<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kunci-sukses &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kunci-sukses/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kunci-sukses"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:32:42 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[APAKAH ANDA "KECANDUAN CINTA"....???]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=1229</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 13:37:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/10/05/apakah-anda-kecanduan-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><em>Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar seperti kecanduan minum, alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. Meski pun “barang” nya cinta, bukan berarti aman-aman saja bagi pecandunya dan tidak membawa dampak apapun juga. Justru, dampak dari kecanduan cinta ini sama buruknya untuk kesehatan jiwa seseorang. Buktinya, sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya...Nah, artikel di bawah ini akan mengulas sekelumit hal-hal yang berkaitan dengan kecanduan cinta. </em></strong><!--more--><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>KECANDUAN PSIKOLOGIS</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempersepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, atau pun lagu-lagu turut andil dalam menyaru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pengertian yang keliru antara kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih – dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>TANDA-TANDA</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukkan tanda-tanda: </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan, terus- menerus takut ditinggalkan pasangan sehingga selalu ikut ke mana pun perginya sang kekasih/pasangan. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Selalu menuntut perhatian dari waktu ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya : mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobi-nya </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari minta pendapat, mengambil keputusan sampai dengan memilih warna pakaian </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobi-nya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Tidak bisa memutuskan hubungan, meski merasa amat tertekan karena “berharap” pada janji-janji surga pasangan</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta dengan pasangannya; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak pernah bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga orang kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain karena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sang kekasih. Padahal, meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individu yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri – mereka lebih sering menyalahkan mantan-mantan kekasihnya/pasangannya. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>PENYEBAB</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Sebenarnya, kecanduan cinta itu adalah kecanduan yang bersifat psikologis karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis (seperti kasih sayang, perhatian, kehangatan dan penerimaan seutuhnya) di masa kecil. Menurut Erik Erikson - seorang pakar perkembangan psikososial, orang  yang pada masa batita-nya tidak mengalami hubungan kelekatan emosional yang stabil, positif dan hangat dengan lingkungannya (baca : orang tua dan keluarga), akan sulit mempercayai orang lain – bahkan sulit mempercayai dirinya sendiri. Selain itu, trauma psikologis yang pernah dialami seperti penyiksaan emosional dan fisik pada usia dini, atau menyaksikan sikap dan tindakan salah satu orang tua yang agresif dan kasar terhadap pasangan, dapat  menghambat proses kematangan identitas kepribadian dan kestabilan emosinya. Pemandangan dan pengalaman tersebut kelak berpotensi mempengaruhi pola interaksinya dengan orang lain. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Keterbatasan respon/perhatian dari lingkungan pada waktu itu, dipersepsi olehnya sebagai suatu bentuk penolakan; dan penolakan itu (menurut pemahaman seorang anak) disebabkan kekurangan dirinya. Nah, pada banyak orang, masalah ini rupanya tidak terselesaikan dan akibatnya, sepanjang hidup ia berjuang untuk mengendalikan lingkungan atau orang-orang terdekat supaya selalu memperhatikannya. Orang demikian berusaha membuat dirinya diterima dan dimiliki oleh orang lain – meski harus “mengorbankan” diri. Orang ini begitu cemas dan takut jika kehilangan orang yang selama ini memilikinya; karena perasaan “dimiliki” ini identik dengan harga dirinya – dan sebaliknya ia akan kehilangan harga diri jika kehilangan pemilik. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>DAMPAK </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Akibat kecanduan cinta bisa dirasakan secara langsung oleh yang bersangkutan, karena orang itu tidak dapat menikmati hubungan yang terjalin karena pikiran dan perasaannya selalu diliputi ketakutan. Dan tidak jarang ketakutan tersebut makin tidak rasional dan melahirkan tindakan yang tidak rasional pula, misalnya tidak memperbolehkan pasangannya pergi kerja karena takut direbut orang. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>BAGI INDIVIDU BERSANGKUTAN</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Akibat jangka menengah dan jangka panjang adalah individu yang bersangkutan akan berada dalam kondisi emosi yang labil dan menjadi terlalu sensitif.  Individu tersebut mudah curiga pada teman, sahabat, kegiatan, pekerjaan, bahkan keluarga pasangannya. Selain itu  ia menjadi mudah marah, cepat tersinggung dan bagi sebagian orang bahkan ada yang bertindak agresif dan kasar demi mengendalikan keinginan dan kehidupan pasangannya. Pasangannya tidak diijinkan untuk punya agenda tersendiri; pokoknya harus mengikuti keinginannya dan 100% memperhatikannya. Individu tersebut juga mudah merasa lemah, lelah dan lemas. Pasalnya, seluruh energinya sudah dipergunakan untuk mengantisipasi ketakutan yang tidak beralasan dan melakukan tindakan untuk menjaga pertahanannya. Nah, kehidupan demikian membuat dirinya menjadi manusia tidak produktif. Sehari-hari yang dipikirkan dan diusahkan hanyalah bagaimana supaya “miliknya terjaga”.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>BAGI PASANGAN</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya terlibat dalam pola hubungan yang addictive sampai akhirnya ia merasa stress, tertekan namun tidak berani/takut/tidak berdaya untuk memutuskan hubungan yang sudah berjalan beberapa waktu. Bagi sebagian orang yang cukup sadar dan mempunyai kekuatan pribadi, ia akan berani mengambil sikap tegas dalam menentukan arahnya sendiri. Namun, banyak pula orang yang “memilih” untuk tetap dalam lingkaran demand-supply tersebut karena ternyata dirinya sendiri juga mengalami masalah dan kebutuhan yang sama. Jika demikian halnya, maka hubungan yang ada bukannya mengembangkan dan mendewasakan kedua belah pihak, namun malah semakin memperkuat ketergantungan cinta keduanya. Situasi ini lah yang sering dikaburkan dengan hubungan yang romantis dan cinta buta. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>PENANGGULANGAN</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Menurut para ahli psikologi dan kesehatan mental, salah satu syarat utama untuk dapat menjalin hubungan yang sehat dan sekaligus menjalani kehidupan yang produktif adalah mempunyai kesehatan mental yang sehat dan identitas diri yang solid. Kondisi positif demikian akan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga orang tersebut tidak membutuhkan dukungan dan pengakuan orang lain untuk memperkuat sense of self-nya. Jadi, untuk mengembalikan seseorang pada bentuk hubungan yang sehat, langkah awal yang diperlukan adalah memperkuat pribadinya terlebih dahulu. Dengan meningkatkan sumber kekuatan psikologis secara internal, akan mengurangi ketergantungannya pada kekuatan eksternal. Orang itu harus merasa aman dan percaya dengan dirinya sendiri untuk bisa merasa aman dalam setiap jalinan hubungan dengan orang lain. Ada kalanya, orang-orang demikian membutuhkan bantuan para profesional untuk membimbing dan mengarahkan mereka membangun pribadi yang positif</em></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 HAL YANG MENJADI KUNCI "HIDUP BAHAGIA"]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=962</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 10:33:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/26/3-hal-yang-menjadi-kunci-hidup-bahagia/</guid>
<description><![CDATA[Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.</strong><!--more--><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. ” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.</strong><strong><br />
</strong><strong> Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ENAM TAHAPAN PERKEMBANGAN DALAM PERNIKAHAN]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=930</link>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 13:12:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/25/enam-tahapan-perkembangan-dalam-pernikahan/</guid>
<description><![CDATA[

&#8220;Bahwa bila kita pada saat-saat tertentu berada dalam situasi tidak tersentuh perasaan kasih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>"Bahwa bila kita pada saat-saat tertentu berada dalam situasi tidak tersentuh perasaan kasih sayang terhadap pasangan kita, tidaklah berarti kita sama sekali tidak memiliki perasaan kasih sayang tersebut terhadap pasangan kita,"</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>*Pada saat kehidupan pernikahan berlangsung, perasaan kasih kita akan berada dalam kondisi perubahan yang konstan. Tetapi, justru dengan melalui tahapan perkembangan pernikahan alami itulah yang membuat relasi dalam pernikahan kita sukses di kemudian hari.Perubahan dari tahap demi tahap terjadi secara evolutif sehingga tidak akan tampak sebagai perubahan yang eksklusif. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut.</strong><!--more--><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHAPAN PERTAMA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>tahap penuh pesona, saat mana hubungan dilimpahi cinta kasih menggebu. Cinta kasih yang berbunga-bunga satu sama lain membuat pasangan merasa memiliki otonomi mantap yang terkait dengan perasaan penuh pengertian satu sama lain dan memiliki keinginan saling menyenangkan pasangan. Kedua pasangan seolah mendapat kebebasan bersikap kekanakan, ingin bermain bersama, menjadi sahabat terbaik, dan melakukan berbagai kegiatan bersama, seperti bersepeda, naik gunung, main kartu, berenang sambil bercengkerama di kolam renang, di pantai, dan sebagainya. Dalam tahapan ini pasangan berharap masa depan mereka akan selalu dipenuhi kasih menggebu dan membahagiakan keduanya. Mereka merasakan kehangatan, merasa dipahami, dan keintiman penuh kasih sayang.'</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHAPAN KEDUA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>setelah beberapa bulan masuklah kedua pasangan ke tahapan yang terasa tidak memesona lagi karena secara alami pada keduanya terjadi penurunan kadar romantisme dalam relasi. Masing-masing pasangan mulai menunjukkan perilaku, perasaan, dan sikap aslinya. Kehidupan nyata kembali menyeruak, seperti masalah keuangan, anak, karier, ipar, dan kenyataan masing-masing memiliki perbedaan prinsip dan falsafah hidup.Dalam tahap ini pasangan harus mulai menyadari, ternyata cinta lebih dari sekadar perasaan romantisme. Pasangan belajar menghadapi kenyataan hubungan cinta kasih adalah sesuatu yang konkret dan suatu keyakinan yang tidak hanya dilandasi perasaan saja, tetapi seyogianya mampu menempatkan relasinya sebagai sesuatu yang harus dihargai secara obyektif dan realistis. Bila mampu menyikapi kondisi ini secara tepat, maka justru sikap yang tepat akan lebih menguatkan ikatan kasih yang sudah terjalin di antara keduanya. Memang untuk itu diawali rasa kecewa, sedih, marah, kesal, jengkel, sebal, tetapi justru perasaan negatif tersebut akan mengantar pasangan pada tahapan berikutnya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHAPAN KETIGA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>tahap negosiasi, yaitu tahapan saat mana pasangan merasa secara alami terjerumus dalam ikatan perkawinan. Bahkan pasangan perkawinan yang sedianya sangat saling mencintai tidak akan luput dari tahap negosiasi. Dalam tahapan inilah perkawinan seakan diuji, apakah akan berlanjut atau berhenti. Dalam tahap ini kedua pasangan merasa menghadapi tantangan yang tersulit dan butuh kerja keras untuk membangun relasi yang lebih berkualitas.Pasangan merasa keduanya membutuhkan ungkapan kasih satu sama lain. Namun, karena dalam suasana emosi negatif justru membuat kebutuhan tersebut sulit diungkapkan. Agar tahapan ini terlalui dengan sukses, kedua pasangan harus belajar masuk ke dalam diskusi matang, dalam artian keduanya dituntut bersikap fleksibel, memberi peluang bebas bagi pasangannya bersikap dan berpendapat beda. Solusi yang diambil pasangan dalam perbedaan itu hendaknya menyertakan pertimbangan kepuasan yang cukup bagi keduanya. Dalam pada itu, pasangan hendaknya menghargai perbedaan pendapat dengan penuh respek sehingga mampu mendiskusikan permasalahan dan berbagi ide secara suportif dan matang.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHAPAN KEEMPAT </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>tahap integrasi, saat mana perbedaan antarpasangan terjalin penuh harmoni serta tercipta kehidupan rutin yang damai dalam ikatan pernikahan. Dalam tahap ini kedua pasangan dapat menunjukkan perhatian satu sama lain, saling membutuhkan dan menunjukkan penghargaan satu sama lain atas dasar saling percaya, serta mengembangkan kebersamaan yang nyaman dan tenteram.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHAPAN KELIMA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>tahap peningkatan kualitas kasih sayang. Dalam tahap ini waktu dirancang untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Pasangan menghayati bahwa relasi dalam pernikahan amat sangat berbeda dan terpisah dari relasi sosial umumnya. Pasangan menjadi teman terbaik, tempat berbagi ide, berdiskusi tentang rencana ke depan, dan saling belajar satu sama lain. Selama tahap ini hubungan kasih semakin berkembang.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHAPAN KEENAM</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>melalui hubungan pernikahan, masing-masing pasangan menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas menetap. Tidak berarti keduanya terhindar sama sekali dari konflik, namun sehebat apa pun konflik keseimbangan yang baik di antara perasaan otonomi keduanya telah terbangun dalam "kekamian" (integrasi optimal dari dua individu pasangan dalam ikatan pernikahan) yang mantap, sehingga kebersamaan dan keutuhan akan kembali dalam sekejap saja.Nah, sampai tahap manakah pernikahan yang sedang kita jalani saat ini dan apa yang sudah kita lakukan agar perjalanan menuju tahap enam dengan mulus dapat kita raih di kemudian hari? </strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KATA"MOTIVASI" TOKOH DUNIA]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=787</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 20:59:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/katamotivasi-tokoh-dunia/</guid>
<description><![CDATA[


Kata -kata Motivasi oleh Ilmuwan
Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap tegu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Kata -kata Motivasi oleh Ilmuwan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Thales -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Setelah menua, Thales ditanya tentang keadaannya. Dia menjawab, “Beginilah, aku mati secara perlahan-lahan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Pythagoras -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Pythagoras -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Pythagoras -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>- Pythagoras -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Pythagoras -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#ff9900;">Sokrates dicela karena makan terlalu sedikit, maka dia menjawab,”Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Diceritakan kepada Sokrates, “Penduduk kota menertawaimu.” Dia menjawab, “Semoga tawa mereka itu semakin menyempurnakan diriku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Ada seorang raja yang berkata kepada Sokrates,”Apa yang membuatmu tidak mau menghadapku padahal engkau adalah budakku?” Sokrates menjawab,”Jika engkau jujur kepada dirimu, engkau pasti mengerti bahwa aku bukanlah budakmu.” Raja bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Sokrates menjawab, “Pernahkah engkau mengetahui bahwa diriku melakukan sesuatu atas dasar dorongan nafsu dan marah?” Raja menjawab, “Tidak.” Sokrates bertanya lagi, “Pernahkah engkau begitu?” Raja itu menjawab, “Pernah.” Sokrates berkata, “Saya menguasai nafsu dan marah, sementara keduanya menguasaimu. Jadi engkau adalah Budak dari budakku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Lalat mencari dan menempel pada tempat-tempat kotor dan menjauhi tempat-tempat yang sehat. Begitu juga orang-orang yang jahat. Mereka mencari kejelekan-kejelekan orang lain lalu menyebarkannya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikan orang lain dan tidak mau menyebutkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Sokrates -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata nista.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Sokrates -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Sokrates -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Bertutur-katalah yang baik atau lebih baik diam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Muhammad (salla-Allahu’alayhi was salaam) -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Sokrates -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Siapa orang yang paling rendah derajatnya? Sokrates menjawab, “Orang yang tidak percaya pada siapa pun dan tidak dipercaya oleh siapa pun.” Dan siapakah orang yang paling nista? Sokrates menjawab,”Orang yang dimintai maaf tapi tidak mau memaafkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Jika orang yang tidak tahu tidak berbicara, maka perselisihan pasti hilang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>- Sokrates -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#ff9900;">Kesejahteraan memberikan peringatan, bencana memberikan nasihat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#ff9900;">- Sokrates -</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Mengapa engkau tidak mengkhwatirkan matamu yang terlalu banyak membaca? Sokrates menjawab,”Jika aku dapat menyelamatkan mata hatiku, maka aku tidak akan mempedulikan sakit mataku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Sokrates melihat seseorang sedang memukuli pembantunya dengan penuh kemarahan. Sokrates bertanya pada orang itu,”Mengapa engkau memukulinya? Orang itu menjawab,”Dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.” Sokrates berkata, “Jika semua orang yang telah engkau perlakukan dengan salah engkau ijinkan untuk menghukum dirimu, pasti engkau akan segera meninggalkan kezaliman ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#5f5f5f;">Orang yang takjub kepada dirinya sendiri, dia melihat di dalam dirinya sesuatu yang lebih indah dari kenyataannya -walaupun sebenarnya dia sangat lemah lalu dia bergembira karenanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#5f5f5f;">- Sokrates -</span></strong></p>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AWALI DENGAN NIAT, MAKA AKAN KAU DAPATKAN.]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=783</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 20:36:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/awali-dengan-niat-maka-akan-kau-dapatkan/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist:
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob ra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist:</p>
<p>Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : <em>Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.</em> (<strong>HR Bukhari Muslim</strong>).<!--more--></p>
<p>Ini adalah konsep sukses luar biasa. Bagaimana agar niat membawa hasil?</p>
<p>Hadits ini memang sedang berbicara keikhlasan. Namun makna hadits ini begitu luas, bisa diaplikasikan dalam bidang kehidupan lainnya. Sebagai contoh saat sahabat Nabi saw, Abdurrahman bin ‘Auf, berniat akan mendapatkan rezeki dan pergi ke pasar, maka beliau pulang dengan membawa rezeki yang melimpah.</p>
<p>Begitu juga dengan kita, jika kita berbisnis dengan niat akan mendapatkan rezeki maka kita mendapatkannya. <em>Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya</em>. Karena semua perbuatan kita tergantung niat, mengapa kita tidak berniat untuk mendapatkan rezeki yang banyak? Niatkanlah akan mendapatkan rezeki yang banyak dan halal, maka Anda akan mendapatkannya. Kebanyakan orang tidak benar-benar meniatkan dirinya untuk mendapatkan keberhasilan yang gemilang. Mereka bekerja karena memang harus bekerja. Mereka berbisnis hanya sekedar untuk mencari makan.</p>
<p>Sementara orang sukses, mereka selalu meniatkan hasil yang besar. Sebagai contoh Donald Trump, dia selalu meniatkan hasil yang besar. Dia tidak suka bertransaksi untuk hasil yang sedikit. Inilah konsep yang disebut dengan berpikir besar. Niatkan hasil yang besar maka Anda akan mendapatkan sesuatu yang besar dan menjadi orang yang besar. Jangan membatasi diri sendiri, sebab bisa jadi batas yang Anda tetapkan terlalu kecil dibanding potensi Anda sebenarnya.</p>
<p><strong>Penghalang Niat</strong></p>
<p>Niat tidak akan membawa hasil jika ada penghalang niat. Apa saja penghalang niat?</p>
<ol>
<li><strong>Tidak khusyu’.</strong> Sering kali orang berniat hanya di mulut saja. Niat tempatnya di hati, di pikiran paling dalam kita. Jadi saat Anda berniat cobalah benar-benar serius sampai menghujam ke dalam hati sanubari Anda.</li>
<li><strong>Melupakan niat.</strong> Jika Anda lupa dengan niat Anda, artinya Anda tidak serius dengan niat Anda. Jika tidak serius, bagaimana Anda bisa mendapatkan apa yang Anda niatkan. <em>Dan  sesungguhnya  setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. </em>Salah seorang ulama mengatakan bahwa kita akan mendapatkan sesuai dengan kadar niat Anda.</li>
<li><strong>Keraguan.</strong> Bagaimana kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan jika kita ragu?</li>
</ol>
<p>Lalu bagaimana agar niat membawa hasil sesuai dengan yang diniatkan?</p>
<ol>
<li><strong>Kejelasan niat.</strong> Anda mau apa? Kejelasan niat sangat penting, sebab jika tidak jelas, Anda juga tidak akan mendapatkan kejelasan bagaimana meraih niat tersebut. Jika Anda melakukan ibadah maghdhah maka niatnya jelas hanya semata untuk dan karena Allah. Saat Anda mencari nafkah, niatkanlah sebagai ibadah dan niatkan pula untuk mendapatkan rezeki yang berkah. Berkah artinya membesar dan terus mengalir (seperti mata air).</li>
<li><strong>Visualisasikan niat Anda</strong>. Ini untuk menguji kejelasan niat Anda dan mengkomunikasikan niat Anda dengan semesta, pikiran bawah sadar, dan tubuh.</li>
<li><strong>Berdo’alah</strong> untuk mendapatkan niat tersebut dengan penuh keyakinan. Siapa yang berdo’a dengan yakin, maka Allah akan mengabulkan do’a kita.</li>
<li><strong>Bertawakallah kepada Allah.</strong> Anda sudah punya niat, Anda sudah berdo’a, maka selanjutnya Anda bertawakal kepada Allah agar Anda diberi petunjuk, dibantu oleh Allah dengan menampak apa saja kita perlukan, mendekatkan kita dengan orang yang akan membantu kita, memperlihatkan peluang dihadapan kita, dan mengilhkan ide brilian di kepala kita.</li>
<li><strong>Bertindaklah dengan cepat dan dengan penuh determinasi.</strong> Pernahkah Anda mempunyai ide tetapi didahului oleh orang lain? Karena mereka bertindak cepat dan penuh determinasi dalam mewujudkan ide mereka yang kebetulan sama dengan Anda. Oleh karena itu, saat Anda memiliki ide, peluang begitu terbuka, sumber daya menghampiri Anda, bertindaklah dan terus bertindak dengan kecepatan tinggi. Anda tidak perlu mengetahui rencana ke depan secara detil dan lengkap. Jika Anda tahu apa yang harus Anda lakukan sekarang, <strong>maka lakukanlah</strong>, itu sudah cukup. Anda akan mendapatkan pentunjuk lagi setahap demi setahap.</li>
</ol>
<p>Sahabat, orang lain sudah menemukan rahasia niat ini dan mengaplikasikannya. Banyak buku dan situs yang membahas tentang niat. Kita sudah diberitahu oleh Rasulullah saw sejak 15 abad yang lalu. Namun sayang banyak diantara kita yang melupakan kekuatan niat untuk sukses di dunia. Marilah kita manfaatkan kekuatan niat untuk meraih kebaikan di dunia dan di akhirat serta terbebas dari api neraka.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BERPIKIRLAH SEPERTI "SUPERMAN"]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=780</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 20:32:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/berpikirlah-seperti-superman/</guid>
<description><![CDATA[Berpikirlah seperti Superman?
Apakah kedengaran main-main?
Siapa Superman itu?
Anda mungkin mengenal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berpikirlah seperti Superman?</p>
<p>Apakah kedengaran main-main?</p>
<p>Siapa Superman itu?</p>
<p>Anda mungkin mengenal Superman sebagai seorang super hero dari komik atau film yang sangat populer. Disebut superman sebab dia memiliki kekuatan super untuk melakukan berbagai hal yang melebihi kekuatan manusia pada umumnya. Berpikir seperti Superman meskipun seperti bercanda atau main-main, tetapi jika kita melakukannya dengan cara yang benar, maka akan mengubah hidup Anda. Ada penjelasan ilmiah tentang ini.<!--more--></p>
<p>Superman yang dimaksud disini bukan hanya Superman dalam tokoh film atau komik saja. Namun semua manusia-manusia super yang bisa kita jadikan idola. Mulai dari bidang agama, bisnis, karir, politik, sosial, dan sebagainya. Misalnya, untuk bidang bisnis, Anda bisa menjadikan Abdurrahman bin ‘Auf, Bill Gates, Donald Trump, dan pebisnis hebat lainnya sebagai superman. Untuk bidang politik, kita bisa menjadikan Umar bin Abdul Aziz sebagai superman kita. Dan satu lagi, selain superman, Anda juga boleh memiliki “superwomen”.</p>
<p>Mengapa harus berpikir seperti manusia super? Apa manfaatnya? Apakah ini hanya sebuah hayalan semata?</p>
<p>Coba kita lihat dari sisi ilmiah. Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli pikiran Dr. Deepak Chopra bahwa dalam pikiran kita ada yang disebut dengan Neuro Peptides. Suatu molekul emosi dalam diri kita. Suatu molekul yang sangat berhubungan dengan kondisi emosi kita, seperti cinta, marah, bahagia, benci, dan sebagainya.</p>
<p>Ternyata, molekul tersebut tidak hanya berada di otak saja, tetapi ada juga di seluruh tubuh kita. Dan, menurut Deepak, molekul tersebut memiliki suatu kecerdasan atau suatu mekanisme tertentu yang luar biasa. Deepak menyebutkan kalau molekul ini bisa “berpikir”. Tentu saja, kemampuan berpikir molekul tersebut tidak seperti kemampuan otak kita, mereka seperti robot pintar yang bisa melakukan hal-hal tertentu tergantung dari perintah yang diberikan.</p>
<p>Perintah itu diberikan oleh pikiran kita. Molekul tersebut akan merespon apa dikatakan oleh pikiran kita. Mereka akan bertingkah persis seperti yang kita perintahkan. Konsep ini menjelaskan bagaimana kondisi emosi akan mempengaruhi tubuh dan kondisi tubuh akan mempengaruhi emosi seperti yang dijelaskan dalam teknologi pengembangan diri NLP dan Psycho-Cybernetics. Emosi dan tubuh saling mempengaruhi.</p>
<p>Saat kita memikirkan sesuatu yang super, maka molekul-molekul dalam tubuh kita akan menangkap sinyal super dalam pikiran kita dan mereka akan bertingkah super dalam tubuh kita. Jika kita berpikir seperti superman yang kuat, maka tubuh kita akan menjadi lebih kuat. Jika kita berpikir seperti superman yang percaya diri, maka seluruh sel yang ada dalam tubuh kita akan mendukung kepercayaan diri kita.</p>
<p>Entah Anda percaya atau tidak dengan Law of Attraction atau kekuatan berpikir positif, kebiasaan berpikir positif akan membawa manfaat bagi Anda. Untuk kesehatan, untuk keuangan, untuk mental Anda, untuk hubungan Anda, dan berbagai manfaat lainnya. Bahkan, menurut Napoleon Hill, kita seolah bisa meminjam pikiran orang-orang super tersebut jika kita berpikir seperti mereka. Bayangkan Anda bisa menjadi kreatif seperti Leonardo da Vinci. Anda bisa pandai bertransaksi seperti Donald Trump, dan Anda bisa menjadi pandai menjual seperti Andurrahman bin ‘Auf.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KESALAHAN TERHEBAT]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=777</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 20:27:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/kesalahan-terhebat/</guid>
<description><![CDATA[Kesalahan terhebat ialah saat seseorang mengatakan kalimat berikut ini:
“Saya tidak bisa karena…]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kesalahan terhebat ialah saat seseorang mengatakan kalimat berikut ini:</p>
<p>“Saya tidak bisa karena….”</p>
<p>Mungkin Anda akan membentak saya, “Memang benar koq, saya tidak bisa karena….”</p>
<p>Anda mungkin punya alasan, dan Anda akan membela mati-matian bahwa alasan Anda sahih. Boleh saja, silahkan. Jika Anda mau bahwa alasan Anda itu benar, maka memang benar. Namun yang perlu Anda perhatikan ialah, meskipun Anda benar tetap saja tidak akan memperbaiki keadaan. Apakah alasan Anda benar atau salah, Anda tetap saja tidak bisa.<!--more--></p>
<p>Alasan adalah keyakinan. Tepatnya keyakinan negatif. Namun ada hal yang lebih berbahaya ketimbang keyakinan tersebut, yaitu keyakinan Anda bahwa tidak ada jalan keluar atas alasan Anda. Saat Anda mengatakan tidak bisa, kemudian Anda mengungkapkan suatu alasan dan yakin bahwa alasan Anda benar, yang lebih parah ialah Anda tidak mengambil alasan untuk mangatasi masalah Anda.</p>
<p>Falsafah saya adalah “Selalu ada jalan keluar.” Terlepas apakah alasan Anda benar atau salah, saya memiliki keyakinan bahwa selalu ada jalan keluar atau ketidakbisaan/ketidak mampuan Anda. Saya yakin jika Anda mau berusaha, Anda akan mendapatkan jalan keluar. Namun sebelum Anda berusaha untuk mencari jalan keluar, langkah pertama ialah Anda harus mengubah semua alasan Anda dengan satu kata, yaitu “Saya”.</p>
<p>Sebagai contoh: “Saya tidak bisa bisnis karena <strong>saya</strong>.” Artinya, Andalah yang menyebabkan bahwa Anda tidak bisnis, bukan orang lain, lingkungan, atau kejadian. Jika Anda sudah bisa menerima kenyataan ini, maka Anda akan mendapatkan jalan keluarnya. Selama Anda beralasan dengan alasan diluar diri Anda, sampai kapan pun Anda tidak akan mendapatkan jalan keluar.</p>
<p>Saat Anda sudah mengalihkan alasan menjadi diri Anda sendiri, artinya Anda sudah memiliki kemampuan untuk “meninggalkan alasan”. Jika alasan itu adalah Anda sendiri sama artinya bahwa sudah tidak ada lagi alasan. Tinggalah bagaimana Anda mencari jalan keluarnya.</p>
<blockquote><p><strong>Tinggalkan alasan, maka sukses ada dalam genggaman Anda.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUMPULAN KATA "MOTIVASI"]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=774</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 20:23:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/kumpulan-kata-motivasi/</guid>
<description><![CDATA[Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.</em></p>
<p><em>Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.</em></p>
<p><em>Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.</em></p>
<p><em>Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.</em></p>
<p><em>Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.</em><!--more--></p>
<p><em>Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.</em></p>
<p><em>Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.</em></p>
<p><em>Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.</em></p>
<p><em>Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.</em></p>
<p><em>Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.</em></p>
<p><em>Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?</em></p>
<p><em>Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala<br />
gerak dan tindakan di masa datang.</em></p>
<p><em>Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.</em></p>
<p><em>Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.</em></p>
<p><em>Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.</em></p>
<p><em>Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.</em></p>
<p><em>Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.</em></p>
<p><em>Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.</em></p>
<p><em>Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.</em></p>
<p><em>Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.</em></p>
<p><em>Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.</em></p>
<p><em>Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.</em></p>
<p><em>Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.</em></p>
<p><em>Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.</em></p>
<p><em>Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.</em></p>
<p><em>Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.</em></p>
<p><em>Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki. </em></p>
<p><em>Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.</em></p>
<p><em>Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.</em></p>
<p><em>Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.</em></p>
<p><em>Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?</em></p>
<p><em>Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.</em></p>
<p><em>Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.</em></p>
<p><em>Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.</em></p>
<p><em>Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.</em></p>
<p><em>Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.</em></p>
<p><em>Rencana memberikan arah langkah Anda.</em></p>
<p><em>Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.</em></p>
<p><em>Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan.</em></p>
<p><em>Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.</em></p>
<p><em>Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.</em></p>
<p><em>Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.</em></p>
<p><em>Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda. </em></p>
<p><em>Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.</em></p>
<p><em>Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.</em></p>
<p><em>Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.</em></p>
<p><em>Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.</em></p>
<p><em>Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu. </em></p>
<p><em>Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.</em></p>
<p><em>Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.</em></p>
<p><em>Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.</em></p>
<p><em>Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.</em></p>
<p><em>Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.</em></p>
<p><em>Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan.</em></p>
<p><em>Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.</em></p>
<p><em>Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.</em></p>
<p><em>Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.</em></p>
<p><em>Kegagalan:</em></p>
<ul>
<li><em>dapat memberikan kekuatan</em></li>
<li><em>ladang mendapatkan pahala</em></li>
<li><em>dapat menggali potensi Anda</em></li>
<li><em>mengembangkan kreatifitas Anda.</em></li>
</ul>
<p><em>Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT </em></p>
<p><em>Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal.</em></p>
<p><em>Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.</em></p>
<p><em>Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan.</em></p>
<p><em>Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.</em></p>
<p><em>Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.</em></p>
<p><em>Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!</em></p>
<p><em>Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.</em></p>
<p><em>Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.</em></p>
<p><em>Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.</em></p>
<p><em>Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini.</em></p>
<p><em>Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.</em></p>
<p><em>Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.</em></p>
<p><em>Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.</em></p>
<p><em>Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.</em></p>
<p><em>Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.</em></p>
<p><em>Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.</em></p>
<p><em>Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita.</em></p>
<p><em>Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi.</em></p>
<p><em>Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan tanpa keberanian. Sukses sejalan dengan keberanian.</em></p>
<p><em>Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang.</em></p>
<p><em>Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.</em></p>
<p><em>Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda.</em></p>
<p><em>Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ke tujuan, asal arah yang Anda tempuh benar.</em></p>
<p><em>Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka.</em></p>
<p><em>Aplikasi atau tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi. </em></p>
<p><em>Bagaimanapun mimpi yang bernilai tinggi otomatis memerlukan pengorbanan yang tinggi pula dan kerja yang terfokus.</em></p>
<p><em>Diam tidak pasti, bertindak tidak pasti, kalau begitu mendingan kita bertindak.</em></p>
<p><em>Semakin berkerja keras kita, semakin beruntung kita. Apalagi jika niat kita lurus, tidak ada kerja keras kita yang sia-sia. Allah Mahatahu, sehingga pasti akan tahu apa yang terbaik bagi kita, termasuk mungkin kita harus lebih banyak berusaha.</em></p>
<p><em>Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki.</em></p>
<p><em>Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana Anda menghargai waktu, berarti sejauh itulah Anda menghargai hidup Anda.</em></p>
<p><em>Bekerjalah sebaik mungkin, pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, sehingga jika kemungkinan tersebut datang kita sudah siap. Bisa saja esok akan lebih sulit.</em></p>
<p><em>Ketidakpastian selalu menyertai kita, jangan lari, percuma. Yang perlu dilakukan ialah gunakanlah kreatifitas Anda untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk<br />
mengaplikasikan solusi-solusi tersebut.</em></p>
<p><em>Mungkin saja setiap masalah dan tantangan yang kita anggap sulit itu masih ada solusinya, namun belum terpikirkan oleh kita.</em></p>
<p><em>Hindarilah membatasi diri Anda, pikiran-pikiran Anda, atau mimpi-mimpi Anda, sebab, apa yang kita lakukan atau apa yang kita buat esok hari tidak pernah terpikirkan hari ini.</em></p>
<p><em>Manusia sudah diberi kemampuan untuk berkreasi.</em></p>
<p><em>Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok.</em></p>
<p><em>Jika Anda ingin beruntung, persiapkan diri Anda dengan membina sikap Anda dan membekali diri dengan berbagai keterampilan yang memadai.</em></p>
<p><em>Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek. Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri.</em></p>
<p><em>Sekali kita underestimate terhadap diri sendiri, kita akan rugi, karena potensi kita akan terkungkung oleh batas yang terlalu sempit dibandingkan dengan batas yang sebenarnya.<br />
Cacat atau kekurangan lainnya mem ang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam-macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara,<br />
kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya. </em></p>
<p><em>Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih.</em></p>
<p><em>Kita memiliki keunikan masing-masing yang dapat menjadi keunggulan kita masing-masing.</em></p>
<p><em>Jika Anda belum merasa memiliki keunggulan saat ini, mungkin Anda belum memiliki semangat yang tinggi dan motivasi yang kuat dalam rangka menggali potensi Anda. Untuk meraih keunggulan lebih tinggi kita memerlukan bantuan orang lain.</em></p>
<p><em>Dalam mengahadapi perubahan dan untuk menjadi manusia unggul ada satu jalan yang tidak boleh tidak harus kita lakukan, yaitu selalu memperbaiki diri terus-menerus.</em></p>
<p><em>Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.</em></p>
<p><em>Mengevaluasi apa yang kita lakukan dan semua pencapaian kita. Apapun hasilnya akan menjadi fondasi kuat untuk kehidupan kita dimasa mendatang yang lebih baik.</em></p>
<p><em>Lalui kesulitan dan betakwalah, maka kemudahan pun akan datang.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEMPAT DAN SEMPIT]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=751</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 19:20:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/sempat-dan-sempit/</guid>
<description><![CDATA[For the most part, we are too busy doing just about everything, that means just about nothing, to ju]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;">For the most part, we are too busy doing just about everything, that means just about nothing, to just about nobody,  just about anywhere ..." <span style="font-size:xx-small;">-</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-size:xx-small;">Mathew Kelly, The Rythm of Life-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><br />
Kata "sempat" dan "sempit" hanya dibedakan oleh satu huruf "a" dan huruf "i", tetapi bukan berarti kedua kata itu mempunyai arti yang berdekatan. Kalaupun mau di cocok-cocokan, dua kata itu mempunyai nuansa situasi yang mirip, yaitu<em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> situasi keterbatasan</span></em>.  Tengoklah dua pernyataan ini (1)  "Waduh, saya nggak <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">sempat</span></em> makan siang!" ;  atau (2) "Ruangan ini saya rasa terlalu <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">sempit</span></em> ya?!"  Dua kalimat itu menunjukkan sebuah kondisi <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">keterbatasan </span></em>dimana dalam contoh pertama menunjukkan <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">keterbatasan waktu</span></em>, dan yang kedua menunjukkan <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">keterbatasan tempat</span></em>.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;">Kata "sempat" dan "sempit" menjadi kata yang semakin akrab di kalangan manusia moderen. Tidak sempat, menunggu kesempatan, waktu saya sempit, ukuran kamar terlalu sempit, bahkan ungkapan <strong>'mengambil kesempatan dalam kesempitan'</strong> menjadi lebih sering kita dengar.  Manusia moderen menjadi sangat sibuk,  sehingga kesempatan baik menjadi barang langka, di pihak lain ruang gerak mereka jauh menjadi lebih sempit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;">Kutipan yang saya ambil dari buku <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">The Rythm of Life</span></em> di atas menggelitik kesadaran kita, bahwa dalam banyak hal kita menjadi terlalu sibuk dengan segala sesuatu, padahal semuanya itu <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">nothing</span></em>! Kita bilang tidak sempat makan, padahal karena memang kita terlalu <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">rebyek </span></em>menggunakan banyak waktu justru untuk memasak dan menyiapkannya, atau terlalu sibuk memilih restoran dan dengan siapa kita mau makan.  Kita tidak sempat berolah raga, bukan karena tidak ada waktu, tetapi urusan mendaftarkan diri ke <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Fitness Centre</span></em> atau klub olah raga telah menyita banyak waktu kita.  Betapa kita ini memang sibuk dengan segala sesuatu yang sebenarnya justru sekedar aksesoris perilaku dan gaya hidup!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;">Hari ini, cobalah Anda untuk memfokuskan diri terhadap apa yang akan menjadi maksud dan tujuan kita sebenarnya, dan tidak menggunakan banyak waktu Anda justru hanya untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan kegiatan utama.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENGHARGAI WAKTU]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=748</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 19:17:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/menghargai-waktu/</guid>
<description><![CDATA[Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.</span><!--more--></p>
<p>Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama <span style="font-weight:bold;">WAKTU</span>. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda. Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.</p>
<p>Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SETAHUN</span>, tanyakan pada murid yang gagal kelas.<br />
Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SEBULAN</span>, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.<br />
Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SEMINGGU</span>, tanyakan pada editor majalah mingguan.<br />
Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SEJAM</span>, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu. Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SEMENIT</span>, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.<br />
Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SEDETIK</span>, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.<br />
Agar tahu pentingnya waktu <span style="font-weight:bold;">SEMILIDETIK</span>, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> Renungan: </span><br />
<span style="font-style:italic;font-weight:bold;color:#ff6666;"> Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TERNYATA SANGATLAH MUDAH....]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=745</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 19:06:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/ternyata-sangatlah-mudah/</guid>
<description><![CDATA[Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.<br />
<em><span style="color:#3333ff;">* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.<br />
</span></em><br />
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empu-nya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.<br />
<span style="color:#3333ff;"><em>* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.</em></span></span><!--more--><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><span style="color:#3333ff;"><em> </em></span><br />
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."<br />
<em><span style="color:#3333ff;">* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.<br />
</span></em><br />
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."<br />
<span style="color:#3333ff;"><em>* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.<br />
</em></span><br />
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh kedalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi<br />
setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."<br />
<em><span style="color:#3333ff;">* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.<br />
</span></em><br />
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si  katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.<br />
<span style="color:#3333ff;"><em>* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.<br />
</em></span><br />
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai? "Dia menjawab sambil tertawa: " Karena barang bawaan saya sedikit."<br />
<em><span style="color:#3333ff;">* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah atau memiliki secukupnya saja</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><em></em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEMARIN, ESOK DAN HARI INI]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=739</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 18:28:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/kemarin-esok-dan-hari-ini/</guid>
<description><![CDATA[Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda kha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.</span><!--more--></p>
<p>Yang pertama; <em><strong>hari kemarin</strong></em>.</p>
<p>Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.</p>
<p>Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.</p>
<p>Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;</p>
<p>dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.</p>
<p>Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.</p>
<p>Yang kedua: <strong><em>hari esok</em></strong>.</p>
<p>Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi.</p>
<p>Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.</p>
<p>Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.</p>
<p>Esok hari belum tiba; biarkan saja.</p>
<p>Yang tersisa kini hanyalah <em><strong>hari ini</strong></em>.</p>
<p>Pintu masa lalu telah tertutup;</p>
<p>pintu masa depan pun belum tiba.</p>
<p>Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.</p>
<p>Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu<br />
memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p>Hiduplah hari ini.</p>
<p>Karena, masa lalu<span style="color:blue;"><em> sudah lewat </em></span>dan masa depan <span style="color:blue;"><em> belum<br />
tiba.  Hari ini adalah satu satunya hari yang and bisa berbuat<br />
sesuatu yang akan menentukan kemarin dan hari esok. </em></span></p>
<p>Hiduplah <span style="color:blue;"><em> hari ini seperti hari terakhirmu dan sebaik mungkin untuk dirimu, sesamamu dan Allahmu</em></span>. Karena hari ini<span style="color:blue;"><em> akan menjadi kemarin </em></span>; <span style="color:blue;"><em> </em><span style="color:#000000;">dan </span></span>hari ini<span style="color:blue;"><em> akan menentukan esok </em></span>.</p>
<p><em><span style="color:blue;"> </span><br />
</em></p>
<p><strong>Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.</strong><strong><br />
<strong>Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.</strong></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ARTI SEBUAH PERSAHABATAN]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=736</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 18:26:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/arti-sebuah-persahabatan/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,tetapi itulah yang membuat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-size:x-small;">Apa</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...</span></p>
<p>Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.<!--more--></p>
<p>Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.</p>
<p>Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.</p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. <em>Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.<br />
</em><br />
<strong>Renungkan :</strong></span></p>
<p><em><span style="color:#3333ff;">** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri . "Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita." **<br />
</span></em><br />
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. <span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Siapa yang berada di samping anda ?? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai?? Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan ?? Merekalah sahabat-sahabat anda.<br />
<strong>Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.</strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH DUA EKOR ANJING]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=720</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 18:09:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/kisah-dua-ekor-anjing/</guid>
<description><![CDATA[Ada dua ekor anjing yang bersahabat. Anjing yang besar dan anjing yang kecil.
Anjing yang kecil sela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;margin:0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';color:black;">Ada dua ekor anjing yang bersahabat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';color:black;">Anjing yang besar dan anjing yang kecil.<br />
Anjing yang kecil selalu mengeluh tentang penderitaan hidupnya dan selalu berharap kapan kiranya dewa keberuntungan akan datang untuk menolongnya agar terlepas dari penderitaan dunia.</span></p>
<p>Anjing yang tua selalu menasehati anjing yang kecil dan berkata:<br />
"Meskipun tak punya rumah tetapi kita bisa tinggal dimanapun. Hidup didunia ini asal tidak mengalami kelaparan dan kedinginan sudah cukup. Jika dipelihara oleh manusia dan menjadi seekor anjing yang meminta belas kasihan majikan, maka akan kehilangan kebebasan dan kehormatan".<!--more--></p>
<p>Anjing kecil tersebut tidak mau mendengar nasehat anjing tua, selalu bermimpi bahwa dirinya - dari anjing yang bebas mengembara menjadi anjing yang dipelihara manusia. Pada suatu hari, anjing kecil tersebut pergi ke tempat peramal dan bertanya: <strong><span style="font-family:'Lucida Sans Unicode';">"Dimanakah kebahagiaan itu berada?" </span></strong>"Kebahagiaan itu berada pada ekor kamu!"</p>
<p>Setelah mendengar kata-kata tersebut, anjing kecil tersebut mati-matian berputar ingin menggigit ekornya untuk menangkap kebahagiaan. Dia lari sekuat-kuatnya hingga berkeringat, tetapi tetap tidak dapat menggigit ekornya. Akhirnya dengan letih dia berkata kepada anjing tua: <strong><span style="font-family:'Lucida Sans Unicode';">"Menurut ramalan, kebahagiaan saya berada pada ekor saya. Tetapi saya tidak dapat menangkap kebahagiaan. Tolong beritahu, bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan kebahagiaan?"</span></strong></p>
<p>Anjing tua dengan tersenyum berkata:<strong><span style="font-family:'Lucida Sans Unicode';"> "Saya mencari kebahagiaan dengan berjalan menuju ke depan. Tidak pernah berkeluh kesah tentang masa lampau, tidak pernah kuatir dan takut tentang keadaan sekarang dan juga tidak pernah kuatir tentang masa yang akan datang. Asalkan kaki saya melangkah ke depan maka kebahagiaan yang berada di ekor saya pasti mengikuti saya".</span></strong><strong><br />
</strong><br />
Dimanakah sesungguhnya kebahagiaan berada?</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;margin:0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';color:black;">Rasa curiga sering membuat kita jauh dari pandangan kebahagiaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;margin:0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';color:black;">Keragu-raguan sering membuat kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';color:black;">Demikian pula rasa iri hati membuat pandangan kita kabur terhadap kebahagiaan, </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans Unicode';color:black;">dan melamun membuat kita lepas dari pelukan kebahagiaan.</span></p>
<p>Jangan mencari kebahagiaan di luar diri, jangan mengemis kepada siapapun.<br />
Kebahagiaan berada di dalam batin kita sendiri***</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NIKMATILAH KOPINYA,JANGAN CANGKIRNYA]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=698</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:45:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/nikmatlah-kopinyajangan-cangkirnya/</guid>
<description><![CDATA[Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div>Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.</p>
<p>Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.<!--more--></p>
<p>Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, Professor itu mengatakan :<em> "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."</em></p>
<p><em>"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."</em></p>
<p><em>"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."</em></p>
<p>Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.<strong> </strong><span style="text-decoration:underline;"><strong>Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya</strong></span>. Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEEKOR KELINCI]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=695</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:42:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/seekor-kelinci/</guid>
<description><![CDATA[Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, lalu kelinci itu berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita<br />
berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."</p>
<p>Sang Rubah jantan merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.<!--more--></p>
<p>Sang Kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya, lalu kelinci berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi<br />
santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang." Sang serigala merasa tertantang, dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?". Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.</p>
<p>Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir. Tiba tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya, lalu kelinci berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. "Sang Beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.</p>
<p>Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai "Hai, keluar, sudah sore,  besok kita teruskan!!"</p>
<p>Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap harimau berkata " Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."</p>
<p>NB:<br />
<strong><em>The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara The Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.</em></strong></p>
<p>Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama: (Meskipun) Dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 BUAH JARI TANGAN]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=685</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/5-buah-jari-tangan/</guid>
<description><![CDATA[Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.




Ada telunjuk yang suka menunjuk da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.</span></tt></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah. </span></tt></span></span><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"> </span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut </span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">jari telunjuk.</span></tt><br />
</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar </span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">sehingga diberi hadiah cincin.</span></tt></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"> </span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><em>(ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh </em></span></tt><em><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">kita pasti saling sentuh jari kelingking).</span></tt><br />
</em></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"> </span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki </span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><em>(menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan </em></span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><em>pekerjaan, dll). </em></span></tt></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><strong><span style="font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&#34;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:black;"><span style="font-family:&#34;"><strong><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita </span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">hanya terdiri dari jempol semua? Falsafah ini sederhana namun </span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling </span></tt><tt><span style="font-family:'Trebuchet MS';">menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, </span></tt></strong><tt><strong><span style="font-family:'Trebuchet MS';">bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan </span></strong><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><strong>membunuh.</strong><br />
</span></tt></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BERPIKIR SEDERHANA]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=678</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:25:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/berpikir-sederhana/</guid>
<description><![CDATA[Terpetik sebuah
kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan
tombak. Dalam hat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Terpetik sebuah<br />
kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan<br />
tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang<br />
paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing<br />
pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon<br />
yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.</span><!--more--></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Tidak lama ia<br />
menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas<br />
pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau<br />
pukulan gangang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya.<br />
Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor<br />
kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang<br />
saya incar?"</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Tidak lama<br />
berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya<br />
bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya<br />
seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama<br />
pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang<br />
mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Ia pun<br />
membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa<br />
yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa<br />
yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi<br />
ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia<br />
berteriak, "Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit<br />
sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa<br />
apa-apa.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk<br />
memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi<br />
dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. <strong>Tawaran<br />
dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah<br />
berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga.</strong> Tidak jarang orang-orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Demikian juga dengan seseorang yang bergumul dengan pasangan hidup yang mengharapkan seorang<br />
gadis cantik atau perjaka tampan yang baik, pintar dan sempurna lahir<br />
dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;"><strong>Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa pertimbangan logika yang sehat</strong>.<br />
Kita tentunya perlu mempunyai harapan dan idealisme supaya tidak asal<br />
tabrak. Tidak ada sesuatu di dunia yang sempurna yang memenuhi<br />
semua idealisme kita. Berpikirlah sederhana....!</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HIDUP INI IBARAT MELUKIS]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=667</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:14:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/hidup-ini-ibarat-melukis/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Hidup ini ibarat melukis. Baik-buruknya lukisan sangat tergantung kepada
warna dan pola gores]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">"Hidup ini ibarat melukis. Baik-buruknya lukisan sangat tergantung kepada</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">warna dan pola goresan kuas kita."</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Alkisah ada seorang anak yang sangat pandai melukis, pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena hadiahnya sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular dan secepat mungkin menyelesaikan lukisan. Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukis-nya.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ketika aba-aba diberikan, semua peserta serentak mulai melukis. Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya. Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang, ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar dari mulut ular tersebut.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka. Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah anak dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas, sedangkan lukisan anak yang sangat pandai itu dinyatakan diskualifikasi walaupun dia adalah orang yang pertama menyelesaikan tugas. Panitia memutuskan lukisannya bukan ular, tetapi seekor naga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan seperti anak itu, kita menambahkan hal hal yang kurang perlu dalam aktifitas dan pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><strong>Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita mudah tersinggung, kadang kita terlalu bertele tele ketika memberikan pendelegasian, kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan kurang percaya, kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan,</strong> dan semua itu menyebabkan karya kita bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga yang menyemburkan api dalam mulutnya.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH SEEKOR ANAK ANJING]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=664</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:09:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/23/kisah-seekor-anak-anjing/</guid>
<description><![CDATA[Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. </span></tt><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. </span></tt><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya", ujarnya dengan sinis.</span></tt><!--more--></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini", dengan nada mencemooh.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi.....</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu. "Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini, sayalah hewan yang paling tidak berguna disini."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kata anjing tua itu : "Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria. Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat-erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata : "Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil-kecil kamu telah mengerti artinya </span></tt><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">kasih........."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya..... <strong>jangan sombong jika <span> </span>kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain.</strong></span></tt></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KATA BIJAK DARI BERBAGAI SUMBER]]></title>
<link>http://agoesramdhanie.wordpress.com/?p=599</link>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 07:19:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoesramdhanie</dc:creator>
<guid>http://agoesramdhanie.id.wordpress.com/2008/09/21/kata-bijak-dari-berbagai-sumber/</guid>
<description><![CDATA[Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian

 
Belajar tanpa berpikir tida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong></strong><strong>Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan.</strong><!--more--><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Contoh yang baik adalah nasehat terbaik (Fuller)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti (John Gardne)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. - Bung Karno</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. - Mary Mccarthy</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. - Nabi Muhammad Saw</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. - La Roucefoucauld</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. - Benjamin Franklin</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. - Cicero</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. - Dale Carnegie</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. - George Downing</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. - Sydney Harris</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. - Nabi Muhammad Saw</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. - William Feather</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. - Robert Hall</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. - Martin Vanbee</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. - Ernest Newman</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. - Aldus Huxley</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. - Schopenhauer</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. - Andrew Jackson</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. - Evelyn Underhill</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. - Johan Wolfgang Goethe</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. - Sir Francis Bacon</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. - Jalinus At Thabib</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. - Marcus Aurelius</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. - Thomas Hardy</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. - Benjamin Franklin</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. - Lao Tse</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. - Abu Bakar Sibli</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. - Joseph Addison</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. - William Wordsworth</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. - Kahlil Gibran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. - Alexander Pope</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. - Heather Pryor</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. - Thomas Alva Edison</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. - Muhammad Ali</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. - Confusius</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. - Abu Bakar Sibli</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. - Mahatma Gandhi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah 'Umar</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas'ud</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah 'Ali</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas'ud</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah 'Ali</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah 'Umar</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Khalifah 'Umar</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. ~ Johann Wolfgang von Goethe</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. ~ Johann Wolfgang von Goethe</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. ~ Einstein</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. ~ Einstein</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. ~ Einstein</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dua hal yang membangki