<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gkj &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/gkj/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gkj"</description>
	<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 19:17:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[MARUSYA MENGELOLA GKJ SECARA TIDAK SENONOH]]></title>
<link>http://beritaseni.wordpress.com/?p=612</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 21:19:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>beritaseni</dc:creator>
<guid>http://beritaseni.wordpress.com/?p=612</guid>
<description><![CDATA[Oleh Butet Kartaredjasa*
Semenjak mementaskan monolog &#8220;MATINYA TOEKANG KRITIK&#8221; pada Agus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Butet Kartaredjasa*</strong><br />
Semenjak mementaskan monolog "MATINYA TOEKANG KRITIK" pada Agustus 2006, saya berjanji tidak bersedia lagi berpentas di Gedung Kesenian Jakarta [GKJ] selama gedung itu masih dipimpin Marusya. Baik pementasan dalam wacana kultural, komersial atau pun sosial. Dan semenjak itu sudah puluhan tawaran dari sejumlah panitia saya tolak karena venue yang digunakan adalah GKJ.<!--more--></p>
<p>Kenapa hal ini musti terjadi?<br />
Karena saya melihat, betapa pengelola GKJ hanya berideologi pada UANG. Bukan pada pengembangan dan peningkatan kualitas seni pertunjukan. Kualitas kelompok penampil boleh diabaikan, asalkan setoran UANG diberikan. Setiap grup yang berorientasi dengan kualitas, misalnya ingin melakukan persiapan lebih dini (melakukan loading keperluan pementasan  pada tengah malam pada tgl yang telah dikontrak), akan dikenai tambahan pembiayaan. Alasannya, untuk membayar pekerja GKJ yang harus kerja lembur. Kalau tidak mau bayar, grup penyewa/pemakai baru diijinkan masuk esok pagi jam 09.00. Kebijakan ini, sungguh tidak fair.</p>
<p>Jika kita mengacu pengertian berjalannya tanggal sewa, misalnya tanggal 21 April, mustinya tepat pukul 00.00 tanggal 21 April itu adalah hak penggunaan ada pada penyewa. Penyewa mustinya sudah diijinkan menggunakan gedung untuk persiapan. Bahwa kegiatan tengah malam ini membawa risiko ke manajemen (soal upah lembur dsb), mestinya itu menjadi konsekwensi logis dari usaha yang dilakukan GKJ.</p>
<p>Menurut hemat kami, GKJ harus siap bertugas melayani sesuai kebutuhan yang dilakukan pekerja seni pertunjukan, bisa pagi, siang, malam atau bahkan tengah malam. Dan bekerja tengah malam [loading atau menata set] bagi pekerja seni pertunjukan adalah hal yang biasa. Sesuatu yang jamak terjadi, yang mustinya telah dimengerti oleh pekerja GKJ. Bukan sesuatu yang mengada-ada, dan telah berlangsung bertahun-tahun semenjak GKJ dioperasikan kembali.</p>
<p>Para karyawan GKJ sesungguhnya sudah mengerti adanya dinamika kerja semacam ini. Mereka, para pekerja itu, akan dengan senang hati membantu para pemakai gedung melakukan persiapan, sebagaimana selama ini terjadi. Tapi semenjak kepemimpinan Marusya, kehangatan persaudaraan pekerja GKJ dengan para pemakai gedung, tidak bisa terjadi lagi. Mereka dilarang keras melayani aktivitas di malam hari (melembur), terkecuali pemakai gedung bersedia membayar dalam jumlah tertentu.</p>
<p>Apalagi, dalam setiap pelaksanaan pementasan, waktu yang tersedia untuk melakukan persiapan sangatlah terbatas, sehingga para pekerjanya selalu berkejaran dengan waktu. Jika penyewa atau pemakai GKJ baru diijinkan masuk gedung jam 09.00, maka sebenarnya penyewa/pemakai telah kehilangan waktu selama 9 jam. Sungguh durasi waktu yang sangat berharga untuk sebuah preparation. Sebuah pementasan kesenian memang banyak ragamnya. Dan bukan hanya sekadar menaruh piano di tengah panggung yang butuh waktu 1 atau 2 jam.</p>
<p>Ini adalah salah satu contoh kasus yang pernah saya alami. Belum lagi kasus-kasus lain, di mana setiap gerak dan keinginanan di GKJ, selalu berhadapan dengan tagihan. Tak ada yang cuma-cuma di GKJ, kecuali untuk mendapat kejengkelan dan kekecewaan. Untuk dua hal terakhir ini, dijamin Anda bisa mendapatkan gratis!!!</p>
<p>KESIMPULAN SAYA:<br />
Kebijakan GKJ sekarang ini sama sekali TIDAK MEMIHAK dan TIDAK BERORIENTASI pada kualitas. Sebuah gedung kesenian telah diperlakukan secara TIDAK SENONOH, karena GKJ diperlakukan sama dengan usaha sewa menyewa kedai perdagangan, atau lebih ekstrem tak ubahnya sewa kamar hotel esek-esek yang dihitung dari menit ke menit. Sama sekali tidak bisa kita temukan apa yang disebut sebagai kebijakan, pengertian dan toleransi. Apalagi wawasan budaya.</p>
<p>Udah deh. Gitu aja. Pokoknya saya masih ingin konsisten, belum mau manggung di situ selama GKJ dikelola secara TIDAK SENONOH. Saya tunggu kabar gembiranya, bahwa saya akhirnya ambil keputusan: bersedia manggung lagi di GKJ!!! <strong>[]</strong></p>
<p>* Seniman</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuch Kuch Hota Hai]]></title>
<link>http://jiwamusik.wordpress.com/?p=510</link>
<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 11:27:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jiwa Musik</dc:creator>
<guid>http://jiwamusik.wordpress.com/?p=510</guid>
<description><![CDATA[Artist (Band): Udit Narayan, Alka Yagnik
Lagu India ala film bioskop planet Bollywood 1998-an (dibin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Artist (Band): <i><b>Udit Narayan, <font color="blue">Alka Yagnik</font></b></i></p>
<p><i>Lagu India ala film bioskop planet Bollywood 1998-an (dibintangi a.l. Shahrukh Khan, Kajol, dkk.) yang masih lumayan digandrungi remaja putri Indonesia. Setidaknya mulai malam ini SMA Tarakanita</i><!--more--><i> Jl. Pulo Raya, Jakarta Selatan rencananya bakal menggelar drama musikal: "Kuch Kuch Hota Hai: Love is Friendship"  di GKJ (Gedung Kesenian Jakarta).</i></p>
<p><i>Kira-kira artinya: Something happens (in my heart), terjemahan resminya sih: "Your heart feels something"</i></p>
<p><font color="gray">Aaa~~</font><br />
<font color="blue">Aaa~~</font></p>
<p>Tum paas aaye, yun muskuraaye<br />
Tum paas aaye, yun muskuraaye<br />
Tumne na jaane kya, sapne dikhaaye</p>
<p>Tum paas aaye, yun muskuraaye<br />
Tumne na jaane kya, sapne dikhaaye<br />
Ab to mera dil, jaage na sota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai</p>
<p><font color="blue">Tum paas aaye, yun muskuraaye<br />
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye<br />
Ab to mera dil, jaage na sota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai</font></p>
<p><font color="gray">~{}~&#124;&#124;~{}~</font></p>
<p>Na jaane kaisa ehsaas hai<br />
Bujhti nahi hai kya pyaas hai<br />
<font color="blue">Kya nasha is pyar ka<br />
Mujhpe sanam chhane laga</font></p>
<p>Koi na jaane kyun chain khota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai<br />
<font color="blue">Kya karoon haye, kuch kuch hota hai</font></p>
<p><font color="gray">Aaa~~</font><br />
<font color="blue">Hey~~</font><br />
Hmm~~<br />
<font color="blue">Aaa~~</font><br />
Aaa~~</p>
<p><font color="blue">Kya rang laayee meri dua<br />
Ye ishq jaane kaise hua<br />
Bechainiyon mein chain<br />
Na jaane kyoon aane laga</font></p>
<p>Tanhaayee me dil, yaaden sanjota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai<br />
<font color="blue">Kya karoon haye, kuch kuch hota hai</font><br />
Tum paas aaye, yun muskuraaye<br />
Tumane na jaane kya sapne dikhaaye</p>
<p><font color="blue">Tum paas aaye, yun muskuraaye<br />
Tumane na jaane kya sapne dikhaaye</font></p>
<p>Ab to mera dil, jaage na sota hai<br />
Kya karoon haye, kuch kuch hota hai<br />
<font color="blue">Kya karoon haye, kuch kuch hota hai</font></p>
<p><i>Cuplikan adegan mesra ala Planet Bollywood</i> ;-)<br />
[googlevideo=http://video.google.com/videoplay?docid=-6603045253635864795]</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
