Tag » Esai

Dialog 'Tokoh Ketiga'

Selasa dan Rabu, 11-12 Maret 2014, Teater Kafe Ide Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berturut-turut mementaskan naskah dari Arifin C. Noer, “Pada Suatu Hari” (PSH), dan “Sayang Ada Orang Lain” (SAOL) dari Utuy Tatang Sontani. 835 more words

Esai

Lahan Parkir dan Tubuh yang Dimacetkan

Begini kondisinya: setelah pasar kendaraan bermotor kian bergairah, bahkan cenderung semakin liar dengan menyebarnya dealer 887 more words
Esai

Tafsir-Tafsir Baru

Kejadiannya kerap berlangsung seperti ini: puluhan pengemudi mobil dan motor menghentikan kendaraannya saat lampu merah menyala, menunggu, dan membunyikan klakson saat lampu hijau menyala—bukan segera menjalankan lagi kendaraannya atau sekadar menunggu ‘yang di depan’. 861 more words

Esai

Urgensi dan Aplikasi Akhlak Nabi di Masa Kini

Alhamdulillah esai ini dinobatkan sebagai Juara I pada Lomba Esai Islami Tingkat Nasional Kategori Mahasiswa – Al-Qolam Writivation Festival 2014, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

____________________… 2.481 more words

Bumi Pertiwi

Estetika dalam Kungkungan

Kalau kita melihat rumah-rumah adat di Indonesia, kita sedang melihat sebuah produk kebudayaan yang mempunyai kaitan erat dengan teks-teks di luar dirinya, yang secara langsung maupun tidak mempengaruhi dirinya. 894 more words

Esai

Hari Sastra Nasional Dilihat Secara Sosiologis

Jakob Sumardjo
Dalam Harian Pikiran Rakyat, 6 Januari 2001

Kesusastraan adalah masalah nilai, yaitu nilai estetika. Dan apa yang disebut “sastra” itu berbeda-beda untuk tiap orang, tiap kelompok dan tiap masyarakat. 2.145 more words

Pikiran Rakyat

Posisi Kesenian Modern Indonesia

Gunoto Saparie
Dalam Harian Pikiran Rakyat, 27 Juli 1995

Setelah merdeka selama 50 tahun, di manakah posisi kesenian modern Indonesia? Para seniman Indonesia modern agaknya harus mengakui, bahwa posisi kesenian modern kita tetap bagaikan berada di menara gading. 1.179 more words

Pikiran Rakyat