<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dari-hati &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/dari-hati/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dari-hati"</description>
	<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 23:04:57 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Minal Aidzin Wal Faizin]]></title>
<link>http://jiyofine.wordpress.com/?p=138</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 04:56:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>jiyofine</dc:creator>
<guid>http://jiyofine.id.wordpress.com/2008/10/08/minal-aidzin-wal-faizin/</guid>
<description><![CDATA[ 
kartulebaran1
Indahnya Ramadhan telah pergi, hari yang di nanti-nanti umat muslim telah tiba*bahk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
[caption id="attachment_142" align="aligncenter" width="450" caption="kartulebaran1"]<img class="size-full wp-image-142" title="kartulebaran11" src="http://jiyofine.wordpress.com/files/2008/10/kartulebaran11.jpg" alt="kartulebaran11" width="450" height="300" />[/caption]
<p>Indahnya Ramadhan telah pergi, hari yang di nanti-nanti umat muslim telah tiba*bahkan hampir pergi juga, postingnya telat seh :-D *. Buang jauh-jauh semua kesal dan dendam yang pernah terjadi, buka senyum untuk kembali menjadi bersih, putih, dan sejuk lagi.</p>
<p>Jiyofine mengucapkan :</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#00ccff;"><span style="color:#339966;">SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H<br />
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN<br />
MOHON MAAF LAHIR &#38; BATIN<br />
SEMOGA KITA SEMUA KEMBALI FITRAH....AMIIN!!</span></span></strong></p>
<p>Mulai dari 0 yach...<del datetime="00"><span style="color:#000000;">mo ngisi bensin kaleeee</span></del> :-D</p>
<address>gambar di ambil dari<a href="http://lunjap.wordpress.com/2008/09/24/desain-kartu-idul-fitri-1429-h/"> sini</a></address>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AKU INGIN MENULIS LAGI!]]></title>
<link>http://aamaliafitri.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 10:45:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adhini Amaliafitri</dc:creator>
<guid>http://aamaliafitri.id.wordpress.com/2008/10/07/aku-ingin-menulis-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Begitu banyak kata. Begitu penuh rasa. Begitu ingin bercerita dengan sejuta kisah. Namun, begitu sul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Begitu banyak kata. Begitu penuh rasa. Begitu ingin bercerita dengan sejuta kisah. Namun, begitu sulit mengungkapkannya pada dunia. Aku ingin menulis lagi! Bercerita lewat untaian kata, kalimat yang bernada, tiap makna yang menari indah. Aku ingin menulis lagi! Kemanakah dirimu wahai hati? Aku ingin menulis lagi! Menulis dari hati. Seperti yang biasa aku lakukan. Hanya ingin menulis, bercerita, mengungkap rasa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>AKU INGIN MENULIS LAGI!</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The New Me]]></title>
<link>http://saimie.wordpress.com/?p=238</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 09:32:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Namada</dc:creator>
<guid>http://saimie.id.wordpress.com/2008/10/07/the-new-me/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah, saia dibukakan pintu hidayah untuk berkerudung belum berani mengatakan berjilbab, kar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, saia dibukakan pintu hidayah untuk berkerudung <span style="text-decoration:line-through;">belum berani mengatakan berjilbab, karena jilbab bermakna lebih dalam, sedangkan saia masih belajar dan belajar</span> :)</p>
<p>Terima kasih buat keluarga, Aa dan semuanya yang telah mendukung</p>
<p>Allah blesses u all ^^</p>
<p>Apalagi yach? Mm..ini berkah Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mungkin :lol:</p>
<p>I do hope I could be more thankful to Allah for everything I've received within I'm alive. I just want to live my own life through the rules You've offer. Thank God..^^</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Can't Wait!]]></title>
<link>http://saimie.wordpress.com/?p=232</link>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 23:43:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Namada</dc:creator>
<guid>http://saimie.id.wordpress.com/2008/09/28/i-cant-wait/</guid>
<description><![CDATA[Lebaran, tinggal tiga hari lagi terhitung hari ini, tapi aku baru bisa mudik besok, tanggal 29 Septe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lebaran, tinggal tiga hari lagi terhitung hari ini, tapi aku baru bisa mudik besok, tanggal 29 September. Huh..gak sabar banged rasanya nunggu besok tiba. Dirumah udah pada ngumpul semuanya, Mbah, Tante, Sepupu..Huf..tinggal aku sama kakak doank..Wait for me, please! ;)</p>
<p>Lebaran, selalu membawa berjuta keindahan dan kenikmatan, dan selalu menjadi momen yang mengesankan.</p>
<p>Buat Blogger semua, Met Idul Fitri yaa..silaturrahmi yang terjalin selama ini, begitu bermakna bagi saya pribadi, meskipun hanya lewat dunia maya, gak saling ketemu muka, tapi kepercayaan dan persahabatan yang terjalin sudah membuat saya merasa berharga dan dihargai. Terima kasih, dan maafin kalo ada kesalahan yang pernah saya buat <span style="text-decoration:line-through;">yang disengaja dan gak :D</span></p>
<p>Yup...Met Lebaran!!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Menjelang Libur Lebaran]]></title>
<link>http://segokoecing.wordpress.com/?p=137</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 08:53:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Den Gocing</dc:creator>
<guid>http://segokoecing.id.wordpress.com/2008/09/26/hari-menjelang-libur-lebaran/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini adalah hari terakhir saya masuk kerja. Seminggu ke depan, saya libur lebaran. Lumayan lama ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hari ini adalah hari terakhir saya masuk kerja. Seminggu ke depan, saya libur lebaran. Lumayan lama liburan ini. Tapi saya sudah merancang banyak hal yang ingin saya lakukan baik yang akan dilakukan sendiri maunpun dengan keluarga tercinta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lebaran ini saya merencanakan untuk mudik. Kalo tidak ada perubahan, tanggal 31 malam saya berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta, tepatnya ke Gunungkidul. Tidak sepenuhnya sekedar merayakan lebaran di kampung <em>sich</em>, cuma memang saat ini nenek saya sedang sakit dan tentu kebahagiaan terbesar orang tua adalah ditunggu<em>’in</em> oleh anak cucu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rencananya tidak lama di kampung, jadi masih ada waktu luang yang bisa saya gunakan untuk bersilahturahmi dengan tetangga dan juga saudara-saudara yang kebetulan tidak mudik tahun ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kemungkinan besar, blog ini pun tidak bisa terisi. Karena biasanya menggunakan akses internet dari tempat kerja, untuk pergi ke warnet, rasanya jarang mendapatkan warnet yang buka di saat suasana lebaran. Kecuali laptop bisa bebas dari virus yang menggila, jadi bisa menggunakan modem IM2 (belum digunakan sama sekali sejak dibeli 1 bulan yang lalu).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ok, pasti Anda pun sudah merencanakan banyak hal untuk menyambut liburan dan hari raya Idul Fitri ini. Bagi yang mudik, hati-hati di jalan. Bagi yang masih tinggal di Jakarta, selamat menikmati lengangnya jalanan kota metropiltan tercinta ini. (Berbahagialah…Jarang <em>lho</em> suasana seperti itu….)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Akhirnya, saya mengucapkan selamat Idul Fitri<span>  </span>1429 H, maaf lahir batin…..</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedekah untuk Gepeng]]></title>
<link>http://segokoecing.wordpress.com/?p=133</link>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 03:12:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Den Gocing</dc:creator>
<guid>http://segokoecing.id.wordpress.com/2008/09/25/sedekah-untuk-gepeng/</guid>
<description><![CDATA[Berbuat baik untuk orang lain itu harus. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk itu. Salah stunya m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berbuat baik untuk orang lain itu harus. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk itu. Salah stunya memberi sedekah bagi oarng yang tidak mampu, seperti fakir miskin, anak-anak terlantar, atau dikenal dengan <em>gepeng</em>. Namun bagaimana dengan wacana berikut?</p>
<p>Di Jakarta, tampaknya para pengemis, gelandangan,  tidak akan pernah hilang. Dari hari ke hari, mereka masih saja tampak berkeliaran di jalanan. Berbagai cara untuk mengusir keberadaan mereka seolah tidak mampu mengusir mereka. Bahkan Perda DKI yang menegaskan akan memberi sanksi kepada siapapun yang memberi "recehan" kepada mereka. Karena ditengarai kebertahanan mereka terkait dengan adanya <em>supply chain</em> oleh pengguna jalanan.</p>
<p>Tampaknya, permasalahan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat. Bagaimana menurut Anda? Apakah memberi sedekah kepada fakir miskin di jalanan adalah hal yang masih patut dilakukan atau tidak? Apakah masalah ini hanya sampai pada tataran hati nurani masing-masing?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sendiri]]></title>
<link>http://isinmawa.wordpress.com/?p=284</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 10:38:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>eMina</dc:creator>
<guid>http://isinmawa.id.wordpress.com/2008/09/24/sendiri/</guid>
<description><![CDATA[Sendiri (part 1)
Ternyata, bahwa kita memang sendiri. Hanya diri kita sendiri, sebenarnya. Saat lahi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sendiri (part 1)</strong><br />
Ternyata, bahwa kita memang sendiri. Hanya diri kita sendiri, sebenarnya. Saat lahir, sendiri. Mempertanggungjawabkan kehidupan sendiri, dan meninggalkan dunia pun, sendiri.<br />
Kadangkala, sendiri bisa begitu menyedihkan. Menciptakan ruang hampa dalam hati kita, memori yang mengembara pada banyak hal, lalu keinginan untuk mengulangnya kembali. Rindu rasanya.</p>
<p>Sendiri saja. Tak ada siapapun bersama kita, rasanya begitu sepi. Orang -orang sibuk dengan urusannya masing -masing. Lalu kita tercenung, meresapi setiap kesunyian itu di tengah keramaian sekeliling kita.</p>
<p><strong>Sendiri (part 2)</strong><br />
..Lalu teringat teman -teman, keluarga, kampung halaman.<br />
Bagiku, dimana pun dan seperti apapun hidupku, keluargalah yang membuatku tak pernah merasa sendiri. Mereka selalu ada, bahkan di saat kita tak bisa berada di dekat mereka.<br />
Kenangan tentang mereka, membuatku ingin pulang.<br />
Menghilangkan segala kesunyian dari dalam hati.</p>
<p>Sendiri, membayangkan segala hal. Meskipun tubuh kita berdiam kaku, tapi pikiran tak pernah diam. Mengembara kemana -mana, mengingat segala kejadian yang telah lampau, lalu tak bisa bicara pada siapapun. Tak ada tema pembicaraan, apapun, hanya berbicara pada hati sendiri; tentang diri sendiri.<br />
Dari sanalah puncak kesedihan; dan rasa tersudutkan pada suatu titik dimana aku merindukan banyak hal, terlewatkan begitu saja, tanpa bisa berbuat apa-apa atau berbagi kata, menyampaikan apa yang kita pikirkan pada orang lain. Tersudutkan itu menjelma menjadi air mata.</p>
<p>Aku menangis, dalam kesendirian.</p>
<p><strong>Sendiri (part 3)</strong><br />
Tapi adakalanya, kita membutuhkan kesendirian.<br />
Sendiri saja, hanya bersama Sang Khalik. Sendiri, untuk bermunajat pada-Nya, mengingat kembali dosa -dosa, dan pemikiran -pemikiran yang bermuara pada satu titik : aku harus memperbaiki diri. Aku harus menjadi lebih baik.<br />
Sendiri, tanpa malu -malu, menangis di hadapan -Nya, mengeluhkan segalanya tanpa takut Dia lelah mendengarkannya. Setiap kesedihan, setiap kesalahan...dan setiap kehampaan dikala sendirian. Dia selalu menemaniku setiap detik, dan memberikan kasih sayang padaku di setiap hela nafas.</p>
<p>Ya, sendiri juga bisa menjadi demikian indah. Kadang aku harus sendiri. Karena yang sebenarnya adalah; kita tak pernah benar -benar sendirian.<br />
Ada Alloh SWT.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satu Cahaya Hati]]></title>
<link>http://rosewrite4smile.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 05:12:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rose smile</dc:creator>
<guid>http://rosewrite4smile.id.wordpress.com/2008/09/24/satu-cahaya-hati/</guid>
<description><![CDATA[Terbang menuju alam yg tanpa batas
hayalan yg selalu indah dr kenyataan
masi ada kah tempat itu..
ku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Terbang menuju alam yg tanpa batas<br />
hayalan yg selalu indah dr kenyataan<br />
masi ada kah tempat itu..<br />
ku sangat megharapkannya..</p>
<p>Pergilah jauh wahai hayalan<br />
ku tidak mau terbelenggu olehmu<br />
jika memang sudah tak ada<br />
maka akhirilah..</p>
<p>Ku tidak mau berjuang lagi untukmu<br />
karena aku selalu kalah olehmu<br />
yg hanya sebatas mimpi<br />
begitukah kiranya kau menyiksaku</p>
<p>Akulah sang pencari mati<br />
tak sanggup ada yg menghidupkanku<br />
dari keterpurukan.. dari ketidakberdayaan<br />
hanya ada satu cahaya yg mungkin bisa menerangiku..<br />
namun tampaknya, kini kian meredup..meredup.. dan terus sirna<br />
satu yg tersisa..., masi adakah diriku untuk cahayaku...???</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Dua Jalur Kereta]]></title>
<link>http://saimie.wordpress.com/?p=227</link>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 05:50:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Namada</dc:creator>
<guid>http://saimie.id.wordpress.com/2008/09/21/kisah-dua-jalur-kereta/</guid>
<description><![CDATA[Tiba-tiba inget nich sama cerita renungan yang sangat saia sukai. Langsung aja yah, saia gak suka nu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba inget nich sama cerita renungan yang sangat saia sukai. Langsung aja yah, saia gak suka nulis panjang-panjang, tar yang mbaca juga bosen lagi...<span style="text-decoration:line-through;">*halah ngomong mulu*</span> :lol:</p>
<p><em>(Retelling story, dramatic mode on)</em>:</p>
<p>Suatu hari ada sekumpulan anak-anak yang mau maen-maen di jalur kereta, maklum, rumah mereka deket jalur kereta sih. Nah, disitu ada dua jalur kereta, yaitu yang sering dilalui kereta ama yang udah mati, alias gak pernah dilewatin kereta lagi. Mereka memutuskan untuk maen di jalur yang masih aktif, alasannya biar lebih seru. Tapi ada satu anak yang nolak, dia milih maen sendiri di jalur yang udah gak aktif.</p>
<p>Trus? Eng ing eng..</p>
<p>Petugas kereta api dapet telpon dari petugas lapangan bahwa jalur yang masih aktif itu lagi ada perbaikan, so gak bisa dilewatin dulu. Nah, akhirnya si petugas perkeretaapian memutuskan untuk memindahkan lintasan kereta ke jalur yang tidak aktif.</p>
<p>Kalo ditanya, sebagian besar orang pasti akan memilih untuk melakukan hal yang sama terhadap masalah ini. Tapi justru disitulah kesalahan besar telah dilakukan. Kenapa pasal? Dijalur yang tidak aktif sedang ada seorang anak yang bermain-main dengan tenangnya, karena dia memang benar, bermain di jalur yang sudah tidak dilewati kereta lagi. Kalo nanti kereta dilewatkan disitu, dia pasti tidak akan punya waktu untuk menyelamatkan diri karena dia berfikir tidak akan ada kereta lewat (karena memang begitulah seharusnya). Tapi kalo dilewatkan di jalur aktif, anak-anak yang bermain-main itu kan bisa menyelamatkan diri, karena mereka pasti sudah me-<em>warning</em> diri buat jaga-jaga, karena mereka bermain di jalur yang masih dilewatin kereta.</p>
<p><em>(dramatic mode off)</em></p>
<p>Begitulah kira-kira idiom buat keadaan sekarang, mengorbankan satu orang tak bersalah untuk menyelamatkan mayoritas orang bersalah. Gak adil banget!</p>
<p>Semoga bermanfaat :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahabat Sejati]]></title>
<link>http://boomx.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 14:21:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>boomx</dc:creator>
<guid>http://boomx.id.wordpress.com/2008/09/20/sahabat-sejati/</guid>
<description><![CDATA[SMK Negeri 1 Bangil Berduka..2 Siswa nya M. Dicky (Big Dicky) dan M. Assgaf (Mamad) dimana mereka be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>SMK Negeri 1 Bangil Berduka..2 Siswa nya M. Dicky (Big Dicky) dan M. Assgaf (Mamad) dimana mereka berdua adalah siswa kelas 2 dan bersahabat mulai dari MTs pada tanggal 19 September 2008 hari Jum'at Kliwon sore mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan mereka meninggal dunia..</p>
<p>PERSAHABATAN SEJATI DIBAWA MATI..MUNGKIN INI BISA DISEBUTKAN KEPADA MEREKA BERDUA...MEREKA TIDAK DAPAT DIPISAHKAN ATAS NAMA SEBUAH MAUT...PERSAHABATAN YANG ABADI...PERSAHABATAN SUCI...</p>
[caption id="" align="alignnone" width="320" caption="Big Dicky dan Mamad di sebelah kanan dan kiri."]<a href="http://i286.photobucket.com/albums/ll100/SYAMARX/my%20only/CRIM0092.jpg"><img title="Keceriaan tinggal Kenangan" src="http://i286.photobucket.com/albums/ll100/SYAMARX/my%20only/CRIM0092.jpg" alt="Big Dicky dan Mamad di sebelah kanan dan kiri." width="320" height="240" /></a>[/caption]
<p>Tiada sesuatu yang Abadi di dunia</p>
<p>YA ALLAH TELAH BAGINDA PANGGIL 2 SAHABAT KAMI...DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI DAN DIRI KAMI...KAMI MOHON PADA ENGKAU YA ALLAH YA ROBB..TEMPATKAN MEREKA DI KERAJAAN SURGA AL FIRDAUS...SEPERTI YANG TELAH ENGKAU JANJIKAN KEPADA MEREKA PARA PENGHIBUR BAGI YANG BERDUKA..CERMIN KECERIAAN MEREKA</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rembulan ]]></title>
<link>http://ritoma.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 10:26:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>ritoma</dc:creator>
<guid>http://ritoma.id.wordpress.com/2008/09/19/rembulan/</guid>
<description><![CDATA[
Ia tidak memiliki cahaya
Hanya memantulkan sinar sang surya
Untuk menerangi gulita
Ia hadir dalam b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ritoma.wordpress.com/files/2008/09/north-pole-sun-moon.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-71" title="north-pole-sun-moon" src="http://ritoma.wordpress.com/files/2008/09/north-pole-sun-moon.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Ia tidak memiliki cahaya</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Hanya memantulkan sinar sang surya</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Untuk menerangi gulita</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Ia hadir dalam berbagai rupa</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Terkadang hadir dengan sisi yang begitu terang</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Terkadang tidak sepenuhnya</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Tampak begitu cantik ketika menampakkan sabit</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Ia pun menampakan dirinya dalam sisi yang hitam</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Sisi yang begitu kelam..</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Namun itulah yang membuatnya istimewa</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Setiap kehadirannya bermakna..</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Untuk Rembulanku...</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Sang Istimewaku..</span></p>
<p style="text-align:center;">Bawalah aku ke Syurga</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Bawalah aku menuju Ridho-Nya</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lima Lautan (Padhang mbulan)]]></title>
<link>http://boomx.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 03:37:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>boomx</dc:creator>
<guid>http://boomx.id.wordpress.com/2008/09/17/lima-lautan-padhang-mbulan/</guid>
<description><![CDATA[Kalau pas hati gembira, kita membaca Al Qur&#8217;an, dan kegembiraan itu
menjelma jadi kekokohan da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau pas hati gembira, kita membaca Al Qur'an, dan kegembiraan itu<br />
menjelma jadi kekokohan dan ketenteraman. Kalau hati berduka dan kita<br />
baca Al Qur'an, dan derita yang penuh kematian itu berubah menjadi<br />
kehidupan yang mengaliri darah.</p>
<p>Namun larut malam itu saya membaca 'kehidupan' yang lain. Yakni tentang<br />
sufi Abul Hasan Asy- Syadzilli yang dinilai memiliki maqam, tempat atau<br />
derajat ke-ilmu-ma'rifatan yang lebih tinggi dibanding Syekh Abdul Qadir<br />
Jaelani. Karena di ujung pengembaraan ilmunya, al Jaelani menghirup<br />
pengetahuan dari dua lautan. Satu dari kenabian Muhammad, satu lagi dari<br />
futtuwah Ali bin Abu Thalib. Sedangkan Asy Syadzalli mereguk dari lima<br />
lautan di langit dan lima lautan di bumi. Yang pertama itu Jibril, Mikail,<br />
Israil, Izrail dan Ruh Suci. Yang kedua adalah Muhammad, Abu Bakar, Umar,<br />
Utsman dan Ali.</p>
<p>Kemudian seusai subuh, ketika kegelapan retak oleh cahaya matahari dan<br />
suara-suara kendaraan mulai mengaduh, saya membaca beberapa majalah<br />
terbitan pesantren dan universitas tertentu yang berbaik hati mengirimkan<br />
hasil karya itu ke ruumah saya.<br />
'Lautan' nya berbeda, meskipun saya tidak menilai bahwa secara kwalitatif<br />
mereka seungguh-sungguh berbeda.<br />
'Lautan' itu ialah Peter Berger, Clifford Geertz, Schoemacher (tukang<br />
sepatu), Alfin Toffler, Ivan Illich, Maxime Rodinson, John Galtung  serta<br />
'lautan-lautan' lainnya.</p>
<p>Yang paling mengesankan saya kebetulan bukan kehebatan 'ombak gelombang<br />
laut' para pakar itu, melainkan maqomnya dalam Psikologi dapur majalah-<br />
majalah itu. Mereka menjadi semacam tongga kebanggaan. Kalau anda cuma<br />
mengutip ayat Al Qur'an, anak dusunpun bisa.  Majalah itu seperti tak<br />
punya keyakinan diri kalau tak menyebut lautan-lautan itu dan apabila<br />
isinya tak berupa kapal-kapal yang berlayar di wilayah lautan-lautan<br />
itu.</p>
<p>Namun saya tidak menyimpulkan bahwa gejala itu merupakan semacam kematian.<br />
Tetapi toh, seandainya itu 'era kematian' insya Allah berarti ambang dari<br />
kelahiran dan kehidupan baru.<br />
Hari ini orang malu memanggul Al Qur'an, tapi besuk bangga. Hari ini orang<br />
minder pakai peci, tapi besuk mantap. Hari ini inferior, besuk kokoh,<br />
lusa inferior, besukny lagi kokoh, inferior, kokoh, inferior, kokoh ....</p>
<p>(Emha Ainun Nadjib/Secangkir Kopi Jon Pakir/Mizan/ PmBNetDok)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyoal Cinta Sejati]]></title>
<link>http://segokoecing.wordpress.com/?p=90</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 03:03:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Den Gocing</dc:creator>
<guid>http://segokoecing.id.wordpress.com/2008/09/17/menyoal-cinta-sejati/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Kenapa ya aku kok ngerasa tidak bisa menemukan cinta sejatiku&#8220;, kata seorang teman suat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>"Kenapa ya aku kok </em>ngerasa<em> tidak bisa menemukan cinta sejatiku</em>", kata seorang teman suatu ketika. <em>"Lho memangnya kenapa?"</em> tanyaku balik. Seraya menghela nafas, dia menyahut<em>."Aku gampang sekali jatuh cinta. Setiap kali ketemu cewek cantik dan sexy, aku jatuh cinta. Aku capek gonta-ganti pacar. Aku gampang bosan. Takutnya sampai suatu saat aku harus menikah, aku tidak menemukan cinta sejatiku"</em>. Aku hanya nyengir saja, sambil <em>ngebathin,"Senengnya bisa gonta-ganti pacar".</em></p>
<p>Itu terjadi lebih dari 10 tahunan yang lalu, ketika kami masih sama-sama belia. Kurang tahu apakah dia sudah "menemukan" cinta sejatinya atau belum, karena  terputus komunikasi di antara kami.</p>
<p>Kalo saja percakapan itu terjadi sekarang, saya merasa mempunyai sesuatu sebagai jawaban atas keluh-kesahnya, ya paling tidak daripada<em> sekedar nyengir ga </em>jelas<em>.</em> </p>
<p>Menurut saya, cinta tidak ditemukan, namun dikembangkan, dipupuk kemudian disemai bersama-sama (pasanganya masing-masing). Ini membutuhkan proses. Bukan sekedar momentum atau suatu <em>accident- </em>kecelakaan, (ter-)jatuh (pada) cinta. Bahwasanya jatuh cinta mungkin bisa jadi awal proses tersebut. Namun yang lebih hakiki adalah kegigihan dalam mempertahankan rasa tersebut.</p>
<p>Jatuh cinta itu suatu yang gampang, bagi sebagian besar orang. Melihat hal yang menarik, tertarik, kemudian terjatuh-hatilah dia pada yang menarik itu. Sesederhana seperti seorang wanita tertarik melihat sepatu bagus di rak pajang sebuah mall, atau seorang pria melihat sebuah mobil mewah melintas di hadapannya.</p>
<p>Namun, cinta (sejati) dalah hasil perjuangan panjang, jalan yang berliku. Rasa luhur ini lahir dari proses mencintai pasangan, proses mengatasi kebosanan terhadapnya, dan kerelaan hati untuk mengatasi "jatuh cinta - jatuh cinta" yang sangat manusiawi ia alami. Ia tidak spontan, perlu bukti - bukan sekedar janji-janji manis selayaknya pasangan muda mudi berpacaran. Kehebatan proses ini tidak ditandai dengan gempita perasaan, dan bertaburan kata rayu, namun proses menerima apa adanya dan bersedia beradaptasi dengan pasangannya - kerelaan hati untuk membunuh ego-ego pribadi.</p>
<p>Jadi, satu pertanyaan saja,"Sudahkah Anda mencintai pasangan Anda?".</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kloning? Sebuah Ledekan Kepada Tuhan]]></title>
<link>http://saimie.wordpress.com/?p=219</link>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 14:51:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Namada</dc:creator>
<guid>http://saimie.id.wordpress.com/2008/09/15/kloning-sebuah-ledekan-kepada-tuhan/</guid>
<description><![CDATA[What do you think seeing failed-hand-made-creature like the picture beside? Waduh, kalo saya kok nge]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-220" title="cloning-3" src="http://saimie.wordpress.com/files/2008/09/cloning-3.jpg" alt="" width="197" height="270" />What do you think seeing failed-hand-made-creature like the picture beside? Waduh, kalo saya kok ngeri sekali. Naudzubillah..:(</p>
<p>Itu adalah satu dari sekian banyak produk kloning yang gagal. Benar-benar mengerikan. Bagaimana mungkin mereka (baca : ilmuwan geblek) bermain-main dengan sebuah adikarya Tuhan seperti sedang memainkan sebuah boneka? Saya benar-benar tak habis pikir.</p>
<p>Teknologi kloning memang masih menjadi sebuah penemuan yang belum bisa diterima akal, selain komposisinya yang berlawanan dengan agama dan nurani. Tapi, para ilmuwan selalu punya dalih bila diprotes, "Jangan bawa-bawa agama kalo bicara soal ilmu, mereka adalah dua hal yang tak bisa disatukan".</p>
<p>Oia? Begitukah? What an arrogant..!!</p>
<p>Mereka pikir siapa yang menciptakan mereka? Mereka pikir siapa yang memberi mereka otak untuk berpikir dan tubuh untuk bertahan hidup? Siapa yang memberi nafas?</p>
<p>Tanpa agama, ilmu itu buta, dan tanpa ilmu agama itu pincang ;)</p>
<p>Mari cari ilmu sebanyak-banyaknya, semoga kelak ilmu kita menjadi manfaat sehingga memberatkan timbangan amal baik kita di Hari Perhitungan kelak. :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Catatan Untuk Mahasiswa]]></title>
<link>http://saimie.wordpress.com/?p=210</link>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 01:17:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Namada</dc:creator>
<guid>http://saimie.id.wordpress.com/2008/09/11/catatan-untuk-mahasiswa/</guid>
<description><![CDATA[Bersinarnya wajahmu saat berjalan beriringan menyusuri jalanan setapak beraspal menuju kampus, membu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bersinarnya wajahmu saat berjalan beriringan menyusuri jalanan setapak beraspal menuju kampus, membuat siapapun akan melantunkan doa agar ilmu yang kau timba kelak dapat merubah bangsa ini.</p>
<p>Tas yang kau jinjing menyemburatkan harapan bahwa kelak engkau akan membawa sebongkah kemuliaan bagi orang-orang yang menemani perjalanan belajarmu.</p>
<p>Derap-derap sepatu nan mengkilap membuatmu nampak sangat berwibawa dan berwawasan, membuat siapapun ingin menanyakan apapun yang mereka tak tau, dan memegang pundakmu, seraya mengucapkan "Belajarlah yang tekun, Nak".</p>
<p>Sesungging senyum dan lontaran canda dengan temanmu mengingatkanmu akan arti penting teman dalam upayamu meraih cita-cita, meretas masa depan, bahwa memang engkau tak akan bisa bertahan sendirian.</p>
<p>Diatas segalanya, bersyukurlah kepada Sang Khalik yang telah memberimu kesempatan menawan untuk mempelajari ayat-ayatNYA melalui ilmu di bangku kuliah. Contohlah filsafat padi, dan ingatlah perjuangan orang tuamu dalam memenuhi segala kebutuhanmu menuntut ilmu. Bangsa ini nasibnya terletak di pundakmu, Nak, maka bersungguh-sungguhlah. Kami, menantimu!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAKNA SPIRITUAL DAN SOSIAL IBADAH PUASA]]></title>
<link>http://boomx.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 01:10:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>boomx</dc:creator>
<guid>http://boomx.id.wordpress.com/2008/09/11/makna-spiritual-dan-sosial-ibadah-puasa/</guid>
<description><![CDATA[Dalam proses tauhid horisontal, penyatuan berarti sosialisasi pribadi. Kalau masih pribadi yang indi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam proses tauhid horisontal, penyatuan berarti sosialisasi pribadi. Kalau masih pribadi yang individualistik (ananiyyah), ia gumpalan. Begitu integral-sosial (tawhid basyariyyah) , ia mencair, melembut. Yang ananiyyah itu temporer dan berakhir, yang tauhid basyariyah itu baqa' dan tak berakhir.</p>
<p>Identitas sosial, harta benda, individu, segala jenis pemilikan dunia, dienergikan, diputar, disirkulasikan, didistribusikan, dibersamakan atau diabadikan ke dalam keberbagian sosial. Itulah peruhanian horisontal.</p>
<p>Karena itu, proses-proses menuju keadilan sosial, kemerataan ekonomi, distribusi kesejahteraan, kebersamaan kewenangan dan lain sebagainya-- sesungguhnya merupakan aktualisasi tauhid secara horisontal.</p>
<p>Kita tinggal memperhatikan setiap sisi, segmen dan lapisan dari proses sosial umat manusia (pergaulan, kebudayaan, negara, sistem, organisasi) melalui terma-terma materialisasi versus peruhanian, satu versus kemenyatuan, pensementaraan versus pengabdian, penggumpalan versus pelembutan, sampai akhirnya nanti pelampiasan versus pengendalian. Budaya ekonomi-industri- konsumsi kita mengajak manusia untuk melampiaskan. Sementara agama menganjurkan manusia untuk mengendalikan. Kalau kedua arus itu sama-sama menemukan lembaga dan kekuatan sejarahnya yang berimbang, konflik peradaban akan serius.</p>
<p>Ibadah puasa merupakan jalan 'tol' bagi perjuangan manusia untuk mencapai kemenangan di tengah tegangan-tegangan konflik tersebut. Juga dalam pergulatan antara iradah al-nas dalam arti individualisme individu-kecil dengan iradah Allah Individu Besar Total.</p>
<p>Kita bisa menolak ke terma sab'a samawat, tujuh langit-- Roh-Benda-Tumbuhan- Hewan-Manusia- Ruhanisasi-Ruh- - bisa kita temukan siklus-siklus kecil dan besar proses peruhanian yang diselenggarakan oleh manusia.</p>
<p>Atau terma Empat 'Agama'--'agama' intuitif- instinktif, 'agama' intelektual, 'agama' wahyu, serta 'agama atas agama'--kita bisa menemukan bahwa ketika penerapan wahyu-Agama terjebak menjadi berfungsi gumpalan-gumpalan, maka 'agama atas agama' merupakan fenomena peruhanian, kristalisasi substansi. Semua manusia bekerjasama menempuh nilai-nilai inti peruhanian yang mengatasi gumpalan-gumpalan aliran, sekte, kelompok, mazhab atau organisasi agama.</p>
<p>Terma lain yang mungkin bisa kita sentuh adalah cakrawala puasa la'allakum tattaqun. Produk maksimal puasa bagi pelakunya adalah derajat dan kualitas takwa. Dalam terapan empiriknya, kita mencatat stratifikasi fiqh/hukum-akhlak- takwa. Kondisi peradaban umat manusia masih tidak gampang untuk sekadar mencapai tataan manusia fiqh/hukum atau budaya fiqh/hukum. Apalagi naik lebih lagi ke level akhlak dan takwa. (selesai)<br />
<em><strong> (Emha Ainun Nadjib/Paramadina/ 1996) Padhang Mbulan Forum..</strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[paint briefly.... my day :) just a simple one..]]></title>
<link>http://ryn1love.wordpress.com/?p=181</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 15:30:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>ryn1love</dc:creator>
<guid>http://ryn1love.id.wordpress.com/2008/09/03/paint-briefly-my-day-just-a-simple-one/</guid>
<description><![CDATA[hei hei&#8230;.
^^ udah lama ga ngeblog &#8230;.. ada alasannya ga
ya? ga juga&#8230;. setiap hal ga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>hei hei....<br />
^^ udah lama ga ngeblog ..... ada alasannya ga<br />
ya? ga juga.... setiap hal ga harus ada<br />
alasannya kan... hehe.. mulai deh nana :p<br />
alow blokku! rumahku yg ketujuh...pa kabar ?<br />
cuman pengen bilang... malem ini Indah...<br />
RAmadhan Kareem.... \(^-^)/ ... <em>luv dis night</em>...<br />
kenapa? simple... buka kali ini bisa dirumah<br />
bareng temen2.... indah<em> </em>banget ya ternyata...<br />
beda banget rasanya ma buka dikelas sambil kuliah...<br />
ga berasa banget suasana khas ramadhannya... yg ada dosen lagi break nerangin sambil minum air gelas n dengerin azan... wah udah ngebayangin aja klo ga ni badan n hati ada di Masjid kampus beberapa langkah dari kelas n ta'jil bareng ma saudari2 dsana.. ato ga dkos ma temen2... ~_~v...</p>
<p><em>special twilight time.... just a simple one...</em><br />
:) tenangnya sesorean dikamar sambil<br />
baca2,dengerin MQ walopun jg harus sambil<br />
ngerjain tugas... ya.. makasi buat dosen sore<br />
ini yg undur kuliahnya..</p>
<p>udah ya rumah ketujuhku..<br />
lagi menikmati suasana aja...pengen nyapa bentar n terus melukis... melukis di kanvas jalanku... dg warna-warni dari-Nya... kali ini spot ramadhan siap dilukis dengan indah...</p>
<p>lanjut menggambarnya....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[It's what's so-called our home.........]]></title>
<link>http://segokoecing.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 04:41:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Den Gocing</dc:creator>
<guid>http://segokoecing.id.wordpress.com/2008/09/03/its-whats-so-called-our-home/</guid>
<description><![CDATA[Coba simak penggalan lagu &#8220;This is Home&#8221; (by Swithcfoot)- original soundtrack dari The C]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Coba simak penggalan lagu "<a href="http://www.sweetslyrics.com/579416.Switchfoot%20-%20This%20Is%20Home%20.html">This is Home</a>" (by <a href="http://www.switchfoot.com/">Swithcfoot</a>)- <em>original soundtrack</em> dari <a href="http://disney.go.com/disneypictures/narnia/" target="_blank">The Chronicles of Narnia: Prince of Caspian</a> - di bawah ini:</p>
<p>........</p>
<p><em>This is home<br />
Now I'm finally<br />
Where I belong<br />
Where I belong<br />
Yeah, this is home<br />
I've been searching<br />
For a place of my own<br />
Now I've found it<br />
Maybe this is hoooome<br />
Yeah, this is hooome<br />
........</em></p>
<p>Itu tadi <em>refren </em>-nya saja. Menyimak lagu itu, terasa haru bagi saya pribadi dan tentu keluargaku juga. Sebulan ini tepatnya sejak 1 Agustus kemaren, akhirnya kami bisa menempati rumah baru. Setelah sebelumnya bingung dan gamang, seperti yang saya ceritakan pada postingan sebelumnya.</p>
<p>Rumah kami terletak di bilangan Pondok Jagung - Tangerang, tepatnya di Graha Raya Bintaro, Cluster Celesta Blok J02.</p>
<p>Rasa penat dan letih bekerja terasa tak seberapa ketika <em>I'm heading home...Yeah finally I could make it!Thanks God...</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Putri Malu]]></title>
<link>http://mahfuzhoh.wordpress.com/?p=255</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 04:23:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>mahfuzhoh</dc:creator>
<guid>http://mahfuzhoh.id.wordpress.com/2008/09/03/putri-malu/</guid>
<description><![CDATA[Senangnya berkeliling menyusuri keindahan taman
banyak hadir di bilik pandang aneka macam bebunga
Ji]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/12921/1_Tanaman_Puteri_Malu.JPG" alt="" width="228" height="182" />Senangnya berkeliling menyusuri keindahan taman</p>
<p style="text-align:center;">banyak hadir di bilik pandang aneka macam bebunga</p>
<p style="text-align:center;">Jika diperkenankan....inilah aku</p>
<p style="text-align:center;">si bunga Putri Malu</p>
<p style="text-align:center;">Hanyalah bunga kecil lagi hina, tempat kaki2 tak segan memijaknya</p>
<p style="text-align:center;">Kadang...ku lirik si mawar</p>
<p style="text-align:center;">begitu indah nian dia...bertemankan tangkainya yg berselimut duri yg kan selalu melindunginya</p>
<p style="text-align:center;">Menjaganya...mendengar keluh kesahnya</p>
<p style="text-align:center;">Begitu cantik namun tetap terjaga</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Tatkala ku toreh di lain sudut, terdapat si melati</p>
<p style="text-align:center;"><!--more-->Begitu sucinya, begitu tegarnya menjaga putihnya</p>
<p style="text-align:center;">Bersama si tangkainya yang kokoh lagi kuat</p>
<p style="text-align:center;">yang siap menguatkan di saat lemah</p>
<p style="text-align:center;">yang bersedia menjadi teman yang meneguhkan tegaknya</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Namun, akulah si Putri malu....</p>
<p style="text-align:center;">Hanya bermodalkan rasa malu tak lebih</p>
<p style="text-align:center;">tak secantik mawar atau sesuci melati</p>
<p style="text-align:center;">tapi...</p>
<p style="text-align:center;">bekal malu ini mengajak diri tuk ingini pembelajaran hidup</p>
<p style="text-align:center;">tuk jadi bunga indah sesuai Irodah-Nya</p>
<p style="text-align:center;">Tuk bisa memberi banyak manfaat bagi sekitar dengan kandungan alaminya</p>
<p style="text-align:center;">Berusaha menenangkan tangkai milikku yang mungkin juga</p>
<p style="text-align:center;">tak sekuat tangkai melati atau setajam tangkai mawar</p>
<p style="text-align:center;">Tak taulah ia seperti apa...</p>
<p style="text-align:center;">yang ku tahu Allah telah takdirkan si Putri Malu tuk jua berkawankan tangkai yang sesuai</p>
<p style="text-align:center;">dengan sosok pemalu yang berusaha tak lekas layu meski sering diinjakkan</p>
<p style="text-align:center;">Ku hanya mampu mengatupkan dedaun yg kumiliki karena cuma ini yang ku punya</p>
<p style="text-align:center;">"...MALU..."</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semangkin Males, Semangkin Kangen....]]></title>
<link>http://segokoecing.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 03:23:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Den Gocing</dc:creator>
<guid>http://segokoecing.id.wordpress.com/2008/09/02/semangkin-males-semangkin-kangen/</guid>
<description><![CDATA[Whuih&#8230;.Rasanya udah lama banget tidak menulis sesuatu di blog ini. Menilik tanggal terakhir po]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Whuih....Rasanya udah lama banget tidak menulis sesuatu di blog ini. Menilik tanggal terakhir postingan adalah 15 Mei 2008. Kalo mo beralasan dan setiap alasan diberi penjelasan, pasti saya punya banyak bahan tulisan yang bisa posting.</p>
<p>Tapi rasaya malu kalo mencoba berargumen dengan berbagai alasan, <em>wong</em> telisik punya telisk sebetulnya <em>males</em> aja. Untuknya blog ini tidak banyak pengunjungnya. Tidak seperti <a href="http://munggur.wordpress.com/">Munggur </a>atau <a href="http://ndorokakung.com/">Ndoro Kakung</a>. Kalo banyak penggemarnya pasti <em>pada</em> protes berat.</p>
<p>Semoga dengan jadwal kerja yang lebih bersahabat, saya jadi lebih rajin nge-blog! (Lho, itu tadi beralasan ga ya???)...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Depresi Dalam Roh]]></title>
<link>http://andrewraharjo.wordpress.com/?p=164</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 03:18:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>andrewraharjo</dc:creator>
<guid>http://andrewraharjo.id.wordpress.com/2008/09/02/depresi-dalam-roh/</guid>
<description><![CDATA[Syalom semuanya yang termuliakan didalam nama Yesus Kristus yang selalu kita kasihi.

Hari ini, saya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Syalom semuanya yang termuliakan didalam nama Yesus Kristus yang selalu kita kasihi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari ini, saya hendak berbicara kepada Anda bukan sebagai seorang pendeta, pria sejati, ataupun sebagai hamba Nya melainkan sebagai orang Kristen biasa yang selalu belajar untuk setia dan taat kepada Raja kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari-hari ini yang telah saya pelajari ialah sebuah kekuatan dari sebuah penghadapan terhadap permasalahan yang seringkali para pria hadapi yaitu proud.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pria, seringkali diidentikkan sebagai seorang pahlawan baik bagi komunitasnya, wanita pasangannya, gerejanya, pelayanannya dan orang tua mereka. Para pria seringkali tidak sadar bahwa pahlawan yang digaris besarkan dalam kontekstual mereka ialah pahlawan yang selalu mengharapkan tanda jasa. Belajar dari kesalahan dimana para pahlawan seharusnya tidak merasa bahwa diri mereka ialah pahlawan. Sadari bahwa setiap kerendahan hati menjadi inti utama dari kasih. Diingatkan kembali bahwa dalam 1 Korintus 13 bahwa semua pengetahuan akan hilang dan yang akan tinggal diantaranya ialah kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seringkali saya berhadapan dengan diri saya sendiri, saya sedang didalam proses untuk belajar bukan mengasihi diri sendiri melainkan mengasihi orang lain dimana mengasihi sesame/ orang lain ialah mengutamakan kepentingan mereka diatas kepentingan kita. Tuhan memang mengasihi kita, tetapi bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita apabila kita tidak mengasihi sesama kita ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memang seringkali kita harus Diam, Lihat dan mendengar segala sesuatu yang akan kita hadapi. Tuhan kita, Yesus Kristus menginginkan para pria, terutama pria muda agar memikul kuk mereka dan merebahkan diri merka ke dalam sebuah pengharapan. Sebab didalam pengharapan ada iman dan kasih. Biarlah kita memberikan pipi kepada yang menampar kita dan biarlah kita kenyang dengan cercaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harapan kita hanya satu yaitu Bapa mengasihi kita sebab tidak untuk selama-lamanya Tuhan akan mengucilkan kita, Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebenaran kasih setiaNya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin kotenks Depresi didalam Roh berbeda dengan apa yang ingin saya sampaikan disini, atau mungkin seringkali firman Tuhan dianggap sebagai sebuah serangan bagi mereka yang tidak dan belum membutuhkannya pada saat tersebut. Kita harus sadar bahwa semakin hari, dunia semakin kejam dan manusia ialah mahluk yang mengecewakan. Kita sadar bahwa ada saatnya kita mulai berubah, bertobat dan mulai kembali membangun diri kita kejalan yang benar, yaitu terangNya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Depresi didalam roh sendiri adalah maksud dimana saya ingin menceritakan perjalanan saya dengan singkat. Sebagai sebuah ilustrasi, saya ingat ketika masa SMA saya, saya pernah diberitahu oleh salah seorang guru konseling saya, dimana dia sangat mengenal pribadi saya dan dia wanita yang sangat baik. Ia berkata bahwa dunia saya, hidup saya dan perkataan saya, penuh dengan topeng. Mengapa saya seperti itu, padahal saya tidak pernah merasa menggunakan topeng dalam berbagai hal, saya merasa bahwa saya adalah orang terjujur yang ada di SMA saya, bahkan dalam keluarga sendiri telah tertanam sebuah kebudayaan yang jujur. Akhirnya, setelah Raja kita bekerja didalam hidup ini, Dia yang mengorek pribadi saya, dan mulai mengubah saya secara perlahan, dimana saya berusaha untuk menang dari perang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dimulai dari SMA, semenjak saya mulai masuk ke dalam dunia perkuliahan, saya lebih mengenal dan melayani para pria, yang memiliki perasaan, pengalaman dan kerinduan yang sama. <span lang="SV">Saya belajar untuk mendengar dan merendahkan hati dari hari ke hari. Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan dimana saya ditemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Mereka yang menginventasikan hidup saya dari hari ke hari dengan cara memegang peranan dalam hidup saya, entah sebagai pemimpin maupun rekan sekerja Allah yang dihadirkan untuk saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tetapi dibalik semua itu, berkat karunia semua itu, saya mendapati bahwa saya belum sepenuhnya menyangkal diri. Saya masih memiliki sebuah keraguan yang mendalam, sebuah ketakutan dan kekhawatiran. Tuhan memang tuan yang luar biasa dimata saya, tetapi kenapa saya seringkali lupa akan saya responi dalam kehidupan ini. Mengapa terkadang tindakan yang seharusnya untuk pekerjaanNya menjadi tindakan yang memalukanNya ? Bapa didalam nama surga membukakan saya sebuah pintu yang benar-benar tidak seharusnya dan sepantasnya saya mendapatkan itu semua. Sebab saya masih hidup didalam topeng saya, saya masih memiliki sebuah perasaan dan harapan yang menginginkan diri saya menjadi seorang pahlawan yang disanjung dan dianggap tinggi oleh setiap pribadi. Pahlawan yang dibayangkan oleh benak saya adalah suatu kekeliruan yang sangat dalam dan secara tidak sadar, saya menggenapi firman Tuhan dengan cara yang salah. Dengan cara yang salah ini, saya mulai mendapatkan ketakutan, saya mulai mendapatkan kekhawatiran dan saya mulai mendapat penolakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tetapi diatas penderitaan ini semua, saya belajar untuk menghadapinya sebagai seorang yang terus berjuang dan selalu menopang pada diriNya. Saya berdoa, berdoa dan berdoa agar kuasa Tuhan berjalan didalam hidup saya dan alhasil ada sebuah perubahan yang kelak akan dilakukan oleh saya sendiri. Depresi didalam roh disini ialah ketika kita mengetahui firman Tuhan tetapi kita tidak membiarkan firman Tuhan itu bekerja sebagai bahan pengoreksian kita. Seringkali kita menutup telinga dan mata kita untuk tidak melihat dan mendengar kebutuhan orang-orang disekitar kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Saya sedih dengan hidup saya yang seperti ini, ada tekanan yang membuat saya depresi dan stress didalam ke Kristenan, dan seringkali mengharntarkan saya ke dalam godaan iblis yang sangat dalam. Didalam kelemahan itu, didalam kekurangan itu, dan didalam kegelapan itu. Saya masihlah menjadi seorang Kristen sejati, dimana saya berusaha untuk keluat dari itu semua dan kembali untuk bertobat lebih menuju ke integritas holistik (sebuah totalitas yang Roh Kudus hadirkan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Saya mengakui perbuatan saya yang salah, dan saya memohon pengampunan terlebih dahulu kepada Raja saya dan kita semua. Saya tidak dapat melayani dengan sempurna ketika saya tidak membawa diri saya kepada Raja kita semua dan mengkonsultasikan dengan Dia. Berbicara secara perlahan dari hari ke hari, melalui firman Nya dan selalu belajar lembut dan tegas bukan keras dan melarikan diri seperti pengecut. Pria yang kuat ialah pria yang berani membuat sebuah komitmen untuk membawa sebuah perubahan. Inilah seorang pahlawan, seorang pahlawan yang tidak mengharapkan dirinya sebagai seorang pahlawan. Seorang pahlawan yang berani melayani dan berani bertanggung jawab. Seorang pahlawan yang setia, dan taat kepada Raja nya. Kitalah para pria, senjata andalan Bapa di surga. Bangkitlah para pria, bukan bangkir didalam maskulintiasmu, pelayananmu, hikmatmu dan ketampananmu, tetapi bangkitlah sebagai pribadi yang selalu rendah hati dan mau dibina dan dipimpin didalam nama Raja kita Yesus Kristus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Saya mendapati diri saya menang didalam permasalahan dan depresi saya, ketika saya berani menggambil tanggung jawab orang lain dan kembali kepada sumberNya. Sumber kita layaknya sebuah anggur baru yang selalu dicurahkan dari hari ke hari dan selalu membawa pembaharuan pikiran, agar kita semakin berubah dari hari ke hari. Mungkin saya belum memiliki kemampuan untuk menulis lebih mengenai firman Tuhan karena saya mendapati bahwa diri saya belum bernaung didalam nama Yesus Kristus karena dari hari ke hari saya masih belajar untuk bergantung kepadaNya yang tidak mengecewakan kita. Kita akan selalu dibangun dan dipercayakan untuk melakukan pekerjaan yang besar, sekalipun kita tidak memiliki status dan jabatan dan sekalipun itu penting, tapi janganlah mendapati bahwa semua itu melalui perkataan tetapi melalui tindakan, perbuatan dan sifat karakter yang telah Kristus bangun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Itulah sebabnya sebuah kasih karunia selalu diberikan dan dicurahkanNya dari hari ke hari. Kita bisa bernafas pada hari ini pun, merupakan sebuah karunia yang luar biasa, sebuah karunia dan berkat yang tidak dapat kita rasakan sebelumnya. Kita bisa berjalan, kita bisa membaca renungan, kita bisa menulis, kita bisa mendapatkan kedua mata yang sehat dan indah pada hari ini, semuanya bukan semata-mata karena kemampuan kita tetapi karena kasih karuniaNya. Kita belajar untuk bersyukur dan merendahkan diri. Merendahkan diri bukanlah sebuah proses yang mudah, terutama bagi para pria. Hadapi proses merendahkan diri dengan melatih berdiam diri, berdoa dan membiarkan firman Tuhan membentuk sebuah pola didalam kehidupan Anda. Lihatlah sekitar Anda, perlu Anda rasakan,rasakan kehadiran Tuhan didalam kesendirian Anda. Memang berbahaya bagi seorang pria ketika dia merasa sendirian, tetapi ada kalanya sendirian disini ialah sebuah permintaan yang tak terpisahkan. </span><span lang="FI">Tuhan ingin melihat hati kita semakin dihancurkan agar hati kita semakin mudah dibentuk olehNya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Semakin dipoles oleh gesekan-gesekan yang kita hadapi. Keputusan pengambilan pilihan untuk menyangkal diri adalah sebuah komitmen yang harus dijalan dengan penuh kesetiaan dan ketaatan yang mendalam. Kita mengalami proses dimana Tuhan akan selalu membukakan kita. Ilustrasi Anak yang Hilang didalam Lukas adalah sebagaimana kita diharapkan oleh Bapa kita untuk belajar mengasihi sebagai seorang pria yang dipersiapkan sebagai representasi Bapa didalam kehidupan ini adalah sebagai pelayan bukan pemimpin. Para pria seringkali diidentikkan dengan para pemimpin yang sangat kuat dan tidak pernah mengalami kegagalan. Lihat, dan perhatikan apa yang terjadi pada Daud, Abraham dan Yakub ketika mereka melakukan proses kepemimpinan. Mereka memang bapa segala bangsa yang luar biasa, tetapi keputusan mereka salah. Mereka gagal, tetapi Tuhan berkenan kepada mereka. Tuhan seringkali memang mencari orang yang mau bukan orang yang mampu sebab didalam kegagalan yang dihadapi oleh orang yang mau, akan membawa pribadi tersebut untuk merendahkan diri dan belajar untuk menyesuaikan diri. \</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Karakter inilah yang harus ditanamkan dalam setiap para pria untuk menghadapi perang depresi roh mereka. Mereka harus jujur terhadap diri mereka sendiri, memang sulit, memang tidak mudah, tetapi apabila selamanya Anda berada dalam kondisi seperti itu, Tuhan dapat memotong diri Anda, menebang batang pohon yang tidak berpusat pada akarNya, Sungguh sedih saya melihat diri saya seperti ini, dan seperti para pria yang sulit untuk mengakui dan jujur terhadap diri mereka sendiri. Belajar untuk berkata apa adanya, belajar untuk tidak memikirkan pandangan orang lain, belajar untuk diam, lihat dan mendengar. Segala sesuatu akan indah pada saatNya dan saat-saat menuju keindahan tersebut ialah sebuah proses yang panjang dimana proses tersebut membutuhkan kesiapan untuk menderita dan memikul kuk yang berat. Kita harus belajar dan terus berdoa dengan penuh kerendahan hati, seperti orang yang haus dan lapar akan Firman Nya bukan pengetahuanNya.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Ku Kenalkan Dia Padamu?????]]></title>
<link>http://ceritapanda.wordpress.com/?p=77</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:25:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>ceritapanda</dc:creator>
<guid>http://ceritapanda.id.wordpress.com/2008/09/02/mengapa-ku-kenalkan-dia-padamu/</guid>
<description><![CDATA[Semula Ku Tak Yakin
Kau Lakukan Ini Padaku
Meski Dihati Merasa
Kau Berubah Saat Kau Mengenal Dia
Bil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Semula Ku Tak Yakin<br />
Kau Lakukan Ini Padaku<br />
Meski Dihati Merasa<br />
Kau Berubah Saat Kau Mengenal Dia<br />
Bila Cinta Tak Lagi Untukku<br />
Bila Hati Tak Lagi Padaku<br />
Mengapa Harus Dia Yang Merebut Dirimu<br />
Bila Aku Tak Baik Untukmu<br />
Dan Bila Dia Bahagia Dirimu<br />
Aku Kan Pergi Meski Hati Tak Akan Rela<br />
Terkadang Ku Menyesal</p>
<p><strong>Mengapa Ku Kenalkan Dia Padamu?????</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dewasa Menurut Definisiku]]></title>
<link>http://saimie.wordpress.com/?p=194</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:46:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Namada</dc:creator>
<guid>http://saimie.id.wordpress.com/2008/09/01/dewasa-menurut-definisiku/</guid>
<description><![CDATA[Dulu Ibu selalu melarangku melakukan hal-hal yang menurut beliau hanya boleh dilakukan oleh anak yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu Ibu selalu melarangku melakukan hal-hal yang menurut beliau hanya boleh dilakukan oleh anak yang beranjak "dewasa". Seperti main mesin ketik, main komputer, mbuka buku tabungan Ayah, de el el. Grhhh..</p>
<p>Sekarang, setelah aku merasa sudah puber, <em>baligh</em> istilah kerennya, aku mulai menerka-nerka dengan pikiranku sendiri tentang apa dan bagaimana sejatinya orang yang sudah dikategorikan dewasa itu. Hmm...awalnya aku menyempitkan ruang lingkupku, bahwa orang yang dewasa itu haruslah bijaksana, baik, sabar, pengertian, pemurah, tidak cepat emosi, dan semua sifat-sifat baik yang ada di Bumi ini kumasukkan kedalamnya. Tapi, urgh..jangankan menjadi, mencobapun aku tak sanggup se<em>perfect</em> itu. Kali kedua, aku berfikir bahwa orang dewasa itu pastilah mulai sibuk memikirkan cara mendapatkan uang, sibuk nyari kerja sana-sini dan kadang menjadi sangat <em>paranoid</em> dalam hal tertentu.</p>
<p>Dan sampai saat ini, aku hanya bisa menyimpulkan satu resume saja tentang proses pemikiran panjangku <span style="text-decoration:line-through;">yang didapat dari hasil semedi berhari-hari hahaha</span>, yaitu bahwa dewasa itu berarti tak pernah lelah belajar bersabar dan mencari kualitas terbaik dalam diri setiap orang. Yup..!! :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waiting for you...]]></title>
<link>http://ceritapanda.wordpress.com/?p=75</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 04:09:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>ceritapanda</dc:creator>
<guid>http://ceritapanda.id.wordpress.com/2008/08/30/waiting-for-you/</guid>
<description><![CDATA[And only you know how I tried.
Tried to enter&#8230;
Tried to understand
That world of yours where I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>And only you know how I tried.<br />
Tried to enter...<br />
Tried to understand<br />
That world of yours where I've never been.</p>
<p>Waiting for someone who is not coming.<br />
Waiting for someone who does not come back.</p>
<p>I gave you everything without ask for anything.<br />
I don't know what's right or wrong.<br />
Well... I think it's time to change...<br />
To follow the right way.<br />
And you should do the same...</p>
<p>But... At the same time...<br />
I still wait.<br />
I'm waiting for someone ...<br />
Waiting for that someone...<br />
Waiting for you.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I’ll wait for you]]></title>
<link>http://ceritapanda.wordpress.com/?p=64</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 02:29:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ceritapanda</dc:creator>
<guid>http://ceritapanda.id.wordpress.com/2008/08/30/i%e2%80%99ll-wait-for-you/</guid>
<description><![CDATA[I never felt nothing in the world like this before
Now I’m missing you and I’m wishing you would]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ceritapanda.wordpress.com/files/2008/08/waiting_by_nabhan_.png"><img class="size-full wp-image-67 aligncenter" src="http://ceritapanda.wordpress.com/files/2008/08/waiting_by_nabhan_.png" alt="" width="274" height="314" /></a>I never felt nothing in the world like this before<br />
Now I’m missing you and I’m wishing you would come back through my door<br />
Why did you have to go?<br />
You could have let me know; so now I’m all alone<br />
Girl you could have stayed but you wouldn’t give me a chance<br />
With you not around it’s a little bit more than I can stand<br />
And all my tears they keep runnin’ down my face<br />
Why did you turn away?<br />
So why does your pride make you run and hide<br />
Are you that afraid of me?<br />
But I know it’s a lie what you keep inside<br />
This is not how you want it to be<br />
So baby I will wait for you<br />
Cause I don’t know what else I can do<br />
Don’t tell me I ran out of time<br />
If it takes the rest of my life<br />
Baby I will wait for you<br />
If you think I find it just ain’t true<br />
I really need you in my life<br />
No matter what I have to do<br />
I’ll wait for you<br />
I just can’t do it baby<br />
What will it take to make you come back<br />
Girl I told you what it is and it just ain’t like that<br />
Why can’t you look at me?<br />
You’re still in love with me<br />
Don’t leave me crying<br />
I’ll wait for you<br />
I’ll be waiting …</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
