<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>money-mngt &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/money-mngt/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "money-mngt"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 04:44:38 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Menanyakan manfaat Diversifikasi]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/06/23/menanyakan-manfaat-diversifikasi/</link>
<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 08:44:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.id.wordpress.com/2007/06/23/menanyakan-manfaat-diversifikasi/</guid>
<description><![CDATA[Anda sering mendengar ungkapan seperti : &#8220;Jangan taruh telur-telur di satu keranjang.&#8221; J]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Anda sering mendengar ungkapan seperti : "Jangan taruh telur-telur di satu keranjang." Jika keranjang itu jatuh, maka semua telur akan pecah.</p>
<p>Dari contoh tersebut, diversifikasi (menyebar investasi kita ke berbagai aset) terlihat memiliki manfaat yang jelas. Kalau kita taruh telur-telur di berbagai keranjang, maka jika satu keranjang jatuh, paling tidak masih ada telur yang selamat.  OK!</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dilihat dari segi yang lebih jeli, diversifikasi seharusnya tidak sesimpel menyebar dana kita ke berbagai aset. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harry_Markowitz">Markowitz</a> adalah seorang pelopor dalam usaha untuk melihat diversifikasi secara lebih jeli. Tanpa membahas secara teknis, intinya Markowitz melihat bahwa dalam proses diversifikasi kita harus menyadari bahwa keranjang-keranjang yang tersedia itu berbeda-beda karakteristiknya. Manfaat diversifikasi akan terasa jelas bila keranjang tersebut jelas berbeda, atau lebih bagus lagi bila sumber resikonya berlawanan. Meskipun demikian, kerja Markowitz hanya merupakan bibit dari berbagai perbaikan yang muncul setelahnya.</p>
<p>Contoh simpel: Diversifikasi dengan membeli saham Exxon Mobil (penjual minyak) dan saham Shell (penjual minyak juga) akan kurang efektif dibanding misalnya membeli saham Exxon Mobil dan saham Google (internet). Bila, harga minyak jatuh, kemungkinan besar Exxon dan Shell akan sama-sama jatuh.</p>
<p>Salah satu hasil penting dari studi tentang manfaat diversifikasi adalah semakin berkurangnya tambahan manfaat diversifikasi bila aset yang dimasukan semakin banyak! Contoh:</p>
<ul>
<li>1 (aset baru) + (1 aset lama) =&#62;  manfaat dari tambahan 1 aset baru sangat terasa.</li>
<li>1 (aset baru) + (20 aset lama) =&#62; manfaat dari tambahan 1 aset baru sudah tidak begitu terasa.</li>
</ul>
<p>Dari segi praktis, diversifikasi juga sulit tercapai bila dana yang ada sedikit.</p>
<p>Yang lebih penting, manfaat diversifikasi juga datang dengan kerugian tertentu yaitu mengikat kaki kita dari kemungkinan untuk memperoleh keuntungan yang besar dari <em>winning trades</em>.</p>
<p>Kalau Anda memang memang memiliki kemampuan, maka kerugian dari diversifikasi mungkin lebih besar dari keuntungannya. <em>As Warren Buffet puts it: "Diversification is a tool for the fool." But it was a valuable tool indeed.</em></p>
<p>Lebih jauh lagi, mungkin kita perlu berpikir lebih luas dari pada diversifikasi dari segi aset. Mungkin kita harus berpikir tentang diversifikasi dari segi strategi ataupun horizon investasi.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Uang sebesar ini diapakan? [Updated]]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/06/15/rp-10rb-jajan-rp-100rb-belanja-rp-1jt-tabung-rp-10jt-dana-reksa-rp-100jt-saham-rp-1m-sahamobligasi-rp-10m-sahamobligasi-globalrp-100m-sahamobl/</link>
<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 05:18:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.id.wordpress.com/2007/06/15/rp-10rb-jajan-rp-100rb-belanja-rp-1jt-tabung-rp-10jt-dana-reksa-rp-100jt-saham-rp-1m-sahamobligasi-rp-10m-sahamobligasi-globalrp-100m-sahamobl/</guid>
<description><![CDATA[Kalau Anda punya sisa uang:

Rp 10rb =&gt; Buat jajan saja,
Rp 100rb =&gt; Belanjakan saja,
Rp 1jt =]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda punya sisa uang:</p>
<ol>
<li>Rp 10rb =&#62; Buat jajan saja,</li>
<li>Rp 100rb =&#62; Belanjakan saja,</li>
<li>Rp 1jt =&#62; Tambahkan ke tabungan,</li>
<li>Rp 10jt =&#62; Belilah Reksadana,</li>
<li>Rp 100jt =&#62; Belilah beberapa saham unggulan. Tidak perlu cek perkembangan harganya setiap hari. Teruskan aktivitas Anda yang lain,</li>
<li>Rp 1M =&#62; Belilah saham-saham yang lebih bervariasi. Taruhlah sebagian dana untuk membeli SUN, properti, dll.</li>
<li>Rp 10M =&#62; Belilah saham-saham dari berbagai pasar di seluruh dunia. Dunia hedge fund mulai membuka pintu untuk Anda.</li>
<li>Rp 100M =&#62; Seperti di atas +  bangunlah pabrik di Indonesia!,</li>
<li>&#62; Rp 1T =&#62; Seperti di atas +  Bangunlah pabrik-pabrik di berbagai negara.</li>
</ol>
<p><u>Jangan protes dulu</u>:</p>
<p><!--more--></p>
<ul>
<li> <em>"Rp 100rb juga udah bisa buat nabung"</em>. Iya, Rp 100rb dah bisa buat mulai nabung.</li>
<li><em>"Buat pabrik kan tergantung dari pabrik apa yang akan dibangun! Saya mendirikan usaha genteng cukup Rp 50 juta kok!"</em>. Iya.</li>
<li><em>"Saya bermodal 10 juta sudah bermain saham dan selama ini untung terus kok!". </em>Iya, bagus! Artikel di sini buat kita-kita yang tidak merasa bisa membeli saham yang akan selalu naik terus.</li>
<li><em>"Kok nggak disebutkan valas, derivatives, properti, dan aset-aset lainnya?"</em> Biar simpel saja. Setelah melewati batas no 5 atau 6, sudah bisa membeli aset-aset ini.</li>
<li><em>"Angka-angka yang dicantumkan terkesan asal-asalan."</em>. Iya, benar. Ini tidak berdasarkan riset ilmiah. Angkanya asal, tapi urutan besarannya tidak.</li>
<li><em>"Saya tidak suka berinvestasi di aset finansial. Saya lebih suka berinvestasi langsung dengan membuka usaha"</em>. Bagus bos! Di sini, kita mencoba untuk tidak menutup mata terhadap kemungkinan berinvestasi di sektor finansial juga.</li>
</ul>
<p>Apa yang ingin saya sampaikan adalah <u><em>bagaimana kita menggunakan sisa uang kita tergantung dari seberapa besar dana itu</em></u>! "Itu sih <em>common sense</em>!". Seharusnya seperti itu. Tapi kadang-kadang kita tidak selalu berpikir seperti itu.</p>
<p>Apa pertimbangan dari "rekomendasi" di atas? Ada 5 hal utama:</p>
<ol>
<li><u>Biaya transaksi</u>. Semakin kecil dana yang diinvestasikan, semakin besar biaya transaksi suatu investasi jika dilihat sebagai persentase dana. Biaya transaksi di sini bukan hanya dalam bentuk <em>fee </em>yang dibayarkan, tapi juga dalam bentuk waktu terbuang, biaya untuk meneliti kelayakan investasi, dsb.</li>
<li><u>Variasi peluang investasi</u>. Semakin besar dana, semakin bervariasi peluang investasi yang terbuka.</li>
<li><u>Kapasitas sumber investasi untuk memberi imbal hasil</u>. Semakin besar dana yang ditaruh, semakin kecil peluang keuntungan yang bisa diambil (margin usaha kalau dilihat dari sektor riil / atau <em>market inefficiency</em> kalau dilihat dari pasar modal ) dari investasi tersebut. Contoh sektor riil: kalau buka 1 warnet untung Rp 1 juta di daerah A, membuka 10 warnet kemungkinan besar tidak bisa untung Rp 10 juta di daerah A. Contoh pasar modal: semakin banyak orang yang menggunakan strategi yang sama, maka kemungkinan keuntungan dari strategi itu akan berkurang.</li>
<li><u>Diversifikasi</u>. Semakin besar dana, semakin logis untuk berdiversifikasi (karena poin 3). Kalau dananya kecil, diversifikasi kurang logis bila proses pemecahan dana mengakibatkan berkurangnya kesempatan investasi yang ada (lihat poin 2).</li>
<li><u>Kapasitas kita untuk bisa bertahan</u>. Dalam berinvestasi, sebagaimanapun hebatnya Anda, akan ada masa-masa dimana kita kurang beruntung. Jika kantongnya tebal, kita akan bisa melewati masa-masa sulit itu. Selain besarnya dana, kemampuan untuk bertahan juga bergantung seberapa bijak kita dalam mengatur berbagai posisi investasi kita. Bagi yang tertarik, silakan mencari artikel tentang <em>probability of ruin</em>.</li>
</ol>
<p>Kita lihat kembali:</p>
<ol>
<li>Rp 10rb =&#62; Sulit untuk mencari investasi dengan biaya transaksi yang kecil untuk uang sebesar ini. Misalnya Anda ingin menabung, untuk pergi ke Bank saja butuh bensin yang kalau dihitung dari segi persentase akan cukup signifikan. Lebih baik buat beli Bakso di sekitar Anda.</li>
<li>Rp 100rb =&#62; Biaya transaksi masih relatif besar. Lebih baik dikonsumsi saja.</li>
<li>Rp 1jt =&#62; Mulailah untuk menaruh di bank. Resiko kecil, bunga kecil, tapi aman. Tujuannya hanya untuk mengumpulkan modal.</li>
<li>Rp 10jt =&#62; Belilah Dana Reksa Campuran dari manajer investasi terpercaya dengan biaya yang murah dan transparan. Kenapa reksa dana? Karena reksa dana memungkinkan kita untuk berpartisipasi terhadap naiknya harga-harga saham secara keseluruhan. Kenapa tidak langsung beli sahamnya? Kalau Anda belum begitu kenal dengan pasar saham, dengan uang sebesar itu, kemungkinan besar Anda hanya akan bisa membeli saham dari segelintir perusahaan saja. Dengan mengambil posisi di segenlintir saham yang Anda tidak begitu pahami, Anda mengambil <em>company specific risks</em>. Kemungkin terjadinya skandal atau bangkrutnya suatu perusahaan tidaklah kecil. Kalau ternyata saham yang Anda beli merupakan saham dari perusahaan yang akan bangkrut, maka efeknya ke dalam keseluruhan dana Anda akan terasa sekali. <u>Apa nilai tambah reksadana yang dikelola oleh seorang manajer yang bagus dengan biaya yang murah dan posisi transparan?</u> Nilai tambah reksadana yang paling utama, menurut saya, adalah memungkinkan Anda untuk meminimalisir <em>company specific risks </em>dengan biaya yang murah. Kenapa bisa begitu? Karena reksa dana mengumpulkan dana dari berbagai nasabah yang kalau dijumlah totalnya besar dan bisa disebar ke berbagai saham. Dengan dana yang besar, seorang manager yang bagus harusnya bisa menawar ke broker untuk menurunkan biaya jual beli saham. Penurunan biaya ini seharusnya juga terasa ke nasabah.</li>
<li>Rp 100jt =&#62; Dengan uang sebesar ini, Anda sudah bisa membeli beberapa saham unggulan. Biaya transaksi saham juga menjadi tidak terlalu signifikan dari segi persentase. Broker memberikan biaya transaksi yang lebih murah kalau jumlah saham yang diperjualbelikan besar. Anda tidak perlu mengecek perkembangan harga saham-saham yang Anda beli setiap hari. Teruskan aktivitas Anda yang lain.</li>
<li>Rp 1M =&#62; Dengan dana sebesar ini, Anda sudah bisa merambah pasar-pasar aset lain, seperti surat hutang negara, properti, dll.</li>
<li>Rp 10M =&#62; Saatnya bagi Anda untuk membeli aset-aset dari pasar di seluruh dunia. Saatnya menggunakan resources untuk tidak membatasi investasi Anda di Indonesia. Membatasi lingkup investasi sama saja mengebirikan kemampuan kita. Banyak kesempatan lain di negara-negara maju ataupun berkembanga di seluruh dunia. Dengan uang sebesar itu, berlangganan Bloomberg, dan media research lainnya menjadi tidak terlalu signifikan.</li>
<li>Rp 100M =&#62; Selain aset-aset finansial, saatnya mengalokasikan dana untuk mengembangkan sektor riil. Bangunlah pabrik di Indonesia! Bangunlah pabrik untuk membantu sektor riil kita. :D</li>
<li>&#62; Rp 1T =&#62; Bangun pabrik-pabrik di berbagai negara. Ternyata negara lain bisa membuat sepatu dengan harga lebih murah. Kenapa nggak buka pabrik sepatu di sana saja? Dengan dana sebesar ini, biaya untuk melakukan riset kelayakan usaha di negara lain menjadi tidak terlalu besar.</li>
</ol>
<p>Sekarang silakan protes.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ph.D.s &amp; Money Management (Part 2: Berapa % dari aset Anda yang harus ditaruh?)]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/05/02/phds-money-management-berapa-dari-aset-anda-yang-harus-ditaruh-penting/</link>
<pubDate>Wed, 02 May 2007 17:58:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.id.wordpress.com/2007/05/02/phds-money-management-berapa-dari-aset-anda-yang-harus-ditaruh-penting/</guid>
<description><![CDATA[Misalkan Anda dihadapkan pada kesempatan investasi sebagai berikut:

Bila sukses -&gt; Untung sebesa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Misalkan Anda dihadapkan pada kesempatan investasi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bila sukses -&#62; Untung sebesar dana yang ditaruh. W = 1</li>
<li>Bila gagal    -&#62; Rugi juga sebesar dana yang ditaruh. L = 1</li>
<li>Kemungkinan sukses 60%. P = 0.6</li>
<li>Kesempatan ini selalu ada, Anda bisa mengulang-ulangnya.</li>
</ul>
<p>Pertanyaan: Berapa % dari uang Anda yang akan ditaruh di setiap kesempatan ini? Asumsinya nggak ada kesempatan investasi di tempat lain.</p>
<p>Isu:</p>
<ul>
<li>Jika ditaruh terlalu banyak, ada kemungkinan anda kurang beruntung dan uangnya cepat terkuras. Misal Anda taruh 100% dari uang Anda. Ada 40% kemungkinan uang Anda langsung lenyap. Ini bukan kemungkinan yang kecil!!</li>
<li>Jika ditaruh terlalu kecil, modal tidak akan tumbuh dengan cepat.</li>
</ul>
<p>Kelly menjawab pertanyaan tersebut dalam artikel ilmiahnya.  Jawabannya simpel: taruhlah</p>
<p><!--more--></p>
<p align="center"><font size="+1">P - (1-P)/(W/L)<strong> </strong></font></p>
<p>dari uang Anda yang tersisa di setiap kesempatan! Untuk kasus kita, taruhlah kira-kira 20% dari jumlah uang yang ada. Dengan menaruh angka ini, Anda akan mengalahkan 95% PhDs yang rugi dalam permainan ini &#60;mungkin mereka gak dikasih waktu buat corat-coret dulu :P&#62;.</p>
<p align="center"><a href="http://ihedge.files.wordpress.com/2007/05/kelly.png" title="Kelly"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ihedge.files.wordpress.com/2007/05/kelly.png" title="Kelly"><img src="http://ihedge.files.wordpress.com/2007/05/kelly.png" alt="Kelly" height="326" width="437" /></a></p>
<p>Gambar di atas mengilustrasikan perkembangan dari $100 bila ditanamkan ke kesempatan ini berkali-kali (453 kali) dan setiap kali permainan ditaruh 20% dari dana yang tersedia. Karena kita berbicara tentang sesuatu yang tidak pasti, saya ilustrasikan 10 kemungkinan path yang bisa ditempuh. Ke-10 paths semuanya cenderung naik ke atas.</p>
<p>Kalau ingin bermain-main dengan simulasi di atas, bisa dicoba di <a href="http://www.alwayshedge.com/">http://www.alwayshedge.com</a>. Di Wordpress gak bisa pasang Applet kayaknya.</p>
<p>Pertanyaan tentang seberapa besar uang yang harus ditanamkan adalah satu isu utama yang selalu harus dijawab oleh orang yang berinvestasi, entah apapun itu wujud investasinya. Anda bisa mengira-ngira berapa % kemungkinan sukses, berapa banyak yang akan anda dapat kalau sukses, dan berapa besar rugi yang mungkin didera.</p>
<p>Apalagi yang bisa kita petik dari kasus ini?</p>
<ul>
<li><strong>Jangan berjudi!! </strong>Di sini saya mendefinisikan judi sebagai semua kesempatan di mana W*P &#60; (1-P) * L.</li>
<li>Jangan hanya melihat kemungkinan untung (P). Jangan hanya melihat seberapa besar kalau untung (W/L) . Lihatlah dua-duanya!</li>
<li>Kedua komponen itu adalah inti dari karakteristik sebuah strategi investasi. Apapun caranya, di aset apapun, di pasar manapun =&#62; yang penting tanyakan P dan W/L.</li>
<li>Seberapa simpelnya suatu strategi, kalau P dan W/L bagus, jangan menutup mata! Seberapa rumitnya suatu strategi (semakin rumit semakin bingung kliennya), kalau P dan W/L jelek, cari kesempatan lain.</li>
<li>Kalau kita<strong> nggak tahu </strong>berapa P dan W/L-nya<strong>, jangan ikut-ikutan!!</strong></li>
</ul>
<p>NB: Yang mau baca artikel Kelly bisa diliat <a href="http://www.racing.saratoga.ny.us/kelly.pdf">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ph.D.s &amp; Money Management (Kegagalan mereka)]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/05/01/phds-money-management-kegagalan-mereka/</link>
<pubDate>Tue, 01 May 2007 08:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.id.wordpress.com/2007/05/01/phds-money-management-kegagalan-mereka/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan di bawah ini diambil dari website TurtleTrader. Mereka adalah sekelompok trend following  tr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan di bawah ini diambil dari website <a href="http://turtletrader.com/phds.html">TurtleTrader</a>. Mereka adalah sekelompok <em>trend following  traders</em>.</p>
<p>Cerita ini menunjukkan pentingnya <em>money management</em> dalam proses berinvestasi.</p>
<p>Bahkan PhDs pun gagal :P. Kita akan bahas konsep yang simpel tapi sangat penting: Berdasarkan kasus cerita ini, berapakah modal yang harus mereka tanamkan setiap kali mereka bermain permainan ini untuk memaksimalkan rata-rata nilai di akhir permainan.</p>
<p><!--more--></p>
<blockquote><p>A recent experiment was conducted involving forty people with Doctorate Degrees. Their Ph.D.s were not in mathematics, but all were in traditional areas of academic endeavor. The doctorates were given a computer game to trade. They started with $10,000 and were given 100 trials playing a game in which they would win 60% of the time. When they won, they won the amount of money they risked in that trial. When they lost, they lost the amount of money they risked in that trial.How many Ph.D.s made money at the end of the experiment? Two. The other 38 lost money. 95% of these very academically smart people lost money playing a game in which the odds of winning were better than any odds in Las Vegas. Why did they lose?</p>
<p>They lost because of poor money management. For example, if you start out risking $1,000 and lose 4 times in a row, you are now down to $6000. You might be thinking, I am due for a win now. But that's nonsense since your chances of winning are and will always be 60%!</p>
<p>Even though your chances of winning are still 60%, let's say you decide to double your bet size since you are due now. You lose again and you're down 60% now. If you keep thinking you’re due for a win you will soon be broke with any potential recovery vanished.</p>
<p>Good money management is fundamental to avoiding disasters like this one.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
