Oleh : Aryanna Salma

Kakek penjual cincau itu lewat lagi. Setiap hari kuperhatikan beliau berjalan pelan-pelan sambil membawa tanggungannya, tanpa alas kaki. Membayangkannya saja kaki ini sudah lelah, apalagi beliau yang harus berjalan berkilo-kilo meter, di jalan aspal yang panas atau jalan tanah yang berlumpur. 534 more words