<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gelora-bung-karno &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/gelora-bung-karno/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gelora-bung-karno"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 15:34:07 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[The Call Indonesia]]></title>
<link>http://fostorge.wordpress.com/?p=60</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 09:56:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>fostorge</dc:creator>
<guid>http://fostorge.id.wordpress.com/2008/08/21/the-call-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 18 Agustus 2008, merupakan tanggal berserjarah bagi bangsa kita. Karena pada tanggal ini All]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tanggal 18 Agustus 2008, merupakan tanggal berserjarah bagi bangsa kita. Karena pada tanggal ini Allah kita telah melawat bangsa Indonesia. Segala kutuk telah dipatahkan, derajad kita telah dinaikkan, dan berkat telah dicurahkan hingga berlimpah-limpah.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img src="http://img.photobucket.com/albums/v172/supasentai/storge/TCI/DSC00607_edited.jpg" alt="Usher TCI" width="320" height="240" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Usher TCI</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Atmosphere yang lebih ringan pun dapat dirasakan dalam keseharian. Seakan-akan kita dapat merasakan belenggu yang selama ini memenjarakan kita telah dipatahkan. Mari kita galang kesatuan hati dan juga tekad dalam memberikan yang terbaik bagi Allah kita. Kita bangun negeri Indonesia ini secara bersama, dengan kasih. Kasih yang tidak menginginkan praktek KKN, kasih yang tidak mengadu domba SARA, kasih yang selalu memberi bagai air mengalir dan tidak pernah berhenti.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari pula kita sempatkan waktu untuk mendoakan negara kita ini. Setiap hari selama 5 menit kita mengambil waktu untuk khusus mendoakan negara Indonesia. Kita mohon agar mereka yang berada di jajaran pemerintahan menjalankan roda pemerintahan ini dengan integritas, dengan roh takut akan Tuhan. Kita berdoa bagi kemiskinan, kelaparan, dan penyakit yang ada di negara ini, moralitas bangsa dan kaum muda. Agar kita semua dapat bangkit dari keterpurukan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Nubuatan yang telah disampaikan melalui hamba-hamba-Nya telah berbicara sangat jelas, bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang teraman. Banyak bangsa akan datang menuju ke Indonesia, dan Indonesia akan menjadi salah satu tujuan favorit dari bangsa-bangsa asing. Tentu saja kita menerima semua ini dengan iman, dan iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati. Jadi marilah kita berusaha bersama-sama dalam doa dan dalam tindakan kasih yang nyata membantu penggenapan nubuatan tersebut. Kita dapat memulainya dari lingkungan yang ada di sekitar kita. Kita dapat menjaga kebersihan dari lingkungan di sekitar kita .<img class="alignright" src="http://img.photobucket.com/albums/v172/supasentai/storge/TCI/DSC00613_edited.jpg" alt="" width="320" height="240" /> Kita dapat lebh peduli dengan kondisi kemiskinan yang ada di sekitar kita. Mungkin kita dapat mengumpulkan baju bekas layak pakai untuk kita sumbangkan ke yayasan yang ada. Ataupun kita bersama-sama organisasi sosial yang ada mengunjungi panti-panti sosial (jompo, asuhan, dsb). Ataupun mungkin kita dapat membentuk satu menara doa untuk mendoakan kondisi lingkungan di sekitar kita. Mendoakan generasi muda nya agar tidak tercemar oleh godaan-godaan dunia dunia yang negatif dan dapat merusak masa depan mereka. Mendoakan pemulihan keluarga-keluarga yang terluka, dan masih banyak lagi hal positif lainnya yang bisa kita lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saudara-saudarku setanah air, mari kita bersama-sama menjadikan lingkungan kita, kota kita, daerah kita, propinsi kita, dan negara kita menjadi negara yang memuliakan Tuhan. Negara yang memancarkan kasih Allah, dan bercahaya di antara bangsa-bangsa lainnya serta memberkati bangsa-bangsa lainnya. Kesepakatan dan deklarasi yang telah dicanangkan pada The Call Indonesia 18 Agustus 2008 itu kiranya dapat menjadi rema di dalam hati kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus Memberkati</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Persija di SUGBK, Tanpa Penonton]]></title>
<link>http://indonesiansuperleague.wordpress.com/?p=110</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 04:01:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>samkiwa</dc:creator>
<guid>http://indonesiansuperleague.id.wordpress.com/2008/08/21/persija-di-sugbk-tanpa-penonton/</guid>
<description><![CDATA[Manajemen Persija Jakarta akan tetap memperjuangkan pertandingan timnya di ajang Djarum Liga Super I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Manajemen Persija Jakarta akan tetap memperjuangkan pertandingan timnya di ajang Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2008/2009, agar bisa digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, dan bisa disaksikan penonton. Bila tanpa penonton, Persija akan kesulitan membiayai pertandingan, termasuk membayar stadion, keamanan dan sebagainya.</p>
<p>Persija memang sudah mendapat izin menggelar pertandingan tanpa penonton di SUGBK Senayan dari Polda Metro Jaya, saat melawan Pelita Jaya, beberapa waktu lalu.</p>
<p>"Tapi, kami tetap memilih melaksanakannya di Stadion Manahan Solo karena di sana tak ada larangan tanpa penonton," kata Direktur Umum PT Persija Jaya, Bambang Sutjipto yang dihubungi lewat selulernya, Rabu (20/8) sore.</p>
<p>Demikian juga pertandingan melawan PSIS Semarang, 7 September mendatang, atau bertepatan Ramadhan.  Pertandingan yang akan dimulai usai salat tarawih, sekitar pukul 21:00, diharapkan mendapat izin dari Polda Metro Jaya. "Kami akan mengajukan izin pertandingan di Senayan, pakai penonton," kata Bambang.</p>
<p>Bukankah Badan Liga Indonesia (BLI) PSSI telah menetapkan Persija main di SUGBK Senayan, tapi tanpa penonton? "BLI bukan dalam kapasitas memberi izin, tapi kepolisian. Mereka hanya pelaksana kompetisi," jelas Bambang Sutjipto.</p>
<p>Ditanya soal pertandingan yang digelar malam hari, Bambang memberi contoh, Arab Saudi tetap menggelar kompetisi pada bulan puasa. Tapi waktunya diubah ke malam hari seusai tarawih.  <em>(Sumber: Poskota.co.id)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[		Seratus  Ribu  di  Gelora]]></title>
<link>http://salamrevolusi.wordpress.com/?p=91</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 05:31:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>salam revolusi</dc:creator>
<guid>http://salamrevolusi.id.wordpress.com/2008/05/27/seratus-ribu-di-gelora/</guid>
<description><![CDATA[&gt;&gt;Agustus  tahun  lalu,  Gelora  Bung  Karno  di  penuhi  oleh  lebih  dari  seratu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#62;&#62;</strong>Agustus  tahun  lalu,  Gelora  Bung  Karno  di  penuhi  oleh  lebih  dari  <strong>seratus  ribu</strong>  simpatisan  dan  aktivis  Hizbut  Tahrir  Indonesia  dalam  momentum  ke  83  tahun  runtuhnya  Daulah  Khilafah  Islamiyah</p>
<p><strong>&#62;&#62;</strong>tak  lama  berselang,  harlah  NU  yang  di  hadiri  lebih  dari <strong>seratus  ribu</strong>  warga  NU  juga  memadati  Gelora  bung  Karno</p>
<p><strong>&#62;&#62;</strong>  Bulan  mei,  sang  Gelora  juga  di  penuhi  oleh  <strong>seratus  ribu</strong>  lebih  simpatisan  dan  warga  PKS  dalam  agenda  milad  PKS  ke  10.</p>
<p><strong>&#62;&#62;</strong> jauh-jauh  hari  sebelumnya,  Gelora  Bung  Karno  juga  tak  pernah  absen  di  hadiri  oleh  lebih  dari  <strong>seratus  ribu</strong>  pemuda-pemudi  "maniak"  bola  tiap  ada  pertandingan  bola  kaki  tersebut  di  sana.</p>
<p><strong>&#62;&#62; </strong> dan  akhirnya,  tak  mau  kalah,  pemerintah  memperingati  satu  abad  kebangkitan  nasional  dengan  gegap  gempita  di  penuhi  <strong>seratus  ribu</strong> hadirin,  tak  terkecuali  para  Pembesar  negeri  ini.</p>
<p>Siapa  lagi  yang  akan  menyusul  dengan  <strong>seratus  ribu  </strong>pendukung  di  gelora  bung  karno?   J</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harkitnas, Ali Sadikin, SK Trimurti dan Mahasiswa]]></title>
<link>http://wangsacl.wordpress.com/?p=210</link>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 01:29:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ivan Wangsa C.L.</dc:creator>
<guid>http://wangsacl.id.wordpress.com/2008/05/21/harkitnas/</guid>
<description><![CDATA[Hm&#8230; Yang pertama, selamat HarKitNas (Hari Kebangkitan Nasional). Setelah 1 abad perjuangan ini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hm... Yang pertama, selamat HarKitNas (Hari Kebangkitan Nasional). Setelah 1 abad perjuangan ini dimulai, tetap saja, Indonesia belum merdeka sepenuhnya.</p>
<p>Masih banyak rakyat miskin di 1 abad ini, dan akan terus bertambah. Masih tinggi kriminalitas, pengangguran dan lain-lain. Di lain sisi, korupsi terus meningkat, meskipun pemberantasan korupsi juga semakin gencar.</p>
<p>Meskipun HarKitNas ini dirayakan secara besar-besaran di Stadion Gelora Bung Karno, tetap saja, kalau ini hanya untuk menambah rasa Nasionalisme, kenapa hanya harus sekali? Jujur saja, Nasionalisme mungkin bisa ditimbulkan lewat acara itu (saya sendiri sempat terkagum-kagum dengan acara itu, saya agak kaget mereka sampai berani turun dari helikopter ke Stadion Gelora Bung Karno), tetapi permasalahannya adalah, apakah setelah acara yang menggugah rasa nasionalisme itu memang bisa meningkatkan rasa nasionalisme dari setiap orang itu sendiri dalam jangka waktu panjang? Saya rasa tidak. Acara seperti itu hanya akan menghasilkan rasa nasionalisme yang bersifat temporer dan sementara.</p>
<p>Dan yang membuat saya berpikir ulang adalah, berapakah uang yang dikeluarkan untuk acara seperti itu? Mungkin milyaran, bisa jadi sampai trilyunan.</p>
<p>Di kondisi bangsa Indonesia yang sedang dipusingkan dengan akan naiknya harga BBM yang kemungkinan besar akan dilaksanakan pada Juni, presiden RI malah meluangkan waktunya selama 3 jam untuk sebuah acara yang bisa dikategorikan agak tidak penting. Lebih penting kalau mengurusi BBM.</p>
<p><!--more Baca Selanjutnya--></p>
<p>Apa mungkin presiden sudah stres juga dengan pilihan menaikkan BBM, sehingga ingin refreshing ya? hm... Masuk akal.</p>
<p>Di sisi lain, ternyata <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/20/time/192441/idnews/942139/idkanal/10/idpartner/">2</a> <a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/20/time/183858/idnews/942117/idkanal/10">tokoh</a> di Indonesia meninggal dunia, tepat pada 100 tahun peringatan hari Kebangkitan Nasional. 2 tokoh itu adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/SK_Trimurti">SK Trimurti</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Sadikin">Ali Sadikin</a>. SK Trimurti meninggal pada 20 Mei 2008, pukul 18.30 WIB, dalam usia 96 tahun di RS. Gatot Soebroto Jakarta. SK Trimurti adlaah seorang tokoh wanita dan tokoh pers. Sedangkan, Ali Sadikin yang lebih dikenal dengan Bang Ali meninggal pada 20 Mei 2008, pukul 18.30 waktu Singapura (pukul 17.30 WIB) di Gleneagles Hospital. Bang Ali adalah mantan gubernur DKI Jakarta, dan salah satu gubernur Jakarta yang dikategorikan sukses. Sepertinya, bulan Mei banyak amat yang meninggal. Sebelumnya, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sophan_Sophiaan">Sophan Sophiaan</a> meninggal dunia pada 17 Mei 2008 karena kecelakaan motor di Ngawi, Jawa Timur. Saya mengucapkan turut berduka cita.</p>
<p>Tapi, apakah ini pertanda buruk? Bahwa pertanda Indonesia akan sulit untuk bangkit kembali? Mungkin saja iya, melihat kondisi sekarang. Tapi saya tetap berharap Indonesia akan bangkit.</p>
<p>Berbicara soal BBM di atas, saya jadi teringat dengan demo mahasiswa di Indonesia. Saya membaca <a href="http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/05/16/kritik-terhadap-demo-mahasiswa-menentang-kenaikan-harga-bbm/">analisis</a> mengenai masalah ini, dan saya katakan, saya setuju akan orang tersebut.</p>
<p>Berikut ini beritanya, diambil dari <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2008/05/20/brk,20080520-123337,id.html">TempoInteraktif</a>:</p>
<blockquote><p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:medium;"><strong>Mahasiswa Menyandera Mobil Tangki Pertamina</strong></span><br />
<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Selasa, 20 Mei 2008 &#124; 15:45 WIB </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><span style="color:#666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>, <span style="color:#666666;"><strong>Jakarta</strong></span>:<br />
Mahasiswa Universitas Mercu Buana menyandera mobil tangki Pertamina di depan kampus mereka, Jalan Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (20/5).</p>
<p>Menurut Ari Nurdianto, Koordinator Lapangan Front Indonesia Semesta Universitas Mercu Buana (FIS UMB), penyegelan mobil Pertamina ini merupakan bentuk protes mereka terhadap rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM).</p>
<p>"Memang sudah kami rencanakan aksi ini," ujarnya saat ditemui Tempo di Kepolisian Resort Metropolitan Jakarta Barat, Selasa (20/5).</p>
<p>Ari menuturkan sebanyak 35 mahasiswa mengikuti demo ini di depan kampus mereka. Saat mereka sedang melakukan aksi protes di depan kampus dengan membakar ban mobil, menurut Ari ada sebuah mobil tangki Pertamina lewat.</p>
<p>"Kami memang berencana akan melakukan penghadangan, kebetulan mobil tangki lewat," ujarnya.</p>
<p>Mobil tangki pertamina yang mereka hadang bisa memuat 8000 liter bensin dengan nomor polisi B 9269 PQ. Namun mobil tersebut saat dihadang sudah tidak memiliki muatan alias kosong.</p>
<p>Menurut Ari, mobil Pertamina yang mereka sandera tersebut akan dibawa ke Istana Negara untuk berdemo. Namun, saat sampai di jalan tol Kebon Jeruk, di depan Universitas Indonusa Esa Unggul, mereka dihadang polisi. "Setelah itu kami dibawa ke Polres Jakarta Barat," ujarnya.</p>
<p><strong>Rika Panda</strong></span></p></blockquote>
<p>Mereka berdemo soal BBM, dan mereka malah menyandera truk tangki Pertamina? :shock:</p>
<p>Hal ini justru hanya akan menambah kelangkan BBM! Dan justru, harga BBM ini akan semakin naik! Apa para mahasiswa ini tidak punya otak? Sekedar tambahan, mahasiswa yang ikut demo itu, biasanya mempunyai beberapa kemungkinan yang logis:</p>
<p><strong>1. Mau di-DO.<br />
</strong>Karena mungkin nilainya hancur, lalu ikut-ikutan cari sensasi."Daripada stres mikirin nilai, mending demo aja." Mungkin itu kata mereka.</p>
<p><strong>2. Ikut-ikutan<br />
</strong>Kategori ini biasanya mahasiswa yang ikut-ikutan kategori 1. Mungkin karena mahasiswa kategori 2 ini ikut-ikutan kategori 1.</p>
<p><strong>3. Cari sensasi<br />
</strong>Ya, mungkin motivasi masuk TV, atau bagaimana, yang jelas, ada juga yang senang cari sensasi.</p>
<p>Yang jelas, aktivitas mahasiswa makin hari, meskipun makin demokratis, justru mencerminkan kebebasan yang tidak diatur. Kebebasan yang tidak bertanggung jawab. Saya jadi ingat, ketika saya di Bali, ada yang menulis spanduk seperti ini, kurang lebih bunyinya, "Demokrasi mendukung kebebasan, tapi kebebasan yang akan menghancurkan Demokrasi itu sendiri"</p>
<p>Hm... Mungkin sedikit coret-coretan ini bisa menjadi suatu hal yang mencerminkan kondisi Indonesia sekarang. Tapi, saya tetap yakin...</p>
<p><a href="http://wangsacl.files.wordpress.com/2008/05/bisa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-211" src="http://wangsacl.wordpress.com/files/2008/05/bisa.jpg" alt="" width="337" height="325" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kirab Api  Olimpiade ]]></title>
<link>http://dyhary.wordpress.com/?p=141</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 12:10:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>dyhary</dc:creator>
<guid>http://dyhary.id.wordpress.com/2008/04/23/kirab-api-olimpiade/</guid>
<description><![CDATA[Melihat  tayangan tv    tentang  kirab  api Olimpiade  Beijing 2008 di Senayan, ada rasa bang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat  tayangan tv    tentang  kirab  api Olimpiade  Beijing 2008 di Senayan, ada rasa bangga sekaligus  prihatin. Bangga  karena  Indonesia menjadi salah satu negara yang disinggahi  api Olimpiade.  Prihatin  karena masyarakat  tak diberi kesempatan menyaksikan  langsung  kirab tersebut. Hanya  undangan, yang bisa menunjukkan tanda pengenal, yang boleh  masuk Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, tempat kirab berlangsung.</p>
<p>Dari   tayangan tv terlihat   bahwa  api Olimpiade  dibawa berlari mengelilingi Stadion Utama GBK sebanyak 6 putaran.  Persis  seperti <em>jogging </em>mengitari  stadion, tapi   dengan obor di tangan.   Obor itu  diusung sekitar 80 pelari selama 3 jam, dan    disaksikan  5.000 orang yang  diundang atau diperbolehkan menyaksikan langsung kejadian langka itu. </p>
<p>Sayang,  peristiwa langka itu tak bisa disaksikan langsung oleh masyarakat.   Karena alasan keamanan,  kirab hanya dilakukan di Senayan.  Entah  kapan api Olimpiade  mampir kembali ke Indonesia?</p>
<p>  </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sejarah, catatkanlah...!!]]></title>
<link>http://tehaha.wordpress.com/2008/02/08/sejarah-catatkanlah/</link>
<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 03:25:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>tehaha</dc:creator>
<guid>http://tehaha.id.wordpress.com/2008/02/08/sejarah-catatkanlah/</guid>
<description><![CDATA[




” lao ma i tu ginjang, ma tarida i “…( keatas arahnya itu nanti, udah bisa diduga koq )
b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://tehaha.wordpress.com/files/2008/02/starting-eleven-1.jpg" alt="pesemes" height="219" width="290" /></div>
<div align="center"></div>
<div align="center"></div>
<div align="center"></div>
<p><i><br />
” lao ma i tu ginjang, ma tarida i “…( keatas arahnya itu nanti, udah bisa diduga koq )</i></p>
<p>begitulah sayup-sayup terdengar ucapan lae disebelahku yang jantungnya berdegup kencang karena sedang menyaksikan duel adu penalty ( psms - persipura ) rabu lalu di GBK. hari itu, semifinal tersebut kembali harus diakhiri dengan adu penalty. salah satu alasan mengapa aku nonton adalah untuk mengobati sedikit rasa rinduku terhadap tanah leluhur, karena di stadion bisa bertemu ma kawan-kawan yang mengadu nasib di jakarta.</p>
<p>dramatis, akhirnya <b>PSMS</b> bisa masuk final untuk pertama kali sejak liga digulirkan tahun 1994. semoga sejarah bisa berpihak dan <font color="#339966"><b><a href="http://www.psms-medan.com">PSMS</a></b> </font>bisa meraih gelar pertama liga indonesia. disepanjang pertandingan, atmosfir stadion memang bisa memacu kita untuk bisa berteriak lebih kencang. sampai saat moment adu penalti berlangsung, jantung berdegup semakin kencang.</p>
<p>ketika<font color="#008000"><b><a href="http://profiles.friendster.com/saktisinaga"> saktiawan sinaga</a></b></font> berhasil mengeksekusi penalty, sorak-sorai kemenangan pun terdengar. spontan, mayoritas orang yang berada di tribun itu berpelukan, walaupun tak saling kenal. universalitas bahasa sepakbola pun dibuktikan.</p>
<p>sayang, suporter kita belum juga bisa membuktikan kedewasaannya.<b><a href="http://www.detiksport.com/ligaindonesia/index.php/home.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/08/time/000717/idnews/890544/idkanal/76"> <font color="#339966">tragedi</font></a></b> di hari itu mempertegas bahwa sampai saat ini, sepakbola kita masih terlalu hijau untuk memaknai <i>fair play</i> yang menjadi elemen paling hakiki dalam olahraga. kejadian itu menambah daftar hitam perjalanan sepakbola tanah air. hanya bisa berharap, kedepan sepakbola bisa tampil lebih elegan, berkualitas dan sportif. kalau kejadian serupa terus terjadi, berarti kita sedang berjalan mundur menuju peradaban yang minim pembelajaran.</p>
<p>well, pita hitam patut disematkan. lebih dari ungkapan belasungkawa dan turut berkabung, semoga tragedi tersebut adalah yang terakhir, dan perubahan menuju sepakbola yang lebih bermartabat bisa diwujudkan.<br />
9 Februari 2008, berharap, sejarah mencatat lahirnya juara baru..!!</p>
<p>sing..sing…so…!!</p>
<div align="right">-superunknown-</div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"></div>
<div style="text-align:center;" align="left"></div>
<div style="text-align:center;" align="left"></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Borussia Dortmund vs Indonesian National Team: Dec 19]]></title>
<link>http://syafira.wordpress.com/2007/12/08/borussia-dortmund-vs-indonesian-national-team-dec-19/</link>
<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 20:26:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fira</dc:creator>
<guid>http://syafira.id.wordpress.com/2007/12/08/borussia-dortmund-vs-indonesian-national-team-dec-19/</guid>
<description><![CDATA[Argh, come on. Don&#8217;t sell the ticket a day before, and don&#8217;t sell it there, at the ticke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Argh, come on. Don't sell the ticket a day before, and don't sell it there, at the ticket box. I won't be able to compete with all those fanatic PSSI fans. I really want to watch this friendly game on live but noone I can ask to go with me (and go to the ticket box and buy me the ticket). It must be very exciting and hilarious. LOL. I know for sure, PSSI won't come out as the winner. It needs lots of magic to make it happened.</p>
<p>Sigh, anyway, this is the ticket price list that I took from the ads on tv.</p>
<p>VIP        : Rp 100,000.00<br />
Kelas 1  : Rp 50,000.00<br />
Kelas 2  : Rp 20,000.00</p>
<p>You can get the ticket a day before the game match, that is on Dec 18 at Ticket Box Gelora Bung Karno.</p>
<p>The game will be held on Dec 19, 16.45 WIB (weird timing..) at Gelora Bung Karno Main Stadium.<br />
<a href="http://www.pssi-football.com/en/view_news_111082.php?id=536" target="_blank">The News at PSSI website</a></p>
<p>UPDATE 091207:</p>
<p>Will try to get the ticket, wish me luck.</p>
<p>Second UPDATE 181207:</p>
<p>No luck.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
