<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>higher-authority &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/higher-authority/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "higher-authority"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 15:28:18 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ketahanan Negosiasi]]></title>
<link>http://dendemang.wordpress.com/?p=117</link>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 07:03:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
<guid>http://dendemang.id.wordpress.com/2008/04/15/ketahanan-negosiasi/</guid>
<description><![CDATA[Dalam negosiasi kerap kali pelaku mendapat tekanan dari berbagai pihak. Umumnya dari pihak luar tapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam negosiasi kerap kali pelaku mendapat tekanan dari berbagai pihak. Umumnya dari pihak luar tapi tidak jarang juga dari pihak internal sendiri. Berbagai macam kepentingan dapat dimobilisasi dalam bentuk tekanan.</p>
<p>Seorang negosiator yang ulung dapat mengatasi berbagai macam tekanan untuk terwujudnya kemenangan dalam negosiasi. Kadang tak perlu mengalahkan lawan tapi kemenangan bersama (<em>win-win solution</em>) adalah hal yang sulit diraih.</p>
<p>Seorang manajer perusahaan dituntut mampu bernegosiasi dengan menggunakan berbagai macam teknik. Salah satu tekniknya adalah <em><a href="http://www.nightingale.com/prod_detail~product~Power_Negotiating_For_Sales_People.aspx" target="_blank">Higher Authority</a></em> untuk mengunci penawaran. Itulah yang dilakukan oleh Menkominfo ketika bertemu dengan para Blogger tempo hari.</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:10px;" src="http://www.detikinet.com/images/content/2008/04/11/399/nuh150.jpg" alt="Foto Pak Nuh dari Detik" width="150" height="200" />Pak Nuh mengatakan bahwa ini instruksi Presiden, dengan demikian menutup ruang diskusi negosiasi. Tekanan dari dalam berupa kecaman atas pemblokiran YouTube dan teori teori yang dikemukakan beberapa Blogger bahwa YouTube tidak akan menyerah.</p>
<p>Pak Nuh tetap pada keputusannya, sebuah ketahanan dalam bernegosiasi. Bukti pada <em>Wikipedia </em>yang tak mau menutup halamannya tak membuatnya bergeming. Ketika ada pertanyaan sampai kapan, Pak Nuh menjawab sampai YouTube  menghapus film itu. Semua pihak pesimis YouTube akan memenuhi permintaan Menkominfo.</p>
<p>Hingga akhirnya Google dalam hal ini pemilik <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/11/time/170059/idnews/922124/idkanal/399" target="_blank">YouTube merespon dengan sebuah tawaran</a>. Depkominfo menerima tawaran itu yang walau tidak memenuhi tuntutan teknis semula namun telah memenuhi tuntunan politis dan psikologis.</p>
<p>Inilah negosiasi, bahkan seorang Presiden sebenarnya bisa menggunakan gambit <em>Higher Authority </em>asalkan tahu caranya. Sebentar lagi saya harus menghadap ke Manajer sebuah divisi perusahaan client tempat saya bekerja sebagai konsultan. Desas desus mengatakan mereka ingin menawar harga, pilihannya tak usah buka ruang diskusi negosiasi atau temui tapi harus menghadapi tekanan. <em>Wish me luck</em>.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
