<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>jenis-langka &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/jenis-langka/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "jenis-langka"</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 21:17:18 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sapulapber Unik]]></title>
<link>http://myunusw.wordpress.com/?p=95</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 03:58:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>myunusw</dc:creator>
<guid>http://myunusw.wordpress.com/?p=95</guid>
<description><![CDATA[Sapu Bersihhhhh&#8230;..,
Sapu Sehattttt&#8230;&#8230;.,
Sapu Lap Bersihhhhhh&#8230;..


Mungkin and]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;color:orange;">Sapu Bersihhhhh.....,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;color:blue;">Sapu Sehattttt.......,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;color:red;"><strong>Sapu Lap Ber</strong>sihhhhhh.....</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><a name="newsitem1023426104,75724,"></a><strong></strong><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></p>
<h2><a href="http://myunusw.files.wordpress.com/2008/05/sapubersih.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-96" src="http://myunusw.wordpress.com/files/2008/05/sapubersih.jpg?w=91" alt="" width="226" height="207" /></a></h2>
<p>Mungkin anda belum pernah melakukan ini, tapi boleh anda coba pengalaman menarik atau boleh dibilang kebiasaanku di rumah.</p>
<p>Biasanya rata-rata orang melakukan kegiatan menyapu rumah hanya begitu-begitu saja pada umumnya, yaitu menggunakan alat sapu saja. Tetapi tidak dengan apa yang sering lakukan di rumah dalam hal menyapu rumah.</p>
<p>Mungkin ini agak sedikit aneh tetapi hasilnya sangat memuaskan, murah, bersih dan sehat. Anda bisa mencobanya dengan alat seperti berikut : sapu (seperti biasa), kaos bekas (kaos singlet yang sudah tdk terpakai atau bahan kain lainnya). Caranya sebagai berikut : bungkus sapu tadi dengan kaos bekas atau kain lainnya, kemudian coba anda menyapu rumah dan lihat dan rasakan hasilnya dengan anda menyapu tanpa pembungkus kain. Hasilnya pasti lebih bersih karena debu akan ikut tersapu. Jadi kesimpulannya anda menyapu sekalian mengelap lantai. Kok Sapu Pakai Celana apa Rok?  Okeeeyyyyy selamat mencoba tips ini. Trim's.<strong>[myunusw-2008]</strong></p>
<div style="display:none;">
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trasidele ala Kediri]]></title>
<link>http://myunusw.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 04:03:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>myunusw</dc:creator>
<guid>http://myunusw.wordpress.com/?p=92</guid>
<description><![CDATA[ Anda  mau  coba?
Bahan :
2 iris (150 gram) tempe bacem
250 gram singkong parut
1 ikat daun kemangi
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://myunusw.wordpress.com/files/2008/05/tasidele.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-93" src="http://myunusw.wordpress.com/files/2008/05/tasidele.jpg?w=127" alt="" width="127" height="95" /></a><span style="font-size:16pt;"> Anda  mau  coba?</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Bahan :</strong><br />
2 iris (150 gram) tempe bacem<br />
250 gram singkong parut<br />
1 ikat daun kemangi<br />
minyak untuk menggoreng</p>
<p><strong>Bumbu halus:</strong><br />
5 siung bawang putih<br />
5 lembar daun jeruk purut<br />
1 ruas lengkuas, diparut<br />
3 buah cabai merah<br />
1 sendok teh garam<br />
1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk</p>
<p><strong>Saus (dicampur jadi satu):</strong><br />
3 sendok makan kecap manis<br />
3 buah cabai rawit, diiris-iris ]<br />
1/4 sendok teh air jeruk nipis</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
1. Haluskan tempe bacem, campur dengan parutan singkong, daun kemangi dan bumbu halus. Bentuk bulat agak pipih.<br />
2. Goreng di atas api sedang sampai kecokelatan. Angkat dan sajikan dengan saus.</p>
<p>Untuk porsi 20 potong.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Trasidele ini selain sebagai selingan minum teh, juga bisa untuk lauk. Tambahkan cabai rawit agar pedasnya makin terasa.</p>
<p class="MsoNormal">Selamat Menikmati Kelezatannya.<strong>[myunusw-2008]</strong></p>
<div style="display:none;">
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bekicot (Escargot)]]></title>
<link>http://myunusw.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 06:29:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>myunusw</dc:creator>
<guid>http://myunusw.wordpress.com/?p=87</guid>
<description><![CDATA[Bekicot Lezat dan Kaya Protein 

Bagi orang JADUL (jaman dulu) di Indonesia, bekicot mengingatkan me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;color:orange;">Bekicot Lezat dan Kaya Protein </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><a name="newsitem1023426104,75724,"></a><strong></strong><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bagi orang JADUL (jaman dulu) di Indonesia, bekicot mengingatkan mereka pada jaman penjajahan Jepang yang menyengsarakan, sehingga terpaksa makan <strong><em>bekicot</em></strong>. Tapi mengapa daging bekicot menjadi makanan prestisius di negara lain?<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jika Anda ke Perancis, di sana ada masakan yang kondang disebut escargot. Apa itu? Anda mungkin terkejut bahwa escargot merupakan masakan berbahan baku daging bekicot. Di Jepang pun demikian halnya, bahkan pengolahan bekicot ini begitu sederhana, hanya dengan bumbu jahe, cuka dan pemanis. Tapi, betapa lezatnya daging bekicot itu!</span></p>
<p>Itu sebabnya Perancis dan Jepang selalu mengandalkan pasokan daging bekicot. Beberapa negara lain juga selalu mengimpor daging bekicot, seperti Hongkong, Belanda, Taiwan, Yunani, Belgia, Luxemburg, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat.</p>
<p>Kita termasuk salah satu negara eksportir bekicot. Tapi volume dan kontinuitasnya belum memenuhi kebutuhan pasar importir. Nah, bukankah ini peluang agribisnis yang terbentang di depan mata kita?</p>
<p>Kalsium dan Asam Amino<br />
Barangkali menimbulkan tanda tanya, kenapa orang menyukai daging bekicot? Ya, lihat saja kandungannya. Dalam rangka memenuhi tuntutan kecukupan gizi, bekicot merupakan salah satu alternatif yang patut diperhitungkan.</p>
<p>Creswell dan Kopiang (1981) merinci komposisi kimia bekicot, ternyata dagingnya memang kaya protein. Cangkang bekicot kaya kalsium, dan dalam daging tersebut masih terdapat banyak asam-asam amino (tabel 1).</p>
<p>Sementara itu sumber data lain menunjukkan, protein yang terkandung sekitar 12 gram per 100 gram dagingnya. Kandungan lain adalah lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fospor 78 mg, Fe 1,7 mg serta vitamin B komplek terutama vitamin B2.</p>
<p>Selain itu kandungan asam amino daging bekicot cukup menonjol. Dalam 100 gr daging bekicot kering antara lain terdiri atas leusin 4,62 gr, lisin 4,35 gr, arginin 4,88 gr, asam aspartat 5,98 gr, dan asam glutamat 8,16 gr.</p>
<p>Bukankah daging bekicot mengandung bakteri salmonella? Memang betul! Tapi ada cara untuk mengusir bakteri tersebut, yakni teknik pengolahan yang benar. Malahan dari temuan di lapangan, di Kediri, mereka yang biasa makan daging bekicot mengaku dapat menyembuhkan gatal-gatal, batuk, kudis dan sebagainya.</p>
<p>Langkah Pengolahan<br />
Kediri dikenal sebagai Kota Tahu, tapi juga sebagai cikal bakal produsen bekicot. Di awal 1970-an hanya satu dua penduduk Desa Jengkol dan Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri yang mulai tertarik mengembangkan dan memanfaatkan bekicot.</p>
<p>Adalah Sadi Suryaatmaja dari Plosokidul yang boleh dibilang sebagai 'aktor bekicot' karena berhasil mendayagunakannya. Entah sebagai keripik bekicot, sate bekicot, rempeyek bekicot, dan sebagainya.</p>
<p>Semula usaha beternak bekicot di daerah itu hanya kecil-kecilan saja. Kemudian dibuka warung bekicot, dan ada pula yang dijual keliling. Makin lama makin banyak orang yang ikut mencoba mengusahakannya.<br />
Lebih lanjut <strong><em>Kediri</em></strong> dengan bekicotnya mampu menarik perhatian pengusaha dari kota lain. Hal ini dapat dibuktikan dengan hadirnya peminat-peminat ternak bekicot, yang belajar dan menimba pengalaman ke Kediri.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman peternak bekicot di Kediri, rendemen daging bekicot sekitar 15-18%. Artinya, dari setiap 100 kg bekicot segar (hidup) akan didapatkan daging bekicot sekitar 15-18 kg.</p>
<p>Untuk mendapatkan hasil yang baik, daging bekicot harus melalui 7 tahap pengolahan :<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pemberakan atau pembersihan      kotoran. Bekicot yang masih hidup dimasukkan ke dalam bak penampung selama      2 hari, tanpa diberi pakan apa pun. Lakukan penyiraman setiap sore.      Pemberakan ini bertujuan untuk memacu pengeluaran kotoran dan lendir serta      menghilangkan bau apek.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perendaman. Sesudah dilakukan      pemberakan, bekicot direndam dalam air garam yang diberi sedikit cuka.      Perendaman berlangsung sekitar 5-10 menit sambil diaduk atau dikopyok,      lantas airnya dibuang. Perendaman ini dilakukan 3-4 kali hingga air      rendaman menjadi jernih. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perebusan awal. Bekicot yang      telah direndam dimasukkan ke dalam air mendidih selama 15 menit sambil dibolak      balik, lalu didinginkan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pemisahan. Bekicot yang telah      direbus awal itu harus dipisahkan antara cangkang, kotoran, telur dan      dagingnya. Caranya ialah dengan mencungkil daging bekicot tersebut dari      cangkangnya dengan alat pencungkil. Setelah daging, telur dan kotoran      bekicot keluar dari cangkangnya kemudian dipisah-pisahkan. Telur bekicot      dapat langsung dicuci bersih, digoreng dan dimakan. Sedangkan dagingnya      masih perlu pengolahan selanjutnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pencucian. Daging bekicot      yang telah terpisah dari cangkang, lantas dicuci bersih. Lebih baik jika      pencucian ini dilakukan dengan air yang mengalir. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perendaman. Daging yang telah      dicuci bersih, direndam dengan air cuka selama 15 menit. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perebusan akhir. Daging      bekicot yang telah direndam itu direbus lagi selama 15 menit. Sesudah      direbus, dicuci sekali lagi sampai bersih dan diiris-iris menurut selera      kita. Inilah daging bekicot yang telah siap dimasak. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Prosentase Komposisi Kimia Bekicot Berdasarkan Bahan Kering :<br />
</span></strong></p>
<p>No Uraian Daging Cangkang Total<br />
1. Protein 60,90<br />
2,80<br />
16,10</p>
<p>2. Mineral 9,60<br />
54,50<br />
46,00</p>
<p>3. Serat kasar 4,50<br />
-<br />
-</p>
<p>4. Lemak kasar 6,10<br />
1,00<br />
2,00</p>
<p>5. Calcium 2,00<br />
36,10<br />
31,10</p>
<p>6. Phospor 0,84<br />
0,14<br />
-</p>
<p>7. Lysine 4,35<br />
-<br />
-</p>
<p>8. Histidine 1,43<br />
-<br />
-</p>
<p>9. Arginin 4,88<br />
-<br />
-</p>
<p>10. Aspartic acid 5,98<br />
-<br />
-</p>
<p>11. Threonin 2,76<br />
-<br />
-</p>
<p>12. Sering 2,96<br />
-<br />
-</p>
<p>13. Glutanic acid 8,16<br />
-<br />
-</p>
<p>14. Pralin 2,79<br />
-<br />
-</p>
<p>15. Glycin 3,82<br />
-<br />
-</p>
<p>16. Alanin 3,31<br />
-<br />
-</p>
<p>17. Cystin 0,60<br />
-<br />
-</p>
<p>18. Valin 3,07<br />
-<br />
-</p>
<p>19. Methionin 1,00<br />
-<br />
-</p>
<p>20. Isoleucin 2,64<br />
-<br />
-</p>
<p>21. Leucin 4,62<br />
-<br />
-</p>
<p>22. Tyrosin 2,44<br />
-<br />
-</p>
<p>23. Phenylallanin 2,62<br />
-<br />
-</p>
<p>* dalam satuan persen (%) <em>Sumber: Creswell dan Kopiang, 1981</em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Verdana;color:orange;">Nah ini dia Resep Masakannya :</span></strong>[gallery]</p>
<ul>
<li><strong><em><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">M</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">embuat Kripik dan Sate Bekicot</span></em></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Barangkali Anda ingin membuat sendiri keripik bekicot dan sate bekicot? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ikuti pedoman praktis berikut ini :<br />
</span></p>
<h3><strong>Keripik Bekicot Kediri<br />
</strong></h3>
<p><em><strong>Bahan yang diperlukan :</strong></em></p>
<p>250 gr daging bekicot (dari 1,5 kg bekicot segar)<br />
250 cc minyak goreng</p>
<p><em><strong>Bumbu:</strong></em><br />
2 butir bawang putih<br />
3 butir kemiri<br />
1/2 sendok teh ketumbar<br />
1/2 rimpang jahe<br />
1 lembar daun jeruk purut<br />
1 mata asam<br />
garam dan penyedap rasa secukupnya</p>
<p><strong><em>Cara Membuat:</em></strong><br />
Daging bekicot yang telah siap olah diiris tipis-tipis. Lalu irisan tersebut dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan. Diamkan beberapa saat agar bumbu meresap.<br />
Jemur di bawah sinar matahari langsung (usahakan sekali jemur sudah kering).<br />
Goreng sampai kering. @</p>
<h3><strong><strong>Sate Bekicot Kediri<br />
</strong></strong></h3>
<p>Sate bekicot sudah cukup beken. Setiap warung bekicot atau warung "nol dua" hampir pasti ada sate bekicotnya. Jika Anda ingin membuat sendiri sate bekicot, silakan mengikuti resep ini.</p>
<p><strong><em>Bahan:</em></strong><br />
500 gram daging bekicot (dari 3 kg bekicot segar)<br />
25 bilah tusuk sate</p>
<p><strong><em>Bumbu:</em></strong><br />
1/4 kg kacang tanah<br />
5 sendok makan minyak goreng<br />
5 sendok makan kecap<br />
5 butir bawang merah<br />
5 butir merica<br />
3 butir bawang putih<br />
3 lembar daun jeruk purut<br />
2 buah jeruk nipis<br />
1/4 sendok teh penyedap rasa<br />
Cabe rawit, cuka, garam sesuai selera</p>
<p><strong><em>Cara Membuat:</em></strong><br />
Daging bekicot yang telah siap olah diiris menjadi dua bagian, tusuk dengan tusukan sate.</p>
<p>Masukkan ke dalam bumbu yang telah dihaluskan (bawang putih, merica campur kecap dan cuka), lalu diamkan sementara waktu agar bumbunya meresap.</p>
<p>Buat bumbu kacang: goreng kacang tanah dan tumbuk hingga halus. Campur dengan bawang putih, garam, daun jeruk purut, cabe rawit dan penyedap rasa yang telah dihaluskan. Beri air sedikit lalu rebus hingga berminyak dan diberi sedikit kecap.</p>
<p>Panggang daging bekicot sampai matang, lalu disiram bumbu kacang, taburi bawang merah mentah dan irisan jeruk nipis.</p>
<p>Selamat menikmati. <strong>[myunusw-2008]</strong></p>
<div style="display:none;">
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasi Ampog sikuning Emas]]></title>
<link>http://myunusw.wordpress.com/?p=84</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 07:38:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>myunusw</dc:creator>
<guid>http://myunusw.wordpress.com/?p=84</guid>
<description><![CDATA[
Nasi Ampog (Nasi Jagung) Khas Kota Kediri.
Siapa yang tak kenal tanaman sibuah kuning keemasan, JAG]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2>[gallery]</h2>
<h3>Nasi Ampog (Nasi Jagung) Khas Kota Kediri.</h3>
<p><span style="font-size:10pt;">Siapa yang tak kenal tanaman sibuah kuning keemasan, JAGUNG termasuk salah satu bahan makanan pokok masyarakat Indonesia yang kurang begitu diminati, selain gaplek dan sagu tentunya. Padahal secara kandungan gizi jagung memiliki komposisi zat-zat makanan yang lebih komplet daripada beras. Selain sebagai sumber utama karbohidrat, bahan pangan pokok penduduk asli Madura Jawa Timur ini juga <strong>mengandung zat gizi lain seperti: Energi (150,00kal), Protein (1,600g), Lemak (0,60g), Karbohidrat (11,40g), Kalsium (2,00mg), Fosfor (47,00mg), Serat (0,40g), Besi (0,30mg), Vit A (30,00 RE), Vit B1 (0.07mg), Vit B2 (0,04mg), Vit C (3,00mg), Niacin0,(60mg).</strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Dengan berbagai kandungan zat yang dimiliki jagung tersebut, tak mengherankan bila jagung juga dikenal sebagai bahan pangan yang cukup berkhasiat antara lain sebagai pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sistem syaraf, mencegah konstipasi, menurunkan risiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang, serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Nah, itulah sebenarnya rahasia yang mungkin selama ini kurang begitu kita ketahui, sehingga menganggap jagung sebagai menu pinggiran (makanan wong Deso). Untuk itu, Akoe ajak kembali mencoba mengingat betapa jagung sangat membantu kehidupan penduduk di desa saya (Burengan-Kediri) sekitar tahun 80-an silam. Pada waktu itu, beras memang masih merupakan bahan pangan istimewa, sehingga meskipun setiap tahun panen padi penduduk di desa lebih memilih menjualnya dan uangnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Pada saat itulah peran nasi jagung cukup dominan di masyarakat. Tetapi kini setelah 38 tahun berlalu, ketika saya tinggal di Bandung dan kembali lagi ke kampong halamanku, Akoe tak lagi menemukan makanan nasi jagung (nasi A<em>mpog</em> makanan pokok asli Madura) itu. Nasi jagung menu sarapan pada saat itu adalah nasi jagung dicampur dengan sayur buah pepaya yang belum matang “sayur kates pakai kacang ose atau kacang gajih.”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Untungnya, untuk mengobati kerinduanku sarapan Nasi Ampog, ibuku selalu memasak makanan khas yang cukup langka ini. Komposisinya memang tidak sama dengan sajian menu sarapan keluarga kami dulu. Yang jelas ada kekhasan tersendiri dalam nasi jagung ini, misalnya saja lauk yang disertakan adalah ikan asin, sayurnya “sayur kates” (dari buah pepaya; kacang ose atau gajih), sambal terasi, Ayam Goreng plus sedikit serundeng. Inilah nasi jagung yang biasa saya nikmati selepas jalan-jalan pagi bersama anak-anak. Apalagi bila disantap hangat-hangat ditemani teh manis di tengah cuaca musim penghujan yang cukup dingin. Bahkan, menu nasi jagung seperti itu berlangsung tanpa jeda dari sarapan, makan siang, dan makan malam tanpa membuat bosan. Kini, nasi jagung itu telah tiada dan tergantikan oleh menu-menu yang menasional bahkan tak jarang juga makanan cepat saji ala luar negeri lebih difavoritkan oleh anak di keluarga Akoe. “Ohhh kemana nasi kuning emasku yang kaya akan Gizi Akoe selalu merindukanmu.” [myunusw-2008]</span></p>
<div style="display:none;">
</div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
