<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bakso &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/bakso/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bakso"</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 20:00:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Me go to Semarang]]></title>
<link>http://immoz.wordpress.com/?p=539</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 22:51:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>immoz</dc:creator>
<guid>http://immoz.wordpress.com/?p=539</guid>
<description><![CDATA[Satu trip lagi ke luar kota, kali ini ke Semarang. Dengan jarak sekitar 100-an km, kami tempuh sekit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Satu trip lagi ke luar kota, kali ini ke Semarang. Dengan jarak sekitar 100-an km, kami tempuh sekitar 3-4 jam. Eduardo Aji Pradana (saya), Pankrasius Tri Wibowo, dan Edo Nicolas Sakti meluncur dari Yogyakarta sekitar pukul 14.00, dan bergabung dengan Yogi Santoso di Magelang untuk kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke Semarang.</p>
<p>Salip-menyalib-disalipi, kami akhirnya dapat melalui dengan selamat lalu lintas yang cukup padat di beberapa track. Singkatnya, kami akhirnya tiba di Semarang, kami menginap di rumah Edo Nicolas Sakti, di daerah Banyumanik, Semarang atas.</p>
<p>Tiba pada petang hari, kamis 3 Juli 2008 kami hanya beristirahat dan bermain kartu. membosankan memang, yang kami makan hanya mie-mie instan dalam jumlah besar dan minum teh atau kopi. Perjalanan akan dilanjutkan besok siang.</p>
<p>Bangun pagi hari itu, kami sekali lagi memakan makanan tak sehat mie instan. Siangnya, kami mulai turun ke downtown. Tujuan pertama, Lawangsewu (tujuan utama kami ke Semarang sebenarnya adalah menemani Edo Nicolas Sakti mencari spek mesin untuk tugas kelompoknya, tapi entahlah sesampainya di Semarang dia bilang dah beres). lawangsewu tuh bangunan Belanda-Jepang yang pintunya ada banyak, tapi gak sampai 1000 lah. Tiket masuk 6000 per orang. Dengan bantuan guide, kami diantar mengelilingi bangunan yang dulunya dipakai belanda untuk ngurus hal-hal (gak sempat dengar omongannya guide). Gedung ini pernah dipakai untuk shooting film-film horror dan juga film ayat-ayat cinta yang sampai sekarang belum sempat kutonton.</p>
<p>Tidak menyeramkan, tidak ada perasaan takut saat mengelilingi gedung ini. Sayang, banyak coretan dimana-mana. Ada juga tour yang menjelajahi ruang bawah tanah. Kita harus memakai sepatu boot yang disediakan karena ruang bawah tanah digenangi air, dan karenanya kami harus membayar juga. Di ruang bawah tanah ini (basement) ini terdapat banyak ruang penampungan air, yang katanya sebagai pendingin, entahlah pokoknya ada hubungannya dengan kereta api. Basement ini gelap gulita, tanpa bantuan senter mustahil kita dapat berjalan tanpa menabrak dinding. Di basement inipun menjadi satu spot yang katanya menakutkan karena di sini ada ruang pemenggalan, kepala manusia tentunya. kepala-kepala yang udah dipotong tentara jepang pake samurai, di tumpuk di satu bak. mayat-mayatnya dibuang ke sungai. Well, meskipun aku ada di barisan paling belakang, hari itu sama sekali tidak ada yang menakutkan. Merinding pun tidak. Oh ya, ada yang menarik. ada kamar-kamar penjara yang ukurannya sangat kecil, mungkin 1x1,5 meter saja, dan dulunya diisi 5 orang tahanan, karenanya mereka harus berdiri saat di penjara.</p>
<p>Pulangnya, kami penasaran ma Wall's piratos tuh yang keluar di iklan, jadi kami beli beberapa. tapi itu cuma cerita tambahan aja.</p>
<p>Next, kami makan, awalnya mau makan di Alam Indah sambil menikmati view Semarang, tapi kayaknya sepi... akhirnya kami makan di rumah makan biasa saja. Pulang. Nonton. Tidur. Sorenya kami bermain kartu lagi sampai pukul 20.30. Aku hanya kalah 2 kali hahahaha, rekor kalah terbanyak dipegang temanku, 8 kali kalah. Kami lanjutkan dengan berjalan-jalan disekitar simpang lima. Dinner, beli jajan, duduk-duduk,,, Baru sekarang aku makan yang namanya tahu petis, aku tidak begitu suka rasanya.</p>
<p>Bakso mata dewa, 60 ribu, gede banget, katanya seeh dalam berapa menit gitu kalo bisa habis dapet hadiah, uang ato apa gitu. Itu kata temanku, tapi karena waktu yang semakin mendekati dini hari, kami terpaksa mengurungkan niat kami itu. Sesampainya di rumah, kami bermain kartu lagi, tapi kali ini sepertinya keberuntunganku sudah habis, aku jadi loser sejati malam itu. Permainan dihentikan pukul 1.30 pagi, karena kami harus berkendara pulang ke Yogyakarta pagi harinya.</p>
<p>Aku bangun jam 6, hanya tidur 4 jam. Ngantuk sih tapi gimana lagi, dah bangun gak bisa bobo lagi ya gpp lah. Siangnya kami bersiap untuk pulang. Kami (mereka yang lain selain aku) berencana untuk membeli oleh-oleh. Kami ke kota lagi, singgah di toko oleh-oleh gitu, trus mereka beli wingko, dan lain-lain tuh yang semuanya bayar pake duit, jadi aku gak pengen beliin oleh-oleh buat temen-temen di Yogya.</p>
<p>Kami pulang, kali ini melewati jalur alternatif, lebih teduh, lebih jarang kendaraan, hanya jalan yang tidak sebaik jalan raya... Namun kami mendapatkan pemandangan yang membuatku ber-waw, kami melewati hutan pohon karet yang tumbuh dengan sangat rapi. Baru kutahu kalau daun pohon karet berubah menjadi coklat pada musim-musim ini. Ada juga padang rumput (atau mengkin bukit gundul).</p>
<p>Di jalanan ambarawa, aku melihat sebuah motor yang selip dan terjatuh, mirip seperti Rossi yang jatuh saat menikung di lintasan GP. Sepertinya pengendara itu keluar jalur saat menikung, dan akhirnya jatuh. padahal di samping kiri-kanan adalah jurang (meskipun bawahnya sawah siiih). Hal itu tidak terjadi pada kami, Selamat tiba di Magelang, menurunkan Yogi, lalu meneruskan kembali perjalanan menuju Yogyakarta. Singgah sejenak di Muntilan dan membeli beberapa jajanan pasar, kali ini hanya untuk aku.</p>
<p>Sampai di Yogya pukul 18.00, langsung install vista. ternyata filenya corrupt. sebel, aku kemudian bobo. tamat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Atom Cempaka Putih]]></title>
<link>http://sigitpriyono.wordpress.com/?p=144</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 15:06:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>sigit</dc:creator>
<guid>http://sigitpriyono.wordpress.com/?p=144</guid>
<description><![CDATA[Melanjutkan jalan-jalan setelah memuaskan birahi nonton Hancock, saya mencari tempat makan bakso di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://img233.imageshack.us/img233/3605/baksowh3.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border:2px solid black;margin:2px;" src="http://img233.imageshack.us/img233/3605/baksowh3.jpg" alt="" width="500" height="350" /></a>Melanjutkan jalan-jalan setelah memuaskan birahi nonton Hancock, saya mencari tempat makan bakso di daerah Cempaka Putih. Saya pun dapat informasi tempat makan bakso ini dari teman SMA saya di Jakarta. Dia hanya memberikan petunjuk lokasi berada di belakang Plaza Dwima dekat kampus F Trisakti. Saya teringat dulu sering melewati daerah itu untuk pergi dan pulang dari kantor sebelumnya tapi sayangya saya tidak tahu pasti lokasinya.</p>
<p>Dengan berbekal motor saya pun langsung meluncur ke daerah itu. Sekitar 15 menit  untuk sampai di Plaza Dwima dari daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sebelah kiri dari Plaza Dwima ada sebuah jalan, tanpa basa-basi langsung saja saya masuk ke jalan itu. Hampir putus asa untuk mencari warung bakso tanpa saya ketahui nama warung itu, pun saya telah 2 kali bolak balik tapi tetap saja gak ketemu. Saya pun hampir makan bakso seadanya yang ada di jalan itu, tapi berhubung agak gak sreg jadi saya putuskan untuk makan ke daerah Sabang. Di tengah perjalanan masih melalui jalan (akhirnya saya tahu nama jalan itu setelah di rumah baca peta) Cempaka Putih Raya, tiba-tiba di sebelah kanan jalan saya melihat ada warung bakso.<br />
<!--morebener gak ya warung baksonya ??? &#62;&#62;&#62;--><br />
Di spanduknya pun tertulis macam-macam bakso dari bakso keju, bakso buntel, bakso telor ayam kampong and so on dah. Waaaa pikir saya, mungkin ini bakso yang direfrensikan teman saya itu. Ahhh bodo deh, kek nya enak ni bakso. Tampak dari luar warung bakso ini cukup menjanjikan dari warna cat yang cerah dan tempat parkir yang gak ada pak ogah-nya. Lagipula di sekelilingnya gak begitu banyak ruko jadi gak begitu bising. Tapi kok di dalam hanya ada 4 pengunjung yak padahal kalau dilihat-lihat kapasitasnya bisa 50 pengunjung. Ahhh sekali lagi bodo deh, yang penting makan bakso.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" style="border:2px solid black;margin:2px;" src="http://img89.imageshack.us/img89/4629/050720081178kr4.jpg" alt="" width="450" height="350" />Self service menjadi bentuk layanan bakso ini, oh iya nama warung baksonya itu Bakso Atom (mudah-mudahan bener). Ngambil mangkok putih berukuran sedang dengan dialasi nampan. Tersedia mie putih selain bakso-bakso yang bergelimpangan. Baksonya pun ada sekitar 10 macam, yang saya ingat itu ada bakso buntel, bakso telor ayam kampong, bakso keju, bakso urat kecil, bakso urat besar. Berhubung saya lagi laper dan baru pertama kali, jadi saya ngambil 4 macam bakso. Ukuran bakso sekitar 3 kali ukuran bakso normal. Setelah selesai pilih-pilih bakso, saya langsung bayar di kasir karena di ujung sudah ada kasir yang menunggu. IDR 30.000 habis untuk makan bakso, kalau harga per bakso nya kurang tahu pasti. Mungkin sekitar IDR 6000, karena saya sempat melihat kasir memasukkan angka 6000 di mesin kasir.</p>
<p>Warung bakso ini menyediakan ruangan ber-AC untuk pengunjung. Oh iya, selain bakso, tersedia juga minuman ringan. Moso makan bakso gak pake minum, ntar keselek lho. Saat itu pengunjung hanya ada 6 orang, mungkin karena baru jam 4-an tapi semakin lama semakin bertambah pengunjungnya. Buktinya saat saya selesai makan, pengunjungnya sudah lebih dari 6 orang.</p>
<p>Gak rugi deh, ngeluarin duit IDR 30000 buat rasa bakso yang yahud, tapi mungkin saja ada bakso lain yang lebih enak. Masih terus mencari...</p>
<p>Sekalipun saya hampir putus asa akhirnya dapat juga bakso atom cempaka putih, mungkin ini sudah takdir. Apa yang akan terjadi, maka terjadilah.     <span style="color:#0000ff;">What Will Be Will Be</span>.</p>
<p><em>PS: image bakso, saya capture langsung di warung bakso.<br />
peta saya edit dari map flash Jakarta<br />
Lokasi Warung Bakso ada di peta yang bergambar bintang berwarna <strong><span style="color:#ff0000;">merah</span></strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[bakso ]]></title>
<link>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 10:11:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dimas Ariyo Nugroho</dc:creator>
<guid>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/?p=41</guid>
<description><![CDATA[
bakso
kemarin nggak tau kenapa tapi yang jelas aku kepengen banget makan bakso, maklum karena nggak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i189.photobucket.com/albums/z139/masariyo/Foto482.jpg" alt="bakso" width="614" height="461" /></p>
<p>bakso</p>
<p>kemarin nggak tau kenapa tapi yang jelas aku kepengen banget makan bakso, maklum karena nggak ada yang jual jadi harus bikin sendiri.</p>
<p>bahan bahan :</p>
<p>daging cincang sapi 500gr<br />
tepung sagu 1 kg ( ini perbandingan tepung dan daging 2:1 )<br />
3 butir bawang putih cincang halus<br />
2 sdm garam<br />
1 sdm merica<br />
1 kuning telur<br />
2 sdm minyak goreng.<br />
5 sdm es batu yang dihancurkan.</p>
<p>masukkan daging cincang, garam, merica, kuning telur, kedalam mesin pengaduk, aduk sampai rata, tambahkan minyak goreng perlahan lahan, lalu masukkan juga tepung perlahan lahan aduk gingga merata dan menyatu. tambahkan es batu pelan pelan, hal ini menghindari pematangan adonan daging di mesin pengaduk, setlah semua tercampur rata, sisihkan panaskan air lalu bentuk adoana menjadi bulatan, dan masukkan kedalam air yang sudah mendidih tunggu hingga benar benar matang dan mengapung lalu tiriskan bakso.</p>
<p>untuk kuah :</p>
<p>1500 ml air<br />
500 gr daging sapi beserta tulang<br />
4 sdm garam<br />
3 sdm merica<br />
2 sdm minyak wijem<br />
1 sdm minyak sayur<br />
rebus daging beserta tulang hingga matang, sisakan air kaldunya<br />
lalu masukkan sisa bumbu dan taburi dengan daun bawang.</p>
<p>pelengkap :</p>
<p>bihun rebus<br />
mie kuning rebus<br />
sawi rebus<br />
dan tahu goreng atau rebus.</p>
<p>sajikan bakso menurut selera dan tambahakan sambel serta kecap jika perlu</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ten Meatballs for Lunch]]></title>
<link>http://jeespe.wordpress.com/?p=129</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 16:42:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>jeespe</dc:creator>
<guid>http://jeespe.wordpress.com/?p=129</guid>
<description><![CDATA[Semarang, Tourism Information Center, 2008: This bowl; of meatballs was sold in front of &#8216;Jogl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jeespe.wordpress.com/files/2008/06/300408-007.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-120" src="http://jeespe.wordpress.com/files/2008/06/300408-007.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><strong>Semarang, Tourism Information Center, 2008</strong>: This bowl; of meatballs was sold in front of 'Joglosemar' executive settle bus, a few hundred meters from my office. I ordered one bowl of meatball soup with vegetables and without noodles. Surprisingly, i got medium sized of 10 meatballs. Wow, that was a lot for only 5000 Rupiahs and the taste was also good. You will not get like this one but here!<!--more--></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aneka Olahan Daging Kelinci]]></title>
<link>http://harysoemarwoto.wordpress.com/?p=60</link>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 00:20:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>harysoemarwoto</dc:creator>
<guid>http://harysoemarwoto.wordpress.com/?p=60</guid>
<description><![CDATA[Saudaraku, terutama Mas Masrizal - Malang yang order untuk posting resep olahan daging kelinci simak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku, terutama Mas Masrizal - Malang yang order untuk posting resep olahan daging kelinci simak resep dendeng, bakso, dan nugget kelinci tulisan berikut ini. Wah, nampaknya sedang merintis produk olahan kelinci, ya ? Insyaallah saya siap memasarkannya di Jabodetabek.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Kelinci adalah salah satu hewan terlucu di muka bumi. Sifatnya yang jinak dengan bulu halus membuat banyak orang tertarik padanya. Tak heran, bila kelinci banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan atau hewan hias. Belakangan, kelinci juga dibudidayakan untuk sajian menu makanan. Karena, daging kelinci rasanya lebih gurih dan halus dibanding daging ayam atau kambing. Kadar kolesterol dan natriumnya rendah, sehingga baik untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan. </span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Berikut ini beberapa jenis menu dari bahan daging kelinci. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Dendeng kelinci<!--more--></span></strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"><br />
Bahan :<br />
1. </span></p>
<div class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">1 kg daging kelinci disayat tipis<br />
2. 20 gr bawang putih<br />
3. 20 gr ketumbar<br />
4. Asem secukupnya<br />
5. 60 gr gula jawa<br />
6. Garam secukupnyaCara membuat :</span></div>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"></p>
<div><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Semua bumbu terlebih dulu digiling halus. Kemudian dilumurkan atau dicampur dengan daging yang telah disayat tipis. Setelah itu, diamkan selama satu malam. Esoknya daging digantung dan dijemur di bawah sinar matahari sampai berwarna kecoklatan. Setelah itu dendeng siap digoreng.<br />
<strong>Bakso kelinci</strong><br />
Bahan :<br />
1. 250 gr daging kelinci segar<br />
2.</span></div>
<div><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></div>
<p><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </p>
<p></span></span></p>
<div><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">75 gr es batu<br />
3. 8 gr garam dapur<br />
4. Penyedap rasa secukupnya<br />
5. 0,5 gr mrica<br />
6. 25 gr tepung tapioka<br />
7. 0,75 gr STP (sodium tripoly pospat).Cara membuat :</span></div>
<div><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Buang lemak dan jaringan ikat (urat) yang menempel pada daging kelinci, kemudian tambahkan garam dan es yang telah dihaluskan selama satu menis. Masukkan tepung tapioka, mrica ke dalam adonan daging, kemudian putar selama satu menit. Adonan yang telah lengket didiamkan selama 30 menit sampai 1 jam (kalau bisa simpan di lemari es) Rebus air dalam panci sampai mendidih, setelah itu kecilkan api atau matikan. Siapkan adonan dan bentuk menjadi bulatan sesuai selera, masukkan ke dalam panci yang berisi air panas. Bulatan bakso akan mengembang dan berubah warna menjadi coklat keabuan, kemudian rebus lagi selama 10-15 menit. Tiriskan dan bakso siap untuk dimakan atau diolah menjadi berbagai jenis menu makanan atau disimpan.</span></div>
<p><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"><strong>Nugget kelinci</strong><br />
Bahan :<br />
1. 1 kg daging kelinci<br />
2. 35 gr susu krim<br />
3. 20 gr bawang putih<br />
4. 10 gr lada<br />
5. 15 gr gula<br />
6. 1 gr MSG (monosodium glutamate)<br />
7. 25 gr meizena<br />
8. 1 kg minyak goreng<br />
9. 75 gr es batu<br />
10. Garam dan penyedap rasa secukupnya</p>
<div><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Cara membuat :<br />
Daging digiling hingga halus, kemudian campurkan dengan 25 gr meizena, 35 gr susu krim, 75 gr es batu, 20 gr bawang putih, 10 gr lada dan 1 gr MSG. Adonan dicetak dalam lembaran plastik dan dimasukkan ke dalam lemari es selama 30 menit. Setelah itu adonan dipotong-potong dan dicelupkan dalam perekat tepung yang terbuat dari campuran 80 gr meizena, 2 gr bawang putih, 1 gr lada, 1 gr garam, dan 300 ml air. Setelah itu nugget dilumuri dengan tepung roti dan dilakukan penggorengan awal (digoreng setengah matang). Kemas nugget dalam vakum dan simpan pada suhu rendah. Jika akan dimakan nuget digoreng selama empat menit. <span> </span>(Sumber website Tani Merdeka)</span></div>
<div><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></div>
<p><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Verdana;"> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[cuti 2 hari (plus 1/2 hari :p)]]></title>
<link>http://yadhi.wordpress.com/?p=74</link>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 11:15:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>yadhi</dc:creator>
<guid>http://yadhi.wordpress.com/?p=74</guid>
<description><![CDATA[jum&#8217;at 6 juni, dari pagi dah deg2an, ada client, kok rapat gak selesai2 ya? padahal dah jam 1/]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>jum'at 6 juni, dari pagi dah deg2an, ada client, kok rapat gak selesai2 ya? padahal dah jam 1/2 12 siang, dah mo sholat jum'at.</p>
<p>akhirnya 1/2 12 lewat dikit selesai juga. langsung absen pulang + request ijin. trus sholat jum'at.</p>
<p>selesai sholat jum'at langsung nyari ojek buat pulang, ngebut bgt tuh tukang ojek hadoh !!!</p>
<p>akhirnya nyampe di rumah juga jam 1 lewat dikit. masih sempat mandi, makan, cari bekal. trus ke terminal rawamangun pake bajaj. tiket udah naik, sekarang 210.000</p>
<p>hujan lebat bgt tapi sebentar sesaat sebelum berangkat.</p>
<p>selama diperjalanan cuma tidur aja, bangun cuma buat sholat, makan sama ke toilet aja :p</p>
<p>sampe di blitar jam 1/2 9 sabtu 7 juni. cari bis menuju malang, tarif sampe wlingi sekarang 5.000, maklum semua jg naik :D</p>
<p>sampe di rumah jam 9, ketemu sama istri hehehe melepas kangen 1 bln gak ketemu.</p>
<p>trus abis makan ke tempat mbah, mbesuk mbah kung yg lagi sakit. istriku dah jagain + ngerawat mbah kung 1 bln terakhir, makanya pas ketemu kangen bgt :D</p>
<p>*sensor* :p mau tau aja :p</p>
<p>minggu pagi jalan2 nyari makan buat sekeluarga. setelah semua dah dibeliin, trus sarapan di rawon pak lan. hmmm enaakk. sayangnya gak kesampaian makan di soto gurit, enak bgt, masak banyak bgt gak sampe 1 jam dah abis. cobain deh :D</p>
<p>siangnya ke tempat mbah lg sampe sore.</p>
<p>malamnya jalan2 nyari sate tempat pertama kali makan berdua di wlingi :D hehehe jadi ingat masa lalu :p</p>
<p>senin pagi dah harus siap2 brangkat lg ke jakarta, jam 1/2 11 harus dah di pool, padahal berangkat dari rumah aja dah jam 10 lewat :p</p>
<p>biasa ... bis ngaret, berangkat dah ampir jam 1/2 12, menuju tulungagung, trus oper bis ke rawamangun.</p>
<p>trus go to jakarta ...</p>
<p>nyampe di rumah jakarta selasa pagi jam 7 lewat ... gak ada makanan ... buka lemari ... ada mie goreng instant ... masak ... makan ....</p>
<p>ada yg belum kesampaian selama di wlingi, ada 2 makanan yg gak sempat dicicipi, soto gurit + bakso pak man. keabisan terus sih ...</p>
<p>cerita disini dikit aja :p hehe cerita yg lain ... ada deh ... :p</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cewek Manis, Bank dan Bakso]]></title>
<link>http://alisyahsamosir.wordpress.com/2008/06/08/cewek-manis-bank-dan-bakso/</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 12:56:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisyah</dc:creator>
<guid>http://alisyahsamosir.wordpress.com/2008/06/08/cewek-manis-bank-dan-bakso/</guid>
<description><![CDATA[Pas aku masih anak-anak (ga tau umuran berapa), aku pernah dikasih makan bakso. Waktu itu, aku ngera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pas aku masih anak-anak (ga tau umuran berapa), aku pernah dikasih makan bakso. Waktu itu, aku ngerasa lucu makan bakso. Bukan masalah ga enak, tapi kenyal-kenyal gitu. Jadinya mulai saat itu, aku ga pernah mau makan bakso.</p>
<p>Bulan Februari kemarin, aku ke Siantar sama kawan. Di siantar, aku diajak makan. Karena aku bukan orang Siantar, dan aku sangat jarang ke Siantar (kalo ga salah itu baru yang ke-3 x aku ke sana), jadinya aku oke-oke aja di ajak makan di mana aja (yang penting halal ;) ). Jadilah kita makan di Malona (artinya apa ya?). Di Malona, aku terpaksa dan dipaksa makan bakso. Hmm, enak juga. Cuma rasa kenyal-kenyal itu kek nya ada</p>
<p>Trus semalam aku ke Balige ama ito Yunita. Kebetulan kita jalan di depan Bakso Rahayu. Lucu kan namanya, ada kata bakso di depannya. Padahal mereka bukan hanya jualan bakso aja. ok, back to topic. Ito Yunita yang suka makan bakso, ngajak aku makan di sana. Okelah, tapi aku ga usah makan bakso, pikirku. Cuma yang mesan kan bukan aku, ternyata ito Yunita mesan bakso. Dia lupa kalo aku ga suka bakso. Bah, gawattttttt...</p>
<p><!--more-->
<p>Trus tadi sore aku ke Balige lagi (ah, jalan2 aja kerjaanku) ama Amson. Akunya ke Balige mau nyari kemeja putih lengan pendek, buat dipake pra-sidang hari jumat ini. Sementara Amson mau ngambil duit dari bank.</p>
<p>Pas kitanya di Toko Roma (nyariin kemejanya), kita disambut cewek si penjaga toko. Ceweknya cantik, trus nyambung lagi ditemanin ngomong. Sayangnya, katanya dia masih abg, hehehe, dianya masih mau SMA. It means, kurang lebih masih lima belasan. Hmmm, senang lah aku belanja di sana. Jadinya lumayan lama juga kita di sana, soalnya ngomong ama dia nyambung terus. Dah gitu, orangnya suka senyum + ga canggung-canggung ngomong ama kita.</p>
<p>Abis itu kita baru ke bank. Karena ATM BRI lagi (lagi dan lagi) rusak, jadinya kita ke ATM BNI. Hmm, Amson dah ngeluh karena ATM BRI masih rusak juga. "Kena potong lagi lah ini kalo ngambil duitnya dari ATM BNI", katanya. Tapi setelah duitnya diambil, dia cek lagi saldonya, rupanya ga ada pemotongan. "Baguslah", katanya dengan senyum lebar</p>
<p>Setelah itu, kita balik lagi ke toko Roma, Amson mau beli dompet. Jadilah kita ketemu lagi ama si cewek yang cantik itu. Pas Amson lagi ngeliatin dompetnya, mamanya manggil si cewek tadi. Rupanya dia punya nama Laura. Tapi ngomongnya bukan kek si cinta laura ;)</p>
<p>Habis beli dompet, kita rencananya mau makan dulu. Tapi karena kebetulan kita lewat dari tempat jualan pulsa, kita singgah dulu buat ngisi pulsa nomorku. Soalnya pas tadi aku cek *888#, katanya sisa pulsaku tinggal 252,5 rupiah. Begh, bisanya tinggal dua x sms aja. Pas kita dah selesai ngisi pulsanya, rupanya si Laura (cewek cantik penjaga toko) datang ke sana. "Eh, jumpa lagi", katanya dengan senyum manisnya. Hehehe, keknya kita GA jodoh, masa jumpa terus ;)</p>
<p>Barulah kita ke tempat makan yang modelnya lesehan, namanya Lily. Karena Amson yang mesan, jadilah dia mesan bakso dua porsi. Bah, makan bakso lagi aku. Baksonya enak, akunya malah jadi nambah satu porsi lagi. Keknya aku dah mulai suka bakso ni. Oke, Sunday, June 08th 20008 di rumah makan Lily, aku suka bakso. Hmmm, I LIKE BAKSO</p>
<p>Jadilah hari ini begitu sempurna, ketemu cewek cantik + makan bakso yang super enak :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[foto malang : semoga sesuai namanya]]></title>
<link>http://munirfiles.wordpress.com/?p=37</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:20:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>moens</dc:creator>
<guid>http://munirfiles.wordpress.com/?p=37</guid>
<description><![CDATA[
foto kota malang : Jl S parman
aduuhhh premium naik menjadi Rp.6000,00/liter
yah semoga dagangan bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://munirfiles.files.wordpress.com/2008/06/picture-021.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-39 aligncenter" src="http://munirfiles.wordpress.com/files/2008/06/picture-021.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">foto kota malang : Jl S parman</p>
<p style="text-align:center;">aduuhhh premium naik menjadi Rp.6000,00/liter</p>
<p style="text-align:center;">yah semoga dagangan bisa semeriah namanya. semoga rejeki lancar.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[foto malang : Akankah berubah?]]></title>
<link>http://munirfiles.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:10:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>moens</dc:creator>
<guid>http://munirfiles.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[

Foto kota malang : sebelum terminal arjosari
akankah berubah&#8230;.. tanah lapangku, sawahku, tem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://munirfiles.files.wordpress.com/2008/06/picture-018.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-35" src="http://munirfiles.wordpress.com/files/2008/06/picture-018.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Foto kota malang : sebelum terminal arjosari</p>
<p style="text-align:center;">akankah berubah..... tanah lapangku, sawahku, tempat hijauku menjadi bangunan beton tinggi seperti terlihat jauh disana.</p>
<p style="text-align:center;">orang bekerja keras, jualan bakso, melewati sawah demi menghidupi keluarga</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuliner - Bakso Cak Gondhol Malang]]></title>
<link>http://marrt.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 21:22:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>alphonsuz</dc:creator>
<guid>http://marrt.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[

Hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008, berangkatlah kita ke rumah seorang teman di Malang. Berangkatnya a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://marrt.files.wordpress.com/2008/06/0531_1350131.jpg"></a></p>
<p><a href="http://marrt.files.wordpress.com/2008/06/cak-gondhol.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-25" src="http://marrt.wordpress.com/files/2008/06/cak-gondhol.jpg?w=300" alt="Cak Gondhol" width="300" height="240" /></a><br />
Hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008, berangkatlah kita ke rumah seorang teman di Malang. Berangkatnya agak kesiangan dari yang sudah dijadwalkan, maklum bawaan liburan pasti pengennya molor melulu. Singkat kata setelah urusan ngobrolnya selesai gantian deh perutku "ngobrol". Tapi jangan kuatir deh kalau urusan kuliner, Malang merupakan salah satu basis wisata kuliner di Jawa Timur. Pilihan akhirnya jatuh pada Bakso Cak Gundhol, alamatnya Jl. LA Sucipto Timur No. 189. Kebetulan lokasi tidak jauh dari tempat kita ngobrol, cuman macetnya itu yang lumayan mengganggu. Kebetulan waktu itu tidak begitu ramai dan tanpa buang waktu langsung deh saya pesan bakso campur usus + kulit. Dengan harga Rp 7.500 untuk campur (Rp 1.250 per pieces) cukup terjangkau untung kantong cekakku hehehe. Rasa dan kualitas ok, karena selain porsi yang lumayan mengenyangkan rasa dan ukuran tidak mengecewakan. Satu hal menggelikan adalah bahwa penulisan Cak Gundhol itu bermacam-macam, dari Gundhul, Gondhol, Gundhol tapi maksudnya mungkin kalau pemiliknya itu gundul kali ya. Kalau yang beginian lapor di kantor pajaknya pake nama apa yach sebenarnya hahahaha (gilee lagi makan aja masih mikir tentang pajak). Ohya Warung ini memasang tag chinese food, so sebagai peringatan bahwa mungkin bakso ini mengandung unsur hewan yang di haramkan. Tidak aku tanyakan langsung sich, tapi aku cukup yakin akan maksud tersebut. Ok kalau gitu, bagi yang berminat silahkan meluncur kesana.</p>
<p><em><span style="font-size:x-small;">"Food for all is a necessity. Food should not be a merchandise, to be bought and sold as jewels are bought and sold by those who have the money to buy. Food is a human necessity,</span><span style="font-size:x-small;"> like water and air, it should be available”. Pearl Buck (1892-1973) American Nobel Prize winning author.</span><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makanan Sehat ala Indonesia???]]></title>
<link>http://guegoblog.wordpress.com/?p=40</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 11:42:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Piko</dc:creator>
<guid>http://guegoblog.wordpress.com/?p=40</guid>
<description><![CDATA[
Buat yang hobi kuliner tentunya Indonesia merupakan salah satu surga kuliner dimana jajanan yang te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gimonca.com/indonesia/pics/bakso.jpg" alt="tukang bakso" width="194" height="159" /></p>
<p>Buat yang hobi kuliner tentunya Indonesia merupakan salah satu surga kuliner dimana jajanan yang tersedia sangat bervariasi. Namun sayangnya jajanan yang sangat beragam tersebut sering dinodai dengan ulah para penjual jajanan yang tidak memperdulikan kesehatan bagi pembeli, yakni kita. Memang tidak bisa sepenuhnya mereka kita salahkan, apalagi dengan naiknya harga BBM sekarang ini membuat penjual jajanan mencoba berbagai resep agar bisa tetap bertahan hidup walaupun terpaksa merugikan pembeli.</p>
<p>Hal seperti itu bukan lagi cerita <em>too good to be true</em>, tapi memang sudah menjadi kenyataan di sekitar kita seperti:</p>
<ul>
<li> Ayam bumbu formalin (biar kenyal…yummieee…)</li>
<li> Es batu dan es serut yang biasa dipakai untuk cendol, es teler, cincau, dan sebagainya sebenarnya berbahan air mentah yang diambil dari sungai (biar murah dan memang lebih enak karena banyak bakteri E. coli-nya…hehehe)</li>
<li> Bakso daging tikus dan celeng (kenyal-kenyal gimanaaa gitu...enak deh pokoknya)</li>
<li> Buah potong ditambah zat kimia tertentu agar kelihatan selalu segar (emang segar sih...ya gak?)</li>
<li> Bakso boraks dan formalin (mulai marak lagi nih katanya)</li>
</ul>
<p><img class="alignright" style="float:right;" src="http://www.medanku.com/visit_medan/images/es_campur.jpg" alt="Es campur" width="160" height="163" /></p>
<ul>
<li> Jajanan anak SD yang menggunakan pewarna textile (hmmm…yummiie gak seh buat anak-anak)</li>
<li> Terasi campuran formalin + pewarna textile (wah nikmat banget nih pastinya)</li>
<li> Lalapan dicampur pestisida yang over dosage (nikmat banget nih buat yang takut sama ulat)</li>
<li> Daging sapi yang sebelum dipotong disuntik air biar kelihatan besar (are we eating or drinking?)</li>
<li> Makanan kaleng yang terlalu banyak pengawetnya + kadang kalo penyok suka ada bakterinya (wuiiih…ini dia toping baru)</li>
<li> Mie pangsit menggunakan cacahan ayam sisa pasar yang sudah tidak laku dan tidak segar (kelihatannya enak-enak aja tuh)</li>
<li> Aneka macam kerupuk dan keripik dengan olahan menggunakan pewarna dan zat kimia lainnya (wah makin seru aja nih kerupuk pake bumbu banyak)</li>
</ul>
<p>Jadi gimana? Masih tertarik untuk jajan?</p>
<p>Pesan gue sih cuma 1...jangan lupa baca do'a sebelum makan...hehehehe</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[To-Do List]]></title>
<link>http://wangsacl.wordpress.com/?p=213</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:06:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ivan Wangsa C.L.</dc:creator>
<guid>http://wangsacl.wordpress.com/?p=213</guid>
<description><![CDATA[18 jam menuju Singapore, saya masih di rumah, santai-santai ngeblog.
Gak ding, mau belajar abis ini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>18 jam menuju Singapore, saya masih di rumah, santai-santai ngeblog.</p>
<p>Gak ding, mau belajar abis ini. Besok ada Ujian Sekolah PKn (Pelajaran Kurang peNting) ama Agama (yang <span style="text-decoration:line-through;">katanya </span>penting), buat kelulusan SMP.</p>
<p>Silahkan bagi yang mau mendoakan, kalau nggak juga nggak apa-apa sih...</p>
<p>Buat apa sih ke Singapore? Hm... Ada lomba. Simpel kan?</p>
<p>Selama di Singapore, 3 hari, inilah kira-kira daftar hal yang harus saya lakukan:</p>
<ul>
<li>Ngeblog gratis di Changi</li>
<li>Beli Six Sacred Stones karangan Matthew Reilly di Kinokuniya/Popular</li>
<li>Naik Singapore Flyer, Ferris Wheel terbesar di dunia, mengalahkan London Eye</li>
<li><span style="text-decoration:line-through;">Main Capsa sampe jam 12 malem</span> Nonton Air Terjun Fortune, or something like that di Suntec</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Dapat Medali, at least Perak di Senior Section SMO dan atau Open Section SMO (ngarep di Open...)</strong></span></span></li>
<li>Nyobain Es Potong di Orchard</li>
<li>Nyari Nasi Ayam Hainam (lagi)</li>
<li>Nyobain Nasi Lemak (lagi) <span style="text-decoration:line-through;">yang rasanya kurang enak</span></li>
<li>Nyobain Bakso Ikan (lagi)</li>
<li>Nyobain Kepiting di Marina Bay (ngarep)</li>
</ul>
<p>Ya ampun, kok 5 terakhir jadi makan semua yah?</p>
<p>Maklum lah, sekali-kali nyobain wisata Kuliner.</p>
<p>Jadi inget temen joking tentang acara fiktif, Kuliner Jujur.</p>
<p>Hostnya, "Makanan ini... rasanya... GAK ENAK BANGET! RASANYA KAYAK **** (disensor demi kepentingan bersama) AYAM! Udah gitu, MUAHAL!"</p>
<p>Buset, kalo ada acara kayak gitu sih, parah bener.</p>
<p>Anyway, dari semua target di atas, yang berwarna biru, yang dibold, yang di-underline, adalah yang paling penting. Karena itulah gua bisa ke Singapore. So, doakan saya untuk target yang warna biru.</p>
<p><strong>SMO tuh apaan si?</strong></p>
<p>SMO itu Singapore Mathematical Olympiad, semacam OSN di Indonesia, tapi ini di Singapore (ya iyalah, masa di Hong Kong?). Dibagi menjadi 3 section:</p>
<ul>
<li>Junior Section : Untuk anak-anak di bawah umur (lho?) 14 tahun. (ga bisa ikut, udah ketuaan. *sigh*)</li>
<li>Senior Section : Untuk anak-anak di bawah umur 18 tahun. (yang ini malah saya ikut)</li>
<li>Open Section : Bebas dan tanpa batasan umur. Yang penting masih sekolah. Mengikuti asas LUBER JURDIL (Langsung, Umum, BEbas, Rahasia, JUjuR, aDIL) (yang ini saya juga ikut, kayaknya saya cari mati banget di sini)</li>
</ul>
<p>Dan FYI, saya naik Singapore Airlines (yipee!!! Untuk pertama kalinya!!!) soalnya lagi murah banget. Maklum, promo. Hohoho...</p>
<p>Huahahaha, isi postnya jadi ngelantur gini.</p>
<p>Pokoknya, pada intinya, doakan saya, semoga dapat medali, at least Perak, at least 2 (ngarep lagi...) Ditunggu doanya...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sate, yuk?]]></title>
<link>http://klknitwit.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 05:17:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>klknitwit</dc:creator>
<guid>http://klknitwit.wordpress.com/?p=42</guid>
<description><![CDATA[There is this excellent place in Kampung Baru where I always go if I wanted some Indonesian fare. Sp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#993300;">There is this excellent place in Kampung Baru where I always go if I wanted some Indonesian fare. Specifically Sate Minang and Bakso. I asked Nicks the name of the road, but she oso dunno. It's across the street from the <em>mesjid</em> u know?  I <em>think </em>it's where that Bangunan Zainal sumthin sumthin is? and I don't even remember the name of the Restaurant, u know? Garuda sumthin? </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;">Yes, you can tell i don't drive.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;">This is going to be the shortest entry ever, because i prefer to drool than to write when it comes to food. *test droool test droool*</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3294/2502854268_ec5d2000dc.jpg" alt="bakso..." width="500" height="375" /></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;">Now, THIS is what I will have first, everytime. The bakso...</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3264/2502851918_57ac35a7ab.jpg" alt="satay minang" width="500" height="375" /></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;">Ah-ha....the satay Minang... The <em>kuah</em> is not the normal <em>kuah kacang</em>, I don't know what it's made of, but it is soooooooooo <em>sedap</em> *droool* I usually ask for extra <em>kuah</em> and spoon it into my mouth..ohh bliss!!!</span></strong></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3034/2502020013_fdec24564a.jpg" alt="avocado juice" width="375" height="500" /></p>
<p><strong><span style="color:#993300;">And of course, the whole ecstatical (<em>perkataan apa ni??) </em>experience will not be complete without this, Avocado Juice with Milo. </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#993300;">Till we meet again then. I have to stop now, because as usual, need to clean up all this drool and go thru my phonebook to <em>cari mangsa nak bawak pegi makan</em>. </span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAKSO BERACUN]]></title>
<link>http://arifmalik.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 00:15:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cak Arif</dc:creator>
<guid>http://arifmalik.wordpress.com/?p=106</guid>
<description><![CDATA[Hari jum&#8217;at siang 25 April 2008, hari yang tidak mengenakkan bagi saya dan Saiful putra saya, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari jum'at siang 25 April 2008, hari yang tidak mengenakkan bagi saya dan Saiful putra saya, karena siang  dan hari-hari berikutnya, yang seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan kunjungan ke UKM Indonesia menjadi terbengkalai.  Dikarenakan dua mangkok <a title="bakso" href="http://www.bakso-cakman.com/">bakso</a> yang beracun, memang racun disini bukan karena disengaja oleh pedagang bakso keliling itu, tapi karena kekurang tahuan pedagang bakso tentang batas penggunaan bahan tambahan.<!--more--></p>
<p>Blengg <a title="borax" href="http://www.vaksin.com/2006/0506/borax.htm">(Borax)</a> atau garam tambahan yang berfungsi untuk mengeyalkan adonan bakso, dengan ditambahkan bahan ini bakso menjadi kenyal, seperti komposisi daging dan sagu/ tapioka sebanding,  padahal karena blengg. Kalau dulu kenyal hanya karena daging, tapioka yang diuleni dengan air es aja.</p>
<p>Vitcin, memang perasa ini sekarang lebih dominan pada bakso yang beredar di masyarakat sampai lidah sampai terasa getir (kalau lidah nya peka) tapi kalau lidahnya sudah keseleo ya gak terasa.</p>
<p>Banyaknya pedagang bakso yang berkeliling di Kota Malang dengan keaneka ragaman karakter, menimbulkan segmentasi yang berbeda-beda 1) Ada yang berani mengambil keputusan kenaikan harga dengan resiko pasar yang terbatas. 2) Ada yang tidak berani mengambil keputusan macam2 akan tetapi kualitas bakso sama tapi dengan mengecilkan ukuran bakso, 3) Yang lebih parah tidak berani menaikkan harga tapi ingin tetap dengan ukuran bakso yang standar, dengan mensiasati penggunaan blengg dan vitsin untuk meningkatkan penampilan dan rasa.</p>
<p>Saya sempat berfikir bagaimana kalau semua pedagang bakso bersatu,  ini pernah saya dan rekan Lagzis kerjakan di wilayah Universitas Brawijaya Malang, yaitu semua pedagang yang berjualan di wilayah kampus kita wajibkan pakai stiker Brawijaya dan kita lakukan pembinaan terutama pengenalan bahan baku, masalah sopan santun serta budaya bersih.  Sehingga semua pedangang jualannya layak konsumsi, bahkan terkadang kalau ada acara kampus kita tinggal memanggil pedangan sekeliling, sehingga bisa sama sama berhemat.</p>
<p>Ini juga lebih mudah mengadakan pembinaan masalah  kredit karena dengan berkelompok UKM mempunyai kekuatan, karena dengan kelompok bisa dilakukan model penyaluran kredit model <a title="Grameen Bank" href="http://www.grameenfoundation.org/?gclid=CJOc662Nk5MCFRQbewodinyRTw">Grammen Bank</a> atau dengan pola tanggung renteng. Apalagi kalau ada partai politik yang menengok dan berminat maka akan jadi lain, bisa-bisa pedagang bakso bisa menjadi anggota DPRD suatu  daerah, kenapa tidak...</p>
<p>Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kekuatan kelompok bisa menjadi inspirasi kebersamaan untuk mencapai kekuatan optimal suatu usaha .... bagaimana dengan UKM di sekitar anda !!!!</p>
<p>Salam,<br />
<a title="Cak Arif" href="http://www.ctlcjatim.com">Cak Arif </a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Cuanki Mang Asep.]]></title>
<link>http://monikceltic.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:38:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>wiryanata</dc:creator>
<guid>http://monikceltic.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[
Pedagang bakso Cuanki bernama Mang Asep ini keberadaan nya di halaman Monik House tidak bisa dipred]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-110" src="http://monikceltic.wordpress.com/files/2008/04/bakso-001.jpg?w=400" alt="" width="400" height="300" /><br />
Pedagang bakso Cuanki bernama Mang Asep ini keberadaan nya di halaman Monik House tidak bisa diprediksi. Tapi jika datang, beliau biasanya nangkring sekitar jam 11.30 sampe sore menjelang maghrib. Karena keberadaannya yang rada-rada tidak berpola ini, kadang kala tempatnya nongkrong disalip oleh pedagang cuanki lainnya. Namun kebanyakan anak Setiabudhi 56 tetap lebih memilih Mang Asep dan menanti kedatangannya.</p>
<p>Kalau dirasa-rasa bakso nya Mang Asep ini kalah jauh dengan Bakso Malang Karapitan misalnya, bahan-bahan yang digunakan pun sebenarnya sudah tidak bisa disebut segar. Cuma dikala duit cuma goceng, dan mulut ingin yang gurih-gurih disiang bolong, pada akhirnya kuah berlarut vetsin inilah penawarnya.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-111" src="http://monikceltic.wordpress.com/files/2008/04/bakso-003.jpg" alt="" width="250" height="250" />Satu paket goceng isinya bakso kecil 2 biji, somay 2 biji, tahu kulit satu buah dan tahu putih satu buah. Diberi kuah secukupnya plus bumbu garam, seledri, bawang goreng dan tentunya Ajinomoto.</p>
<p>Soal rasa, tidak bisa dibilang jempolan, bahkan tidak akan ada satupun jempol terangkat. Kami terpaksa menikmatinya karena terlalu malas untuk keluar dari pelataran Setiabudhi 56, atau karena lagi akhir bulan ga ada duit jajan di The Kiosk.</p>
<p>Tetapi kami tetap berdoa semoga Mang Asep bisa "Cuan" dan "Lucky" seperti nama dagangannya Cuanki, jadi usaha nya Cari UAng jalan kaKi nya ga sia-sia.</p>
<p>Rasa : 3.9<br />
Pelayanan : full services. 7-9 tergantung mood do'i</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[aa-gim jualan mie ayam]]></title>
<link>http://andymse.wordpress.com/2008/04/08/aa-gim-jualan-mie-ayam/</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 16:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>cahsholeh</dc:creator>
<guid>http://andymse.wordpress.com/2008/04/08/aa-gim-jualan-mie-ayam/</guid>
<description><![CDATA[Gara-gara beristri dua, aa-gim bangkrut dan sekarang jualan mie ayam dan bakso. Ini buktinya&#8230;
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Gara-gara beristri dua, aa-gim bangkrut dan sekarang jualan mie ayam dan bakso. Ini buktinya...<br />
<a href="http://bp3.blogger.com/_xGfUmqQJ5qQ/R_uiKoe0WsI/AAAAAAAAApg/182BlNffkg8/s1600-h/mibaksoaagym.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_xGfUmqQJ5qQ/R_uiKoe0WsI/AAAAAAAAApg/182BlNffkg8/s400/mibaksoaagym.jpg" border="0" alt="" /></a>Wisata kuliner ini bisa kamu temui di sebelah selatan lapangan Kalisari Semarang. Dari Tugu Muda ke arah selatan kira-kira 1km. (jepretan Andy MSE 08/04/2008 jam 18.21)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Goreng &amp; Tumis Sayur Asin]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-goreng-tumis-sayur-asin/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 02:46:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-goreng-tumis-sayur-asin/</guid>
<description><![CDATA[
Bakso Goreng

Bahan:
500 gr daging ayam cincang
200 gr udang, dicincang halus
2 daun bawang, diiris]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="margin-bottom:12pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bakso Goreng</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
<strong>Bahan:</strong><strong><br />
</strong>500 gr daging ayam cincang</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">200 gr udang, dicincang halus<br />
2 daun bawang, diiris halus<br />
3 putih telur<br />
100 gr tepung sagu<br />
1 1/2 sendok teh garam<br />
1/2 sendok teh merica<br />
1/4 sendok teh gula</span></p>
<p><strong>Cara membuat</strong>:<br />
Semua bahan dijadikan satu, aduk sampai rata. Panaskan minyak untuk menggoreng, cemplungkan adonan bentuk bulat-bulat. Goreng sampai masak dan kecoklatan. Tiriskan dan hidangkan.</p>
<p><em><span style="font-style:normal;">Catatan: kalau mau lebih banyak putih telur juga boleh. Dicoba digoreng sedikit dulu, lalu cicipi. Kalau kurang kenyal bisa ditambahi sagu.</span></em><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
<strong>Tumis Sayur Asin</strong></span></p>
<p><strong>Bahan:</strong><strong><br />
</strong>250 gr sayur asin<br />
400 gr tahu<br />
50 gr udang segar<br />
200 gr taoge segar<br />
500 cc air<br />
1000 cc santan<br />
2 sendok teh garam<br />
1 sendok teh gula</p>
<p><strong>Bumbu yang dihaluskan</strong>:<br />
5-6 butir bawang merah, atau 1/2 bagian bawang bombay<br />
2 buah cabai merah, atau 1/4 bagian bell pepper merah</p>
<p><strong>Cara membuat</strong>:<br />
1. Sayur asin dicuci bersih, lalu diiris. Tahu digoreng tapi jangan sampai terlalu kering. Udang segar dicuci bersih, buang kulitnya.<br />
2. Bumbu yang sudah dihaluskan ditumis dengan 1-2 sendok makan minyak di panci yang cukup besar. Tumis sampai wangi, lalu masukkan udang, aduk sampai udang berubah warna. Tambahkan sayur asin dan air. Didihkan.<br />
3. Masukkan santan, masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah. Didihkan lagi, lalu masukkan tahu goreng, garam dan gula. Cicipi. Setelah itu baru masukkan taoge. Hidangkan.</p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:Tahoma;">Catatan: dua masakan ini biasanya dihidangkan bersama dan dimakan dengan sambal ulek. </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAKSO MALANG]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-malang/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 02:43:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-malang/</guid>
<description><![CDATA[
BAHAN BAKSO:
350 gr daging sapi yang segar
50 gr tepung sagu
100 cc air es
1 butir telur
4 siung ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;color:#993399;font-family:Tahoma;">BAHAN BAKSO:<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">350 gr daging sapi yang segar<br />
50 gr tepung sagu<br />
100 cc air es<br />
1 butir telur<br />
4 siung bawang putih<br />
1/2 sdt merica<br />
3 sdt garam</span></p>
<p><strong><span style="color:#993399;">KUAH:<br />
</span></strong>2 liter air<br />
600 gr lutut sapi/tulang sapi<br />
6 siung bawang putih<br />
1/2 sdt merica<br />
2 batang daun bawang, iris<br />
3 sdt garam</p>
<p><strong><span style="color:#993399;">PELENGKAP:<br />
</span></strong>10 lembar kulit pangsit, goreng<br />
150 gr mi kuning basah<br />
10 tahu goreng, serong, toreh sedikit<br />
Bawang goreng secukupnya<br />
Sambal rebus</p>
<p><strong><span style="color:#993399;">CARA MEMBUAT:<br />
</span></strong>1. Buat bakso: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Giling daging hingga halus. Campur dengan tepung sagu, bumbu halus, telur, dan<br />
air es. Aduk rata sambil dibanting-banting. Ambil 1/3 adonan untuk isian tahu.<br />
2. Didihkan air, lalu matikan apinya. Buat bulatan bakso dua macam, satu besar dan satu kecil. Celupkan dalam rebusan air. Lakukan sampai habis.<br />
3. Masak kembali hingga baksonya mengapung, angkat, tiriskan.<br />
4. 1/3 adonan bakso masukkan dalam tahu. Kukus sebentar.<br />
5. Buat kuah: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Didihkan air, bum<br />
bu, dan tulang, masak hingga mendidih, saring. Taburi daun bawang, angkat.<br />
6. Siapkan mangkuk, tata mi, bakso, dan tahu. Tuangi dengan kuahnya, taburi daun bawang, dan bawang goreng. Sajikan dengan pangsit goreng dan sambal rebus.</p>
<p><strong><span style="color:olive;">Untuk: 6 orang.</span></strong></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man]]></title>
<link>http://blogkage.wordpress.com/?p=127</link>
<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 00:02:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogkage</dc:creator>
<guid>http://blogkage.wordpress.com/?p=127</guid>
<description><![CDATA[WARALABA
Tabloid KONTAN No. 10, Tahun X, 12 Desember 2005
Bakso Malang Penebar Untung
Menjajal tawar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>WARALABA</b><br />
Tabloid KONTAN No. 10, Tahun X, 12 Desember 2005</p>
<p>Bakso Malang Penebar Untung<br />
<b>Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man</b></p>
<p>Sukses di Malang, tempat asalnya, Bakso Kota Cak Man menawarkan waralaba di kota-kota lain. Cak Man, si pemilik waralaba, akan turun langsung untuk memastikan terwaralaba berjalan lancar. Maka, dengan modal sekitar Rp 100 juta, terwaralaba bisa menikmati laba bersih sekitar 20% dan balik modal dalam setahun.</p>
<p>Berkunjung ke Malang, Jawa Timur, rasanya kurang lengkap kalau tak mencicipi bakso khas kota apel ini. Ada banyak bakso legendaris di sini. Sebut saja Bakso Stasiun dikawasan stasiun Malang dan Bakso President yang umurnya sudah puluhan tahun. Tapi, jika benar-benar hendak menjajal kenikmatan bakso asli Malang, biasanya arek Malang dan pendatang tak akan melewatkan Bakso Kota, atau yang lebih dikenal dengan nama Bakso Cak Man.</p>
<p><!--more-->Abdurahman Toekiman, pemilik sekaligus pendiri Bakso Kota, barangkali tak mengira usahanya bakal sesukses sekarang. Hampir 25 tahun silam, ketika dia meninggalkan tanah kelahirannya Trenggalek, dan merantau ke Malang, niatnya hanya memperpanjang hidup. Berawal dari ikut jualan pada juragan bakso, tak sampai lima tahun, lelaki yang akrab disapa Cak Man itu sudah bisa menyewa tempat dan punya gerobak sendiri. Setelah beberapa kali berpindah lokasi gara-gara diusir tramtib, dari sebuah garasi rumah, Bakso Kota kini sudah memiliki enam gerai di Malang.</p>
<p>Ada yang khas dari bakso buatan Cak Man. Umumnya, kiblat jagat bakso adalah Solo. Bakso Solo umumnya terdiri dari bulatan bakso kasar atau halus, mi kuning atau putih, dan kuah segar. Nah, Cak Man justru merintis kiblatnya sendiri. Bakso buatannya bukan cuma berisi bakso dan mi, melainkan juga bakwan, paru, ati, tahu, siomay, usus ayam, telur, bahkan lontong. "Sampai saat ini, saya sudah memiliki 14 macam produk pengisi mangkuk yang bisa dipilih sendiri oleh pelanggan," jelasnya. Oh, ya, Anda cukup bayar menu yang Anda pilih. Kuah baksonya gratis.</p>
<p>Sukses di Malang, setahun terakhir, Bakso Kota mulai merambah ke kota-kota lain. Dimulai di Jakarta dan sekitarnya, belakangan gerai bakso ini merangsek ke Jogja, Kediri, dan terakhir Samarinda. Pengembangan bisnis di luar Malang ini menawarkan sistem waralaba (franchise). "Dengan keuntungan kotor 40% dari omzet, investor bisa balik modal paling lama dua tahun," ungkapnya.</p>
<p>Untuk menjadi terwaralaba, Anda harus menyetor franchise fee Rp 50 juta selama lima tahun. Plus, sediakan pula modal awal sekitar Rp 50 juta. Selebihnya, setelah kedai bakso buka, maka terwaralaba harus setor royalty fee 5% dari omzet.</p>
<p>Selain persyaratan duit, ada beberapa persyaratan penting lain yang ditetapkan lelaki lulusan SD itu. Salah satu syarat utama adalah mitranya harus muslim. "Saya ingin menjamin bakso saya tetap halal," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Cak Man akan turun langsung untuk mengecek kelayakan si terwaralaba. Mulai dari menyurvei kelayakan lokasi usaha, memeriksa kondisi pasar, pasokan bahan baku, dan pesaing terdekat. Soal pasar, Cak Man akan menolak jika terwaralaba ingin membidik satu segmen tertentu, misalnya mahasiswa. Ini akibat pengalamannya dulu saat membuka Bakso Kota di kawasan kampus. Belakangan gerai itu tutup karena merugi. "Dari hitungan hari dan waktu efektif untuk jualan sama sekali tak memungkinkan," jelasnya.</p>
<p>Jika semua kriteria sudah terpenuhi, barulah Cak Man bersedia menerima permohonan si terwaralaba. Kata Cak Man, dia sengaja membuat persyaratan yang ketat dan turun langsung mengecek karena tak ingin gerai terwaralaba kelak merugi. "Saya tak ingin mengecewakan mitra. Kerja sama kita harus membuahkan hasil yang bagus," tandasnya.</p>
<p><b>Meracik rasa sesuai dengan lidah setempat</b></p>
<p>Untuk mempertahankan kualitas Bakso Kota sesuai dengan aslinya, Cak Man menempatkan karyawannya untuk bagian produksi. Tugas mereka adalah belanja bahan baku dan mengolah bahan baku. Untuk daging sapi bahan bakso, misalnya, Cak Man menentukan spesifikasi tersendiri dan langsung berhubungan dengan pemasok setempat. "Untuk membuat bakso yang enak, dagingnya harus diambil dari daging sapi tertentu dan harus segar," jelasnya. Dari hasil survei langsung, Cak Man juga bakal meracik rasa khusus untuk kuah bakso sesuai dengan lidah dan selera setempat.</p>
<p>Keperluan belanja semua bahan baku memang ditanggung terwaralaba. Lewat orangnya, Cak Man hanya memastikan hasil olahan baksonya harus sesuai dengan standar Bakso Kota. Untuk bumbu kuah, terwaralaba harus membeli langsung ke Cak Man. "Kami akan memasok racikan bumbu jadi dengan resep khusus. Mitra tinggal mencampurnya dengan air sesuai dengan takaran," tuturnya. Untuk menjaga keteraturan pasokan, Cak Man mewajibkan mitra untuk menyetor deposito 60% dari harga bumbu. "Jumlahnya kecil, kok. Rp 100.000 bisa untuk sebulan," ungkapnya.</p>
<p>Harga per item isi mangkuk memang beragam. "Tergantung dari biaya bahan baku dan besar kecil investasinya," kata Cak Man. Untuk menjamin supaya produknya tak dianggap kemahalan oleh konsumen, Cak Man bersama mitranya akan menentukan besaran harga per item-nya. "Kita tak ingin pengembalian investasi lambat gara-gara harga bakso terlalu murah," tuturnya. Yang pasti, harganya bervariasi dari Rp 500 sampai Rp 12.000 per item. "Harga sebesar itu bisa menjangkau dari pelajar, mahasiswa, sampai karyawan," katanya.</p>
<p>Risiko usaha waralaba Bakso Kota ini, menurut Gatot Sujono, yang dipasrahi mengurusi manajemen waralaba, hampir tak ada. "Nama produk Bakso Kota sudah cukup kuat. Setiap produk baru yang dibuat bakal diterima pasar," ungkapnya. Dengan asumsi margin kotor yang didapat 40%, dari pengalaman selama ini, untung bersihnya bisa mencapai 20%.</p>
<p>Lantas, apa bukti waralaba ini menguntungkan? "Ada mitra yang selama ini sudah mengambil hak waralaba mengajukan lagi untuk di tempat lain," jelasnya.</p>
<p>Salah satu yang telah mengenyam untung dari waralaba ini adalah PT Kharisma Datayu Raya yang punya gerai di Plaza Semanggi. Dengan modal awal sekitar Rp 100 juta, setelah 10 bulan berjalan, target balik modal di tahun pertama tampaknya bakal tercapai. "Porsi Bakso Kota ini bisa untuk semua umur," puji Ardantya Syahreza, Presiden Direktur PT Kharisma Datayu Raya.</p>
<p>Dalam waktu dekat, Ardantya bakal membuka satu gerai lagi di Cibubur Junction. "Saya yakin, lidah kita tak pernah bohong. Walaupun ada makanan impor, tetap saja doyan makanan lokal," tandasnya. Tantangannya: sesama makanan lokal pun bersaing ketat, Cak!</p>
<p>+++++</p>
<p><b><font color="Blue">Bakso Kota dari Orang Desa</font></b></p>
<p>Nama Bakso Kota, yang dipilih Abdurahman Toekiman untuk usahanya, menggambarkan perjuangannya sebagai orang desa yang sukses di kota. Lahir di Trenggalek, Jawa Timur, Cak Man, begitu nama bekennya, pertama kali merantau ke Malang sebagai penjaja bakso pikulan. Lantaran juragannya bangkrut, Cak Man dititipkan ke juragan lain. Bedanya, sekarang dia membawa gerobak bakso dorong. Dari juragan kedua ini, Cak Man menggali seluk-beluk berbisnis bakso, mulai dari belanja dan memilih bahan baku sampai meracik bumbu.</p>
<p>Keinginan untuk mandiri mulai terpupuk. Tiga tahun bekerja pada juragan bakso, Cak Man memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan modal awal Rp 77.000. Tahun 1984, dia menyewa tempat jualan bakso yang ditinggalkan pemiliknya. Setelah beberapa kali berpindah tempat, dalam dua tahun, Cak Man sudah memiliki 12 gerobak bakso.</p>
<p>Nama Bakso Kota semakin mengharum. Maka, sejak 1990, Cak Man mulai membuka beberapa gerai di Malang. Kini, setelah 25 tahun berdagang bakso, Cak Man mulai menyebar wangi gerai baksonya ke kota lain.</p>
<p><b> Bagus Marsudi</b></p>
<p>Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di <a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=681a9010877aaf6fbeb01cc54d4debea" target="_blank"><b>SINI</b></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Embong Wungu]]></title>
<link>http://ciha.wordpress.com/?p=13</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 06:38:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>ciha</dc:creator>
<guid>http://ciha.wordpress.com/?p=13</guid>
<description><![CDATA[Buat pecinta bakso, ada bakso yang lumayan enak nih di jalan embong wungu. Deketnya SMU Petra. Rame ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:8pt;font-family:'verdana';">Buat pecinta bakso, ada bakso yang lumayan enak nih di jalan embong wungu. Deketnya SMU Petra. Rame banget, sampe antri2 [kalo pas jam makan siang]. Rp. 5.000 semangkuk. Ada goreng, pentol kecil, pentol isi telur puyuh, tahu. Bawangnya kerasa banget. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:'verdana';">Untuk menu minumannya cuman ada teh botol, estea dan frutea. Namun, kita bisa bikin es lemon tea sendiri. Caranya tinggal beli estea/teh botol, terus tambahin air jeruk nipis, jadilah lemon tea. Hehehehe. Cobain aja.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Iso Enak di Jogja]]></title>
<link>http://mustfree.wordpress.com/2008/03/25/bakso-iso-enak-di-jogja/</link>
<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 03:49:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>mustfree</dc:creator>
<guid>http://mustfree.wordpress.com/2008/03/25/bakso-iso-enak-di-jogja/</guid>
<description><![CDATA[Ini tulisan pertama dalam katagori kuliner  
Bagi anda yang suka makan bakso, di jogja ada satu temp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan pertama dalam katagori kuliner :-)</p>
<p>Bagi anda yang suka makan bakso, di jogja ada satu tempat makan bakso yang enak. Lokasinya di sekitar stasiun lempuyangan, tepatnya di jalan hayam wuruk (nomornya lupa), mangkal di depan kantor CNI. Bukanya sore, mulai jam 4an sampai malam jam 9an.<br />
Baksonya dari daging sapi, rasanya gurih, terasa banget daging sapi-nya, empuk, dan yaang spesial adalah tambahan iso (usus) sapi yang bikin rasanya makin gurih. Minggu kemarin kesana harganya udah naik jadi 6rb semangkuk..sebelumnya 5rb.</p>
<p>Saya rekomended tempat ini..silakan dicoba. :-)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jogja Hujan Bakmi Bakso]]></title>
<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/24/jogja-hujan-bakmi-bakso/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 04:57:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sstkr</dc:creator>
<guid>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/24/jogja-hujan-bakmi-bakso/</guid>
<description><![CDATA[24/03/2008 09:24:08 l ACARA ”Jogja Hujan Bakmi Bakso” di JEC, Sabtu 22-3-2008 meriah. Tiap peng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="date2">24/03/2008 09:24:08</span> <span style="margin-right:5px;padding:5px;">l ACARA ”Jogja Hujan Bakmi Bakso” di JEC, Sabtu 22-3-2008 meriah. Tiap pengunjung gratis makan mi-ayam dan bakso, yang disediakan 1000 pedagang mi-bakso se-DIY. Banyak pengunjung sangat kekenyangan. Ada yang sudah makan 4 porsi mi dan bakso, masih minta dibungkuskan beberapa porsi! Wah, mentang-mentang gratis!—(Kiriman: Sudjatmaka, RT 42 RW 10 Dalem, Purbayan, Kotagede, DIY 55173)-f </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Kepiting]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/24/bakso-kepiting/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:53:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/24/bakso-kepiting/</guid>
<description><![CDATA[
Bahan:
½ kg udang, buang kulit, cincang halus
5 ekor kepiting, rebus ± 15 menit, ambil isinya
1 b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Bahan:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ kg udang, buang kulit, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">5 ekor kepiting, rebus ± 15 menit, ambil isinya</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 buah wortel, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 ikat daun bawang, iris halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">2 siung bawang putih, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 butir putih telur</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ sdt garam</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 sdm gula pasir</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ sdt merica</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">2 sdt minyak wijen</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ sdm kecap asin</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">4 sdm tepung maizena (jagung)</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">2 lembar kulit tahu</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">minyak secukupnya untuk menggoreng</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Cara Membuat:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Campur semua bahan kecuali kulit tahu menjadi satu.  Uleni hingga merata.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Bentuk adonan bakso bulat-bulat dengan diameter 2-3 cm.  Kemudian bungkus bulatan bakso dengan kulit tahu.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kukus bakso selama 15 menit.   Angkat dan sisihkan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Panaskan minyak banyak di dalam wajan dengan api besar.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Goreng kukusan bakso hingga berwarna kekuningan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Angkat dan siap dihidangkan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Untuk 15-20 bakso.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
