar bisa melakukan hal yang sama di saat ini, saat saya harus bicara di depan puluhan pengusaha yang tidak saya kenal.</p>
<p>Alhamdulillah saya bisa menguasai diri. Untunglah materi yang harus saya sampaikan cuma sedikit. Dalam hitungan beberapa menit saya berhasil menyampaikan pidato saya di depan orang yang belum saya kenal. Selesai bicara, saya hampir-hampir takjub pada diri sendiri, kepala terasa ckot-ckot, tapi seperti ada beban berat yang berhasil saya lepaskan.</p>
<p>Sepulang acara, pikiran saya kembali berkecamuk dengan pikiran yang berbeda tentunya. Saya sepertinya kembali diingatkan dengan cita-cita saya dulu untuk jadi pengajar. Suatu saat InsyaAlloh saya akan terjun di dunia ini, dunia pengajar, dunia publik speaker, dunia trainer, atau apalah nama dan bentuknya. Akan saya arahkan jalan hidup saya menuju dunia berbagi dengan omongan, tidak hanya berbagi dengan tulisan seperti blog ini. Tentunya saya masih harus banyak belajar dan memperbanyak jam terbang dulu. Semoga....</p>
<p>Do'akan ya :-)</p>
<p>Salam FUNtastic dan Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com//">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Produk Herbal, dll</p>
<p><i>"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"</i></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Am The Light Of The Universe!]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=143</link>
<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 09:29:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=143</guid>
<description><![CDATA[Judul diatas bukan judul buku dan bukan pula judul film. Itu adalah kalimat yang terngiang di teling]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Judul diatas bukan judul buku dan bukan pula judul film. Itu adalah kalimat yang terngiang di telinga saya sepulang dari menghadiri acara NLP Talk yang diselenggarakan oleh <a href="http://idnlpsociety.wordpress.com/">Indonesia NLP Society</a> di MP Book Point, Cipete Jakarta Selatan, pada hari Sabtu 01 Maret 2008.</p>
<p>Acara NLP Talk tersebut menghadirkan pembicara NLP treiner yaitu Bu Issa Kumalasari dari <a href="http://www.nlp-starfield.com/">NLP Starfield</a>. Acaranya sendiri diberi judul "Learn English with NLP" dengan tujuan untuk menunjukkan bagaimana mudahnya mendobrak ketakutan kita untuk berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan teknik-teknik NLP.</p>
<p>Namun dalam pembahasannya Bu Issa mengajak peserta untuk menjadikan momen NLP Talk tersebut sebagai momen perubahan yang fantastik (<span style="font-weight:bold;">Fantastic Change</span>). Peserta disadarkan atas potensi dirinya, karena masing-masing individu adalah sangat berharga, lebih berharga daripada emas (<span style="font-style:italic;">More Precisius Than Gold</span>). Dan masing-masing individu bisa menjadi cahaya yang menyinari alam semesta!</p>
<p>Agar dapat melakukan perubahan yang fantastik, Bu Issa mengingatkan dan membekali peserta dengan berbagai teknik NLP dan teknik-teknik turunannya seperti Time Line Therapy (TM).</p>
<p>Diawali dengan pembahasan mengenai <span style="font-style:italic;">Learning State</span> dan <span style="font-style:italic;">Peripheral Vision</span> yaitu dengan mengajak peserta meluaskan cakrawala pandangan matanya, sehingga peserta bisa memasuki kondisi terbaik dalam menerima pelajaran. Dengan kondisi demikian, kita akan mudah menyerap informasi, tidak hanya informasi dari trainer, tetapi pikiran bawah sadar juga bisa merekam informasi dari lingkungan sekitarnya.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Peripheral Visio</span>n tidak cuma bermanfaat bagi kita dalam menyerap ilmu di kelas, tapi bisa juga dimanfaatkan dalam segala kondisi di kehidupan sehari-hari agar pikiran (dan mata hati) terbuka terhadap informasi di sekitarnya. Yang menarik, dalam kondisi <span style="font-style:italic;">Peripheral Vision </span>ini kita tidak akan mudah dihipnotis.</p>
<p>Kemudian dibahas pula mengenai Cause v.s. Effect. Hal ini untuk mengingatkan peserta apakah akan tetap menjadi korban (effect) atau menjadi pelaku (cause) dari kejadian-kejadian yang dialami. Kalau memilih menjadi korban dari keadaan maka selamanya akan menjadikan sesuatu diluar dirinya sebagai kambing hitam. Sehingga selamanya akan menjadi pribadi yang tidak berdaya.</p>
<p>Pembahasan dilanjutkan dengan mengulas submodalities (Visual, Auditory, dan Kinestetic). Bu Issa membimbing peserta agar menggunakan submodalities dalam gambaran mentalnya supaya bisa melakukan perubahan terhadap keyakinan (belief change) dari keyakinan yang membelenggu menjadi kayakinan yang memberdayakan. Tekniknya sendiri bernama <span style="font-style:italic;">Map-Across</span>.</p>
<p>Acara menjadi lebih menarik saat Bu Issa memaparkan teknik <span style="font-style:italic;">Time Line Therapy </span>(TM). Teknik ini merupakan integrasi dari NLP dan Hipnoterapy. Bu Issa sendiri telah mempraktekannya untuk mengatasi kondisi traumatis pada dirinya. Sehingga dalam waktu singkat Bu Issa bisa lepas dari belenggu masa lalunya dan bisa selalu mempertahankan kondisi / state yang memberdayakan.</p>
<p>Pesertapun diajak untuk mempraktekkan teknik TLT agar bisa masuk ke dalam kondisi yang memberdayakan sehingga mudah untuk belajar Bahasa Inggris (sesuai tema acara NLP Talk).</p>
<p>Masih banyak lagi teknik-teknik yang dibahas seperti Anchoring dan Huna / Hakalau State. Namun karena memang waktu yang singkat, membuat pembahasan sering melompat-lompat dan kurang mendalam. Untung saja ada sesi tanya jawab sehingga peserta bisa secara interaktif berdialog dengan nara sumber.</p>
<p>Sebelum acara berakhir, peserta diminta melakukan role play dimana masing-masing peserta saling berpasangan dan secara bergantian mempraktekan kembali '<span style="font-style:italic;">script belief change</span>'.</p>
<p>Beruntung sekali, saat role play saya berpasangan dengan Pak Sulistyo Agustinus dari seilink.com. Pak Agus berhasil mambantu saya mencapai kondisi puncak (<span style="font-style:italic;">peak state</span>) dan sekaligus melakukan Anchoring. Rupanya selama ini saya terlalu terfokus untuk menggunakan submodaliti Visual dalam mempraktekan beberapa teknik NLP, sehingga kurang berhasil. Padahal saya lebih kuat di Kinestetik.</p>
<p>Mengetahui hal ini, saat role play Pak Agus mengarahkan saya dengan menggunakan kata-kata yang kinestetik banget dan akhirnya.. binggo.. sampailah saya pada perasaan dan kondisi yang fantastik... Terimakasih Pak Agus. (sampai bergetar tubuh saya dan menetes air mata saya Pak!).</p>
<p>Acara role play tadi memang saya manfaatkan untuk mengubah salah satu keyakinan yang membuat saya ragu-ragu mengambil keputusan. Alhamdulillah pada saat memasuki kondisi puncak, saya seperti mendapat jawaban dan kepastian mengenai keputusan yang harus saya ambil. InsyaAlloh mulai Senin ini akan saya tindaklanjuti dan mudah-mudahan akan membawa saya dan keluarga saya pada kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.</p>
<p>Oh ya, ada fenomena 'aneh' setelah melakukan role play, yaitu semangat para peserta naik drastis. Yang tadinya kalau diberi pertanyaan pada sungkan menjawab atau menjawab dengan pelan-pelan alias malu-malu , tiba-tiba menjadi begitu bersemangat. Yessss!.... Yess...! Yesss...!</p>
<p>Sebagai puncak acara, Bu Issa kembali mengajak peserta menggunakan TLT. Kali ini peserta diajak bervisualisasi naik tinggi sambil mengambang di atas Time Line masing-masing peserta, mulai dari saat ini - balik ke masa lalu - mengambil '<span style="font-style:italic;">powerful resources</span>' dari kejadian masa lalu - kemudian kembali lagi ke masa sekarang - dan jalan terus sampai masa depan. Saat mencapai Time Line di masa depan inilah Bu Issa kembali meyakinkan bahwa masing-masing individu kita adalah individu yang sangat berharga dan masing-masing kita adalah cahaya bagi alam semesta. <span style="font-weight:bold;font-style:italic;">I am The Light of The Universe</span>, begitu yang masih terngiang sampai saat ini.</p>
<p>Salam FUNtastix Change!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/<br />
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Jakarta Timur<br />
► Distro Jilbab, Busana Muslimah / Anak, Produk Herbal, dll</p>
<p>Terimakasih kpd Pak <a href="http://idnlpsociety.wordpress.com">Teddi P. Yuliawan</a> atas acaranya yang FUNtastic<br />
Terimakasih kpd Bu <a href="http://www.nlp-starfield.com/">Issa Kumalasari</a> atas pencerahan dan ilmu-ilmunya<br />
Terimakasih kpd Pak Sulistyo Agustinus atas bantuannya mencapai Peak State<br />
Terimakasih kpd seluruh peserta NLP talk kemarin atas kemeriahannya :-)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Periksa Kondisi Anda]]></title>
<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/02/20/periksa-kondisi-anda/</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 03:29:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
<guid>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/02/20/periksa-kondisi-anda/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini saya sedang membaca ebook berjudul &quot;NLP Workbook&quot; karangan Joseph O&#8217;Connor.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya sedang membaca ebook berjudul &#34;NLP Workbook&#34; karangan Joseph O'Connor. Di salah satu bab ada latihan untuk mengecek kondisi (state) kita saat ini. Di situ kita diminta untuk mengambil sembarang buku (buku apa saja, fiksi/non fiksi, dll), kemudian dengan mata tertutup, secara acak kita buka sembarang halaman. Masih dengan mata tertutup, gunakan jari tangan kita untuk menunjuk kata atau kalimat pada halaman yang terbuka tadi.</p>
<p>Gunakan mata hati, mana buku yang dipilih, mana halaman yang mau dibuka dan mana kata yang akan ditunjuk. Usahakan benar-benar dengan hati dan perasaan yang tenang (feel good), sehingga pikiran bawah sadar kitalah yang akan menuntunnya.</p>
<p>Setelah mantap dengan pilihan kita, buka mata, lihat dan bacalah kata apa yang ditunjuk, kalau perlu baca kalimat di sekitar kata yang ditunjuk. Coba renungkan dan rasakan baik-baik. Adakah hubungannya antara kata atau kalimat di buku tadi dengan kondisi atau keadaan kita saat ini.</p>
<p>Waktu saya praktekkan, saya ambil buku yang paling dekat dengan saya, saya tengak-tengok, koq ya ketemunya buku tejemahan &#34;Unlimited Power&#34; karya Anthony Robbins. Kemudian dengan mata tertutup, buka sembarang halaman, dan ternyata jari saya menunjuk pada kalimat yang berbunyi &#34;<i>Manusia bukanlah mahluk ciptaan keadaan, tapi keadaanlah mahluk ciptaan manusia - Benjamin Desraeli</i>&#34;.</p>
<p>Setelah saya renungkan dan bayangkan, kelihatannya memang pas dan kena banget dengan kondisi saya. Terus terang saya masih sering terbawa larut oleh keadaan di sekitar kita. Misalnya saja, kalau keinginan tidak terpenuhi biasanya akan cepat marah, he.. he.. he.. Padahal yang namanya kejadian, sebenarnya tidak mengandung arti apa-apa dan tidak berhak mengatur kondisi (state) kita. Kitalah yang menginterpretasikan kejadian yang menimpa kita, sesuai ilmu, keyakinan, pengalaman, dan prasangka kita sendiri. Itulah makanya kejadian yang sama bisa diartikan beda-beda oleh orang yang berbeda.</p>
<p>Saya resapi kembali kalimat kedua, keadaanlah yang seharusnya kita ciptakan. Kejadian boleh sama, tapi kita bisa menafsirkan dengan cara yang berbeda-beda dan lebih positif. Penafsiran yang berbeda akan memberikan kondisi (pikiran dan hati) yang beda. Sehingga diharapkan bisa menggerakkan kita untuk mengambil tindakan yang berbeda, tindakan yang lebih memberdayakan tentunya. </p>
<p>Seharusnya respon-respon seperti inilah yang saya ambil, agar bisa menciptakan kondisi dan keadaan yang lebih baik dan sesuai keinginan, bukannya dikendalikan oleh kondisi dan keadaan eksternal.</p>
<p>Dari latihan singkat ini banyak refleksi dan pencerahan yang saya peroleh dan sepertinya layak Anda coba.</p>
<p>Wassalam<br><br />
Fuad Muftie<br><br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/"><br />
http://fuadmuftie.wordpress.com/</a> </p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
