<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>cerita2an &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/cerita2an/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "cerita2an"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 02:04:13 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ayunan]]></title>
<link>http://yuswae.wordpress.com/?p=44</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 16:19:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuswae</dc:creator>
<guid>http://yuswae.id.wordpress.com/2008/04/11/ayunan/</guid>
<description><![CDATA[Pagi baru saja menjelang. Seorang pemuda sedang melepas lelah di sebuah warung kecil dekat pelabuhan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi baru saja menjelang. Seorang pemuda sedang melepas lelah di sebuah warung kecil dekat pelabuhan. Ia melepas penat setelah tiga hari-tiga malam naik kapal laut. Wajahnya masih terlihat kusut, lelah, dan berminyak. Aroma khas lelautan tercium dari balik kemeja kotak-kotak lusuh yang dipakainya.<br />
<!--more--><br />
Rambutnya gondrong sebahu. Ia dengan tenang menyuruput kopi hitam pahit yang disuguhkan pelayan warung. Tangan kanannya tergoda mengambil pisang goreng, lantas berayun ke mulut dan mengunyah cepat.</p>
<p>Sambil menikmati hidangan pisang goreng berbayar, tubuh pemuda itu tak henti berayun kanan-kiri seakan menikmati alunan musik klasik. Ah..mana ada musik klasik berbunyi di warung kaki lima.</p>
<p>Tubuh pemuda itu terus berayun. Beberapa petugas pelabuhan yang ikut melepas penat di warung tersebut terlihat melirik aneh. Mereka merasa janggal dengan lelaku si pemuda. Tapi ia tidak peduli.</p>
<p>”Hei, kenapa kau terus berayun? Kayak orang mabuk aja,” kata seorang petugas pelabuhan dengan logat khas Batak.</p>
<p>Masih terus berayun ke kiri dan ke kanan, si pemuda menjawab singkat,”Biasa bang, masih terbawa suasana di kapal tadi.”</p>
<p>Akibat angin kencang, sepanjang perjalanan, kapal laut yang ditumpangi pemuda itu, memang berayun kiri-kanan. ”Anginnya kencang sekali, bang. Semua penumpang sampai ikut terhuyung. Makanya, saya terus berayun seperti ini,” katanya beralasan sambil terus berayun.</p>
<p>”Alah..ngaco kamu. Naik kapal laut tiga hari saja sudah kayak gitu. Saya yang 10 tahun kawin dan punya anak tiga, gak sampe begini-begini terus,” kata dia sambil memperagakan pinggulnya maju-mundur.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YZ jadi Bintang Iklan Microsoft]]></title>
<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/03/14/yz-jadi-bintang-iklan-microsoft/</link>
<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 11:25:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuswae</dc:creator>
<guid>http://yuswae.id.wordpress.com/2008/03/14/yz-jadi-bintang-iklan-microsoft/</guid>
<description><![CDATA[Masih ingat YZ? Aha..anda penikmat bilem ferjuangan (BF) amatiran pasti ingat betul. Ya, bekas ketua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat YZ? Aha..anda penikmat bilem ferjuangan (BF) amatiran pasti ingat betul. Ya, bekas ketua bidang keagamaan salah satu parpol besar di Indonesia itu (saya tidak perlu sebutkan, karena anda semua pasti sudah tahu), sempat menghebohkan dunia perbokeban negeri ini.<!--more--></p>
<p>YZ dan pasangannya—ME (saya juga tak perlu sebut nama, karena sudah terkenal)—pernah dinobatkan sebagai aktor dan aktris terbaik dalam sebuah acara penganugerahan Piala Catro’, piala bagi pegiat bilem ferjuangan kita yang tak bosan mencipta inovasi-inovasi baru.</p>
<p>Anugerah Piala Catro, plus publikasi besar-besaran media, begitu maksimal mendongkrak popularitas YZ dan ME. Di internet, karya agung dua figur tersebut sangat mudah dan murah didonlot. Implikasi dari publikasi tersebut, YZ-ME kebanjiran order di luar profesinya sebagai aktor-aktris bilem ferjuangan. ME laris manis manggung-joged di sejumlah hotel dan pub.</p>
<p>YZ pun demikian. Saya baru dapat kabar dari seorang kawan, YZ sempat ditawari microsoft menjadi bintang iklannya. Perusahaan milik Bill Gate itu tertarik merekrut karena apa yang ditampilkannya di video berdurasi semenit lebih dikit itu sesuai dengan branding microsoft. Ya..di gambar tampak jelas, barang milik YZ itu berukuran micro (kecil) dan soft (lembut atau lembek).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bersatu!]]></title>
<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/02/13/bersatu/</link>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 10:18:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuswae</dc:creator>
<guid>http://yuswae.id.wordpress.com/2008/02/13/bersatu/</guid>
<description><![CDATA[X: Besok palenten,bos..Sampean ono agenda nang endi?
Y: Iyo i..Tak mlaku-mlaku ae..
X: Nang Endi?
Y:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>X: Besok palenten,bos..Sampean ono agenda nang endi?</p>
<p>Y: Iyo i..Tak mlaku-mlaku ae..</p>
<p>X: Nang Endi?</p>
<p>Y: Mboh. Pokoke mlaku-mlaku.</p>
<p>X: Ambek sopo?</p>
<p>Y: Bersatu.</p>
<p>X: Bersatu?</p>
<p>Y: Ya iyalah..bersatu. maksute dewe'an. Ndak berdua'an. Lha..aku durung duwe pasangan e...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ha..hu..ha..hu..]]></title>
<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/02/12/hahuhahu/</link>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 10:49:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuswae</dc:creator>
<guid>http://yuswae.id.wordpress.com/2008/02/12/hahuhahu/</guid>
<description><![CDATA[Setiap kali ada momen Kongres, Munas, Muktamar sebuah parpol ataupun organisasi kemasyarakatan biasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali ada momen Kongres, Munas, Muktamar sebuah parpol ataupun organisasi kemasyarakatan biasanya membahas tentang tata tertib (Tatib) sidang. Penetapan Tatib itu lumrah dibahas di awal acara agar semua proses sidang berjalan baik dan terarah.</p>
<p>Aktivis Parpol, Ormas, atau mereka yang pernah berkecimpung di organisasi mahasiswa pasti paham soal materi-materi yang biasa dibahas dalam Tatib.</p>
<p>Salah satu yang dibahas adalah kriteria peserta sidang. Peserta Kongres, Muktamar, Munas, wa ala alihi wa ashabihi, biasanya dibagi menjadi dua: peserta penuh dan peserta peninjau. Peserta penuh memiliki hak bicara sekaligus hak suara. Sedangkan peserta peninjau hanya memiliki hak bicara dan tidak punya hak suara.</p>
<p>Dalam satu kesempatan di Kongres GP Anshor-organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama—pembagian kriteria ini mendapat protes dari beberapa cabang persiapan yang hanya menjadi peserta peninjau.</p>
<p>”Pasal 1, peserta penuh memiliki hak suara dan hak bicara. Sepakat?” kata pimpinan sidang yang dipimpin langsung Ketua Umum GP Anshor Syaifullah Yusuf.<br />
”Sepakat!” jawab ratusan peserta Kongres serentak.</p>
<p>”Pasal 2, peserta peninjau hanya memiliki hak bicara dan tidak punya hak suara. Sepakat?” ucap Gus Ipul lagi.<br />
”Interupsul (maksudnya interupsi dan usul), pimpinan sidang,” teriak salah satu peserta dari daerah Madura.<br />
”Silakan.”<br />
”Sebentar. Saya kurang setuju dengan bunyi pasal dua. Pasal itu diskriminatif dan mengekang teman-teman dari cabang persiapan,” ujarnya.<br />
”Maksud anda?”<br />
”Anda mengerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar, nggak? Bunyi pasal itu jelas-jelas salah menurut EYD. Kalau kami hanya diperbolehkan berbicara tanpa punya suara, terus bagaimana ngomongnya? Apa harus pakai bahasa isyarat atau ngomong ha.hu.ha.hu. seperti orang bisu. Anda paham, tidak?”<br />
-<br />
<i>Cerita ini pernah disampaikan Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal yang juga Ketua Umum GP Anshor Saifullah Yusuf.</i></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
