<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gizi-anak &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/gizi-anak/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gizi-anak"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 10:31:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[hindarkan anak dari junk food]]></title>
<link>http://sijaribu.wordpress.com/?p=510</link>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 08:05:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>sijaribu</dc:creator>
<guid>http://sijaribu.id.wordpress.com/2008/10/03/hindarkan-anak-dari-junk-food/</guid>
<description><![CDATA[

STOP junk food
 

MENGONSUMSI makanan redah kadar gizi atau junk food tampaknya sudah menjadi bag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<p><span style="font-size:10.5pt;font-family:&#34;"></p>
[caption id="attachment_511" align="alignleft" width="250" caption="STOP junk food"]<a href="http://sijaribu.wordpress.com/files/2008/10/junk-food-anak.jpg"><img class="size-full wp-image-511" title="junk-food-anak" src="http://sijaribu.wordpress.com/files/2008/10/junk-food-anak.jpg" alt="STOP junk food" width="250" height="177" /></a>[/caption]
<p> </p>
<p></span></p>
<p>MENGONSUMSI makanan redah kadar gizi atau <em><span style="color:#333333;">junk food</span></em> tampaknya sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat terutama di kota-kota besar. Bahkan tak jarang para orang tua malah mengenalkan makanan tidak sehat ini kepada anak-anaknya sejak dini.<!--more-->Ketika mengajak jalan-jalan ke <em><span style="color:#333333;">mall</span></em> atau pusat perbelanjaan, banyak orang tua membelikan anak mereka <em><span style="color:#333333;">junk food</span></em>. Begitu perut lapar, anak-anak langsung diajak menyantap paket menu yang terdiri dari nasi plus ayam goreng, atau burger bersusun tiga ditambah sekantong kentang goreng plus segelas soda.</p>
<p>Padahal dari sisi kesehatan sudah diketahui dengan jelas betapa besar risiko kesehatan yang dihadapi bila mengonsumsi makanan <em><span style="color:#333333;">junk food</span></em> secara rutin.</p>
<p>Seperi dipaparkan DR. Dr Saptawati Bardasono, MSc, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), <em><span style="color:#333333;">junk food</span></em> dapat dikonotasikan sebagai makanan yang kualitas gizinya rendah atau juga makanan sampah. Makanan ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji dengan menawarkan rasa yang lezat dan membuat ketagihan.</p>
<p>¨<em><span style="color:#333333;">Junk food </span></em>biasanya mengandung padat kalori, lemak dan bumbu-bumbu dengan kadar garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. Ini jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan zat-zat lain yang dikandungnya melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu kan harus seimbang,,¨ terang DR. Saptawati saat ditemui di sebuah hotel Jakarta, Rabu (16/4).</p>
<p>Bila <em><span style="color:#333333;">junk food </span></em>sudah merambah anak anak dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka, lanjut Saptawati, maka dikhawatirkan risiko mengidap berbagai penyakit akan mengintai sejak usia dini.</p>
<p>¨Mereka sudah dari awal akan memiliki risiko mengidap berbagai penyakit seperti jantung, tekanan darah, diabetes, atau jenis penyakit berat lainnya. Oleh sebab itu, anak-anak sebaiknya dihindarkan untuk mengonsumsinya. Yang lebih baik tetap makanan dengan <span style="font-size:10.5pt;font-family:&#34;"><a href="http://www.nutrilite.com/">kandungan gizi dan nutrisi</a> </span>seimbang,¨ tambahnya.</p>
<p><strong><span style="color:#333333;">Kalori berlebih</span></strong><br />
Bila ditelaah<em><span style="color:#333333;">, junk food</span></em> memang layak disebut makanan sampah karena dihitung dari nilai gizi, makanan ini sangatlah tidak seimbang. Sebungkus kentang goreng misalnya dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum lagi bila ditambah minuman soda bisa melebihi total 2000 kalori.</p>
<p>Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1.900 kalori, sedangkan anak-anak sekitar 1500-1900 . Berarti, makan sekali sajian, belum termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori untuk anak-anak.</p>
<p><em><span style="color:#333333;">Junk food </span></em>juga dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral justru terabaikan. Yang dikhawatirkan, <em><span style="color:#333333;">junk food</span></em> kemungkinan mengandung zat berbahaya lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak ketagihan. Jadi sebaiknya hindarkan anak Anda dari <em><span style="color:#333333;">junk food</span></em>!</p>
<p>Sumber: Kompas, 16 April 2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[gizi memadai, bikin anak cerdas]]></title>
<link>http://sijaribu.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:45:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sijaribu</dc:creator>
<guid>http://sijaribu.id.wordpress.com/2008/09/01/gizi-memadai-bikin-anak-cerdas/</guid>
<description><![CDATA[KECERDASAN anak terbuka untuk dimanipulasi terutama oleh lingkungan yang kondusif bagi pendidikan, k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:8.5pt;color:#666666;font-family:Tahoma;">KECERDASAN anak terbuka untuk dimanipulasi terutama oleh lingkungan yang kondusif bagi pendidikan, kata pengamat pendidikan Universitas Muhammadiyah Magelang, Riana Mashar.<br />
    <br />
"Lingkungan memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas kecerdasan individu," katanya, di Magelang, saat<!--more-->seminar bertajuk "Meningkatkan Prestasi Anak melalui Optimalisasi Otak".<br />
    <br />
Ia mengatakan, salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua dan guru dalam meningkatkan kecerdasan anak adalah dengan memahami konsep pemberian pendidikan yang memusatkan perkembangan anak.</span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;color:#666666;font-family:Tahoma;">Konsep itu, katanya, menekankan perlunya pendidikan yang menyesuaikan dengan usia, individu, dan kondisi sosial budaya. Ia menjelaskan, kesesuaian pendidikan dengan usia terkait dengan berbagai karakteristik individu secara umum berdasarkan tahap-tahap perkembangan dan hukum-hukum perkembangan yang bersifat universal.<br />
    <br />
Kesesuaian pendidikan dengan individu terkait dengan konsep adanya perbedaan setiap individu sehingga pendidik perlu memerhatikan bahwa pola belajar individu yang satu dengan lainnya berbeda.</span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;color:#666666;font-family:Tahoma;">Ia menjelaskan, kesesuaian pendidikan dengan kondisi sosial budaya terkait dengan lingkungan anak sehingga proses pendidikan yang diberikan diharapkan dapat lebih berorientasi pada kesesuaian dengan lingkungan anak.</span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;color:#666666;font-family:Tahoma;">Peneliti Balai Penelitian Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) Borobudur, Untung S. Widodo, mengatakan, intervensi gizi yang memadai akan meningkatkan kecerdasan otak anak.</span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;color:#666666;font-family:Tahoma;">"Harus terpenuhi kebutuhan zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan fungsi otak, dan organ-organ penting lainnya," katanya. Ia mengatakan, makin muda usia anak mendapatkan gizi yang memadai, makin besar pula kesempatan anak untuk meningkatkan kemampuan tumbuh kembangnya.<br />
    <br />
"Tingkat kecerdasan otak dan organ lain punya fase usia optimum untuk ditingkatkan merupakan saat-saat diberikan intervensi gizi yang sesuai," katanya.</span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:8.5pt;color:#666666;font-family:Tahoma;"></p>
[caption id="attachment_22" align="alignnone" width="70" caption="si Jaribu"]<a href="http://sijaribu.wordpress.com/files/2008/09/si-jaribu-re.jpg"><img class="size-full wp-image-22" src="http://sijaribu.wordpress.com/files/2008/09/si-jaribu-re.jpg" alt="si Jaribu" width="70" height="105" /></a>[/caption]
<p>Sumber : Antara</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Orang Tua Murid: Mari Ubah Menu Kantin Sekolah]]></title>
<link>http://elinski.wordpress.com/?p=104</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:40:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>elinski</dc:creator>
<guid>http://elinski.id.wordpress.com/2008/08/08/orang-tua-murid-mari-ubah-menu-kantin-sekolah/</guid>
<description><![CDATA[Waktu saya sekolah, dari SD sampai SMA kebanyakan makanan adalah junk food. Kalau saya jajan, saya b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu saya sekolah, dari SD sampai SMA kebanyakan makanan adalah junk food. Kalau saya jajan, saya biasanya beli indomie telor atau mie ayam yang penuh MSG, soft drink atau jelly drink yang isinya gula and pewarna, atau nasi dan chicken nuggets (yang saya yakin, nuggets-nya frozen dan mengandung pengawet, bukan buatan sendiri), atau <em>snack</em> ga ada juntrungan kayak Chickie, Coki-Coki, Kit Kat, wafer superman dan Taro.</p>
<p>Karena itu, saya agak2 <em>culture shock</em> waktu ikut orientasi sekolah anak saya di Singapur. Kantinnya sama sekali tidak jual soft drinks. Ada banyak vending machine bermerek Coca Cola di kompleks sekolah, tapi hanya jual aqua botol.</p>
<p>Kantinnya sama sekali tidak jual <em>junk food</em>. Nggak ada <em>cup noodles</em>,<em> chicken nuggets</em> dan sejenisnya. Untuk makan siang, murid bisa milih antara makan nasi + lauk + sayur (e.g. nasi ayam hainan), sandwich bar (isinya boleh milih sendiri), sushi, dsb. Minumnya bisa air mineral, <em>juice</em>, teh (<em>green tea, chrysanthemum, lemon tea</em>) atau beberapa macam energy drink (sejenis Milo atau Gatorade).</p>
<p>Apa yang mereka sajikan di kantin bisa dibilang lebih variatif dan bergizi dari apa yang saya sebagai orang tua bisa siapkan dari rumah pagi2 buta. Kalo anak saya saya bawakan makan siang, paling isinya nasi goreng, nasi + maling, mie goreng (hasil indomie) atau lauk sisa semalam.</p>
<p>Trus saya berpikir, "Apa yang membuat sekolah ini hanya menyajikan makanan sehat?"</p>
<p>Faktornya ada 2. Pertama, pemerintah Singapur memang merekomendasikan kantin-kantin sekolah untuk hanya menyajikan makanan sehat. 85% sekolah di Singapur mengikuti anjuran ini.</p>
<p>Kedua, sekolah ini punya PTA (parent-teacher association) atau POMG yang kuat. Mereka meminta sekolah untuk hanya menyajikan makanan sehat untuk anak-anak mereka.</p>
<p>Lalu saya berpikir, "Kalau sekolah ini bisa, kenapa orang-orang tua murid di Indonesia tidak mulai melakukan hal yang sama?"</p>
<p>Bayangkan efek positif dari menu sehat di kantin sekolah. Anak kita akan terhindar dari asupan MSG, bahan kimia, pewarna dan gula yang berlebihan, yang bisa membuat mereka hiperaktif di kelas dan di rumah (note: riset membuktikan bahwa kelebihan asupan gula merupakan salah satu pemicu <em>Attention Deficiency Disorder / ADD</em>) .</p>
<p>Menu sehat di kantin sekolah juga memberikan orang tua kemudahan yang lebih. Kita nggak usah pusing2 nyiapin lunch box, karena kita percaya apapun yang anak kita pilih untuk makan siangnya akan mengandung gizi seimbang. Mungkin kalo di Indo ada pembantu yang nyiapin yaaa ... tapi kalo kayak saya khan masak sendiri, males bangun subuhnya itu loh!</p>
<p>Makanan sehat juga meningkatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Di acara TV <em>"Jamie's School Dinners" (Discovery Travel &#38; Living)</em>, saya melihat guru2 di sekolah2 London yang memberi <em>testimony</em> berikut:</p>
<blockquote><p>"Setelah Jamie mengubah menu makanan di kafetaria dari <em>junk food</em>, gorengan dan <em>frozen food</em> ke <em>fresh food</em> yang bergizi seimbang, murid kami lebih fokus dan mudah konsentrasi. Perbedaannya sangat jelas terutama setelah jam makan siang, dimana anak biasanya mulai hiperaktif karena SEBELUMNYA mereka selalu makan gorengan dan minum <em>soft drink</em> saat makan siang."</p></blockquote>
<p>Itu baru efek jangka pendeknya. Bayangkan efek jangka panjangnya. Kalau orang tua mendorong sekolah untuk hanya menyediakan makanan sehat, secara langsung anda berinvestasi untuk mencegah anak anda dari diabetes, tekanan darah tinggi, ADD / ADHD, obesitas, penyakit pencernaan akibat bahan pengawet, atau penyakit2 lain yang disebabkan oleh bahan kimia yang karsinogenik.</p>
<p>Kalau orang-orang tua murid di satu sekolah kompakan bikin petisi dan konsisten untuk menyampaikan permintaan yang sama di tiap pertemuan POMG dan saat ambil rapor, saya percaya suatu saat pihak sekolah akan mendengar dan melakukan sesuatu. <em>After all</em>, kelanjutan sekolah tersebut bergantung pada uang sekolah dan uang gedung / uang pangkal yang disetor oleh orang tua :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANAK SUSAH MAKAN ? MINUM MADU]]></title>
<link>http://officesoft.wordpress.com/?p=380</link>
<pubDate>Thu, 01 May 2008 07:32:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bunda Aisha</dc:creator>
<guid>http://officesoft.id.wordpress.com/2008/05/01/anak-susah-makan-minum-madu/</guid>
<description><![CDATA[sumber : intisari
Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>sumber : intisari</p>
<p>Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap kandungan gizinya.<!--more--></p>
<p>Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.</p>
<p>Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu. Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari generasi tanpa masa depan (lost generation).</p>
<p>Meningkatkan nafsu makan</p>
<p>Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.</p>
<p>Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita usia 13 - 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).</p>
<p>Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan, tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop. Sebagian data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel  1..</p>
<p>Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.</p>
<p>Mengandung faktor pertumbuhan</p>
<p>Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.</p>
<p>Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.</p>
<p>Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia.</p>
<p>Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan madu.</p>
<p>Perbandingan kadar zat gizi madu secara umum terhadap gula pasir dapat dilihat pada tabel 2.</p>
<p>Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.</p>
<p>Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat "disembuhkan" dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.</p>
<p>Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.</p>
<p>Takaran minum madu</p>
<p>Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 - 4 bulan, karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI). Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.</p>
<p>Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.</p>
<p>Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita, terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi generasi tanpa masa depan (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, IPB)</p>
<p><a href="http://officesoft.wordpress.com/2008/05/01/tomat-dongkrak-nafsu-makan-anak/">tomat dongkrak nafsu makan anak</a><br />
<a href="http://officesoft.wordpress.com/2008/05/01/anak-lebih-tahu-kebutuhan-makannya/">anak lebih tahu kebutuhan makannya</a><br />
<a href="http://officesoft.wordpress.com/mainan-edukatif-2/">lihat mainan edukatif</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
