<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>lurus &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/lurus/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "lurus"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 12:26:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pemimpin Kelas Salon]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=1473</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 03:19:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.id.wordpress.com/2008/09/06/pemimpin-kelas-salon/</guid>
<description><![CDATA[Keseimbangan alam dijaga oleh kekuatan serba dua, yang berpasang-pasangan, saling melengkapi, tetapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" src="http://www.tinyd.net/misspiggy.jpg" alt="" width="210" height="236" />Keseimbangan alam dijaga oleh kekuatan serba dua, yang berpasang-pasangan, saling melengkapi, tetapi sering juga berlawanan: rendah-tinggi, hina-mulia, kotor-bersih, bengkok-lurus, pamrih-tulus, palsu-sejati.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ukuran normatif itu memberi arah, ”kiblat” hidup. Tatanan pribadi maupun kolektif, di berbagai bidang lebih kurang juga ”berkiblat” ke situ.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengubah wajah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di bidang politik, urusannya agak berbeda. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi membuat perbedaan itu menjadi lebih mencolok. Orang bisa bicara lebih meyakinkan tentang politik pencitraan: sebuah politik salon kecantikan yang mengurus <em>make up</em>, bedak dan gincu, untuk merebut posisi kepemimpinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini kita terjebak ke dalam anggapan dan kesadaran palsu bahwa ”ilmu kulit” (polesan bedak dan gincu) itu ”penting”. Namun, jangan salah, para tokoh itu sengaja memalsukan kesadaran umum dan membiarkan kepalsuan berkembang demi keuntungan politik mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, suatu citra ”dibuat”. Ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi bisa ”membuat” seseorang tampak lebih unggul dari yang lain. Karena itu, dalam ”pilkada” atau ”pemilu” si unggul buatan dan palsu inilah yang menang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu manipulatif itu bisa membuat seorang tokoh otoriter dan rasis menjadi seolah begitu demokratis dan peduli pada kemanusiaan. Tokoh yang tak tahu apa-apa tentang dunia anak seolah begitu protektif terhadap anak-anak dan tokoh yang berwatak sektarian, fanatik, dan memuja kekerasan, bisa ”dicitrakan” sebagai orang toleran, inklusif, dan akomodatif terhadap pluralitas kebudayaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendek kata, selain operasi plastik di dunia kedokteran yang bisa mengubah wajah manusia, ilmu komunikasi juga mampu memanipulasi jiwa dan perilaku manusia sesuai kehendak pemesan. Di sana-sini lalu tampil watak hipokrit yang difasilitasi media yang kelihatannya melek tetapi tertidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepalsuan demi kepalsuan perilaku para tokoh mendominasi kita setiap detik, setiap menit, setiap jam dalam hari-hari yang terpolusi iklan yang mengumbar kata-kata normatif, klise, dan bohong, disertai foto orang-orang narsistik yang dipajang di mana-mana, tetapi tak memberi inspirasi apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sedang memasuki peradaban dungu, yang memuja apa saja yang palsu. Kedunguan massal itu membuat kita lupa akan pentingnya sejarah. Kita tak lagi kritis membaca jejak mereka. Kita juga tak lagi merasa perlu bertanya bagaimana sebenarnya sejarah hidup orang-orang itu dan modal apa yang membuat mereka berani begitu jemawa?</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, mengapa seluruh bangsa bagai tersihir pesona kepalsuan dan memuja mereka yang pada masa lalu belum punya catatan apa pun dan tak pernah melakukan amal apa pun? Seolah mereka sama mulianya bagi kita. Padahal, rekam jejak masa lalu mereka begitu kelam dan menjadi musuh nurani bangsa karena secara sistematik pernah merusak sendi kehidupan yang dengan susah payah dibangun bersama? Selembar daun apakah yang kini sedang menutup nalar kritis seluruh bangsa sehingga kita begitu nerimo dinistakan seperti ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Citra buatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hidup modern, yang gugup, tergesa-gesa, dan serba instan, seluruh kesadaran kita terbelenggu oleh ”citra” buatan itu. Lalu kita pun—selain lupa menengok sejarah mereka—tak sempat pula bertanya adakah tokoh ini cocok, atau bertentangan, dengan citra yang dibuatnya. Dan, sekali lagi, dalam pilkada dan pemilu yang dikotori politik uang, kita pun memilihnya sebagai pemimpin.</p>
<p style="text-align:justify;">Haruskah kita memercayai kesimpulan yang tampak logis bahwa kini perkembangan kesadaran politik bangsa kita baru sampai tahap mengagumi foto, kata-kata, dan tampilan ”rapi jali” buatan salon yang memiliki selera kecantikan, tetapi sama sekali—dan dengan sendirinya—tak memiliki otentisitas pemikiran tentang pemimpin dan kepemimpinan?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak. Nalar politik bangsa kita tak senaif itu. Di kalangan masyarakat pedesaan pun, orang tahu apa arti kepalsuan seperti itu. Di antara warga kota yang kurang terdidik dan hidup di lapis bawah secara sosial maupun ekonomi pun paham akan kesejatian pemimpin yang kira-kira dapat diandalkan untuk membuat hidup seluruh bangsa lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendeknya kita tahu, politik ”pencitraan” itu barang palsu, sepalsu permainan panggung drama modern dan lenong, atau ketoprak. Tampilan ”rapi jali” bedak dan gincu itu bukan identitas sejati mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, tahukah kita, saat memilih tokoh macam itu dalam pilkada atau pemilu akan berakibat parah bagi kehidupan kita sendiri? Tahukah kita, dalam suatu ”momen pendek”—beberapa detik saat mencoblos dan menentukan pilihan—sebenarnya kita mempertaruhkan nasib bangsa?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya belum meneliti ke arah itu. Maka, saya beralih pada perilaku orang-orang yang menekuni ilmu pencitraan. Mereka menjadi konsultan, penasihat, atau tim sukses para calon, yang minta ”didandani” dan bisa mendadak kaya raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Persekongkolan antara mereka dan para tokoh yang bersedia berjualan wajah dan jiwa palsu itulah yang melahirkan salon-salon kecantikan yang lihai memoles citra pemimpin bangsa. Inilah era getir sejarah kita. Rakyat 200 juta dipimpin oleh ”pemimpin palsu” yang dipoles di salon-salon kecantikan yang tak mempunyai tanggung jawab politik maupun moral.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah tragedi kita abad ini. Kita tertipu ilmu dan teknologi, yang berusaha memenuhi tuntutan integritas, hanya dengan polesan bedak dan gincu di salon kecantikan yang tak mungkin tahu malu.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#999999;"><em><strong>Mohamad Sobary </strong><em>Direktur Eksekutif Partnership for Governance Reform</em></em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kinematika Gerak Lurus]]></title>
<link>http://dhee92.wordpress.com/?p=49</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 15:12:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhee92</dc:creator>
<guid>http://dhee92.id.wordpress.com/2008/08/04/kinematika-gerak-lurus/</guid>
<description><![CDATA[kinematika adalah cabang dari mekanika yang membahas gerakan benda tanpa mempersoalkan gayadinamika,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong>kinematika</strong> adalah cabang dari mekanika yang membahas gerakan benda tanpa mempersoalkan gayadinamika<a class="new" title="Dinamika (mekanika) (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dinamika_%28mekanika%29&#38;action=edit&#38;redlink=1"></a>, yang mempersoalkan gaya yang mempengaruhi gerakan. penyebab gerakan. Hal terakhir ini berbeda dari dinamika, yang mempersoalkan gaya yang dipengaruhi oleh gerakan.</span></p>
<p>nah, untuk lebih jelasnya silahkan anda download disini :</p>
<p>1. <a href="http://dwiseno.fisika.ui.edu/kuliah/Kinematika.ppt">Kinematika</a></p>
<p>2. <a href="http://www.dikmenum.go.id/dataapp/e-learning/bahan/kelas1/images/KINEMATIKA%20GERAK%20LURUS.pdf">Kinematika Gerak Lurus</a></p>
<p>3. <a href="http://mesin.brawijaya.ac.id/diktat_ajar/data/07_a_bab1_kinematika.pdf">Konsep Kinematika</a></p>
<p>semoga anda berhasil dan bisa lebih mengerti tentang kinematika. ^_^</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahsia Jalan Yang Lurus]]></title>
<link>http://pakdnono.wordpress.com/?p=58</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 05:53:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>pakdnono</dc:creator>
<guid>http://pakdnono.id.wordpress.com/2008/07/17/rahsia-jalan-yang-lurus/</guid>
<description><![CDATA[
Rahsia Jalan Yang Lurus
Assalaamua&#8217;laikum wa rahmatulaahi wa barakaatuh
Bismillahi Rahmanir R]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span style="font-size:x-small;"><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/bism_01.jpg" alt="" /></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:medium;"><strong>Rahsia Jalan Yang Lurus</strong></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Assalaamua'laikum wa rahmatulaahi wa barakaatuh</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Bismillahi Rahmanir Rahim</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/bism_01.jpg" alt="" /></span></p>
<p align="center">
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Seratus empat orang lelaki, wanita dan kanak-kanak pada 19hb Disember 1997 telah bertolak dari Jakarta menuju ke Singapura dengan pesawat Boeing 737 nombor penerbangan MI185. Pasti tidak ada seorangpun diantara para penumpang pesawat itu yang menduga bahawa meraka akan menghadapi maut tidak lama setelah mereka bertolak dari Jakarta. Malangnya, pesawat tersebut nahas dan jatuh berkeping-keping di Palembang, dekat Sungai Musi dan semua orang penumpang telah terkorban nyawa.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Diseluruh dunia ini tidak terhitung betapa banyaknya orang yang mati dalam berbagai malapetaka seperti itu; bencana alam yang datang dengan tiba-tiba seperti gempa bumi, angin taufan, kapal tenggelam, kecelakaan laulintas dan lain-lain lagi. Setiap hari, ada orang yang meninggal bahkan pada waktu anda membaca tulisan ini ada orang yang sedang menghadapi maut. Ramai orang yang berusaha untuk hidup lebih lama melalui senaman, berhenti merokok, makan vitamin-vitamin dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Namun kita tidak dapat menyangkal kenyataan. Pada suatu hari kita akan meninggal dunia juga, dan apa sahaja yang kita lakukan tidak dapat menghalang ketibaan masa itu. Ada yang berkecenderungan bahawa kita tidak akan mati apalagi jika segalanya berjalan dengan baik, jika tidak ada kekurangan, jika ekonomi melambung, suasana aman damai, dan kita cukup makan. Kematian terlalu mudahnya dilupakan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Yang sebenarnya ialah kematian adalah sesuatu hakikat yang tidak dapat dielakkan oleh sesiapapun di dunia ini. Ramai juga yang berpendapat bahawa kematian adalah persoalan orang-orang yang sudah tua sahaja, tetapi sebenarnya, kematian itu tidak memandang umur. Sepastinya matahari terbenam setiap hari, kematian pasti akan tiba, sama ada orang yang berkuasa, berpangkat, pandai kaya atau miskin. <strong>Kematian itu menjadikan mereka yang berpangkat tinggi setanding dengan yang miskin atau berpangkat rendah.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Manusia ditetapkan mati hanya sekali sahaja dan setelah itu akan dihakimi. Anda diminta untuk bersiap sedia dan berwaspada akan datangnya saat kematian dan selepas itu bersiap pula untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah anda melakukan sewaktu didunia ini kepada HAKIM AGUNG. Dialah yang berkuasa untuk memasukkan anda ke SYURGA atau mencampakkan anda ke Neraka Jahanam.</span></p>
<hr />
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:medium;"><strong>DUNIA INI SEMENTARA SAHAJA !</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Apakah maknanya kehidupan ini?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Kehidupan ini sama seperti asap yang sebentar sahaja kelihatan lalu lenyap. Sesungguhnya manusia seperti nafas sahaja, dan semuanya sia-sia.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Ramai yang berharap hanya untuk kehidupan di dunia ini. Setiap hari mereka hanyalah sibuk dengan urusan-urusan dunia ini; sibuk mencari duit, sibuk bekerja, sibuk dengan kesukaan. Mereka melupakan diri bahawa saat akan tiba apabila segalanya berakhir dan kita kembali kepada KHALIQ kita. Kehidupan juga penuh dengan penderitaan dan air mata. Kita mengalami jauh lebih banyak penderitaan di dunia ini dipertimbangkan dengan kesenangan dan keseronokan yang kita memperolehi.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Syaitan mengajukan supaya menikmatilah kesenangan-kesenangan dunia dengan puas-puas dan buatlah dosa kemudian jadilah penghuni neraka untuk selama-lamanya. Walau bagaimanapun Allah memberi petunjuk, ajaran dan jalan untuk mengendalikan diri kerana kehidupan yang sebenarnya bukanlah di dunia yang sementara ini tetapi di SYURGA yang kekal. Jadi berwaspadalah supaya jangan menghanyutkan diri dalam dosa dan kesenangan-kesenangan dunia yang sementara sahaja tetapi ikutilah ajaran dan Jalan Allah agar anda hidup selamanya dalam rahmatNya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Di akhirat ada dua tempat tujuan bagi roh manusia iaitu Syurga dan Neraka. Seketika roh manusia ditentu masuk ke salah satu tempat itu, maka orang itu akan kekal di situ<strong>. Manakah yang anda pilih?</strong></span></p>
<p align="center">
<hr />
<p align="center">
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:medium;"><strong>SYURGA</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Inilah tempat bersara yang paing indah dimana taman-taman yang teduh dapat dinikmati dan ada kesabaran, kehormatan dan salam. Disini mereka yang disucikan dari dosa akan hidup bersenangan sambil memuji Allah yang menghapuskan dukacita mereka untuk selama-lamanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Fikiran kita tidak mampu membayangkan bagaimana indahnya syurga itu. Orang yang menuruti ajaran Allah dan mengikuti jalan yang ditunjukkanNya akan berada di tempat ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci. </strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Maryam, 19:19)</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/alimran345_02.jpg" alt="" /></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Bahkan Dia terkemuka di dunia dan di akhirat …</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Imran, 3:45)</span></p>
<p align="right">
<p align="center">
<hr />
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:medium;"><strong>NERAKA</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Inilah tempat seksaan yang mengerikan dan tempat kesedihan serta kesengsaraan, dimana pakaian, selimut dan tempat tidur dibuat api. Di atas kepala dan di bawah kaki, api berlapis-lapisan. Dimana-manapun penuh api, asap hitam, dan kegelapan. Mata menjadi buta, telinga menjadi tuli dan mulut menjadi bisu. Mereka yang berada disini mengalami penderitaan yang tidah berhenti. Mereka tidak mati dan tidaklah hidup juga, tetapi mengalami seksaan tanpa kesudahan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Sejak manusia pertama, Nabi Adam dan Hawa, menuruti kata-kata godaan Syaitan, mereka telah disentuh Syaitan dan memiliki dosa, maka semua manusia sudah berdosa dan jauh daripada Allah yang menyelamatkan mereka. Oleh itu, mereka akan dihukum dengan hukuman neraka.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>"Dan tidak seorang diantara kamu, melainkan mendatanginya (masuk neraka) dan ini bagi Tuhanmu adalah ketetapan yang sudah dipastikan…"</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Maryam, 19:71)</span></p>
<p align="center">
<hr />
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>JALAN KE SYURGA</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Agama dengan syariat-syariatnya harus ditaati dan dilaksanakan sepanjang umur hidup manusia. Manusia juga diharuskan untuk selalunya bermurah hati. Hanya apabila manusia dapat menjalankan segala hal-hal tersebut dengan penuh maka manusia dapat mencapai Syurga. Mungkinkah kita hidup kehidupan kita dengan sempurna?</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Berapa tekunkah kita sepatutnya menjalankan syariat-syariat agama ataupun berapa banyakkah kita berkemurahan hati agar dapat masuk ke Syurga? Kami semua telha berdosa; bahkan perbuatan kami yang terbaik pun kotor dan najis. Kerana dosa kami, kami akan lenyap seperti daun layu diterbangkan angin.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Adakah tolok ukur yang pasti apabila menjalankan hal-hal tersebut agar kita dapat masuk Syurga? Tidak ada!</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Oleh kerana manusia tidak akan past agar dapat masuk ke Syurga maka banyak orang tinggal keragu-raguan, dengan kebimbangan dan kegelisahan. Sepanjang zaman orang selalu berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang harus diikuti manusia agar dapat mencapai Syurga.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Kita semua seperti domba yang sesat, masing-masing mengikut jalan sendiri. Tetapi Allah menjatuhkan hukuman kepadanya, hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/far_03.jpg" alt="" hspace="0" align="right" /></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Indinash shiraathal mustaqiim"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Tunjukilah kami jalan yang lurus …</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Fatihah, 1:6)</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/maidah535_04.jpg" alt="" /></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Yaa ayyuhai ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihi wasiilata …"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Maidah, 5:35)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>Sudahkah anda menemui jalan itu?</strong></span></p>
<p align="center">
<hr />
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Oleh kerana Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka Allah di dalam Al Quran telah menunjukkan jalan dan petunjuk-petunjuk yang diberi jelas patut diikuti agar manusia dapat mencapai Syurga. Marilah kita renungkan Al Quran dan Hadis seperti yang tersebut dibawah ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar manusia dapat mencapai Syurga </strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS ialah jalan yang         lurus yang patut diikuti</strong></span></li>
</ol>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/zukhruf4361_05.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa innahu la'ilmu lis saa'ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim…"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Az Zukhruf, 43:61)</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS pembawa         keterangan dan patut ditaati</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/zukhruf4363_06.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa lammaa jaa-a         'Isa bil bayyinaati qaala qad ji'tukum bil hikmati wa li         ubayina lakum ba'dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat         taqullaaha wa athii'u…"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan tatkala Isa datang         membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang         membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian         yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah         kepada Allah dan taatlah kepadaKu…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Az         Zukhruf, 43:63)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS mengatakan         perkataan yang benar</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/maryam1934_07.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Dzaalika 'isabnu         Maryama qaulal haqqil ladzil fiihi yamtaruum…"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Itulah Isa putra         Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka         berbantah-bantahan tentang kebenaranNya…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Maryam,         19:34)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS itu utusan Allah         dan FirmanNya</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/annisa4171_08.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Inamal Masihu         'isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu …"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Sesungguhnya Isa Al         Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(An Nisa,         4:171)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS adalah Roh Allah         dan KalimatNya</strong></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Isa         faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…"</span>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa itu sesungguhNya         Roh Allah dan FirmanNya</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadis Anas         bin Malik hal.72)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS adalah Roh Allah         yang menjelma menjadi Manusia yang sempurna</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/maryam1917_09.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"… arsalnaa         ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran         sawiyya."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>…Kami mengutus         Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya         menjadi Manusia yang sempurna…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Maryam,         19:17)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS adalah         satu-satunya Imam MAHDI</strong></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Laa mahdia illa isabnu         Maryama…"</span>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Tidak ada Imam MAHDI         selain Isa putra Maryam…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadis Ibnu         Majah)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS dilahirkan bukan         dari bapa Insani, tetapi dari Roh Allah</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/anbiyaa2191_10.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wallatii ahshanat         farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja'alnaahaa         wabnahaa ayatal lil 'aalamiin"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Ingatlah kisah seorang         perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu         Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami         jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta         alam.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al         Anbiyaa, 21:91)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS lahir, mati dan         dihidupkan kembali</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/maryam1933_11.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa salaamu 'alayya         yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub'atsu         hayaa."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan sejahtera atasNya         pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada         hari Dia dibangkitkan hidup kembali."</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Maryam,         19:33)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS mati, diangkat dan         pengikutNya dipilih atas orang kafir</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/alimran355_12.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Idz qaalallahu yaa         Isa, innii mutawafiika, wa raafi'uka ilayya, wa         muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa'ilul ladzina         tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil         qiyamati."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Ingatlah tatkala Allah         berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu,         dan mengangkatMu depadaKu, dan akan menyucikan Engkau         dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang         mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari         kiamat."</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Imran,         3:55)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS menyembuhkan orang         buta sejak lahir</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/alimran349_13.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa ubriul akmaha,         wal abrasha, wa uhyil mautaa bi idznillah."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan Aku menyembuhkan         orang bita sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit         sopak, dan Aku sanggup menghidupkan orang mati dengan         seizin Allah.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Imran,         3:49)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa As menghidupkan orang         mati</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/maidah5110_14.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"… wa idz         tuhuriijul mautaa biidzni…"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>… dan diwaktu         Kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup)         dengan izin Ku…</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al-Maidah,         5:110)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS diberi mujizat dan         Roh Kudus</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/baqarah2253_15.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa aatainaa 'isabna         Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan Kami berikan         kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami         perkuat Dia dengan Roh Kudus.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al         Baqarah, 2:253)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Kafirlah orang yang         menolak Isa AS</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/annisa4156_16.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa bi kufrihim wa         qaulihim 'alaa Maryama buhtaanan 'azhiimaa."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan kerana kekafiran         mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam         dengan kedustaan besar (zinah).</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(An Nisa,         4:156)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS akan diimani oleh         semua ahli kitab</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/annisa4159_17.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa im min ahlil         kitaabi illa la yu'minanna bihi qabla mauthihiiwa yaumal         qiyaamati yakunnu 'alaihim syahiidaa."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan tidak seorangpun         dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa sebelum         matiNya, dan pada hari kiamat. Dia menjadi Saksi terhadap         mereka.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(An Nisa,         4:159)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Tidak menurut Taurat dan         Injil, maka tidak dipandang beragama</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/maidah568_18.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Qui yaa ahlal         kitaabi lastum 'alaa syai-in hattaa tukimut tauraata wal         injiila wa maa unzila ilaikum mir rabbkum"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Katakanlah: "Hai         ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun         hingga kamu menegakkan ajaran ajaran Taurat, Injil dan         apa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Maidah,         5:68)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Al Quran induk dari         Taurat dan Injil</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/zukhruf434_19.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Wa innahu fii ummil         kitaabi ladainaa ia 'aliyyuna hakiim."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Dan sesungguhnya Al         Quran itu dalam induk Alkitab, di sisi Kami adalah tinggi         dan penuh hikmat.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Az         Zukhruf, 43:4)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Isa AS berkuasa/terkemuka         di dunia dan di akhirat</strong></span>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong><img src="http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/rahsia/alimran345_20.jpg" alt="" /></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Idz qalatil         malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim         minhus muhul masihu 'isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa         wal akhirati wa minal muqarrabiin."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Ketika malaikat         berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan         kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra         Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang         paling dekat pada Allah.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Imran,         3:45)</span></p>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Hazrat Isa AS yang paling berkuasa dan terkemuka di dunia dan di akhirat. Hasrat Isa AS adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Pengikut-pengikut Hazrat Isa AS dipilih atas orang-orang kafir. Jadi ikutlah Hazrat Isa AS pasti anda akan masuk ke Syurga. Begitu penting Hazrat Isa AS sehingga di dalam Al Quran nama Hazrat Isa AS disebut sebanyak 97 kali.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><em>Jika Yang Berhormat Perdana Menteri menjemput anda ke Istana Negara, sudah pasti anda percaya bahawa anda akan diberi masuk ke istana. Ini kerana Yang Berhormat Perdana Menteri adalah yang paling berkuasa di negara dan berhak bertindak begitu.</em></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><em>Jika jemputan ke Istana ditanda tangan seorang yang berpangkat rendah sahaja, tentu anda akan meragui kebenaran jemputan itu. Jangan-jangan menuju ke Istana hanya dilarang masuk apabila tiba disana. Sedemikian, Hazrat Isa AS diberi hak memerintah atas Syurga. Oleh kerana itu, sudah pasti bahawa kepercayaan akan jemputan Hazrat Isa AS tidak akan diragui lagi. Percayalah akan jemputan Hazrat Isa AS dan anda pasti memasuki Syurga.</em></span></p>
<p align="center">
<hr />
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>TEMAN YANG MAHA TINGGI</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Doa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat:</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadis Shahih Bukhari 1573)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>"Teman Yang Maha Tinggi"</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadits Shahih Bukhari 1574)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Siapakah "Teman Yang Maha Tinggi" itu?</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Menurut catatan para Hadis Sahih Bukhari, ialah "Malaikat dan Nabi-nabi". Malaikat tidak disebut yang Maha Tinggi, jadi "teman" beliau bukan malaikat tetapi seorang nabi. Lalu siapakah diantara nabi yang layak disebut:</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>"Yang Maha Tinggi"?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Nabi-nabi yang terkenal iaitu:</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Adam Shafiyulah" = Adam AS disucikan Allah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Nuh Najiyullah" = Nuh AS diselamatkan Allah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Ibrahim Khalillulah" = Ibrahim AS dikasihi Allah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Isma'il Dzabiihullah" = Ismail AS dikurbankan Allah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Musa Kaliimullah" = Musa AS difirmankan Allah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Dawud Kalifatullah" = Dawud AS dipimpin Allah</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Majmu' Syarif)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Namun beliau telah bersabda:</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"Anaa aulan naasi bi 'iisabni Maryam fid dun-yaa wal aakhiraati wal anbiyaau ikhwaatul li'allaatin ummahaatuhum syattaa wa diinuhum waahid."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Saya yang lebih dekat Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi itu bersaudara kerana seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadis Shahih Bukhari 1501)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"…'lisabnu Maryam wajihan fid dun-yaa wal aakhirat…"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>… Isa putra Maryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat …</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Al Imran, 3:45)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"> "Wal Iadzii nafsii bi layusyikanna ayyanzila fil kumubnu Maryama hakaman muqsithan"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa Anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang Adil …</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadis Shahih Muslim 127)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"> "Laa mahdiya illa isabnu Maryama"</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra maryam</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Hadis Ibnu Majah)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>… Isa itu Rohullah, Rasullah dan Kalimatullah.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Anas bin Malik hal. 72, An Nisa, 4:171)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Maka "Teman Yang Maha Tinggi" itu adalah Isa Al Masih Anak Maryam.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">"… wattabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim."</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>…ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus.</strong></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">(Az Zukruf, 43:61)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Sudahkah anda menerimaNya Sebagai Pembuka/Petunjuk jalan yang lurus kepada Allah?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Wassalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Ibarat Roda?]]></title>
<link>http://alhawa.wordpress.com/?p=50</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 02:20:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>alhawa</dc:creator>
<guid>http://alhawa.id.wordpress.com/2008/06/20/hidup-ibarat-roda/</guid>
<description><![CDATA[Benarkah hidup ini ibarat roda. Yang sentiasa berputar. Yang di bawah akan berada di atas. Yang di a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Benarkah hidup ini ibarat roda. Yang sentiasa berputar. Yang di bawah akan berada di atas. Yang di atas akan berada di bawah jua; apabila roda hidup ini berpusing? Yang susah akan senang? Yang senang akan susah? Yang cantik akan hodoh? Yang hodoh akan cantik?</p>
<p><strong>Aku tidak pernah percaya.</strong> Walau siapa pun yang berpegang pada Rukun Hidup (?)-Hidup Ini Ibarat Roda.</p>
<p>Fikirlah... Apakah apabila hidup ini bersilih ganti; Yang susah akan senang? Yang senang akan susah? Yang cantik akan hodoh? Yang hodoh akan cantik? Yang bijak akan jahil? Yang jahil akan bijak? Yang beriman akan munafik? Yang munafik akan beriman? Yang Islam satu hari nanti akan ....... ? Dan yang Kafir satu hari nanti akan Islam semula?</p>
<p><strong>Gila!! </strong>Mana mungkin hidup ini ibarat roda. Yang ibarat roda ialah kuih donat, gelung budak tadika senam, setering kereta, kuih deram, dan lain-lain objek lagi.</p>
<p><strong>Beginilah;</strong></p>
<p>Saya hormati mereka yang berpegang kepada Rukun Hidup (?)-Hidup ini ibarat roda.</p>
<p><strong>Tetapi;</strong></p>
<p>Saya berpendapat hidup ini adalah satu JALAN YANG LURUS.</p>
<p>Kita ada permulaan dan kita ada pengakhirannya.</p>
<p>Kita tidak dapat undur setiap langkah-masa yang berjalan.</p>
<p>Yang berputar hanyalah putaran jarum jam, namun kita akan sampai juga kepada penamat hayat di maya pada ini.</p>
<p>Ucapkanlah selamat tinggal kepada waktu-semalammu.. Kita akan tinggalkan waktu itu selama-lamanya.</p>
<p>Andai jalan di hadapan kita adalah jalan yang benar, teruskan perjalanan. Namun jika ia adalah jalan yang salah, cepat-cepatlah cari dimana persimpangan hidupmu. Agar tidak terlambat memilih yang jalan benar. Menuju syurga yang benar. Redha Allah yang benar. Dan MATI yang benar.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lengkung senyuman]]></title>
<link>http://superwords.wordpress.com/?p=74</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:34:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>superwords</dc:creator>
<guid>http://superwords.id.wordpress.com/2008/05/27/lengkung-senyuman/</guid>
<description><![CDATA[Senyuman adalah sebuah lengkungan yang meluruskan segala sesuatunya – Phyllis Diller
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Senyuman adalah sebuah lengkungan yang meluruskan segala sesuatunya – Phyllis Diller</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH]]></title>
<link>http://syamsuddinramadhan.wordpress.com/2008/03/31/istiqamah-di-jalan-allah/</link>
<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 01:53:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>syamsuddinramadhan</dc:creator>
<guid>http://syamsuddinramadhan.id.wordpress.com/2008/03/31/istiqamah-di-jalan-allah/</guid>
<description><![CDATA[Definisi
Menurut pengertian bahasa (literal), al-istiqaamah bermakna al-i&#8217;tidaal (lurus). Jika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>Definisi</b><br />
Menurut pengertian bahasa (literal), al-istiqaamah bermakna al-i'tidaal (lurus). Jika dinyatakan "istaqaama lahu al-amr", maknanya adalah tegak lurus.  Seperti halnya firman Allah swt, “Tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya”. [TQS al-Fushshilat (41): 6].    Makna "istiqamah" pada ayat ini adalah tegak lurus untuk selalu menghadap kepada Allah swt, tanpa berpaling kepada yang lain.  Istiqaamah juga bermakna al-istiwaa` (lurus dan setimbang).<!--more-->  Makna semacam ini bisa dijumpai di dalam surat al-Fushilat, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah, kemudian beristiqamah.."[TQS al-Fushshilat [41]:30] Makna istiqamah di dalam ayat ini adalah melaksanakan ketaatan dan berpegang teguh kepada sunnah Nabi saw.”  Menurut al-Aswad bin Malik, ayat ini bermakna, "Janganlah kamu menyekutukan Allah swt dengan apapun".  Sedangkan Qatadah mengartikan istiqamah pada ayat itu dengan "teguh" untuk selalu mentaati Allah swt. [Imam Ibnu Mandzur, Lisaan al-’Arab, juz 12/ 499]<br />
Ada pula yang menafsirkan "istiqamah" dalam surat al-Fushshilat ayat 30 dengan, "beriman kepada Allah dan tidak pernah mengotori keimanannya dengan kedzaliman".   Ada pula yang mengartikan dengan, "tidak berbuat dosa dan tidak mencemari imannya dengan kesalahan". Sedangkan menurut Imam Qurthubiy, istiqamah adalah tegak lurus atau konsisten untuk selalu mentaati Allah swt, baik dalam keyakinan, perkataan, dan perbuatan, kemudian tetap dalam kondisi semacam itu secara terus-menerus". [Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, juz 15/358]<br />
Di dalam Tafsir al-Baidlawiy, Imam Baidlawiy, menyitir riwayat dari Khulafaur Rasyidin, menyatakan, "Istiqamah adalah al-tsabat (teguh) dalam iman, ikhlash dalam amal dan menunaikan seluruh kewajiban.” [Imam al-Baidlawiy, Tafsir al-Baidlawiy, juz 5/114]</p>
<p><b>Hukum Istiqamah di Jalan Allah</b><br />
Pada dasarnya, Allah swt telah mewajibkan Rasulullah saw dan kaum Mukmin untuk selalu istiqamah di jalan Allah swt.   Di dalam sebuah ayat, Allah swt berfirman;</p>
<p>"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang Telah Taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan".[TQS Huud (11) : 112]<br />
Tatkala Allah swt memerintahkan beragam perintah, mulai dari tauhid, kenabian, dan sebagainya, Allah swt memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk beristiqamah (teguh dan konsisten) atas apa yang telah diperintahkan kepadanya.  Perintah istiqamah di sini mencakup perkara-perkara 'aqidah dan syariat (amal).   Tugas ini tentunya sangatlah berat.  Wajar saja Rasullah saw pernah bersabda, "Rambutku beruban karena surat Huud". [Imam al-Baidlawiy, Tafsir al-Baidlawiy, juz 3/266]<br />
Imam Qurthubiy menjelaskan; ayat ini merupakan perintah kepada Nabi saw dan kepada umatnya untuk istiqamah.  Menurut Ibnu 'Abbas, tak ada ayat yang diturunkan kepada Nabi saw yang lebih berat dan sulit dibandingkan surat Huud ayat 112.  Oleh karena itu, tatkala beliau saw ditanya para shahabat, "Sungguh, anda cepat sekali beruban".  Rasulullah saw menjawab,"Aku beruban karena surat Huud dan saudara-saudaranya".[Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, juz 9/107]<br />
Di dalam kitab Fath al-Qadir, Imam Syaukani menuturkan, "Fastaqim kamaa umirta, maknanya adalah beristiqamahlah seperti yang telah diperintahkan kepadamu, yakni istiqamah pada semua hal yang diperintahkan Allah swt.   Jadi perintah istiqamah di sini mencakup semua hal yang diperintahkan dan dilarang Allah."[Imam Syaukaniy, Fath al-Qadiir, juz 2/529]<br />
Perintah untuk istiqamah di atas jalan Allah juga disitir di dalam sunnah. Dari Abu 'Amr diriwayatkan bahwasanya ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, ajarkanlah kepada saya suatu ucapan yang ada di dalam Islam, yang tak seorangpun bisa mengatakannya kecuali diri Anda.  Rasulullah saw menjawab, "Katakanlah saya beriman kepada Allah, lalu teguhlah kamu dalam pendirianmu itu".[HR. Imam Muslim]<br />
Dari Abu Hurairah ra diriwayatkan, bahwasanya Nabi saw bersabda, "Biasa-biasa sajalah kamu sekalian di dalam mendekatkan diri kepada Allah, dan berpegang teguhlah kamu sekalian terhadap apa yang kalian yakini.  Ketahuilah, tak ada seorangpun diantara kalian yang selamat karena amalnya.  Para shahabat bertanya, "Tidak juga Anda, Ya Rasulullah?"  Nabi menjawab, "Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karuniaNya".[HR. Imam Muslim]<br />
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa istiqamah di jalan Allah; yakni selalu konsisten dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya adalah kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, tanpa ada pengecualian.</p>
<p><b>Keutamaan Istiqamah di Jalan Allah</b><br />
Orang yang istiqamah di jalan Allah, niscaya akan mendapatkan banyak keutamaan.   Allah swt telah menjelaskan masalah ini dengan sangat jelas di dalam al-Quran.   Diantara ayat-ayat yang berbicara tentang keutamaan istiqamah adalah ayat berikut ini;</p>
<p>"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". [TQS Fushshilat (41]:30]</p>
<p>"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.  Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".[TQS al-Fushshilat [41] : 31-32]</p>
<p>"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", Kemudian mereka tetap istiqamah. Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita."[TQS Al Ahqaaf (46) : 13]<br />
Ayat-ayat di atas menjelaskan dengan sangat gamblang, bahwasanya orang yang istiqamah di jalan Allah akan memperoleh banyak keutamaan,  Diantara keutamaan-keutamaan tersebut adalah:<br />
Pertama,  Allah akan menurunkan malaikat kepada orang-orang yang beriman dan beristiqamah di jalan Allah.   Malaikat tersebut menghibur dengan ucapan, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".  Ibnu Zaid dan Mujahid menyatakan; malaikat akan diturunkan kepada orang tersebut menjelang kematiannya.  Muqatil dan Qatadah berpendapat; malaikat akan diturunkan saat ia dibangkitkan dari kubur.  Sedangkan menurut Ibnu 'Abbas, ini adalah kabar gembira dari malaikat untuk mereka kelak di akherat.  Ibnu Zaid dan al-Waqi' menyatakan, kabar gembira tersebut akan disampaikan di tiga tempat; pertama, menjelang kematiannya; kedua, ketika berada di dalam kubur, dan ketiga, saat dibangkitkan dari kubur. [Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, juz 15/358]<br />
Kedua, malaikat akan menjadi penolong (wali) orang yang istiqamah di kehidupan dunia dan akherat.  Menurut Mujahid, malaikat akan menjadi kroni orang-orang yang istiqamah di kehidupan dunia, dan kelak di akherat, malaikat itu tidak akan berpisah dengan orang tersebut hingga ia masuk ke dalam surganya Allah.  Al-Sudiy menyatakan, malaikat akan menjadi penjaga amal orang yang istiqamah di kehidupan dunia, dan penolong di hari akhir. [Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, juz 15/360]<br />
Di ayat lain, al-Quran juga menyatakan dengan sangat jelas, orang yang beristiqamah di jalan Allah akan mendapatkan anugerah harta dan keberkahan yang melimpah ruah.   Allah swt berfirman;</p>
<p>"Dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak)". [QS Al Jin (72): 16]<br />
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu 'Abbas ra, bahwasanya makna ayat ini adalah; jika mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, niscaya mereka akan mendapatkan kenikmatan.  Dituturkan juga dari 'Abdu bin Hamid dan Ibnu Mundzir dari Mujahid; makna ayat ini adalah, seandainya saja mereka konsisten untuk mentaati Allah dan semua yang diperintahkan Allah kepada mereka, niscaya Allah akan memberi mereka harta yang sangat banyak, hingga mereka menjadi kaya raya.   'Abdu bin Hamid dan Ibnu Mundzir juga menuturkan sebuah riwayat dari Mujahid, bahwasanya makna ayat di atas adalah; seandainya mereka konsisten dan teguh di atas jalan Islam, niscaya Allah akan memberi mereka harta yang melimpah ruah.<br />
Imam Baidlawiy, tatkala menafsirkan surat Jin ayat 16 di atas, beliau menyatakan, seandainya jin dan manusia istiqamah di jalan Allah, niscaya Allah akan meluaskan rejeki kepada mereka.  Ma'an ghadaqan pada ayat itu bermakna al-katsiir (banyak). [Imam Baidlawiy, Tafsir Baidlawiy, juz 5/399-400]<br />
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, bahwasanya makna surat Jin ayat 16 adalah, seandainya mereka istiqamah di jalan Allah, niscaya Allah akan memberi mereka harta yang banyak.  Penafsiran serupa juga diketengahkan oleh Sa'id bin Jabir , al-A'masy, al-Minhal.   Sedangkan menurut Qatadah, maknanya adalah, seandainya mereka beriman, niscaya Allah akan meluaskan rejeki mereka di dunia. [Imam Thabariy, Tafsir al-Thabariy, juz 29/115]<br />
Ali Al-Shabuniy menjelaskan firman Allah di atas (surat Jin : 16) sebagai berikut, "Seandainya orang-orang kafir itu beriman, dan istiqamah di atas syariat Islam, niscaya Allah akan meluaskan rejeki mereka, dan melapangkan urusan dunianya.  Al-Maa' al-ghadaq merupakan tamsil dari rejeki yang banyak.  Al-Thariiqah adalah thariqah Islam (jalan Islam) dan taat kepada Allah.   Dengan demikian maknanya adalah, seandainya mereka istiqamah di atas jalan itu, niscaya Allah akan melapangkan rejeki mereka, seperti firmanNya, "Seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, sungguh akan Kami bukakan bagi mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi.."[Lihat Ali al-Shabuniy, Shafwat al-Tafaasiir, juz 3/460; lihat juga al-Tashiil li 'Umuum al-Tanziil, juz 4/154; Tafsir al-Thabariy, juz 29/73]<br />
Inilah keutamaan-keutamaan yang akan didapatkan orang-orang yang istiqamah di jalan Allah swt.</p>
<p><b>Kiat Menjaga Keistiqamahan</b><br />
Adapun kiat untuk menjaga keistiqamahan diri dapat diringkas sebagai berikut;<br />
Pertama, mengembangkan ‘aqliyyah Islaamiyyah (system berfikir yang Islamiy).  Caranya adalah dengan menambah dan memperbanyak ilmu dan tsaqafah Islam, agar seseorang semakin memahami halal dan haram.  Untuk itu, hendaknya kita banyak menghadiri majelis ilmu dan memiliki motivasi yang kuat untuk terlibat aktif di dalamnya.  Cara berikutnya adalah dengan banyak dan rajin membaca buku pemikiran Islam baik yang menyangkut masalah aqidah, syariat (fiqh), dan lain sebagainya.<br />
Kedua, mengembangkan nafsiyyah (system kejiwaan).  Kiatnya, memupuk ketaatan kepada Allah swt dengan menjalankan seluruh perintahNya dengan penuh keikhlasan.  Mendekatkan diri kepada Allah swt dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah, seperti membaca al-Quran, sholat Dluha, Thahajjud, dan sebagainya.   Melatih kecenderungan kita ke arah yang baik (taqwa), serta menjauhkan diri kita dari kecenderungan yang buruk</p>
<p><b>Kesimpulan</b><br />
1.    Istiqamah di jalan Allah, yakni senantiasa teguh dan konsisten untuk menjaga keimanan, dan teguh dalam menjalankan semua perintah Allah swt merupakan kewajiban bagi setiap kaum Muslim.<br />
2.    Siapa saja yang istiqamah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan banyak keutamaan, diantaranya adalah; pertama, penjagaan malaikat baik di kehidupan dunia maupun akherat.  Kedua,  karunia yang melimpah ruah, berujud harta yang banyak, kelapangan usaha, dan kebahagian hidup di dunia dan akherat.<br />
3.    Keistiqamahan di jalan Allah direfleksikan dalam bentuk; teguh dalam keimanan, ikhlash dalam perbuatan, dan selalu menunaikan seluruh kewajiban.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download Gambar Aturan Shaf Shalat - Revisi -]]></title>
<link>http://almutanabbi.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 09:45:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://fodkas.id.wordpress.com/2008/03/29/download-aturan-shaf-shalat/</guid>
<description><![CDATA[Sebagaimana yang kita ketahui, dalam shalat berjama&#8217;ah ternyata tidak hanya sekedar berdiri be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sebagaimana yang kita ketahui, dalam shalat berjama'ah ternyata tidak hanya sekedar berdiri berjejer dengan posisi tangan bersedekap saja. Tapi di dalamnya ternyata ada aturan yang sangat jelas dari Rasulullah <em>shalallahu 'alayhi wasallam</em> yang mengharuskan para jama'ah untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Perintah ini seringkali diucapkan oleh para imam sebelum shalat jama'ah dimulai, namun ternyata banyak dari kaum muslimin yang meremehkan, lalai, atau mungkin belum mengetahui. Bahkan mungkin para imam sendiri. Tidak jarang mereka mengucapkan sebuah hadits tentang perintah meluruskan dan merapatkan shaf, tapi mereka sendiri belum mengetahui bagaimana cara yang benar tentang hal itu. Mereka mengucapkannya seolah-olah itu hanyalah sebuah ucapan yang rutin untuk diucapkan saja tanpa ada esensi yang terkandung di dalamnya. <em>Na'udzubillah</em>. Padahal setiap pemimpin akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dia pimpin.</p>
<p align="justify">Atas dasar itulah di sini ana upload gambar aturan shaf shalat yang shahih, yang bila dipasang di tempat-tempat tertentu -biasanya di masjid-masjid kaum muslimin- maka diharapkan bisa sedikit membantu untuk memberitahu dan mengingatkan mereka demi kelancaran dakwah Islam. Oleh karena itu, dalam item ini [dan juga item-item lain di website ini), <span style="color:#ff0000;">sangat tidak diridhoi adanya tujuan komersial</span>.</p>
<p align="justify"><span style="color:#ff0000;">File berformat .jpg dan sudah diplot untuk kertas ukuran A4. Beresolusi 300 dpi dengan file size 1,1 mb. Silakan di download dan semoga bermanfaat.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Download Link - update revisi 3 juni 2008 - :</span><strong> <a href="http://www.salafishare.com/19H2JIMHEUQ5/YWS5P8O.rar" target="_blank">shof sholat.rar</a> </strong></p>
<p align="left">Gambar berikut adalah sedikit previewnya :<br />
(jangan "save as" dari gambar di bawah ini. karena resolusinya hanya 50 dpi. jadi akan kabur hasilnya kalau di print)</p>
<p><a title="Aturan shaf shalat" href="http://almutanabbi.files.wordpress.com/2008/03/aturan-shaf-sholat.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://www.salafishare.com/19H2JIMHEUQ5/YWS5P8O.rar"><img class="aligncenter size-medium wp-image-81" src="http://fodkas.wordpress.com/files/2008/08/shaf-shalat-preview.jpg?w=212" alt="" width="212" height="300" /></a></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bengkok atau lurus ?]]></title>
<link>http://rillusion.wordpress.com/?p=80</link>
<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 09:18:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>michaeljs</dc:creator>
<guid>http://rillusion.id.wordpress.com/2008/02/06/bengkok-atau-lurus/</guid>
<description><![CDATA[
Perhatikan gambar tersebut, persegi terlihat sisi-sisinya bengkok, padahal tidak.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rillusion.wordpress.com/files/2008/02/bend.gif" title="bend.gif"><img src="http://rillusion.wordpress.com/files/2008/02/bend.thumbnail.gif" alt="bend.gif" /></a></p>
<p>Perhatikan gambar tersebut, persegi terlihat sisi-sisinya bengkok, padahal tidak.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senarai Harga Tempahan Baju Kurung]]></title>
<link>http://kurungpahang.wordpress.com/2007/11/05/baju-kurung-rm-28-baju-kurung-piping-rm-35-baju-kurung-lining-rm-60-%e2%80%93-rm-65-baju-kurung-pesak-gantung-rm-30-baju-kurung-riau-rm-30-baju-kurung-pahang-rm-30-baju-kebaya-rm-45-%e2%80%93-rm-50-bl/</link>
<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 02:31:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>kurungpahang</dc:creator>
<guid>http://kurungpahang.id.wordpress.com/2007/11/05/baju-kurung-rm-28-baju-kurung-piping-rm-35-baju-kurung-lining-rm-60-%e2%80%93-rm-65-baju-kurung-pesak-gantung-rm-30-baju-kurung-riau-rm-30-baju-kurung-pahang-rm-30-baju-kebaya-rm-45-%e2%80%93-rm-50-bl/</guid>
<description><![CDATA[BAJU KURUNG
BAJU KURUNG PIPING
BAJU KURUNG LINING
BAJU KURUNG PESAK GANTUNG
BAJU KURUNG RIAU
BAJU KU]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>BAJU KURUNG<br />
BAJU KURUNG PIPING<br />
BAJU KURUNG LINING<br />
BAJU KURUNG PESAK GANTUNG<br />
BAJU KURUNG RIAU<br />
BAJU KURUNG PAHANG<br />
BAJU KEBAYA<br />
BLOUSE<br />
BAJU MELAYU KANAK-KANAK + MATA LALAT BAWAH 6 TAHUN<br />
BAJU KURUNG KEDAH<br />
BAJU DATIN<br />
BAJU MAKMAL<br />
MATA LALAT &#38; KERANG<br />
LANGSIR JAHIT LURUS  (58 INCHI / 60 INCHI )<br />
Untuk maklumat lanjut, sila hubungi saya :-</p>
<p>Puan Nuraini(Ening) <a href="http://ening.wordpress.com/">http://ening.wordpress.com/</a></p>
<p><a href="mailto:afrina_najwa@yahoo.com"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
