<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>lahiran &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/lahiran/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "lahiran"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 00:27:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Akhirnya datang juga....]]></title>
<link>http://vyadiara.wordpress.com/?p=56</link>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 09:31:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>vyadiara</dc:creator>
<guid>http://vyadiara.id.wordpress.com/2008/09/14/akhirnya-datang-juga/</guid>
<description><![CDATA[Dok&#8230; boleh ga saya masuk ke ruangan saya mau mendokumentasikan momen nya? tanya dan pintaku ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dok... boleh ga saya masuk ke ruangan saya mau mendokumentasikan momen nya? tanya dan pintaku ke dokter setelah dia datang pukul 5.30 Wib pagi itu. Sambil melirik cemas dan berharap untuk di iyakan seraya berdoa dalam hati..  Hemm  ya boleh, sahut dokter dengan perlahan. Tapi sementara bapak tunggu di luar ruang operasi dulu ya, tunggu sampai kami panggil.</p>
<p>Sik asyik... segeralah aku bergegas menyiapkan lumix yang dari kemarin selalu aku tenteng2x :) . Cek kapasitas memori dan test untuk memastikan kamera ready. Tepat pukul 05.50 Wib salah satu dokter memanggilku sambil membawa seperangkat pakaian operasi. Sambil bertanya... Pak pake ini ya ukurannya XL semoga cukup ya?... Oh iya makasih dok, sambil menerima baju tersebut dan mengenakannya dengan segera. Walaupun tidak ada manual how-to-wear-it dengan seruduk-seruduk aku berhasil memakainya juga. Hehehe... sayang tidak ada orang lain yang bisa aku minta tolong tuk mengabadikannya, sehingga self potret ala narsis pun ku coba-coba.</p>
<p>Dengan perlahan-lahan ku masuki ruang operasi dan melihat ada   6 orang didalam ruangan itu. Huh..kok 6 orang apa ga kebanyakan?pikirku dalam hati...semoga bukan diisi oleh mahasiswa calon dokter yang sedang melakukan observasi dan syukurnya bukan masing-masing didalam ruangan itu memiliki aktifitas.  Silahkan  pak duduk di pojok sana. Salah satu dokter menyilahkan aku untuk duduk  disebuah kursi  dipojok ruangan dan posisinya  dibelakang dokter sehingga otomatis  aku tidak dapat melihat  jalannya  operasi. Ketika  aku mencoba  membetulkan posisi duduk ku, dokter beberapa kali <span style="text-decoration:line-through;">menegaskan</span> mengatakan untuk duduk saja   dan dokumentasikan setelah bayi berhasil dikeluarkan.</p>
<p>Von gimana von? tenang aja ya... tanya dokter beberapa kali mencoba memecahkan suasana hening diruangan itu. Malah  dokter  bius dengan santainya bernyanyi dan bergumam... hehehe makasih usahanya dok.. saya tetap tegang cemas dan berdoa  terus dalam hati, hingga</p>
[caption id="attachment_58" align="alignleft" width="300" caption="Operasi berhasil"]<a href="http://vyadiara.files.wordpress.com/2008/09/operasi.jpg"><img class="size-full wp-image-58" title="operasi" src="http://vyadiara.wordpress.com/files/2008/09/operasi.jpg" alt="Operasi berhasil" width="300" height="119" /></a>[/caption]
<p>Pukul 06.10 bayi kecil itu berhasil diangkat dan dokter anak yang langsung beraksi membersihkan (baca: suction) sisa air ketuban disekitar/didalam mulut dan hidung bayi. Dengan seksama dan pikiran dipenuhi sejuta kebahagiaan tentang kehadiran mahkluk kecil yang sudah aku tunggu sekian lama, aku merekam video dan juga beberapa foto. Next.. siapa ya namanya ??</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
