<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>menkeu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/menkeu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "menkeu"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 01:28:52 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[The Real Wonder Women]]></title>
<link>http://ariaturns.wordpress.com/?p=467</link>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 15:24:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aria Turns</dc:creator>
<guid>http://ariaturns.id.wordpress.com/2008/10/10/the-real-wonder-women/</guid>
<description><![CDATA[
Baru aja buka detik.com, ternyata ada berita yang bikin saya kaget, Ibunda Menteri keuangan Kita me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-468" title="srimulyani" src="http://ariaturns.wordpress.com/files/2008/10/srimulyani.jpg" alt="" width="336" height="368" /></p>
<p>Baru aja buka detik.com, ternyata ada berita yang bikin saya kaget,<a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/10/10/210210/1018437/68/sri-mulyani-ditinggalkan-ibunda"> Ibunda Menteri keuangan Kita meninggal dunia</a>. Saya mengucapkan bela sungkawa dan turut berduka cita.</p>
<p>Padahal kita semua tahu, Bu menkeu sedang pusing tujuh keleiling menghadapi Krisis Finansial, Beliau adalah ujung tombak Negeri ini dalam mengadapi badai finasial yang melanda saat ini, Seharusnya pada saat seperti ini lah Beliau mendapat dukungan dan doa dari orang-orang yang dicintainya, Tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan memanaggil pulang Ibunda Menkeu.</p>
<p>Woow bisa kalian bisa bayangin perasaan beliu saat ini? Lagi pusing-pusingnya mikirin krisis finansial eh Ibunya dipanggil yang kuasa.</p>
<p>Dari dulu mengagumi beliau tapi dengan kejadian ini saya merasa Tuhan hendak menempa beliu untuk menjadi "The Real Wonder Women"</p>
<p><!--more--></p>
<p>Entah kenapa saya punya feeling, "she will become our next President" jelas bukan pada pemilu tahun 2009 mungkin pemilu 2014 atau 2019.</p>
<p>Krisisis Finansial ini adalah ujian terberat beliau sebagai Menteri tapi jika beliau bisa melewatinya maka jalan menduduki posisi diatas menteri akan terbuka lebar..</p>
<p>Sekali lagi saya mengucapkan <em>Innalilahi wa inna Lil lahi Ro ji'un</em> turut berduka cita dan berbela sungkawa semoga Ibu tabh dan bisa (saya yakin bisa) menyelamatkan Indonesia dari Krisis..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cermat Memanfaatkan THR]]></title>
<link>http://ibuibu.wordpress.com/?p=46</link>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 13:22:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusuf313</dc:creator>
<guid>http://ibuibu.id.wordpress.com/2008/09/22/cermat-memanfaatkan-thr/</guid>
<description><![CDATA[Lebaran sebentar lagi. Pastinya Anda sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mempersiapkannya. Sep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><a href="http://ibuibu.files.wordpress.com/2008/09/ketupat-lebaran.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-47" title="ketupat-lebaran" src="http://ibuibu.wordpress.com/files/2008/09/ketupat-lebaran.jpg?w=128" alt="" width="128" height="85" /></a>Lebaran sebentar lagi. Pastinya Anda sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mempersiapkannya. Seperti biasa, pengeluaran menjelang hari raya pasti akan lebih besar daripada hari-hari biasa. Untuk itulah semua perusahaan memberikan tunjangan hari raya, atau yang biasa kita kenal dengan THR untuk para karyawannya. <!--more--></p>
<p>Namun, seringkali bonus tahunan ini menjadi sia-sia karena penggunaannya yang tidak tepat. Padahal, jika tepat guna bukan tidak mungkin Anda memiliki uang tambahan yang bisa ditabung untuk keperluan lain sesudah hari raya. Lalu, apa yang harus dilakukan agar bisa menggunakan THR dengan tepat? Berikut beberapa tipnya.</p></div>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Menu makanan dan minuman untuk hari raya biasanya berbeda dari hari-hari biasanya. Yang harus diingat adalah, jangan berlebihan dalam penyediaannya. Perkirakan berapa jumlah orang yang akan menjadi tamu Anda, lalu sediakan porsi makanan dan minuman yang sesuai dengan jumlah tamu. Siapkan porsi cadangan untuk tamu-tamu yang tak terduga. Dengan begini, tak akan ada makanan yang terbuang sia-sia karena jumlahnya yang berlebihan.</li>
<li>Lebaran identik dengan baju baru. Bagi Anda yang sudah memiliki anak, pastinya berbelanja baju lebaran menjadi sebuah keunikan tersendiri. Ingat, tetap perhitungkan semua kebutuhan anak-anak, agar tidak kalap ketika berbelanja. Beri pengertian pada anak-anak Anda, bahwa berhari raya bukan berarti berfoya-foya. Tidak semua barang harus baru, yang penting bersih dan rapi. Tanamkan pengertian ini sedini mungkin pada anak-anak agar mereka tidak memiliki sikap boros.</li>
<li>Sudah jadi tradisi juga, jika lebaran tiba Anda dan keluarga juga ditinggalkan oleh asisten rumah tangga pulang ke kampung halamannya. Daripada menyewa pembantu infal yang biasanya harus dibayar jauh lebih mahal daripada tarif yang normal, lebih baik memberdayakan seluruh anggota keluarga yang ada di rumah. Bagi tugas dengan seluruh anggota keluarga yang lain. Jika anak-anak Anda sudah cukup besar, delegasikan tugas-tugas yang bisa mereka kerjakan. Dengan begini, Anda bisa berhemat cukup banyak.</li>
</ul>
<div style="text-align:justify;">Nah, jika semuanya direncanakan dengan baik, dan dipergunakan sebagaimana mestinya, THR pun tidak akan habis dengan sia-sia dan bisa memberikan tambahan untuk tabungan Anda.</div>
<div style="text-align:justify;">Oleh:Regina Heskia Panontongan</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Sumber: Media Indonesia, 15-09-2008</em></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengelola uang THR]]></title>
<link>http://ibuibu.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 10:42:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusuf313</dc:creator>
<guid>http://ibuibu.id.wordpress.com/2008/09/18/mengelola-uang-thr/</guid>
<description><![CDATA[oleh : Mike R. Sutikno
Walaupun ibadah puasa baru kita jalani selama beberapa hari, banyak orang sud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="penulis" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">oleh : Mike R. Sutikno</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun ibadah puasa baru kita jalani selama beberapa hari, banyak orang sudah tidak sabar menunggu Lebaran dan mulai menghitung mundur datangnya hari yang Fitri. Jika pada awal bulan puasa kita ribut mengenai persiapan berpuasa, maka hari-hari sesudahnya perhatian kita tertuju pada persiapan Lebaran. <!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Apalagi harga berbagai barang kebutuhan dapur hampir selalu naik tiap kali menjelang Lebaran. Untuk jumlah belanjaan yang sama, Anda mungkin harus membayar lebih banyak. Tidak heran sejumlah orang memilih berbelanja lebih banyak dalam skala grosir sebelum bulan puasa untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Lebaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian yang lain dengan dana terbatas lebih memilih untuk berbelanja keperluan Lebaran setelah mendapat THR. Apa pun cara yang dipakai, intinya anggaran belanja keluarga harus diatur sedemikian rupa untuk menunjang berbagai pengeluaran selama masa pra dan pasca bulan puasa ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siklus 10 harian </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari puasa mengandung tiga keistimewaan. Ada rahmah di awalnya, maghfirah di pertengahannya dan pembebasan dari neraka di akhirnya. Maka kaum muslimin sangat dianjurkan untuk meningkatkan ibadah mereka karena kualitas pahalanya yang lebih tinggi berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara keuangan pun terdapat tiga keunikan yang walaupun bukan merupakan suatu keistimewaan, menggambarkan kecenderungan orang dalam menggunakan uang pada bulan puasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sepertiga waktu di awal bulan puasa dapat dikatakan masa penyesuaian fisik di mana pola makan dan jam tidur berkurang namun aktivitas fisik bertambah. Anda harus tetap bekerja sepanjang hari, bahkan pada malam hari masih melakukan ritual salat Tarawih.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa ini euforia bulan puasa masih sangat terasa. Orang-orang yang berpuasa terlihat lesu pada siang hari. Anda dengan mudah dapat menemukan mereka sedang terkantuk-kantuk di musalla atau sedang menghabiskan waktu di mal.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang sore barulah kehebohan membeli berbagai macam hidangan berbuka puasa dimulai. Semua pengeluaran dadakan akibat berpuasa jadi legitimasi sebagai kompensasi menahan hawa nafsu sepanjang hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sepertiga waktu di tengan bulan puasa adalah masa sosial. Secara fisik berpuasa tidak lagi memberatkan karena tubuh sudah terbiasa, orang terlihat lebih ceria dan siap bersosialisasi. Acara buka puasa bersama pun makin marak, tidak hanya di masjid dan panti asuhan tetapi juga terlihat di antrean panjang di berbagai restoran favorit di mal. Bukan cuma kalangan pejabat yang memanfaatkan momentum bulan puasa untuk unjuk gigi, melainkan siapa pun juga bisa turut serta bersafari Ramadan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sepertiga waktu pada akhir bulan puasa perhatian orang mulai fokus pada persiapan Lebaran. Begitu banyak yang harus dipenuhi, beli baju baru, kue, mengecat rumah, membayar zakat, sampai acara mudik. Semuanya membutuhkan uang yang tidak sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang kebutuhan yang besar ini akhirnya menyebabkan hari raya yang seharusnya penuh kegembiraan juga dirundung berbagai masalah keuangan. Biasanya orang langsung ingat belanja, sekaligus memanfaatkan kesempatan diskon di berbagai pusat perbelanjaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Konsep THR</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan soal harga naik menjelang Lebaran saja yang bisa membuat pengeluaran bertambah, juga jumlah belanjaan yang cenderung lebih banyak. Hal ini disebabkan kebutuhan yang bertambah. Kita tidak hanya berbelanja untuk pengeluaran bulan puasa tetapi juga Lebaran. Hal ini bisa berpotensi membuat pengeluaran membengkak.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya ada pemberian tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan kepada karyawan. Namun, tidak semua orang mendapatkannya, seperti wirausahawan dan pekerja mandiri. Sebaliknya, beberapa dari Anda mungkin malah harus membayar THR kepada orang lain sebab ada orang yang bekerja untuk Anda baik secara profesional maupun untuk urusan domestik seperti pembantu rumah tangga dan pengasuh anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Lucunya THR ini sering diplesetkan menjadi tunjangan hari Ramadan, karena THR seringkali tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kebanyakan orang mencampuradukan pengeluaran rutin bulan puasa dengan pengeluaran hari raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah Anda menerima THR atau justru membayar THR yang perlu diketahui adalah bahwa THR sebenarnya diberikan untuk alasan khusus tertentu yaitu untuk memenuhi pengeluaran aktivitas perayaan Lebaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa adanya hari raya ini kemungkinan besar Anda tidak mendapat atau tidak perlu membayar THR. Jadi bayarlah pengeluaran pra dan pasca bulan puasa dari gaji, sementara THR untuk membiayai pengeluaran Lebaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Buatlah bujet yang berbeda agar ada batas yang jelas antara keduanya sehingga memudahkan Anda untuk membayar pengeluaran apa dan dibayar dari mana. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir kehabisan uang setelah Lebaran, kan masih ada gaji yang sudah dialokasikan untuk membayar pengeluaran rutin keluarga sampai tanggal gajian berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berikut ini adalah langkah-langkah bagaimana kita bisa merencanakan anggaran Lebaran dengan menggunakan uang THR. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<li>Pos pengeluaran amal (zakat, infaq , sedekah dan hadiah). Selain zakat yang wajib, Anda juga bisa menyalurkan amal, infaq dan sedekah. Pada hari raya biasanya juga ada tradisi untuk membagikan uang angpau kepada para sanak saudara yang jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan dan sifatnya tidak wajib. </li>
<li>Pos pengeluaran makanan (makanan utama, kue-kue atau suguhan dan hantaran). Hari raya tidak afdol jika tidak ada makanan dan suguhan kue-kue khas hari raya. Perkirakan jumlah tamu yang akan datang, sebab tentunya Anda harus menyediakan lebih banyak makanan jika lebih banyak tamu. </li>
<li>Pos pengeluaran untuk pakaian (busana, aksesori, perlengkapan ibadah). Jika ingin membeli busana, aksesori atau perlengkapan ibadah tetapkan terlebih dahulu berapa anggaran masing-masing anggota keluarga untuk keperluan ini, setelah itu barulah mencari barang yang sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan. </li>
<li>Pos pengeluaran lain-lain (biaya tak terduga, mudik, dan lain-lain). Jika Anda memutuskan untuk mudik, maka Anda memindahkan aktivitas Lebaran ke kampung halaman. Dengan demikian Anda tinggal menambahkan pos anggaran mudik yaitu pengeluaran untuk transportasi (penginapan jika perlu). Untuk pos anggaran lebaran lain tinggal disesuaikan saja. Jika Anda tidak mudik, alokasikan sejumlah tertentu untuk pos pengeluaran lain-lain yang bisa digunakan untuk biaya tak terduga.</li>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berminat buka usaha sendiri tanpa harus meninggalkan pekerjaan Anda? KLIK:</strong> <a title="Bebas Finansial" href="http://bebasfinansial.com/index.php?id=yusuf313" target="_self"><strong>USAHAKU</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: Bisnis Indonesia, Jumat, 12/09/2008</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses Jadi Manajer Keuangan Keluarga]]></title>
<link>http://ibuibu.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 04:43:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusuf313</dc:creator>
<guid>http://ibuibu.id.wordpress.com/2008/09/18/sukses-jadi-manajer-keuangan-keluarga/</guid>
<description><![CDATA[Dalam sebuah perkawinan, istri sering mendapat tugas sebagai manajer keuangan keluarga. Mengelola ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah perkawinan, istri sering mendapat tugas sebagai manajer keuangan keluarga. Mengelola keuangan keluarga mungkin tak semudah yang diangankan. Tapi, jika Anda sukses melakukannya, kehidupan yang lebih menyenangkan siap menanti. Simak tips pengelolaan keuangan untuk para ibu berikut ini.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Uang adalah kepentingan bersama</strong><br />
Ketahui dengan pasti jumlah pemasukan, tabungan, juga <em>cashflow</em> bulanan keluarga. Luangkan waktu sekitar 15 menit untuk duduk bersama suami dan buat anggaran belanja serta mengevaluasi ke mana "larinya" uang Anda berdua dalam sebulan ini. "Meski Anda tidak punya pengalaman dalam mengatur keuangan, namun dua kepala selalu lebih baik dalam hal pengaturan uang," kata Janet Bodnar, penulis buku <em>Money Smart Women.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Uangmu, Uangku, dan Uang Kita</strong><br />
Rekening bersama merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk membayar pengeluaran keluarga, seperti cicilan rumah, membayar tagihan listrik, atau biaya membeli susu anak. Bila disepakati, Anda dan suami bisa memiliki rekening terpisah untuk keperluan yang sifatnya pribadi, seperti ke salon, arisan, atau makan siang dengan teman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Penuhi kewajiban</strong><br />
Hutang termasuk dalam salah satu problem keuangan yang serius bila tak segera diatasi. Itu sebabnya, masukkan pos pengeluaran ini dalam anggaran pengeluaran rutin, misalnya pembayaran tagihan kartu kredit. Bila jumlah hutang terlalu besar, stop pengeluaran lain yang tidak penting dan kendalikan diri untuk tidak membeli barang secara kredit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Sedia payung sebelum hujan</strong><br />
Sebagai manajer keuangan keluarga, Anda juga perlu membuat langkah-langkah untuk menyiapkan dana darurat, anggaran kesehatan atau dana pendidikan. Sisihkan uang Anda (lebih besar lebih baik) untuk pos tabungan, asuransi kesehatan, juga dana pendidikan Si Kecil. Bila anak Anda belum memasuki usia sekolah, persiapkan dengan memiliki tabungan, asuransi pendidikan, atau memilih investasi jangka panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengen memulai usaha sampingan tanpa harus meninggalak pekerjaan Anda? Klik: <a href="http://bebasfinansial.com/index.php?id=yusuf313" target="_self">SAMPINGANKU</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: Kompas, Rabu, 17 September 2008</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JPN: Wajar Menkeu Cairkan Uang Tommy  ]]></title>
<link>http://komnasikan.wordpress.com/?p=121</link>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 16:03:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>komnasikan</dc:creator>
<guid>http://komnasikan.id.wordpress.com/2008/09/15/jpn-wajar-menkeu-cairkan-uang-tommy/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum MA menerima permohonan kasasi PT Timor Putra Nasional pada Jumat (12/9), Menteri Keuangan Sr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum MA menerima permohonan kasasi PT Timor Putra Nasional pada Jumat (12/9), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memerintahkan Bank Mandiri mencairkan uang Hutomo Mandala Putra Soeharto. Hal ini, dinilai jaksa pengacara negara Joseph Suabdi Sabda sebagai hal yang wajar.</p>
<p>Menurut Joseph, tindakan Menkeu dilakukan jauh sebelum putusan MA keluar. Apalagi, berdasarkan pada Pasal 50 UU No 1/2004 tentang Perbendarahaan Negara, ditegaskan bahwa kekayaan atau uang negara tidak bisa disita oleh pengadilan. <!--more--></p>
<p>“Sehingga, uang Tommy tersebut kondisinya dalam keadaan bebas. Karena tidak ada yang meminta," jelasnya saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta Minggu (14/9).</p>
<p>Ketika dipertegas maksud dari perkataannya itu, Joseph menyatakan, uang itu merupakan jaminan kredit atas jual beli piuatang PT TPN oleh PT Vista Bella Pratama dengan BPPN.</p>
<p>“Meskipun pada dasarnya sama, tapi karena PT TPN memiliki utang, Menkeu dapat bertindak dengan meminta pencairan uang tersebut ke Bank Mandiri,” tandasnya</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menkeu Sampaikan Keterangan Presiden atas Interpelasi DPR pada Sidang Paripurna DPR-RI ke-38]]></title>
<link>http://kppn042.wordpress.com/?p=46</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 13:23:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>adminkppn</dc:creator>
<guid>http://kppn042.id.wordpress.com/2008/07/06/menkeu-sampaikan-keterangan-presiden-atas-interpelasi-dpr-pada-sidang-paripurna-dpr-ri-ke-38/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta, 02/07/08 (Fiscal News) - Menteri Keuangan RI  		Sri Mulyani Indrawati di hadapan Sidang Par]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Jakarta, 02/07/08 (Fiscal News) -</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menteri Keuangan RI  		Sri Mulyani Indrawati di hadapan Sidang Paripurna DPR-RI ke-38 mewakili  		Presiden menyampaikan keterangan Presiden atas interpelasi DPR-RI  		tentang “Kebijakan Antisipatif Pemerintah atas Kenaikan Harga Bahan  		Pokok untuk Menjamin Ketersediaan Kebutuhan Bahan Pokok yang Murah dan  		Terjangkau Bagi Masyarakat” pada hari Selasa (01/07) kemarin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada Sidang  		Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR-RI Agung Laksono,  		Presiden menugaskan tujuh orang Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan  		Kepala Kepolisian RI untuk mewakilinya dalam memberikan keterangan atas  		hak interpelasi DPR. Ketujuh orang menteri tersebut adalah Menteri  		Keuangan sekaligus Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati,  		Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri ESDM Purnomo  		Yusgiantoro, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Hukum dan Ham  		Andi Matalata, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Sosial  		Bachtiar Chamsyah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menkeu menyampaikan  		keterangan Presiden atas tujuh pertanyaan dan pernyataan DPR-RI seputar  		langkah-langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah dalam  		mengendalikan harga kebutuhan pokok, pengendalian dampak inflasi dan  		kaitannya dengan perencanaan anggaran dalam mengantisipasi setiap  		pergerakan variabel-variabel ekonomi dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Terhadap keterangan  		Presiden tersebut, sejumlah fraksi di DPR menyampaikan tanggapan dan  		pertanyaan. Sebagai tindak lanjut atas pertanyaan dan  		tanggapan-tanggapan yang dilontarkan, Sidang Paripurna kemudian  		menyepakati guna memberikan waktu satu pekan kepada pemerintah untuk  		menyampaikan jawaban secara tertulis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">www.depkeu.go.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Depkeu Support Kongres AVA ke-15 di Bali]]></title>
<link>http://kppn042.wordpress.com/?p=29</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:13:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>adminkppn</dc:creator>
<guid>http://kppn042.id.wordpress.com/2008/05/12/depkeu-support-kongres-ava-ke-15-di-bali/</guid>
<description><![CDATA[ Jakarta, 08/05/08 (Fiscal News) – Harmonisasi peraturan  dan standar penilaian telah menjadi pemb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span>Jakarta, 08/05/08 (Fiscal News) –<span> Harmonisasi peraturan  dan standar penilaian telah menjadi pembahasan yang intensif di setiap  negara-negara anggota ASEAN. Komitmen negara-negara ASEAN untuk mengadopsi  Standar Penilaian Internasional <em>(International Valuation Standard)</em> telah  membuktikan bahwa negara-negara ASEAN menghendaki penerapan praktik-praktik  terbaik yang berlaku secara internasional <em>(international best practice) </em> bagi praktik penilaian di negara mereka. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Melalui <em>event</em> ini diharapkan agar para penilai khususnya di Indonesia  dapat mengatasi belum optimalnya standar penilaian berkenaan dengan <em>”a new  promising property market”</em>. Selain itu, kerjasama diantara anggota ASEAN  dibutuhkan untuk membangun pasar properti yang lebih terintegrasi dan untuk  saling mempelajari peraturan terkait antar negara anggota ASEAN dalam rangka  pengembangan pasar properti. Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi  Ekonomi Makro dan Keuangan Sahala Lumban Gaol mewakili Menko Perekonomian  Boediono pada acara pembukaan kongres ASEAN <em>Valuers Assosiation</em> (AVA) ke  15 di Hotel Padma, Bali, Rabu (07/05/08). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Kongres ini terselenggara atas kerjasama Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa  Penilai (PPAJP) Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dengan Masyarakat  Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan Gabungan Perusahaan Penilai Indonesia  (GAPPI). Peserta yang hadir sekitar 400 orang terdiri dari anggota MAPPI, GAPPI,  dan para delegasi asosiasi profesi penilai dari negara-negara ASEAN.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Di tempat yang sama Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto menjawab  pertanyaan wartawan mengenai RUU Penilaian, bahwa RUU penilaian itu nantinya  akan mengatur antara lain pertama mengenai standar metodologi penilaian, kedua  bagaimana memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi profesi penilai,  ketiga bagaimana mengembangkan profesi penilai itu sendiri dari waktu ke waktu  sehingga akan semakin meningkat, dan yang keempat bagaimana memberikan kepastian  hukum bagi para pengguna jasa penilai <em>(stakeholder). </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Kepala Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Indarto juga  menjelaskan  bahwa pembinaan Jasa Penilai pada awalnya dilakukan oleh Departemen  Perdagangan dan Perindustrian (Depperindag), sementara Departemen Keuangan  melakukan pembinaan Jasa Penilai hanya untuk pembinaan Jasa Penilai perorangan  dan kerjasama (berdasarkan KMK Nomor 57/KMK.017/1996). Tahun 2004 Menperindag  melimpahkan kewenangan pembinaan terhadap Jasa Penilai yang berbentuk Perseroan  Terbatas (PT) kepada Departemen Keuangan. Selanjutnya, untuk menindaklanjuti  pelimpahan tersebut, maka diterbitkanlah Keputusan Menteri Keuangan Nomor:  406/KMK.06/2004 tentang Usaha Jasa Penilai berbentuk Perseroan Terbatas. Saat  ini pembinaan Usaha Jasa Penilai berada di bawah Pusat Pembinaan Akuntan dan  Jasa Penilai (PPAJP) Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Indarto menambahkan sampai saat ini pengaturan Jasa Penilai di Indonesia masih  setingkat Keputusan Menteri Keuangan. Indonesia belum mempunyai Undang-Undang  Penilaian, sedangkan negara lain misalnya Malaysia, telah mempunyai  Undang-Undang Penilaian sejak tahun 1981. Saat ini Departemen Keuangan sedang  merancang pengajuan RUU Penilaian. Selain itu, dalam hal klasifikasi perijinan  Penilai masih bersifat umum (berdasarkan KMK Nomor 57). Departemen Keuangan akan  melakukan revisi KMK tersebut yang antara lain isinya membagi klasifikasi  Penilai terdiri dari Penilai Properti dan Penilai Bisnis. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Saat ini Penilai yang telah terdaftar dengan klasifikasi Penilai Properti  berjumlah 25 orang, Penilai Usaha berjumlah 7 orang, dan klasifikasi Penilai  Properti dan Usaha 63 orang (data Bapepam-LK). Disamping itu terdapat Penilai  Pemerintah yang bertugas di instansi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan  Direktorat Jenderal Pajak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> Diharapkan melalui <em>event</em> ini akan diperoleh sejumlah masukan dari para  anggota asosiasi penilai (MAPPI dan GAPPI) serta para anggota asosiasi penilai  di berbagai negara ASEAN sebagai referensi untuk perkembangan standar penilaian  Indonesia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:40px;margin-right:40px;"><span style="font-family:Tahoma;"><span>sumber <a class="aligncenter" href="http://www.depkeu.go.id/Ind/News/NewsControl.asp?cdcate=AVA_1.htm" target="_blank">depkeu.go.id</a><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kompensasi Kenaikan Harga BBM, Bagi Rp 14 T Pakai Data Lama]]></title>
<link>http://agguss.wordpress.com/?p=201</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 01:07:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>A|G|U|S|S</dc:creator>
<guid>http://agguss.id.wordpress.com/2008/05/08/kompensasi-kenaikan-harga-bbm-bagi-rp-14-t-pakai-data-lama/</guid>
<description><![CDATA[Pembagian kompensasi kenaikan BBM dalam bentuk BLT (bantuan langsung tunai) berpotensi memunculkan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pembagian kompensasi kenaikan BBM dalam bentuk BLT (bantuan langsung tunai) berpotensi memunculkan persoalan baru. Itu karena data penduduk yang digunakan adalah data lama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menggunakan data hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2005 dalam memetakan jumlah keluarga miskin yang akan menerima BLT. Dari data BPS itu terdapat 19,1 juta keluarga miskin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">"BLT akan dilakukan dengan menggunakan database yang sudah ada dan dengan pola distribusi yang sama dengan yang dilakukan pemerintah pada 2005 lalu," kata Menkeu kepada pers Selasa malam (6/5). Perhitungan Menkeu, dengan besaran Rp 100 ribu per rumah tangga miskin (RTM), dana yang diperlukan untuk tahun ini mencapai Rp 14 triliun. Dana tersebut akan dibagikan kepada 19,1 juta RTM, selama 7 bulan mendatang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pemerintah menggunakan data lama karena persiapan yang sangat mendesak. Waktu yang ada hingga kenaikan harga BBM, yang diperkirakan 1 Juni nanti, hanya tiga minggu. Sementara riset data penduduk membutuhkan waktu cukup lama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dari catatan koran ini, saat pembagian BLT 2005, sempat muncul berbagai persoalan. Misalnya, adanya warga yang mengaku tidak masuk dalam daftar warga miskin yang berhak menerima. Potensi semacam itu pun bukan tak mungkin muncul karena data yang digunakan hasil survei tiga tahun lalu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pemerintah baru akan menaikkan harga BBM, yang diperkirakan tiga pekan mendatang, setelah kompensasi untuk masyarakat miskin melalui program BLT siap. Ada tiga skenario yang disiapkan, yakni kenaikan 20, 25, dan 30 persen. Ketiga skenario tersebut akan diambil dengan memperhatikan kemampuan masyarakat dan dunia usaha.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menkeu mengakui, jeda waktu antara pengumuman kepastian dan realisasi kenaikan harga BBM bisa menimbulkan ekses negatif, seperti terjadinya penimbunan. "Kita sadari pengumuman ini ada ekses. Tapi, presiden mengatakan, ini butuh disiapkan," kata mantan direktur eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sri Mulyani juga tidak bisa menjamin hingga 2009 tidak ada kenaikan BBM lagi. "Dengan perkembangan harga minyak saat ini, tak ada satu pun negara yang bisa memberikan jaminan soal harga BBM. Tapi, kita mencoba memberikan yang terbaik untuk masyarakat dengan APBN yang tetap terjamin," katanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menkeu optimistis dampak inflasi akibat kenaikan BBM bakal mereda dalam tiga bulan. Prediksi tersebut didasarkan pengalaman menaikkan harga BBM pada Maret 2005 lalu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Inflasi tiga bulan berturut-turut pada Maret, April, dan Mei 2005 adalah 1,9 persen, 0,34 persen, dan 0,21 persen. "Namun, situasi 2005 berbeda dengan situasi 2008. Sekarang ada tambahan harga pangan. Inflasi sekarang kemungkinan bisa naik," kata Menkeu. Dia memperkirakan inflasi bulanan tiga bulan berturut-turut pada Juni, Juli, dan Agustus adalah 2,7 persen, 0,39 persen, dan 0,5 persen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pemerintah, lanjut Menkeu, akan memutuskan besaran kenaikan yang masih bisa ditanggung masyarakat dan dunia usaha. Namun, pemerintah juga akan memperhatikan kemampuan APBN Perubahan 2008. "Muncul pertanyaan kenapa urusan menyelamatkan APBN penting. Tapi, tidak mungkin dapat menyelamatkan rakyat jika APBN kolaps," tegasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Secara terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, jumlah RTM bisa berkurang setelah dilakukan pembaruan data. "Tapi, ini bisa dilihat lagi oleh BPS dan pemda. Kalau memang di-update, berarti jumlah bisa berkurang karena tiap tahun jumlah kemiskinan berkurang," kata Paskah di sela The Asia Pacific Conference and Exhibition (Apconex) 2008 di Jakarta kemarin (7/5). Mekanisme penyalurannya masih akan menggunakan metode 2005 silam, yakni melalui kantor pos.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Tim Indonesia Bangkit (TIB) menilai langkah menaikkan harga BBM sebagai kebijakan panik dan tidak adil. Direktur Eksekutif Econit Advisory Group Hendri Saparini mengatakan, kepanikan kebijakan tersebut berawal dari penyusunan APBN yang tidak kredibel. "Ini terjadi akibat lemahnya kredibilitas prediksi Tim Ekonomi atas asumsi-asumsi APBN 2008, termasuk harga minyak," kata Hendri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kenaikan harga BBM, lanjut Hendri, juga selalu menjadi pilihan utama pemerintah. "Tetapi, ini selalu diklaim sebagai pilihan terakhir," katanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Hendri juga mengingatkan bahwa masyarakat sudah dibebani kenaikan harga pangan yang merupakan imbas dari kondisi internasional. Karena itu, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM akan semakin menyengsarakan masyarakat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Iman Sugema mengatakan, pemerintah telah melupakan janji perbaikan kebijakan energi pascakenaikan harga BBM Oktober 2005. Menurut Iman, pada saat itu, pemerintah berjanji meningkatkan produksi minyak mentah, konversi energi, dan pengembangan energi alternatif, terutama biofuel.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">"Tapi, hingga lebih dari dua tahun setelah itu, janji tersebut tidak ada yang terlaksana. Ini menunjukkan kegagalan kebijakan energi pemerintah," kata Iman. Dia menambahkan, jika kebijakan energi tidak gagal, pemerintah tidak perlu mengambil kebijakan menaikkan harga BBM seperti saat ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Cicil Utang</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pemerintah terus berupaya meyakinkan rakyat mengenai manfaat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Selain menjanjikan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) lebih dari Rp 14 triliun, pemerintah berjanji mengalokasikan Rp 15 triliun dari penghematan subsidi BBM untuk membayar utang luar negeri Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, kenaikan harga BBM berarti memaksa orang kaya membeli BBM lebih mahal. Hasil penghematan subsidi akan diberikan kepada rakyat miskin dalam bentuk bantuan langsung tunai Rp 100 ribu per kepala keluarga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dia menyatakan, akan ada dana penghematan subsidi Rp 15 triliun yang masuk ke kas negara. Namun, dana itu tidak akan digunakan membangun gedung atau membeli mobil dinas, melainkan untuk membayar utang luar negeri. "Agar utang kita tidak makin banyak. Jadi, tidak ada niat untuk menyulitkan rakyat," tegasnya dalam keterangan pers usai seminar Peace Processes in Indonesia di Jakarta kemarin (7/5).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Utang Indonesia saat ini cukup berjibun. Total utang pokok luar negeri pemerintah Indonesia saat ini mencapai USD 80,6 miliar atau sekitar Rp 741 triliun. Utang tersebut sangat membebani APBN. Buktinya, berdasar APBNP 2008, pembayaran cicilan pokok utang tahun ini mencapai Rp 61,2 triliun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalla menjanjikan kenaikan harga BBM Juni mendatang tidak akan melebihi 30 persen. Hal itu ditujukan untuk menjamin agar dampak kebijakan tersebut, dalam bentuk inflasi dan kenaikan suku bunga perbankan, tidak mengganggu fundamental ekonomi maupun memperburuk krisis pangan nasional.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">"Karena itu, kami naikkan (BBM) sedikit, 30 persen katakanlah. Tapi, hasil kenaikan itu, 50 persen diberikan kepada yang miskin. Langsung kami kasih uang cash, sehingga daya belinya tetap terjaga," ungkapnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalau diukur, kata dia, subsidi kenaikan itu lebih banyak yang diberikan daripada yang ditarik. Jadi, sebenarnya mentransfer subsidi dari orang mampu kepada orang tidak mampu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalla juga meyakinkan bahwa dampak kenaikan harga BBM kali ini tidak akan seperti kenaikan harga BBM Oktober 2005 yang mengerek inflasi hingga 17 persen. Akibatnya, daya beli menurun, pertumbuhan ekonomi melambat, jumlah pengangguran melonjak hingga 11 juta jiwa, angka kemiskinan meroket hingga 36 juta jiwa, dan banyak kasus gizi buruk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menurut perhitungan pemerintah, bantuan langsung tunai yang diperoleh masyarakat lebih besar dibandingkan jumlah subsidi yang ditarik dari masyarakat miskin. Dia mengilustrasikan, bila dalam sebulan masyarakat miskin menggunakan minyak tanah yang naik Rp 500 per liter, dampak kenaikan harga BBM hanya Rp 5 ribu per kepala keluarga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">"Mungkin biaya transportasi dan pangan naik Rp 20 ribu-Rp 30 ribu. Tapi, kan kami kasih Rp 100 ribu per kepala keluarga. Jadi, justru orang miskin dapat uang lebih banyak," tegasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">"Jadi, kalau Anda tidak setuju (kenaikan harga BBM), berarti Anda tidak setuju rezeki orang miskin ditambah. Hati-hati saja kalau rezeki orang kita halangi," ujarnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalla kembali menegaskan bahwa subsidi BBM akan mencapai Rp 200 triliun bila harga minyak dunia lebih dari USD 122 per barel. Berdasar pantauan perkembangan terakhir (kemarin), minyak mentah dunia sudah mencapai USD 121,8 per barel.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">"Bensin sekarang seharusnya sudah dihargai Rp 9 ribu per liter. Tapi, kami jual sekarang Rp 4.500. Minyak tanah mungkin sudah Rp 10 ribu per liter, tapi kami jual Rp 2 ribu. Artinya, masih kami subsidi Rp 8 ribu," jelasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dengan mengurangi subsidi BBM, kata Kalla, rakyat miskin juga masih akan tetap memperoleh subsidi minyak dan listrik, bantuan langsung tunai, serta masih ditambah asuransi kesehatan untuk rakyat miskin (jamkesmas), subsidi minyak goreng, operasi pasar komoditas pangan, dan pembagian beras untuk rakyat miskin (raskin). "Jadi, (bantuan untuk masyarakat miskin) tidak benar-benar dicabut," tegasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kalau tekad pemerintah sudah bulat akan menaikkan harga BBM maksimal 30 persen, kapan kebijakan itu mulai diterapkan? Apakah benar akan dipercepat menjadi pekan ketiga Mei seperti hasil kajian Departemen Keuangan? Kalla dengan tangkas mengelak. "Anda mau menimbun minyak tanah rupanya?" ujarnya lantas tergelak. (<em>Jawa Pos</em>)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menteri Keuangan Raih Penghargaan "Tribute to Women 2008"]]></title>
<link>http://kppn042.wordpress.com/?p=25</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 09:44:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>adminkppn</dc:creator>
<guid>http://kppn042.id.wordpress.com/2008/04/30/menteri-keuangan-raih-penghargaan-tribute-to-women-2008/</guid>
<description><![CDATA[  Jakarta, 23/04/08  (Fiscal News) - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati  menerima penghargaa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left:40px;margin-right:40px;" align="justify"><strong> </strong><span style="font-family:Tahoma;"> Jakarta, 23/04/08  (Fiscal News) - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati  menerima penghargaan  "Tribute to Women 2008". Penghargaan tersebut diberikan kepada 10 wanita  Indonesia yang dianggap dapat memberikan inspirasi kepada perempuan Indonesia  lainnya. Penganugerahan dilakukan bersamaan dengan pameran foto  "Tribute to Women 2008" dalam rangka memperingati Hari Kartini, Selasa(22/04). </span></p>
<p style="margin-left:40px;margin-right:40px;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma;"> Pameran yang merupakan hasil kerjasama antara Kantor Berita ANTARA dengan Plaza  Semanggi tersebut berlangsung mulai 22 April s.d. 04 Mei 2008 di Plaza Semanggi,  Jakarta. Pameran dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta. Menkeu  sebagai salah satu penerima penghargaan tidak dapat menghadiri penganugerahan  dikarenakan beliau sedang menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. <em><strong><span style="font-size:x-small;">(TB) depkeu.go.id<br />
</span></strong></em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menkeu: Ekonomi RI Tak Kena Pengaruh Langsung Resesi]]></title>
<link>http://satriopinandito.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 07:38:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadisetyono</dc:creator>
<guid>http://satriopinandito.id.wordpress.com/2008/02/11/menkeu-ekonomi-ri-tak-kena-pengaruh-langsung-resesi/</guid>
<description><![CDATA[Menkeu: Ekonomi RI Tak Kena Pengaruh Langsung Resesi AS
Jakarta - Amerika Serikat (AS) kini diambang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menkeu: Ekonomi RI Tak Kena Pengaruh Langsung Resesi AS</p>
<p>Jakarta - Amerika Serikat (AS) kini diambang resesi.<br />
Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis pelemahan ekonomi AS itu<br />
tidak akan memberi pengaruh langsung pada perekonomian Indonesia.</p>
<p>Ia melihat perekonomian dunia saat ini lebih merupakan cerminan dari kondisi AS dan Eropa yang sedang menderita karena krisis pembiayaan.</p>
<p>"Tidak berarti langsung pengaruhnya ke Indonesia. Karena selama ini<br />
kita kan juga melihat masing-masing dilihat dari neracanya. Kalau<br />
seperti tahun 97-98, kalau memang situasi seperti itu, kita bikin<br />
seminar lagi dong. Saya rasa itu kan lebih karena doa-doa yang kurang<br />
baik," kata Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan,<br />
Jakarta, Kamis (17/1/2008).</p>
<p>Para ekonom memperkirakan bisa terjadi krisis karena perkembangan sektor finansial tak diikuti oleh sektor riil? "Itu doanya ekonom itu kali ya. Mbok ya doanya yang<br />
baik-baik," ketus Sri Mulyani. Sri Mulyani tetap merasa fundamental perekonomian Indonesia saat ini sudah kuat. Hal itu terlihat dari utang yang sudah turun menjadi 39% PDB dengan porsi utang luar negeri hanya 50%. Demikian pula cadangan devisa yang sudah mencapai sekitar US$ 57 miliar. Exchange rate juga<br />
sudah fleksibel.</p>
<p>Kemudian perbankan kita dari sisi neraca sudah lebih<br />
baik. Kan bisa dilihat dari indikatornya. Kalau mau melakukan<br />
perbandingan paralel, mestinya melakukan perbandingan statistik, jangan<br />
seperti nakut-nakutin saja," kritik Sri Mulyani.</p>
<p>(qom/ir)</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
