<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>monumen-prasasti &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/monumen-prasasti/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "monumen-prasasti"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 05:05:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Majapahit Heritage Trail (1)]]></title>
<link>http://dolansuroboyo.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 06:55:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Astri</dc:creator>
<guid>http://dolansuroboyo.id.wordpress.com/2008/04/11/majapahit-heritage-trail-1/</guid>
<description><![CDATA[Catatan Perjalanan anggota Milis Wisata Surabaya dan teman + keluarga ke Trowulan pada tanggal 16 Ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Perjalanan anggota Milis Wisata Surabaya dan teman + keluarga ke Trowulan pada tanggal 16 Maret 2008.<br />
Catatan ini dibuat oleh <a href="http://mimimama.blogspot.com">Fahmi</a></p>
<p>_____________________________________________________________________________________________________</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&#34;">**START DARI SURABAYA**</p>
<p>sekitar 07:00, berangkat dari kantor kompas/gramedia jalan jemur sari. kita<br />
berangkat ke trowulan naek bis. total peserta 17 orang. jadi ada kelebihan 3<br />
bungkus sate klopo ondomohen hehe :D</p>
<p>di dalem bis, cak hilman bagi2 brosur tentang trowulan (kayak biro travel<br />
betulan jee). wah sempat2nya ya bikin begituan, sip lah! lumayan membuka<br />
pengetahuan kita2 tentang apa saja yg bakal ditemui disana nanti.</p>
<p>**GAPURA WRINGIN LAWANG**</p>
<p>sekitar 08:10, sampek di situs arkeologi pertama = gapura wringin lawang.<br />
catetan tentang gapura wringin lawang dari brosur sebagai berikut:</p>
<p>Semua diawali dari Gapura Wringin Lawang. Sebuah gapura megah yang terletak<br />
di sisi paling utara dari bekas kompleks Majapahit. Gapura yang merupakan<br />
pintu gerbang ke ibukota Majapahit, tersusun dari susunan bata yang kini<br />
menjadi platform gapura di Jawa Timur. Sebuah ciri arsitektur vernakular<br />
yang bertahan berabad-abad lamanya. Gapura ini bernama Wringin Lawang<br />
(harafiahnya berarti "beringin pintu"), karena dulunya terdapat pasangan<br />
beringin yang merangkai Gapura membentuk satu jejalur lurus untuk<br />
mengarahkan orang-orang yang datang ke Majapahit. Kini, hanya sisa dari<br />
Gapura yang telah direstorasi dengan bata merah dari era modern mampu<br />
menceritakan keagungan Majapahit. Skala gigantis dari gapura ini (yang<br />
mengakibatkan banyak orang menafsirkannya sebagai "candi") menunjukkan<br />
kredibilitas kerajaan yang memunculkan nama tenar seperti Hayam Wuruk atau<br />
Tribuana Tungga Dewi tersebut. Namun penafsirannya paling populer justru<br />
menyebut bahwa gerbang ini merupakan jalan masuk ke kediaman mahapatih<br />
Gajahmada.</p>
<p>foto2 gapura wringin lawang:<br />
<a href="http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/1" target="_blank">http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/1</a><br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/4" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/4</a><br />
<a href="http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/9" target="_blank">http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/9</a></p>
<p>nah, di sekitar lokasi ini juga kita sempat liat yg namanya buah mojo, yg<br />
konon rasanya pahit itu. tapi aku sendiri nggak iseng ngincipi buah mojo.<br />
cuman sempat moto aja, ini:<br />
<a href="http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/6" target="_blank">http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/6</a></p>
<p>setelah cukup foto2an, ngambil gambar dari segala angle, dang bertingkah<br />
narsis, sekitar 08:30 perjalanan dilanjutkan ke kompleks candi brahu.</p>
<p>**CANDI BRAHU**</p>
<p>sampek di kompleks candi brahu sekitar 08:45. catetan tentang candi brahu<br />
dari brosur sebagai berikut:</p>
<p>Spekulasi sejarawan memunculkan satu asumsi bahwa pintu gerbang tersebut<br />
mengarah ke pusat kerajaan, yang kini dibangun joglo bernama Pendopo Agung,<br />
sebelah selatan gerbang. Spekulasi lain menyatakan jika pusat kerajaan<br />
Majapahit, secara kosmis dan spiritual justru berada di arah yang sedikit<br />
bercabang, yakni di barat laut gerbang yang kini menjadi area ditemukannya<br />
peninggalan terbesar Majapahit, Candi Brahu. Brahu diyakini sebagai sebuah<br />
candi, yang menjalankan fungsi spiritual keagamaan yang mayoritas beragama<br />
Hindu. Di dekat Candi Brahu terdapat reruntuhan pondasi yang ditengarai<br />
sebagai "Siti Hinggil" atau tanah yang dimuliakan (ditinggikan). Itu adalah<br />
bagian hirarkis wajar di kerajaan masa lampau. Oleh karena itu, beberapa<br />
sejarawan berpendapat bahwa area di sekitar Candi Brahu dan Siti Inggil<br />
merupakan pusat spiritual dari kompleks ibukota Majapahit, termasuk upacara<br />
perkuburan bagi empat jenazah raja Majapahit.</p>
<p>foto2 candi brahu:<br />
<a href="http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/8" target="_blank">http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/8</a><br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/8" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/8</a><br />
<a href="http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20" target="_blank">http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20</a></p>
<p>kebetulan pas kita kesana banyak anak2 kecil yg lagi latihan silat, plus ada<br />
kunjungan anak2 pramuka pisan. ternyata kompleks candi ini nggak cuman<br />
eksotis buat tempat foto2an.</p>
<p>beberapa anak yg bernyali ekstra malah sempat adu keberanian manjat dinding<br />
candi sampek masuk ke dalam candi. fyi: dinding yg dipanjat itu tegak 90<br />
derajat dg ketinggian sekitar 3 meter. hehe luar biasa mereka, lha orang2<br />
wisatasurabaya yg udah dewasa aja nggak ada yg berani manjat jee... (ya ya,<br />
termasuk aku juga). sbg reward atas keberanian mereka, ning astri sempat<br />
bagi2 rejeki :D semoga keberanian kalian bermanfaat nak, sapa tau besok<br />
dapet kerjaan jadi stuntman ;)</p>
<p>ini fotonya stuntmen kecil tadi:<br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/15" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/15</a></p>
<p>kalo yg ini foto narsis:<br />
<a href="http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20" target="_blank">http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/20</a></p>
<p>sekitar 09:20 urusan kita di candi brahu selesai. lanjut ke museum, eh, nama<br />
resminya "pusat informasi majapahit" (cmiiw).</p>
<p>**PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT**</p>
<p>parkir di pusat informasi majapahit sekitar 09:30, langsung foto2an bareng<br />
arca-muka-rata hahahaaa...<br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/19" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/19</a><br />
perhatikan kalungnya si arca itu, kalung tengkorak man! whoaa... kalo yg ini<br />
cincha lawra pasti syuka.<br />
<a href="http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/21" target="_blank">http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/21</a><br />
btw gila ya preman jaman dulu itu, nggak pake main2 pisau lipat, tapi serius<br />
pegangannya pentungan batu super gede!</p>
<p>catetan tentang museum dari brosur:</p>
<p>Di depan Segaran adalah Museum Trowulan, tempat artefak-artefak yang<br />
kehilangan akarnya dikumpulkan. Museum ini menjadi pusat informasi dari<br />
seluruh kompleks, termasuk patung batu dan terutama terakota, bahan yang<br />
menjadi signature arsitektur Jawa Timur, pembeda dengan moyang mereka di<br />
Jawa Tengah dan Yogya. Di dalam museum tersebut juga terdapat bukti-bukti<br />
interaksi Majapahit peradaban di luar, dengan diketemukannya bukti gerabah<br />
dan porselen Cina.</p>
<p>masuk museum, nggak boleh foto2. tangan2 juga nggak boleh usil megang<br />
barang2 koleksi museum. kenapa?</p>
<p>pihak pengelola museum terpaksa melarang fotografi di dalem museum dg alasan<br />
keamanan. soalnya kan banyak kasus kriminal pencurian barang2 bersejarah<br />
dan/atau kasus pembajakan (dibikin replikanya) barang2 tadi. dg larangan<br />
foto tadi, diharapkan oknum2 kriminal akan kesulitan mendapatkan informasi<br />
bentuk/rupa barang bersejarah. sayangnya kita yg orang baik2 pun kena<br />
imbasnya, nggak boleh foto2an pisan.</p>
<p>soal larangan megang barang2 tadi, jelas lah, karena sentuhan tangan<br />
pengunjung berpotensi merusak koleksi museum.</p>
<p>tapi hebatnya lobi ning astri, kita sempat dapet ijin moto 2 pasang<br />
lingga/yoni yg kontras. satu pasang masih original. satu pasang lagi sudah<br />
sering dijamah tangan manusia. keliatan banget bedanya. fotonya bisa diliat<br />
disini:<br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/20" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/20</a><br />
foto eksklusif itu. yg sebelah kiri masih original. yg sebelah kanan, jadi<br />
nggilap karena sudah banyak dipegang.</p>
<p>barang2 koleksi pusat informasi majapahit nggak cuman arca2 dari era<br />
majapahit saja. banyak juga artefak dari zaman prehistorik macem kapak dari<br />
batu, fosil tengkorak gajah purba (liat ini aku jadi inget mammoth di ice<br />
age), dll.</p>
<p>disini juga ada beberapa barang yg menarik (buat aku sih menarik): karya<br />
seni terakota, saluran pipa air dari logam (canggih), celengan babi<br />
(celengan sbg implementasi ajaran menabung, dan babi sbg simbol kemakmuran),<br />
prasasti kuno dg font honocoroko, arabic dan traditional chinese. barang2<br />
tsb menunjukkan bahwa pd jaman majapahit sebenernya kebudayaan sudah cukup<br />
modern. sudah kenal sistem irigasi dan pengolahan logam.</p>
<p>aduh, soal ini kok jadi seru gini ya sekarang? padahal di kelas sejarah dulu<br />
bawaannya ngantuk terus! isinya apalan tok :p</p>
<p>di museum ini sebenernya bapak pemandunya sempat banyak sharing pengetahuan<br />
sejarah, tapi sayang space mamori di otakku nggak seberapa lebar, banyak<br />
konsumsi MSG pisan. jadi ya sepurane nek banyak yg kelewatan :D</p>
<p>soal ini moga2 cak hilman bisa banyak melengkapi. soalnya selama di museum<br />
keliatan intim banget sama pak pemandu itu, asik ngobrol dan nempel terus,<br />
ihhiy!</p>
<p>kita lumayan lama belajar di museum, sekitar 10:45 barusan selesai. keluar<br />
museum, perut wes kelaparan. mana panas pula, haus. tujuan berikutnya jelas<br />
= makan siang. eh, tapi nggak lupa foto2an dulu di museum. liat betapa<br />
konyolnya orang2 ini:<br />
<a href="http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/21" target="_blank">http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/21</a></p>
<p>**SAMBEL WADER dan KOLAM SEGARAN**</p>
<p>situs warung wader goreng ini nggak jauh dari museum, di pojok'an kolam<br />
segaran. menunya: ikan wader dan ayam kampung goreng yg disajikan dg sambel<br />
penyetan. karena pesenannya banyak, kita lumayan lama nunggu wader/ayam-nya<br />
mateng. selama nunggu, disempatkan nengok pinggiran kolam segaran. catetan<br />
tentang kolam segaran dari brosur:</p>
<p>Ciri keagungan lainnya muncul dari legenda folklor tetang Kolam Segaran.<br />
Sebuah situ yang berada sejalur dengan poros Gerbang - Pendopo Agung. Situ<br />
ini konon merupakan temat para pembesar kerajaan menjamu para tamunya dalam<br />
sebuah resepsi. Folklor yang paling tenar adalah konon, para pembesar<br />
Majapahit akan membuang tupperware mereka yang terbuat dari logam mulia ke<br />
Kolam Segaran untuk menunjukkan ke-gemahripah-an kerajaan agung Jawa<br />
tersebut. Entah fakta atau maya. Tetapi, ada teori lain yang mengemukakan<br />
jika Kolam Segaran merupakan reservoir cadangan air kota, bukti sistem<br />
irigasi yang dirancang para urban planner Majapahit untuk menjamin "ke-gemah<br />
ripah-an" negara mereka yang lekat dengan pertanian. Korelatif memang,<br />
ketika di sekitarnya masih banyak ditemukan sisa kanal-kanal pengairan yang<br />
terhubung dengan sungai Brantas.</p>
<p>foto2 kolam segaran:<br />
<a href="http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/24" target="_blank">http://hilmantaofani.multiply.com/photos/photo/29/24</a><br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/24" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/24</a></p>
<p>kurang lebih 10:55 makanan baru tersaji di meja lesehan. ayam kampung<br />
gorengnya keliatan menggiurkan! tapi nggak sepiro empuk katanya mbok de. aku<br />
nggak ikutan makan ayam, aku order ikan wader yg ternyata... tergoreng<br />
garing, kriuk, gurih. tersaji bareng ulekan sambel di cobek tanah liat<br />
(jangan2 ini artefak kuno pisan?). eh nggak cuman ikan wader, disitu<br />
tercampur juga gorengan udang kecil2. apalagi dimakan bareng nasi yg anget,<br />
punel, dg porsi yg mengenyangkan. oh, yummy!</p>
<p>foto2nya kayak gini nih:<br />
<a href="http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/23" target="_blank">http://mimimama.multiply.com/photos/photo/44/23</a><br />
<a href="http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/27" target="_blank">http://geewaq.multiply.com/photos/photo/32/27</a></p>
<p>selesai makan sekitar 11:50, lanjut jalan lagi menuju candi tikus. selama<br />
perjalanan, ternyata banyak yg bobo di bis, hehe. soale tadi kepanasan, dg<br />
situasi perut kenyang, apalagi ditiup angin sejuk dari AC, wueehhh...<br />
zzzzz...<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Monkasel]]></title>
<link>http://dolansuroboyo.wordpress.com/2007/08/04/monkasel/</link>
<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 00:45:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Astri</dc:creator>
<guid>http://dolansuroboyo.id.wordpress.com/2007/08/04/monkasel/</guid>
<description><![CDATA[Monkasel atau Monumen Kapal Selam yang terletak di Jl. Pemuda, di pinggir Kali Mas, Surabaya, merupa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Monkasel atau Monumen Kapal Selam yang terletak di Jl. Pemuda, di pinggir Kali Mas, Surabaya, merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di tengah kota Surabaya. Monkasel ini dibuat dari kapal selam yang pernah digunakan oleh TNI AL, yaitu KRI Pasopati dengan nomor 410. Kapal selam jenis SS tipe Whisky Class buatan Rusia tahun 1952 ini mulai dipakai  TNI AL sejak tahun 1962 dan berakhir pada tahun 1987. Kapal Selam ini sempat dipakai dalam beberapa operasi di antaranya untuk merebut Papua dan Timor Timur (yang sekarang sudah lepas lagi).<br />
<!--moreLebih lanjut lagi...--></p>
<p><a href="http://dolansuroboyo.wordpress.com/?attachment_id=12" rel="attachment wp-att-12" title="monkasel.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://dolansuroboyo.wordpress.com/?attachment_id=12" rel="attachment wp-att-12" title="monkasel.jpg"><img src="http://dolansuroboyo.wordpress.com/files/2007/08/monkasel.jpg" alt="monkasel.jpg" /></a></p>
<p>Untuk memasuki lokasi Monkasel, kita harus membayar tiket masuk sebesar 5000 rupiah per orang yang dapat digunakan untuk memasuki kompleks Monkasel, masuk ke dalam Monkasel dan menonton Video Rama mengenai sejarah Monkasel.</p>
<p>Di dalam Monkasel sendiri, kita akan dapat melihat bagian dalam kapal selam, yang sudah diperbaiki dan tetap mempertahankan bentuk aslinya, seperti Perwira Lounge, Ruang Bintara/ Tamtama, kabin kapten yang alamak kecil sekali (kayaknya saya gak akan muat di sana), Pusat Informasi Tempur, Ruang Torpedo, dan bahkan ada Periskop yang masih bisa digunakan untuk melihat Jl. Pemuda.<br />
Ruangan2 yang relatif kecil, membuat saya berpikir, apakah mereka tidak merasa sumpek ya di sana? Kayaknya orang yang punya fobia di ruang tertutup (<em>claustrophobic</em>) gak bisa bergabung jadi awak kapal selam. Belum lagi untuk berpindah antar ruang harus melewati pintu berbentuk bulat yang sangat kecil dan rendah sehingga untuk mengunjungi Monkasel ini tidak dianjurkan memakai rok.<br />
Oya, saat pertama kali dibuka, ruangan di dalam monkasel terasa sejuk dengan pendingin ruang meskipun dengan banyak orang di dalamnya, tetapi saat saya mengunjungi Monkasel beberapa hari yang lalu, tidak semua pendingin ruangannya berfungsi sehingga terasa panas meskipun yang datang hanya kami berdua.</p>
<p>Setelah keluar dari Monkasel, kami berpindah tempat untuk menyaksikan Video rama yang berdurasi 17 menit. Sebenarnya, pemutaran Video rama memiliki jadwal tetapi karena yang datang hanya kami berdua, maka kami tidak perlu menunggu jadwal pemutaran video berikutnya.<br />
Secara umum, video ini berisi mengenai sejarah singkat divisi (bener gak nyebutnya) Kapal Selam TNI AL yang  berpusat di Surabaya. Jumlah kapal selam yang pernah dimiliki TNI AL sebanyak 10 buah dan salah satunya adalah KRI Pasopati ini.<br />
Melihat video ini membuat rasa kagum atas para anggota TNI AL dalam menjalankan tugasnya menjaga negara. Apalagi dengan motonya yang dibahasaindonesiakan menjadi Tabah sampai Akhir. Agak2 merinding gimana gitu lho... Apalagi  kita sudah jarang melihat film2 perjuangan, banyaknya nonton sinetron atau film bioskop.</p>
<p>Di bagian luar monkasel ini terdapat kafe yang menghadap Kali Mas yang tumben pada hari itu gak terlalu bau dan kotor :), panggung hiburan yang ternyata digunakan untuk pentas dangdut :(  sayang banget ya... Tapi mungkin hal ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan ke sana.<br />
Hanya saja sayang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan bahari yang mungkin lebih dapat meningkatkan pengetahuan, rasa nasionalisme, dan kebanggan masyarakat Surabaya atas monumen ini.<br />
Mungkin salah satu tugas milis <a href="http://groups.yahoo.com/group/wisatasurabaya">wisatasurabaya</a> kali ya....</p>
<p>gambar: Surabayatourism.com</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
