<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>environtment &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/environtment/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "environtment"</description>
	<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 04:36:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PEMANASAN GLOBAL! APA YANG HARUS DILAKUKAN?]]></title>
<link>http://terangindonesia.wordpress.com/?p=74</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:46:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>TERANG INDONESIA</dc:creator>
<guid>http://terangindonesia.wordpress.com/?p=74</guid>
<description><![CDATA[Apakah anda pernah menonton sebuah film berjudul “The Day After Tomorrow”? Film ini produksi dar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://terangindonesia.files.wordpress.com/2008/07/globwarm_ttl.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-76" src="http://terangindonesia.wordpress.com/files/2008/07/globwarm_ttl.jpg" alt="" width="500" height="330" /></a></span></span>Apakah anda pernah menonton sebuah film berjudul “The Day After Tomorrow”? Film ini produksi dari Hollywood USA dengan durasi 2 jam yang menceritakan tentang pemanasan global. Adegan dalam film ini menggambarkan cairnya es di kutub utara dan selatan sehingga mengakibatkan naiknya air laut seperti bencana Tsunami. Selain itu terjadi badai topan dan tornado disertai hujan es batu yang sangat hebat di seluruh dunia bahkan di Negara – Negara yang beriklim tropis. Adegan film tersebut merupakan bagian dari dampak pemanasan global. Bisa saja cerita di film ini menjadi satu kenyataan jika pemimpin – pemimpin dunia tidak mengambil tindakan pencegahan dan penanggulangan bencana pemanasan global dengan cepat dan tuntas.Koran kompas melaporkan pada hari Minggu tanggal 30 Maret 2008 di Bekasi dan Jakarta Timur terjadi hujan es batu sebesar kelereng selama 4 menit. Peristiwa ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia yang beriklim tropis. Sangat mengherankan hujan es tersebut bisa terjadi namun hal ini merupakan salah satu dampak dari bencana pemanasan global.Tahun 2006, Greenland mengalami pencairan daratan salju sehingga daratan Greenland semakin berkurang selama 18 tahun terakhir. Pengamatan dan studi yang dilakukan sebelumnya oleh Jay Zwally dan Waleed Abdalati dari NASA Goddard menunjukkan, air yang mencair pada musim panas pada dasar lapisan es bisa meningkatkan gerak es dan menyebabkan terjadinya peningkatan level lautan (tinggi dan dalamnya) dengan sangat cepat. Kutub Utara telah mengalami penyusutan lapisan es dan kutub selatan terbelah sepanjang 160 mil atau sebesar kota Connecticut. Pencairan kedua kutub bumi ini bisa sangat mempengaruhi kenaikan permukaan air laut. Hal ini juga salah satu dampak dari bencana pemanasan global.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Definisi dan Mekanisme Pemanasan global </strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan </span><a title="Suhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu"><span style="font-family:Times New Roman;">suhu</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> rata-rata </span><a title="Atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer"><span style="font-family:Times New Roman;">atmosfer</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, </span><a title="Laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut"><span style="font-family:Times New Roman;">laut</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, dan daratan </span><a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"><span style="font-family:Times New Roman;">Bumi</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Adapun Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °</span><a title="Celsius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius"><span style="font-family:Times New Roman;">C</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> (1.33 ± 0.32 °</span><a title="Fahrenheit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit"><span style="font-family:Times New Roman;">F</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">) selama seratus tahun terakhir. </span><a title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change"><span style="font-family:Times New Roman;">Intergovernmental Panel on Climate Change</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi </span><a title="Gas rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca"><span style="font-family:Times New Roman;">gas-gas rumah kaca</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> akibat aktivitas manusia" melalui </span><a title="Efek rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca"><span style="font-family:Times New Roman;">efek rumah kaca</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara </span><a title="G8" href="http://id.wikipedia.org/wiki/G8"><span style="font-family:Times New Roman;">G8</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> namun masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak menyetujui kesimpulan dari IPCC tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Ada</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> tiga hal penyebab Pemanasan Global yaitu :<a name="Efek_rumah_kaca"></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Efek rumah kaca</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk </span><a title="Cahaya tampak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya_tampak"><span style="font-family:Times New Roman;">cahaya tampak</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini adalah radiasi </span><a title="Infra merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infra_merah"><span style="font-family:Times New Roman;">infra merah</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> gelombang panjang menuju angkasa luar. Namun sebagian panas terperangkap di atmosfer bumi akibat adanya penumpukan jumlah </span><a title="Gas rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca"><span style="font-family:Times New Roman;">gas rumah kaca</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> antara lain </span><a title="Uap air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air"><span style="font-family:Times New Roman;">uap air</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, </span><a title="Karbondioksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida"><span style="font-family:Times New Roman;">karbondioksida</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, dan </span><a title="Metana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metana"><span style="font-family:Times New Roman;">metana</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Gas – gas ini menghambat gelombang radiasi yang dipancarkan bumi untuk dapat dibuang ke angkasa luar dan akibatnya gelombang radiasi panas tersebut tetap tersimpan di permukaan Bumi. Gas tersebut berfungsi sama seperti fungsi kaca dalam </span><a title="Rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_kaca"><span style="font-family:Times New Roman;">rumah kaca</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas - gas ini di atmosfer maka akan semakin banyak gelombang radiasi panas yang terperangkap di bawahnya. Efek rumah kaca ini sebenarnya sangat berguna bagi pengaturan suhu bumi. Apabila tidak ada efek tersebut maka suhu di bumi berkisar -18º sehingga mampu menutupi seluruh permukaan bumi dengan es. Namun apabila jumlah gas – gas efek rumah kaca tersebut terlalu berlebihan maka pemanasan global menjadi akibatnya.</span><a name="Efek_umpan_balik"></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Efek umpan balik</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Efek dari penyebab pemanasan global dipengaruhi juga oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada proses penguapan </span><a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air"><span style="font-family:Times New Roman;">air</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Pemanasan menyebabkan lebih banyaknya air yang </span><a title="Penguapan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan"><span style="font-family:Times New Roman;">menguap</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> ke atmosfer. Pemanasan yang terus berlanjut akan menambah jumlah uap air di udara sehingga tercapainya suatu keseimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, </span><a title="Kelembaban relatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelembaban_relatif"><span style="font-family:Times New Roman;">kelembaban relatif</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Efek – efek umpan balik karena pengaruh </span><a title="Awan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awan"><span style="font-family:Times New Roman;">awan</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. </span><a name="Variasi_Matahari"></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Variasi Matahari</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan </span><a title="Stratosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stratosfer"><span style="font-family:Times New Roman;">stratosfer</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan </span><a title="Lapisan ozon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon"><span style="font-family:Times New Roman;">lapisan ozon</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Dampak Pemanasan Global</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Permasalahan yang terjadi di kutub utara bukan saja mengenai persoalan keilmuan saja melainkan juga mencakup persoalan kepentingan politik, ekonomi dan teritorial dari beberapa negara seperti Kanada, Rusia, Amerika Serikat, dan Norwegia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kutub utara dan selatan merupakan wilayah yang paling vital dalam menjaga planet bumi tetap dingin karena es yang ada di kedua kutub tersebut berperan sebagai perisai bumi untuk menangkis 90% sinar matahari yang menimpa bumi, dan mengembalikannya ke angkasa luar. Tetapi kalau es di kutub mencair maka 90% panas sinar matahari akan diserap lautan dan menyebabkan peningkatan pemanasan global. Apabila tingkat emisi CO2 tidak dihentikan maka diperkirakan menurut para ahli dalam kurun waktu 40 tahun es abadi di kedua kutub tersebut akan mencair seluruhnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Para</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap <a title="Cuaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cuaca">cuaca</a>, tinggi permukaan air laut, <a title="Pantai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai">pantai</a>, <a title="Pertanian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a>, kehidupan hewan liar dan kesehatan <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a>, yaitu :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><a name="Cuaca"></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Terhadap cuaca</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Para</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah – daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung – gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada <a title="Musim dingin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim_dingin">musim dingin</a> dan malam hari akan cenderung meningkat. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 % untuk setiap derajat Fahrenheit. <a title="Badai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badai">Badai</a> akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya kekeringan terjadi di beberapa daerah. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Naiknya Permukaan laut</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar </span><a title="Greenland" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Greenland"><span style="font-family:Times New Roman;">Greenland</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, sehingga akan memperbanyak volume air di laut. Tinggi permukaan laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC memprediksi akan terjadi peningkatan lebih lanjut sebesar 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) di abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 % daerah </span><a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda"><span style="font-family:Times New Roman;">Belanda</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, 17.5 % daerah </span><a title="Bangladesh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangladesh"><span style="font-family:Times New Roman;">Bangladesh</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, dan banyak pulau-pulau. </span><a title="Erosi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erosi"><span style="font-family:Times New Roman;">Erosi</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Kenaikan permukaan laut ini akan menutupi sebagian besar wilayah </span><a title="Florida Everglades (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Florida_Everglades&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="font-family:Times New Roman;">Florida Everglades</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Terhadap Pertanian</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagian Selatan </span><a title="Kanada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada"><span style="font-family:Times New Roman;">Kanada</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, akan terjadi kekeringan yang lama terutama di beberapa bagian </span><a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika"><span style="font-family:Times New Roman;">Afrika</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> mungkin lahan pertanian tidak dapat produksi kembali. Daerah pertanian di gurun pasir yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh untuk bercocok tanam dapat sangat menderita karena snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Terhadap Hewan dan tumbuhan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena </span><a title="Habitat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Habitat"><span style="font-family:Times New Roman;">habitat</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Akan terjadi kepunahan beberapa species hewan dan tumbuhan karena terhalangnya migrasi species tersebut ke wilayah kutub atau pegunungan oleh karena adanya pembangunan kota atau lahan – lahan pertanian oleh manusia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Kesehatan manusia</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang akan terkena penyakit atau meninggal karena stress akibat suhu yang panas dan juga peningkatan insiden </span><a title="Alergi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alergi"><span style="font-family:Times New Roman;">alergi</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> dan penyakit pada saluran pernafasan. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan </span><a title="Nyamuk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk"><span style="font-family:Times New Roman;">nyamuk</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. 45 % penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa </span><a title="Parasit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parasit"><span style="font-family:Times New Roman;">parasit</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> seperti </span><a title="Malaria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaria"><span style="font-family:Times New Roman;">malaria</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, demam berdarah, </span><a title="Demam kuning (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demam_kuning&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="font-family:Times New Roman;">demam kuning</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, dan </span><a title="Encephalitis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Encephalitis&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="font-family:Times New Roman;">encephalitis</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">; persentase itu akan meningkat menjadi 60 % jika temperature bumi terus meningkat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Protokol Kyoto</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada tahun 1992, dalam acara </span><a title="Earth Summit (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Earth_Summit&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="font-family:Times New Roman;">Earth Summit</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> di </span><a title="Rio de Janeiro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rio_de_Janeiro"><span style="font-family:Times New Roman;">Rio de Janeiro</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, </span><a title="Brazil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brazil"><span style="font-family:Times New Roman;">Brazil</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Maka di tahun 1997, 160 negara berkumpul di Jepang dan merumuskan suatu perjanjian kerjasama yang dikenal dengan </span><a title="Protokol Kyoto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto"><span style="font-family:Times New Roman;">Protokol Kyoto</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yang dimaksud dengan </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kyoto_Protocol"><span style="font-family:Times New Roman;">protokol Kyoto</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> adalah perjanjian kerjasama dari Negara – Negara di seluruh dunia untuk mengurangi emisi </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greenhouse_gas"><span style="font-family:Times New Roman;">gas rumah kaca</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Dengan adanya kebijakan – kebijakan dari protokol Kyoto maka akan diprediksikan terjadi pengurangan emisi gas rumah kaca di Negara – Negara <span> </span>industri ke tingkat 5.2 % di bawah emisi tahun 1990 (Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012). Kerjasama ini juga bertujuan membantu Negara – Negara berkembang dalam proyek – proyek yang berhubungan dengan perbaikan keadaan iklim bumi. Protokol Kyoto akan aktif mulai tanggal 16 Februari 2005 dan Indonesia sendiri sudah mendukung Protokol Kyoto </span><a href="http://news.xinhuanet.com/english/2004-06/24/content_1544736.htm"><span style="font-family:Times New Roman;">sejak 24 Juni 2004</span></a><span style="font-family:Times New Roman;">. Saat ini sudah ada 127 negara yang mendukung Protokol Kyoto, merepresentasikan 61% dari seluruh emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Adapun tidak semua negara setuju dengan adanya Protokol Kyoto. Negara maju yang tidak setuju adalah: Amerika Serikat, Australia, Kroasia, Liechtenstein, Monaco dan Swiss. Pada mulanya, </span><a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat"><span style="font-family:Times New Roman;">Amerika Serikat</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> mendukung perjanjian ini dan mengajukan diri untuk melakukan pengurangan emisi hingga 7 % di bawah tingkat 1990. Namun pada tahun 2001, </span><a title="George W. Bush" href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_W._Bush"><span style="font-family:Times New Roman;">George W. Bush</span></a><span style="font-family:Times New Roman;"> (presiden Amerika) mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbondioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Solusi Praktis Dalam Kehidupan Sehari – hari</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Melihat dampak dari bencana pemanasan global ini yang sangat berakibat fatal terhadap alam dan manusia maka penulis memberikan beberapa solusi praktis agar dapat diterapkan dalam aktivitas kita sehari – hari yaitu :</span></span></p>
<ol>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penghijauan bumi merupakan elemen terpenting dalam mencegah bencana pemanasan global. Langkah yang paling praktis dalam mendukung gerakan penghijauan bumi adalah dengan menanam pepohonan di rumah dan lingkungan kita masing – masing. Dengan adanya pepohonan maka gas – gas penyebab efek rumah kaca dapat diserap oleh pohon dan kemudian dari pohon tersebut dihasilkan oksigen yang baru dan segar bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Maraknya penebangan hutan untuk dijadikan sebagai produk industri kertas, korek api, tusuk gigi, furniture dan segala barang berbahan kayu dapat menyebabkan hilangnya jutaan hektar hutan tropis khususnya di Indonesia. Adapun keberadaan hutan tropis sangat berguna dalam pencegahan bencana pemanasan global di bumi. Apabila kita peduli untuk mencegah bencana ini maka langkah praktis yang dapat kita lakukan adalah menghemat penggunaan kertas dan meminimalisasi penggunaan produk berbahan kayu. Produk berbahan plastik dapat menjadi salah satu alternatif pengganti produk berbahan kayu, sebagai contoh dapat mengganti kursi kayu dengan kursi plastik. </span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Semua mesin pendingin ruangan dan makanan mengeluarkan gas yang sangat berbahaya bagi lapisan ozon bumi dan menjadi penyebab efek rumah kaca. Oleh karenanya langkah yang paling praktis untuk mengatasi persoalan ini adalah meminimalisasi penggunaan mesin pendingin tersebut dengan cara antara lain yaitu tidak memasang AC di seluruh ruangan dalam rumah kita jadi sebaiknya di kamar tidur saja atau lebih baik lagi adalah menggunakan kipas angin sebagai pengganti AC.<span> Sebaiknya jika anda berada di lokasi pegunungan (ciawi, batu malang, bromo, dll) matikan AC mobil!lebih aman nikmati AC alam.</span></span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tingkat konsumsi minyak bumi di dunia setiap tahunnya menunjukkan pertumbuhan yang meningkat pesat. Penggunaan bahan bakar minyak bumi merupakan penyumbang gas rumah kaca terbesar sehingga apabila kita terus menggunakan bahan bakar ini maka kita juga dapat menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Langkah yang paling praktis yang dapat dilakukan dalam meminimalisasi penggunaan BBM ini adalah mengganti kompor minyak tanah dengan gas bumi, jangan terlalu sering menggunakan kendaraan bermotor jadi apabila kita hendak bepergian dengan menempuh jarak dekat maka dapat menggunakan sepeda. Selain baik untuk kesehatan, sepeda juga merupakan kendaraan yang ramah lingkungan. Sebaiknya jika kita membeli kendaraan bermotor (motor atau mobil) maka kita dapat memilih kendaraan yang sudah teruji ramah lingkungan.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://terangindonesia.files.wordpress.com/2008/07/globwarm_ttl.jpg"></a>PLN menggunakan BBM untuk menghasilkan listrik bagi masyarakat. Oleh karenanya kita harus menghemat penggunaan listrik apabila kita peduli kelangsungan hidup bumi kita. Penghematan listrik ini dapat dilakukan antara lain dengan mematikan lampu atau alat – alat elektronik jika sudah tidak diperlukan lagi. </span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sampah plastic merupakan jenis sampah yang paling sulit terurai menjadi kompos. Membutuhkan +/- 350 tahun sampah plastic baru bisa terurai. Maka apabila kita hendak membuang sampah di rumah, pisahkan terlebih dahulu sampah berbahan plastik dan sampah organik serta jangan buang sampah sembarangan khususnya di kali atau sungai. Dengan tidak mengotori lingkungan kita dengan sampah plastic maka bumi kita akan terhindar dari bencana pemanasan global. </span></span></div>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[14 Science Questions the Next President Should Answer?]]></title>
<link>http://donttreadonmike.wordpress.com/?p=119</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 23:14:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>donttreadonmike</dc:creator>
<guid>http://donttreadonmike.wordpress.com/?p=119</guid>
<description><![CDATA[I came across an article of Wired.com today titled 14 Science Questions the Next President Should An]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I came across an article of Wired.com today titled <em><a href="14 Science Questions the Next President Should Answer">14 Science Questions the Next President Should Answer</a></em></p>
<p>It was a midly interesting article so I thought have a crack at it. Let's pretend I'm running for President and Wired.com asked me these questions. Here is how I would answer them...</p>
<p><em><strong>1. Innovation. Science and technology have been responsible for half of the growth of the American economy since WWII. But several recent reports question America’s continued leadership in these vital areas. What policies will you support to ensure that America remains the world leader in innovation?</strong></em></p>
<p>My policy will be to simply stay out of the way. I will do nothing. I won't help or support any industry but I also won't hold them back. I'll lift any and all federal regulations on industry let them do their jobs because they know how to do it a heck of a lot better than I do. Government intervention stiffles innovation.</p>
<p><strong><em>2. Climate Change.  The Earth’s climate is changing and there is concern about the potentially adverse effects of these changes on life on the planet. What is your position on the following measures that have been proposed to address global climate change—a cap-and-trade system, a carbon tax, increased fuel-economy standards, or research?  Are there other policies you would support?</em></strong><br />
I don't support cap-and-trade systems or carbon taxes because they put unneccessary burdens on industry and those costs are passed on to the consumers. Plus as President it would be non of my business to meddle in free industry. I also don't support requiring fuel-economy standards or research with tax-payer dollars. The free market can handle the issue without resorting to government mandates.</p>
<p><strong><em>3. Energy.  Many policymakers and scientists say energy security and sustainability are major problems facing the United States this century. What policies would you support to meet demand for energy while ensuring an economically and environmentally sustainable future?</em></strong><br />
Again I'd stay the heck out of it. That includes lifting whatever limits there are on energy companies that want to drill or refine oil here in the United States. Industry is none of my business.</p>
<p><strong><em>4. Education.  A comparison of 15-year-olds in 30 wealthy nations found that average science scores among U.S. students ranked 17th, while average U.S. math scores ranked 24th.  What role do you think the federal government should play in preparing K-12 students for the science and technology driven 21st Century?</em></strong><br />
THe federal government should play absolutely no role what-so-ever in preparing K-12 students for the science and technology driven 21st Century. In fact, as President I would do away with the Department of Education completely and replace it with absolutely nothing.</p>
<p><strong><em>5. National Security.  Science and technology are at the core of national security like never before.  What is your view of how science and technology can best be used to ensure national security and where should we put our focus?</em></strong><br />
This is a pretty broad question. I would probably continue implementing sciene and technology in the same way that we have been for decades except I would bring all of our troops home from every military base we have outside of the U.S. and cut the budget by 3/4.</p>
<p><strong><em><br />
6. Pandemics and Biosecurity. Some estimates suggest that if H5N1 Avian Flu becomes a pandemic it could kill more than 300 million people. In an era of constant and rapid international travel, what steps should the United States take to protect our population from global pandemics or deliberate biological attacks?</em></strong><br />
Are you kidding me? How are McCain and Obama supposed to answer this question? They don't knwo anything about this and neither do I. And I'm not going to pretend that I know just so that you'll vote for me. Let scientists work it out.</p>
<p><strong><em>7. Genetics research.  The field of genetics has the potential to improve human health and nutrition, but many people are concerned about the effects of genetic modification both in humans and in agriculture. What is the right policy balance between the benefits of genetic advances and their potential risks?</em></strong><br />
My policy is that it is none of the government's business. If I am elected we won't support any research done for any reason but we also won't restrict it. Let the free market work on it's own without interference.</p>
<p><strong><em>8. Stem cells.  Stem cell research advocates say it may successfully lead to treatments for many chronic diseases and injuries, saving lives, but opponents argue that using embryos as a source for stem cells destroys human life.  What is your position on government regulation and funding of stem cell research?</em></strong><br />
Again, I support neither government funding, nor regulation of stem cell research. Do whatever you want. It's none of our business.</p>
<p><strong><em>9. Ocean Health.  Scientists estimate that some 75 percent of the world’s fisheries are in serious decline and habitats around the world like coral reefs are seriously threatened. What steps, if any, should the United States take during your presidency to protect ocean health?</em></strong><br />
You're asking me to stiffle free industry aren't you? I'm not going to do that. The constitution doesn't give me the power to protect ocean health, ESPECIALLY at the expence of liberty. If the consumers want products maybe in sustainable ways, the market will provide.</p>
<p><strong><em>10. Water. Thirty-nine states expect some level of water shortage over the next decade, and scientific studies suggest that a majority of our water resources are at risk.  What policies would you support to meet demand for water resources?</em></strong><br />
The Constituion doesn't give me the power to enact any policy on this subject.</p>
<p><strong><em>11. Space. The study of Earth from space can yield important information about climate change; focus on the cosmos can advance our understanding of the universe; and manned space travel can help us inspire new generations of youth to go into science.  Can we afford all of them?   How would you prioritize space in your administration?</em></strong><br />
If I am elected President I will auction off the Nasa program to the highest private bidder and then cut all ties. No funding but also no regulations or limits. THe free market can do anything better, more efficiently, and for less money the the government can. And again, the Constitution doesn't give me the power to pay for space exploration with tax payer money.</p>
<p><strong><em>12. Scientific Integrity. Many government scientists report political interference in their job.  Is it acceptable for elected officials to hold back or alter scientific reports if they conflict with their own views, and how will you balance scientific information with politics and personal beliefs in your decision-making?</em></strong><br />
THe government should stay out of scientific research and development all together. There should be absolutely zero funding for scientific research but also no regulations. With federal money comes federal rules. I would keep government out of science and industry.</p>
<p><strong><em>13. Research. For many years, Congress has recognized the importance of science and engineering research to realizing our national goals.  Given that the next Congress will likely face spending constraints, what priority would you give to investment in basic research in upcoming budgets?</em></strong><br />
No priority. Scientific research would be one of the first things to be cut from the budget if it were up to me. Government money is bad for science because the guy that pays the bills is the guy that makes the rules. Total liberty is what is good for scientific research.</p>
<p><strong><em><br />
14. Health.  Americans are increasingly concerned with the cost, quality and availability of health care.  How do you see science, research and technology contributing to improved health and quality of life? </em></strong><br />
I see science, research, and technology contributing tremendously to health and quality of life in the future. I just don't see them doing it with tax-payer money. If their services are really worth while, people will pay for them voluntarily. In anycase, the Constitution doesn't give the Government the authority to pay for scientific research or universal healthcare.</p>
<p>You may be wondering, "What WOULD you do if you became President?"</p>
<p>As little as possible. My campaign slogan is "Vote me me and I'll leave you alone.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Scoots]]></title>
<link>http://livingsmall.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 17:03:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>livingsmall</dc:creator>
<guid>http://livingsmall.wordpress.com/?p=237</guid>
<description><![CDATA[I&#8217;ve got the hots for scooters, and this girl:

I still can&#8217;t bear to own a gas-powered ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I've got the hots for scooters, and this girl:</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm3.static.flickr.com/2200/2523733537_866c3b347a_b.jpg" alt="Seattle Daily Photo Scooter girl" width="450" height="310" /></p>
<p>I still can't bear to own a gas-powered vehicle (call it green guilt, if you will), but I do believe that scooters are a more economically and environmentally viable mode of transport for those who don't live close-by their favorite spots. Scooters get approximately 80 mpg, so riders can fill up more infrequently, and, with one- or two-gallon reservoirs, it's less than a 10-spot to top off the tank.</p>
<p>Plus, they're Euro-cute. <strong>Anybody out there scootin' it?</strong></p>
<p><em>Photo © 2008 Seattle Daily Photo. Give it up for Kim!</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lets HATE tas kresek, . .]]></title>
<link>http://indrapamungkas.wordpress.com/?p=164</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 03:20:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>indrapamungkas</dc:creator>
<guid>http://indrapamungkas.wordpress.com/?p=164</guid>
<description><![CDATA[Morrrrniinggg, . .well something strange happened today, last night I was dreaming about Marshanda w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Morrrrniinggg, . .well something strange happened today, last night I was dreaming about <strong>Marshanda</strong> was sitting on my lap (because it was usually Eva Celia, not Marshanda) </span> :oops:<span>. As I saw her recently the previous noon, she showed up in ceriwis wearing a hot black legging jala-jala talking about global warming. Maybe its a SIGN from Marshanda herself to <strong>my innocent SIN-less mind</strong> to spread to the world about anti global warming campaign, FYI shes DUTA LINGKUNGAN HIDUP and an artist, ..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>oh yeah and also<strong> Baim Wong</strong>’s EX, . .nggggaaaaak penting dul!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Anyway..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sawdara sawdaraaaa. . .maybe you noticed (or may not) kalau kemarin, 5 Juni adalah Hari Lingkungan Hidup. But I see no celebration here....Oukey, what I would like to do here right now is to INSPIRE other people to not using PLASTIC BAG or we can say in a humble way, TAS KRESEK. As widely <span> </span>known, the plastics substance can only be dissolved by mother nature earth after 300-700 years, OMG its even millions longer than ngurus paspor di kantor imigrasi </span> :mrgreen:<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>moreover, energi yang dibutuhkan untuk memproduksi tas kresek juga tidak sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>I myself was inspired by <a href="thehappyislands.wordpress.com">mbak shaumi</a>, she told me to not asking a tas kresek if I dont really need it. Contohnya nih ya, kalau misalnya beli obat di apotik, obatnya langsung kantongin aja di saku, nggak usah pake plastik. Terus kalo beli roti, rental DVD, beli sabun, beli apapun itu selama tangan ini masih bisa menghandle sendiri, then we wont need that tas kresek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>OR, if you do shop in a larger scale, you can bring your own bag untuk membawa semua barang belanjaan. So maybe you can get<span> </span>more discount from the store by not asking them their tas kresek </span> :roll: <span> </span><span style="font-family:Wingdings;"></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Theres already <a href="http://gengantikresek.wordpress.com/">Geng Anti Tas Kresek</a> campaigning this issue, they got a nice move anyway. Check out their blog! (<strong>Mbak Shauu</strong>, kita keduluan!!!). <strong>This Geng Anti Tas Kresek</strong> making such kind of simple fabric bag that can be used all over again. By having and using this we can reduce the use of tas kresek, of course. . .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-165" src="http://indrapamungkas.wordpress.com/files/2008/06/tas-anti-plastik_resize.jpg?w=265" alt="" width="265" height="300" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Another option for all of the <strong>fashionistas</strong> out there, if you think that simple fabric-bags-model-tas-promosi-les2an-nggak-modis-and –nggak-couture-blass dont fit with youre taste and style, then you can use the <strong>Anya Hindmarch</strong>’s one, . . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>This bag is so happening so that it can cost up to $400 alias E-M-P-A-T JUTA in Ebay (shipping cost excluded).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-166" src="http://indrapamungkas.wordpress.com/files/2008/06/notaplasticbag.jpg?w=300" alt="" width="315" height="292" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Oh well, whatever youre choice is, If you think that misi pribadi menanam sejuta pohon di hutan gundul pedalaman kalimantan adalah sesuatu yang susah dan mahal, then, starts from a little things around you.</span> :idea:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><em>Ciao!</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The truth Of Inconvenient World]]></title>
<link>http://sutarmanisme.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 10:05:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutarmanisme</dc:creator>
<guid>http://sutarmanisme.wordpress.com/?p=23</guid>
<description><![CDATA[Inconvenient world, sebuah film yang membuka pikiran kita akan sebuah proses alamiah yang terjadi di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Inconvenient world, sebuah film yang membuka pikiran kita akan sebuah proses alamiah yang terjadi di dunia seiring dengan<span> </span>berbagai aktivitas manusia yang menjajahnya. Film yang berdurasi dua jam tersebut menggambarkan tentang keadaan dunia yang semakin menyimpang dari titik keseimbangan yang membuatnya sudah tak bersahabat lagi dengan setiap makhluk hidup yang menghuninya.<span> </span>Tanpa kita sadari, sedikit demi sedikit kelalaian yang kita buat dalam menjaga dan merawat alam sekitar kita menjadi bumerang yang amat dahsyat bagi kehidupan manusia seluruhnya. Pelan tapi pasti, berbagai aktivitas alamiah<span> </span>yang mejadi penunjang kehidupan manusia di bumi mulai bergeser dari siklus normalnya. Cuaca yang tak lagi menentu, silkus hujan yang tak bisa diprediksikan, dan berbagai keanehan alam yang terkadang tak disadari oleh kebanyakan manusia. <span> </span>Perubahan suhu rata-rata bumi dikarenakan bumi menyerap energi lebih banyak dari yang dilepaskannya kembali ke atmosfer, sehingga sinar matahari terperangkap dan manajdikan permukaan bumi relatif lebih panas. Imbasnya, terjadi kerusakan permanen pada alam yang dihuni oleh manusia.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Berbagai perubahan negatif siklus alam tersebut pada dasarnya adalah akibat ulah manusia sendiri yang seenaknya saja dalam memanfaatkan alam. Manusia sering bertindak kurang arif dalam menggunakan berbagai fasilitas yang dianugerahkan kepada manusia tersebut. </span><span>Berbagai kebijakan dan aktivitas perusakan alam manjadi contohnya nyata kebrutalan manusia terhadap alam. Bukti empirik yang mendukung pernyataan tersebut adalah ketika kita melihat berbagai fenomena kesusakan hutan, penggundulan lahan hijau, perluasan kota, pembukaan lahan baru dan banyak lagi karya-karya manusia yang desturktif terhadap bumi yang menyangga segala keperluan hidup manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Pemanasan global dan kesehatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Salah satu dampak terbesar terjadinya fenomena pemanasan global terhadap manusia adalah pengaruhnya terhadap atmosfer kesehatan penduduk dunia. Data terakhir dari badan kesehatan dunia mengatakan bahwa peningkatan terjadinya penyakit-penyakit infeksi pada sebagaian besar penduduk dunia diidentifikasi karena perubahan lingkungan hidup yang drastis. Iklim dan cuaca yang tidak menentu secara tidak langsung menjadi mediator utama penyebaran berbagai wabah penyakit baru yang menyerang manusia. Contohnya adalah merebaknya parasit yang menggunung di area banjir. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya malaria yang penyebarannay semakin meluas. Selain itu, lingkungan yang menjadi penopang utama kestabilan kesehatan manusia menjadi terpengaruh. Kualitas air menjadi menurun, sumber makanan menjadi terganggu dan banyak fenomena lain yang patut untuk diwaspadai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span>Data penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya adalah ebola, flu burung, dan berbagai wabah infeksi yang lain. Adapun, wabah penyakit yang paling rentang menyerang di daerah indonesia adalah penyakit<span> </span>degeneratif karena fungsi vital tubuh semakin menurun dan penyakit menular. Hal ini dikarenakan kondisi dan status gizi sebagaian besar masyarakat indonesia yang tergolong rendah dan lingkungan yang kurang memadai. <span> </span>Beberapa data di atas menunjukkan dampak pemanasan global yang tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia. Adapun, efek langsung pemanasan global dapat menyebabkan kerentanan manusia terhadap penyakit, misal Demam Berdarah serta dapat berefek jangka panjang terhadap kehidupan manusia seperti masalah-masalah psikologis dan sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Langkah solutif</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Melihat berbagai macam fenomena penurunan tingkat kesehatan penduduk di atas seharusnya membuat kita muali merenung dan berpikir, sudah berapa banyak kontribusi yang kita lakukan terhadap kerusakan itu dan langkah apa yang bisa kita lakukan untuk meredam efek buruk pemanasan global ini.<span> </span>Di bidang kesehatan, kita bisa melakukan langkah prevensi <span> </span>dalam menghadapi ancaman pemanasan global.<span> </span>Sedikitnya, ada 4 bidang peneliatian kesehatan yang bisa dimaksimalkan untuk menjaga kestabilan kesehatan penduduk, yaitu 1) di bidang gizi, berupa ketersediaan pangan 2) pengembanagn obat-obatan 3) pengendalian penyakit menular dan tidak menular, misalnya tifus, penyakit jantungn dsb. 4) upaya-upaya untuk menghasilkan alat deteksi kesehatan dini.<span> </span>Adapun implementasi empat bidang ini dapat melalui program yang dikenal dengan sistem bio informatika. Yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan minimal bisa menjadi prevensi terhadap berbagai kemungkinan <span> </span>buruj terjadinya peningkatan prevalensi(angka kejadian) penyakit yang ditimbulkan oleh pemanasan global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span><span>Adapun, dari sisi kesehatan lingkungan. Salah satu terobosan yang dapt diterapkan adalah dengan mengembangkan desa sehat. Sebuah prototipe area yang mengutamakan penjagaan lingkungan untuk menunjang keberlangsungan kesehatan warganya. Hal-hal yang sifatnya keteladanan dan contoh berperilaku yang baik dan benar menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Pemanasan global tak akan pernah berhenti sampai kita mengetahui dan menghentikan sumber penyebabnya. Perubahan lingkungan ini di inisiasi oleh manusia sendiri dengan berbagai perilaku beruknya terhdap lingkungan. Maka, sudah selayaknyalah kita mengevaluasi dan memperbaiki berbagai<span> </span><em>bad conduct</em> yang telah kita lakukan kepada lingkungan tempat kita hidup saat ini. Save our nature!<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
