<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kupu-kupu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kupu-kupu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kupu-kupu"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 07:39:06 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Narkoba untuk Anak-anak]]></title>
<link>http://apiqquantum.wordpress.com/?p=576</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 07:04:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://apiqquantum.id.wordpress.com/2008/10/08/narkoba-untuk-anak-anak/</guid>
<description><![CDATA[ &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--> &#60;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&#62; <!--[if gte mso 10]&#62;--><br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0in;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:"Times New Roman";<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal">Narkoba - sebuah tulisan lama</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">“Pa, kemarin saya memendam seekor kupu-kupu yang mati. Kok jadi tidak ada sekarang?” tanya seorang anak usia 5 tahun kepada Bapaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Kupu-kupu sudah berubah jadi tanah,” jawabnya singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Kok bisa?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Bisa. Mikroba akan memangsa badan kupu-kupu itu dan mengubahnya jadi tanah. Dari tanah itu dapat tumbuh pohon-pohonan. Kemudian ulat akan memakan daun pohon itu. Ulat pun akan berubah menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu mati akan dimangsa mikroba menjadi tanah. Begitu seterusnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Kasihan ya... kupu-kupu tidak masuk surga. Kita nanti kalau mati juga jadi tanah?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Ya, semua badan jika mati nanti jadi tanah. Dari tanah tumbuh pohon. Kemudian dimakan manusia daunnya. Dan seterusnya. Tetapi jiwa kita, pikiran kita nanti yang akan masuk surga. Di surga kita akan memiliki tubuh lagi yang lebih baik. Sedangkan tubuh kita memang akan jadi tanah disantap mikroba.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Tetapi narkoba kan tidak boleh Pa?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Maksudnya gimana?” bapaknya balik bertanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Kemarin saya nonton TV, katanya narkoba itu berbahaya.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”O...iya. Narkoba memang berbahaya. Bisa merusak pikiran. Orang jadi malas. Hanya dokter yang boleh menggunakan narkoba untuk pengobatan yang jumlahnya sangat sedikit. Tetapi yang mengubah kupu jadi tanah itu bukan narkoba melainkan mikroba.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Kalau kita pakai narkoba cuma sedikit, cuma satu boleh ya Pa?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Tetap saja tidak boleh. Berbahaya. Hanya dokter yang boleh memanfaatkan narkoba.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Padahal, kita memerlukannya kalau mau belok kiri, belok kanan, saat naik perahu. Kan dia sopirnya?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Wah...kalau itu nahkoda bukan narkoba!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sang bapak tertawa, si anak masih terus penasaran. Ia masih bertanya-tanya kok narkoba itu aneh ya...bisa mengubah kupu jadi tanah, bisa merusak pikiran dan bisa mengemudi perahu.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Seekor Kupu-Kupu]]></title>
<link>http://diamsejenak.wordpress.com/?p=485</link>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 21:30:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fr. Bastian-Wawan, CM</dc:creator>
<guid>http://diamsejenak.id.wordpress.com/2008/09/21/kisah-seekor-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[Pada suatu hari seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu di
halaman belakang rumahnya dengan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu di<br />
halaman belakang rumahnya dengan sebuah lubang kecil yang muncul di<br />
permukaan kepompong tersebut. Orang itu pun duduk sambil terus<a href="http://static.flickr.com/84/249571108_fc11908791.jpg"><img class="alignright" title="kupu-kupu" src="http://static.flickr.com/84/249571108_fc11908791.jpg" alt="" width="226" height="350" /></a><br />
mengamati kepompong dan kupu-kupu tersebut, terutama ketika kupu-kupu<br />
itu berjuang keras dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu<br />
selama saat lamanya.</p>
<p>Akhirnya, si kupu-kupu itu pun menghentikan usahanya. Sepertinya dia<br />
mulai menyerah. Dia telah berusaha sedemikian keras dan kini dia tidak<br />
bisa berjuang lebih jauh lagi.</p>
<p>Tergerak dengan kebaikan hatinya, orang tersebut membuat sebuah<br />
keputusan untuk membantu si kupu-kupu. Diambilnya sebuah gunting dan<br />
mulailah dia menggunting sisa cangkang kepompong itu. Kupu-kupu pun<br />
kemudian keluar dengan mudahnya. Namun hal yang tidak<br />
disangka-sangkanya pun terjadi. Kupu-kupu itu memang keluar dengan<br />
mudahnya, tetapi dengan tubuh yang menggembung dan kedua sayap mengerut.</p>
<p>Orang ini terus mengamati keadaan si kupu-kupu dengan seksama sambil<br />
terus berharap bahwa seiring waktu, kedua belah sayap itu akan mekar<br />
dan melebar sehingga mampu menopang tubuh si kupu-kupu.</p>
<p>Apa daya semuanya itu tidak pernah terjadi. Sebab pada kenyataannya si<br />
kupu-kupu tadi menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di tanah.<br />
Tubuhnya yang gembung dan sayap-sayapnya yang tetap mengkerut,<br />
membuatnya terlalu berat untuk mampu terbang. Ya, kupu-kupu itu tidak<br />
pernah bisa terbang selama hidupnya.</p>
<p>Di balik kebaikan hati orang tadi dan inisitifnya untuk membantu<br />
kupu-kupu tersebut sesungguhnya ada satu hal yang tidak dipahaminya.<br />
Memang tidak salah memberi bantuan. Hanya saja lubang kecil di<br />
kepompong tersebut sesungguhnya adalah JALAN TUHAN. Sebab<!--more--> lubang yang<br />
menghambat dan mengakibatkan kupu-kupu tadi berjuang sangat keras<br />
untuk melaluinya itu, memiliki tujuan untuk memaksa cairan dari tubuh<br />
kupu-kupu ke dalam sayap-sayapnya. Hingga dia akan siap terbang dengan<br />
bebas, manakala tiba waktunya kepompong tersebut tidak lagi mampu<br />
membungkus tubuhnya.</p>
<p>Sama halnya dengan kita. Kadangkala perjuangan yang kita perlukan<br />
dalam hidup kita ini diperlukan untuk menumbuhkembangkan diri kita.<br />
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, hal ini mungkin<br />
justru melumpuhkan kita. Sebab kita mungkin tidak sekuat yang<br />
semestinya kita mampu dan karenanya kita tidak bisa pernah benar-benar<br />
dapat terbang untuk meraih hal-hal yang kita impikan.</p>
<p>NN</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari Kupu-kupu]]></title>
<link>http://investasiabadi.wordpress.com/?p=283</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 06:27:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>investasiabadi</dc:creator>
<guid>http://investasiabadi.id.wordpress.com/2008/09/18/belajar-dari-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[
“Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p><strong><em>“Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu2 tsb berjuang keras selama berjam2 untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lubang kecil tersebut.”</em></strong> <a href="http://yosemind.files.wordpress.com/2008/07/butterfly.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-170" src="http://yosemind.files.wordpress.com/2008/07/butterfly.jpg?w=150&#38;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Kemudian, tampaknya usaha tsb sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang berarti.</em></strong></p>
<p><strong><em>Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan.</em></strong><em> </em></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu2 itu. </em></strong></p>
<p><strong><em>Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu.Kemudian kupu2 itu keluar dengan sangat mudahnya</em></strong></p>
<p><strong><em>Tapi apa yg terjadi? Kupu2 itu memiliki tubuh yg tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang </em></strong></p>
<p><strong><em>Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu2 itu sendiri.</em></strong></p>
<p><strong><em>Semua yg diharapkan pria itu tidak terjadi ! </em></strong></p>
<p><strong><em>Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yg lemah dan sayap yg terlipat.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kupu kupu tsb tidak pernah bisa terbang</em></strong></p>
<p><strong><em>Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu2 dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut, sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh ALLAH SWT.</em></strong></p>
<p><strong><em>Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini</em></strong></p>
<p><strong><em>Jika ALLAH SWT memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu2 itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kita meminta Kekuatan…dan ALLAH SWT memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kita meminta kebijaksanaan…dan ALLAH SWT memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kita meminta kemakmuran…dan ALLAH SWT memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kita meminta Keberanian…dan ALLAH SWT memberi kita rintangan untuk kita hadapi.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kita meminta Cinta…dan ALLAH SWT memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kita meminta pertolongan…dan ALLAH SWT memberi kita kesempatan</em></strong></p>
<p><strong><em>” Kita tidak menerima apa yang kita inginkan….,</em></strong></p>
<p><strong><em>Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. “</em></strong></p>
<p><strong><em>Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu. </em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guest Book]]></title>
<link>http://farrelarts.wordpress.com/?p=153</link>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 16:49:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mama Farrel</dc:creator>
<guid>http://farrelarts.id.wordpress.com/2008/09/16/guest-book/</guid>
<description><![CDATA[
kalo yang ini adalah buku tamu unik&#8230;harganya cukup murah kok, dan customiseable, satu buku ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farrelarts.files.wordpress.com/2008/09/052-guestbook.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-154" title="052-guestbook" src="http://farrelarts.wordpress.com/files/2008/09/052-guestbook.jpg" alt="" width="497" height="412" /></a></p>
<p>kalo yang ini adalah buku tamu unik...harganya cukup murah kok, dan customiseable, satu buku tamu cukup untuk 150 nama....<br />
harga per bijinya Rp. 40.000,-. minimum pemesanan 4 biji. dan harga tersebut bukan termasuk ongkos kirim.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Frame Pasir]]></title>
<link>http://farrelarts.wordpress.com/?p=146</link>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 16:42:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mama Farrel</dc:creator>
<guid>http://farrelarts.id.wordpress.com/2008/09/16/frame-pasir/</guid>
<description><![CDATA[
frame foto yang unik dan cantik ini terbuat dari pasir halus dari G-Land (plengkung beach), banyuwa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farrelarts.files.wordpress.com/2008/09/051-framepasir2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-151" title="051-framepasir2" src="http://farrelarts.wordpress.com/files/2008/09/051-framepasir2.jpg" alt="" width="497" height="744" /></a></p>
<p>frame foto yang unik dan cantik ini terbuat dari pasir halus dari G-Land (plengkung beach), banyuwangi. harga frame ini tanpa kemasan adalah :</p>
<p><strong>13 x 11 cm    : Rp. 4.500,- (tanpa hiasan bunga kering Rp. 4.000,-)<br />
10 x  8 cm     : Rp  3.500,- (tanpa hiasan bunga kering Rp. 3.000,-)</strong></p>
<p>minimum order sebanyak 200 biji, untuk pesanan 500 biji, harga bisa nego...<br />
harga tersebut belum termasuk kemasan mika dan ongkos kirim lho...<br />
makasih, buruan pesen...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Undangan 12]]></title>
<link>http://farrelarts.wordpress.com/2008/09/16/143/</link>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 16:35:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mama Farrel</dc:creator>
<guid>http://farrelarts.id.wordpress.com/2008/09/16/143/</guid>
<description><![CDATA[
undangan ini pesanan dari seseorang yang sedang merayakan hari ulang tahunnya yang ke 17, simple ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farrelarts.files.wordpress.com/2008/09/050-udangan12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" title="050-udangan12" src="http://farrelarts.wordpress.com/files/2008/09/050-udangan12.jpg" alt="" width="497" height="412" /></a></p>
<p>undangan ini pesanan dari seseorang yang sedang merayakan hari ulang tahunnya yang ke 17, simple tapi unik terdiri atas selembar kertas yang digulung sedemikian rupa, dan ditambah aksen capung yang terbuat dari tali agel, tulang daun dan kacang kapri.<br />
harga undangan ini Rp. 4.500,- per biji. kalo memakai kemasan mika ditambah Rp. 750,- per undangan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kupu-kupu Transparan, Benar-benar Indah Dan Cantik]]></title>
<link>http://katroboy.wordpress.com/?p=603</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 02:43:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>katroboy</dc:creator>
<guid>http://katroboy.id.wordpress.com/2008/09/03/kupu-kupu-transparan-benar-benar-indah-dan-cantik/</guid>
<description><![CDATA[Transparent Butterfly
Ini Kupu-kupu benaran lho&#8230; bukan kupu2 boongan, apalagi &#8216;kupu2 itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_604" align="alignleft" width="300" caption="Transparent Butterfly"]<a href="http://katroboy.wordpress.com/files/2008/09/kupu0.jpg"><img class="size-full wp-image-604" src="http://katroboy.wordpress.com/files/2008/09/kupu0.jpg" alt="Transparent Butterfly" width="300" height="211" /></a>[/caption]
<p>Ini Kupu-kupu benaran lho... bukan kupu2 boongan, apalagi 'kupu2 itu'.. hehehe.. :P Kupu2 ini hidup di benua Amerika bagian Tengah, yang dapat ditemukan di sepanjang hutan hujan (rain forrest) pedalaman Meksiko sampai Panama, tetapi karena sayapnya yang transparan (yang berfungsi sebagai mekanisme pertahan alami tubuhnya) mereka sangat susah untuk dicari. Kupu2 ini sangat jarang dan langka, sehingga para Ahli Ekologi (khususnya Rain Forrest Ecologists) menjadikan mereka sebagai penanda perubahan cuaca dan indikasi dari kualitas habitat kupu2 ini.<br />
<!--more--><br />
Kupu2 ini begitu cantik, sayapnya transparan begitu bening seperti kaca yang berkilauan ketika ditimpa cahaya.. memancarkan warna hijau, merah dan oranye dengan indahnya... Woowww.. jadi pengen lihat aslinya ya... :D Allah memang Maha Besar...</p>
[caption id="attachment_605" align="aligncenter" width="500" caption="Cantik ya..."]<a href="http://katroboy.wordpress.com/files/2008/09/kupu2.jpg"><img class="size-full wp-image-605" src="http://katroboy.wordpress.com/files/2008/09/kupu2.jpg" alt="Cantik ya..." width="500" height="494" /></a>[/caption]
<p>"All things beautiful do not have to be full of color to be noticed: in life that which is unnoticed has the most power"</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/2074818/kupukupu.rar.html" target="_blank">Klik disini untuk mendownload photo2 lengkapnya</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wewangian 01]]></title>
<link>http://farrelarts.wordpress.com/?p=135</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 09:17:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mama Farrel</dc:creator>
<guid>http://farrelarts.id.wordpress.com/2008/08/31/wewangian-01/</guid>
<description><![CDATA[

souvenir pada foto ini merupakan souvenir unik yang juga bisa berbentuk magnet kulkas , yang didal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farrelarts.files.wordpress.com/2008/08/047-wangian01-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-136" src="http://farrelarts.wordpress.com/files/2008/08/047-wangian01-copy.jpg" alt="" width="497" height="338" /></a></p>
<p><a href="http://farrelarts.wordpress.com/files/2008/08/048-wangian02-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-138" src="http://farrelarts.wordpress.com/files/2008/08/048-wangian02-copy.jpg" alt="" width="497" height="791" /></a></p>
<p>souvenir pada foto ini merupakan souvenir unik yang juga bisa berbentuk magnet kulkas , yang didalamnya berisi bahan rempah-rempah dan akar wangi, yang bisa memberikan wewangian khas. bisa juga digunakan sebagai pewangi di dalam lemari pakaian anda, daya tahan wanginya bisa melebihi daya tahan pewangi lemar pakaian yang beredar di pasaran.</p>
<p><strong>berikut kami sertakan daftar harga beserta ukuran dari barangnya :</strong></p>
<ul>
<li><strong>ukuran S        : Rp. 3.000,-</strong></li>
<li><strong>ukuran M       : Rp. 3.500,-</strong></li>
<li><strong>ukuran L        : Rp. 4.000,-</strong></li>
</ul>
<p>minimal pemesanan 200 biji. so tunggu apalagi, souvenir ini akan jadi salah satu pilihan terbaik untuk kenang-kenanngan tamu-tamu anda. ditunggu ya pesanannya :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isyarat Kematian]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2008/08/19/kupu-kupu-pembawa-kematian/</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 16:48:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.id.wordpress.com/2008/08/19/si-pembawa-kabar/</guid>
<description><![CDATA[


Ket : Kupu-kupu ini dipercaya sebagai pembawa kabar kematian
Saya suka kupu-kupu. Bagi saya dia a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://orangmiskin.files.wordpress.com/2008/08/strange-2dbutterfly.jpg"></a></p>
<p><strong><a href="http://orangmiskin.files.wordpress.com/2008/08/attacus-atlas-1.jpg"></a></strong></p>
<p><strong><a href="http://orangmiskin.files.wordpress.com/2008/08/attacus-atlas-11.jpg"><img src="http://orangmiskin.files.wordpress.com/2008/08/attacus-atlas-1-thumb1.jpg" border="0" alt="Attacus_atlas_1" /></a></strong></p>
<p><strong>Ket : Kupu-kupu ini dipercaya sebagai pembawa kabar kematian</strong></p>
<p align="justify">Saya suka kupu-kupu. Bagi saya dia adalah makluk paling menawan. Bukan saja indah, kupu-kupu adalah serangga yang menginspirasi banyak orang. Dia menggambarkan kesenangan, keindahan dan cinta.</p>
<p align="justify">Di kampung saya ada kepercayaan bahwa kupu-kupu tertentu membawa kabar duka. Kehadirannya berarti kehilangan. Kupu-kupu ini dipercaya sebagai pembawa kabar kematian. Dia berukuran besar (kira-kira sejengkal lebih orang dewasa), berwarna merah dan biasanya suka hinggap di dinding rumah atau pagar.</p>
<p align="justify">Saya ingat saat kecil, nenek sering melarang begini, <em>“Jangan pegang kupu-kupu itu. Itu kupu-kupu orang mati. Biarkan saja”. </em>Orang-orang tua saya sering mempedomani kupu-kupu ini sebagai isyarat keluarga besar kami akan kehilangan seseorang.</p>
<p align="justify">Biasanya kalau ia hadir, semua percaya salah seorang keluarga akan meninggal dunia. Jika sayap si pembawa kabar masih utuh, artinya yang akan pergi adalah anggota keluarga berusia muda, tapi jika ada cacatnya artinya itu orang tua.</p>
<p align="justify">Yang namanya mitos, kadang benar tapi sering tidak. Memang, ada kalanya beberapa hari setelah datangnya kupu-kupu itu salah seorang anggota keluarga kami meninggal. Tapi ada kalanya juga tidak ada terjadi apa-apa.</p>
<p align="justify">Kemarin pagi, tiba-tiba saja seekor kupu-kupu besar nyasar hinggap di kaca kamar kost saya. Kaget dan kagum pastinya. Awalnya saya berpikir itu adalah kupu-kupu kematian. Setelah diperhatikan, ternyata bukan.</p>
<p align="justify">Meski hanya mitos dan saya tidak mempercayainya, kehadiran kupu-kupu ini sering menjadi pembahasan kami saat saya menelpon orang tua di kampung. Menanyakan kabar mereka. Adakah sehat-sehat saja dan siapa anggota keluarga yang baru meninggal.</p>
<p align="justify">Mitos tetaplah mitos. Boleh percaya, boleh tidak. Yang pasti hidup mati seseorang sudah digariskan Yang di Atas. Tapi mitos ini mengajarkan saya untuk mencintai semua jenis serangga bersayap ganda warna warni ini.</p>
<p align="justify">Alam sudah berubah, manusia tidak lagi bersahabat. Saat ini Sang Pembawa Kabar Kematian sudah sangat langka. Sejak lama saya tidak menjumpainya lagi. Kalau ketemu, kira-kira apa yang akan saya pikirkan. Entahlah. <strong>(nto)</strong></p>
<p>Setelah nanya sama om google, ternyata kupu-kupu ini bernama latin <strong>Attacus atlas</strong>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keindahan Alam dan Kupu-Kupu]]></title>
<link>http://a61049.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 04:06:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>a61049</dc:creator>
<guid>http://a61049.id.wordpress.com/2008/08/16/keindahan-alam-dan-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[
Kupu-Kupu merupakan jenis binatang yang paling indah, karena Kupu-Kupu mempunyai berbagai macam jen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://a61049.wordpress.com/files/2008/08/file-kupu-kupu.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4" src="http://a61049.wordpress.com/files/2008/08/file-kupu-kupu.jpg?w=121" alt="" width="121" height="118" /></a></p>
<p>Kupu-Kupu merupakan jenis binatang yang paling indah, karena Kupu-Kupu mempunyai berbagai macam jenis serta warna yang beraneka ragam.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki dan Kupu-Kupu]]></title>
<link>http://nyomansutarsa.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 02:46:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutarsa</dc:creator>
<guid>http://nyomansutarsa.id.wordpress.com/2008/08/16/lelaki-dan-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[Aku hanya punya kata dan hati
bukan bulan ataupun matahari
Kau mengenalku ketika malam tadi kita bic]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku hanya punya kata dan hati</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">bukan bulan ataupun matahari</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kau mengenalku ketika malam tadi kita bicara tentang kupu-kupu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">tentang sayap warna warni</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">dan hidup yang terus mengalir</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku mengenalmu ketika malam tadi kita bicara tentang kupu-kupu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">tentang kepompong kering</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">dan dunia yang rumit</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku tidak lagi berdiri pada titik itu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">karena kau telah bercerita tentang dongeng malam yang hitam</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">sampai aku mampu memaknai putih dan warna</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku endapkan sisa malam pada deretan kata tua</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">semua habis tertuang di sini</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku nyalakan lilin malam untukmu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">agar semua tampak temaram</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">bukan kelam ataupun terang</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">tapi tetap temaram</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Apakah sajak temaram ini juga berkisah tentang kupu-kupu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">atau takdir?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Andai saja takdir adalah sebuah kata</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">maka ia akan terus aku hapus dan kutulis ulang karenamu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">lalu kita bangun takdir kita bersama</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku mengundang kupu-kupu malam ini</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">waktu seakan diam sejenak</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">membiarkan lelaki dan kupu-kupu bersapa</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">bukan untuk siapa-siapa</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">hanya untukku dan untuknya</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">biarkan lelaki dan kupu-kupu bersama</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">sebelum ia kembali jadi kepompong kering dan ulat daun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">lelaki</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">kupu-kupu</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">aku mencintaimu!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Surabaya, Equator 211</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">14 Agustus 2008</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penangkaran Kupu-kupu di Pulau Pramuka]]></title>
<link>http://pulaupramuka.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 12:44:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tommy Bernadus</dc:creator>
<guid>http://pulaupramuka.id.wordpress.com/2008/08/15/penangkaran-kupu-kupu-di-pulau-pramuka/</guid>
<description><![CDATA[Dikutip dari www.pulauseribu.net
Oleh : Bima
Pengembangan Wisata Pendidikan dan Konservasi Laut di P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dikutip dari www.pulauseribu.net</p>
<p>Oleh : Bima</p>
<p>Pengembangan Wisata Pendidikan dan Konservasi Laut di Pulau Permukiman, utamanya di Pulau Pramuka dan sekitarnya, dan atau Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, bermula dari rasa prihatin terhadap ketidakberkembangan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan kepariwisataan yang sangat besar oleh masyarakat, tetapi justru kerusakan sumberdaya kelautan dan keeksklusifan pariwisata bahari yang kemanfaatannya sangat kurang dirasakan oleh masyarakat.</p>
<p>Rasa keprihatinan tersebut, diaktualisasikan dengan coba-coba membangun obyek wisata bahari di Pulau Pemukiman, dengan maksud mendekatkan potensi perputaran ekonomi dari resort wisata ke pulau permukiman masyarakat sekitarnya. Pada bulan Maret 2003, BTNKpS dengan bermodalkan kebersihan akomodasi, keramahan dan kekakuan pegawai dalam pelayanan dan pemanduan wisata, dan perubahan beberapa kegiatan konservasi menjadi obyek wisata pendidikan konservasi laut, SANGAT MENGAGETKAN bahwa ternyata WISATA PENDIDIKAN DAN KONSERVASI LAUT DI PULAU PRAMUKA sangat maju dan diminati dengan sangat pesat, baik oleh Wisatawan Resort Wisata maupun Wisata yang datang langsung ke Pulau Pramuka.</p>
<p>Dalam rangka meningkatkan obyek pendidikan di konservasi laut serta peningkatan peran serta masyarakat di Pulau Pemukiman terutama di Pulau Pramuka, pihak Taman Nasional Kepulauan Seribu berusaha menciptakan sesuatu yang baru dengan mengenalkan Kegiatan Penangkaran Kupu-kupu.</p>
<p>Penangkaran merupakan suatu kegiatan untuk mengembangbiakan jenis-jenis satwa liar dan tumbuhan alam yang bertujuan untuk memperbanyak populasinya dengan mempertahankan kemurnian jenisnya sehingga kelestarian dan keberadaannya di alam apat dipertahankan. Penangakaran kupu-kupu meliputi kegiatan pengadaan/pengumpulan bibit kupu-kupu, pembiakan/perkawinan/ penetasan telur, pembesaran larva, pemeliharaan pupa/kepompong serta pemulihan populasinya di alam.</p>
<p>Penangkaran kupu-kupu merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjaga kelestarian dan kemurnian jenisnya serta menghindari teramcamnya kelestarian beberapa jenis kupu-kupu dan wisata pendidikan.</p>
<p>Klasifikasi Kupu-Kupu Kupu-kupu termasuk ordo Lepidoptera dan kelas Insecta (serangga) yang permukaan sayapnya tertutup oleh sisik. Lepidoptera (lepis berarti sisik, pteron berarti sayap) dibedakan menjadi 2 (dua) golongan yaitu kupu-kupu (sub ordo Rhopalocera) sekitar 20.000 spesies dan ngengat (sub ordo Heterocera) sekitar 100.000 – 140.000 spesies.</p>
<p>Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan ciri khas dari masing-masing sub ordo yaitu sebagai berikut : (1) Sayap kupu-kupu bergandengan pada tiap sisi, sedangkan sayap belakang ngengat mengikat sayap depan dengan bantuan duri atau pegangan. (2) Ujung antena kupu-kupu meluas sedangkan ngengat tidak. (3) Biasanya kupu-kupu terbang pada siang hari sedangkan ngengat pada malam hari. (4) Waktu istirakhat, sayap kupu-kupu berdiri tegak, sedangkan sayap ngengat tidak berdiri (Departemen Kehutanan, 1994).</p>
<p>Klasifikasi zoologis kupu-kupu menurut Symposium Royal Entomology Society (1984) dan Preston-Marham (1988) dalam Sihombing (1999) adalah sebagai berikut :</p>
<p>Struktur Morfologi Menurut Smart (1976) ciri spesifik dari kupu-kupu adalah badan terbagi menjadi tiga bagian yaitu, caput (kepala), thoraks (dada) dan abdomen (perut). Ada 3 (tiga) pasang tungkai (kaki) dan dua pasang sayap terdapat pada ruas dada, alat kelamin dan anus terdapat di ujung ruas perut. Tubuh kupu-kupu dilapisi oleh chitin ( eksoskeleton atau rangka luar) dan tersusun dalam cicin yang seragam atau segmen-segmen yang dipisahkan oleh membran fleksibel. Pada setiap bagian kupu-kupu (kepala, dada dan perut) tertutup lapisan lembut, berbulu halus dan berwarna menyolok/ menyala. Smart (1976) menyatakan ketiga bagian tubuh kupu-kupu tersebut memiliki struktur tersendiri dengan fungsi masing-masing bagian sebagai berikut :</p>
<p>•  Kepala (caput )<br />
Kepala berbentuk kapsul bulat kecil yang mengemban alat makan dengan sensorik. Alat makan disebut probosis, sedangkan alat sensorik adalah sepasang antena yang biasanya menebal pada bagian ujungnya. Mata kupu-kupu berbentuk seperti belahan bola yang membengkak pada bagian atas kepala dan biasanya disebut mata majemuk.</p>
<p>•  Dada ( thoraks )<br />
Dada merupakan bagian tengah tubuh kupu-kupu dan berfungsi sebagai penggerak, dimana kaki dan sayap menempel. Thoraks tersusun dari tiga segmen yang masing-masing segmen terdapat sepasang tungkai untuk berjalan dan berpegangan.Dua pasang sayap terdapat pada mezothoraks dan metathoraks (bagian kedua dan ketiga dari segmen dada). Pada beberapa jenis kupu-kupu sayap belakang mempunyai tornus (ekor).</p>
<p>•  Perut ( abdomen )<br />
Abdomen merupakan bagian yang lunak dibandingkan kepala dan dada. Perut memiliki 10 (sepuluh) segmen namun hanya 7 (tujuh) atau 8 (delapan) yang mudah terlihat. Segmen ujung merupakan alat kelamin dari kupu-kupu, dimana pada jantan terdiri dari sepasang penjepit, sedangkan pada betina segmen tersebut berubah menjadi ovipositor (alat untuk meletakkan telur).</p>
<p>SIKLUS HIDUP KUPU-KUPU Umur kupu-kupu berkisar antara 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) minggu. Siklus hidupnya dimulai dari telur, kemudian menjadi larva (ulat). Selanjutnya, larva membentuk kepompong (pupa), baru akhirnya muncul sebagai kupu-kupu/ imago. Imago membutuhkan waktu 3 (tiga) hingga 4 (empat) jam untuk penyempurnaan warna dan pengeringan sayap sebelum siap untuk terbang mencari makan dan pasangan hidupnya.</p>
<p>MANFAAT KUPU-KUPU Sedikitnya ada 7 (tujuh) manfaat dari kupu-kupu antara lain :<br />
Membantu penyerbukan tanaman, misalnya Euploea callithoe dan Papilio iswara.<br />
Mempunyai nilai artistik/ keindahan, sebagai hiasan dinding, meja, penindih kertas, tatakan gelas, tirai dan dompet.<br />
Bahan penelitian biologis.<br />
Bahan industri, seperti ngengat sutera ( Bombix mori ).<br />
Sumber protein, misalnya kupu-kupu pisang.<br />
Sebagai Koleksi.<br />
Rekreasi/ menjadi obyek wisata pendidikan yang menarik.</p>
<p>Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Kupu-Kupu</p>
<p>•  Pakan Kupu-Kupu, Makanan larva (ulat) pertama kali setelah menetas adalah sisa kerabang telurnya sendiri, selanjutnya larva (ulat) memakan daun, sedangkan kupu-kupu dewasa memakan beberapa cairan untuk menjaga keseimbangan air dan energi tubunya. Pada umumnya kupu-kupu memakan nektar bunga, tetapi beberapa cairan lain didapat dari tanaman atau pohon dan buah-buahan yang telah busuk dan kotoran burung atau hewan lain. Tipe dan jumlah makanan dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, tingkah laku dan sifat-sifat morfologi kupu-kupu. Tumbuhan inang merupakan tempat larva mendapatkan nutrisi penting dan zat-zat kimia yang diperlukan untuk memproduksi warna dan karakteristik kupu-kupu dewasa (Fitzgerald, 1999).</p>
<p>•  Spesies, Telur dan pupa yang berukuran lebih kecil lebih cepat menetas. Sedangkan rentang hidup kupu-kupu bervariasi tergantung pada spesiesnya (Sihombing, 1999).</p>
<p>•  Iklim, Kupu-kupu termasuk hewan berdarah dingin ( poikilothermik ) yaitu suhu tubuhnya dipengaruhi suhu lingkungan (Sihombing, 1999). Kupu-kupu hanya dapat terbang jika suhu tubuhnya di atas 30 o C (Col, 2000). Suhu tubuh kupu-kupu pada saat terbang 5 – 10 o C di atas suhu lingkungan. Sayap kupu-kupu sangat berperan dalam pengaturan suhu tubuh (termoregulasi). Kupu-kupu berjemur untuk menghangatkan tubuhnya dari cuaca dingin, hal ini mengakibatkan warna sayapnya memudar dan menjadi kurang indah. Pada daerah yang lebih panas pupa akan cepat menetas menjadi kupu-kupu. Tingginya laju kematian kupu-kupu dipengaruhi kondisi klimatik yaitu angin yang kencang, musim hujan dan kemarau (Fitzgerald, 1999). Telur kupu-kupu pada musim kering mengalami dormansi (hibernansi) dan akan menetas setelah musim hujan (Dephut, 1996).</p>
<p>•  Jenis Kelamin, Penentuan jenis kelamin dapat dilakukan pada stadium larva, pupa dan kupu-kupu dewasa (Dephut, 1994).</p>
<p>TUJUAN PENANGKARAN<br />
Membuat percontohan Penangkaran Kupu-kupu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar TNKpS, yang dikemudian hari diharapkan dapat menjadi alternatif sumber mata pencaharian masyarakat setempat dalam rangka pelestarian manfaat taman nasional.<br />
Salah satu obyek wisata di pulau pemukiman Pulau Pramuka.<br />
Sebagai sarana pendidikan.<br />
Sebagai souvenir bagi pengunjung Taman Nasional Kepulauan Seribu.</p>
<p>MANFAAT PENANGKARAN<br />
Terdapatnya percontohan penangkaran kupu-kupu dalam rangka pemberdayaan masyarakat.<br />
Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pelestarian satwa terutama untuk jenis kupu-kupu yang dilindungi.<br />
Menambah alternatif mata pencaharian masyarakat yang berdampak pada peningkatan penghasilan.</p>
<p>PEMBANGUNAN LOKASI PENANGKARAN<br />
Tempat Penangkaran kupu-kupu berlokasi di Komplek Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang merupakan Zona Pemukiman Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Tempat penangkaran berupa kubah berbentu “L” dengan ukuran 750 M3 atau 150 m2 seperti pada lampiran denah. Daya tampung kandang ini dapat menampung kupu-kupu sebanyak 150 – 250 ekor.</p>
<p>Peralatan dan bahan yang diperlukan dalam menunjang kegiatan ini adalah :<br />
Alat tulis kantor.<br />
Bangunan penangkaran,<br />
Cawan petri tempat penetasan telor,<br />
Rrak dan kotak tempat pembesaran larva,<br />
Rak tempat pembesaran pupa,<br />
Termometer Ruangan,<br />
Jaring untuk menangkap kupu-kupu,<br />
Kuas kecil dan kuas besar,<br />
Jarum pentul,<br />
Kertas label,<br />
Alat suntik,<br />
Papan kayu,<br />
Alkohol 70 %,<br />
Plastik transparan dan Lem fox.</p>
<p>PENGADAAN BIBIT Pengadaan bibit kupu-kupu, rencananya dilakukan dalam bentuk kepompong dan kupu-kupu. Selanjutnya bibit dihasilkan dari penangkaran, dipelihara dan dikawinkan di dalam kandang reproduksi. Rencana Jenis Kupu-Kupu yang Akan Ditangkarkan.</p>
<p>No.<br />
Nama Jenis<br />
Family<br />
Pakan Larva<br />
Ket.</p>
<p>1<br />
2<br />
3<br />
4<br />
5</p>
<p>1.<br />
Papilio helena<br />
Papilionidae<br />
Cytrus hytrix</p>
<p>2.<br />
Papilio memnon<br />
Papilionidae<br />
Cytrus</p>
<p>3.<br />
Troides Helena<br />
Papilionidae<br />
Aristolochia tagala</p>
<p>4.<br />
Troides amprisus<br />
Papilionidae<br />
Aristolochia tagala</p>
<p>5.<br />
Graphium sarpedon<br />
Papilionidae<br />
Cytrus</p>
<p>5.<br />
Ornithoptera goliath<br />
Papilionidae<br />
Aristolochia tagala</p>
<p>PEMELIHARAAN Pemeliharaan kupu-kupu relatif mudah, yaitu dengan menyediakan kandang yang dilengkapi dengan tanaman sebagai sumber pakan. Metamorfosis kupu-kupu terdiri atas 4 (empat) tahap yaitu :</p>
<p>•  Pemeliharaan Telur, Telur-telur diambil dari tanaman inang dan disimpan dalam cawan petri yang tertutup rapat dan disusun rapi dalam rak penyimpanan di laboratorium kupu-kupu. Dilakukan pendataan telur yang meliputi : jumlah, jenis dan tanggal pengambilan telur. Setelah 5 – 7 hari telur akan menetas, kemudian dipindah ke stoples dengan dengan bantuan kuas kecil. Setiap hari telur yang diambil tempatnya dipisahkan, jika melebihi 10 hari telur tidak menetas maka telur dibuang.</p>
<p>•  Pemeliharaan larva, Setelah telur menetas menjadi larva, kemudian dipindahkan ke dalam stoples yang sudah diberi sumber pakan larva dengan menggunakan kuas kecil. Pemindahan harus tercatat tanggal, jumlah dan jenisnya. Pemberian pakan dilakukan 2 (dua) kali dalam sehari yaitu pagi dan sohe hari dengan daun muda, juga dilakukan pembersihan kotoran larva dan sisa-sisa pakan. Dalam satu stoples dapat ditempati 50 ekor larva. Setelah 7 (tujuh) hari larva sudah mulai besar dengan ukuran 1 -1,5 cm, kemudian dipindahkan ke kotak kayu pemeliharaan larva ukuran sedang dan dilakukan pencatatan tanggal, jumlah dan jenisnya. Dalam 1 (satu) kotak dapat terisi 15 -20 ekor larva. Pemberian pakan dilakukan 2 (dua) kali dalam sehari yaitu pagi dan sohe hari dengan daun muda, juga dilakukan pembersihan kotoran larva dan sisa-sisa pakan. Untuk 15 -20 ekor larva, dibutuhkan sekitar 4 – 5 helai daun pakan jenis jeruk. Alat yang digunakan untuk membersihkan kotak larva adalah kuas, pinset dan alkohol. Alkohol digunakan jika ada larva yang mati dan membusuk, maka bekasnya disemprot alkohol. Untuk menghindari hama semut maka kaki rak penyimpanan kotak larva diberi mangkuk yang diisi dengan ter. Pada saat larva berumur 2 (dua) minggu ukuran larva sudah mencapai 3,5 – 4 cm, kemudian dipindah ke kotak pemeliharaan larva ukuran besar dan dicatat tanggal, jenis dan jumlahnya. Dalam satu kotak diisi 10 – 15 ekor larva. Setelah 25 hari menjelang 1 bulan larva berukuran 5,5 – 6 cm, larva mulai mencari tempat untuk persiapan menjadi kepompong selama kurang lebih 2 (dua) hari. Larva menaiki dinding kotak dan mengikatkan dirinya pada dinding dengan serat benang halus. Setelah dua hari proses pembentukan kepompong sempurna dan kulit larva sudah mengelupas. Kemudian kepompong/ pupa dipindahkan ke kandang pupa dengan menggunakan cutter, dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai tubuh pupa atau terjatuh.</p>
<p>•  Pemeliharaan Pupa, Pengambilan pupa baik dari alam atau kotak larva dilakukan pencatatan tanggal, jenis dan jumlahnya. Kepompong/ pupa yang sudah diambil kemudian dilem fox dan diberi lidi ukuran 5 cm pada bagian dada yaitu bagian yang kerasnya. Setelah kering selama satu malam, kepompong disimpan di kandang pupa dengan menggunakan jepitan. Penyimpanan bisa digantung atau ditancapkan pada busa yang digantung dalam kandang pupa. Pemeriksaan kepompong dilakukan setiap hari, jika cuaca panas, suhu di atas 30 o C terutama musim kemarau maka kandang pupa disemprot denganuap air untuk menjaga kelembaban. Suhu rata-rata siang hari di tempat penangkaran 24 – 25 o C. Jika ada kepompong yang gagal maka dikeluarkan dan dibuang. Ciri-ciri kepompong yang gagal adalah berjamur, warna hitam pekat, pada bagian kepala mengeras, segmen tubuh mengendur dan tidak mengeluarkanbunyi atau gerakan. Kandang pupa diletakkan pada tempat yang mendapatkan sinar matahari pagi. Predator utama kepompong kupu-kupu adalah tikus.</p>
<p>•  Pemeliharaan Kupu-Kupu Dewasa, Kupu-kupu setelah menetas dari kepompong dalam jangka waktu sekitar 3 (tiga) jam sudah siap terbang untuk mencari makan dan pasangan untuk perkawinan. Pemeliharaan di kandang Kubah dilakukan dengan memberikan makanan tambahan berupa bunga potong yang mengandung madu dan larutan gula dengan perbandingan 2 : 1 (dua bagian gula dan satu bagian air) sehingga larutan agak kental. Larutan gula diletakkan pada sutau wadah piring yang diberi bunga-bungaan agar menarik kupu-kupu. Kandang selalu dibersihkan dari kotoran, daun dan rumput yang kering serta dilakukan penjagaan dari predator. Untuk menjaga kelembaban, di dalam kandang dibuatkan aliran air (parit) yang mengalir mengelilingi kandang.</p>
<p>PENGAWETAN Nilai ekonomis kupu-kupu cukup tinggi jika sudah diolah dalam bentuk ofsetan yang sempurna dan tertata rapi sebagai souvenir bagi pengunjung TNKpS. Souvenir berupa opesetan kupu-kupu dikemas dalam bentuk awetan kering, hiasan dinding (pigura) dan gantungan kunci. (Bima/TNKpS)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Di saat kupu-kupu berpasangan]]></title>
<link>http://noonathome.wordpress.com/?p=377</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 15:32:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>noonathome</dc:creator>
<guid>http://noonathome.id.wordpress.com/2008/08/13/di-saat-kupu-kupu-berpasangan/</guid>
<description><![CDATA[Sepasang Troides haliphron
Siang hari yang cerah dengan sinar matahari yang hangat memang memberi su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_385" align="alignleft" width="300" caption="Sepasang Troides haliphron"]<a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/08/troides_helena_p4230025_edit1.jpg"><img class="size-medium wp-image-385" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/08/troides_helena_p4230025_edit1.jpg?w=300" alt="Sepasang Troides haliphron" width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p>Siang hari yang cerah dengan sinar matahari yang hangat memang memberi suasana tersendiri, terutama bagi kupu-kupu yang lagi cari pasangan.  Urusan kawin-mawin memang urusan pribadi kupu-kupu.  Sehingga sedikit memang info yang dibaginya ke manusia.</p>
<p><!--more-->Kupu-kupu adalah penyendiri dalam hidupnya kecuali saat-saat kawin mawin.  Ada memang jenis kupu-kupu yang berkelompok hingga jutaan seperti <em>Danaus</em> spp. (<em>monarch</em>) khusus saat bermigrasi dari Amerika Utara ke Mexico tetapi tetap urusan kehidupan ditangani sendiri-sendiri.</p>
<p>Bahkan dalam urusan kawin-mawin selalu ada ritual.  Saat mencari pasangan adalah dimulainya proses ini.  Jantan-jantan misalnya, memperlihatkan dua model kelompok pencarian betina yang berbeda.  Kelompok pertama adalah para jantan yang merasa bahwa 'mencari' adalah penting sehingga anggotanya aktif berpatroli ke sana ke mari mencari betina yang oke.  Sementara kelompok lainnya adalah para jantan yang tampaknya cukup yakin akan dirinya dan lebih baik 'menunggu' di tempat tenggerannya sambil mengamati betina-betina yang lewat untuk JJS alias jalan-jalan siang.  Jantan-jantan ini pun kalaupun terbang tidak pernah jauh dibanding betinanya.  Selewat proses ini, barulah pendekatan dilakukan.  Pasangan yang baru 'jadian' ini tentunya tak segera berpisah sehingga harus mendapat lokasi yang pas untuk bertengger yang tak mudah mendapat gangguan.</p>
[caption id="attachment_388" align="alignleft" width="300" caption="Sepasang &#39;cycad blue&#39; di antara dedaunan pakis haji"]<a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/08/chilades_pandava_p10100851.jpg"><img class="size-medium wp-image-388" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/08/chilades_pandava_p10100851.jpg?w=300" alt="Sepasang 'cycad blue' di antara dedaunan pakis haji" width="300" height="222" /></a>[/caption]
<p>Mengamati kupu-kupu '<em>cycad blue</em>' (<em>Chilades pandava</em>) yang sedang 'sibuk' ini bukanlah hal yang mudah.  Selain proses 'pendekatan'nya lama, kupu-kupu ini juga sangat mungil sehingga proses kejar-kejarannya bagaikan sekelebatan kungfu master yang berpindah kilat dari satu tempat ke tempat lain. Para jantannya kelihatan menjadi anggota kelompok percaya diri yang lebih suka 'menunggu'.  Di siang hari bolong yang terik, pasangan ini ternyata pandai juga mencari tempat yang tepat.  Ah ya, mereka memilih di antara jeruji dedaunan pakis haji (<em>Cycas revoluta</em>) di mana sinar matahari bersemburat menembus daun-daunnya.  Ini juga memberi tanda bagi saya untuk segera undur diri dan tak mengusik mereka…..</p>
<p><span style="font-size:9pt;">Oh ya, postingan sekali sekaligus mengkoreksi postingan saya terdahulu tentang <a href="http://noonathome.wordpress.com/2008/02/01/nama-yang-susah-untuk-tubuh-yang-mungil/">si mungil</a> yang dahulu saya anggap sebagai Euccne (<em>Euchrysops cnejus</em>) yang ternyata adalah <em>cycad blue</em>.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cerita kupu-kupu]]></title>
<link>http://diningrat.wordpress.com/?p=164</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 12:37:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Penyair Glandangan</dc:creator>
<guid>http://diningrat.id.wordpress.com/2008/08/13/cerita-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[Kupu-kupu liar hinggap di ranting kelopakku
Mencumbu bungaku, mencuri maduku
lalu pergi…
Kemudian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kupu-kupu liar hinggap di ranting kelopakku<br />
Mencumbu bungaku, mencuri maduku<br />
lalu pergi…</p>
<p>Kemudian datang kupu-kupu hitam putih<br />
Hanya singgah, bermain dengan bungaku<br />
lalu pergi …</p>
<p>Lalu kupu-kupu kecil berbondong-bondong<br />
Kelihatanya sedang menikmati aroma bungaku<br />
Namun tidak mencicipi, hanya menciumi<br />
lalu pergi…</p>
<p>Tapi..??<br />
Dimanakah kupu-kupu yang kutunggu<br />
Sejak pagi tadi, hingga sore ini…<br />
Yang biasanya singgahi setiap hari, tapi tak datang hari ini</p>
<p>Mungkin malam nanti, ketika kupu-kupu lain terlelap<br />
Dia akan datang mencumbui bunga hatiku</p>
<p>Pendrikan kidul,06 juni 08,semarang  </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Kupu-kupu dan Bunga]]></title>
<link>http://istiqom4h.wordpress.com/?p=430</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 03:22:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>ernabpp</dc:creator>
<guid>http://istiqom4h.id.wordpress.com/2008/08/13/kisah-kupu-kupu-dan-bunga/</guid>
<description><![CDATA[
Once there was a man who asked Allah for a flower and a butterfly

Seorang lelaki berdoa kepada All]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Once there was a man who asked Allah for a flower and a butterfly</li>
</ul>
<p><strong>Seorang lelaki berdoa kepada Allah SWT agar diberikan bunga dan kupu-kupu</strong></p>
<ul>
<li>But instead Allah gave him a cactus and a cartepillar</li>
</ul>
<p><strong>Namun Allah SWT memberikannya kaktus dan ulat</strong></p>
<ul>
<li>The man was sad, he didn't understand why his request was mistaken</li>
</ul>
<p><strong>Lelaki ini sedih, tidak mengerti kenapa pemberian-Nya berbeda dengan apa apa yang dia minta</strong></p>
<ul>
<li>Then he thought : oh well ... Allah has too many people to care to ...</li>
</ul>
<p><strong>Kemudian dia berfikir : Allah SWT kan mempunyai banyak umat yang harus diurus</strong></p>
<ul>
<li>And he decided not to question it</li>
</ul>
<p><strong>Dan dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya doanya lagi</strong></p>
<ul>
<li>After sometime, the man went to check up on his request that he had left forgotten</li>
</ul>
<p><strong>Setelah beberapa lama, lelaki ini memikirkan kembali doanya yang telah lama dilupakannya</strong></p>
<ul>
<li>To his surprise, from the thorny and ugly cactus a beautiful flower had grown</li>
</ul>
<p><strong>Lelaki ini amat terperanjat ketika melihat dari pohon kaktus yang buruk dan berduri itu telah tumbuh bunga yang sangat cantik</strong></p>
<ul>
<li>And the unsightly carterpillar had been transformed into the most beutifull butterfly</li>
</ul>
<p><strong>Dan dari ulat yang terselubung, telah berubah menjadi kupu-kupu yang tidak kalah cantik</strong></p>
<ul>
<li>Allah always does things right !</li>
</ul>
<p><strong>Allah SWT selalu melakukan semua perkara dengan benar !</strong></p>
<ul>
<li>The way is always the best way, even if to us it seems all wrong</li>
</ul>
<p><strong>Cara Allah SWT selalu cara yang terbaik, walaupun kelihatannya semuanya salah</strong></p>
<ul>
<li>If you asked Allah for one thing and received another just trust</li>
</ul>
<p><strong>Jika anda memohon sesuatu dan menerima yang lain dari Allah SWT, Percayalah</strong></p>
<ul>
<li>You can be sure that Allah will always give you what you need at the appropriate time</li>
</ul>
<p><strong>Yakinlah bahwa Allah SWT senantiasa memberikan apa yang anda pinta pada waktu yang tepat</strong></p>
<ul>
<li>What you want ... is not always what you need !</li>
</ul>
<p><strong>Apa yang anda pinta ... tidak selalu apa yang dibutuhkan !</strong></p>
<ul>
<li>Allah never fails to grant our petitions, so keep on going without doubting and murmuring</li>
</ul>
<p><strong>Allah SWT tidak pernah gagal memenuhi permintaan hamba-Nya, teruslah berdoa kepada-Nya tanpa ragu dan mengeluh</strong></p>
<ul>
<li>Today's thorn ... is tomorrow flower !</li>
</ul>
<p><strong>Duri hari ini ... adalah bunga hari esok !</strong></p>
<ul>
<li>Allah gives the best to those who leaves the choice up to Him</li>
</ul>
<p><strong>Allah SWT memberikan pilihan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan ketentuan kepada-Nya</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jika dan hanya jika semua terkumpul]]></title>
<link>http://noonathome.wordpress.com/?p=366</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 11:14:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>noonathome</dc:creator>
<guid>http://noonathome.id.wordpress.com/2008/08/08/jika-dan-hanya-jika-semua-terkumpul/</guid>
<description><![CDATA[Dalam setiap riset, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi.  Bahkan riset p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/08/btflysp3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-370" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/08/btflysp3.jpg?w=300" alt="" width="300" height="252" /></a>Dalam setiap riset, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi.  Bahkan riset pun idenya adalah mengumpulkan informasi yang terserak dan menyusunnya menjadi sesuatu yang berarti.  Di sinilah pentingnya organisasi informasi. Contoh paling mudah adalah penamaan dan penyusunan folder dokumen-dokumen dalam computer.  Meskipun rasanya sudah punya sistem yang cukup baik, tetap saja kadang-kadang lupa disimpan di mana.  Betul kan? :P</p>
<p><!--more-->Sayangnya, keengganan mengorganisasikan informasi seringkali melanda karena alasan-alasan seperti: 1.  Duh, emangnya ada yang mau bayarin?; 2.  Gak punya waktu; 3.  Metodenya terlalu sulit dan tidak dapat dipelajari dengan cepat; 4.  Gak ada yang mau mengajarkan; 5. Gak punya dana untuk membayar orang yang mau mengerjakan ini.  Padahal, cukup banyak waktu yang dapat diselamatkan dengan melakukan proses ini.</p>
<p>Informasi tentu dapat dalam bentuk apapun.  Seperti kumpulan paper atau publikasi yang direkam dan disusun dalam Endnote.  Saya memulainya sekitar tahun 2000 untuk buku-buku teks dan terus menambahkannya dengan publikasi elektronik hingga saat ini.  Awalnya memang repot dan terkesan menghabis-habiskan waktu.  Tetapi dalam proses penulisan thesis seperti sekarang ini, entah berapa jam keuntungan saya dengan tidak perlu menuliskan satu-per-satu semua referensi yang saya pakai.  Tinggal <em>download</em> saja sitasi lengkapnya.  Kalau program <em>word</em> kita sudah terintegrasi dengan Endnote malah lebih mudah lagi.  Tetapi setidaknya cara sederhana dengan <em>copy-paste</em> referensi yang sudah terformat sesuai bentuk penulisan yang kita inginkan sudah lebih dari cukup.</p>
<p>Setelah mengalami pergolakan menghadapi kelima alasan tadi (alasan ke 3 paling sering saya gunakan), dalam sebulan terakhir ini, proses pembuatan database sedang menjadi proyek main-main saya.  Apalagi kalau bukan kupu-kupu.  Fotonya tentu saja, bukan spesimennya.  Perjalanan saya belajar, mengamati, dan 'menangkap' kupu-kupu dengan kamera membuat saya menyadari bahwa mahluk satu ini yang menurut saya sangat cantik dengan seluruh komplikasi hidupnya, ternyata masih belum cukup 'seksi' bagi kita, orang Indonesia pada umumnya.  Bagaimana mau seksi, sementara tak ada panduan cukup komprehensif untuk kupu-kupu Indonesia.  Kupu-kupu saat ini cuma menjadi komoditi perdagangan (itupun tak semua orang tahu) atau dianggap sebagai hama lewat ulatnya.</p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/08/databasekupu2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-368" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/08/databasekupu2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="187" /></a>Panduan yang cukup <em>handy</em> masih sangat jarang.  Proses identifikasi mahluk cantik ini masih ekslusif pada orang dengan bidang tertentu saja.  Pola venasi sayap dan bentuk alat reproduksi biasanya menjadi kunci pengenalan pada beberapa jenis kupu-kupu.  Tak terelakkan memang, tetapi bukan tak mungkin bahwa sebagian besar jenis kupu-kupu dapat dikenali di lapangan melalui pola sayap, cara terbang, habitat, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu.  Pada perjalanan saya ke Way Canguk beberapa minggu lalu, misalnya, saya menemukan 2 jenis Pachliopta, <em>Pachliopta coon</em> dan <em>P. aristolochiae</em>.  Keduanya adalah Papilionidae 'berekor'.  Sekilas nampak sama, namun <em>P. aristolochiae</em> ternyata lebih kecil ukurannya dan jarang sekali mau hinggap lama.  Ini pun baru saya pastikan setelah beberapa hari menunggui dan mengejarnya di sesemakan Lantana di depan <em>camp</em>, dan kembali ke rumah seminggu kemudian untuk dicek dengan buku panduan.</p>
<p>Menghabiskan waktu di habitat asli kupu-kupu memang satu-satunya cara untuk memahami kebiasaan-kebiasaannya.  Dari hutan Lambusango hingga ke hutan Way Canguk, kupu-kupu Faun atau <em>Faunis</em> spp.  selalu menempati lapisan terendah dari hutan. Suka sekali hinggap di serasah yang kering tetapi tak mau didekati.  Jarang pula keluar dari naungan.  Foto pun kadang merekam jenis bunga yang didatangi seperti <em>Lantana camara</em> dan <em>Chromolaena odorata</em>, keduanya tanaman invasif dan sangat popular bagi kebanyakan kupu-kupu.  Sementara bunga-bunga rumput didatangi oleh jenis yang lain lagi.</p>
<p>Inilah yang menjadi obsesi saya saat ini.  Fungsinya? Berhubung saya pun masih dalam tahap belajar, makanya fungsinya jelas membantu saya mengingat, mencatat, dan mengenali kembali kupu-kupu yang saya temukan.  Database ini memudahkan saya merevisi informasi.  Dengan sulitnya identifikasi kupu-kupu dan variasi pola atau warna, hingga kini masih tetap ada jenis-jenis yang harus saya perbaiki.  Terus… dan terus….</p>
<p>Jadi barangkali saya harus menambah alasan ke-5 dalam daftar keengganan tadi: kalau sudah terjun takut tak bisa berhenti……..  :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Efek Kupu-Kupu, The Butterfly Effect]]></title>
<link>http://syafaalqadri.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 06:19:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muchamad Musyafa</dc:creator>
<guid>http://syafaalqadri.id.wordpress.com/2008/08/03/efek-kupu-kupu-the-butterfly-effect/</guid>
<description><![CDATA[Efek kupu-kupu dicetuskan pada tahun 1962 oleh seorang professor di MIT, Edward Norton Lorenz. Pada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Efek kupu-kupu dicetuskan pada tahun 1962 oleh seorang professor di MIT, Edward Norton Lorenz. Pada suatu hari Lorenz yang merupakan ahli bidang meteorologi mencetak hasil perhitungannya di atas sehelai kertas dengan sehelai dengan enam angka di belakang koma (..,506127). Untuk mempercepat hasil pekerjaanya ia membulatkan bilangan itu menjadi (..,506). Saat data angka di plot dalam kurva, ia menemukan hal yang mengejutkan.<img class="alignleft size-medium wp-image-39" src="http://syafaalqadri.wordpress.com/files/2008/08/butterfly-effect.jpg?w=300" alt="" width="300" height="196" /> Kurva yang ia peroleh tidak sama dengan kurva sebelumnya. Kurva yang sebelumnya berhimpit lambat laun menyimpang dari seharusnya dan malahan membentuk suatu pola indah mirip sayap kupu-kupu. Secara dramatis (dengan pembulatan 0,000127), sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil mampu menghasilkan sebuah angin tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Dari sinilah teori Chaos berasal. Teori Chaos sendiri berarti sebuah sistem matematis yang peka terhadap perubahan awal, atau lebih mudahnya sedikit perubahan awal pada sistem dapat mengubah kondisi keseluruhan sistem tersebut secara dramatis.<!--more--><br />
Jika di lihat dari sisi lain, efek kupu-kupu ini mengandung arti bahwa perbuatan kecil dalam hidup kita sebagai kepakan sayap kupu-kupu dapat berarti besar dalam sejarah dunia yang dalam hal ini bertindak sebagai angin tornado. Tiap hal yang dilakukan manusia di dunia akan berpengaruh besar dalam sejarah dunia walaupun hal itu sering dianggap remeh seperti mengambil sebuah paku di tengah jalan. Kita sendiri tak tahu mengapa kita berada di kondisi yang kita miliki sekarang. Bisa saja seharusnya sekarang kita sudah mati karena kecelakaan atau bisa saja seharusnya kita sekarang berdiri di depan orang banyak meneriakkan kemenangan kita dalam sebuah olimpiade. Tentu saja peristiwa lalu yang besar maupun kecillah yang menyebabkan semua ini terjadi. Semua sejarah yang terjadi di dunia ini merupakan kombinasi acak dari seluruh perbuatan yang dilakukan manusia. Masing-masing manusia berkontribusi pada sejarah dunia. Jadi, sebenarnya kita hidup dalam dunia yang sangat penuh akan pintu-pintu kemungkinan.  Peristiwa sekecil apapun dapat membuka  sebuah pintu sejarah dan menutup pintu lainnya. Dan sejarah dunia hanya mencatat satu-persatu pintu-pintu yang dilewatinya.<!--more--><br />
Ada satu kasus menarik berkaitan dengan efek kupu-kupu ini.  Al Gore, Wakil Presiden AS (1993-2001) di masa pemerintahan presiden Bill Clinton, adalah korban Efek Kupu-Kupu di kancah politik. Ketika Gore menjadi calon presiden dari Partai Demokrat berpasangan dengan Senator Joseph Lieberman pada tahun 2000, ia dikalahkan secara menyakitkan pasangan Partai Republik George W. Bush, Gubernur Texas yang berpasangan dengan Dick Cheney.Gore sesungguhnya memenangkan “popular vote” lebih dari 500.000 suara dari sekitar 105 juta pemilih di AS. Namun, ia gagal memenangkan “electoral vote” setelah 25 electoral votes di Negara bagian Florida dinyatakan merupakan milik Bush. Gore merupakan kandidat presiden AS pertama yang memenangkan “popular vote” tetapi kalah dalam “electoral votes”.</p>
<p>Penyumbang terbesar kegagalan Al Gore menjadi Presiden AS sesungguhnya akibat "Efek Kupu-Kupu" yang dilakukan seorang desainer grafis. Pada tahun 2000, Theresa LePore memiliki gagasan untuk memperbesar jenis huruf (font) yang terdapat pada kartu pemilihan umum yang ia rancang untuk Pemilu Presiden AS di kawasan Palm Beach, Florida, AS dengan alasan agar lebih mudah dibaca para pemilih. Namun, tanpa disadarinya desain baru kartu dengan dua halaman yang sama itu telah membuat bingung para pemilih tentang bagian mana yang seharusnya dicoblos.Sebagai hasilnya, 19.120 pemilih mencoblos gambar Pat Buchanan dan Al Gore sehingga kartu suara dinyatakan tidak sah. Sejumlah 3,407 pemilih dinyatakan memilih Pat Buchanan, hal yang mengejutkan Pat sendiri karena ia menduga hanya akan memperoleh ratusan pemilih saja. Sehingga diperkirakan ada 22.000 suara untuk Al Gore yang tidak terhitung atau salah coblos. Hasilnya seperti ditetapkan Mahkamah Agung AS bahwa George W. Bush yang memenangkan “electoral votes” di Florida, AS dan berhak masuk ke Gedung Putih. Sudah selayaknya, Bush berterima kasih atas jasa Theresa LePore.</p>
<p>Kasus lain yang kita hadapi sekarang adalah kasus pemanasan global yang terjadi karena tindakan manusia yang merusak alam. Oleh karena itu sudah seharusnya kita menanggapi serius fakta pemanasan global tersebut. Sekecil apapun perbuatan baik kita akan membawa pengaruh besar pada dunia dan akan mendapatkan penghargaan besar di mata Allah SWT.</p>
<p>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S.Ar.Rum 30:41)</p>
<p>Tiga hal yang ingin saya tekankan disini yaitu:<br />
•	Janganlah kita menganggap remeh dosa kita<br />
•	Jangan ragu melakukan perbuatan baik walaupun itu perbuatan kecil<br />
•	Jangan seenaknya membulatkan angka hasil perhitungan</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kupu-kupu]]></title>
<link>http://mtyttaiwan.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 08:18:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>mtyttaiwan</dc:creator>
<guid>http://mtyttaiwan.id.wordpress.com/2008/07/25/kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[
Kupu-kupuku yang lucu
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-7" src="http://mtyttaiwan.wordpress.com/files/2008/07/picture-0129.jpg" alt="" width="120" height="160" /></p>
<p style="text-align:center;">Kupu-kupuku yang lucu</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kupu-kupu, Keunikan Tiada Tara]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=443</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 00:43:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.id.wordpress.com/2008/07/21/kupu-kupu-keunikan-tiada-tara/</guid>
<description><![CDATA[Tidaklah berlebihan bila kupu-kupu dikatakan sebagai primadona di antara satwa avertebrata lainnya. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" style="margin:5px;" src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/07/21/2907144p.jpg" alt="" width="147" height="98" />Tidaklah berlebihan bila kupu-kupu dikatakan sebagai primadona di antara satwa avertebrata lainnya. Sayapnya yang indah dan menarik mampu memikat hati banyak orang. Susunan sisik serupa atap genteng pada sayap kupu-kupu memberi corak serta pola warna dan ini merupakan dasar pemberian nama pada kelompok serangga ini, yaitu <em>Lepidoptera</em>.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia dianugerahi keragaman kupu-kupu yang melimpah. Dari perkiraan 17.500 jenis kupu-kupu sedunia, tak kurang dari 1.600 jenis di antaranya tersebar di Indonesia. Kekayaan jumlah jenis ini hanya tertandingi oleh negara-negara tropis di Amerika Selatan seperti Peru dan Brasil yang mempunyai sekitar 3.000 jenis.</p>
<p style="text-align:justify;">Gambaran tentang keragaman dan kekayaan jenis kupu-kupu Indonesia dapat terlihat di sini. Spesimen kupu-kupu tersimpan dengan baik di Laboratorium Entomologi, Bidang Zoologi (Museum Zoologi Bogor), Pusat Penelitian Biologi, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Geografis mendukung</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan geografis Indonesia sangat mendukung kekayaan khazanah flora dan fauna Nusantara, dengan pengaruh elemen Asia di kawasan Barat, elemen Australia di kawasan Timur, dan pengaruh kedua elemen di kawasan Wallacea.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sekitar 1.600 jenis kupu-kupu ini, sebagian tersebar terdapat di seluruh Indonesia, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat dijumpai di beberapa pulau tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keunikan dalam hal sebaran fauna, yang dikenal sebagai endemisitas. Tingkat endemisitas yang tinggi terlihat jelas sekali pada kupu-kupu Indonesia, mencapai lebih dari 35 persen dari total jumlah jenis, yang menduduki peringkat pertama di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Peru, Brasil, dan negara-negara lainnya di Amerika Selatan hanya memiliki tingkat endemisitas kupu-kupu kurang dari 10 persen dari total jumlah jenisnya. Artinya, keunikan kupu-kupu Indonesia jauh melebihi negara-negara mana pun di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sulawesi adalah pulau yang memiliki keunikan kupu-kupu tertinggi di Indonesia. Dari 557 jenis yang ada di sana, sebanyak 239 jenis (lebih dari 40 persen) merupakan jenis yang hanya dapat dijumpai di kawasan itu, contohnya <em>Papilio blumei</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kupu-kupu juga dijadikan simbol metamorfosis yang menakjubkan. Dalam perubahan fase kehidupan (telur-ulat-kepompongkupu-kupu dewasa), sesungguhnya banyak satwa yang juga mengalami proses metamorfosis yang serupa, misalnya nyamuk, tawon, dan kumbang. Tetapi, karena keindahan wujud dewasanya yang sangat kontras dengan bentuk pradewasa, kupu-kupulah yang sering disorot. Dengan demikian, kupu-kupu sering menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi banyak orang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ancaman dan perlindungan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti satwa lainnya, kupu-kupu juga menghadapi ancaman kelangkaan dan kepunahan, yang terutama disebabkan alih fungsi lahan dan habitat tempat hidupnya. Kebanyakan jenis kupu-kupu sangat bergantung pada satu atau dua jenis tumbuhan, yang umum disebut sebagai tanaman inang, sehingga ancaman terhadap jenis tumbuhan tersebut sama dengan ancaman terhadap keberadaan kupu-kupu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika jenis kupu-kupu itu berperan sebagai penyerbuk tanaman buah atau tanaman potensial lainnya, hilangnya kupu-kupu akan berdampak negatif terhadap produksi tanaman tersebut. Keterkaitan kupu-kupu yang sangat erat dengan tanaman inangnya membuat usaha pelestarian habitat semakin diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sekian banyak jenis kupu-kupu di Indonesia, ada 19 jenis yang telah dimasukkan ke dalam daftar jenis satwa yang dilindungi di Indonesia, yaitu <em>Cethosia myrina </em>yang dikenal sebagai kupu-kupu sayap renda dan hanya dijumpai di Sulawesi, <em>Trogonoptera brookiana</em> yang dikenal sebagai kupu-kupu <em>raja Brooke</em> yang dijumpai di Sumatera dan Kalimantan.</p>
<p style="text-align:justify;">Enam jenis kupu-kupu dari marga <em>Ornithoptera </em>yang dikenal sebagai kupu-kupu sayap burung dijumpai di Maluku dan Papua. Adapun 11 jenis kupu-kupu dari marga <em>Troides </em>yang dikenal sebagai kupu-kupu raja (contohnya <em>Troides hypolitus</em>), kebanyakan dijumpai di Indonesia bagian barat dan Sulawesi, serta beberapa jenis berada di Maluku dan Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak lagi jenis kupu-kupu yang layak mendapatkan status perlindungan karena berbagai ancaman yang dihadapi. Sebagai contoh, kupu-kupu sayap burung <em>Ornithoptera aesacus</em> yang hanya ditemukan di Pulau Obi dan kupu-kupu sayap burung <em>Ornithoptera croesus</em> yang hanya ditemukan di pulau-pulau di Maluku Utara, perlu segera mendapat perhatian dan perlindungan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Temuan jenis baru</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kupu-kupu telah menarik perhatian banyak orang sejak lama sehingga kegiatan eksplorasi pengumpulan berbagai jenis kupu-kupu juga telah dilakukan di berbagai belahan Bumi, termasuk di kawasan Nusantara. Saat ini tidak terlalu banyak ditemukan kupu-kupu jenis baru, tetapi tidak tertutup kemungkinan ditemukannya jenis-jenis baru dari pelosok Nusantara.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain temuan jenis baru sebagai rekaman sejarah, penggalian potensi kupu-kupu juga harus terus dilakukan. Kontribusi kupu-kupu terhadap kemajuan ilmu medis terbilang cukup signifikan. Demikian besar potensi dan pesona kupu-kupu Indonesia sehingga kita selayaknya memberi ruang bagi kelangsungan hidup mereka.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#999999;"><strong>Djunijanti Peggie MSc, PhD</strong>, <em>Peneliti kupu-kupu di Bidang Zoologi (Museum Zoologi Bogor), Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia</em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mendaki Gunung]]></title>
<link>http://yahyaali.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 23:41:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>yahyaali</dc:creator>
<guid>http://yahyaali.id.wordpress.com/2008/07/17/mendaki-gunung/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Ali Yahya, Kelas 2 SMPN I Bengkulu
 
            Pagi hari yang cerah di hari ming]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Oleh: Ali Yahya, Kelas 2 SMPN I Bengkulu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span><span lang="IT">Pagi hari yang cerah di hari minggu ini Toni masih tidur di kamarnya. Angka jarum jam menunjukkan pukul 08.00.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Toni, ayo cepat bangun!”, seru ibu Toni.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Ya, bu, Toni sudah bangun kok”, jawab Toni.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT"><span>            </span></span><span lang="SV">“Bangun tidur<span>  </span>langsung bereskan tempat tidurnya”, kata ibunya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Toni<span>  </span>bangun dengan malas, Ia<span>  </span>kemudian membereskan tempat tidurnya. Angka jarum jam menunjukkan pukul delapan lewat. Ibu Toni kemudian melongok ke<span>  </span>kamar Toni.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Cepat mandi dan makan ya Ton. Ini ibu masak makanan kesukaanmu”, kata ibunya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Baik, bu”, jawab Toni. Toni pun dengan masih mengantuk pergi ke kamar mandi. Selesai mandi dan ganti baju, Toni pergi ke meja makan untuk sarapan. Toni makan dengan lahap. Habis ibu masak nasi goreng spesial kesukaannya. Selesai makan Toni pamit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span>            </span></span><span lang="IT">”Toni main dulu ya bu!”, seru Toni.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT"><span>            </span></span><span lang="ES">“Ya, hati-hati ya nak. Jangan lupa siang pulang dulu untuk sholat”, jawab ibunya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="ES"><span>            </span></span><span lang="FI">Toni pergi ke tempat perkumpulan teman-teman. </span><span lang="IT">Disana sudah ada Doni, Abdel dan Fadlan. Mereka ingin membicarakan tentang liburan sekolah minggu depan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Hai, teman-teman, sudah dapat ide liburan sekolah nanti?’, tanya Toni bersemangat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Belum Ton”, kata Doni.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Setelah berpikir sejam akhirnya Toni mendapatkan ide.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Kalau begitu, aku ada tiga usul nih, mau dengar,” kata Toni.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Cepat katakan!, seru Fadlan, Doni dan Abdel serempak.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT"><span>            </span>“Kita dapat ke pantai, atau ke hutan atau mendaki gunung,” sahut Toni. </span><span lang="FI">Setelah berdebat panjang sekali mereka pun sepakat untuk naik gunung.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Kalau begitu minggu depan jam sembilan pagi berkumpul di rumahku, kita naik mobilku. Merekapun pulang dengan semangat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Jangan lupa ya!” seru Toni kepada teman-temannya. Seminggu kemudian, sesuai janji mereka berkumpul di rumah Toni. Mereka pergi untuk mendaki gunung. Di tengah perjalanan mereka menyanyi dengan gembira.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI"><span>            </span>Setelah sampai disana, Toni dan teman-temannya menghirup udara segar. Di bawah kaki gunung mereka mulai mendaki. Mereka mendaki sambil menyanyi dengan gembira. Mereka mulai kecapaian, lalu istirahat di tanah yang kotor. Toni memakan perbekalan dengan lahap. Begitu pula dengan Fadlan, Doni dan Abdel. Mereka melanjutkan untuk mendaki gunung. Akhirnya mereka sampai di atas gunung. </span><span lang="SV">Disana indah sekali. Ada bunga-bunga, kupu-kupu yang sedang menghisap nektar. Disana juga ada padang rumput yang luas. Mereka mendirikan tenda mereka disana. Hari mulai sore. Merekapun pulang. Mendaki gunung itu menjadi sebuah kenangan terindah bagi Toni dan kawan-kawannya (tamat).</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanaman Bunga Kupu-Kupu]]></title>
<link>http://sekrat.wordpress.com/?p=69</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 08:08:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ambj</dc:creator>
<guid>http://sekrat.id.wordpress.com/2008/07/04/tanaman-bunga-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[

Tanaman apakah ini ?..
Banyak yang tidak tahu mengenai tanaman ini, tanaman ini kuambil dari sebua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-68" src="http://sekrat.wordpress.com/files/2008/07/kupu-kupu.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p><a href="http://sekrat.wordpress.com/files/2008/07/kupu-kupu2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-70" src="http://sekrat.wordpress.com/files/2008/07/kupu-kupu2.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a></p>
<p>Tanaman apakah ini ?..</p>
<p>Banyak yang tidak tahu mengenai tanaman ini, tanaman ini kuambil dari sebuah pembibitan tanaman di guntung lua banjarbaru, batang sekitar 1 centimeter dengan tinggi lebih kurang dua meter.</p>
<p>Jika sudah besar, sekitar satu setengah tahun, akan memiliki bunga yang berwarna-warni, merupakan hal indah bagi pencinta bunga-bungaan.</p>
<p>Tetapi karena jenis ini seperti tanaman perdu, batang yang bila tidak terawat akan melencong kesana kemari, ssangat baik bila perlakuan yang dilakukan adalah seperti tanaman bonsai, dibuat mungil dan batangnya diatur sedemikian rupa.</p>
<p>Tanaman ini kadang bisa tumbuh sendiri pada daerah-daerah yang teduh di daerah banjarbaru, masyarakat menyebutnya bunga kupu-kupu karena bentuk daunnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan Hidup Ulat]]></title>
<link>http://apiqquantum.wordpress.com/?p=277</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 13:29:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://apiqquantum.id.wordpress.com/2008/07/03/jalan-hidup-ulat/</guid>
<description><![CDATA[Ketika mau berangkat dari rumah, saya dikejutkan oleh seekor ulat bulu. Entah mengapa ulat itu berge]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mau berangkat dari rumah, saya dikejutkan oleh seekor ulat bulu. Entah mengapa ulat itu bergerak dengan cepat dari atas mobil menuju ke bagian bawah. Apakah dia tahu bahwa mobil itu akan pergi? Sehingga ia buru-buru bergerak menuju ke bawah. Tapi bagaimana caranya ia dapat meninggalkan mobil? Apakah akan meloncat? Terlalu sulit pikir saya.</p>
<p>Saya berniat akan mengambilnya langsung dengan tangan. Saya khawatir jangan-jangan ulat itu akan takut bila saya pegang dengan tangan. Lalu saya cari daun kuning di tanah. Saya tempelkan daun itu di badan mobil tepat di depan si ulat. Ulat itu menaiki daun. Saya angkat dan saya pindahkan ke pohon terdekat.</p>
<p>”Papa tidak suka membunuh ulat ya?” anak saya bertanya dari belakang.<br />
”Ulat juga punya tugas hidup di dunia ini.”<br />
“Memang apa tugas ulat?”<br />
“Tugas ulat adalah makan, kemudian puasa sebagai kepompong, lalu jadilah kupu-kupu. Ketika jadi kupu-kupu ia bertugas menghibur manusia. Menjadi sumber inspirasi dan membantu beberapa penyerbukan.”</p>
<p>Memang, apa tugas kita hidup di dunia ini?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengejar kupu-kupu]]></title>
<link>http://noonathome.wordpress.com/?p=304</link>
<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 14:30:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>noonathome</dc:creator>
<guid>http://noonathome.id.wordpress.com/2008/06/27/mengejar-kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[
Dapatkah kupu-kupu dikejar?  Tentu dapat, tetapi tentu saja akan segera terbang jika kita mengejar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/flos_apidanus_p1000039.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-305" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/flos_apidanus_p1000039.jpg?w=300" alt="" width="147" height="111" /></a></p>
<p>Dapatkah kupu-kupu dikejar?  Tentu dapat, tetapi tentu saja akan segera terbang jika kita mengejar sambil berlari.  Foto adalah cara terbaik 'mengejar dan menghentikan' kupu-kupu.<!--more--></p>
<p><img alt="" /></p>
<p>Pengamatan kupu-kupu atau butterfly watching tak sepopuler pengamatan burung karena kurangnya informasi.  Bahkan nama lokalnya pun tak dikenal. Di negara tetangga kita Singapore, pengamatan kupu-kupu punya peminat tersendiri.  Mau coba mengejar kupu-kupu? Tips untuk memotret kupu-kupu dalam bahasa Inggris telah dijelaskan dengan cukup detil di <a href="http://butterflycircle.blogspot.com/2007/12/stalking-and-shooting-butterflies.html">sini</a> (dengan peralatan cukup lengkap) atau di <a href="http://www.eagleoptics.com/index.asp?pid=2543">sini</a>.  Sedikit pengalaman amatir saya barangkali dapat ditambahkan.</p>
<p>Kupu-kupu, sama dengan hewan liar lainnya, sensitif terhadap manusia.  Sedikit berbeda dengan burung, kupu-kupu masih dapat didekati sampai jarak tertentu yang cukup dekat, bahkan pada beberapa jenis dapat hampir bersentuhan dengan kita.  Ingat kupu-kupu, adalah ingat matahari.  Di hari yang cerah, banyak kupu-kupu memanfaatkan sinar matahari pagi untuk berjemur (basking) dan tentu saja terbang mencari makan.  Pada saat berjemur, kupu-kupu akan membuka sayapnya secara perlahan dan menyerap panas matahari untuk kekuatan terbangnya.  Banyak kupu-kupu juga tertarik pada gulma seperti sesemakan bunga tahi ayam (<em>Lantana camara</em>) dan <em>Chromolaena odorata</em> yang banyak di tepi-tepi hutan atau lahan-lahan non-produktif. Kupu-kupu juga kadang-kadang mencari genangan air asin atau tempat yang lembab seperti bebatuan di tepi sungai untuk menyerap mineral (puddling).</p>
<p>PAPILIONIDAE</p>
<p>Ini kelompok kupu-kupu <em>swallowtails</em> yang rata-rata berukuran besar dan paling cantik.  Biarpun besar ukurannya, ternyata mengambil fotonya tidak mudah.  Papilionidae biasa terbang tinggi dengan sesekali terbang rendah biasanya untuk mencari tempat untuk bertelur atau mencari bunga.  Banyak jenis Papilionidae bertelur di pohon jeruk.  Jadi, jika ada pohon jeruk (<em>Citrus</em> spp.), coba cek apakah daunnya dimakan ulat (jika berminat memotret ulatnya).  Saat kupu-kupu ini mencari tempat untuk bertelur atau berjemur diri adalah saat yang tepat karena minimnya pergerakan.  <em>Papilio gigon</em> di Sulawesi, misalnya seringkali beristirahat dalam posisi sayap terbuka di dedaunan.  Hal yang sama juga saya temukan pada <em>Papilio polytes</em> dan <em>Papilio memnon</em> di Jawa yang cukup umum di daerah perumahan.  Bunga soka (<em>Ixora</em> spp.) adalah bunga yang diminati kupu-kupu kelompok ini.</p>
<p>Tidak semua kupu-kupu Papilionidae memberi cukup kesempatan bagi lensa-lensa mata dan kamera kita.  <em>Graphium agamemnon</em>, misalnya, adalah kupu-kupu dengan kepakan sayap yang cepat dan berhenti dengan waktu sangat singkat pada bunga.  Tentu saja, masih ada yang berhasil memfotonya dengan sangat baik.</p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/papilio_memnon_java_sumatra.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-306" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/papilio_memnon_java_sumatra.jpg?w=192" alt="Papilio memnon" width="192" height="300" /></a></p>
<p><img alt="" /></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#4f81bd;"><strong>Picture 1.  <em>Papilio memnon</em> (Great mormon)<br />
</strong></span></p>
<p>PIERIDAE</p>
<p>Inilah kelompok kupu-kupu berwarna putih dan kuning.  Bagi saya, inilah kelompok paling sulit dan paling tidak menarik difoto.  Kebanyakan selalu beristirahat dalam bentuk sayap tertutup padahal banyak juga yang dibedakan dari pola bagian sayap atasnya.  Sementara warnanya yang kebanyakan putih menyebabkan refleksi cahaya yang berlebihan.  Kupu-kupu Pieridae juga sangat..sangat sensitif terhadap gerakan.</p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/appias_lyncida_img_0135.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-307" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/appias_lyncida_img_0135.jpg?w=300" alt="Appias lyncida" width="243" height="183" /></a></p>
<p><img alt="" /></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#4f81bd;"><strong>Picture 2.  <em>Appias lyncida</em> (Chocolate albatross) di rerumputan<br />
</strong></span></p>
<p>NYMPHALIDAE</p>
<p>Banyak jenis Nymphalidae dikenal sebagai kupu-kupu pemakan buah.  Jadi, tentunya pohon dengan buah yang masak adalah magnet bagi mereka.  Pohon jambu air saya yang biasa berbuah di bulan-bulan April telah beberapa kali menjadi tongkrongan saya menunggui kedatangan mereka.  Jenis yang sering tertarik jambu misalnya adalah <em>Euthalia aconthea, Hypolimnas bolina</em> dan <em>Melanitis ieda</em>.  Di Buton, pepohonan enau yang buahnya sedang matang-matangnya juga kerap didatangi kupu-kupu.</p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/dsc01963_hypolimnas-bolina.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-308" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/dsc01963_hypolimnas-bolina.jpg?w=300" alt="Hypolimnas bolina" width="246" height="185" /></a></p>
<p><img alt="" /></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#4f81bd;"><strong>Picture 3.  <em>Hypolimnas bolina</em> (Great egg-fly) di atas buah jambu yang jatuh di rumput<br />
</strong></span></p>
<p>Variasi jenis Nymphalidae sangat banyak dengan perilaku yang cukup berbeda.  Ada jenis <em>Cyrestis</em> spp. yang biasanya beristirahat di balik daun dalam posisi sayap terbuka.<em> Elymnias hypermnestra</em>, misalnya tidak banyak terbang jauh dan kerap berpindah dan berhenti dalam posisi sayap tertutup di dedaunan. Jenis-jenis seperti <em>Amathusia phidippus</em>, <em>Amathuxidia plateni</em> (di Sulawesi), dan <em>Discophora</em> spp, kerap luput dari pengamatan karena sangat mirip daun kering dan ditemukan di batang-batang pohon. Dalam situasi lain di Sulawesi, <em>Faunis menado</em> menghuni lantai hutan dan banyak berhenti pada serasah atau pohon roboh yang membusuk, sementara <em>Vindula erota</em> biasa berada dekat sumber air.  Rata-rata kupu-kupu ini sangat sulit didekati.</p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/cyrestis_strigata_p7120511.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-309" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/cyrestis_strigata_p7120511.jpg?w=300" alt="Cyrestis strigata" width="251" height="189" /></a></p>
<p><img alt="" /></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#4f81bd;"><strong>Picture 4.  <em>Cyrestis strigata</em>, menclok di bagian bawah daun<br />
</strong></span></p>
<p><img alt="" /></p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/faunis-menado_p5141456.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-310" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/faunis-menado_p5141456.jpg?w=300" alt="Faunis menado" width="250" height="184" /></a></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#4f81bd;"><strong>Picture 5.  <em>Faunis menado</em> (Sulawesi faun) di atas serasah hutan<br />
</strong></span></p>
<p>LYCAENIDAE</p>
<p>Ini adalah golongan kupu-kupu terkecil yang identifikasinya cukup sulit.  Jika pola sayap bagian bawah (underside) kelihatan mirip antar beberapa jenis, pola sayap bagian atas (upperside) dapat berbeda sama sekali.  Banyak Lycaenidae juga tertarik pada daerah-daerah yang terbuka dengan banyak bunga-bunga liar (weeds).  Ukuran yang kecil tentu saja membuat penampakannya tidak tampil penuh dalam bingkai kamera meski dengan lensa zoom yang cukup baik.  Saya sendiri lebih suka memakai super macro pada kamera digital saya yang cukup mungil.  Dengan ukuran kamera yang mungil ini, jenis-jenis Lycaenidae biasanya dapat didekati perlahan dengan jarak sangat dekat.</p>
<p><a href="http://noonathome.files.wordpress.com/2008/06/lycaenidae2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-311" src="http://noonathome.wordpress.com/files/2008/06/lycaenidae2.jpg?w=300" alt="Lycaenidae" width="271" height="198" /></a></p>
<p><img alt="" /></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#4f81bd;"><strong>Picture 6.  Beberapa jenis Lycaenidae<br />
</strong></span></p>
<p>Semoga pengalaman amatiran ini ada gunanya…… :)</p>
<p>Beberapa kamera yang pernah atau sedang saya pakai:</p>
<ul>
<li>Olympus C770UZ</li>
<li>Sony DSC T-100</li>
<li>Panasonic Lumix LZ18</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
