<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kodok &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kodok/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kodok"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 04:31:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[katak kecil]]></title>
<link>http://iiiccchhhaaa.wordpress.com/?p=69</link>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 13:29:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>icha</dc:creator>
<guid>http://iiiccchhhaaa.wordpress.com/?p=69</guid>
<description><![CDATA[
Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil
yang berlomba-lomba
Tujuannya adalah mencapai punc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://iiiccchhhaaa.wordpress.com/files/2008/06/kodok.jpeg"><img class="alignnone size-medium wp-image-70" style="vertical-align:baseline;" src="http://iiiccchhhaaa.wordpress.com/files/2008/06/kodok.jpeg?w=82" alt="" width="82" height="112" /></a><br />
Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil<br />
yang berlomba-lomba</p>
<p>Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.</p>
<p>Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta...</p>
<p>Perlombaan pun dimulai...</p>
<p>Secara jujur:</p>
<p>Tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa berhasil mencapai puncak menara.</p>
<p>Terdengar ada yang berkata:</p>
<p>"Oh, jalannya terlalu susahhhhh!!<br />
Mereka  TIDAK AKAN BISA sampai ke puncak."</p>
<p>atau:</p>
<p>"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!!</p>
<p>Katak-Katak kecil mulai berjatuhan. Satu persatu...</p>
<p>... Kecuali mereka  yang tetap bersemangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi..<br />
Penonton terus bersorak<br />
"Terlalu susah!!! Tak seekor pun yang akan berhasil!!!"</p>
<p>Lebih banyak lagi katak kecil yang lelah dan menyerah...</p>
<p>...Tapi ada  SATU yang tetap melangkah hingga semakin tinggi dan tinggi...</p>
<p>Dia tak kenal menyerah kalah!</p>
<p>Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali  seekor katak kecil yang begitu berusaha keras dan menjadi  satu-satunya yang BERHASIL sampai KE PUNCAK!</p>
<p>SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?</p>
<p>Seekor peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil itu mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuan?</p>
<p>Ternyata...<br />
Nasihat dari cerita ini adalah:<br />
Jangan sekali kali mendengar kata orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis...</p>
<p>…karena mereka akan mengambil sebahagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita.</p>
<p>Selalulah ingat kata-kata bertuah yang ada.</p>
<p>Karena segala sesuatu yang kita dengar dan kita baca akan mempengaruhi perilaku kita!</p>
<p>Karena itu:</p>
<p>Selalu tetap....</p>
<p>POSITIVE!<br />
Dan yang terpenting:</p>
<p>Kirim pesanan ini kepada minimum 5 sahabat.<br />
Berikan mereka motivasi!!!</p>
<p>Karena sahabat yang baik adalah sahabat yang sering  memberi motivasi antara satu sama lain.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Budidaya Kodok]]></title>
<link>http://infokebun.wordpress.com/2008/06/11/budidaya-kodok/</link>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 08:10:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Flora_Fauna</dc:creator>
<guid>http://infokebun.wordpress.com/2008/06/11/budidaya-kodok/</guid>
<description><![CDATA[



1.
SEJARAH SINGKAT


 

Budidaya kodok telah                dilakukan di beberapa negara, baik n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="bg" style="font-family:verdana;" align="center"><span style="font-size:100%;"><img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/kodok.jpg" border="1" alt="" width="273" height="183" /></span></p>
<table class="isi" style="font-family:verdana;" border="0" cellspacing="1" cellpadding="4" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="3%"><span style="font-size:100%;"><strong>1.</strong></span></td>
<td width="97%"><span style="font-size:100%;"><strong>SEJARAH SINGKAT</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="15"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td class="isi" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;">Budidaya kodok telah                dilakukan di beberapa negara, baik negara beriklim panas maupun                beriklim 4 musim. Tercatat negara-negara Eropa yang telah membudidayakan                kodok antara lain : Prancis, Belanda, Belgia, Albania,<br />
Rumania, Jerman Barat, Inggris, Denmark dan Yunani, Amerika Serikat                dan Meksiko. Sedangkan di Asia, Cina, Bangladesh, Indonesia, Turki,                India dan Hongkong yang telah membudidayakan kodok.</p>
<p>Sejarah kodok tidak diketahui asalnya, karena hampir ditemukan di                manamana, karena kemampuannya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan                sekitarnya. Kodok yang banyak dibudidayakan di Indonesia (Rana catesbeiana                ) berasal dari Taiwan, kendati kodok itu semula berasal dari Amerika                Selatan.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>2.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>SENTRA PETERNAKAN</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td class="isi" valign="top"><span style="font-size:100%;">Mulanya uji coba budidaya kodok dilakukan              di Klaten (Balai bibit ikan), yang kemudian meluas ke Jawa tengah.              Di Jawa Barat pembudidayaan kodok banyak ditemui di daerah pesisir              Utara, disamping membudidayakan kodok masyarakat pesisir Utara juga              menangkap dari alam. Kemudian di Sumatera Barat dan Bali juga merupakan              sentra pembudidayaan kodok.</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>3.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>J E N I S</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="1"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td class="isi" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;">Kodok tergolong dalam                ordo Anura, yaitu golongan amfibi tanpa ekor. Pada ordo Anura terdapat                lebih dari 250 genus yang terdiri dari 2600 spesies.</p>
<p>Terdapat 4 jenis kodok asli Indonesia yang di konsumsi oleh masyarakat                kita yaitu:</p>
<p></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%">
<div><span style="font-size:100%;">1) </span></div>
</td>
<td width="96%">
<div><span style="font-size:100%;">Rana Macrodon (kodok hijau),                        yang berwarna hijau dan dihiasi totol-totol coklat kehijauan                        dan tumbuh mencapai 15 cm.</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">2)</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rana Cancrivora (kodok sawah ), hidup                        di sawah-sawah dan badannya dapat mencapai 10 cm, badan                        berbercak coklat dibadannya.</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">3)</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rana Limnocharis (kodok rawa), mempunyai                        daging yang rasanya paling enak, ukurannya hanya 8 cm.</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">4) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rana Musholini (kodok batu/raksasa).                        Hanya terdapat di Sumatera, terutama Sumatera Barat. mencapai                        berat 1.5 kg. Dan panjang mencapai 22 cm.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>4.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>MANFAAT</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="36"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td class="isi" height="36" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;">Daging kodok adalah sumber protein hewani yang                tinggi kandungan gizinya. Limbah kodok yang tidak dipakai sebagai                bahan makanan manusia dapat dipakai untuk ransum binatang ternak,                seperti itik dan ayam. Kulit kodok yang telah terlepas dari badannya                bisa diproses menjadi kerupuk kulit kodok. Kepala kodok yang sudah                terpisah dapat diambil kelenjar hipofisanya dan dimanfaatkan untuk                merangsang kodok dalam pembuahan buatan. Daging kodok dipercaya                dapat menyembuhkan beberapa penyakit.</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>5.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>PERSYARATAN LOKASI</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="36"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td height="36" valign="top">
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%">
<div><span style="font-size:100%;">1) </span></div>
</td>
<td width="96%">
<div><span style="font-size:100%;">Ketinggian lokasi yang ideal untuk budidaya                        kodok adalah 1600 dpl.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">2) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Tanah tidak terlalu miring namun dan                        tidak terlalu datar, kemiringan ideal 1- 5%, artinya dalam                        jarak 100 m jarak kemiringan antara ujung-ujungnya 1-5 m.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">3) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Air yang jernih atau sedikit tercampur                        lumpur tersedia sepanjang masa. Air yang jernih akan memperlancar                        proses penetasan telur.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">4) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Kodok bisa hidup di air yang bersuhu                        2–35 drajat C. Suhu saat penetasan telur ialah anata                        24–27 derajat C, dengan kelembaban 60–65%. </span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">5)</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Air mengandung oksigen sekitar 5-6 ppm,                        atau minimum 3 ppm. Karbondioksida terlarut tidak lebih                        dari 25 ppm.</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">6) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Dekat dengan sumber air dan diusahakan                        air bisa masuk dan keluar dengan lancar dan bebas dari kekeringan                        dan kebanjiran.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>6.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="1852"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td height="120" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr class="isitabel">
<td width="4%" height="1" valign="top"><span style="font-size:100%;"><strong>6.1.</strong></span></td>
<td width="96%" height="120" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Penyiapan                      Sarana dan Peralatan</strong></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%" height="560">
<div><span style="font-size:100%;">1)</span></div>
</td>
<td width="96%">
<div><span style="font-size:100%;">Kolam<br />
Dalam proses pembuatan kolam, tidak boleh hanya menggali                              atau menimbun saja melainkan harus menggabungkan keduanya                              sehingga akan mendapatkan bentuk dan konstruksi kolam                              yang ideal.</p>
<p>Untuk memasukkan air ke dalam kolam diperlukan saluran                              yang konstruksinya dibuat dari pasangan bata merah                              atau batako yang diperkuat dengan semen dan pasir.                              Bentuk dari saluran ini biasanya trapesium terbalik                              dan pada beberapa tempat pemasukan air ke kolam dibuat                              kobakan kecil untuk menjebak air agar mudah masuk                              kedalam kolam-kolam.</p>
<p>Kolam yang diperlukan antara lain: kolam perawatan                              kodok, kolam penampungan induk sebelum dikawinkan,                              kolam pemijahan, kolam penetasan, kolam perawatan                              kecebong, kolam pembesaran percil dan kolam pembesaran                              kodok remaja. Kebutuhan kolam ini masih ditambah dengan                              kolam pemeliharaan calon induk.</p>
<p></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="3%">
<div><span style="font-size:100%;">a. </span></div>
</td>
<td width="97%">
<div><span style="font-size:100%;">Kolam Perawatan                                      Kodok<br />
Luasnya 15 meter persegi dengan ukuran 3 x                                      5 m, yang terdiri dari dinding tembok 0,40                                      m dan dinding kawat plastik setinggi 1 m,                                      lantainya terbuat dari semen dan bata yang                                      terdiri dari 2/3 bagian kolam terisi air setinggi                                      10-15 cm dan 1/3 bagian kering.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">b. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Kolam Pemijahan.<br />
Kolam dibuat dari semen dan diatasnya dinding                                      kawat plastik. Kedalaman air di kolam ini                                      sekitar 0,30–0,40 m dan ditengahnya                                      dibuatkan daratan. Padat pemeliharaan 15 ekor                                      setiap meter perseginya, dengan perbandingan                                      tiga betina dan satu jantan. Supaya lebih                                      nyaman, sebaiknya lantai daratan tengah tidak                                      berlumpur, dan kolam ditanami enceng gondok.                                      Sediakan makanan berupa ikan kecil, ketam                                      dan bekicot Masa kawin ditandai dengan suara                                      merdu. Tak lama kemudian, telur mereka mengambang                                      di air kolam dan segera dipindahkan ke kolam                                      penetasan.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">c. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Kolam Penetasan<br />
Kolam penetasan dibuat beberapa buah, dari                                      tembok dengan air sedalam 30 cm dan air mengalir                                      atau diberi aerasi yang luas. Luas kolam seluruhnya                                      10 m2 .</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">d. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Kolam Kecebong<br />
Terdiri dari beberapa kolam yang masing-masing                                      luasnya berkisar anta 5 m2–6 m2, dengan                                      dasar lantai terbuat dari semen.</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">e. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Kolam Kodok Muda<br />
Di kolam ini kodok yang dipelihara berumur                                      kurang dari 2 bulan. Dibuat beberapa buah                                      dengan masing-masing luasnya 15 m2, dengan                                      dinding tembok dan kawat. Lantai miring dengan                                      daerah air 1/3 bagian dengan kedalaman 15–35                                      Cm.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="60">
<div><span style="font-size:100%;">f.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Kolam Kodok Dewasa.<br />
Pada kolam ini kodok sudah berusia antara                                      2–6 bulan. Kolam yang diperlukan terdiri                                      dari 2, dengan masing masing luas kira–kira                                      20 m2 , dengan konstruksi dasar dan dinidng                                      tembok dan kawat. Kedalaman air yang diperlukan                                      antara 30–40 Cm.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">2) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Mempersiapkan Kolam Produksi<br />
Bila lantai dasar kolam terbuat dari tanah, dasar                              kolam diolah dan dicangkulcangkul dan ditebari pupuk                              sampai dianggap siap huni. Kolam dibiarkan dulu tidak                              terpakai selama sebulan. Selama itu kolam dimasukkan                              air, didiamkan dan dikeluarkan berulang-ulang. Persiapkan                              alat-alat untuk membuat hujan buatan, baik dari drum                              bekas maupun dengan menggunakan springkel karena untuk                              proses perkawinan kodok biasanya terjadi pada masa                              penghujan.</p>
<p>Sebaiknya kolam ditanami teratai, eceng gondok, genjer                              dan ganggang yang berfungsi untuk tempat biang kodok                              bercumbu rayu dan menempelkan telurnya serta meningkatkan                              kualitas air kolam dan mempertinggi kandungan oksigen.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td height="660" valign="top"><span style="font-size:100%;"><strong>6.2.</strong></span></td>
<td height="660" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Pembibitan</strong><br />
Untuk pembudidayaan kodok yang banyak dicari adalah dari jenis                      kodok banteng Amerika (Bull frog), diamping rasanya enak juga                      beratnya bisa sampai 1,5 kg. Bisa juga jenis kodok batu dari                      Sumatera Barat yang sampai saat ini belum dibudidayakan secara                      optimal, karena masyarakat masih mengambilnya dari alam.</p>
<p>Adapun syarat ternak yang baik adalah bibit dipilih yang sehat                      dan matang kelamin. Sehat, tidak cacat, kaki tidak bengkok                      dan normal kedudukannya, serta gaya berenang seimbang. Pastikan                      kaki kodok tidak mengidap penyakit kaki merah ( red legs ).</p>
<p></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="4%"><span style="font-size:100%;">1)</span></td>
<td width="96%"><span style="font-size:100%;">Pemilihan Bibit Calon Induk</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="1"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<div><span style="font-size:100%;">Pilihlah kodok                              yang sehat dan berukuran besar. Disamping itu perhatikan                              juga tanda-tanda kelamin sekundernya. Pisahkan induk                              berdasarkan jenis kelaminnya. Pemisahan dilakukan                              sekitar 1–2 hari dimaksudkan untuk lebih merangsang                              nafsu diantara mereka apabila saatnya mereka dipertemukan.</p>
<p>Untuk induk-induk yang hendak dikawinkan sebaiknya                              diberikan makanan cincangan daging bekicot yang masih                              segar dan makanan buatan lainnya.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;">2)</span></td>
<td><span style="font-size:100%;">Perawatan Bibit dan Calon Induk</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="1"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<div><span style="font-size:100%;">Induk jantan dan                              betina berumur 4 bulan disuntik perangsang pertumbuhan                              Gonadotropin intramuskular dengan dosis 200-250 IU/ekor/bulan.</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;">3)</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Sistem Pemijahan</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="3"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="15"><span style="font-size:100%;">a. </span></td>
<td width="639" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"> Secara Alami<br />
Induk jantan dan betina yang telah dipisah                                      selama 1-2 hari disatukan di kolam pemijahan.                                      Ikan liar dapat mengganggu hasil pemijahan.                                      Perhatikan agar telur kodok tidak ikut terbuang                                      air pembuangan. Di sore atau pagi hari pada                                      saat suhu mulai menurun, barulah kita perlu                                      membantu kelancaran proses pemijahan, yaitu                                      dengan membuat hujan buatan.</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="15"><span style="font-size:100%;"> b.</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Sistem Hipofisasi<br />
Cara mutakhir untuk memijahkan kodok adalah                                      dengan cara sistem kawin suntik menggunakan                                      ekstrak kelenjar hipofisa untuk merangsang                                      kodok agar kawin sesuai waktu yang kita inginkan.                                      Dengan sistem ini kita bisa mengintensifkan                                      pembenihan, mengurangi kematian, merawat telur-telur<br />
kodok yang telah dibuahi dalam tempat tersendiri,                                      memberi jaminan bahwa telur-telur akan terbuahi                                      oleh sperma seluruhnya dan tidak memerlukan                                      hujan buatan.<br />
Penyuntikan pada tubuh betina lazimnya pada                                      punggung, rongga perut dan bagian kepala.                                      cara penyuntikan pada rongga perut banyak                                      dipilih.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="3"><span style="font-size:100%;">4)</span></td>
<td><span style="font-size:100%;">Reproduksi dan Perkawinan</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="60"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<div><span style="font-size:100%;">Kodok yang hendak                              disuntik ditampung pada akuarium yang diberi sedikit                              air dan ditutup dengan kawat kasa untuk memudahkan                              penangkapan. kodokkodok tersebut telah cukup umur                              dan dalam keadaan matang telur. Saat penyuntikan kodok                              dibalut dengan kain hapa agar tidak meronta.</p>
<p>Kodok yang telah disuntik kemudian dilepas dalam akuarium                              lain dan dipantau setiap jam. Setelah 12 jam, kodok                              tadi disuntik kembali agar mereka mampu bertelur seluruhnya.                              Setelah yang betina 2 kali disuntik dan menunjukkan                              akan bertelur, maka kita mempersiapkan testis dari                              induk jantan. Sperma dikeluarkan dari testis dengan                              cara memotongnya dengan jarum kecil yang tajam dan                              dimasukkan ke cawan petri yang sudah diisi dengan                              air kolam yang bersih. Setelah air dalam cawan menjadi                              keruh dan testis sudah kosong, maka cairan testis                              dibiarkan selama 10 menit dalam</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td height="436" valign="top"><span style="font-size:100%;"><strong>6.3.</strong></span></td>
<td valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Pemeliharaan<br />
</strong>Pemeliharaan dilakukan pada setiap tahap pertumbuhan                      kodok, Pertumbuhan dan kesehatan kodok terrgantung pada makanan                      dan kecocokan tempat tinggalnya. Kodok diberi makan 1 kali                      sehari, air di kolam diganti dan dibersihkan seminggu sekali. </span></div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%" height="18"><span style="font-size:100%;">1)</span></td>
<td width="96%"><span style="font-size:100%;">Sanitasi dan Tindakan Preventif</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="1"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Telur yang sudah dibuahi, dipindahkan                            pada kolam penetasan. Kolam dibersihkan dari hama dan                            kotoran sebelum digunakan. Telur harus dipisahkan dari                            induknya sehingga telur tidak terganggu proses penetasannya                            dan tidak dimakan oleh induknya. Memindahkan telur jangan                            sampai pecah sarangnya atau lendirnya. Telur-telur akan                            menetas setelah 48–72 jam pada suhu air 24–27                            derajat C. Bila sudah menetas dipelihara pada kolam                            yang sama selama 10 hari. </span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="18"><span style="font-size:100%;">2)</span></td>
<td><span style="font-size:100%;">Perawatan Ternak </span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="46"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Kodok muda yang telah mengalami                            metamorphose ditempatkan pada kolam permanen. Pemasukan                            dan pengeluaran air harus diberi penyaring untuk menghindari                            hama dan mencegah kodok lepas ke peraiaran umum. Padat                            penebaran 50-100 ekor/m2. Bila kita memelihara jenis                            kodok banteng yang tidak suka makanan yang tidak bergerak,                            makanan harus diletakkan dibawah aliran air/pancuran.                            Setelah berumur 3 bulan, kodok diseleksi berdasarkan                            kaki belakang, kulit dan ukuran badannya. Jumlah yang                            di seleksi 20% dari total dan dipindahkan ke kolam calon                            induk, sedangkan sisanya tetap dipelihara sampai masa                            panen pada umur 4-5 bulan.</p>
<p>Kodok dewasa (matang gonada) untuk bibit unggul, baik                            jantan maupun betina di suntik dengan kelenjar hiphopisa                            kodok sebanyak 1 dosis. Penyuntikan dilakukan 1 bulan                            sekali (bila memakai sistem hiphopisa) dan padat tanam                            sebanyak 20-25 ekor/m2.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="18"><span style="font-size:100%;">3)</span></td>
<td><span style="font-size:100%;">Pemberian Pakan</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="1"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Terdapat berbagai macam makanan                            yang dapat diberikan untuk kodok di kolam pembesaran                            persil maupun di kolam pembesaran kodok remaja. Makanan                            percil sampai kodok dewasa berupa cincangan daging bekicot,cincangan                            daging ikan, ulat, belatung, serangga, mie, bakso dan                            berbagai benih ikan serta ketam-ketaman kecil dan lainnya.<br />
Dapat juga diberikan makanan buatan, dengan meramu makanan                            buatan kita bisa menyusun sesuai dengan tingkat umur                            kodok, yang terkadang sulit dilakukan apabila kita memberinya                            makanan yang langsung didapat dari alam. Dengan demikian                            maka problem yang sering dialami seperti ukuran makanan                            lebih besar dari lebar bukaan mulut kodok tidak perlu                            terjadi lagi.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>7.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>HAMA DAN PENYAKIT</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>7.1.</strong></span></div>
</td>
<td width="96%">
<div><span style="font-size:100%;"><strong> Penyakit, Hama dan Penyebabnya</strong><br />
Penyakit kodok umumnya disebabkan oleh serangan jamur dan                      bakteri. Paha kaki berwarna merah, luka dan kulit melepuh                      adalah penyakit yang menyerang kodok yang berumur 1-2 bulan,                      menular dan menyerang sistem saraf, sehingga akan mati dalam                      beberapa jam.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong>7.2.</strong></span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong> Pencegahan Serangan Penyakit dan                      Hama</strong><br />
Bakteri bisa menyerang kecebong, gejalanya ekor luka dan berwarna                      putih. Penanggulangannya dengan memisahkan kecebong yang terserang,                      kolam dibersihkan dengan PK, dosis 0,05 gram/ liter 15 hari                      sekali, jangan memberikan makanan yang kandungan proteinnya                      melebihi dosis 10–15% karena perut kodok akan menjadi                      kembung. Pengobatan dengan antibiotika streptomisin/tetrasiklin,                      obat luar dengan penggunaan betadine, atau direndam dalam                      NaCl 0,15 gram/liter air selama 30 menit, diulang sampai 4                      kali.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong>7.3.</strong></span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong> Pemberian Vaksinasi dan Obat</strong><br />
Pengobatan kaki merah dan bisul pada kodok, dengan memandikan                      kodok dalam larutan Nifurene 50–100 gram/m2 air, atau                      dengan suntikan teramisin 25 mg/kg, atau streptomycin 20 mg/kg                      berat kodok. Penyakit dubur keluar diobati dengan cara pisahkan                      dan istirahatkan 2–3 hari dan tidak diberi makan. Penyakit                      lainnya adalah dubur keluar (ambaien) pada percil (kodok muda).                      Untuk mengatasinya, populasi tidak boleh terlalu padat dan                      kolam harus bersih dan pemberian kadar kalori dalam makanan                      tidak boleh melebihi dosis 3400 cl/kg makanan.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>8.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>P A N E N</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="1"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>8.1.</strong></span></div>
</td>
<td width="96%">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Hasil Utama</strong><br />
Hasil utama yang dihasilkan adalah dagingnya<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong>8.2.</strong></span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Hasil Tambahan</strong><br />
Sedangkan hasil tambahan yang dapat diperoleh adalah dengan                        mengolah limbah hasil pemotongan untuk dijadikan silase;                        dengan penambahan propionat dan asam formiat dengan jalan                        digiling bersama sama maka makanan untuk ternak ini tahan                        hingga 2 bulan pada suhu sedang. Hasil sampingan lainnya                        adalah dengan dijadikan tepung, dimana kandungan mineral                        dan proteinnya masih cukup tinggi untuk dijadikan bahan                        tambahan pakan ternak. Kodok yang tidak dijual/afkir dapat                        diambil hiphofisanya untuk proses pemijahan berikutnya. </span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong>8.3.</strong></span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Penangkapan</strong><br />
Sebelum disiangi, biasanya kodok-kodok tersebut ditempatkan                        pada penampungan. Tempat penampungan kodok bisa berupa kotak                        kayu atau bak semen yang drainasenya lancar.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>9.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>PASCA PANEN</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"> Proses penanganan pasca panen                juga sangatlah mudah. Untuk menjaga agar kodok tetap hidup dan segar,                maka kita bisa menggunakan karung goni atau tas kain yang dibasahi.                Pengangkutan paling aman dilakukan pada pagi hari atau sore hari.                Apabila pengangkutan dilakukan untuk jarak jauh maka perlu dibuatkan                kotak kayu yang didesain secara khusus, dan kapasitasnya disesuaikan                dengan besarnya kotak kayu tersebut.</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>10.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA </strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td height="552"><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<table class="isi" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr class="isitabel" valign="top">
<td width="5%" height="1"><span style="font-size:100%;"><strong>10.1.</strong></span></td>
<td width="95%" height="1" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Analisis                      Usaha Budidaya</strong><br />
Gambaran analisis ekonomi usaha budidaya kodok lembu (rana                      catesbeiana), untuk memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh                      dan untuk menghindari pos-pos yang tidak penting.</p>
<p>Adapun usaha pembenihan kodok skala kecil 200 M2 dengan anggapan                      sebagai berikut:</p>
<p></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="2%">
<div><span style="font-size:100%;">a.</span></div>
</td>
<td width="98%">
<div><span style="font-size:100%;">Luas Tanah : 200                              m2</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">b.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Luas Kolam : 125 m2<br />
- kolam penyimpanan induk: 9 m2- kolam induk jantan:                              3m2<br />
- kolam induk betina: 3 m2<br />
- kolam pemijahan/perkawinan: 9 m2<br />
- kolam penetasan: 8 m2<br />
- kolam kecebong: 21 m2<br />
- kolam percil: 20 m2<br />
- kolam kodok dewasa: 30 m2<br />
- saluran air dan lainnya: 22 m2<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">c.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Jumlah Induk.<br />
- induk betina: 6 ekor, jantan: 4 ekor<br />
- induk yang dikawinkan: 3 betina 2 jantanr<br />
- telur yang dihasilkan sebanyak + 30,000 butir/pemijahan.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">d.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Lama pemeliharaan: 5 bulan</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">e.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Frekuensi pemijahan: 3 kali /                              setahun</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">f.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Jenis makanan yang diberikan                              : cacing, belatung, anak ikan, cincangan bekicot,                              tepung dengan kadar protein + 35 %.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:100%;"><br />
Sedangkan perkiraan analisis usaha ekonomi budidaya kodok                      sebagai berikut: </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="4%">
<div><span style="font-size:100%;">1)</span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Modal investasi<br />
</span></div>
</td>
<td width="35%"><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td width="2%">
<div><span style="font-size:100%;">a. </span></div>
</td>
<td width="59%">
<div><span style="font-size:100%;">pembangunan kolam/kandang                              125 m2 </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 2.500.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">b. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">alat-alat dan induk </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    500.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">2)</span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;"> Modal kerja ( operasional )</span></div>
</td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">a. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Biaya tetap<br />
- penyusutan bangunan ( 8 % )</span></div>
</td>
<td valign="bottom">
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    200.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- penyusutan peralatan ( 20 %) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    100.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- bunga modal ( 18 %) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    540.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- upah ( 1 orang setahun )</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Rp.    360.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">b. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Biaya variabel<br />
- pakan kodok 4.500 kg @ Rp. 250,- </span></div>
</td>
<td valign="bottom">
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 1.125.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- pakan kecebong 200 kg 2 Rp. 400,- </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.      80.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- perbaikan kandang ( 5% )</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    150.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- sewa tanah</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Rp.      35.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- administrasi dan pemasaran </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    200.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">- lain-lain </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    292.500,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Jumlah modal yang dibutuhkan</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Rp. 6.082.500,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">3) </span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Penjualan<br />
</span></div>
</td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">a. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Produksi percil 45.000 ekor * @                              Rp. 100 </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 4.500.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">b.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Produksi kodok niaga** 2 x 1.500                              @ Rp. 300 </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp.    900.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Jumlah pemasukan </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 5.400.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">4)</span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;"> Biaya Operasional</span></div>
</td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">a.</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Biaya tetap</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;"> Rp. 1.200.000,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">b. </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Biaya variabel </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 1.882.500,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Jumlah biaya operasional </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 3.082.500,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">5)</span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;"> Pendapatan bersih sebelum pajak<br />
</span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 2.317.500,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;">6)</span></td>
<td colspan="2"><span style="font-size:100%;"> Pajak 15 % </span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><span style="text-decoration:underline;">Rp.    347.625,-</span></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">7) </span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Pendapatan bersih </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 1.969.875,-</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">8) </span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">P V </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">= 0,61</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">9)</span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;"> Break event point ( B.E.P ) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">Rp. 1.843.317,90</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">10)</span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">BC </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">= 1,75</span></div>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td>
<div></div>
<p><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><br />
</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>
<div><span style="font-size:100%;">11) </span></div>
</td>
<td colspan="2">
<div><span style="font-size:100%;">Waktu pengembalian kredit ( PPC ) </span></div>
</td>
<td>
<div><span style="font-size:100%;">= 1.5 tahun</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr class="isitabel" valign="top">
<td height="87"><span style="font-size:100%;"><strong>10.2.</strong></span></td>
<td height="1" valign="top">
<div><span style="font-size:100%;"><strong>Gambaran Peluang Agribisnis</strong><br />
Kodok merupakan komoditi ekspor nonmigas yang cukup potensial.                      Sejak tahun 1969 Indonesia telah mengeskpor paha kodok ke                      berbagai negar. Bahkan Indonesia sebagai negara pengekspor                      paha kodok terbesar ketiga setelah India dan Bangladesh. Kini                      semakin langkanya kodok di alam akibat pemburuan besar-besaran                      sehingga semakin berkurangnya persediaan akan daging kodok.                      Hal ini menuntut diadakannya budidaya kodok secara intensif                      untuk menghasilkan daging kodok yang masih menjadi budidaya                      ekspor yang dapat memberikan keuntungan. </span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>11.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td valign="top">
<table class="isi" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr class="isitabel">
<td width="4%" height="1" valign="top"><span style="font-size:100%;">1)</span></td>
<td width="96%" valign="top"><span style="font-size:100%;">Susanto, Heru, Budidaya Kodok Unggul,                    Penebar Swadaya, jakarta 1998,126 hal</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">2)</span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">Membudidayakan Katak Hijau di Pekarangan, Sinar                    Tani, 23 Juni 1993</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">3)</span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">Budidaya Kodok Lembu, Dinas Perikanan Propinsi                    DT I Jawa Barat,1990</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">4)</span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">Pengganggu Kodok Lembu, Tumbuh, Oktober 1992.</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">5) </span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">Triwibowo,R,drh, Teknik Pemijahan Ternak Kodok,                    Trubus, 10 oktober 1993.</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">6)</span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;"> Budidaya Kodok Unggul, Trubus, Oktober 1989.</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">7) </span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">Limbah Kodok Alternatif Tepung Ikan, Surabaya                    Post, 6 Juli 1993.</span></td>
</tr>
<tr class="isitabel">
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">8) </span></td>
<td valign="top"><span style="font-size:100%;">Tepung Kodok Pakan Ternak Berprotein Tinggi,                    Agrobis, 8 Nopember 1993</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"><strong>12.</strong></span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong>KONTAK HUBUNGAN</strong></span></p>
<table class="isi" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr class="isitabel" valign="top">
<td width="4%"><span style="font-size:100%;">1)</span></td>
<td width="96%"><span style="font-size:100%;">Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS<br />
Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829 </span></td>
</tr>
<tr class="isitabel" valign="top">
<td><span style="font-size:100%;">2)</span></td>
<td><span style="font-size:100%;">Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,<br />
Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,<br />
Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: <a title="http://www.ristek.go.id" href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank">http://www.ristek.go.id</a></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-size:100%;"> </span></td>
<td><span style="font-size:100%;"><strong><em>Sumber :</em></strong><br />
Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kue Kodok]]></title>
<link>http://chefwannabe.wordpress.com/?p=633</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:30:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yulia</dc:creator>
<guid>http://chefwannabe.wordpress.com/?p=633</guid>
<description><![CDATA[hihihihih, mbak Shintaaa ini loh mas Bagong yang aku ceritain kemaren, kekeke, aku ga jadi pake full]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>hihihihih, mbak Shintaaa ini loh mas Bagong yang aku ceritain kemaren, kekeke, aku ga jadi pake full fondant, takut pantatnya mrosot ke bawah, hiahahaha...</p>
<p>Ceritanya yang ngorder minta cake tema kodok, pas kutanya "kodok apa mbak?", "kodok apa aja!", hwaaaa cling cling, seneng kalo dapet customer kayak gini, bisa mengoperasi, menjahit dan mengobras kue sebebas2nya, xixixix...</p>
<p>Aku bikin kodoknya hari rabu, pikirku nanti pas senin minggu depan pas kering gitu, sip lah. Sambil nunggu papa pulang bikin ginian deh, hwahahaha, bener deh, pas suami pulang masih belepotan fondan dan maizena, wakakaka... ya ga apa2 kaaan, papa kan kerja di kantoran rapi bersih ganteng, mau apa2 tinggal manggil OB, kalo aku sih sampe berlinang tepung dan gula gini *memelas, xixixix....</p>
<p>Udah jadi kodoknya aku simpen di tupperware, dan besok2nya ribet bertempur sama wedding cupcakes yang seabreg2 itu, maka terlantarlah dia. Tanpa dinyana, ketika minggu pagi aku buka tupperwarenya, jreng jreeeng! Lho kok jadi kuntet beginih??? *huaaa huaaa* Pantatnya juga jadi big size, arrrgghhh, trus perutnya juga jadi njemblung gitu, alamaak, padahal di kala rabu itu kau masih seksi dan sixpack *nangis guling2*. Ini pasti karna kepala yang kegedean, sementara fondan yang buat badannya belom kering bener harus menyangga kepala sebesar itu, jadinya enggak kuat, hiahahha.....</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3078/2564250452_70a21f25e3.jpg" alt="Frog Birthday Cake - Maki Cakes" /></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3156/2563425197_805d9b56ef.jpg" alt="Frog Birthday Cake - Maki Cakes" /></p>
<p>Jadi ini ceritanya gimana bu Yulia? xixixi, iyaa jadi ini ceritanya si mas bagong lagi maen di sawah, kekeke, ga pernah dirawat ya maas sawahnya ampe banyakan rumput dan bunganya daripada padinya :D. Trus itu tiang di belakang kodoknya apa buu? oh itu, itu ceritanya dia capek, lagi sandaran di pager tetangga, kekeke...</p>
<p>Ayo2 yang mau nyumbang cerita kira2 si kodok lagi ngapain, boleh boleh... :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ribuan kodok muncul tiga hari sebelum gempa bumi]]></title>
<link>http://kamilan.wordpress.com/?p=44</link>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 05:17:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamilan</dc:creator>
<guid>http://kamilan.wordpress.com/?p=44</guid>
<description><![CDATA[BEIJING: Beberapa jam sebelum berlaku gempa bumi terburuk di China sejak tiga dekad lalu, paras air ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008080;">BEIJING: Beberapa jam sebelum berlaku gempa bumi terburuk di China sejak tiga dekad lalu, paras air dalam kolam tiba-tiba surut, beribu-ribu kodok muncul di jalanan di wilayah berhampiran, manakala haiwan di zoo berhampiran berkelakuan pelik.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Ketika mayat ditarik keluar daripada runtuhan dalam gempa Isnin lalu, bilik sembang dan blog internet di China dipenuhi beberapa persoalan: <strong>Mengapa petanda semula jadi itu tidak memberi amaran awal kepada kerajaan bahawa bencana akan berlaku?<!--more--></strong></span></p>
<p><span style="color:#008080;">"Jika biro seismologi bertindak cukup profesional, mereka mungkin dapat meramalkan kejadian gempa <strong>10 hari sebelumnya, apabila beberapa ribu meter padu air surut dalam tempoh sejam</strong> di Hubei, tetapi biro di sana menolaknya," kata seorang pengulas.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Malah, ahli seismologi berkata, agak mustahil secara praktikal untuk meramalkan bila dan di mana gempa akan berlaku. Beberapa negara, termasuk China memilih menggunakan perubahan pada alam semula jadi - kebanyakannya kelakuan haiwan - sebagai tanda amaran awal.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">"Namun, setakat ini, tiada cara lebih baik ditemui untuk menggunakan haiwan sebagai petanda awal gempa bumi," kata Roger Musson, seorang seismologi dengan Tinjauan Geologi Britain.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Perkara itu tidak dapat menghentikan perbincangan online yang mencurah-curah. malah, media utama turut menyampuk dengan artikel dalam akhbar <em>China Daily </em>Selasa lalu mempersoalkan mengapa kerajaan tidak meramalkan kejadian gempa itu.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Tanda pertama muncul kira-kira tiga minggu lalu, apabila sejumlah isi padu besar air tiba-tiba surut daripada sebuah kolam di bandar Enshi wilayah Hubei kira-kira 560 kilometer timur pusat gempa, menurut laporan media.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Kemudian, tiga hari sebelum gempa, beribu-ribu kodok muncul di jalanan di Mianzhu, bandar paling teruk terjejas di mana sekurang-kurangnya 2,000 penduduk dilaporkan terbunuh.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Pada hari berlakunya gempa, kuda belang menghantukkan kepala pada pintu di zoo di Wuhan, lebih 1,000 kilometer timur pusat gempa, menurut <em>Wuhan Evening Paper. </em></span></p>
<p><span style="color:#008080;">Gajah menghayunkan belalai membabi buta, manakala 20 ekor singa dan harimau yang biasanya tidur pada siang hari, berlegar-legar. Lima minit sebelum berlakunya gempa, berbelas-belas ekor burung merak mula menciut. - AP</span></p>
<p><span style="color:#008080;">[<strong>Sumber: Berita Harian, Jumaat 16 Mei 2008.</strong>]</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Sekian. Kamilan, 28 Mei 2008 (22 Jamadilawal 1429).</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kodok Kahwin]]></title>
<link>http://norasikinwahab.wordpress.com/?p=149</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 18:09:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>norasikinwahab</dc:creator>
<guid>http://norasikinwahab.wordpress.com/?p=149</guid>
<description><![CDATA[Cuti sekolah bermula lagii.. !! kalu dulu masa aku sekolahh.. hmm aku la yang paling syiok sekali.. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Cuti sekolah bermula lagii.. !! kalu dulu masa aku sekolahh.. hmm aku la yang paling syiok sekali.. Hantu tv. Banyak sangat cerita menarik.. paling best slot "Alam Ria Cuti Sekolah" kat TV3.. Ahaks... the most memorable films yang aku tengok masa cuti sekolah is.. The Sounds of Music and Mary Poppins (rasanya betul tajuk criter nih).. Best banget... Kalau pegi jalan2, abah suka bawak kami adik beradik pi Seremban.. melawat Mak long and Paklong, pastu sure pegi Port Dickson (PD) syiok mandi laut.</p>
<p>Last Friday, masa dekat office, aku meeting dari 1500 sampai 1830... the first meeting held kat bilik Rahimah.. teleconferencing tools ada orang lain pakai pulak.. rahimah mengamuk dengan orang tuh.. So dalam bilik rahimah, just rahimah, asri and me. Kami conference about our strategy of handling more calls with relevant/available sources.  Fuhh agak panas teleconferencing tuh.. hmm esok entah apa laa jadik kat office.. aku kena turun padang pulakk.. because ramai kawan-kawan dekat call centre tuh pi kahwin ramai2 pulakk.. aduss.  Harap-harap semuanya lancar..</p>
<p>About 1710 habis meeting kat bilik rahimah.. AKu angkut thinkpad aku ke bilik sebelah for another meeting utk department nyer empowerment.. fuh.. xcuse untuk solat jap, after 20 minutes aku masuk bilik tuh.. Presenter is Ivy Cheah.. alahai.. aweks nih. lembutnyer bercakap suara dia macam .. hmm camner yekk.. very soft.. ala2 perempuan sejati laa.. ahakss.. .. aku cukup idam betul..kalaulah aku bleh bercakap cam dia.. Muahahahah.. (jht aku).. bentang punyer bentang.. adus banyak nar benda yang aku tak tahu lagi.. nak plak aku belum ada ITIL certification... hmm harap-harap rahimah hantar aku pi ambik cert nih before sem aku bermula.. kalau tak... panas punggung, panas kepala laa aku.. habis meeting aku dok lepak lagi kat office.. tiba-tiba kak ila call.. <em>ekin.. cepat balik.. anak buah semua dah ada kat umah.. </em>.. aku lupa kakak aku dari ipoh akan sampai hari nih.. aku terus packed barang.. charlos laa..</p>
<p>Aku sampai umah almost magrib.. Ayong, Angah, kak chik and a'a.. semua ada.. Kalau anak-anak buah aku datang umah, sure bilik aku jadi sasaran tempat lepak.. tempat sembang2, tempat browsing internet and bla bla bla.. bilik adik aku jadi sasaran dorang untuk main games, either cards or computer games. jerit2 n lompat2... ihiks</p>
<p>On Saturday di sebabkan aku boring sangat.. dari pagi sampai tengahari ade je alasan yg buat aku tak bleh keluar rumah.. after zohor, aku, kak ila, ayong and little hidayah pi keluar. Aku drove kete kak ila, ke summit USJ. Thought nak carik racket untuk sukan baru lagi.. aku nak ajak kak ila and kwn2 tempat keje kak ila main squash.. Hmm racket tennis aku dah suh abang ipar aku kat NZ untuk carikkan.. insya allah by August aku akan ada racket tennis and squash... Syioknya... Tak sabar nak start main squash pulak.. Sambil tolak stroller hidayah.. aku, kak ila and ayong round satu summit, thought nak main bowling.. hmm penuh la pulakk.. carik punyer carik rupanya kat summit nih tak dak kedai peralatan sukan.. hmm i guess kat sunway piramid ada kot.. Penat berjalan.. kami lepak makan.. hidayah dah tertidur dalam strollernya... Lepas makan kami charlos balik. Kami reached home before 1830, sampai umah aku terus solat and joint anak buah aku yang lain browsing internet... sampai tengah malam...</p>
<p>Early sunday morning, aku woke up, solat and ke hall umah.. bila dah ramai orang dekat rumah, tv memang pagi2 dah terpasang... activity nak pack tapai yang mak buat untuk kahwin iwan akan bermula.. hehe aku awal2 dah bagitau mak yang aku wont be able to help.. (ee ngada2) dengan alasan anak buah aku ramai boleh tolong.. (ihiks.. malas).. aku nak pi gym pagi ahad nih.. untuk ambik hati mak.. aku sediakan breakfast dengan membancuh tiga diff type of drinks. hehehe.. while mak started with frying fried meehoon.. lepas aku siapkan breakfast, aku ironed baju abah n mak untuk wedding iwan tenghari tuh. Aku ironed skali baju aku.. hmm takut tak sempat nanti. Settled, aku mandi and keluar rumah tuju ke arah subang jaya..</p>
<p>Dekat gym.. routine aku bermula.. start with green tean or fruit tea, plain.. Best sambil belek paper..  habis secawan.. aku start exercise.. hmm habis first session aku stop for another warm tea. pastu continue lagi.. kul 1210 baru aku naik mandi and bersihkan diri.. mandi tak ingat dunia.. about 1250 aku dah masuk kereta, memandu untuk balik rumah. Speeding tak henggat.. aku sampai after12 minutes, tukar ke baju kurung light green, berlabuci.. 12.10 aku turun ke kereta balik.. memandu pi rumah paksu.. Rumah orang kahwin la.. just few rows dari umah aku.. ahaks..</p>
<p>Meriah cousin aku kahwin.. he is younger than me by ayear.. wife dia muda giler. 19 years old.. lagi muda dari fatihah, adik aku... 21. tapi kalau tengok muka fatihah dengan wife iwan.. muka adik aku lagi macam budak2.. hmm budak2 yang tak cukup umur untuk kahwin.. muahahah.. whateverrr..</p>
<p>Semoga berbahagia Iwan Kodok.. muahahahh. melekat gelaran kodok nih utk ko wan..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hasil penelitian dan ketakutan]]></title>
<link>http://cezhar.wordpress.com/?p=55</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 00:42:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cesar Ya</dc:creator>
<guid>http://cezhar.wordpress.com/?p=55</guid>
<description><![CDATA[HARI GINI MASIH PERCAYA SETAN !!! CAPEK DEH… .Percaya deh setan dan hantu itu gak ada.yang ada han]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">HARI GINI MASIH PERCAYA SETAN !!! CAPEK DEH… .Percaya deh setan dan hantu itu gak ada.yang ada hanya halusinasi kalian saja.ini merupakan pengalaman pribadi.dari kemaren saya sebagai orang yang rajin tidur ampe midnight itu selalu diliputi rasa ketakutan ampe gak berani ke kamar mandi (tahan aja) sambil nonton TV.dari arah kanan saya ada yang liatin, terus pas dilihat ternyata hanya sosok bayangan lampu dan anehnya lampunya bergerak.lalu ketika ingin menggembok gerbang (pada waktu itu sekitar pukul 00.33).saya melihat beberapa penampakan :</p>
<p class="MsoNormal">Sosok seperti Jelangkung (padahal tanaman hias)</p>
<p class="MsoNormal">Sosok seperti pocong (padahal bayangan lampu jalanan)</p>
<p class="MsoNormal">Sosok seperti alien (lampu motor yang lewat)</p>
<p class="MsoNormal">Sosok seperti hantu hitam (bayangan gw sendiri)</p>
<p class="MsoNormal">Sosok seperti hantu berjubah putih (bias lampu depan)</p>
<p class="MsoNormal">Lalu ada suara ting tiriting …ting…ting… (ternyata suara lampu gantung hias kena angin)</p>
<p class="MsoNormal">Lalu suara kreek…kreek (ternyata suara kodok)</p>
<p class="MsoNormal">Ketakutan saya yang luar biasa sampai ke ubun – ubun kepala.apalagi ditambah dengan film The Descent (seram sekali)</p>
<p class="MsoNormal">Lalu saya membaca artikel mengenai ketakutan terhadap hantu yang ditulis oleh American Institute.mereka melakukan riset yang akhirnya terbukti bahwa orang Asia lebih takut kepada hantu yang belum jelas kebenarannya dan bandingkan dengan kebanyakan Orang Amerika dan Eropa yang penasaran dan berani meendekati kenampakan mistis tersebut.dan di riset itu juga mengatakan bahwa ketakutan mereka itu timbul dari mereka sendiri.bukan dari keadaan disekitar yang berubah.</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://uneg2fibie.blogsome.com/images/thumb-hantu55.jpg" border="0" alt="" width="164" height="126" align="right" /></p>
<p class="MsoNormal">Ketika saya membaca itu saya menjadi lega.tapi tetap aja takut hihihi…!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://uangpanas.com/?id=cesarmy_one"><img class="aligncenter" src="http://img178.imageshack.us/img178/6348/logo468x60vi3.jpg" border="0" alt="info lowongan kerja terbaru - kerja di rumah" width="468" height="60" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zero One Stories 00003: Zero One Story By Putri]]></title>
<link>http://johanfirdaus.wordpress.com/2008/04/11/zero-one-stories-00003-zero-one-story-by-putri/</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 14:30:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>lordcaocao2025</dc:creator>
<guid>http://johanfirdaus.wordpress.com/2008/04/11/zero-one-stories-00003-zero-one-story-by-putri/</guid>
<description><![CDATA[Artikel Pindah ke http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2008/04/zero-one-stories-00003-zero-one-story-by-p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel Pindah ke <a href="http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2008/04/zero-one-stories-00003-zero-one-story-by-putri/">http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2008/04/zero-one-stories-00003-zero-one-story-by-putri/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gorengan Ekstrim]]></title>
<link>http://harrywardana.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 10:33:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
<guid>http://harrywardana.wordpress.com/?p=38</guid>
<description><![CDATA[ Hayooo&#8230;. Tebak deh, ini apa&#8230;??!!
&#8220;Kuahnya nyemek-nyemek, panas-panas ditaburi dau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;margin-left:10px;margin-right:10px;" src="http://meok.detik.com/images/content/2008/04/10/482/KodokGoreng-content.jpg" alt="Kodok Goreng" width="280" height="250" /> Hayooo.... Tebak deh, ini apa...??!!</p>
<p><em>"Kuahnya nyemek-nyemek, panas-panas ditaburi daun seledri cincang dan bawang putih goreng. Walah, gurih-gurih manis rasanya! Pas enaknya saat dimakan dengan nasi hangat. Sambil menyusuri daging dari bagian badannya yang tipis."</em></p>
<p>Gw baca artikel ini langsung ngebayangin gimana tuh koki bikinnya.. Karena ini adalah <strong>KODOK GORENG</strong> !!! Jijik gk lo?! Weits, tunggu dulu.. Masih ada lanjutannya..</p>
<p><em>"Bagian paha merupakan target utama untuk mengkonsumsi daging kodok. Daging bagian paha ini empuk lembut. Versi lain olahan paha kodok adalah <span style="text-decoration:underline;">kodok goreng saus mentega</span></em><em>. Cara mengolahnya ada yang digoreng kering, ada yang dibalut tepung, ada juga yang dibalut adonan tepung lalu diberi saus mentega. Soal kerenyahan tergantung selera. Tiap koki dan restoran punya gaya sendiri."</em></p>
<p>Lo baca gk tuh tulisan yang gw garis bawahin?! Kodok Goreng Saus Mentega.. Sadis.. Sekalian aja Kodok Bakar Rica-Rica, Kodok Balado, Kodok Saus Tiram, Kodok Pop, dst.. Hakhakhak!! Eh, ada lanjutannya lagi..</p>
<p><em>"Sasaran lain yang tak kalah enak ya <span style="text-decoration:underline;">lidah</span> dan <span style="text-decoration:underline;">telur kodok</span>. Kalau lidah kodok yang <span style="text-decoration:underline;">mungil</span> dan <span style="text-decoration:underline;">pandai</span> <span style="text-decoration:underline;">menyanyi</span> enak dibuat campuran swike. Rasanya kenyal gurih. Sedangkan telurnya yang kehitaman paling enak dibuat <span style="text-decoration:underline;">pepes</span>. Nah, tinggal pilih, mana yang paling disuka. <span style="text-decoration:underline;"><em>Kuok...kuok...</em>!!!</span>"</em></p>
<p>Hehehe.. Lo yang muslim pasti langsung jijay bacanya.. Huahahaha.. Ya iyalah, kodok kan hidup di dua alam, jadi gk boleh gw makan.. Lagian juga mana gw mw disuruh makan kodok!!! Gila kali ya.. Pake ada <em>"<span style="text-decoration:underline;"><em>Kuok...kuok...</em>!!!</span>" </em>segala lagi.. Gk penting.. Bagi yang boleh makan kodok, silahkan dicoba! Gw gk deh..<em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pamer : Episode 1]]></title>
<link>http://takodokbercerita.wordpress.com/?p=115</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:26:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>takochan</dc:creator>
<guid>http://takodokbercerita.wordpress.com/?p=115</guid>
<description><![CDATA[Peringatan dan perhatian :

Narsis, gak penting, tapi suka-suka saya dong  
Orang dengan phobia terh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>Peringatan dan perhatian :</b></p>
<ul>
<li>Narsis, gak penting, tapi suka-suka saya dong :P</li>
<li>Orang dengan phobia terhadap froggy harap berhati-hati</li>
</ul>
<p><!--moreOk? Klik!-->Saya mau pamer dolo</p>
<p><a href="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/trio.jpg" title="trio.jpg"><img src="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/trio.jpg" alt="trio.jpg" height="259" width="320" /></a></p>
<p>trus ada juga yang ini :</p>
<p><a href="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/kodok.jpg" title="kodok.jpg"><img src="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/kodok.jpg" alt="kodok.jpg" height="242" width="318" /></a></p>
<p>Kalo diliat satu-satu, bgini jadinya :</p>
<p><a href="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/first.jpg" title="first.jpg"><img src="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/first.jpg" alt="first.jpg" height="245" width="324" /></a></p>
<p>juga ini :</p>
<p><a href="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/of.jpg" title="of.jpg"><img src="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/of.jpg" alt="of.jpg" height="245" width="325" /></a></p>
<p>Apalagi yang ini :</p>
<p><a href="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/bdg.jpg" title="bdg.jpg"><img src="http://takodokbercerita.wordpress.com/files/2008/03/bdg.jpg" alt="bdg.jpg" height="243" width="322" /></a></p>
<p>Eh, kok ada yang ikutan nyengir ya :lol:</p>
<p>Ahaha, cuma mau pamer sebagian dari hasil <strike>jarahan</strike> perburuan saya tiga minggu lalu. Sebagian besar malah ditemukan oleh teman-teman, jadi bukan cuma saya sendiri yang heboh liat makhluk lucu ini :lol:</p>
<p>Oh ya, sempat ditanya begini, "Kalo sama (kodok) yang aslinya suka gak?"</p>
<p>Jawaban saya,</p>
<p>"<b>Kalo mirip mas nunu'</b>, suka banget dong!" :lol:</p>
<p>Intinya? Simpulkan sendiri lah ;)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kodok Import]]></title>
<link>http://planetanimals.wordpress.com/2008/03/17/kodok-import/</link>
<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 12:32:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>planetanimals</dc:creator>
<guid>http://planetanimals.wordpress.com/2008/03/17/kodok-import/</guid>
<description><![CDATA[
The frog is an amphibian in the order Anura (meaning &#8220;tail-less&#8221;, from Greek an-, witho]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rareanimals.cn/parking.php4?ses=dGFzaz1zZWFyY2gmZG9tYWluPXJhcmVhbmltYWxzLmNuJnRyYWNrcXVlcnk9MSZzPWJlMzg2MDNkMDA5NmNhODBhZDE1JmFfaWQ9MSZsYW5ndWFnZT1lbiZwZ3Q9cHBrUkJGRDZqcmNLRXdqdjA5MjZvNC1TQWhVZGFWNEtIUko1S3k0UUFoZ0FJQUF3OUw2bkF6Z05VUFMtcHdNJmFncz1YQS03VFhnWF9iY0tFd2p2MDkyNm80LVNBaFVkYVY0S0hSSjVLeTRRQWhnRElBQXc5TDZuQXpnTlVQUy1wd00mcHh5X3Q9MjU0JnN0YXJ0PTEmYWRkX2M9OGJiZjFhYmZhZGUwZTVmNGY0MWM1M2E4N2VhZGM1NGM%3D&#38;x=0&#38;y=0&#38;keyword=frog" target="_blank"><img src="http://i217.photobucket.com/albums/cc50/justizzentrum/animals/FROG.jpg" alt="Photobucket" border="0" height="168" width="407" /></a><br />
The frog is an amphibian in the order Anura (meaning "tail-less", from Greek an-, without + oura, tail), formerly referred to as Salientia.<br />
<a href="http://rareanimals.cn/parking.php4?ses=dGFzaz1zZWFyY2gmZG9tYWluPXJhcmVhbmltYWxzLmNuJnRyYWNrcXVlcnk9MSZzPWJlMzg2MDNkMDA5NmNhODBhZDE1JmFfaWQ9MSZsYW5ndWFnZT1lbiZwZ3Q9cHBrUkJGRDZqcmNLRXdqdjA5MjZvNC1TQWhVZGFWNEtIUko1S3k0UUFoZ0FJQUF3OUw2bkF6Z05VUFMtcHdNJmFncz1YQS03VFhnWF9iY0tFd2p2MDkyNm80LVNBaFVkYVY0S0hSSjVLeTRRQWhnRElBQXc5TDZuQXpnTlVQUy1wd00mcHh5X3Q9MjU0JnN0YXJ0PTEmYWRkX2M9OGJiZjFhYmZhZGUwZTVmNGY0MWM1M2E4N2VhZGM1NGM%3D&#38;x=0&#38;y=0&#38;keyword=frog">Frogy Frog</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://kickdefellow.wordpress.com/2008/02/27/64/</link>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 07:06:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>kickdefellow</dc:creator>
<guid>http://kickdefellow.wordpress.com/2008/02/27/64/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kickdefellow.wordpress.com/files/2008/02/poster.jpg" title="First amphibian to join politics"><img src="http://kickdefellow.wordpress.com/files/2008/02/poster.jpg" alt="First amphibian to join politics" height="253" width="512" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Ancient "devil frog" may have eaten baby dinosaurs]]></title>
<link>http://4kitsuki.wordpress.com/?p=50</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 11:10:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>4kitsuki</dc:creator>
<guid>http://4kitsuki.wordpress.com/?p=50</guid>
<description><![CDATA[
mbah kodok dibandingkan sama &#8220;cucu&#8221;nya dan sebuah pensil
Pas iseng bukak-bukak internet]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><img src="http://d.yimg.com/us.yimg.com/p/ap/20080218/capt.0923fd6abc0347209360eb40621fd677.giant_frog_wx113.jpg?x=180&#38;y=127&#38;q=85&#38;sig=2Q0Z0HnIScM7mLB5kOOmMA--" /></div>
<div style="text-align:center;"><font size="1">mbah kodok dibandingkan sama "cucu"nya dan sebuah pensil</font></div>
<p align="left">Pas iseng bukak-bukak internet, aku nemu artikel yang bagus di <a href="http://news.yahoo.com/s/nm/20080218/sc_nm/frog_devil_dc">yahoo </a>. Tentang pe nemuan fosil kodok purba ( mbah kodok :) ) yang ukurannya tidak bisa dibandingkan dengan kodok modern. Dengan ukuran 16 inci dan berat 4,5 kg, katanya kodok ini bisa makan bayi dinosaurus (katanya para ahli sih...). Tapi kalo bener ya serem.. kodok kok gede banget... :)</p>
<p><!--more--></p>
<p>Artikel asli -  taken from yahoo</p>
<p>By Will Dunham Mon Feb 18, 5:03 PM ET</p>
<p>WASHINGTON (Reuters) - It was the biggest, baddest, meanest froggy ever to have hopped on Earth.</p>
<p>Scientists on Monday announced the discovery in northwestern Madagascar of a bulky amphibian dubbed the "devil frog" that</p>
<p>lived 65 million to 70 million years ago and was so nasty it may have eaten newborn dinosaurs.</p>
<p>This brute was larger than any frog living today and may be the biggest frog ever to have existed, according to</p>
<p>paleontologist David Krause of Stony Brook University in Stony Brook, New York, one of the scientists who found the remains.</p>
<p>Its name, Beelzebufo ampinga, came from Beelzebub, the Greek for devil, and bufo -- Latin for toad. Ampinga means "shield,"</p>
<p>named for an armor-like part of its anatomy.</p>
<p>Beelzebufo (pronounced bee-el-zeh-BOOF-oh) was 16 inches</p>
<p>long and weighed an estimated 10 pounds (4.5 kg).</p>
<p>It was powerfully built and possessed a very wide mouth and powerful jaws. It probably didn't dine daintily.</p>
<p>"It's not outside the realm of possibility that Beelzebufo took down lizards and mammals and smaller frogs, and even --</p>
<p>considering its size -- possibly hatchling dinosaurs," Krause said in a telephone interview.</p>
<p>"It would have been quite mean," added paleontologist Susan Evans of University College London, another of the scientists.</p>
<p>Their findings were published in the journal Proceedings of the National Academy of Sciences.</p>
<p>Even though it lived far away, Beelzebufo appears to be closely related to a group of frogs that live today in South America,</p>
<p>the scientists said. They are nicknamed "Pac-Man" frogs due to their huge mouths. Some have little horns on their heads, and</p>
<p>the scientists think Beelzebufo also may have had horns -- a fitting touch for the "devil frog."</p>
<p>Beelzebufo was bigger than any of its South American kin or any other living frog -- "as if it was on steroids," Krause said.</p>
<p>The largest one today is the goliath frog of West Africa, up to 12.5 inches long and 7.2 pounds (3.3 kg).</p>
<p>The presence of Beelzebufo in Madagascar and its modern relatives in South America is the latest sign a long-lost land bridge</p>
<p>once may have linked Madagascar to Antarctica -- much warmer then -- and South America, the scientists said.</p>
<p>That would have let animals move overland among those land masses. Fossils have been found of other animals in Madagascar</p>
<p>from Beelzebufo's time similar to South American ones.</p>
<p>KING OF FROGS</p>
<p>The first frogs appeared about 180 million years ago, and their basic body plan has remained unchanged. Beelzebufo lived</p>
<p>during the Cretaceous Period at the end of the age of dinosaurs, which went extinct along with many other types of animals 65</p>
<p>million years ago when a huge space rock clobbered Earth.</p>
<p>Beelzebufo did not live an aquatic lifestyle, hopping among lily pads, the scientists said. Instead, it lived in a semi-arid</p>
<p>environment and may have hunted like its modern-day relatives, which camouflage themselves and jump out at prey.</p>
<p>Its first fragmentary fossils were found in 1993, and the scientists have since assembled enough fragments to piece its</p>
<p>remains together like a jigsaw puzzle, Krause said.</p>
<p>While it was the king of frogs, Beelzebufo is not the largest amphibian ever to have lived. Many reached truly astounding</p>
<p>dimensions, such as the crocodile-like Prionosuchus that grew to an estimated 30 feet during the Permian Period, which ended</p>
<p>about 250 million years ago.</p>
<p>(Editing by Peter Cooney)</p>
<p>-----------------------------------------------------------------------------------------</p>
<p>Hohoho... bayangkan kalo kodok tersebut hidup dijaman sekarang... ???<br />
TERRIBLE....!!!! :) makan apa aja ya..???</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Berlaku Hukum Rimba di Jalan Raya?]]></title>
<link>http://bumisegoro.wordpress.com/?p=180</link>
<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 07:49:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>bumisegoro</dc:creator>
<guid>http://bumisegoro.wordpress.com/?p=180</guid>
<description><![CDATA[Harian Kompas pernah menuliskan artikel tentang Hukum Rimba di Jalan Raya Jakarta yang dapat disimak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Harian Kompas pernah menuliskan artikel tentang Hukum Rimba di Jalan Raya Jakarta yang dapat disimak di <a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0408/04/metro/1179945.htm" title="hukum rimba di jalan raya jakarta" target="_blank">sini</a>. Lepas dari artikel tersebut, banyak pendapat dapat dikemukakan, mulai dari arogansi pejabat tinggi di jalan raya, etika pengguna jalan raya, tidak efektifnya (penempatan) marka jalan raya, penegakan hukum (<i>law enforcement</i>), dan seterusnya. Beragam wacana sudah lama menyeruak, meski sampai sekarang kondisi yang ada tidak lebih baik dari sebelumnya, bahkan ada indikasi makin buruk. Apa pasal?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Salah seorang teman mengatakan pokok pangkal berlakunya hukum rimba di jalan raya adalah jenis penghuninya yang memang makhluk rimba. Saya yang serius <i>dengerin</i> minta penjelasan atas statemen yang rada sarkas tersebut. Yang bersangkutan dengan enteng mengatakan, coba siapa penghuni jalan raya? Bukankah mereka adalah para Bebek (sepeda motor), Tiger (sepeda motor), Kijang (mobil), Kuda (mobil), Jaguar (mobil), Kancil (bajaj), Kodok (mobil VW), Panther (mobil), Zebra (mobil Daihatsu)?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">gubrak!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 Sahabat]]></title>
<link>http://mbahsangkil.wordpress.com/2008/01/27/3-sahabat/</link>
<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 00:54:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>saya</dc:creator>
<guid>http://mbahsangkil.wordpress.com/2008/01/27/3-sahabat/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://static.stripgenerator.com/generated/mbahsangkil/strip/2008/01/26/3-sahabat.png" height="350" width="769" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Samakah katak dengan kodok?]]></title>
<link>http://sains.wordpress.com/2008/01/16/samakah-katak-dengan-kodok/</link>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 13:43:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>adi.nugroho</dc:creator>
<guid>http://sains.wordpress.com/2008/01/16/samakah-katak-dengan-kodok/</guid>
<description><![CDATA[Ketika berjalan di persawahan dan menjumpai hewan kecil yang melompat-lompat, sebagian orang menamak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika berjalan di persawahan dan menjumpai hewan kecil yang melompat-lompat, sebagian orang menamakan hewan itu sebagai "katak". Sebagian lainnya menyebutnya sebagai "kodok". Bahkan ada yang menganggap "kodok" adalah istilah bahasa daerah (Jawa), sedangkan "katak" adalah istilah resmi dalam bahasa Indonesia. Dan kenyataannya, banyak orang yang menganggap katak sama dengan kodok. Katak adalah kodok. Kodok adalah katak.</p>
<p>Benarkah anggapan tersebut?</p>
<p>Katak memang sangat mirip dengan kodok. Karena punya banyak kesamaan, saintis pun memasukkan keduanya ke dalam keluarga besar <i>Anura</i> (amfibi tak berekor).</p>
<p>Meski mirip, katak dan kodok adalah dua jenis hewan yang berbeda.</p>
<p>Bila memang keduanya berbeda, bagaimana kita membedakan katak dengan kodok? Apa ciri umum yang membedakan keduanya?</p>
<p>Ssstt, ini dia rahasia untuk mengenalinya ...</p>
<p>Ciri umum katak (<i>frog</i>):</p>
<ul>
<li>tubuh langsing</li>
<li>kulit basah (lembab), tipis, dan halus</li>
<li>kaki panjang, sehingga dapat membuat lompatan yang jauh</li>
</ul>
<div style="text-align:center;"><img src="http://sains.wordpress.com/files/2008/01/080117-katak.jpg" alt="Katak" /></div>
<p>Contoh katak: Rana esculenta, Rana tigrina.</p>
<p>Ciri umum kodok/bangkong (<i>toad</i>):</p>
<ul>
<li>tubuh lebar (besar)</li>
<li>kulit kering, tebal, dan kasar</li>
<li>kaki relatif pendek yang menjadikan lompatannya hanya berjarak pendek</li>
</ul>
<div style="text-align:center;"><img src="http://sains.wordpress.com/files/2008/01/080117-kodok.jpg" alt="Kodok" /></div>
<p>Contoh kodok: Bufo americanus, Bufo marinus.</p>
<p>Jadi, katak berbeda dengan kodok...</p>
<p>---</p>
<p><img src="http://sains.files.wordpress.com/2007/12/artikel-hewan.png" alt="artikel hewan" /></p>
<ul>
<li> Adi Nugroho @ sains</li>
<li>Foto katak oleh <a href="http://www.flickr.com/people/jeffclow/" title="jeffclow" target="_blank">jeffclow</a></li>
<li>Foto kodok oleh <a href="http://www.flickr.com/people/marc50/" title="marc50" target="_blank">marc50</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Oui suka bergaya]]></title>
<link>http://sains.wordpress.com/2008/01/12/oui-suka-bergaya/</link>
<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 13:22:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>adi.nugroho</dc:creator>
<guid>http://sains.wordpress.com/2008/01/12/oui-suka-bergaya/</guid>
<description><![CDATA[Entah apa yang ada di benak Oui. Ia sangat suka mainan anak-anak. Bahkan ia senang difoto dan bergay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Entah apa yang ada di benak Oui. Ia sangat suka mainan anak-anak. Bahkan ia senang difoto dan bergaya ala model atau peragawati.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://sains.wordpress.com/files/2008/01/080112-oui1.jpg" alt="080112-oui1.jpg" /></div>
<p>Lihat saja gayanya di sepeda motor mainan itu...</p>
<p>Oya, jangan tanya di mana ia belajar bergaya. Karena ia tentu hanya akan menjawab, ``Kwoook!!''</p>
<p>---</p>
<p><img src="http://sains.files.wordpress.com/2007/12/artikel-unik.png" alt="artikel unik" /></p>
<ul>
<li>REUTERS/Sukree Sukplang (THAILAND)</li>
<li>Tengok juga:
<ul>
<li><a href="http://sains.wordpress.com/2007/08/24/anjing-imut-dengan-bulu-berpola-hati/">Anjing imut dengan bulu berpola hati</a></li>
<li><a href="http://sains.wordpress.com/2007/11/06/satwa-berumur-405-tahun/">Satwa berumur 405 tahun</a></li>
<li><a href="http://sains.wordpress.com/2007/12/01/kucing-bermata-aneh/">Kucing bermata aneh</a></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><a href="http://sains.wordpress.com/2007/11/06/satwa-berumur-405-tahun/"></a></p>
<ul></ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satria Baja hitam VS Kodok]]></title>
<link>http://jagoancengeng.wordpress.com/2008/01/12/satria-baja-hitam-vs-kodok/</link>
<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 06:20:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>jagoancengeng</dc:creator>
<guid>http://jagoancengeng.wordpress.com/2008/01/12/satria-baja-hitam-vs-kodok/</guid>
<description><![CDATA[Dulu waktu gue masih kecil , sebelum tidur biasnya mama (*alah biasa manggil emak aja juga ) kadang-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_UjSagQMUUig/RgH3z7BEftI/AAAAAAAAAAM/T4o1wtoffb0/s1600-h/1146621208_sleepclinicjakarta.jpg"><img src="http://bp2.blogger.com/_UjSagQMUUig/RgH3z7BEftI/AAAAAAAAAAM/T4o1wtoffb0/s320/1146621208_sleepclinicjakarta.jpg" style="float:left;cursor:pointer;width:244px;height:182px;margin:0 10px 10px 0;" border="0" /></a>Dulu waktu gue masih kecil , sebelum tidur biasnya mama (*alah biasa manggil emak aja juga ) kadang-kadang nyeritain dongeng buat gue, emh salah satunya "si kancil mencuri laptop"</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">"lah kok mencuri laptop sih , bukannya mencuri ketimun"<br />
kata gue pas lagi nanyain ama nyokap gue tentang judulnya yang aneh.<br />
" kancil jaman sekarang udah ga doyan ketimun, kancil sekarang mah doyannya chating ama browsing apalagi ke playboy.com " jawab nyokap gue.<br />
"ah masa sih mah , kancil doyan nya chating ma browsing.." tanya gue lagi<br />
"yee...ga percaya nih anak di bilanginnya.., klo dlu waktu jamannya angling darma emang kancil doyannya ketimun, tapi sekarang jamannya 'kuda gigit x-bo<a href="http://bp1.blogger.com/_UjSagQMUUig/RgIFhbBEfuI/AAAAAAAAAAU/RCp1iBDLHYU/s1600-h/normal_Satria+Baja+Tiger.JPG"><img src="http://bp1.blogger.com/_UjSagQMUUig/RgIFhbBEfuI/AAAAAAAAAAU/RCp1iBDLHYU/s320/normal_Satria+Baja+Tiger.JPG" style="float:right;cursor:pointer;width:173px;height:272px;margin:0 0 10px 10px;" border="0" /></a>x' kancil doyannya  chating  ma browsing"</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">waktu itu gua yang masih lugu dan imut percaya aja ama nyokap gue, lagian siapa peduli ama tuh kancil doyan apa kek ..tuwing......:P.<br />
Tapi ada satu cerita yang sampe sekarang gue masih inget banget , waktu itu nyokap cerita tentang "sang kodok yang ingin jadi satria baja hitam" , emhh...kenapa sih mesti satria baja hitam....yah karena waktu itu satria baja hitam lagi naek daun, ehh..tapi ....emangnya satria naek daun bukannya naek belalang tempur.....:D Mc.D ( makin cape deh....).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">cerita nya begini dulu ada kodok punya anak namanya kodak...( emang sih namanya kaya merk film..tapi ga apa - apa yah buat ngebedain mana kodok {ibunya kodak} mana kodak {anaknya kodok} bingung kan ..sama..) nah si kodok punya tetangga namanya satri baja hitam , waktu itu sih si kodok tetanggaan baek ama satria baja hitam .anaknya satria baja hitam namanya satria baja karatan sering banget maen ama si kodak, waktu itu baja karatan sering banget ngatain si kodak , katanya " ah payah ortu lu ga bisa gede kaya ortu gue " dan kodak pun ngadu ama kodok.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kontan aja si kodok jadi emosi .." uh sialan tuh si baja karatan enak aja ngatain gue ga bisa gede kaya ortunya dia , entar liatain aja gue buktiin "</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_UjSagQMUUig/RgIGqrBEfvI/AAAAAAAAAAc/razo_ky5J-A/s1600-h/frog.jpg"><img src="http://bp2.blogger.com/_UjSagQMUUig/RgIGqrBEfvI/AAAAAAAAAAc/razo_ky5J-A/s320/frog.jpg" style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" border="0" /></a>Akhirnya kodok latihan dan sengaja di depan rumah nya di bikin sasana buat latihan ngegedein badan , segala cara dia tempuh mulai dari makan yang banyak sampe latihan pernapasan , emang sih sedikitnay berpengaruh tuh badan si kodok tapi doi belom puas juga dan masih aja ngegedein badannya, sampe suatu saat satria baja hitam dan anaknya si satria baja karatan lewat di depan rumahnya si kodok dan melihat kodok latihan dengan giat .<br />
" eh pak kodok lagi ngapain ? " tanya satria baja hitam.<br />
"lagi masak .."<br />
" lah kok lagi masak angkat-angkat barbel kaya gitu, pak kodok lagi fitnes yah "<br />
" uhhh..udah tau nanya " jawab sang kodok dengan amarah yang sudah memuncak persis lumpur panas di lapindo.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">karena di liatin ama satria baja hitam dan anaknya pak kodok makin giat aja, di gembung-gembunginnya perutnya sampe membesar, karena ingin keliatan lebih besar lagi menyamai ukuran satria baja hitam akhirnya kodok pun menggembungkan perutnya lagi , makin lama makin besar perut pak kodok, tapi sepertinya belom bisa menyamai ukuran badan pak satria baja hitam.<br />
Akhrinya tragedi pun terjadi , saat pak kodok menggembungkan perunya tiba-tiba aja perut pak kodok pecah berkeping-keping.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">pak satria baja hitam yang ngeliatin langsung aja ngeloyor,soalnya di negrinya pak baja hitam klo jadi saksi suka di persulit. gue ga tau nasibnay si kodak, soalnya terusan ceritanya gue ga denger, ga nyadar gue udah tidur dan ngiler....towew......</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><span style="font-style:italic;">Thnks TO Mom yg udah nyeritain cerita waktu kecil</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Humor Dewasa: Kisah Petualangan si Ebong]]></title>
<link>http://humor17tahun.wordpress.com/2007/11/27/humor-dewasa-kisah-petualangan-si-ebong/</link>
<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 03:13:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>humor17tahun</dc:creator>
<guid>http://humor17tahun.wordpress.com/2007/11/27/humor-dewasa-kisah-petualangan-si-ebong/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari seekor kecebong berenang jauh, padahal ia sudah dipesan sama emak kodok agar tidak pergi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><font face="Courier New">Suatu hari seekor kecebong berenang jauh, padahal ia sudah dipesan sama emak kodok agar tidak pergi jauh dari sarang. rupanya si kecebong ini tanpa sengaja masuk ke "anunya" perempuan yang waktu itu sedang mandi di sungai yang kebetulan perempuan itu adalah pengantin baru.</font></p>
<p align="left"><font face="Courier New">setelah menghilang satu malam pada keesokan harinya si kecebong pun kembali ke sarang dan menceritakan pengalamannya.<!--more--></font></p>
<p align="left"><font face="Courier New">"begini mak kemarin ebong kan main agak jauhan pas waktu mau pulang eh ebong ngelihat ada gua, terus ebong masuk, eh ebong ketiduran mak ... nah setelah lama waktu ebong bangun mau keluar eh di pintunya ada ular mak, kepalanya keluar masuk .. ebong kekanan dia ikut kekanan, ebong ke kiri dia ikut ke kiri, ebong mundur dia mundur, ebong maju dia maju ... pokoknya terus begitu ... nah ebong kan marah mak ... terus ebong tantangin dia hai ular kalau berani ayo maju sini .... eh mak .. ebong malah diludahin berkali-kali sampai pada lengket badan ebong" cerita si ebong.</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kodok Saos Mentega]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/09/15/kodok-saos-mentega/</link>
<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 08:11:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/09/15/kodok-saos-mentega/</guid>
<description><![CDATA[Bahan:
1 kg kodok sawah
2 sdm kecap asin
minyak secukupnya
3 sdm mentega
5 sdm kecap manis
1 sdm gul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Bahan:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 kg kodok sawah</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">2 sdm kecap asin</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">minyak secukupnya</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">3 sdm mentega</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">5 sdm kecap manis</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 sdm gula pasir</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 sdm saos tomat</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">3 sdm kecap Inggris</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">½ sdt merica</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 buah jeruk nipis</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Cara Membuat:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Cuci bersih kodok dengan sedikit garam supaya tidak amis. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Bubuhi kodok dengan 2 sdm kecap asin.  Aduk rata.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Panaskan minyak goreng secukupnya dengan api sedang.  Goreng kodok hingga matang.  Angkat, tiriskan dan sisihkan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Siapkan wajan bersih kemudian panaskan 3 sdm mentega dengan api sedang.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Masukkan gorengan kodok kemudian bubuhi dengan gula pasir, saos tomat, kecap Inggris, merica dan kecap manis.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Angkat ketika saos menjadi agak kental.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Hidangkan dengan irisan jeruk nipis.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Untuk 6-8 orang.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kodok Batu Cah Sayur Asin]]></title>
<link>http://cuek.wordpress.com/2007/09/15/kodok-batu-cah-sayur-asin/</link>
<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 08:10:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>cuek</dc:creator>
<guid>http://cuek.wordpress.com/2007/09/15/kodok-batu-cah-sayur-asin/</guid>
<description><![CDATA[Bahan:
10 ekor kodok batu, cuci bersih
3 sdm minyak
5 siung bawang putih, cincang kasar
1 batang sel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Bahan:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">10 ekor kodok batu, cuci bersih</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">3 sdm minyak</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">5 siung bawang putih, cincang kasar</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 batang seledri, iris tipis</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">2 buah cabai merah, iris diagonal</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 potong jahe, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 ikat sayur asin, potong</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">½ sdt garam</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">2 sdm kecap ikan</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 sdt gula</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 sdm Ang Ciao (ketan merah)</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">½ sdt merica</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">1 sdt sagu dilarutkan dalam 200 cc air</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Cara Membuat:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Tumis bawang putih hingga berwarna kekuningan.  Kemudian masukkan cabai merah, jahe dan daun seledri.  Tumis lagi sebentar.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Masukkan kodok dan goreng hingga setengah matang.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Lalu masukkan potongan sayur asin.   Aduk merata.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Terakhir masukkan semua sisa bumbu dan aduk hingga matang dan air menjadi mengental.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Angkat dan siap dihidangkan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:black;">Untuk 3-4 orang.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kulit Kodok Untuk Campuran Narkoba]]></title>
<link>http://mimbarsaputro.wordpress.com/2006/03/19/kulit-kodok-untuk-campuran-narkoba/</link>
<pubDate>Sun, 19 Mar 2006 01:40:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mimbar SAPUTRO</dc:creator>
<guid>http://mimbarsaputro.wordpress.com/2006/03/19/kulit-kodok-untuk-campuran-narkoba/</guid>
<description><![CDATA[Date: Thu Sep 29, 2005 12:09 pm
Pernah saya menuliskan kabar dari Australia bagaimana seekor buaya l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Date: Thu Sep 29, 2005 12:09 pm</p>
<p>Pernah saya menuliskan kabar dari Australia bagaimana seekor buaya laut yang lantaran kelaparan atau bisa jadi katarak jadi salah makan menelan seekor kodok buduk, sampai binatang menakutkan sepanjang 3,5 meter ini tewas akibat racun sang kodok. Lalu dikesempatan lain berita mengenai trend menghisap uap bensin dikalangan junkies Aborigin yang juga berakhir dengan tewasnya beberapa anak-anak dibawah usia 15 tahun. Sampai-sampai menurut “chinese whisper” alias rumor, akan dicari formula bensin yang anti mabuk.</p>
<p>Polisi Australia yang melakukan investigasi lanjut terhadap penyalahgunaan bensin belakangan ini dikejutkan oleh penemuan bahwa para junkies muda sudah melakukan improvisasi dengan menghisap lintingan kulit kodok_buduk yang telah dikeringkan. Ingatan saya kembali ke Yogya dimasa mekarnya penyair burung merak WS Rendra, beberapa pengikutnya menggunakan jamur dari kotoran sapi untuk mencapai titik kulminasi halusinasi. Jamur yang paling bagus waktu itu produksi tahi sapi dari Parang Tritis.</p>
<p>Kodok buduk, memiliki kelenjar racun dibalik kulitnya. Beberapa jenis katak ini dalam keadan terpojok bisa melontarkan ludah penuh racun mematikan atau kalau dipegang tangan telanjang, racun dari sekresinya juga tidak main-main. Para suku anak dalam di Indonesia, bahkan orang Indian menggunakan racun kodok ini yang dioleskan diujung tombak atau anak panah mereka untuk keperluan berburu.</p>
<p>“Tidak ada hubungan antara “serundeng” kodok dengan zat psikotropika, kalau gagal jantung akibat racun, itu sudah pasti,” kata para ahli kesehatan setempat. Seperti sengaja mementahkan teori dari buku tebal pak dokter, belum lama ini polisi menangkap pengemudi truk yang ugal-ugalandan aggressive di jalan raya ternyata ia mengaku baru mengonsumsi alkohol dan rokok ramuan kodok.</p>
<p>Kalau pengakuan supir sableng ini benar, maka ancaman terhadap generasi akan jenis psikotropika makin gencar dan murah. Siapa nyangka kodok yang sangat diemohi petani kecuali sebagai predator serangga, sekarang naik daun delak-delok memanggil hujan halusinasi. Mungkin pemandangan terutama didaerah persawahan dimana bangkai kodok kering terpanggang matahari dan terlindas ban kendaraan bakalan jarang terlihat, keburu disambar para junkies.</p>
<p>15130</p>
<div class="blogger-post-footer"></div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
