<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kerja-sosial &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kerja-sosial/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kerja-sosial"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 13:33:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kerja Sosial Bagi Koruptor]]></title>
<link>http://orexorex.wordpress.com/2008/09/20/kerja-sosial-bagi-koruptor/</link>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 15:47:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ekonikoe A. Namikoela</dc:creator>
<guid>http://orexorex.id.wordpress.com/2008/09/20/kerja-sosial-bagi-koruptor/</guid>
<description><![CDATA[Pada Ekstravaganza malam ini, terdapat ilustrasi tentang koruptor yang sedang menjalani hukuman kerj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Pada Ekstravaganza malam ini, terdapat ilustrasi tentang koruptor yang sedang menjalani hukuman kerja sosial. Bagi saya hukuman ini lebih rasional dan menimbulkan efek jera, daripada sekedar mengenakan <font color="red">baju khusus koruptor</font> saat sidang.</p>
<p align="left">Problemnya untuk mewujudkannya dibutuhkan <font color="red">revisi undang-undang</font> yang cepat dan <font color="red">penetapan vonis</font> yang mempunyai kekuatan hukum tetap. <font color="red">Dua hal yang sulit diwujudkan dalam waktu singkat</font> setidak-tidaknya untuk sekarang ini! </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerja Sosial bagi Koruptor ]]></title>
<link>http://idtpk.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 21:34:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ariefadi</dc:creator>
<guid>http://idtpk.id.wordpress.com/2008/08/17/kerja-sosial-bagi-koruptor/</guid>
<description><![CDATA[Sanksi Perlu Diperbanyak dan Diperberat
JAKARTA, KOMPAS - Wacana penambahan hukuman kerja sosial-sel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sanksi Perlu Diperbanyak dan Diperberat</p>
<p>JAKARTA, KOMPAS - Wacana penambahan hukuman kerja sosial-selain hukuman penjara-bagi para terpidana kasus korupsi mendapat dukungan kuat. Sanksi sosial untuk terpidana kasus korupsi perlu diperberat sebagai salah satu cara mendorong munculnya efek jera dan malu berbuat korupsi.</p>
<p>Dukungan setidaknya dilontarkan sejumlah pihak, seperti Ketua Badan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zen dan Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko. Rabu (13/8), saat dihubungi Kompas di tempat terpisah.</p>
<p>Hukuman tambahan kerja sosial, seperti pernah dilontarkan oleh guru besar pidana internasional Universitas Padjadjaran, Bandung, Romli Atmasasmita, telah diterapkan di Korea Selatan dan mulai dipelajari China.</p>
<p>"Bagus juga kalau ada hukuman seperti itu. Paling tidak supaya mereka (terpidana korupsi") bisa melihat langsung, misalnya, kondisi masyarakat miskin yang pastinya juga terimbas akibat ulah para koruptor," ujar Danang.<br />
<!--more--><br />
Namun, katanya, penerapan hukuman tambahan kerja sosial hanya bisa dilakukan dengan terlebih dahulu merevisi aturan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan juga membentuk badan atau lembaga khusus untuk mengawasi kerja sosial itu.</p>
<p>Danang juga melihat ada peluang untuk memasukkan pasal tentang hukuman kerja sosial itu dalam revisi Undang-Undang</p>
<p>Tindak Pidana Korupsi</p>
<p>Dalam kesempatan berbeda. Patra melihat ada satu peluang lagi, selain mengubah aturan hukum positif (KUHP), untuk bisa memasukkan aturan hukuman kerja sosial itu. Caranya, dengan meminta fatwa dari Mahkamah Agung.</p>
<p>"Jadi, pilihannya kita bisa minta revisi aturan KUHP dan aturan tentang lembaga pemasyarakatan atau dengan meminta fatwa MA. Namun, tidak cuma itu, kita juga harus bisa memastikan infrastruktur pelaksanaan hukuman seperti itu juga sudah siap," ujar Patra.</p>
<p>Perlu diperbanyak</p>
<p>Selain memperberat sanksi sosial, persepsi dalam melihat per-kara korupsi pun harus diubah, yaitu dengan lebih melihat kepada rakyat yang menjadi korban, bukan koruptornya.</p>
<p>"Dengan demikian, jika ada terdakwa atau terpidana korupsi, perhatian utama bukan pada apakah seluruh martabatnya tetap dilindungi Namun, bagaimana penderitaan yang harus ditanggung masyarakat, seperti kemiskinan dan kebodohan, yang diakibatkan oleh perbuatannya," kata Bambang Widjojanto dari Partnership for Governance Reform di Jakarta, Rabu.</p>
<p>Saat melihat kasus korupsi, kata Bambang, masyarakat saat ini masih terlalu berorientasi pada pelaku korupsi. Kondisi masih diperparah oleh rendahnya hukuman untuk para koruptor danbanyaknya fasilitas yang mereka peroleh saat dipenjara Akibatnya, korupsi terus saja terjadi meski penindakan telah dilakukan.</p>
<p>Sosiolog dari Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, menuturkan, sanksi sosial ini akan amat efektif di lingkungan yang terbatas. Namun, dalam skala yang luas, efektivitas sanksi sosial seperti itu amat ditentukan oleh posisi tawar mereka yang terlibat korupsi Jika masih punya kedudukan penting atau kekayaan yang besar, sanksi sosial ini cenderung tidak efektif.</p>
<p>Agar lebih efektif, kata Tamrin, perlu ditambah upaya lain, seperti mempermalukan koruptor dengan meminta mereka memakai baju khusus dan tidak mem-berikan berbagai kemudahan saat berada di penjara. Mereka harus diperlakukan seperti tahanan tindak pidana lainnya.</p>
<p>Guru besar emeritus Universitas Airlangga Soetandyo Wignyosoebroto menambahkan, langkah lain yang dibutuhkan adalah mereformasi seluruh sistem karena korupsi sudah menjadi bagian dari sistem.</p>
<p>"Ibarat memberantas penyakit demam berdarah, penindakan yang dilakukan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi") selama ini seperti memburu nyamuknya. Ini penting, tetapi belum cukup. Masih butuh upaya lain, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan pola hidup sehat," katanya.</p>
<p>(DWA/NWO)</p>
<p>Sumber: Kompas, 14-08-2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASOSIASI TELECENTER]]></title>
<link>http://arifmalik.wordpress.com/?p=117</link>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 15:19:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cak Arif</dc:creator>
<guid>http://arifmalik.id.wordpress.com/2008/08/12/asosiasi-telecenter/</guid>
<description><![CDATA[Asosiasi telecenter telah berdiri dan mungkin satu-satunya asosiasi telecenter yang ada di Indonesia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a title="TELECENTER" href="http://telecenter.ws/forum.html">Asosiasi telecente</a>r telah berdiri dan mungkin satu-satunya asosiasi telecenter yang ada di Indonesia setelah adanya program bappenas, CTC nya microsoft dan yang terakhir pembentukan oleh pemprof Jawa Timur.  Yang telah mendirikan TC sebanyak 11 Kota kabupaten dengan jumlah Telecenter sebanyak 21 selain beberapa telecenter yang belum tergabung atau belum tahu karena bukan bentukan Pemprof Jatim dalam hal ini BPDE Jawa  Timur.  Bbeberapa TC yang belum bergabung ini karena bentukan Microsoft sehingga tentunya belum tahu keberadaan ASTEL Jatim ini.<!--more--></p>
<p>Sehingga harapan ASTEL Jatim bisa mengandeng siapa pun baik itu NGO, arau TC yang ada disemua kabupaten kota yang ada di Jawa Timur.  Sehinga fungsi ASTEL Jatim yang mempunyai tujuan mengkoordinasi dan meningkatkan mutu pelayanan dengan harapan kedepan TC bisa mandiri. Tentunya dengan kemendirian ini TC kedepan mempunyai peran yang semakin banyak dan matang yang akhirnya membuat TC bisa mandiri.</p>
<p>Tentunya sebagai Asosiasi yang baru berdiri ASTEL Jatim berkeinginnan untuk membuat kerjasama2 yang mempunyai tujan pemberdayaan atau peningkatan kapasitas kelembagaan setiap TC di Jawa Timur dengan berbagai stage holder yang mempunyai tujuan yang sama dengan asosisasi.</p>
<p>Pamekasan, 6 - 8 Agustus 2008<br />
Salam,<br />
<a href="http://ctlcjatim.com">Cak Arif</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASTEL  JATIM]]></title>
<link>http://arifmalik.wordpress.com/?p=114</link>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 15:08:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cak Arif</dc:creator>
<guid>http://arifmalik.id.wordpress.com/2008/08/12/astel-jatim/</guid>
<description><![CDATA[Perjalanan Telecenter sudah hampir 4 tahun berjalan, dan
perkembangan akan fungsi telecenter sangat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan Telecenter sudah hampir 4 tahun berjalan, dan</p>
<p>perkembangan akan fungsi telecenter sangat beragam karena memang</p>
<p>tiap telecenter sangat berpatron akan pengelolanya sendiri.  Karena</p>
<p>itulah BPDE sebagai salah satu pembina di Jawa Timur mensuport akan</p>
<p>berdirinya Asosiasi Telecenter Jawa Timur yang kemudian disingkat</p>
<p><a title="astel jatim" href="http://www.d-infokom-jatim.go.id">ASTEL JATIM</a>. <!--more-->Pada hari Kamis, 7 Agustus 2008  Pukul 16.00 WIB</p>
<p>bertempat di Hotel New Ramayana Jl. Trunojoyo 88 Pamekasan, telah</p>
<p>dilakukan pemilihan Pengurus Asosiasi Telecenter Jawa Timur melalui</p>
<p>Sidang Formatur yang terdiri 16 perwakilan Kab Kota peserta Forum</p>
<p>Komunikasi dan Sosialisasi Telecenter Jawa Timur.</p>
<p>Adapun  hasil Pemilihan Pengurus berdasarkan tata cara pemilihan</p>
<p>pengurus  adalah sebagai berikut :<br />
1.	Ketua 		:  Dwi Murdiyanto<br />
2.	Wakil Ketua 	:  Fathur Rahman<br />
3.	Sekretaris 	:  Rusman<br />
4.	Bendahara 	: Sahlan Bahsyar<br />
5.	Seksi Pemberdayaan  		:  Imam Suhadak<br />
6.	Seksi Penguatan organisasi 	:  Suti’ah<br />
7.	Seksi Publikasi dan Kerjasama	:  Arif  Hidayat</p>
<p>Dengan harapan telecenter ke depan bisa menstandartkan pelayanan</p>
<p>tentunya lebih baik dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat</p>
<p>dengan kualitas pendidikan yang "seragam" dengan sertifikasi yang</p>
<p>jelas.  Yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan Telecenter</p>
<p>juga merupakan pekerjaan rumah tersendiri dari ASTEL JATIM dengan</p>
<p>ketuanya Dwi Murdiyanto.</p>
<p>Pamekasan, 7 Agustus 2008<br />
Salam,<br />
<a title="Cak Arif" href="http://ctlcjatim.com"> Cak Arif</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DAUN PANDAN DAN AMAL JARIYAH SAYA ......]]></title>
<link>http://arifmalik.wordpress.com/?p=100</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 13:02:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cak Arif</dc:creator>
<guid>http://arifmalik.id.wordpress.com/2008/03/29/daun-pandan-dan-amal-jariyah-saya/</guid>
<description><![CDATA[Minggu ini, saya melakukan tugas Kerja Bakti setelah ada pergantian RT di Perumahan saya bulan lalu,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu ini, saya melakukan tugas Kerja Bakti setelah ada pergantian RT di Perumahan saya bulan lalu, saya sempat kaget karena yang datang hampir 60 Orang atau 80% dari jumlah KK di perumahan saya.<!--more--></p>
<p>Perlu anda ketahui Kerja Bakti ini merupakan kerja bakti pertama selama hampir 1 tahun, karena masa kerja RT yang terdahulu ada masa jenuh yaitu 1 tahun pertama sangat padat hampir  2 minggu sekali kerja bakti sehingga masa kejenuhan itu hampir 1 tahun.</p>
<p>Ketika ada pergantian RT yang dipilih adalah Pak RT yang penuh idea, karena ada kebiasaan jelek di Perumahan saya orang yang banyak idea atau omong pasti dijadikan RT.  Dengan dukungan penuh warga kita usulkan idea-idea termasuk Kerja bakti yang berhasil ini.</p>
<p>Saat bersih-bersih inilah tercipta sampah yang menggunung, dan supaya tidak menimbulkan polusi yang berkepanjangan maka sampah ini hendak dibakar dilapangan tempat biasa pemuda-pemudi olah raga, langsung aja saya menolak keras pembakaran sampah ini karena bisa dipastikan akan mematikan pohon pepaya dan daun pandan yang dulu saya tanam.</p>
<p>Lhooo, iya saya beragumen bahwa Pepaya dan Daun Pandan ini merupakan amal Jariyah saya karena setiap ada orang tahu Pepaya matang pasti ngambil demikian juga dengan Daun Pandan,  Jadilah saya ditertawakan orang karena mengolok saya yang terlalu UKM sampai hal sekecil itu aja dipikirkan heee .......</p>
<p>Tapi saya berpikir, lumayan karena sesuatu yang besar pasti dari kecil dulu, maka kenapa kita tidak mulai dari kecil dulu Hayyooooo...</p>
<p>Tahu kan maksud saya,</p>
<p>Salam,<br />
<a TITLE="Cak Arif" HREF="http://www.ctlcjatim.com">Cak Arif</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BDS  kita....]]></title>
<link>http://arifmalik.wordpress.com/2007/11/21/bds-kita/</link>
<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 02:14:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cak Arif</dc:creator>
<guid>http://arifmalik.id.wordpress.com/2007/11/21/bds-kita/</guid>
<description><![CDATA[Yub  ini adalah foto Cak arif saat penandatanganan MOU antara BDS indonesia, Kementrian Koperasi dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://arifmalik.wordpress.com/files/2007/11/arif-b1.jpg" border="2" alt="BDS " hspace="1" vspace="2" width="140" height="90" align="left" />Yub  ini adalah foto Cak arif saat penandatanganan MOU antara BDS indonesia, Kementrian Koperasi dan UKM  dan Forum Nasional UKM Indonesia yang saat itu Cak Arif sebagai Sekjennya heeeee....</p>
<p><a title="BDS" href="http://www.bds-indonesia.info/">BDS</a> adalah Business  Development Services  yang pada mulanya didirikan untuk melakukan pendampingan kepada <a title="UKM  Indonesia" href="http://www.depkop.go.id/">UKM di Indonesia</a>, dengan pendekatan bisnis<!--more--> dengan penataan yang cukup baik dengan salah satu programnya voucher yaitu UKM bayar setengah harga dari pelatihan yang dilaksanakan dan setenganyan dibayar SCT, sehingga UKM yang membutuhkan bisa langsung datang ke BDS atau di otlet yang disediakan di pusat2 pertokohan atau tempat yang ditunjuk dengan hanya membayar Rp. 1000,-/voucher.</p>
<p>Karena program ini dirasa berhasil maka sang juru selamat Pemerintah hadir dengan asumsi untuk mempercepat proses pelatihan-pelatihan dan UKM tidak lagi membayar separo atau membeli voucher 1000 perak, dengan mengantikannya uang Rp. 50.000.000,- yang diberikan ke BDS atau penyedia layanan dan terkadang disediakan pula dana 100 s/d 300 juta untuk UKM nya sebagai dana pinjaman sehingga BDS mendapatkan UKM yang dilatih.</p>
<p>Lha kalau menurut saya pribadi bagaimana orang bisa maju tanpa tantangan, apalagi disediakan banyak fasilitas seperti yang saya sebutkan diatas maka apa yang terjadi ????, semua berebut untuk mendirikan BDS dan faktor kedekatan dengan pemerintah sangat dominan bagaimana ini bisa terjadi......</p>
<p>Eh sampai lupa ngupas Cak Arif yang ikutan nongkrong disitu  heee ternyata Cak Arif gak sempat kebagian kue ini,katanya sih Fornas terkenal sebagai orang yang suka advokasi kebijakan jadi gak layak dapat heeee  sirik  ya.....</p>
<p>Salam,<br />
Cak Arif</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
