<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>keselamatan-dan-keamanan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/keselamatan-dan-keamanan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "keselamatan-dan-keamanan"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 00:00:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pintu Supir Mobil Bus Ditiadakan]]></title>
<link>http://learningrevolution.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 00:00:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>namakuananda</dc:creator>
<guid>http://learningrevolution.id.wordpress.com/2008/05/13/pintu-supir-mobil-bus-ditiadakan/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah anda menjumpai atau naik mobil bus tidak berpintu sopir? Mengapa pada bagian pintu kanan d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;">Pernahkah anda menjumpai atau naik mobil bus tidak berpintu sopir? </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ffff;">Mengapa pada bagian pintu kanan depan, tepatnya pada pintu sopir ditiadakan? Memang aneh keliahatannya. Semua itu bercermin kepada</span> <span style="color:#00ff00;">Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Tentang Peniadaan Pintu Keluar Bagi Pengemudi No. AJ.4G3/4/1A/DRJD/2007. </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">Isi himbauan itu adalah : </span><span style="color:#00ff00;">Dalam rangka meningkatkan bentuk tanggung jawab pengemudi bus dalam mengemudikan kendaraannya sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :</span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam konstruksi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor dengan peruntukan sebagai mobil bus, pintu keluar bagi pengemudi ditiadakan dan keberadaan tempat keluar darunat (pintu dan/atau jendela) harus dimaksimalkan;</span></span></li>
<li><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">Pintu penumpang yang menggunakan sistem hidrolis untuk buka tutup harus dapat dibuka baik dari dalam maupun luar pada saat sistem hidrolis tersebut tidak berfungsi.</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertanyaannya, Seberapa efektifkah himbauan Dirjen Perhubungan Darat dengan menerapkan model itu?</span></span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ff00;">Mari kita tinjau Peraturan Pemerintah RI. No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi </span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">Pasal 81</span></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>(1)<span> </span></span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">Setiap ruang pengemudi dan ruang penumpang harus mempunyai pintu masuk dan/atau pintu keluar.</span> </span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;">Dengan mengacu pada pasal 81, apakah mobil bus tanpa pintu sopir sudah memenuhi standar peraturan, meski dengan alasan keselamatan dan keamanan penumpang. Mungkin yang dimaksud alasan tersebut adalah untuk meminimalisir kurangnya rasa tanggungjawab dan disiplin para sopir ketika maut di jalan raya menghadangnya atau hanya kekawatiran pihak pemegang<span> </span>kebijakan itu sendiri saja. Padahal jika dilihat dari fungsinya, seperti tertera pada pasal 91 bahwa pintu untuk memudahkan keluar masuk penumpang dan/atau sopir. Kalo toh himbauan ini dilaksanakan, para sopir harus siap-siap memutar melewati penumpang jika mau turun. Memang ribet kelihatannya, namun para sopir yang mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin tinggi tidak akan mempermasalahkan, mengapa pintu sopir ditiadakan?</span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">Pasal 91 </span></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(1) Setiap mobil bus yang dirancang untuk mengangkut penumpang kurang dari 15 orang tidak termasuk pengemudi, harus mempunyai sekurang-kurangnya satu pintu keluar dan/atau masuk penumpang pada dinding kiri bagian depan atau belakang, yang lebarnya sekurang-kurangnya 650 mm dan meliputi seluruh tinggi dinding. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(2)  Setiap mobil bus yang dirancang untuk mengangkut penumpang sebanyak 15 orang atau lebih, tidak termasuk pengemudi, harus mempunyai sekurang- kurangnya :a). satu pintu keluar dan/atau masuk yang lebarnya sekurang-kurangnya 1.200 mm yang meliputi seluruh tinggi dinding; atau b). dua pintu keluar dan/atau masuk untuk penumpang, terdiri dari :</span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1)</span></span><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> satu pintu harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1); dan </span></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-9pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">2) satu pintu lainnya ditempatkan pada dinding kiri dengan lebar sekurang-kurangnya 550 mm dan meliputi seluruh tinggi dinding.</span> </span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:center;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pasal 92</span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">(1) Di samping pintu keluar/masuk penumpang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91, setiap mobil bus harus pula mempunyai tempat keluar darurat pada kedua sisinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">(2)  Jumlah tempat keluar darurat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), sekurang-kurangnya :  a).satu tempat keluar darurat pada setiap sisi kanan-kiri, jika muatannya tidak lebih dari 26              penumpang; b). dua tempat keluar darurat pada setiap sisi kanan-kiri, jika muatannya antara 27 dan 50 penumpang; c). tiga tempat keluar darurat pada setiap sisi jika muatannya antara 51 dan 80 penumpang; d). empat tempat keluar darurat pada setiap sisi jika muatannya lebih dari 80 penumpang.</span></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">(3)  <span> </span>Pada sisi kiri, jumlah tempat keluar darurat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat dikurangi  dengan satu, jika pada dinding belakang terdapat pintu yang lebarnya paling sedikit 430 mm.</span></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">(4) Tempat keluar darurat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat berupa jendela dan atau pintu.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://learningrevolution.files.wordpress.com/2008/05/bus.jpg"></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;">Seperti terlihat di foto, mobil bus ini di desain tanpa pintu sopir (kiri depan) </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;">dan mungkin tidak terlihat adanya pintu</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;"> darurat. Tetapi kaca yang berderet itu mempunyai fungsi sebagai jendela darurat untuk keluar jika terjadi sesuatu hal</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;"> yang tidak diingikan, misal pintu hidrolis macet atau tidak dapat dibuka, adanya zat beracun dalam bus, tindakan dini untuk menyelamatkan diri dengan cara memecahkan kaca jendela dengan palu khusus (pemecah kaca)</span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-131 aligncenter" src="http://learningrevolution.wordpress.com/files/2008/05/bus.jpg" alt="" width="354" height="199" /></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#00ffff;">Anehnya himbauan ini sudah berjalan 1 tahun tetapi masih jarang terlihat mobil bus dengan menerapkan model ini. Mengapa?</span></p>
<p><a href="http://learningrevolution.wordpress.com/" target="_self">[ Go Back ]</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
