<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>budaya-bali &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/budaya-bali/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "budaya-bali"</description>
	<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 05:50:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Budaya Hindhu Bali]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/?p=352</link>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 17:58:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/?p=352</guid>
<description><![CDATA[Perkerjaan menggantar/ menemani Tamu dari Manca negara maupun Tamu Lokal sangat Banyak memberikan pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perkerjaan menggantar/ menemani Tamu dari Manca negara maupun Tamu Lokal sangat Banyak memberikan pengalaman dan wawasan pada saya. Tamu yang datang  selain menikmati  Alam  indah pulau Bali, juga menyimpan rasa ingin tahu tentang orang Bali dan juga Budaya Bali. Beberapa Pengalaman menarik menemani tamu, salah satunya adalah Ketika saya mengantar Tamu dari India.........</p>
<p style="text-align:justify;">" Setelah bercerita ngalor ngidul tentang Bali dan tempat wisata di Bali selama perjalanan Menuju Kintamani, kami Mengunjugi dan melewati Beberapa Pura yang Kebetulan  di hias untuk Festival " Odalan " di Pura Tersebut, Kebetulan Tamu India saya juga Beragama Hindu"</p>
<p style="text-align:justify;">percakapan saya dengan Tamu saya ( bhs Inggris ) saya terjemahkan dengan  versi saya dalam bhs Indonesia ;</p>
<p style="text-align:justify;">( ket . T : <strong>Tamu </strong>, B : <strong>Balibuddy</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>T</strong> : Apakah Anda Seorang Hindhu ?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B</strong> : Saya Jawab Ya , dan mayoritas penduduk Bali adalah Hindhu ( masih pertanyaan standar...he..he..)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>T</strong> : Kenapa Hindhu Bali berbeda dengan Di India ( glegek....waks ..pertanyaan Maut .....hua..hua 3x)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B</strong> : O seperti itu ya.. ( menarik nafas 3x )<br />
<strong>B</strong> : Saya belum pernah Ke india jadi saya tidak tahu Pasti tentang Hindhu Di India yang saya Tahu Hindhu berasal dari India dan HIndhu Bali pun kami menggunakan Kitab Suci sama seprti anda di India Kitab Suci  "Weda"</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B</strong>: Ketika Hindhu Masuk ke Bali, Hindhu Bali menyerap budaya lokal yang telah berkembang di masyarakat Bali, sehingga menciptakan budaya Baru bukan Agama Baru. Jadi yang anda lihat sedikit berbeda,  itu adalah Budaya Hindhu yang berkembang Di Bali, karena hindhu tidak membuang budaya yang telah berkembang dan mengakar di Masyarakat . Budaya Hindu ini terus berkembang dan menjadi Tradisi sampai sekarang yang tentu masih dalam koridor Kitab Suci Weda.</p>
<p style="text-align:justify;">T : Dst........<br />
B : Dst.....</p>
<p style="text-align:justify;">Seklumit percakapan yang sungguh memberikan saya wawasan baru tentang keragaman budaya, bagaimana pendahulu kita meghormati bentuk budaya yang berkembang dan mengaplikasi sesuatu, sesuai dengan situasi dan kondisi daerah ( lokal jenius) , yang justru memberikan nilai tambah yang sangat berharga. Kebijaksananan masa lalu yang harus kita lestari. Saling menghormati, saling mempengaruhi tanpa menggangap budaya satu lebih tinggi dari budaya lainnya</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tumpek Kandang di Bali, Hari Ini]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/?p=300</link>
<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 15:19:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/?p=300</guid>
<description><![CDATA[
Pada hari ini tanggal 12 april 2008, hari sabtu umat Hindhu di Bali, melaksanakan dan memeperingati]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bali4u.files.wordpress.com/2008/04/lampit.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-301" src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/04/lampit.jpg?w=500" alt="" width="500" height="339" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari ini tanggal 12 april 2008, hari sabtu umat Hindhu di Bali, melaksanakan dan memeperingati salah satu upacara yang sangat penting yaitu Hari Tumpek Kandang. Tumpek Kandang adalah hari dimana Umat hindu memberikan penghormatan atau upacara kepada binatang,   terutamanya kepada binatang peliharaan seperti babi, sapi, ayam dan binatang ternak lainnya  yang dalam kesehariannya sangat banyak membantu manusia baik dalam pemenuhan kebutuhan akan daging mauapun membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya . <strong>Tumpek Kandang</strong> atau <strong>Tumpek andang</strong> jatuh pada setiap sabtu " uye "atau  minggu 22 dalam pawukon  , dilihat dari asal katanya <strong>Tumpek</strong> Berarti <strong>Sabtu</strong> , sedang kan<strong> kandang </strong>atau <strong>Andang</strong> berarti binatang peliharaan atau ternak. <strong>Tumpek kandang</strong> adalah juga, hari dimana umat memberikan penghormatan kepada dewanya hewan ternak yaitu <strong>Sanghyang Rare Anggon.</strong> Jadi Kalau kebetulan  di Bali pada hari tumpek kandang ini , janga heran karena anda akan melihat sapi sebelum didandani akan dimandikan dulu kemudian dihias dengan hiasan dari janur di Tanduknya dan di pakaikan kain layaknya manusia kemudian  diberikan makanan spesial kemudian di berkati dengan sesajen dan air suci, ini adalah bentuk penghormatan karena Sapi sangat berjasa dalam membantu petani dalam menyelesaikan tugasnya di sawah. Tradisi ini masih bisa dijumpai didesa-desa di Bali.  Hari ini dimana  hubungan saling membutuhkan antara manusia dan bianatang  atau menjaga keseimbangan antara manusia dan binatang di peringati . selamat berlibur !</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prosesi malam pengerupukan di Denpasar Timur, Bali]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/?p=260</link>
<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 14:37:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/?p=260</guid>
<description><![CDATA[Malam Pengerupukan berlangsung sangat meriah dan tertib, hasil pantauan saya tadi di daerah Denpasar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Malam Pengerupukan berlangsung sangat meriah dan tertib, hasil pantauan saya tadi di daerah Denpasar Timur, sampai  sekarang masih dan sedang berlangsung ( waktu postingan ini di tulis ). Gambar ini diambil di daerah Denpasar Timur kebetulan ada lomba kreatifitas <b>ogoh-ogoh</b> yang di prakarsai oleh Sekehe Teruna ( karang taruna) desa kesiman petilan, lebih detail bisa dilihat di bawah ini....</div>
<div align="justify"> <a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-1.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-1.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-1.thumbnail.jpg" alt="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-1.jpg" /><br />
</a><u>Banten Biakala </u> dan 'Natab' (apa ya bahasa indonesianya?) yang dilakukan di rumah masing-masing sebelum prosesi di mulai.</div>
<div align="justify"><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-6.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-6.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-6.jpg" alt="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-6.jpg" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-4.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-4.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-4.jpg" alt="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-4.jpg" /> </a> <a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-4.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-4.jpg"> </a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-5.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-5.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-5.jpg" alt="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-5.jpg" height="261" width="250" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-2.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-2.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-2.jpg" alt="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-2.jpg" height="258" width="257" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-3.jpg" title="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-3.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2008/03/malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-3.jpg" alt="malam-pengerupukan-di-denpasar-timur-3.jpg" height="248" width="229" /></a><br />
Salut dengan Acara seperti ini , top !</div>
<div align="justify"></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebarat-kebirit]]></title>
<link>http://thinkrecorder.wordpress.com/2008/02/23/kebarat-kebirit/</link>
<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 16:13:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>paramarta</dc:creator>
<guid>http://thinkrecorder.wordpress.com/2008/02/23/kebarat-kebirit/</guid>
<description><![CDATA[Membaca postingan dari Pak Nyoman Winata, saya jadi terenyuh, jadi ingat kalo gak salah percakapan i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Membaca postingan dari <a href="http://winatalyka.blogspot.com/2008/02/lenyapnya-keteguhan-hati-orang-bali.html">Pak Nyoman Winata</a>, saya jadi terenyuh, jadi ingat kalo gak salah percakapan ini terjadi sekitar beberapa hari yang lalu antara saya dengan teman saya sebut saja AY.</p>
<p class="MsoNormal">Sore itu, duduk di teras rumahnya….. si AY memulai percakapan ini </p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : <i>Kenape gung ‘e</i> ? – kenapa ya gung – kita udah sekian lama di jajah sama Belanda trus gak satupun orangtua yang aku tau bisa bahasa belanda ?</p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : mmm…… (sengaja saya diam, biarkan ceritanya mengalir) </p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : coba liat aja India, rata-rata orang sana bisa berbahasa inggris selain bahasanya sendiri (India khan sempat dijajah sama Inggris). Padahal ratusan tahun kita dijajah belanda, apa orang kita gak mau belajar belanda …?</p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : …….. (masih diam, soalnya belum ngerti tujuan omongannya ini) </p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : orang bali yang berangkat ke kapal pesiar banyak yang bilang disana dominan posisi yang cukup bagus dipegang oleh orang India sebab salah satunya ya itu tadi, bahasa ( si AY ini dapet info dari mana?). Coba dari kecil kita bisa bahasa belanda ato inggris seperti orang India sana, keren khan? Coba kalo ada kesempatan umpamanya aku tinggal di Aussie *belagak keren* ato eropa sana, males ah balik kebali… nyari kerjaan aja susah</p>
<p class="MsoNormal"># iya memang benar sekarang kerjaan susah #</p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : kamu tau kayak apa bapak ku sekarang? </p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : kenapa?</p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : Idddaaaaaaa……. Raaaatuuu……. ( kidung bali).</p>
<p class="MsoNormal"># nampaknya orang ini mulai keterlaluan sok bule-nya # </p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : whakakakak……………..kamu frustasi lamaran kapal pesiar ditolak? Ato belum ada pengangkatan statusmu dari DW(Daily Work) ke Kontrak ? (mungkin dua-duanya kali..)</p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : jadi kamu anggap bahasa bali ato tulisan bali itu kuno? </p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : bisa jadi…</p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : jepang yang moderen-maju kaya gitu kenapa masih menggunakan tulisan asli jepang entah itu hiragana ato kanjinya kenapa? Dan orang jepang sendiri kalo liburan ke bali dikit yang make bahasa inggris? Banyak-an yang pake bahasa jepang, ya khan? </p>
<p class="MsoNormal"><b>AY</b> : ………??</p>
<p class="MsoNormal"><b>Saya</b> : Whakakakak …………. *pura2 gak ngerti ini orang*</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mari Lestarikan Budaya Kesenian Bali]]></title>
<link>http://yayasandharmasastra.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 08:21:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>gede suryawan</dc:creator>
<guid>http://yayasandharmasastra.wordpress.com/?p=111</guid>
<description><![CDATA[ 


Budaya Bali peninggalan leluhur kita sangat banyak yang sudah tidak dikenal oleh generasi sekar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/awHOXqbbUgo'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/awHOXqbbUgo&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/w_zcpQVPADE'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/w_zcpQVPADE&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/TSWqLdZ5WZs'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/TSWqLdZ5WZs&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
<p>Budaya Bali peninggalan leluhur kita sangat banyak yang sudah tidak dikenal oleh generasi sekarang ini. Jika dahulu ketika tahun delapun puluhan masih sering dipergelarkan tarian drama gong, arje, topeng, wayang kulit akan tetapi sekarang ini sudah bergeser ke pergelaran musik rock, musik keras underground, tarian setengah telanjang dan apalagi yang kita jumpai di kalangan kaula muda sekarang</p>
<p>Seiring dengan derasnya teknologi informasi seperti Internet, TV, VCD, hand phone, Video Call dll dengan kecanggihan teknologi 3,5G sekarang ini yang secara tidak langsung telah menggusur budaya Bali dan berangsur-angsur ditinggalkan peminatnya.</p>
<p>Akankah budaya kesenian Bali masih tersisa dan di minati dikalangan masyarakatnya nanti jika 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun kemudian.? saya pesimis mengatakan ia. Anda lihat sekarang ini anak-anak baru gede (ABG) lebih suka nonton tayangan musik dan musik barat, video, film dan mungkin saja mereka asyik dengan budaya dunia barat lainnya. Mungkin masih ada dikalangan mereka yang doyan nonton drama gong, arja tetapi persentasenya sanyatlah kecil. Kalau boleh dikatakan sekitar 0,8% atau 1 dari 1000 orang yang masih menyukainya.</p>
<p><b>Di Desa lebih parah?</b></p>
<p>Suatu kenyataan yang menyayat hati ketika penulis mendengar dari cerita-cerita orang tua di kebanyakan Desa di Bali adalah anak-anak (ABG) mereka sekarang lain dari yang dulu katanya.</p>
<p>Ada cerita yang mungkin menjadi pelajaran bagi semua orang tua adalah ketika anak-anak(ABG) mereka dengan tidak terkontrol dan sangat bebas menonton tayangan video porno di biarkan oleh orang tuanya dan yang lebih parah lagi orang tua ikut menontonnya.</p>
<p>Apakah ini dinamakan jamannya kebebasan? ataukah runtuhnya moralitas anak-anak sekarang? ataukah kesalahan orang tua mendidik anak? jawabannya ada pada anda sendiri.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tumpek Uduh (pengatag)Di bali, 29/12/2007]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/12/29/tumpek-uduh-pengatagdi-bali-29122007/</link>
<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 02:30:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/12/29/tumpek-uduh-pengatagdi-bali-29122007/</guid>
<description><![CDATA[
Tumpek Uduh atau Pengatag Di Bali, Hari ini jatuh pada Saniscara Kliwon Wara Wariga, Uduh artinya m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/12/tumpek-uduh-in-bali.jpg" title="tumpek-uduh-in-bali.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/12/tumpek-uduh-in-bali.jpg" alt="tumpek-uduh-in-bali.jpg" /></a><br />
<b>Tumpek Uduh atau Pengatag</b> Di Bali, Hari ini jatuh pada <i>Saniscara Kliwon Wara Wariga</i>, <i>Uduh</i> artinya memerintah atau memohon. <i>Pengatag</i> berasal dari kata <i>atag</i>, artinya memanggil. Disebut demikian karena pada hari ini umat hindhu di Bali memrintahkan atau memohon dengan cara memanggil agar pohon-pohon mau berbuah lebat. Sesungguhnya Hari ini  adalah pemujaan Dewa Sangkara, manifestasi Tuhan yang menjadi dewanya tumbuh-tumbuhan atau pepohonan khususnya yang berbuah. Upacara di gelar pada pepohonan yang berbuah paling lebat, sedangkan masing-masing pohon di ketok dengan ucapan yang bermakna memohon agar pepohonan berbuah lebat kemudian di gantungi gantung-gantungan,</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali Tour Guide : Pecalang,]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/11/23/bali-tour-guide-pecalang/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 04:00:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/11/23/bali-tour-guide-pecalang/</guid>
<description><![CDATA[
Pecalang adalah satuan pengaman Tradisional kegiatan agama, budaya dan adat di Bali, dress code :

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/11/pecalang.jpg" title="pecalang.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/11/pecalang.jpg" alt="pecalang.jpg" /></a></p>
<p><strong>Pecalang</strong> adalah satuan pengaman Tradisional kegiatan agama, budaya dan adat di Bali, <u>dress code</u> :</p>
<ul>
<li>udeng (ikat kepala) : Hitam</li>
<li>Baju Seragam sesuai dengan daerah/desa adat masing-masing, dominan berwarna gelap dan "poleng" (hitam-putih)</li>
<li>Keris terselip</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali for the world or Kehancuran Bali]]></title>
<link>http://balikukini.wordpress.com/2007/11/11/bali-for-the-world/</link>
<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 05:43:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>balikukini</dc:creator>
<guid>http://balikukini.wordpress.com/2007/11/11/bali-for-the-world/</guid>
<description><![CDATA[

Bali &#8230;&#8230;  Bicara masalah Bali tidak akan ada habisnya. Pulau bali adalah salah satu tuj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://balikukini.wordpress.com/2007/11/11/bali-for-the-world/bali/" rel="attachment wp-att-14" title="bali"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://balikukini.wordpress.com/2007/11/11/bali-for-the-world/gambar-pulau-bali-bali-map-pics/" rel="attachment wp-att-21" title="gambar Pulau Bali/ Bali Map Pics"><img src="http://balikukini.wordpress.com/files/2007/11/bali-map.jpg" alt="gambar Pulau Bali/ Bali Map Pics" /></a></p>
<p><strong>Bali</strong> ......  Bicara masalah <strong>Bali</strong> tidak akan ada habisnya. <strong>Pulau</strong> <strong>bali</strong> adalah salah satu tujuan wisata dunia. apa yang tidak ada di bali, dan ngapain aja <strong>orang</strong>-orang pergi ke <strong>bali</strong>, apakah semua punya tujuan baik hanya sekedar <strong>pergi melancong</strong> saja??. tentu tidak. "<strong>Dimana ada gula disitu ada semut</strong>" begitulah ungkapan lama yang pantas untuk bali.<!--more-->
</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://balikukini.wordpress.com/files/2007/11/bali-island.gif" alt="Bali island" /></p>
<p>Kini Orang-orang bali hanya sebagian kecil yang dapat menikmati hasil tanah kelahirannya, suatu contoh kecil saja, "ada turis Taiwan datang ke bali, begitu mereka <strong>booking</strong> tiket yang ambil perusahaan dari taiwan, <strong>travel</strong> agentnya juga taiwan, nginap di Villa Punya orang taiwan, lalu bepergian dengan mobil travel punya taiwan, makannya di restourant taiwan, guide nya orang taiwan, mereka ngomong budaya dan sebagainya tentang bali, lau si toris taiwan tadi sakit perut pengen buang air kecil trus BAB juga + mandi lalu dia sudah selesai berlibur di bali kembali ke negaranya". lalu apa yg dapat kita petik dari cerita tadi???.. Bumi pertiwi bali hanya dapat KOTORAN saja. walau implementasinya mereka bayar pajak di bali tapi.... itu kalau murni peenghasilan pajaknya. tapai kalu mereka juga main dengan petugas pajak.... apa kata dunia.... he he itu sekilas saja kok.<font size="2"> </font>"Bali ku kini sudah kacaua" kata orang-orang yang dulu pernah merantau kenegeri seberang dan kini kembali lagi ke tanah kelahirannya.lanjutnya lagi "sepertinya tak ada yang peduli lagi dengan bali yang kita cintai.. mereka semua sibuk dengan perut mereka sendiri. Lihat saja mereka membuang sampah di sungai tanpa merasa bersalah, mereka menebangi hutan-hutan lindung lalu membuat mejnadi pemukiman baru, mereka membanguni sawah denngan beton-beton yang tinggi menjulang mencakar langit, mereka membuat villa-villa di atas pura pemujaan Tuhan pencipta alam semesta. Mereka mulai hancurkan lingkungannya sendiri, mereka telah hancurkan generasi penerusnya dengan ketamakan, keserakahan dan kesombongan, mereka mulai memusuhi saudaranya sendiri dan lebih nyaman dengan orang lain yang mulai merongrongnya, mereka bangga akan sanjungan, mereka asyik dengan kekayaannya sendiri" benarkah itu??? tanya aja kepada rumput di trotoar.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prosesi upacara agama di Desa Taro]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/09/12/prosesi-upacara-agama-di-desa-taro/</link>
<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 03:45:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/09/12/prosesi-upacara-agama-di-desa-taro/</guid>
<description><![CDATA[
Pada tanggal 5 september 2007 saya bekesempatan lagi memandu pasangan tourist dari Inggris ke Eleph]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/desa-taro.jpg" title="desa-taro.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/desa-taro.thumbnail.jpg" alt="desa-taro.jpg" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/keris-bali.jpg" title="keris-bali.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/keris-bali.jpg" alt="keris-bali.jpg" height="161" width="161" /></a><br />
Pada tanggal 5 september 2007 saya bekesempatan lagi memandu pasangan tourist dari Inggris ke Elephant Park di Desa Taro. Ini juga merupakan tempat favorit saya, walau sudah beberapa kali dalam bulan ini kemari menggantar tamu dan terus men-suggest/promosi-in tempat ini ke tamu-tamu  walaupun tidak dibayar, tetap aja saya sangat menikmati  obyek wisata yang orang jawa bilang "bloody Nice" (enak gila! he..he..)</p>
<p>Setelah puas berkeliling di taman wisata dan menunggangi hewan besar nan jinak itu  , kami pun meninggalkan taman wisata ini, dalam perjalanan pulang masih di sekitar desa Taro kami berkempatan menyaksikan sebuah prosesi upacara, tamu saya yang dari Inggris ini senangnya bukan kepalang, dalam hati saya juga memuji prosesi ini, sebagai orang bali yang sudah sering terlibat langsung dalam prosesi model seperti ini, takjub! karena dalam prosesi ini selain ada gambelan, <em>holy statue</em> dan perangkat upacara lainnya, semua laki-laki pengiring membawa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keris">keris</a> terselip, seperti pada jaman dulu, jaman kerajaan ( hayal saya.....) pas/cocok dengan suasana alam yang masih alami yang bernuansa magis, dan bertepatan dengan kajeng kliwon di bali. moment yang spesial!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pura Tanah Lot Bali]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/09/02/pura-tanah-lot-bali/</link>
<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 01:01:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/09/02/pura-tanah-lot-bali/</guid>
<description><![CDATA[
Pura tanah lot bali, mungkin salah satu nama yang tak asing bagi saudara dan mungkin juga sudah beb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/pura-tanah-lot-bali-2.jpg" title="pura-tanah-lot-bali-2.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/pura-tanah-lot-bali-2.thumbnail.jpg" alt="pura-tanah-lot-bali-2.jpg" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/pura-tanah-lot-bali-3.jpg" title="pura-tanah-lot-bali-3.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/pura-tanah-lot-bali-3.thumbnail.jpg" alt="pura-tanah-lot-bali-3.jpg" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/pura-tanah-lot-bali-1.jpg" title="pura-tanah-lot-bali-1.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/09/pura-tanah-lot-bali-1.thumbnail.jpg" alt="pura-tanah-lot-bali-1.jpg" /></a><br />
Pura tanah lot bali, mungkin salah satu nama yang tak asing bagi saudara dan mungkin juga sudah beberapa  kali berkunjung ke obyek ini. Tanggal 1/9/07 siang, saya menggantar tamu dari jogja, Tanah lot terlihat agak sepi mungkin karena bukan  musim liburan , cuaca sedikit puanas dan sangat cerah, tapi pas untuk menyaksikan sunset.....</p>
<p>Setelah berkunjung  sekali atau mungkin beberapa kali ke Tanah Lot yang terkenal ini sambil  menikmati sunset, tahu kah anda sejarah dari tanah lot? Untuk anda akan saya ceritakan sedikit tentang pura tanah lot untuk  menambah wawasan,</p>
<p>Pada masa kerajaan majapahit tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang hyang Nirarta. Beliau dekenal dalam penyebaran ajaraan agama hindhu dengan nama "Dharma Yatra", di lombok beliau dikenal disebut "Tuan Semeru" atau guru dari semeru sebuah nama gunung di Jawa Timur. Pada waktu beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya yang berkuasa di Bali pada saat itu adalah Raja Dalem Waturenggong yang menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama sampai ke pelosaok-pelosak pulau Bali, disebutkan saat beliau menjalankan "Dharma Yatra" di Rambut Siwi, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara dan mengikuti sampai pada sumbernya yang ternyata adalah sebuah sumber mata air. Tidak jauh dari tempat mata air itu beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah yang disebut "gili beo" (gili artinya batu karang , Beo artinya burung) jadi itu adalah sebuah batukarang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan meditasi dan melakukan pemujaan terhadap Dewa pengguasa laut. Lokasi tempat batukarang ini termasuk dalam daerah desa beraban, dan beliau mulai menyebarkan ajarannya kepada penduduk desa beraban, dimana didesa tersebut dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut"Bendesa Beraban Sakti". Sebelumnya masyarakat desanya beraban menganut ajaran momotheisme dalam waktu singkat banyak masyarakat beraban mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta yang kemudian membuat bendesa beraban sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir bhagawan suci ini. Dengan kekuatan sepiritual yang dimiliki, Dang Hyang Nirarta melindungi diri dari serangan bendesa beraban dengan memindahkan batukarang besar tempat beliau bermeditasi ke tengah lautan dan menciptakan banyak ular dengan selendangnya di sekitar batu karang sebagai pelindung dan penjaga tempat tersebut. Kemudian beliau memberi nama " Tengah Lot" yang berarti Tanah di tengah Laut. Akhirnya bendesa beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Danghyang Nirarta, dan menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran itu kepada penduduk setempat. Sebagai tanda terima kasih sebelum  melanjutkan perjalanan beliau memberikan sebuah keris suci yang dikenal dengan nama " Jaramenara/ Ki Baru Gajah" kepada Bendesa Beraban. Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan diupacarai setiap hari raya kuningan. Upacara di Pura tanah lot setiap 210 hari sekali yakni pada"Buda Wage Langkir" sesuai dengan penanggalan kalender Bali. Salam Damai dari Bali.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Situs Gunung Kawi obyek wisata di Bali,]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/08/10/situs-gunung-kawi-obyek-wisata-di-bali/</link>
<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 14:20:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/08/10/situs-gunung-kawi-obyek-wisata-di-bali/</guid>
<description><![CDATA[
 Pernahkah anda mendengar atau berkunjung ke Situs Pura gunung kawi selama liburan anda di bali, at]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/08/gunung-kawi-1.jpg" title="gunung-kawi-1.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/08/gunung-kawi-1.thumbnail.jpg" alt="gunung-kawi-1.jpg" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/08/gunung-kawi-2.jpg" title="gunung-kawi-2.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/08/gunung-kawi-2.thumbnail.jpg" alt="gunung-kawi-2.jpg" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/08/gunung-kawi-4.jpg" title="gunung-kawi-4.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/08/gunung-kawi-4.thumbnail.jpg" alt="gunung-kawi-4.jpg" height="129" width="140" /></a></p>
<div align="justify"> Pernahkah anda mendengar atau berkunjung ke Situs Pura gunung kawi selama liburan anda di bali, atau anda sama sekali blank tidak ada petunjuk. kalau demikian  karena hal-hal   sejarah sangat ramai dibicarakan belakangan ini secara singkat saya akan ceritakan sejarah obyek ini, mudah-mudahan berguna menambah wawasan serta referensi obyek wisata anda selama liburan di Bali,</div>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Setelah melewati Gapura dan 315 anak tangga di pinggir sungai Pakerisan yaitu sebuah sungai yang mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi, terletak komplek Candi Gunung Kawi. Obyek wisata ini termasuk didalam wilayah Tampaksiring , kabupaten Gianyar kira-kira 40 km dari Denpasar.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Mengenai nama Gunung Kawi ini belum diketahui secara pasti asal muasalnya. Namun secara etimologi (bahasa kerennya) dikatakan berasal dari kata Gunung dan Kawi yang berarti Gunung adalah daerah pegunungan dan Kawi adalah pahatan, jadi maksudnya ialah pahatan yang terdapat di pegunungan atau di atas batu padas.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Menurut sejarahnya bahwasanya diantara raja-raja Bali yang memerintah Bali, yang paling terkenal adalah dari dinasti Warmadewa, Raja Udayana adalah berasal dari dinasti ini dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa. Setelah dewasa beliau menikah dengan putri dari empu sendok dari jawa timur(kediri) yang bernama  Gunapriya Dharma Patni, dari perkawinan ini beliau menurunkan Erlangga ( bukan nama toko lho.....) dan Anak Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaannya di jawa timur dibagi 2(dua). Pendeta budha yang bernama Mpu Baradah dikirim ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu putra Erlangga, tetapi ditolak oleh Mpu Kuturan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Selanjutnya Bali diperintah oleh Raja Anak Wungsu antara tahun 1049-1077 dan dibawah pemerintahanya Bali merupakan daerah yang subur dan tentram.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Setelah beliau meninggal dunia abunya disimpan dalam satu candi dikomplek Candi Gunung Kawi. Tulisan yang terdapat di pintu masuk situs ini berbunyi " Haji Lumah Ing Jalu" yang berarti Sang Raja dimakamkan di "Jalu"  sama dengan "susuh" dari (ayam jantan) yang bentuknya sama dengan Kris, maka perkataan " Ing Jalu" dapat ditafsirkan sebagai petunjuk " Kali Kris" atau Pakerisan. Raja yang dimakamkan di Jalu dimaksud adalah Raja Udayana, Anak Wungsu, dan 4 orang permaisuri Raja serta Perdana Mentri raja.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Disebelah tenggara dari komplek candi ini terletak Wihara (tempat tinggal atau asrama para Biksu/pendeta Budha). Peninggalan Candi dan Wihara di Gunung Kawi ini diperkirakan pada abad 11 masehi dan juga wujud toleransi hidup bergama pada waktu itu yang patut menjadi contoh dan tauladan bagi kita di masa ini, belajar dari kearifan masa lalu.......</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Berkunjung ke situs ini memberika anda wawasan serta keindahan alam yang menawan. Selamat berwisata,</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p><a href="http://www.wisata-bali.com"><img src="http://www.bali-agung-tours.com/blog_config/images/content/wisata%20bali4.gif" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Raya,]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/06/25/selamat-hari-raya/</link>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 00:26:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/06/25/selamat-hari-raya/</guid>
<description><![CDATA[SELAMAT HARI SUCI GALUNGAN DAN KUNINGAN, SEMOGA KEBAIKAN DATANG DARI SEGALA PENJURU MATA ANGIN DAN K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SELAMAT HARI SUCI GALUNGAN DAN KUNINGAN</strong>, SEMOGA KEBAIKAN DATANG DARI SEGALA PENJURU MATA ANGIN DAN KEMENANGAN <strong>DHARMA </strong> MENJADI MILIK SETIAP  ORANG, DAN DUNIA MENJADI TEMPAT YANG INDAH.</p>
<p><em>ARDANA-BALIBUDDY</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Budaya Bali dan Jepang]]></title>
<link>http://oketo.wordpress.com/2007/06/22/upacara-di-jepang/</link>
<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 10:16:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>nyoman.oketo</dc:creator>
<guid>http://oketo.wordpress.com/2007/06/22/upacara-di-jepang/</guid>
<description><![CDATA[Setiap kali mempunyai kesempatan untuk melihat upacara budaya atau yang lebih dikenal dengan nama m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><!--more-->Setiap kali mempunyai kesempatan untuk melihat upacara budaya atau yang lebih dikenal dengan nama matsuri di negara ini , selalu ada sedikit perasaan rindu  akan kampung halaman saya. Di mata saya, upacara budaya yang mereka lakukan tampaknya tidak jauh beda dengan budaya di daerah saya. Selain pakaian dan bahasa,   suasana dan  spirit yang saya rasakan nyaris sama.  Kalau melihat prosesi upacara mereka yang disebut dengan "omatsuri" saya kadang saya sering lupa kalau saya sedang berada di negeri orang. Apakah ini  hanya pendapat saya saja yang mungkin sebagai refleksi dari kerinduan saya pada kampung halaman sendiri ? Entahhlah</p>
<p align="justify">Jepang memang tidak sama dengan Bali, namun mempunyai kemiripan. Mereka mempunyai agama asli yang bisa dikatakan animisme, memuja alam, tugu kecil dan kuil yang sangat banyak, patung kecil yang bertebaran di banyak tempat dll yang semuanya itu tampaknya tidak jauh beda dengan agama asli yang ada di Bali.  Beberapa teman yang Jepang juga seakan menyetujui pendapat saya tentang hal ini. </p>
<p align="justify">Namun disamping beberapa persamaan yang ada, juga ada sejumlah perbadaan yang tidak kalah banyaknya. Beberapa perbedaan utama yang bisa saya catat disini pacara di Jepang dianggap sebagai ritual budaya bukan agama. Kemudian perbedaan lainya yang mungkin lebih tepat disebut dengan keunikan budaya Jepang dibandingkan dengan budaya Bali kerelaan pelaku budaya untuk beradaptasi dengan ritme kehidupan modern.  Sebagai contoh, upacara budaya cendrung   dilangsungkan pada hari minggu atau hari libur saja dan juga kebanyakan dilangsungkan pada musim panas, musim libur anak sekolah. Kemudian upacara pernikahan, tampaknya sepenuhnya mencontoh budaya barat yaitu dilangsungkan  hanya pada hari Minggu saja. </p>
<p align="justify">Kalender tradisional tentu saja ada, seperti halnya kalender tradisional di Bali yang dipakai sebagai acuan semua upacara agama dan juga untuk upacara pernikahan, namun secara berani mereka ganti dengan kalender internasional. Penutupan jalan, karena dipakai upacara, juga kadang kadang ada seperti layaknya di Bali, namun hanya terjadi pada upacara yang sangat besar, setahun sekali dan tentu saja pada hari libur. Di beberapa tempat bahkan dilangsungkan hanya pada malam hari saja.</p>
<p align="justify">Tentu saja, dengan salah satu cara ini mereka sukses mempertahankan budaya tradisinya. Diantara himpitan gedung gedung pencakar langit dan disela sela tumpukan jalan layang, masih bisa kita jumpai iring iringan peserta upacara dengan pakaian warna warninya yang berwarna cerah, walaupun kadang kadang anggotanya hanay terdiri dari anak anak dan orang tua, karena kaum muda yang lebih senang ataupun terpaksa memilih bekerja walaupun di hari libur sekalipun.</p>
<p align="justify">Semoga bermanfaat</p>
<p align="justify">nyoman.oketo</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">Sedang (mencoba untuk ) ditulis :</p>
<p align="justify">Kasta, kesalahan fatal dalam budaya Bali</p>
<p align="justify">Bali asli dan tidak asli</p>
<p align="justify">Anak, orang tua dan leluhur</p>
<p align="justify">Brahmacarya yang semakin jauh</p>
<p align="justify">Ajeg Bali di mata saya</p>
<p align="justify">Penduduk ilegal dan cerita dibalik ruwetnya sistem kependudukan di Bali</p>
<p align="justify">Mungkinkah menjadi orang Bali tanpa harus berdarah Bali ?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tarian Barong : Selayang Pandang,]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/06/14/tarian-barong-sekilas-pandang/</link>
<pubDate>Thu, 14 Jun 2007 06:40:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/06/14/tarian-barong-sekilas-pandang/</guid>
<description><![CDATA[Liburan dibali disamping melihat pemandangan alam bali  yang indah, mengunjungi tempat atraksi wisat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan dibali disamping melihat pemandangan alam bali  yang indah, mengunjungi tempat atraksi wisata, berbelanja, sekedar menyegarkan tenggorokan di pub/bar yang berserakan di Kuta atau pergi ke salah satu pantai eksotis di bali, belumlah terasa lengkap tanpa menyaksikan fragmen tarian di Bali. Bali terkenal selain karena obyek wisatanya yang menawan juga karena penduduk dan budayanya, salah satunya tariannya. Di bali dikenal banyak jenis tarian, mungkin jumlahnya ratusan jenis dan terus bertambah dengan diciptakanya banyak jenis tarian baru dari waktu ke waktu, tetapi terdapat beberapa tarian yang paling populer untuk 'konsumsi pariwisata' di bali, mungkin juga anda sudah pernah menyaksikan salah satu tarian tersebut yakni tari <strong>Barong </strong>yang biasanya dipentaskan di pagi hari di beberapa <em>dance stage</em> di bali, tahu kah anda? . Barong di bali terdapat beberapa jenis antara lain :</p>
<ul>
<li>Barong ket , inilah jenis barong yang anda saksikan ketika menonton tarian barong  di <em>dance stage</em> di beberapa daerah di bali di pagi hari,  dari wujudnya, <em>Barong Ket</em> ini                        merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma.                        Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari                        kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya                        dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip                        pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak. tarian barong ini mempunyai variasi tarian yang lengkap, Tari <em>Barong Keket</em> ini                        melukiskan tentang pertarungan kebajikan (<em>dharma</em>)                        dan keburukan (<em>adharma</em>) yang merupakan paduan yang                        selalu berlawanan (rwa bhineda).</li>
<li>Barong Bangkal,<em> Bangkal</em> artinya babi besar yang                        berumur tua, oleh sebab itu Barong ini menyerupai seekor                        <em>bangkal</em> atau <em>bangkung</em>, Barong ini biasa juga                        disebut <em>Barong Celeng</em> atau <em>Barong Bangkung</em>.                        Umumnya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelawang) oleh dua orang penari pada hari-hari tertentu yang dianggap                        keramat atau saat terjadinya wabah penyakit menyerang desa                        tanpa membawakan sebuah lakon dan diiringi dengan tetamburan ( sederhana)</li>
<li>Barong Asu, Barong ini menyerupai anjing (asu) dan                        termasuk jenis Barong yang langka, hanya terdapat di beberapa                        desa di daerah tabanan                        dan badung. Biasanya dipentaskan                        dengan berkeliling desa (ngelawang) pada hari-hari tertentu tanpa lakon dengan diiringi baleganjur.</li>
<li>Barong Brutuk, Tarian yang langka, menggambarkan makhluk-makhluk                        suci (para pengiring <em>Ida Ratu Pancering Jagat</em>) yang                        berstana di <em>Pura Pancering Jagat</em>,Trunyan.                        Penarinya adalah remaja yang telah disucikan dan mengenakan                        busana yang terbuat dari daun pisang kering (<em>keraras</em>),                        memakai topeng dari batok kelapa, setiap orang membawa cambuk                        yang dimainkan sambil berlari-lari mengelilingi pura, diiringi                        dengan gamelan baleganjur. Barong                        ini terdapat di daerah trunyan - Kintamani</li>
<li>Barong Kadingkling, <em>barong </em> ini disebut juga <em>Barong Blasblasan</em>,                        pementasannya secara ngelawang,                        para penarinya hanya mengenakan topeng wayang wong dengan lakon cuplikan-cuplikan dari cerita Ramayana                        terutama adegan perang dan setiap tokoh dimainkan oleh satu                        orang penari yang masih anak-anak, dipentaskan pada hari-hari raya galungan dan kuningan diiringi dengan gambelan batel dan ada pula yang semacam <em>babonangan </em>(gamelan batel yang dilengkapi dengan reyong).Barong ini                        terdapat di daerah gianyar, bangli dan klungkung.</li>
<li>Barong Gagombrangan,</li>
<li>Barong Gajah, Barong ini menyerupai gajah, ditarikan                        oleh dua orang dan termasuk jenis barong yang langka sehingga                        dikeramatkan warga masyarakat pengemongnya. Dipentaskannya                        secara berkeliling desa (ngelawang                        )tanpa membawakan lakon dan diiringi dengan  gamelan batel/ tetamburan. Barong ini terdapat di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli</li>
<li>Barong Macan, Sesuai dengan namanya, Barong ini menyerupai                        seekor macan dan termasuk jenis barong yang terkenal di                        kalangan masyarakat Bali. Dipentaskannya dengan berkeliling                        desa dan adakalanya dilengkapi dengan suatu drama tari semacam<em> Arja </em>serta diiringi dengan <em>gamelan batel</em></li>
<li>Barong Landung, Barong ini mula-mula dipakai untuk mengelabui                        barisan makhluk halus ganas yang menebar segala bencana                        penyakit dan marabahaya ke perkampungan penduduk Bali. Makhluk-makhluk                        halus tersebut dipercaya sebagai anak buah dan hulubalang                        Ratu Gede Mecaling yang menyeberangi lautan dari Nusa Penida. Oleh seorang pendeta sakti, kemudian penduduk                        disarankan untuk membuat patung yang mirip sang majikan,                        tinggi besar, hitam dan bertaring, dan diberi nama <em>Jero                        Gede Mecaling</em>, atau <em>Ratu Mecaling</em>. Karena itu                        masyarakat segera membuat tiruan <em>Jero Gede Mecaling</em>                        dan mengaraknya berkeliling kampung untuk membuat para makhluk                        halus itu takut dan menyingkir. Sirnalah segala macam penderitaan                        yang menghantui penduduk selama ini. Untuk penghormatan                        kepada tiruan <em>Jero Gede</em>, dibuatlah pasangannya yang                        biasa dipanggil <em>Jero Luh</em>. Kedua Barong Landung itu                        sering dihibur, diajak berjalan-jalan dan dibuatkan keramaian                        supaya bisa menari dan bersenang-senang.</li>
<li>Barong Lembu,</li>
<li>Barong kambing,</li>
<li>Barong sai,</li>
</ul>
<p>Demikianlah rangkuman jenis barong yang ada di pulau bali beserta informasi singkatnya, mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan tantang budaya bali, beberapa jenis barong dan tarian barong diatas dapat anda nikmati  pada waktu berlangsungnya pesta kesenian bali dari tanggal <strong>16  juni  2007 - 16 juli 2007</strong>,  kalau ingin mengenal lebih dekat, kunjungi saja Pesta Kesenian Bali.( cek jadwal pementasanya)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemukulan KULKUL : Pembukaan PKB oleh Presiden ]]></title>
<link>http://bali4u.wordpress.com/2007/06/21/pemukulan-kulkul-pembukaan-pkb-oleh-presiden/</link>
<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 08:37:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>balibuddy</dc:creator>
<guid>http://bali4u.wordpress.com/2007/06/21/pemukulan-kulkul-pembukaan-pkb-oleh-presiden/</guid>
<description><![CDATA[
Tung..tung&#8230;tung&#8230;..dengan berakhirnya tung terakhir akhirnya Pesta Akbar kesenian tahuna]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/06/balebanjar01.jpg" title="bale kulkul"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/06/balebanjar01.thumbnail.jpg" alt="bale kulkul" height="135" width="93" /></a><a href="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/06/balebanjar02.jpg" title="balebanjar02.jpg"><img src="http://bali4u.wordpress.com/files/2007/06/balebanjar02.thumbnail.jpg" alt="balebanjar02.jpg" height="135" width="118" /></a><br />
<em>Tung</em>..<em>tung</em>...<em>tung</em>.....dengan berakhirnya<em> tung</em> terakhir akhirnya Pesta Akbar kesenian tahunan bali dibuka oleh SBY pada tanggal 16 juni 2007 disertai Ibu Ani plus undangan terhormat lainya secara resmi . PKB dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh dari 16 juni sampai 16 juli 2007 yang bermaterikan, pawai, pergelaran, lomba/parade, sarasehan (bukan sarah sechan lho....) dan pameran dalam bentuk budaya dan kreasi tarian dari klasik sampai tari modern.<br />
Pemukulan <em>Kulkul </em>dalam pembukaan PKB mengingatkan saya dengan <em>kulkul </em>yang ada di <em>bale kulkul</em>, di <em>Bale banjar</em> saya. <em>Kulkul</em> itu ada dua buah yang katanya mewakili gender satu laki-laki(lanang) yang bentuknya sedikit lebih besar dan perempuan (istri) sedikit lebih kecil dan suaranya pun berbeda , kalo saya analogikan ini mugkin penjabaran konsep <em>rwa bineda</em> seperti siang dan malam, panas dan dingin, hitam dan putih, laki-laki dan perempuan dan yang lainnya saling melengkapi untuk mencapai keharmonian.<br />
<em>Kulkul</em> di <em>Bale banjar</em> saya di diselimuti/ di bungkus/dipakaikan sarung warna hitam-putih  atau dalam bahasa balinya<em> poleng</em>, agak unik dan  serem juga , kulkul bagi orang hindhu bali sangat lah penting dan sakral di tengah derasnya perubahan jaman, globalisasi, dan canggihnya perkembangan teknologi komunikasi. Kulkul masih eksis di gunakan dalam kegiatan sosial,budaya dan agama di bali. Kulkul hanya boleh di pukul oleh prajuru (pengurus banjar) saja, jadi tidak sembarangan orang naik ke <em>bale kulkul </em>dan memukul kulkul untuk kepentingan yang tidak jelas atau tertentu! . Kulkul di pukul pada saat tertentu saja seperti rapat banjar, upacara agama, kematian dan amuk massa dan masih banyak keperluan lainnya. Seperti contoh suara kulkul kala ada berita kematian akan di pukul dengan irama  lambat-lambat,<br />
tung.......tung.......tung........tung........tung........tung.....tung.....tung.....tung..... demikian pula kalo berirama cepat dan keras tung.tung..tung..tung..tung... atau <em>bulus</em>  itu artinya ada kejadian amuk massa, kemalingan, atau tanda bahaya, biasanya penduduk akan keluar dengan membawa senjata tajam, tombak, kayu, bambu atau sesuatu yang bisa di pakai sebagai senjata, padahal saya ngeri membayangkan apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi........</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa masyarakat di <em>banjar </em>saya, dan masyarakat bali memberlakukan kulkul tidak seperti kentongan biasa atau sekedar kentongan tetapi lebih dari pada itu. Kulkul terbuat dari kayu, simbul dari bagaimana menyatukan kayun (pikiran), begitulah......sedikit tentang kulkul di bali.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
