<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ngajar &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/ngajar/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ngajar"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 19:54:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[- SEKAPUR SIRIH -]]></title>
<link>http://oqiemulia.wordpress.com/?p=19</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 09:56:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>oqiemulia</dc:creator>
<guid>http://oqiemulia.id.wordpress.com/?p=19</guid>
<description><![CDATA[
Bismilahhirrohmaanirrohim…
Hallo smua, kali ini gw coba bikin sesuatu yang bermanfaat. Ga tau ise]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p><strong>Bismilahhirrohmaanirrohim…</strong></p>
<p>Hallo smua, kali ini gw coba bikin sesuatu yang bermanfaat. Ga tau iseng ato tuntutan ato cuma buat nyalurin sesuatu.</p>
<p><strong>Tentang Penulis</strong></p>
<p>Lahir dan dikasi nama sama ortu sebagai <strong>Oqie Mulia</strong>. Pendidikan terakhir sampe S1 (hope someday will continue to d'next level). Sekarang status sbagai seorang ayah dari satu putri, Azka A Moanna.</p>
<p>Istri dulunya kerja sebagai paramedis, tapi sekarang lagi lanjutin skolah di kebidanan.. (semoga lulus nanti berguna bagi orang banyak) sambil ngerawat Azka.</p>
<p><strong>Azka</strong> (alhamulillah dan insyaAllah) selalu dalam lindungannya. Anak yang sehat dan tumbuh dengan baik. Saat ini masih berumur 1,5 taon. Saat ini udha banyak kepandaian yang gak diduga yang diperlihatkannya. Semoga menjadi anak yang cerdas, pintar, soleha, berbakti sama kedua orang tua, dan berguna bagi orang banyak.. amien..</p>
<p><strong>Aktifitas<br />
</strong></p>
<p>Skarang statusnya adalah karyawan, masih digaji sama orang, skali kali juga ngajar ama ngerjain project (web). Mayanlah buat nambah wangi kepulan asap dapur.</p>
<p>Cukup segitu aja, salam kenal bagi semuanya.</p>
<p>Wassalam..</p>
<p>Oqie</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngajar... Oh Ngajar....]]></title>
<link>http://fienfine.wordpress.com/?p=77</link>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:07:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>herfiena</dc:creator>
<guid>http://fienfine.id.wordpress.com/2008/09/13/ngajar-oh-ngajar/</guid>
<description><![CDATA[Ada apa antara aq n ngajar  ???
PErasaan pas sma kebawah aq paling anti yg namanya ngomong d depan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ada apa antara aq n ngajar  ???</p>
<p>PErasaan pas sma kebawah aq paling anti yg namanya ngomong d depan, secara aq khan pemaluuuuu..... Wahahahahahaha.... BIasanyajuga malu2in...</p>
<p>Oke, sekarang aq lgi ngajar di sebuah lembaga pendidikan meski cm d bagian kuursus nya aja.</p>
<p>Tapi bulan depan, setelah tdi malam d telpon sama P Kuswara, aq sebenarnya uda d panggil sebuah Sekolah Tinggi IT di KOta q.</p>
<p>Dan lagi,Yulia ngebales sms sahur q tadi pagi, nyuruh aq masukin lamaran k Wxxx. Katanya mo buka cabang di Kalimantan. Yaelah.....</p>
<p>Cinta bgt apa ya sekarang aq sm yang namanya ngajar???</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngajar Teknik Presentasi nan Asyik…]]></title>
<link>http://paknewulan.wordpress.com/?p=204</link>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 02:59:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
<guid>http://paknewulan.id.wordpress.com/2008/07/29/ngajar-teknik-presentasi-nan-asyik%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Kata temen-temen, utamanya panitia, saya termasuk widyaiswara yang suka jika pesertanya cantik. Tite]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kata temen-temen, utamanya panitia, saya termasuk widyaiswara yang suka jika pesertanya cantik.<em> Titenane gampang.</em> Jika pesertane cantik-cantik maka pasti ngajarnya penuh semangat hingga pulangnya molor sendiri sampek sore…..bener juga see….tapi wajar dong….namanya juga lelaki normal. Pasti seneng dooong jika yang diajar pesertanya cantik-cantik apalagi ditambah centil lagi (yang nggak wajar khan jika akunya suka jika pesertanya ganteng-ganteng…..). Tapi sebenarnya ada yang bikin aku tambah seneng…yakni jika pesertanya pinter-pinter….ditambah bermotivasi tinggi….karena yang begitu itu akan bikin kelas menjadi hidup, bergairah….dan tentu saja yang ngajar juga gak bakalan capek ……(walau tetep tambah enak juga kalo diberi bonus…..ya itu tadi wajah yang cantik-cantik he….he….he….)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan demikianlah yang saya rasakan saat ngajar materi “Teknik Komunikasi dan Presentasi yang Efektif” pada Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Kota Solo Sabtu kemaren. Peserta yang pinter…..akrab teknologi (bahkan ada sekitar 25 % peserta bawa laptop sendiri)....sekaligus bermotivasi tinggi buat belajar….tanpa memandang bahwa sang widyaiswaranya mungkin lebih muda dari mereka. Tentu saja yang terjadi adalah kelas yang hidup, rame tanpa kehilangan arti sebuah kelas pembelajaran yang penuh dengan sharing atau saling belajar baik antar peserta maupun peserta dengan widyaiswaranya…..dan yang lebih seneng adalah kenyataan bahwa mereka merupakan para pejabat instansi pemerintah….hingga anganku melambung tinggi mengkhayalkan jika seluruh pejabat instansi pemerintah merupakan orang-orang yang pintar dan bermotivasi tinggi maka Indonesia bisa segera maju jalan…..aaahh…..<!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebenarnya agak ragu-ragu juga aku pada awalnya dalam mengajar materi ini. Pertama, pengalaman jika ngajar para pejabat maka mereka <span> </span>cenderung jaim….apalagi jika yang ngajar lebih muda daripada mereka seperti laiknya diriku. Kedua, materi teknik presentasi tersebut baru pertama kali saya ajarkan.....hingga mungkin aku belum hapal betul dengan materinya…..bahkan powerpointnya pun belum 100 % <em>tak toto </em>alias <span> </span>masih tambal sulam. Ketiga, skenario pembelajaran yang saya hendak berikan adalah dengan membikin simulasi presentasi dengan instrumen potongan koran…yang tentu saja butuh peralatan seperti laptop yang cukup…serta butuh pemikiran tersendiri hingga kemudian aku mensiasatinya dengan memperbanyak topik or potingan koran tersebut. Tapi yang terjadi kemudian ternyata melebihi harapanku. Hampir semua pejabat tersebut menguasai program power point….dan semuanya mampu membawakan presentasinya dengan baik…..hingga saya bukannya seperti sedang melakukan simulasi….melainkan seperti sedang mengikuti sebuah seminar betulan dengan 6 tema yang berbeda dan kesemuanya sama-sama menarik. Gak percaya…?! Simak saja topik-topik presentasi yang mereka sajikan sebagai berikut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Geng Nero</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">Pada bagian awal ini saya sudah dibikin terpesona dengan penampilan moderatornya yang begitu njawani (Mr. Walyono). Sementara penyajinya (lupa Mbak, sorry) dengan penuh semangat menyajikan fakta bahwa Geng Nero pada awalnya merupakan kumpulan sesama anggota Tim Basket <span> </span>wanita sejak anggotanya SMP. Hanya saja pada perkembangannya Geng wanita asal Pati<span> </span>tersebut berubah menjadi sebuah geng motor hingga muncul aksi perkelahaiannya yang terkenal itu. Oleh karena itu orang tua diharapkan selalu mengawasi perkembangan anak-anaknya serta senantiasa membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama sejak dini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><span> </span><!--[if !supportLists]--><strong><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Strategi Penanggulangan Kemiskinan di </strong><strong>Kota</strong><strong> Solo</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">Dimotori oleh Pak Suryoto (?), kelompok kedua ini menyajikan kiat-kiat mengatasi kemiskinan di Kota Solo, pasca kenaikan harga BBM. Dalam sesi tanya jawab Ibu Miske mempertanyakan langkah-langkah penanggulangan kemiskinan (melalui BLT) sebagai sebuah upaya yang menjerumuskan karena membikin orang miskin tersebut memiliki jiwa peminta-minta. Disini dia menyarankan agar pemerintah lebih mengedepankan kesempatan bekerja dan berusaha bagi rakyat miskin.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Fenomena Golput pada Pemilu 2009</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">Banyaknya Parpol yang akan ikut Pemilu 2009 (34), disikapi oleh kelompok berikut dengan menyajikan fenomena Golput yang cukup besar dengan diberi contoh pemenang Pilgub Jawa Tengah 2008 yakni Partai Golput. Akibat besarnya persentase Golput itu aan menyebabkan pemenang pemilu kurang terlegitimasi, munculnya parlemen jalanan, kurangnya pengakuan terhadap parlemen serta rendahnya rasa tanggung jawab terhadap kehidupan bernegara.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Naiknya Tarif Rumah Sakit</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">Naiknya harga BBM ternyata juga menyentuh sektor kesehatan yakni menyebabkan pula naiknya tarif Rumah Sakit di Kota Solo. Disini, dengan dimoderatori Ibu Handayani, Ibu Arthaty berupaya menjelasan pada audien tentang kenaikan tersebut, yang ternyata pada biaya rawat inap kelas III mencapai 350 %, sementara pada kelas II dan kelas I sebesar 100%, sedangkan untuk kelas VIP hanya sekitar 15 %. Disini terlihat seolah-olah beban kenaikan harga BBM itu dibebankan pada kelas menengah kebawah. Walau demikian Ibu Arthaty menjamin bahwa kenaikan itu tidak dibebankan pada orang miskin karena pada aorang miskin ada Aseskin/Jamkesmas serta dana kesehatan dari APBD hingga biaya bagi orang miskin itu malah bisa gratis. Menanggapi hal itu peserta lain mengharapkan agar pemerintah tidak mempersulit birokrasi pencairan dana kesehatan itu agar rakyat miskin bener-bener tidak terbebani dengan kenaikan tarif rumah sakit tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>5.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Mendidik Anak</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">Dengan dimoderatori Mr. Alma, Prof Dr. Hari menekankan pentingnya pendidikan anak melalui pengajaran tanggung jawab pada anak tidak hanya melalui kata-kata saja. Oleh karena itu, beliau menekankan agar orang tua hendaknya meluangkan waktu dalam mendidik anak-anaknya. Mr. Isnan yang mengaku sebagai aktor film mengemukakan dilema yang dihadapi oleh orang tua karier seperti dirinya dan istri yang seorang peragawati. Gimana tidak bingung, disatu sisi dia harus mencari nafkah bagi anak-anakanya sementara di sisi lain dia harus dibebani kewajiban mendidik anak. Mengingat waktu yang terbatas akhirnya dia hanya menyerahan pendidikan anak-anaknya melalui baby sister.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Pembu</strong><strong><span lang="SV">atan Bio Gas melalui Kotoran Sapi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span lang="SV">Sebagai penampil terakhir adalah Ir. Bambang Wijayani, MT (kebetulan dia kakak kelasku di Fapet, walau dulu kagak kenal sama sekali) yang menyajikan cara pembuatan bio gas dari kotoran sapi guna mengantisipasi mahalnya harga BBM. Dengan dipandu moderator Ibu Suyamti, diskusi menjadi menari kala banyak peserta mencoba mengorek keterangan<span> </span>tentang proses pembuatan bio gas melalui limbah kotoran manusia dan kotoran ayam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> Demikian sedikit gambaran acara simulasi diskusi kita yang sangat menarik. Sehingga sangking bangganya pada kelas ini dengan spontan saya sempat mengucapkan bahwa diklat yang mereka ikuti ini hanyalah sebuah formalitas....karena bagi saya mereka semuanya, dengan kompetensi dan antusiasnya, sudah layak lulus dari diklat Pim IV.....dengan kata lain tinggal ngenteni ijazahnya laaah.....Hmmm.....Wong Solo memang beda.....</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hormat Untukmu Guru]]></title>
<link>http://feelwhite.wordpress.com/?p=44</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:57:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Silmy</dc:creator>
<guid>http://feelwhite.id.wordpress.com/2008/07/18/hormat-untukmu-guru/</guid>
<description><![CDATA[Dulu, bagiku guru adalah sosok yang sangat kuhormati, entah mengapa tanpa alasan (mungkin lingkungan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, bagiku guru adalah sosok yang sangat kuhormati, entah mengapa tanpa alasan (mungkin lingkungan yang menyebabkan itu terbentuk), tapi yang jelas  perasaan tersebut muncul begitu saja.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Itulah mengapa aku masih mengingat nama-nama guruku TK, SD, SMP bahkan saat sedang jenuh-jenuhnya sekolah (saat SMU), begitu pula saat kuliah tak hanya ingat tapi juga hormat...</p>
<p>Saat SMU ada beberapa alasan yang kubuat untuk rasa hormat tersebut yaitu, karena atas jasa beliau-beliau lah aku menjadi berilmu. Satu alasan itu saja...</p>
<p>Sekarang alasanku bertambah...</p>
<p>Sejak mengajar, jadi mengerti bagaimana perjuangan para pengajar (salah satunya kejadian dipostingan saya sebelumnya). Mempersiapkan, menyampaikan dan mengevaluasi (3M). Kelihatannya simpel, tapi bagaimana dengan waktu yang harus diluangkan mereka untuk  3M? Bagaimana perasaan yang dicurahkan (kesabaran, keikhlasan, pengabdian)? Bagaimana lelahnya, letihnya ? Bagaimana tanggung jawab besar yang dipikul dipundak mereka? sesuaikah dengan penghargaan yang diterima? Sudahkah mereka mendapat perlakuan yang wajar dari pelajar, masyarakat dan pemerintah ?</p>
<p>Sejak itu alasanku bertambah lagi, dan perasaanku pun bertambah "Hormat, Salut dan Bangga"  pada semua guru  dalam hidupku...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuni]]></title>
<link>http://feelwhite.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 12:58:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Silmy</dc:creator>
<guid>http://feelwhite.id.wordpress.com/2008/07/17/yuni/</guid>
<description><![CDATA[Dia adalah anak yang mencuri perhatianku ketika mengajar di TPA hari pertama. Cute, tapi bukan itu a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dia adalah anak yang mencuri perhatianku ketika mengajar di TPA hari pertama. Cute, tapi bukan itu alasannya...</p>
<p><!--more--></p>
<p>salah satunya adalah dia masih kesulitan membaca iqro' 4 yang ada dihadapannya. Untuk anak seusia dia (kurang lebih 11 tahun) ini diluar kebiasaan, walaupun terkadang ada yang begitu. Saat membaca suaranya kecil sekali, seperti tipikal anak yang pemalu. 15 menit ku habiskan untuk menyimak dia mengaji (dengan terbata-bata), betul-betul ekstra kerja keras.  15 menit cukup membuat beberapa teman dibelakangnya mulai tak sabar dan mendorong-dorong tubuhnya...belum sempat aku mengingatkan teman yang mendorong yuni tersebut (namanya diva) tiba-tiba.....DUGH, tangan yuni sudah mendarat diperut diva. SYOK!! aku bengong beberapa saat, sebelum akhirnya sibuk menenangkan diva yang menangis (pasti, dari suara pukulannya itu cukup keras).</p>
<p>Pertemuan selanjutnya selalu kusempatkan untuk mengajak bicara yuni tentang berbagai hal, dan aku jadi tahu satu hal, anak ini keras, tidak pemalu atau penakut seperti dugaanku sebelumnya. Dia mulai cerita tentang kesulitannya belajar, dari dia juga aku tahu bahwa dia 2 kali tidak naik kelas. Setelah itu mulai ada perubahan yang cukup menyenangkan yaitu kepercayaan dirinya mulai tumbuh, seperti mengaji dengan suara yang cukup lantang, lebih lancar juga mengajinya (saat saya menulis ini dia sudah iqro 6), berani maju untuk menjawab pertanyaan atau menuliskan sesuatu didepan (setelah sebelumnya kukatakan "Yun, tulisannya bagus lho...tulisan arabnya juga rapi"). Puncaknya adalah ketika dia dapat juara 4 lomba kaligrafi yang diadakan oleh TPA itu (ya, diantara temen2 TPAnya sendiri sih), dan menurutku ini kemajuan pesat...</p>
<p>karena di kampus makin sibuk, saya semakin jarang membantu di TPA, terakhir kali (sebulanan yang lalu) yuni bertanya sesuatu "Mba Sil, besok ngajar lagi ga?", "em, InsyaAllah" jawabku. "Yes, besok ngaji sama mba lagi ya?".</p>
<p>Kurasa dia menyukaiku.........</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Untuk Yang Pertama Kali…..]]></title>
<link>http://paknewulan.wordpress.com/?p=196</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 10:04:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
<guid>http://paknewulan.id.wordpress.com/2008/07/13/untuk-yang-pertama-kali%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Sorry, sedikit ngutip lagunya Kerispatih yang sempat jadi favoritku kemaren-kemaren…. walau dalam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sorry, sedikit ngutip lagunya Kerispatih yang sempat jadi favoritku kemaren-kemaren…. walau dalam tulisan ini, hal itu tentu saja bukan favorit bagiku…Kalau tahun-tahun lalu saya sempet cerita tentang sulitnya ngajar materi untuk yang pertama kali….maka kali ini giliran saya mau nyeritain susahnya ngajar di lokasi diklat buat yang pertama kali, alias akunya belum pernah kesana….dan tambah susah kalo lokasinya agak terpencil dalam arti bukan <em>ndeso</em> banget…kalo dengan kendaraan pribadi sih diseluruh antero Jawa Tengah kayaknya gak ada yang terpencil deh….hanya saja yang mau saya ceritakan ini adalah lokasi diklat yang agak susah untuk dijangkau dengan angkutan umum.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lokasi diklat yang akan saya ceritakan adalah di kawasan Tawangmangu Karanganyar. Terus terang sudah tiga kali saya menolak penugasan mengajar di tempat itu karena susahnya naek angkutannya kesana….Konon kata temen-temen widyaiswara, bus terakhir dari Solo sampai ke lokasi itu adalah jam 03.30 WIB….sementara bus terakhir dari Tawangmangu ke Solo adalah 17.00 WIB. Setelah itu gak ada bus sama sekali. Na…ini yang bikin lokasi ini agak mengerikan, hingga banyak para WI yang milih naik kendaraan pribadi kesana….Sebenarnya saya sudah beberapa kali datang kesana tetapi dulu-dulunya bukan dalam rangka mengajar….hanya evaluasi diklat, hingga gak perlu harus pagi-pagi nyampek kesana serta gak butuh waktu lama hingga bisa cepet-cepet pulang sebelum bis ke Solo habis di sore harinya…<!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Na….untuk terakhir kali ini, saya tidak bisa lagi nolak penugasan ke Tawangmangu…. dalam arti  gak bisa dapet alasan yang tepat buat menolaknya he…he…he…Jadwal saya ngajar waktu itu jatuh pada hari Senin pagi jam 07.30….<em>cos</em> lokasinya jauh hingga harus nginep maka dengan sangat menyebalkan tentu saja saya harus berangkat pada hari Minggu (bener-bener sialan….sementara yang lain bisa istirahat <em>and </em>liburan, akunya harus siap-siap <em>kemringet</em> naek bus….). So….Minggu siang jam 13.00, dengan males-malesan kumulai petualanganku ke Tawangmangu….dan harus bener-bener <em>kemringet</em> juga karena ternyata saya dapatnya bus pas yang gak pakek AC….sebenarnya bisa nunggu bus yang patas AC tapi khan aku takut terlambat sampai Solo to….?! Dan tambah <em>kemringet</em> saja saat ternyata penumpang di bus itu penuh hingga aku gak bisa dapet tempat favoritku di pojokan yang bikin aku bisa tidur pulas…..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sialnya lagi, nenek-nenek di sebelahku agak egois (utawa <em>bokonge too much</em>…?!) <span lang="sv-SE">hingga aku hanya sempat duduk dengan bokong sebelah saja yang nempel ke kursi…. Waduh…gaswat bener. Padahal pengennya aku tidur selama perjalanan Semarang-Solo....Soalnya kepalaku agak pusing karena kurang tidur....(atau mungkin sugesti juga... jika kita gak seneng maka sejuta rasa sakit akan datang melanda hingga bikin kita tambah males <em>nglakoni that job</em>....). Saat sampai Ungaran, tempat duduk saya berikan pada ibu-ibu tua yang naek....Bukannya pengen jadi pahlawan man....hanya saja daripada duduk juga gak enak ya...lebih baik tak serahkan pada orang lain yang lebih memerlukan....ya...siapa tahu hal itu lebih berguna....Dan itulah yang sebenarnya terjadi karena tak berapa lama kemudian ada beberapa penumpang yang turun hingga aku cepet-cepet ngambil peluang yang ada....walau gak dipojokan, tapi ditengah, gak masalah....yang penting aku tinggal mencari posisi yang tepat untuk segera tidur pulas.....(mungkin kali ini giliran aku yang agak egois hingga bikin sebelah-sebelahku merasa terganggu.....tapi aku khan gak tau...wong tidur koq....he...he....he....) </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Dengan geragapan aku bangun saat bus berhenti disebuah pom bensin di selatan Salatiga...dan dengan reflek kulihat my wacth....walah sudah hampir jam 3 ini....!! Bisa-bisa akunya telat sampai ke Solo soalnya bus terakhir ke Tawangmangu khan jam 15.30....Dan perasaanku tambah gak karuan saat jalanan penuh dengan kendaraan hingga bus yang kutumpangi hanya bisa pelan-pelan saja.....so...walhasil sampai terminal Tirtonadi Solo sudah jam 4 sore....!! Terlambatkah.....?! Aku <em>nyicil ayem</em> saat bus ke Tawangmangu masih ada....Setelah turunin beban sebentar alias pepsi, aku kemudian naik tuh bus yang tampaknya masih kosong itu...dan gak lama bus itu</span><span lang="sv-SE"> pun berangkat. Saat melewati Taman Jurug....ada beberapa bakul yang naik hingga bus yang semula kosong itu menjadi penuh....dan tambah sesak saja saat sampai ke daerah Palur, hingga aku hanya bisa duduk <em>kepepet</em> di pojokan bus dan <em>sumuk</em> lagi.....Untungnya pemandangan sepanjang perjalanan Solo-Tawangmangu cukup indah untuk dinikmati.....sawah-sawah menghijau terhampar dengan indahnya (jadi ingat istri yang paling demen sama sawah....) Dan semakin indah saat bus mendekati kawasan wisata, dimana pemandangan sekitar menjadi berbukit-bukit lengkap dengan kebun dan sayuran serta tentu saja rumah dan villa didalamnya....</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sampai diterminal Tawangmangu sudah magribh....Setelah tengak kiri-kanan akhirnya kutemukan juga Mr.</span><span lang="sv-SE"> Ojeg yang siap sedia mengantarkanku ke Hotel Wahyusari, yang menjadi lokasi diklat. Sampai disana saya segera nyari panitia....pengennya sih mau melobby agar saya diijinkan nyicil ngajar barang 3 JP agar besok pulangnya bisa agak siangan....Hanya saja, ternyata menurut petugas hotel panitianya baru datang besok pagi....dan saya lihat pesertanya pun baru mulai berdatangan.....hingga saya pun harus manyun dan rela mengisi malam itu dengan makan mie godhog and nonton KDI....walau gak bisa lama juga karena badan rasanya capek juga setelah menempuh perjalanan penuh keringat selama 5 jam (tapi tetep gak mandi sore karena airnya sedingin salju......). Jam satu-an dini hari Mas Jati ngebel....untuk sama-sama nonton bareng (walau dengan lokasi terpisah) final Piala Eropa 2008 yang kebetulan jagonya Mas Jati, Jerman, bertemu dengan jagoanku, Spanyol....Sedikit jengkel (karena mbanguninnya ke-sore-an....khan mainnya baru jam 2.....) and ngantuk juga aku, but berhubung empat tahun sekali ya....nekad aja...dan untungnya Spanyol yang menang, tanpa perpanjangan waktu lagi, hingga aku dapat segera tidur kembali dengan nikmat..... </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pagi-pagi saat panitia datang, aku segera menemui panitia buat ngelobby jam tentu saja. Tapi belum sempat aku ngomong....eee....si panitia dengan tersenyum minta agar aku bisa menyelesaikan acara ngajarku sebelum jam 5 sore....kloplah....!! Dan demikianlah akhirnya saya mengajar </span><span lang="sv-SE">materi Manajemen Perkantoran Modern dengan cukup ringan karena sudah dapat diskon waktu (tanpa diskon honor lho...he...he...he....). Hanya saja, ternyata nyesuai-in jadwal dari 12 JP ke 10 JP agak kesulitan juga....hingga kumerasa cara mengajarku hari itu agak terburu-buru....tanpa <em>ice breaking</em> berlebihan atau malahan garing...apalagi pesertanya pun terlalu banyak untuk ukuran sebuah kelas ideal (pesertanya 52 orang)....dan dengan latar belakang guru hingga kurang nyambung dengan materi perkantoran....Tapi widyaiswara harus tabah menghadapi segala cobaan....jadi aku maju terus pantang mundur...ples ngebut hingga jam 15.30 acara ngajarku usai sudah (walah korupsinya kebanyakan man......). Alhamdulillah.....</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Itulah ceritaku tentang acara ngajar di lokasi yang pertama kali aku datangi....Serukah...?! yang jelas banyak gak enaknya...sedikit deg-degan....campur was-was...ples capek juga.... Tapi yang jelas, saat mau pulang tak sempatin belanja di pasar depan terminal Tawangmangu....nyari oleh-oleh karena di tempat baru biasanya kita akan menemukan juga sesuatu yang baru....Dan benar juga, sore itu saya pulang ke Semarang dengan membawa oleh-oleh kripik ketela rambat....yang sedianya mau kubagi-bagikan tetangga....but karena ternyata rasanya enak and manis banget akhirnya kripik ketela itu malah tak embat abis sendiri.....he...he...he....uenak....nyem...nyem....kriuk....</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My New Class...]]></title>
<link>http://yeniherdiyeni.wordpress.com/?p=78</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 17:22:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yeni</dc:creator>
<guid>http://yeniherdiyeni.id.wordpress.com/2008/07/07/my-new-class/</guid>
<description><![CDATA[Di awal bulan ini saya mendapat kesempatan untuk mengajar di program magister studi Ilmu Komunikasi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Di awal bulan ini saya mendapat kesempatan untuk mengajar di program magister studi Ilmu Komunikasi FISIP UI Salemba. Senang bisa punya teman-teman baru di sana. Saya mendapatkan kesempatan untuk memberikan materi dataware house, OLAP, Bussiness Intelligence, dan Knowledge Management System.</p>
<p>Mengajar di program studi selain ilmu komputer merupakan pengalaman baru saya. Banyak pengalaman menarik serta bermanfaat yang saya dapatkan dari teman2 mahasiswa saya disana. Thanks 4 your attention and also sharing about communication... its interesting experience!!!</p>
<p>Yang juga menyenangkan saya adalah saya mendapat banyak teman2 mahasiswa, karena saya mengajar dua kelas paralel yang masing-masing kelasnya ada kurang lebih 30-an mahasiswa, so saya punya teman sebanyak 60-an mahasiwa... Hi.. all... wish u all success in your study!! :)</p>
<p>Selain menyenangkan, mengajar di Salemba juga merupakan pengalaman menegangkan. Menegangkan karena ini adalah kali pertama saya harus pulang malam jam 9 dengan menyetir mobil sendiri.... ;) Tak terbayang sebelumnya pulang malam sendiri. Malah sempat sibuk cari-cari sopir... :p<br />
Tapi akhirnya setelah melakukan survei ditemani kakak saya, ternyata memang suasananya masih hiruk pikuk.... hehhe... (maklum biasanya kalau pulang ngajar malam dari Bogor, ke Parung sepi.... :p).<br />
Kata keponakan saya, ya iyalah.. masa ya iya donk... heheh...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susahnya Ngajar Team Building]]></title>
<link>http://paknewulan.wordpress.com/?p=195</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:24:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
<guid>http://paknewulan.id.wordpress.com/2008/06/26/susahnya-ngajar-team-building/</guid>
<description><![CDATA[Gak tau kenapa, di bulan Juni ini tercatat sudah tiga kali saya ngajar Team Building, yakni di Praja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Gak tau kenapa, di bulan Juni ini tercatat sudah tiga kali saya ngajar Team Building, yakni di Prajabatan Golongan III di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, di Prajabatan Golongan II Kabupaten Jepara dan Prajabatan Golongan III di Kabupaten  Rembang. Frekuensi yang saya anggap sering mengingat cukup banyak rekan widyaiswara yang mengambil mata diklat ini. Mengapa banyak orang yang suka dengan mata diklat ini…?! Menurut beberapa rekan, mata diklat ini cukup menyenangkan bagi peserta hingga tidak akan menyebabkan ngantuk. Sesuatu yang logis, mengingat dalam team building (membangun kerjasama tim) banyak diisi dengan permainan-permainan bermakna yang intinya membuka kesadaran peserta akan pentingnya bekerja secara team di tempat kerjanya.</p>
<p>Walaupun tidak membantah pendapat para rekan tersebut, saya pribadi merasa selalu kesusahan saat hendak mengajarkan mata diklat ini. Dan saat saya konfirmasikan dengan Mr. Slamet Riyadi, salah seorang Widyaiswara yang saya anggap ahli di bidang pemerintahan, dia juga sering mengalami hal yang sama. Bagi saya sendiri, bikin peserta kagak ngantuk sih bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Asal instrumen dan metode pengajaran yang kita berikan tepat maka peserta akan sukarela mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa ngantuk kecuali peserta ini sakit atau dalam kondisi capek. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya selalu susah saat mengajar materi team building, yaitu :<!--more--></p>
<p><strong>1.	Pemilihan Permainan Harus Tepat</strong><br />
Kalo cuman ngajak peserta bermain-main sih gampang. Banyak model dan tipe permainan yang bisa dilakukan buat menyegarkan suasana kelas Team Building. Hanya saja, kita khan bukan sekedar ngajak peserta bermain-main…..bikin mereka ha ha hi hi saja…Soalnya permainan yang kita berikan itu hanyalah sebuah instrumen yang dapat mengajak peserta mengerti makna dibalik kerjasama team. Ada nilai-nilai yang harusnya dapat diambil oleh peserta dari permainan  yang kita berikan, seperti : pentingnya kerjasama, sikap mau berkoordinasi, trampil berkomunikasi, keterbukaan, pentingnya sikap partisipasi dalam sebuah team, pentingnya sikap saling percaya antar rekan, sikap inisiatif, pembagian tugas dalam team, memanfaatkan keragaman anggota bagi kemajuan organisasi, serta sikap kepemimpinan. Na….kalau sudah ingat itu, seringkali saya merasa kesulitan untuk memilihkan permainan yang tepat buat peserta. Dan untuk itu kita perlu melihat latar belakang peserta dengan baik. Pemilihan permainan yang kita berikan akan sangat tergantung pada latar belakang pendidikan peserta : SD, SMP, SMA, D3 atau Sarjana, profesi peserta: guru, tenaga kesehatan atau staf struktural, golongan I-II atau golongan III, komposisi pria-wanita dalam kelas….sesuatu yang sampai sekarang belum dapat saya lakukan dengan tepat.</p>
<p><strong>2.	Manajemen Waktu Harus Cermat</strong><br />
Setiap widyaiswara biasanya memiliki jenis permainan favorit tertentu dan hal itu sangat erat kaitannya dengan manajemen waktu diklat. Yang paling enak sih jika jadwal pembelajaran materi ini dimulai dari pagi hari dan selesai pada sore hari. Hanya saja kadang jadwal yang diberikan panitia tidak selalu begitu hingga menyulitkan widyaiswara dalam memilih jenis permainan yang diberikan. Sebagai contoh saat memberikan team building di Jepara kemaren, jadwal yang diberikan panitia terbagi dalam dua sesi: yakni tiga JP di hari pertama, istirahat semalam dan dilanjutkan 6 JP pada keesokan harinya. Terus terang saja pada kemaren itu saya sempat coba ngakali dengan membolak-balikkan urutan permainan, yakni dengan memberikan permainan yang cukup waktu jika dilakukan dalam 3 JP lebih dahulu….dan tentu saja hal ini cukup mengganggu irama pembelajaran secara keseluruhan. Kesusahan lain yang saya rasakan adalah saat mengajarkan materi ini pada Diklat Prajabatan Golongan III yang 12 JP itu….</p>
<p><strong>3.	Persiapan Harus Matang</strong><br />
Yang bikin susah adalah kenyataan bahwa jika dalam pelajaran lain permainan adalah suatu hal tambahan yang bisa menyegarkan suasana kelas maka dalam Team Building permaianan adalah hal yang utama dalam arti hampir dilakukan sepanjang pembelajaran….. Dan dengan banyaknya permainan yang harus diberikan maka tentu saja persiapan yang dilakukan harus lebih matang. Bukan yang lain tanpa persiapan, tapi untuk yang lain khan paling hanya power point untuk tayangan saja dan itu juga gak banyak perubahan jika sudah kita berikan 3 atau 4 kali….sementara dalam team building kita harus siapkan peralatan-peralatan buat menjalankan permainan yang kita berikan….Kalau saya sih biasanya cukup dengan potongan-potongan puzzle, kertas folio kosong atau kertas flipchart besar dan spidolnya atau permen sebagai hadiah bagi kelompok pemenang….tetapi saya lihat pada beberapa widyaiswara perlu menyiapkan botol, air, tali temali, atau juga sedotan buat kelengkapan permainannya….</p>
<p><strong>4.	Harus Banyak Improvisasi</strong><br />
Modul dalam mata diklat Team Building ini lebih tipis jika dibandingkan dengan modul yang lain…Ini logis mengingat dalam team building widyaiswara diharapkan dapat menyajikannya melalui permainan-permainan yang bermakna tadi….Dan karena hanya sedikit materi yang dapat diberikan maka widyaiswara perlu banyak-banyak berimprovisasi agar dapat menyampaikannya dalam waktu yang panjang….9 JP dalam prajabatan golongan II dan 12 JP dalam prajabatan golongan III….Belum lagi kalau pesertanya cerdas-cerdas atau mungkin terlalu capek hingga kurang antusias dalam mengikuti permainan yang kita berikan….maka widyaiswara dalam hal ini harus pintar berimprovisasi agar pesertanya antusias lagi, baik melalui variasi permainan lain atau sekedar joke-joke segar pemecah kebekuan peserta. Dan untuk itu widyaiswara harus selalu mencari referensi-referensi jenis permainan baru yang dapat dipakai buat pelajaran team bulding atau sekedar mencari joke-joke segar buat menghangatkan suasana kelas….</p>
<p><strong>5.	Butuh Energi Fresh</strong><br />
Menurut saya, dalam mengajarkan materi team building, irama permainan menjadi suatu hal penting dalam proses pembelajaran….Peserta dalam hal ini harus kita bawa perlahan-lahan dari mulai permainan ringan menuju permaianan yang lebih menantang hingga mencapai puncaknya pada akhir pelajaran….Dan tentu saja hal ini tidak mudah serta butuh energi besar dari widyaiswara….hingga jangan heran jika widyaiswara setelah selesai mengajarkan materi ini terlihat lebih loyo daripada mengajar materi lain. Pengalaman paling baru adalah saat mengajar materi ini di Rembang hari Selasa kemaren. Akibat perjalanan ke lokasi yang jauh, apalagi jalan raya menuju Rembang sedang banyak mengalami perbaikan hingga kurang lancar, menyebabkan badan saya begitu capek saat mulai mengajarkan materi ini. Dan ternyata hal itu sangat mempengaruhi mood saya dalam menjaga irama pelajaran….apalagi saat memancing mereka buat memahami manajemen konflik….walau sudah tak beri variasi permainan yang cukup, tetapi karena moodnya sedang kurang baik maka hasilnya menjadi kurang optimal juga….</p>
<p>Itulah beberapa kesan saya tentang materi Membangun Kerjasama Team (Team Building) yang susah….Mungkin karena saya juga kurang pengalaman kali….atau kurang belajar lagi….kurang berdiskusi dengan widyaiswara lain….karena terlalu Pede mengingat buku permainan pegangan saya tak kurang dari 7 buah…..hingga agak jumawa….hingga kadang malu buat bertanya pada orang….hingga masih merasa susah juga buat ngajar materi ini….yah…sharing buat Anda semua lah….siapa tahu ada yang berkenan kirim permainan interaktif buat saya….</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tadaaa! ngajar time!!!]]></title>
<link>http://akupetta.wordpress.com/?p=60</link>
<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 05:33:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>teta</dc:creator>
<guid>http://akupetta.id.wordpress.com/2008/06/25/tadaaa-ngajar-time-2/</guid>
<description><![CDATA[5:37 AM 5/29/2008
tadaaa!
talking about my adik-adik les yang ta ajar&#8230;
dua-duanya diwarisin da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">5:37 AM 5/29/2008</p>
<p style="text-align:left;">tadaaa!</p>
<p style="text-align:left;">talking about my adik-adik les yang ta ajar...<br />
dua-duanya diwarisin dari mbak kos yang mulae sibuk ama dunia kerja, mbak retno &#38; mbak fita (mbak, aku populerkan namamu ni^^,x). jadi deh, mereka berharap padakyu untuk menunaikan amanah ini.<br />
yosh! padahal sih sebelumnya gak pernah ngajar-ngajar les, tapi bismillah.<br />
alhamdulillah tempatnya gak teralu jauh, yang satu tinggal jalan, beda beberapa rumah dari kosan. yang atu lagi naik sepeda 3 menit juga sampe...<br />
so here they go...</p>
<p style="text-align:left;">aldy, nama lengkapnya aldyan pratama.<br />
cool, calm, chubby, smart, pemalu. (btw, adik2 yang ta ajar pada chubby kok). kelas 4 sd di al-azhar. wah, kalo matematika, dia jagonya. huebat!!! jadi, tinggal jelasin dikit aja, dia udah ngerti. tapi yang sulit itu kalo hapalan teori, maleees banget baca, lebih-lebih kalo hapalan surat, kayak waktu itu hapalan surat al-bayyinah, aldy ngambek (kayaknya sampe nangis), lesnya belum aku selesain padahal udah mao jam setengah sepuluh (biasanya selese jam 9an). lagian sekolahnya iseng banget banget si, wong aku aja hapal al-bayyinah pas kuliah di stan, lah ini,  anak kelas 4 sd disuru ngapalin surat sepanjang itu! (pantes aja si petta kagak maju-maju). oh ya, lagi tentang aldy, aldy ntu keras kepala, jadi kalo aku ngajarin pake cara yang beda ama yang dikasih ama guru2nya di sekolah, aldy bakal keukeuh, "tapi di sekolah gak pake cara itu...".<br />
yaaa gettodeh...<br />
and theeen, yang paling aku suka kalo ngajar di tempat aldy itu... makanannya!! huehehe, niat kagak lurus banget :)<br />
mamanya aldy suka masak kue, kalo gak beliin kami makanan dari tukang jualan yang lewat (nasi goreng, sate padang, bak pau, dll). n_n<br />
untung-untungan sih, kadang2 gak dikasih juga, kadang-kadang pas udah makan malem justru dikasih banyak.<br />
mamanya aldy ramah, aldy punya kaka' cewe (kurang lebih smp) namanya puput, rumahnya rame', jadi pas belajar suka denger kegaduhan dari lantai bawah n_n</p>
<p style="text-align:left;">gapapa, aku seneng kok ngajar aldy!</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-53 aligncenter" src="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/photo080.jpg" alt="aldy ni" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:center;">ini aldy</p>
<p style="text-align:center;">-</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>next!</strong></p>
<p style="text-align:left;">reza, nama lengkapnya m reza alfianto, kelas 3 sd, lucu, kalo lagi belajar pipinya suka aku colok-colok pake pensil (???). reza ini lebih gaul gettoh, jadi kalo belajar seringkali kami justru diskusiin tentang teknologi masa kini, kalo gak musik-musik yang lagi ngetrend (cie ileee), gini contohnya:</p>
<p style="text-align:left;">p: eh reza reza, yang di yovie &#38; nuno kan kaka kelas ka petta<br />
r: iya mbak? yang bener??!<br />
p: ho'oh<br />
r: kalo vagetoz (or whatever the writing is) mba' tau gak??<br />
p: ???<br />
dasar, anak muda jaman sekarang...</p>
<p style="text-align:left;">lagi-lagi tentang reza, reza ntu sukanya cerita &#38; becanda, beda ama aldy yang pendiem, jadi ta akuin ta lebih tegas ke reza, harus di stop sebelum waktunya abis buat reza cerita ngalor ngidul, harus di stop sebelum becandanya kelewatan.<br />
trus, yang bikin suliiit bangeeet buat ngajar reza, harus penuh kesabaran... bar... bar... bisa jadi pertemuan yang lalu diajarin pembagian, eee sekarang lupa lagi, diajarin lagi, lupa lagi...</p>
<p style="text-align:left;">terkadang saking keselnya rasanya pengen gebrak meja trus pulang, tapi gak mungkin, bisa diturunjabatankan dengan tidak hormat, huehehe.<br />
gak segitunya siygh, seringnya juga lucu oleh celetukan-celetukannya reza, misalnya...<br />
p: matahati tenggelam di...?<br />
r: laut!!!</p>
<p style="text-align:left;">ga lucu ya? tapi menurut diriku itu lucu loh ampe ngakak, terlepas dari si reza sengaja atau enggak jawab begitu.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/reza1.jpg"><img class="size-medium wp-image-57 aligncenter" src="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/reza1.jpg?w=300" alt="" width="219" height="163" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/photo0761.jpg"><img class="size-medium wp-image-59 aligncenter" src="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/photo0761.jpg?w=300" alt="" width="219" height="163" /><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/photo0751.jpg"><img class="size-medium wp-image-58 aligncenter" src="http://akupetta.wordpress.com/files/2008/06/photo0751.jpg?w=300" alt="" width="218" height="162" /></a></p>
<p style="text-align:center;">reza in action</p>
<p style="text-align:center;">-</p>
<p style="text-align:left;">dan banyak lagi saat-saat ta cape' abis seharian di kampus, ngantuk, harus ngajar, trus di tempat ngajar kadang keseeel. tapi adik-adik ini suka tiba-tiba menyegarkan kembali dengan tingkah laku &#38; celoteh mereka...</p>
<p style="text-align:left;">:-D</p>
<p style="text-align:left;">hal yang sering kepikiran,<br />
apakah nantinya diriku sempat mendidik ananda-anandaku,<br />
tentunya harus lebih baik daripada mengajar aldy &#38; reza?</p>
<p style="text-align:left;">;-"<br />
piuhhh,<br />
kebanyakan ghaul ama ummahat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..]]></title>
<link>http://paknewulan.wordpress.com/?p=179</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:22:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
<guid>http://paknewulan.id.wordpress.com/2008/04/21/manajemen-perkantoran-bagi-guru-smp-satu-atap%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Praj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Pekalongan Jum’at 18 April kemaren..... Ternyata cukup menarik karena mereka adalah guru-guru pada sekolah setingkat SMP yang baru didirikan, sebagai hasil bentukan pemerintah guna mengantisipasi adanya program wajib belajar 9 tahun yang telah menjadi tekad pemerintah....Dengan murid yang juga sangat terbatas pula, yakni ada yang mengaku hanya memiliki murid 18 orang saja dalam satu kelas.  Lokasi SMP satu atap itu memang rata-rata di daerah terpencil dan sulit terjangkau oleh kendaraan umum......Kalo di Pekalongan, rata-rata di daerah selatan kota yang terkenal bergunung-gunung serta masih separoh hutan itu......Dan yang lebih unik lagi adalah kenyataan bahwa SMP (Negeri) satu atap itu berlokasi di lahan yang sama dengan SD negeri....yang bahkan kepala sekolahnya pun dijabat rangkap oleh Kepala SD yang menjadi induk SMP satu atap tersebut......</p>
<p>Terus terang di satu sisi saya merasa gembira dengan kenyataan adanya itikad baik dari pemerintah guna mendekatkan sekolah setingkat SMP pada daerah-daerah terpencil tersebut.....Selama ini mungkin banyak anak-anak yang lulus SD tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP karena jauhnya jarak rumahnya yang memang terpencil itu dengan lokasi SMP yang sudah ada.....Jauhnya jarak tentu saja akan mengurangi minat anak-anak buat bersekolah karena anak akan merasa lelah jika harus berjalan kaki ke tempat jauh.... disamping kewajiban harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat sampai sekolah.....hingga menyebabkan anak pasti males pergi ke sekolah.....Disamping itu, jauhnya jarak akan menambah beban biaya transport bagi orang tua siswa yang saya yakin pasti ekonominya juga menengah ke bawah (kalo orang kaya pasti gak mau tinggal di daerah terpencil to.....?! Dengan kondisi seperti itu, kalo kost kayaknya juga gak mungkin ya.....?!) sehingga pasti ujung-ujungnya akan mendukung si anak untuk tidak usah bersekolah saja......Dengan jarak yang dekat tentu saja diharapkan agar lebih banyak anak-anak di daerah terpencil yang memiliki minat buat melanjutkan sekolah ke SMP.... so....mungkin inilah salah satu upaya terbaik yang dilakukan pemerintah guna mensukseskan program belajar 9 tahun......<!--more--></p>
<p>Di satu sisi memang SMP satu atap akan lebih menumbuhkan minat buat bersekolah....tetapi di sisi lain saya cukup prihatin dengan nasib para guru yang harus <em>nglaju</em> itu..... Bahkan kemudian saya ketahui pula bahwa salah seorang guru terpaksa harus ngekos di rumah penduduk karena rumahnya yang, walau masih di Pekalongan juga tapi,  jauh dari lokasi sekolah tersebut....Bahkan ada yang menyebutkan harus menempuh perjalanan dengan motor selama 2,5 jam agar sampai ke sekolah.....itu pun dengan jalan yang tidak mulus.....lewat jalan setapak.....atau jalan berbatu yang lebih mirip sungai kering daripada sebuah jalan  setapak....Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah saat saya mensuarakan komputerisasi di sekolah-sekolah sebagai bagian upaya memajukan kualitas pendidikan nasional.....salah seorang guru, yakni Pak Toni (yang cukup ganteng dan berwajah orientalis and sekilas mirip David Chiang) menyatakan bahwa program tersebut sulit dilakukan karena listrik pun belum ada di lokasi sekolah tersebut.....!! Disini saya sampai terdiam beberapa saat.....prihatin bahwa ternyata setelah hampir 63 tahun Indonesia ternyata masih saja ada daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik.....bahkan ini masih di Pulau Jawa lagi.....</p>
<p>Proses pembelajarannya sendiri, walau  tetap menjadi sesi yang meriah, akhirnya tidak lagi menjadi sesuatu yang menarik buat dituliskan disini.....Yang jelas disepanjang sesi saya lakukan pendekatan yang lebih personal buat memberi semangat bagi mereka untuk termotivasi buat membangun dan mengembangkan SMP satu atap menuju SMP yang bener-bener mandiri.....Minimal bagi Indonesia, yang mereka lakukan akan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang dicita-citakan UUD 1945....Tapi bagi para guru pribadi, pengalaman mengajar di SMP satu atap akan memperkaya pengalaman kerja mereka.....Memang susah juga sih, bahkan kalo boleh memilih rata-rata mereka mengaku akan berusaha pindah mengajar  ke sekolah yang lebih dekat rumah dan lebih ’normal’ lah......Tapi saya tetap menganggap bahwa pengalaman mengajar di SMP satu atap akan membuat para gurunya lebih memiliki sikap tahan banting.....Dan akan lebih bermanfaat lagi jika mereka kemudian selalu aktif buat memperbaiki kondisi sekolah ke arah yang lebih baik.....dan kalo sudah begitu, secara tidak langsung mereka telah berlatih menjadi seorang Kepala Sekolah....jabatan yang menjadi idaman dan merupakan karier selanjutnya bagi setiap guru.....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tantangan dari Para Guru Kebumen……]]></title>
<link>http://paknewulan.wordpress.com/?p=177</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:13:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
<guid>http://paknewulan.id.wordpress.com/2008/04/21/tantangan-dari-para-guru-kebumen%e2%80%a6%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Mengajarkan komunikasi pada para guru…..ibarat Boso Jowone “Koyo Nguyahi Segoro….” Gimana ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mengajarkan komunikasi pada para guru…..ibarat <em>Boso Jowone “Koyo Nguyahi Segoro….” </em>Gimana tidak….?! Seperti kita ketahui, pekerjaan guru erat kaitannya dengan komunikasi karena sehari-hari merekalah para komunikator bagi para murid-muridnya….sehingga jam terbang mereka sebagai komunikator mungkin malah lebih banyak daripada saya yang widyaiswara ini…..Kalau ingat dan difikir-fikir tentang hal tersebut, sebenarnya takut juga aku dengan kenyataan tersebut….tapi mau bagaimana lagi, namanya juga tugas…..lagian akunya khan juga nggak ngajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan para murid to….?! Aku khan maunya hanya ngajar agar mereka berani bicara dengan atasan dan rekan sekerjanya….. Lho apa para guru itu tidak bisa....?! Nggak separah itu sih.....Hanya saja dengan kondisi penuh derita and tekanan selama mereka menjadi guru honorer.....para CPNS guru itu mungkin agak sedikit lupa dengan yang namanya Pede, padahal itu merupakan salah satu syarat agar seseorang mampu berkomunikasi dengan baik bukan.....?!</p>
<p>Tapi mengajar komunikasi bagi para guru memang selalu berat dan penuh tantangan.....apalagi proses pembelajarannya dilakukan pada hari minggu malam mulai pukul 19.00....alias hari libur <em>and</em> dekat banget dengan namanya sindrom<em> I hate Monday</em>.....hingga terlihat banyak peserta yang lebih banyak diamnya...... Tetapi belum juga sejam saya mengajar, sudah ada serangan dari Pak Dokter Usodo tentang apa kapabilitas seorang insinyur peternakan seperti saya mengajarkan komunikasi pada mereka....?! Pertanyaan ujian yang lumrah ditanyakan di era demokratisasi ini, walau sebenarnya tidak etis juga untuk ditanyakan itu.....untungnya pernah saya ketahui jawabannya dari Mr. Adi Wahyudi, dengan pengalamannya yang serupa.....yakni adanya kenyataan bahwa seorang insinyur peternakan pun pernah belajar ilmu komunikasi, khususnya saat berhadapan dengan petani dalam suatu kegiatan penyuluhan.....Bahkan saya kemudian balik bertanya pada dirinya dengan sebuah pertanyaan lelucon nan berbobot, yakni sehubungan dengan profesi saya yang ahli peternakan itu....kira-kira pinter mana antara ayam dengan bebek....serta enak mana antara beras import dan beras lokal..... Sebuah trik lucu yang dekat dengan profesi saya, hingga petanyaan-pertanyaan konyol itu pasti selalu berhasil memancing tawa dan mencairkan suasana nan kaku.....<!--more--></p>
<p>Tapi dasar para guru, merasa kalah pada kesempatan pertama mereka merasa tidak perlu harus menyerah pada sang insinyur ini.....hingga kemudian serangan kedua dan lebih tajam pun muncul dengan dahsyat.....!! Saat saya berusaha meyakinkan peserta bahwa di era teknologi informasi dimana banyak sekali informasi yang dapat diperoleh oleh semua orang maka kualitas pendengar lebih diperlukan daripada kualitas si pembicara.....maka Pak Carta, sang ketua kelas,  dengan diplomatis menyatakan bahwa walau pada prinsipnya dia setuju dengan pernyataan saya....tetapi dia pernah diajarkan oleh dosennya (sambil menyebutkan sosok terkenal : Arif Rahman Hakim...) pernyataan yang sebaliknya hingga mewajibkan guru untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik.....Oleh karena itu dia minta indikator apa yang saya pakai buat mengetahui apakah peserta sudah faham dengan apa yang saya ajarkan pada mereka.....Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, belum pernah terfikirkan olehku, hingga sejenak membikin aku salting (salah tingkah) juga.....Tapi tiba-tiba sebuah ilham muncul bagai sebuah kilat nan menyambar hingga aku dengan mantab bisa segera menjawab....bahwa indikator yang saya pakai sederhana saja yakni jika saya bisa menghidupkan kelas maka proses belajar mengajar sudah saya angap berhasil......ya....jika peserta sudah mulai aktif berkomunikasi di kelas: boleh bertanya, menanggapi, mengkritik atau sekedar menyumbangkan saran fikirannya maka peserta sudah sya anggap mengerti terhadap materi yang saya berikan.......</p>
<p>Pembelajaran di senin pagi berikutnya sudah berjalan dengan lancar.....apalagi saya ditemani Mas Latief, salah seorang staf BKD yang pengen banget menjadi widyaiswara.....Acara Senin pagi saya buka dengan humor berantai, dimana peserta saya minta maju berpasangan serta berperan sebagai komunikator dan komunikan. Tugas komunikator adalah menyalurkan energi lucunya pada si komunikan....ya....mereka harus berupaya agar si komunikan bisa tertawa sementara tugas komunikan ya....berusaha tidak tertawa....Acara yang lucu dan bikin audien tertawa lepas melihat tingkah dua korban itu.....dan hasilnya mereka mengakui bahwa membuat orang tertawa itu tidak semudah yang disangka......<em>Game</em> kemudian saya lanjutin dengan meminta peserta menggambar segitiga, kotak dan lingkaran melalui penjelasan seorang komunikator guna mempraktekkan rasanya berkomunikasi searah dan dua arah.....Dan tambah rame lagi saat saya minta mereka mengekspresikan rasa marah, bingung, setuju, menolak....dsb... melalui komunikasi non verbal....Yang bikin rame adalah saat ekspresi marah misalnya, ternyata dipilih oleh 10 peserta....padahal masing-masing kemudian harus berekspresi non verbal yang tidak boleh sama satu sama lain.....</p>
<p>Setelah rehat makan siang, acara saya lanjutkan dengan diskusi yang agak serius tentang hambatan komunikasi dan tips-tips berkomunikasi dalam dunia kerja....Disini peserta saya bagi menjadi 9 kelompok dengan topik yang berbeda-beda.....Dalam sesi diskusi terakhir ini para guru Kebumen itu gantian saya tantang buat menyajikan hasil diskusi itu dalam waktu yang terbatas.....yakni hanya 7 menit.....!! He...he....he....walau bersifat melatih mereka berkomunikasi seefektif mungkin, sebenarnya akunya sendiri ya....sedang berupaya buat mempercepat proses diskusi karena takut ketinggalan bus AC Sumber Alam yang jadwalnya berangkat jam 15.30.....Hasil diskusinya sih berhasil baik, walau tak semua peserta mampu menyajikan diskusi dalam 7 menit.....alias rata-rata moloor..... tapi yang jelas tantangan yang diberikan para guru Kebumen berhasil saya lalui dengan baik......yang jelas semuanya merasa puas dengan pembelajaran komunikasi seharian itu.....tak terkecuali aku, walau akhirnya tetep saja aku ketinggalan bus Sumber Alam.....hingga terpaksa harus pakek bus ekonomi ”Prayogo....”.....Gak pa-pa lah.....pakek bus ekonomi, yang penting puas.....Dan akhir perjalananku di Kebumen harus kuakhiri dengan tidur lelap di bus ekonomi yang panas, ngebut dan sama sekali gak enak dinaiki karena sebentar ngebut sebentar berhenti......bikin tidurku selalu terganggu.....walau tetep nekad tidur karena capek banget.......</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Ngajar Dengan Film]]></title>
<link>http://bisma.wordpress.com/?p=83</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 08:12:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>bisma</dc:creator>
<guid>http://bisma.id.wordpress.com/2008/04/11/tips-ngajar-dengan-film/</guid>
<description><![CDATA[Kadang-kadang (atau seringkali) kita menemukan kejenuhan di mata-mata anak didik kita. Capek, males,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang-kadang (atau seringkali) kita menemukan kejenuhan di mata-mata anak didik kita. Capek, males, BT or not in the mood, adalah hal yang paling mungkin jadi penyebabnya. Nah, karena itu sekali-kali saya muter film di kelas. Karena pelajarannya bahasa Inggris, jadi terkadang saya mengajak mereka menonton tanpa teks subtitle, menceritakan kembali dengan bahasa Inggris (lisan) maupun tulisan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Nah, kalau tertarik untuk mengajar dengan film, ada beberapa point yang harus diperhatikan :</p>
<ul>
<li>Pilih film yang sesuai dengan umur mereka. Murid-murid Anda sangat kritis, jangan sampai mereka bosen dengan film yang Anda putar.</li>
<li>Pilih film yang lagi nge-trend. Kadang kita harus ngalah dengan murid karena beda selera.</li>
<li>Pilih film dengan fokus yang jelas. Karena itu untuk pendidikan, hindarkan film-film eksperimental. Kecuali Anda mau mengenalkan ekspresi eksperimentasi dalam sebuah film.</li>
<li>Tonton film itu terlebih dahulu dari awal hingga habis. Jangan sampai ada adegan yang terlalu gimana.....lolos dari pantauan Anda. Efeknya bisa bikin siswa histeris lo....hehehe.</li>
<li>Setelah film selesai, sediakan waktu sejenak untuk diskusi tentang film tersebut sebelum bubar.</li>
</ul>
<p>Ini tips singkat-nya. Mungkin nanti saya mau bikin tulisan tentang film untuk tema-tema tertentu. Mungkin mau sumbang saran?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[April Mop in Sukoharjo]]></title>
<link>http://paknewulan.wordpress.com/?p=176</link>
<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 03:58:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
<guid>http://paknewulan.id.wordpress.com/2008/04/07/april-mop-in-sukoharjo/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar istilah April Mop&#8230;..?! Atau malah sering memperingatinya&#8230;.?! Ap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mendengar istilah<em> April Mop</em>.....?! Atau malah sering memperingatinya....?! <em>April Mop</em> pada dasarnya merupakan tradisi orang barat yang jatuh pada setiap tanggal 1 April, dimana setiap orang dibolehkan untuk berbohong walau hanya untuk lelucon saja.....Tradisi <em>April Mop</em> atau disono sering disebut <em>April Fools Day</em> sebenarnya berawal dari kalender resmi yang dulunya diperingati saat 1 April dengan acara seperti saat menyambut tahun baru seperti pesta kembang api atau dansa-dansi semalam suntuk....Hanya saja, Paus Gregory pada tahun 1562 memperkenalkan sistem kalender baru dengan awal tahun dimulai dari 1 Januari. Tetapi ada beberapa kalangan yang belum dengar atau tidak percaya adanya perubahan ini. Jadi mereka terus memperingati tahun baru pada tanggal 1 April. Orang2 inilah yang disebut <em>April Fools</em> atau secara harafiah berarti orang2 yang tertipu di bulan April.</p>
<p>Lalu apakah saya juga ikut-ikutan menipu orang-orang juga....?! Nggak persis begitu.....walau sedikit nipu juga....but semuanya  masih dalam koridor diklat dalam arti game yang saya mainkan dengan sedikit drama membikin  peserta diklat terlalu bersemangat hingga rada-rada ngotot and <em>rodo tukaran</em>.....padahal itu hanya trik agar mereka mengerti yang namanya manajemen konflik hingga menyadari rasa gak enaknya mengikuti konflik....tapi kalau dihubung-hubungkan dengan waktu ngajar saya yang tanggal 1 April itu....ples ekspresi mereka saat tahu mereka tak akali, yakni dengan teriak-teriak histeris campur ngakak-ngakak......bolehlah dikatain mereka kena tipu....alias secara tidak sadar harus memperingati <em>April Mop</em> juga....<!--more--></p>
<p>Semuanya diawali dengan saat Selasa pagi-pagi jam 03.30 aku sudah harus bangun, makan and segera mandi (pakek air anget tentu saja bro....) karena harus segera ngejar bus Jurusan Solo-Semarang....ya...pagi itu saya ditugasi ngajar ”Membangun Kerjasama Kelompok” di Kabupaten Sukoharjo....biasanya sih aku selalu datang sore sebelumnya and nginep di lokasi....but berhubung lagi males nginep, mengingat penyakit susah tidurku di tempat asing belum sembuh....so...aku lebih memilih tidur dirumah walau harus bangun pagi alias dengan resiko kurang tidur juga....Buktinya, saat saya sudah naik bus.... kemudian minum antangin buat ngusir hawa dingin....gak lama aku segera tertidur selama setengah jam-an, hingga<em> rodo</em> biso nyaur utang turu khan.....?! Lumayan......</p>
<p>Sampai terminal Kartosura masih jam 7-an, sementara acara ngajarku dijadwal jam 8 pagi alias masih cukup banyak waktu.....Walau demikian aku cepat-cepat nyari ojeg buat mengantarkanku ke Gedung YPAC Kartosuro....dan sungguh suprais ternyata gedung YPAC yang dipakai untuk kegiatan diklat prajabatan tersebut cukup nyaman dan representatif buat kegiatan diklat....Disamping lokasinya yang tenang, kamar transit dan ruang kelasnya pun cukup nyaman, bakan ber-AC ples dingin lagi...... (soalnya banyak ruang kelas yang ber-AC tapi gak dingin sama sekali hingga kesannya hanya buat menuhin persyaratan saja walau malah boros listrik bukan....?!).</p>
<p>Acara ngajarnya sendiri cukup asyik....apalagi pesertanya 75 % wanita ples cantik-cantik lagi hingga bikin aku tambah semangat.....Dan sengaja sejak awal telah kuhembus-hembuskan suasana persaingan yang panas diantara kelompok....mulai dari hewan kesayangan, lalu permainan beda putra dan putri, disembung acara adu pengetahuan dengan memanfaatkan huruf panggilan peserta yang bikin tegang katanya.....hingga kemudian nyusun puzzle kotak yang bikin puyeng seluruh peserta sangking sulitnya.....bahkan setelah 30  menit kagak ketebak juga tuh puzzle hingga harus kuakhiri dengan paksa biar gak habis waktunya......</p>
<p>Acara terakhir, yakni setelah makan siang, seperti biasa adalah acara perang puisi kelompok yang bener-bener panas....Dimulai dari pembagian kelompok yang sengaja tak setting buat dapat milih sendiri.....apalagi pesertanya cukup bersemangat hingga memilih anggota kelompoknya rata-rata berdasar kompetensinya....yang secara tidak langsung menimbulkan dendam terselubung bagi peserta yang terpilih belakangan (apalagi tambah tak kompori sekalian biar anget acaranya....). Naaa....begitu saat pembacaan and penjurian, permainan itu menjadi bener-bener panas....Masing-masing kelompok terlihat jelas mulai berupaya menjatuhkan kelompok pesaing....dengan cara memberi nilai yang jelek pada puisi lawan walau cara penyajiannya terlihat bagus.....tentu saja hal ini jelas-jelas bikin keqi......</p>
<p>Dan acara keqi-keqi-an itu tambah rame saat tak minta masing-masing kelompok untuk menyampaikan pendapatnya tentang permainan ini.....Saling serang and perang kata-kata itu tambah semakin seru and sahut menyahut (untung kebanyakan pesertanya ceweq....coba kalo cowoq....) Na....begitu semuanya puas dalam menyampaikan emosinya ples kehabisan kata-kata juga sangking jengkelnya mungkin.....dengan tenang tak bukak rahasia kalo semuanya ini adalah just the game dan sudah tak skenario sejak awal...utamanya buat ngenalin mereka pada yang namanya manajemen konflik......Kontan teriakan-teriakan histeris campur ngguyu ngakak terlontar di seluruh ruangan....mentertawakan ketertipuan mereka.... Ya.... gak usah marah... keqi.... apalagi sampek tukaran...... Anggep saja sedang kena <em>April Mop</em> dari aku lah.....</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
