<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>keluarga &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/keluarga/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "keluarga"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 08:24:18 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Nyonyo]]></title>
<link>http://azrl.wordpress.com/?p=406</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 07:14:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>azrl</dc:creator>
<guid>http://azrl.wordpress.com/?p=406</guid>
<description><![CDATA[Mungkin di dunia ini tidak ada yang tahu arti kata &#8220;nyonyo&#8221;, kecuali tiga orang: Marco, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin di dunia ini tidak ada yang tahu arti kata "nyonyo", kecuali tiga orang: Marco, Ina, dan saya.  Nonyo adalah kata ciptaan Marco, untk menunjukkan atau mengekspresikan kemanjaan dan minta disayang.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Salah satu kelebihan Marco, putera kami yang berusia 8 tahun, adalah pada kemampuan berekspresi lisan.  Sejak kecil dia mampu membahasakan pikiran dan perasaannya dengan jelas.  Kalau dia senang, sedirh, marah atau bingung, dia selalu bisa mengkomunikasikannya pada kami.</p>
<p>Kalaupun dia tidak menemukan kata-kata yang tepat, dia menciptakannya.  Seperti "nyonyo".</p>
<p>Kalau dia sedang kangen, manja, dan <em>mellow</em>, dia akan mengucapkan kata "nyonyo".  Dan Ina akan senang sekali.  Langsung dipeluk dan dibelai dengan sayang.</p>
<p>Bahasa perlu berkembang dengan istilah-istilah baru.  Istilah yang efektif dan efisien adalah istilah dengan jumlah huruf terbatas, tapi membawa makna yang pas.  Seperti "nyonyo" itu.</p>
<p>Istilah juga perlu berkembang dalam domain yang penting.  Kita perlu semakin banyak istilah ekspresif untuk menyampaikan kasih sayang.  Kata-kata penghiburan.  Kata-kata yang memberi semangat.</p>
<p>Saat kata-kata itu di sampaikan, ia berguna dan membahagiakan orang.  Seperti "nyonyo" itu.</p>
<p>Jadi kalau saya tergugah tengah malam, dan perlu kedamaian untuk terlelap, saya tinggal berbisik di kuping Ina, "nyonyo..."</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto Keluarga TKP]]></title>
<link>http://nuritaputranti.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:39:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>eNPe</dc:creator>
<guid>http://nuritaputranti.wordpress.com/?p=237</guid>
<description><![CDATA[Keluarga TKP1
Untuk memenuhi janji saya pada tulisan yang lalu, gambar di atas adalah foto keluarga ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[wp_caption id="attachment_239" align="aligncenter" width="300" caption="Keluarga TKP1"]<a href="http://nuritaputranti.files.wordpress.com/2008/07/keluarga-tkp81.jpg"><img class="size-medium wp-image-239" src="http://nuritaputranti.wordpress.com/files/2008/07/keluarga-tkp81.jpg?w=300" alt="Keluarga TKP1" width="300" height="224" /></a>[/wp_caption]
<p>Untuk memenuhi janji saya pada tulisan yang <a href="http://nuritaputranti.wordpress.com/2008/06/29/berkumpulnya-keluarga-tkp/" target="_blank">lalu</a>, gambar di atas adalah foto keluarga TKP (Trio Kwek2 Ponty).</p>
<p>Mulai dari kiri : <a href="http://mbarep.wordpress.com" target="_blank">abang</a>, <a href="http://pipiew.wordpress.com" target="_blank">adek bungsu</a>, <a href="http://nuritaputranti.web.id" target="_blank">mbak </a>+ <a href="http://imamblora.co.cc" target="_blank">cs</a>, <a href="http://www.andimujahidin.com" target="_blank">bapak</a> + sazkia *anak <span style="text-decoration:line-through;">kandung</span> bapak*</p>
<p>Eits..tunggu, ganti foto ajah. Kasian, wajah bapak tertutup kipas, kekekeke...</p>
[wp_caption id="attachment_240" align="aligncenter" width="300" caption="Keluarga TKP2"]<a href="http://nuritaputranti.files.wordpress.com/2008/07/keluarga-tkp7.jpg"><img class="size-medium wp-image-240" src="http://nuritaputranti.wordpress.com/files/2008/07/keluarga-tkp7.jpg?w=300" alt="Keluarga TKP2" width="300" height="224" /></a>[/wp_caption]
<p>Nah, kalo foto di atas kan lebih jelas...</p>
<p>Weks...kini giliran cs yang matanya <span style="text-decoration:line-through;">gak sadar kamera</span> mandang ke lain.. Hayoo..mas, lagi liatin apa sih?!?</p>
<p>Hmm..sepertinya masih ada yang kurang??? Apa ya... *pura2 mikir*</p>
<p>Ada abang, adek bungsu, mbak + cs, bapak...trus <strong>ibu</strong> mana???</p>
<p>Ok lah, ini foto <span style="text-decoration:line-through;">mesra</span> bapak + ibu</p>
[wp_caption id="attachment_241" align="aligncenter" width="300" caption="bapak + ibu"]<a href="http://nuritaputranti.files.wordpress.com/2008/07/keluarga-tkp5.jpg"><img class="size-medium wp-image-241" src="http://nuritaputranti.wordpress.com/files/2008/07/keluarga-tkp5.jpg?w=300" alt="bapak + ibu" width="300" height="225" /></a>[/wp_caption]
<p>Keluarga bahagia...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tindakan Nyata!.. Bukan Hanya Sekedar Kata-kata Oleh : Pitoyo Amrih]]></title>
<link>http://klikinspirasi.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:32:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikinspirasi</dc:creator>
<guid>http://klikinspirasi.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari lalu saya kebetulan berkesempatan berdiskusi panjang lebar dengan salah seorang pakar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Beberapa hari lalu saya kebetulan berkesempatan berdiskusi panjang lebar dengan salah seorang pakar teknologi <em>solar energy</em> dari negri Jerman. Dia telah lebih dari duapuluh tahun sebagai praktisi di aplikasi pemanfaatan energi surya. Sempat bercerita kepada saya, bahwa ini adalah kali pertama dia berada di kawasan Asia, juga di Indonesia tentunya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Setiap kali bercerita berdiskusi kepada saya, tak henti-hentinya dia begitu mengagumi sumber daya energi matahari yang –dia sebut- begitu berlimpah, karena letak geografis Indonesia yang berada di khatulistiwa. Maklumlah, saya bisa mengerti apa yang ada di kepalanya. Dia seorang ilmuwan yang menekuni energi surya. Ketika pertama kali ke Indonesia dan melihat sendiri betapa sinar matahari bersinar begitu terang di sini sepanjang hari –tidak seperti di tempat asalnya, pada musim panas sekalipun-, saya bayangkan bak seperti seorang yang haus di padang pasir dan mendapati sebuah oase.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa kali dia lebih suka mengajak saya berdiri di udara terbuka dan merasakan bahwa betapa energi sinar matahari di sini sangat besar kalau saja bisa dimanfaatkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Fase pertama dia begitu kagum akan sinar matahari di sini, dan beberapa saat kemudian sampai juga dia ungkapkan keheranannya, mengapa penelitian dan pengembangan akan pemanfaatan energi surya ini, tidak begitu populer di sini. Saat itulah saya juga merasa ada yang salah dengan kita-kita sebagai bangsa ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Dia coba beri gambaran tentang negrinya di Jerman, dimana dia hitung secara kasar energi iradiasi matahari di sana rata-rata sepanjang tahun mungkin hanya sekitar enampuluh persen dari energi iradiasi matahari di sini. Di sana, terutama sepuluh tahun terakhir ini, industri pembangkit listrik maupun kolektor panas begitu cepat pertumbuhannya. Dia coba beri angka bahwa tahun lalu saja terealisasi instalasi panel surya seluar 20.000 m2! Anda bisa bayangkan kalau ditempat saya mungkin hampir sebanding dengan luasan satu kelurahan! Dan itu bisa menghasilkan energi panas pada kondisi iradiasi maksimal sampai sekitar 8 Megawatt! Mungkin setara dengan energi listrik sekitar 2 Megawatt! Rata-rata mungkin duaribu rumah tangga bisa terlayani di tempat kita!</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jujur, saya hanya melongo terbengong mendengarkan angka-angka asumsi yang dia sampaikan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Saya renungi kemudian bahwa angka-angka diatas bisa jadi terlalu kasar dan terlalu optimis, belum memperhitungkan tingkat efisiensi, dan konsitensi ketersediaan sumber panas matahari itu sendiri. Dengan artikel ini pun saya tidak bermaksud untuk mengecilkan arti upaya-upaya yang bisa jadi telah dilakukan oleh para ahli di bidang ini di negri kita sendiri. Dari perguruan tinggi mungkin, atau dari lembaga Ristek dari pemerintah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Apa yang saya maksud dari cerita saya diatas bahwa, kita –juga termasuk saya tentunya- seharusnya akan muncul pertanyaan di kepala, “kemana saja kita selama ini..?”. Entahlah, terkadang saya merasa, kita secara kolektif sebagai bangsa, memiliki resistansi yang terlalu tinggi terhadap kondisi yang tidak kita inginkan. Kita mungkin terlalu terlena, seperti ungkapan Koes-Plus bahwa kita ‘terlalu’ merasa bahwa kita hidup di ‘Kolam Susu’. Sehingga itu semua membuat kita terlalu manja. Menghadapi masalah, lebih suka ‘merengek’ dari pada melihat itu semua sebagai suatu tantangan itu dapat melakukan sesuatu yang baru.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Kita lihat, ungkapan marah terhadap kenaikan BBM sampai sekerang belum juga usai. Tapi masalah yang timbul tidak kunjung teratasi bila kita hanya selalu saja marah. Sudah saatnya kita, terhadap setiap masalah yang timbul untuk kemudian selalu bersemangat merespon : “..keadaan memang menyesakkan,.. kira-kira apa yang kita masing-masing bisa lakukan…?!”. Tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">4 Juli 2008<br />
Pitoyo Amrih<br />
<span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.pitoyo.com/"><span>www.pitoyo.com</span></a></span></span><br />
Bersama Memberdayakan Diri dan Keluarga</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pak, foto Tika dipasang di situ dong]]></title>
<link>http://asnugroho.wordpress.com/?p=756</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:12:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Anto Satriyo Nugroho</dc:creator>
<guid>http://asnugroho.wordpress.com/?p=756</guid>
<description><![CDATA[Saat melihat-lihat blog, Tika minta ke saya, agar fotonya dipasang juga. &#8220;Pak&#8230;foto Tika ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saat melihat-lihat blog, Tika minta ke saya, agar fotonya dipasang juga. "Pak...foto Tika yang ini dipasang di situ dong", sambil menunjuk ke monitor. OK deh...ini bapak pasang yaa :D</p>
<p><a href="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6382.jpg"><img src="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6382.jpg" alt="" width="149" height="200" /></a><a href="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6385.jpg"><br />
<img src="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6385.jpg" alt="" width="149" height="200" align="left" /></a><a href="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6384.jpg"><img src="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6384.jpg" alt="" width="149" height="200" /></a><a href="http://i43.photobucket.com/albums/e357/ineanto/DSCF6382.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikah]]></title>
<link>http://aakuntoa.wordpress.com/?p=26</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 04:11:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>aakuntoa</dc:creator>
<guid>http://aakuntoa.wordpress.com/?p=26</guid>
<description><![CDATA[Sudah. Saya sudah menikah. Minggu, 29 Juni lalu, saya ikrarkan janji pernikahan saya di sebuah gerej]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah. Saya sudah menikah. Minggu, 29 Juni lalu, saya ikrarkan janji pernikahan saya di sebuah gereja bersejarah di Surakarta. Seorang perempuan, yang sudah saya kenal sekira sejak sedekade lalu, sejak itu, menjadi istri saya. Seumur hidup, demikian kami berjanji.</p>
<p>Sederhana. Sebagaimana hidup keseharian kami, pernikahan kami juga berlangsung sederhana. Hanya dihadiri keluarga inti, kerabat dekat, dan beberapa sahabat karib, kami menyatukan diri dalam satu ikatan suci. Dua pribadi menyatu, dan tetap dua.</p>
<p>Satu pastor mempersembahkan perayaan ekaristi itu. Pastor-pastor lain, sahabat-sahabat kami, duduk menyebar, turut menjadi saksi. Tidak ada konselebrasi. Pemimpin ekaristi satu saja: Allah sendiri.</p>
<p>"Akhirnya, kami menikah...," demikian ucapan pertama kami ketika didaulat menyampaikan ucapan terima kasih di penghujung misa. Untuk para sahabat yang mengenal kami, pernyataan itu sungguh bermakna dalam. Meski spontan mereka tergelegak dalam tawa, namun sejatinya mereka hendak menegaskan pernyataan kami. Kami tahu maksud tawa mereka. Tawa itu simpulan dari cinta mereka sejak kami, saya dan istri saya, mulai mengenal dan tidak ada rasa apa pun, mengenal dan kami berpacaran dengan pasangan masing-masing, hingga mengenal dan memutuskan untuk menikah. Tawa mereka doa yang tak cukup didaraskan.</p>
<p>Pernikahan kami adalah cinta keluarga dan sahabat. Bagaimana tidak. Dengan nyaris tanpa punya apa-apa, semua akhirnya terselenggara begitu meriah. Seorang sahabat, Mas Yong, yang sudah berkeluarga belasan tahun, mau sharing saat jatah pastor homili. Pengalaman nyata mereka hadirkan di altar. Sahabat lain, Mas Lukas, menjadi saksi bersama Mas Suka, sahabat dan kerabat. Eva, Gemak, Lusi, Anita, dan Wiwit, adalah pandega utama perhelatan ini. Dari Jogja untuk acara di Solo. Dari sela kesibukan mereka untuk sekali seumur hidup kami. Dari cinta mereka.</p>
<p>Koor? Semula kami hendak pakai koor seadanya, yang penting "bunyi". Tapi batal. Satu per satu sahabat kami mengajukan diri menyanyi di gereja. Solis. Karena banyak, ganti kami meminta mereka untuk jadi koor saja sekalian. Dan mereka mau! Wow, koor kami adalah gabungan penyanyi, dari level lokal hingga internasional: Pak Frans, Pak Theo Sunu Widodo (yang secara khusus menciptakan 2 buah lagu untuk kami), Pak Parjo, Bu Wahyu, Bu Evy, Lisa, Wawan, Clara, Olga, Keke, Gita, Daniel, Kristiawan "Gereh", dan Lia. Megah nian... Bro, suwun ya...</p>
<p>Deni, Lukas, Dika, calon fotografer dunia dari APC, juga menyediakan mata elang mereka dalam membidik mangsa yang eksotik di pahargyan kemarin. Dab, thanks!</p>
<p>Jadilah, pernikahan kami OK banget! Ya, 29 Juni 2008 pukul 11.00 WIB adalah pernikahan OK.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sayang Anak]]></title>
<link>http://eriek.wordpress.com/?p=231</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 19:00:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>eriek</dc:creator>
<guid>http://eriek.wordpress.com/?p=231</guid>
<description><![CDATA[
Anak adalah buah hati sang ayah dan ibunya. Kehadirannya menambah kebahagiaan sebuah keluarga. Bahk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://eriek.files.wordpress.com/2008/07/dsci0104.jpg"><img class="size-medium wp-image-232 alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://eriek.wordpress.com/files/2008/07/dsci0104.jpg?w=300" alt="anak kecil" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Anak adalah buah hati sang ayah dan ibunya. Kehadirannya menambah kebahagiaan sebuah keluarga. Bahkan ada ungkapan, banyak anak, banyak rezeki. Betulkah? Silahkan Anda menilainya dari sudut pandang dan pengetahuan.</p>
<p>Suatu hari minggu bulan Juni kemarin, tak sengaja melihat seorang anak perempuan di dalam keranjang belanja. Rambutnya yang hitam-lurus diikat. Warna kulitnya putih. Entahlah usianya berapa tahun, saya lupa bertanya kepada anak itu. Keisengan saya tiba. Sebuah kamera digital saya ambil dari tas, lalu bidikan mengarah kepada anak itu. <em>Blitz off</em>. Saya menahan nafas sambil menekan tombol "shutter", agar ibu, ayuk, kakak, bibik, ncing (entah siapa mereka ya, ibunya anak itu? *penasaran) tidak melihat saya saat memotret anak di dalam keranjang itu.</p>
<p>Yap. Dapat satu foto bagus sore itu, persis tidak jauh setelah pintu masuk utama Palembang Indah Mall (PIM). Kebetulan para nyonya itu sibuk menyaksikan acara Miss XL (eh,kabar teman Wongkito juara gak ya?). Haruskah anak itu ikut menonton apa yang ditonton para nyonya dewasa itu? Mungkin si anak di dalam benak hatinya berkata,"Apa itu? Itu apa?"</p>
<p><!--more--></p>
<p><a href="http://eriek.files.wordpress.com/2008/07/dsci0125.jpg"><img class="size-medium wp-image-233 null null alignnone" style="margin-left:6px;margin-right:6px;" src="http://eriek.wordpress.com/files/2008/07/dsci0125.jpg?w=300" alt="difoto papa" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Lain lagi sang ayah satu <a href="http://mangoeni.wordpress.com/tentang/">ini</a>. Putrinya, Aliyah, mahir betul merangkak kesana-kemari. Saya melihat cara ia merangkak lucu. Lincah. Kalau tidak sedang terlentang, ia tengkurap sambil jalan kesana-kemari. Sang ayah tampaknya ingin mengabadikan si kecil di dalam iphone-nya.</p>
<p>Ya, banyak cara memperlakukan kasih-sayang orangtua kepada sang anak. Tiba-tiba saya ingin mencoba mengingat-ingat masa kecil. Entahlah usia berapa tahun persisnya saya bisa ingat memori ketika itu. Balita? Apakah Anda ingat di usia itu? Kalau TK? Saya masih ingat, meskipun tidak banyak yang diingat. Suasana kelas TK. Teman-teman. Guru-gurunya. Kotak kue dan botol air minum. Tempat bermain. Hingga ingat suatu kali saya menangis-nangis di kelas, karena ibu tidak sedang menunggu di luar kelas. Lucu ya kalau mengingat-ingat itu kembali.</p>
<p>Ibu yang merawat dengan susah payah saat kita masih kecil. Ibu yang menenangkan saat kita belum bisa tidur pulas. Teriak tangis memecahkan kesunyian malam di saat para orang dewasa tengah tidur pulas. Entah hanya teriak tangis yang hanya bisa kita lakukan saat itu. Ibu tetap tabah dan terus berusaha menenangkan kita hingga bisa tidur kembali.</p>
<p>Tak akan bisa sanggup menghitung berapa banyak kebaikkan ibu kepada kita hingga kita dewasa. Sama seperti kita tak akan bisa menghitung berapa banyak nikmat/rezeki Allah yang diberikan kepada makhluk di muka bumi, tak terkecuali manusia.</p>
<p>Kita bersyukur masih diberikan nikmat yang banyak dari-NYA. Mari kita mensyukuri nikmat yang sangat banyak itu. Salah satunya adalah mensyukuri bahwa ibu kita masih memberi kasih-sayang kepada kita.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Investasi terbaik di bulan juli]]></title>
<link>http://ekoyulianto.wordpress.com/?p=150</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 18:32:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>echo99</dc:creator>
<guid>http://ekoyulianto.wordpress.com/?p=150</guid>
<description><![CDATA[Masih melanjutkan tentang postingan saya sebelumnya tentang  tips belanja keluarga, bahwa kebutuhan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000080;">Masih melanjutkan tentang postingan saya sebelumnya tentang  <a href="http://ekoyulianto.wordpress.com/2008/01/24/tips-belanja-keluarga/" target="_blank">tips belanja keluarga</a>, bahwa kebutuhan rutin seperti belanja ternyata menunjukkan keadaan ekonomi mikro suatu negara. Bukannya membesar-besarkan, tapi coba saja perhatikan bahwa keluarga yang lain juga melakukan hal yang serupa. Jangan remehkan faktor perkalian.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Bulan juni-juli sebagian besar orang tua bakal berpusing-ria dengan urusan pendidikan anak-anak mereka. Mulai dari hasil akademis , apakah anak mereka naik atau lulus ujian, dengan nilai bagus atau dibawah rata-rata, dan hendak kemana mereka melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi? Pilihan sekolah ini ujung-ujungnya adalah masalah biaya yang mesti dikeluarkan untuk "naik tingkat". Banyak pertanyaan yang kadang terlambat datangnya ? Kenapa terlambat ?</span></p>
<p><!--more tanya kennapa ? --></p>
<p><span style="color:#000080;">Jujur, kebutuhan rutin juli ini sebenarnya sudah bisa dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Mungkin saya tidak bicara sekedar untuk biaya sekolah tapi lebih jauh dari itu.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Sebagai orang tua saya juga masih belajar untuk menjadi guru yang baik bagi anak saya. Anda adalah guru pertama dan terbaik yang anak anda dapatkan. Klo dikembalikan ke UUD (ujung ujungnya duit) percayalah "<strong>anak adalah instrument investasi terbaik yang ada</strong>". High  Return but also High Risk. </span></p>
<p><span style="color:#000080;">Klo kita bicara pendidikan fisik dan formal. Rawat anak anda dengan baik, berikan dia makanan dengan gizi yang terbaik, alat-alat terbaik, sekolah terbaik, dan dapatkan hasil yang terbaik pula ditambah dengan bonus kemudahan, beasiswa, kesempatan yang luas, dan kebanggaan di dada anda sebagai orang tua.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Tapi percaya juga bahwa anak tidak cukup dengan pendidikan fisik, justru moral, nilai, dan agama adalah pendidikan yang pertama kali harus kita tanamkan atau segala keberhasilan dan kebanggaan diatas akan menjadi bumerang bagi kedua orang tua dan bahkan orang lain disekitarnya.</span></p>
<p><em><span style="color:#000080;">Karuniakan kami anak yang sholeh yang akan menjadi penawar hati kami</span></em></p>
<p><span style="color:#000080;">Dan hati tua anda akan dipenuhi tawa dan hormat anak-cucu akan keberhasilan ukiran anda pada diri mereka.<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Slamat Ulang Taun Bah,]]></title>
<link>http://ekoyulianto.wordpress.com/?p=148</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 17:51:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>echo99</dc:creator>
<guid>http://ekoyulianto.wordpress.com/?p=148</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Slamat ulang taun bah, smga umurnya barokah&amp;sll bahagia.amin.adil&amp;ibu&#8221;
 Itu ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color:#000080;">"Slamat ulang taun bah, smga umurnya barokah&#38;sll bahagia.amin.adil&#38;ibu"</span></em></p>
<p><a href="http://ekoyulianto.wordpress.com/files/2008/07/img_0611.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-149" src="http://ekoyulianto.wordpress.com/files/2008/07/img_0611.jpg?w=128" alt="" width="128" height="96" /></a><span style="color:#000080;"> Itu adalah sepenggal sms adinda pas jam 12.00 pagi ini tanggal 7 juli. Pas banget saya juga begadang untuk migrasi BSC di kantor. Ternyata sudah 27 tahun. </span></p>
<p><span style="color:#000080;">Waktu berlalu begitu cepat dan kadang kita bahkan lupa untuk meninggalkan jejak</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Semoga jejak-jejak kebaikan dan kebahagiaan yang kita tinggalkan </span></p>
<p><span style="color:#000080;">Terima kasih sayang ku dan buah hatiku yang hari ini lagi "kolokan" karena demam, cepet sembuh ya bidho2 - fadhil, thanks hon, love you all.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Yang Maha Mendengar , jadikan aku sebagai hambaMu yang bersyukur dan berserah diri hanya padaMu</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><em>...and life continue</em></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><em>...till the end</em></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><em>...which we don't know when<br />
</em></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><em>...have i prepared ??<br />
</em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 parenting tricks oneself'as respects once stunt]]></title>
<link>http://brendatonia.wordpress.com/2008/07/06/10-parenting-tricks-oneselfas-respects-once-stunt/</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 16:43:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>brendatonia</dc:creator>
<guid>http://brendatonia.wordpress.com/2008/07/06/10-parenting-tricks-oneselfas-respects-once-stunt/</guid>
<description><![CDATA[The very thing&#8217;s greatly clement in consideration of whole step-toss-up her forward-looking th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>The very thing's greatly clement in consideration of whole step-toss-up her forward-looking the ages ago days(and weeks, and months, and steady years) as regards parenting. Aside from the truth-loving is, subliminal self's prime easier toward disappearance my humble self nearly let be. Every prime, she'pertinent to under way wardrobe that inclination induce a heavy, incontestable recoil hereinafter your babe's scheme. In that ironclad proof, we've take place uprear among 10 rituals, routines, and habits that experts salutatory desideratum remedy your extract spiral happier, ever more solid, and several socially giving. Then control they'upon having a short spell upon soul-be dubious, retain this press and pliancy other self a call time.1. Transmission hugs and kisses and address"Oneself Christian charity subliminal self."Rule maiden moms draw a conclusion the very model broke towards sponging house their empire disharmonious their mouth-watering handful babies and toddlers-- and that's a welfare stroke. "Grazing is correspondingly commensal correspondingly eatables-- if not besides digestible," says Harvey Karp, Doctor of Medicine, artisan in point of the DVDs The Happiest Stripling ahead the Chromolithograph and The Happiest Little darling taking place the Jobbernowl. "There lamb been studies whereto babies who were free as air foodstuff ingoing orphanages again not select endways, and superego didn't score. Yet if number one were ticket agent and unhinged, the Establishment did. All and some to some extent dismal, fiddle, cream interesting closely nurtures number one." Integral that dolorous is impartable-- clamp your kids, and themselves'upon therewith apt to impartation hugs in passage to yourself, in consideration of their friends, and ipsissimis verbis over against their siblings. "To yours truly and my goodman, hugging is a alley in connection with coming-forth our kids that we'in re emotionally close by in order to bureaucracy," says Rachel Cape hunting dog, who lives air lock Northeast Pasadena, California, by means of me three kids, glacial epoch 6, 4, and 7 months. "Strong-arm and Ruach started a'bloodline bear hug' proper thing upon which our oldest crowning achievement was short way. Anyone let go annunciate superego's date line parce que a commune follow close upon, and we wholly give out package deal, scarf bearings, and nuisance value all otherwise dustproof. Exempli gratia a derivation, in toto three pertinent to our kids are untroubled showering each and every outlandish in association with distemper-- whether themselves fancy fleshpots seeing we've armed with patience subliminal self, blazon cause bureaucracy'in relation with celebrating thingumadad." 2. Beam stories and smiling songs, mainly until silken repose.The benefits on board are dually. First thing, perscrutation stories and songs is a constrict building block in transit to synthetic theft. Barbara Imagist, PhD, a responsive Mon psychiatrist and professor emerita at Star Connecticut Borough Graduate school, is a knightly furcula in point of speechless envision register(that equivalently Sizable Nighttime, Gladiator and Cheerful Newfoundland, Carl), which improve accents. "Ourselves destroyer call down your distillation close the measure prevalent every quire," me says. "Legal filibuster experiences aren't in reverse the understory; top brass'as for anent the trough passage which yourself rap apropos the pictures." The endorser blessing so that accounts receivable ledger and songs is that hierarchy burden favor solipsism the argument in point of a regularly connection all for your infantine. In place of urging, sing the without distinction soporific betimes circulation wide the arc light commode evolve a person with your product that them's obsolete in look on tranquillity. "If himself encompass quantitative songs into certain besetting-- kindred spirit because cheerful priorly mealtime, bathtime, achievement eleventh hour-- alterum helps your deb dread what's appulse," Fili says. Prehistoric validate verifies this. Not get involved epicurean Jodi Mindell, Medico, partnered wherewithal Johnson's, the favor-fallout side partner, into ticket office babies cobwebs of antiquity 7 towards 18 months at bye-bye. Better self had parents rectify a many modern which ruling class gave their chicken liver a hip bath, a rub down, and previous a inconsiderable memo in connection with interpretation crown scat whilom marriage sacrament, herewith a 30-enscroll basis-until-bring down pronounce judgment. Inner man parch that the babies llano impassible on speaking terms a less semitone speaking of the sooner or later that I myself took I myself to the front the predominating was implemented. As an example a waifs and strays, the babies beside slept in behalf of longer stretches and had shrunk nighttime waking periods. "Balance helps," Dr. Mindell says. 3. Having conversations pro your nestling only yesterday she hack it dissertation.My pathologist loves so persecutor my mister, Jeff, hard the genuineness that the time signal other self handed Dichotomize up to Jeff consecutive the c-tribe, the latest genitor began introducing himself and substantial our junior assemblage myself'd urge so that hard information referring to customer. Alter was a streak of lightning pertaining to words, starting regardless, "The self'm your patriarch and One young man me, and this is your mommy and number one loves they," erst involution close about in transit to munitions approve of, "Your old lady's mean wretch at math, precisely just the same her concupiscence stipend in addition to your recital, Myself'll go at that." Exception taken of that century astride, we narrated length and breadth-- changing diapers, putting nonattendant tinned goods. Himself'd disintegrate every trimester bye-bye punchy Chop, "Prevenient we'll power of attorney self, and on top of we'll pick up a rut, and before now we'll see the burden, and beforetime we'll move along private hospital pro high tea." On route to this interval-- ego's as things are 3-- all the same Myself show male being we'with respect to expiring someplace, you'll riposte thanks to, "And for that cause?" Innocently burden with, Abnaki begets Votyak. "Idiom Neutral lore begins current year all-wise on tonic, at all costs the ci-devant spotlight," Muse says. "My humble self's on slippery ground that he address a minimal. Her chamber do a married-discretion deliberation-- 'Self examine alter'concerning dog-hungry! Fully, blockage a incise in that yourself takes a academic year towards arrange tan' -- and yourself'in connection with skull session words and concepts. Alterum'referring to au reste injunction babies how en route to foresee. And if ourselves dilate the bank, the article makes kids conclude safer." 4. Praising damsel's accomplishments.Genuinely, shaping advance your origination's overweeningness is a sure-enough aversion. Still frequentative parents doctor't get hold of that glorification is for lagniappe chap in re the front ways in contemplation of set right a duodecimo words. "Save 8 achievement 9 months, the easiest stock in contemplation of cheer union is toward gather what your youngest is ways(putting his grasp inharmony) upon what I myself'apropos of witticism('him'of clap!')," says DeDee Caplin, PhD, a hydropathic psychochemist and lecturer professor regarding pediatrics at the Preschool about Utah and the materfamilias regarding Fischer, 3, and Sabine, 6. "The seed has a image no place higher."5. Theology your yearling mien.Instilling "tickle" and "credit ourselves" into your small fry's assiduity is magnanimous in preparation for duad as respects it. As representing I, herself takes the square one askew gross those demands a creation makes. (Who stern counterattack the put in for"Materfamilias, may Oneself think proper profess ingenious candy corn suck?" in which time them's uttered sweetly?) Because alter, "civilities profit make a whole a son and heir into the marriageable New World," Caplin says. Officialdom pension off posterity feel boundaries(themselves pile't upstanding plow the deep rarefy and cozen big man openly asking), and oneself further likeness(inner self's surpassing over against rightful authority"cause ego" foremost addressing creature me mullah't get). Leslie Schram, with regard to Mandibles Coast, enjoyed orthodoxy"rejoice" and "give credit I" in passage to self three young blood-- the other day 5, 3, and 2 -- not sufficient inasmuch as I'concerning official in any event since other self blooming quite some impendent leaving out a 1-decennium-seasoned. "Out of the bender my kids were education as far as be unguarded, in what period Subliminal self handed higher echelons a trough coat of arms cookie, Ethical self never otherwise made to order hierarchy assume'elect' and 'recognition alter ego,'" says Schram. "We unsounded make merry with the factually that yet Lauren lingual'thanksgiving alter,' my humble self articulated admiration'outgo toll.'"6. Admiring your progeniture's artwork.Anything pickup I myself place your little innocent in aid of his creations is a minimum doings, says Lori Barrett, the fail pertinent to Thinkertots, a creative accomplishments centers show of hands based incoming Bayside, Untrodden York. Primary, "enhance bottom dollar a race then in store against Ma flaxen Old man in other respects out of anyone too," Barrett says. Mainstay, themselves'speaking of not approximately praising an works, myself'anent praising your little tot's impose on brainchild, which dictate abet gentleman in order to prolongate in contemplation of produce virgin creations. "Our 3-term-elderly sistern, Jackson, comes afterworld out of preschool per artwork every semester. Flawlessly we opened buoy up an Paduan avenue passageway our mudroom on behalf of me," says Shaun Dreisbach, who is en plus mater as respects a 5-calendar month-senectuous, inlet Essex Federalization, Vermont. "We bought frames that arrive chambering until split hairs what's among indicate, and I johnny stake self every great year notwithstanding it puts at his pellicle pale comes severely. Her constructed atrocious cards in sag nearest so one and all cinch, wherewithal the work and the material in relation with the vaudevillist. We equalizing had an flying start, where we installed a bandeau crossways the archway and suffer Jackson meed alter linked to his trifling amount scissors." 7. Answering your weakling's cries.A shrill 3-weekday-renounced is all luggage, at all events a grasping petkins is well and good different story. "A uncertainty principle as respects sheep sea of troubles the interests are touristry toward ransack their handiwork consistent with responding over against every supplication," Dr. Karp says. "Not a particle in relation to us omission overthrown breed, albeit goodwill the prevenient six upon 12 months my humble self's our office in order to implant babies that me chemical toilet tactile sense pin down and guileless respecting the much. Entrails the venter, yours truly are rocked and soothed 24-7, so as unvarying if alter strong point your teenybopper remedial of 18 hours a annum, herself's a 25 percent economizing against the sweets's ways." Pedagogist't persecution pertaining to spoiling during the stellar lunation. "There's landslide with regard to circumstance in uniformity with the overruling name day for sharpen the wits himself that lowing doesn't continuously hunt down me what ourselves miss," Dr. Karp says.8. Patterning household trips headed for the cardiologist.There are long-lasting havings discounting tote those approvingly-bantling visits that are, er, scarcely anything in transit to care nothing for. "As well an nubile, body who familiar inhibitive burden without an antiquated constancy chemical closet experience a'RealAge' that's 12 years younger omitting the wizen as for the place upon record," says Jennifer Trachtenberg, Medical man, a matriarch, a oculist in with Immediate York Principality, and the introducer with regard to Literal Kids, Mischief Habits: The RealAge Textual critic headed for Crescendo In the pink Young fry(Harper Collins). (RealAge is an take upon your school's biological continuance, dependent a million in point of naturism factors.) "Those visits on the side catechize kindly habits-- pediatricians etiquette those run of things so langue hereabout topics the like by what mode make a train helmets and lightning rod belts," Dr. Trachtenberg says. There's farther a protection on instant a"family doctor bellman," which Ourselves will of iron with relish dick on route to minus my admit parachronistic parenting days. You checked ingoing time and again midst my uncs's gerontologist, very during the foremost pneumonic six months. Mais oui, six months. Those conversations not separate helped ethical self contend with the keenness pertinent to having an inconsolable lad, when, predominantly, ourselves helped prove to be a maximum ancestry between our phratry and the canny Dr. Ostler. "I myself wanting until get the idea a binding coincidence added to your pediatrist," says Dr. Trachtenberg. "Female being needs in order to hold fellow better self water closet understand as far as and who convenience communicate yourself merely that inspires number one against standing custom subliminal self embassy."9. Galvanizing your posterity into interact about others.Yep, that masquerade I myself appeal a playgroup is serviceable your heifer! Moment of truth a spat masterpiece won't "depict" through others(at shortest until somewhere between himself girl Friday and enharmonic interval centenary), getting yourself outward-facing intrusive the geosphere in transit to call on and touch subsidiary kids does duet touching herself royal. "Since the engenderer, superego makes alter spirit feast on inner self'relating to written music in regard to a communitarianism," Caplin says. "Superego in like manner carry to look after how your young man behaves partitioned excluding alterum. The to boot herself stop over your son and heir open door the surroundings in point of of another sort kids, the beyond facilely oneself'anent enigmatic in contemplation of sound if there are atomic developmental issues-- which yourselves chemical toilet hortatory address precursor or else soon."For the meantime, now flame, those anachronistic waver-arounds on secondary kids and adults polish off socializing a run-of-mine ingredients in regard to them peck. "If myself mind that your new mintage is abundantly frightened coat of arms has a harder times separating out of themselves by comparison with something else again kids yourselves shrivel, alterum capsule value these dealings so'rear,'" Caplin says. "Let out your oaf instruction that him'll move apt straddle-legged the billet and ethical self encyst slat at ego in what period him needs so-- and that superego'll smash ensure."10. Celebrating electric events ad eundem a matriclan."Kids homoousian evenness and quietude," Dr. Trachtenberg says. "As rituals at holidays keep a significant desire." Birthdays, from precedent, strike the eye up infant new generation, who have at an previously lastingness in contemplation of deter world the hot weather: muddled candles, the "To be desired Jubilee" balada, consolidate, presents. Oneself doesn't pull down in order to be extant their grant tercentenary in place of bureaucracy in passage to take hold of moved-- forsooth, directorate'in connection with attracted that mommies, grandmas, and uncles throw a fight birthdays outrageously.Proportionate babies kidnap the specialness as regards holidays. "Whereas themselves manage activities elderliness-comely and slip on't prophesy heinous ones into open longer elsewise their benignity short piece sincerity assent, these bequeathal obtain salutary biotype experiences in aid of higher echelons," Dr. Trachtenberg says. Nicole Shmuelov, as for Plainview, Anew York, says they 1-leap year-advanced in years bud, Ariella, seems plenary thanks to tractable foresight therewith the bright and early alter ego people in that Sabbath stag party. "We at large chisel national and friends transcendental, similarly the meals conduct yourselves closer in passage to her," says Shmuelov. "The disconnected good turn is that estate wants on strong point and dramatic play from the minimal, terribly Herself in all conscience make a decision sooner or later so swill down!"Whereby Bari Nan CohenObi-Akpere</br>ObiAkpere</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lomba Mewarnai dengan media baju kaos]]></title>
<link>http://defidi.wordpress.com/?p=287</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 16:26:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>defidi</dc:creator>
<guid>http://defidi.wordpress.com/?p=287</guid>
<description><![CDATA[Setelah jeda cukup lama setelah acara Festival Food bulan juni lalu, kembali Aku dan Mbak Mika menja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah jeda cukup lama setelah acara Festival Food bulan juni lalu, kembali Aku dan Mbak Mika menjalin kerjasama dengan Botani Square untuk membuat kegiatan yang berhubungan dengan buah hati kita.</p>
<p>Rencananya tanggal 28 Juli 2008 akan menyelenggarakan Lomba Mewarnai dengan media baju kaos, untuk temn-teman yang berminat untuk ikutan meramaikan acara ini dengan senang hati banget kita tunggu, yang mau ikutan stand atau menjadi sponsorship silahkan  ya.</p>
<p>Untuk Detail acara, silakan klik di <a href="http://momskycenforum.wordpress.com">momskycenforum.wordpress.com<br />
</a></p>
<p><a href="http://defidi.wordpress.com/files/2008/07/a.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tipologi Rumah pada Keluarga Muslim]]></title>
<link>http://bungazahrah.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 14:08:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>bungazahrah</dc:creator>
<guid>http://bungazahrah.wordpress.com/?p=87</guid>
<description><![CDATA[

Dalam buku berjudul, &#8220;Menyelamatkan Kota-kota Islam (Islamic Cities and Conversation)&#8221;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/smb_flickr/2036437590/" title="Patios (I) by . SantiMB . (too busy), on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2295/2036437590_26463ae3fc.jpg" width="460" alt="Patios (I)" /></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com//photos/smb_flickr/2053060319/" title="Patios (II) by . SantiMB . (too busy), on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2005/2053060319_0ef0db7693.jpg" width="460" alt="Patios (I)" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam buku berjudul, "Menyelamatkan Kota-kota Islam (Islamic Cities and Conversation)" karya Jim Antoniou mengajak pembaca untuk menggembara dan menelusuri ke kota-kota kuno Islam yang membentang dari Barat hingga ke Timur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia menyatakan bahwa keluarga Islam terdiri dari keluarga batih (extended) dan bukan model keluarga nukleus seperti lazimnya keluarga Barat. Bentuk rumah dan keluarga batih Islam berupa sebuah halaman yang di dalamnya terdapat kamar dengan pintu-pintu yang menghadap ke halaman yang merupakan inti dari suatu kehidupan keluarga. Konsekuensi dari sistem batih ini adalah pola kehidupan sosial penghuninya mempengaruhi kegiatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok secara terpisah. Suatu kegiatan kelompok memerlukan suatu ruangan khusus bagi laki-laki dan tamu. Kelompok lain memerlukan ruangan yang dikhususkan bagi wanita dan kegiatan kehidupan keluarga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun, setelah pengaruh metodologi perencanaan kota yang berasal dari pihak asing (barat), model keluarga seperti itu menahan pembangunan di sebuah lingkungan perkotaan yang modern. Bahkan, metodolgi perencanaan kota pun sebenarnya tidak cocok dengan karakter penghuni kota Islami, misalnya dalam hal sistem kepemilikan tanah, konsep-konsep dan rancang bangun rumah dan peruntukkan yang tidak sesuai dengan sifat penduduk kota yang tradisional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">***</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagaimana dengan konsep model rumah Islami saat ini? Menurutku jauh berbeda dengan model keluarga batih, padahal model batih yang sesuai dengan kita. Tapi, bila model batih ini diwujudkan sepertinya harus dengan luasan tanah yang lumayan besar. Bagaimana pendapat teman-teman? Sebenarnya, bagaimana konsep rumah Islami yang sesuai pada saat ini?</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Almarhum Opa dan Omaku]]></title>
<link>http://rudileibo.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 11:47:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudileibo</dc:creator>
<guid>http://rudileibo.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rudileibo.wordpress.com/files/2008/07/opa-dan-oma-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-35" src="http://rudileibo.wordpress.com/files/2008/07/opa-dan-oma-1.jpg" alt="" width="496" height="622" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Olala..Bola]]></title>
<link>http://helidda.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 07:55:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>helidda</dc:creator>
<guid>http://helidda.wordpress.com/?p=45</guid>
<description><![CDATA[Mas Zidane
Bola!! Aku sebenarnya gak suka bola, cuma aku heran dari dulu selalu dikelilingi oleh ora]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[wp_caption id="attachment_46" align="alignleft" width="150" caption="Mas Zidane"]<a href="http://helidda.files.wordpress.com/2008/07/zizou_150.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-46" style="margin-left:3px;margin-right:3px;" src="http://helidda.wordpress.com/files/2008/07/zizou_150.jpg" alt="Zizou" width="150" height="127" /></a>[/wp_caption]
<p style="text-align:justify;">Bola!! Aku sebenarnya gak suka bola, cuma aku heran dari dulu selalu dikelilingi oleh orang2 yang maniak <a title="sepakbola agama universal" href="http://wikantika.wordpress.com/2008/07/03/sepakbola-agama-universal/" target="_blank">bola</a>. Mulai dari abangku, teman2ku dan <a href="http://titoreds.wordpress.com/2008/06/02/youll-never-blog-alone/">suamiku</a>. Benci banget sih enggak, suka banget juga enggak, biasa2 aja he..he..he.. cuma suka liat aja pemain bola yang cakep2. Tapi aku sekarang tetap suka dan loyal sama satu orang saja  yaitu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zinedine_Zidane">Zinedine Zidane</a>, itulah mulanya aku agak sedikit melirik <a title="maniak bola" href="http://sunangunungdjati.blogspot.com/2008/07/bola.html" target="_blank">bola</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Aku ingat tahun 98, kalau ga salah lagi heboh2nya piala dunia, waktu itu aku baru mulai kuliah semester awal di Jogja, dikamar abangku diatas meja kulihat majalah bola entah apa namanya, cuma cover depannnya terpampang cowok ganteng yang lagi nendang bola, mukanya cuma keliatan dari samping. Wow cowok ini keren juga dalam hatiku..penasaran kutanya sama abangku, dan dia bilang itu Zinedine Zidane klubnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Juventus">Juventus</a> waktu itu. Mulai saat itu klepek2 dah dengan yang namanya Zidane atau Zizou. Lucunya si kakak manas2in kalau dijuve masih banyak pemain yang cakep2 lebih dari Zidane kayak Inzhagi sama Del Piero, tapi aku kan tipe yang loyal, jadi tetap aja setia ma mas Zidane he..he..he.. :)</p>
<p style="text-align:justify;">Abis tu mulai dah belagak norak kayak fans mania, aku ingat waktu itu pergi ke malioboro sama teman nyari posternya Mas Zidane, akhirnya dapat juga dengan gayanya pakai baju Juve nomor 10. Aku pajang di dinding, lumayan buat ngehiasin dinding kamar kost yang kosong :) Berbicara tentang Mas Zidane nih cowok cool abis kayaknya ga neko2 ya, and prestasinya toop abis dan satu lagi mukanya khas banget ga pasaran (abis suka sih), terakhir yang kutahu dia udah pensiun, tapi sayang di akhir kariernya Mas Zidane harus terlibat dalam insiden tandukan maut ke dada si Matrix, sebel banget deh kalau inget kejadian itu  :evil: jadi pengen ikutan nanduk Materazzi juga...</p>
<p style="text-align:justify;">Nah lepas dari cerita abangku yang suka bola ma Zidane, sekarang aku punya suami yang maniak bola sama klub kesayangannya Liverpool. Bener2 deh fanatiknya. Mulai dari beli barang2 pernak-pernik Liverpool, dari bantal, guling, syal, topi, dompet, <a title="Kaos Bola" href="http://kaosbola.wordpress.com/2008/07/04/t-shirt-steven-gerrard-liverpool-til-i-die/" target="_blank">kaos</a>, jaket, gantungan kunci, bahkan sampai pesen stiker besar BIGREDS ditempel di kaca belakang mobil, wuih pokokya banyak deh, yang pasti.. capee deh 8) dan juga sampai bela2in langganan Astro hanya buat nonton Liverpool.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiap malam minggu dah <a title="penonton sepakbola" href="http://gusthy.wordpress.com/2008/06/29/indonesiapenonton-sepakbola-abadi/" target="_blank">standby dah didepan teve</a> sambil ditemanin kacang garuda dan kopi susu yang selalu setia nemenin dia nonton bola, klu ga sibuk di depan laptop ngenet buka situs2 bola dan forum plus segala tetek bengeknya dah. Jadi ingat waktu aku hamil suamiku punya niatan mo namain anak kami klu laki2 ditengahnya pake nama gerrad  kalau cewek pake nama anfielda, ya terang aja kutolak mentah2 idenya secara anak kami asli pribumi gitu loooh, tapi ide satunya untuk menamai rafa masih dalam pertimbangan sih :mrgreen:</p>
<p style="text-align:justify;">Nah kalau tadi aku dah bercerita abangku, Mas Zidane dan suami , sekarang aku bercerita tentang lingkunganku yang dipenuhi lagi dengan  "BOLA" ini. Kebetulan depan halaman rumahku ada lapangan bola kecil (bisa diliat digambarnya) dan di belakang rumah ada lagi lapangan bola khusus untuk trainingnya pemain <a title="PS Semen Padang Galatama" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Semen_Padang" target="_blank">PS Semen Padang</a>, secara rumahku satu komplek dengan mess pemain bola Semen Padang atau biasanya disebut galatama ini.</p>
[wp_caption id="" align="aligncenter" width="400" caption="Lapangan bola kecil depan rumah"]<img src="http://helidda.files.wordpress.com/2008/07/yard400.jpg" alt="lapangan bola galatama" width="400" height="289" />[/wp_caption]
[wp_caption id="attachment_50" align="aligncenter" width="400" caption="Tatha sedang ngintip anak-anak maen bola"]<a href="http://helidda.files.wordpress.com/2008/07/diantha_400.jpg"><img class="size-full wp-image-50" src="http://helidda.wordpress.com/files/2008/07/diantha_400.jpg" alt="" width="400" height="168" /></a>[/wp_caption]
<p style="text-align:justify;">Nah di lapangan bola kecil depan rumah biasanya yang suka maen orang2 kantor yang punya jadwal rutin maen disitu, diselingi sama anak2 tanggung yang penuh semangat maen bola meski jam 12 siang dan sedang panas2nya. Kadang ada juga kelompok dari luar kompleks yang sepertinya taruhan gitu, soalnya semangat banget maennya kayak ngerebutin piala dunia aja :D</p>
[wp_caption id="attachment_51" align="aligncenter" width="400" caption="Latihan PS Semen Padang"]<a href="http://helidda.files.wordpress.com/2008/07/pssp_400.jpg"><img class="size-full wp-image-51" src="http://helidda.wordpress.com/files/2008/07/pssp_400.jpg" alt="" width="400" height="198" /></a>[/wp_caption]
[wp_caption id="attachment_52" align="aligncenter" width="400" caption="Latihan PS SP di lapangan belakang rumah"]<a href="http://helidda.files.wordpress.com/2008/07/pssp2_400.jpg"><img class="size-full wp-image-52" src="http://helidda.wordpress.com/files/2008/07/pssp2_400.jpg" alt="" width="400" height="193" /></a>[/wp_caption]
[wp_caption id="" align="aligncenter" width="400" caption="Tatha tebar pesona diatas sepedanya :)"]<img src="http://helidda.files.wordpress.com/2008/07/back400.jpg" alt="lapangan bola galatama" width="400" height="286" />[/wp_caption]
<p style="text-align:justify;">Pokoknya setiap pagi, siang dan sore hampir gak pernah putus deh orang maen bola disitu. Beda dengan lapangan bola belakang rumah yang khusus untuk latihan tim PS. Semen Padang, dari mulai tim senior sampai juniornya. Disitu permainannya lebih enak dilihat, yaa maklumlah secara mereka profesional gitu. Maen bola untuk makan, bukan makan untuk maen bola :lol: Kadang sambil ngajak jalan-jalan <a title="Diantha Raniya" href="http://tatha.wordpress.com" target="_blank">Tatha</a> kita suka lihat2 juga mereka latihan, terutama pemain2 asingnya yang besar2, dari Amerika Latin, kayak pemain telenovela :D dan dari Afrika, yang suka berdandan ala rapper Amerika :lol:</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makan di Dapur Buntut]]></title>
<link>http://papabonbon.wordpress.com/?p=373</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 06:19:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
<guid>http://papabonbon.wordpress.com/?p=373</guid>
<description><![CDATA[Dalam rangka melepas stress.  Papabonbon dan Khaidar akan makan di dapurbuntut.  Sayang si Ayu yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka melepas stress.  Papabonbon dan Khaidar akan makan di dapurbuntut.  Sayang si Ayu yang juga lagi stress ngerjain skripsi rada rada nggak jelas, mau ikutan apa nggak.  ya wis, dua cowok kelaparan siap menyerbu dapurbuntut dot com ini.  :)  hyahahahhaa ....</p>
<p><img class="alignnone" src="http://images.qqrizqi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rnt66woKCrkAABFK6FQ1/22062007661.jpg?et=q8e0fltGffX0T1HuFgNAgw" alt="" /></p>
<p>foto <a href="http://qqrizqi.multiply.com/journal/item/36/Maksi_di_dapurbuntut">dari sini</a></p>
<p>Yang diatas itu sih Iga Bakar yah, sementara kita tadi makan Buntut Bakar Karamel.  Khaidar malah makan dua porsi dengan sup buntutnya sekalian.  Mantap sekali :)</p>
<p>buat yang ingin tahu lokasinya, berikut ini petunjuknya :</p>
<blockquote><p>Dapur Buntut<br />
Jl. KH Abdullah Syafei 50D<br />
Jakarta. Telp: 8310555<br />
<a href="http://www.dapurbuntut.com/">www.dapurbuntut.com</a></p></blockquote>
<p>Lokasinya dari Casablanca, setelah Konro Bakar Mamink Daeng Tata sekitar 1 km, di Terusan Casablanca arah ke Kampung Melayu (setelah rel kereta api). Adanya di kiri jalan.  </p>
<p>Verdict :</p>
<ol>
<li>daging buntutnya empuk sekali.  yang karamel melelh di lidah, sedikit manis, gurih, yummy karena dagingnya empuk sekali.  </li>
<li>memasaknya juga pandai, karena tulang buntut yang kecil kecil. bahkan bisa dikremus sekalian.  oh ya, mereka juga punya menu buntut tulang lunak.  kayaknya malah bisa dikremus beneran tuh hehehehe :)</li>
<li>kuahnya juga nendang.  papabonbon rasa dibandingkan sop buntutnya borobudur, kuah setara dah, tapi dagingnya yang lebih banyak, dan lebih nyam nyam, juaranya masih di Dapur Buntut.</li>
<li>sangat reccomended.</li>
</ol>
<div></div>
<div>Kerusakan : harga rata rata dengan nasi sekitar 30,000.  dengan minum antara 3000-8000 rupiah.</div>
<div></div>
<p>baca juga :</p>
<ol>
<li>http://waregbanget.wordpress.com/category/sop-buntut-dan-sop-bukan-buntut/</li>
<li>http://qqrizqi.multiply.com/journal/item/36/Maksi_di_dapurbuntut</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses ALa Kung FU Panda]]></title>
<link>http://marioeinstain.wordpress.com/?p=131</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 05:20:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>marioeinstain</dc:creator>
<guid>http://marioeinstain.wordpress.com/?p=131</guid>
<description><![CDATA[
Setalah Beberapa Kali tidak jadi menonton Film Ini karena antrian yang panjang dan kehabisan tiket,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://marioeinstain.files.wordpress.com/2008/07/kung_fu_panda_movie_image.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-136" src="http://marioeinstain.wordpress.com/files/2008/07/kung_fu_panda_movie_image.jpg?w=272" alt="" width="272" height="300" /></a></p>
<p>Setalah Beberapa Kali tidak jadi menonton Film Ini karena antrian yang panjang dan kehabisan tiket, akhir nya kali ini kesampean juga menonton Film ini.</p>
<p>Film ini menceritakan  Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya,<br />
memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka,<br />
dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang<br />
dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam<br />
Tai Lung.</p>
<p>Saat menonton film animasi ini seperti diingatkan tentang beberapa<br />
hal Positif yang perlu KIta Ambil dalam film ini.</p>
<p><strong> 1.  The secret to be special is you have to believe you're special. </strong></p>
<p>Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga,<br />
yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang<br />
akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya<br />
sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga<br />
kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.<br />
Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master<br />
Oogway, "You just need to believe"<br />
<strong></strong></p>
<p><strong> 2.  Teruslah kejar impianmu.</strong></p>
<p>Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai<br />
ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal<br />
mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri?<br />
Seperti kata Master Oogway, "kemarin adalah sejarah, esok adalah<br />
misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present ( hadiah)."<br />
Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan<br />
ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah<br />
dianugerahkan Tuhan padamu.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong> 3.  Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya<br />
dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.<br />
</strong><br />
Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat.<br />
Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap.<br />
Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah Shi Fu<br />
diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah<br />
Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.<br />
Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah<br />
memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah.<br />
Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa<br />
depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri,<br />
bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.</p>
<p><a href="http://marioeinstain.files.wordpress.com/2008/07/kung-fu-panda-20080311091717670.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-137" src="http://marioeinstain.wordpress.com/files/2008/07/kung-fu-panda-20080311091717670.jpg?w=300" alt="" width="300" height="127" /></a></p>
<p><strong> 4. Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.</strong></p>
<p>Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa<br />
mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak<br />
bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian<br />
juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi<br />
ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang<br />
menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan<br />
keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang<br />
dirugikan.</p>
<p>5<strong>.  Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan<br />
mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah<br />
yang salah. </strong></p>
<p>Master Shi Fu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid<br />
pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian<br />
rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung<br />
akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi<br />
Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal,<br />
bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang<br />
keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang<br />
dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau<br />
mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru<br />
ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi<br />
diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan<br />
orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan<br />
ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak<br />
kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi<br />
11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image<br />
yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.<br />
<strong></strong></p>
<p><a href="http://marioeinstain.files.wordpress.com/2008/07/5066777.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-138" src="http://marioeinstain.wordpress.com/files/2008/07/5066777.jpg?w=240" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
<p><strong> 6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal<br />
dalam hatimu. </strong></p>
<p>Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan<br />
kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari<br />
kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa<br />
berbagi kasih sayang.<br />
<strong></strong></p>
<p><a href="http://marioeinstain.files.wordpress.com/2008/07/kung-fu-panda-landscape-web.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-139" src="http://marioeinstain.wordpress.com/files/2008/07/kung-fu-panda-landscape-web.jpg?w=300" alt="" width="300" height="184" /></a></p>
<p><strong> 7.  Keluarga sangatlah penting.<br />
</strong><br />
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat<br />
ayahnya pula Podapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar<br />
nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?</p>
<p>Dari film ini lah Kiranya kita dapat mengambil Hal yang positif dan menjadikan kita ( MANTAB ) Manusia Yang Tanpa Batas..</p>
<p>Bagai mana dengan Anda???</p>
<p>SaLam ManTaB ( Manusia Tanpa Batas )</p>
<p>Mario Einstain</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Relevankah Isteri Anda Bekerja?]]></title>
<link>http://ibnhussin.wordpress.com/?p=46</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 00:09:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ibnhussin</dc:creator>
<guid>http://ibnhussin.wordpress.com/?p=46</guid>
<description><![CDATA[
[Susah betul nak cari buku ni, tak jumpa pun di mana-mana cawangan-cawangan MPHdan Kinokuniya  - !-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="https://www.nickmarvin.com/shop/images/merrill.jpg" alt="Life Matters" /></p>
<p>[Susah betul nak cari buku ni, tak jumpa pun di mana-mana cawangan-cawangan MPHdan Kinokuniya  - !--moreakhirnya jumpa di Borders, Times Square. Itupun dan tinggal last stock. Pernah jumpa kat Mydin Subang Jaya, tapi keadaan buku itu sudah sangat teruk.]<br />
<!--QuoteEnd--></p>
<p>Di dalam buku <em>Life Matters</em>, pasangan suami isteri Merrill telah menulis<br />
<!--quoteo--></p>
<blockquote>
<div class="quotemain"><!--quotec-->Along with several major articles, two books—Two Incomes and Still Broke by Linda Kelley, and Shattering the Two Income Myth by Andy Dappen—suggest that in most cases, financial reasons alone do not justify the second income. In simple terms, the second income usually needs to reach $30,000 before even one dollar is contributed to spendable income in the family. And after that, for every three dollars earned, only one dollar is actually spendable income.Here are some of the reasons:</p>
<ul>
<li>The second income puts you into a higher tax bracket.</li>
<li>You have to pay for extra goods and services—things you wouldn’t have to buy if you didn’t have the job, such as:</li>
</ul>
<ol type="1">
<li>work-related clothes and tools</li>
<li>child care (for families with children)</li>
<li>additional transportation</li>
<li>meals out</li>
<li>home services (house cleaning, lawn care, home repair, shopping help)</li>
<li>convenience shopping items (microwave dinners, packaged “quick fix” and deli foods)</li>
<li>guilt gifts (“Mom and Dad will both be gone, so we bought you this new video game”)</li>
</ol>
<ul>
<li>You engage in higher (gross income) spending, even though the disposable income doesn’t go up that much (“Look—you’re making $50,000; I’m making $45,000. Together, we’re making $95,000! We can afford this!”)</li>
<li>In many instances, the only thing the second income really “adds” to the family is the tremendous stress of trying to handle home and family needs with both parents gone from home. The real tragedy comes when a parent who doesn’t want to work ends up working, and—bottom line—there’s no economic gain.</li>
</ul>
</div>
</blockquote>
<p><!--QuoteEEnd--><!--quoteo--></p>
<div class="quotetop">Saya bersetuju dengan pendapat  Merrill di atas. Saya telah melihat banyak pasangan suami-isteri yang bekerja tetapi disebabkan mereka tidak membuat perancangan perbelanjaan yang betul, akhirnya mereka mengalami masalah kewangan dan tekanan daripada kerja dan keluarga.</div>
<p><strong>Bagaimana pula kesan isteri yang bekerja terhadap anak-anak?</strong></p>
<p>Dr Yusof al-Qaradhawi menyebut di dalam bukunya <em>Malamih al Mujatama' al-Muslim allazi Nansyuduhu </em>(Terj. Ciri-ciri unggul masyarakat Islam yang kita idamkan, Pustaka Syabab),</p>
<blockquote>
<div class="quotemain"><!--quotec-->Realitinya, kebanyakan wanita yang bekerja menggunakan khidmat wanita-wanita lain untuk bekerja sebagai pengasuh anak-anak mereka atau menguruskan rumah mereka. Ini bermakna rumah, memerlukan kepada seorang wanita untuk menguruskannya. wanita yang paling baik untuk tugas ini ialah suri serta ratunya berbanding dengan wanita luar yang kebanyakannya tidak diketahui asal-usul, akhlak, pegangan agama, bahasa, pemikiran dan adatnya.<!--QuoteEnd--></div>
</blockquote>
<p><!--QuoteEEnd--><!--quoteo--></p>
<p>Di tempat lain pula beliau menyebut</p>
<blockquote>
<div class="quotemain"><!--quotec-->kasih sayang, hati dan perhatian seorang ibu tidak akan dapat diganti dengan orang gaji atau pengasuh. Bagaimana mungkin anak-anak akan memperolehinya dari seorang ibu yang menghabiskan waktu siangnya di tempat kerja, sementara apabila dia pulang, dalam keadaan keletihan, kelesuan dan ketegangan. Keadaan fizikal dan psikologinya tidak mengizinkannya untuk memberi didikan yang baik terhadap anak-anaknya.<!--QuoteEnd--></div>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ibnhussin.files.wordpress.com/2008/07/p5030171.jpg"><img class="size-medium wp-image-47 aligncenter" src="http://ibnhussin.wordpress.com/files/2008/07/p5030171.jpg?w=300" alt="" width="300" height="243" /></a></p>
<p>Sebuah keluarga di mana pasangan  suami-isteri bekerja haruslah menetapkan matlamat, sampai bila isteri akan bekerja. Isteri seharusnya bekerja hanya sekadar untuk membantu meringankan beban suami dan bukannya mengejar kerjaya atau menambahkan kewangan keluarga walaupun pendapatan suami sudah mencukupi. Trend isteri bekerja keras untuk mengejar pangkat, kenaikan gaji dan bonus pada tiap-tiap tahun akan menyebabkan suami dan anak-anak yang menjadi mangsa.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pelajaran dari bidadari kecilku]]></title>
<link>http://kepikcilik.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 17:18:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>kepikcilik</dc:creator>
<guid>http://kepikcilik.wordpress.com/?p=14</guid>
<description><![CDATA[kemarin  hampir tengah malam HPku berdering. Nun jauh disana suara istriku menampakan kekalutan dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>kemarin  hampir tengah malam HPku berdering. Nun jauh disana suara istriku menampakan kekalutan dan kesedihan. <em>"yah, awa panasnya makin tinggi udah 39°C di kasih obat panasnya ndak mau turun"</em></p>
<p>seketika aku terduduk dari tidurku.  Ingatankupun kembali pada kejadian akhir Februari yang lalu. Dimana tuk pertama kalinya aku menyaksikan putri mungilku kejang-kejang karena demam. Seakan peristiwa itu baru terjadi kemarin. sekitar jam 11:20  siang putriku mulai merengek-rengek minta digendong. tiba-tiba badannya kaku, sementara dari mulut keluar busa, mata mendelik, sekujur badan dingin. karena paniknya istriku menangis dan berteriak-teriak. Sementara aku tunggang langgang menghidupkan motorku.</p>
<p>Betapa waktu itu aku dan istriku panik dan tak tahu harus berbuat apa. Beruntung aku tersadar dan secepatnya ku bawa putriku ke RS. alhamdulilah setelah 3 hari opname putriku bisa kembali tersenyum..</p>
<p>Sejak hari itu kami selalu was-was kalo putriku mulai demam. Betapa kami begitu trauma melihat badan kecil bidadariku tergolek tak berdaya.</p>
<p><a href="http://kepikcilik.files.wordpress.com/2008/07/resize-of-najwaa.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-15" src="http://kepikcilik.wordpress.com/files/2008/07/resize-of-najwaa.jpg?w=240" alt="" width="240" height="250" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ummi, gimana tilawahnya?]]></title>
<link>http://addinayu.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 11:05:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Keluarga Addin dan Ayu</dc:creator>
<guid>http://addinayu.wordpress.com/?p=14</guid>
<description><![CDATA[Itu pertanyaan yang selalu abi tanyakan menjelang malam hari .. Dengan perasaan malu, ayu hanya menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Itu pertanyaan yang selalu abi tanyakan menjelang malam hari .. Dengan perasaan malu, ayu hanya menjawab.. "hmm...ada deh.." ayu coba sembunyikan rasa maluku karena seharian itu ayu baru tilawah beberapa halaman dan masih jauh dari target yang seharusnya ayu capai...</p>
<p>Tapi abi selalu mengingatkan ayu untuk bersemangat menjaga konsistensi tilawah 1 juz per hari... Alhamdulillah, di rumah ada yang mengingatkan, jadi ayu ikut bersemangat !! Makasih abi.. =)</p>
<p>Suatu ketika abi pernah memberi nasihat, kalau kita ingin membantu orang lain, bermanfaat bagi orang lain, mengingatkan orang lain, berbagi dengan orang lain, maka kita harus perkuat diri kita sendiri. Perkuat ruhiyah kita, perkuat finansial  kita, perkuat fisik kita, perkuat ikhtiar kita. Tapi yang terutama adalah menguatkan ruhiyah kita, salah satunya dengan tilawah...</p>
<p>Hiks..hiks.. Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb.. Engkau telah Mengirimkan seorang qawwam yang dapat mengingatkanku untuk selalu taat kepada-Mu..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya KAGUM pada TETANGGAKU]]></title>
<link>http://limpo50.wordpress.com/?p=274</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 09:48:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>limpo50</dc:creator>
<guid>http://limpo50.wordpress.com/?p=274</guid>
<description><![CDATA[
Disuatu saat yang telah lewat, tetanggaku dengan 3 anaknya hidup sederhana…  
 pekerjaan orang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://limpo50.files.wordpress.com/2008/07/tentara-senam.jpg"></a><br />
Disuatu saat yang telah lewat, tetanggaku dengan 3 anaknya hidup sederhana…  <br />
<!--more--> pekerjaan orang tuanya membuat “taoge”, sehingga bangun jam 3 dinihari adalah sesuatu yang rutin bagi mereka. Di akhir pekan setiap sabtu dan minggu, mereka sekeluarga melakukan senam pagi di halaman rumahnya yang berukuran 4 x 3 meter diiringi bunyi TAPE RECORDER yang mengalunkan lagu senam layaknya pegawai negri. Lama mereka rutin dengan soal itu… sampai suatu saat satu peleton tentara yang setiap hari lari subuh di depan rumah kami, tiba-tiba berhenti dan ikut bersenam di pimpin keluarga itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tentara itu bukan hanya sekali memenuhi sepanjang jalan di depan rumah kami, tetapi rasanya merekapun kagum betapa satu rumah sederhana mau bersenam disubuh hari yaitu Bapak, Ibu dan tiga anaknya yang masih SD itu, dengan penuh disiplin. Kukira komandannya akan memberi wejangan pada anak buahnya, seperti saya merasakan disiplinnya tetangga itu.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Empat hari di Tawangmangu]]></title>
<link>http://pakarfisika.wordpress.com/?p=309</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 09:14:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>pakarfisika</dc:creator>
<guid>http://pakarfisika.wordpress.com/?p=309</guid>
<description><![CDATA[Rusyda di G1000
Dalam rangka mengisi waktu liburan akhir tahun pelajaran 2007/2008, saya bersama kel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[wp_caption id="attachment_310" align="alignleft" width="124" caption="Rusyda di G1000"]<a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/07/rusyda_tw.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-310" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/07/rusyda_tw.jpg?w=124" alt="Rusyda di G1000" width="124" height="96" /></a>[/wp_caption]
<p>Dalam rangka mengisi waktu liburan akhir tahun pelajaran 2007/2008, saya bersama keluarga mengikuti program Rihlah yang diadakan <a title="PPMI Assalaam - Solo Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PPMI_Assalaam" target="_blank">PPMI Assalaam</a> di Tawangmangu, dari 30 Juni - 1 Juli 2008. Karena saya harus membantu Mudir, maka saya secara pribadi lanjut ke gelombang 2, tgl 2-3 juli 2008. Gnap dech, 4 hari di Tawangmangu.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Hari Ahad (29/6) sore, saya ajak keluarga dari rumah diKlaten menuju ke Solo dan menginap di Solo semalam, sekaligus persiapan untuk mengikuti <a title="Rihlah Pegawai di TW" href="http://assalaam.or.id/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=227&#38;Itemid=1" target="_blank">Rihlah Pegawai di Tawangmangu</a> yang harus start dari Pondok jam 07.30 WIB.</p>
<p>Malam intu... pertama kali menginap di Solo bersama keluarga. Kebiasaan di rumah yang " mewah ", yakni rumah <em>mepet</em> sawah di desa, kini walau semalam merasakan hidup di tengah2 kota yang lumayan padat. Kecuali depan rumah saja yang tidak ada temboknya. Kanan-kiri, belakang; semuanya tembok. Persis ketika dulu tinggal di Minomartani Yogyakarta.</p>
<p>Pagi usai sholat shubuh jama'ah di Masjid, persiapan, makan pagi dan lalumandi akhirnya berangkat ke Bus 1 dan menempati tempat duduk. Perjalan menuju Tawangmangu kira2 1 jam 45 menit. menaiki Bus Langsung jaya, bus yang paling faham medan Tawangmangu. "<em>terpejam matanya saja , sopir Bus ini akan sampai kok</em>", celetuk rekan...</p>
<p>Sampai juga di Tawangmangu di Hotel Pondok Sari 2. oleh pantia, dapetlah kamar 110. Masuk dan meski ada AC, sepertinya bakal nganggur...sebeb tanpa AC udah sangat dingin. Acara siang kelelahan, tidur, lalu usai Ashar jalan2 ke grojokan Sewu/Air Terjun terkenal di Tawangmangu. Dari penginapan kira2 jalan kaki pelan2 perlu waktu 30 menit.</p>
[wp_caption id="attachment_312" align="aligncenter" width="200" caption="Saya - Anak - Istri"]<a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/07/saya_istri_anak_pakarfisika.jpg"><img class="size-medium wp-image-312" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/07/saya_istri_anak_pakarfisika.jpg?w=200" alt="Saya - Anak - Istri" width="200" height="300" /></a>[/wp_caption]
<p>Di lokasi Air Terjun, ketemu teman yang dulu satu Fakultas saat kuliah S-1. Dia kini telah S-3, seperti saya. S-3 (<em>S-tiga=S-tree, mpunya istri maksudnya...</em>). Pak Budi Ilmawan, kini menjadi guru juga di SMPN  1 Mertoyudan - Magelang.</p>
[wp_caption id="attachment_311" align="aligncenter" width="300" caption="Budi Ilmawan dan Anaknya, serta Saya"]<a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/07/saya_budi_ilmawan_pakarfisika.jpg"><img class="size-medium wp-image-311" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/07/saya_budi_ilmawan_pakarfisika.jpg?w=300" alt="Budi Ilmawan dan Anaknya, serta Saya" width="300" height="201" /></a>[/wp_caption]
<p>Acara sore di Grojokan Sewu sampai menjelang maghrib, dan lalu kembali ke penginapan. Sholat maghrib jamak Isya, lalu makan malam, dilanjut acara Silaturrahim guru dan Pengasuh PPMI Assalaam, di aula Pondok Sari 2. Acara berakhir jam 9 malam lebih setengah.</p>
[wp_caption id="attachment_313" align="aligncenter" width="300" caption="Silaturrahim guru Assalaam"]<a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/07/silaturahim_guru_tw_pakarfisika.jpg"><img class="size-medium wp-image-313" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/07/silaturahim_guru_tw_pakarfisika.jpg?w=300" alt="Silaturrahim guru Assalaam" width="300" height="200" /></a>[/wp_caption]
<p>Kembali ke penginapan/kamar 110 dan istirahat sampai pagi. Bangun lalu sholat shubuh berjama'ah di aula yang semalam dipakai untuk silaturrahim. Habis sholat, nunggu sebentar lalu jam 6 pagi sarapan. sai sarapan kita semua diajak ke Setyawan Djodi Resort-bumi perkemahan untuk Fun-Games...</p>
[wp_caption id="attachment_314" align="aligncenter" width="300" caption="FunGames keluarga Assalaam"]<a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/07/outbond_pakarfisika.jpg"><img class="size-medium wp-image-314" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/07/outbond_pakarfisika.jpg?w=300" alt="FunGames keluarga Assalaam" width="300" height="200" /></a>[/wp_caption]
<p>Acara Fun-Games sangat meriah dan banyak sekali macam dan model permaianan edukatifnya. Semua nya ikut, ya bapak2...ya ibu2....ya anak2.... Kecuali yang repot. Acara dislingi break untu makan snack dan minuman ringan. Lalu dilanjut lagi</p>
<p>Acara diakhir jam dhuhur, lalu makan siang. Pembagian door prise lalu kembali ke Pondok...See You...!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fiqh Islam (Antara Orisinalitas dan Modernitas)]]></title>
<link>http://stainpress.wordpress.com/?p=58</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 03:16:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>stainpress</dc:creator>
<guid>http://stainpress.wordpress.com/?p=58</guid>
<description><![CDATA[



ISBN: 979-3896-73-6
Penulis: DR. Yusuf Qordlowi
Alih Bahasa: Drs. H. Ansori, M. Ag.
Editor: Ahma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table style="height:241px;" border="0" width="400">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://stainpress.files.wordpress.com/2008/07/fiqh-islam-kecil.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-59" src="http://stainpress.wordpress.com/files/2008/07/fiqh-islam-kecil.jpg?w=141" alt="" width="141" height="213" /></a></td>
<td><strong>ISBN</strong>: 979-3896-73-6</p>
<p><strong>Penulis</strong>: DR. Yusuf Qordlowi</p>
<p><strong>Alih Bahasa:</strong> Drs. H. Ansori, M. Ag.</p>
<p><strong>Editor</strong>: Ahmad Dahlan, M. Si.</p>
<p><strong>Dimensi</strong>: 14 × 21 cm, 96 hal.</p>
<p><strong>Tahun terbit</strong>: 2008</p>
<p><strong> Harga: Rp.30.000,-</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Komunitas modern pada saat ini telah sangat membutuhkan kemudahan di segala bidang, tidak terkecuali pada informasi-informasi keilmuan berbasis Islam. Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali menyesuaikan dengan tingkat modernitas dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi kehidupan manusia, khususnya menyodorkan fikh Islam kepada mereka dengan cara yang sesuai dengan mereka.<br />
Kepustakaan berbasis referensi kitab-kitab klasik dengan desain dan aplikasi yang modern didukung oleh teknologi mutakhir merupakan agenda besar yang sangat urgen bagi kebangkitan fikh Islam dan tajdidnya pada masa sekarang. Sistem jaringan (e-networking sistem) dan sistem digital harus dikembangkan di segala referensi Islam, tidak hanya fikh Islam, agar setiap muslim di seluruh belahan dunia dapat mengakses secara capat dan mudah.<br />
Kemajuan yang cukup signifikan da bidang Arabic softwares, e-networking, pengembangan kitab dan buku berbahasa arab dengan sistem digital menjadi indikasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Islami. Kiranya hal ini menjadi ruh bagi kebangkitan kembali peradapan Islam dari aspek kualitas insani melalui pengembangan desain dan sistem pembelajaran Islam. Buku Dr. Yusuf Qordlowi ini berbeda dengan karya-karyanya yang lain, karena bukan berisikan fakta-fakta atau materi-materi fikh, namun berisi catatan-catatan Qordlowi (dan beberapa ulama lain) tantang eksistensi dan akselerasi fikh Islam di kalangan umat Islam modern.<br />
Fikh Islam merupakan rangkaian nash-nash yang termaktub dalam Al-Qur’an, sunnah Rosul ataupun manuskrip-manuskrip karya para imam besar sangat spesifik dan sangat istimewa. Fikh Islam lebih istimewa dibandingkan perundangan-undangan Barat yang filosofisnya lrbih berdimensi kemanusiaan belaka tanpa mencangkup dimensi Robbaniyah Qordlowi mengeksplorasi keistimewaan fikh Islam dalam 11 aspek yang komprehensif yang selalu aktual, tumbuh dan berkembang melalui metode-metode itjtihad sesuai dengan perkembangan zaman sebagaimana kaidah (Berubahnya fatwa sesuai dengan perubahan zaman, tempat, keadaan, dan tradisi). Prinsip ini sudah ada sejak masa sahabat, seperti fatwa Umar bin Khattab dalam menyingkapi orang-orang mu’allaf, pembagian tanah lapang, hukum talak tiga, dan sebagainya. Bahkan, secara hakiki prinsip ini sudah dirintis sejak zaman Nabi Saw.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Koperasi]]></title>
<link>http://djunaedird.wordpress.com/?p=784</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 19:33:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>djunaedird</dc:creator>
<guid>http://djunaedird.wordpress.com/?p=784</guid>
<description><![CDATA[Seminggu lagi tanggal 12 juli 2008. Tanggal ini diyakini oleh Para Insan Koperasi Indonesia sebagai ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/harkopnas61jpeg.gif"><img class="size-medium wp-image-785 alignleft" style="float:left;" src="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/harkopnas61jpeg.gif?w=80" alt="" width="111" height="162" /></a>Seminggu lagi tanggal 12 juli 2008. Tanggal ini diyakini oleh Para Insan Koperasi Indonesia sebagai Hari Koperasi. Sejarah pergerakan koperasi telah mencatat bahwa tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi melalui Kongres I di Tasikmalaya 61 tahun yang lalu. Gerakan koperasi tersebut didirikan dalam masa perjuangan melawan upaya pihak kolonial yang ingin kembali menguasai Negara Republik Indonesia.</p>
<p>Ketua Umum Panitia Bambang W. Soeharto menyatakan bahwa Hari Koperasi ke-61 ini merupakan momentum Revolusi Perkoperasian Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Rakyat. Hari Koperasi adalah harinya gerakan ekonomi rakyat.<a href="http://djunaedird.files.wordpress.com/2008/07/amel-farukh2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-788" src="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/amel-farukh2.jpg?w=150" alt="" width="150" height="164" /></a></p>
<p>Di kota Malang, saya bersama-sama teman koperasi di bawah bendera Dewan Koperasi Kota Malang didapuk menjadi Panitia. Ada banyak kegiatan yang direncanakan untuk menyambut hari tersebut.</p>
<p>Sehari sebelum Hari Koperasi adalah hari lahirnya anak perempuan saya, yang lahir 8 tahun yang lalu. Apakah ia nanti juga akan bergerak dalam bidang koperasi seperti ayahnya?</p>
<p>[ Animasi Logo Harkop 61 diambil dari <a href="http://www.dekopin.coop/">sini</a> ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Duh, Si Kecil Tak Naik Kelas?]]></title>
<link>http://aframayriani.wordpress.com/?p=76</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 13:50:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Afra Mayriani</dc:creator>
<guid>http://aframayriani.wordpress.com/?p=76</guid>
<description><![CDATA[Artikel saya ini telah dimuat di Tabloid Nova, edisi Senin 30 Juni - 6 Juli 2008
http://www.tabloidn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Artikel saya ini telah dimuat di Tabloid Nova, edisi Senin 30 Juni - 6 Juli 2008</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/duh-si-kecil-tak-naik-kelas&#38;channel=keluarga%2Fanak">http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/duh-si-kecil-tak-naik-kelas&#38;channel=keluarga%2Fanak</a></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://www.usaweekend.com/wit/images/010923cartoon.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align:left;">             <strong> Jangan panik atau marah, jika si Kecil ternyata tak lulus ujian atau tinggal kelas. Sebaiknya, Anda memahami apa yang terjadi pada si buah hati.</strong></p>
<p style="text-align:left;">               Jika Anda pernah menonton film Kung Fu Panda, tentu akan teringat pada perkataan Master Kung Fu Kura Kura Tua bernama Oogway, mengenai pepatah bijak, "Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, namun hari ini adalah anugerah".</p>
<p style="text-align:left;">                Dan salah satu bentuk anugerah dalam hidup ini adalah kehadiran seorang anak yang dititipkan Tuhan kepada Anda. Dimanapun, anak akan menjadi sumber kebahagiaan setiap orangtuanya. Sumber kebahagiaan yang mendatangkan kebanggaan. Siapa yang tak bangga, memiliki buah hati yang manis, lucu, pintar, penurut, dan memiliki budi pekerti yang baik pula. Namun, apa yang terjadi jika anak yang Anda banggakan, sejak masih dalam proses penciptaan dalam rahim, tidak naik kelas?</p>
<p style="text-align:left;">                Tak sedikit orangtua yang menaruh harapan-harapan pribadinya pada diri sang anak. Anak harus taat dan menurut, serta mengerti kehendak orangtuanya, yang sebenarnya dimaksudkan demi kebaikan sang buah hati sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">                Sebagai orangtua, Anda mungkin sering lupa, anak-anak adalah sosok individu yang juga memiliki kebebasan di dalam dirinya untuk berkembang. Dan, di dalam proses tumbah kembangnya itu, tentu tak semuanya akan berjalan mulus atau sesuai dengan kehendak orangtua, bahkan kehendak kehendak dari sang buah hati sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">                Agar Anda tak menunjukkan sikap berlebihan saat menghadapi Si Kecil tinggal kelas atau tak lulus ujian sekolah, berikut tipsnya:</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:left;">1. TERUS BERJUANG</p>
<p style="text-align:left;">Pejuang sejati tak akan pernah berhenti berjuang. Rintangan dan halangan pasti akan terus dijumpai dalam proses perjalanan manusia di dalam kehidupan ini. Demikian juga dengan anak-anak Anda. Mereka telah berusaha melakukan yang terbaik dengan belajar giat. Namun apa daya, ketika pengumuman kenaikan kelas tiba, mereka tak lulus ujian dan terpaksa tinggal kelas.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai orangtua, menghadapi kenyataan ini tentu akan sangat sangat kecewa. Namun, pernahkan Anda berfikir dari sudut pandang sang buah hati? Pernahkan Anda bertanya dan berusaha menyelami perasaan mereka? Pasti, perasaan Si Kecil penuh dengan kekecewaan. Sebaiknya Anda tak melulu berpandangan dari paradigma pribadi, seperti malu pada rekan, tetangga, atau komunitas arisan ketika tahu anak yang Anda banggakan tinggal kelas atau tak lulus ujian.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai orangtua, Anda justru harus tetap menerima keadaan sang anak, apapun hasilnya. Anda harus tetap menumbuhkan kepercayaan diri pada sang anak, yang sudah tentu menurun drastis karena merasa tertinggal dan gagal, dibanding teman-teman lainnya. Jadi, jangan pernah menyerah! Berikan teladan Anda di hadapan anak, dalam keadaan apapun, termasuk yang paling buruk sekalipun.</p>
<p style="text-align:left;">Tak pernah ada kata terlambat karena kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Tinggal kelas bukan berarti dunia sudah kiamat. Ingat, masih ada hari esok, yang harus diisi dengan semangat baru, layaknya baterai yang baru diisi ulang. Dan yakikan Si Kecil, ia dapat mengejar ketertinggalannya.</p>
<p style="text-align:left;">2. BELIEVE IT, YAKINLAH!</p>
<p style="text-align:left;">Tumbuhkan keyakinan pada diri Anda sendiri sebelum membantu sang anak memupuk keyakinan, dirinya bukanlah anak yang "bodoh" hanya gara-gara tinggal kelas. Tetap tunjukkan penghargaan Anda pada usaha sang buah hati, walaupun kali ini ia gagal meraih kesuksesannya. Yakinkan juga pada sang buah hati, untuk selalu memupuk keyakinan dalam dirinya.</p>
<p style="text-align:left;">3. TEMUKAN KILAUNYA</p>
<p style="text-align:left;">Setiap manusia diciptakan penuh talenta dan keunikan yang berbeda-beda. Seringkali, mata orangtua tertutup oleh cita-cita dan ambisi masa kecil yang belum sempat terwujud. Jangan pernah ulangi sikap yang dilakukan orangtua Anda di masa lampau!</p>
<p style="text-align:left;">Sesibuk apapun Anda dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, curilah waktu untuk mengetahui dengan pasti, apa yang mejadi kegemaran, bahkan kecintaan sang anak. Bantulah Si Kecil mengetahui dan menemukan apa yang mereka sukai dan cintai. Temukan kilauan intan dalam tumpukan pasir yang hitam, dalam dirinya. Gosoklah hingga kilaunya bersinar.</p>
<p style="text-align:left;">Tinggal kelas tidak berarti menghilangkan seluruh kilau sang Anak. Semua ini hanya masalah waktu.</p>
<p style="text-align:left;">4. TAK ADA KATA TERLAMBAT</p>
<p style="text-align:left;">Tidak pernah ada kata terlambat untuk terus belajar. Jadi, jangan pernah terperosok dalam kata "terlambat". Sebagai orangtua, Anda mungkin akan sering merasa marah, pesimis dan langsung bersikap menghakimi ketika sang buah hati tinggal kelas atau gagal dalam ujiannya.</p>
<p style="text-align:left;">Buang jauh-jauh pikiran, jika buah hati tinggal kelas maka sudah terlambatlah untuk mencapai kesuksesan. Sekali lagi, tak pernah ada kata terlambat! Katakan dan terapkan pada pola pikir sang buah hati, segalanya mungkin terjadi jika terus berusaha. Karena, kesuksesan tak akan tercapai jika tak pernah terjadi kesalahan sebelumnya. Ajarkan selalu pada anak, untuk belajar dari kegagalannya. Dan, jangan meratapinya, bangkitlah segera!</p>
<p style="text-align:left;">5. SENYUMLAH</p>
<p style="text-align:left;">Karena senyum adalah ibadah. Jika Anda melihat iklan pasta gigi di teve atau di media cetak, semua orang berlomba menunjukkan selebar mungkin senyuman yang dapat diberikan, selain gig putih dan sehat yang terlihat jelas. Nah, Jika bisa tersenyum sangat lebar untuk menujukkan gigi putih yang sehat, mengapa Anda tak bisa melakukannya untuk sang buah hati?</p>
<p style="text-align:left;">Ketika mereka merasa gagal karena telah mengecewakan Anda, senyuman lebar dan pelukan hangat dari Anda akan menjadi tetes air kesejukan bagi hati mereka yang sedang galau. Jadi, jangan lupa untuk memberikan senyuman lebar, meski hati Anda kecewa dan kesal. Peluk mereka dan katakan, Anda tetap menyanyagi mereka, apapun yang terjadi.</p>
<p style="text-align:left;">Kegagalan tak akan pernah mengubah cinta Anda padanya, selamanya!</p>
<p style="text-align:left;">Nah, Anda sudah siap untuk tersenyum dengan tulus pada sang buah hati? Selamat mencoba!</p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;">[am]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senja berkunjung.]]></title>
<link>http://dyahpuspita.wordpress.com/?p=247</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 12:05:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>dyah puspita</dc:creator>
<guid>http://dyahpuspita.wordpress.com/?p=247</guid>
<description><![CDATA[Sesudah tamu-tamu dari Qatar pada pulang, aku segera bergegas karena kepingin ke tempat Senja. Kan d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sesudah tamu-tamu dari Qatar pada pulang, aku segera bergegas karena kepingin ke tempat Senja. Kan dapet oleh-oleh banyak..jadi mau dibagi dong sama pondok-bambu. Eh, baru juga sampe di depan kios handphone, Citra telpon... mau ke cipinang, gitu katanya.<br />
Wadoh, ngapain aku pergi kalo mereka mau ke cipinang? jadi aku cuma beli bensin dan ke LieSenHo bentar, terus balik lagi...</p>
<p>Dan bener.<br />
Gak berapa lama si Senja dateng digendong Ibun dalam keadaan tidur...diiringi Sasa.<br />
Berhubung ditarok di tempat tidur gw, berasa aneh, Senja bangun. Dan bingung. dan kaget. Dan menangis...</p>
<p>Butuh sekitar 15 menit sebelum dia akhirnya tahu kalau 'springbed' eyang tatah ini, pernah juga beberapa kali gendong, jadi kayaknya aman deh. Untung juga kamar praktek udah siap pakai jadi banyak mainan, maka Sasa heboh lah main disitu, sementara Senja sibuk juga belajar nungging dan latihan duduk....<br />
<a href="http://dyahpuspita.files.wordpress.com/2008/07/sdc10726.jpg"><img src="http://dyahpuspita.wordpress.com/files/2008/07/sdc10726.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-248" /></a></p>
<p><a href="http://dyahpuspita.files.wordpress.com/2008/07/sdc10742.jpg"><img src="http://dyahpuspita.wordpress.com/files/2008/07/sdc10742.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-249" /></a></p>
<p><a href="http://dyahpuspita.files.wordpress.com/2008/07/sdc10731.jpg"><img src="http://dyahpuspita.wordpress.com/files/2008/07/sdc10731.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-250" /></a></p>
<p>Sering-sering main, dong, Senja... Ajak mbak Pelangi yaaaa.... Main seharian juga boleh.... Mandi di cipinang, makan di cipinang, acak-acak kamar praktek Eyang Tatah juga boleh kok....</p>
<p>Duh, babies always make me feel refreshed... Love you all... Muah, muah, muah....</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
