<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>humor-khas-papua &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/humor-khas-papua/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "humor-khas-papua"</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:39:08 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Robot Pendeteksi Kejujuran]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/?p=189</link>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 07:05:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/?p=189</guid>
<description><![CDATA[Ada seorang bapak yang bisa menciptakan sebuah robot. Robot itu bisa mendeteksi apakah manusia itu j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Ada seorang bapak yang bisa menciptakan sebuah robot. Robot itu bisa mendeteksi apakah manusia itu jujur atau tidak. Suatu malam bapak ini pu anak baru pulang dari bajalan. Bapak Tanya diapu anak begini, "Anak ko darimana?". Jawab anak itu,"sa dari belajar". Langsung si robot menampar muka anak itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bapak bilang lagi,"ko bicara yang jujur, kalo ko tipu robot ini akan tampar ko lagi,".</span></p>
<p><span style="color:#000000;">"Sa baru nonton film perang," kata anak itu dan robot menampar muka anak itu. "Ko bicara jujur, nonton film apa," kata bapak. "Film porno," kata anak itu dan si robot tak menampar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Lalu si bapak mulai memberi wejangan kepada anaknya,"Kamu ini masih kecil trus su nonton film porno. Bapak dulu itu tara pernah nonton film porno" lalu si robot menampar si bapak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kemudian si ibu muncul dari belakang lalu bilang,"pace, biar jelek-jelek begitu, itu kopu anak juga" tiba-tiba si robot menampar si ibu.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tidak Sekolah Tapi Dapat Gelar Sarjana]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/?p=182</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:26:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/?p=182</guid>
<description><![CDATA[SIAPA yang jadi sarjana tanpa sekolah? Yoooo, salah satu diantaranya Sob Komen, hebat ‘kan ? Lho, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">SIAPA yang jadi sarjana tanpa sekolah? Yoooo, salah satu diantaranya Sob Komen, hebat ‘kan ? Lho, Kok bisa ? Hmmmm, dalam jaman edan (gila-<strong>Red</strong>) sekarang ini, semua hal yang nggak masuk akal bisa diakali sedemikian rupa sampai menjadi ‘masuk akal kok, hehehehehe'.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Potongan percakapan di atas ini, satu wartawan dia yang rekam waktu dia beli rokok di warung kopi. Di situ, ada beberapa orang yang duduk minum kopi, sambil dorang bicara macam-macam masalah. Karena merasa tertarik, akhirnya wartawan ini duduk di bangku warung, trus dia pesan satu gelas kopi dan kue. Tape kecil yang dia bawa, sengaja dia buka terus untuk rekam dorang pu ceritera. Ternyata dorang pu ceritera makin menarik karena dorang sisip dengan mop-mop sampe dorang pica-pica ketawa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ada satu mop, katanya pernah terjadi di Nabire. Ada satu ibu yang tidak tamat SD tapi karena dia ikut ujian persamaan SD, trus ujian persamaan SMP dan juga ujian persamaan SMA, akhirnya dia masuk Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) yang baru dibuka di Nabire. Waktu kuliah, dosen yang ajar bidang study Ketata Negaraan dia tanya sama ibu itu. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">"Bagaimana hubungan Presiden dan MPR?" Dosen itu pu maksud, apakah di dalam struktur tata negara, Presiden lebih tinggi dari MPR atau sebaliknya ? Tapi ibu itu yang pake bibir merah menyala dan alis mata biru-biru langsung menjawab, "Boooo, selama ini Presiden dan MPR dorang dua bae-bae saja moooo."</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengar jawaban begitu, si dosen dan semua mahasiswa di ruang kuliah langsung pica ketawa, "huhahahahahahahaha,.......... huahahahahah."</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Begitulah jaman gila sekarang, ada mahasiswa yang tara bisa baca, tulis dan berhitung, karena sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMU/SMK, bukan kase lulus, tapi kase ‘lolos' anak, yang penting bisa bayar. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">"Begitu juga di Universitas, dengan bekal ijazah hasil ujian persamaan, saya bisa dapat wisuda dan karena saya bayar dorang dengan uang yang cukup besar, saya dapat nilai paling tinggi dan dorang bilang saya, ‘Cum Laude', padahal saya tara pernah kuliah, hehehehehehe." Sob Komen dia sambung dari belakang sampe bikin kaget orang-orang yang duduk di warung kopi. Akhirnya pemilik warung itu dia robah nama warung kopinya dengan nama,  ‘Warung Edan'. (*)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Sakit di Mana??]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/?p=164</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 08:16:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/?p=164</guid>
<description><![CDATA[Bingung mau ngeposting apa, soalnya gw lagi bosan, bosan menunggu, bosan dengan suasana kerja dan ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font COLOR="#000000">Bingung mau ngeposting apa, soalnya gw lagi bosan, bosan menunggu, bosan dengan suasana kerja dan masih banyak bosan-bosan yang laen. Biar agak seger ngeMOP dolo ah.</font></p>
<p><font COLOR="#000000">Suatu ketika, ada seorang pace sedang jalan-jalan di sore hari. Lalu ia bertemu dengan satu orang yang tak dikenalnya sebut saja pace 2.</font></p>
<p><font COLOR="#000000">Pace 2 : pace ko tau hotel anggrek kah?</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000">Pace : Ikuti jalan ini saja, baru sampe diujung jalan sana itu sudah hotelnya.</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000">Pace 2 mengangguk tanda mengerti. kemudian si pace ini mau melangkah, pace 2 tanya lagi.  </font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000">Pace 2 : baru kalo pasar dimana?</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000">Pace : ko lewat jalan disamping ini terus, baru belok kanan.</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000">setelah itu pace mau melanjutkan perjalanannya tapi pace 2 tanya lagi, kalo rumah sakit dimana?. Pace ganas dan dia bilang, "ko berdiri di garis putih hitam ini (zebra cross), trus tunggu mobil tabrak kau, itu baru ko tau rumah sakit dimana".</font></p>
<p><font COLOR="#000000"> </font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Haji Baptis Pendeta]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/?p=163</link>
<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 08:39:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/?p=163</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari seorang Pendeta dan Haji mau pergi ke kampung tetangga. Pendeta melayani jemaatnya begitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#000000">Suatu hari seorang Pendeta dan Haji mau pergi ke kampung tetangga. Pendeta melayani jemaatnya begitu juga pak Haji, ia mau dakwa di pengajian. Mereka melewati hutan belantara dan untuk mencapai ke kampung tetangga harus menyebrangi sungai.</font></p>
<p><font color="#000000">Pendeta : "Pak haji sa tara tau berenang ni, ko pikul saya dolo"<br />
Pak Haji memikul pendeta.  Haji menyebrangi sungai sambil mikul pendeta, begitu sampe di tengah sungai pendeta batariak "Baru kali ini ada Pendeta Naik Haji".<br />
</font></p>
<p><font color="#000000">Pace Haji ni emosi dan dia lempar pendeta sambil bilang "Ini juga baru pertama kali Haji baptis Pendeta". </font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pantat Telanjang]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/?p=152</link>
<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 07:44:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/?p=152</guid>
<description><![CDATA[Ada sebuah keluarga yang terdiri dari, Ayah, Ibu dan anak. Anak itu baru berusia 6 tahun dan duduk d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font COLOR="#000000">Ada sebuah keluarga yang terdiri dari, Ayah, Ibu dan anak. Anak itu baru berusia 6 tahun dan duduk di kelas 1 SD.</font></p>
<p><font COLOR="#000000">Biasanya saat jam sekolah ayah pergi ke kantor. Tapi pagi menjlang siang  kira kira jam 10, Ayah pulang. Karena si kecil tidak ada maka Ayah mengajak Ibu untuk ngesex. Celakanya saking asiknya mereka lupa menutup semua pintu dan tanpa sadar itu jam pulang sekolah bagi anaknya.</p>
<p></font><!--more--><font COLOR="#000000"><font COLOR="#000000">Si Anak datang "Mama...mama" katanya sambil berteriak.</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000"> Si Ayah: "coba lihat didapur, mungkin lagi masak"</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000"> Anak itu langsung ke dapur, tapi si Ibu tidak ada</font></font></p>
<p><font COLOR="#000000">Si Anak "Mama tidak ada didapur"</font><font COLOR="#000000"><br />
</font><font COLOR="#000000"> Ayah "coba di belakang rumah mungkin lagi jemur pakaian" sambil siayah meneruskan permainannya.</font></p>
<p><font COLOR="#000000">Anak kecil itu mencari-cari Ibunya tapi tidak ketemu, dengan perasaan kesal si Anak masuk ke Kamar dan melihat PANTAT Ayahnya.</font></p>
<p><font COLOR="#000000">Si Anak langsung menepuk pantat ayahnya "Plaak..." dan berkata "PANTAT Telanjang Mana Mama".</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[aLat Kejahatan disita Negara]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/2007/11/08/alat-kejahatan-disita-negara/</link>
<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 07:41:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/2007/11/08/alat-kejahatan-disita-negara/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari ada persidangan kasus perkosaan dan dalam sidang diputuskan bahwa terdakwa bersalah telah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#000000">Suatu hari ada persidangan kasus perkosaan dan dalam sidang diputuskan bahwa terdakwa bersalah telah melakukan pemerkosaan. </font></p>
<p><font color="#000000">Hakim: "kamu telah terbukti memerkosa dan di hukum 1 bulan penjara".</font></p>
<p><font color="#000000">Terdakwa: "hahaha....hahahaaaa" terdakwa begitu gembira mendengar putusan hakim.</font></p>
<p><font color="#000000">Hakim: "Tapi, ALAT KEJAHATAN DISITA OLEH NEGARA"<br />
</font></p>
<p><font color="#000000">Terdakwa langsung jatuh pingsan.</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nangka]]></title>
<link>http://menotimika.wordpress.com/2007/07/15/nangka/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 05:43:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>kan</dc:creator>
<guid>http://menotimika.wordpress.com/2007/07/15/nangka/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari Pace Bobi mau jual babi ke pasar, jarak dari rumah ke pasar sekitar 6 Km. Pace Bobi tungg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari Pace Bobi mau jual babi ke pasar, jarak dari rumah ke pasar sekitar 6 Km. Pace Bobi tunggu angkot di pinggir jalan. Beberapa menit kemudian angkot lewat dan pace kase berhenti.</p>
<p>Sopir tanya: " Pace ko bawa apa?"<br />
Pace bobi: " sa bawa babi mo ke pasar"<br />
Sopir: Ah sa tara mau bawa babi"<br />
Sopir langsung kase tinggal pace.</p>
<p>Pace duduk berharap ada angkot yang lewat dan dia bisa bawa babi ke pasar. Selang beberapa menit satu angkot lagi lewat. pace kase stop.</p>
<p>Sopir: "Bawa babi kah?<br />
Pace: "Iyo"<br />
Sopir: "Ah tara mau nanti babi bikin sapu mobil kotor"  dan sopir memacu mobilnya kase tinggal pace.</p>
<p>Pace Bobi ganas dan dia bawa diapu babi pulang. Sampai dirumah pace cari akal, setelah pikir-pikir dia dapat ide dan pace kase masuk babi didalam karung. Trus dia pikul babi dan tunggu angkot.</p>
<p>Sampai dipinggir jalan angkot lewat.<br />
Sopir: " Pace Ketimika kah? ko bawa apa?"<br />
Pace: "Iyo, sa mo ke Timika, bawa nangka ni"<br />
Sopir: "o ko naik"</p>
<p>Sampai di pasar, pace turun dan babi itu bersuara.... sopir kaget.<br />
Sopir: "Pace itu babi kah Nangka?"<br />
Pace: "ini babi"<br />
Sopir: "Ah tadi bilangnya nangka"<br />
Pace: "Iyo babi ini diapu nama nangka". sambil berlalu dan kase tinggal sopir yang geleng-geleng kepala.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
