<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>memilih-sekolah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/memilih-sekolah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "memilih-sekolah"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 20:00:13 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[memilih SEKOLAH ANAK]]></title>
<link>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=677</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 02:12:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedidwitagama</dc:creator>
<guid>http://dedidwitagama.id.wordpress.com/2008/05/06/memilih-sekolah-anak/</guid>
<description><![CDATA[Anak anda mau masuk sekolah; SD, SMP, SMA atau SMK. Bingung pilih sekolah buat dia &#8230; ada keter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Anak anda mau masuk sekolah; SD, SMP, SMA atau SMK. Bingung pilih sekolah buat dia ... ada keterbatasan dana, kemampuan jarak atau lainnya. Tips berikut ini mungkin bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih sekolah buat buah hati.</p>
<p><strong>1. Luangkan waktu Anda. </strong>Jika ingin anak Anda lebih baik di masa depan, jangan wakilkan urusan ini pada fihak lain ... luangkan waktu Anda, betapapun sibuknya Anda ... ini bukan kerjaan rutin, hanya tiga atau enam tahun sekali.<strong></strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Temui Guru atau Wali Kelas</strong>. Mereka mengetahui kondisi anak kita dan kondisi Sekolah di sekitar Sekolah anak kita saat ini ... bertanyalah berbagai hal yang ingin Anda ketahui dan khawatirkan ... mintalah waktu lebih untuk komunikasi lebih banyak tentang pemilihan sekolah anak kita.</p>
<p><strong>3. Browsing di internet</strong>. Biasanya sekolah-sekolah yang baik memiliki banyak informasi di dunia maya ... jangan terlalu percaya dulu pada yang anda dapat di Website, jadikan itu sebagai pertimbangan untuk melihat langsung sekolah yang dituju.</p>
<p><strong>4. Kunjungi Sekolah yang dituju bersama anak Anda</strong>. Dari hasil bincang dengan guru atau wali kelas dan browsing di internet anda akan memperoleh beberapa alternatif, kunjungi sekolah yang dituju ... sebaiknya tak hanya sekali dan jangan pada hari libur. Suasana sekolah biasanya akan tertangkap roh kegembiraan atau roh yang tak menyenangkan saat melihat aktifitas sekolah yang sesungguhnya. Jika Anda bekerja, mungkin bisa luangkan waktu istirahat makan siang Anda untuk visit sekolah untuk buah hati ... labih baik jika anak Anda di ajak berkunjung ... karena dia akan jalani masa bertahun-tahun di tempat yang dipilihnya.</p>
<p>Saat berkunjung, bicaralah dengan guru-guru di dekolah itu, murid-murid disana, satpam, pedagang di kantin, dll. Anda akan mendapat gambaran lebih komprehensif tentang kondisi calon sekolah anak Anda.</p>
<p><strong>5. Putuskan bersama anak Anda</strong>. Saat memutuskan beberapa sekolah mana yang dipilih sesuai dengan skala prioritas dari yang paling bagus, menurun hingga sekolah yang lebih rendah kualitasnya, Anda harus libatkan anak Anda.</p>
<p><strong>6. Siapkan pilihan alternatif</strong>. Jika pilihan pada langkah 5 tidak bisa dipenuhi atau gagal, siapkan sejak awal alternatif sekolah pilihan yang masih bisa dicapai. Daftar di sekolah itu sebagai cadangan ... karena biasanya sekolah yang baik menerima pendaftaran lebih awal, memang ada konsekwensi hilangnya sejumlah biaya yang Anda keluarkan ... tapi tak apalah, demi buah hati tercinta.</p>
<p><strong>7. Jaga kesehatan dan berdoa</strong>. Urusan di atas memakan waktu dan energi yang tak sedikit, oleh sebab itu jaga kesehatan dan berdoalah, kerjasama yang baik antar suami, istri dan anggota keluarga lainnya akan hasilkan yang terbaik ... selamat berjuang raih masa depan lebih baik.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Di bawah ini ada tulisan <a href="http://mominaction.wordpress.com/2008/04/23/memilih-sekolah-untuk-anak/" target="_blank">Edratna</a> tentang sekolah anak-anak</p>
<blockquote><p><em>Anak-anakku sekolah di SD Inpres, yang hanya 50 meter jaraknya dari rumah, padahal para tetanggaku, di kompleks rumah dinas, anak-anaknya sekolah di SD swasta yang terkenal mahal dan bagus. </em></p>
<p><em>Awalnya saya kuatir juga, tapi justru mereka peka terhadap masalah teman-temannya yang miskin, dan SD itu gurunya baik sekali, mau saya titipkan anak karena saya bekerja seharian. Dan anak-anakku dapat ranking di sekolah tsb…SMP juga begitu, kalau orang lain sibuk mencari sekolah unggulan dsb nya…anakku sekolah di SMP terdekat (dan baru tahu belakangan, ternyata masuk SMP ini tak mudah, karena unggulan di Jakarta Selatan). </em></p>
<p><em>Begitulah, sama seperti ayah ibunya dulu, kedua anakku, sejak TK (juga TK negeri lho) s/d Perguruan Tinggi, semuanya negeri.Sekarang yang sulung udah lulus dari UI, menikah dengan gadis pilihannya yang sedang ambil S2 di Amrik, dan si Bungsu masih senang kuliah di kampung gajah duduk (ambil S2, dapat beasiswa).</em></p>
<p><em>Jadi, sebetulnya keberhasilan pendidikan anak, diperlukan kerja sama antara guru, orangtua dan anak itu sendiri.Justru karena SD anakku sederhana, saya dan suami menyumbang buku cerita anak-anak dan membangun perpustakaan di sekolah itu, supaya teman anakku senang membaca sejak kecil. Kalau mereka main ke rumah, si mbak mesti menyediakan makan siang, penganan dan mereka bebas membaca, mencoba main organ, dan komputer di rumah.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
