<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>iga-panggang &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/iga-panggang/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "iga-panggang"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 11:06:17 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Iga Si Jangkung 2]]></title>
<link>http://jusak.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 19:29:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusak</dc:creator>
<guid>http://jusak.id.wordpress.com/2008/02/16/iga-si-jangkung-2/</guid>
<description><![CDATA[
	Akhirnya keturutan juga kebagian kursi di warung Mang Jangkung. Kesan pertama, menunya pasti enak,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:Arial;font-size:15px;line-height:normal;"></span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;">	</span>Akhirnya keturutan juga kebagian kursi di warung Mang Jangkung. Kesan pertama, menunya pasti enak, karena orang rela berdesak-desakan, duduk deket-deketan saling sikut menyikut, dengan resiko kesundut kuali panas tempat menghidangkan iga bakar.</span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;">	</span>Setelah pesan iga kambing bakar, dan menunggu lumayan lama, akhirnya pesanan pun datang. Dihidangkan di dalam piring tanah yang panas berasap, dengan tulang iga kambing yang munjung keluar dari piringnya. Pantas aja lama, kelihatannya manggangnya lengkap dengan piring dan bumbunya sekaligus. Soalnya asap yang keluar nggak cuma dari iga panggangnya tapi juga dari piringnya sih.</span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;">	</span>Tongseng panggang! Itu kesan pertama saya mencicipi hidangan unik ini. Soalnya rasa dagingnya manis kayak sate, tapi kecap dan bumbunya yang gurih pedas seperti tongseng. Selain daging yang empuk dan gampang nyoplok, saya juga seneng dengan gajih transparan yang ada di sana sini dan masih mendesis-desis. Di dasar piring keliatan potogan kasar rempah dan bumbu yang digunakan, bercampur dengan kuah kental yang pekat lezat. </span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span style="white-space:pre;" class="Apple-tab-span">	</span>Yang jelas, saya terkesan banget. Dan lain kali ke sini, udah pasti mampir lagi!</span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
