<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gudang-garam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/gudang-garam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gudang-garam"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 01:28:08 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Apalah arti sebuah nama merek?]]></title>
<link>http://uyungs.wordpress.com/?p=356</link>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 01:34:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>uyungs</dc:creator>
<guid>http://uyungs.id.wordpress.com/2008/10/10/apalah-arti-sebuah-nama-merek/</guid>
<description><![CDATA[Nama merek rokok kalau dipikir-pikir lucu-lucu ya? Ada merek rokok Jarum, Jagung, Jambu Bol, Kerbau,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Nama merek rokok kalau dipikir-pikir lucu-lucu ya? Ada merek rokok Jarum, Jagung, Jambu Bol, Kerbau, Gudang Garam (apa hubungannya rokok dengan garam hayoo?), Grendel (kok gak sekalian dikasih nama Gembok saja?)</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><a href="http://uyungs.files.wordpress.com/2008/10/gg.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-358" title="gg" src="http://uyungs.wordpress.com/files/2008/10/gg.jpg" alt="" width="88" height="59" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Nama merek menurut teorinya bisa menimbulkan dua asosiasi dalam benak konsumen, yaitu asosiasi tentang nama itu sendiri (terlepas dari merek yang diberi nama) dan asosiasi-asosiasi yang <em>dipelajari</em> konsumen untuk dikaitkan dengan nama merek itu dalam penggunaannya sebagai nama merek. Dalam pilihan nama merek, pemasar umumnya menyetujui atau menolak sebuah nama atas dasar asosiasi yang ditimbulkan nama tersebut saat itu. Katakanlah pemasar memberi nama komputer yang akan dilansirnya ke pasar dengan nama <em>Kangaroo</em>, maka asosiasi yang dibangkitkan nama ini tidak cocok dipakai untuk komputer daripada <em>Laser, </em>misalnya. Nama Laser menerbitkan asosiasi pada teknologi moderen dan tidak menyimpang dari citra konsumen mengenai komputer pada umumnya.<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ketika konsumen mendengar untuk pertama kalinya nama merek baru, hal ini sudah menimbulkan asosiasi tertentu sesuai <em>prinsip Joyce</em>. Menurut prinsip Joyce, bunyi yang terucapkan dari sebuah kata sudah menimbulkan asosiasi tertentu. Misalnya, ‘0’ pada nama Boeing 7-0-7 (seven–0–seven) akan diasosiasikan dengan sesuatu yang besar, sementara ‘i’ pada nama Tigra (dari Opel) diasosiasikan kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Riset juga menunjukkan bahwa pengucapan nama merek berbahasa Perancis bisa berdampak positif pada preferensi merek, khususnya bagi produk-produk ekspresif. Selain bunyi, asosiasi awal dari satu nama merek juga bisa bertumpu pada prinsip Joyce. Menurut prinsip ini, nama merek yang jelek adalah yang hanya memicu asosiasi yang tidak relevan atau yang justru merugikan produk. Nama merek Kangaroo tidak menimbulkan asosiasi pada komputer dan karenanya bukan nama merek yang cocok bagi produk ini. Di sisi lain nama merek yang bagus menstimulasi penjualan produk. Menurut prinsip Joyce, nama merek Apple, sebagaimana Kangaroo, tidak cocok untuk komputer. Namun Apple terbukti jadi nama merek bagus untuk komputer. Dalam hal ini pemasar ingin membuat teknologi komputer yang kompleks menjadi lebih nampak akrab dan tak menakutkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><span>         </span>Selain prinsip Joyce, kita kenal <em>prinsip Juliet</em>. Nama Juliet diambil dari drama Shakespeare yang berjudul <em>Romeo and Juliet</em>. Kisah asmara Romeo dan Juliet menjadi rumit karena keduanya berasal dari keluarga yang bermusuhan. Pada satu waktu, Juliet <a href="http://uyungs.files.wordpress.com/2008/10/apple.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-357" title="apple" src="http://uyungs.wordpress.com/files/2008/10/apple.jpg" alt="" width="114" height="112" /></a>menjelaskan bahwa nama mereka tidak berpengaruh apa-apa. Kata Juliet: “Apalah arti sebuah nama? Yang sekarang kita namai mawar, apapun namanya dia akan tetap indah’. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut prinsip Juliet, esensi nama merek bukan bagaimana nama itu diucapkan dan apa asosiasi pertama yang muncul saat mendengarnya, tapi apa yang konsumen asosiasikan dengan nama merek sebagaimana yang <em>dikehendaki</em> komunikasi pemasaran. Menurut prinsip ini, semua nama tak memiliki makna intrinsik, nama hanya mempunyai makna yang dipelajari. Menurut prinsip Joyce, Apple tidak sesuai untuk nama komputer, tapi menurut prinsip Juliet, nama semacam itu sangat sesuai, <em>seandainya</em>, melalui komunikasi pemasaran, konsumen mengaitkan asosiasi yang diinginkan dengan nama itu. Nah, ‘seandainya’ di sini sangat penting. Melalui komunikasi pemasaran, konsumen belajar mengasosiasikan aspek-aspek lainnya dengan nama merek, dan bukannya aspek-aspek yang terkait dengan nama merek itu sebagaimana adanya di benak konsumen pertama kalinya. Jadi, saat memilih nama merek, tidak selalu prinsip Joyce atau Juliet yang menjadi penentu, tapi bergantung pula sejauh mana iklan dimanfaatkan dalam mengisi makna merek.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pijakan - Pijakan Golput 6 : Masih Tentang Hak Cipta...Apresiasi Para Caleg dan Anggota Dewan???]]></title>
<link>http://golput42009.wordpress.com/?p=55</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 23:07:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>golput42009</dc:creator>
<guid>http://golput42009.id.wordpress.com/2008/10/09/pijakan-pijakan-golput-6-masih-tentang-hak-ciptaapresiasi-para-caleg-dan-anggota-dewan/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pirsawan menanggapi dua tulisan dalam blog ini, dan menyatakan bahwa&#8230;kita masih dapat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Seorang pirsawan menanggapi dua tulisan dalam blog ini, dan menyatakan bahwa...kita masih dapat berharap...dengan caleg...karena tidak semua anggota dewan (I dunno, do he said this explicitly or implicitly...you decide it!)  tidak dapat diharapkan...masih banyak orang yang mempunyai hati nurani (nah caleg ini ngeles...ia berbicara pada awalnya atas nama caleg...tapi pada tataran pemilu, di mana kontestan tidak hanya partai, melainkan juga caleg...ia memakai kata orang...seakan-akan caleg itu identik dengan orang..ha..ha..ha....) </span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Masih tentang hak Cipta...menarik untuk mencermati tagline dari si Caleg...."Hidup adalah Kepedulian..."Ojo dumeh".  Tagline yang baik dan cocok, apalagi sang caleg datang dari dapil di Jawa Timur...Pertanyaan tersisa adalah :</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;">1. Apakah<span style="color:#333399;"> tagline tersebut memang ia ciptakan...atau ia menggunakan konsultan...atau jangan-jangan -maaf- merebut hak cipta orang...</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">2. Tidak sedikit tagline partai...yang tanpa sengaja dan atau memang disengaja...digunakan sebagai alat sosialisasi oleh para caleg... Masalahnya adalah apakah si Caleg telah memahami, bahwa hak cipta atas slogan tersebut, telah dibeli dengan utuh oleh Partai, darimana ia berasal dst...dst... atau jangan-jangan ia kehilangan kreativitas...sehingga menumpang pada tagline partai...atau jangan-jangan ia juga ingin menunjukkan dirinya partai-dependant (bergantung dengan partai) bukan individu yang independent...padahal....maaf yang akan memilih hingga ia naik dan berganti posisi dari ORANG BAIK (baca; caleg) menjadi BANGSAT (baca Anggota dewan yang KOrup..Keparat...dll...dll) adalah masyarakat yang belum tentu konstituen langsung dari partai tempat ia berasal...nah INI ANEH dan UNIKNYA sistem PEMILU kita...</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Contoh paling MANIS dari MODEL PENCURIAN IDE ini...kalau Anda kebetulan melintas Margonda Raya...Depok..tepatnya persimpangan dekat Pasar Lama dengan Jalan Ke Depok II (Mungkin pertigaan, tepatnya) Ada  Tagline dari pihak atau partai lain...yang digunakan oleh </span><span style="color:#993366;">Caleg dari partai yang lain lagi.....Silakan Anda lihat......Keywordnya adalah ..."harapan itu"... Nah ini menjadi menarik...karena </span><span style="color:#ff00ff;">Permainan kata pada alat sosialisasi tersebut (SEMI BALIHO VERTIKAL) hanya berani menjabarkan TAGLINE dari partai LAIN...bukan MEMELINTIR atau MALAH MENEGASI tagline...Pada titik ini...KREATIVITAS dan PENGHARGAAN atas KREATIVITAs oleh Caleg bersangkutan adalah tidak ada...Orang yang tidak menghargai kreATIVitas orang LAIn...pada hemat blog ini, belum tentu dapat menGHARgai DIRINYA sendiri...</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">T</span><span style="color:#ff00ff;">ragisnya...permainan Agama manifest pada Baliho tersebut..dan tulisannya ada yang salah secara kaidah penulisan normal..gila kan... O ya baliho tersebut dapat Anda temukan  mulai beberapa minggu lalu..gak tau bertahan sampai berapa lama...seingat penulis...minggu lalu masih ada... </span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">3.</span><span style="color:#800080;">Nah...kalau ini terkait dengan kerja kemarin...pada saat kita melihat kenyataan  bahwa banyak hak cipta dari desain, karya seni, kreativitas kita yang diambil atau didaftarkan pihak luar...anggota dewan seingat saya cenderung diam...atau minimal gak memiliki ide agar pemerintah menyegerakan penggratisan pendaftaran hak cipta, dll, atau jangan-jangan gak ngerti...lalu ARTIS di DEWAN jadi Apa...??? Ya tetap jadi artis..lah!!!!!!!!!!!!!!!!  Nah</span><span style="color:#0000ff;">...Mau jadi apa INDUSTRI KREATIF di NEGERI INI...kalau ARTIS yang harusnya selalu kreatif..jadi tumpul ketika di dewan...</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"> 4.Contoh yang tidak kalah menarik...KEBERATAN dari SUSTER APUNG untuk IKLAN SUTRISNO BACHIR...siapa yang salah di sini...masak sih SB berani bayar artis, tapi gak mau (GAK MUNGKIN GAK MAMPU...itu FITNAH!!!!!!!!!!).bayar si Suster Apung...atau masalahnya di 25Frames-nya...nah...Saya terus terang agak kaget dengan Om Ipank Wahid...seingat saya secara ibadah...saya sempat meneladani BELIAU...apalagi kalau tidak salah...Om Ipank ...tiap Ramadhan  meninggalkan bisnis...konsentrasi pada Ibadah...atau yang salah pada perangkat di 25frames-nya...gak tau... Yang jelas...Industri Kreatif dalam hal ini diwakili oleh Om Ipank (maaf saya lupa nama asli Om...) jadi seakan-akan "melegitimasi" pembodohan kreativitas... karena bersentuhan dengan politik...  o ya....25 frames itu PH IKLAN Kelas Atas..Billing Gede...diantara klien tetapnya GUDANG GARAM...cermati iklan GUdang Garam...cara bertuturnya khas...(saya gak tau apakah iklan PERTAMINA di Ramadhan dan Puasa ini juga dari dia...yang pasti 25frames kuat di Storytelling; terutama Om Ipank..udah lama gak ngumpul dengan teman-teman dari PH..atau Industri kreatif di PERIKLANAN.) </span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Nah...Mumpung PEMILU masih jauh...selidiki dan cermati para caleg...bisakah mereka MENGHARGAI KREATIVITAS???? IDE</span><span style="color:#ff00ff;"> DASARNYA SEDERHANA...PRODUK DARI CALEG PADA TATARAN AWAL adalah UNDANG-UNDANG...apakah itu RUU, UU atau PERDA...maka seyogYANYA.. UNdANG-UNDang itu DIFIKIRKAN dengan AKAL SEHAT Dan OTAK yang HARUSNYA MERUPAKAN HASil dari  proses KREATIF...bukan dengan TIDUR BERSAMA WIL YANG disoDORKAN pihaK berkEPENTingan TERHadap RUU, UU atau PERDA bersangkutan...APalagi</span><span style="color:#3366ff;"> dikaitkan dengan nilai nominal...Maka kalau anggota dewan tidak kREAtif secara benar BOLEH jadi mereka KREatif secarA tidak BENar...contoh PANDAI  MANIPULASI PROYEK...Contoh Muhammad Al Amin Nur Nasution...Nama berkelas Nabi kelakuan seperti (maaf) 8481....Untuk Al Amin Hukuman Paling RINGAN adalah IA HARUS mengganti nama (nah kaum fundamentalis...kok gak peka....atau jangan-jangan karena ia dari PPP, Partai yang berlambang KA'BAH...padahal kalau Anda jujur itu malah menambah parah...) kemudian ia hanya boleh mengekspresikan partisipasi politik di partai yang berlambang 81n474n9...dan bukan dari binatang perwira...minimal dari binatang najis... Sekali lagi...pilihan di tangan PEMIRSA...memilih atau memilih untuk tidak memilih haruslah pilihan yang berlandaskan akal sehat...dan akal sehat mensyaratkan kita - pada tataran minimum - untuk memilih orang-orang yang menghargai akal sehat juga..BIla tidak ada CALEG yang </span><span style="color:#ff00ff;">ANDA dapat ANGGARKAN ATAU ANGGAP bisa menghargai AKAL SEHAT yang salah satu produknya adalah Kreativitas...maka...ANda selAYAKnya...(atau malah seharusnya) TIDAK memilih pada PEMILU 2009... SElAMAT MENENTUKAN SIKAP ...dan </span></h2>
<h1 style="text-align:justify;">SELAMAT  UNTUK MEMILIH GOLPUT SEBAGAI PILIHAN ANDA&#62;&#62;&#62;....GBU</h1>
<p style="text-align:justify;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tembakau Temanggung]]></title>
<link>http://temanggungcity.wordpress.com/?p=19</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 05:35:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>temanggungcity</dc:creator>
<guid>http://temanggungcity.id.wordpress.com/2008/09/19/tembakau-temanggung/</guid>
<description><![CDATA[
Kalau Berbicara Tembakau pasti Temanggung Tempatnya.
masih ingat Tembakau srintil yang ada di bungk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://temanggungcity.files.wordpress.com/2008/09/kledung.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-20" title="kledung" src="http://temanggungcity.wordpress.com/files/2008/09/kledung.jpg?w=500" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Kalau Berbicara Tembakau pasti Temanggung Tempatnya.<br />
masih ingat Tembakau srintil yang ada di bungkus rokok Jarum 76 ?<br />
itu merupakan tembakau kelas satu yang hidup di dataran tinggi Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.<br />
Harga 1 kg tembakau srintil bisa mencapai 500 ribu rupiah.<br />
tapi tidak semua petani bisa mendapatkan tembakau terbaik itu karena tempat, tanah olahan dan faktor cuaca terbaik membuat tanaman ini bisa di disebut srintil. kata orang Temanggung ketiban pulung (rejeki)<br />
ada cerita petani kalau pergi ke ladang membawa mobil keluaran terbaru dan kulkas buat menyimpan pakaian hehehe karena di temanggung sudah dingin, kalau ke pasar ngga mau beli yang murah harus mahal ngga pake nawar lagi. itulah cerita nyata yang terekam di masyarakat pada masa kejayaan tembakau Temanggung.<br />
tembakau Temanggung merupakan tembakau terbaik di Indonesia karena itu banyak Pabrik Rokok yang membuat gudang-gudang tembakau di Temanggung anatara lain PT.JARUM, PT.GUDANG GARAM, PT.BENTOEL.<br />
kata ahli pembuat rokok bahwa sebatang rokok tanpa kandungan tembakau Temanggung di dalamnya tidak akan menjadi rokok yang mantap.<br />
itu terbukti dulu para tengkulak membeli tembakau dari daerah yang jauh seperti Bojonegoro Jawa Timur dan di bawa ke Temanggung dan dimasak (campur) seperti Tembakau Temanggung dan di jual dengan harga yang lebih mahal.<br />
tetapi sekarang tembakau luar Temanggung di larang masuk karena merugikan petani Temanggung dan menghancurkan Harga Pasar Tembakau.<br />
Tembakau Temanggung mempunyai kadar nikotin yang tinggi (membuat rasa rokok menjadi mantap) di bandingkan Tembakau di daerah lainnya di Indonesia. pada Pemerintahan Presiden BJ.Habibie, petani Temanggung melakukan demo di Jakarta membahas tentang Pajak Rokok tinggi untuk rokok dengan kandungan Tar dan Nikotin tinggi, hal tersebut berimbas pada harga Jual Tembakau Temanggung menurun.<br />
Kini Tembakau Temanggung bukan seperti dulu, harga yang tidak tetap setiap tahun membuat petani berpikir dan berpikir meneruskan warisan Tembakau Temanggung.Masihkan Tembakau menjadi Komoditas Pertanian pertama di Kabupaten Temanggung......</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Dominations of Kreteks]]></title>
<link>http://clovecigarettesonlinestore.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 06:07:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>clovecigarettesstore</dc:creator>
<guid>http://clovecigarettesonlinestore.id.wordpress.com/2008/09/06/the-dominations-of-kreteks/</guid>
<description><![CDATA[Clove cigarettes, also known as kreteks, are a relatively small segment of the U.S. cigarette market]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://clovecigarettesstore.com/" target="_blank"><strong><span style="color:#666666;">Clove cigarettes</span></strong></a>, also known as <a href="http://www.kretek-cigarettes.com/" target="_blank"><strong><span style="color:#666666;">kreteks</span></strong></a>, are a relatively small segment of the U.S. cigarette market. Yet they continue to move into the spotlight as the niche industry goes through what will surely be remembered as a tumultuous period.</p>
<p>While they certainly have a touch of the exotic and mysterious about them -and have remained popular with smokers looking for something different, - the industry itself has been nothing short of volatile with several notable players saying good-bye to the niche market. The legislative side of the business is also filled with what at best can be described as a challenging environment.</p>
<p>“Kreteks are brought under proposed bans in 8-12 states,” says Henry C. Roemer, III, executive director of the Specialty Tobacco Council, Inc., a trade organization in Winston-Salem, N.C. Florida, Kansas, Massachusetts, New York, and North Carolina each have bills pending at the time of this writing, proposing to varying degrees to ban flavored cigarettes. Many are watching for the dark legislative cloud that could come to rest over the specialty category. “If a ban on flavored cigarettes passes in West Virginia, we believe there is a high likelihood similar bills could be replicated in other states,” notes Citigroup tobacco analyst Bonnie Herzog. The West Virginia bill proposes a ban on “candy- and fruit-flavored cigarettes,” in the state. The argument has focused on the introduction of Camel Crème and Camel Twist, both part of the Camel Exotic blend line. A spokesperson for Reynolds America, the parent company, has argued that the line’s been designed to reignite interest in the brand and is aimed at adult smokers under the age of 30 and not children. They are largely sold in tobacco shops and bars not accessible to children and are not advertised in magazines or newspapers. If the bill passes, other states may attempt similar measures.</p>
<p>Menthol has been given an exception and Roemer is hoping clove cigarettes will receive a similar treatment, which some states have provided. Kreteks are already banned in Utah, New Mexico, and Maryland. It can be argued that clove producers are fighting a multi-front battle. Any time a ban on all tobacco products emerges they are drawn into it. At the same time, other battles have been aimed specifically at the clove market. When flavored cigarettes as a category come into question, kreteks will again be put under the microscope.</p>
<p>The industry works hard to control its image. Marketing is generally limited to trade show displays and other to-the-trade communications. And demographic data on the customer base is hard to come by. What’s known is that they appeal to a mature, adult smoker who can afford the higher prices and appreciate the nuances of a so-called exotic cigarette. Their overall sales volume is very low compared to conventional cigarettes and they have traditionally been handled by the tobacconist who can afford to stock an in-depth inventory for exotics and alternatives. Yet, in recent years, distribution has moved beyond the traditional tobacconist and into convenience and mainstream cigarette channels.</p>
<p>“Clove is a niche product within the industry,” notes Darren Thibodeau, marketing manager for Kretek International in Moorpark, Calif. “Yet while the domestic premium market is consistently down year after year, the clove market is still showing growth.”</p>
<p>The playing field in the U.S. continues to change, though.</p>
<p>Last May, a subsidiary of Philip Morris International (PMI) acquired 98% of Indonesia’s <a href="http://www.salecheapcigarettes.com/sampoerna-indonesia-kretek.php" target="_blank"><strong><span style="color:#666666;">P.T. Sampoerna</span></strong></a> for $4.8 billion. While Indonesia’s third-largest tobacco company had nearly a 20% market share at home, its U.S. presence was small.</p>
<p>“As there was only a limited market for Sampoerna products in the United States, a business decision was made to cease distribution to that market following the acquisition,” explained Richard James, manager of external communications at PMI. Until the sale, Sampoerna brands had been imported and distributed in the U.S. by Lignum-2 of San Leandro, Calif.</p>
<p>California-based American Kretek Company, the exclusive U.S. importer of <a href="http://allclovecigarettes.com/" target="_blank"><strong><span style="color:#666666;">Gudang Garam</span></strong></a> brands, has moved headquarters in recent months and could make a move to grow the brand here. <a href="http://www.salecheapcigarettes.com/gudanggaram-indonesia-kretek.php" target="_blank"><strong><span style="color:#666666;">P.T. Gudang Garam</span></strong></a> is Indonesia’s dominant kretek manufacturer, but to date has not joined the Master Settlement Agreement in the U.S., limiting its ability to effectively compete with Kretek International’s MSA-compliant <a href="http://www.salecheapcigarettes.com/indonesia-djarum-kudus.php" target="_blank"><strong><span style="color:#666666;">Djarum</span></strong></a> brand at the national level.</p>
<p>While formal sales figures for the category are not available, casual retailer feedback reiterates that demand for kreteks remains vibrant. While some retailers are wishing for a return to the days when they were exclusively the ware of the tobacconist, others are pleased that they remain steady sellers and attract a different type of client that they might not otherwise have.</p>
<p>“We’ve been selling them for years,” says Joe Lentine, manager of Owl Shop Tobacco Café in New Haven, Conn. “When they were only available in tobacco shops it was better for us. The pie has been cut into too many pieces.” Lentine says mass distribution has cut into the tobacconists’ offerings and weakened his ability to draw smokers into the shop. “When they first came out they were very popular,” he recalls but adds that the venerable store still has a regular calling for kreteks.</p>
<p>On the opposite end of the country, Andy Usmani, sales associate at Tobacco Patch, a retailer in Seattle, Wa., which sells all kretek brands, says, “They’re steady sellers. Mostly to women who often first learn about them from an older friend.” It’s usually a “walk-in,” female client between the ages of 21-40 who buys kreteks, says Usmani. “They’re not the regular smoker. They’re doing it for the taste.” They retail for about $7 a pack at Tobacco Patch and most sales are one pack at a time.</p>
<p>“We attribute a large part of this [kretek growth] to smokers switching to alternative product from domestic premium product. Despite the added cost, customers don’t smoke as many cigarettes per day compared with standard domestic product,” says Thibodeau, who adds that selling kreteks is “far more profitable” than even domestic premium cigarettes.</p>
<p>While kreteks have a loyal and possibly even growing following, and provide retailers with an exotic product backed with a strong profit margin, the future is not free from obstacles, mostly on the legal front. “Legislative issues threaten availability of these products in some states,” admits Thibodeau. “Yet many consumers are finding a pleasant alternative, albeit occasional, experience in these products. We anticipate continued growth in the clove market at least for the next year.”</p>
<p>Or as Henry Roemer of the Specialty Tobacco Council puts it: “<a href="http://www.theclovecigarettes.com/"><strong><span style="color:#666666;">Clove cigarettes</span></strong></a> have been enjoyed for over 100 years.” With any luck, they’ll continue to do so.</p>
<p><em>(Joseph Finora, www.smokeshopmag.com)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[rokok ]]></title>
<link>http://parekita.wordpress.com/?p=226</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 06:54:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbah admin</dc:creator>
<guid>http://parekita.id.wordpress.com/2008/09/01/rokok/</guid>
<description><![CDATA[
rokok itu…???
baru-baru ini MUI gencar melontarkan isu soal rokok. MUI akan mengeluarkan fatwa ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignnone" src="http://img153.imageshack.us/img153/5046/rokok9ff0.jpg" alt="" width="427" height="96" /></strong></p>
<p><strong>rokok itu…???</strong></p>
<p>baru-baru ini MUI gencar melontarkan isu soal rokok. MUI akan mengeluarkan fatwa bahwa merokok itu haram. apa relevansinya antara MUI, rokok dan umat? bukankah pemerintah melalui departemen kesehatan sudah mengeluarkan aturan bahwa disetiap kemasan rokok harus tercantum kalimat “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. dengan anjuran itu saya pikir depkes sudah menjalankan kontrol sosialnya untuk masalah rokok. entah angin apa, tiba-tiba saja MUI getol sekali mengeluarkan isu-isu soal haramnya merokok. kalau pun fatwa itu jadi dikeluarkan dan ternyata membuat banyak pabrik rokok tutup dan membuat ribuan karyawan pabrik itu menganggur dan mereka melakukan tindak kriminal, siapkah MUI disalahkan? apakah MUI siap dengan resiko-resiko sosial yang ditimbulkan dari fatwa itu? dan ndilalah mak bedunduk, akhir-akhir ini menkes juga setuju soal fatwa rokok itu haram. kutu kupret…!!!. merokok sudah menjadi bagian dari peradaban dunia. rokok sudah menjadi bagian penting dari pendapatan pajak negara. cukai rokok adalah penyumbang terbesar (95%) dari seluruh cukai pemerintah, dan pertahun menghasilkan 42 triliun rupiah. industri rokok kretek (mesin dan linting) menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 200 ribu jiwa dan tak langsung tak kurang dari 5 juta tenaga kerja.</p>
<p><strong><img class="alignnone" src="http://img526.imageshack.us/img526/3492/rokok6uq5.jpg" alt="" width="425" height="393" /></strong></p>
<p><strong>asal usul tembakau</strong></p>
<p>tembakau adalah tanaman asli dari amerika latin. tembakau pertama kali dikenal masyarakat dunia ketika columbus pada tahun 1492 mendarat di guanakani (san salvador). ketika itu columbus melihat orang-orang indian sedang menghisap rokok yang terbuat dari daun tembakau kering yang digulung dengan jagung (mais) dan gulungan daun itu oleh orang indian disebut “tobacco”.</p>
<p>di meksiko, penduduk suku yucatan sudah memproduksi dan memperdagangkan tembakau sebagai mata pencaharian. ketika itu tahun 1519 pada saat spanyol yang dipimpin oleh cortes berhasil menguasai meksiko. cortes melihat penduduk yucatan telah menanam tembakau dengan baik dan digunakan untuk rokok atau dimasukan dalam pipa (snuff). kebiasan orang spanyol merokok tembakau dalam pipa telah menjadi kebiasaan umum dan meluas ke seluruh eropa pada tahun 1570. dan oleh pelaut-pelaut portugis kebiasaan merokok ini dibawa ke asia timur, termasuk indonesia sekitar tahun 1600an.</p>
<p>di perancis biji-biji tembakau digunakan untuk obat sakit kepala. pada tahun 1558, jean nicot de villemain membawa biji-biji tembakau untuk dipersembahkan kepada raja frans II. setelah itu, pada tahun 1615 tembakau juga dinamakan “nicotina”.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img355.imageshack.us/img355/2636/rokok3gt5.jpg" alt="" width="391" height="282" /></p>
<p><strong>tembakau di indonesia</strong><!--more--></p>
<p>sulit sekali memastikan kapan tembakau masuk ke indonesia. tapi dari berbagai sumber dapat diterangkan mengenai kapan tembakau masuk ke indonesia. kalau dilihat dari sejarah bangsa eropa yang pertama kali datang ke indonesia, bisa jadi pelaut portugislah yang pertama kali mendatangkan tanaman tembakau ke indonesia. tapi ada pula yang menyatakan bahwa VOC belandalah yang memasok tembakau eropa ke indonesia. ada pula yang menerangkan bahwa tembakau didatangkan langsung dari meksiko lewat philipina langsung lewat para pedagang. yang jelas ada catatan bahwa tahun 1650, rhumphius yang mengelilingi indonesia waktu itu melihat sudah banyak tanaman tembakau di indonesia. juga ditempat-tempat yang belum dikunjungi oleh pelaut portugis.</p>
<p>pada abad ke 17 di indonesia sudah banyak yang menanam tembakau. namun, hanya untuk konsumsi lokal atau pribadi. tanaman tembakau tersebar dibeberapa daerah seperti kedu, banyumas, wonosobo, klaten, bojonegoro, malang, dan deli di sumatera. setelah ada <em>“cultuurestelsel”</em> tahun 1830 oleh belanda maka sejak itu penanaman tembakau besar-besaran dilakukan di indonesia untuk pasaran di eropa. tembakau deli mutunya sangat baik dan harganya bisa terjual mahal, biasanya dibuat untuk cerutu.</p>
<p>nama-nama tembakau di jawa juga sangat banyak dan unik. di jawa barat ada istilah tembakau kedu hejo, kedu buntut, palumbon gambung cere, nani dan virginia garut. di jawa tengah ada tembakau giling nongko, slumpring, dieng, grompol, gembel, marketek, kenongo, dunglong, ontel, gober. di jawa timur ada tembakau kayu mas, jepon raja, jepon kolek, gilang gending kuning, gilang mancung, gilang jepril, sembung talang, jlaprang, getok nongko, genjah jae, genjah semprit, krupuk kebo, genjah wedus, cetek, jerman, kasturi dan banyak lagi.</p>
<p>tembakau juga membuat masyarakat di jawa mempunyai tradisi sendiri dalam menanam dan mengolah tanaman tembakau.</p>
<p><strong>tradisi merokok</strong></p>
<p>merokok adalah kebiasaan suku indian jaman dahulu yang ditularkan oleh pelaut-pelaut portugis ke seluruh dunia. di indonesia kebiasaan merokok kemugkinan sudah ada sejak jaman sultan agung di mataram yang tertera dalam tembang berikut:<br />
<em>“ kala seda panembahan swargi<br />
ing kajenar pan anunggal warsa<br />
purwa sata sawiyose<br />
milaning wong ngaudud”</em></p>
<p>artinya:<br />
“waktu mendiang panembahan meninggal<br />
di gedung kuning bersamaan tahunnya<br />
dengan mulai munculnya tembakau, setelah itu<br />
mulailah orang merokok.”</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img261.imageshack.us/img261/844/rokok10ir1.jpg" alt="" width="256" height="212" /></p>
<p>bangsa indonesia adalah salah satu yang kreatif dalam mengembangkan rokok. terutama masyarakat di kudus yang terkenal dengan “kota kretek”. di daerah banyumas, terdapat kebiasaan merokok yang ditambahkan sedikit menyan dan klembak dalam lintingan klobot jagung. maka jadilah rokok klembak menyan yang biasa disebut rokok siong.<br />
merokok sudah menjadi <em>“pakareman inking katenge piyambak”</em> atau “menjadi kesukaan yang utama”.</p>
<p><strong><img class="alignnone" src="http://img528.imageshack.us/img528/3479/rokok5rf8.jpg" alt="" width="419" height="203" /></strong></p>
<p><strong>daerah penghasil rokok di indonesia</strong></p>
<p><strong>kudus<br />
</strong>desa janggalan, salah satu desa di kudus tempat nitisemito kecil tinggal. rusdi adalah nama kecil nitisemito saat itu, saat sudah mulai usia dewasa nitisemito merantau ke malang dan kerja sebagai buruh jahit pakaian. setelah berburuh dan menimba ilmu di jahit pakaian nitisemito membuka usahanya konveksinya sendiri secara kecil - kecilan tapi tidak bertahan lama dan kebelit utang hingga bangkrut.<br />
nitisemito yang tidak punya harapan lagi akhirnya pulang ke kudus, mencoba peruntungannya di kampung halaman. mencoba mendirikan usaha tapi selalu gagal kemudian mencoba jadi kusir, dari kusir inilah jadi awal kesuksesannya juga. ketika itu nitisemito sering nongkrong di warung nasilah, sebuah warung kecil yang jadi langganannya saat istirahat. nasilah ini membuat rokok klobot yang dijual per ikat (partai kecil) dan waktu itu belum ada bungkus dan merek seperti sekarang ini, saking seringnya nitisemito di warung nasilah akhirnya dinikahi juga dan mulai membuka warung sembako kecil - kecilan. kebiasaan merokok nitisemito tidak hilang juga, dengan racikan dan lintingannya, nasilah selalu setia membuatkan rokok buat nitisemito. timbullah ide nitisemito buat memasarkan rokoknya, pelan -pelan rokoknya laku dan kemudian dikasih nama <em>"kodok mangan ulo"</em> (kodok makan ular), tapi merek ini gagal di pasar. setelah mengalami proses pergantian merek akhirnya ketemu merek bal tiga yang akhirnya bertahan di tahun 1906 setelah terdaftar di pemerintahan belanda. sukses nitisemito pun mulai, tahun 1914 bal tiga resmi berdiri dan punya pabrik di daerah jati.</p>
<p>selain nitisemito waktu itu banyak juga para pengusaha rokok lain, seperti tjoa khang hay dari pabrik rokok "trio" yang keturunan tiong hoa, kemudian h. m. moeslich dengan p.r. "teboe" dan "tjengkeh", m. atmowidjojo dengan p.r. "goenoeng kedoe", h.m. ashadi denganp.r. "delima", h. ali asikin p.r. "djangkar". nitisemito saat itu sampai bisa membangun dua istana yang sampai sekarang masih bisa kita lihat di antara kali gelis dekat menara kudus, bangunan itu berciri bulatan tiga diatas gentengnya.</p>
<p>1930, bisa jadi awal gonjang - ganjingnya p.r. "bal tiga". karyawan yang tidak loyal dan keluarga yang berselisih jadi pemicunya. tapi masih bisa bertahan selama kurang lebih duapuluh tahun sampe 1955 . "bal tiga" resmi ambruk sehabis pergantian kekuasaan ke tangan jepang disamping masalah intern tadi. sekarang kudus terkenal dengan perusahaan rokok djarum.</p>
<p><strong>surabaya<br />
</strong>sampoerna, merujuk kepada kata "sempurna" adalah nama sebuah keluarga di surabaya, jawa timur yang merupakan perintis pt. hm sampoerna, perusahaan rokok terbesar di indonesia.<br />
generasi pertama dari keluarga ini adalah liem seeng tee, yang merantau ke indonesia dari kampung halamannya di fujian, republik rakyat cina pada tahun 1898. dialah yang mendirikan perusahaan rokoknya pada tahun 1913. generasi keduanya adalah aga sampoerna, putra liem, sedangkan generasi ketiganya adalah putera sampoerna. generasi berikutnya dipimpin michael, putra putera sampoerna.</p>
<p>pada 1916, di tengah situasi keuangan yang sulit, liem seeng tee tetap bertekad menjadikan perusahaannya sebagai "raja tembakau" dengan menempatkan huruf tionghoa "ong" yang berarti "raja", di depan produk unggulannya, dji sam soe. kemudian ia menggabungkan simbol "ong" dengan huruf tionghoa yang berarti "rakyat" sehingga menghasilkan kombinasi huruf tionghoa yang bermakna "sampoerna". perlu diingat bahwa liem seeng tee sendiri sangat percaya dengan mitos tiongkok bahwa angka 9 mempunyai makna akan kesempurnaan dan keberuntungan. liem percaya bahwa kelak perusahaannya akan selalu beruntung. oleh sebab itu, dimulai dari merek dagang pertamanya dji sam soe, nama perusahaannya hm sampoerna, serta jumlah bintang beserta sudut-sudutnya mengandung angka 9. filosofi itulah yang dipegang terus hampir satu abad lamanya, sampai akhirnya "warisan" putera kebangsaan bangsa harus berpindah tangan.<br />
dji sam soe adalah pelafalan dari bahasa dialek hokkian, di provinsi fujian, tiongkok, yang mengandung arti 234 yang bila dijumlahkan menjadi angka 9. alhasil segala aspek dari produk kreteknya banyak ditemui angka 9 seperti, dji sam soe, sampoerna, jumlah bintang pada logo 234 serta sudut-sudutnya berjumlah 9. kepercayaan inilah yang dipegang teguh oleh liem seeng tee dalam menciptakan produk kreteknya. bahkan kepercayaan akan angka 9 ini bukanlah hanya sekedar mitos belaka, pihak pt. hm sampoerna tbk. menetapkan jumlah karyawan untuk memproduksi dji sam soe kretek di sampoerna house (surabaya) berjumlah dua ratus tiga puluh empat (234) orang, tidak lebih dan tidak kurang.</p>
<p><strong>kediri<br />
</strong>pada tanggal 26 juni 1958, bapak surya wonowidjojo memulai usaha membuat rokok kretek dengan merek dagang "gudang garam" dengan bercirikan industri rumah tangga yang hanya menggunakan alat tradisional sederhana. pada saat itu jumlah tenaga kerjanya hanya sekitar 50 orang dan menempati lahan sewaan seluas 1000 m2 yang berlokasi di jalan semampir ii/1 kediri. gudang garam memulai produksi perdananya, berupa sigaret kretek klobot (skl) dan sigaret kretek tangan (skt), dengan hasil produksi hanya sekitar 50 juta batang pada tahun 1958. pada mulanya pemasaran hasil produksi hanya meliputi sekitar daerah kediri (karesidenan kediri).<br />
setelah menjalankan usaha selama 10 tahun gudang garam menjadi semakin terkenal sehingga pendirinya mempertimbangkan untuk memperluas usaha. pada tahun 1969, perusahaan beralih status menjadi sebuah firma guna mengikuti perkembangan dunia usaha. gudang garam juga mendapat dukungan dari bni 1946 untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang berawal dari hanya jumlah jutaan rupiah hingga menjadi milyaran rupiah.<br />
kemudian pada tahun 1971, status perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas (pt) dan mendapatkan fasilitas pmdn. dengan status perseroan terbatas, pt. perusahaan rokok tjap gudang garam semakin berkembang, baik dari segi kualitas produksi, menejemen maupun teknologi, sehingga pada tahun 1979 mulai memproduksi sigaret kretek mesin (skm). produksi sigaret kretek mesin ini tidak merubah sifat pt. gudang garam sebagai perusahaan yang menganut sistem padat karya, bahkan semakin memperluas kesempatan kerja.<br />
pada tahun 1985, bapak surya wonowidjojo wafat dengan meninggalkan kenangan indah kepada seluruh karyawan. saat itu justru persaingan di industri rokok semakin ketat, dengan kondisi demikian, perusahaan harus berjuang demi kelestarian perusahaan dan kesejahteraan karyawan yang merupakan cita-cita beliau.</p>
<p> </p>
<p><strong>rokok adalah produk budaya<br />
</strong>rokok, terlepas dari kontroversinya sudah banyak mendatangkan keuntungan bagi masyarakat maupun negara. daun tembakau selain dihisap atau dikunyah (susur) ternyata juga berfungsi untuk membersihkan gebyok, melepaskan dari gigitan lintah dan membersihkan kaca mobil bila hujan. jaman dahulu biji tembakau digunakan untuk obat sakit kepala.<br />
rokok juga menjadikan iklim kreativitas desain komunikasi visual menjadi berkembang. iklan-iklan rokok dikemas menjadi menarik dan provokatif. kemasan dan merk rokok yang beragam dan terkadang lucu yang di dalamnya merepresentasikan nilai kreativitas dan terkandung berbagai unsur estetika, seperti: komposisi, warna, tipografi, ilustrasi, dan lainnya. desain kemasan generik yang mencontoh kemasan rokok yang sudah terkenal jamak sekali ditemui di indonesia.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img187.imageshack.us/img187/4842/rokok1ot0.jpg" alt="" width="426" height="384" /><br />
menurut drs. sumbo tinarbuko, msn. dosen desain komunikasi visual fakultas seni rupa dan program pascasarjana isi yogyakarta, ada hal menarik dan bernilai dari sebungkus rokok, lebih dari sekadar untuk dibakar dan dihisap asapnya. <em>‘’semakin sering saya memburu rokok indie diberbagai tempat, semakin saya menemukan kenikmatan terkait dengan pola pemikiran dan kreativitas desain komunikasi visual dari parapengelola industri rokok rumahan yang masih bertahan. hal lain yang bisa saya temukan adalah aspek antropologi, sosiologi, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat perokok serta pedagang rokok indie di daerah pinggiran.’’<br />
</em>di magelang kita mengenal dr. oei hong djien, seorang kolektor lukisan dan juga seorang “grader” ( pekerjaan yang menilai kualitas tembakau). dr. oei hong djien adalah generasi keempat pemasok tembakau salah satu pabrik rokok terbesar di indonesia. dia adalah kolektor penting dalam sejarah seni rupa indonesia. konon, ia adalah kolektor besar setelah bung karno. di rumahnya terdapat 1.300 karya para perupa indonesia. di kalangan masyarakat seni indonesia, komentar-komentarnya sering dijadikan pertimbangan dalam pasar seni rupa. dr. oei hong djien adalah suhu bagi para kolektor pemula, beberapa diantaranya adalah chris darmawan seorang arsitek, pemilik semarang gallery dan deddy irianto, pemilik galeri langgeng di kota magelang. Kedua orang ini juga seorang kolektor dan grader tembakau.<br />
seni kriya juga memberikan sentuhan artistiknya dalam industri rokok jaman dulu. biasanya alat untuk merajang tembakau atau cacak terdapat ukiran-ukiran tokoh-tokoh pewayangan. alat pemotong tembakau biasanya terbuat dari kayu jati atau nangka. bentuk cacak didaerah satu dengan daerah lainnya tentu berbeda. bahkan namanya juga berbeda. di jawa tengah dan jogja disebut cacak sedang di jawa timur disebut jangka. parakan dan wonosobo adalah daerah penghasil alat pemotong tembakau yang bagus. di daerah madura dan lumajang alat pemotong tembakau juga terdapat ukiran-ukiran khas madura.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img294.imageshack.us/img294/9496/rokok8cd4.jpg" alt="" width="413" height="306" /><br />
saat ini rokok juga menjadi bagian dari budaya berkomunikasi masyarakat indonesia, di warung-warung kopi, di acara kenduri, di kampanye-kampanye parpol, di ruang-ruang kantor, mereka ngobrol dan menyampaikan uneg-unegnya sambil merokok. bagi sebagian orang, merokok membuat mereka merdeka. merokok dapat memberikan rasa ketenangan batin dan mendatangkan inspirasi dalam menunjang proses kreativitas. setidaknya itu yang dilakukan pertama kali ketika seorang perokok dalam keadaan bad mood. dari proses kreativitas itulah kita bisa menghidupi negara dan keluarga kita. dan menurut saya, merokok itu membuat saya bahagia.<br />
<img class="alignnone" src="http://img179.imageshack.us/img179/4627/rokok11pn5.jpg" alt="" width="158" height="119" /></p>
<p>(<strong>sonny bdoors</strong>, <em>merokok sedjak oemoer 14 tahoen) artikel diambil dari banyak sumber dan dari katalog “pameran budaya tembakau, PAIT NING KAREM” bentara budaya yogyakarta, november 2001</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cerita Rokok]]></title>
<link>http://budhihs.wordpress.com/?p=46</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 05:55:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>budhihs</dc:creator>
<guid>http://budhihs.id.wordpress.com/2008/08/31/cerita-rokok/</guid>
<description><![CDATA[Pada jaman dahulu ada seorang rajayang bernama MALBORO. Suatu saatMALBORO berjalan-jalan dengan ku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pada jaman dahulu ada seorang rajayang bernama MALBORO. Suatu saatMALBORO berjalan-jalan dengan kudanya yang bernama MUSTANG. <!--more-->Namun ditengah perjalanan MALBORO dihadang sekawanan perampok, dan perampok menculik MUSTANG. MUSTANG dibawa ke suatu gudang yang bernama GUDANG GARAM. Di dalam gudang tersebut MUSTANG dipukul sampai BENTOL. Akhirnya si BENTOL dibuat di tengah hutan dan ditemukan MALBORO. MALBORO membawa MUSTANG ke rumah sakit, di sana MUSTANG disuntik denganjarum<a href="http://budhihs.wordpress.com/files/2008/08/irian-baliem1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-60" src="http://budhihs.wordpress.com/files/2008/08/irian-baliem1.jpg" alt="" width="161" height="103" /></a> yang sangat besar yaitu DJARUM SUPER. Setelah disuntik, MUSTANG diperbolehkan pulang oleh dokter, dan MUSTANG dapat keluar rumah sakit dengan SAMPURNA.<br />
<!-- AWAL BANNER APENTA --><a href="http://www.apenta.com/afiliasi/?ref=harsam"><img src="http://www.apenta.com/afiliasi/banner/banner-afiliasi-468-60.gif" border="0" alt="" width="468" height="56" /></a></p>
<p><!-- AKHIR BANNER APENTA --></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gudang garam: HUT RI ke 63]]></title>
<link>http://tvcomm.wordpress.com/?p=291</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 09:00:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>izmild</dc:creator>
<guid>http://tvcomm.id.wordpress.com/2008/08/30/gudang-garam-hut-ri-ke-63/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/TxhTnROM-Vw'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/TxhTnROM-Vw&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gudang Garam: Lebaran 2007]]></title>
<link>http://tvcomm.wordpress.com/?p=162</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 00:48:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>izmild</dc:creator>
<guid>http://tvcomm.id.wordpress.com/2008/08/26/gudang-garam-lebaran-2007/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/jsYbxzRimkI'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/jsYbxzRimkI&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gudang Garam: Rumahku Indonesiaku]]></title>
<link>http://tvcomm.wordpress.com/?p=159</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 00:44:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>izmild</dc:creator>
<guid>http://tvcomm.id.wordpress.com/2008/08/26/gudang-garam-rumahku-indonesiaku/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/q3v40-kGLJE'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/q3v40-kGLJE&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cermin (1)]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/?p=567</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:11:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.id.wordpress.com/2008/08/25/cermin-1/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yang tak pernah bercermin? Meski kita tergolong kurang mampu, rasanya kita bisa bercermin deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;">Siapa yang tak pernah bercermin? Meski kita tergolong kurang mampu, rasanya kita bisa bercermin dengan gratis. Baik itu di kaca etalase toko atau sekadar di genangan air. Nah, apa yang kita lihat dalam cermin?</p>
<p style="margin-bottom:0;">Bayangan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Pantulan</p>
<p style="margin-bottom:0;">Refleksi.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Nah, lihat kan. Cermin senantiasa jujur. Ia menampilkan apa yang ada di hadapannya. Hanya kalau cermin itu kotor tersaput debu, kita tidak bisa melihat apa yang ditampilkannya dengan baik. Walau, sebenarnya cerminnya sih tetap menampilkan apa pun yang ada di hadapannya. Kita-lah yang tidak mampu melihatnya. Apalagi kalau cerminnya pecah, wah, ya dibuang saja. Cermin macam itu tak berguna lagi.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Dalam hidup, sebenarnya Sang Hidup tiap hari memberikan cermin bagi kita. Buat saya, cermin ada dua: yang bawaan orok dan yang nylonong di depan kita. Yang bawaan orok itu diberi nama hati. Sementara yang nlonong di depan kita katanya sih namanya pengalaman.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Keduanya merupakan cermin bagi kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Coba, kita tengok ke dalam dulu. Yang bawaan orok. Buat saya yang muslim, amat mengena sabda Rasulullah SAW yang berkata: “Di dalam diri manusia itu ada segumpal darah. Apabila ia baik maka baik seluruh (manusia) nya, tetapi apabila ia buruk maka buruk seluruh (manusia) nya. Itulah hati”. [HR. Bukhari]</p>
<p style="margin-bottom:0;">Tentu. Bagian hati itu bukanlah hati fisik. Melainkan sebenarnya lebih tepat diterjemahkan nurani. Karena dalam bahasa Arabnya pun <span style="color:#000000;"><em>qalb</em>, bukan <em>kabid </em>yang berarti hati yang daging alias liver itu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;">Di sini, seringkali kita mengabaikan nurani karena banyak sebab. Saya contohkan hal sederhana, semoga ALLAH menjauhkan saya dari sifat ujub apalagi riya'. Hingga hari ini, bagi Anda yang berdomisili di Depok atau melewati jalan raya Lenteng Agung menuju Jakarta, akan mendapati pasca Universitas Pancasila dekat sebuah pasar (bukan jalan Joe seperti saya tulis sebelumnya karena jalan Joe ada dekat kantor DPP PDIP), di depan sebuah <em>billiard centre</em>, ada mobil terguling bekas terbakar. Kalau Anda pas kebetulan lewat sekitar sebulan lalu, Anda mungkin bisa melihat saya berdiri di sana, mencoba menolong sejak saat mobil itu belum terbakar. Saya melihat pengendaranya -yang bukan TNI- keluar dari mobil berplat TNI AD tersebut. Tadinya mobil itu mogok saat saya sedang melintas, dan semula saya meminggirkan mobil saya untuk membantunya mendorong karena ia sendirian dan tampak kesulitan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Tapi ternyata, saat saya keluar, si pengemudi menghampiri saya dengan panik dan lari menjauhi mobilnya, ia berteriak-teriak “api, api!” Saya mencoba mengeluarkan alat pemadam dari mobil saya, karena memang saya lihat ada api di bawah mobilnya. Tapi terlambat, mobil itu keburu terbakar. Kami tak bisa berbuat apa-apa. Nah, ternyata, dari ratusan kendaraan yang lewat, puluhan orang yang menonton, hanya saya yang mencoba menolongnya. <em></em></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>Whaz up beibeh? </em></p>
<p style="margin-bottom:0;">Terlalu sibuk untuk sekedar menengok ke dalam cermin? Takut terlambat ke kantor karena memilih jadi manusia?</p>
<p style="margin-bottom:0;">Makanya, saya sangat senang melihat iklan televisi <em>Gudang Garam</em> versi anak sekolah dalam rangka hari kemerdekaan. Ada anak SD yang sampai terlambat ikut upacara bendera karena menolong seorang ibu yang terjatuh dari sepedanya akibat ulah pengendara motor yang ugal-ugalan. Begitulah semestinya bila kita mampu bercermin.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Apa guna punya nurani? Banyak. Salah satunya, dekat dengan Sang Pencipta Nurani. Kasus mobil mogok yang kemudian jadi terbakar itu sebenarnya malah hutang saya kepada Sang Maha Nurani. Dulu, waktu saya masih pakai mobil yang lebih <em>abal-abal </em>daripada sekarang, di jalan mobil saya sering mogok. Dan syukur <em>alhamdulillah </em>tiap kali mogok, kok ya <em>ndilalah </em>selalu ada orang yang membantu mendorong. <em>Alhamdulillah</em>. Jadi, tindakan menolong orang yang mobilnya mogok dengan sekadar mendorong, sebenarnya adalah upaya saya <em>nyaur utang</em> saja. Tidak lebih.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Menjaga hati sebenarnya merupakan tugas kita sebagai ras manusia. Seringkali kita <em>rumongso wis paling bener</em> (merasa sudah paling benar), semata karena bisa <em>ngrasani</em> (membicarakan keburukan) orang lain. Aa' Gym senantiasa saya jadikan contoh, karena menarik seorang yang pernah jadi panutan banyak orang tiba-tiba jadi bahan cercaan, semata karena ia memutuskan mencintai seorang wanita lagi dan memperistrinya secara sah. Padahal, para koruptor yang tidak cuma <em>nilep</em> uang rakyat tapi juga punya istri dan 'istri' -dalam tanda petik- di mana-mana tidak pernah dicerca.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Unik juga karena belum lama ini saja saya mendengar tiba-tiba dalam pembicaraan di kelas motivasi sang motivator membicarakan keburukan Aa' Gym. Tentu saja sekaligus memelesetkan lagunya “Jagalah Hati” menjadi “Jagalah Istri”. Padahal -nah ini yang kita sering tidak sadar- apa yang kita sebut keburukan dari orang lain itu sebenarnya semata apa yang kita kira buruk dari orang lain. Belum tentu tindakan Aa' Gym yang seolah tak bisa menjaga hati itu buruk. Kita saja yang mengiranya buruk karena tak sesuai dengan harapan atau standar nilai kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Itu adalah prasangka. Menurut sabda Rasulullah, sebagian dari prasangka adalah dosa. Dan prasangka kaitannya erat dengan hati nurani. Berat sekali lho menjaga hati ini. Di dalam agama saya -Islam- bahkan ada buku yang menuliskan tentang adanya 60 penyakit hati (karya Uwes al-Qorni). Tapi setelah saya daftar lagi, kok sepertinya malah lebih ya? Dan memang, cermin yang satu ini sangat sulit untuk dijaga.</p>
<p style="margin-bottom:0;">(Bersambung ke hari Jum'at ya....)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fakta: Ganja Tidak Haram, Rokok Haram]]></title>
<link>http://suaranurani.wordpress.com/2008/08/20/fakta-ganja-tidak-haram-rokok-haram/</link>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 05:35:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>suaranurani</dc:creator>
<guid>http://suaranurani.id.wordpress.com/2008/08/20/fakta-ganja-tidak-haram-rokok-haram/</guid>
<description><![CDATA[Lho, bukannya terbalik? Sama sekali tidak. Kenyataan pahit ini terpaksa saya tulis sebagai judul ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lho, bukannya terbalik? Sama sekali tidak. Kenyataan pahit ini terpaksa saya tulis sebagai judul berdasarkan fakta, kalau saja kita telaah secara akal sehat.</p>
<p>Tulisan ini saya buat sebagai wujud keprihatinan terhadap bahaya rokok terhadap kesehatan masyarakat non-smoker (<em>to hell with the smokers' health, I don't give a damn care</em>) tanpa bermaksud 'mendukung' pemakai narkoba. Narkoba is narkoba, okay? Drugs can kill you.</p>
<p>Di Indonesia, membawa ganja bisa saja dihukum mati. Kalau tidak salah, terpidana mati narkoba asal Nigeria masih 19 orang. Di Malaysia, hukumnya lebih ketat lagi. Kenapa sih kok bawa ganja sampai perlu dihukum mati?</p>
<p><strong><br />
Ganja Tidak Haram?</strong></p>
<p>Sekali lagi, tanpa bermaksud membela kelompok pro Narkoba, sebenarnya hukuman berat pengedar ganja adalah karena "<em>merusak moral generasi muda</em>". Weleh, weleh. Benar sih. Tapi coba kita cermati secara jernih. Sebetulnya "<em>moral yang rusak</em>" itu apa ya <em>cuma </em>karena narkoba? Bagaimana dengan orangtua yang sibuk terus, kurang perhatian, dan memanjakan anak? Bagaimana dengan kekerasan terhadap anak (yang juga berpotensi melahirkan generasi 'keras')? Bagaimana dengan mafia pendidikan formal, yang menyebabkan banyak anak tidak mampu sekolah?</p>
<p>Sebetulnya, ketika seorang pengedar ganja menawarkan dagangannya kepada Mas X, si calon konsumen, yang ditawarkan hanyalah <strong>sebuah pilihan</strong> <strong>hidup</strong>. Apakah moral Mas X rusak karenanya? Kalau Mas X menerima tawarannya, berarti moral Mas X memang sudah rusak dari awalnya. Sudah tahu barang haram kok masih coba-coba. Kalau Mas X makin jadi bajingan setelah nge-drug, itu hanyalah memperkuat sifat aslinya, yang sudah muncul sejak keputusannya menerima barang setan itu. Kalau <em>toh </em>sifatnya memang baik, Mas X akan tobat setelah puyeng dari percobaan pertamanya, dan jadi pengalaman hidupnya.</p>
<p>Seorang pemakai ganja yang teler di kursinya, tidak meracuni orang lain secara luas. Anda bisa teler juga kena asapnya kalau duduk di sisinya, tapi pemakai ganja kan jarang mabok asap di warung-warung, taman, atau bis kota. Jadi, kalau Anda teler kena asapnya, itu salah Anda sendiri, mengapa dekat dengan dia. Jangan-jangan Anda pemakai juga.</p>
<p><strong>Rokok Haram?</strong></p>
<p><strong></strong>Nah, kalau rokok, ini memang belum pernah difatwakan haram. Alasannya, nggak merusak moral manusia kok? Ah masa ???</p>
<p>10 tahun yang lalu, saya bekerja di sebuah pabrik di Surabaya. Ada beberapa buruh pabrik, yang penghasilannya pas-pasan. Selepas kerja, dia masih nyambi di tempat lain, dan istrinya buka warung kecil-kecilan di rumah, terima laundry, dsb. Terima upah harian. Katanya nggak cukup untuk makan dan sekolahin anak-anak ... tapi lho, Dji sam soe nya kok ngepul terus? Sehari katanya 1 pak lebih. Kalau nggak gitu, pusing katanya.</p>
<p>Juga lihat tukang becak. Ngeluh hasil pas-pasan. Anak banyak. Tapi lagi-lagi ... kok ngepul. Belinya sih 1000-an, batangan. Tapi sehari, bisa lebih dari 1 pak.</p>
<p>Lantaran nggak diharamkan, rokok bisa dinikmati di mana saja. Di taman kota, di warung, restoran, sampai bis kota. Ini beda dengan narkoba. (Kalau berani coba aja nge-bong di bis kota .. hehe). Asapnya, weleh .. weleh. Di dalam rokok terdapat 4000 zat yang semuanya berbahaya. Nggak ada untungnya. Mulai dari tar, nikotin, karbon-karbon, sampai sianida (hasil pembakaran kertas) sampai kalau ditulis semuanya blog ini bakal cuma jadi daftar isi, saya juga nggak mungkin ingat apa yang sudah atau belum saya tulis.</p>
<p>Menarik mencermati sianida ini. Pernah membakar sejumlah besar kertas putih dan terhirup asapnya? Puyeng kan? Sianida dalam jumlah kecil cukup membunuh orang dewasa secara efektif. Jumlah yang terkandung di asap rokok pastinya lebih kecil lagi, tapi saya heran ada orang yang rela menghisap zat berbahaya ini bahkan setelah diberi tahu.</p>
<p>Pernahkah Anda melihat seorang bapak (yang pastinya tidak bertanggung jawab) merokok sambil menggendong anaknya, sementara istrinya hamil mendampinginya? Kalau belum, Anda mungkin jarang berada di Indonesia. Di sini, kejadian serupa ini bejibun banyaknya.</p>
<p>Pernahkah seorang perokok memikirkan bahwa orang yang duduk di sampingnya mungkin pengidap asthma? Mungkin bisa mati sesak napas kena asapnya? Atau ibu hamil? Atau anak-anak? Atau mungkin sekedar orang yang berusaha menjaga kesehatannya? Perokok merupakan sosok yang paling egois di komunitas, dan merampas hak hidup manusia lain untuk 'menikmati udara (yang lebih) bersih'. Sudah kena asap kendaraan, bau apek, asap rokok pula!</p>
<p>Seorang perokok, membunuh pelan-pelan manusia-manusia di sekitarnya. 4000 racun yang disedotnya akan dihembuskan lagi berikut kotoran di paru-parunya (<em>yucks</em>!) dan dihirup oleh orang di sekitarnya. Tidak masalah bila si perokok mati, semua edukasi dan peringatan bahaya rokok <em>toh </em>dia sudah pernah tahu. Dia memang siap untuk mati, impoten, dan keguguran (wanita). Tapi non-smokers yang jadi perokok pasif?</p>
<p>Perokok bisa berdalih, "kalau nggak suka, pergi aja." Bagaimana kalau<br />
di atas bis? Haruskah oper? Bayar 2 kali? Bagaimana kalau tengah makan<br />
di warung? Hilang nafsu makan, dan pergi? Egois, mengapa tidak dia saja<br />
yang pergi?</p>
<p>Seorang perokok seperti buruh pabrik dan tukang becak yang saya gambarkan juga merampas hak hidup anak-anak mereka untuk mendapat hidup yang lebih layak. Hitung sendiri berapa ongkos habis untuk merokok. Mending buat makan atau biaya sekolah anak-anak, kan?</p>
<p>Satu lagi, ... tahukah Anda bahwa para <em>drugger </em>nyaris semuanya adalah juga perokok? Yang ingin juga saya cari keterkaitannya adalah bagaimanakah prosentase pelaku kriminal yang merokok? Atau hubungan antara Kekerasan, Arogansi, Over PD dengan Merokok.</p>
<p><strong>Kini: Ganja Haram, Rokok Tidak Haram</strong></p>
<p>Kalau saya sengaja kampanye bahwa ganja itu tidak haram, tentu sejumlah pihak bakal mencak-mencak dan menuding saya <em>drugee</em>. Ganja haram, rokok tidak haram, ini perbandingannya</p>
<ul>
<li>Menawarkan ganja itu hanya menawarkan pilihan, menawarkan rokok pada orang lain juga pilihan.</li>
<li>Ngisep ganja tidak mungkin dilakukan di tempat umum, ngisep rokok bisa di tempat umum.</li>
<li>Ngisep ganja tidak mencemari kesehatan umum, ngisep rokok di tempat umum jelas mencemari.</li>
<li>Ngisep ganja ngehabisin uang, yang lebih baik untuk hal positif lain, ngisep rokok juga.</li>
<li>Pengisap ganja tidak meracuni orang lain kecuali diri sendiri. Perokok meracuni diri sendiri DAN orang lain.</li>
<li>Sengaja mengonsumsi ganja adalah pilihan buruk, mengonsumsi rokok juga pilihan buruk.</li>
</ul>
<p>Bahasa hukumnya, "secara sengaja dengan tindakannya dengan kesadaran<br />
penuh meracuni orang lain di sekitarnya." dan "dengan kecerobohannya<br />
dan tindakannya yang tidak waspada mengakibatkan kematian orang lain;<br />
meracuni dan merusak kesehatan orang lain disekitarnya."</p>
<p>Perbedaan terbesar adalah pemerintah <strong>tidak memungut cukai</strong> atas penjualan ganja, sedangkan <strong>rokok adalah pembayar pajak terbesar</strong>! Sekalian saja kalau begitu, Indonesia melegalkan dan menarik pajak dari penjualan narkoba dan prostitusi. Biar negaranya kaya. Jadi, kalau MUI berfatwa bahwa ganja itu haram, apalagi rokok!</p>
<p>-----------------------------<br />
suaranurani.wordpress.com</p>
<p><em><strong>** 10.000 Perokok aktif menyumbang @ Rp 1000 / orang untuk membuat seorang perokok pasif jatuh sakit dan biaya berobatnya jelas lebih dari Rp 10.000.000 rupiah (ditanggung sendiri pula).</strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Orang Indonesia Habiskan Rp 50,48 T per Tahun Untuk Rokok !]]></title>
<link>http://mancung64.wordpress.com/?p=84</link>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 08:30:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>mancung64</dc:creator>
<guid>http://mancung64.id.wordpress.com/2008/08/09/orang-indonesia-habiskan-rp-5048-t-per-tahun-untuk-rokok/</guid>
<description><![CDATA[Hasil simulasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LDFEUI) menyatakan bahwa ra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mancung64.files.wordpress.com/2008/08/looney7.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-85" src="http://mancung64.wordpress.com/files/2008/08/looney7.jpg?w=128" alt="" width="128" height="96" /></a>Hasil simulasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LDFEUI) menyatakan bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga perokok per bulan untuk membeli rokok pada tahun 2005 adalah Rp 113.089. Jumlah rumah tangga yang memiliki pengeluaran rokok adalah <strong>37.460.582</strong>, sehingga pengeluaran untuk membeli rokok secara nasional tahun 2005 mencapai <strong>37.460.582×113. 089×12 = Rp 50.48 triliun.</strong> Hal ini berarti bila dilakukan hitung-hitungan jumlah BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang diberikan untuk keluarga miskin masih dibawah dari keperluan konsumsi membeli rokok.<br />
Rata-rata belanja rumah tangga miskin untuk rokok sebesar 12,43 persen dari total pengeluaran atau setara dengan 15 kali untuk membeli daging, 8 kali untuk pengeluaran pendidikan, 6 kali untuk kesehatan. Pengeluaran perokok miskin untuk rokok 12,6 persen lebih tinggi dibandingkan rumah tangga perokok kaya yang hanya 8,3 persen.<!--more--> Bagaimana dengan kondisi tahun 2008 sekarang ? Mestinya ada kenaikan lagi.<br />
Ditinjau dari sudut apapun rokok lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaat. Berapa banyak uang yang terbakar sia-sia. Memang di satu sisi industri rokok bukan saja tambang pendapatan pemerintah menggiurkan, tapi juga menyerap jutaan tenaga kerja, mulai karyawan, distributor, agen/sales bahkan petani cengkih dan tembakau. Bahkan industri rokok mampu menjadi penyandang dana kegiatan yang semestinya antirokok seperti even olahraga, pentas kreativitas siswa, dan beasiswa. Dan dari rokok terlahirkan orang-orang terkaya di Indonesia dan Asia.</p>
<p>Misalnya Budi Hartono (pemilik Djarum) sebagai orang terkaya kedua di Indonesia setelah Aburizal Bakrie. Lainnya, Putera Sampoerna (Sampoerna Capital) di urutan kelima dan disusul (Alm) Rachman Halim (Gudang Garam) posisi enam sebagai orang terkaya Indonesia. Namun kalau melihat dampaknya terhadap kehidupan masyarakat miskin yang bodoh, yang membelanjakan hasil jerih payahnya untuk membeli rokok, bukan untuk belanja keperluan yang lebih bermanfaat, pemerintah seharusnya tidak bersifat ambivalent, mendua, alias tidak puguh.</p>
<p>Kalau pemerintah tidak pasti, bagaimana peran ulama. Kapankah ulama akan bersepakat bahwa rokok itu haram? Sumber : antara.co.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Product of PT. Gudang Garam tbk]]></title>
<link>http://indocigar.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 04:05:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>indocigar</dc:creator>
<guid>http://indocigar.id.wordpress.com/2008/08/04/product-of-pt-gudang-garam-tbk/</guid>
<description><![CDATA[









Sigaret
Kretek Klobot Manis
Sigaret Kretek Klobot Manis is the first cigarette type produc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="452">
<tbody>
<tr>
<td width="33" height="100" align="center"><img src="../_files/spacer.gif" alt="" width="19" height="1" /></td>
<td width="419" height="100" align="left" valign="top">
<table style="height:2691px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="10" width="413"><!-- begin contain --></p>
<tbody>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034059993pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>Sigaret<br />
Kretek Klobot Manis</p>
<p></strong>Sigaret Kretek Klobot Manis is the first cigarette type produced<br />
by Gudang Garam in the company’s earliest years. The uniqueness<br />
of genuine tobacco and clove wrapped with corn husk is still preserved<br />
as the symbol of the original Indonesian kretek cigarette. This<br />
corn husk cigarette is currently available in two flavors, Sweet<br />
and Plain. Packs contain six cigarettes.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034060425pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>GG<br />
Merah King Size (Soft Pack)</p>
<p></strong>This hand-made kretek cigarette has the biggest sales volume<br />
in Indonesia. The blend of discerning clove and tobacco create a<br />
distinctive original flavor and taste compared to other cigarettes<br />
in its class. Widely known as Gudang Garam Merah (merah=red), this<br />
brand is available in 12-cigarette and 16-cigarette packs. The packaging,<br />
which is made either from thick or thin paper, is available to supply<br />
the typical market need. This cigarette is created for those who<br />
can appreciate the art of smoking an original Indonesian kretek<br />
cigarette.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034060573pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>GG<br />
Merah King Size (Hard Pack)</p>
<p></strong>The hard-pack King Size kretek cigarette contains 16 cigarettes.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034143898pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>Taman<br />
Sriwedari Lurik</p>
<p></strong>Having a unique cigarette shape and pack, this hand-made kretek<br />
cigarette is a typical Gudang Garam product. Although Taman Sriwedari<br />
Lurik does not bear the Gudang Garam brand name, it absolutely has<br />
the original taste and flavor of all Gudang Garam products.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034144262pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>GG<br />
Special de Luxe</p>
<p></strong>This Special de Luxe kretek cigarette is a reflection of premium<br />
quality hand-made cigarettes presented to smokers who prefer a distinctive<br />
taste. Packed in 16-cigarette wrapping, the gold packaging strengthens<br />
its exclusive performance.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1069402051pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>GG<br />
Filter International Merah</p>
<p></strong>GG Filter International Merah, filter kretek cigarette, is the<br />
top-selling cigarette compared with any other kretek cigarettes<br />
in the world. This most popular cigarette brand is the evidence<br />
of Gudang Garam high quality products. Its excellent taste and flavor<br />
is a result of expert selection of ingredients and rigorous processing<br />
- expressed as the character of Gudang Garam International: Pria<br />
Punya Selera ("Man<sup>,</sup>s Taste"). In line with this concept,<br />
this cigarette is made for men having a tough personality, modern<br />
style and good appreciation of the real art of smoking. This kretek<br />
cigarette is available in 12-cigarette and 50-cigarette packs.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034146362pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="101" align="left" valign="top">
<div><strong>GG<br />
Filter International Merah</p>
<p></strong>This filter kretek cigarette pack uses an exclusive 50-cigarette<br />
can.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content">
<td width="56" height="160" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034147429pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td width="366" height="160" align="left" valign="top">
<div><strong>GG<br />
Filter Surya</p>
<p></strong>GG Filter Surya is the most successful premium filter cigarette<br />
in its class. The exclusive image of Surya 16 is a real reflection<br />
of excellent quality of the ingredients, expertise of blending,<br />
prestige and the art of smoking. Available in packs of 16 cigarettes.</div>
</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034060345pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> Sigaret Kretek Klobot Tawar</p>
<p></strong> Sigaret Kretek Klobot Tawar is available in 6-cigarette and 12-cigarette<br />
packs.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034060519pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> GG Merah King Size (Hard Pack)</p>
<p></strong> The hard-pack King Size kretek cigarette contains 12 cigarettes.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034060647pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> GG Djaja</p>
<p></strong> This hand-made kretek cigarette is specially made for smokers<br />
living in tropical climate like Indonesia. This cigarette is popular<br />
as Djaja Hijau (hijau=green) that refers to the packaging, available<br />
in 12-cigarette packs.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034144137pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> Taman Sriwedari Biru Lurik</p>
<p></strong> Taman Sriwedari is available in two flavors, Taman Sriwedari<br />
Lurik and Taman Sriwedari Biru Lurik. Both are available in 12-cigarette<br />
packs.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034144396pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> GG Tanda Mata</p>
<p></strong> Gudang Garam Tanda Mata is a hand-made kretek cigarette created<br />
with a unique size of cigarettes and packaging. It is available in<br />
12-cigarette packs.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034145743pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> GG Filter International Coklat</p>
<p></strong> This kretek cigarette is available in 12-cigarette packs.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1034147070pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> GG Filter Surya</p>
<p></strong> GG Filter Surya is a filter cigarette created to reflect the<br />
dynamic spirit of youth, that is full of enthusiasm and loves life‘s<br />
challenges. It is not surprising that Surya 12 bearing the slogan<br />
Selera Pemberani (The Taste of Gallant) has been acknowledged as one<br />
of the prime cigarettes in Indonesia and the world. The taste of the<br />
fine blend of tobacco and clove in modern packaging is a perfect reflection<br />
of the smokers’ lifestyle. Surya 12 is available in 12-cigarette packs.</td>
</tr>
<tr class="content"><!-- BEGIN PRODUCT COLUMN1 --></p>
<td height="101" align="left" valign="top"><img src="http://www.gudanggaramtbk.com/admin/picture/product/1035869287pic.jpg" border="0" alt="" hspace="10" align="left" /></td>
<td align="left" valign="top"><strong> GG Filter Surya Profesional</p>
<p></strong> 16 Sticks - Distributed in Singapore, Malaysia, Lengkawi, Brunei<br />
Darussalam, Taiwan, South Korea, Saudi Arabia, French, Germany and<br />
Holland.</td>
</tr>
<p><!-- end contain --><br />
<!-- end contain --></tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Profil Rahman Halim (Gudang Garam), Meninggal 27 Juli 2008]]></title>
<link>http://beritasingkat.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 05:11:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adji Wigjoteruna</dc:creator>
<guid>http://beritasingkat.id.wordpress.com/2008/07/28/profil-rahman-halim-gudang-garam-meninggal-27-juli-2008/</guid>
<description><![CDATA[Sumber : Kompas, Koran Tempo
Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk Rahman Halim (61) meninggal duni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;font-size:xx-small;">Sumber : Kompas, Koran Tempo</span></p>
<p>Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk Rahman Halim (61) meninggal dunia di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, Minggu (27/7) pukul 05.16 waktu setempat. Jenazah pengusaha bernama asli Tjoa To Hing, salah satu orang kaya dunia versi majalah Forbes (#1, 2002 dan #8,2007), itu tiba di Kediri pukul 18.00 dan disemayamkan di rumah duka di Jalan Demak Nomor 1, Kelurahan Ngadirejo, Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>Seorang kerabat yang tidak bersedia disebut namanya mengungkapkan, Rachman meninggal dunia setelah mengalami pecah lambung. "Hanya itu yang saya ketahui," ujarnya.</p>
<p>Hingga semalam keluarga almarhum belum memberikan kepastian tentang kapan dan di mana putra pertama pendiri PT Gudang Garam, Surya Wonowidjojo, itu dimakamkan.</p>
<p>Jenazah Rahman dibawa ke Kediri dengan satu helikopter milik PT Gudang Garam melalui Bandar Udara Juanda, Surabaya. Sebelum disemayamkan di rumah duka, jenazah dibawa mengitari Gedung Sasana Krida Surya Kencana di Kediri, salah satu gedung baru milik PT Gudang Garam yang belum sempat diresmikan.</p>
<p>Ribuan warga memadati sepanjang jalan pabrik. Mereka ingin menyaksikan untuk terakhir kalinya jenazah pemilik perusahaan yang mempekerjakan 140 ribu karyawan itu.</p>
<p>Puluhan wartawan dan juru foto tak diizinkan mendekat, apalagi mengambil gambar jenazah. "Belum ada izin dari keluarga," kata juru bicara Gudang Garam, Vidya Rahayu B.</p>
<p>Rahman meninggal tepat sebulan setelah perayaan ulang tahun ke-50 PT Gudang Garam, 26 Juni 2008.</p>
<p>Rachman alias Tjoa To Hing lahir di Kediri pada 30 Juli 1947. Survei yang dilakukan majalah Forbes pada 2002 menempatkan Rachman sebagai orang terkaya di Indonesia. Ia memiliki kekayaan US$ 1,8 miliar atau setara dengan Rp 18 triliun (kurs Rp 10 ribu per dolar AS).</p>
<p>Rachman memulai karier di Gudang Garam milik ayahnya (Surya Wonowidjojo) sebagai pengawas bangunan pada 1969 saat perusahaan itu mulai meroket. Dari situ, Surya mulai mengajari sang putra mahkota cara mencampur saus dan membedakan rasa rokok.</p>
<p>Karier Rachman melejit pada 1983 ketika dipercaya menjadi salah satu direktur dan, sebagai puncaknya, menduduki kursi Presiden Direktur PT Gudang Garam pada 1984. Pada tahun 2000, jabatan direktur dilepasnya dan sampai meninggal ia menjabat sebagai presiden komisaris.</p>
<p>Salah satu kunci sukses Rachman memimpin Gudang Garam adalah dia selalu membayar tunai bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani. Rachman menikah dengan Feni Olivia dan memiliki dua orang anak.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kediri Berduka Atas Meninggalnya Bos PT Gudang Garam]]></title>
<link>http://vinadanvani.wordpress.com/?p=175</link>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 09:59:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinadanvani</dc:creator>
<guid>http://vinadanvani.id.wordpress.com/2008/07/27/kediri-berduka-atas-meninggalnya-bos-pt-gudang-garam/</guid>
<description><![CDATA[KEDIRI Bos PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rachman Halim atau Tjoa To Hing meninggal dunia di Rumah Sakit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI</strong> Bos PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rachman Halim atau Tjoa To Hing meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, Minggu (27/7/2008).<br />
Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 1947 silam itu telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak sepekan lalu karena sakit jantung.<br />
"Kami ikut berduka cita dengan meninggalnya beliau," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Moefti, kepada <strong>okezone</strong> di Jakarta, Minggu (27/7/2008).<br />
Halim adalah orang terkaya ke-4 di Asia Tenggara pada tahun 2004 menurut majalah Forbes, dan terkaya ke-214 di dunia pada 2005. Pada 2008, Halim merupakan orang terkaya ke-6 di Indonesia versi majalah yang sama.<br />
Halim memulai karirnya di perusahaan tersebut setelah ayahnya meminta dia mengawasi perluasan pabrik pada 1969. Dia lalu menjabat presiden direktur pabrik rokok ini pada 1984.</p>
<p>sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super =  HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ?? (18.07.07)]]></title>
<link>http://ronaldsipahutar.wordpress.com/?p=138</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 17:49:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>ronaldsipahutar</dc:creator>
<guid>http://ronaldsipahutar.id.wordpress.com/2008/07/18/mix-9-vs-gg-filter-vs-djarum-super-hm-sampoerna-philip-moris-vs-gudang-garam-vs-djarum-180707/</guid>
<description><![CDATA[Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super =  HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ??

Gil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super =  HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ??</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"><a href="http://ronaldsipahutar.files.wordpress.com/2008/09/marlboro-mix.jpg"><img class="size-full wp-image-370 aligncenter" title="marlboro-mix" src="http://ronaldsipahutar.wordpress.com/files/2008/09/marlboro-mix.jpg" alt="" width="144" height="122" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Gila saya mesti sabar buat nyari si Marlboro Mix 9 alias Marlboro Kretek untuk nulis ini artikel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">The Real Competition?? Yap! Saya menyebutnya sebagai kompetisi yang benar2 ketat dan keras. Bisa diibaratkan pertarungan kelas berat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Why?? Let’s talk about the content!</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:315.5pt;border-collapse:collapse;text-align:center;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="421">
<tbody>
<tr style="height:30.75pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 2.25pt double;height:30.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Content</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 2.25pt double;height:30.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Marlboro Mix 9</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 2.25pt double;height:30.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">GG Filter</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 2.25pt double;height:30.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Djarum Super</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15.75pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Harga Banderol</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp  8.050 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp  8.050 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp  8.050 </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Harga Circle</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> K</span></span></span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp  7.000 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp  8.000 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp  8.000 </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Harga Batangan</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp     600 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp     700 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> Rp     700 </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Isi (batang)</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">12</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">12</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">12</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Tar (Mg)</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">1,8</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">1,8</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">1,8</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15.75pt;">
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:99.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="133" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Nikotin (Mg)</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">30</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">32</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:1in;border-bottom:windowtext 1pt solid;height:15.75pt;background-color:transparent;padding:0;" width="96" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">30</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Harga hampir sama Marlboro Mix 9 (Mix 9) murah Rp.1.000, Tar Sama, Nikotin GG Filter lebih tinggi dan Sama-sama bisa dijual batangan. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Saya bisa simpulkan Secara konten mereka sangat berimbang dan bisa dibilang ini akan bicara faktor context. Ini sebenarnya yang paling seru dan mengapa saya bisa bilang the heavy class competition.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Coba lihat sejarah mereka bertiga:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Gudang Garam adalah Market Leader untuk industri rokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Djarum adalah Ex Market Leader serta tergolong pemain besar dalam industri rokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">HM Sampoerna adalah Market Leader di LTN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Philip Moris adalah Market Leader Dunia untuk industri rokok putih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Mereka berempat bisa dibilang Legacy and Master Black Belt nya Industri Rokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Pernah Perang Head to Head:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Djarum dan GG mati-matian menghajar A-mild di LTN class dengan LA Lights dan GG Nusantara. Namun sampai sekarang juga belum berhasil (jika tidak mau dibilang gagal). Sebaliknya Sampoerna juga sudah berkali-kali mencoba menggoyahkan dominasi mereka di kretek filter dengan Millenium, Exclusive. Yang hasilnya sami mawon alias “gagal”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Dalam hal ini bisa dibilang skor 0-0 alias draw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Check their Power:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Mereka sama – sama punya jaringan distribusi yang sangat kuat dan merata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Modal yang sama-sama besar yang bisa melakukan kemampuan exposure yang kuat dan konsisten.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Brand Equity yang bisa dibilang hampir sama-sama besar diantara mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Kemampuan produksi yang sama-sama konsisten.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Dalam hal ini juga bisa dibilang skor 0-0 alias draw</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Gile.. Content sama kuat, power sama kuat.. so what is the opportunity??</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Lets check the other possibilities:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Mix 9 adalah gabungan antara keahlian meracik tembakau dari Sampoerna dipadu dengan Brand Equity dari Marlboro yang sangat kuat. Bahkan dikotaknya ditulis made by PT HM Sampoerna under authority of PMI. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Nah, kalo dipikir2 jika Mix 9 sukses menghajar GG dan Djarum, secara simple kita bisa bilang bahwa ternyata butuh Brand Equity yang lebih kuat dari Sampoerna buat menembus dominasi GG dan Djarum di kretek filter. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">GG dan Djarum tentu saja ga mau kalah, native-nya kretek kok kalah ama rokok blasteran? Nasionalisme emang tinggi.. tapi cewe2 blasteran emang paling sexy hehehehe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Yang belum kelihatan adalah kemana sebenernya eksekusi BTL Mix 9 akan dibawa? GG lekat dengan motocross, balap motor serta iklan yang nunjukkin laki-laki. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Djarum dengan Liga Indonesia serta adventure nya. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Where will the mix 9 go? Apa mungkin dibawa ke clubbing seperti yang dilakukan si Mother brand selama ini alias Marlboro?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Siapa sih yang masih ngerokok dengan kadar tar dan nikotin segede itu? 18 s/d 28 or Mature Smoker? SES ABC or CD? For Style or For Taste? Eksekutif or Buruh? </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Jika ini menyentuh SES CD kebawah, berarti ini adalah perang harga. Rasa memang utama tapi jika mahal.. mereka ga segan buat switching ke lower price product. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Jika ini untuk men-switch exisiting kretek smoker, wow reputasi anda yang akan jadi taruhannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Jika ini soal rasa, maka pameo rasa ga pernah bohong akan berlaku disini. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Hmm… jika rasa sudah bicara, maka your only strategy is change your flavor immediately or your legacy and investment will be a history.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Siapapun yang menang jelas akan membuktikan dominasinya dan yang kalah.. ma’af you must evaluate your product line. S</span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">o guys.. Who will be the winner on this heavy class competition?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super =  HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ??</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ROK + OK ]]></title>
<link>http://arydwantara.wordpress.com/?p=82</link>
<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 06:09:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>arydwantara</dc:creator>
<guid>http://arydwantara.id.wordpress.com/2008/06/10/82/</guid>
<description><![CDATA[
banyak yang bilang merokok itu merugikan bagi kesehatan dan lingkungan sekitar&#8230; namun menurut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arydwantara.wordpress.com/files/2008/06/rkk.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-83" src="http://arydwantara.wordpress.com/files/2008/06/rkk.jpg" alt="" width="454" height="314" /></a></p>
<p>banyak yang bilang merokok itu merugikan bagi kesehatan dan lingkungan sekitar... namun menurut pengakuan para perokok yang biasa di sebut "KOKERS" [penggemar slank kan slankkers, kalau punk bangga di bilang punkkers, nah kalau perokok kan boleh dunk saya bilang KOKERS... he..he.. :mrgreen:] merokok itu ada faedahnya juga lho, Nah di bawah ini saya paparkan keuntungan merokok menurut para KOKERS itu tadi...</p>
<p>1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.</p>
<p>2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.<!--more--></p>
<p>3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.</p>
<p>4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap/tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.</p>
<p>5. Baik untuk basa-basi/keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte CJDW kita bisa tawarkan rokok.Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.</p>
<p>6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.</p>
<p>7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.</p>
<p>8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya <img class="wp-smiley" src="http://www.malau.net/smilies/yahoo_smiley.gif" alt=")" width="18" height="18" /> sehingga seolah berkabut.</p>
<p>9. Menghilangkan bau wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.</p>
<p>10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.</p>
<p>11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.</p>
<p>12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).</p>
<p>13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok, jadi yang merokok itu pasti orang sehat.</p>
<p>14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok!</p>
<p>15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.</p>
<p>16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.</p>
<p>17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi… Ha penderitaan itu pedih, jendral…!!!</p>
<p>18. Film Koboi pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.</p>
<p>19. Teman boker yang setia.</p>
<p>20. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan ucapan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan.</p>
<p>apakah info yang ini akan mendapatkan tanggapan dari dokter blogger indonesia? bantahan atau dukungan? kita lihat saja.... he..he..he...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gudang Garam Kediri, Ultah ke 50]]></title>
<link>http://vinadanvani.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 06:10:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinadanvani</dc:creator>
<guid>http://vinadanvani.id.wordpress.com/2008/06/02/gudang-garam-kediri-ultah-ke-50/</guid>
<description><![CDATA[Kota Kediri selain identik sebagai kota tahu, juga terkenal dengan keberadaan perusahaan rokok terbe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Kediri selain identik sebagai kota tahu, juga terkenal dengan keberadaan perusahaan rokok terbesar se asia tenggara yaitu PT. Gudang Garam Tbk. Tahun ini perusahaan rokok Gudang Garam memperingati tahun emas sejak berdirinya tahun 1958.</p>
<p>Beberapa kegiatan menyambut ultah ke 50 Pt Gudang Garam Kediri digelar. Hiburan rakyat sampai dengan mempercantik tampilan Kota Kediri dengan beberapa atribut menyambut ulang tahun emas perusahaan rokok tersebut.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/tw0INZrn4z8'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/tw0INZrn4z8&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terkaya di Asia Tenggara]]></title>
<link>http://dyhary.wordpress.com/?p=203</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 07:38:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>dyhary</dc:creator>
<guid>http://dyhary.id.wordpress.com/2008/05/27/terkaya-di-asia-tenggara/</guid>
<description><![CDATA[Di saat rakyat miskin antre  untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT),    seorang warga ne]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Di saat rakyat miskin antre  untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT),    seorang warga negara Indonesia  dikukuhkan sebagai  orang terkaya  di Asia Tenggara versi majalah <em>Globe Asia.</em></p>
<p>Dengan jumlah kekayaan US$ 9,2 miliar, Menko Kesra Aburizal  Bakrie menempati peringkat pertama  orang terkaya  di  Asia Tenggara, mengungguli  sejumlah konglomerat  top  seperti   Robert Kuok, Ananda Krishnan, dan  Ng Teng    Fong.</p>
<p>Di dalam negeri, Ical - panggilan akrab Aburizal Bakrie -  menyisihkan sejumlah pesaing,  seperti  Budi Hartono (Djarum),  Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas),  Sudono Salim (Salim Group),   Putera Sampoerna (Sampoerna Capital),   dan Rachman  Halim (Gudang Garam).</p>
<p>Dalam laporan  Globe   Asia  edisi Juni 2008, kekayaan Ical    meningkat sembilan  kali lipat  dari data kekayaan   akhir 2007   sekitar US$ 1,05 miliar.  Sebelumnya,   Ical menempati urutan   ke delapan  versi <em>Globe Asia</em>. </p>
<p>Publisher  Globe Asia   Tanri Abeng menyatakan,    kekayaan Ical   mengalami kenaikan tinggi  karena lini bisnis   yang dirambah Grup  Bakrie   adalah komoditas  yang harganya di dunia  terus mengalami lonjakan.</p>
<p>"Selain harga  komoditas  yang melonjak, karena taktik bisnis  yang sangat   baik.  Misalkan, dia  menjual sedikit aset,   lalu pinjam   uang,  kemudian  bisa menghasilkan   jauh lebih banyak  dari bunga  yang  harus bayar. Itu yang membuat asetnya  meningkat pesat," kata Tanri, seperti dikutip <em>Bisnis Indonesia</em>, Selasa (27/5).  1</p>
<p>Dengan predikat  orang terkaya di Asia Tenggara dan Indonesia, nama Aburizal Bakrie akan makin diperhitungkan di pentas bisnis dan politik Indonesia.</p>
<p>Siapa  saja  calon presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden  tahun depan perlu memperhitungkan nama besar Ical untuk  digandeng, entah  sebagai calon wakil presiden atau pada   jabatan strategis lainnya.</p>
<p> Atau  dia sendiri akan maju sebagai calon presiden?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NGAPAIN GAK NGEROKOK ?]]></title>
<link>http://mengeja.wordpress.com/?p=13</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 17:46:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>inidanoe</dc:creator>
<guid>http://mengeja.id.wordpress.com/2008/05/18/ngapain-gak-ngerokok/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Tulisan ini saya buat pas sudah gak ngerokok 2 hari&#8221;

Apa coba yang dilakuin ma orang-o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;"><em>"Tulisan ini saya buat pas sudah gak ngerokok 2 hari"</em></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Apa coba yang dilakuin ma orang-orang yang gak ngerokok? Dari pada bengong, mending ngerokok kan? Tapi klo emang lagi ngerjain sesuatu, kan jadi bisa ngerjain sesuatu itu sambil ngerorokok. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, keren kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tentunya gak asing lagi kan dengan kalimat "menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan" nah, daripada bosen trus jadi BT, mending ngerokok deh. Bener kan ?<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Daripada tar petani tembakau pendapatannya berkurang gara-gara kita gak ngerokok, mending ngerokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada kalah ma kenalpot motor yang ngeluarin asep terus, mending ngerokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada besok ngerokok dilarang, mending ngerokok sekarang kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada dianggep gak macho gara-gara ngerokoknya cuma malem kaya' banci, mending ngerokok setiap saat kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada buang-buang duit buat pengemis yang males, mending ngerokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada nikmatin kopi yang rasanya hambar tanpa rokok, mending ngerokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada digigitin nyamuk, mending ngerokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada begadang kedinginan, mending ngerokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada ngeblog sendirian, mending ditemenin rokok kan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Daripada lama-lama tar saya digebukin orang-orang, mending saya kabur deh. . . . . .. dagh.........!!!!!!!!!!  ^_^</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngrokok yok..]]></title>
<link>http://greatrendyman.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 05:55:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>rendyharahap</dc:creator>
<guid>http://greatrendyman.id.wordpress.com/2008/05/11/ngrokok-yok/</guid>
<description><![CDATA[Disini mau ngrokok susahhhh banget (ga sesusah di singapore sih), soalnya kita kalo mau ngrokok kan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">D</span>isini mau ngrokok susahhhh banget (ga sesusah di singapore sih), soalnya kita kalo mau ngrokok kan harus di smoking room yang khusus disediain di tempat2 tertentu. dan mayoritas peraturan disini ga memperbolehkan kita utk ngrokok sambil jalan. bahkan dibeberapa restoran area tempat duduk smoking-nya jauh lebih sedikit dibanding yang non-smoking (termasuk cafe2 kayak starbucks dll!). tapi yang anehnya menurut survey di jepang, 60% lebih masyarakat jepang adalah perokok! temen2 kantor gw yang orang jepang juga rata2 ngrokok semua.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">D</span>ari dulu gw selalu penasaran apa pendapat orang2 jepang tentang rokok indonesia. krn rokok2 disini kan standardnya rokok international doang, kayak marlboro, lucky strike, paling2 kalo yang produksi jepang cuma kayak mild seven, seven stars dll. jadi intinya mereka blom pernah nyobain rokok2 yang "manis" kayak rokok indo kan? hehe.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">W</span>aktu itu gw balik ke jakarta, trus bingung mau ngasih oleh2 apa untuk orang2 kantor. sampe akhirnya gw dapet ide utk kasih mereka rokok sampoerna aja deh, lumayan utk pengalaman mereka kan. akhirnya setelah sampe di jepang lagi gw kasih lah sampoerna itu ke mereka, dengan bangganya gw bilang "ini adalah rokok yang sangat terkenal di indonesia". pas mereka baca bagian tar-nya, mereka kaget krn sampoerna mengandung 14mg tar. komentar pertama mereka "wah, kuat banget ya...", dengan muka terpaksa dan ragu2 mereka akhirnya nerima rokok itu juga sambil bilang "terima kasih".</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">2</span> bulan setelah itu, gw ketemu salah seorang temen yang gw kasih sampoerna. dan ternyata rokok itu baru keisep 4-5 batangan! hahaha. trus gw tanya, gmana pendapat lo? dia bilang "rokoknya kuat banget, trus rada berbau, tapi enak juga kok. gw mau ngabisin rokok ini ga buru2, jadi sambil santai2 aja". padahal sih gw yakin di dalem hati mereka bilang "rokoknya bau busuk, rasanya ga enak, pengen muntah, dll" hahahhaa. karena emang bener kok, waktu gw nyuruh temen jepang gw nyium bau rokok gudang garam, pendapat mereka baunya "busuk". aneh ya? padahal baunya kan enak banget, harum gitu.</p>
<p style="text-align:center;">↓beberapa rokok gw beserta kandungan tar-nya↓<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-238" src="http://greatrendyman.wordpress.com/files/2008/05/rokok.gif" alt="" width="510" height="442" /></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">B</span>anyak juga sih pengalaman2 ga enak selama gw ngrokok rokok2 indonesia disini, contohnya gw pernah diliatin sama orang yg duduk di meja sebelah gw waktu lagi makan di mcd sendirian. dari awal duduk sampe gw matiin rokok, mereka terus2an ngeliatin gw. akhirnya gw sadar, kayaknya mereka terganggu dengan bau asepnya deh. heran gw, masa gitu doang terganggu sih? gimana kalo gw ngerokok dji sam soe yg non filter coba?</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">K</span>rn penasaran, akhirnya gw nge-search tentang gudang garam di jepang (krn satu2nya rokok indo yg di ekspor kesini cuma gudang garam deh kayaknya). dan gw nemuin info yang lucu di salah satu blog orang jepang. mereka berdebat di blog itu, katanya rokok gudang garam ga sehat bgt krn kandungan tar-nya terlalu tinggi! padahal ada beberapa dari mereka yang suka ngrokok gudang, krn katanya bisa bikin mata melek terus kalo begadang. bahkan si pecinta gudang ini mau nyari rokok indo yang non-filter, dan dia ngadain tantangan untuk menghisap rokok itu ke temen2nya ahaha. gila masa rokok indo dijadiin bahan taruhan sih, bisa kaya gw kalo taruhannya cuma ngisep rokok.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Garudafood, Pabrik Kacang atau Sekte Agama ?]]></title>
<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=85</link>
<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 23:09:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
<guid>http://ayomerdeka.id.wordpress.com/2008/04/08/garudafood-pabrik-kacang-atau-sekte-agama/</guid>
<description><![CDATA[Penggemar filsafat yang bersahabat dengan Gus Dur ini membawa Garudafood terbang amat tinggi. Dari h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Penggemar filsafat yang bersahabat dengan Gus Dur ini membawa Garudafood terbang amat tinggi. Dari hanya punya 1 pabrik dengan 700 karyawan dan 5 item produk, Garudafood  dikembangkannya menjadi 8 pabrik, 19.000 karyawan dan 200 item produk. Konon, Sudhamek AWS adalah CEO paling brilian di Indonesia sekarang ini. Dia mengubah perusahaan menjadi mirip sekte agama.</em><!--more--></p>
<p><strong>Oleh : Robert Manurung</strong></p>
<p>SELAMANYA aku skeptis terhadap dunia bisnis, apalagi di Indonesia. Pebisnis adalah orang-orang oportunis,<em> rent seeker</em>, rakus, dan siap melakukan hal-hal kotor demi mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Kunci sukses mereka cuma tiga : menjilat pemerintah, mengeksploitasi buruh, dan menipu konsumen. Pokoknya, <em>I hate them all.</em></p>
<p>Tapi anehnya, aku selalu terseret ke dunia yang mendewakan profit itu. Dulu, ketika masih aktif sebagai wartawan, aku sempat antipati terhadap Presdir PT Multi Bintang Indonesia, Tanri Abeng. Tapi setelah mengenalnya dari dekat, aku  berbalik kagum karena ternyata pria asal Selayar (Sulsel) ini pernah jadi pengantar pizza di AS. Aku merasa lebih akrab lagi setelah dikenalkan pada isterinya yang rendah hati, Ida boru Nasution.</p>
<p>Kendati terkesan oleh kepribadian Tanri—yang belanja sendiri bahan pakaiannya di Tanah Abang, lalu dikerjakan oleh tukang jahit biasa; namun sikapku terhadap dunia bisnis tidak berubah sedikit pun. Aku tetap antipati meski kemudian kenal dekat  pentolan bisnis lainnya, Bob Hasan, Martina Wijaya, Probosutedjo, Sudwikatmono, Pontjo Sutowo. Aku makin skeptis setelah era Reformasi-- yang memunculkan banyak petualang bisnis alias parasit ekonomi.</p>
<p>Namun ada satu pengecualian, yaitu Sudhamek AWS, Chief Excecutive Officer (CEO) PT.Garudafood.. Menurutku dia ini sangat brilian dan relatif bersih; karena mampu meraih sukses luar biasa tanpa privilese dari pemerintah; tidak terlibat kasus BLBI; tidak curang dalam bersaing; dan tanpa merugikan konsumen. Meski belum pernah bertemu dengannya, tapi aku banyak mendengar penilaian positif dari berbagai pihak terhadapnya.</p>
<p><strong>Dari Gudang Garam ke Garudafood</strong></p>
<p>SUDHAMEK AWS lahir di Rembang 20 Maret 1956. Anak paling bontot dari 11 bersaudara. Meskipun keluarganya memiliki bisnis pengolahan kacang kulit, dengan bendera perusahaan Garudafood, Sudhamek lebih senang mencari tantangan dan pengalaman di luar. Lulusan S1 ekonomi (1981) dan hukum (1982) dari Universitas Satya Wacana, Salatiga ini sempat bekerja selama 12 tahun di PT.Gudang Garam Tbk (GG). Jabatan terakhirnya Presdir PT Trias Santosa Tbk, anak perusahaan GG.</p>
<p><em>Kenapa tidak dari awal dia membangun karir di Garudafood ?</em></p>
<p>“Ada dua pertimbangan. Pertama, saya ingin mencari pengalaman di luar. Kedua, bisnis keluarga ini masih kecil. Kalau saya masuk, akan menambah beban orang tua karena harus mencarikan “mainan” (cabang bisnis) buat saya.”kata Sudhamek ketika diwawancarai majalah Warta Ekonomi.</p>
<p><em>Bagaimana ceritanya dia menjadi CEO Garudafood ?</em></p>
<p>“Seorang eksekutif Garudafood membujuk kakak-kakak saya supaya meminta saya bergabung. Waktu itu, orang tua saya sudah meninggal dunia. Rupanya mereka terbujuk, selain ada kebutuhan untuk mengubah bisnis keluarga. Kemudian mereka meminta saya memimpin Garudafood. Saya bersedia dengan satu syarat : hubungan kami adalah atasan-bawahan. Saya berpikir rasional, bagaimanapun saya anak bungsu. Kalau hubungannya masih senioritas, saya tak akan bisa berbuat banyak.”</p>
<p>Meskipun mengajukan persyaratan yang keras dan disetujui oleh kakak-kakaknya, namun dalam kenyataannya Sudhamek tidak pernah memakai “kartu truf” itu. Dia hanya ingin memastikan bahwa kepemimpinannya bakal berjalan efektif, tanpa harus<em> ewuh pakewuh</em> karena kedudukannya sebagai anak paling bontot di antara kakak-kakaknya yang ikut mengelola Garudafood.</p>
<p>“Mungkin mereka sudah membayangkan akan diperintah adik terkecilnya, ternyata tidak…hahaha. Saya lebih suka memimpin <em>by heart</em>,”tuturnya sembari menjelaskan,”Pengalaman kerja di luar selama 12 tahun membuat saya yakin perusahaan tak bisa berjalan tanpa dukungan penuh dari <em>share-holder</em>. Jadi, keberhasilan saya membangun perusahaan ini juga karena dukungan total kakak-kakak saya.”</p>
<p><strong>Menjadi konglomerasi yang ekspansif</strong></p>
<p>Di BAWAH kendali Sudhamek, Garudafood berkembang pesat dan menjelma jadi konglomerasi. Sebelum dia bergabung, perusahaan keluarga ini hanya memiliki 1 pabrik dengan 700 karyawan dan 5 item produk. Dalam waktu singkat, Garudafood   dikembangkannya menjadi 8 pabrik, 19.000 karyawan dan 200 item produk.</p>
<p>Berkat kemajuan yang luar biasa itu, Garudafood berhasil menggusur Dua Kelinci sebagai pemimpin pasar kacang kulit. Tapi Sudhamek belum puas. Lalu dia merambah ke bisnis biskuit, minuman, <em>snack</em> dan distribusi; dan ternyata sukses pula. Selanjutnya dia ingin membangun imperium bisnis yang merajai <em>food industries</em>, sambil melebarkan sayap ke bidang bisnis yang dianggapnya sangat strategis, yaitu CPO dan farmasi.</p>
<p><em>Apa rahasia suksesnya mengalahkan Dua Kelinci ?</em></p>
<p>“Pertama,benahi distribusi. Indonesia ini negara kepulauan. Kunci di bisnis <em>consumer goods</em> adalah distribusi yang bisa menjangkau seluruh lokasi. Sekuat apa pun <em>marketing </em>kita, kalau produk belum ada di pasar, tak ada artinya. Merata dulu baru beriklan.”ujar Sudhamek.</p>
<p>“Kedua, membangun <em>brand</em>. Ketiga, inovasi. Sekarang, posisinya, apa pun produk kami, ditiru Dua Kelinci. Kami buat Katom (kacang atom), mereka juga bikin Sukro. Kami buat Pilus, mereka bikin Tik Tak. Satu-satunya yang tidak mereka ikuti di biskuit. Mungkin masih ngeri karena ada Danone, Arnotts, dan Nabisco. Belum lagi pemain kuat lokal seperti Mayora dan Khong Guan.”imbuhnya.</p>
<p>Sekarang, produk yang menjadi kontributor utama pendapatan Garudafood  ternyata  bukan kacang kulit, melainkan biskuit. Kacang kulit bahkan sudah harus bersaing di urutan kedua dengan produk minuman. Menurut Sudhamek<em> item</em> kacang kulit Garudafood yang paling laris adalah kemasan eceran Rp 500.</p>
<p>“Orang sering salah persepsi jika bicara Garudafood, yang ada di benaknya pasti kacang. Ini problem bagi saya. Sebab, Garudafood ini <em>corporate brand</em>, bukan <em>product brand</em> lagi. Ini otokritik untuk divisi marketing kami,”katanya.</p>
<p><strong>Pabrik kacang atau sekte agama ?</strong></p>
<p>BISNIS sekarang ini sudah jauh berubah dibanding masa ayah Sudhamek membangun Garudafood, puluhan tahun silam. Ketika itu tuntutan konsumen kacang kulit masih sangat sederhana, yaitu rasanya gurih, garing dan kulit kacangnya terlihat bersih. Kemasan masih dianggap sekadar pembungkus; belum ada yang mempersoalkan standar keamanan buat kesehatan, apalagi estetika, itu urusan kesekian. Soal bagaimana perusahaan pembuatnya juga belum dikaitkan dengan produk.</p>
<p>Sekarang, setiap pembeli kacang kulit Garudafood, biarpun harganya cuma Rp 500, yang ada di benaknya bukan lagi sekadar rasa gurih, garing, higienis dan kemasan yang artistik, tapi sudah memperhitungkan image produk itu sendiri. Dan ini terkait erat dengan industri pencitraan,yaitu iklan dan reputasi perusahaan..</p>
<p>Nike, merek sepatu dan peralatan olahraga global yang dipopulerkan pebasket legendaris Michael Jordan itu,  kini sudah menjadi <em>brand</em> yang jelek di Indonesia. Pasalnya, perusahaan <em>outsourcing</em> yang memproduksi sepatu dan <em>apparel</em> Nike di Indonesia banyak yang mengemplang hak-hak buruh, sehingga sering terjadi demo, terutama di Tangerang.</p>
<p><em>Bagaimana Sudhamek menyikapi fenomena ini ?</em></p>
<p>“Sejak 17 tahun lalu, jauh sebelum konsep <em>Spiritual Company (</em>SC) menjadi sangat populer, Garudafood sudah mempraktekkan itu. Kenaikan pangkat dan bonus karyawan tidak hanya ditentukan secara kuantitatif dengan<em> </em>KPI <em>(Key Performance Indicator)</em>, tetapi juga kualitatif, yaitu <em>attitude</em> atau perilaku,”ucap Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) ini sembari menjelaskan,”Contoh lain, sebelum dan setelah rapat, kami selalu berdoa bersama. Mungkin saya CEO yang paling sering berdoa…hahaha.”</p>
<p><em>Bagaimana praktek SC di Garudafood ?</em></p>
<p>“Analoginya seperti pohon bambu. Pada tiga-empat tahun awal, bambu tumbuh ke bawah, memperkuat akar, dan baru ke atas. Makanya diterjang angin sekuat apa pun bambu tidak rubuh. Artinya, kalau perusahaan mau kukuh, kita perkuat akarnya dulu. Di Garudafood, akarnya adalah nilai-nilai spiritual, filosofi, dan misi perusahaan. Nilai-nilai ini kami buatkan kurikulum, modul-modul, metode sosialisasi, organisasi, sistem, bujet, maupun infrastrukurnya.”</p>
<p>“Jika dilakukan secara konsisten, kultur akan terbentuk. Memang ini jangka panjang, karena kami membangun<em> habit</em>,”tutur Sudhamek yang bersahabat dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Sebelum Nurcholis Madjid meninggal dunia, tokoh yang populer dengan panggilan Cak Nur ini sempat membangun sekolah plus bersama Sudhamek; yaitu Seville Nation Plus Schools.</p>
<p>“Kami ingin membangun pendidikan yang menyeimbangkan prestasi akademik dan pembentukan watak.Ini agar anak-anak kita tak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang hangat,”ujar pengikut Budha ini mengenai sekolah yang dibangunnya bersama Cak Nur.</p>
<p><em>Apa yang dilakukan Garudafood kalau ada karyawan menyimpang dari nilai-nilai perusahaan ?</em></p>
<p>“Ini ajaran Budha. Suatu ketika Budha ditanya bagaimana caranya mendidik murid. Lantas, Budha bertanya kepada Keshi, salah satu muridnya yang pawang kuda, bagaimana cara dia mendidik kuda. Keshi menjawab,” Pertama, kuda akan saya didik dengan lembut. Kalau tidak berhasil, akan saya kombinasikan dengan cara keras. Kalau gagal juga, kuda itu saya bunuh.” Lantas, Budha berkata,”Begitu juga yang saya lakukan dalam mendidik. Cuma bedanya, saya tidak membunuh, tetapi akan saya keluarkan dia dari komunitas ini.”</p>
<p>“Artinya, seorang nabi pun memiliki sikap tegas. Begitu juga dengan mengurus perusahaan, kita harus tegas. Kita tak bisa mengambil resiko kapal ini tenggelam karena mempertahankan 1-2 orang yang buruk,”ujar Sudhamek.</p>
<p><strong>Calon presiden ?</strong></p>
<p>MENARIK bukan ? Itulah Sudhamek, pemimpin visioner yang telah “menyulap” Garudafood dari perusahaan keluarga yang relatif kecil menjadi konglomerasi--dengan manajemen profesional yang berbasis nilai-nilai spiritual. Ruang kerjanya di Wisma Garudafood di Jl.Bintaro Raya No.10 Jakarta Selatan, dihiasi dua lukisan yaitu merpati dan kuda. Katanya, merpati melambangkan kedamaian dan kuda adalah simbol dinamika. Orang awam mungkin akan melihatnya sebagai gabungan yang kontras atau paradoksal, tapi bagi Sudhamek itu adalah sintesis.</p>
<p>Kenapa ya tidak ada partai atau tokoh-tokoh daerah meminta pengusaha muda yang hebat ini untuk jadi calon gubernur atau presiden ? Apakah karena dia keturunan Cina dan beragama Budha ?</p>
<p>(<strong>www.ayomerdeka.wordpress.com</strong>)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cigarros de Bali: são "naturais", não é?]]></title>
<link>http://chapado.wordpress.com/?p=854</link>
<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 09:53:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Espoleta</dc:creator>
<guid>http://chapado.id.wordpress.com/2008/03/15/cigarros-de-bali-sao-naturais-nao-e/</guid>
<description><![CDATA[O cigarro-de-cravo, conhecido também como kretek (onomatopéia para o som de folhas se quebrando), ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://chapado.wordpress.com/files/2008/03/0504_nt_13.jpg" alt="0504_nt_13.jpg" align="left" /><span style="color:#000000;">O <strong>cigarro-de-cravo</strong>, conhecido também como <strong>kretek </strong>(</span><span style="color:#000000;">onomatopéia para o som de folhas se quebrando)</span><span style="color:#000000;">, foi desenvolvido no fim do século XIX  a partir de uma mistura de tabaco e cravo. Inicialmente foi elaborado  para efeitos medicinais e hoje é um produto vendido como um cigarro qualquer. Importado do sudeste da Ásia, disseminaram-se mais as em todo o mundo as marcas indonésias: Bentoel, <span class="new">Djarum</span>, <span class="mw-redirect">Gudang Garam</span>, Jakarta, Sampoerna, Dji Sam Soe e WismilakTerong. </span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">O </span><span style="color:#000000;">Gudang Garan é a maior fabricante de cigarros da Indonésia e utilizam uma mistura de diferentes tipos de tabaco, folhas e ervas/substâncias aromáticas. [1,2]</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">A média de nicotina, monóxido de carbono e alcatrão contida nesses cigarros é maior que a dos cigarros convencionais, </span><span style="color:#000000;">de acordo com um relatório de 1999 do <a href="http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/Factsheets/bidis_kreteks.htm">CDC</a> (Center of Disease Control) [5]. De acordo com o mesmo relatório é demonstrado, obviamente, que os kreteks fazem pior à saúde que o cigarro convencional.<!--more--></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>Riscos para saúde</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Segundo dados do CDC, fumar kreteks aumenta o risco de ferimento agudo no pulmão, especialmente entre indivíduos suscetíveis, seja com asma seja com infecções respiratórias.  Os dados do CDC foram comprovados pela Conprev[1] que  mediu por kretek, em média, 3 vezes mais alcatrão, nicotina e monóxido de carbono que em cigarros comuns. </span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Além dos riscos maiores que de um cigarro comum, o eugenol (nome da substância que confere o aroma característico, ainda </span><span style="color:#000000;">usado como anestésico tópico por alguns dentistas</span><span style="color:#000000;">) é um anestésico que pode produzir tonturas e até mesmo paralisia respiratória, dependendo da sensibilidade do indivíduo. </span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">A longo prazo, os efeitos na saúde dos kreteks não foram estudados nos EUA, enquanto na própria Indonésia estudos mostraram que os fumantes regulares têm de 13 a 20 vezes o risco de uma função anormal </span><span style="color:#000000;">do pulmão </span><span style="color:#000000;">comparados com os não fumantes. [5]<br />
</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><img src="http://chapado.wordpress.com/files/2008/03/brand4.jpg" alt="brand4.jpg" align="right" /></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Os cigarros de cravo são realmente diferentes dos regulares: mais prejudiciais, portanto.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Alguns efeitos perigosos dos cigarros de cravo-da-índia:</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;">Fumar eugenol através dos cigarros pode </span><span style="color:#000000;">deixar a garganta dormente e danificar os reflexos da faringe/laringe.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">O efeito anestésico pode fazer com que alimentos ou líquidos entrem pelas vias erradas.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Infecções do pulmão já que os cigarros de cravo-da-índia são inalados e exalados após um período longo. </span></li>
<li><span style="color:#000000;">Reações alérgicas.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Doenças respiratórias.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;">Alguns perigosos sintomas do fumo de kreteks são:</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;">Náusea</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Vômito</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Bronquite</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Pneumonia</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Alergias</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Escarro com sangue </span></li>
<li><span style="color:#000000;">E, como qualquer outro produto derivado do tabaco: câncer de pulmão, doenças cardiovasculares, enfisema e bronquite, entre outras doenças.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Conseqüências para ao jovens </strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Kreteks são mais consumidos alternativamente por pessoas abaixo dos 30 anos, por serem considerados seguros, exóticos e até "maneiros", e diferentes dos cigarros regulares, de acordo com estudos.<br />
</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">No Brasil, o consumo vem crescendo entre os adolescentes, que 