<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gramedia-expo &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/gramedia-expo/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gramedia-expo"</description>
	<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 04:34:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kekeliruan Jurnalisme]]></title>
<link>http://pecundang.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 01:25:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>AM Putra</dc:creator>
<guid>http://pecundang.wordpress.com/?p=92</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya tulisan ini berkilas balik pada kejadian kurang lebih setengah tahun yang lalu, kala blog]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya tulisan ini berkilas balik pada kejadian kurang lebih setengah tahun yang lalu, kala blog KAP lama mengulas Gramedia Expo. Hanya gara-gara menangkap informasi yang salah dan menyebarkannya secara kurang bertanggung jawab, berbagai pihak yang hidungnya tercocok langsung menanggapi tulisan saya, bahkan sampai pada elite terpuncak: si arsitek sendiri, Ridwan Kamil. Permasalahannya bukan cuma berhenti sampai disitu, ketika saya akhirnya menyadari kekhilafan saya pun, orang-orang (baca: teman-teman sejawat) tetap berada pada kubu yang memojokkan saya. Pelacur, penjilat, pecundang sejati, adalah beberapa kata terhalus yang sempat ditempelkan ke jidat saya.<!--more--></p>
<p>Penghinaan semakin menjadi diakibatkan saya terpaksa tidak dapat menghadiri acara Ridwan Kamil di Gramedia Expo untuk mempresentasikan benda yang dia rancang sendiri itu di dalam benda itu sendiri. Dengan dalih sejujur-jujurnya, bahwa saya memang ada halangan yang sungguh mendesak, orang-orang (sekali lagi baca: teman-teman sejawat) semakin mempresto kehormatan saya sampai pada kelunakan tulang yang lebih lunak daripada Bandeng Presto. <em>AM Putra yang dulu pecundang ternyata memang benar-benar pecundang, diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki reputasinya malah lari dan mengakui kepecundangannya. </em>Begitu intisari yang terlontar dari mulut-mulut pedas itu.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://pecundang.files.wordpress.com/2008/04/bandeng-presto.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-93" src="http://pecundang.wordpress.com/files/2008/04/bandeng-presto.jpg?w=400" alt="Bandeng Presto, Photo Courtesy of Archiaston Musamma" width="418" height="314" /></a></p>
<p>Hingga hari ini pun, perihal ini masih menjadi salah satu kunci yang dimanfaatkan untuk mengusik pintu ketenangan hidup saya, plus vakumisasi yang saya berlakukan untuk blog ini. Dan alasan saya hingga hari ini pun masih tetap sama: itu adalah kekhilafan saya dalam mencerna berita yang kurang cerna kebenarannya. Saya sebut hal ini: <strong>Kekeliruan Jurnalisme</strong>. Inti dari idenya adalah sebuah kepribadian yang selalu menggunakan tameng terkokoh dalam melindungi dirinya dan menggunakan pedang tertajam untuk melukai orang lain. Ketika diri sendiri dilecehkan, maka secara waras dia akan melakukan pembelaan dengan sebaik-baiknya, dengan bahasa dan ungkapan yang terhalus dan terpantas. Namun ketika orang lain yang terleceh, sebaliknya dia akan menggunakan kalimat-kalimat yang merepresentasikan hal-hal terburuk yang pernah digunakan manusia untuk merendahkan orang lain.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://pecundang.wordpress.com/files/2008/04/gramedia-expo.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-94" src="http://pecundang.wordpress.com/files/2008/04/gramedia-expo.jpg?w=400" alt="Gramedia Expo, Photo Courtesy of Tjan Iwe" width="422" height="317" /></a></p>
<p>Tulisan kedua setelah enam bulan ini tercetus sebagai konsekuensi dari acara <em>cangkruk</em> (semacam nongkrong ala <em>arek Suroboyo</em>) di sebuah warung di dekat kampus kurang-tercinta. Hari itu teman-teman datang sambil membawa seonggok makhluk yang rupanya lidahnya sudah terasah tajam; pengalaman bersales bertahun-tahun. Beliau-lah yang menginspirasi saya dengan istilah baru-baru-lama ini, dan saya juga sangat berterima kasih atas masukan-masukan beliau yang menyebabkan blog ini terpaksa ketambahan satu tulisan baru. Sebagai tambahan, <strong>Kekeliruan Jurnalisme</strong> ini terinspirasi dari istilah fenomena  'keseleo lidah' dalam psikoanalisis yang dicetuskan Sigmund Freud. Demikian hal sederhana yang dapat saya sampaikan. Dan soal Gramedia Expo, tadi siang untuk pertama kalinya kunjungan saya ke sana, saya langsung menyadari bahwa sebetulnya saya tidak benar-benar salah dalam menyimpulkan bahwa Gramedia Expo adalah 'nyampah'. Namun hal ini akan disambung ketik di lain kesempatan, jadi tunggu saja. Untung-untung kalau itu tidak terwujud lebih dari enam bulan kedepan. Insya Allah!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsep, pingin bikin YAYASAN GAMBAR FANTASI]]></title>
<link>http://yossusansammy.wordpress.com/?p=65</link>
<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:34:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>yossusansammy</dc:creator>
<guid>http://yossusansammy.wordpress.com/?p=65</guid>
<description><![CDATA[Sore ini jalan kaki sekitar 10 menit dari gereja ke warnet untuk isi ini blog. Sammy anakku, kebakti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sore ini jalan kaki sekitar 10 menit dari gereja ke warnet untuk isi ini blog. Sammy anakku, kebaktian Sekolah Minggu. Dari gereja, rencana nanti mau nonton pameran komputer di Gramedia Expo.<br />
Tak banyak yang kutulis hari ini. Tapi, tadi sempet daftar lagi di blog milik OPERA. Ya,<br />
sekedar mau pamerkan koleksiku (gambar2 fantasi dan superhero).</p>
<p>Oh ya, kemarin ketemu seoran pemuda, waktu di kantor ada acara 'shooting video' untuk suatu proses promosi. Anak muda itu, adalah anak dari pemilik video shooting tersebut. </p>
<p>Omong-omong waktu di meja makan, ternyata dia punya hobby yang sama denganku, ngumpulin GAMBAR-GAMBAR FANTASI. Bahkan dia juga sama sepertiku, sering bertemu dan belanja di bapak-bapak penjual mainan di SD-SD kota kami! </p>
<p>Asyik, aku kemukakan rencanaku u/ bikin group dan juga rencana untuk melestarikan koleksi<br />
ini dalam bentuk : YAYASAN sehingga walau kita mati, koleksi2 fantasi ini tetap lanjut!!!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lihat pameran di Gramedia]]></title>
<link>http://yossusansammy.wordpress.com/2008/03/09/lihat-pameran-di-gramedia/</link>
<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 10:12:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>yossusansammy</dc:creator>
<guid>http://yossusansammy.wordpress.com/2008/03/09/lihat-pameran-di-gramedia/</guid>
<description><![CDATA[Sepulang dari gereja saya dan istri ke Gramedia EXPO u/ nonton pameran buku yg hari ini hari terakhi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sepulang dari gereja saya dan istri ke Gramedia EXPO u/ nonton pameran buku yg hari ini hari terakhir.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lihat pameran buku - Gramedia Expo]]></title>
<link>http://yossusansammy.wordpress.com/2008/03/03/lihat-pameran-buku-gramedia-expo/</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 09:21:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>yossusansammy</dc:creator>
<guid>http://yossusansammy.wordpress.com/2008/03/03/lihat-pameran-buku-gramedia-expo/</guid>
<description><![CDATA[Di sebelah gereja kami, jl. Basuki Rachmat, mulai digunakan gedung yang dibangun tahun kemarin, GRAM]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebelah gereja kami, jl. Basuki Rachmat, mulai digunakan gedung yang dibangun tahun kemarin, GRAMEDIA EXPO. Sebagai pecinta komik dan pembaca aktif, Sammy mengajak saya jalan2 dan lihat2 ke sana. Banyak buku yang dipamerkan, dan buat kami "ngiler", tapi sayang tak semua kebeli... he he he.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
