<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>doktrin-kristus &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/doktrin-kristus/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "doktrin-kristus"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 18:23:48 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Yesus Adalah Nabi, Iman Dan Raja]]></title>
<link>http://imankristen.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 14:57:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>imankristen</dc:creator>
<guid>http://imankristen.id.wordpress.com/2008/05/02/yesus-adalah-nabi-iman-dan-raja/</guid>
<description><![CDATA[Nabi
Istilah &#8220;nabi&#8221; pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Tapi sejak awal sejarah, or]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nabi</strong></p>
<p>Istilah "nabi" pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Tapi sejak awal sejarah, orang-orang tertentu berfungsi sebagai juru bicara bagi kebenaran Allah: Henokh (Yud.14; Kej.5:18), Nuh (2Pet.2:5; 1Pet.3:20-21), Ishak (Kej.27:28-29, 39-40), dan Yakub (Kej.49, khususnya ay.8-12) menjalankan tugas ini.</p>
<p><!--more-->Musa merupakan tokoh pertama yang ditetapkan sebagai nabi dengan kuasa sebagaimana pemahaman kita sekarang tentang seorang nabi. Dan dalam Ulangan 18:15-20 Allah berjanji bahwa Musa akan dilanjutkan oleh sejumlah nabi, sampai akhirnya akan bangkit seorang Nabi utama (sepeti Musa) yang ucapan-Nya akan menjadi otoritas tertinggi. Keberlanjutan nabi-nabi memang terjadi sepanjang zaman Perjanjian Lama. Tapi perlu diperhatikan, tidak ada lagi nabi yang bangkit sejak Kristus, dan sejak Alkitab disempurnakan.</p>
<p><strong>Imam</strong></p>
<p>Istilah "imam" pertama kali disebutkan dalam hubungannya dengan tokoh Melkisedek yang misterius (Kej.14:18). Hal ini penting karena tidak terdapat catatan tentang awal maupun akhir dari tokoh ini. Dan nubuatan dalam Mazmur 110:4 ialah mengenai Yesus akan menjadi "imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." Ini berarti Kristus memiliki kedudukan imam yang kekal dan tidak berubah (Ibr.7:24). Tapi bahkan sebelum munculnya tokoh Melkisedek, persembahan korban darah merupakan tugas "keimaman" (Kej.13:4; 22:13), demikian juga Ishak (26:25) dan Yakub (33:20; 35:7).</p>
<p>Akan tetapi, baru pada zaman Musa jabatan yang khusus (atau penugasan secara khusus) ini ditetapkan. Harun menjadi orang pertama yang memegang jabatan ini, dan tidak seperti jabatan nabi, jabatan imam bersifat warisan (Kel.29:29; Bil.25:12-13). Pengangkatan kepada jabatan ini adalah melalui "pengurapan." Dan orang yang memegang jabatan ini harus dikuduskan (Kel.29:29-31), tidak cacat fisik (Im.21:16-23), dan mengenakan pakaian yang melambangkan kekudusan (Kel.29:29). Akhirnya, bagi jabatan ini juga dinyatakan tentang adanya kelanjutan oleh sejumlah imam sampai seorang Imam Agung bangkit, dan karyanya akan berjalan selama-lamanya (lihat 1Sam.2:35; Mzm.110:4).</p>
<p><strong>Raja</strong></p>
<p>Raja pertama dalam sejarah Israel adalah Saul. Sesungguhnya keinginan awal umat Israel untuk memiliki raja yang dapat dilihat oleh mereka merupakan tindakan yang dicela oleh Allah (1Sam.10:19). Akan tetapi, sejak permulaan sejarah, tugas khusus memerintah dalam ketaatan kepada kehendak Allah harus dilakukan dalam penundukan pada wahyu ilahi. Adam bertugas untuk memerintah (Kej.1:26), demikian juga Nuh setelah kejatuhan manusia di dalam dosa (9:2). Abraham adalah raja dalam arti dia dianggap setara dengan raja-raja lainnya (Kej.14:1-2; 13, 17-24). Istrinya disebut seorang putri (17:15) dan dari istri Abraham inilah dijanjikan suksesi raja-raja (17:16).  Yakub menubuatkan bahwa tongkat kerajaan, lambang pemerintahan, tidak akan beranjak dari suku Yehuda sampai tibanya Sang Penguasa Agung (Kej.49:10). Karena itu, walaupun terdapat ketidaksetujuan ilahi terdapat keinginan bangsa Israel untuk memiliki raja, jelas penetapan monarki sesuai dengan rencana dan kehendak kekal Allah (1Sam.8:20, bdk. 8:22) tapi kemudian Allah menjanjikan garis keturunan Daud yang akan berhenti pada kedatangan Sang Raja Agung yang akan memerintah selama-lamanya (2Sam.7:12-16; Mzm.2, 45, 72 dan 110). Jabatan ini juga memerlukan "pengurapan" (dari tindakan inilah timbul kata "Mesias").</p>
<p><a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> mengakui ketiga jabatan yang dipegang oleh Yesus Kristus tersebut.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kristus]]></title>
<link>http://imankristen.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 13:47:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>imankristen</dc:creator>
<guid>http://imankristen.id.wordpress.com/2008/04/11/kristus/</guid>
<description><![CDATA[Allah berkenan di dalam tujuan kekal-Nya untuk memilih dan menetapkan Tuhan Yesus, Anak-Nya yang tun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Allah berkenan di dalam tujuan kekal-Nya untuk memilih dan menetapkan Tuhan Yesus, Anak-Nya yang tunggal, sebagai Pengantara antara Allah dan manusia; Nabi, Imam, dan Raja; Kepala dan Juruselamat Gereja-Nya; Pewaris segala sesuatu; dan Hakim atas dunia. Bagi-Nya Allah sejak segala kekekalan memberikan satu umat untuk menjadi benih-Nya, dan agar oleh-Nya ditebus, dipanggil, dibenarkan, dikuduskan, dan dipermuliakan pada waktu yang telah ditetapkan.</p>
<p>Bagian diatas mengajarkan kepada kita :</p>
<ol>
<li>bahwa Allah sejak kekekalan telah memilih sejumlah tertentu keturunan Adam untuk diselamatkan melalui karya penebusan Kristus,</li>
<li>bahwa Allah dari kekekalan juga telah berjanji untuk memberikan kaum pilihan ini kepada Kristus sebagai imbalan bagi penderitaan-Nya,</li>
<li>bahwa Kristus berkehendak untuk melakukan dan menderita semua yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu,</li>
<li>bahwa karya mesianik ini memerlukan Kristus sebagai Nabi, Iman, dan Raja bagi kaum pilihan-Nya dan menjadi Kepala dan Juruselamat dari Gereja, dan</li>
<li>bahwa Kristus adalah juga Pewaris dan Hakim atas dunia ini.</li>
</ol>
<p>Kristus disebut Adam kedua, atau lebih tepat lagi, "Adam terakhir" (1Kor.15:45). Hal ini dikarenakan fakta bahwa Adam adalah orang pertama dan Kristus orang terakhir dalam sejarah umat manusia yang menjadi kepala kovenan, atau pribadi yang mewakili seluruh umat manusia. Dia datang untuk memulihkan kembali apa yang telah dikerjakan Adam dan melakukan bagi umat-Nya apa yang gagal dilakukan Adam.  Ketika Adam belum berdosa, dia memiliki pikiran yang jernih, hati yang murni, dan kehendak yang benar.</p>
<p>Dalam pengertian <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> ini, tepat kalau Adam disebut sebagai nabi, imam dan raja.</p>
<ol>
<li>Sebagai seorang nabi, Adam mampu "memikirkan perkara-perkara Allah." Dia dapat menafsirkan karya Allah, dan menyatakan kebenaran Allah kepada semua ciptaan.</li>
<li>Sebagai imam, Adam memberikan dirinya sebagai "persembahan yang hidup." Dirinya sendiri dan segala sesuatu yang didapatkannya dipersembahkan kepada Allah.</li>
<li>Sebagai seorang raja, Adam menaklukkan dan berkuasa atas segala sesuatu berdasarkan pengetahuan yang benar dan devosi yang kudus. Kegiatan Adam selaras dengan, dan mengekspresikan, kehendak Allah.</li>
</ol>
<p>Tentu kita tidak berkata bahwa Adam menyadari ketiga jabatan dalam dirinya ini, dan kita juga tidak bermaksud menyebutnya nabi, imam dan raja dalam pengertian jabatan. Yang kita maksudkan adalah bahwa tugas sebagai nabi, imam dan raja secara implisit terdapat dalam posisi Adam sebagai kepala. Jika Adam tidak berdosa, hal ini akan semakin jelas. Tetapi kematian Adam mengakhiri semuanya.</p>
<p>Allah kemudian bersiap mengutus "Adam terakhir." Dan sangat signifikan bahwa sebagian pernyataan Perjanjian Lama tentang kedatangan-Nya berpusat pada ketiga jabatan "yang diurapi" (mesias = yang diurapi), yaitu nabi, imam, dan raja. Kita percaya bahwa kerusakan manusialah yang menyebabkan Allah membuat tiga jabatan yang terpisah, yang dijabat oleh tiga suku yang berbeda, yang sebelumnya merupakan bagian yang utuh dari manusia tak berdosa.</p>
<p>Dengan menetapkan tiga jabatan yang berbeda antara satu sama lain, Allah dapat menyingkapkan ketidaksempurnaan manusia yang kemudian dituntut dari Anak-Nya.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
