<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kdi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kdi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kdi"</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 21:14:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Judi SMS mengila, kenapa dibiarkan yah ??]]></title>
<link>http://mapconsultan.wordpress.com/?p=77</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 04:13:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>doompu</dc:creator>
<guid>http://mapconsultan.wordpress.com/?p=77</guid>
<description><![CDATA[Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya INDONESIAN ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya INDONESIAN IDOL, KDI, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.<br />
<!--more--><br />
Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center Satelindo, Telkomsel, dsb. Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah.<br />
Kata"siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsahandphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100%judi.</p>
<p>Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!</p>
<p>Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.</p>
<p>Thanks,<br />
Best Regards<br />
Heriyanto<br />
MT IT<br />
PT.Indomarco Prismatama</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[西瓜光陽 vs. x-mode 100 kdi]]></title>
<link>http://cicadakao.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 20:59:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>cicadakao</dc:creator>
<guid>http://cicadakao.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[話說Kymco賣了台X-MODE 100 KDI二行程缸內直噴機車，保固內，維修拖時，甚或是]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>話說Kymco賣了台X-MODE 100 KDI二行程缸內直噴機車，保固內，維修拖時，甚或是報修換零件，實則原封交還車主。</p>
<p>保固期滿至今，車也問世三年半了，可笑的是台北縣市，沒有一個經銷商有完整的維修能力，換零件是它們唯一的能力，車壞了就換，壞哪換哪。雖然，十台有九台不斷更換的是汔油泵；2007年出第二代X-MODE R時，居然還是用同一顆，所以，新車跑一千公里內，又壞了不少。</p>
<p>一家號稱賣過多部，也精通維修的經銷商，可以花二周去檢修，換了引擎，結果出廠後，車子毛病依舊，爆震，熄火，加速油門異常、怠速引擎轉速異常昇降！</p>
<p>服務站更是利害，一修一周，第一次是把引擎轉速調順，但犧牲全部的起步動力和尾速；試個車，台北清水來回，車況和高旺換引擎後相差無幾。二次送修一周，打電話去查詢車況，站長可以說試車一周每天2公里無異狀；去電光陽客服，網上批露後，第十天站長來電說，這車引擎根本不對，和我交給你的不同。媽的咧，不告發就根本裝死，放車一周沒動。開引擎檢查後，居然說引擎刮一條痕，曲軸燒變形。還一口咬定是我把車騎到沒機油所以引擎掛點。我都還想問，是不是一次檢修時就把我的新引擎和汽油泵給偷換了咧（←明擺我是在誣賴人，就像站長咬定我一樣！！說什麼屁話嘛！）</p>
<p>引擎沒機油燒毀，就一定是車主未加機油，就不會是機車本身ECU異常或機油泵出問題。光陽真是它媽的有你的。</p>
<p>更別說保固零件，可以隨服務站說，是與不是；車主不懂，還可以被質疑，你沒有車主手冊，你不會查嗎？ 試問，保固零件真的有條列出來嗎？幹。</p>
<p>生產一台車，除了總廠外沒有人會調校維修，居然還可以用產量少來規避咧。笑屬偶！不要臉的東西。。</p>
<p>有聽人說修台製機車一修四十天的嗎？有啊，就是我。</p>
<p>幹西瓜光陽！開了，就貨物出門概不退換。管你買到什麼爛車，爛零件！</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Selebriti Gagal]]></title>
<link>http://johanfirdaus.wordpress.com/2008/04/11/kisah-selebriti-gagal/</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 15:18:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>lordcaocao2025</dc:creator>
<guid>http://johanfirdaus.wordpress.com/2008/04/11/kisah-selebriti-gagal/</guid>
<description><![CDATA[Artikel Pindah ke http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2008/04/kisah-selebriti-gagal/
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel Pindah ke <a href="http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2008/04/kisah-selebriti-gagal/">http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2008/04/kisah-selebriti-gagal/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang]]></title>
<link>http://isal.wordpress.com/?p=141</link>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 19:46:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>isal</dc:creator>
<guid>http://isal.wordpress.com/?p=141</guid>
<description><![CDATA[Dari millis sebelah …
Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Dari millis sebelah …</p>
<p class="MsoNormal">Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang…</p>
<p class="MsoNormal">Rasanya sudah tidak memberi nilai tambah bagi masyarakat, yang jelas mobile operator paling diuntungkan selain para pemilik TV program tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Inilah produk hedonisme.</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dua Hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari Kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di Teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.</p>
<p class="MsoNormal">Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak Ada satu pun kemenangan AFI. Itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang Tua Alfin Dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit Mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi.</p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga Ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah.Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, DLL.Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita Dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka Susah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka Ga berani minjem banyak karena takut Ga bisa bayar.Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran Dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namun tidak Ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, Dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka. Nah acara ini Dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua Dan anak yang real antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Mungkin Ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi. JUDI SMS MENGGILAAAA ……</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS Premium.Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum – Setidaknya sampai saat ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Mari Kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya –anggaplah– Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “Bandar” (penyelenggara) SMS.  Siapa saja bisa jadi Bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam</p>
<p class="MsoNormal">per Hari Dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini “Bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? Rumah senilai 1 milyar, itu artinya Bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya: Kuis SMS adalah 100% judi.Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau “sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, “dapatkan handphone… ”</p>
<p class="MsoNormal">Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : “Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”. Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka. Regards..</p>
<p class="MsoNormal">Link Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.30.01311420&#38;channel=2&#38;mn=154&#38;idx=154" target="_blank">Kisah Selebriti Gagal</a></li>
<li><a href="http://trisetyarso.wordpress.com/2008/03/26/bisnis-tak-beretika-para-mobile-operator/" target="_blank">Binis tak beretika para mobile operator</a></li>
<li><a href="http://digidynamic.wordpress.com/2008/03/27/stop-sms-judi/" target="_blank">Stop SMS Judi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stop SMS Judi]]></title>
<link>http://digidynamic.wordpress.com/?p=110</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 04:00:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>digidynamic</dc:creator>
<guid>http://digidynamic.wordpress.com/?p=110</guid>
<description><![CDATA[Fatwa haram Majelis Ulama Indonesia tentang kuis SMS Judi telah dikeluarkan sejak tanggal 26 mei 200]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Fatwa haram Majelis Ulama Indonesia tentang kuis SMS Judi telah dikeluarkan sejak tanggal 26 mei 2006. Fatwa tersebut dikeluarkan sebagai hasil keputusan Ijtima Ulama yang dihadiri lebih dari seribu ulama di Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Namun begitu sampai saat ini perkembangan kuis SMS justru semakin marak. Pemerintah seharusnya berperan lebih aktif dalam mengupayakan penertiban kuis SMS yang sebenarnya adalah bentuk lain dari perjudian ini.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Ulama menyatakan bahwa kuis SMS ini haram, karena terdapat unsur judi di dalamnya. Alasan para ulama menggolongkan kuis sms sebagai judi, adalah:</p>
<ul>
<li>Ada unsur penipuan. Untuk menutupi unsur penipuan ini, disediakan hadiah.</li>
<li>Merugikan konsumen, karena hadiah berasal dari dana konsumen yang terkumpul.</li>
<li>Mengundi nasib.</li>
<li>Membuat angan-angan kosong.</li>
<li>Malas bekerja/berusaha, karena kegiatannya hanya menunggu pengumuman pemenang.</li>
</ul>
<p>Usaha penertiban kuis SMS judi sebelumnya selalu menemui hambatan karena MUI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban. Pertemuan antara Majelis Ulama Indonesia bersama Departemen Sosial menjelang akhir 2006 mengenai masalah kuis SMS judi tersebut, sampai saat ini belum membuahkan hasil apapun.</p>
<p>Disamping kuis SMS, saya berpendapat bahwa polling SMS pun perlu mendapat perhatian. Beberapa waktu lalu saya menerima email dari sebuah milis, tentang banyaknya orang tua yang terlilit utang ratusan juta rupiah, semenjak anak mereka menjadi peserta AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot SMS dukungan untuk putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk SMS.</p>
<p>Betul, kemenangan para kontestan acara pencarian bakat di televisi Indonesia sangat bisa ditentukan oleh mampu atau tidaknya orang tua peserta, atau pihak lain yang mengenal peserta sebagai putra daerah, misalnya gubernur, bupati. Sentimen kedaerahan ini sangat tidak mendidik.</p>
<p>Pada penyelengaraan American Idol, dari 580 juta vote yang masuk, vote yang berasal dari SMS hanya sekitar <a TITLE="American Idol Voting" HREF="http://answers.google.com/answers/threadview?id=767538" TARGET="_blank">11,12%</a>, sisanya berasal dari layanan toll-free yang disediakan oleh penyelenggara.</p>
<div>
<div>
<div STYLE="center"><img ALT="American Idol - digidynamic.wordpress.com" SRC="http://digidynamic.wordpress.com/files/2008/03/ai.jpg" /></div>
</div>
</div>
<p>Kembali ke contoh polling SMS, AFI. Berapakah jumlah vote yang masuk? Pada tanggal 28 Februari 2004, saat konser final, terkumpul vote sejumlah <a TITLE="Visitel - IT Solutions and Mobile Interactive" HREF="http://visitel.co.id/en/" TARGET="_blank">2,5 juta</a> hanya dalam waktu 3 jam dan semuanya berasal dari SMS berbayar. Dengan harga SMS premium sebesar Rp 2000,00/SMS sudah terkumpul dana Rp 5 miliar dimana 40% untuk penyelenggara program, selebihnya untuk SMS provider.</p>
<div>
<div>
<div STYLE="center"><img ALT="AFI - digidynamic.wordpress.com" SRC="http://digidynamic.wordpress.com/files/2008/03/afi.jpg" /></div>
</div>
</div>
<p>Dengan melihat penerapan voting acara serupa di Indonesia, tidak heran beberapa teman menyatakan bahwa acara seperti AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, sejatinya bukan mencari pemenang terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Republik Dangdut]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/?p=211</link>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 08:39:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/?p=211</guid>
<description><![CDATA[ 
SEJAK Sabtu sampai Selasa 22-26 Maret 2008 ratusan orang, laki perempuan, dan hampir seluruhnya ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3><a title="audisi_20080322aya01-071.jpg" href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/audisi_20080322aya01-071.jpg"><img src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/audisi_20080322aya01-071.jpg" alt="audisi_20080322aya01-071.jpg" width="446" height="273" /></a><a title="kdi-juri-20080325aya03-171.jpg" href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/kdi-juri-20080325aya03-171.jpg"><img src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/kdi-juri-20080325aya03-171.jpg" alt="kdi-juri-20080325aya03-171.jpg" width="210" height="162" /></a> <a title="kdi1.jpg" href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/kdi1.jpg"><img src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/kdi1.jpg" alt="kdi1.jpg" width="225" height="162" /></a></h3>
<h3><span style="color:#339966;"><strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;">SEJAK</span></strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;"> Sabtu sampai Selasa 22-26 Maret 2008 ratusan orang, laki perempuan, dan hampir seluruhnya kawula muda, antre mengikuti audisi Kontes Dangdut Indonesia (KDI). </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Heboh abis!! Suasana Hotel Victoria di tepi Sungai Martapura Banjarmasin, ibarat sedang terkena demam hebat. Demam dangdut.</span></span></h3>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Konon di kota-kota lain juga terjadi hal serupa manakala berlangsung audisi KDI, sebagaimana pula gegap gempitanya audisi Indonesian Idol yang -- entah kenapa-- seolah-olah membuat Indonesia jadi bagian dari Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Dangdut memang sudah jadi arus musik "asli Indonesia" yang menjangkau hampir semua lapisan dan strata warga di tanah air. Itu sebabnya, meski dari segi mobilisasi massa sedikit berada di bawah Indonesian Idol, namun KDI --yang sudah memasuki tahun ke lima-- terasa lebih "mempribumi". </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Dangdut nmusik pribumi? Ya, dangdut ‑‑bermula dari istilah sinis dan mengejek untuk irama musik Melayu yang menggelitik‑‑ kini bisa dibilang merajai musik di berbagai lapisan masyarakat di tanah air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Dulu, "Dangdut itu musik tahi kucing!" pekik seorang rocker saat itu (pertengahan 1970‑an). Kalau tak salah, yang menghujat musik Oma itu adalah pentolan Giant Step, grup rock ternama dari Bandung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Boleh jadi, Giant Step pun rocker sejati made‑in republik. Sebab grup inilah yang pertama kali berani manggung dengan lagu‑lagu rock gubahan sendiri ketika publik musik rock didemami Deep Purple, Led Zeppelin dan Rolling Stone.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Polemik yang disulut 'tahi kucing!' itu akhirnya berpuncak pada dialog yang memperhadapkan Benny Soebardja, pentolan Giant Step dengan Oma Irama, komandan Soneta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Dan, polemik itu berpuncak di Senayan dalam sebuah duel sungguhan antara dua kelompok musik. Saat itu tahun 1979. Inilah sesengguhnya duel maut pertama dalam pentas musik kita, dan hingga kini mungkin belum tertandingi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Itu terjadi di Istana Olahraga (Istora) ‑‑kini Gelora Bung Karno‑‑ hampir 30 tahun silam. Berdiri di satu sisi adalah God Bless, dengan Achmad Albar sebagai komandan. Di kubu berlawanan, tegaklah Oma Irama memimpin pasukan Orkes Melayu‑nya, Soneta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Ini duel paling spektakuler di ujung dekade itu, sekaligus sebagai puncak perseteruan panas dan tajam lewat polemik yang meluas di antara para seniman. Di situ pula revolusi musik dangdut di tanah air mencapai titik ledak, dan virusnya menjalar serta mendemami hampir setiap orang hingga saat ini, (</span><a href="http://curahbebas.wordpress.com/">http://curahbebas.wordpress.com</a>).</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Kini, rasa‑rasanya tak satu pun orang Indonesia tak kenal dangdut. "Sejak rapat‑rapat raksasa di masa Demokrasi Terpimpin, acara panggung yang paling banyak dibanjiri massa adalah panggung dangdut Oma Irama," tulis William H Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS, yang pada 1980‑an meneliti Oma dan fenomenanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">"Kemampuannya" mengundang massa itu pula yang kemudian membuat Oma jadi rebutan partai politik, sampai kemudian ia jadi anggota parlemen. Ia juga loncat dari PPP ke Golkar dan balik lagi ke PPP, ketika angin perubahan mulai terasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Kini, rasa-rasanya tak pernah ada acara hiburan yang tanpa dangdut. Mulai dari perhelatan khitanan di lorong kampung, hingga acara kaum elit di hotel berbintang. Mulai dari kedai karaoke di tepi-tepi jalan sekitar kawasan pertambangan di pedalaman, hingga resepsi pergantian petinggi negeri di republik ini. </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><a title="kdi.jpg" href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/kdi.jpg"><img src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/03/kdi.jpg" alt="kdi.jpg" width="438" height="285" /></a></p>
<h2><span style="color:#33cccc;"><em><span style="letter-spacing:-0.15pt;">"Kayapa Habar Sabarataan?"</span></em></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;">BAGI</span></strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;"> dangdut mania pasti tak asing lagi dengan artis dangdut pendatang baru, Lita Lia di gelaran KDI 4 lalu. Dengan dangdut keroncong dan seriosanya, dia berhasil memukau pedangdut senior yang jadi juri KDI. Bahkan bintang muda KDI duta Banjarmasin masuk di jajaran 6 besar KDI 4. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Sekian lama tak muncul ke Kota Seribu Sungai, tiba-tiba saja Lita memberikan <em>surprise</em> dengan mengunjungi redaksi <em>Banjarmasin Post</em> bersama dua staf Media Relation TPI, Suska dan Pipit. Tak ayal, ketiganya disambut antusias meriah awak redaksi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Dengan senyum khasnya dibalut baju terusan abu-abu, Lita menyapa pimpinan redaksi <em>BPost</em>, <strong>Yusran Pare</strong>, Umi Sriwahyuni, Harry Prihanto dan lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">"Senang banget bisa ke Banjarmasin setelah setahun lebih di Jakarta dan Samarinda. <em>Kayapa habar pian sabarataan</em>, baik-baik <em>aja kalo</em>," sapanya kepada awak redaksi <em>BPost</em> dalam Bahasa Banjar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Demikian halnya staf Media Relation TPI, Suska Dianingka. Menurutnya sagat terkesan dengan kerjasama bersama <em>BPost</em> sejak mulai digelar KDI di Banjarmasin, beberapa tahun lalu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">"Semoga kerjasama kita bisa berlanjut di masa mendatang," papar Suska sambil menikmati wadai Banjar yang katanya baru pertama kali ditemui di <em>BPost</em>.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Di sela-sela acara, Lita dan Suska menerima cinderamata berupa boneka Bekantan dan Kamus Bahasa Banjar. Tak ketinggalan koran kecil berbingkai yang jadi cinderamata khusus <em>BPost</em>. "<em>Kok</em> korannya cepat sekali jadi <em>ya</em>? Bagus banget," kata Lita dengan seang bercampur kaget.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Lita yang juga penyanyi kelahiran Samarinda, April 1988 tak hanya piawai membawakan tembang dangdut dengan gaya keroncong dan seriosanya lho. Pengagum Rita Sugiarto ini juga piawai menyanyikan lagu-lagu Banjar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="letter-spacing:-0.15pt;">Seperti ditunjukkanya saat bertandang di koran terbesar di Kalimantan ini, Lita menyanyikan lagu Rita Sugiarto dan lagu Banjar dengan hebohnya. Bahkan, kalam melantunkan Lagu Banjar, Lita duet dengan awak redaksi, Martini. </span><strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;">(ncu)</span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemenang Idol Contest - Sungguhkah Seorang Idola?]]></title>
<link>http://charleschristian.wordpress.com/?p=99</link>
<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 18:24:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Charles</dc:creator>
<guid>http://charleschristian.wordpress.com/?p=99</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya terdahulu: Pembodohan Masyarakat dengan SMS Premium.
P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya terdahulu: <a href="http://charleschristian.wordpress.com/2008/03/11/pembodohan-masyarakat-dengan-sms-premium/">Pembodohan Masyarakat dengan SMS Premium</a>.</p>
<p>Pada tulisan saya kali ini, saya akan lebih menyoroti SMS premium yang digunakan sebagai media <em>vote</em> untuk <em>idol contest </em>(seperti AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, dll...).</p>
<p>OK, sebelumnya, saya ingin memperlihatkan latar belakang dari tulisan saya, yaitu sebuah forward-an e-mail yang masuk ke alamat e-mail saya. Bunyinya seperti ini:<!--more--></p>
<blockquote><p>DEAR ALL MY FRIENDS</p>
<p>TOLONG BACA DAN JANGAN COBA2 IKUT WALAU PUN HANYA Rp 2000 MAKANYA BACA OK</p>
<p>Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka.</p>
<p>Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.</p>
<p>Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.</p>
<p>Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah.</p>
<p>Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.</p>
<p>Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.</p>
<p>Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.</p>
<p>Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.</p>
<p>mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.</p>
<p>JUDI SMS MENGGILAAAA ......</p>
<p>Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri<br />
Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.</p>
<p>Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"!</p>
<p>Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.</p>
<p>Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan handphone... " Saya bilang ini menyesatkan, karena<br />
pemirsa televisi bisa menyangka : "Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis".</p>
<p>Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!</p>
<p>Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.</p></blockquote>
<p>Siapa dari Anda yang belum tahu tentang <em>idol contest</em>? Saya rasa, Anda semua pasti pernah menonton (atau setidaknya tahu) <em>idol contest </em>yang ada di stasiun televisi kita, seperti Indonesian Idol contohnya... Pada tulisan saya kali ini, saya menggunakan istilah "<em>idol contest</em>" sebagai generalisasi dari acara-acara pemilihan idola semacam Indonesian Idol.</p>
<p>Kalau Anda tahu tentang <em>idol contest</em>, harusnya Anda juga tahu bagaimana <em>idol</em> (pemenang) dipilih di antara beberapa calon <em>idol</em> (peserta) yang ada. Ya, mereka dipilih berdasarkan <em>voting</em> dari pemirsa (dan pendukung calon peserta) acara tersebut, yang tentunya setiap <em>voting</em>nya dilakukan melalui SMS premium.</p>
<p>OK, tanpa panjang-lebar, ada satu pertanyaan yang harus dijawab: "Benarkah pemenang <em>idol contest</em> itu adalah idola sebenarnya?". Menurut saya, pemenangnya hanyalah idola semu... Kenapa? Alasan saya:</p>
<ul>
<li>
<div>Setiap nomor HP bisa mengirimkan <em>vote</em> mereka berkali-kali. Wah, ini sih sudah ga bener namanya. Coba aja bayangkan kalau Pemilu bisa nyoblos berkali-kali. Apa jadinya tuh?</div>
</li>
<li>
<div>Setiap <em>vote</em> dikenakan biaya SMS premium. Nah, ini lebih jelas lagi terlihat kalau acara ini sebenarnya cuma nyari duit doang (istilah saya: ngerampok cara halus). Loh, kok ngerampok? Lah iya dong, rakyat seolah dihipnotis untuk memberikan uang mereka kepada pengelola <em>contest</em> ini dan operator telepon selular... Bahkan, tragisnya, ada juga orang yang sampai berhutang untuk hal ini (bener-bener dihipnotis tuh namanya...).</div>
</li>
</ul>
<p>Akibat dari 2 hal di atas, bisa ditebak kalau pemenang <em>idol contest</em> ini adalah yang pendukungnya paling kaya (bukan yang pendukungnya paling banyak). Pesan saya adalah, saat ini ketahuilah, kalau Anda ingin mengirimkan dukungan Anda untuk idola Anda lewat SMS premium (apalagi lebih dari 1 SMS), itu artinya Anda telah terhipnotis, dan Anda sedang akan dirampok oleh pengelola kontes dan penyedia jasa SMS premium.</p>
<p>Anda tentunya ingin idola Anda menang. Tapi sayang, sistemnya tidak mengizinkan idolanya untuk menang, tapi siapa yang pendukungnya paling kaya (dan bisa dihipnotis dengan mudah!?)lah yang akan menang...</p>
<p>So, masih mau <em>vote</em> untuk idola Anda dengan SMS premium? Pikir-pikir lagi deh... ;)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAMA MIA VS INDONESIA IDOL]]></title>
<link>http://adang.wordpress.com/2008/02/20/mama-mia-mama-mia-ada-mama-di-hatiku/</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 04:15:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>adang</dc:creator>
<guid>http://adang.wordpress.com/2008/02/20/mama-mia-mama-mia-ada-mama-di-hatiku/</guid>
<description><![CDATA[ Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis di bidang entertaintment (baca : hiburan) adalah merupakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> <a href="http://adang.wordpress.com/files/2008/02/mama-mia.jpg" title="mama-mia.jpg"><img src="http://adang.wordpress.com/files/2008/02/mama-mia.thumbnail.jpg" alt="mama-mia.jpg" align="left" /></a>Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis di bidang entertaintment (baca : hiburan) adalah merupakan bisnis yang sangat  menguntungkan saat ini.</p>
<p align="justify"> Musik, Film dan Sinetron membanjiri dan mendominasi acara-acara di semua stasiun televisi di indonesia. Sehingga tidak mengherankan honor yang diterima para artis dan pemain musik bisa mencapai ratusan juta. Hal tersebut menjadikan profesi artis dan pemain musik (umumnya disebut selebritis) adalah profesi yang diidam-idamkan oleh hampir semua orang.</p>
<p align="justify"> Terlebih lagi sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menjadi artis, asal berwajah ganteng atau cantik (minimal eye  chatcing), bisa akting, bisa nyanyi, bisa nari, dll...dll.</p>
<p align="justify"> Banyak agen-agen hiburan yang bermunculan dengan membawa artis-artis pendatang baru. Meskipun demikian ada agen yang  benar dan juga ada agen yang palsu...cara membedakannya ? saya sendiri juga belum tahu (soalnya belum pernah nyoba jadi artis :) ).</p>
<p><!--more--></p>
<p align="justify"> Tidak hanya itu, semua stasiun televisi juga berlomba-lomba membuat acara yang menampung artis-artis baru menjadi pujaan masyarakat.</p>
<p align="justify"> "American Idol" adalah acara pertama yang menampilkan orang-orang biasa menjadi artis pujaan seluruh masyarakat  di amerika. Kesuksesaan acara tersebut hingga membuat negara-negara lain membuat acara yang serupa, hingga indonesia.</p>
<p align="justify"> Acara tiruan (plagiat...memang mungkin sudah khas indonesia :) ) bermunculan di semua stasiun televisi.  Mulai dari AFI dan Mama mia di indosiar, KDI di TPI, Indonesian idol di RCTI  dan acara-acara lain yang ternyata semuanya sukses mendapat rating yang cukup tinggi.</p>
<p align="justify"> Hal itu merupakan suatu bukti bahwa memang masyarakat Indonesia menginginkan ketenaran yang akhirnya akan menuju kepada suatu hal yang sama …UANG.</p>
<p align="justify"> Ditengah keadaan ekonomi yang masih sulit di Indonesia, membuat masyarakat harus berjuang keras memperbaiki tingkat ekonomi dan pendapatan mereka. Ada yang berjuang dengan bersabar ada juga yang tidak sabar (ingin serba instant).</p>
<p align="justify"> Mungkin karena itulah semua acara baik AFI, KDI, American Idol sampai Indonesian idol dan Mama Mia diminati banyak orang. Peserta akan secara instant menjadi idola masyarakat dengan perhitungan banyaknya SMS yang dikirimkan (banjir rejeki nih buat para operator telepon seluler :)). Setelah menang peserta akan memperoleh kontrak rekaman, banjir order tampil mengisi acara, uang yang banyak, rumah mewah , dll, dll, dll.</p>
<p align="justify"> Sifat hidup kapitalis secara tidak langsung mulai mendarah daging kedalam tubuh bangsa ini (atau mungkin memang disengaja oleh pihak asing ? ). Terlebih lagi kebanyakan peserta acara tersebut adalah kaum muda yang merupakan tulang punggung bangsa dan negara di masa depan. Keinginan menjadi “orang kaya” lebih mereka utamakan dari pada menuntut ilmu. Apalagi ada opini bahwa “saat ini banyak sarjana-sarjana susah cari kerja dan nganggur, buat apa kita sekolah ?”</p>
<p align="justify"> Tidak hanya anak, sang ibu (sekarang sih populernya disebut mama :) ) juga ikut-ikutan tampil demi mendorong sang anak menjadi artis pujaan. Contoh terbaru dari acara tersebut adalah Mama mia di indosiar yang mendapat rating yang cukup tinggi (atau mungkin paling tinggi ? ) sehingga muncul acara sempalan dari mama mia seperti mama mia selebs yang intinya adalah untuk mendongkrak rating.</p>
<p align="justify"> Demikian tingginya rating sehingga indosiar menayangkan acara tersebut dari jam 18.00 sampai dengan 23.00 (kira-kira kapan mereka sempat sholat maghrib dan sholat isya yah ? ). Lamanya acara tersebut sampai mengalahkan lamanya sebuah film India ( rata-rata Cuma 3 jam, itu juga sudah bisa bikin kita pules tidur lho J ). Sang mama rela berbuat habis-habisan demi kemenangan sang anak demi meraih kesuksesannya, di mata sang mama keberhasilan seorang anak = kesejahteraan hidup ( menurut anda bagaimana ? ).</p>
<p align="justify"> Tidak jauh berbeda, Indonesian idol juga mempunyai konsep yang sama. Acara plagiat dari amerika ini menampung anak-anak muda dari seluruh Indonesia untuk mengikuti kontes menyanyi sehingga nantinya menghasilkan satu orang yang akan menjadi idola baru di Indonesia. Sungguh fenomenal karena ternyata pesertanya membludak  dan membuat untuk seleksi saja membutuhkan waktu berminggu-minggu. Para peserta juga bermacam-macam, ada yang dari pengamen, tukang sayur, sampai kepada mahasiswa, pegawai swasta dan bahkan anak dari orang kaya turut serta dalam acara tersebut. LUAR BIASA !</p>
<p align="justify"> Bila dicermati, kita harus waspada bahwa bisa jadi ini merupakan bagian dari sekrenario yang berusaha membuat bangsa kita yang terkenal “muslim terbesar di dunia” menjadi bangsa yang lemah dan hanya mengejar harta, kekayaan tanpa mengejar ilmu dan akhirat. Anak-anak muda tidak lagi menjadi penerus bangsa yang cendikiawan, berwawasan serta berakhlak tetapi menjadi anak muda yang malas, bodoh dan tidak bermoral baik, yang akan menjauhkan mereka dari pemahaman islam yang baik dan jauh dari semangat jihad.</p>
<p>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------<br />
Kutipan sebagian “protocol of zionis”</p>
<ul>
<li>Beberapa sasaran untuk mencapai tujuan adalah minuman keras, narkotika, pengrusakan moral, seks, suap dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut (pasal 8)</li>
<li>Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan (pasal 24)</li>
</ul>
<p>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------<br />
Melihat kutipan di atas sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu waspada dan menjaga keluarga kita dari dekadensi moral maraknya acara-acara yang mungkin merupakan bagian dari sekrenario pihak yang ingin menghancurkan islam.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
