<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>free-seks &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/free-seks/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "free-seks"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 10:28:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penegasan Islam Tentang Zina]]></title>
<link>http://istiqom4h.wordpress.com/?p=581</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 07:01:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ernabpp</dc:creator>
<guid>http://istiqom4h.id.wordpress.com/2008/09/01/penegasan-islam-tentang-zina/</guid>
<description><![CDATA[Ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dibawah ini merupakan hukum yang menyatakan secara tegas bahwa islam mengh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Ayat-ayat Al-Qur'an dibawah ini merupakan hukum yang menyatakan secara tegas bahwa islam mengharamkan zina</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya".(QS. An-Nur : 1)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman".(QS. An-Nur : 2)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"Laki-laki yang berzina tidak menikahi melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dinikahi melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min" .(QS. An-Nur : 3)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang-orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik".(QS. An-Nur : 4)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar"(QS. AN-Nur : 23)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (yaitu surga)" .(QS. An-Nur : 26)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk".(QS. Al-Isra : 32)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akibat dari Pergaulan Bebas]]></title>
<link>http://istiqom4h.wordpress.com/?p=517</link>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 01:35:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>ernabpp</dc:creator>
<guid>http://istiqom4h.id.wordpress.com/2008/08/23/akibat-dari-pergaulan-bebas/</guid>
<description><![CDATA[Dalam sebuah angket atas nama Wati (20 tahun) tertulis penuturan seperti ini :
&#8220;Saya sudah per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah angket atas nama Wati (20 tahun) tertulis penuturan seperti ini :</p>
<p>"Saya sudah pernah melakukan senggama. Pertama kali saya melakukannya dengan pacar saya ketika berusia 18 tahun. Selama berpacaran, saya melakukan semua hal, mulai dari saling mengunjungi, jalan berduaan, cium pipi, cium bibir, pegang buah dada, pegang alat kelamin sampai pada senggama. Menurut saya, hubungan seks di luar nikah adalah normal, asalkan bisa menanggung resikonya<!--more-->"</p>
<p>Mengenai akibat dari senggama, wati mengatakan tidak masalah. "Kehamilah bisa dicegah dengan obat alat kontrasepsi atau pantang berkala. Kalaupun terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, kandungan itu digugurkan saja" tuturnya ringan. Dengan pandangan seperti itu, wati melakukan senggama dengan pacarnya kira-kira 1 bulan sekali. Naudzubillah ...</p>
<p>Dengan demikian, tak heran jika angka aborsi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini jelas bertentangan dengan hati nurani manusia. Orang lain pun dilibatkan, misalnya dokter atau bidan yang membuat mereka melawan hati nuraninya dan juga melanggar kode etik kedokteran maupun sumpah jabatan. Kesalahan dua orang  mengakibatkan orang-orang professional menjadi pembunuh bayaran.</p>
<p>Belum lagi, dengan bayi-bayi yang dibuang karena kelahiran yang tak diinginkan. Hal ini tentu membuat kita terenyuh dan prihatin, betapa tidak berharganya nyawa manusia di mata orang-orang yang menyalahgunakan hubungan seks. Kelahiran yang tidak diinginkan telah membuat seorang ibu menjadi pembunuh darah dagingnya sendiri.</p>
<p>Selain itu, akibat dari pergaulan bebas dan hubungan seks bebas adalah penyebaran penyakit. Penyakit yang saat ini paling menakutkan adalah penyakit kurangnya daya tahan tubuh terhadap serangan HIV aids dan Herpes Simplex II. Jika anda merasa memakain kondom itu aman, anda salah karena sekarang telah berkembang penyakit yang walaupun anda memakai kondom anda akan tetap tertular penyakit Kanker Mulut Rahim yang menjadi pembunuh no. 1 di negara berkembang contohnya indonesia.</p>
<p>Untuk itu, betapa fitrahnya agama islam yang menginginkan terpeliharanya kesucian dan kehormatan wanita. Hal ini tentu didambakan oleh setiap orang, sekalipun bagi mereka yang pernah terjebak dalam pergaulan bebas. Mereka tetap pada fitrah semula, menginginkan pasangan hidup yang bersih. Bersih lahir dan batin.</p>
<p>Kalaupun masih ada yang mengingkari fitrah ini, silahkan jawab pertanyaan berikut ini :</p>
<ul>
<li>Apakah anda dapat berkata jujur tentang hubungan seks yang pernah anda alami kepada calon pasangan yang akan menjadi istri/suami anda yang sesungguhnya ? Jika tidak, mengapa anda berani melakukan perbuatan nista itu ?</li>
<li>Jika anda disuruh memilih dari dua calon pasangan anda, yang satu pernah melakukan hubungan seks dan yang lainnya teguh memegang ajaran islam. Mana yang akan anda pilih ? tentu yang teguh dalam berislam kan !! Tapi mengapa anda berbuat hal yang merusak kesucian, sementara anda menginginkan pendamping yang bersih ???</li>
<li>Bagaimana perasaan anda, jika mengetahui istri/suami anda mempunyai nostalgia hubungan seks dengan pasangannya masing-masing ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tapi mengapa anda melakukan adegan serupa terhadap seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping hidup orang lain ?</li>
<li>Jika anda telah menjadi ayah atau ibu dari anak anda, apakah anda senang mempunyai anak seperti responden wati dan pacarnya di atas ? Kalau tidak, mengapa anda menghancurkan perasaan orang tua anda dengan berbuat demikian seperti yang dilakukan responden wati dan teman "main" nya ???</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seksual Remaja]]></title>
<link>http://adeisme.wordpress.com/?p=54</link>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 20:29:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>adeisme</dc:creator>
<guid>http://adeisme.id.wordpress.com/2008/07/27/seksual-remaja/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : <em>Sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men</em> (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, <span style="color:black;">pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:9pt 0;"><strong><span>Perilaku Seksual </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan senggama. Obyek seksual dapat berupa orang, baik sejenis maupun lawan jenis, orang dalam khayalan atau diri sendiri. Sebagian tingkah laku ini memang tidak memiliki dampak, terutama bila tidak menimbulkan dampak fisik bagi orang yang bersangkutan atau lingkungan sosial. Tetapi sebagian perilaku seksual (yang dilakukan sebelum waktunya) justru dapat memiliki dampak psikologis yang sangat serius, seperti rasa bersalah, depresi, marah, dan agresi. </span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain adalah ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar nikah. Belum lagi tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut. Selain itu resiko yang lain adalah terganggunya kesehatan yang bersangkutan, resiko kelainan janin dan tingkat kematian bayi yang tinggi. Disamping itu tingkat putus sekolah remaja hamil juga sangat tinggi, hal ini disebabkan rasa malu remaja dan penolakan sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil diluar nikah. Masalah ekonomi juga akan membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks.</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;                    &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan. </span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja, oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut.</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja, menurut Sarlito W. Sarwono (Psikologi Remaja,1994) adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja. Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanya penundaan usia perkawinan, baik secara hukum oleh karena adanya undang-undang tentang perkawinan, maupun karena norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan (pendidikan, pekerjaan, persiapan mental dan lain-lain) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Norma-norma agama yang berlaku, dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Untuk remaja yang tidak dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal tersebut. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Kecenderungan pelanggaran makin meningkat karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan melalui media masa yang dengan teknologi yang canggih (cth: VCD, buku stensilan, Photo, majalah, internet, dan lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa, karena pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Orangtua sendiri, baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks dengan anak, menjadikan mereka tidak terbuka pada anak, bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah ini. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:4.5pt 0 0.0001pt 25pt;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;  &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://adeisme.wordpress.com/DOCUME~1/ADEDHA~1.KOM/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="15" height="15" /><!--[endif]--> <span style="font-size:10pt;">Adanya kecenderungan yang makin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat, sebagai akibat berkembangnya peran dan pendidikan wanita, sehingga kedudukan wanita semakin sejajar dengan pria. </span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:9pt 0;"><strong><span>Pendidikan Seksual </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994), secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan. Masalah pendidikan seksual yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, apa yang dilarang, apa yang dilazimkan dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal"><strong><span>Tujuan Pendidikan Seksual</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:4.5pt 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Penjabaran tujuan pendidikan seksual dengan lebih lengkap sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;margin:4.5pt 0 6pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dan tanggungjawab)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Membentuk sikap dan memberikan pengertian  terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Untuk mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran, misalnya sebagai istri atau suami, orang tua, anggota masyarakat.</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Jadi tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya. </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;color:red;">Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<h2>Dampak dari<span> </span>: Pergaulan Bebas</h2>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<h2><span style="font-family:Tunga;">Cara Mengatasinya<span> </span>:</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%). </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:Verdana;">Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua; </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:Verdana;">Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan. </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:Verdana;">Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">Menanggulangi Masalah Sex Bebas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Fokus Pada Keluarga adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang psikologi keluarga.</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Adakah Orang yg Kebal HIV-AIDS?]]></title>
<link>http://akusuka.wordpress.com/2007/12/17/adakah-orang-yg-kebal-hiv-aids/</link>
<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 05:04:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>akusuka</dc:creator>
<guid>http://akusuka.id.wordpress.com/2007/12/17/adakah-orang-yg-kebal-hiv-aids/</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan ini sudah lama terngiang-ngiang di kepala ini. Adakah Orang yg Kebal HIV-AIDS?
Tidak ada?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini sudah lama terngiang-ngiang di kepala ini. Adakah Orang yg Kebal HIV-AIDS?</p>
<p>Tidak ada?</p>
<p>Ada?</p>
<p><!--more--></p>
<p>Manusia sebagai pemenang proses seleksi alam (buat yang anti teori evolusi, ya sudah, enggak usah diperdebatkan, ini buat isi cerita saja) tentunya sebagian dari populasi manusia mempunyai tubuh yang (selayaknya) mampu bertahan terhadap serangan virus HIV AIDS ini atau virus lain yang lebih dahsyat dari AIDS semacam AVIAN INFLUENZA dll.</p>
<p>Hanya saja untuk tahu ada tidaknya manusia yang kebal virus HIV AIDS terlalu riskan, yaitu si manusia harus disuntik dengan HIV-AIDS, terus dilihat, mampu bertahan tidak?</p>
<blockquote><p><em>Kalau dicoba ke penjahat yang akan dihukum mati, bagaimana ya? Jadi lumayan kan masa hukuman mati diperpanjang setahun duatahun.</em></p></blockquote>
<p>Barangkali bisa dicoba dengan binatang yang "mirip" tubuh manusia semacam Simpanse dan Babi. Mungkin sudah ada kali ya percobaan pada dua binatang tsb atau binatang lainnya.</p>
<p>Ataukah memang HIV AIDS ada supaya manusia tidak melakukan free sex?</p>
<blockquote><p><em>* Yang mau baca tentang HIV AIDS: </em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/AIDS"><em>http://en.wikipedia.org/wiki/AIDS</em></a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
