<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kimia &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kimia/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kimia"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 11:53:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pemurnian Minyak Atsiri Tingkatkan Nilai Ekonomis ]]></title>
<link>http://downtreeofrose.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 06:50:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>downtreeofrose</dc:creator>
<guid>http://downtreeofrose.id.wordpress.com/2008/10/05/pemurnian-minyak-atsiri-tingkatkan-nilai-ekonomis/</guid>
<description><![CDATA[LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan pemurnian minyak atsiri hingga menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan pemurnian minyak atsiri hingga menjadi kristal murni.Tujuannya untuk bisa meningkatkan harga jual minyak atsiri Indonesia.</p>
<p>Minyak atsiri dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), esensial, atau aromatik merupakan minyak nabati yang menjadi bahan dasar kosmetik atau parfum, obatobatan, dan bahan pangan seperti mentol. Indonesia kaya akan sumber daya alam penghasil minyak atsiri, di antaranya minyak cengkih, nilam, akar wangi, kenanga, serai wangi,kayu manis,lada,jahe,kayu putih, cendana, pala, dan gaharu.</p>
<p>Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi. Kepala Divisi Teknologi Proses dan Katalis Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Silvester Tursiloadi memaparkan, spesies tumbuhan penghasil minyak atsiri di Indonesia tercatat sebanyak 40 spesies dari 200 jenis spesies tanaman penghasil minyak atsiri di dunia.</p>
<p>Jumlah spesies di Indonesia diyakini merupakan jumlah tertinggi di dunia. ’’Baru sekitar 12 spesies yang tergali dan ada di pasaran dunia,” tuturnya kepada SINDO. Saat ini, Indonesia baru bisa menjual minyak atsiri dalam bentuk minyak mentah.Hal itu karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi yang digunakan para petani.</p>
<p>Biasanya, mereka mengekspor minyak atsiri mentah tersebut kepada pengusaha penampung di Singapura. Padahal, ujar Silvester,melihat potensi pasarnya di Eropa,dengan keanekaragaman bahan baku Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam bisnis minyak atsiri.</p>
<p>’’Selama ini, atsiri yang dihasilkan Indonesia dijual ke Singapura. Kami tidak tahu pengguna sesungguhnya atau end user-nya siapa, itulah yang ingin kami sasar.Hal itu agar petani bisa mendapatkan hasil yang lebih layak, sedangkan kita (Indonesia) sangat potensial di hulunya,”paparnya.</p>
<p>Pusat Penelitian Kimia LIPI pun sudah mencoba melakukan penelitian untuk memurnikan minyak atsiri yang berkualitas.Menurut Silvester, teknik pemurnian yang telah dikembangkan LIPI sejak 1997 sudah selesai tahap purifikasi hampir mencapai 100%, misalnya mengembangkan beberapa produk isolat dari minyak atsiri, seperti pemurnian minyak nilam dengan ekstraksi fluida karbondioksida (CO2) superkritis menghasilkan fraksi berat dengan yield patchoulli alcohol total mencapai 88,92%.</p>
<p>Selain itu, pemurnian minyak akar wangi menghasilkan total vetiverol kasar 51,82%.Pemurnian sitronelal dari minyak serai wangi sebesar 96,1% menggunakan distilasi fraksionasi. Pemurnian eugenol dari minyak cengkih sebesar 99% menggunakan distilasi fraksionasi, sedangkan pemurnian patchouli alcohol dari minyak nilam sebesar 92% menggunakan distilasi yang sama.</p>
<p>Bahkan, pengembangan menjadi kristal pun sudah mampu dilakukan. Untuk tahap pemurnian ini, teknik pengembangan yang dilakukan LIPI sudah hampir mencapai tahap final atau siap dikembangkan oleh sektor swasta. Namun, kini LIPI telah beralih pada pengembangan penelitian untuk turunan dari minyak atsiri.</p>
<p>’’Kalau biasanya yang dijual di Singapura patchouli alcohol-nya hanya sekitar 29–30%, sedangkan kita sudah mampu 80%.Memang kenyataannya, berapa pun kadar kemurniannya, Singapura akan tetap membeli dengan harga yang sama. Untuk itu, kita harus bisa menjualnya langsung ke end usernya agar mendapatkan harga yang layak,”ungkapnya.</p>
<p>Bahkan, saat ini pun mulai dikembangkan katalis pengolah minyak atsiri dengan teknologi nanokatalis.Kelebihannya,bentuk nano mempunyai luas permukaan yang besar dan sangat efektif karena efek dari pengolahan fisik katalis itu sangat memengaruhi reaksi kimia minyak atsiri.</p>
<p>’’Di sini, saya akan membuat eugenol dengan menggunakan proses katalistik. Saat ini dengan katalis aerogel diharapkan serat gel, ukuran kristalnya skala nano, dan mempunyai sifat keasaman yang tinggi melebihi asam sulfat yang murni,sampai minus 14–16 derajat. Jadi, tidak bisa terukur dengan PH meter dan dalam bentuk padat. Itu yang akan kami lakukan pada penelitian 2008,”paparnya.</p>
<p>Tentu pengembangan-pengembangan ini memang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama bisnis minyak atsiri. Tidak sebatas dimanfaatkan sebagai kosmetik,juga pengembangan m e n - jadi bahan dasar farmasi seperti kandungan eugenol dalam cengkih yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiseptik.Sementara itu kandungan serai, turunannya bisa menjadi mentol murni yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan.</p>
<p>’’Potensi ini bisa membuat minyak atsiri Indonesia menjadi nomor satu. minyak mentahnya pun sudah nomor satu. Harga minyak mentah nilamantara Rp900.000 per liter. Namun, kalau turun, hanya Rp100.000 bahkan Rp90.000 per liter. Sementara itu.minyak murni dalam bentuk kristal dijual per gram, pasarnya bukan Singapura, tapi ke end user. Hingga saat ini,belum ada survei serius untuk melakukan ini. Departemen Perdagangan pun masih minyak mentah yang dipasarkan,”paparnya.</p>
<p>Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan 2004,minyak atsiri yang diproduksi oleh petani diekspor dengan pangsa pasar nilam 64%, kenanga 67%, akar wangi 26%, serai wangi 12%, pala 72%,cengkih 63%, jahe 0,4%, dan lada 0,9% dari ekspor dunia (Ditjenbun 2004; FAO 2004).Ekspor minyak atsiri Indonesia pada 2005 sebesar USD103.690.000, sedangkan impor minyak atsiri USD197.422.000 (International Trade Centre, 2007).</p>
<p>Sayangnya, harga impor minyak atsiri kebanyakan berupa turunan atau isolat dari minyak atsiri tersebut sangat tinggi dibandingkan dengan bahan dasarnya. ’’Contohnya, ester sitronelal, mentol, eugenol, vanilin, dan lainnya. Sementara itu,ekspor minyak atsiri berupa minyak atsiri mentah (crude) yang belum diproses lebih lanjut lagi sehingga menyebabkan tingginya nilai impor dibandingkan dengan ekspor,”ujarnya.</p>
<p>Silvester menambahkan, potensi nilam sangat besar di Aceh dan Bengkulu, cengkih di Pulau Jawa dan Sumatera,sedangkan pala di Manado.Perkembangan teknik ekstraksi minyak atsiri guna peningkatan mutu dapat dilakukan dengan penyulingan hampa udara terfraksi (vacuum fraction distillation), penyulingan ulang (redistillation) sistem kohobasi, dan flokulasi.</p>
<p>Sementara itu, alternatif metode pemisahan dan pemurnian minyak atsiri dapat dilakukan dengan penarikan air, penyaringan, sentrifuse, redistilasi, flokulasi, adsorpsi, kromatografi kolom, membran filtrasi, ekstraksi fluida CO2 superkritis, distilasi fraksionasi, dan distilasi molekuler. (abdul malik)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pupuk Kimia]]></title>
<link>http://agrobost.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 05:45:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>agrobost</dc:creator>
<guid>http://agrobost.id.wordpress.com/2008/10/03/pupuk-kimia/</guid>
<description><![CDATA[Yang dimaksud dengan pupuk kimia adalah : pupuk yang dibuat melalui proses kimiawi (persenyawaan) di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Yang dimaksud dengan pupuk kimia adalah : pupuk yang dibuat melalui proses kimiawi (persenyawaan) dimana zat-zat kimia yang dibutuhkan tumbuhan ada didalamnya dengan komposisi ataupun perbandingan antar zat dibuat sesuai dengan tujuan. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman langsung disediakan oleh pupuk ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Pupuk kimia ada dua jenis, yakni : pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal terdiri dari 1 zat/senyawa atau unsur hara saja. Sedangkan pupuk kimia majemuk terdiri dari beberapa unsur hara. Contoh pupuk tunggal yaitu : pupuk urea dan ZA yang mengandung N, TSP, DSP dan SP-36 yang mengandung P, KCl dan MOP yang mengandung K. Sedangkan pupuk kimia majemuk contohnya adalah : NPK (mencampurkan unsur N, P, dan K). Pupuk ini sangat banyak digunakan karena selain penggunaannya mudah, juga zat-zat nya cepat membaur dengan tanah sehingga unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan bisa langsung disediakan. Pupuk ini juga sudah lama exist di masyarakat. DIbantu dengan promosi yang gencar, maka pupuk kimia menjadi dominan di kalangan petani. Tentu saja hal ini membuat harganya selalu naik dan akhirnya membumbung tinggi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">                             <a href="http://agrobost.files.wordpress.com/2008/10/urea_46_prill_and_granular.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-16" title="Pupuk Urea" src="http://agrobost.wordpress.com/files/2008/10/urea_46_prill_and_granular.jpg" alt="" width="196" height="151" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><a href="http://agrobost.files.wordpress.com/2008/10/urea_46_prill_and_granular.jpg"></a></span></p>
<p></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><a href="http://agrobost.files.wordpress.com/2008/10/urea_46_prill_and_granular.jpg"></a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jenis Pupuk berdasarkan proses pembentukan]]></title>
<link>http://agrobost.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 08:12:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>agrobost</dc:creator>
<guid>http://agrobost.id.wordpress.com/2008/10/02/jenis-pupuk/</guid>
<description><![CDATA[Pupuk..!!! Kebanyakan orang langsung berpikiran bahwa merupakan zat kimia yang diformulasi secara kh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Pupuk..!!! Kebanyakan orang langsung berpikiran bahwa merupakan zat kimia yang diformulasi secara khusus untuk kepentingan perkebunan/tanaman. Berdasarkan formulasi dan proses pembuatannya, pupuk sebenarnya ada beberapa jenis, yaitu : pupuk kimia, pupuk hayati, dan pupuk organik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><strong><span style="color:#0000ff;">Pupuk kimia</span></strong> merupakan pupuk yang dibuat melalui proses kimiawi. Pupuk ini yang paling banyak ditemui. Pupuk ini ada dua macam, yakni : pupuk kimia majemuk dan pipik kimia tunggal. Dari namanya sudah jelas tergambar, bahwa pupuk tunggal hanya terdiri dari 1 unsur hara, sedangkan yang majemuk terdiri dari beberapa unsur hara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><strong><span style="color:#0000ff;">Pupuk organik</span></strong>, terbuat dari sisa mahluk hidup (organik). Biasanya pupuk ini disebut dengan nama kompos. Proses pembuatannya pun biasanya mengandalkan proses alamiah. Kalaupun menggunakan beberapa bahan campuran tambahan hanya berfungsi sebagai katalisator yang dapat mempercepat proses pembusukan dan pembentukan butir-butir pupuk tersebut. Pada umumnya, bahan pembentuknya adalah : kotoran sapi, ayam, kelelawar, babi, ataupun kascing (dari cacing).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Lain halnya dengan pupuk kimia dan pupuk organic, <strong><span style="color:#0000ff;">pupuk hayati</span></strong> malahan tidak mengandung unsur hara. Terbuat dari sisa-sisa tumbuhan dan mikroorganisme yang membantu tumbuhan mengambil hara dari alam (tanah, udara, dan air). Pupuk ini mempercepat proses asimilasi dan fotosintesis dari tumbuh-tumbuhan yang mengkonsumsinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Apapun jenisnya pupuk tujuannya tetap sama yaitu membuat subur tanah dan membantu pertumbuhan dari tanam-tanaman.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MaCam-MaCam SuRat CiNTa MeNuRut BidAng ILmu]]></title>
<link>http://piepietvieda.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 04:11:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
<guid>http://piepietvieda.id.wordpress.com/2008/09/30/macam-macam-surat-cinta-menurut-bidang-ilmu/</guid>
<description><![CDATA[
SURAT CINTA IPA
Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet
yang berinduksi di antara kita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="main_post">
<p><strong>SURAT CINTA IPA</strong></p>
<p><strong></strong>Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet<br />
yang berinduksi di antara kita<br />
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2<br />
Ah tak sebanding dengan momen cintaku</p>
<p>Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku<br />
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa<br />
maksimum<br />
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa<br />
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…<!--more--></p>
<p>Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat<br />
aphelium<br />
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan<br />
hatiku<br />
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih<br />
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak<br />
terbatas</p>
<p>Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi<br />
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh<br />
tetapan<br />
gaya<br />
Energi kinetik cintaku = -mv~<br />
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi<br />
hukum kekekalan di antara kita</p>
<p>Lihat hukum cinta kita<br />
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu<br />
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang<br />
sempurna<br />
Dengan inersia tak terhingga<br />
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya</p>
<p>Inilah resultan momentum cinta kita…</p>
<p><strong>SURAT CINTA ANAK IPS</strong></p>
<p>Dengan hormat,<br />
Hal : Penawaran Kesepakatan</p>
<p>Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya<br />
telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 17<br />
April 2003.</p>
<p>Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 15 Mei lalu<br />
pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk<br />
menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang<br />
prospektif.</p>
<p>Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan<br />
minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen.</p>
<p>Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan<br />
diadakan<br />
terlebih dahulu on the job training secara intensif<br />
dan<br />
berkelanjutan. Dan kemu dian , setiap tiga bulan<br />
selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa<br />
kerja<br />
yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari<br />
kekasih menjadi pasangan hidup.</p>
<p>Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan<br />
shooping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah<br />
pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan<br />
kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya<br />
akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran<br />
total.</p>
<p>Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai,<br />
jumlah dan bentuk pengeluaran yang Anda keluarkan<br />
nantinya.</p>
<p>Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda<br />
untuk<br />
menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari<br />
terhitung tanggal penerimaan surat . Lewat dari<br />
tanggal<br />
tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa<br />
pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan<br />
beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.</p>
<p>Saya akan sangat berterimah kasih apabila Anda<br />
berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik<br />
perempuan, sepupu bahkan teman dekat anda, apabila<br />
Anda menolak penawaran ini.</p>
<p>Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan<br />
sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.</p>
<p>Hormat saya,</p>
<p>Bakal calon pasanganmu</p>
<p><strong>SURA CINTA MATEMATIKAWAN</strong></p>
<p>Untuk … tersayang</p>
<p>Tiga minggu yang lalu…<br />
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak<br />
lurus lantai<br />
Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran<br />
dengan diameter 4 cm<br />
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu<br />
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks<br />
berordo 5×5</p>
<p>Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…<br />
Kurasakan cintaku bertambah,<br />
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga<br />
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga<br />
Dan aku semakin yakin,<br />
hukum cinta kita bagaikan<br />
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1</p>
<p>Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi<br />
milik kita berdua<br />
Dari titik sudut yang berseberangan,<br />
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang</p>
<p>Semakin hari kurasakan cintaku padamu<br />
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak<br />
memiliki nilai ekstrim.<br />
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu<br />
naik<br />
Kurasakan pula kasihku padamu<br />
bagaikan grafik tangen (90o &#60; x &#60; 270o)</p>
<p>Namun aku bimbang…<br />
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin<br />
kucapai<br />
Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem<br />
persamaan linear<br />
yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100<br />
persamaan<br />
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun<br />
tak dapat memecahkannya</p>
<p><strong>SURAT CINTA KIMIAWAN</strong></p>
<p>Teruntuk Yang Tercinta<br />
Susanna Tenikimia (Susahnya Teknik Kimia)</p>
<p>Sayang…… ……<br />
Waktu kutulis surat ini, aku sedang menyelesaikan<br />
run-ku yang keduapuluhdua.<br />
Entahlah.. kala memandang kukus jenuh yang mengepul<br />
manja hingga terbirit malu<br />
meninggalkan boiler, aku lihat bayanganmu di sana.<br />
Bayangan syahdu, gemulai,<br />
sendu yang dihiasi dengan senyum continuous yang<br />
meneduhkan, namun di balik<br />
keteduhan itu terdapat cahaya yang sanggup<br />
memancarkan berjoule-joule energi<br />
untuk menggerakkan turbin hatiku.</p>
<p>Tidakkah engkau tahu bahwa fluida di tubuh ini<br />
mengalir turbulen dengan laju<br />
alir linier yang sangat tinggi. Sekonyong-konyong<br />
viskositasnya menurun tajam.<br />
Bahkan friction factor pun tak lagi mempengaruhi<br />
perpindahan massanya. Fenomena<br />
ini sering terjadi tatkala bayang-bayangmu yang<br />
berkedok kukus itu berdifusi<br />
melalui membran-membran sukma yang terbuat dari<br />
polimer polilovin buatan Prof.<br />
Mc Cabe setelah melalui laku ritual di atas puncak<br />
kolom distilasi<br />
berefisiensi Murphree sebesar 70% setinggi 80 m.</p>
<p>Aku sangat menyadari cintapun memerlukan proses<br />
pemurnian, dipilah-pilah<br />
berdasarkan sifat fisik dan kimianya sebelum lebur<br />
ke dalam converter<br />
bertekanan dan bertemperatur tinggi. Tak terkecuali<br />
pula cintaku. Aku masih<br />
sangsi akan kemurnian cintaku padamu dari<br />
impurities-impuriti es lain yang dapat<br />
menimbulkan kerak di dinding hatimu. Aku pun masih<br />
khawatir spesifikasi heat<br />
exchanger yang membantu terselenggaranya cinta itu<br />
masih jauh dari standar TEMA<br />
(Taktik Efisien dalam Menjalin Asmara). Yah<br />
bagaimanapun juga dalam setiap<br />
proses terjadinya cinta selalu melibatkan<br />
perpindahan panas.</p>
<p>Susanna…..<br />
Di malam yang dingin ini, dengan suhu lingkungan<br />
yang mendekati titik beku<br />
aseton, aku masih termenung. Mencoba bercumbu dengan<br />
secangkir kopi yang<br />
diekstrak dengan CO2 superkritik yang menari-nari di<br />
atas screw conveyor masuk<br />
ke dalam lambung, sebuah Reaktor Tangki Ideal<br />
Kontinu di dalam tubuh dengan<br />
katalis asam klorida. Sayang sekali…… aku tak<br />
berminat menghabiskan waktu<br />
mempelajari kinetikanya. Teringat reaktor, tiba-tiba<br />
terbesit kenangan akan<br />
perpaduan dan interaksi antara molekul cintamu dan<br />
cintaku tiga tahun lampau.<br />
Dengan kesetiaan dan kepercayaan sebagai<br />
agitatornya. Kasih sayang sebagai<br />
katalisnya yang akan memperkecil waktu tinggal dan<br />
mempercepat impi</p>
<p>Huaaahhhh… …..cukup lama kita membicarakan cinta,<br />
Sayang. Sudahkah kau mengerti<br />
apa arti cinta setelah sekian lama kau terabsorpsi<br />
ke dalamnya? Cinta itu<br />
laksana pembicaraan LABTEK (OTK), honey. Ketika kau<br />
belum mendapatkannya, kau<br />
akan berbanjir peluh mengejar-ngejar seperti seorang<br />
process engineer<br />
kehilangan valve yang disayanginya. Kau akan<br />
menghabiskan separuh waktumu untuk<br />
mempelajari kelemahan dan kekuatannya. Tak peduli<br />
seperti apa orang<br />
yang akan kau hadapi kelak. Dan selalu kembali<br />
tatkala sepi menyerangmu. Tapi..<br />
setelah kau mendapatkannya, kau akan mendapati bahwa<br />
dirimu begitu tolol dan<br />
bodoh, ternyata memang tidak sesederhana apa yang<br />
engkau bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Susanna….. .malam begitu dingin. Kuberharap udara<br />
dingin ini mendatangkan<br />
keuntungan bagi kelangsungan proses kita. Proses<br />
yang butuh beberapa tahap lagi<br />
untuk mencapai keadaan steady state. Dan di luar itu<br />
selalu terdapat<br />
gangguan-gangguan baik yang terukur maupun tidak<br />
terukur. Kita harus selalu<br />
siap dengan metode pengendalian diri yang ampuh guna<br />
mengembalikannya ke jalur<br />
yang kita impikan bersama.<br />
Kemarilah, kasih. Dekaplah aku, marilah kita berbagi<br />
panas asmara, tak peduli<br />
apakah secara konduksi, konveksi ataupun radiasi.<br />
Sebab tanpa pertukaran panas,<br />
aku yakin proses kita akan terhenti sampai di sini.</p>
<p>Yah.. satu hal yang harus kau ingat. Aku memang<br />
cinta diagram fasa, steam<br />
table, butiran packing, evaporator, kolom absorber,<br />
cooling tower, Christy<br />
Geankoplis, Perry, Van Ness, dan……. (biippp..<br />
nama seorang dosen TK). Tapi….. selalu hanya satu<br />
nama<br />
yang selalu tersebut dari bibirku yang gemetar…..<br />
Namamu…..</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa Itu Melamine?]]></title>
<link>http://kampungrison.wordpress.com/?p=397</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 10:24:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>jelprison</dc:creator>
<guid>http://kampungrison.id.wordpress.com/2008/09/24/apa-itu-melamine/</guid>
<description><![CDATA[
Akhir-akhir ini telinga kita diakrabkan dengan kata-kata Melamine setelah ditemukannya produk-produ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a href="http://kampungrison.wordpress.com/files/2008/09/imagetempointeraktifcom.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-398" title="imagetempointeraktifcom" src="http://kampungrison.wordpress.com/files/2008/09/imagetempointeraktifcom.jpg?w=300" alt="" width="300" height="197" /></a></p></blockquote>
<p>Akhir-akhir ini telinga kita diakrabkan dengan kata-kata Melamine setelah ditemukannya produk-produk makanan asal China, terutama makanan yang mengandung susu yang telah tercampur Melamin.</p>
<p>Delapan negara di Asia melarang produk turunan susu China terkait skandal susu bermelamin. Satu dari delapan negara itu adalah Filipina. Sementara itu, di seluruh negara Asia, orang tua yang khawatir langsung membawa anak mereka ke rumah sakit untuk menjalani uji kesehatan.</p>
<p>Filipina merupakan negara terakhir yang melarang semua produk turunan susu dari China yang telah menewaskan empat anak dan mengakibatkan puluhan ribu anak sakit. Sebelumnya Singapura, Taiwan, Brunei Darussalam, Hongkong dan Vietnam telah melarang dan menarik semua produk susu China dari peredaran.</p>
<p>Meski demikian, ketakutan terbesar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah penyeludupan dari produk-produk tersebut. WHO menilai produk selundupan lebih berpotensi mengandung melamine dibandingkan produk-produk yang masuk secara resmi. Melamine adalah bahan untuk membuat plastik dan pupuk.</p>
<p>Zat ini ditemukan dalam susu formula untuk bayi dan beberapa produk susu lainnya dari 22 perusahaan China. Meski merusak ginjal, nitrogen sebenarnya mengandung kadar protein cukup tinggi.</p>
<blockquote><p>Melamine adalah bahan beracun yang digunakan untuk membuat plastik dan pupuk.</p></blockquote>
<blockquote><p>Kandungan kimia pada susu terkontaminasi dengan bahan plastic dan sejenis pupuk dapat menyebabkan pengerasan ginjal yang akhirnya akan menyebabkan korban menderita gagal ginjal.</p></blockquote>
<blockquote><p>Melamine mengandung kadar nitrogen cukup tinggi dan mampu menyamarkan produk sehingga nampak mempunyai kadar protein lebih tinggi. Tujuan ini adalah para suplayer berupaya mengurangi biaya dengan menambahkan melamine ke dalam susu olahan untuk menutupi kekurangan akan kadar protein.</p></blockquote>
<blockquote><p>Melamine, bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat plastik dapat menyebabkan batu ginjal bahkan gagal ginjal akut.</p></blockquote>
<p>foto: Tempo Interaktif</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[ihwal] warna dari logam transisi]]></title>
<link>http://sangbintang.wordpress.com/?p=99</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 05:01:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sangbintang</dc:creator>
<guid>http://sangbintang.id.wordpress.com/2008/09/24/ihwal-warna-dari-logam-transisi/</guid>
<description><![CDATA[
Karena tidak sengaja membaca buku kimia modern, saya jadi sangat tertarik mempelajari logam transis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sangbintang.files.wordpress.com/2008/09/logam-transisi-11.jpg"><img class="size-full wp-image-101 alignleft" title="logam-transisi-11" src="http://sangbintang.wordpress.com/files/2008/09/logam-transisi-11.jpg" alt="" width="215" height="177" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Karena tidak sengaja membaca buku kimia modern, saya jadi sangat tertarik mempelajari logam transisi dimatakuliah Anorganik, anorganik adalah ilmu kimia yang mempelajari sifat-sifat dari unsur unsurditabelperiodik</p>
<p class="MsoNormal">Kehadiran elektron tak berpasangan dalam unsure logam transisi dan senyawanya, adanya orbital tidak terhuni berenergi rendah dan kemempuan logam transisi mengubah bilangan oksidasinya, semua ini membuat ilmu kimia menjadi menakjubkan dan kaya. Terlalu banyak hal yang perlu dibahas jika mengupas tuntas seluruh asapek dari logam transisi. Saya akan coba membahas mengenai spectrum warna pada logam transisi dengan cara yang jauh lebih menyenangkan. Semoga bermanfaat dan membuat kita kian menyadari kebesaran ciptaan 4w1 yang maha kuasa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><!--more-->Logam transisi sering banget membentuk senyawa yang bernama kompleks. Kompleks ini tersusun dari dua komponen, yaitu atom pusat (biasanya ion logam) dan ligan. Sebagian besar ligan adalah zat netral, anion ataupun kation. Senyawa ini akan mengabsorbsi cahaya di daearah sinar tampak. Warna yang akan terlihat dari senyawa ini adalah warna komplementer dengan intensitas yang paling kuat diabsorbsi (diserap). Suatu zat akan tampak hitam jika menyerap semua cahaya tampak, warnanya akan menjadi putih atau tidak berwarna jika tidak menyerap cahaya tampak sama sekali. Suatu objek akan tampak hijau jika menyerap semua cahaya tetapi memantulkan warna hijau.</p>
<p class="MsoNormal">Secara sederhana, warna dari logam logam transisis ini bisa terbentuk karena eksitasi dari elektron dari orbital yang memiliki energy rendah dan terhuni elektron ke orbital yang berenergi tinggi yang tidak terhuni elektron.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><a href="http://sangbintang.wordpress.com/files/2008/09/logam-transisi-2.jpg"><img class="size-full wp-image-103 alignleft" title="logam-transisi-2" src="http://sangbintang.wordpress.com/files/2008/09/logam-transisi-2.jpg" alt="" width="177" height="236" /></a>Dengan data spektro ini kita bisa menetapkan deret spektrokimia, yaitu daftar ligan yang diurutkan berdasarkan kekuatannya melakukan pembelahan orbital d. makin besar pembelahan orbitalnya, maka deret spektro akan bergeser ke daerah spectrum yang memiliki panjang gelombang kecil, dan frekwensi besar. (bergeser ke arah spectrum UV).</p>
<p class="MsoNormal">Berikut adalah list ligan yang diurutkan dari yang paling lemah</p>
<p class="MsoNormal">I - &#60;Br- &#60;Cl- &#60;OH- &#60;F- &#60;H2O&#60;&#60;NCS- &#60;NH3- &#60;etilendiamin&#60;CN- &#60;CO-</p>
<p class="MsoNormal">Ligan yang kuat memiliki pembelahan energi di orbital d yang besar, sehingga di sbeut spin rendah, dan menyrap sinar dengan panjang gelombang rendah, frekwensi tinggi dan daeran spectrum UV. sementara ligan yang lemah memiliki pembelahan energy di orbital d yang kecil, sehingga disebut spin rendah yang menyerap panjang gelombang lebar dengan frekwensi rendah di daeran IR-Vis.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kasus susu berbahan kimia melamine bertambah]]></title>
<link>http://albahar.wordpress.com/?p=422</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:24:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>aku</dc:creator>
<guid>http://albahar.id.wordpress.com/2008/09/23/kasus-susu-berbahan-kimia-melamine-bertambah/</guid>
<description><![CDATA[Hampir 53.000 anak-anak di Cina dilaporkan jatuh sakit akibat susu bubuk yang tercemar dengan bahan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hampir 53.000 anak-anak di Cina dilaporkan jatuh sakit akibat susu bubuk yang tercemar dengan bahan kimia industri, melamine</strong>. Sekitar 13.00 korban masih di rumah sakit, kata kementerian kesehatan Cina. Empat anak telah meninggal.</p>
<p>Perda Menteri Cina Wen Jiabao telah mengunjungi anak yang menjadi korban di rumah sakit, dan meminta maaf atas skandal pangan. Sebagian besar korban di bawah usia dua tahun, dan sedikitnya 104 orang di rumah sakit dalam kondisi serius.</p>
<p>Kementerian kesehatan mengumumkan angka-angka baru itu hari Senin. Lembaga pemerintah itu mengatakan, anak-anak yang sakit itu telah mengkonsumsi susu bubuk dari Sanlu Group, perusahaan tempat kontamintasi itu pertama kali terungkap dua pekan lalu.</p>
<p>Laporan-laporan di media lokal mengindikasikan, jumlah baru ini hasil pemeriksaan oleh pejabat kesehatan atas catatan rumah sakit dari Mei tahun ini untuk melacak asal kontaminasi.</p>
<p>Sedikitnya 22 perusahaan lain ikut terseret dalam skandal, dan produk-produk susu itu dibuat oleh Yili, Mengniu dan beberapa kelompok bisnis lain ditarik dari rak toserba.</p>
<p><strong>Tes pemerintah</strong><br />
Di Hong Kong, dua jaringan toserba utama, Wellcome dan Park'n'Shop, kini menarik produk-produk yang dibuat oleh <strong>Nestle</strong>, <strong>Dutch Lady</strong> dan <strong>Mr Brown</strong>.</p>
<p>Koran lokal berbahasa Cina, Apple Daily, telah mengadakan uji tak resmi terhadap susu murni <strong>Nestle</strong> dan mendapati sisa-sia melamine. Hasil itu kemudian dikukuhkan oleh tes pemerintah Hongkong.</p>
<p>"Berdasarkan kadar rendah yang terdeteksi, konsumsi normal tidak akan menimbulkan dampak kesehatan berarti. Namun, tidak dianjurkan anak-anak kecil mengkonsumsi produk milik tersebut," kata jurubicara Pusat Keamanan Pangan milik pemerintah.</p>
<p>Nestle mengatakan Minggu malam bahwa perusahaan itu "yakin" tidak satupun produknya yang dibuat di Cina diproduksi dengan susu yang tercemar melamine.  Nestle mengatakan perusahaan "menerapkan sistem kendali mutu yang ketat di pabrik-pabriknya di Cina seperti di bagian lain dunia."</p>
<p>Seorang bocah usia 3 tahun di Hong Kong telah didiagnosis dengan batu ginjal setelah susu kalsium berkadar lemak rendah Yili selama lebih dari satu tahun.  Gejalanya digambarkan "ringan". Uji medis dilanjutkan terhadap bayi-bayi lain di wilayah Hongkong.</p>
<p>Di Taiwan, toko-toko yang menjual kopi three in one merek Mr Brown, yang mengadung kopi, susu dan gula, telah dibersihkan dari produk tersebut.</p>
<p>Di Singapura, permen susu buatan Cina merek White Rabbit didapati mengandung sisa-sisa melamin dan ditarik, kata para pejabat di sana.</p>
<p>Penarikan produk susu buatan Cina kini berlangsung di Jepang, Malaysia dan Brunei.</p>
<p><strong>KAPAN GILIRAN DI INDONESIA?</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Krafterna ska samlas!]]></title>
<link>http://uppfattat.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 18:13:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>uppfattat</dc:creator>
<guid>http://uppfattat.id.wordpress.com/2008/09/20/krafterna-ska-samlas/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Problemet&#8221; med engagerade och driftiga människor är att det bildas många grupper fö]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>"Problemet" med engagerade och driftiga människor är att det bildas många grupper för samma motiv.</p>
<p>Nu ska krafterna samlas i en grupp <a href="http://www.new.facebook.com/group.php?gid=25163184276">http://www.new.facebook.com/group.php?gid=25163184276</a> för hela Tanias familj! Gå med där!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chmoogle di bawah bayang-bayang Google]]></title>
<link>http://aan4choto.wordpress.com/2008/09/20/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/</link>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 09:08:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Amirullah</dc:creator>
<guid>http://aan4choto.id.wordpress.com/2008/09/20/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah mesin pencari kimia yang baru dipaksa merubah namanya dari &#8220;Chmoogle&#8221; menjadi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah mesin pencari kimia yang baru dipaksa merubah namanya dari "Chmoogle" menjadi "eMolecules" setelah adanya tekanan dari mesin pencari raksasa Google.</p>
<p>"Ini bukan permasalahan siapa yang benar atau salah, tetapi siapa yang memiliki kantong lebih tebal," kata salah seorang pendiri eMolecules dan CEO Klaus Gubernator. "Walaupun kami begitu yakin kami memiliki nama merek yang sah, dan pengacara kami mendukung hal ini, namun kami tidak mau menghabiskan waktu dan tenaga untuk masalah hukum yang berlarut-larut."<!--more--></p>
<p>eMolecules meluncurkan mesin pencari Chmoogle-nya pada November 2005, dengan tujuan "untuk menemukan, merangkum dan mengindeks semua informasi publikasi kimia di dunia, dan menyajikannya ke publik". Salah satu kelebihan khusus mesin pencari ini adalah memungkinkan para kimiawan untuk melakukan pencarian berdasarkan struktur kimia. "Cukup gambarkan sebuah molekul dengan menggunakan fasilitas menggambar yang telah disediakan secara online dan tekan Go," papar Gubernator.</p>
<p>Tetapi perubahan nama eMolecule menjadi "Chmoogle" langsung menimbulkan reaksi dari Google dengan menghubungi perusahaan tersebut dan memintanya untuk menghentikan menggunakan nama Chmoogle. Google mengklaim bahwa nama tersebut, beserta desain website Chmoogle, cukup mirip dengan Google dan desainnya bisa menyebabkan para pengguna salah prasangka dan membuat mereka berpikir bahwa ada hubungan antara kedua mesin pencari ini.</p>
<p>eMolecules merespon bahwa situs Chmoogle-nya sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan situs Google, dengan perbedaan fungsionalitas, hal subjek, dan pengguna target. Meski demikian, pada tanggal 22 Mei Google mengajukan sebuah gugatan resmi terhadap nama Chmoogle yang diusulkan, dengan memaksa e-Molecules mengganti nama tersebut dan alamat situs mesin pencari-nya menjadi eMolecules.</p>
<p>Dalam sebuah pernyataan, Google menyatakan bahwa mereka "akan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman para pengguna situs dan melindungi namanya".</p>
<p>Google juga menyebutkan bahwa tujuan Chmoogle bersilangan dengan misinya untuk "mengorganisir informasi dunia dan membuatnya terjangkau secara universal dan bermanfaat". Tetapi eMolecules tetap menentang dalam menghadapi kompetisi yang potensial ini. "Jika Google ingin mencoba cheminformatics, itu adalah sebuah persaingan yang akan kami sambut dengan baik," kata Craig James, salah satu pendiri dan pimpinan staf teknologi eMolecules. (Mesin pencari kimia Chmoogle/eMolecules bisa diakses di www.emolecules.com)<a href="http://www.rsc.org/chemistryworld/" target="_new"> sumber :http://www.rsc.org/chemistryworld/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Video Tabel Periodik]]></title>
<link>http://tukangberita.wordpress.com/?p=51</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 20:33:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>tukangberita</dc:creator>
<guid>http://tukangberita.id.wordpress.com/2008/09/20/video-tabel-periodik/</guid>
<description><![CDATA[Jika ingin tahu lebih dalam tentang unsur-unsur kimia yang tercantum dalam tabel periodik, silakan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ingin tahu lebih dalam tentang unsur-unsur kimia yang tercantum dalam tabel periodik, silakan kunjungi situs <a href="http://periodicvideos.com/" target="_blank"><strong>periodicvideos.com</strong></a> dan nikmati video-video yang ada di situ. Situs ini bisa dibilang tempat yang cocok buat anak-anak SMA yang suka dengan pelajaran kimia.</p>
<p>Berikut salah satu video yang bisa ditemukan di situs tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">Elemen: Helium</p>
<p style="text-align:center;">Simbol: He</p>
<p style="text-align:center;">Nomor atom: 2</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/a8FJEiI5e6Q'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/a8FJEiI5e6Q&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Penentuan Perioda Dan Golongan Suatu Unsur]]></title>
<link>http://atrasku.wordpress.com/?p=77</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 15:09:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>atrasku</dc:creator>
<guid>http://atrasku.id.wordpress.com/2008/09/18/cara-penentuan-perioda-dan-golongan-suatu-unsur/</guid>
<description><![CDATA[1.   	  Unsur dengan nomor atom 11, konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s1
- n = 3, berarti periode 3 (kul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>1.   	  Unsur dengan nomor atom 11, konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s1</p>
<p>- n = 3, berarti periode 3 (kulit M).<br />
- elektron valensi (terluar) 3s sebanyak 1 elektron, berarti termasuk golongan IA.</p>
<p>2. 	Unsur Ga dengan nomor atom 31, konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p1</p>
<p>- n = 4, berarti perioda 4 (kulit N).<br />
- elektronvalensi 4s2 4p1, berarti golongan IIIA.</p>
<p>3.  	Unsur Sc dengan nomor atom 21, konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1</p>
<p>- n = 4, berarti perioda 4 (kulit N).<br />
- 3d1 4s2 berarti golongan IIIB.</p>
<p>4. 	Unsur Fe dengan nomor atom 26, konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10</p>
<p>- n = 4, berarti perioda 4 (kulit N).<br />
- 3d6 4s2 , berarti golongan VIII.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peranan elektron dalam ikatan kimia ( SMA kelas 2 )]]></title>
<link>http://atrasku.wordpress.com/?p=69</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 14:32:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>atrasku</dc:creator>
<guid>http://atrasku.id.wordpress.com/2008/09/18/peranan-elektron-dalam-ikatan-kimia-sma-kelas-2/</guid>
<description><![CDATA[Teori                  duplet dan oktet dari  G.N. Lewis merupakan dasar ikatan                  kim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Teori                  duplet dan oktet dari <strong> G.N. Lewis </strong>merupakan dasar ikatan                  kimia.<br />
Lewis mengemukakan bahwa suatu atom berikatan dengan cara menggunakan bersama dua elektron atau lebih untuk mencapai konfigurasi elektron gas mulia (ns<sup>2</sup>np<sup>6</sup>) </span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><em>Contoh:</em></span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><strong>TEORI                  INI MENDAPAT BEBERAPA KESULITAN, YAKNI :</strong></span></div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="4%" align="center" valign="top"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 1.</span></td>
<td width="96%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> Pada senyawa BCl<sub>3</sub> dan PCl<sub>5</sub>, atom boron                      dikelilingi 6  elektron, sedangkan atom fosfor dikelilingi                      10 elektron.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center" valign="top"></td>
<td width="96%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center" valign="top"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 2.</span></td>
<td width="96%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> Menurut teori ini, jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk suatu unsur tergant~u~g jumlah elektron tak berpasangan dalam unsur tersebut.</span></p>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><em>Contoh                        :</em> <sub>8</sub>O : 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>2 </sup>2p<sub>x</sub><sup>2</sup> 2p<sub>y</sub><sup>1 </sup>2p<sub>z</sub><sup>1</sup></span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Ada                        2 elektron tunggal. sehingga oksigen dapat membentuk 2 ikatan                        (H-O-H; O=O).</p>
<p>akan tetapi:</p>
<p></span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> <sub>5</sub>B : 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sub>x</sub><sup>1</sup></span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Sebenarnya hal ini dapat diterangkan bila kita ingat pada prinsip Hund, dimana cara pengisian elektron dalam orbital suatu sub kulit ialah bahwa elektron-elektron tidak membentuk pasangan elektron sebelum masing-masing orbital terisi dengan sebuah elektron.</span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Contoh                        : <sub>5</sub>B : 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sub>x</sub><sup>1</sup> <span style="font-family:Symbol;">®</span></span><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> (hibridisasi) 1s<sup>2</sup> 2s<sup>1</sup> 2p<sub>x</sub><sup>1</sup> 2p<sub>y</sub><sup>1</sup></p>
<p>Tampak setelah terjadi hibridisasi untuk berikatan dengan atom B memerlukan tiga buah elektron, seperti BCl<sub>3</sub></p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center" valign="top"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">3. </span></td>
<td width="96%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> Menurut teori di atas, unsur gas mulia tidak dapat membentuk ikatan karena di sekelilingnya telah terdapat<br />
8 elektron. Tetapi saat ini sudah diketahui bahwa Xe dapat membentuk senyawa, misalnya XeF<sub>2</sub> den XeO<sub>2</sub>.</p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> Teori lain adalah teori ikatan valensi. Dalam teori ini ikatan antar atom terjadi dengan care saling bertindihan dari orbital-orbital atom. Elektron dalam orbital yang tumpang tindih harus mempunyai bilangan kuantum spin yang berlawanan. </span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><strong>BEBERAPA                  MACAM IKATAN KIMIA YANG TELAH DIKETAHUI, ANTARA LAIN :</strong> </span></div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="4%" align="center"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> A. </span></td>
<td width="31%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Ikatan                      antar atom</span></td>
<td width="65%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 1. Ikatan ion = elektrovalen = heteropolar</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center"></td>
<td width="31%"></td>
<td width="65%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 2. Ikatan kovalen = homopolar</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center"></td>
<td width="31%"></td>
<td width="65%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 3. Ikatan kovalen koordinasi = semipolar </span></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center"></td>
<td width="31%"></td>
<td width="65%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 4. Ikatan logam </span></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> B. </span></td>
<td width="31%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;">Ikatan                      antar molekul</span></td>
<td width="65%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 1. Ikatan hidrogen </span></td>
</tr>
<tr>
<td width="4%" align="center"></td>
<td width="31%"></td>
<td width="65%"><span style="font-size:x-small;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> 2. Ikatan van der walls</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tabel Sistem periodik Unsur Kimia]]></title>
<link>http://atrasku.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 14:24:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>atrasku</dc:creator>
<guid>http://atrasku.id.wordpress.com/2008/09/18/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia/</guid>
<description><![CDATA[


TABEL SISTEM PERIODIK UNSUR







H



He




Li


Be



B


C


N


O


F


Ne




Na


Mg


Al]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table style="height:283px;" border="0" width="500" align="center">
<tbody>
<tr>
<td height="21" align="center">TABEL SISTEM PERIODIK UNSUR</td>
</tr>
<tr>
<td>
<table style="height:184px;" border="0" width="440" align="center">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#009900">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=20" target="_blank">H</a></div>
</td>
<td colspan="16"></td>
<td bgcolor="#ff3300">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/he.php" target="_blank">He</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffcc00">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=26" target="_blank">Li</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ccccff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=41" target="_blank">Be</a></div>
</td>
<td colspan="10" rowspan="2"></td>
<td>
<div>B</div>
</td>
<td>
<div>C</div>
</td>
<td>
<div>N</div>
</td>
<td>
<div>O</div>
</td>
<td>
<div>F</div>
</td>
<td bgcolor="#ff3300">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/ne.php" target="_blank">Ne</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffcc00">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=30" target="_blank">Na</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ccccff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=43" target="_blank">Mg</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/al.php" target="_blank">Al</a></div>
</td>
<td>
<div>Si</div>
</td>
<td>
<div>P</div>
</td>
<td>
<div>S</div>
</td>
<td>
<div>Cl</div>
</td>
<td bgcolor="#ff3300">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/ar.php" target="_blank">Ar</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffcc00">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=35" target="_blank">K</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ccccff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=45" target="_blank">Ca</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Sc</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ti</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>V</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Cr</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Mn</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Fe</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Co</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ni</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Cu</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Zn</div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/ga.php" target="_blank">Ga</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/ge.php" target="_blank">Ge</a></div>
</td>
<td>
<div>As</div>
</td>
<td>
<div>Se</div>
</td>
<td>
<div>Br</div>
</td>
<td bgcolor="#ff3300">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/kr.php" target="_blank">Kr</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffcc00">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=37" target="_blank">Rb</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ccccff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=47" target="_blank">Sr</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Y</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Zr</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Nb</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Mo</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Tc</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ru</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Rh</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Pd</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ag</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Cd</div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/in.php" target="_blank">In</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/sn.php" target="_blank">Sn</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/sb.php" target="_blank">Sb</a></div>
</td>
<td>
<div>Te</div>
</td>
<td>
<div>I</div>
</td>
<td bgcolor="#ff3300">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/xe.php" target="_blank">Xe</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffcc00">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=39" target="_blank">Cs</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ccccff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=49" target="_blank">Ba</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>La</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Hf</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ta</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>W</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Re</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Os</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ir</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Pt</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Au</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Hg</div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/ti.php" target="_blank">Ti</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/pb.php" target="_blank">Pb</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/bi.php" target="_blank">Bi</a></div>
</td>
<td bgcolor="#6699ff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/po.php" target="_blank">Po</a></div>
</td>
<td>
<div>At</div>
</td>
<td bgcolor="#ff3300">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/documents%20and%20settings/vie/my%20documents/rn.php" target="_blank">Rn</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffcc00">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=113" target="_blank">Fr</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ccccff">
<div><a rel="nofollow" href="http://belajarkimia.net/?p=51" target="_blank">Ra</a></div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Ac</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Unq</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Unp</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Unh</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Uns</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Uno</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Une</div>
</td>
<td bgcolor="#ff9933">
<div>Unn</div>
</td>
<td colspan="8"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" rowspan="3"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td rowspan="3"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Ce</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Pr</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Nd</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Pm</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Sm</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Eu</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Gd</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Tb</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Dy</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Ho</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Er</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Tm</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Yb</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Lu</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Th</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Pa</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>U</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Np</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Pu</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Am</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Cm</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Bk</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Cf</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Es</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Fm</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Md</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>No</div>
</td>
<td bgcolor="#cccccc">
<div>Lr</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align:right;"><span style="color:#339966;"><br />
</span></div>
<div><span lang="IN"><span>1.<span> </span></span>Sejarah dalam pengelompokan unsur</span></div>
<div style="text-align:left;margin:0 0 .0001pt 17.85pt;"><span lang="IN">Tabel periodik pada mulanya diciptakan tanpa mengetahui struktur dalam <a title="Atom" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">atom</span></a>: jika unsur-unsur diurutkan berdasarkan <a title="Massa atom" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_atom" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">massa atom</span></a> lalu dibuat grafik yang menggambarkan hubungan antara beberapa sifat tertentu dan massa atom unsur-unsur tersebut, akan terlihat suatu perulangan atau <em>periodisitas</em> sifat-sifat tadi sebagai fungsi dari massa atom. Orang pertama yang mengenali keteraturan tersebut adalah ahli kimia Jerman, yaitu <a title="Johann Wolfgang Döbereiner (belum dibuat)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Johann_Wolfgang_D%C3%B6bereiner&#38;action=edit&#38;redlink=1" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Johann Wolfgang Döbereiner</span></a>, yang pada tahun <a title="1829" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1829" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">1829</span></a> memperhatikan adanya beberapa <em>triade</em> unsur-unsur yang hampir sama.</span></div>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:22.45pt;" border="0" cellspacing="5" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt;" colspan="3">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Beberapa triade</span></strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Unsur</span></strong></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Massa atom</span></strong></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Kepadatan</span></strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Klorin</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">35,5</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">0,00156 g/cm<sup>3</sup></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Bromin</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">79,9</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">0,00312 g/cm<sup>3</sup></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Iodin</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">126,9</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">0,00495 g/cm<sup>3</sup></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kalsium</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">40,1</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">1,55 g/cm<sup>3</sup></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Stronsium</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">87,6</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">2,6 g/cm<sup>3</sup></span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Barium</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">137</span></div>
</td>
<td style="padding:.75pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">3,5 g/cm</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">Temuan ini kemudian diikuti oleh ahli kimia Inggris, yaitu <a title="John Alexander Reina Newlands (belum dibuat)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=John_Alexander_Reina_Newlands&#38;action=edit&#38;redlink=1" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">John Alexander Reina Newlands</span></a>, </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">yang pada tahun <a title="1865" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1865" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">1865</span></a> memperhatikan bahwa unsur-unsur yang bersifat mirip ini </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">berulang dalam interval delapan, yang ia persamakan dengan <a title="Oktaf" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oktaf" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">oktaf musik</span></a>, </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">meskipun <em>hukum oktaf</em>-nya diejek oleh rekan sejawatnya. Akhirnya, pada tahun <a title="1869" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1869" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">1869</span></a>, </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">ahli kimia Jerman <a title="Lothar Meyer (belum dibuat)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lothar_Meyer&#38;action=edit&#38;redlink=1" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Lothar Meyer</span></a> dan ahli kimia Rusia <a title="Dmitry Ivanovich Mendeleyev" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dmitry_Ivanovich_Mendeleyev" target="_blank"></a></span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN"><a title="Dmitry Ivanovich Mendeleyev" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dmitry_Ivanovich_Mendeleyev" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Dmitry Ivanovich Mendeleyev</span></a> hampir secara bersamaan mengembangkan </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">tabel periodik pertama, mengurutkan unsur-unsur berdasarkan massanya. </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">Akan tetapi, Mendeleyev meletakkan beberapa unsur menyimpang dari </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">aturan urutan massa agar unsur-unsur tersebut cocok dengan sifat-sifat </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">tetangganya dalam tabel, membetulkan kesalahan beberapa nilai massa atom, </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">dan meramalkan keberadaan dan sifat-sifat beberapa unsur baru dalam </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">sel-sel kosong di tabelnya. Keputusan Mendeleyev itu belakangan terbukti </span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">benar dengan ditemukannya struktur elektronik unsur-unsur pada akhir <a title="Abad ke-19" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-19" target="_blank"></a></span></div>
<div style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN"><a title="Abad ke-19" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-19" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">abad ke-19</span></a> dan awal <a title="Abad ke-20" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">abad ke-20</span></a>.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>a.<span> </span></span></span><span lang="IN">Pengelompokan atas logam dan non logam</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Pada 1789, Antoine Lavoiser mengelompokan 33 unsur kimia. Pengelompokan unsur tersebut berdasarka sifat kimianya. Unsur-unsur kimia di bagi menjadi empat kelompok. Yaitu gas, tanah, logam dan non logam. Pengelompokan ini masih terlalu umum karena ternyata dalam kelompok unsur logam masih terdapat berbagai unsur yang memiliki sifat berbeda.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Unsur gas yang di kelompokan oleh Lavoisier adalah cahaya, kalor, oksigen, azote ( nitrogen ), dan hidrogen. Unsur-unsur yang etrgolong logam adalah sulfur, fosfor, karbon, asam klorida, asam flourida, dan asam borak. Adapun unsur-unsur logam adalah antimon,perak, arsenik, bismuth. Kobalt, tembaga, timah, nesi, mangan, raksa, molibdenum, nikel, emas, platina, tobel, tungsten, dan seng. Adapun yang tergolong unsur tanah adalah kapur, magnesium oksida, barium oksida, aluminium oksida, dan silikon oksida.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt;"><em><span style="color:#333333;">Kelemahan dari teori Lavoisior</span></em><span style="color:#333333;"> : Penglompokan masih terlalu umum</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span lang="IN">kelebihan dari teori Lavoisior </span></em><span lang="IN">: Sudah mengelompokan 33 unsur yang ada berdasarka sifat kimia sehingga bisa di jadikan referensi bagi ilmuan-ilmuan setelahnya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>b.<span> </span></span></span><span lang="IN">Triade dobereiner</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN">Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat, yang ada <em>hubungannya dengan massa atom. </em>Contoh kelompok-kelompok triade: Cl, Br dan I,<span> </span>Ca,  Sr dan Ba,<span> </span>S, Se dan Te</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>c.<span> </span></span></span><span lang="IN">Hukum oktaf newland</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN">Apabila unsur disusun berdasarkan <em>kenaikan massa atom, </em>maka unsur kesembilan mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan unsur pertama, unsur kesepuluh mirip dengan unsur kedua dan seterusnya. Karena setelah unsur kedelapan sifat-sifatnya selalu terulang, maka dinamakan hukum Oktaf.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN">(+8)<br />
Contoh: Li (nomor atom 3) akan mirip sifatnya dengan Na 11(nomor atom 11) 3 </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>d.<span> </span></span></span><span lang="IN">Sistem periodik mendeleev</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>1)<span> </span></span></span><span lang="IN">Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan unsur.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>2)<span> </span></span></span><span lang="IN">Lothar Meyer lebih <span style="text-decoration:underline;">mengutamakan</span> <em>sifat-sifat kimia unsur</em> sedangkan Mendeleev lebih <span style="text-decoration:underline;">mengutamakan</span> <em>kenaikan massa atom</em>.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>3)<span> </span></span></span><span lang="IN">Menurut Mendeleev : <em>sifat-sifat unsur</em> adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. <strong><span style="text-decoration:underline;">Artinya</span></strong> : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>4)<span> </span></span></span><span lang="IN">Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut <strong>Golongan</strong>.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>5)<span> </span></span></span><span lang="IN">Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut <strong>Periode</strong>.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>e.<span> </span></span></span><span lang="IN">Sistem periodik modern  moseley</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Pada awal abad 20, pengetahuan kita terhadap atom mengalami perkembangan yang sangat mendasar. Para ahli menemukan bahwa atom bukanlah suatu partikel yang tak terbagi melainkan terdiri dari partikel yang lebih kecil yang di sebut <strong>partikel dasar </strong>atau <strong>partikel subatom</strong>. Kini atom di yakini terdiri atas tiga jenis partikel dasar yaitu proton, elektron, dan neuron. Jumlah proton merupakan sifat khas dari unsur, artinya setiap unsur</span><span style="font-size:15.5pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">mempunyai jumlah proton tertentu yang berbeda dari unsur lainya. Jumlah proton dalam</span><span style="font-size:15.5pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">satu atom ini disebut <strong>nomor atom.</strong> pada 1913, seorang  kimiawan inggris bernama <strong>Henry Moseley </strong>melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut, diperolehkesimpulan bahwasifat dasar atom bukan didasari oleh massa atom relative, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. Ha tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi memiliki jumlah proton sama atau disebut isotop.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nonor atom unsur tersebut. Pengelompokan unsur-unsur sisitem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum periodik Mendeleev, yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Sistem periodik modern disusun berdasarkan kebaikan nomor<em> atom dan kemiripan sifat. </em>Lajur-lajur horizontal, yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom ; sedangkan lajur-lajur vertikal, yang disebut golongan, disusun berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik modern terdriri atas 7 periode dan 8 golongan. Setiap golongan dibagi lagi menjadi 8 golongan A( IA-VIIIA ) dan 8 golongan B (IB – VIIIB).</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Unsur-unsur golongan A disebut <em>golongan utama, </em>sedangkan golongan B disebut <em>golongan transisi. </em>Golongan-golongan juga dapat ditandai dengn bilangan 1 sampai dengan 18 secara berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini maka unsur transisi terletak pada golongan 3 sampai golongan 12. Pada periode 6 dan 7 terdapat masing-masing 14 unsur yang disebut unsur-unsur transisi dalam, yaitu unsur-unsur antanida dan aktinida. Unsur-unsur transisi dalam semua termasuk golongan IIIB. Unsur-unsur lantanida pada periode 6 golongan IIIB, dan unsur-unsur aktinida pada periode 7 golongan IIIB. Penempatan unsur-unsur tersebut di bagian bawah tabel periodik adalah untuk alasan teknis, sehingga daftr tidak terlalu panjang. </span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">System periodic modern dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan kenaikan nomor atom (periode) berdasarkan kemiripan sifat (golongan berikut dijelaskan </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>2.<span> </span></span></span><span lang="IN">Sistem Periodik Modern</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN">Sistem ini merupakan penyempurnaan dari gagasan penemu-penemu terdahulu seperti yang dijelaskan dalam sejarah penemuan sistem periodik. Dalam sistem periodik modern, kolom menunjukkan golongan (konfigurasi elektron yang mirip) dan baris menunjukkan periode (kenaikan nomer atom). </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>a.<span> </span></span></span><span lang="IN">Periode</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Periode ditempatkan pada lajur horizontal dalam sistem periodik modern. Periode suatu unsur menunjukan suatu nomor kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) berdasarkan konfigurasi elektron. Konfiguration electron adalah persebaran electron dalam kulit-kulit atomnya.</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Dalam sistem periodik modern terdapat 7 periode, yaitu :</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">periode ke-1: terdiri atas 2 unsur;</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">periode ke-2: terdiri atas 8 unsur;</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">periode ke-3: terdiri atas 8 unsur;</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">periode ke-4: terdiri atas 18 unsur;</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">periode ke-5: terdiri atas 18 unsur;</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">periode ke-6: terdiri atas 32 unsur yaitu, 18 unsur seperti pada periode 4 atau ke-5, dan 14 unsur lagi merupakan deret lantanida; dan periode ke-7: merupakan periode unsur yang belum lengkap. Pada periode ini terdapat deret aktinida. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>b.<span> </span></span></span><span lang="IN">Golongan</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span lang="IN">Kolom dalam tabel periodik disebut <a title="Golongan tabel periodik" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_tabel_periodik" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">golongan</span></a>. Ada 18 golongan dalam tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi <a title="Elektron valensi (belum dibuat)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektron_valensi&#38;action=edit&#38;redlink=1" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">elektron valensi</span></a> yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip pula.Ada tiga sistem pemberian <a title="Golongan tabel periodik" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_tabel_periodik#Nomor_Golongan" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">nomor golongan</span></a>. Sistem pertama memakai <a title="Angka Arab (belum dibuat)" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angka_Arab&#38;action=edit&#38;redlink=1" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">angka  Arab</span></a> dan dua sistem lainnya memakai <a title="Angka Romawi" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angka_Romawi" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">angka Romawi</span></a>. Nama dengan angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka Arab adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh <em>International Union of Pure and Applied Chemistry</em> (<a title="IUPAC" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/IUPAC" target="_blank"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">IUPAC</span></a>). Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan kedua sistem lama yang menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut membingungkan, menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>3.<span> </span></span></span><span lang="IN">Sifat-sifat periodik unsur</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>a.<span> </span></span></span><span lang="IN">Jari-jari atom</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Jari-jari atom merupakan jarak elaktron terluar ke inti atom dan menunjukan ukuran suatu atom. Jari-jari atom sukar diukur sehingga pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar dua atom yang berikatan sesamanya.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Dalam suatu golongan, jari-jari atom semakin ke atas cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke atas, kulit elektron semakin kecil. Dalam suatu periode, semakin ke kanan jari-jari atom cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke kanan jumlah proton dan jumlah elektron semakin banyak, sedangkan jumlah kulit terluar yang terisi elekteron tetap sama sehingga tarikan inti terhadap elektron terluar semakin kuat. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>b.<span> </span></span></span><span lang="IN">Jari-jari ion</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><span lang="FI">Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (signifikan) jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;"><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><span lang="FI">Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>c.<span> </span></span></span><span lang="IN">Energi ionisasi</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Jika dalam suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit yang mantab, elektron ini cenderung mudah lepas supaya mempunyai konfigurasi seperti gas mulia. Namun, untuk melepaskan elektron dari suatu atom dperlukan energi. Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari suatu atom di namakan <em>energi ionisasi. </em>Dalam suatu periode semakin banyak elektron dan proton gaya tarik menarik elektron terluar dengan inti semakin besar (jari-jari kecil) Akibatnya, elektron sukar lepas sehingga energi untuk melepas elektron semakin besar. Hal ini berarti energi ionisasi besar.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Jika jumlah elektronnya sedikit, gaya tarik menarik elektron dengan inti lebih kecil (jari-jarinya semakain besar). Akibatnya, energi untuk melepaskan elektron terluar relatif lebih kecil berarti energi ionisasi kecil.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span style="color:#333333;">Unsur-unsur yang segolongan : </span></em><span style="color:#333333;">energi ionisasi makin ke bawah makin kecil, karena elektron terluar akin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar makin mudah di lepaskan.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span style="color:#333333;">Unsur-unsur yan seperiode : </span></em><span style="color:#333333;">energi ionisai pada umumnya makin ke kanan makin besar, karena makin ke kanan <em>gaya</em> tarik inti makin kuat.</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span style="color:#333333;">Kekecualian :</span></em></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Unsur-unsur <em>golongan</em> II A memiliki energi ionisasi yang lebih besar dari pada golongan III A, dan energi ionisasi golongan V A lebih besar dari pada golongan VI A.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>d.<span> </span></span></span><span lang="IN">Afinitas elektron</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Afinitas elektron ialah energi yang dibebaskan atau yang  diserap apabila suatu atom menerima elektron.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Jika ion negatif yeng terbentuk bersifat stabil, maka proses penyerapan elektron itu disertai pelepasan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negative. Akan tetapi jika ion negative yang terbentuk tidak stabil, maka proses penyerapan elektron akan membutuhkan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif. Jadi, unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif mempunyai kecenderungan lebih besar menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negative nilai afinitas elektron berarti makin besar kecenderungan menyerap elktron.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt 33.15pt;"><span style="color:#333333;">Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari semkain kecil dan gaya tarik inti terhadap elektron semakin besar, maka atom semakin mudah menarik elektron dari luar sehingga afinitas elektron semakin besar.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt 33.15pt;"><span style="color:#333333;">Pada satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom makin besar, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron makin kecil, maka atom semakin sulit menarik elektron dari luar, sehingga afinitas elektron semakin kecil.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>e.<span> </span></span></span><span lang="IN">Keelektronegatifan</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Kelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain. Faktor yang mempengaruhi keelektronegatifan adalah gaya tarik dari inti terhadap elektron dan jari-jari atom.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Harga keelektronegatifan bersifat relatif (berupa perbandingan suatu atom yag lain). </span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span style="color:#333333;">Unsur-unsur yang </span></em><span style="color:#333333;">segolongan : keelktronegatifan makin ke bawah makin kecil, karena gaya taik-menarik inti makin lemah. Unsur-unsur bagian bawah dalam sistem periodik cenderung melepaskan elektron.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span style="color:#333333;">Unsur-unsur yang seperiode </span></em><span style="color:#333333;">: keelektronegatifan makin kekanan makin besar.keelektronegatifan terbesar pada setiap periode dimiliki oleh golongan VII A (unsur-unsur halogen). Harga kelektronegatifan terbesar terdapat pada <em>flour</em> (F) yakni 4,0, dan harga terkecil terdapat pada <em>fransium</em> (Fr) yakni 0,7.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Harga keelektronegatifan penting untuk menentukan bilangan oksidasi (biloks) unsur dalam sutu senyawa. Jika harga kelektronegatifan besar, berarti unsur yang bersangkutan cenderung menerim elektron dan membentuk bilangan oksidasi negatif. Jika harga keelektronegatifan kecil, unsur cenderung melepaskan elektron dan membentuk bilangan oksidasi positif. Jumlah atom yang diikat bergantung pada elektron valensinya. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>f.<span> </span></span></span><span lang="IN">Sifat logam dan non logam</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Sifat-sifat unsur logam yang spesifik, antara lain : <em>mengkilap, menghantarkan panas dan listrik, dapat ditempa menjadi lempengan tipis, serta dapat ditentangkan menjadi kawat / kabel panjang</em>. Sifat-sifat logam tersebut diatas yang membedakan dengan unsur-unsur bukan logam. Sifat-sifat logam, dalam sistem periodik makin kebawah makin bertambah, dan makin ke kanan makin berkurang.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Batas unsur-unsur logam yang terletak di sebelah kiri dengan batas unsur-unsur bukan logam di sebelah kanan pada system periodic sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal.</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan bukan logam menunjukkan sifat ganda.</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Contoh :</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .75in;"><span style="color:#333333;"><span>1.<span> </span></span></span><em><span style="color:#333333;">Berilium </span></em><span style="color:#333333;">dan <em>Aluminium</em> adalah logam yang memiliki beberapa <em>sifat bukan  logam</em>. Hal ini disebut <em>unsur-unsur</em> <em>amfoter</em>.</span></div>
<div style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt .75in;"><span style="color:#333333;"><span>2.<span> </span></span></span><em><span style="color:#333333;">Baron </span></em><span style="color:#333333;">dan <em>Silikon </em>adalah unsur bukan logam yang memiliki beberapa <em>sifat logam</em>. Hal ini disebut <em>unsur-unsur metalloid</em>.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>g.<span> </span></span></span><span lang="IN">Kereaktifan</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><em><span style="color:#333333;">Reaktif </span></em><span style="color:#333333;">artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada system periodik, makin ke bawah makin reaktif, karena makin mudah melepaskan elektron. Unsur-unsur bukan logam pada sistem periodik, makin ke bawah makin kurang reakatif, karena makin sukar menangkap electron.</span></div>
<div style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="color:#333333;">Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron. Jadi, unsur logam yang paling reatif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIA tidak rekatif.</span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Mudah Belajar Kimia]]></title>
<link>http://privatjakarta.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 06:56:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuniati01</dc:creator>
<guid>http://privatjakarta.id.wordpress.com/2008/09/18/cara-mudah-belajar-kimia/</guid>
<description><![CDATA[Cara Mudah Belajar Kimia
Belajar Kimia Dengan Mudah dan Cepat
Belajar Kimia Dengan Mudah dan Cepat
K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2>Cara Mudah Belajar Kimia</h2>
<p><strong>Belajar Kimia Dengan Mudah dan Cepat</strong></p>
<p><em>Belajar Kimia Dengan Mudah dan Cepat</em></p>
<p>Kimia adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam. Kimia biasanya mempelajari tentang struktur atom, unsur-unsur yang terdapat dalam alam, molekul, radioaktivitas, sifat koligatif larutan, stoikiometri, termokimia, polimerisasi, dll.</p>
<p>Jika kita ingin mengetahui <a title="cara mudah belajar kimia" href="http://chemiemylove.blogspot.com">cara mudah belajar kimia</a> maka harus bisa menguasai dasar dari ilmu kimia tersebut. Sotoikiometri merupakan salah satu materi dasar dari pembelajaran kimia. Biasanya orng yang telah menguasai stoikiometri akan dengan mudah mampu menyerap materi pembelajaran kimia dan mengikuti materi selanjutnya yang berhubungan dengan persamaan reaksi kimia.</p>
<p>Jadikan kimia sebagai sebuah permainan yang mengasyikkan bukan sebuah pelajaran. Silakan mencoba belajar kimia dengan santai tanpa hambatan. Anda akan mendapatkan manfaatnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nilai Rapor Yesus]]></title>
<link>http://surgagelenggeleng.wordpress.com/?p=90</link>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 07:11:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>surgagelenggeleng</dc:creator>
<guid>http://surgagelenggeleng.id.wordpress.com/2008/09/16/nilai-rapor-yesus/</guid>
<description><![CDATA[Kabar HEBOH dari Nazareth!
Telah ditemukan naskah yang diduga merupakan rapor Yesus sewaktu sekolah.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar HEBOH dari Nazareth!</p>
<p>Telah ditemukan naskah yang diduga merupakan rapor Yesus sewaktu sekolah.</p>
<p>Pelajaran Agama mendapat nilai C ketika IA ditanya, "Siapa yang menciptakan dunia ini?" IA menjawab, "Bapa-Ku."</p>
<p>Pendidikan Jasmani mendapatkan nilai D karena IA disuruh berenang tapi IA berjalan di atas air.</p>
<p>Matematika mendapatkan nilai E ketika disuruh menghitung 2 ikan + 5 roti sama dengan berapa. IA menjawab, "2 bakul roti dan 5 keranjang ikan."</p>
<p>Hanya pelajaran Kimia yang mendapatkan nilai A karena IA dapat menemukan formula air menjadi anggur.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Polivinil Asetat Zat Pembuat Lem Sederhana Senyawa Polimer Serta Manfaat / Kegunaannya]]></title>
<link>http://thechocokids.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 08:17:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>thechocokids</dc:creator>
<guid>http://thechocokids.id.wordpress.com/2008/09/13/polivinil-asetat-zat-pembuat-lem-sederhana-senyawa-polimer-serta-manfaat-kegunaannya/</guid>
<description><![CDATA[Polivinil Asetat Zat Pembuat Lem Sederhana Senyawa Polimer Serta Manfaat / Kegunaannya
Thu, 10/01/20]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Polivinil Asetat Zat Pembuat Lem Sederhana Senyawa Polimer Serta Manfaat / Kegunaannya<br />
Thu, 10/01/2008 - 1:39am — tyas firmantyo<br />
Polivinil Asetat adalah suatu senyawa polimer yang bersifat elastis. Zat ini ditemukan oleh Dr. Flitz K. dari Jerman. Rasio hasol hidrolisisnya berkisar antara 89 - 99 %. Polivinil Asetat sangat memudahkan para tukang kayu untuk mengelem kayu. Produk Lem yang dihasilkan adalah : Lem Kuning, Lem Putih dan lem dari Amerika, Lem Elmer. Zat ini adalah bahan baku pembuatan lem kertas, kain, dan rokok. Bila dibandingkan dengan senyawa polimer lain, Zat ini lebih fleksibel dan tidak bersifat asam. Itulah sebab, mengapa polivinil asetat dipakai untuk percetakan buku.</p>
<p>Kegunaan Polivinil Asetat :<br />
1. Sebagai bahan perekat bahan - bahan berpori, terutama kayu.<br />
2. Sebagai perekat kertas, kain, dan rokok<br />
3. Dipakai dalam percetakan buku.<br />
4. Untuk bahan penyusun kertas dan cat<br />
5. Dalam bentuk kopolimer, Polivinil Asetat dipakai untuk melindungi keju dari jamur dan kelembapan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alkimia dan kepraktisan]]></title>
<link>http://rahmiandri.wordpress.com/?p=44</link>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 05:14:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>rahmiandri</dc:creator>
<guid>http://rahmiandri.id.wordpress.com/2008/09/13/alkimia-dan-kepraktisan/</guid>
<description><![CDATA[Mengenal unsur
Saat saya SMP dulu pelajaran kimia belum diajarkan. Tetapi, sekarang kimia sudah mula]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_45" align="aligncenter" width="300" caption="Mengenal unsur"]<a href="http://rahmiandri.files.wordpress.com/2008/09/periodictable.gif"><img class="size-medium wp-image-45" title="periodictable" src="http://rahmiandri.wordpress.com/files/2008/09/periodictable.gif?w=300" alt="Mengenal unsur" width="300" height="210" /></a>[/caption]
<p>Saat saya SMP dulu pelajaran kimia belum diajarkan. Tetapi, sekarang kimia sudah mulai diperkenalkan di bangku SMP. Dalam pelajaran IPA SD sebenarnya ilmu kimia ini juga sudah masuk saat guru menjelaskan tentang fotosintesis, pernafasan, pembakaran dan mungkin sudah banyak praktikum-praktikum sekolah dasar banyak menggunakan asam dan basa, atau elektrolisis. Syukurlah bahwa anak-anak Indonesia berkesempatan memperoleh ilmu ini sejak dini karena memang dalam praktek keseharian, bahan-bahan kimia itu baik yang berbahaya ataupun yang berguna pasti selalu ada di dalam rumah (keluarga). Bahkan manusia sekarang bersentuhan dengan bahan/zat kimia dari mulai dalam kandungan.(ibu-ibu sudah konsumsi obat sejak kita di dalam perut).</p>
<p>Kasus keracunan makanan dan penyalahgunaan narkoba adalah karena pendidikan terhadap ilmu ini sangat kurang. rata-rata kalau istilah kimia disebutkan di depan anak/siswa mereka langsung bilang, "wah bisa bikin bom, ya pak?" atau " Ayo, ke lab (laboratorium), Pak! Kita percobaan". Dan sejenisnya. Kesimpulan saya sementara adalah, ternyata ilmu ini (IPA) banyak mengundang rasa ingin tahu (curiousity) bagi para siswa. Tetapi, ada juga yang cukup aneh, saat ilmu kimia ini berhubungan dengan perhitungan (seperti konsep mol/ stoikiometri, PH) siswa yang alergi matematika menjadi kurang bersemangat.</p>
<p>Memang Science banyak menggunakan  matematika sebagai bahasa untuk menjabarkan teori secara lebih kuantitatif. Apakah para pelajar ini memang cenderung lebih suka menjadi praktikan daripada ilmuwan teori? kalau penulis lihat memang ada kecenderungan seperti itu. Pemuda Indonesia sangat jago mengutak atik alat atau barang/sistem  jadi sehingga banyak modifikasi. Buktinya teknologi semacam HP, motor, mobil (yang keluar dari pabrik) banyak langsung familier dengan mereka. Tetapi sayangnya, tumpukan tugas akhir yang sifatnya teoritis di kampus-kampus tak banyaksiswa/mahasiswa yang menyentuhnya. Sekedar syarat untuk lulus? Atau budaya mengekor teori yang sudah ada, tanpa ada kemampuan mengkritisi dan menyempurnakan teori di buku-buku asing karya orang orang luar -yang memang di liat aja sudah bikin 'lieur' karena banyak simbol matematisnya-yang menyebabkan stagnannya khasanan pertumbuhan ilmu pengetahuan di Indonesia. sejauh ini memang kita lebih mengejar teknologi terapan dan anehnya yang menjadi pelaku/praktikannya adalah orang-orang biasa. Apa buktinya?</p>
<p>Kalau menjelang hari raya, daging yang dicurigai 'bekas' banyak berkeliaran di pasar-pasar dengan harga murah. Kreatifitas orang untuk membuat dagingkedaluwarsa  menjadi tampak segar sungguh luar biasa! mereka tidak perlu teori, hanya perlu coba-coba. Begitu dapat ilmunya mereka langsung duplikasi dengan cepat ke yang lain. Kasus pengawetan dengan formalin, kalo ditanya para pembuat makanan itu apa mereka belajar kimia untuk itu, saya yakin jawabnya: tidak tuh.....!Dikasih tau aja pake ini, ini, ini, belinya di sana beresss...Saat BBM harganya naik, praktek oplosan marak. Ilmu kimia di sekolah sudah barang tentu  tidak mengajarkan mengoplos BBM. Darimana mereka tahu? Sekali lagi karena dasar keingintahuan di hubungkan dengan kebutuhan/tujuan mencari solusi praktis. Masalah merugikan/efek itu nomor ke sekian .</p>
<p>Olah karena itu, penanaman ilmu semacam kimia ini perlu mengaitkan aspek etis (baik dan buruk), moralitas (beradab), dan agama (halal dan haram) sehingga tidak semakin terjadi penyalahgunaan di kelak kemudian hari.</p>
<p><a href="http://rahmiandri.files.wordpress.com/2008/09/tabel-kimia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-47" title="tabel-kimia" src="http://rahmiandri.wordpress.com/files/2008/09/tabel-kimia.jpg?w=300" alt="" width="300" height="235" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nicolas Flamel]]></title>
<link>http://chandrapurnamazeng.wordpress.com/?p=159</link>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 10:21:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>chandra purnama</dc:creator>
<guid>http://chandrapurnamazeng.id.wordpress.com/2008/09/11/nicolas-flamel/</guid>
<description><![CDATA[
Nama Nicolas Flamel ini sempat muncul di buku Harry Potter pertama dan juga di buku The Alchemyst.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://chandrapurnamazeng.files.wordpress.com/2008/09/200px-nicholasflamel.png"><img class="size-full wp-image-161 aligncenter" title="200px-nicholasflamel" src="http://chandrapurnamazeng.wordpress.com/files/2008/09/200px-nicholasflamel.png" alt="" width="200" height="298" /></a></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nama Nicolas Flamel ini sempat muncul di buku Harry Potter pertama dan juga di buku The Alchemyst.  Nama yang awalnya kupikir hanya fiksi doang, ternyata memang ada seseorang dengan nama tersebut dan juga merupakan seorang Alchemyst (ahli kimia). Berikut rangkuman dari beberapa hasil yang gw dapet di web:</strong></p>
<p>Nicolas Flamel (1330 - 1418) merupakan seorang ahli kimia (Alchemyst) termasyur di masanya. Ia berusaha menciptakan ramuan untuk hidup abadi, dan mengubah logam biasa menjadi emas murni. Menurut catatan, ia meninggal pada tahun 1418, tetapi ketka dibongkar ternyata makamnya kosong. Sehingga beredarlah legenda bahwa Nicolas Flamel masih hidup karena ia berhasil menemukan ramuan untuk hidup abadi. Semua rahasianya ada dalam buku Abraham Sang Magus.</p>
<p>Ia memiliki cita-cita/impian untuk menemukan batu filsafat/filsuf (Philosopher's stone), rahasia alam dan hukumnya, serta memiliki kebijaksanaan sempurna. Flamel bermimpi untuk membagikan kebijaksanaan ini.</p>
<p>Suatu malam ia bermimpi malaikat datang kepadanya. Malaikat tersebut memegang buku dan mengucapkan  <span style="color:#0000ff;">"Lihat baik-baik buku ini, Nicolas. Pertama-tama kamu tidak akan mengerti sama sekali - baik kamu maupun lelaki lain. Tapi, satu hari kamu akan dapat melihatnya dimana tidak ada lelaki lain yang dapat melihatnya."</span></p>
<p>Suatu hari seseorang tak dikenal menawarkan buku untuk dijual karena butuh uang. Ternyata buku tersebut sama dengan buku yang dibawa oleh malaikat. Buku yang tampak kuno dan misterius tersebut awalnya tidak dapat dipahami oleh Nicolas. Apakah ia kualified untuk membaca buku ini???</p>
<p>Nicolas Flamel menempuh perjuangan yang cukup panjang untuk dapat mambaca isi buku tersebut. Di suatu tempat bernama Leon, ia bertemu dengan seseorang yang dapat mengartikan simbol-simbol yang terdapat dalam buku tersebut, tetapi sebelum dapat mengartikan semuanya, orang tersebut yang bernama Chanches meninggal karena sakit dan usia tua. Ia melanjutkan pencarian dan mengartikan isi buku tersebut<br />
selama tiga tahun sebelum akhirnya ia dapat mengubah merkuri (air raksa) menjadi perak, kemudian menjadi emas murni. Kemudian, berdasarkan catatan sejarah, ia menjadi kaya dan banyak membantu orang-orang yang tidak mampu, membangun rumah sakit, membantu gereja, dan banyak lagi. Nicolas Flamel tetap melanjutkan gaya hidupnya yang sederhana.</p>
<p>Pada saat yang sama ia mempelajari bagaimana cara membuat emas dari material apapun, ia mendapatkan kebijaksanaan dalam hatinya. Meskipun ia tahu bagaimana cara membuat emas, ia hanya melakukannya selama tiga kali seumur hidupnya dan kemudian, bukan untuk dirinya karena ia tidak pernah mengubah gaya hidup sederhananya, ia melakukannya hanya untuk mengurangi kejahatan yang ia lihat disekitarnya.</p>
<p>Sisa hidupnya berlalu tanpa hal yang istimewa. Istrinya, Pernelle, meninggal terlebih dahulu. Nicolas mencapai umur 80. Tahun-tahun terakhir kehidupannya ia habiskan untuk menulis buku kimia. Setelah meninggal, kabar tentang kemampuan dirinya menyebar dan banyak yang mencari jejak-jejak perjalanannya untuk mencari rahasia kemampuan Nicolas Flamel sampai akhirnya ada yang membongkar makamnya dan menemukannya dalam keadaan kosong. Buku yang pernah dimilikinya dikabarkan hilang entah kemana dan beberapa kisah tentang dirinya tetap misterius.</p>
<p>sumber:<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Nicolas_Flamel<br />
http://www.flamelcollege.org/flamel.htm<br />
http://www.alchemylab.com/flamel.htm</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
