untukmu yang pernah menikam kami dengan taji di ulu hati bahwa kami belum mati kami masih bisa mencaci, kami masih bisa memaki, dan kami masih bisa untuk mencintai dan kami tak akan pernah bisa untuk … lagi →
kafe Baca 214 Hitam Putih'21daelia wrote 2 weeks ago: Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku Kau ada di sana … Di saat aku terluka hingga … more →
hitam214putih wrote 2 years ago: untukmu yang pernah menikam kami dengan taji di ulu hati bahwa kami belum mati kami masih bisa menca … more →
hitam214putih wrote 2 years ago: Tatkala Tuhan menciptamu tuhan pun tersenyum dengan indahnya dan senyum indah tuhan itu dititipkan k … more →
hitam214putih wrote 2 years ago: htgg … more →