<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mengkudu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/mengkudu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "mengkudu"</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 05:54:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG MENGKUDU TERHADAP KADAR KOLESTEROL TELUR]]></title>
<link>http://uripsantoso.wordpress.com/?p=305</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 04:47:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>uripsantoso</dc:creator>
<guid>http://uripsantoso.wordpress.com/?p=305</guid>
<description><![CDATA[mengkudu
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://uripsantoso.files.wordpress.com/2008/07/mengkudu.doc'>mengkudu</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khasiat Mengkudu]]></title>
<link>http://hidupsehatselalu.wordpress.com/?p=141</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 05:48:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>hidupsehatselalu</dc:creator>
<guid>http://hidupsehatselalu.wordpress.com/?p=141</guid>
<description><![CDATA[Don’t judge a book by its cover. Ungkapan ini pas dialamatkan ke mengkudu (Morinda citrifolia). Se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><em><span style="font-family:&#34;">Don’t judge a book by its cover. </span></em><span style="font-family:&#34;">Ungkapan ini pas dialamatkan ke mengkudu (<em>Morinda citrifolia</em>). Secara fisik, buah yang di Jawa Barat dikenal dengan Cangkudu ini tak sedap dipandang. Selain itu, buah yang di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini dikenal dengan khudu atau pace ini meruapkan bau busuk.Tapi, jangan pernah menafikan khasiatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Pakar University Hawaii, Amerika Serikat, Dr. Ralph M. Heinicke Ph.D, menemukan buah ini mengandung Proxeronine, yaitu zat pembentuk Xeronine -- sejenis alkaloid yang dihasilkan tubuh untuk menggerakkan enzim-enzim agar berfungsi lebih sempurna. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Proxeronine terdapat di dalam tubuh dan disimpan pada hati. Setiap dua jam, otak ‘memerintahkan’ hati melepas persediaan Proxeronine yang kemudian diserap organ tubuh dan diubah menjadi Xeronine. Kekurangan zat ini dapat menimbulkan berbagai  gangguan kesehatan. Untuk itu, kita perlu mengonsumsi Proxeronine tambahan dari luar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Menurut Dr Hainicke, dengan memiliki Proxeronine yang memadai, kita bakal sanggup mengendalikan tekanan darah tinggi, nyeri haid, artritis, radang usus, keseleo, luka memar, depresi mental, penyakit akibat ketuaan, gangguan pencernaan, pengapuran pembuluh darah hingga mengobati kecanduan narkoba. Selain itu, mengkudu diketahui  dapat membinasakan jamur kulit, parasit, dan sedikitnya tujuh jenis bakteri berbahaya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Selain itu, menurut Neil Solomon MD PhD, seorang dokter dari Amerika Serikat, buah mengkudu juga bisa mengobati kanker, gangguan jantung, <em>stroke</em>, atau diabetes mellitus. Zat antikanker pada buah mengkudu ini sangat efektif melawan sel-sel yang abnormal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Di Indonesia, tanaman ini sebenarnya telah dibudidayakan sejak lama. Salah satu bagian yang dimanfaatkan adalah kulit akarnya. Jadi, sesudah dicabut, akar mengkudu dicuci dengan air mengalir dari dan kulitnya dikupas untuk dikeringkan. Lalu, </span><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">sarinya dipakai sebagai bahan celup pewarna benang, kain, dan daun pandan kerajinan anyam menganyam. </span><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Pada perjalanannya, Mengkudu kemudian lebih terkenal sebagai tanaman obat daripada penghasil cat celup. </span><span style="font-family:&#34;">Sari kulit batangnya dulu banyak dipakai sebagai obat demam malaria. Sesuatu yang tidak mengherankan, mengingat mengkudu masih satu famili dengan pohon kina, Rubiaceae. </span><span style="font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Daunnya juga berkhasiat. Sakit pegal-pegal linu setelah dikompres dengan daun mengkudu bisa hilang. Caranya, pilih daun mengkudu yang lebar-lebar. </span><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Lalu, olesi daun-daun itu tipis-tipis dengan minyak kelapa dan dipanggang sampai layu. Ketika sedang panas-panasnya, tempelkan daun pada bagian tubuh yang pegal-pegal. </span><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Lantas, bagaimana mengonsumsi mengkudu dengan benar? Secara sederhana, buah ini diperas, dibuat jus, lalu diminum. Namun, bila jus buah mengkudu langsung diminum tanpa pengolahan terlebih dahulu, bau busuk yang keluar bisa membuat kita muntah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Untuk menghilangkan bau tersebut, salah satunya dengan mencampur jus mengkudu dengan gula merah atau madu. Oplosan ini disimpan dua sampai empat hari, sehingga terjadi proses fermentasi. Dengan demikian, komponen asam penghasil baru akan terurai dan baunya lenyap. Namun, dengan cara ini, justru menjadi minuman beralkohol.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Ada cara lain, yaitu dengan memasukan ekstrak mengkudu ke dalam kapsul dengan teknik dehidrasi. Setelah kandungan airnya dikeluarkan, 100 persen bahan padatnya dijadikan ekstrak dan dimasukan ke dalam kapsul. Cara ini relatif lebih aman karena tidak melibatkan zat tambahan, dan tidak mengurangi kandungan bermanfaat pada buah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Sebaiknya, buah mengkudu atau olahannya dikonsumsi, saat perut kosong. Sebab, kalau dimakan saat perut penuh, pepsin dan asam lambung akan merusak enzim yang berfungsi memecah Xeronine. Selain itu, untuk mencapai khasiat maksimal, dianjurkan agar tidak mengonsumsi sari buah mengkudu bersamaan dengan kopi, teh, tembakau, atau alkohol.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="ES">Tiga Resep Sehat Mengkudu</span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="ES">Resep Pertama</span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Buah mengkudu muda dibuat jus. Untuk penambah rasa, bisa dibubuhi sedikit madu. Ramuan ini diminum 30 menit sebelum sarapan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Khasiat:</span></span><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Membersihkan endapan lemak darah sehingga bisa menyembuhkan aterosklerosis, <em>stroke</em>, serta mencegah serangan jantung. Dapat membatasi penyerapan dan pembentukan lemak di tubuh sehingga dapat membantu program diet. Selain itu, dapat menurunkan tekanan darah tinggi, meredakan pikiran tegang, stres, gelisah, dan mengurangi rasa tak nyaman. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="ES">Resep Kedua</span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Buah mengkudu matang dihaluskan kemudian dicampur dengan rimpang lempuyang parut dan beberapa sendok makan air masak. Hasil perasannya diminum. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Khasiat:</span></span><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Mengobati peradangan hati, peradangan ginjal, dan peradangan limpa karena serangan malaria. Lalu, membantu membuang cairan empedu dan kolesterol berlebihan, dan menyembuhkan radang saluran kencing yang kerap disebut <em>anyang-anyangan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="ES">Resep Ketiga</span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Buah mengkudu matang dihaluskan, lalu dicampur dengan rimpang lengkuas parut dan beberapa sendok makan air panas. Hasil perasannya lalu diminum. Untuk penambah rasa, bisa ditambahkan madu atau gula batu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Khasiat:</span></span><span style="font-family:&#34;" lang="ES"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="ES">Menurunkan demam karena flu dan masuk angin terutama pada anak-anak. </span><span style="font-family:&#34;">Ramuan ini juga mengobati radang tenggorokan dan amandel</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengkudu]]></title>
<link>http://doktor4me.wordpress.com/2008/06/28/mengkudu/</link>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 02:26:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>tokjan</dc:creator>
<guid>http://doktor4me.wordpress.com/2008/06/28/mengkudu/</guid>
<description><![CDATA[Pokok mengkudu merupakan sejenis tumbuhan dari spesies morindacitrifolia. Ianya adalah pokok malar y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pokok mengkudu merupakan sejenis tumbuhan dari spesies <em>morindacitrifolia. </em>Ianya adalah pokok malar yang ketinggiannya boleh mencapai 7 meter dari paras tanah.</p>
<p><a href="http://s289.photobucket.com/albums/ll223/articunofb/?action=view&#38;current=260px-YosriMengkudu.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://i289.photobucket.com/albums/ll223/articunofb/260px-YosriMengkudu.jpg" border="0" alt="pokok mengkudu" width="220" height="280" /></a>Mengkudu dipercayai mampu merawat pelbagai jenis penyakit seperti asma, diabetis, luka-luka, ketidaksuburan wanita, demam, batuk dan sebgai tonik rambut.</p>
<p>Kebanyakan dari kita mengenali pokok mengkudu terutamnya yang tinggal di kawasan perkampungan. Daun mengkudu biasanya digunakan sebagai satu ramuan untuk kegunaan wanita yang sedang berpantang dan pucuknya dijadikan ulam. Petua orang tua menyarankan daun mengkudu elok untuk membalut tungku kerana khasiatnya dipercayai mampu mengecutkan rahim wanita selepas bersalin.</p>
<p>Mengkudu juga dipercayai mampu merawat penyakit kencing manis, menyuburkan sperma, darah tinggi, buang angin dan cacing dalam perut. Daun pokok mengkudu juga turut dijadikan ulam sayur-sayuran.<br />
<a href="http://s289.photobucket.com/albums/ll223/articunofb/?action=view&#38;current=Mengkudu.jpg" target="_blank"><img class="alignright" style="float:right;" src="http://i289.photobucket.com/albums/ll223/articunofb/Mengkudu.jpg" border="0" alt="buah mengkudu" width="237" height="179" /></a>Buah mengkudu elok untuk penjagaan kesihatan diri. Terdapat satu kaedah mudah untuk menjadikan buah mengkudu tersebut sebagai perubatan herba. Caranya adalah mudah, ambil beberapa biji buah mengkudu yang telah masak dan bersihkan buah itu terlebih dahulu. Kisarkan buah-buah itu sehingga hancur dengan sedikit air. Tapiskan untuk dapatkan airnya. Oleh kerana rasanya masam dan pedas sedikit, campurkan sedikit dengan perasa yang lain seperti madu lebah untuk memaniskannya. Minumlah perlahan-lahan.</p>
<p>Penggunaan tumbuhan herba dalam penjagaan kesihatan diri, seharusnya dibuat secara berterusan kerana kesannya mengambil jangka masa yang lama.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minyak dari Biji Mengkudu]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/22/minyak-dari-biji-mengkudu/</link>
<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 03:58:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/22/minyak-dari-biji-mengkudu/</guid>
<description><![CDATA[Mengkudu (Morinda citrifolia L) atau di Jawa Barat lebuh dikenal dengan sebutan “cangkudu” merup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengkudu (<em>Morinda citrifolia</em> L) atau di Jawa Barat lebuh dikenal dengan sebutan “cangkudu” merupakan pohon yang banyak tumbuh di daerah tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pohon tersebut termasuk ke dalam pohon kopi–kopian (famili <em>Rubiceae</em>) dan dikenal dengan banyak nama antara lain Pace, Lengkudu, Noni, dan <em>Indian Mulberry</em>. Di Indonesia sampai saat ini dikenal sekira 20 jenis pohon mengkudu, antara lain mengkudu tanah merah, mengkudu tanah putih dan mengkudu Bogor.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pohon mengkudu sangat potensial untuk dibudidayakan, karena sifat pohon tersebut yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi. Pohon mengkudu dapat hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu antara 500 – 1.500 meter dpl. Peningkatan pembudidayaan pohon mengkudu juga terutama karena hampir semua bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sejalan dengan peningkatan kesadaran konsumen dan volume permintaan terhadap penggunaan obat alami, maka penelitian terhadap pohon mengkudu juga difokuskan untuk penggunaan sebagai bahan obat. Penggunaan khusus pohon mengkudu sebagai obat antara lain buah mengkudu berkhasiat untuk melancarkan urin, menurunkan kadar gula dan kolesterol darah. Sedangkan daun dan akarnya berkhasiat untuk obat sakit perut, disentri, serta eksim. Beberapa khasiat lain dari mengkudu dalam bentuk sediaan jus, kapsul, lulur antara lain sebagai antibiotik, antibakteri, aterioskerosis, artrisis, sakit punggung, beri – beri, kosmetik, dan antikanker. Daging buah mengkudu juga dapat diolah menjadi bahan makanan berserat tinggi (<em>dietary fiber</em>).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Produk dari pohon mengkudu telah banyak di produksi oleh beberapa produsen dalam dan luar negeri dalam bentuk jus dan kapsul buah mengkudu. Dan di dalam proses produksi jus mengkudu akan dihasilkan limbah berupa biji. Jumlah biji mengkudu yang dihasilkan cukup besar yaitu 20% – 25% dari total berat buah yang diperlukan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian terhadap pemanfaatan biji mengkudu dengan mengisolasi minyak dari biji mengkudu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk studi isolasi minyak dari biji mengkudu secara ekstraksi dengan pelarut <em>n-heksana </em>serta uji kualitas minyak tersebut. Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif untuk memanfaatkan biji mengkudu. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari beberapa literatur didapatkan, minyak mengkudu banyak digunakan untuk bahan baku sediaan kosmetik, lilin dan <em>massage oils</em>. Hasil penelitian terakhir menunjukkan, minyak biji mengkudu juga berkhasiat dalam menghaluskan kulit (<em>cleansing agent</em>) dan membantu pada proses peremajaan kulit (<em>rejuvenating agent</em>).</span></p>
<p align="right" style="text-align:right;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Isolasi minyak biji mengkudu</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Untuk menentukan komposisi bahan dalam buah mengkudu, maka terlebih dulu harus dilakukan proses pemisahan terhadap buah mengkudu dengan menggunakan alat ekstruder. Alat ekstruder dapat digunakan untuk memisahkan komponen buah mengkudu menjadi kulit dan biji, serta daging buah dan jus. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari hasil pemisahan, biji dan kulit mengkudu merupakan bahan kedua terbesar setelah daging buah, yaitu sekitar 27 kg/100 kg buah. Hal ini menunjukkan, proses produksi jus mengkudu menghasilkan limbah biji yang cukup besar dan selama ini masih belum dimanfaatkan. Sebagai gambaran, sebuah koperasi penghasil jus mengkudu di Bogor dalam sebulan minimal memerlukan 10.000 kg buah, sehingga dengan perhitungan di atas, minimal akan dihasilkan produk buangan berupa biji mengkudu seberat 2.700 kg.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Proses selanjutnya adalah proses pemisahan biji mengkudu dengan kulit buah, yaitu dilakukan dengan cara pencucian dengan air dan penyaringan. Untuk menurunkan kandungan air dalam biji mengkudu, maka dilakukan pengeringan terhadap biji mengkudu menggunakan sinar matahari sehingga diperkirakan kadar airnya tersisa 2% – 8%. Biji kering tersebut selanjutnya dihaluskan untuk memudahkan analisis proksimat dan proses isolasi minyak. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Analisis proksimat menunjukkan, proses pengeringan berhasil menurunkan kadar air dalam serbuk biji mengkudu menjadi 6,74%, juga dapat dilihat serat dan karbohidrat merupakan senyawa kimia dominan dalam biji mengkudu. Sedangkan lemak atau minyak merupakan senyawa dominan ketiga, yaitu 13,2%, sehingga dimungkinkan untuk diisolasi menggunakan pelarut organik atau menggunakan proses mekanik berupa pengepresan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam penelitian ini dilakukan proses isolasi minyak menggunakan proses ekstraksi. Berdasarkan sifat lemak yang non polar, maka dilakukan isolasi minyak menggunakan pelarut nonpolar yaitu <em>n-heksana </em>dengan alat <em>sokhlet</em>. Proses isolasi dilakukan pada suhu 80 <sup>o</sup>C selama 4 jam. Kondisi suhu dipilih berdasarkan pertimbangan titik didih pelarut dan kestabilan minyak, sedangkan parameter waktu didasarkan pada prosedur umum untuk penentuan lemak kasar. Rendemen hasil ekstraksi minyak dengan <em>n-heksana </em>adalah berkisar antara 11,59% – 12,60%. Minyak yang dihasilkan umumnya berwarna kuning jernih dan tak berbau.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selanjutnya terhadap minyak hasil isolasi dilakukan uji kualitas dan kandungan asam lemak. Uji kualitas dilakukan terhadap beberapa parameter yaitu : bilangan penyabunan, bilangan iod, bilangan asam, bilangan peroksida, berat jenis, dan indeks bias. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan penyabunan menunjukkan banyaknya basa (mg KOH) yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak. Besarnya bilangan penyabunan bergantung dari massa molekul minyak, semakin besar massa molekul semakin rendah bilangan penyabunannya. Hal ini dapat dijelaskan, dengan semakin panjang rantai hidrokarbon suatu minyak, maka akan semakin kecil proporsi molar gugus karboksilat yang akan bereaksi dengan basa. Data analisis bilangan penyabunan minyak mengkudu adalah 185 mg KOH/gram contoh, angka ini relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan angka penyabunan minyak kelapa yaitu 255 – 265 mg KOH/gram contoh. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hal ini diduga erat kaitannya dengan kandungan asam lemak dari minyak mengkudu. Data analisis kromatografi gas menunjukkan bahwa minyak mengkudu mengandung asam lemak dengan massa molekul yang lebih besar bila dibandingkan dengan asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan iod menunjukkan banyaknya molekul iod yang dapat mengadisi ikatan rangkap pada minyak, dinyatakan dalam gram iod per 100 gram contoh minyak. Bilangan ini sangat penting dalam menentukan kualitas minyak berdasarkan banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemaknya. Semakin besar bilangan iod, maka semakin banyak ikatan rangkap yang ada dalam asam lemak suatu minyak. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sedangkan semakin banyak ikatan rangkap dalam suatu minyak,maka minyak tersebut akan semakin mudah rusak, karena sifatnya yang mudah teroksidasi oksigen dalam udara, senyawa kimia atau proses pemanasan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Data analisis menunjukkan, minyak mengkudu mempunyai angka iod yang sangat tinggi yaitu 114 gram iod/100 gram minyak. Angka ini jauh lebih besar daripada angka iod minyak kelapa yaitu 8 – 10 gram iod/100 gram minyak. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan asam menunjukkan banyaknya asam lemak bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan mg basa per 1 gram minyak. Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Bilangan ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia, pemanasan, proses fisika atau reaksi enzimatis. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang telah terhidrolisis. Data analisis menunjukkan, bilangan asam minyak mengkudu sebesar 21,12 mg KOH/gram minyak. Besarnya bilangan ini diduga karena telah terjadi proses hidrolisis pada minyak mengkudu terutama pada saat pemeraman buah dan pengolahan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pengujian kandungan komponen asam lemak dalam minyak mengkudu bertujuan untuk mengetahui jenis asam lemak yang ada dan dilakukan dengan menggunakan alat kromatografi gas. Data analisis data kualitatif berdasarkan perbandingan waktu retensi beberapa puncak kromatogram contoh terhadap standar asam lemak, maka diamati minyak mengkudu mengandung beberapa asam lemak yaitu asam palmitat, asam linolenat, asam oleat dan asam linoleat. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain itu terdapat beberapa puncak dengan waktu retensi lain yang dapat diamati, tetapi belum dapat disimpulkan karena keterbatasan jenis asam lemak standar. Tapi berdasarkan hasil penelitian peneliti lain juga didapatkan adanya kandungan asam lemak yang lain seperti asam stearat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari empat jenis asam lemak yang dapat diamati, ternyata minyak mengkudu mempunyai kandungan jenis asam lemak tak jenuh yang lebih banyak. Seperti diketahui asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat merupakan asam lemak tak jenuh dengan jumlah ikatan rangkap tak jenuh masing-masing berturut-turut adalah satu, dua dan tiga. Kandungan inilah yang diduga mengakibatkan besarnya bilangan iodium dan peroksida. Hal ini diduga juga akan menimbulkan mudahnya minyak mengkudu untuk rusak dan berbau tengik. Hasil penelitian menunjukkan, biji mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif untuk memproduksi minyak.***</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Eriawan Rismana, M.S.,<em> </em></span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Peneliti Muda di P3 Teknologi Farmasi dan Medika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi – Jakarta.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teh celup untuk kencing manis]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/22/teh-celup-untuk-kencing-manis/</link>
<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 02:09:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/22/teh-celup-untuk-kencing-manis/</guid>
<description><![CDATA[PREVALENSI penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Has]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">PREVALENSI</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, yaitu 8,3% per 100 anggota rumah tangga. Pada umumnya perempuan lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan dengan pria. Data ini cukup mengkhawatirkan, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan setiap tahun semakin meningkat jumlah penderitanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ada beberapa solusi yang telah lama digunakan secara umum dapat menekan penyakit dalam seperti hipertensi dan diabetes, antara lain berolah-raga dan diet secara teratur. Dan yang dianggap paling praktis banyak konsumen adalah penggunaan obat kimia. Namun zaman sekarang yang lebih sadar terhadap kesehatan dan pengobatan alami, obat-obat tradisional yang berbasis herbal sering menjadi pilihan utama masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Salah satunya, mengkudu alias pace atau buah noni yang bernama ilmiah <em>Morinda Citrifolia</em>, merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang banyak di konsumsi. Mengkudu yang tergolong resmi sebagai tanaman obat nasional, dalam kapasitas pemakaian tertentu, buah ini berkhasiat memulihkan beragam penyakit yang memakan waktu lama dalam penyembuhannya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hasil penelitian terbaru terhadap khasiat buah ini dilakukan oleh Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, diumumkan pada 28 September 2004 lalu. Penelitian khasiat mengkudu dilakukan bersama dengan tim peneliti di Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi Universitas Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari hasil Uji Pre Klinis terdapat bukti mengkudu efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah serta tidak memberikan efek samping. Ini tentu hasil yang menggembirakan untuk para penderita hipertensi dan diabetes.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain tekanan darah tinggi, para ilmuwan barat yaitu Dr. Isabella Abbot, seorang ahli botani pada tahun 1992 juga mengidentifikasi dan mengkonfirmasi, mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat untuk mengontrol diabetes, kanker, meredam gangguan diabetes, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, gangguan hormon tiroid serta defisiensi daya tahan tubuh akibat penyakit virus Epstein-Barr, candidas kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga atau Altered Energy Syndrome (AES).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengkudu bisa menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit. Karena di dalam buah ini didapati zat yang dapat merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel yang rusak dan menghambat pertumbuhan tumor.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah nan buruk rupa namun sarat manfaat ini juga terbukti mengandung zat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghilangkan rasa sakit, antiperadangan dan antialergi, mengatur siklus suasana hati dan mengatur siklus energi tubuh.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Meski buah ini sarat manfaat, banyak dari penderita masih enggan mengkonsumsinya, karena rasa dan baunya yang kurang sedap. Untuk mensiasati hal ini produsen herbal banyak berperan dalam membuat mengkudu menjadi kemasan yang menarik dan mudah dikonsumsi. Salah satu produksi herbal di Indonesia yang sudah berpengalaman menghasilkan produk-produk andalan dan telah mengekspor produknya adalah PT Jamu Puspo Internusa. Perusahaan ini mempunyai beberapa inovasi produk dalam varian bentuk kapsul sampai dengan teh celup. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menurut Konsultan Komunikasi perusahaan ini, Fara Andriani, merek-merek Jamu Puspo yang sudah di kenal luas antara lain Pacekap, Pro-DeEm dan Pace Tea. Pacekap berupa kapsul yang mengandung 100% ekstrak murni sari buah mengkudu/pace ini, dibuat melalui proses murni ekstraksi dengan pabrik berstandar internasional. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pacekap telah teruji aman dan efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah. Dalam hal penelitan uji toksisitas subkronis, hasil penelitian menyebutkan Pacekap aman dikonsumsi untuk jangka panjang dan tidak menimbulkan efek samping negatif pada fungsi organ-organ jantung, hati, fungsi ginjal dan keadaan hematologi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pro-DeEm merupakan produk berupa teh celup bagi penderita diabetes yang secara lebih efektif dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan harganya terjangkau bagi masyarakat. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pace Tea, berupa teh yang berfungsi untuk pencernaan mencegah daya tahan tubuh terhadap gejala-gejala flu, masuk angin, meningkatkan stamina dan konsentrasi beraktivitas. Dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan produsen herbal untuk kemasan mengkudu, diharapkan penderita dapat mengonsumsi mengkudu secara maksimal agar dapat menekan tingginya laju penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan di Indonesia. Jamu Puspo juga telah mengekspor produk-produknya di pasar Timur Tengah yang meliputi negara UEA, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait dan Bahrain.</span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[What is Jamu]]></title>
<link>http://jamoe.wordpress.com/2007/12/28/what-is-jamu/</link>
<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 03:44:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>jamoe</dc:creator>
<guid>http://jamoe.wordpress.com/2007/12/28/what-is-jamu/</guid>
<description><![CDATA[The unique herbal remedies from Indonesia, which                evidently potent to cure anything fo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><b>The unique herbal remedies from Indonesia, which                evidently potent to cure anything for many centuries. </b></p>
<p align="justify"><b>The name of 'Jamu'<br />
Javanese calls Jamu for herbal remedies, without chemist material as additive. Jamu has traditional connotation, because Jamu is ancient tradition, before modern pharmacology comes in Indonesia. Some formulas have a hundred years old and are used until now. </b></p>
<p><b>'Dukun' or 'tabib', a traditional doctor has been introducing this mention in ancient era. From them, drinking Jamu tradition has been popular in common people. And now, almost 80% of Indonesian people ever consume Jamu. For Indonesian people, Jamu is very popular as milk popularity for western.</b></p>
<p><b></b><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/asemjawa.jpg" title="Asem Jawa pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/asemjawa.thumbnail.jpg" alt="Asem Jawa pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/buahasem.jpg" title="Buah Asem pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/buahasem.thumbnail.jpg" alt="Buah Asem pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kembak.jpg" title="Klembak pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kembak.thumbnail.jpg" alt="Klembak pic" /></a></p>
<p><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunwungu.jpg" title="Daun Wungu pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunwungu.thumbnail.jpg" alt="Daun Wungu pic" /></a>
</p>
<p align="justify"><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunkunyit.jpg" title="Daun Kunyit pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunkunyit.thumbnail.jpg" alt="Daun Kunyit pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunsalam.jpg" title="Daun Salam pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunsalam.thumbnail.jpg" alt="Daun Salam pic" /></a></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/bawangputih.jpg" title="Garlic pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/bawangputih.thumbnail.jpg" alt="Garlic pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/jahe.jpg" title="Ginger pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/jahe.thumbnail.jpg" alt="Ginger pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kunirputih.jpg" title="Kunir Putih pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kunirputih.thumbnail.jpg" alt="Kunir Putih pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/akarmanis.jpg" title="Akar Manis pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/akarmanis.thumbnail.jpg" alt="Akar Manis pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/lengkuas.jpg" title="Lengkuas pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/lengkuas.thumbnail.jpg" alt="Lengkuas pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/cabejawa.jpg" title="Cabe Jawa pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/cabejawa.thumbnail.jpg" alt="Cabe Jawa pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/inggu.jpg" title="Inggu pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/inggu.thumbnail.jpg" alt="Inggu pic" /></a></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><b>History of Jamu<br />
The origin of Jamu is obscure. No one really knows its source. However, popular stories link first Jamu to seventeenth century Mataram Hindu Empire, where ladies of the palace who rather preoccupied with keeping themselves young and beautiful for their husband undertook the preparation of Jamu and herbal cosmetics. And Madhawapura's Inscription from Majapahit Empire tells us about 'Jamu maker ' that call as Acaraki. </b></p>
<p align="justify"><b>Advantage of Jamu<br />
There are many varieties of Jamu formulas. It almost covers all human healthy problems. 'Cabe puyeng' formula is able to cure rheumatics, 'gula asem' to cure vitamin C deficiency, 'beras kencur' for body refreshments and cure fatigue, 'daun papaya' to cure malaria, and 'sawanan' to refresh blood. All of these traditional formulas are well known in Indonesia. </b>
</p>
<p align="justify"><b>Jamu is not used for medicine only. There are many usabilities of Jamu, e.g. for beauty treatment. For a long time, 'Galian Singset' formula is suitable for body slimming. Another formula is skin whitening, hair treatment, body smell refreshments, etc. Jamu can be healthy supplement too; e.i formula to keep body in good condition, returns new power and spirit of life, and also a formula to reassures matrimonial happiness, etc. </b></p>
<p align="justify"><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kayuanyang.jpg" title="Kayu Anyang pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kayuanyang.thumbnail.jpg" alt="Kayu Anyang pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunjatibelanda.jpg" title="Daun Jati Belanda pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/daunjatibelanda.thumbnail.jpg" alt="Daun Jati Belanda pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kayumanis.jpg" title="Kayu Manis pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/kayumanis.thumbnail.jpg" alt="Kayu Manis pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/brotowali.jpg" title="Brotowali pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/brotowali.thumbnail.jpg" alt="Brotowali pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/sambiloto.jpg" title="Sambiloto pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/sambiloto.thumbnail.jpg" alt="Sambiloto pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/juwet.jpg" title="Juwet pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/juwet.thumbnail.jpg" alt="Juwet pic" /></a><a href="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/mengkudu.jpg" title="Mengkudu pic"><img src="http://jamoe.wordpress.com/files/2007/12/mengkudu.thumbnail.jpg" alt="Mengkudu pic" /></a><b></b></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p><b>Jamu's Form</b></p>
<p align="justify"><b> There are many kinds of Jamu formulas that ready to use. Jamu is usually formed in powder. But many Jamus for beauty treatment has a gel/liquid. In recent years, has diversified several of its products from the traditional powder form to 100% herbal extract capsules.</b></p>
<p align="justify"><b>The Difference between Jamu and Modern Medicine<br />
The most glaring differences between Jamu and Modern medicine is in material. Jamu uses many kinds of nature herbs, even modern medicines from synthetic alchemy compound. So, Jamu has relatively fewer side effects than modern medicine. In other word Jamu has no alcohols, no narcotics, and no side effects.</b></p>
<p align="justify"><b>Jamu in other countries<br />
Basically, every country and region has same tradition with Jamu tradition in Indonesia. A traditional herb form India, China, or Arab is also well known. This tradition is become a part of their culture for a long year. But Jamu is more distinctive than the others. Indonesian Jamu hails from high quality of rare and unique herb plants. Indonesia is a celestial place for live and growth of many kinds of herbs plants species.</b>
</p>
<p align="justify"><b> </b></p>
<p align="justify"><b> </b></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Baju Kurung Pesak Gantung]]></title>
<link>http://ening.wordpress.com/2007/11/29/baju-kurung-pesak-gantung-2/</link>
<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 07:18:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>ening</dc:creator>
<guid>http://ening.wordpress.com/2007/11/29/baju-kurung-pesak-gantung-2/</guid>
<description><![CDATA[Sepasang kurung pesak sempurnakan Aidilfitri
Oleh MERAN ABU BAKAR
Dipetik dari :
Utusan Malaysia
Den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3>Sepasang kurung pesak sempurnakan Aidilfitri</h3>
<p><span>Oleh MERAN ABU BAKAR</span><br />
Dipetik dari :<br />
<a href="http://www.utusan.com.my/utusan/content.asp?y=2007&#38;dt=1013&#38;pub=Utusan_Malaysia&#38;sec=Keluarga&#38;pg=ke_01.htm">Utusan Malaysia</a></p>
<p><i>Dengar-dengar itu<br />
Beduk sudah berbunyi<br />
Sebulan puasa tamatlah hari ini<br />
Dapatkan ayahanda sujud di kakinya<br />
Serta jangan lupa nendamu di sana...</i></p>
<p><a href="http://ening.wordpress.com/files/2007/11/baju-kurung.jpg" title="baju kurung, baju kurung pesak gantung, baju kurung pahang, baju kurung johor, baju kebaya, baju, baju wanita, tempahan menjahit wanita, paten baju, putrajaya, puchong, fashion"><img src="http://ening.wordpress.com/files/2007/11/baju-kurung.thumbnail.jpg" alt="baju kurung, baju kurung pesak gantung, baju kurung pahang, baju kurung johor, baju kebaya, baju, baju wanita, tempahan menjahit wanita, paten baju, putrajaya, puchong, fashion" /></a></p>
<p>Seakan tidak ceria suasana sambutan 1 Syawal yang dirai hari ini tanpa dendangan lagu Hari Raya oleh biduanita Rafeah Buang ini.</p>
<p>Begitu juga raya terasa tidak sempurna jika tidak ada sepasang baju baru. Lazimnya bagi si gadis pilihannya kembali kepada yang tradisional sama ada baju kurung atau kebaya.</p>
<p>Selain baju kurung Johor, baju kurung pesak gantung turut popular di kalangan wanita Melayu. Baju kurung pesak gantung yang berasal dari Johor ini mungkin menjadi pilihan ramai wanita kerana ia amat sesuai dengan semua bentuk potongan badan sama ada kurus atau gemuk. Cuma ia tidak mempunyai kekek sapu tangan kerana dipotong sekali dengan bahagian pesak.</p>
<p>Wanita yang bertubuh kurus dapat menyembunyikan potongan kurus badan dengan memakai baju kurung pesak gantung yang dibuat daripada jenis kain yang keras sedikit seperti kasa, sutera mentah, kain kapas dan sebagainya.</p>
<p>Sementara wanita yang bertubuh gempal pula dapat menyembunyikan bahagian tubuh yang berisi dengan memakai baju kurung pesak gantung yang dibuat daripada jenis kain yang lembut dan nipis seperti satin, sutera dan sifon. Jenis kain yang lembut itu menjadikan pemakainya tampak kurus.</p>
<p>Menurut pereka fesyen, Fitri Zainal yang memiliki Ijazah Sarjana Muda Seni Reka Fesyen daripada Universiti Teknologi Mara (UITM), baju kurung pesak gantung mempunyai potongan yang bertujuan hendak menampakkan bentuk pinggang dan keseluruhan badan.</p>
<p>“Baju kurung pesak gantung memiliki pola moden yang mempunyai potongan tanpa meninggalkan pola lama dengan jahitan tulang belut atau mata lalat di leher.</p>
<p>“Jika baju kurung itu daripada kain polos tidak bermotif, gayakan bersama kerongsang, rantai labuh atau selendang bercorak.</p>
<p>“Sementara itu, baju yang sarat bercorak atau penuh dengan jahitan manik, tidak perlu lagi memakai rantai. Cukup dengan butang baju dan selendang sifon nipis,” katanya.</p>
<p>Fitri berkata, sukar sedikit hendak memotong dan menjahit baju pesak gantung daripada kain sifon terutama pada bahagian jahitan betawi atau french seam.</p>
<p>Baju kurung pesak gantung atau boleh juga disebut berpotongan tunic biasanya berkain senteng dan tampak eksklusif jika yang menggayakannya bertubuh tinggi lampai.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teh celup untuk kecing manis]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/eh-celup-untuk-kecing-manis/</link>
<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 11:26:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/eh-celup-untuk-kecing-manis/</guid>
<description><![CDATA[PREVALENSI penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Has]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">PREVALENSI</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, yaitu 8,3% per 100 anggota rumah tangga. Pada umumnya perempuan lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan dengan pria. Data ini cukup mengkhawatirkan, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan setiap tahun semakin meningkat jumlah penderitanya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ada beberapa solusi yang telah lama digunakan secara umum dapat menekan penyakit dalam seperti hipertensi dan diabetes, antara lain berolah-raga dan diet secara teratur. Dan yang dianggap paling praktis banyak konsumen adalah penggunaan obat kimia. Namun zaman sekarang yang lebih sadar terhadap kesehatan dan pengobatan alami, obat-obat tradisional yang berbasis herbal sering menjadi pilihan utama masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Salah satunya, mengkudu alias pace atau buah noni yang bernama ilmiah <em>Morinda Citrifolia</em>, merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang banyak di konsumsi. Mengkudu yang tergolong resmi sebagai tanaman obat nasional, dalam kapasitas pemakaian tertentu, buah ini berkhasiat memulihkan beragam penyakit yang memakan waktu lama dalam penyembuhannya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hasil penelitian terbaru terhadap khasiat buah ini dilakukan oleh Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, diumumkan pada 28 September 2004 lalu. Penelitian khasiat mengkudu dilakukan bersama dengan tim peneliti di Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi Universitas Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari hasil Uji Pre Klinis terdapat bukti mengkudu efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah serta tidak memberikan efek samping. Ini tentu hasil yang menggembirakan untuk para penderita hipertensi dan diabetes.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain tekanan darah tinggi, para ilmuwan barat yaitu Dr. Isabella Abbot, seorang ahli botani pada tahun 1992 juga mengidentifikasi dan mengkonfirmasi, mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat untuk mengontrol diabetes, kanker, meredam gangguan diabetes, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, gangguan hormon tiroid serta defisiensi daya tahan tubuh akibat penyakit virus Epstein-Barr, candidas kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga atau Altered Energy Syndrome (AES).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengkudu bisa menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit. Karena di dalam buah ini didapati zat yang dapat merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel yang rusak dan menghambat pertumbuhan tumor.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah nan buruk rupa namun sarat manfaat ini juga terbukti mengandung zat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghilangkan rasa sakit, antiperadangan dan antialergi, mengatur siklus suasana hati dan mengatur siklus energi tubuh.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Meski buah ini sarat manfaat, banyak dari penderita masih enggan mengkonsumsinya, karena rasa dan baunya yang kurang sedap. Untuk mensiasati hal ini produsen herbal banyak berperan dalam membuat mengkudu menjadi kemasan yang menarik dan mudah dikonsumsi. Salah satu produksi herbal di Indonesia yang sudah berpengalaman menghasilkan produk-produk andalan dan telah mengekspor produknya adalah PT Jamu Puspo Internusa. Perusahaan ini mempunyai beberapa inovasi produk dalam varian bentuk kapsul sampai dengan teh celup. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menurut Konsultan Komunikasi perusahaan ini, Fara Andriani, merek-merek Jamu Puspo yang sudah di kenal luas antara lain Pacekap, Pro-DeEm dan Pace Tea. Pacekap berupa kapsul yang mengandung 100% ekstrak murni sari buah mengkudu/pace ini, dibuat melalui proses murni ekstraksi dengan pabrik berstandar internasional. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pacekap telah teruji aman dan efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah. Dalam hal penelitan uji toksisitas subkronis, hasil penelitian menyebutkan Pacekap aman dikonsumsi untuk jangka panjang dan tidak menimbulkan efek samping negatif pada fungsi organ-organ jantung, hati, fungsi ginjal dan keadaan hematologi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pro-DeEm merupakan produk berupa teh celup bagi penderita diabetes yang secara lebih efektif dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan harganya terjangkau bagi masyarakat. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pace Tea, berupa teh yang berfungsi untuk pencernaan mencegah daya tahan tubuh terhadap gejala-gejala flu, masuk angin, meningkatkan stamina dan konsentrasi beraktivitas. Dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan produsen herbal untuk kemasan mengkudu, diharapkan penderita dapat mengonsumsi mengkudu secara maksimal agar dapat menekan tingginya laju penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan di Indonesia. Jamu Puspo juga telah mengekspor produk-produknya di pasar Timur Tengah yang meliputi negara UEA, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait dan Bahrain.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minyak dari Biji Mengkudu]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/minyak-dari-biji-mengkudu/</link>
<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 11:23:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/minyak-dari-biji-mengkudu/</guid>
<description><![CDATA[Mengkudu (Morinda citrifolia L) atau di Jawa Barat lebuh dikenal dengan sebutan “cangkudu” merup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengkudu (<em>Morinda citrifolia</em> L) atau di Jawa Barat lebuh dikenal dengan sebutan “cangkudu” merupakan pohon yang banyak tumbuh di daerah tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pohon tersebut termasuk ke dalam pohon kopi–kopian (famili <em>Rubiceae</em>) dan dikenal dengan banyak nama antara lain Pace, Lengkudu, Noni, dan <em>Indian Mulberry</em>. Di Indonesia sampai saat ini dikenal sekira 20 jenis pohon mengkudu, antara lain mengkudu tanah merah, mengkudu tanah putih dan mengkudu Bogor.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pohon mengkudu sangat potensial untuk dibudidayakan, karena sifat pohon tersebut yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi. Pohon mengkudu dapat hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu antara 500 – 1.500 meter dpl. Peningkatan pembudidayaan pohon mengkudu juga terutama karena hampir semua bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sejalan dengan peningkatan kesadaran konsumen dan volume permintaan terhadap penggunaan obat alami, maka penelitian terhadap pohon mengkudu juga difokuskan untuk penggunaan sebagai bahan obat. Penggunaan khusus pohon mengkudu sebagai obat antara lain buah mengkudu berkhasiat untuk melancarkan urin, menurunkan kadar gula dan kolesterol darah. Sedangkan daun dan akarnya berkhasiat untuk obat sakit perut, disentri, serta eksim. Beberapa khasiat lain dari mengkudu dalam bentuk sediaan jus, kapsul, lulur antara lain sebagai antibiotik, antibakteri, aterioskerosis, artrisis, sakit punggung, beri – beri, kosmetik, dan antikanker. Daging buah mengkudu juga dapat diolah menjadi bahan makanan berserat tinggi (<em>dietary fiber</em>).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Produk dari pohon mengkudu telah banyak di produksi oleh beberapa produsen dalam dan luar negeri dalam bentuk jus dan kapsul buah mengkudu. Dan di dalam proses produksi jus mengkudu akan dihasilkan limbah berupa biji. Jumlah biji mengkudu yang dihasilkan cukup besar yaitu 20% – 25% dari total berat buah yang diperlukan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian terhadap pemanfaatan biji mengkudu dengan mengisolasi minyak dari biji mengkudu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk studi isolasi minyak dari biji mengkudu secara ekstraksi dengan pelarut <em>n-heksana </em>serta uji kualitas minyak tersebut. Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif untuk memanfaatkan biji mengkudu. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari beberapa literatur didapatkan, minyak mengkudu banyak digunakan untuk bahan baku sediaan kosmetik, lilin dan <em>massage oils</em>. Hasil penelitian terakhir menunjukkan, minyak biji mengkudu juga berkhasiat dalam menghaluskan kulit (<em>cleansing agent</em>) dan membantu pada proses peremajaan kulit (<em>rejuvenating agent</em>).</span></p>
<p style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Isolasi minyak biji mengkudu</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Untuk menentukan komposisi bahan dalam buah mengkudu, maka terlebih dulu harus dilakukan proses pemisahan terhadap buah mengkudu dengan menggunakan alat ekstruder. Alat ekstruder dapat digunakan untuk memisahkan komponen buah mengkudu menjadi kulit dan biji, serta daging buah dan jus. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari hasil pemisahan, biji dan kulit mengkudu merupakan bahan kedua terbesar setelah daging buah, yaitu sekitar 27 kg/100 kg buah. Hal ini menunjukkan, proses produksi jus mengkudu menghasilkan limbah biji yang cukup besar dan selama ini masih belum dimanfaatkan. Sebagai gambaran, sebuah koperasi penghasil jus mengkudu di Bogor dalam sebulan minimal memerlukan 10.000 kg buah, sehingga dengan perhitungan di atas, minimal akan dihasilkan produk buangan berupa biji mengkudu seberat 2.700 kg.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Proses selanjutnya adalah proses pemisahan biji mengkudu dengan kulit buah, yaitu dilakukan dengan cara pencucian dengan air dan penyaringan. Untuk menurunkan kandungan air dalam biji mengkudu, maka dilakukan pengeringan terhadap biji mengkudu menggunakan sinar matahari sehingga diperkirakan kadar airnya tersisa 2% – 8%. Biji kering tersebut selanjutnya dihaluskan untuk memudahkan analisis proksimat dan proses isolasi minyak. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Analisis proksimat menunjukkan, proses pengeringan berhasil menurunkan kadar air dalam serbuk biji mengkudu menjadi 6,74%, juga dapat dilihat serat dan karbohidrat merupakan senyawa kimia dominan dalam biji mengkudu. Sedangkan lemak atau minyak merupakan senyawa dominan ketiga, yaitu 13,2%, sehingga dimungkinkan untuk diisolasi menggunakan pelarut organik atau menggunakan proses mekanik berupa pengepresan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam penelitian ini dilakukan proses isolasi minyak menggunakan proses ekstraksi. Berdasarkan sifat lemak yang non polar, maka dilakukan isolasi minyak menggunakan pelarut nonpolar yaitu <em>n-heksana </em>dengan alat <em>sokhlet</em>. Proses isolasi dilakukan pada suhu 80 <sup>o</sup>C selama 4 jam. Kondisi suhu dipilih berdasarkan pertimbangan titik didih pelarut dan kestabilan minyak, sedangkan parameter waktu didasarkan pada prosedur umum untuk penentuan lemak kasar. Rendemen hasil ekstraksi minyak dengan <em>n-heksana </em>adalah berkisar antara 11,59% – 12,60%. Minyak yang dihasilkan umumnya berwarna kuning jernih dan tak berbau.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selanjutnya terhadap minyak hasil isolasi dilakukan uji kualitas dan kandungan asam lemak. Uji kualitas dilakukan terhadap beberapa parameter yaitu : bilangan penyabunan, bilangan iod, bilangan asam, bilangan peroksida, berat jenis, dan indeks bias. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan penyabunan menunjukkan banyaknya basa (mg KOH) yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak. Besarnya bilangan penyabunan bergantung dari massa molekul minyak, semakin besar massa molekul semakin rendah bilangan penyabunannya. Hal ini dapat dijelaskan, dengan semakin panjang rantai hidrokarbon suatu minyak, maka akan semakin kecil proporsi molar gugus karboksilat yang akan bereaksi dengan basa. Data analisis bilangan penyabunan minyak mengkudu adalah 185 mg KOH/gram contoh, angka ini relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan angka penyabunan minyak kelapa yaitu 255 – 265 mg KOH/gram contoh. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hal ini diduga erat kaitannya dengan kandungan asam lemak dari minyak mengkudu. Data analisis kromatografi gas menunjukkan bahwa minyak mengkudu mengandung asam lemak dengan massa molekul yang lebih besar bila dibandingkan dengan asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan iod menunjukkan banyaknya molekul iod yang dapat mengadisi ikatan rangkap pada minyak, dinyatakan dalam gram iod per 100 gram contoh minyak. Bilangan ini sangat penting dalam menentukan kualitas minyak berdasarkan banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemaknya. Semakin besar bilangan iod, maka semakin banyak ikatan rangkap yang ada dalam asam lemak suatu minyak. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sedangkan semakin banyak ikatan rangkap dalam suatu minyak,maka minyak tersebut akan semakin mudah rusak, karena sifatnya yang mudah teroksidasi oksigen dalam udara, senyawa kimia atau proses pemanasan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Data analisis menunjukkan, minyak mengkudu mempunyai angka iod yang sangat tinggi yaitu 114 gram iod/100 gram minyak. Angka ini jauh lebih besar daripada angka iod minyak kelapa yaitu 8 – 10 gram iod/100 gram minyak. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan asam menunjukkan banyaknya asam lemak bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan mg basa per 1 gram minyak. Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Bilangan ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia, pemanasan, proses fisika atau reaksi enzimatis. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang telah terhidrolisis. Data analisis menunjukkan, bilangan asam minyak mengkudu sebesar 21,12 mg KOH/gram minyak. Besarnya bilangan ini diduga karena telah terjadi proses hidrolisis pada minyak mengkudu terutama pada saat pemeraman buah dan pengolahan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pengujian kandungan komponen asam lemak dalam minyak mengkudu bertujuan untuk mengetahui jenis asam lemak yang ada dan dilakukan dengan menggunakan alat kromatografi gas. Data analisis data kualitatif berdasarkan perbandingan waktu retensi beberapa puncak kromatogram contoh terhadap standar asam lemak, maka diamati minyak mengkudu mengandung beberapa asam lemak yaitu asam palmitat, asam linolenat, asam oleat dan asam linoleat. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain itu terdapat beberapa puncak dengan waktu retensi lain yang dapat diamati, tetapi belum dapat disimpulkan karena keterbatasan jenis asam lemak standar. Tapi berdasarkan hasil penelitian peneliti lain juga didapatkan adanya kandungan asam lemak yang lain seperti asam stearat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari empat jenis asam lemak yang dapat diamati, ternyata minyak mengkudu mempunyai kandungan jenis asam lemak tak jenuh yang lebih banyak. Seperti diketahui asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat merupakan asam lemak tak jenuh dengan jumlah ikatan rangkap tak jenuh masing-masing berturut-turut adalah satu, dua dan tiga. Kandungan inilah yang diduga mengakibatkan besarnya bilangan iodium dan peroksida. Hal ini diduga juga akan menimbulkan mudahnya minyak mengkudu untuk rusak dan berbau tengik. Hasil penelitian menunjukkan, biji mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif untuk memproduksi minyak.***</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Eriawan Rismana, M.S.,<em> </em></span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Peneliti Muda di P3 Teknologi Farmasi dan Medika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi – Jakarta.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Noni Kurangi Kolesterol &amp; Trigliserida pada Perokok]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/noni-kurangi-kolesterol-trigliserida-pada-perokok/</link>
<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 11:22:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/noni-kurangi-kolesterol-trigliserida-pada-perokok/</guid>
<description><![CDATA[Siapa tak kenal buah noni? Di Indonesia buah yang dikenal dengan nama mengkudu ini diyakini punya be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Siapa tak kenal buah noni? Di Indonesia buah yang dikenal dengan nama mengkudu ini diyakini punya berbagai macam manfaat bagi kesehatan.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tak sedikit orang yang telah merasakan khasiat buah bernama Latin <em>Morinda citrifolia</em> ini. Dr. Mian Ying Wang, MD, MS, seorang peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Illinois, Chicago, Amerika Serikat, dalam riset terbarunya mengemukakan bahwa produk <em>Tahitian Noni Juice</em> dapat mengurangi kolesterol dan trigliserida pada perokok dengan tingkat kolesterol tinggi. Hal ini dikemukakan dalam jumpa dengan media di Menara Anugerah, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 29 Maret lalu.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dr Wang memilih perokok sebagai subjek penelitian karena tingkat kolesterolnya tinggi dan berisiko terhadap serangan jantung. Dalam penelitian lain noni disebut memiliki efek antikanker pada tahap awal proses karsinogenik, aktivitas antimutagenik, antikanker <em>in vitro </em>dan<em> in vivo,</em> berefek pada perlindungan organ hati, mengurangi rasa sakit, sebagai antioksidan yang sangat kuat untuk menangkal radikal bebas mengurangi peroksida lemak pada vitro dan vivo serta sebagai antiinflamatori.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS OBA) dari Departemen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia juga sudah mulai meneliti khasiat buah noni pada tahun 2004-2005. Menurut Prof. Sumali, noni dapat meningkatkan resistensi tubuh terhadap penyakit. "Karena merupakan adaptogen yakni bahan yang meningkatkan resistensi tubuh terhadap stres fisik, kimia, dan biologi. Selain itu, noni juga merupakan imunostimulan yakni bahan yang mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi terutama virus dan bakteri patogen," ujar Prof Sumali.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Penelitian Prof Sumali didukung oleh uji khasiat yang dilakukan Wahyo Jatmiko dari Universitas Airlangga pada tahun 2004-2005. Seperti dilaporkan Wahyo buah noni aman sebagai obat dan dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe II.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dr. Wang menambahkan noni selain memiliki efek terapis juga berkhasiat antibakteri, antiviral, antifungal, sebagai peningkat imun dan memberi efek perlindungan terhadap penyakit SARS. </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buah Noni]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/buah-noni/</link>
<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 11:20:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/buah-noni/</guid>
<description><![CDATA[KANDUNGAN
I ) Pengenalan
II ) Latar belakang buah Noni
III ) Penggunaan tradisional buah Noni dalam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">KANDUNGAN</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">I ) Pengenalan</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">II ) Latar belakang buah Noni</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">III ) Penggunaan tradisional buah Noni dalam beberapa masyarakat di dunia</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">IV ) Penyelidikan terhadap buah Noni dengan perubatan moden</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">V ) Cara-cara penggunaan buah Noni</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">a ) Prinsip penggunaan am</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">b ) Perkara-perkara yang perlu diperhatikan ketika meminum jus buah Noni</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">c ) Panduan kepada pesakit diabetes</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">d ) Cara menggunakan jus buah Noni pada masa kecemasaan</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">e ) Fenomena mengeluarkan toksik daripada badan</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">f ) Cara penggunaan yang lain</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">VI ) Kesimpulan </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">PENGENALAN</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Noni (nama tempatan di Hawaii) atau nama saintifiknya <em>Morinda citrifolia</em> juga dikenali sebagai buah mengkudu (nama tempatan di Malaysia) diketahui begitu kaya dengan pelbagai ramuan perubatan sehingga dikenali sebagai ‘ratu tumbuhan’. Tumbuhan ini mempunyai ketinggian 15 kaki hingga 30 kaki. Ia boleh berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Bunganya berwarna putih manakala buahnya yang sudah masak berbentuk poligon seperti bentuk ubi kentang. Dalam buahnya mengandungi biji bernih yang berwarna coklat. Buah mengkudu yang telah masak akan berubah dari warna kuning kepada warna putih. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Di Malaysia, pokok Noni tumbuh liar di kawasan kampung tetapi masyarakat memandang remeh khasiatnya berbanding dengan saintis Hawaii yang telah membuat kajian mengenainya sehingga buah itu dikomersialkan sejak tahun 1993. Walau bagaimanapun penyelidikan terhadap pokok Noni mula dijalankan di Bahagian Tumbuhan Ubatan, Institut Penyelidikan Perhutanan Malaysia (FRIM). Salah seorang daripada penyelidik ialah Dr. Mohd. Ilham Adenan.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">LATAR BELAKANG BUAH NONI</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Noni mula sekali digunakan sebagai ubat tradisional di Kepulaunan Pasifik Selatan, kemudian di China dan India. Selepas itu, ia telah dipindahkan ke Tahiti, Hawaii, Malasia sejak 2000 tahun lagi. Di kalangan masyarakat Kepulaunan Hawaii, buah Noni ini dianggap sebagai ‘<em>the magic fruit’</em> atau buah ajaib kerana nilai perubatannya yang tinggi. Sebernarnya buah Noni telah tercatat dalam manukrip purba sebagai salah satu bahan utama dalam ramuan perubatan. Keajaiban buah Noni telah terserlah ketika Perang Dunia kedua lagi. Tentera yang berada di Kepulaunan Polynesia diberikan buah Noni oleh penduduk tempatan untuk menghindari rasa letih dan memperkuatkan badan. Seluruh bahagian pokok Noni dipercayai mempunyai nilai perubatan yang tersendiri. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Noni <em>(Morinda citrofolia</em>) mempunyai lebih daripada 80 spesies. Ia tersebar luas di kawasan hutan tropikal. Walau bagaimanapun, buah Noni yang terdapat di Kepulaunan Polynesia, Tahiti mempunyai nilai perubatan yang tertinggi sekali kerana kawasan tersebut belum lagi dicemari. Pengeluaran buah Noni daripada rantau Pasifik Selatan merangkumi lebih daripada 60% pengeluaran dunia. Di antara kawasan-kawasan ini, Tahiti merupakan kawasan pengeluaran buah Noni yang terpenting.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">PENGGUNAAN TRADISIONAL BUAH NONI DI BEBERAPA MASYARAKAT DI DUNIA</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Noni boleh ditemui dengan banyaknya di Asia Tenggara, Australia, New Zealand, India, Carribean dan Tahiti mempunyai nama yang berbeza. Sungguhpun begitu, masyarakat di tempat-tempat ini masing-masing menggunakan<em> </em>buah ini sebagai ubat tradisional untuk mengubati pelbagai penyakit.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Misalnya di Kepulaunan Carribean, buah Noni dipanggil ‘<em>pain killer tree’</em> (pokok menahan kesakitan) kerana kegunaannya yang meluas untuk meredakan kesakitan akibat benggkak, terseliuh, patah tulang, demam dan pelbagai lagi. Manakala di Asia Tenggara, pokok yang dipanggil ‘nhau’ itu digunakan untuk mengubati sakit tekak serta penyakit mulut dan gusi. Masyarakat di Filipina pula percaya buah Noni bertindak membersihkan usus terutamanya menghindari perut daripada parasit. Masyarakat Melayu sama ada di Malaysia atau Indonesia pula biasanya menggunakan buah Noni untuk mengubati gangguan semasa kencing, diabetes, batuk, senggugut dan perdarahan. Manakala masyarakat Burma pula gemar memasak gulai buah yang masih muda dan buah yang telah masak akan dimakan mentah bersama garam. Sementara di Kepulaunan Ratatonga, Samoa dan Fiji, buah Noni telah menjadi makanan ruji masyarakat di sana. Mereka menggunakannya sama ada mentah atau dibuat gulai. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">PENYELIDIKAN TERHADAP BUAH NONI DENGAN PERUBATAN MODEN</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Saintis pertama yang mengkaji tentang buah Noni ialah seorang ahli biokimia yang terkenal, Dr. Ralph Heinicke. Semasa Dr. Heinicke membuat kajian mengenai bromelain nanas di Hawaii, beliau mendapati nanas mengandungi <em>proxeronine</em>. Pada masa yang sama, beliau turut mendapati kandungan <em>proxeronine</em> dan <em>proxeronase</em> dalam buah Noni lebih tinggi daripada nanas. Maka, Dr. Heinicke telah merumuskan bahawa buah Noni ialah sumber terbaik pembentukan protein dalam badan manusia.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam kajian fisiologi Dr. Heinicke, baliau mendapati <em>proxeronine </em>penting untuk mensistesis alkaloid <em>xeronine. Xeronine</em> ialah sejenis protein yang hanya dapat dihasilkan dalam usus manusia. Kekurangan <em>xeronine</em> boleh mengakibatkan pelbagai jenis penyakit. <em>Proxeronine</em> dan <em>proxeronase</em> akan berubah menjadi <em>xeronine</em> melalui tindakbalas biokimia dalam usus. Ini seterusnya boleh mengaktifkan fungsi enzim dalam badan manusia serta merangsang sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem doktrin dan sistem pembiakan. Dengan adanya <em>xeronine</em>, ia boleh mencegah pelbagai jenis penyakit seperti diarrhea, asma, diabetes, arthritis, migrain, masalah haid, batuk, sakit tekak, penyakit mulut dan gusi, merendahkan tekanan tinggi, mencegah pertumbuhan parasit dan kulat, merencatkan pertumbuhan sel-sel barah dan lain-lain penyakit lagi. Selain itu, <em>xeronine</em> juga menggalakkan pertumbuhan tisu dan mengaktifkan fungsi sel-sel badan. Oleh itu, <em>xeronine</em> turut memperlihatkan kesan yang terserlah untuk patah tulang, salah urat, seranggan serangga, barah bir, melecur dan terbakar serta menghalang proses penuaan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Melalui penyelidikan terhadap buah Noni yang dilakukan oleh ahli botani yang terkenal, Dr. Isabella Abboft, beliau membuktikan Noni boleh mencegah diabetes dan penyakit barah serta merendahkan tekanan darah tinggi. Manakala ahli biokimia, Dr. Joseph Bafz turut menunjukkan noni mengandungi antihistamin yang boleh mencegah asma, hayfever dan rheumatism. Selain itu, Noni juga mengandungi karbohidrat, protein, garam galian dan lemak tak tepu yang penting untuk kesihatan. Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan oleh Mona Harrison, M.D., Ph.D., bekas Timbalan Dekan Falkuti Perubatan, <em>University of Boston</em>, beliau mendapati jus Noni boleh merangsang perembesan serotonin dan melatonin. Oleh itu, ia boleh digunakan sebagai soporifik dan menggalakkan afrodisiak. Amalan meminum jus Noni boleh mencegah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hormon seperti nyanyuk serta menghalang proses penuaan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(rujuk Lampiran 1) </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">CARA-CARA PENGGUNAAN BUAH NONI</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">a ) Prinsip Penggunaan Am</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jus buah Noni boleh diminum atau disapu pada tubuh badan yang berluka. Biasanya, buah Noni akan dihempas dan ditapis untuk mendapatkan jus bagi kegunaan selanjutnya. Ini kerana lebih daripada 60% kandungan buah Noni terdiri daripada air. Jus buah Noni boleh diminum pada sebarang masa. Walaupun jus ini diminum sebelum memakan mengambil sebarang makanan menggalakkan kadar penyerapannya tetapi jika ia diminum selepas memakan makanan atau diminum bersama dengan makanan lain, fungsinya tetap tidak akan terjejas. Jus ini boleh diminum oleh semua lapisan masyarakat tanpa mengambilkira umur dan jantina pengguna. Wanita yang hamil juga boleh meminumnya kerana buah Noni ialah makanan dan bukannya ubat.</span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Biasanya, kuantiti pengambilan jus buah Noni tidaklah begitu banyak. Kuantiti penggunaan yang sesuai bagi setiap hari bersamaan dengan 2 sudu atau 30cc. Walau bagaimanapun, ia harusnya bersesuaian dengan keadaan dan umur seseorang. Terdapat pengguna yang hanya perlu meminumnya sekali sehari dan ada pengguna pula yang perlu meminumnya lebih daripada 4 kali dalam sehari. Kesemua ini perlu bergantung kepada kesan selepas meminumnya. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">b ) Perkara-perkara Yang Perlu Diperhatikan Ketika Meminum Jus Buah Noni</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jus buah Noni boleh ditambah dengan sebarang jus buah-buahan, jus sayur-sayuran, teh, atau minuman lain. Ia juga boleh digunakan sabagai bahan perisa semasa memasak. Jika digunakan sebagai bahan perisa, ia seharusnya dibubuh kepada lauk-pauk selepas siap simasak. Ini kerana suhu tinggi akan menjejaskan khasiat jusnya. Dengan alasan yang sama, jus buah Noni tidak boleh dipanaskan dalam <em>microwave</em> atau dicampur dengan air yang terlalu panas bagi menjamin kesempurnaan khasiatnya.</span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jus buah Noni mengandungi vitamin C yang tinggi, maka ia tidak harusnya dimasukkan dalam perkakas yang diperbuat daripada kristal kerana kristal mengandungi plumbum yang akan terurai dalam perisa masam yang tercampur dengan jus. Oleh itu, perkakas yang paling sesuai ialah perkakas yang diperbuat daripada kaca. </span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jika ingin mencampurkan jus buah Noni dengan air, haruslah menggunakan air yang telah ditulen, air mineral atau air suling dan bukannya air paip yang mengandungi gas hidrogen yang akan menjejaskan khasiat jus buah Noni. Sekiranya terpaksa juga menggunakan air paip, air paip tersebut haruslah dimasak lebih kurang 5 minit sebelum dicampurkan kapada jus buah Noni.</span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sebelum meminum jus buah Noni, pengguna dinasihatkan meminum air kosong ( bukannya teh atau kopi )dahulu bagi meneutralkan asid gastrik. Kemudian barulah meminum jus buah Noni diikuti dengan segelas air kosong lagi supaya khasiatnya senang diserap oleh badan.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">c ) Panduan Kepada Pesakit Diabetes</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jus buah Noni boleh merendahkan aras glukosa darah. Oleh itu, pesakit diabetes yang meminum jus ini antara 30-60cc setiap hari boleh mendapat manfaat daripadanya. Sekiranya pesakit diabetes mengambil terlalu banyak insulin boleh menyebabkan keadaan hipoglisemia. Maka pesakit diabetes dinasihatkan selalu menguji aras glukosa darah setiap hari untuk mengawal aras glukosa darah bagi menetapkan dos insulin yang diperlukan.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">d ) Cara Menggunakan Jus Buah Noni Pada Masa Kecemasan</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada masa kecemasan dan tidak sempat berhubung dengan doktor seperti patah tukang, salah urat, terhempap, sakit tekak, penyakit buah pinggang dan lain-lain penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Maka pesakit boleh meminum jus buah Noni sebanyak 90-120cc atau 6-8 sudu serta-merta. Kuantiti jus ini dikekalkan setiap 8 jam. Sekiranya masalah kesakitan tidak bertambah baik, haruslah berhubung dengan doktor.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">e ) Fenomena Mengeluarkan Toksik Daripada Badan </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Badan manusia berdaya mengeluarkan bahan buangan yang terkumpul dalam badan melalui proses metabolisme. Pengumpulan bahan toksik seperti bahan pengawet, racun pertanian, ubat, air dan udara yang tercemar menyebabkan kita merasa sakit dan tidak selesa. Dengan meminum jus buah Noni, kesemua bahan toksik ini boleh dikeluarkan daripada badan. Fenomena ini dikenali sebagai "tempoh baik pulih". </span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam tempoh ini, seseorang akan terasa ketidakselesaan seperti cirit-birit, batuk, menimbul jerawat pada muka, radang kulit, sakit kepala, sakit sendi dan lemah selama beberapa hari atau beberapa minggu. Sekiranya ketidakselesaan ini tidak serius, pengamalan meminum jus Noni boleh diteruskan. Apabila kesemua bahan toksik dalam badan telah dikeluarkan, pengguna akan merasa selesa sungguh dan sentiasa bersemangat. Walau bagaimanapun, pengguna dinasihatkan meminum kekurang-kurangnya 8 gelas air sehari supaya proses pengeluaran bahan toksik dapat dijalankan dengan lebih senang. Sekiranya ketidakselesaan badan agak serius, pengguna boleh meminum separuh daripada kuantiti jus Noni yang asal atau mencampurkan jus ini dengan air atau jus buah-buahan lain dan diminum 3-6 kali sehari. Jika ketidakselesaan ini masih berterusan, pengguna dinasihatkan menghentikan amalan meminum jus Noni buat seketika masa kerana pengguna tersebut mungkin alergik terhadap jus buah Noni. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">f ) Cara Penggunaan Yang Lain</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain daripada meminum jus buah Noni, penduduk di Tahiti juga menggunakannya untuk disapu pada bahagian tubuh yang salah urat, radang kulit dan gigitan serangga. Pengguna juga boleh mencampurkan sesudu jus Noni dengan secawan air (bukan air yang terlalu panas) untuk merendam pada bahagian tuduh yang sakit. Apabila campuran jus dan air telah sejuk, campuran tersebut boleh dipanaskan semula untuk seketika masa. Jus buah Noni juga boleh digunakan untuk membersihkan mulut, gusi dan gigi serta sebagai shampoo.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">KESIMPULAN</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Noni merupakan makanan perubatan semulajadi bagi penduduk di Kepulaunan Pasifik Selatan. Ia mempunyai nilai perubatan dan khasiat yang tersendiri. Dengan penyelidikan para saintis daripada Eropah, Amerika Syarikat, Jepun dan negara-negara lain, buah Noni telah dibuktikan mempunyai pelbagai jenis bahan kimia yang boleh mencegah pelbagai jenis penyakit. Walau bagaimanapun, kesemua ini hanyalah merupakan laporan penyelidikan sains sahaja dan memastikan bahawa buah Noni boleh merawati kesemua jenis penyakit. Ini kerana keadaan kesihatan, persekitaran dan tabiat seseorang menentukan kesan penyerapan terhadap jus buah Noni.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pendek kata, memandangkan buah Noni mempunyai nilai perubatan dan khasiat yang tinggi, tidak mustahillah buah Noni semakin mendapat tempat dalam bidang perubatan moden. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">LAMPIRAN 1</span></strong></p>
<table style="width:546.75pt;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="1" width="729">
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Penyakit/Masalah Kesihatan</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
</td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan Pengguna Buah Noni</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bilangan Yang Berkesan (%)#</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Penyakit   barah</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">847 847</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">67</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Penyakit   jantung</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1,058</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">80</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Strok</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">983</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">58</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Diabetes   (Jenis 1&#38; Jenis 2)</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2,434</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">83</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Afrodiasiak</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">7,931</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">91</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kegemukan</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1,545</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">88</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tekanan   darah tinggi</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2,638</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">72</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Rheumatism</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">721</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">80</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sakit   </span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3,785</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">87</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Alergik</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">851</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">85</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Masalah   pencernaan</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1,509</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">89</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Masaalah   pernafasan</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2,727</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">78</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak   boleh tidur </span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1,148</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">72</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Gangguan   fungsi otak</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">301</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">89</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Rasa   selesa</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3,716</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">79</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Penyakit   buah pinggang</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2,127</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">66</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="30%"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tekanan</span></td>
<td style="width:35.82%;padding:6.75pt;" valign="top" width="35%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3,273</span></p>
</td>
<td style="width:32.84%;padding:6.75pt;" valign="top" width="32%">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">71</span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">#</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> Pengalaman daripada pengguna buah Noni . Mereka yang tidak memperolehi manfaat daripada penggunaan buah Noni disebabkan oleh pengambilan kuantiti jus yang tidak mencukupi serta tempoh pengambilan yang tidak cukup panjang. </span></p>
<p style="margin-left:7.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sumber: Dipetik daripada <em>Liquid Island-The Tropical Fruit With 101 Medical Uses</em>. Neil Solomon, M.D.,Ph.D. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Statistik di atas diperolehi oleh Neil Solomon, M.D. , Ph.D. dengan cara temubual dengan lebih daripada 40 orang doktor dan ahli khasiat yang mengesyorkan penggunaan buah Noni kepada lebih daripada 8,000 orang pesakit atau mereka yang menghadapi masalah kesihatan. Buah Noni mempunyai kesan positif kepada lebih daripada 100 jenis penyakit dan masalah kesihatan. Penyakit dan masalah kesihatan yang ditunjukkan di atas hanyalah sebahagian daripada masalah yang utama.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">LAMPIRAN 2</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><!--[if gte vml 1]&#62;                                                  --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_image002.jpg" height="140" width="148" /><!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Noni</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">LAMPIRAN 3</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><!--[if gte vml 1]&#62;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_image004.gif" height="273" width="283" /><!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bunga Noni</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">LAMPIRAN 4</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><!--[if gte vml 1]&#62;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_image006.jpg" height="280" width="302" /><!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Daun Noni</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Efek Penghambatan Beberapa Fraksi Ekstrak Buah Mengkudu terhadap Shigella dysenteriae]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/efek-penghambatan-beberapa-fraksi-ekstrak-buah-mengkudu-terhadap-shigella-dysenteriae/</link>
<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 11:07:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/efek-penghambatan-beberapa-fraksi-ekstrak-buah-mengkudu-terhadap-shigella-dysenteriae/</guid>
<description><![CDATA[           Ema Damayanti &amp; Tata Brata Suparjana
Abtract Noni (Morinda citrifolia L) was knew as ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <font face="helvetica" size="2">          <em>Ema Damayanti &#38; Tata Brata Suparjana</em></font></p>
<p><font face="helvetica" size="2">Abtract Noni (Morinda citrifolia L) was knew as traditional plant medicine that could eliminating some diseases. This research aimed to study the inhibitory effect of Noni fruit extracts on Shigella dysenteriae; shigellosis bacteria (bacillary dysentery). Extraction used fractionation with acetone, n-Hexane, ethyl ether and ethyl acetate solvents. Inhibition test used dilution method at 0�control), 2�4�8�nd 16�xtract concentrations, with total colonies of S. dysenteriae as parameter. Data was statistical analyzed used One-Way ANOVA and Duncan post hoc with significance level at 0,05. Research showed that the crude extracts content from fractionation about 0,0195 â€“ 1,1024� Noni fruit extracts showed inhibition effect equal with extracts concentration and the highest inhibition showed at 16�thyl ether fraction. Key words : inhibition;fractionation; noni; Shigella dysenteriae.</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Mengkudu]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/mengkudu/</link>
<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 11:04:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/04/07/mengkudu/</guid>
<description><![CDATA[Buah Mengkudu atau nama saintifiknya ialah Morinda Citrifolia telah digunakan oleh penduduk Polinesi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah Mengkudu atau nama saintifiknya ialah Morinda Citrifolia telah digunakan oleh penduduk Polinesia dan kepulauan Carrabien dalam mengubati pelbagai penyakit dan untuk menyihatkan badan. Di Malaysia, penggunaan mengkudu agak terbatas dan dipandang remeh. Kajian secara saintifik lebih 40 tahun telah dijalankan oleh Dr. R.M Heineike. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah mengkudu telah dijadikan dalam bentuk jus untuk memudahkanpenggunaannya dan juga untuk menghilangkan rasa busuk. Spesis mengkudu adalah antara spesimen yang banyak tersebar. Antara faktornya ialah sifat daya tahan biji benihnya yang berupaya terapung untuk tempoh masa yang lama. Pepohon mengkudu boleh mencapai ketinggian sehingga 35 kaki atau 10 meter tinggi dengan bebunga putih. Dengan sifatnya yang istimewa, iaitu berbunga sepanjang tahun, dapat menghasilkan buah yang silih berganti. Amalan Tradisi Semenjak dahulu lagi, khasiat mengkudu telah diketahui oleh masyarakat tempatan. Malangnya, kegunaannya terhad kepada ulam dan kerabu walaupun sesetengahnya mengambil bahagian daunnya untuk kegunaan selepas bersalin, atau lebih tepat lagi sebagai awet muda. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kajian Saintifik </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Buah mengkudu mengandungi 12 kandungan penting seperti proxironine, asid kaproid, asid kaprilik, minyak penting, B-D-glucopiranose pentaacetate-2, asperuloside tetra acetate, glucose, Asid ascorbik(vitamin C) dan damnacanthol. Beberapa jenis kandungan ini boleh bertindak sebagai anti-bakteri melawan Escherichia coli, Salmonrlla typhi, Shigella paradysenteriac dan Staphylococcuss aureus. Buah mengkudu boleh memulihkan sistem penghadaman dan ini dapat membantu dalam memulihkan penyakit "hemorrhoidsm", hidung tersumbat dan "cerebral hemorrhage". Ia dapat juga membantu untuk meredakan "embolishsm" dan membantu untuk melancarkan aliran darah yang mugkin disebabkan ketulan-ketulan darah(ketulan darah ini terdapat dalam saluran darah dan mengurangkan perjalanan darah). Mengkudu juga bertindak sebagai" anti-oxidant" yang sangat baik. Kandungan yang paling penting dalam buah mengkudu adalah proxeronine. Proxeronine ini akan membentuk Xeronine apabila dimakan dan Xeronine ini boleh membaiki sel-sel yang rosak dan mengaktifkan sel-sel yang lemah. Salah satu unsur penting dalam mengudu ialah Damnacanthol yang boleh bertindak sebagai anti-virus dan anti-tumor yang boleh bertindak keatas beberapa jenis barah paru-paru. Beberapa kajian klinikal menunujukan mengkudu dapat menolong masalah penyakit buah pinggang yang teruk. Ia juga menunjukkan sifat "anti-inflammatory" yang boleh membantu dalam merawat "arthritis". Dalam percubaan keatas tikus, berat badan, kesuburan sel darah putih dan kekuatan berenang bertambah setelah diberi jus mengkudu. Secara umunnya, buah mengkudu boleh membantu dalam penyakit dibawah. Semua penyakit-penyakit yang dicadangkan disini mungkin tidak memberi kesan yang sama:- </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tekanan Darah tinggi<br />
Barah<br />
Penyakit Jantung<br />
Kencing Manis<br />
Masalah Seksual<br />
Lemah badan<br />
Berat badan berlebihan(Kegemukan)<br />
Masalah buah pinggang<br />
Fikiran serabut<br />
Alahan seperti alahan daripada makan udang dan ketam<br />
Arthiritis<br />
Masalah penghadaman<br />
Angin Ahmar<br />
Masalah tidur<br />
Ketagihan merokok<br />
Masalah Penafasan<br />
Kurang Tenaga<br />
Batuk<br />
Cacing<br />
Gout<br />
Asma<br />
Resdong<br />
Gastrik<br />
Tumor<br />
Luka Kecil<br />
Kelimumur<br />
Kebengkakan<br />
Keracunan Makanan </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
<strong>KEAJAIBAN BUAH MENGKUDU</strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bijinya digunakan sebagai julap Tidak banyak kegunaan pokok mengkudu kepada masyarakat negara ini melainkan daun dan buahnya yang kadangkala digunakan sebagai ulam dan kerabu. Dalam beberapa ketika pula daun mengkudu dijadikan bahan ubatan traditional sebagai meniru amalan perubatan masyarakat dahulu kala. Mengkudu atau nama saintifiknya morinda citrifolia diketahui begitu kaya dengan pelbagai ramuan ubatan hingga digelar sebagai ratu tumbuhan. Khasiat buah mengkudu boleh meredakan tekanan darah tinggi, senggugut, arthritis, ulser, kencing manis, kerosakan buah pinggang, pundi hempedu serta urat saraf. Demikian menurut pegawai penyelidik Bahagian Tumbuhan Ubatan, Institut Penyelidikan Perhutanan Malaysia (FRIM), Dr. Mohd Ilham Adenan. Selain itu buah mengkudu juga dikatakan dapat merencat pertumbuhan sel-sel barah, mempunyai kesan analgesik (penahan sakit), antiseptik (membunuh kuman) dan menghalang pertumbuhan parasit serta kulat. Dikalangan masyarakat kepulauan Hawaii, buah mengkudu dianggap sebagai the magic fruit atau buah ajaib kerana nilai perubatannya yang tinggi. Sebenarnya buah mengkudu atau noni (nama tempatan di Hawaii) telah tercatat dalam manuskrip purba sebagai salah satu bahan utama dalam ramuan perubatan sejak 2,000 tahun lalu. Seluruh bahagian pokok mengkudu dikatakan mempunyai nilai perubatan yang tersendiri.Biji mengkudu dipercayai boleh digunakan sebagai julap.Daunnya dikatakan mujarab untuk merawat sakit kulit, mengurangkan sakit dan radang kulit. "Daunnya dikatakan mujarab untuk merawat sakit kulit, mengurangkan sakit dan radang kulit." Sementara itu menurut Dr. Ilham; penyelidikan yang sedang dijalankan di FRIM mendapati pucuk mengkudu mempunyai bahan kimia yang amat berguna untuk menghalang proses penuaan. Batang mengkudu pula boleh digunakan untuk mengurangkan tekanan darah sementara ekstrak daripada buah mengkudu pula dipercayai boleh menyembuhkan sakit mata. "Khasiatnya yang tersendiri tidak mustahil setanding dengan tongkat ali.." Dr. Ilham. Bagaimanapun pokok mengkudu yang boleh ditemui dengan banyak di Asia Tenggara, Australia, New Zealand, India, Carribean dan Tahiti mempunyai nama yang berbeza. Misalnya di Kepulauan Carribean, mengkudu dipanggil pain killer tree (pokok penahan kesakitan) kerana kegunaannya yang meluas untuk meredakan kesakitan akibat bengkak, terseliuh, patah tulang, demam dan pelbagai lagi. Manakala di Asia Tenggara, pokok yang dipanggil nhau itu digunakan untuk mengubati sakit tekak serta penyakit mulut dan gusi. Masyarakat di Filipina pula percaya buah mengkudu bertindak membersihkan usus terutamanya menghindari perut dari parasit.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Masyarakat Melayu samada di Malaysia atau Indonesia pula biasanya menggunakan buah mengkudu untuk mengurang gangguan semasa kencing, diabetis, batuk, senggugut dan pendarahan. "Masyarakat Malaysia memandang remeh khasiatnya berbanding dengan saintis Hawaii" "Walaupun pokok mengkudu tumbuh liar dikawasan kampung tetapi penggunaannya sebagai bahan perubatan traditional semakin dilupakan." "Hanya daunnya saja digunakan bagi merawat wanita lepas bersalin, manakala pucuknya pula dimakan sebagai ulam" kata Dr. Ilham. Walaupun mengkudu terdapat banyak disini, masyarakat Malaysia memandang remeh khasiatnya berbanding dengan saintis Hawaii telah mula membuat kajian mengenainya sehinggakan buah itu telah dikomersialkan sejak 1993. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Produk yang berasaskan buah mengkudu telah mula dipasarkan di Hawaii dalam bentuk tablet dan jus sebagai makanan kesihatan. Menurut Dr. Ilham lagi, mengikut pengamal perubatan traditional terutamanya di Hawaii, amalan meminum jus mengkudu amat baik untuk kesihatan. "Jus itu biasanya diminum sebagai tonik ketika berehat atau selepas bangun tidur terutamanya sebelum menikmati sarapan pagi" katanya. Bagaimanapun menurut Dr. Ilham, walaupun jus mengkudu berkhasiat tetapi tidak ramai yang sanggup meminumnya kerana bau yang tidak menyenangkan. Oleh itu bagi tujuan kommersial, pengusaha jus mengkudu menambahkan dengan pelbagai perasa seperti strawberi atau anggur untuk menghilangkan bau yang tidak menyenangkan itu. Di samping itu satu lagi cara menghilangkan bau adalah dengan mengeringkan jus itu sehingga menjadi serbuk dan dimasukkan ke dalam kapsul. Walaupun hanya beberapa tahun dikomersialkan, keajaiban buah mengkudu telah terserlah ketika Perang Dunia Kedua lagi. Tentera yang berada di Kepulauan Polynesia diberikan mengkudu oleh penduduk tempatan untuk menghindari rasa letih. Sementara di Kepulauan Ratatonga, Samoa dan Fiji, buah mengkudu telah menjadi makanan ruji masyarakat di sana. Mereka memakannya sama ada mentah atau dibuat gulai. Manakala masyarakat Burma pula gemar memasak gulai buah yang masih muda dan buah yang telah masak akan dimakan mentah bersama garam. Memandangkan pokok mengkudu mempunyai khasiatnya yang tersendiri, tidak mustahil ia akan setanding dengan tumbuhan ubatan yang akan dikomersialkan seperti tongkat ali dan sebaginya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pokok Mengkudu bukanlah asing bagi kita di Malaysia. Ia adalah tumbuhan tropika yang daunnya digunakan sebagai sayuran atau dimakan sebagai ulam. Buahnya sekali-sekala digunakan sebagai makanan selepas bersalin. Seringkali si pemakannya tidak mengetahui sebab dan tujuan ia dimakan. Biasanya buah tersebut dipetik dan diperam di atas garam atau di dalam beras dan bila sudah masak, ia dimakan begitu sahaja. Di Indonesia buah ini juga popular digunakan sebagai "buah rojak" serta dimakan bersama-sama kuah rojak atau dicampur dengan buah-buahan lain sebagai rojak. Bagi penduduk kepulauan Polynesia dan Hawaii lain pula halnya, mereka lebih mengutamakan buahnya. Sejak lebih kurang 2000 tahun yang lalu, penduduk di kepulauan tersebut telah menggunakan buah mengkudu sebagai ubat untuk berbagai jenis penyakit. Kerana khasiatnya yang sungguh istimewa itu, mereka menggelarkannya sebagai "Pain Killer", "Headache Tree" dan "Cheesefruit". Nama saintifiknya ialah Morinda Citrifolia dan di Hawaii dikenali sebagai Noni. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengkudu sebenarnya berasal dari Asia Tenggara termasuk Malaysia melalui laut yang dihanyutkan dari satu pulau ke satu pulau. Kepulauan Carribean terutama Tahiti adalah satu kepulauan yang subur dengan tumbuhan mengkudu. Khasiat Buah Mengkudu diantaranya Menstabilkan tekanan darah dan aras kolestrol - otot jantung Gangguan dalam tubuh - kencing manis, sakit kepala, ginjal, buah pinggang, pundi kencing, pundi hempedu dan tiroid Mencegah pertumbuhan sel kanser dan tumor Sistem pernafasan - resdung, asthma, bronkitis, hingus meleleh, batuk, sakit tekak, batuk kering, kolera dan bayi yang demam selsema Gangguan penghadaman - perut kembung, ulcer, gastrik, cirit-beret, muntah-muntah, tidak hadam, buasir, keracunan makanan Mulut dan Tekak - radang tekak, sakit gusi dan sakit gigi Sakit tulang dan sendi - terseliuh dan gout Penyakit kulit - bisul, luka, kurap, radang, ulser kulit Sakit puan - senggugut, gangguan haid Menghilangkan gatal - celah kelangkang, pelipatan, ulat air dan penyakit kulit Memulihkan kesan umum penuaan (awet muda) Menghilangkan ketagihan dadah dan rokok Membantu sistem kesuburan lelaki dan wanita Meredakan kesakitan (analgesik) Meningkatkan tenaga tubuh badan Mengurangkan stress (tekanan) Anti-oxidant.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aneka Ramuan Pencegah SARS]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/aneka-ramuan-pencegah-sars/</link>
<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 06:39:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/aneka-ramuan-pencegah-sars/</guid>
<description><![CDATA[Dunia dilanda kepanikan luar biasa         akibat wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>Dunia dilanda kepanikan luar biasa         akibat wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) merebak sejak bulan November 2002 di         Guangdong, Cina. Penyakit pernapasan akut yang disebabkan sejenis virus influenza ini         tidak mempan diobati dengan antibiotika biasa. Namun, virus ini bisa ditangkal dengan         cukup istirahat dan olahraga serta mengonsumsi beberapa tanaman obat berikut ini.</strong></font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">Sepasang         suami istri di Hong Kong diberitakan terkena penyakit flu ganas ini. Sang suami menularkan         virus ini kepada istrinya karena selama dia sakit, istrinya tetap menemani di sampingnya.         Meski sama-sama kena SARS, si istri cepat pulih, sedangkan suaminya masih bergulat dengan         penyakit yang telah merenggut sekitar seratusan nyawa ini. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">“Si Istri cepat pulih karena ia memiliki kekebalan tubuh yang baik,” kata Dr.         Amin Soebandrio, PhD, Cm, Microbiologist, Asisten Deputi Menteri Ristek untuk llrnu         Kedokteran dan Kesehatan. Kekebalan tubuh yang baik, diakuinya, memang bisa jadi cara         pencegahan dini menghadapi penyakit ini. Tentu di samping menghindari kontak fisik dengan         orang yang sudah kena penyakit ini. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Menurutnya, meningkatkan kekebalan tubuh itu tidak susah. Caranya dengan cukup         istirahat, berolahraga teratur, dan mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, khususnya         jenis peningkat kekebalan tubuh. Dr. Amin menyarankan untuk tidak lupa mengonsumsi makanan         yang kaya vitamin C dan antioksidan. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Selain makanan tersebut, ada juga tanaman obat yang beberapa di antaranya telah diuji         secara klinis mampu meningkatkan kekebalan tubuh: </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>1. Meniran</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Tanaman ini secara tradisional dipercaya bisa menyembuhkan penyakit antara lain radang         dan batu ginjal, susah buang air kecil, disentri, sakit ayan, hepatitis, serta rematik.         Zat kimia tanaman mi yang sudah diketahul antara lain filantin, hipofilantin, kalium,         damar, dan tannin. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Penelitian terbaru tentang meniran mengungkapkan bahwa tanaman ini bisa membantu         mencegah berbagai macam infeksi virus dan bakteri serta mendorong sistem kekebalan tubuh.         Tanaman ini sudah diteliti dan diproduksi menjadi tablet peningkat daya tahan tubuh.         Produknya telah diuji preklinis dan kilnis selama tiga tahun. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Dr. Zakiudin Munasir, Sp.AK, ahil pediatrik imunologi dari Bagian Anak RS Cipto         Mangunkusumo Jakarta, telah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa ekstrak meniran         membantu meningkatkan kecepatan penurunan demam pada pasien anak penderita infeksi saluran         pernapasan atas. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Cara pemanfaatan: </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Cara ini disarankan oleh Dr. Suprapto Ma’at dari Universitas Airlangga yang juga         ikut menguji ekstrak tanaman meniran dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Ambil satu         genggam daun meniran yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Tumbuk sampai halus.         Kemudian rebus bersama dua gelas air bersih. Tunggu sampai menjadi setengah gelas. Minum         sekali setiap hari. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>2. Jinten Hitam</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Selain meniran, jinten hitam juga bisa dipakai sebagai cara alami untuk meningkatkan         daya tahan tubuh. "Orang Arab sudah secara turun-temurun memanfaatkan jinten hitam         untuk meningkatkan daya tahan tubuh," kata Dr. Suprapto. Berbeda dengan meniran,         tanaman ini belum teruji secara klinis. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Cara pemanfaatan: </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Siapkan satu sendok makan munjung jintan hitam. Gerus sampai kulitnya menjadi pecah.         Setelah itu rebus dengan dua gelas air. Tunggu sampai air rebusan tersebut tersisa menjadi         setengah gelas. Minum setiap hari agar daya tahan tubuh meningkat. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>3. Mengkudu</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Buah yang juga dikenal dengan nama pace atau noni ini telah lama dikenal sebagai obat         untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hingga kini, penelitian terhadap buah buruk rupa ini         terus dilakukan secara intensif. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Penelitian oleh Dr. Paul Heinike pada awal abad 20 mengungkapkan bahwa tanaman ini         mengandung enzim proxeronase dan alkaloid proxeronine. Kedua zat ini akan membentuk zat         aktif bernama xeronine di dalam tubuh. Zat ini akan dibawa aliran darah menuju sel-sel         tubuh. Hasilnya, sel-sel itu akan lebih aktif, sehat, dan terjadi perbaikan-perbaikan         struktur maupun fungsi. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Cara pemanfaatan: </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, menganjurkan resep         berikut untuk menikmati buah mengkudu. Siapkan dua buah mengkudu yang sudah tua. Cuci         bersih kemudian simpan selama dua hari sampat benyek. Setelah itu remas-remas dalam dua         gelas air. Saring dan sisihkan. Sementara itu, siapkan satu jari kunyit dan dua jari jahe.         Bakar dan memarkan. Ambil satu jari kayu manis dan sereh serta tujuh buab kapulaga dan         cengkeh. Bahan-bahan tersebut direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampal mendidih dan         berbau harum. Campurkan air rebusan bahan tersebut dengan buah rnengkudu yang telah         disaring. Tambahkan sedikit garam dan gula jawa secukupnya. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>4. Lidah Buaya</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Dr. Suprapto menyarankan konsumsi lidah buaya supaya tubuh lebih fit dan segar. Tanaman         ini juga bermanfaat untuk menjaga stamina orang yang sudab tua dan mudah sakit. Endah juga         mengungkapkan bahwa lidah buaya bermanfaat untuk meringankan penyakit batuk dan bronkitis.         </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Cara pemantaatan: </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Siapkan setengah telapak tangan lidah buaya. Cuci bersih dan dikupas. Tambahkan         tigaperempat gelas air. Blender air bersama gel lidah buaya tersebut. Tambahkan madu         secukupnya. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>5. Apel</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Buah ini mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan dan berfungsi meningkatkan         kekebalan tubuh. Konowalchuck J. pada tahun 1978 mempublikasikan artikel berjudul “Antiviral         Effect of Apple Beverages”. Ia menyebutkan bahwa sari buah apel sangat baik diminum         untuk melawan berbagai serangan infeksi virus. Menurut buku “Natural Remedies”,         dosis apel yang bisa melindungi tubuh dari virus adalah tiga kali sehari satu buah atau         segelas jus apel. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>6. Pepaya</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Buah tropis ini merupakan sumber betakaroten yang baik, sehingga mampu mencegah         kerusakan sel yang disebabkan oleh zat radikal bebas. Setengah buah pepaya ukuran sedang         sehari mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian seorang manusia dewasa. Tidak hanya itu,         pepaya juga mengandung sedikit kalsium dan besi. Buah ini amat dianjurkan untuk orang         sakit dan lanjut usia karena dagingnya mudah dikunyah dan ditelan. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>7. Stroberi</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Buah ini mengandung vitamin C paling tinggi di antara semua beri dan kebanyakan buah.         Secara tradisional, stroberi dipakai untuk membersihkan sistem pencernaan makanan. Buah         ini juga berguna membantu penyerapan zat besi dari sayur mayur yang dikonsumsi. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>8. Jambu Batu</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Buah jambu batu seberat 90 gram, menurut buku “Foods that Harm Foods that Heal”,         ternyata mengandung vitamin C lima kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Buah jambu         biji seberat itu bila dikonsumsi setiap hari mampu memenuhi kebutuhan vitamin harian orang         dewasa, sehingga bisa menjaga kesehatan dan kebugaran. </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2"><strong>9. Jeruk</strong> </font></p>
<p><font color="#000000" face="arial" size="2">        </font><font color="#000000" face="arial" size="2">Vitamin C sering diidentikkan dengan buah jeruk. Buah ini memang mengandung vitamin C         yang bermanfaat untuk menjaga pertahanan tubuh dari infeksi bakteri dan virus. Kandungan         antioksidan dalam jeruk mampu mencegah kerusakan karena zat radikal bebas. Antioksidan ini         terdapat dalam membran di antara segmen daging buahnya. Untuk memperoleh manfaat optimum         dari buah ini, sebaiknya makan buah segar daripada minum jusnya. </font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyiasati Bau Tajam Mengkudu Si Buruk Rupa]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/menyiasati-bau-tajam-mengkudu-si-buruk-rupa/</link>
<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 06:37:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/menyiasati-bau-tajam-mengkudu-si-buruk-rupa/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini buah paling laris untuk pengobatan     adalah buah mengkudu. Konon, mengkudu memiliki khasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini buah paling laris untuk pengobatan     adalah buah mengkudu. Konon, mengkudu memiliki khasiat untuk menyembuhkan bermacam-macam     penyakit, di antaranya adalah penyakit darah rendah, darah tinggi, arthritis, alergi,     kanker, diabetes, stroke, jantung koroner, dan lain-lain.</p>
<p>Buah ini biasa bertekstur padat dan keras, berwarna putih kekuningan saat masih mentah,     dan akan berubah menjadi kekuningan saat sudah mulai tua. Semakin tua, buah ini akan     menimbulkan aroma tidak sedap yang tajam yang disebabkan oleh campuran antara bau asam     kaproat dan bau asam kaprik.</p>
<p>Karena itulah banyak orang merasa enggan untuk mengkonsumsinya karena baunya yang tidak     enak.</p>
<p>Untuk mengurangi bau yang tidak enak saat dibuat jus, pilihlah buah mengkudu yang sudah     masak tetapi masih berwarna hijau. Buah mengkudu yang seperti itu memiliki kandungan     bioaktif yang paling tinggi, namun baunya yang tidak enak berada dalam kadar yang     terendah.</p>
<p>Saat membuat jus, Anda dapat mencampurnya dengan buah-buahan yang lain seperti anggur atau     apel sehingga aromanya yang tidak sedap ini dapat berkurang. Yang perlu diingat adalah     jangan mengkonsumsi jus mengkudu bersama dengan air kopi, teh, atau minuman     berakohol.</p>
<p>Selain itu Anda perlu juga menghindari merokok. Khasiat jus mengkudu akan mulai tampak     setelah Anda mengkonsumsinya selama beberapa hari.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Si Magic Plant Dipatenkan Jepang dan Amerika]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/si-magic-plant-dipatenkan-jepang-dan-amerika/</link>
<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 06:36:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/si-magic-plant-dipatenkan-jepang-dan-amerika/</guid>
<description><![CDATA[Mengkudu, si buah ajaib yang berfungsi multi khasiat,     tumbuh subur di Indonesia. Namun kita kala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2">Mengkudu, si buah ajaib yang berfungsi multi khasiat,     tumbuh subur di Indonesia. Namun kita kalah cepat dalam kajian dan penelitiannya sehingga     Jepang dan Amerika yang tak ada mengkudu bahkan telah mempatenkan penemuannya.</p>
<p>Di Indonesia, tanaman ini betah tumbuh di mana-mana walau tidak sengaja di tanam bahkan     tanpa di pupuk. Buahnya yang lebat kadang berjatuhan, namun tak dilirik karena baunya     menyengat tak sedap.</p>
<p>Mengkudu juga dikenal dengan nama Pace, Lengkudu, Noni, Bangkudu, dan Magic Plant. Siapa     nyana buah yang dikenal untuk berbagai macam obat di tanah air ini telah dipatenkan di     Jepang dan Amerika, yang notabene tanaman “ajaib” tersebut tak tumbuh di sana.</p>
<p>Jepang, yang telah melakukan penelitian terhadap buah mengkudu ini, tahun 1985,     mempatenkan penemuannya terhadap ekstrak buah mengkudu sebagai obat hepatitis oleh EISAI     CO.Ltd/Mr. Ogata Yoshitake.</p>
<p>Kemudian tahun 1995, Jepang juga mematenkan ekstrak akar mengkudu sebagai anti bakteri     (Helicovbacter pylory) oleh TERUMO CORP../Mr. Hasegawa Hirokazu dan Mr. Koyano Takashi.</p>
<p>Sementara, Amerika, pada 22 Februari 1994 telah mempatenkan produk-produk farmasi dari     mengkudu beserta teknologi pengolahannya yang mereka daftarkan di United State dengan     Paten No.5, 288, 491.</p>
<p>Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University     dan The Institute of Biomedical Sciences di Jepang melakukan riset terhadap 500 jenis     tanaman. Dan mereka mengklaim telah menemukan zat –zat anti kanker (damnacanthal)     yang terkandung dalam buah mengkudu. Mereka juga menyimpulkan bahwa zat anti kanker pada     mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.</p>
<p>Untuk saat ini penelitian ilmiah yang terbilang paling monumental terhadap tanaman “mengkudu”     adalah yang dilakukan Prof. Neil Solomon, MD., Phd dari John Hopkins Medical Institution,     Amerika di tahun 1997-1998. Penelitian ini melibatkan 40 dokter dan 8000 pasien pengguna     sari buah mengkudu. Kesimpulannya, 78% dari pengguna sari buah mengkudu telah merasakan     manfaatnya untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Yaitu : Kanker, Kolesterol Tinggi,     Jantung, Gangguan pencernaan, Diabetes Mellitus, Tekanan Darah Tinggi dan Untuk     meningkatkan daya tahan tubuh.</p>
<p>Bagaimana di Indonesia?. Di Indonesia yang memiliki 940 jenis tanaman obat, sampai saat     ini belum ada satu pun yang dipatenkan. Untuk mengkudu sendiri, secara lembaga baru BPPT,     dan itu pun baru-baru ini dilakukan penelitiannya yang bekerjasama dengan MSF yang     memproduksi sari buah mengkudu. Jadi, memang perlu rangsangan menarik, dan “reward”     yang sesuai agar peneliti-peneliti kita tertarik untuk meneliti dan mempatenkan     penemuannya.</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Mengkudu Warisan dari Masa Silam]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/mengkudu-warisan-dari-masa-silam/</link>
<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 06:36:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/mengkudu-warisan-dari-masa-silam/</guid>
<description><![CDATA[MENGKUDU yang dalam bahasa Latinnya Morinda citrifolia adalah tumbuhan     untuk obat-obatan yang tu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">MENGKUDU yang dalam bahasa Latinnya Morinda citrifolia adalah tumbuhan     untuk obat-obatan yang tumbuh di Kepulauan Maluku dan sekitarnya, di Indonesia.<br />
Sejak sekitar 6000 tahun yang lalu, buah dan daunnya dipakai sebagai makanan atau sayuran     dan obat-obatan. Batang dan akarnya digunakan sebagai bahan pewarna celupan.<br />
Ada 80 jenis tanaman mengkudu. Menurut HB Guppy, ilmuwan asal Inggris yang mempelajari     mengkudu di awal tahun 1990, sekitar 50 jenis tanaman mengkudu tersebar di berbagai pulau     besar dan kecil di sekitar Indonesia dan Malaysia, serta Samudera Hindia dan Pasifik.<br />
Saat ini, hanya 20 jenis mengkudu yang telah dikenal mempunyai nilai ekonomi, di antaranya     yang terkenal adalah mengkudu tanah merah, mengkudu tanah putih atau mengkudu Maluku, yang     berasal dari Pulau Butung dan mengkudu Bogor, yang dikenal sebagai “ratu”nya     Morinda, karena kemampuannya menyebar ke seluruh penjuru dunia melalui bijinya, tanpa     perlu bantuan manusia.<br />
Padat Gizi<br />
Mengkudu yang sudah matang berwarna kuning keputih-putihan, banyak mengandung sari buah     dan lembek. Sari/jus buah ini mengandung gizi. Kandungannya seimbang dan terdiri dari     protein, karbohidrat (berbagai jenis gula, serat nabati larut air), berbagai jenis vitamin     dan mineral.<br />
Multi Vitamin<br />
Vitamin C yang terkandung dalam buah ini, yaitu sekitar empat sampai lima kali lipat dari     yang terkandung dalam jeruk tropis.<br />
l Protein: semua jenis asam amino<br />
l Lipida: asam lemak caproic, caprilic, lauryl, myristic, palmitic, stearic,acid dan oleic     acid<br />
l Vitamin: B1,B2,B6, Niacin, C, E, dan K<br />
l Mineral: Kalsium, Fosfor, Kalium, Magnesium, Zinc, Iron, dan Mangan<br />
140 Komponen<br />
Pada jus Mengkudu atau Noni atau Pace ditemukan 140 macam komponen termasuk bahan     nutrisi.<br />
Komponen yang efektif dan memiliki fungsi tinggi pada jus noni adalah senyawa coumarin,     anthraquinone, asam lemak, terpenoid.(MB)</p>
<p align="justify"><em><strong>Khasiat Sang Noni</strong><br />
Terapi Bagian tanaman Cara konsumsi<br />
anti bakteri buah matang jus dan minuman<br />
anti biotik buah matang jus dan minuman<br />
asterioskerosis buah mentah jus dan minuman<br />
artritis buah mentah jus dan minuman<br />
daun mengkudu dioleskan<br />
sakit punggung buah jus dan minuman<br />
beri-beri buah jus dan minuman<br />
tekanan darah tinggi buah jus dan minuman<br />
luka bakar buah mentah dioleskan<br />
patah tulang buah muda dioleskan<br />
kanker buah matang jus dan minuman<br />
ekstrak akar jus dan minuman<br />
kanker payudara daun minuman ekstrak minuman<br />
flu buah matang jus dan minuman<br />
batuk daun mengkudu ditempelkan di dada<br />
buah jus dan minuman<br />
batang seduh dan minum<br />
depresi buah mentah jus dan minuman<br />
kulit akar seduh dan minum<br />
diabetes buah matang jus dan minuman<br />
diare biji mengkudu minum<br />
pencernaan buah mentah jus dan minuman<br />
bunga mengkudu makan selama 5 hari<br />
kecanduan obat bius buah mentah jus dan minuman<br />
demam daun mengkudu tempel dengan minyak<br />
gusi buah matang kumur-kumur<br />
penyakit hati buah matang jus dan minuman<br />
kejang saat haid buah mentah jus dan minuman<br />
infeksi mulut buah mentah jus dan minuman<br />
radang tenggorokan buah jus dan kumur-kumur<br />
sakit perut batang/daun minuman seduhan<br />
buah jus dan minuman.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengkudu, Bau Busuk yang Berkasiat]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/mengkudu-bau-busuk-yang-berkasiat/</link>
<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 06:35:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/02/28/mengkudu-bau-busuk-yang-berkasiat/</guid>
<description><![CDATA[TAHUN 1949, jurnal Pacific Science     terbitan Hawaii mengulas pohon pendatang dari Indonesia yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">TAHUN 1949, jurnal <em>Pacific Science</em>     terbitan Hawaii mengulas pohon pendatang dari Indonesia yang hidup secara liar sejak     kawasan pantai sampai ketinggian 500 meter dpl (di atas permukaan laut) yang disebut noni     (Morinda Citrifolia). Pohon ini termasuk keluarga <em>Rubiaceae, </em>sama seperti kopi,     soka, kaca piring. Noni umum disebut sebagai <em>magic plant</em> atau <em>pain killer tree</em>     karena memiliki manfaat dan khasiat yang banyak untuk beberapa jenis penyakit berbahaya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Sejak kulit akarnya yang digunakan     sebagai pewarna untuk menyamak kain, daun muda/pucuk batang untuk sayuran dan obat, dan     terutama buah tuanya yang sudah masak sebagai bahan baku pembuatan jus/sari buah, dengan     manfaat obat yang sangat luas dan mujarab. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Dari segi penelitian ilmiah, khasiat buah     mengkudu bukan "placebo" atau bohong-bohongan. Serangkaian penelitian yang     dilakukan oleh banyak laboratoria dan lembaga perguruan tinggi terkenal di Amerika     Serikat, membuktikan keampuhan komponen berkhasiat yang terdapat di dalam jus buah yang     masak. </font></p>
<p