<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>membincang-bisnis-melalui-kelompok-master-mind &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/membincang-bisnis-melalui-kelompok-master-mind/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "membincang-bisnis-melalui-kelompok-master-mind"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 08:10:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Membincang Bisnis Melalui Kelompok Master Mind]]></title>
<link>http://madurejo.wordpress.com/?p=204</link>
<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 16:54:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://madurejo.id.wordpress.com/2008/03/10/dari-master-mind-komunitas-tda-joglo/</guid>
<description><![CDATA[(Catatan dari diskusi kelompok komunitas TDA Joglo)  

(Foto dari kiri ke kanan : Ichsan, Huda, Dj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3>(Catatan dari diskusi kelompok komunitas TDA Joglo)  </h3>
<h3><img border="0" align="top" width="312" src="http://madurejo.wordpress.com/files/2008/03/mm4joglo.jpg" alt="MM4_TDA-Joglo" height="189" style="width:316px;height:193px;" /></h3>
<p>(Foto dari kiri ke kanan : Ichsan, Huda, Djoko, Yusuf, Memetz)</p>
<h3>Pengantar :</h3>
<p>TDA adalah kependekan dari Tangan Di Atas, yaitu sebuah jaringan komunitas bagi para pengusaha dan calon pengusaha yang ingin saling memberi. Sesuai dengan namanya, "tangan di atas" adalah perlambang dari seorang "pemberi", berarti yang memberi penghasilan atau gaji (kepada karyawan), yang berarti juga yang memberi ilmu (kepada sesama), yang memberi manfaat (pada orang banyak). Maka anggota komunitas <a href="http://www.tangandiatas.com/?id=1">TDA</a> adalah para pengusaha dan calon pengusaha yang mempunyai usaha, yang berminat mengembangkan usaha dan yang ingin mengetahui informasi peluang dan perkembangan usaha (bisnis).</p>
<p>Salah satu media yang digunakan "hanya sebagai alat" untuk berkomunikasi adalah milis (mailing list). Milis ini mempunyai misi untuk menjadi sarana berbagi (sharing) dan komunikasi bagi para pengusaha, calon pengusaha atau pengusaha pemula untuk bersama-sama membuka pasar, menjalin kerja sama dengan produsen, mencari alternatif dukungan finansial dan saling membimbing.</p>
<p>Dalam perkembangannya, agar komunikasi lebih efektif, maka dibentuk kelompok diskusi yang lebih kecil berdasarkan kawasan geografis dimana anggota atau aktifitasnya berada. Salah satu diantaranya adalah <a href="http://tdajoglo.com/">TDA Joglo</a> atau Tangan Di Atas daerah Jogja - Solo dan sekitarnya yang dibentuk pada tahun 2007. Awalnya <a href="http://tdajoglo.com/">TDA Joglo</a> dibentuk sebagai bagian dari komunitas <a href="http://www.tangandiatas.com/?id=1">TDA</a> yang dibentuk di Jakarta oleh Bapak Roni Yuzirman pada tahun 2006 yang pada saat ini sudah mempunyai lebih 1.850 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia sampai ke manca negara.</p>
<p>Dalam perkembangannya kini, <a href="http://tdajoglo.com/">TDA Joglo</a> tidak hanya berkonotasi georafis untuk mewadahi kegiatan bisnis anggotanya di daerah Jogja - Solo dan sekitarnya saja. Embel-embel "joglo" berarti bangunan tradisional Jawa yang melambangkan sebagai pelindung atau wadah bagi segenap anggotanya yang merasa memiliki ikatan emosional kedaerahan khususnya wilayah Jateng - DIY (tidak dalam pemahaman yang eksklusif dan fanatis). Diharapkan komunitas ini dapat berkembang di daerah-daerah sehingga akan semakin menguatkan jaringan kerja antar anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia dan manca negara.</p>
<p>Istilah-istilah yang sering digunakan dalam komunitas ini, antara lain :</p>
<ul>
<li>TDA (Tangan Di Atas, adalah sebutan bagi mereka yang sudah sepenuhnya menjadi pengusaha, tidak perduli seberapa besar atau kecilnya skala usaha atau bisnisnya).</li>
<li>TDB (Tangan Di Bawah, adalah sebutan bagi mereka yang masih berprofesi sebagai orang gajian, pegawai/karyawan, tidak perduli seberapa besar atau kecilnya perusahaan tempatnya menerima gaji atau seberapa besar gaji yang diterimanya).</li>
<li>Amfibi (sebutan bagi mereka yang menjalankan fungsi ganda antara sudah TDA dan masih TDB).</li>
</ul>
<p>-------</p>
<p>Hari Minggu yang lalu, 9 Maret 2008, bertempat di rumah saya di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta, telah diadakan sebuah pertemuan kecil yang disebut dengan <em>Master Mind</em> (MM). Ini adalah kelompok kecil terdiri kurang dari 10 orang. Ada beberapa kelompok kecil yang dibentuk di bawah <a href="http://tdajoglo.com/">TDA Joglo</a> yang berujuan agar diskusi dapat lebih fokus dan efektif. Dalam forum kecil inilah segala macam informasi atau permasalahan yang dimiliki atau dialami oleh anggota kelompoknya dapat didiskusikan bersama dan dipecahkan untuk dicarikan solusinya secara bersama pula.</p>
<p>Bagaikan sebuah keluarga, maka setiap orang merasa tidak sendirian dengan permasalahan usaha atau bisnis yang sedang dihadapinya, melainkan ada anggota keluarga lain yang membantunya. Kesuksesan yang sedang diraih oleh salah seorang anggota pun adalah kesuksesan bersama sehingga dapat menjadi motivator bagi anggota yang lain dalam mengembangkan usahanya.  </p>
<p>Pertemuan <em>Master Mind</em> yang diadakan di rumah saya itu adalah pertemuan pertama bagi kelompok ke-4 dari <em>Master Mind</em> di wilayah Jogja, maka sebut saja kelompok ini dengan <em>Master Mind 4</em> (MM4) TDA Jogja.</p>
<p>Anggotanya ada mas <a href="http://abufarros.wordpress.com/">Memetz</a> (seorang yang telah berpengalaman di bidang manajemen minimarket dan menekuni <em>art &#38; craft</em>, masih berstatus amfibi), mas <a href="http://djokomukti.blogspot.com/">Djoko Mukti</a> (seorang pengrajin tas berbahan natural yang baru saja banting setir dari TDB menjadi TDA), mas <a href="http://manfaatfashion.com/">Ichsan Santoso</a>, (seorang pengusaha toko swalayan dan grosir pakaian bernama "Manfaat Fashion"), mas Huda (aktif di dunia cetak-mencetak, masih berstatus TDB), dan saya sendiri yang tiga tahun lalu banting setir menjadi TDA dan lalu membuka usaha toko ritel bernama "Madurejo Swalayan". Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri mas <a href="http://betigaklaten.wordpress.com/">Bams Triwoko</a> (penggiat TDA Joglo yang tak kenal lelah memotivasi warganya, yang juga adalah pemilik berbagai bidang usaha).</p>
<p>Di antara beberapa topik yang didiskusikan dalam peremuan awal MM4 TDA Jogja ini adalah berbagai hal terkait dengan bisnis toko swalayan atau toko ritel. Dari <i>sharing</i> tentang pengalaman menjalankan bisnis toko ritel, maka berbagai masalah dan kendala yang selama ini sering dihadapi lalu diangkat sebagai topik diskusi. Banyak masukan-masukan sangat positif dan berharga dari para anggota MM4 TDA Jogja tentang bagaimana seharusnya atau sebaiknya hal itu ditangani dan dicarikan solusinya.</p>
<p>Bagi saya yang sedang merintis dan mengembangkan usaha toko "Madurejo Swalayan", tentu saja bisa banyak belajar dari pengalaman dan semangat <em>sedulur-sedulur</em> muda yang telah menunjukkan semangat kewirausahaan yang sungguh luar biasa.</p>
<p>Rasanya pertemuan yang (padahal) sudah berlangsung hampir lima jam, tidak cukup untuk membahas berbagai hal. Waktu berlalu begitu cepat. Itu karena setiap kalimat yang diketengahkan sepertinya menjadi sangat berharga, sehingga menjadi tidak membosankan. Lebih berarti lagi dengan diselingi suguhan teh jahe, gorengan, nasi goreng dan bakmi.</p>
<p>Komitmen perlu dimantapkan, bahwa pertemuan pertama ini (Insya Allah) akan bersambung dengan pertemuan-pertemuan berikutnya dengan mengangkat berbagai topik dan permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya untuk dicarikan jalan keluarnya, termasuk berbagai peluang yang dapat digali untuk dikembangkan.</p>
<p>Semoga pertemuan pertama MM4 TDA Jogja ini menjadi langkah awal yang baik, seperti halnya "spirit" yang sudah dibuktikan oleh anggotanya untuk menuju rumah saya di Umbulharjo yang ternyata alamatnya <i>rodo angel golek-golekane</i> (agak susah dicarinya) di saat sore menjalang petang di bawah cuaca hujan deras. Hanya karena motivasi yang tinggi saja yang menjadikan pertemuan pertama MM4 TDA Jogja jadi berlangsung, meski hujan turun sangat deras dan listrik sempat padam di awalnya.</p>
<p>Maka, "Madurejo Swalayan" siap untuk berkembang lebih cepat seiring dengan <i>karep</i>-nya yang punya toko, bukan sekedar membangun bisnis kecil-kecilan, melainkan dengan visi besar-besaran. <i>Insya Allah... God Speed...</i>     </p>
<p>Umbulharjo - Jogja, 10 Maret 2008<br />
Yusuf Iskandar</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
