<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kerupuk &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kerupuk/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kerupuk"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 00:04:52 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[menjadi orang kreatif,]]></title>
<link>http://tantekristi.wordpress.com/?p=180</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 05:24:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>kristi</dc:creator>
<guid>http://tantekristi.id.wordpress.com/2008/09/26/orang-kreatif/</guid>
<description><![CDATA[Berbahagialah menjadi orang indonesia, karena nampaknya orang indonesia garisnya memang sudah ditakd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berbahagialah menjadi orang indonesia, karena nampaknya orang indonesia garisnya memang sudah ditakdirkan menjadi orang yang kreatif, super kreatif bahkan.</p>
<p>Di bawah ini daftar sebagian kecil dari ke-kreatif-itas-an orang indonesia:</p>
<p>mewarnai buah-buah-an yang sudah terbelah (terlihat penampangnya) dengan zat pewarna (yang notabene 'mungkin' bukan untuk makanan)</p>
<p>menggunakan zat pewarna dan pengawet yang dilarang untuk makanan</p>
<p>mengolah kembali daging dari tempat sampah untuk dijual kembali.</p>
<p>mewarnai ayam potong mati dengan zat pewarna untuk dijual dan mengelabui aroma menyengat ayam dengan bumbu-bumbu tertentu.</p>
<p>mengelabui pembeli dengan daging gelonggong agar timbangan berat bertambah.</p>
<p>membuat gorengan agar lebih renyah (katanya!) dengan cara menambahkan plastik kedalam minyak saat menggoreng.</p>
<p>mrica bubuk dicampur serbuk semen</p>
<p>ikan kakap yang dipalsukan warna merahnya</p>
<p>MENYITA (baca: membawa pulang) produk-produk panganan yang masih harus diuji kelaikannya dulu  (mungkin untuk anak-cucunya di rumah)</p>
<p>menjual bibit padi yang sudah letoy ke petani</p>
<p>telur asin yang dipalsu, dari telur ayam biasa di cat seperti telur asin</p>
<p>cendol dicampur bedak (katanya biar padat dan awet)</p>
<p>membuat kerupuk kulit dari bekas jaket dan sepatu kulit, dan masih <strong><em>BUANYUAK LAGI YANG LAIN !!</em></strong></p>
<p>belum pemalsuan-pemalsuan produk dengan menggunakan kemasan aslinya, makanya dalam keluarga, saya  selalu mengingatkan untuk selalu menghancurkan kemasan kosong sebuah produk sebelum dibuang ke tempat sampah, misalnya botol air mineral, pasta gigi, botol atau bungkus shampoo, sabun, body lotion, pewangi atau pelembut pakaian dsbnya, agar supaya tidak dipalsukan, setidak-tidaknya kami tidak memfasilitasi para pemalsu tersebut dengan kemasan produknya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerupuk Sambel]]></title>
<link>http://cyberneko.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 06:14:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cyberneko</dc:creator>
<guid>http://cyberneko.id.wordpress.com/2008/09/17/kerupuk-sambel/</guid>
<description><![CDATA[Mendengar namanya, pasti udah kebayang bakalan pedes.. huehehe.. Menu ini cuman muncul pas bulan Ram]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar namanya, pasti udah kebayang bakalan pedes.. huehehe.. Menu ini cuman muncul pas bulan Ramadhan.. rasanya yg pedes-pedes seger, bisa menambah nafsu makan pas berbuka.. Mau coba??</p>
<p>Bahan: (untuk porsi 4-5 orang)</p>
<p>- Cabe rawit sesuai keinginan</p>
<p>- Bawang Putih 1 siung</p>
<p>- Oncom secukupnya, dibakar sebentar (kalau ada)</p>
<p>- Air secukupnya</p>
<p>Cara Membuat:</p>
<p>- Rebus cabe rawit sampai layu, lalu ulek bersama dengan bawang putih &#38; oncom sampai halus</p>
<p>- Tumis sebentar ulekan cabe, sampai wangi, lalu masukkan air secukupnya. Biarkan hingga mendidih.</p>
<p>- Angkat, lalu celupkan kerupuk putih/ kerupuk rujak (yg warnanya kuning) ke dalam kuah sambel. Tiriskan kerupuk lalu hidangkan.</p>
<p>- Biasanya dimakan sebagai cemilan atau bersama dengan nasi.</p>
<p>Met nyoba!! (^_^)v</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daftar Perusahaan (Katering &amp;Kue Basah) yang memiliki Sertifikat Halal wilayah Kepulauan Riau]]></title>
<link>http://forumhalal.wordpress.com/?p=255</link>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 05:41:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>tanty</dc:creator>
<guid>http://forumhalal.id.wordpress.com/2008/09/11/daftar-perusahaan-katering-kue-basah-yang-memiliki-sertifikat-halal-wilayah-kepulauan-riau/</guid>
<description><![CDATA[
Sumber : LLPOM MUI Kepri (Mesjid Raya Batam Centre, 0778-469911) per tgl 29 Juli 2008
Beberapa Kate]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://forumhalal.files.wordpress.com/2008/09/mui-halal1.jpg"><img class="size-full wp-image-366 aligncenter" title="mui-halal1" src="http://forumhalal.wordpress.com/files/2008/09/mui-halal1.jpg" alt="" width="92" height="107" /></a></p>
<p>Sumber : LLPOM MUI Kepri (Mesjid Raya Batam Centre, 0778-469911) per tgl 29 Juli 2008</p>
<p>Beberapa Katering (belum semuanya bisa ditampilkan), Industri Kue Basah, home industri, Industri Bakso Ayam - Sapi - Ikan, Industri Makanan Ringan,  Industri Kerupuk yang sudah memiliki sertifikat halal, yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Abadi</strong>, Baloi, <em><strong>Produk Kue Basah</strong></em></li>
<li><strong>Adnan Amin, CV</strong>, Mediterania, <strong><em>Produk Katering</em></strong></li>
<li><strong>Aeronurti</strong>, Bandara Hang Nadim, <strong><em>Produk Katering</em></strong></li>
<li><strong>Afalah Cipta Agung, CV</strong>, Bida asri, <strong><em>Produk Katering</em></strong> - <em>Dalam proses pengurusan</em></li>
<li><strong>Agung pangestu, CV</strong>, GMP Tj Piayu, <em><strong>Produk Katering</strong></em></li>
<li><strong>Almizar Zein</strong>, Perum GMP Blok G/44, Tg Piayu, <strong><em>Home Industri</em></strong></li>
<li><strong>Amanda Jasa Boga</strong>, Komp Bida Asri Tahap I Blok A2/37, <strong><em>Produk Katering dan Kue Basah</em></strong></li>
<li><strong>Amelia</strong>, Legenda Malaka blok I 10 No 12, <em><strong>Home Industri</strong></em></li>
<li><strong>Amroe Catering</strong>, perum Bidadari Blok C2 No 01 Tg Piayu, <strong><em>Produk Katering</em></strong></li>
<li> <strong>Ananda Catering</strong>, CV, Perumnas Sagulung Blok G 44 Batu Aji, <em><strong>Produk Katering</strong></em></li>
<li><strong>Aneka Rasa</strong>, Perum Happy Gardens Blok H/138, <em><strong>Produk Kue Basah</strong></em></li>
<li><strong>Aneka Sari Gurih</strong>, Jl. Majapahit Bengkong Indah 3C/3, RT 01/RW 07, <em><strong>Produk Makanan Ringan</strong></em></li>
<li><strong>Aneka Snack Cap Jempol</strong>, Tiban II Blok B4 No 06 Tiban, <em><strong>Produk Kue Basah dan Katering</strong></em></li>
<li><strong>Aneka Snack Fortune</strong>, Perum Pancur Biru I Blok E/91 Tg Piayu<em><strong>, Produk Kue Kering dan Basah</strong></em></li>
<li><strong>Aneka Snack Nuri Hijau,</strong> Tanjung Sengkuang Blok C/65 RT 03, RW 02, <em><strong>Produk Makanan Ringan</strong></em></li>
<li><strong>Anggraeni, CV</strong>, Jl. Teuku Umar No 85, <strong><em>Produk Katering</em></strong></li>
<li><strong>Anggun Cipta Prima, PT</strong>, Perum Sagulung Blok G/44 Batu Aji, <strong><em>Produk Katering</em></strong></li>
<li><strong>Annisa Catering</strong>, Komp Aku Tahu I Blok E/07, Sei Panas, <em><strong>Produk Katering</strong></em></li>
<li><strong>Anugerah Bentan, CV</strong>, Jl. DI Panjaitan, Tj Pinang, <em><strong>Produk Katering</strong></em></li>
<li><strong>Anzar djais</strong>, Perum Pondok Graha Blok K/10 Piayu, <strong>Produk Home Industri</strong></li>
<li><strong>Apricia Indo Utama</strong>, CV, Komp Aviari Pemda II No 04, B Aji, <strong>Produk Katering dan Kue Basah</strong></li>
<li><strong>Asindo, CV, </strong>Mutiara View Blok A3 No 18 Tiban, <em><strong>Produk Katering</strong></em></li>
<li><em><strong><br />
</strong></em></li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kerupuk tempeh, kerupuk super jumbo!]]></title>
<link>http://rizkianto.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 17:29:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>agung</dc:creator>
<guid>http://rizkianto.id.wordpress.com/2008/08/12/kerupuk-tempeh-kerupuk-super-jumbo/</guid>
<description><![CDATA[anda tentunya sudah tidak asing dengan namanya kerupuk. Iya, makanan satu ini sangat identik dengan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>anda tentunya sudah tidak asing dengan namanya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerupuk" target="_blank">kerupuk</a>. Iya, makanan satu ini sangat identik dengan kuliner indonesia. bagi lidah kita, tentunya ada yang kurang jika kita makan tanpa ditemani makanan yang satu ini, tanpa krupuk yang <em>kriuk-kriuk</em>, hidangan indonesia seperti soto, gado-gado, atau bakso misalnya, akan terasa kurang. betul tidak? satu hal lagi, sampai saat ini, belum saya temukan padanan kata yang pas untuk kata kerupuk pada bahasa inggris. <strong><em>crackers? </em></strong>sepertinya itu berarti biskuit. bagaimana <em><strong>chips?</strong></em> kalau ini rasanya lebih tepat diartikan keripik. lalu apa dong? silahkan anda cari sendiri :D</p>
<p><!--morekriuk...kriuk...kriuk...--></p>
<p>jenis kerupuk yang paling sering kita jumpai adalah kerupuk aci (wikipedia menyebutnya sebagai <strong>kerupuk melarat</strong> :D). pasti kebanyakan dari anda pasti mengetahuinya. iya, benar, kerupuk yang itu, yang terbuat dari aci, berbentuk bulat keriting, yang biasanya dijual di warung dengan kaleng kotak bercat biru bertuliskan <strong>sumber bahagia™, </strong>hehehe... :D sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan kerupuk tersebut. namun pernahkah anda melihat "versi" lain dari kerupuk aci tersebut?</p>
<p>jika anda bepergian ke surabaya menuju nganjuk atau kediri, atau arah sebaliknya, anda akan melewati daerah bernama ngebrakan, daerah yang terletak pada perbatasan 3 kota, yakni kediri, nganjuk dan jombang. karena menjadi daerah yang dilewati jalur utama transportasi darat antara ketiga kota tadi, penduduk di sana banyak yang menjual berbagai macam makanan tradisional khas ketiga daerah tadi. ada tahu takwa kediri, getuk pisang, kerupuk padang pasir dan lainnya.</p>
<p>salah satu yang tentunya menarik perhatian adalah sebuah kerupuk, yang mempunyai bentuk mirip dengan kerupuk aci, tapi dengan diameter super besar, lebih dari 5 kali diameter kerupuk aci biasa. di labelnya tertulis sebagai kerupuk tempeh. coba lihat ukurannya</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://rizkianto.files.wordpress.com/2008/08/0808-085.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-121" src="http://rizkianto.wordpress.com/files/2008/08/0808-085.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">coba bandingkan ukurannya dengan kemasan air mineral biasa</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://rizkianto.wordpress.com/files/2008/08/0808-086.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-123" src="http://rizkianto.wordpress.com/files/2008/08/0808-086.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:left;">wow, ukuran yang fantastis, cocok untuk hajatan, rujakan, atau makan bareng.</p>
<p style="text-align:left;">anda ingin mencoba? silahkan berkunjung ke kediri, atau mungkin jika sempat, cicipi juga nasi goreng kediri yang tak kalah istimewanya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Krupuk Cantik]]></title>
<link>http://antondewantoro.wordpress.com/?p=93</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 01:41:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>antondewantoro</dc:creator>
<guid>http://antondewantoro.id.wordpress.com/2008/07/11/krupuk-cantik/</guid>
<description><![CDATA[Selain krupuk bundar berjain-jalin yang biasa dijual mamang-mamang krupuk dalam dua kaleng alumunium]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selain krupuk bundar berjain-jalin yang biasa dijual mamang-mamang krupuk dalam dua kaleng alumunium raksasa yang dipikulnya kemana-mana, krupuk paling banyak kita jumpai adalah yang kecil berdiameter 3-8 cm berwarna merah jambu atau pink (warna merah jambu kini sudah tidak lazim disebut). Di Afrika pun bisa kita dapatkan <em>Indonesian prawn croevets</em> alias krupuk seperti jenis kedua dengan warna-warni yang lebih beragam. Krupuk yang pada dasarnya hampir tanpa nilai gizi tersebut memang melekat kuat sebagai penanda kebangsaan Indonesia selain tempe yang mana paten-nya akan/sudah direbut oleh Jepang.</p>
<p>Pertanyaan saya adalah, kenapa harus merah jambu (pink)? Penjual nasi goreng keliling di Jakarta memberikan ekstra krupuk merah jambu, mbak-mbak di kereta eksekutif Taksaka pun menyediakan krupuk yang sama, dan di kantin kantor pun dulu disediakan krupuk sejenis itu. Mengapa harus diwarnai? Mungkin karena kerupuk yang baik dan lezat biasanya dicampuri sari udang maka untuk mengimitasi udang tersebut diberilah warna merah jambu (pink), padahal warna krupuk udang yang asli adalah coklat. Coklatnya kurang cantik memang dibanding pink (<em>pink is the colour of fashion</em>, <em>Aerosmith-PINK)</em> tapi tentu saja kerupuk udang asli jauh lebih <em>lekker</em> daripada yang pink. Kerupuk pink hanya mengandung vetsin belaka untuk perasa gurih, bukan ekstrak kulit udang asli. Sari kulit udang saja dipalsukan, tapi cantik kan?</p>
<p>Akibat dari krupuk pink yang dimakan secara rutin itu akhirnya mendarah daging dalam mentalitas bangsa juga. Bangsa kita lebih suka melihat yang cantik-cantik daripada yang baik dan benar-benar mengandung sari udang. Dan cantik yang ditawarkan itu pun celakanya hasil bahan pewarna belaka bukan hasil penggorengan dari tepung yang baik dalam minyak yang baik pula. Sejak dini gadis-gadis memakai make up menor dan rambutnya disemir bagai <em>londo celup</em>, kadang tampak lebih cantik memang, tapi apa isi otak di balik rambut semir <em>hi-lite</em> tadi? Laki-laki pun makin gaul dengan celana hipster yang melorot, rambut ala nidji, kaos metal, pokoknya tampilannya <em>brit-pop</em> banget deh, tapi sekali lagi apa itu juga berarti baik dan benar.</p>
<p>Penting sekali memang menjadi cantik (atau ganteng). Saya pun lebih suka melihat wanita yang dress-properly daripada yang dandanannya tidak karuan. Tapi mengejar cantik semata itu bagai membangun rumah hanya mengutamakan genting keramik ber-<em>glazuur</em> tapi lupa fondasi. Pertama-tama yang harus dicapai adalah kebenaran, lalu kebaikan, barulah kecantikan begitulah tata urutan seharusnya.Namun manusia jaman sekarang suka membalik urutan tersebut, belum tahu mana yang benar, mana yang salah , yang penting tampak baik. Kalaupun sebenarnya tidak baik dipoles sana-sini supaya tetap kelihatan cantik.</p>
<p>Idealnya saya wajib menggugat dengan kondisi ini, dimana masyarakat semakin gaya tetapi otak makin kosong dan perasaan makin tumpul, tapi saya suka juga sih lihat mbak-mbak gaul dengan dandanan cantik dan seksi entah dia itu cerdas atau tidak, baik hati atau jahat. Yang cantik memang lebih enak dilihat meskipun rasa dan kandungan gizinya entahlah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proses Pengorengan Kerupuk RIZKY]]></title>
<link>http://kempelangrizky.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 07:05:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kempelang RIZKY</dc:creator>
<guid>http://kempelangrizky.id.wordpress.com/2008/05/05/proses-pengorengan-kerupuk-rizky/</guid>
<description><![CDATA[


 Proses penggorengan Kerupuk hampir sama dengan penggorengan kemplang, kita harus mempersiapkan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kempelangrizky.files.wordpress.com/2008/05/foto6521.jpg"></a><a href="http://kempelangrizky.files.wordpress.com/2008/05/foto6523.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-30" src="http://kempelangrizky.wordpress.com/files/2008/05/foto6523.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://kempelangrizky.files.wordpress.com/2008/05/foto6522.jpg"></a></p>
<p><a href="http://kempelangrizky.files.wordpress.com/2008/05/foto6502.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-27" src="http://kempelangrizky.wordpress.com/files/2008/05/foto6502.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://kempelangrizky.files.wordpress.com/2008/05/foto6511.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-26" src="http://kempelangrizky.wordpress.com/files/2008/05/foto6511.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p> Proses penggorengan Kerupuk hampir sama dengan penggorengan kemplang, kita harus mempersiapkan dua wajan.</p>
<p>1. wajan kesatu ukurannya kecil dan menggunakan minyak goreng yang tidak terlalu panas.</p>
<p>2. Wajan kedua ukurannya besar dan menggunakan minyak goreng yang panas.</p>
<p>3. Masukan krupuk atau kempelang ke wajan kesatu...setelah kerupuk atau kempelang agak mengembang masukan ke wajan kedua yang minyak nya panas</p>
<p> 4. Aduk Kerupuk atau Kempelang sampai mengembang</p>
<p>5. selesai</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerupuk]]></title>
<link>http://miramarsellia.wordpress.com/?p=270</link>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 02:03:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mira</dc:creator>
<guid>http://miramarsellia.id.wordpress.com/2008/04/24/kerupuk/</guid>
<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa bikin kerupuk itu pake celana? Becandaan jadul yang garing pisan yah?  Saya belum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah Anda bahwa bikin kerupuk itu pake celana? Becandaan jadul yang garing pisan yah?  Saya belum menemukan di antara teman saya yang tidak suka kerupuk. Kalau yang tergila-gila banyak. Bahkan beberapa bulan sekali dari kantor kami di Bandung biasanya memaketkan satu dus ukuran jumbo yang muat beberapa orang meringkuk di dalamnya untuk mengirimkan berjenis-jenis kerupuk ; yang katanya made in Bandung emang paling enak, ke teman-teman di kantor pusat Jakarta.  Dus besar yang kalau ditendang itu ringan banget, isinya macam-macam, dari aneka gurilem tak berwarna atau berwarna merah yang dicurigai memakai zat pewarna tekstil, kerupuk jengkol, kerupuk bondon, sampai ke yang klasik seperti gendar, dan yang model baru, kerupuk seblak yang rasa bawang, plain, atau yang pedasnya luar biasa, sampai rasanya kita jadi naga berapi kalau memakannya.</p>
<p>Yang saya maksud disini sih adalah kerupuk dari bahan baku tapioka yang murah meriah itu. Kalau yang terbuat dari bahan lain entahlah. Saya perlu menanyakan pada ahli sejarah kerupuk untuk pengkategorian silsilah kerupuknya seperti apa, sepertinya di wikipedia sih dijelaskan bahwa kerupuk itu bersaudara dengan keripik, kerepek, rengginang, rempeyek, emping dan sebagainya. Wah banyak sekali saudara si kerupuk ini. Ternyata wikipedia Sunda lebih lengkap memuat tentang kerupuk atau kurupuk ini, apakah karena banyaknya tukang kerupuk yang berasal dari Priangan Timur atau apa, saya tidak tahu. Iseng-iseng saya sih memang suka nanya pada tukang kerupuk yang lewat, asalnya dari daerah mana.  Itung-itung sensus tukang kerupuk, ternyata rata-rata berasal dari Ciamis.</p>
<p>Ada teman saya yang ogah makan kalau tidak makan kalau nasinya tidak ditemani kerupuk, dia akan mencari kerupuk dulu kesana kemari. Ada juga teman sekelas waktu SMA dulu, yang kalau sedang makan dan kami teman-temannya nebeng atau nyoro, dia akan teriak-teriak "AMBIL AYAMNYA TAPI JANGAN KERUPUKNYA!!!" Dan akan menutupi kerupuk di piringnya seperti induk ayam melindungi anaknya. Aneh ya?.  Tapi kalau saya sendiri walaupun bukan kerupuk mania, sering terkangen-kangen dengan kerupuk mie yang kuning dan digoreng dengan pasir bukan pakai minyak, dengan sambal pedasnya. Yang paling top yaitu kerupuk mie sambal yang dijual Ceu Ibeng, jauh di SD di daerah Pantura sana tempat saya sekolah dulu yang atapnya sering bocor dan dindingnya dari bilik itu. Sambal pedasnya yang berbau terasi akan menguar baunya di udara di pagi hari saat beliau menggelar dagangannya. Harganya? Rp 5,- saja satu biji sudah dikucuri sambal.  Makan 5 saja dijamin kita bisa puas dan juga sakit perut dengan biaya murah sekali. Sekarang kerupuk mie isi 10 harganya Rp 2500,- waduh, kalau dulu kayaknya bisa dapat sewadah besar setanggungan tukang kerupuk bahkan mungkin dengan tukang kerupuknya sekalian.</p>
<p>Kalau ibu saya lain lagi, dia sering bernostalgia dengan memasak babanggi,  yaitu kerupuk mentah yang masih dalam proses penjemuran, dan dimasak dengan dioseng campur cabe hijau dan apalah lainnya. Katanya di masa kecil jaman susah sandang pangan dulu, seringkali nenek saya membuat masakan tersebut. Nah sekarang saya mau menunggu tukang kerupuk yang lewat dulu, siapa tahu hari ini mau lewat depan rumah.   Sudah seminggu ini mungkin gara-gara hujan terus di pagi hari, dia mogok jualan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[POCO-POCO ...]]></title>
<link>http://theordinarytrainer.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 05:31:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>nh18</dc:creator>
<guid>http://theordinarytrainer.id.wordpress.com/2008/02/01/head-line-hari-ini/</guid>
<description><![CDATA[(disarikan dari Kompas, 1 Feb 2008)
&#8220;Salah satu mantan presiden, mengkritik pemerintahan sekar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>(disarikan dari Kompas, 1 Feb 2008)</p>
<p>"Salah satu mantan presiden, mengkritik pemerintahan sekarang ibarat menari POCO-POCO ...<br />
Maju satu langkah, mundur satu langkah, kekanan dua langkah,kekiri dua langkah ...<br />
Tidak kemana-mana ... hanya membuat gembira ..."</p>
<p>Begitu kira-kira yang saya baca dari Kompas hari ini ...<br />
Saya hanya bisa tersenyum saja membaca berita ini ...<br />
Sambil membayangkan ... saya menari apa ya ... ketika beliau memimpin negeri ini beberapa tahun yang lalu ...</p>
<p>"gaji guru honorer di Merangin, salah satu kabupaten di propinsi Jambi, hanya cukup untuk membeli tiga helai kerupuk perhari ... mereka hanya dibayar 100 ribu per bulan ..."</p>
<p>Saya kali ini tidak tersenyum ...<br />
Kali ini saya hanya diam ... tertegun ... sedih ... dan getir<br />
Kasihan sekali para pejuang pendidikan itu ...</p>
<p>Saya lahir dari keluarga Guru ... Ayah seorang dosen dan ibu seorang guru SMA ...<br />
Alhamdullilah kami cukup ...<br />
Hanya bersyukur ... itulah yang kami bisa kerjakan ...</p>
<p>Kami memang harus pandai-pandai menahan hati ...<br />
Agar tidak tergiur pola hidup konsumtif yang sungguh menarik hati ...<br />
Hanya menahan diri untuk bisa menerima apa adanya yang ada pada kami ...</p>
<p>Sekali lagi kami hanya bisa bersyukur ...<br />
Karena kami bisa makan sehari tiga kali ... bukan hanya dengan kerupuk<br />
tetapi juga dengan nasi, kecap, sambal, sayur dan sekerat tempe ....</p>
<p>Untuk sarapanpun Alhamdulillah Ibu kami masih bisa menyediakan Roti ...</p>
<p>Ah andai saya bisa melakukan sesuatu untuk Bapak dan Ibu guru itu ...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pempek Mang Yas - Sikok sikoknyo Warung Pempek Online di Palembang]]></title>
<link>http://pempekmangyas.wordpress.com/2008/01/20/pempek-mang-yas-sikok-sikoknyo-warung-pempek-online-di-palembang/</link>
<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 17:03:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>pempekmangyas</dc:creator>
<guid>http://pempekmangyas.id.wordpress.com/2008/01/20/pempek-mang-yas-sikok-sikoknyo-warung-pempek-online-di-palembang/</guid>
<description><![CDATA[
Assalammualaikum wr.wb
perkenalkan kami dari
Pempek Mang Yas - Sikok sikoknyo Warung Pempek Online ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.webng.com/pempekmangyas/images/ptk.jpg" alt="www.pempekmangyas.com" /></p>
<p>Assalammualaikum wr.wb<br />
perkenalkan kami dari</p>
<p>Pempek Mang Yas - Sikok sikoknyo Warung Pempek Online di Palembang</p>
<p>silakan yang mau lebih lanjut mengetahui tentang penjualan kami<br />
dari aneka jenis pempek, cara pembayaran &#38; tarif ongkos kirim.</p>
<p>silakan buka di <b>http://www.pempekmangyas.com</b></p>
<p>kami menerima pesanan untuk luar kota<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
