<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hutanami &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/hutanami/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hutanami"</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:23:29 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Turi-turian ni Tao Lobu Tala]]></title>
<link>http://parlobutala.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:33:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>parlobutala</dc:creator>
<guid>http://parlobutala.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Mangihuthon hata ni angka natua-tua di huta nami, adong do ninna turi-turian parjadi ni Tao Lobu Tal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mangihuthon hata ni angka natua-tua di huta nami, adong do ninna turi-turian parjadi ni Tao Lobu Tala. Tao on bidangna tar hira-hira 30 hektar ma dohonon, ai so hea dope ra diukkur bidang ni tao i.  Ianggo tao on,  godang do didok halak goarna <strong>Tao Silaban</strong>, ala memang di huta Silaban do tao Lobu Tala, ima diantara huta Lumban Silintong, Huta Sosor Niapoan, dohot Huta Godang.  <!--more--></p>
<p>Menurut legenda, pada jaman dahulu ada dua orang sakti yang berseteru. Karena kesaktiannya, mereka adu tanding tidak secara langsung, melainkan melalui senjata yang dibuat. (saya tidak ingat lagi nama orang sakti itu). Orang sakti pertama melemparkan lumpang (lesung) ke arah kampung orang sakti kedua, lalu orang sakti kedua melemparkan piring (pinggan) untuk membalas. Lesung dan piring beradu di udara dan jatuh ketanah. Lesung jatuh di daerah Silaban dan kemudian terbentuk lubang besar yang menjadi danau. Danau itu kemudian disebut Tao (danau) Lobu Tala. Piring yang jatuh di daerah Lintong ni Huta juga membentuk lubang besar di tanah dan menjadi danau, dan disebutlah Tao (danau) Sipinggan.</p>
<p>Peseteruan kedua orang sakti itu sedemikian hebat, konon bila air dari Tao Lobu tala digabung dengan air dari tao Sipinggan ke dalam gelas atau botol, maka botol atau gelas akan pecah. Air dari kedua tao itu tidak mau bertemu. (saya belum pernah lihat faktanya). Begitulah legendanya.</p>
<p>Konon ceritanya, turi-turian di dasar tao Silaban ada "penunggu", dan warna airnya bisa berubah. Kalau sudah bicara yang magis, tentu saya sulit untuk percaya. Tapi soal perubahan warna air, memang saya lihat ada perubahan. Tapi ada penjelasan yang logis untuk perubahan warna itu. Perubahan warna terjadi, karena di dasar tao terdapat ganggang dan lumut, yang pada suatu saat dapat berubah warna.</p>
<p>Fakta lainnya adalah bahwa sepanjang pengetahuan saya, Tao Lobu Tala tidak pernah kering, meski tidak ada sungai yang mengalir kesana. Jadi airnya murni berasal dari mata air ditambah dengan air hujan. Walau begitu, beberapa tahun terakhir, permukaan air agak menyusut dibanding belasan tahun lalu. Ini mungkin disebabkan perubahan vegetasi daerah tangkapan air <em>(catchment area)</em> dari Tao Silaban.</p>
<p>Kalau sudah begini, dikhawatirkan lambat laun tao ini bisa mengering, padahal Tao Lobu Tala, adalah sumber air bagi kehidupan sehari-hari warga disekitarnya. Air tao digunakan sebagai air minum, mencuci dan mandi. Bahkan, kerbaupun sering mandi di tao. Karena itu, sudah perlu diatur penggunaan tao, agar dapat lestari dan bertahan untuk anak cucu.</p>
<p>Tao Lobu Tala, dapat ditempuh dari Lintong Ni Huta menuju ke arah Dolok Sanggul. Setelah melewati "Sirpang Tolu" dan Sipontas, maka ada jalan ke sebelah kanan. Dari pertigaan ini (masyarakat setempat menyebut "Sirpang Tao"), sekitar satu kilometer, terletak Tao Lobu Tala.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
