<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>crayonpedia &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/crayonpedia/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "crayonpedia"</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 23:50:10 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Budaya “Upload” Guru Atasi Kesenjangan Pendidikan]]></title>
<link>http://jsofian.wordpress.com/?p=712</link>
<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 10:40:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>jsofian</dc:creator>
<guid>http://jsofian.id.wordpress.com/2008/08/18/budaya-%e2%80%9cupload%e2%80%9d-guru-atasi-kesenjangan-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Pikiran Rakyat, Bandung, 18 Agustus 2008
Para Guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru dan Penulis (A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><em>Pikiran Rakyat, Bandung, 18 Agustus 2008</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Para Guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru dan Penulis (AGP) Jawa Barat diimbau untuk memberikan sumbangan nyata dalam bentuk pengisisan content (upload) pada situs berbasis pendidikan Crayonpedia. Hal ini tercetus dalam diskusi dan workshop mengenai sosialisasi Crayonpedia pada AGP di Aula Redaksi Pikiran Rakyat, Sabtu (16/8).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada kesempatan itu, rombongan AGP Jabar yang terdiri atas sekitar 30 guru, diterima Wapemred “PR” H. Budhiana. </span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Sebagai langkah awal, baru guru anggota AGP, namun untuk jangka panjang kami berharap bahwa semua tenaga pendidik mampu menyumbangkan tulisan sebagai materi ajar kepada siswa,” kata Ketua AGP PGRI Jabar, Arief Achmad. Crayonpedia sendiri merupakan ensiklopedia berbasis pendidikan yang dikerjakan oleh dan untuk komunitas pendidikan.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal tersebut, menurut Arief, merupakan salah satu alternatif terbaik yang dapat ditempuh untuk menyinergikan kebutuhan siswa terhadap ilmu pengetahuan yang semakin luas dan perkembangan teknologi. “Pengetahuan siswa selalu berkembang, makanya guru juga tidak boleh ‘gaptek’ (gagap teknologi). Karena ilmu bersifat global, maka internet bisa dikatakan pintu gerbang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lebih lanjut, Arief mengatakan behwa para guru diharapkan bisa menjadi ujung tombak didalam pengisian content situs sehingga para siswa selalu mendapatkan pengetahuan terkini dan terlengkap, sebagai alternatif dari buku pelajaran. </span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Terkait dengan pelarangan peredaran buku di sekolah, saya mendukung penuh para siswa untuk memanfaatkan situs Crayonpedia sebagai alternatif sumber pengetahuan,” kata Arief. </span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan adanya situs <a href="http://www.crayonpedia.org">Crayonpedia </a>yang selalu diperbaharui oleh tenaga pendidik, para siswa diharapkan tidak lagi bingung mencari referensi sumber materi ajar, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi (PT).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kendala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Namuan, Arief juga masih melihat beberapa kendala yang melingkupi perkembangan situs pendidikan tersebut. Kendala itu adalah biaya akses internet yang relatif masih mahal dan fasilitas internet di sekolah yang masih terbatas. Untuk itu, Arief mendesak pemerintah untuk memberikan kontribusi dalam hal penyediaan internet secara gratis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Minimnya fasilitas internet di sekolah juga diakui salah satu sekolah yang menjadi projek percontohan, SD Anni’mah Margahayu Kab. Bandung. Menurut Kepala Divisi Teknologi Informasi Rinaldi, S.E, kemampuan sekolah untuk mengakses dan memperbaharui situs masih terganjal beberapa kendala, terutama akses internet dan fasilitas komputer. “Disekolah kami, guru mengajar penuh, jadi waktu untuk mengakses internet dan mengisi content juga terbatas, lagipula untuk menggunakan komputer harus bergantian dengan dengan siswa,” kata Rinaldi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Untuk itu, SD Anni’mah memberikan solusi dengan memadatkan pelajaran yang menggunakan fasilitas komputer. (CA-175)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mendaftarkan Pendidikan Melalui Crayonpedia]]></title>
<link>http://jsofian.wordpress.com/?p=599</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 21:41:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>jsofian</dc:creator>
<guid>http://jsofian.id.wordpress.com/2008/05/25/mendatarkan-pendidikan-melalui-crayonpedia/</guid>
<description><![CDATA[(Ensiklopedia Pendidikan Terbuka, Dari &amp; Untuk Komunitas)

www.crayonpedia.org
Proses pendidikan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(Ensiklopedia Pendidikan Terbuka, Dari &#38; Untuk Komunitas)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jsofian.files.wordpress.com/2008/05/crayonpedia.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-600" src="http://jsofian.wordpress.com/files/2008/05/crayonpedia.jpg" alt="" width="500" height="331" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.crayonpedia.org/">www.crayonpedia.org</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&#38;gt;                      &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&#38;gt;   &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]-->Proses pendidikan di negara berkembang pada umumnya memiliki rintangan yang sama. Mulai dari rintangan biaya sekolah, kurikulum, mutu pengajar, infrastruktur pendidikan hingga optimasi anggaran pendidikan nasional. Rintangan tersebut bagaikan cadas berbatu dan jurang menganga yang sulit dilalui. Untuk melompati jurang kesenjangan dan cadas penghalang dibutuhkan “jaring” Spiderman agar berbagai rintangan diatas bisa dilalui dengan cepat dan tepat. Pada era Globalisasi 3.0 sekarang ini semua unsur yang terlibat dalam proses pendidikan membutuhkan “jaring” Spiderman yang berbasis konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Fenomena “The World Is Flat” semakin kentara dan diikuti dengan mendatarnya lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, warga dunia di belahan manapun pada saat ini sebenarnya tidak perlu bersusah payah menggapai pengetahuan dan mengejar ketertinggalan berkat bantuan mesin pencari dan ensiklopedia online.<!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jsofian.files.wordpress.com/2008/05/crayonpedia2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-601" src="http://jsofian.wordpress.com/files/2008/05/crayonpedia2.jpg" alt="" width="499" height="305" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk mendatarkan sistem pendidikan nasional yang sepadan dengan kekuatan Globalisasi 3.0 diperlukan wahana berbagi pengetahuan pendidikan (sharing of education knowledge) berbentuk ensiklopedia pendidikan on-line yang bersifat kolaboratif. Dimana karakter kontennya berbeda dengan Wikipedia tetapi dengan engine yang sama. Atas dasar kebutuhan diatas dirancang ensiklopedia on-line yang bersifat kolaboratif dan dedicated di bidang pendidikan. Mulai jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi dengan nama Crayonpedia [lihat : www.crayonpedia.org]. Istilah tersebut diberikan oleh H. Budhiana (Salman ITB, Pikiran Rakyat) merupakan persenyawaan dari dua suku kata, yakni “Crayon” akronim dari Create Your Open Education Content dan “pedia” atau ensiklopedia. Persenyawaan itu memiliki makna sebagai tempat pembuatan &#38; penyajian konten edukasi yang terbuka (Open Education Content Authoring &#38; Presenting). Crayonpedia dirancang oleh praktisi pendidikan bersama pengembang TIK yang berdomisili di kota Bandung. Hasil rancang bangun kolektif itu diproyeksikan sebagai solusi atau jawaban untuk mendatarkan sistem pendidikan di negeri ini. Sekaligus membangun kurikulum “Zeitgeist” atau <!--[if gte vml 1]&#38;gt;    &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->kurikulum yang mampu beradaptasi dengan semangat dan perkembangan jaman. Sharing of knowledge di dunia maya bisa diibaratkan seperti meneguk air yang mengucur deras dari selang hydrant dinas pemadam kebakaran. Sehingga bisa membuat siapapun “tenggelam” oleh materi hasil mesin pencari atau ensiklopedia on-line. Penelitian UC Berkeley menyatakan hingga tahun 2002, manusia telah menciptakan sekitar 5 Exabyte data yang bisa di upload. Jika menggunakan kertas, angka tersebut kurang lebih setara dengan 500.000 perpustakaan Konggres Amerika Serikat setiap tahunnya. Untuk meneguk air sesuai dengan porsinya, Crayonpedia memberikan solusi staging atau pentahapan berdasarkan usia atau tingkat pendidikan. Sehingga feeding dan transformasi pengetahuan bisa sinkron dengan pertumbuhan intelegensia dan kejiwaannya. Dengan Crayonpedia para murid, guru, dan masyarakat luas bisa <!--[if gte vml 1]&#38;gt;   &#38;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->berkolaborasi menyusun materi kurikulum serta berbagi pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan. Sehingga prinsip konstruktivisme dalam praktik pendidikan bisa berlangsung. Konstruktivisme memandang pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada orang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jsofian.files.wordpress.com/2008/05/konsep-crayonpedia.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-602" src="http://jsofian.wordpress.com/files/2008/05/konsep-crayonpedia.jpg" alt="" width="499" height="258" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Crayonpedia mengakselerasi konstruktivisme dengan prinsip tidak hanya murid yang belajar, tetapi guru juga dipacu untuk terus belajar, termasuk belajar dari muridnya sendiri. Kinerja Crayonpedia yang sesuai dengan anatomi kurikulum pendidikan itu bisa digunakan sebagai alat bantu proses pengajaran di kelas sehari harinya. Untuk membangun kurikulum “Zeitgeist” di negeri ini, karena karakternya yang bisa menampung multikurikulum dan multiprogram, Crayonpedia bisa menjadi forum untuk pengkajian dan perbandingan kurikulum dari berbagai negara. Sehingga keunggulan kurikulum di negara-negara maju bisa diadopsi oleh para guru di tanah air. Para guru perlu memperluas cakrawala kurikulum di negara lain yang berhasil menyiasati kekuatan Globalisasi 3.0 seperti bangsa India, China, Korea Selatan, Jepang dan lain-lainnya. Di India misalnya, kualitas pendidikannya sudah setara dengan Amerika Serikat, ternyata faktor penentunya bukan infrastruktur fisik. Melainkan pada kualitas guru, adaptasi kurikulum, metodologi yang benar serta resource buku dan akses TIK yang sangat memadai. Apalagi sistem pendidikan tinggi di India relatif murah. Untuk menempuh master ilmu sosial misalnya, hanya membutuhkan 30 ribu Rupees ( sekitar Rp 6 juta ) per tahun dengan sertifikat atau ijazah yang diakui secara global. Hal itu bisa dimungkinkan karena penyelenggaraan pendidikan di sana sudah sangat efisien karena penggunaan e-Education secara luas. Begitu pula dengan di Jepang, disana kurikulum disusun oleh Komisi Kurikulum yang terdiri dari wakil dari Teacher Union, praktisi dan pakar pendidikan, wakil dari kalangan industri, dan wakil dari kementerian pendidikan. Komisi ini bertugas mengkaji Kyouiku Kihonhou atau kurikulum pendidikan Jepang lalu menyesuaikannya dengan perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jsofian.files.wordpress.com/2008/05/konsep-crayonpedia2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-603" src="http://jsofian.wordpress.com/files/2008/05/konsep-crayonpedia2.jpg" alt="" width="499" height="222" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk menyiasati kekuatan Globabalisasi 3.0 diperlukan budaya up-loading dari segenap bangsa. Crayonpedia merangsang dan membuka kesempatan secara luas bagi entitas guru dan praktisi pendidikan lainnya untuk meng-upload karya tulisnya kedalam kisi-kisi kurikulum (misal KTSP) yang telah di susun secara sistematik. Hasil karya guru tersebut nantinya juga bisa dijadikan komponen nilai komulatif untuk persyaratan jenjang keprofesian. Ada baiknya pemerintah dan pihak swasta juga memberikan insentif berupa honor bagi guru yang telah berkontribusi atau meng-upload karyanya. Seperti halnya rencana Google memberi imbalan uang kepada siapapun yang berkontribusi dalam proyek ensiklopedia online bernama Knol. Membangun budaya up-loading dikalangan para guru jauh lebih signifikan dibandingkan dengan program pembelian hak cipta buku pelajaran dengan dana puluhan miliar rupiah. Kalau dana tersebut dipergunakan untuk membudayakan up-load dengan media Crayonpedia, maka jumlah guru yang terlibat jumlahnya jauh lebih besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jsofian.files.wordpress.com/2008/05/konsep-crayonpedia3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-604" src="http://jsofian.wordpress.com/files/2008/05/konsep-crayonpedia3.jpg" alt="" width="499" height="205" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti halnya Wikipedia yang pada akhir 2007 telah mendapat 3 miliar kunjungan dalam sebulan dan menjadikannya sebagai situs referensi yang paling banyak dikunjungi. Kemampuan Crayonpedia juga dilengkapi dengan tombol “Edit Halaman Ini”, sehingga setiap orang bisa menambahkan content halaman itu secara mudah dan variatif. Juga menyediakan kemampuan menelusuri status materi-ajar/artikel, melihat setiap perubahan, dan membahas masalah, serta berfungsi sebagai perangkat lunak jejaring sosial. Crayonpedia menganut kebijakan editorial yang bersifat NPOV (neutral point of view) yakni mempertahankan pandangan netral atau independen. Kebijakan tersebut mengusahakan agar penyampaian artikel, gagasan dan fakta berita sedemikian rupa sehingga terjadi dialektika yang intens. Jika timbul polemik maka pendukung artikel maupun penentang bisa menerimanya dengan lapang dada. Kinerja Crayonpedia akan terus dikembangkan sehingga memiliki fasilitas atau fitur sebuah kamus dan thesaurus pendidikan semacam Wikionary (Crayonary). Juga fitur buku teks, sitiran online dan panduan digital pendidikan semacam Wikibooks (Crayonbooks) dan Wikiquote (Crayonquote). Integrasi teknologi ‘Text to Speech’ berbahasa Indonesia yang dimiliki oleh salah satu dari pendiri Crayonpedia sedang dipersiapkan, yang berpeluang sangat membantu ‘difable’ tuna netra dalam proses pembelajaran. Dan yang tidak kalah menarik adalah berita-berita pendidikan terkini di tanah air dan pemikiran-pemikiran strategis tentang pendidikan hasil kolaborasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://jsofian.files.wordpress.com/2008/05/konsep-crayonpedia4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-605" src="http://jsofian.wordpress.com/files/2008/05/konsep-crayonpedia4.jpg" alt="" width="499" height="314" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semoga Crayonpedia Initiative, mampu memaknai dengan baik peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional !</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bandung, 20 Mei 2008</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pendiri Crayonpedia Initiative</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hemat Dwi Nuryanto </strong>(Indonesia Open Innovation Foundation, ZamrudTechnology),<strong> H Budhiana</strong> (Salman ITB, Pikiran Rakyat), <strong>Arry Ahmad Arman </strong>(Institut Teknologi Bandung, Indonesia Open Innovation Foundation), <strong>Estiyanti Ekawati </strong>(IGOS Center Bandung, Institut Teknologi Bandung), <strong>Sofwandi Noor</strong> (Indonesia Open Innovation Foundation, ZamrudTechnology), <strong>Agung Yuwono</strong> (IGOS Center Bandung, ZamrudTechnology), <strong>M Zhuriansyah Rahman</strong> (ZamrudTechnology)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Task Force Team Crayonpedia Initiative</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ahmy Yulrizka, Ova Huzaefah, Toni Syarif, Citra Yulianita, Fitri Sulastri</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><strong>Dewan Direktur Crayonpedia Initiative</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hemat Dwi Nuryanto</strong> (Chairman), <strong>H Budhiana</strong> (Executive Director), <strong>Dr. Ir. Arry Ahmad Arman</strong> (Quality Improvement Director), <strong>Dr. Ir. Dadang F Erawan</strong> (Education Institution Relation Director), <strong>Ronald Ferdinand Raymond Molenaar</strong> (Intenational Cooperation Director), <strong>Narliswandi Piliang</strong> (Government &#38; Corporate Partnership Director), <strong>Dr. Ir. Estiyanti Ekawati </strong>(IGOS Center Bandung Rep. Director), <strong>Ir. Sofwandi  Noor, MT</strong> (ZamrudTechnology Rep. Director)<a name="Advisory_Board_Crayonpedia"></a><a name="Sekretariat_Crayonpedia"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><strong>Wakil Dewan Direktur Crayonpedia Initiative</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ir. Syamril </strong>(Wakil Direktur Eksekutif), <strong>Eko Budhi S </strong>(Wakil Direktur Digital Community Development),<strong> Ir. Agung Yuwono, MT </strong>(Wakil Direktur Education Institution Relation),<strong> Jonathan Sofian L, SE, M Com.,CHRP</strong> (Wakil Direktur Kerjasama Internasional), <strong>Tendy K. Somantri</strong> (Wakil Direktur Quality Improvement), <strong>Ir. Syarif Hidayat, MT</strong> (Wakil Direktur Government &#38; Corporate Partnership), <strong>Ir. Totok Siswantara </strong>(Wakil Direktur Public Communication)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sekretariat Crayonpedia Initiative</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Alamat Bandung:</strong><br />
SALMAN ITB BUSINESS CENTER, 2-nd Floor<span> </span>ZamrudTechnology<br />
Jl. Gelap Nyawang No.4. Bandung 40132 INDONESIA<br />
Telp. +62-22-2534305, +62-22-2534306 Fax. . +62-22-2534307</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Alamat Jakarta:</strong><br />
Boulevard Mangga Dua Square Blok G No 28-29<br />
Jl. Gunung Sahari Raya. Jakarta Utara  INDONESIA<br />
Telp. +62-21-62312911(hunting), Fax. . +62-21-62312912<br />
Website : www.crayonpedia.org</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sekretaris, Wakil Sekretaris,&#38;<span> </span>Bendahara :</strong><br />
Ir. Agung Yuwono, MT &#38; Ir. Syahrizal, Diah Ayu P, S. Ak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Marketing, Funding, &#38; Community Development :</strong><br />
Ir. Syamril, Ir. Syarif Hidayat, MT, Ir. Totok Siswantara</p>
<p><strong>Business Development, Manajemen Konten :</strong><br />
Yayang Harley, BSc , Y. Budianto, S. Sos, &#38; Toni Syarif</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satu Lagi, Bukti Kepedulian Bandung Untuk Dunia Pendidikan]]></title>
<link>http://kupalima.wordpress.com/?p=321</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 05:14:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arry Akhmad Arman</dc:creator>
<guid>http://kupalima.id.wordpress.com/2008/05/03/satu-lagi-bukti-kepedulian-untuk-dunia-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Bandung terkenal sebagai pusat kreativitas. Walaupun tidak dipublikasikan secara terbuka, beberapa o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bandung terkenal sebagai pusat kreativitas. Walaupun tidak dipublikasikan secara terbuka, beberapa orang dari kota Bandung yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan meluncurkan situs CrayonPedia (<a href="http://www.crayonpedia.org">http://www.crayonpedia.org</a>). Satu situs ensiklopedia terbuka yang dibangun menggunakan engine wikipedia.</p>
<p>Peluncuran situs tersebut diharapkan dapat memicu konten-konten pendukung pendidikan, terutama pendidikan dasar dan lanjutan di Indonesia, karena konten-konten seperti yang berbahasa Indonesia masih sangat terbatas jumlahnya. Masih dalam pengembangan, tapi situs tersebut sedang dipersiapkan untuk menjadi situs yang bisa 'berbicara', menggunakan teknologi Text to Speech Bahasa Indonesia yang dikembangkan oleh Dr. Arry Akhmad Arman dari ITB. Dengan teknologi tersebut, isi pengetahuan dari situs tersebut dapat diakses pula oleh saudara-saudara kita yang tunanetra.</p>
<p>Pendirian situs tersebut terutama diprakarsai oleh Bapak Hemat Dwi Nuryanto DEA, dengan dukungan dari Dr. Arry Akhmad Arman, Dr. Estiyanti Ekawati, dan beberapa rekan lainnya dari Zamrud Technology dan IGOS Center Bandung. Semoga akan lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang bermunculan dari Bandung untuk menyinari dunia pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Dikutip dari http://kupalima.wordpress.com/2008/05/03/satu-lagi-bukti-kepedulian-untuk-dunia-pendidikan/</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
