<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hikmah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/hikmah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hikmah"</description>
	<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 19:21:48 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Hikmah]]></title>
<link>http://kingselud.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 13:06:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>kingselud</dc:creator>
<guid>http://kingselud.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[R U G I
Oleh: Yudha Al farisi
 

Rugi, kira-kira siapa yang ingin rugi!
 
Sangat menarik pernyataa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>R U G I</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh: Yudha Al farisi</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rugi, kira-kira siapa yang ingin rugi!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sangat menarik pernyataan diatas, kiranya tidak ada satu orang pun yang ingin rugi. Tetapi rugi selalu datang menghampiri kita semua, rugi tidak mengenal waktu dan tempat, ia datang ketika kita lengah. Lengah dalam perencanaan, lengah dalam pelaksanaan dan lengah dalam pengawasan, maka selamat datang “rugi”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> <!--more--></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kerugian hanya akan menyisakan penyesalan yang sangat dalam, kenapa tidak begitu atau mengapa tidak begini diwaktu lalu? Kita bisa mengganti kerugian materi, tapi kalau rugi waktu, apakah kita sanggup menggantinya? Supaya tidak rugi maka kita harus tahu ilmunya, tidak mau rugi dalam dagang, kita harus tahu ilmu berdagang. Tidak mau rugi waktu, kita harus tahu ilmu mengatur waktu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagaimana dalam beribadah, apakah ada hitungan rugi? Tentu ada, karena rugi ada dalam semua aspek. Termasuk dalam beribadah, tentu kita tidak mau ibadah yang kita lakukan selama di dunia, ketika dihisab bukan mendapatkan keuntungan malah mendapat kerugian, ada apa dengan ibadah kita?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam beribadah tidak hanya cukup dengan pengamalannya saja, tetapi harus dibarengi dengan ilmunya. Karena dalam beribadah itu sudah ada aturan-aturan yang jelas, suka atau tidak suka kita harus mengikuti dan mentaati semua aturan yang telah di tentukan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pertanyaannya adalah apakah ibadah yang telah kita lakukan selama ini sudah sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. dalam Al-Quran dan As-Sunnah? Karena sedikit saja kita melenceng dan mengamalkan ibadah yang tidak ada dalam aturan maka ibadah yang kita lakukan selama ini hanya akan mendatangkan kerugian kelak di akhirat. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seharusnya ibadah yang kita lakukan selama di dunia adalah untuk menolong kita kelak di hari perhitungan, dapat dibayangkan penyesalan yang tak terhingga, ketika kita tahu bahwa ibadah yang selama ini kita lakukan setiap hari malah membuat kita bangkrut, bukannya menambah daftar kebaikan yang kita lakukan di dunia malah menambah daftar keburukan selama kita di dunia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Itu disebabkan karena kita beribadah tidak sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah, supaya kita tidak rugi dalam beribadah maka kita harus tahu ilmunya, jangan kita beribadah berdasarkan orang banyak. Orang lain juga ibadahnya begitu, ya kita juga ikut saja. Atau orang tua saya, guru saya ibadahnya seperti itu, ya kita juga ikut saja. Dalam beribadah yang menjadi contoh bukan guru, bukan orang tua dan bukan orang lain, tapi Rasulullah Saw.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>Sungguh telah ada bagi kamu dalam diri Rasulullah contoh yang baik bagi orang-orang yang mengharap ridla Allah dan hari akhir, ...”</em> (Al-Ahzab, 33:21)</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membuka Pertolongan ALLAH]]></title>
<link>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=217</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 09:34:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tahajud Call</dc:creator>
<guid>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=217</guid>
<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya dikatakan mengenai 5 macam manusia. Maka artikel berikut mengenai bagaimana ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel <a href="http://tahajudcallmq.wordpress.com/2008/08/08/5-macam-manusia/">sebelumnya</a> dikatakan mengenai 5 macam manusia. Maka artikel berikut mengenai bagaimana membuka pertolongan ALLAH.</p>
<p>Pertolongan Allah itu pasti. "Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah pasti akan menolong kalian dan mengokohkan pijakan kalian," (Qs. Muhammad: 7).<br />
Firman Allah tersebut menegaskan rumus pertolongan Allah yang bersifat aksioma,  sebagai konsekuensi dari loyalitas yang tinggi kaum beriman. Bantuan dan perolongan Allah tidak datang begitu saja. Allah tidak akan memberi bantuan itu secara cuma-cuma.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT menghendaki bahwa pembelaan-Nya kepada orang-orang beriman terwujud dengan adanya upaya dari mereka sendiri, agar mereka mencapai kematangan dari celah-celah kesulitan yang mereka alami. Seseorang akan mencapai kematangan di saat potensi dan kekuatan terpendamnya bangkit. Dan kondisi itu takkan terwujud kecuali tatkala ia berhadapan dengan marabahaya. Ketika seseorang melakukan upaya membela diri dan menghimpun seluruh tenaganya untuk berhadapan dengan sesuatu yang mengancam aqidah, prinsip dan kehidupannya, di sanalah seluruh sel kekuatannya akan bangkit.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Andai pertolongan Allah itu datang tanpa melalui susah payah, maka kenikmatan yang terjadi sesudah itu bisa saja akan menjadi penghambat munculnya potensi kekuatan yang dimiliki oleh seseorang. Di samping itu, bantuan Allah yang diturunkan itupun mungkin rasanya tidak begitu bernilai, lantaran tak ada tuntutan pengorbanan yang berarti untuk memperolehnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perang Badar misalnya. Pertolongan Allah datang tatkala kaum muslimin telah membuktikan dua hal. Pertama, motivasi mereka yang sangat kuat dalam membela agama Allah, meskipun kaum muslimin saat itu menyadari akan berhadapan dengan pasukan musuh yang jauh lebih besar dan lebih hebat dibanding mereka. Dalam perang tersebut sejarah memperlihatkan indahnya kesungguhan dan keikhlasan para prajurit Islam dalam membela agama Allah dengan harta dan jiwa raga mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, ketaatan dan kepatuhan mereka pada pemimpin mereka Rasulullah SAW. Ketaatan tersebut dijiwai oleh iman yang tertancap dalam dada mereka, sehingga sulit dipatahkan oleh dahsyatnya pertempuran. Pertolongan Allah pun datang di saat yang tepat sebagai konsekuensi logis dari kedua faktor di atas. Meski secara jumlah dan persiapan perang kaum muslimin jauh lebih lemah, namun dalam perang itu kaum muslimin memperoleh kemenangan gemilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya, Allah menjadikan pertolongan-Nya pada orang beriman hanya bila ada upaya dan usaha dari diri mereka sendiri. Ia tidak memberi pertolongan sebagai sesuatu yang dijatuhkan begitu saja dari langit. Apa saja upaya yang harus dilakukan sehingga kita layak mendapat pertolongnan Allah?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, membersihkan niat beramal dari segala motivasi yang tidak bersih. Itulah ikhlas. Ikhlas adalah kunci pertama yang paling penting bagi terbukanya pintu  pertolongan Allah. Nilai suatu pekerjaan sangat tergantung dari kadar keikhlasan  pelakunya. Meski secara zahir suatu pekerjaan itu berat dan tampaknya untuk membela kepentingan Islam, namun bila pelakunya tidak memiliki niat yang ikhlash, maka amalnya akan sia-sia. Kalau tidak justru mendatangkan siksa. Ada orang yang mungkin melakukan pekerjaan yang dinilai baik di mata manusia, tapi ia berniat melakukannya untuk popularitas atau kepentingan duniawi lainnya. Orang seperti ini, tidak akan mendapat pertolongan Allah. Dengan kata lain, wujud keikhlasan tidak bisa terlihat sekadar bila seseorang melakukan sesuatu pekerjaan yang berat dan menanggung risiko. Bahkan dalam medan jihad, dalam sebuah hadits pernah diceritakan kisah seorang pemuda yang terlihat gagah berani di medan pertempuran. Namun Rasulullah mengatakan pemuda itu adalah penghuni neraka. Di akhir pertempuran, para sahabat mendapati pemuda itu menghunus pedangnya ke tubuhnya sendiri lantaran tak kuat menahan luka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, berdo’a dengan penuh kepasrahan pada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Berdo‘alah kepada Rabbmu dengan rasa takut dan suara lirih …”(Qs. Al-A’raf: 55) Berdo’a dengan rasa takut dan suara lirih, merupakan salah satu bentuk kesungguhan dan kepasrahan di hadapan Allah. Memanjatkan do’a kepada Allah harus dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh, penuh konsentrasi, sebagai bukti kerendahan dan harapan penuh kita kepada Allah SWT. Permohonan seperti ini, insya Allah akan dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda, “Adakalanya seseorang yang rambutnya terurai dan berdebu, bahkan diusir dari semua pintu rumah orang karena hina dalam pandangan manusia. Namun kalau ia sungguh-sungguh meminta kepada Allah, pasti Allah mengabulkannya.” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, yakini bahwa kehidupan ini adalah ladang amal yang tanpa batas untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Lingkup amal yang harus dilakukan itu meliputi seluruh waktu kehidupan seseorang. Selama ia masih hidup, selama itu pula ia diperintahkan untuk terus berusaha dan berjuang sebatas kemampuan yang dimiliki. Tak ada ujian hidup yang melanggar kemampuan manusiawi. Dalam surat Al-Baqarah, Allah telah menegaskan, “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya.” Seberat apapun ujian dan kesulitan hidup, pasti masih berada dalam batas kemampuan manusia untuk memikulnya. Dan manusia dapat memikul beban tersebut, hanya dengan kualitas iman yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, hindarilah mengatakan bahwa kita sudah habis kesabaran menghadapi keadaan yang tidak sesuai. Karena pada dasarnya batas kesabaran itu tidak ada. Batas kesabaran sama dengan batas manusia hidup. Dan selama itu tak ada pernyataan bahwa kesabaran kita sudah habis. Sabar artinya tahan menderita menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan diri dan sanggup menahan diri ketika memperoleh hal-hal yang menyenangkan sehingga tidak terjerumus pada perbuatan maksiat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersabar dalam penderitaan dan kesenangan menjadikan seseorang selalu dekat kepada Allah dan menjaga diri dari segala hal yang dapat menimbulkan kemurkaan Allah. Orang semacam ini berhak mendapat kasih sayang Allah, sehingga menjadi hamba yang dekat dengan Allah. Pertolongan Allah pun akan sangat mungkin turun pada hamba-hamba-Nya yang bersabar. Justru dengan bersabarlah para salafushalih merasakan kenikmatan dalam hidup. Seperti dikatakan Umar bin Khattab, “Kami mendapatkan kebaikan hidup kami dengan bersabar."</p>
<p style="text-align:justify;">Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Ketahuilah bahwa posisi sabar bagi iman adalah seperti posisi kepala bagi tubuh. Jika kepala terputus, maka matilah badan." Kemudian ia meninggikan suaranya, “Ketahuilah bahwa tidak beriman orang yang tidak bersabar." Umar bin Abdul Aziz mengatakan, "Allah tidak memberi suatu kenikmatan pada hamba-Nya, kemudian Dia mencabutnya dari orang itu dan menggantinya dengan sabar, maka penggantinya itu lebih baik daripada apa yang dicabut darinya." Itulah pertolongan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelima, pantang berputus asa dari rahmat Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tiga golongan yang kelak tidak akan diperiksa lagi perkaranya (di akhirat). Yaitu …. orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah.” (HR. Thabrani, Abu Ya’la, dan Bukhari dalam kitab Adab). Putus asa ialah sikap tidak mempunyai harapan baik akan masa depan. Sikap putus asa timbul pada diri orang yang kurang beriman pada kemurahan Allah SWT kepada makhluk-Nya. Lantaran kondisi tersebut, seseorang bahkan menuduh Allah tidak adil karena menjadikan dirinya dalam kesulitan atau kesusahan. Dengan kata lain, orang yang putus asa adalah orang yang mengingkari sifat keadilan, kemurahan dan kebijaksanaan Allah kepada makhluk-Nya. Sikap ini pasti menjadikan Allah murka.</p>
<p style="text-align:justify;">Keenam, tetap memelihara sikap istiqamah. Utamanya dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat. Orang yang istiqamah atau berpegang teguh pada petunjuk Allah akan selalu tertuntun pada kebenaran. Orang yang istiqamah menjalani kehidupan di dunia ini akan dibebaskan oleh Allah dari perasaan resah, takut, dan khawatir  menghadapi segala ujian dan cobaan hidup. Orang-orang semacam ini selalu berada di bawah kasih sayang Allah. Di manapun mereka berada mereka selalu dinaungi malaikat rahmat, karena mereka selalu dekat dengan Allah. Orang yang dekat dengan Allah selalu didengar dan diperhatikan oleh Allah sehingga mereka merasa aman dan tentram, tanpa sedikitpun merasa sedih dan was-was menghadapi tantangan hidup. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) berduka cita.”(QS. Fushilat: 30)</p>
<p style="text-align:justify;">Ketujuh, jangan sekali-kali menyalahkan ketentuan Allah. Apalagi bila kemudian dilanjutkan dengan do’a untuk keburukan. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sekali-kali seorang muslim di bumi ini berdo’a pada Allah meminta suatu permintaan, melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta atau memalingkan darinya suatu kejahatan</p>
<p style="text-align:justify;">yang semisal dengan permintaannya, selagi ia tidak berdo’a meminta suatu dosa atau memutuskan silaturahmi.” Maka ada seseorang berkata, “kalau demikian, kami akan memperbanyak (berdo’a)." Beliau menjawab, “Allah Maha Memberi." (HR. Tirmidzi),</p>
<p style="text-align:justify;">Kedelapan, pelajari dan lakukan sebab-sebab logis bagi datangnya pertolongan Allah. Pertolongan Allah tidak akan datang bagi seseorang yang tidak mau melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan keberhasilan, sesuai sunnatullah dalam alam semesta. Keinginan untuk lulus dalam ujian, harus dibarengi dengan upaya belajar dengan baik. Keinginan untuk bisa memperoleh rezeki yang banyak, harus diiringi dengan sikap ulet, cermat, tekun, disiplin, dan profesionalisme yang tinggi, Harapan agar kondisi umat Islam berubah menuju kejayaan, harus didukung dengan upaya mendidik dan membina masyarakat muslim yang memiliki pemahaman dan komitmen agama yang baik. Sebab itulah fondasi dan syarat utama kemenangan umat Islam. Begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sikap-sikap diatas bisa dimiliki, maka nantikanlah pertolongan Allah yang pasti datang. Allah SWT berfirman dalam salah satu hadits qudsi, “Barang siapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang terhadapnya, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu perbuatan yang lebih Aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Dan seorang hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya. Dan bila Aku mencintainya, Akulah pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Akulah penglihatannya yang dengannya ia melihat, Akulah tangannya yang dengannya ia memukul, dan Akulah kakinya yang dengannya ia berjalan, Kalau ia meminta padaku, niscaya Aku beri dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku lindungi." (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja, perlu dicatat, jangan diartikan bahwa pertolongan Allah itu datang selalu dalam bentuk yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa saja Allah memberi pertolongan tidak dalam bentuk yang kita ingini, bahkan sebaliknya. Tapi pastikan, itu adalah awal dari sesuatu yang baik. Wallahu’alam</p>
<p style="text-align:justify;">sumber dari <a href="http://beranda.blogsome.com/2007/05/09/membuka-pintu-pertolongan-allah/">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mampukah Kita Membalas Cintanya]]></title>
<link>http://andyku.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 06:31:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>andy</dc:creator>
<guid>http://andyku.wordpress.com/?p=111</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika ada seorang anak yang sangat benci kepada ibunya. Begitu besar kebencian yang dirasakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Suatu ketika ada seorang anak yang sangat benci kepada ibunya. Begitu besar kebencian yang dirasakannya terhadap ibunya. Bukan karena ibunya orang yang jahat dan tidak perhatian kepadanya. Tapi semata karena Mata sang ibu cacat sebelah. Ketika sekolah dasar sang anak sering di ejek teman-temannya dengan sebutan anak si buta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Pernah suatu ketika si Ibu memanggil dan tersenyum kepadanya ketika dia sedang berkumpul dengan temannya. Bukan sebuah senyum yang di dapatkan ibu dari sang anak tapi sebuah sumpah serapah yang dilontarkan si anak. Sang anak berkata di depan ibunya bahwa dia benci punya ibu buta, dia ingin ibunya mati saja.</span></p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Tahun dan bulan berganti sang anak telah memiliki keluarga sendiri, selama itu dia tidak lagi pernah bertemu ibunya, karena sejak SMA dia sudah tidak mau tinggal dengan ibunya. Suatu kali sang ibu berkunjung ke rumah anaknya yang ia tahu dari para tetangganya. Ketika sang ibu berada di depan pintu sang anak bukan mempersilahkan masuk tapi malah mengusir dengan cacian dan makian. Sang ibu hanya terdiam dan meninggalkan lokasi dengan wajah sedih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Suatu ketika sang ibu jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Para tetangga mengabarkan pada sang anak. Sang anak tidak merasa sedih sama sekali dengan kepergian ibunya, sampai seorang tetangga memberikan sepucuk surat dari sang ibu kepada anaknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Dalam suratnya ibunya hanya mengatakan maaf jika selama ini membuatnya malu. Ibunya juga menceritakan mengapa matanya cacat sebelah. Ketika usia 3 tahun sang anak terjatuh ketika bermain sehingga menyebabkan kebutaan sebelah pada matanya. Karena tidak ingin sang anak buta sebelah maka sang Ibu memberikan matanya untuk anak tercintanya. Dia tidak perduli harus kehilangan sebelah matanya asalkan sang buah hati dapat menjalani kehidupan ini dengan normal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Di akhir surat sang ibu mengatakan bahwa dia begitu mencintai sang anak dan ingin sekali memeluk erat sang anak sebagaimana dulu ia memeluk erat sang anak yang tergolek lemah ketika terjatuh. Tercekat kerongkongan sang anak ketika membaca, tak kuasa butiran air mengalir dari sudut-sudut matanya, dadanya sesak dipenuhi perasaan haru dan bersalah teramat dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Saudaraku, tidakkah kita sadar bahwa salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan adalah ketika kita diberikan orang tua. Mungkin banyak di antara kita yang terkadang malu memiliki orang tua yang penampilan fisiknya tidak lagi menarik. Kita begitu malu ketika harus menggandeng tangan ibu kita saat berada di antara teman-teman kita, kita begitu kesal jika ibu atau ayah kita tidak menuruti keinginan kita. Kita terasa berat untuk mengulang kata yang kadang tidak terdengar jelas oleh orang tua kita karena pendengaran mereka telah berkurang. Kita begitu malu ketika harus menerima kenyataan bahwa orang tua kita bukanlah orang yang sempurna, melainkan hanya seorang yang ringkih tubuhnya, lusuh penampilannya dan tidak memiliki sesuatu yang di banggakan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Tapi tidakkah kita ingat saudaraku bahwa mereka tak pernah malu menjadi petugas kebersihan yang selalu beregelut dengan sampah hanya karena ingin melihat kita bersekolah sebagaimana anak-anak lainnya. Mereka tidak pernah malu menjadi pedagang kaki lima yang kadang harus berlari tersengal-sengal karena dikejar keamanan kota demi untuk membelikan kita jajanan sebagaimana anak-anak lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan kesehatannya dan terus bekerja membanting tulang demi menafkahi kehidupan kita. Mereka tidak pernah bosan mengulang-ulang kata agar kita pandai bicara. Mereka dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kita, walaupun kita kerap menanyakan hal yang sama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Bukankah ringkih tubuh mereka karena begitu kerasnya mereka berjuang agar kita dapat hidup lebih baik dari mereka. Bukankah lusuh penampilan mereka karena mereka terlalu sibuk memikirkan iuran sekolah dan kebutuhan hidup kita lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Mungkin orang tua kita adalah orang tua yang tidak sempurna, orang tua yang memiliki berbagai macam kekurangan. Mungkin bahasa mereka dalam mengungkapkan cintanyapun tidak sepenuhnya kita pahami. Tapi yakinlah bahwa di antara doa-doa panjangnya, sebagian besar adalah doa untuk kebaikan kita. Disetiap peluh keringatnya semata-mata hanya untuk melihat kita bahagia. Di antara amarah dan larangannya adalah bentuk perwujudan cintanya pada kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Saudaraku mumpung waktu itu belum tiba, waktu di mana kita hanya bisa menangis penuh sesal di makamnya karena selama hidupnya kita hanya menyusahkannya dan tidak pernah membuatnya bahagia. Waktu di mana kita tidak bisa memeluk erat tubuh ringkihnya yang penuh kehangatan cinta. Waktu ketika semuanya telah terlambat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Datanglah saudaraku, datanglah kepadanya saat ini seraya mencium dengan takzim punggung tangannya, datanglah dengan senyum merekah dan tutur kata yang lemah lembut. Datanglah dengan lirih berbisik bahwa kita begitu mencintainya. Karena bukan dunia dan isinya yang membuat mereka bahagia, tapi bakti kitalah yang membuat senyum bahagia mereka merekah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Allahummagfirli waliwali dayya warhamhuma kama rabbayani shagirah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">By <span>Muhammad Fatih</span></span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Airmata Rasulullah]]></title>
<link>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=215</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 05:20:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tahajud Call</dc:creator>
<guid>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=215</guid>
<description><![CDATA[Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. &#8220;Bolehkah saya mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.</p>
<p style="text-align:justify;">"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.</p>
<p style="text-align:justify;">Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."</p>
<p style="text-align:justify;">Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"</p>
<p style="text-align:justify;">Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.</p>
<p style="text-align:justify;">NB:<br />
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...</p>
<p style="text-align:justify;">Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.<br />
dudung.net</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 Macam Manusia]]></title>
<link>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=213</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 05:17:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tahajud Call</dc:creator>
<guid>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=213</guid>
<description><![CDATA[Manusia berdasarkan sifatnya dapat dikelompokkan menjadi 5 macam.

Yang tidak butuh sama sekal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Manusia berdasarkan sifatnya dapat dikelompokkan menjadi 5 macam.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Yang tidak butuh sama sekali kepada ALLAH. Mereka biasanya adalah orang-orang yang memang sudah membatu hatinya. Jika ia melihat kebesaran ALLAH, mereka selalu mencari pembenaran apakah melalui logika atau yang lain.</li>
<li>Hanya merasa perlu kepada ALLAH ketika sulit saja. Ketika lapang menghampiri mereka, mereka seringkali melupakan ALLAH, dan tak jarang ketika mereka berkata mengenai apa yang mereka miliki mereka mengatakan "Semua adalah hasil jerih payahku".</li>
<li>Merasa perlu, tapi bersikap sombong. Orang-orang seperti ini adalah mereka sadar bahwa mereka perlu kepada ALLAH, tapi masih saja sok jual mahal di hadapan ALLAH. Contohnya adalah Bani Israil.</li>
<li>Merasa perlu, tapi tidak merasa mampu. Merekalah orang-orang yang tahu dan membutuhkan ALLAH namun tidak mencari tahu cara yang sebenarnya untuk meminta kepada ALLAH. Mereka dicontohkan dengan orang-orang yang menyembah berhala, dsb.</li>
<li>Merasa perlu dengan memadukan antara harapan (<em>raja' </em>) dan takut/kecemasan (<em>khauf</em>).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Maka mari kita renungkan, sejujurnya termasuk ke dalam golongan manakah kita? Maka sejauh apakah kita pantas mendapatkan <a href="http://tahajudcallmq.wordpress.com/2008/08/08/membuka-pertolongan-allah/">pertolongan</a> ALLAH?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Palingkan dari pandangan Manusia]]></title>
<link>http://prabu.wordpress.com/?p=5671</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 03:54:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>prabu</dc:creator>
<guid>http://prabu.wordpress.com/?p=5671</guid>
<description><![CDATA[Perjalanan nabi Isa as menjumpai umat yang tengah melaksanakan ibadah, menghasilkan beberapa jawaban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Perjalanan nabi Isa as menjumpai umat yang tengah melaksanakan ibadah, menghasilkan beberapa jawaban tentang tujuan dan makna ibadah yang mereka lakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Salah satu kelompok umat menyatakan bahwa meraka melakukan ibadah kepada Allah semata-mata karena mengharapkan surga yang telah Allah janjikan. Betapa kenikmatan surga yang tiada terkira, tiada bandingnya di dunia ini, dan tiada terbayangkan akan wujud rasa, mendorong mereka untuk selalu tekun beribadah kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Sementara umat yang lainnya, melakukan semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah karena takut akan siksa neraka yang teramat pedih. Bayangan akan wujud neraka yang mengerikan dengan siksaan yang teramat sangat memilukan hati, membuat mereka dengan semangat selalu tiada lupa beribadah kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Dan umat yang ditemui Nabi Isa as terakhir mengungkapkan bahwa mereka beribadah kepada Allah dengan tujuan memperlihatkan kehinaannya sebagai manusia dihadapan Allah. Mereka berkeyakinan bahwa dirinya selaku makhluk tidak berdaya apa-apa kecuali mengharap pertolongan Allah semata. Mereka mempertontonkan kerendahan dan kelemahan manusia dihadapan Sang Khaliq. Mereka hanya menunjukkan rasa syukur kepada Sang Sempurna melalui ibadah yang dilakukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Nabi Isa membenarkan semua jawaban dari umat yang tengah melakukan ibadah tersebut. Namun beliau mengungkapkan bahwa hakekat dari ibadah yang sebenarnya adalah jawaban umat yang terakhir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Benar bahwa kita menginginkan surga. Tidak salah bahwa kita mengharapkan pertolongan-Nya akan siksa neraka. Namun yang terutama saat beribadah kepada Allah, tunjukanlah bahwa kita selaku manusia yang lemah, kehinaan kita, kelemahan dan ketidakberdayaan kita kepada-Nya dan mengharapkan Rahman dan Rahim-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Mampukah kita mencapai tataran makna hidup sampai ke tahapan yang seperti itu ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Sungguh terjal dan mendaki tinggi jalan yang menuju ke tahap itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Bagaimana tidak. Dalam kehidupan yang kita jalani kini, selalu akan ada dua kubu positif dan negatif, menetang dan mendukung, mencerca dan memuji, kiri dan kanan, hitam dan putih. Semuanya berujung pada sikap dan latar belakang keimanan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Saat kita melakukan kebaikan, tentu akan ada orang yang mendorong kita dengan mendukung akan niat baik yang telah kita lakukan. Tapi jangan salah, pasti ada orang yang dengan sinis akan melihat bahwa yang kita lakukan adalah sia-sia belaka, bahkan menganggap kita sebagai orang yang “sok beriman”, “suka pamer”, “ada maksud tersembunyi”, dan seabreg tuduhan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Memang disatu sisi cemoohan-cemoohan itu merupakan hal yang baik sebagai alat untuk melihat kedalam diri kita yang sebenarnya. Masihkah ada riya’ dari perbuatan baik yang kita lakukan, sudahkah keikhlasan menjadi motor penggerak perbuatan baik kita dan mampukah kita mengendalikan diri. Disisi lain, hinaan itu dapat dijadikan sebagi pelecut semangat bagi kita untuk berbuat lebih baik lagi.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ada nasehat yang bijak saat kita melakukan kebaikan, sikap kita adalah “Palingkan dari pandangan Manusia”. Tujuannya cuma satu yaitu mengharap ridho Allah, bukan pujian atau cacian manusia.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meeting]]></title>
<link>http://alkahfi110.wordpress.com/?p=113</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 03:39:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>alkahfi</dc:creator>
<guid>http://alkahfi110.wordpress.com/?p=113</guid>
<description><![CDATA[Disini  saya akan jelasin tentang topik yg dibahas pada meeting saya, yang menjadi masalah adalah b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Disini<span>  </span>saya akan jelasin tentang topik yg dibahas pada meeting saya, yang menjadi masalah adalah bagaimana meningkatkan omset penjualan marketing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk yang pertama kali kita harus jelaskan tentang<span>  </span>visi dan misi perusahaan, isu yang paling hangat sekarang ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><a href="http://alkahfi110.wordpress.com/files/2008/08/visi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-111" src="http://alkahfi110.wordpress.com/files/2008/08/visi.jpg" alt="" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk mencapai visi dan misi tersebut kita membutuhkan full performance dari beberapa pilar dalam manajemen </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><a href="http://alkahfi110.wordpress.com/files/2008/08/performance.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-112" src="http://alkahfi110.wordpress.com/files/2008/08/performance.jpg" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gema, sebuah  ilustrasi kehidupan]]></title>
<link>http://wagenugraha.wordpress.com/?p=250</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 21:50:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>wagenugraha</dc:creator>
<guid>http://wagenugraha.wordpress.com/?p=250</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari sebuah e-mai dari seorang sahabat masuk ke inbox saya, karena menurut saya menarik saya i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Suatu hari sebuah e-mai dari seorang sahabat masuk ke inbox saya, karena menurut saya menarik saya ingin berbagi kisah hikmah ini dalam blog, sayang dari e-mail yang dikirimkan tidak disebutkan nara sumber kisah ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Once upon a time ….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&#34;">Seorang ayah dan putranya pergi berjalan-jalan ke sebuah lembah. </span><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Sambil berbicara santai layaknya bapak dengan anak yang akrab. Anak yang masih berusia masih belia sangat menyukai perjalanan di lembah itu yang hijau penuh dengan pepohonan yang asri, dihiasi suara-suara burung yang berkicau. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Saat anak itu mengobrol dengan sang bapak sayup-sayup terdengar gema suaranya. Bermula dari rasa ingin tahu yang besar sang anak berteriak dengan lantang: ”siapa engkau ?”.....beberapa saat kemudian terdengan suaranya kembali hasil pentulan di lembah itu ....”siapaa engkaauu ?”. Sang anak mencoba lagi ..”kenapa meniru ?”...suara pantulan kembali bergema ”kenapaaa meniiruuu ?”. Sang anak yang masih belia, sedikit merasa aneh dengan peristiwa itu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Bapak itu melihat kelakuan putranya sambil tersenyum simpul. Sambil menggandeng tangan anaknya, sang bapak pun berteriak dalam lembah itu ...”siapa aku ?”.....sesaat kemudian gema pun terjadi ...”siapaaa akuu ?”. Sang bapak melanjutkan ....”aku pria pemberani !”...gema kembali bergaung ”akuuu priaaa pemberani !”. ”Aku pria bersemangat !” teriak sang bapak .....”Akuuu priaa bersemangaaaat” gaung ”sang gema” menirukan.</span></span></p>
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Putra bapak itu agak sedikit bingung dengan kelakuan ayahnya...”kenapa pak, koq meniru ku ?”. Bapak itu tersenyum ...”nak itulah hidup..bagaikan gema yang tadi kita dengar”, ”apa yang kita berikan untuk hidup kita, hidup orang lain serta kepada Yang Maha Menciptakan, akan kembali lagi hasilnya kepada kita” ujar sang Ayah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">”Jika ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup, tebarlah kebahagaian dan kesuksesan dalam hidup”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">”Jika ingin mendapatkan kebaikan dan kemuliaan dalam hidup...berbuat baik dan berperilaku mulia lah, untuk kehidupanmu dan kehidupan orang lain”, ”balasan kebaikan dan kemuliaan akan engkau dapatkan”, ”jika berbuat kejahatan, cepat atau lambat, buah dari kejahatan itu akan kembali menghampirimu, bagaikan gema yang engkau dengar barusan ”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Sang anak termenung mendengar petuah Ayah nya yang bijak. Kemudian sang anak tersenyum dengan wajah yang cerah..”aku mengerti pak, semoga aku dapat berperilaku seperti itu”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Ayah dan anak tersebut kembali meneruskan perjalanan menyusuri lembah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Analogi yang menarik (menurut saya). Pesan moral cerita ini : apa yang kita berikan dalam hidup ini akan kembali kepada kehidupan kita sendiri, jika kita memberikan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup maka kebaikan dan kebahagiaan akan menghampiri kehidupan kita. <em>What we<span>  </span>get is what we give</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT akan membalas kebaikan walaupun kebaikan itu nilainya sangat kecil (dalam bahasa Al-Qur’an disebutkan bagai ”biji dzarah” , skala atomik ). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><em>Wallahu'alam Bishawab.</em></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://warkahdariku.wordpress.com/?p=156</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 11:12:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>cikhajar</dc:creator>
<guid>http://warkahdariku.wordpress.com/?p=156</guid>
<description><![CDATA[tadi masa aku tengah lepak2 tunggu train.. aku duduk disebelah keluarga&#8230; pada ketika itu ada a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>tadi masa aku tengah lepak2 tunggu train.. aku duduk disebelah keluarga... pada ketika itu ada anak lelaki dan ayahnya sahaja.. anak lelakinya dlm lingkungan 3 tahun lebih kurang byk songeh dan byk bising.. tapi si ayah sabar melayan kerenah anaknya..anaknya merengek2 nak mak nak mak... and tak lama lak tuh mak die sampai.. kemudian mereka berborak2 sambil melayan kerenah anak.. yg paling aku kagumi adalah cara mereka melayan anak mereka.. penuh kasih sayang..anaknya melukis bulatan lantas mendapat pujian dan tepukan tangan dr ibu ayah mereka.. melihat scene itu aku menjadi cemburu.. cemburu kerana dedulu aku tak dilayan camtu... </p>
<p>kemudian makanan sampai.. mereka cuma memesan semangkuk mee panas dan berkongsi bertiga.. mengingatkan aku tentang hikmahnya makan sedulang bersama adik beradik...</p>
<p>ketika aku teringat zaman aku kecik2 dulu. kecik tak kecik sampai aku darjah 6 laa.. malam2 selalu kitorg makan dlm dulang bersama2... alasannya adalah malas nak basuh pinggan dan kadang kala air takder kat umah.. so nak jimatkan air makan dlm dulang..bunyi mcm org miskin kan(tp mmg miskin pon masa tuh).. tapi hikmahnya baru dpt kami rasai sekarang...walau mcm mana pon jauhnya kami adik beradik terpisah.. walau mcm mana teruknya kami gaduh tapi alhamdulillah setakat ini hubungan kami adik beradik masih rapat.. kalau ada masalah alhamdulillah sama2 tangani...</p>
<p>terkadang aku terfikir..mampukah aku teruskan adat dan petua lama ini utk bakal anak2 ku... tau2 je laa anak zaman moden kan.. ya Allah bantulah aku</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[namanya pak oyo...]]></title>
<link>http://mediautamie.wordpress.com/?p=121</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 10:30:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>mediautamie</dc:creator>
<guid>http://mediautamie.wordpress.com/?p=121</guid>
<description><![CDATA[Orangnya pakai polo biru, celana kain krem, topi krem, bersahaja sekali.  Kelihatnnya sudah kepala ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU">Orangnya pakai polo biru, celana kain krem, topi krem, bersahaja sekali.<span>  </span>Kelihatnnya sudah kepala lima-enam usianya. Sudah pantas di<span>  </span>panggil Eyang olehku. Lengkap dengan senyumnya, sekali lagi sederhana sekali.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:&#34;" lang="EN-AU">Selamat siang<span>  </span>Pak</span><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU">… <span style="color:#ff6600;">Siang Bu</span>… <span style="color:green;">Dengan Pak Oyo sendiri yaa</span>… <span style="color:#ff6600;">Iya Ibu, biasanya saya disana, sekarang sama Ibu, (<em>sambil tersenyum</em>)</span>… <span style="color:green;">Iya Bapak, biar kenal semua yang di sini ya Pak</span>… </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:&#34;" lang="EN-AU">Waduhh Ibu perutnya saudah besar ya, waktunya lahiran</span><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU">… <span style="color:green;">Iya ni Pak, insyaallah sebentar lagi</span>… <span style="color:#ff6600;">Saya doakan lancar ya Bu. Nanti kalau lahir semoga sehat, selamat anak ibunya, membawa berkah untuk semuanya</span>… <span style="color:green;">Amien pak amien, terimakasih banyak ya Pak doanya</span>… <span style="color:#ff6600;">Iya Bu, semoga kalau perempuan ya cantik ayu, kalau laki-laki ya ganteng</span>… <span style="color:green;">Amien Pak amien… (<em>alhamdulillah, banyak orang yang mendoakan dengan tulus. Pak Oyo ini sampai membuatku terharu, kelihatan banget dari air<span>  </span>mukanya yang bersahaja</em>)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:&#34;" lang="EN-AU">Bapak kirim kemana</span><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU">… <span style="color:#ff6600;">Saya biasanya kirim dulu ke orang rumah di Tasik sana (Jawa Barat) sebelum saya pulang. Jadi nanti kalau naek kereta, mau kemar kecil atau jalan-jalan gak khawatir bawa-bawa uang, biar tenang. Pan saya urang Sunda,<span>  </span>Bu</span>… <span style="color:green;">Oo iya Pak, betul sekali, biar aman dan tenang juga ya</span>…<span>  </span><span style="color:#ff6600;">Saya sudah kenal sama pak satpam disini Bu, mereka baik mau nuliskan, wong mata saya ndak seberapa jelas. Saya sambil bawa dagangan juga Bu sekalian jalan, sendal-sendal, itu saya titipin di pojokan</span>… <span style="color:green;">O iya Pak Oyo gak papa, ada lagi Pak yang bisa dibantu?</span>... <span style="color:#ff6600;">Sudah Ibu, terimakasih banyak</span>…<span>  </span><span style="color:green;">Terimakasih kembali Pak Oyo, Selamat siang…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU">Mataku terus mengikuti Pak Oyo yang berjalan ke pojokan. Mengambil barang bawaannya. Satu tas travel hitam yang sudah usang dan sebungkus plastik besar berisi beberapa pasang sandal dagangan. Ada satu nasabahku yang tertarik membeli (ntah berniat membeli atau membantu aku nggak tahu). Kalau aku bisa loncat dari dalam meja mungkin bisa ku beli satu sandal. Tapi karena itu jam kerja, aku tahan saja dan Alhamdulillah pak satpam juga senyum2 maklum membiarkan Pak Oyo sejenak menggelar<span>  </span>dagangannya. Yang kepikiran buatku saat itu berdoa untuk Pak Oyo. Buat Pak Oyo, dari hati yang paling dalam aku berdoa “ semoga di sisa umurnya selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT,<span>  </span>mendapat keselamatan-rejeki-kebahagiaan dunia akherat, semoga umurnya barokah. Amien yaa robbalalamien…” </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU">Tertegun, <span> </span>terharu, tapi sangat bangga dan terinspirasi. Dengan usia yang sudah senja, berkelana ratusan kilometer dari rumah demi mencari nafkah yang halal. Namun diwajahnya yang terpancar kesahajaan, senyuman, pantang nenyerah, dan begitu tulusnya mendoakan orang. Ya Allah, begitu berdosanya kalau kita tidak bersyukur atas kehidupan kita. Mungkin banyak Pak Oyo- Pak Oyo yang lain di luar sana, tapi satu Pak Oyo sudah memberi pelajaran hari ini untukku. Untuk lebih bersyukur dan bersyukur dan tetap berikhtiar<span>  </span>di jalan-Nya. Tidak boleh sering mengeluh… karena hidup itu akan lebih indah dengan bersyukur, bikin hidup lebih berasa<span>  </span>menn.. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-AU"><span>J</span></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="EN-AU"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasihat Rasulullah Kepada Aisyah]]></title>
<link>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=209</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:52:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tahajud Call</dc:creator>
<guid>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=209</guid>
<description><![CDATA[Saiyidatuna &#8216;Aisyah r.&#8217;a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :
&#8220;Hai Aisyah, aku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :<br />
"Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini..."</p>
<p>Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.</p>
<p>Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :<br />
Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah<br />
tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.<br />
mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah<br />
membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.</p>
<p>Wahai, Aisyah, ketahuilah :<br />
bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah<br />
bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.<br />
bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.<br />
bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.<br />
bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.<br />
bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;<br />
bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.<br />
bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.<br />
bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.<br />
bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.<br />
<a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/wasiat-rosululloh-saw-kepada-aisyah.html">dudung.net</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasihat Rasulullah Menyambut Ramadhan]]></title>
<link>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=206</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:32:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tahajud Call</dc:creator>
<guid>http://tahajudcallmq.wordpress.com/?p=206</guid>
<description><![CDATA[Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin.</p>
<p style="text-align:justify;">Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sahabat-sahabat bertanya:" Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.</p>
<p style="text-align:justify;">Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya. Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Amirul Mukminin k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?" Jawab Nabi:Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".</p>
<p style="text-align:justify;">___________<br />
Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan.<br />
<a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/nasihat-rasulullah-menyambut-bulan-ramadhan.html">dudung.net</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[8 Keutamaan Do'a]]></title>
<link>http://jaiman1.wordpress.com/?p=81</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 18:05:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>jaiman1</dc:creator>
<guid>http://jaiman1.wordpress.com/?p=81</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Jaiman
Doa adalah senjata umat Islam. Doa yang bisa membuka kesulitan menjadi kemudahan, doa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh : Jaiman</p>
<h1 style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Doa adalah senjata umat Islam. Doa yang bisa membuka kesulitan menjadi kemudahan, doa juga melapangkan hati dari kesulitan dan beban hidup yang sangat berat.<span> </span></span></h1>
<h1 style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Doa adalah inti dan tulang sum sumnya ibadah. Shalat kita doa berarti doa. Setiap hari kita berdoa untuk dalam setiap menjalankan ibadah, hendak berangkat kerja, mau belajar, mau makan dan seterusnya. </span></h1>
<h1 style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Sebagaimana Allah ta’ala berfirman dalam Surat Al “Ankabuut :17 yang artinya: </span></h1>
<h1 style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><em><span style="font-size:12pt;">“<span class="gen">Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta <span> </span>Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.”</span></span></em></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Surat Al “Araaf 56 yang artinya:</span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;"> </span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"><em><span style="font-size:12pt;">“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”</span></em></span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"><em><span style="font-size:12pt;"> </span></em></span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"><em><span style="font-size:12pt;">Dan Surat Al Mukmin :60, artinya</span></em></span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"><em><span style="font-size:12pt;"> </span></em></span></h1>
<h1 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"><em><span style="font-size:12pt;">“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".</span></em></span><em></em></h1>
<p><span class="gen"><em></em></span><em></em></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><strong>Dan Hadist nabi,</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (hadits Qudsi): "Barangsiapa berdo'a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do'anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya." (Ar-Rabii')”</span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">Berikut adalah beberapa keistimewaan do’a::</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>1.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>doa adalah senjatanya kaum muslim</strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">“Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)”</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>2.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita,</strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">”<span lang="SV">Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)”<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>3.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Doa kita untuk orang lain dan sebaliknya, doa orang lain untuk kita dikabulkan Allah ta’ala..</strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)”</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><span lang="SV">Permohonan untuk sesuatu yang berlebihan dan melampaui batas dilarang dan berdoa dengan perkataan seenaknya</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”</span>Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)”</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">Dan </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Apabila kamu berdo'a janganlah berkata, "Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki." Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)”<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="SV">Jangan mendoakan untuk sesuatu keburukan.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)”</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="SV">Bedoalah pada saat yang istimewa, misalnya pada sepertiga malam terakhir dan setelah shalat fardhu, juga antara adhan dan iqamah.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)”<br />
” </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">Dan </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)”<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="SV"><span>7.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="SV">Doanya orang berpuasa, penguasa yang adil dan orang yang dizhalimi dikabulkan Allah.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">”Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Tirmidzi)”<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="SV"><span>8.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="SV">Menolong saudara muslim lain pada saat menghadapi kesulitan memudahkan terkabulnya doa.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">“Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)”</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Keutamaan Kaum Muslim]]></title>
<link>http://jaiman1.wordpress.com/?p=78</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 17:59:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>jaiman1</dc:creator>
<guid>http://jaiman1.wordpress.com/?p=78</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Jaiman
Bahwa risalah kenabian Muhammad saw,, bertujuan untuk memperbaiki akhlak manusia di muk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: Jaiman</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">Bahwa risalah kenabian Muhammad saw,, bertujuan untuk memperbaiki akhlak manusia di muka bumi yang mengalami kerusakan setelah masa kenabian yang telah berlalu beberapa abad sebelumnya.</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span> </span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">Dengan demikian umat Rasulullah Muhammad saw. menjadi istimewa. Umat Islam harus menjadi rahmatan lil’alami sebagaimana firman Allah ta’ala : dalam Surat Al Ambiya:107, “<strong><em>Wamaa arsalnaka illa rahmatan lil a’alamin”</em></strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen">“Dan tiadalah Kami mengutus kamu wahai Muhammad saw.,, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. </span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"> </span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen">Dengan demikian umat Muslim sudah sewajarnya kalau menjadi bagian terbaik dan rahmatan lil alamin untuk bumi Allah. Menyebarkan kebajikan dan menjadi teladan bagi umat-umat lainnya. Umat muslim harus istimewa karena beberapa hal berikut ini::</span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"> </span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span class="gen"><strong><span>1.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong></span><!--[endif]--><span class="gen"><strong>Do’anya dikabulkan Allah, sebagaimana hadist Nabi </strong></span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span class="gen"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka Allah akan menerimanya (mengabulkannya). (HR. Bukhari dan Muslim)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong>Keringanan dalam menjalankan ibadah. Misalnya pada saat berpuasa dalam perjalanan kita diperkenankan berbuka. Juga dalam hal shalat, kita dipernankan meng-goshar sebagaimana hadist Nabi saw</strong>,</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>3.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Menyukai kebaikan dan membenci kemungkaran sebagaimana hadist Nabi saw::</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu Ya'la)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>4.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Sesama Muslim hatinya sangat dekat, saling memenuhi kewajiban dan haknya sebagaimana hadist Nabi saw:</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"><strong> </strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat. (HR. Ibnu Baabawih)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>5.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Apabila mendapatkan nikmat bersyukur dan apabila mendapat musibah beristiqfar,</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">Dan</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">.”Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, "Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu", tetapi katakanlah, "Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya." Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: "andaikata" dan "jikalau" membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan." (HR. Muslim)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>6.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Menyelamatkan saudara muslim lainnya<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Seorang muslim ialah yang menyelamatkan kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya. Seorang mukmin ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka, dan seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan (kejahatan). (HR. Ahmad)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>7.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Tidak boleh melakukan kesalahan yang sama dua kali.</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"><strong> </strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Seorang mukmin tidak akan digigit dua kali dari lobang yang satu (sama). (Mutafaq'alaih)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>8.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Melaksanakan perintah Allah, tetapi tidak membahayakan umat lainnya yang menentang Allah ta’ala.</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Akan ada suatu umat dari umatku yang masih tetap melaksanakan perintah Allah, maka tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang mengecewakan dan menentangnya dan sampai tiba ketentuan Allah mereka tetap dalam penderitaan tersebut. (HR. Al Hakim)”<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>9.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Tidak menakut-nakuti saudara muslim lainnya</strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti saudaranya yang muslim. (HR. Abu Dawud)”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>10.<span style="font-family:&#34;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Bukan pengumpat dan mengutuk </strong></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">“Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari”</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">Paiton, 6 Agustus 2008.</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Qiyadah Al Islami, Banarkah Aliran Sesat?]]></title>
<link>http://jaiman1.wordpress.com/?p=75</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 17:48:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>jaiman1</dc:creator>
<guid>http://jaiman1.wordpress.com/?p=75</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Jaiman
Bulan Oktober 2007, sorotan media massa tertuju pada aliran Qiyadah Al Islami yang did]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Jaiman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Bulan Oktober 2007, sorotan media massa tertuju pada aliran Qiyadah Al Islami yang dideklarasikan oleh Ahmad Mussadik alias Abu Salam. Seorang pris berumur sekitar 55 tahun <span> </span>pensiunan pegawai negeri asal Bogor. Asal muasal munculnya aliran ini adalah wahyu yang diterima oleh Mussadik di tempat petilasannya di sebuah kaki bukit di daerah Bogor.<span> </span>Di sebuah gubuk kecil berdiri di atas semak-semak bukit tersebut Mussadik merasa mendapatkan wahyu kemudian mengatakan dirinya adalah rasulullah sama dengen Nabi Muhammad saw, Nabi Isa as, Nabi Musa as atau nabi lainnya. Konon Mussadik melakukan tapa brata sekitar 5 tahun yang kemudian dia merasa didatangi oleh Jibril dan menyampaikan wahyu dari Allah swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Sesungguhnya apa Qiyadah Al Islami? Beberapa tahun lalu organisasi pengajian ini berkembang di kalangan anak muda yang berpengetahuan dangkal tentang ajaran Agama Islam. Mereka melakukan pengajian dari rumah ke rumah anggota. Jumlah mereka juga relatif kecil. Tidak ada yang menonjol pada gerakan ini. Mungkin karena jumlahnya sangat sedikit, jangkauannya juga sangat terbatas dan tidak ada publikasi apapun dengan gerakan ini. Mungkin juga karena ajarannnya tidak dianggap menyimpang oleh masyarakat sekitar. Sama saja mereka juga mengaku Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan rasul, Al-quran adalah kitab suci satu-satunya yang hak, <em>syahadatain</em> yang umum diucapkan sama, ‘Bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Pemicu kemarahan massa adalah publikasi bahwa Qiyadah Al Islami menngajarkan sahadatain yang berbeda, Muhammad rasulullah diganti dengan Ahmad Mussadik rasulullah yaitu dengan lafal sebagai berikut “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Ahmad Mussadik adalah rasulullah”. Kontan saja masyarakat berang dengan pernyataan ini. Di media TV swasta dia sempat diwawancarai tentang ajarannnya, dan dengan terang terangan mengatakan bahwa dia telah menerima wahyu dan dari Malaikat Jibril dan diangkat sebagai rasul. Sejak itu dia menyatakan sebagai rasulullah dan mengajarkan sebagaimana yang telah dia yakini. Ada beberapa catatan yang bisa ditekankan di sini, pada saat wawancara dengan presenter TV cara bicara dan paparannya membuat orang berpikir, bahwa ada kemungkinan bahwa ajaran ini benar, bukankah tanda-tanda kerusakan jaman sudah terlihat di depan mata. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Kerusakan moral, prostitusi, korupsi, perjudian, pembunuhan, perampasan hak dan kerusakan lainnya. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Sementara itu juga ada kerusakan bumi dengan nyata terpampang di depan mata. Hutan gundul, laut tercemer, udara penuh karbon monoksida, matahari terik bersinar menyengat bumi, tanah dan air penuh bendah beracun. Manusia menjadi beringas, kejam, serakah dan mudah melakukan kerusakan. Ketegangan antar manusia menjadi berita sehari-hari di media massa. Apa yang salah dengan segala kerusakan ini? Apakah waktu yang dijanjikan Tuhan sudah dekat? Benarkan sekarang waktunya Tuhan memberikan rahmatnya kepada manusia setelah sekian lama terombang ambing tanpa akhir?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Mussadik menyatakan diri sebagai ratu adil dan mencoba menjadi pahlawan kebajikan dengan caranya. Benarkah ini? Sangat sulit untuk mengatakan dia salah atau benar, karena kebenaran yang di perdebatkan tidak berpijak pada landasan yang sama. Kalau misalnya Mussadik dan pengikutnya meyakini bahwa ajaran Mussadik benar atas keyakinan mereka sendiri, apakah kita bisa mengatakan keyakinannya salah? Sama juga pada saat seorang ilmuwan akademisi melakukan riset bertahun-tahun tentang perilaku konsumen mobil di Indonesia. Setelah melakukan riset cukup lama dengan menggunakan metode yang sahih, disimpulkan bahwa mayoritas konsumen mobil di indonesia menyukai mobil dengan kriteria sebagai berikut, kapasitas besar karena akan digunakan juga untuk keluarga, kapasitas penumpang adalah 6 sd 7 orang. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Masalah harga sekitas 100 juta sampai dengan 200 juta. Untuk model, sebaiknya tidak terlalu jumbo, justru minimalis sangat disukai karena karakter jalan di Indonesia relatif sempit. Perawatan juga menjadi priorotas, dimana ketersediaan suku cadang dan biaya perawatan harus diperhatikan. Empat kriteria ini dipublikasikan oleh ilmuwan tersebut, tetapi kemudian mendapatkan kritikan dari ilmuwan lainnya bahkan cukup banyak masyarakat yang tidak percaya dengan riset ini, karena kesimpulan ini tidak benar menurut periset lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Terjadilah debat sengit antara yang sepakat dan kontra, mereka memiliki dasar sendiri mengapa menyakini pendapat ini dan tidak sependapat. Saya khawatir bahwa sejatinya debat panjang yang berlanjut dengan pengadilan terhadap aliran Qiyadah Al Islami sama dengan reset konsumen ini, yaitu keyakinan yang bersifat temporer dan geografis sekali. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Bisa jadi hasil riset ini banar untuk saat ini dan salah pada masa yang akan datang. Artinya kebanaran yang diyakini oleh mereka hanya relatifitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Apakah mereka yang meyakini Qiyadah Al Islami benar-benar sesat? Saya agak berhati-hati melakukan justifikasi dengan fatwah sesat atau haram yang dikeluarkan oleh MUI beberapa hari lalu. Siapa sesungguhnya Al Qiyaddah, jangan-jangan ini sama dengan ajaran Mirza Gulan Achmad yang mengajarkan aliran Ahmadiyah dari India, atau ajaran kerajaan Eden ala Lia Aminuddin, atau juga ajaran shalat dua bahasa ala Gus Roy dari Malang. Mungkin di belahan dunia lain masih ada paham-paham yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Sesungguhnya siapa yang sesat? Tersesat yaitu suatu kondisi di mana seseorang tidak tahu arah lagi kemana harus melanjutkan perjalanan atau tujuan akhirnya. Bagi mereka tidak ada jalan lain kecuali bertanya kepada orang lain yang tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Orang bisa tersesat karena melakukan sesuatu tanpa pengatahuan cukup, tetapi perjalanan tetap dilanjutkan sampai dengan kondisi buntu dan tidak punya ide untuk melanjutkan tujuannya. Sebagai contuh adalah, seseorang hendak pergi ke Jakarta dari Surabaya dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tanpa persiapan apapun perjalalan laaaangsung dimulai. Dengan cara seperti ini ada kemungkinan besar perjalan ini tidak akan sampai pada tujuan. Bahkan dua resiko telah ada di depan mata, pertama pemilihan alat transportasi salah, karena jarak yang akan ditempuh sangat jauh, seyogyanya menggunakan kendaraan yang lebih layak, yaitu mobil roda empat yang baik dan layak karena jaraknya sangat jauh. Kalau perjalanan dilakukan dengan sepeda motor, bisa jadi akan mengalami capai luar biasa. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Rawan kecelakaan di jalan, sakit karena cuaca dan teriknya matahari. Ini artinya kemungkinan seseorang menjadi tersesat karena dari awal sudah tidak tahu arah tujuan, sehingga step berikutnya juga makin sering mengalami ketersesatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span> </span>Apakah hal di atas bisa dianalogikan dengan aliran Al Qiyadah? Tanpa bermaksud menghakimi aliran ini, tetapi ada kecenderungan kesesatan ini benar dan nyata karena Mussadik tidak memiliki pengetahuan cukup tentang Islam secara komprehensif. Dia tidak belajar Islam dari nara sumber yang paling terpercaya, yaitu pada ulama yang dipercaya dengan baik keilmuannnya. Islam yang diajarkannnya hanya sebatas pencarian Tuhan melalui media yang tidak wajar dan priimitif. Tapa, semedi, nyepi dan sebagainya dijadikan sebagai dalil bahwa dia telah menjadi orang yang tahu ajaran Islam dengan kaffah. Jelas ini ajaran yang tidak dilandasi dengan pondasi keilmuan yang cukup. Tidak layak sama sekali dia menyebut Islam di belakang kesesatannya. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Islam ini agung, karena diberikan langsung oleh Allah. Mudah mudahan mereka segera menemukan jalan kebanaran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Paiton, 7 November 2007.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kisah si tanah]]></title>
<link>http://viridianlife.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 08:37:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>viridianlife</dc:creator>
<guid>http://viridianlife.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[

30 Juli 2008
 
Hari itu ada kicau burung beterbangan, taburan sinar matahari yang cemerlang, dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span>30 Juli 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span>Hari itu ada kicau burung beterbangan, taburan sinar matahari yang cemerlang, dan tiupan angin yang berhembus sepoi2. Si tanah senang karena hidupnya damai bebas tak terusik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">   </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span>Tapi, tiba2 datang hujan, dan si tanah mulai mengeluhkan rintikannya yang membuat dirinya becek. Hujan makin deras, dan si tanah panik takut ia menjadi longsor. Tapi si tanah berusaha tetap sabar menerima deraan hujan yang datang itu dan berusaha manyerapnya. Ia tak menyadari bahwa di dalam dirinya, sebuah benih yang tidak terlihat, sedang bersyukur mendapatkan sang air hujan… </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">  </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span>Hari demi hari dilalui dengan diselingi hujan dan matahari. Keluh dan gerutu silih berganti dengan pekik senang dan senyum cerah si tanah. Sampai suatu saat, datang hujan deras yang lebih kuat lagi. Tapi si tanah tak cemas akan genangan air, pun ia tak takut akan longsor. Ia pun kini aman terlindungi karena sudah ada pohon rindang yang tumbuh di atasnya. Dedaunannya melindunginya dari hujan dan akar kokohnya melindunginya dari longsor, dan kini ia pun telah menjadi tanah yang lebih berguna dari sekadar tanah biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">  </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span>Andaikan hujan tak pernah datang menimpanya, atau si tanah tidak mau menyerap airnya, mungkin benih di dalamnya itu kini telah mati, tanah itu mungkin akan longsor saat ada hujan deras, atau menjadi tanah becek yang diumpat orang saat hujan rintik2, tanpa ia tahu bahwa benih yang bertemu air itulah yang kelak akan menjadikannya sesosok tanah yang tangguh dan bermanfaat bagi dirinya dan sekitarnya...</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Saya Sudah Bertemu Malaikat Jibril!!!"]]></title>
<link>http://musadiqmarhaban.wordpress.com/?p=1385</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:54:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Musadiq Marhaban</dc:creator>
<guid>http://musadiqmarhaban.wordpress.com/?p=1385</guid>
<description><![CDATA[  &#8230; dasar zaman edan &#8230;  
Beberapa artikel saya tentang Akhir Zaman ternyata mendapat res]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>:roll: ... dasar zaman edan ... :lol:</p>
<p>Beberapa artikel saya tentang Akhir Zaman ternyata mendapat respon dari seseorang yang mengklaim dirinya telah bertemu dengan "Malaikat Jibril as". Pengalamannya itu menceritakan bagaimana dia "konon" pernah bertemu dan  <em>chatting</em> sama "Malaikat Jibril as" ...</p>
<p>Hemm ... pengalaman orang ini justru semakin menguatkan salah satu tanda Akhir Zaman sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Rasul saw. Beliau saw bersabda:</p>
<p><!--more obral ... obral ... :mrgreen: --></p>
<p>“Saat terakhir tak akan tiba sebelum muncul 30 dajjal (para pendusta) yang masing-masing mengaku sebagai nabi Allah.” (Hr. Abu Dawud).</p>
<p>:lol:</p>
<p>Begini <a title="Komentar aneh tapi nyata!" href="http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2007/03/14/imam-mahdi-dalam-tinjauan-kristologi/#comment-9082" target="_blank">komentar</a> selengkapnya yang masuk ke blog saya ...</p>
<blockquote><p>Ass.wr.wb,</p>
<p>Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.</p>
<p>Beginilah ceritanya:<br />
Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.<br />
Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!<br />
Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.<br />
Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.<br />
Saya jawab wallaikumsalam.<br />
Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!<br />
Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.<br />
Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.<br />
Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.<br />
Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.<br />
Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.<br />
-Allahhuakhbar33x<br />
-Subhanallah33x<br />
-Alhamdulillah33x<br />
-Allah S.W.T33x<br />
-Laillahhailallah33x<br />
-Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x<br />
Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!<br />
1.jangan engkau sombong<br />
2.bersabarlah<br />
3.sayang kepada kedua orang tua<br />
4.jangan engkau membuat kesalahan<br />
Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.</p>
<p>Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.<br />
Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.</p>
<p>Apakah kita sudah bersiap untuk akhir zaman?</p>
<p>Wassalam.</p></blockquote>
<p>Lemahnya sistem kepemimpinan Muslim mayoritas telah mengakibatkan melemahnya sistem pendidikan dan pengendalian sosial yang ada pada mereka.</p>
<p>Banyaknya kasus pengakuan sebagai nabi terakhir di Indonesia, Malaysia, Pakistan, India dan di beberapa tempat lainnya, misalnya, merupakan bukti nyata atas semakin lemahnya pengendalian ulama atas umat.</p>
<p>Meskipun Muslim Mayoritas berpanjikan satu lebel nama, namun dari sisi ideologi maupun sosial, sektarianisme dan pengkotak-kotakkan komunitas terjadi dengan sangat intens. Dan masing-masing sekte (partai, basis ideologi atau apapun istilahnya) beranggapan bahwa sistem dan pola hidup keislaman yang mereka tawarkan adalah yang terbaik.</p>
<p>Tanpa adanya satu pemimpin yang mampu mengontrol dan mengawasi sistem kehidupan umat ditambah  syiar ulama mereka yang semata-mata hanya membesarkan "nama baik" pribadi atau komunitasnya telah mengakibatkan masyarakat Muslim kebanyakan menjadi berpikir liar dan mengarahkan mereka pada radikalisme dan anarkisme.</p>
<p>Kondisi-kondisi yang kita hadapi saat ini semakin menguatkan beberapa indikator tentang tanda-tanda Akhir Zaman lainnya sebagaimana dinubuatkan oleh Rasulullah saw.</p>
<ul>
<li>“Akan ada tahun-tahun penipuan, dimana orang-orang memiliki amanah tidak akan dipercaya sedangkan orang yang pembohong akan dipercaya.” (Ibnu Katsir).</li>
<li>“Akan tiba tahun-tahun terjadinya kebingungan. Orang-orang akan mempercayai pembohong dan tidak percaya orang yang berkata jujur. Orang-orang tidak akan mempercayai seorang yang<br />
memiliki sifat amanah, dan mempercayai orang yang memiliki sifat khianat.” (Hr. Ahmad).</li>
<li>“Pada akhir zaman orang-orang akan menjalankan perniagaan mereka namun hampir tidak ada seorang pun yang dapat dipercaya.” (Hr. Bukhari, Muslim).</li>
<li>“Sebelum tiba hari kiamat akan ada salam khusus bagi orang-orang yang diistimewakan.” (Hr.<br />
Ahmad).</li>
<li>“Tidak akan ada pengadilan hingga salam tidak diberikan kepada orang-orang namun hanya kepada orang tertentu saja.”</li>
<li>“Hanya orang-orang yang dikenal saja yang akan mendapatkan ucapan salam.”</li>
<li>“Kepicikan dan keserakahan akan berlipat ganda.” (Hr. Muslim dan Ibnu Majah)</li>
<li>“Ketika pengadilan makin dekat…orang-orang yang paling dihormati pada zaman itu adalah penjilat dan orang-orang yang suka mencari muka.” (Hr. Bukhari, Muslim).</li>
<li>“Saat akhir tidak akan tiba hingga munculnya orang-orang yang mencari nafkah dengan lidah mereka sebagaimana halnya sapi makan dengan lidahnya.” (Hr. Tirmidzi).</li>
<li>“Mendekati as sa’ah akan muncul suatu waktu dimana ilmu agama akan dicabut (lenyap) dan kebodohan menyebar-nyebar dimana-mana…” (Hr. Bukhari).</li>
<li>“Akan tiba suatu masa pada umatku, tatkala tak ada yang tersisa dari Al qur’an kecuali bentuk lahirnya, tak ada yang tersisa dari islam kecuali namanya dan mereka akan menyebut diri mereka dengan nama ini walaupun mereka adalah orang-orang yang paling jauh darinya.” (Ibnu Babuya,<br />
Tsawab al-‘amal).</li>
<li>“Akan tiba suatu masa pada umatku tatkala orang-orang akan membaca Al qur’an itu tidak akan jauh menuju qolbu mereka, sebatas tenggorokan mereka saja.” (Hr. Bukhari).</li>
<li>“Akan tiba suatu saat di mana seorang laki-laki tidak perduli lagi tentang bagaimana caranya dia memperoleh sesuatu, entah itu dengan cara yang halal ataukan haram.” (Hr. Bukhari).</li>
<li>“Akan tampak pada masa akhir nanti orang-orang yang akan memperoleh keuntungan duniawi dengan menggunakan agama.” (Hr. Tirmidzi).</li>
<li>“Menjelang hari kiamat amal saleh makin sedikit.” (Hr. Bukhari)</li>
<li>“Perzinaan akan lazim dilakukan secara terang-terangan.” (Hr. Bukhari).</li>
<li>“Saat akhir tidak akan tiba hingga mereka (orang-orang jahat) berbuat zina di jalan-jalan (tempat lalu lintas umu).” (Hr. Ibnu Hibban dan Bazzar).</li>
<li>“Laki-laki akan meniru perempuan dan perempuan akan meniru laki-laki.” (‘Allamah Jalaludin Suyuthi, ad-Durr-Mantsur).</li>
<li>“Orang-orang akan memperturutkan hawa nafsunya dalam melakukan perbuatan homoseksual dan lesbianisme.” (Al Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul ‘Ummaal)</li>
<li>“Orang-orang miskin akan bertambah jumlahnya.” (Amal ad-Din al Qazwini, Mufid al-‘Ulum Ma-mubid alhulum).</li>
<li>“Kekayaan hanya dibagikan di kalangan orang kaya saja, dengan tidak ada manfaatnya bagi orang-orang miskin.” (Hr. Tirmidzi)</li>
</ul>
<p>Mencuatnya sikap sensitif dan emosional di kalangan Muslim mayoritas saat ini adalah salah satu bukti lain bahwa mereka sudah muak dengan kompleksitas ideologi yang mereka anut dan juga terhadap sikap ulama mereka yang lebih mementingkan kemaslahatan pribadi daripada masyarakat.</p>
<blockquote><p>Semoga Allah melindungi kita semua dari tipu daya sufyani dan al-masih ad-dajjal ...</p>
<p>Silahkan membaca Surat Al-Fatihah yang diawali dengan membaca Salawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya ...</p>
<p>Allahumma shalli 'ala Muhammad wa Aali Muhammad ... lalu silahkan membaca Surat Al-Fatihah ...</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Per" sebagai Penumbuh Motivasi]]></title>
<link>http://yuamar.wordpress.com/?p=95</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:16:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuamar</dc:creator>
<guid>http://yuamar.wordpress.com/?p=95</guid>
<description><![CDATA[Lagi…saya ingin berbagi dengan teman-teman semua tentang konsep menyikapi sebuah ujian yang tejadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="color:#002060;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Lagi…saya ingin berbagi dengan teman-teman semua <a href="http://yuamar.files.wordpress.com/2008/08/pegas.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-98" src="http://yuamar.wordpress.com/files/2008/08/pegas.jpg?w=106" alt="" width="106" height="150" /></a>tentang konsep menyikapi sebuah ujian yang tejadi kepada kita. Ini dikutip dari seorang trainer yang bernama K Gun Gun, alumni TL 98 ITB, yang mengisi suatu materi tentang “ <strong>Karakter Pembelajar </strong>”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="color:#002060;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Jadi,,dalam menyikapi suatu ujian, permasalahan, tantangan, rintangan yang menimpa kita, maka pandangilah itu bagaikan <strong>per</strong>. Yup.. suatu per pegas. Ada apa dengan per pegas itu? <!--more--></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="color:#943634;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Bila kita diamkan per itu, maka per itu pun akan diam. Akan tetapi, bila kita tekan per itu, maka per itu juga tertekan, dan saat kita lepaskan, apa yang terjadi? Benar,,per itu akan mendorong ke atas dengan cepat. Semakin besar tekanannya, semakin kuat pula dorongannya yang dilakukan pegas itu..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#943634;font-family:&#34;">Apa hikmah yang bisa kita petik</span></strong><span style="color:#943634;font-family:&#34;">?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="color:#4f6228;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Masalah, ujian, tantangan, rintangan, hamabtan <span> </span>yang menimpa kita itu, ketahuilah, itu semua akan membuat kita menjadi lebih kuat, layaknya per tadi. Ujian yang tak henti-hentinya menimpa kita, akan menjadikan kita lebih memiliki motivasi, dorongan untuk bangkit kembali. Bangkit dengan semangat yang tinggi untuk melakukan dengan lebih baik lagi…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="color:#4f6228;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ya…itulah teori “ Per “.. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="color:#4f6228;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Seorang pembelajar akan terus belajar dari kegagalannya untuk bisa memperbaikinya menjadi manusia yang lebih berkualitas. Jadikanlah dunia ini menjadi “Universitas kehidupan” dimana kita belajar dari setiap kejadian-kejadian yang terjadi pada diri kita, belajar dari pengalaman kita, , belajar dari orang lain, dan belajar dari alam semesta ini yang telah Allah Ciptakan dengan sangat sempurna, tanpa cacat sedikitpun. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><em><span style="color:#002060;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tiada yang Allah Ciptakan dan Tetapkan di dunia ini yang sia-sia.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH-KISAH YANG MERUBAH DUNIA]]></title>
<link>http://chaliim.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:59:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cha Lym</dc:creator>
<guid>http://chaliim.wordpress.com/?p=237</guid>
<description><![CDATA[
*KISAH KERTAS LEKAT CATATAN &#8221; POST-IT &#8220;*
Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://chaliim.files.wordpress.com/2008/08/indonesia-tercinta.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-240" src="http://chaliim.wordpress.com/files/2008/08/indonesia-tercinta.jpg?w=180" alt="" width="180" height="135" /></a></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">*KISAH KERTAS LEKAT CATATAN " POST-IT "*</span></strong><br />
Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat. Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya - 3M - telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi.</p>
<p>Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu, ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang di edarkan oleh 3M adalah lebih dari US$100 juta. Oleh karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta setiap tahun.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>*KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER*</strong></span><br />
Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts, Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang, bagaimana keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut. Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika berita itu disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel Hawthorne. Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel Hawthorne dengan penuh kemesraan seraya berkata '' Abang sekarang tentunya punya waktu untuk menulis buku. '' Nathaniel Hawthorne mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel Hawthorne kemudian terus menulis dan menghasilkan sebuah novel yang termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>*KISAH UNITED PARCEL SERVICE*</strong></span><br />
James E. Casey, penggagas UPS (United Parcel Service) terpaksa berhenti sekolah ketika berusia 11 tahun guna membantu keluarganya karena ayahnya tidak sehat. Pekerjaan pertama yang diperoleh adalah mengantar pembungkus ke sebuah gudang serba ada dengan gaji bulan sebesar US$2,50. Selain itu, dia juga bekerja sebagai pengantar telegraf di perusahaan telegraf. Ketika beusia 15 tahun, James E.Casey dan 2 orang rekannya yang bekerja sebagai pengantar telegraf memulai usaha sendiri yang kemudian teryata menjadi berhasil. Dari pengantar berjalan kaki, naik sepeda, dan sepeda motor, ia berkembang menggunakan truk. Saat ini, United Parcel Service mempunyai lebih dari 340.00 karyawan di seluruh dunia dengan omset per tahun lebih dari<br />
US$22 milyar.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>*KISAH HOTEL HILTON*</strong></span><br />
Conrad Nicholson Hilton - anak kedua dari 8 orang kakak beradik dilahirkan pada tahun 1887 di San Antonio, wilayah Meksiko. Ayahnya seorang pendatang dari Norway, seorang yang tekun barusaha tetapi telah mengalami beberapa kerugian dalam bisnis. Bisnis utamanya adalah sebuah toko kelontong. Keuntungan yang di peroleh memungkinkan mereka membangun sebuah rumah besar dengan beberapa kamar. Semasa resesi pada tahun 1907, uang sulit di peroleh. Dengan uang simpanan, Conrad pergi ke stasiun kereta api untuk mengiklankan bisnisnya. Dengan tarif US $ 1 para penginap diberikan layanan ramah dengan sebuah kamar yang bersih dan hidangan makanan yang di masak oleh Nyonya Mary Hilton ( ibunya ). Akhirnya Conrad sukses mengelola hotelnya sendiri dan selepas era resesi ekonomi, Hilton terus terlibat dalam bisnis apa saja yang bisa diceburi, membangun jaringan Hotel Hilton sehingga menjadi sebuah organisasi yang dihormati dalam memberikan layanan ramah dan paling baik di dunia.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>*KISAH KFC (KENTUCKY FRIED CHIKEN)*</strong></span><br />
Kolonel Harland D. Sanders lahir pada tahun 1890 di sebuah ladang yang berdekatan dengan Hendryville, Indiana. Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun. Itu menyebabkan ibunya harus bekerja sebagai tukang jahit baju sedangkan ia juga terpaksa menjaga adik - adiknya yang masih kecil. Pada saat itulah ibunya mengajarkan seni masakan daerah. Tidak berapa lama setelah ibunya kawin lagi, Harland D. Sanders yang pada saat itu berusia 12 tahun telah berhenti sekolah. Dia keluar rumah untuk mulai bekerja. Di antara pekerjaan awalnya termasuk bertani, penyelia pekerjaan landasan kereta api, kondektur, penjual asuransi, masinis, kapal uap, dan masih banyak lagi. Akhirnya, Harland D. Sanders membuka sebuah terminal layanan yang sukses di mana dia menyediakan masakan istimewa kepada para pelanggan - ayam goreng, semeja 6 orang.</p>
<p>Nampaknya nasib malang merupakan teman setia Sanders. Pada tahun 1939, bisnisnya terpuruk dan nyaris bangkrut. Tanpa rasa putus asa, Sanders mendirikan sebuah restoran dan motel dengan gaya baru. Siapa pun yang ingin mengunakan telepon umum atau hendak ke toilet wanita harus melalui replika kamar motelnya yang terdapat di situ. Iklan ini sukses untuk mengembangkan bisnis motelnya. Ketika pendapatan yang di peroleh agak bagus, satu masalah lain muncul. Ada jalan raya baru yang membuat semua pelanggan lebih suka lewat jalan baru itu sehingah tidak melewati motelnya. Tingkat hunian motel mulai merosot, dan Sanders melelang semua bisnisnya. Namun hasil jualannya hanya cukup untuk membayar hutang yang ada.</p>
<p>Meski Harland D. Sanders sudah berusia 66 tahun ketika itu, ia tidak mempunyai apa-apa yang dapat dibanggakan. Dengan hidup di bawah tanggungan dinas sosial, Sanders berencana mencari segmen pasar baru yang sesuai. Satu-satunya harta paling bernilai yang dimilikinya adalah resep rahasia yang diberi nama "ayam goreng kentucky". Menjelang tahun 1956, Sanders telah berhasil meyakinkan belasan restoran guna memasak dan menjual ayam goreng Kentucky; dan memberinya US 4 sen sebagai royalti untuk setiap potong ayam goreng yang terjual. Gembira dengan kesuksesan yang di peroleh, Sanders lalu memuati mobil pikap model 1946 miliknya dengan 50 resep ramuan bumbu dan sebuah periuk untuk ditawarkan kepada beberapa orang yang mau membeli waralaba resepnya. Menjelang tahun 1960, sebanyak 400 buah restoran di Amerika dan Kanada telah meyediakan ayam goreng Kentucky. Dalam waktu 4 tahun, jumlah tempat jualan ayam goreng Kentucky telah meningkat menjadi 650 restoran dengan omset penjualan per tahun bernilai US$37 juta. Saat ini terdapat hampir 10.000 restoran ayam goreng kentucky di seluruh dunia dengan lebih dari 200.000 karyawan dan omset penjualan per tahun lebih dari US$8.2 milyar..</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>*SI BUDAK FRED DOUGLAS*</strong></span><br />
Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan dirinya bukan lagi miliknya pada saat masih dalam kandungan ibunya. Sebagai anak budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari dimana ibunya harus berjalan sejauh dua belas kilometer hanya untuk bertemu anaknya selama satu jam. Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan embaca. Namun, tanpa diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam waktu singkat, ia sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.</p>
<p>Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket, ia berpidato, mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang ditimbulkannya sedemikian baik sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts. Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak. Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New  Era di Washington. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi kepada District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun. Apakah keadaan Anda lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>*KISAH MICHAEL FARADAY*</strong></span><br />
Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda melarat, Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang jilid dan penjual buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid Encyclopedia Brittanica, perhatiannya tertarik pada karangan tentang listrik dan ia membacanya sampai habis. Ia membeli botol kecil, panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya untuk melakukan percobaan-percobaan . Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan mengajak ia mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry Davy. Faraday mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada sarjana besar itu. Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti di depan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan kepada Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-hampir tidak mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir Humphry Davy dan bekerja pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-alat laboratorium dan membawanya ke ruang kuliah.</p>
<p>Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik Davy saat yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan mengadakan percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa meletus. Michael pun dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-percobaan . Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan ceramah di depan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi profesor di Akademi Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam terbesar di jamannya. Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir Humphry Davy, apakah penemuannya yang terbesar, maka jawabannya adalah: Michael Faraday.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">"*MEREKA YANG BERHASIL ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT SEBUAH PONDASI YANG KOKOH DARI BATU BATA YANG DILEMPARKAN OLEH ORANG LAIN KEPADANYA*".</span><br />
**********<br />
MOTTO: "*Saya melewati hari ini hanya sekali; karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apapun yang bisa saya perbuat kepada siapapun, biarlah saya melakukannya sekarang. Jangan biarkan saya mengabaikannya, karena pasti saya tidak akan melewati hari ini lagi*."<br />
**********</p>
<p>www.pengumuman.tk</p>
<p>forum AMI(Arsitek Muda Indonesia)</p>
<p>Berikut ada Tips dan Triks dari Pak Budi Jatmiko untuk mengembangkan bisnis Anda:</p>
<p>1. Tulis semua gagasan/ide, pelajari karakter, potensi yg akan dikembangkan.<br />
2. Uji ide Anda pada orang2 yg di bidang.<br />
3. Terima saran dan masukan dari ahli.<br />
4. Aplikasikan pada kenyataan dlm bisnis anda.<br />
5. Terus mencoba dan tidak putus asa.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kota Suci Qom di Iran: Kota Sejuta Ulama-Pejuang Islam.]]></title>
<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=713</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:04:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
<guid>http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=713</guid>
<description><![CDATA[

Qom duapuluh tiga juli 2004
by Saleh Alatas
Jam ditangan seolah meniru onggokan batu yang nampak d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;color:#333399;">Qom</span></strong><strong><span style="font-size:18pt;color:#333399;"> duapuluh tiga juli 2004</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">by Saleh Alatas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/harammasomeh.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-714" src="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/harammasomeh.jpg?w=300" alt="" width="268" height="202" /></a><span style="color:#333399;">Jam ditangan seolah meniru onggokan batu yang nampak dari kaca jendela disana, diam dan tak sedikitpun bergerak mempercepat langkah kesabaranku yang mulai terantuk. Berkali-kali aku menyeka keringat yang mulai deras membasahi kening dan tubuhku, kutatap padang yang luas dan membisu ada nadi disana bisikku, ada yang berbicara tapi tanpa kata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Aku mencoba bergerak sedikit dari tempat dudukku semula, sedikit menjauh dari celah kaca jendela yang sedari tadi menyelinapkan udara panas yang sepertinya sengaja menyapa kedatanganku dengan caranya yang tak lazim ini. Jalan tol yang lurus yang menghubungkan kota bersejarah Qom dan Tehran ini terus saja diguyur sengatan matahari yang tak pernah sudi berhenti. Inilah dua tiga juli empat setengah tahun yang lalu kali pertama aku menginjakkan kakiku ditanah para Mulla ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Jam didinding mobil mulai bergeser bersamaan dengan munculnya kotak-kotak kecil dari kejauhan yang semakin dekat membuat aku sadar bahwa kotak ini adalah sekumpulan rumah, yang menandakan pula bahwa sebentar lagi aku akan memasuki pintu gerabang kota yang telah lama aku rindukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Benakku saat itu seperti pasar swalayan yang menjajakan apa saja, semua tumpah ruah menjadi satu, emosiku terkerat habis tak tahu lagi apa yang harus aku haturkan pertama kalinya nanti didepan pusara suci Sayidah Fatimah Maksumah wanita suci dari keluarga Nabi ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> Hari itu memang aku tak sendiri, disamping kanan kiriku adalah teman-teman seangkatanku yang tiba dengan pesawat yang sama, namun hatiku berbicara lain dia tak ingin aku larut dengan tawa dan canda yang lain. Sesekali aku menatap wajah sayu gaetku saat itu, dia Ust yang telah lama aku kenal paling tidak buat diriku sendiri. Ust Abdullah Beik. sengaja aku sebut namanya dikolom ini setidaknya sebagai ucapan terima kasih dan penghargaanku yang dalam kepadanya, beliau sosok yang Ust teladan dimataku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Qom</span><span style="color:#333399;"> nama yang telah lama aku dengar, nama ini mengingatkanku pada sebuah momentum bersejarah yang  membuka mata dunia betapa kekuatan Iman adalah penggerak sejati sebuah sejarah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> </span><span style="color:#333399;">Perlahan hatiku sayup bertanya, seperti apa kota keramat ini. Bagaimana model dan tata kehidupannya, tapi sebelah hatiku yang lain enggan mengerti dia terus membisu menyelubungkan rasa ingin tahuku dengan tirai misteri, aku mamaksanya terus untuk berandai tapi kesadarnku tak kunjung juga menghadirinya. Uuh sergahku, kesadarnku memaksa aku untuk tetap bersabar, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> Bus yang kutumpangi kini memperlambat laju kecepatannya, ada sesuatu bisikku. Oh! Benar kini aku berada diujung akhir jalan tol, Jantungku seolah tahu dimana kini roda mobilku perlahan menepi dia berdegub dengan kencang seolah memberikan isyarat tambahan bagi kesadaranku bahwa dunia baru menantikaku diujung sana. Rasa terharu berurai menjadi satu dengan tetes peluh mata yang tak terasa jatuh menetes dipangkuanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> Aku mulai makin khidmat memandang sebelah kanan dan kiri jalan yang mulai bercabang-cabang sesekali ust beik memberi secuil isyarat ini dan itu tapi tetap saja itu tak berlaku buat hatiku, hatiku seolah tak mau ditemani dia menerawang sendiri mengajak kesadaranku terbang melayang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Jalan sedikit rindang disebelah kiri tempatku duduk, ketika telunjuk Ust Beik mengarah ke satu menara yang tinggi kekuningan, ‘itu makam sayidah maksumah’ katanya penuh perhatian.. Oh!! Akupun tak henti memandang dan mencari celah penglihatan diantara bangunan rumah tinggi yang menghalangi penglihatanku. Namun sesaat kemudian aku kehilangan menara hatiku itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> Semula aku menduga kota Qom adalah senirai kota tua yang kecil, kota gurun yang jauh dari modernitas, kota santri yang ogah dari kemajuan. Kota yang terlelap tidur oleh buaian angin gurun yang garang , Tapi sangkaku ternyata keliru kota tua ini ternyata adalah kota besar yang maju, jalan-jalannya luas dan licin, sementara bangunan kotanya menunjukkan urat perekonomian yang bergeliyat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> Hari terus berjalan ketika nafas dan hatikupun mulai terbiasa manghirup udara mistik kota tua ini, akupun mulai terbiasa dengan lagak dan budaya masyarakat kebanyakan. Ada yang aku kagumi dan ada yang menyisakan senyum getir dibalik kehidipan baru yang aku lakoni ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> Pintu gerbang itu terkesan angker mirip seperti kisah-kisah tua dalam legenda masa lalu, atapnya tinggi menjulang dengan ornament khas Persia menghiasi desetiap detail yang garapnya. Bulukudukkupun mulai berdiri disaat Ust Beik membungkukkan badannya tanda ada takhmid dan salam penuh ketulusan, tak ada komando ketika itu ketika badankupun tiba-tiba melentur mengikuti sebuah aura mistik yang tak mungkin aku kendalikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><a href="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/haramfatimahmasomeh.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-718" src="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/haramfatimahmasomeh.jpg?w=300" alt="" width="265" height="160" /></a><span style="color:#333399;">‘kita telah sampai dimakam Syayidah Maksumah’ ooh! ya akupun seolah merasakan, aku telah tiba pada al-Haud telaga yang dijanjikan Tuhan disorga. Ditempat tinggi yang penuh berkah, ditempat Sang Nabi terakhir menjumpai sanak keluarganya yang Suci.</span><span lang="FR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:right;" align="right"><span style="font-size:10pt;">----- Original Message ----<br />
From: shaleh al-attas s4leh &#60;shaleh_ku@yahoo. com&#62;<br />
To: islam_alternatif@ yahoogroups. com<br />
Sent: Monday, August 4, 2008 9:57:06<br />
Subject: [islamalternatif] QOM 23 JULI 2004</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span style="color:#333399;">BERSAMBUNG</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">--- On <span>Mon, 8/4/08, Ali reza <em>&#60;abzay@yahoo. com&#62;</em></span> wrote:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-size:10pt;">From: Ali reza &#60;abzay@yahoo. .com&#62;<br />
Subject: Re: [islamalternatif] QOM 23 JULI 2004<br />
To: islam_alternatif@ yahoogroups. com<br />
Date: Monday, August 4, 2008, 8:26 AM</span></p>
<p class="MsoNormal">Salam...</p>
<p class="MsoNormal">Posting yang satu ini layak dimuat di website persia-tour. com, heheheh...Senang juga menyimak cerita anda. Jadi pengin berziarah lagi nih!</p>
<p class="MsoNormal">Bang Saleh, kalo tidak salah, anda pernah memaparkan ulasan tentang kecintaan bangsa Iran terhadap Ahlul Bait as dengan latar belakang sejarah besar sekelas persepolis. Ulasan itu sangata mengesankan buat saya. Apakah anda punya ulasannya yang tertulis?</p>
<p class="MsoNormal">Kalo tidak salah, ulasan itu disampaikan di acara resmi HPI. Saat itu, saya dan teman-teman meminta anda untuk memberikan pencerahan. Kalo ada catatan secara tertulis, itu pasti mengesankan bagi temen-temen di milis ini, khususnya saya.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:blue;">Pengagum <strong><span style="font-weight:normal;">shaleh al-attas s4leh </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">--- On <span>Tue, 8/5/08, Ahmad Samantho <em>&#60;ay_samantho@ yahoo.com&#62;</em></span> wrote:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">From: Ahmad Samantho &#60;ay_samantho@ yahoo.com&#62;<br />
Subject: Re: [islamalternatif] QOM 23 JULI 2004<br />
To: islam_alternatif@ yahoogroups. com<br />
Date: Tuesday, August 5, 2008, 8:43 AM </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Salam,</p>
<p>Akhina Saleh, cerita pengalamanmu yang dituturkan dengan bahasa yang indah itu, membuatku semakin rindu ingin kembali ke kota Suci Qom, karena rasanya ada yang belum tuntas ketika aku hanya 2 bulan berada di sana tahun lalu.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/haramehazrahmasomeh.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-719" src="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/haramehazrahmasomeh.jpg?w=300" alt="" width="269" height="203" /></a>Akhina Saleh, sekiranya Antum masih di Qom, tolong titip sampaikan salamku kepada Syayidah Fatimah Ma'sumeh, kepada Al-marhum As-Syahid Murthada Muthahhari, Allamah Thabatabaei, Ayatullah Burujerdi dan tokoh-tokoh suci lainnya yang kini beristrirahat dengan tenang di sekitar makam Haram Ma'sumeh.<a href="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/tabatabai.jpg"><img class="size-medium wp-image-733 alignright" src="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/tabatabai.jpg?w=100" alt="" width="88" height="114" /></a><a href="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/motahari.jpg"><img class="size-medium wp-image-734 alignright" src="http://ahmadsamantho.wordpress.com/files/2008/08/motahari.jpg?w=97" alt="" width="97" height="110" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Juga Salam persahabatan buat semua mahasiswa Indonesia yang lagi T<em>afaquh fiiddiien</em> di Qom.Mohon Doanya semua.</p>
<p><span style="color:blue;">Al Faqir Ahmad Samantho</span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">----- Original Message ----<br />
From: afrianto nurdin &#60;afriantho@yahoo. com&#62;<br />
To: islam_