<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>international-relation &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/international-relation/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "international-relation"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 01:39:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Taiwan strait gambits read Georgia carefully ]]></title>
<link>http://neouto.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:44:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Neo*utO</dc:creator>
<guid>http://neouto.id.wordpress.com/2008/08/12/taiwan-strait-gambits-read-georgia-carefully/</guid>
<description><![CDATA[The latest from the war in Georgia
For some background on the buildup to the conflict, click here, h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.foreignpolicy.com/node/9500">The latest from the war in Georgia</a></p>
<p>For some background on the buildup to the conflict, click <a href="http://blog.foreignpolicy.com/node/8366">here</a>, <a href="http://blog.foreignpolicy.com/node/8687">here</a>, <a href="http://blog.foreignpolicy.com/node/8804">here</a>, or <a href="http://blog.foreignpolicy.com/node/9009">here</a>.</p>
<p>So lucky there is a strait between China and Taiwan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arti Penting Timur Tengah Bagi Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat]]></title>
<link>http://amirmubarak.wordpress.com/?p=50</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 21:16:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>amirmubarak</dc:creator>
<guid>http://amirmubarak.id.wordpress.com/2008/05/23/arti-penting-timur-tengah-bagi-kebijakan-luar-negeri-amerika-serikat/</guid>
<description><![CDATA[Arti Penting Timur Tengah Bagi
Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
- Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Arti Penting Timur Tengah Bagi</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">- Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si * -</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Penyerangan Israel terhadap Palestina yang memakan korban tokoh Hamas Syekh Ahmad Yassin membuat harapan perdamaian antara Israel– Palestina makin meredup. Pertikaian berlarut-larut yang memakan waktu lama belum menunjukkan titik terang kepada upaya nyata terhadap penuntasan konflik ini.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Menarik untuk dilihat peranan Amerika Serikat sebagai sebuah negara yang selalu mengaktualisasikan dirinya sebagai polisi dunia yang merasa bertanggung jawab atas nama perdamaian dunia dalam pertikaian Israel– Palestina ini.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Sikap yang ditunjukkan AS dalam upaya penyelesaian permasalahan ini selalu setengah hati, sangat berbeda dengan sikap AS dalam menyikapi pertikaian di Timur Tengah lainnya, yang dianggap dapat mengganggu kepentingan nasional AS, seperti pembelaan terhadap Kuwait atas invasi Irak, (yang akhirnya menjadi suatu sejarah panjang yang penuh dengan muatan-muatan politik dan rekayasa AS) maupun serangan “membabi buta” dengan tuduhan terorisme kepada kelompok-kelompok Islam di berbagai negara.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Baru-baru ini Resolusi DK PBB yang mengutuk serangan Israel terhadap Palestina yang memakan korban pemimpin Hamas tersebut diveto oleh AS. Dari hal ini menarik untuk dilihat latar belakang, motivasi serta tinjauan kepentingan AS kepada Israel, yang membuat Israel mempunyai tempat tersendiri di “hati” AS, serta menarik pula untuk melihat kepentingan AS secara umum di kawasan Timur Tengah. </span></span></span></p>
<p style="line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Posisi Israel bagi Amerika</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Mengapa Israel begitu “dianak-emaskan” oleh AS di antara negara-negara Timur Tengah lainnya, ketika pada sisi lain justru Israel dengan Zionisnya kerap kali dianggap sebagai “biang kerok” konflik oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah sendiri.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Dari kaca mata AS sebenarnya tidak ada motivasi atau alasan ekonomi yang khusus bagi hubungan kedua negara, tetapi lebih merupakan hubungan strategis, sedangkan kepentingan AS secara ekonomi lebih mengacu kepada negara-negara Arab di Timur Tengah, terutama sejak tahun 1947 AS telah menjadi pengimpor minyak mentah dari kawasan ini, baik untuk kepentingan nasional maupun untuk mendukung strategi globalnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Tanpa adanya suplai minyak yang memadai, baik perusahaan-perusahaan AS maupun mesin-mesin perang (NATO) dan dukungan kepada Eropa Barat tidak akan berfungsi secara efektif.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Untuk pengamanan jalur-jalur tersebut, AS memerlukan negara pendukung yang strategis. Karena negara-negara Arab dan Timur Tengah pada awalnya tidak menyediakan fasilitas tersebut, maka satu-satunya bantuan adalah dari Israel. Dalam kerangka strategi ini pula AS memberikan bantuan ekonomi secara besar-besaran terhadap Israel, agar Israel tumbuh menjadi sekutu yang tangguh.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Namun di sisi lain, latar belakang eratnya hubungan AS – Israel sudah ada sejak dahulu, sejak negara Yahudi belum ada, yaitu kuatnya kelompok Yahudi di AS. Mereka kemudian mendominasi pertimbangan-pertimbangan kebijaksanaan AS terhadap Israel.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Orang-orang Yahudi di AS yang tergabung dalam ratusan organisasi kelompok kepentingan, dari yang moderat sampai kepada yang ekstrim, secara aktif berusaha mempengaruhi kebijakan Washington untuk mendukung Israel. Istilah “Lobby Yahudi” untuk menggambarkan sekitar lebih dari 32 kelompok Yahudi Utama yang melibatkan diri dengan Israel dan mempengaruhi kebijakan AS terhadap Timur Tengah untuk membela kepentingan Israel.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Kelompok yang paling berpengaruh adalah American Israel Public Affairs (AIPAC) dan Conference of Major Jewish Organizations (CPMAJO). CPMAJO merupakan badan koordinasi pengkajian dan kegiatan mengenai masalah –masalah  yang berkaitan dengan Israel maupun Yahudi di AS.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Fungsi badan ini adalah untuk menginterpretasikan pandangan dan keinginan Israel kepada AS. Sementara AIPAC memfokuskan kegiatannya dalam mempengaruhi kongres, dan CPMAJO lebih aktif untuk mempengaruhi badan eksekutif.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Disamping membantu kegiatan kongres dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan Israel, kelompok-kelompok ini juga melaksanakan pengumpulan dana. Dana yang diperoleh setiap tahun berasal dari sekitar 11.000 penyumbang. AIPAC tidak secara langsung mendistribusikan dananya kepada calon-calon pemilihan umum, baik dalam tingkat negara bagian maupun nasional, seperti yang dilakukan  Political Action Committee (PAC).</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">PAC sebagai komite aksi politik merupakan bentuk lain dari cara-cara tradisional suatu organisasi politik di AS. Berbagai PAC bermunculan untuk mewakili segenap kelompok-kelompok etnik maupun kepentingan di seluruh negara bagian, termasuk organisasi Yahudi yang terkenal secara politik lebih aktif. Dengan segala upayanya AIPAC mengaktifkan masyarakat Yahudi, sehingga PAC Yahudi memberikan dukungan finansial yang dibutuhkan lobby Yahudi atau Israel.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan baik dengan anggota-anggota kunci di Senat ataupun di parlemen lebih penting dari pada hubungan dengan para pejabat tingkat regional. Meskipun demikian mereka yang duduk di badan legislatif pada tingkat negara bagian juga dapat berperan dalam pembentukan pendapat umum.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Pendapat umum merupakan hal penting dan pemerintah Israel apabila dilihat dari perlunya dukungan masyarakat dalam penentuan kebijakan AS terhadapnya. Untuk itu melalui perwakilannya di Washington, Israel kerap kali harus melakukan kampanye informasi publik ( Hazbara ) di AS, hal ini dirasakan perlu karena Israel juga harus menghadapi anggota masyarakat maupun pemerintah anti Israel.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Oleh karena itulah sangat penting bagi Israel untuk selalu dapat menciptakan citra baik, terutama di mata mereka yang sangat tradisional merupakan pendukungnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Selain dari sisi pertimbangan strategi globalnya di kawasan Timur Tengah yang membutuhkan sekutu yang tangguh di kawasan tersebut, besarnya dukungan AS terhadap Israel sejak negara ini berdiri pada tahun 1948 adalah juga dengan pertimbangan lainnya yaitu, <em>Pertama</em>, disebabkan oleh prihatinnya AS dengan nasib bangsa Yahudi  di masa Nazi-Jerman, <em>kedua</em>, disebabkan oleh mayoritas persamaan agama.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut hingga saat ini Israel masih sangat memanfaatkan posisi strategisnya tanpa takut yang berlebihan yang disebabkan keyakinan akan mendapat legalitas dan bantuan negara <em>superpower </em>tunggal AS.</span></span></span></p>
<p style="line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Irak dan Kawasan Timur Tengah</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Irak sebenarnya adalah negara yang unik bagi AS terutama setelah negara ini dipimpin oleh Saddam Hussein. Irak sebelumnya adalah pembeli tetap senjata-senjata dari AS atau dengan kata lain Irak adalah konsumen yang potensial bagi perdagangan senjata AS.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Hal ini sangat  memungkinkan, sebab kebijakan luar negeri Irak memang cenderung bersifat konfrontatif. Ini dapat dilihat paling tidak dalam dua dekade terakhir Irak hampir tidak pernah lepas dari konfrontasi maupun konflik dengan negara lain baik dalam satu kawasan maupun dengan di luar kawasan. Perang Iran – Irak kemudian invasi Irak terhadap Kuwait yang berbuntut serangan bertubi-tubi dari AS yang dilanjutkan embargo ekonomi terhadap Irak adalah bukti dari kebijakan luar negeri Irak yang cenderung konfrontatif.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Titik tolak keadaan yang sangat merugikan Irak memang dipicu oleh invasi Irak ke Kuwait, di sini dapat kita lihat betapa pentingnya negara-negara di kawasan Timur Tengah bagi AS.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Kebijakan AS di Timur Tengah pada dasarnya berkaitan dengan kepentingan-kepentingan strategisnya dan berhubungan dengan politik globalnya. Lebih dari tiga dekade, dahulu ketika Uni Soviet masih menjadi kompetitor berat AS, kepentingan strategi AS di regional adalah merupakan tindakan preventif terhadap dominasi Uni Soviet dengan menghindari konfrontasi langsung. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Usaha ini dilakukan dengan membawa negara-negara satelit AS di Timur Tengah. Namun saat ini setelah Uni Soviet bubar kepentingan AS adalah mempertahankan hegemoninya di kawasan ini dan menjaga eksistensi strategi globalnya yang banyak memerlukan dukungan dari kawasan Timur Tengah.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Faktor geografis Timur Tengah memiliki arti strategis yang sangat penting bagi AS. Kawasan yang meliputi Eropa, Asia dan Afrika menjadikannya sebagai jembatan hubungan Laut Tengah, Teluk Persia dan Laut Hitam, telah lama menjadi daerah lintas maupun transit kapal-kapal barang di AS. Terusan Suez sebagai jalan pintas untuk membawa bahan bakar minyak dari negara Arab ke Eropa Barat, Jepang dan AS menambah arti strategis kawasan ini.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Minyak sebagai sumber daya alam terbesar di Timur Tengah dan di dunia juga merupakan kepentingan strategis bagi AS. Untuk mempertahankan keunggulan ekonomi negara-negara Barat dan Jepang perlu disuplai bahan bakar minyak yang memadai bagi kelangsungan industrinya, oleh karenanya setiap usaha menguasai, mendominasi atau menyerang negara-negara di Timur Tengah yang produktif dalam menghasilkan minyak bumi merupakan ancaman bagi kepentingan vital AS. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Hal inilah yang dialami oleh Irak ketika menginvasi Kuwait, AS sangat berkepentingan dengan Kuwait sebab AS mempunyai kilang-kilang minyak di Kuwait yang sangat besar pengaruhnya dalam menyuplai minyak untuk kepentingan industrinya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Selain itu, kawasan Timur tengah merupakan kawasan yang sangat potensial bagi instrumen kebijakan luar negeri yang mengkomersialkan perdagangan senjata. Kebijakan penjualan persenjataan AS di Timur Tengah selama ini sering dipandang sebagai suatu cara untuk menciptakan, mempertahankan maupun meningkatkan pengaruhnya terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah tanpa harus menghadirkan kekuatan militer AS secara langsung.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Hal ini mengakibatkan perlombaan senjata berkembang di Timur Tengah. Keadaan ini memang sangat dimungkinkan sebab secara historis negara-negara di kawasan Timur Tengah dipenuhi sejarah konlik yang panjang sehingga banyak memerlukan pasokan senjata yang memadai.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Dengan alasan-alasan yang disebutkan di atas tadi mulai dapat kita lihat mengapa AS sangat berkepentingan di kawasan yang selalu panas ini. Dapat pula kita lihat dikotomi permasalahan Irak dan Israel dalam sikap AS. Irak dianggap oleh AS sebagai ancaman yang dapat merusak kepentingan strategi global mereka di kawasan Timur Tengah. Dan juga bersikerasnya AS dalam usaha menyerang Irak adalah salah satu dari upaya <em>show of power</em>.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">AS yang ingin kembali menunjukkan dominasinya terutama sekaligus sebagai ajang “promosi” untuk penjualan senjata-senjata canggihnya. Penyerangan terhadap Irak adalah juga merupakan bagian dari strategi kepentingan George. W. Bush yang selama ini belum mendapatkan “<em>moment</em>” untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi dirinya sebagai salah satu presiden AS yang cukup berpengaruh serta pula sebagai bagian dari kampanye Bush dalam upaya mempertahankan kursi kepresidenan.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Sedangkan dalam kasus Israel, AS  banyak sekali memberikan toleransi bahkan dukungan terhadap negara Zionis ini karena memang secara strategis hanya Israel lah yang menjadi sekutu paling loyal bagi AS (dan memang diciptakan menjadi sekutu) di kawasan Timur Tengah yang memungkinkan AS “bermain” dengan aman dalam kawasan ini. Sehingga wajar jika AS tidak pernah dapat bersikap tegas dalam menyelesaikan konflik Israel–Palestina yang berkepanjangan.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Sekali lagi posisi AS sebagai negara adidaya tunggal memungkinkan mereka melakukan apa saja demi merealisasikan kepentingan strategi global politik luar negeri mereka. PBB sebagai lembaga yang paling berwenang untuk memberikan aturan-aturan dalam menciptakan perdamaian di dunia juga tidak dapat bersikap independen karena disebabkan sangat besarnya pengaruh AS dalam organisasi ini. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Oleh karena itulah keadilan dan perdamaian di dunia tampaknya masih akan menjadi sebuah utopia selama sang adidaya tunggal ini tidak mempunyai batasan legalitas dan moral dalam menjalankan strategi global kepentingan politik luar negerinya.</span></span></span></p>
<p style="line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">* Penulis adalah dosen tetap Jurusan Hubungan Internasional Unikom.</span></span></span></p>
<p style="line-height:200%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">[dari artikel website HI-Unikom versi perdana tahun 2004]</span></span></span></p>
<p style="line-height:200%;" align="left">Source:</p>
<p style="line-height:200%;" align="left">http://hi.unikom.ac.id/variankonteks.htm</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Israel Timeline War]]></title>
<link>http://amirmubarak.wordpress.com/?p=49</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 20:43:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>amirmubarak</dc:creator>
<guid>http://amirmubarak.id.wordpress.com/2008/05/23/israel-timeline-war/</guid>
<description><![CDATA[Israel Timeline War


Israel dalam memperebutkankan tanah yang telah dijanjikan terlibat dalam sejum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:large;"><span lang="en-GB"><strong>I</strong></span></span></span></span><span style="font-size:large;"><span lang="en-GB"><strong>srael </strong></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:large;"><span lang="en-GB"><strong>T</strong></span></span></span></span><span style="font-size:large;"><span lang="en-GB"><strong>imeline </strong></span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:large;"><span lang="en-GB"><strong>W</strong></span></span></span></span><span style="font-size:large;"><span lang="en-GB"><strong>ar</strong></span></span></p>
<p lang="en-GB">
<p lang="en-GB">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-GB">Israel dalam memperebutkankan tanah yang telah dijanjikan terlibat dalam sejumlah perang. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="en-GB">Di bawah adalah daftar perang di mana Israel terlibat:</span></span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Perang Kemerdekaan Israel 	(1947-1949)</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Arab-Israel_1948"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Perang 	Arab-Israel</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (1948) </span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Perang Kanal Suez (1956) </span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Enam_Hari"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Perang 	Enam Hari</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (1967) </span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Yom_Kippur"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Perang 	Yom Kippur</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (1973) </span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Perang Lebanon (1982) </span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intifadah"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Intifadah</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (1987) </span></li>
<li>
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Perang Teluk II 	(Perang Irak) (1991) </span></p>
</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intifadah"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Intifadah 	Al Aqsa</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (2000) </span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel-Lebanon_2006"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Konflik 	Israel-Lebanon</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (2006) </span></li>
</ul>
<p lang="en-GB">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dalam suatu kekuasaan, Suatu perang negara yang legal telah terjadi antara Israel dan musuh-musuh Arab pada awal perang pertama pada 1948. Mesir menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel pada 1979, dan Jordania membuat perdamaian pada 1994. otoritas Palestina, yang dikepalai Yassir Arafat dan faksi Al-Fatah dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menegosiasikan semi perdamaian, yang pada pertengahan 2000, telah menghancurkan perusakan melalaui Intifada Al-Aqsa. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">Grup Palestina lainnya, yang hampir seluruhnya Hamas, telah berperang dengan Israel secara berkelanjutan. Meskipun Israel dan hampir seluruh bangsa Arab secara teknis dalam perang negara secara berkelanjutan, terkecuali tertulis,  letusan perang khusus dalam perlawanan yang dipertimbangkan sebagai pemisahan perang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perang kemerdekaan Israel / "al-Nakba" (Sang Malapetaka)</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (1948-1949)—Dia atas kemerdekaan, Israel dulu di invasi oleh enam tentara bangsa Arab: Mesir, Syria, Transjordan (kini Jordania), Lebanon, Irak, dan Saudi Arabia. Sebagi tambahan, tentara lokal Palestina juga melawan Yahudi Israel.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan Qibya </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Oktober, 1951</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)— Pasukan Israel, dipimpin oleh Mayor </span><span style="color:#0000ff;"><a href="http://www.historyguy.com/biofiles/sharon_ariel.html"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">Ariel Sharon</span></span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (Perdana Menteri Israel 2001-2006) menghancurkan lusinan bangunan di West Bank  (Jordania) kota Qibya.  Korban meninggal orang sipil mencapal 69 orang.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perampasan Mesir Terhadap kapal Israel Bat Galim </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Musim panas, 1954</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Mesir merampas kapal Israel Bat Galim sebagi percobaan memasuki Kanal Suez. Menurut berbagai macam perjanjian internasional, Kanal Suez dimaksudkan untuk dapat dimasuki kapal laut dari semua bangsa. Provookasi ini memerparah tensi antara  Mesir dan Israel.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan Gaza</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Feb. 28, 1955</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Pasukan Israel memimpin suatu serangan, suatu respon untuk mengulangi penyerangan gerilya dan merampas sebuah kapal Israel oleh Mesir, hasilnya kematian untuk 51 prajurit Mesir dan 8 pasukan Israel. Serangan ini merupakan yang terbesar dari jenis perlawanan melawan pasukan Arab sejak akhir peperangan dari  Awal  Perang Arab – Israel pada 1949.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perang Sinai</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>1956</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">) [Juga dikenal sebagai Perang Suez]--Invasi dan penaklukan sementara semenanjung Sinai Mesir oleh Israel, sementara Perancis dan Inggris Raya merampas Kanal Suez.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Konflik Palestina-Israel</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>1960-sekarang</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Israel menghadapi gerilya dan  peperangan teroris dari beberapa pasukan Palestina, paling banyak yang bersatu di bawah PLO, dipimpin oleh Yassir Arafat. Perkelahian terkini melibatkan Israel melawan grup-grup militant religius seperti Hamas and Jihad Islam, dan juga Otoritas Arafat Palestina. (Ini meliputi peperangan gerilya Palestina melawan Israel dari 1960-an, Intifada asli (1988-1992) dan yang terkini Intifada "Al-Aqsa" (2000-sekarang), dan West Bank (2004) dan Invasi Gaza (2006) oleh Israel dan serangan bunuh diri orang Palestina dan roket-roket yang dengan cepat menginvasi. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan Al-Fatah Pertama (PLO)</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Dec. 31, 1964</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Yassir Arafat’s faksi Al-Fatah dari PLO memimpin serangan pertamanya kedalam Israel dari Lebanon. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Pertempuran Perbatasan Israel-Syria dan Pertempuran Udara</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Nov. 13, 1964</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Israel dan Syria keduanya mengklaim kedaulatan melalui beberapa zona Demiliterisasi sepanjang perbatasan mereka. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">Zona ini diatur sebagai bagian dari isyarat untuk menghentikan tembakan mengakhiri Awal Perang Arab-Israel. Israel mencoba  menanam lahan dalam Zona ini, sementara Syria mengembangkan suatu proyek untuk mengalihkan air dari sungai Jordan, yang mana Israel membagi dengan Syria dan Jordan.  Pasukan Syria seringkali  menembak traktor Israel karena mencoba menanam di Zona tersebut, sementara itu Israel mencari cara untuk menginterupsi proyek pengalihan Syria. Pada 13 November 1964, pangkalan pasukan Syria diatas puncak Golan, sebuah dataran tinggi memandang dari atas kawasan Israel dalam bukit Sungai Jordan, menembak traktor Israel. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pasukan Israel kembali menembak.  Artileri Syria lalu menargetkan penduduk desa Israel. Israel merespon dengan serangan udara pada tentara Syria. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">Peperangan ini berakhir dengan kematian 4 orang Israel dan 9 orang cedera. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Syria banyak kehilangan termasuk dua tank dan mesin-mesin melibatkan  proyek pengalihan. Salah satu hasil dari benturan ini percepatan akuisisi Syria dan pesawat pejuang buatan Soviet yang lebih baik. (Oren, 2001). </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan West Bank</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Mei 1965</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Setelah serangan gerilya </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Palestina menghasilkan kematian 6 orang Israel, militer Israel memimpin penyerangan di West Bank kota Qalqilya, Shuna dan Jenin.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1966</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">—</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">Israel melaporkan 93 insiden sepanjang perbatasan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan West Bank</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>30 April 1966</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Pasukan Israel menghancurkan diatas dua lusin</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> rumah di West Bank kota Rafat, membunuh 11 orang sipil. Penyerangan ini merupakan respon dari serangan Palestina terhadap Israel. Paling banyak menyerang Israel.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Serangan </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>West Bank</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"> (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1966</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)—</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">Pasukan Israeli menyerang wilayah Hebron dari West Bank. Serangan ini menghasilkan kematian 8 orang sipil dan pemadam kebakaran dengan tentara Jordan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Pertempuran perbatasan </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Israeli-Syria</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"> (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Musim panas, 1966</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)—Lanjutan</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"> artileri dan duel-duel tank sepanjang Puncak Golan didepan dipimpin oleh :</span></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Petempuran Udara </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Israeli-Syria </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">(</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>7 Juli 1966</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)—Merespon </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">pada kelanjutan pertempuransepanjang perbatasan, pesawat Israel menyerang pasukan Syria, menghasilkan hilangnya salah satu pesawat pejuang Syrian MiG.</span></span></p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Petempuran Udara/ Laut Israel-Syria </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>15 Agustus 1966</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Setelah sebuah kapal pengawas kandas di pantai timur </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Laut Galilee (menurut perjanjian isyarat untuk menghentikan tembakan pada 1949, pasukan Israel tidak bermaksud untuk mendekati 250 meters dari sebelah timur pantai,yaitu Zona Demilitarized), pesawat Syria menyerangnya. Israel meresponnya,menembak jatuh dua peswat MiG.</span></p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan Samu (West Bank) </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>November 13, 1966</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Lanjutan sebuah ledakan tambang yang membunuh tiga polisi Israel</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> dan satu cedera, Israel memutuskan untuk meluncurkan serangan balas besar (disebut Operasi Shredder) kedalam West Bank, untuk mengambil sikap pada basis gerilya Palestina (al-Fatah) didekat Hebron.  Didesain untuk menunjukan kekuatan militer Israel, serangan pasukan terdiri dari 10 tank, empat puluh setengah track (suatu pasukan kendaraan pasukan) dan sekitar 400 prajurit.  Pasukan menikmati liputan udara dari perang pesawat Israel. Pasukan ini menghancurkan kantor polisi di kota Rujm al-Madfa’ dan lalu pindah ke kota Samu’.  Sebagaimana pasukan Israel memusnahkan rumah-rumah di Samu, suatu pasukan kecil Jordania mendekati dan penyergapan oleh Israel. Pertempuran ini menghasilkan kematian 15 orang Jordania dan 54 cedera.  Pemimpin penyergapan Israel terbunuh dan 10 orang bawahannya cedera.  Pesawat Israeli mengejar Angkatan Udara Jordania, menembak jatuh sebuah pesawat pejuang Jordania. Penyerangan ini juga menghasilkan 3 orang sipil Arab meninggal dan 96 cedera.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selain sejumlah besar kerugian (pada kedua belah pihak) dari apa yang dimaksud menjadi suatu secara relatif cepat dan  mudah diserang, Israel menderita penundaan diplomatik. Amerika Serikat (AS) cukup marah atas serangan besar ini pada salah satu dari beberapa teman Washington (Raja Jordan Hussein) dan kurangnya respon dari Syria,  yang merupakan sponsor sejati dari serangan yang paling banyak di Israel. Kekacauan dilanggar di Jordania pada seolah-olah respon tidak berhasil pada militer Jordania dan jelas ketidak mampuan untuk melindungi sipil Palestina di West Bank.  Serangan Samu menggelorakan opini masyarakat Arab di Timur Tengah dan berubah menjadi salah satu faktor yang  memperkenalkan Perang Enam Hari pada 1967.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perang Enam Hari </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>1967</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Dalam suatu serangan cepat pra-kekosongan, Israel menembakan kekuatan militer pada Mesir, Jordania dan  Syria serta merampas sejumlah besar tanah dari tiap-tiapnya. Irak juga berpartisipasi dalam pertarungan pihak Arab.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Perang </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Erosi</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"> (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1968-1970</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)—Perang Erosi (Attrition War) adalah perang perbatasan yang terbatas antara Mesir dan Israel dalam konsekuensi dari Perang Enam Hari. Perang tersebut merupakan prakarsa dari Mesir sebagai suatu cara untuk mengambil kembali Semenanjung Sinai setelah direbut oleh Israel pada 1967. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Suatu isyarat untuk menghentikan tembakan pada 1970 yang diakhiri dengan perlawanan, tetapi meninggalkan perbatasan tanpa perubahan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perang Yom Kippur (Ramadan) </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>1973</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Dalam suatu serangan kejutan yang di luncurkan pada hari raya Yahudi Yom Kippur (pada masa itu juga jatuh pada hari raya Muslim Ramadhan), Mesir dan Syria menyerang Israel. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">Meskipun mendapat bantuan dari Irak, pasukan Arab gagal untuk mengalahkan Israel.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Invasi</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong> Israeli atas Lebanon </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">(</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1978</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)--Operasi Litani adalah nama resmi dari Invasi Israel atas Lebanon hingga ke sungai Litani pada 1978. Invasi yang dilakukan oleh militer ini sukses, demikian juga halnya dengan militer Israel yang menyingkirkan PLO dari Lebanon Selatan, dimana mereka hendak membuat suatu de facto negara dalam negara. Sebuah tentangan keras internasional atas kekuatan invasi memundurkan sebagian pasukan Israel dan pembentukan daerah dia antara dua wilayah yang saling bermusuhan (buffer zone) patroli Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) antara pihak gerilya Arab dan Militer Israel.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Serangan </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Osirak </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">(</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1981</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)--Sebuah serangan udara Israel pada reaktor nuklir Irak, Osirak.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Invasi Israeli atas Lebanon </strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">(</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1982-1984</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)--Dalam merespon kepada serangan ulang gerilya oleh PLO, yang diluncurkan dari Selatan Lebanon, Israel menginvasi dengan maksud menghancurkan pasukan Arafat. Syria, yang mengelola sebuah pasukan besar tentara di Lebanon, bertempur dengan Israel dan mengalami kekalahan yang memalukan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>Pendudukan Israel di Selatan Lebanon</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"> (</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE"><strong>1984-2000</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="de-DE">)—Sebagaimana mereka menarik diri hampir sebagian rampasan atas invasi Lebanon pada 1982, Israel  mengadakan pendudukan tersebut sebagian besar dibantu dengan bantuan ”Southern Lebanon Army/ SLA” (Tentara Selatan Lebanon), suatu milisi disusun dan didukung oleh Israel. Pendudukan ini ditentang oleh PLO dan grup-grup Palestina lainnya sebagai suatu perpanjangan konflik yang berjalan panjang dengan Israel. Juga, milisi lainnya (kebanyakan kelompok Muslim Lebanon),  seperti Hizbullah (didukung oleh Iran and Syria), melangkah maju dalam serangan wilayah pendudukan Israel pada penempatan dan target militer di Utara Israel. Pada tahun, Israel menarik diri dari Lebanon dan SLA dibubarkan.</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="de-DE"> </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Intifada Pertama (1987-1993)</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">--Urban uprising against Israeli rule in the West Bank and Gaza. The Oslo Peace Accords end the Intifada and lead to the formation of the Palestinian Authority with PLO Chief Yasser Arafat as the official leader of the Palestininans.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perang Teluk Persia Kedua</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>1991</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Sementara Israel mengambil tindakan yang tidak ofensif pada perang ini, Irak meluncurkan misil Scud yang membuat kagum Israel dan hampir mengakibatkan Israel mengintervensi dalam Perang Teluk ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Intifada "Al-Aqsa"</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">—Komando/ gerilya berperang yang berkenaan dengan kota antara Israel dan berbagai macam kelompok Palestina, termasuk Hamas. Antara September, 2000 dan, September, 2007: 4,453 orang Palestina and 1,114 orang Israel telah terbunuh karena meningkatnya kekerasan. (Sumber pada kerugian: </span><span style="color:#0000ff;"><a href="http://seattletimes.nwsource.com/text/2003911771_intifada29.html"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="text-decoration:none;">http://seattletimes.nwsource.com/text/2003911771_intifada29.html</span></span></a></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan Israel Udara Atas Syria </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Oktober, 2003</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Pesawat perang udara </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Israel menembak Desa Syria Ain al-Saheb, dekat Damaskus.</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Perang Israel Hizbullah </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Juga dikenal sebagai “Perang Lebanon Kedua”</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">) (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>2006</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Dalam merespon serangan gerilya balasan oleh milisi Hizbullah dari Syiah Lebanon, Israel menginvasi Selatan lebanon, menyusun blokade laut, dan meluncurkan kampanye berkekuatan bom agar memenangkan pembebasan dua tentara Israel yang ditangkap.</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Serangan Udara Israel atas Syria </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Sept. 6, 2007</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">)—Pesawat perang udara </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Israel terbang melewati Utara Syria, mengantar perbekalan perang (terang-terangan) pada sasaran yang tidak dikenal. Menurut pada dua surat kabar the New York Times dan ABC News, sasarannya merupakan fasilitas nuklir yang sedang dibuat dengan bantuan dan pertolongan Korea Utara. </span></p>
<p lang="en-GB" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-GB"><span style="font-size:x-small;">Sumber: </span></p>
<p style="margin-left:1.23in;margin-bottom:0;" lang="en-GB">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://www.mfa.gov.il/MFA/History/Modern+History/Centenary+of+Zionism/The+Arab+Israeli+Wars.htm"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-GB"><span style="text-decoration:none;">http://www.mfa.gov.il/MFA/History/Modern+History/Centenary+of+Zionism/The+Arab+Israeli+Wars.htm</span></span></span></span></a></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-GB"><span style="font-size:x-small;">http://www.historyguy.com/arab-israeli_war_links.html</span></p>
</li>
</ol>
<p>Note:</p>
<p>*This was my journal for my college presentation.</p>
<p>*This article was made in Bahasa Indonesia version, you can see the English version on source number 2.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ping Pong Diplomacy]]></title>
<link>http://amirmubarak.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 01:35:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>amirmubarak</dc:creator>
<guid>http://amirmubarak.id.wordpress.com/2008/04/24/ping-pong-diplomacy/</guid>
<description><![CDATA[Ping Pong Diplomacy
 
Ping Pong Diplomacy  refers to the cultural exchange of ping pong players of]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;">Ping</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"> Pong Diplomacy</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em><span>Ping Pong Diplomacy</span></em></strong><span> <span> </span>refers to the cultural exchange of <a title="Table tennis" href="/wiki/Table_tennis"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">ping pong</span></a> players of the <a title="United States" href="/wiki/United_States"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">United States</span></a> and <a title="People's Republic of China" href="/wiki/People's_Republic_of_China"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">People's Republic of China</span></a> (PRC) in the <a title="1970s" href="/wiki/1970s"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">1970s</span></a>. This marked a thaw in <a title="Sino-American relations" href="/wiki/Sino-American_relations"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">U.S.-China relations</span></a> that led the way to a <a title="1972 Nixon visit to China" href="/wiki/1972_Nixon_visit_to_China"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">visit to Beijing by President Richard Nixon</span></a>.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">On </span><a title="April 6" href="/wiki/April_6"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">6 April</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><a title="1971" href="/wiki/1971"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1971</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> the U.S. Table Tennis team was in </span><a title="Japan" href="/wiki/Japan"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Japan</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> for the 31<sup>st</sup> World Table Tennis Championship when they received an invitation from their PRC counterparts to visit the PRC. On </span><a title="April 12" href="/wiki/April_12"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">12 April</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><a title="1971" href="/wiki/1971"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1971</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> the team and accompanying journalists became the first Americans to set foot in the PRC capital since </span><a title="Mao Zedong" href="/wiki/Mao_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mao's</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><a title="Communism" href="/wiki/Communism"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">communist</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> party had come to power 22 years earlier, in </span><a title="1949" href="/wiki/1949"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1949</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">. The meeting was facilitated by the </span><a title="National Committee on U.S.-China Relations" href="/w/index.php?title=National_Committee_on_U.S.-China_Relations&#38;action=edit"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">National Committee on U.S.-China Relations</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">According to </span><a title="http://www.usatt.org/articles/ppoddity01.shtml" href="http://www.usatt.org/articles/ppoddity01.shtml"><em><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">History of U.S. Table Tennis</span></span></em></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> by </span><a title="Tim Boggan" href="/w/index.php?title=Tim_Boggan&#38;action=edit"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tim Boggan</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">, who went to China along with the U.S. Table Tennis Team, three incidents may have either singularly or jointly triggered the invitation from China.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">The first is that </span><a title="Wales" href="/wiki/Wales"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Welshman</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><a title="H. Roy Evans" href="/w/index.php?title=H._Roy_Evans&#38;action=edit"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">H. Roy Evans</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">, the President of the </span><a title="International Table Tennis Federation" href="/wiki/International_Table_Tennis_Federation"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">International Table Tennis Federation</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> of that time, claimed that he visited China prior to the 31<sup>st</sup> World Table Tennis Championship and suggested to the Chinese sports authorities and Premier </span><a title="Zhou Enlai" href="/wiki/Zhou_Enlai"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Zhou Enlai</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">, that China should take steps to get in contact with the world through international sport events after the </span><a title="Cultural Revolution" href="/wiki/Cultural_Revolution"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Cultural Revolution</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">The second was because of Leah "Miss Ping" Neuberger, the American who was the 1956 World Mixed Doubles Champion and nine times U.S. Open Women's Singles Champion, was traveling at the time with the Canadian Table Tennis Team that had been invited by China to visit the country. As part of diplomatic tactics, China extended its approval of </span><a title="Leah Neuberger" href="/wiki/Leah_Neuberger"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Leah Neuberger</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">'s application for a visa to the entire American team.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">The third incident, perhaps the most likely trigger, especially according to sources of information from China, was the unexpected but dramatic meeting between the flamboyant American player </span><a title="Glenn Cowan" href="/wiki/Glenn_Cowan"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Glenn Cowan</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> and the Chinese player </span><a title="Zhuang Zedong" href="/wiki/Zhuang_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Zhuang Zedong</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">, a three-time world champion (1961, 1963 and 1965) and champion at numerous other table tennis events.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">It just so happened that Glenn Cowan missed his team bus one afternoon in </span><a title="Nagoya" href="/wiki/Nagoya"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Nagoya</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> during the 31st World Table Tennis Championship after his practice in one of the training areas. Cowan had been practicing for 15 minutes with the Chinese player, </span><a title="Liang Geliang" href="/w/index.php?title=Liang_Geliang&#38;action=edit"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Liang Geliang</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">, when a </span><a title="Japan" href="/wiki/Japan"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Japanese</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> official came and wanted to close the training area.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">As Glenn Cowan looked in vain for his team bus, a </span><a title="China" href="/wiki/China"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Chinese</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> player waved to him to get on his Chinese team bus. Moments after his casual talking through an interpreter to the Chinese players, Zhuang Zedong came up to him from his back seat to greet him and presented him with a silk-screen portrait of </span><a title="Huangshan Mountains" href="/wiki/Huangshan_Mountains"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Huangshan Mountains</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">, a famous product of such kind from </span><a title="Hangzhou" href="/wiki/Hangzhou"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hangzhou</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">. Cowan wanted to give something back, but all he could find from his bag was a comb and he said, "Jesus Christ, I can't give you a comb. I wish I could give you something, but I can't."</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">When it was time for them to get off the bus, hordes of politically sensitive photographers and journalists were waiting for them.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Glenn Cowan later found and bought a T-shirt with a red, white and blue, peace </span><a title="Emblem" href="/wiki/Emblem"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">emblem</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> flag and the words "Let It Be". At another chance meeting with Zhuang Zedong, he gave the gift to Zhuang and the latter took it.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">When a journalist asked Cowan, "Mr. Cowan, would you like to visit China?"</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">He answered, "Well, I'd like to see any country I haven't seen before--Argentina, Australia, China, ... Any country I haven't seen before."</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">"But what about China in particular? Would you like to go there?"</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">"Of course," said Glenn Cowan.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">During an interview in 2002 with the famous TV personality </span><a title="Chen Luyu" href="/w/index.php?title=Chen_Luyu&#38;action=edit"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Chen Luyu</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">, </span><a title="Zhuang Zedong" href="/wiki/Zhuang_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Zhuang Zedong</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> told more of the story.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">"The trip on the bus took 15 minutes, and I hesitated for 10 minutes. I grew up with the slogan 'Down with the American imperialism!' And during the </span><a title="Cultural Revolution" href="/wiki/Cultural_Revolution"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Cultural Revolution</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">, the string of class struggle was tightened unprecedentedly, and I was asking myself, 'Is it okay to have anything to do with your No. 1 enemy?'"</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Zhuang then remembered that Chairman </span><a title="Mao Zedong" href="/wiki/Mao_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mao Zedong</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> met </span><a title="Edgar Snow" href="/wiki/Edgar_Snow"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Edgar Snow</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> on the Rostrum of </span><a title="Tiananmen" href="/wiki/Tiananmen"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tiananmen</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> on the </span><a title="National Day" href="/wiki/National_Day"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">National Day</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> in 1970 and said to Snow that China should now place its hope on American people.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Zhuang looked in his bag and first went through some pins, badges with Mao's head, silk handkerchiefs, and fans. But he felt these were not decent enough to be a good gift. He finally picked the said silk portrait of Huangshan Mountains.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">On the following day, many Japanese newspapers carried photographs of Zhuang Zedong and Glenn Cowan.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">A few days later, the Chinese Department of Foreign Affairs received a report that the U.S. Table Tennis Team hoped to get invited to visit China. As usual, the Department declined, and </span><a title="Zhou Enlai" href="/wiki/Zhou_Enlai"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Zhou Enlai</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> and </span><a title="Mao Zedong" href="/wiki/Mao_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mao Zedong</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> agreed with the decision. In the evening of the same day, however, </span><a title="Mao Zedong" href="/wiki/Mao_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mao Zedong</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> saw the news in <em><a title="Dacankao" href="/w/index.php?title=Dacankao&#38;action=edit"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Dacankao</span></a></em>, a newspaper accessible only to high-ranking government officials, that Zhuang Zedong met with Glenn Cowan. This changed Mao's mind and he decided to invite the U.S. Table Tennis Team.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">It was reported that Mao Zedong said, "This Zhuang Zedong not only plays table tennis well, but is good at foreign affairs, and he has a mind for politics."</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">On April 10, 1971, nine American players, four officials, and two spouses stepped across a bridge from </span><a title="Hong Kong" href="/wiki/Hong_Kong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hong Kong</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> to the Chinese mainland and then spent their time on April 11 - 17 playing exhibition matches, touring the </span><a title="Great Wall" href="/wiki/Great_Wall"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Great Wall</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> and </span><a title="Summer Palace" href="/wiki/Summer_Palace"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Summer Palace</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> and watching a </span><a title="Ballet" href="/wiki/Ballet"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">ballet</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">, and so on.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">In February, 1972, </span><a title="Richard Nixon" href="/wiki/Richard_Nixon"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Richard Nixon</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> paid his historic visit to China.</span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Two months after Richard Nixon's visit, </span><a title="Zhuang Zedong" href="/wiki/Zhuang_Zedong"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Zhuang Zedong</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> visited the </span><a title="U.S." href="/wiki/U.S"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">U.S.</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> as the head of a Chinese table-tennis delegation on April 12 - 30, 1972. Also on the itinerary of the same trip were </span><a title="Canada" href="/wiki/Canada"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Canada</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">, </span><a title="Mexico" href="/wiki/Mexico"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mexico</span></span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> and </span><a title="Peru" href="/wiki/Peru"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Peru</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reformasi]]></title>
<link>http://amirmubarak.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 00:47:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>amirmubarak</dc:creator>
<guid>http://amirmubarak.id.wordpress.com/2008/04/24/reformasi/</guid>
<description><![CDATA[
REFORMASI
 
Latar Belakang Terjadinya 
Reformasi di Indonesia
 
 Krisis finansial yang terjadi di A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">REFORMASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Latar Belakang Terjadinya </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Reformasi di Indonesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Krisis finansial yang terjadi di Asia memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan membuat kurs Rupiah turun menjadi 17.000,- per dolar AS dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tragedi_Trisakti"><span style="font-family:Verdana;">Tragedi Trisakti</span></a><span style="font-family:Verdana;"> pada </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Mei"><span style="font-family:Verdana;">12 Mei</span></a><span style="font-family:Verdana;"> </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998"><span style="font-family:Verdana;">1998</span></a><span style="font-family:Verdana;"> yang kemudian memicu </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998"><span style="font-family:Verdana;">Kerusuhan Mei 1998</span></a><span style="font-family:Verdana;"> sehari setelahnya. </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_mahasiswa_Indonesia_1998"><span style="font-family:Verdana;">Gerakan mahasiswa</span></a><span style="font-family:Verdana;"> pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Selain itu pada saat PEMILU tahun 1998 yang diadakan pada tanggal 10 Maret, Soeharto kembali terpilih sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun untuk ketujuh kalinya kali ini dengan menggandeng B.J. Habiebie sebagai Wakil Presiden.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Tidak lama setelah itu, pada tanggal 4 Mei harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melonjak hingga 71%, sehingga membuat masyarakat di daerah Medan tidak dapat menahan emosi dan rasionalitasnya lagi, mereka sudah kehilangan kesabaran karena harus menunggu sangat lama reaksi dari wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi dan keinginan mereka yang disuarakan oleh mahasiswa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Apalagi setelah terjadinya Tragedi Trisakti pada hari Selasa tanggal<span> </span>12 Mei 1998 yakni ketika terbunuhnya 4 Mahasiswa Universitas Trisakti oleh senapan mesin aparat. Pada hari yang sama pula diselenggarakan mimbar bebas yang diselenggarakan oleh SMUT dan didukung oleh pimpinan Universitas Trisakti dengan mengangkat tema “Pemberdayaan MPR/DPR dan Koreksi Terhadap Eksekutif”. Sekitar 6.000 mahasiswa berpartisipasi dalam mimbar tersebut yang berlangsung di pelataran parkir kampus A dimulai pukul 10.00 pagi. Dalam aksi tersebut SMUT mengeluarkan siaran pers yang berisi 7 butir, termasuk permintaan agar dilaksanakannya Sidang Istimewa MPR untuk mengembalikan kedaulatan rakyat yang tertindas dan terhina oleh kekuasaan eksekutif yang merajalela. Aksi ini berjalan dengan tertib dan tenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Usai mengikuti orasi-orasi hingga siang hari,sekitar pukul 12.30 mulai bergerak ke luar kampus melalui jalann S.Parman. mahasiswa menuntut<span> </span>long march ke gedung DPR/MPR Senayan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Barisan tersebut dikawal satgas SMUT untuk menghindari provokasi dan penyusupan dari pihak luar. Sekitar 200 meter dari gerbang kampus, mahasiswa telah dihadang oleh \kurang lebih 2 SSK pasukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Mahasiswa masih terus berusaha bernegosiasi agar para aparat mengizinkan mereka masuk ke Senayan. Pada pukul 25.30, ada pemberitahuan dari pihak keamanan bahwa aksi keprihatinan mahasiswa hanya diberi batas waktu sampai jam 16.00 sore.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Pada pukul 16.20 mahasiswa bubar, ketika rombongan mahasiwa sedang dalam perjalanan kembali ke kampus, terjadi provokasi oleh seorang<span> </span>yang mengaku alumnin Trisakti yang kemudian diketahui bernama Mashud. Mahasiswa menuduh Mashud adalah intel yang mau memprovokasi mereka dengan cara mengejek-ejek dan memancing kemarahan mereka. Dan Mashud pergi ke dalam barisan aparat untuk mencari perlindungan. Aksi dorong mendorong antar paparat dan mahasiswa pun tak terelakkan lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Pad jam 17.15, massa mahasiswa mulai melempari<span> </span>pasukan dengan yang berada di barisan depan. Para mahasiswa dikejar, diburu, ditendangi<span> </span>bahkan ada ditembaki. Dan pada pukul 17.05 – 18.30 aparat mulai<span> </span>melakukan penembakan membabi buta. Keadaan baru mulai tenang pada jam 20.00.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa Trisakti dialihkan kepada orang Indonesia sendiri yang keturunan, terutama keturunan Cina. Betapa amuk massa itu sangat menyeramkan dan terjadi sepanjang siang dan malam mulai dari malam hari tanggal 12 Mei 1998 dan semakin parah pada tanggal 13 Mei 1998 siang hari setelah disampaikan kepada masyarakat secara resmi melalui berita mengenai gugurnya mahasiswa tertembak aparat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sampai tanggal 15 Mei 1998 di Jakarta dan banyak kota besar lainnya di Indonesia terjadi kerusuhan besar tak terkendali mengakibatkan ribuan gedung, toko, maupun rumah hancur lebur dirusak dan dibakar massa. Sebagian mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat namun tidak dapat mengendalikan banyaknya massa yang marah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Setelah kerusuhan berlalu, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia abad ke 20, yang tinggal hanyalan duka, penderitaan, dan penyesalan. Bangsa ini telah menjadi bodoh dengan seketika karena kerugian material sudah tak terhitung lagi padahal bangsa ini sedang mengalami kesulitan ekonomi. Belum lagi kerugian jiwa di mana korban yang meninggal saat kerusuhan mencapai ribuan jiwa. Mereka meninggal karena terjebak dalam kebakaran di gedung-gedung, mall dan juga rumah yang dibakar oleh massa. Ada pula yang psikologisnya menjadi terganggu karena peristiwa pembakaran, penganiayaan, pemerkosaan terhadap etnis Cina maupun yang terpaksa kehilangan anggota keluarganya saat kerusuhan terjadi. Terlalu banyak biaya yang ditanggung oleh bangsa ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Akhirnya dibentuklah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki masalah ini, karena saat itu Indonesia benar-benar menjadi sasaran kemarahan dunia karena peristiwa memalukan dengan adanya kejadian perkosaan dan rasialisme mengikuti peristiwa gugurnya mahasiswa Trisakti. Demonstrasi terjadi di kota-kota besar </span><span style="font-family:Verdana;">dunia mengecam kebrutalan para perusuh. Akhirnya untuk meredam kemarahan dunia luar negri, TGPF mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa adalah benar terjadi peristiwa pemerkosaan terhadap wanita etnis minoritas yang mencapai hampir seratus orang dan juga penganiayaan maupun pembunuhan oleh sekelompok orang orang yang diduga telah dilatih dan digerakkan secara serentak oleh suatu kelompok terselubung. Sampai saat ini tidak ada tindak lanjut yang membuktikan kelompok mana yang menggerakkan kerusuhan itu walau diindikasikan keterlibatan personel dengan postur mirip militer dalam peristiwa itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Dalam keadaan yang mulai terkendali setelah mencekam selama beberapa hari sejak tertembaknya mahasiswa Trisakti dan terjadinya kerusuhan besar di Indonesia, tanggal 18 Mei 1998 hari Senin siang, ribuan mahasiswa berkumpul di depan gedung DPR/MPR dan dihadang oleh tentara yang bersenjata lengkap, bukan lagi aparat kepolisian. Tuntutan mahasiswa yang utama adalah pengusutanperistiwa penembakan mahasiswa Trisakti, penolakan terhadap penunjukan Soeharto sebagai Presiden kembali, pembubaran DPR/MPR 1998, pembentukan pemerintahan baru, dan pemulihan ekonomi secepatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Kedatangan ribuan mahasiswa ke gedung DPR/MPR saat itu begitu menegangkan dan nyaris terjadi insiden. Suatu saat tentara yang berada di depan gedung atas tangga sempat menodongkan senjata mereka sehingga membuat panik para wartawan yang segera menyingkir dari arena demonstrasi. Mahasiswa sebaliknya tidak panik dan tidak terpancing untuk melarikan diri sehingga tentara tidak dapat memukul mundur mahasiswa dari gedung DPR/MPR. Sungguh besar nyali mahasiswa dan mereka tak bergeming walau sadar sepenuhnya mereka mangsa empuk peluru di tempat yang lapang dan tanpa perlindungan apapun. Akhirnya mahasiswa melakukan pembicaraan dengan pihak keamanan dan selanjutnya membubarkan diri pada sore hari dan pulang dengan menumpang bus umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Keesokan harinya mahasiswa yang mendatangi gedung DPR/MPR semakin banyak dan lebih dari itu mereka berhasil menginap dan menduduki gedung itu selama beberapa hari. Keberhasilan menduduki gedung DPR/MPR mengundang semakin banyaknya mahasiswa Indonesia lainnya dari luar Jakarta untuk datang dan turut menginap di gedung tersebut. Mereka mau menunjukkan bahwa Reformasi itu bukan hanya milik Jakarta tapi milik semua orang Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Soeharto akhirnya menyerah pada tuntutan rakyat yang menghendaki dia tidak menjadi Presiden lagi, namun tampaknya tak semudah itu Reformasi dimenangkan oleh rakyat Indonesia karena ia meninggalkan kursi kepresidenan dengan menyerahkan secara sepihak tampuk kedaulatan rakyat begitu saja kepada Habiebie. Ini mengundang perdebatan hukum dan penolakan dari masyarakat. Bahkan dengan tegas sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa Habiebie bukanlah Presiden Indonesia. Soeharto No, Habiebie No! Mereka tetap bertahan di gedung DPR/MPR sampai akhirnya diserbu oleh tentara dan semua mahasiswa digusur dan diungsikan ke kampus-kampus terdekat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Paling banyak yang menampung mahasiswa pada saat evakuasi tersebut adalah kampus Atma Jaya yang terletak di Semanggi. Setelah kejadian itu, mulailah menyebar pemberontakan –pemberontakan dan kerusuhan-kerusuhan yang dilakukan oleh para mahasiswa hampir di seluruh pelosok negeri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Verdana;">PERISTIWA REFORMASI</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Diantara Pemberontakan pemberontakan yang dilakukan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kerusuhan Medan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Aksi unjuk rasa yang dikumandangkan setiap hari di berbagai kota besar Indonesia sudah mendekati titik puncaknya. Masyarakat sudah tidak dapat menahan emosi lagi. Dalam keadaan seperti ini masyarakat akan sangat mudah untuk dipengaruhi dan diajak melakukan tindakan yang tidak terpuji. Mereka kehilangan kesabaran karena harus menunggu sangat lama reaksi dari wakil rakyat atas kehendak mereka yang disuarakan oleh mahasiswa. Mereka sangat yakin dan selalu mendukung mahasiswa, sayangnya tidak dengan wakil rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Mahasiswa Medan sangat aktif dan terus reaktif atas tindakan pasif wakil rakyat yang tidak mendengar suara mereka. Padahal mereka melakukan aksi hampir setiap hari dan sudah turun kejalan bersama masyarakat untuk menuntut Reformasi di segala bidang. Keberhasilan mahasiswa Medan turun ke jalan menyampaikan aspirasinya bergabung dengan masyarakat memiliki efek samping. Masyarakat Medan terlanjur tak terkendali dan mulai melakukan keonaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Medan</span><span style="font-family:Verdana;"> merupakan kota besar pertama yang dilanda kerusuhan besar berkaitan dengan Reformasi. Mulai dari hari Senin 4 Mei 1998 pecah kerusuhan sampai hari Kamis 7 Mei 1998. Pembakaran, perusakan dan penjarahan terhadap toko-toko, bank, pasar, dan kendaraan terjadi selama beberapa hari. Tampaknya mahasiswa tidak mampu mengendalikan perusuh, tidak juga aparat keamanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Kerusuhan ini menjalar terus sampai ke luar kota Medan seperti Lubuk Pakam kabupaten Deli Serdang dan kota-kota kecil lainnnya di sekitar Medan. Kerusuhan masih berlanjut walau dalam skala lebih kecil pada hari Kamisnya juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Setelah terjadinya kerusuhan dan pemberontakan, pada saat itu juga perekonomian Medan melumpuh, warga keturunan China yang bertempat tinngal di Medan pergi meninggalkan rumah-rumahnya karena mereka merasa keamanannya tidak terjamin lagi. Dan selama beberapa hari, warga kesulitan mendapatkan sembako.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Setelah peristiwa kerusuhan 13 Mei 1998 di Jakarta, dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta, yang juga mengeluarkan rekomendasi mengenai keterkaitan peristiwa kerusuhan di Medan ini dengan kerusuhan di berbagai daerah lainnya selama bulan Mei 1998. Disebutkan pula keterlibatan provokator yang mengajak masyarakat untuk melakukan kerusuhan dengan pola yang sama yang terjadi di berbagai daerah. Rupanya niat suci mahasiswa dikotori oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan "lebih" dalam hal management manusia dan yang lebih hebat lagi orang-orang ini memiliki jaringan "nasional".</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Peistiwa Gejayan (Kerusuhan Yogyakarta)</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Peristiwa Gejayan dikenal juga dengan sebutan Tragedi Yogyakarta, adalah peristiwa bentrokan berdarah pada Jumat 8 Mei 1998 di daerah Gejayan, Yogyakarta, dalam demonstrasi menuntut reformasi dan turunnya Presiden Soeharto. Bentrokan ini berlangsung hingga malam hari. Kekerasan aparat menyebabkan ratusan korban luka, dan satu orang, Moses Gatutkaca, meninggal dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Peristiwa ini berawal dari unjuk rasa mahasiswa yang dilakukan beberapa Universitas di Yogyakarta pada tanggal 8 Mei 1998.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Pukul 09.00 terjadi demonstrasi dikampus Institut Sains dan Teknologi Akprind serta di Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta. Sementara di kampus Universitas Kristen Duta Wacana juga menyelenggarakan aksi keprihatinan yang berlangsung di Atrium UKDW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Selesai sholat Jumat, Pukul 13.00, sekitar 5000 mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta melakukan demonstrasi di bundaran kampus UGM. Demonstrasi yang berlangsung dengan tertib tersebut menyampaikan pernyataaan keprihatinan mahasiswa atas kondisi perekonomian saat itu yang dilanda krisis moneter, penolakan Soeharto sebagai Presiden kembali, memprotes kenaikan harga-harga, dan mendesak untuk dilaksanakannya Reformasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Pada saat yang bersamaan siang itu, ratusan lainnya juga melakukan demonstrasi di halaman kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan kampus IKIP Negeri Yogyakarta yang lokasinya berseberangan. Disini para pengunjuk rasa juga memprotes kekerasan aparat yang terjadi pada 5 Mei 1998 (baca: Massa Rakyat Bentrok dengan Aparat ABRI), di lokasi tersebut. Menjelang sore hari mereka ingin bergerak menuju kampus UGM untuk menggabungkan diri melakukan unjuk rasa di sana. Ternyata aparat keamanan tidak mengijinkan dan berhadap-hadapan dengan mahasiswa yang bergabung dengan masyarakat. Bentrokan meletus sekitar pukul 17.00. Ratusan petugas keamanan membubarkan secara paksa dengan melakukan penyerbuan yang dibuka oleh panser penyemprot air dan tembakan gas air mata terhadap pengunjuk rasa di depan Hotel Radison yang terletak di pertigaan antara Jl. Gejayan dan Jl. Kolombo. Mahasiswa dan masyarakat melawan aparat dengan batu, petasan dan bahkan bom molotov pada sore itu di sekitar Jalan Gejayan, yang membentang dari perempatan Jalan Ring Road Utara hingga perempatan Jalan Adi Sutjipto dan Jalan Urip Sumoharjo. Tempat ini menjadi ajang pertarungan antara pengunjuk rasa dengan aparat yang mencegah mereka bergabung ke UGM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Aparat secara membabi buta memukul setiap orang yang ada dilokasi, termasuk pedagang kaki lima dan penduduk setempat. Selama bentrokan berlangsung aparat melakukan pengejaran terhadap mahasiswa hingga memasuki kompleks kampus Sanata Dharma dan IKIP Negeri, sejumlah fasilitas kampus rusak saat petugas memasuki kompleks kampus. Ketegangan ini terus berlangsung hingga malam harinya. Suasana mencekam dan letusan senjata api masih terdengar hingga pukul 22.00. Sejumlah orang masih berlarian menyelamatkan diri, dan sebagian yang lain masih tertahan dalam kepungan polisi dan tentara. Massa yang terkepung ini diisolir secara ketat, dengan menutup jalan-jalan yang menuju lokasi. Pukul 00.15 WIB, sebuah kendaraan panser kembali menyerbu massa dengan menembakkan gas air mata. Massa mencoba membakar panser tersebut, tapi gagal. Api hanya terlihat menyala sebentar, kemudian padam kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sekitar pukul 21.30 WIB, para mahasiswa sedang berada di posko PMI di Sanata Dharma, menyaksikan orang berlarian dikejar aparat keamanan dan mendengar suara orang mengaduh di lokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari Posko PMI tersebut. Setengah jam kemudian, ketika suasana sudah tenang kembali, petugas PMI mendatangi lokasi orang mengaduh tadi, dan mendapati seseorang sedang sekarat di jalan. Ia tidak lagi bicara, tangannya patah menelikung ke belakang. Dan kepalanya sudah tak berbentuk. Dari telinga dan hidungnya darah segar terus menerus mengalir. Ketika dibawa ke rumah sakit Panti   Rapih, ia tewas dalam perjalanan. Dari identitas di dalam dompetnya, diketahui ia adalah Moses Gatutkaca. Sementara seorang bernama Slamet, warga Bantul juga mengalami gegar otak berat di RS Panti Rapih. Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bernama Arief, juga mengalami luka-luka di sekujur tubuh, setelah dianiaya aparat, ia sempat dirawat di RS Panti Rapih. Seorang yang lain dirawat di RS Bethesda, belum terhitung yang dirawat di rumah sakit lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Soeharto Jatuh, Orba Nyaris Utuh</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">KEJATUHAN Soeharto dari kursi kepresidenannya 21 Mei 1998, tepat tiga tahun lalu, merupakan keberhasilan sekaligus kegagalan gerakan reformasi. Ketidakmenentuan nasib gerakan reformasi yang ditandai dengan makin terkonsolidasinya kekuatan lama dan melemahnya kekuatan prodemokrasi dapat dilacak dari peristiwa peralihan kekuasaan dari Soeharto kepada BJ Habibie.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Tidak heran bila sorak-sorai menyambut kejatuhan Soeharto berlangsung singkat </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">dan sesudah itu adalah pergulatan kekuatan demokrasi yang makin tidak berdaya menghadapi konsolidasi kekuatan lama. Pemilihan umum dipercepat yang semula diharapkan dapat menyelesaikan semua persoalan yang ada ternyata juga kandas. Legitimasi pemerintahan dalam waktu singkat tergerogoti, baik oleh perilakunya sendiri maupun akibat rongrongan kekuatan lama yang masih kuat bercokol di dalam birokrasi, parlemen, militer, maupun lembaga-lembaga penegakan hukum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Agenda reformasi yang baru terumuskan beberapa saat setelah kejatuhan Soeharto tak satu pun terealisasikan dan tak satu pun bisa menjamin hal itu akan segera terealisasikan andaikata pemerintahan baru muncul dalam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">waktu dekat. Gerakan mahasiswa 1998 merupakan sebuah peristiwa yang mengundang kekaguman, tidak hanya bagi publik di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Pada awal 1998 bahkan tidak ada tanda-tanda bahwa akan muncul gerakan yang berarti untuk melawan kekuasaan Soeharto. Aksi-aksi perlawanan berskala kecil baru muncul pada Maret 1998, beberapa saat menjelang MPR mengukuhkan kembali Soeharto di kursi kepresidenan untuk ketujuh kalinya. Kekuatan militer dan kepolisian masih seratus persen di belakang Soeharto sehingga aksi-aksi sepanjang April hingga pertengahan Mei hampir selalu berakhir dengan bentrok antara mahasiswa dengan aparat. Namun kekerasan demi kekerasan itu tidak menyurutkan nyali mahasiswa. Gerakan mahasiswa dalam waktu singkat menjadi trend di kampus-kampus, bergulir bagai bola salju, makin hari makin besar dan tidak bisa ditahan lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Berbeda dengan gerakan mahasiswa 1966 atau tahun-tahun sesudahnya yang memunculkan sejumlah tokoh dan pemimpin, gerakan mahasiswa 1998 nyaris bergerak tanpa pemimpin. Gerakan itu juga muncul tanpa didasarkan sebuah wacana dan agenda yang jelas, kecuali mengkristalnya musuh bersama bernama Soeharto. Tahun-tahun represif sesudah penyerbuan markas PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri di Jalan Diponegoro, Jakarta, 27 Juli 1997 menyebabkan mahasiswa memilih sebuah gerakan tanpa tokoh. Bahkan sebagian besar pemimpin simpul gerakan adalah para aktivis yang sama sekali baru dan relatif tidak terlibat dalam aksi-aksi sebelumnya. Seluruh karakteristik itu menjadi kekuatan sekaligus kelemahan gerakan mahasiswa 1998. Kekuatan karena dengan karakteristik itu gerakan mahasiswa tidak mudah terpatahkan. Kelemahan karena kemudian terbukti bahwa perjuangan mahasiswa menjadi tidak mempunyai arah yang jelas, dan kemudian-sadar atau tidak-justru dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan di luar mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Agenda reformasi barulah terumuskan dengan baik beberapa lama setelah Soeharto jatuh. Agenda itu kurang lebih adalah penghapusan terhadap militerisme, supremasi hukum dengan mengadili Soeharto, para koruptor dan pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM), amandemen konstitusi, penghapusan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta otonomi daerah. Belum satu pun agenda tersebut yang dilaksanakan sungguh-sungguh, baik oleh pemerintah, parlemen, maupun institusi-institusi negara lainnya.Egoisme tokoh-tokoh yang semula dianggap berpihak pada gerakan demokrasi dan ketidaksetiaan mereka terhadap nilai-nilai yang diperjuangkan oleh gerakan reformasi mengakibatkan agenda reformasi makin terbengkalai dan kekuatan lama makin terkonsolidasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Hingga kini agenda penghapusan militerisme atau pencabutan Dwifungsi ABRI masih belum tuntas. Militer masih bercokol di parlemen, bahkan keberadaan mereka di MPR makin dikokohkan. Bisnis militer masih berjalan seperti dulu. Perwira-perwira militer yang diduga terlibat dalam berbagai kasus pelanggaranHAM masih belum tersentuh. Tidak terdengar langkah-langkah TNI/Polri untuk menghukum aparat mereka yang terlibat dalam berbagai peristiwa kerusuhan di daerah. Pernyataan petinggi TNI secara publik tentang kepresidenan maupun persoalan politik secara umum jelas mencerminkan keinginan militer untuk mempertahankan peran politiknya. Betapapun dorongan militer untuk kembali berperan dalam politik bersumber pada sikap elite sipil itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Tuntutan terhadap pengadilan Soeharto saat ini makin tidak jelas. Demikian pula pengadilan terhadap para koruptor kakap pada masa pemerintahan Soeharto. Proses pemeriksaan tersangka korupsi dan pengadilan terhadap terdakwa kasus korupsi hanya meninggalkan kekesalan di kalangan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sebagian kasus korupsi berakhir dengan penghentian proses pemeriksaan di Kejaksaan Agung atau pembebasan tersangka/terdakwa di pengadilan. Demikian pula pengadilan kasus pelanggaran HAM dalam Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II, Timor Timur, Aceh, maupun Irian Jaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Agenda pemberantasan KKN mengalami nasib yang kurang lebih sama. Perilaku pemerintah dari yang tertinggi sampai terendah, perilaku sejumlah anggota parlemen di pusat maupun daerah masih belum berubah. Keinginan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN tenggelam begitu saja bersamaan munculnya dugaan keterlibatan Presiden Abdurrahman Wahid dalam penyelewengan dana Yanatera Bulog dan sumbangan dari Sultan Brunei. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sementara para koruptor kelas kakap pada masa Soeharto belum tersentuh, bahkan masih aman dalam posisi politiknya, perilaku elite politik baru juga tidak berbeda dengan elite politik rezim lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Rapuhnya pemerintahan pusat mengakibatkan agenda otonomi daerah tidak mungkin berjalan sesuai yang dijanjikan. Perpolitikan nasional yang tidak menentu bukan saja tidak memungkinkan pusat melaksanakan janjinya memberikan otonomi yang luas kepada daerah namun justru memperbesar peluang daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam yang besar tetapi merasa diperlakukan secara tidak adil untuk memisahkan diri. Dengan menggunakan agenda reformasi sebagai tolok ukur, gerakan reformasi yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun belum menunjukkan tanda-tanda ke arah keberhasilan. Pesimisme itu makin menguat ketika melihat struktur dan personalia Orde Baru masih berdiri kokoh sampai hari ini. Dua unsur pokok penopang Orde Baru, militerisme TNI/ Polri dan Golkar, beserta seluruh struktur penopang korporatisme negara semasa rezim Orba masih belum berubah. Akbar Tandjung dengan Golkar "baru"-nya belum mengalami perubahan yang mendasar karena tidak ada proses pemutusan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">dengan Golkar lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Organisasi kemasyarakatan penopang Orde Baru seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri), Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tetap tegak berdiri. Bahkan sejumlah partai politik baru yang berdiri berintikan tokoh-tokoh Golkar sehingga tidak heran bila kemudian terungkap bahwa sekitar 60 persen anggota parlemen memiliki koneksitas dengan kekuatan lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Dominasi wajah lama juga masih mewarnai birokrasi sipil maupun militer, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lembaga-lembaga negara lainnya. Perubahan mentalitas hanyalah mimpi di siang bolong ketika tidak ada langkah pembersihan di posisi puncak lembaga-lembaga tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Soeharto jatuh, Habibie jatuh, dan mungkin Abdurrahman Wahid jatuh belum mencukupi untuk demokrasi. Soeharto boleh jatuh, pemerintahan baru terbentuk, namun Orde Baru dan nilai-nilainya boleh jadi tetap utuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pahlawan Reformasi :</span></span></strong></p>
</div>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br /> </span></span></strong></p>
<div class="Section2">
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Munir <span> </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Dorthyes Hiyo Eluaway <span> </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Muhammad Yusuf Rizal </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Yun Hap </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Bernadus R Norma Irawan </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Engkus Kusnadi </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Heru Sudibyo </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Lukman Firdaus </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Sigit Prasetyo </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Teddy Wardhani Kusuma </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Elang Mulya Lesmana (Trisakti)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Hafidin Royan (Trisakti)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Hendriawan Sie (Trisakti)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Hery Hartanto      (Trisakti)</span></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:black;"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:Verdana;">KESEPAKATAN-KESEPAKATAN POLITIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Terkait dengan masalah Reformasi yang terjadi waktu itu, ada beberapa kesepakatan politik yang dibuat oleh pemerintah beserta dengan mahasiswa untuk meredakan segala kerusuhan dan segala permasalahan dan kemelut yang terjadi pada saat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><span> </span>Selain itu, banyak pula kesepakatan dalam bidang politik maupun ekonomi yang dibuat oleh pemerintah berkaitan dengan masalah politik dalam atau luar negeri Indonesia. Salah satu kesepakatan politik yang dibuat antara pemerintah dan mahasiswa yaitu dengan adanya enam agenda reformasi. Agenda Reformasi tersebut adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Penegakkan supremasi hukum. Untuk      memperbaiki sistem hukum di Indonesia sehingga tidak      terjadi kecurangan-kecurangan dalam hukum, dan juga karena belum adilnya      pembagian hukuman untuk orang yang bersalah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pengadilan<span> </span>Soeharo dan kroni-kroninya. Selama masa      pemerintahannya, Soeharto dan kroni-kroninya telah banyak </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">melakukan kecurangan-kecurangan      terhadap kekayaan-kekayaan negara ini, dan juga telah menyengsarakan      rakyat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Amandemen UUD. Perbaikan pada UUD dan      agar sesuai dengan perkembangan zaman.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pencabutan Dwifungsi ABRI. Dwifungsi      ABRI merupakan salah satu penghalang bangsa Indonesia untuk maju dan bila      disingkirkan atau dicabut maka akan menghasilkan kemajuan yang jauh lebih      baik daripada yang telah diperoleh</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pemberian otonomi daerah      seluas-luasnya. Agar tiap daerah dapat mengolah sendiri hasil kekayaannya      sendiri dan agar mereka bisa mandir.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pemberantasan KKN. Bila KKN masih ada      di negara kita, bagaimana negara ini bisa maju? Satu-satunya cara adalah      dengan menanamkan sikap jujur pada setiap masyarakat dan juga para pejabat      negara agar negara ini bisa maju.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:Verdana;">TANGGAPAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Ketika gelombang gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruhaturan main dalam wacana politik mengalami keruntuhan terutama praktek-pratek elit politik yag dihinggapi penyakit KKN. Bangsa Indonesia ingin mengadakan perubahan, yaitu menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat yang madani yang sejahtera, masyarakat yang bermartabat kemanusiaan yang mengahargai hak-hak asasi manusia, masyarakat demokratis yang bermoral religius serta masyarakat yang bermoral kemanusiaan dan beradab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span> </span></span><span style="font-family:Verdana;">Aksi unjuk rasa yang dikumandangkan setiap hari di berbagai kota besar di Indonesia sudah mendekati titik puncaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Masyarakat sudah kehilangan kesabaran karena harus menunggu sangat lama untuk melihat reaksi dari wakil rakyat. Merujuk pada </span><span style="font-family:Verdana;">kerusuhan Mei 1998 membawa angin segar bagi Indonesia karena dalam kejadian berdarah tersebut telah membawa Indonesia pada babak baru perjalanan bangsa. Rezim Soeharto yang berkuasa lebih dari tiga dasawarsa akhirnya jatuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Kerusuhan yang telah merenggut banyak korban jiwa dan melumpuhkan sektor-sektor ekonomi yang vital, serta kehidupan di Jakarta ini ternyata membuahkan hasil yang kita sebut “Reformasi”. Dan dengan kejadian tersebut kita semua menjadi sadar bahwa kita harus segera melakukan berbagai perubahan yang mencakup segala aspek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sungguh amat disayangkan apabila reformasi ini banyak berjatuhan korban. Tetapi berkat jasa-jasa mereka yang telah berkorban banyak bagi negeri ini, Reformasi yang demokratis telah berjalan meskipun tidak terlalu signifikan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">DAFTAR PUSTAKA :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Dijk, Kees van 2001. A country in despair. Indonesia      between 1997 and 2000.<span> </span>KITLV Press,Leiden, ISBN      90-6718-160-9</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Zon, Fadli 2004.Politik Huru – Hara Mei 1998. Jakarta: Institute for Policy Studies.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span><a href="http://www.media-indonesia.com/"><span style="font-family:Verdana;">http://www.media-indonesia.com</span></a></li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Reformasi"><span style="font-family:Verdana;">http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Reformasi</span></a><span style="font-family:Verdana;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">MS, Kaelan 2004. <em>Pendidikan Pancasila</em>., Penerbit Paradigma: Yogyakarta.</span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Realism]]></title>
<link>http://amirmubarak.wordpress.com/?p=27</link>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 00:31:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>amirmubarak</dc:creator>
<guid>http://amirmubarak.id.wordpress.com/2008/04/24/realism/</guid>
<description><![CDATA[REALISME
Ide dan asumsi dasar kaum realis :



Psemisis       atas sifat manusia
Hubungan       Inte]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:20pt;line-height:200%;">REALISME</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Ide dan asumsi dasar kaum realis :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Psemisis       atas sifat manusia</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Hubungan       Internasional merupakan sebuah hubungan yang konfliktual dan hanya dapat       diselesaikan dengan perang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nilai-nilai       keamanan nasional dan kelangsungan hidup negara dijunjung tinggi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Skeptisisme       dasar bahwa terdapat kemajuan dalam politik internasional seperti yang       terjadi dalam kehindupan politik domestik.</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Hans Morgenthau (1965:195) : “Politik adalah perjuangan memperoleh kekuasaan atas manusia, dan apapun tujuan akhirnya, kekuasaan adalah tujuan terpentingnya dan cara-cara memperoleh, memelihara, dan menunjukkan kekuasaan menentukan teknik tindakan politik”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Negara merupakan aktor utama (negara-negara besar) dalam hubungan internasional,individu-individu,organisasi internasional dan LSM kurang penting.Orientasi kebijakan luar negerinya adalah demi membentuk dan mempertahankan kepentingan negara dalam politik dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Dasar Normatif realis : Keamanan Nasional dan kelangsungan hidup negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="A">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Aliran-aliran Realisme</span></strong>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Realisme       klasik</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><em><span>a)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;">Thucydides (studi tentang perang Pelopenosian 431-404 SM)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Ia menekankan pada realitas yang terjadi (keadaan alamiah) bahwa ada negara-negara besar dan kuat serta negara-negara yang kecil dan lemah.Menyadari posisi dalam peta politik internasional adalah hal yang penting untuk mempertimbangkan dan membuat keputusan yang tepat dengan berdasarkan pada prinsip dasar normatif realisme : keamanan dan kelangsungan hidup negara. “Semua negara, baik besar maupun kecil, harus mampu beradaptasi terhadap keadaan alamiahnya,berdasar realitas kekuatan yang berbeda dan juga harus mampu mengatur dirinya sendiri sesuai keadaan alamiahnya tersebut”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;"><span>Machiavelli</span></span></em><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Para Negarawan dan Negarawati harus menjadi Singa (Kekuasaan) sekaligus Rubah (Penipuan)” (Machiavelli 1984:66).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Tindakan preventif berupa pencegahan antisipasi motif dari pihak lain (musuh) harus dilakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Seorang pemimpin negara haruslah mengutamakan keamanan,kelangsungan negara dan kesejahteraan warga negaranya disamping mempertahankan rezimnya sekalipun dengan cara-cara yang tidak bermoral.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>c)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;"><span>Thomas Hobbes</span></span></em><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Gambaran paling obyektif terhadap kehidupan politik manusia adalah gambaran kehidupan manusia pada masa pra-sipil. “Dalam kondisi seperti itu, tidak ada tempat bagi industri; sebab hasil daripadanya tidak tentu: dan akibatnya tidak ada budaya dimuka bumi; tidak ada navigasi, ataupun penggunaan komoditas-komoditas yang mungkin diimpor melalui laut, tidak ada bangunan yang megah... tidak ada seni; tidak ada surat, tidak ada masyarakat; dan yang paling buruk dari semuanya, ketakutan selamanya, dan bahaya kematian yang sadis; dan kehidupan manusia yang terpencil, miskin, buruk, brutal dan singkat”. Hobbes (1946:82). Solusinya adalah melalui penciptaan dan pemeliharaan negara berdaulat.Negara merupakan pelarian dari ketakutan mereka satu sama lain.Motif itulah yang membuat mereka bekerjasama secara politik.Kondisi alamiah demikian yang mengakibatkan adanya naluri kecurigaan,ketakutan dan ketidaknyamanan sehingga mereka berpotensi untuk saling melawan dan berperang. “Mereka dibuat beradab oleh ketakutan mereka terhadap kematian” .(Oakeshott 1975:36).Melalui penciptaan sebuah negara berdaulat (kelompok masyarakat) maka sebagai sebuah solusi, maka akan melahirkan sebuah masalah baru, yakni akan mengancam keamanan dan kelangsungan kelompok-kelompok masyarakat pada negara berdaulat lainnya. Untuk itu peraturan-peraturan antar negara harus dibuat dan di awasi sebagai dasar hukum bagi hubungan antar negara dengan menolak konsep negara global atau pemerintahan dunia.Hukum ini berfungsi untuk menenangkan keadaan alamiah kondisi hubungan internasional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kesimpulan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Kondisi manusia adalah kondisi yang tidak aman dan konfliktual</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Ada kumpulan pengetahuan politik atau kebijaksanaan yang dipergunakan untuk mengindentifikasikan elemen-elemen pokoknya dengan tujuan menghadapi masalah keamanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Tidak ada solusi yang permanen dari setiap konflik yang terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Realisme Neoklasik (Hans Morghentau)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span>Pria dan wanita secara alami adalah binatang politik; mereka dilahirkan untuk mengejar kekuasaan dan untuk memperoleh hasil dari kekuasaan (<em>Animus dominandi</em> atau manusia haus akan kekuasaan,Morgenthau 1965:192)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span>“Realisme berpendapat bahwa prinsip-prinsip moral universal tidak dapat dipakai pada tindakan negara-negara dalam formulasi universal abstraknya,tetapi mereka harus disaring melalui keadaan waktu dan tempat yang nyata. Induvidu mungkin mengatakan pada dirinya sendiri: “<em>fiat justitia,pereat mundus</em>” (biarkan keadilan dijalankan meskipun dunia hancur)”,tetapi negara tidak memilih hak mengatakan begitu atas nama mereka yang memperhatikannya”.Morgenthau (1985:12).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span>Inti kenegaraan adalah pengetahuan yang jelas bahwa etika politk dan etika pribadi tidaklah sama.Hal ini mengakibatkan bahwa pada situasi tertentu seorang <em>decesion maker</em> (negarawan/negarawati) akan menempuh langkah-langkah yang secara moral disalahkan demi kepentingan nasionalnya (keamanan negara dan kelangsungan hidup warga negaranya).Untuk itu perlu sebuah ‘kebijaksanaan politik’ dalam memutuskan kebijakan apa yang akan diambil. Poin-poinnya adalah kehati-hatian, kesederhanaan, penilaian, keputusan, keberanian, dst.Semua poin tersebut merupakan nilai-nilai tertinggi etika politik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:150%;"><span>Enam Prinsip Realisme Morgenthau :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Politik berakar dalam sifat manusia yang permanen dan tidak berubah yang pada dasarnya mementingkan diri sendiri. (<em>self-centered,self-regarding, self-interested)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Politik adalah ‘wilayah tindakan otonom’,oleh karena itu tidak dapat terlepas dari masalah ekonomi dan moral</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Politik adalah arena mengekspresikan kepentingan-kepentinganya yang cepat atau lambat akan segera berubah menjadi suatu konflik. Politik Internasional adalah arena kepentingan-kepentingan negara yang sedang konflik. Tetapi setiap kepentingan tidaklah tetap: dunia selalu berubah-ubah dan kepentingan-kepentingan berubah kapanpun dan dimanapun. Realisme adalah doktrin yang menj