<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bahasa &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/bahasa/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bahasa"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 07:31:41 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bahasaku dan bahasamu]]></title>
<link>http://kidungjingga.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 01:40:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>kidungjingga</dc:creator>
<guid>http://kidungjingga.wordpress.com/?p=59</guid>
<description><![CDATA[Dia: Yang&#8230; bee kayaknya ga jadi pergi&#8230;
Saya: Nape?
Dia: deu&#8230;. mba! mba&#8230;! cow]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dia: Yang... bee kayaknya ga jadi pergi...</p>
<p><em>Saya: Nape?</em></p>
<p>Dia: deu.... mba! mba...! cowoknya orang betawi yah? (dengan nada mengejek)</p>
<p><em>Saya: Bukan ah, dia setengah Gorontalo setengah Cirebon. Tapi dia ga bisa bahasa Gorontalo ataupun Cirebonan. Biasanya sih dia ngomong pake bahasa indo, karena katanya dia lahir juga gede di Bekasi. Tapi dia juga bisa loh ngomong pake bahasa sunda, soalnya dia sekarang tinggal di tanah sunda. Tapi mendingan ga usah denger dia ngomong bahasa sunda deh, soalnya bahasa sundanya ga bisa dipertanggungjawabkan!</em></p>
<p>Dia: Hehe... duasssarrr!! ga mau kalah!</p>
<p><em>Saya: Tapi ngaku kan? hi..hi..hi.. Eh iya bee, tadi mau ngomong apa?</em></p>
<p>Dia: Ga jadi!</p></blockquote>
<p><a href="http://www.moappp.org/Documents/LTM/LetsTalk_graphic1.png"><img class="alignleft" src="http://www.moappp.org/Documents/LTM/LetsTalk_graphic1.png" alt="" width="248" height="172" /></a></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Hanya sedang ingin menyindir diri sendiri juga Bee...</p>
<p>Mmmmhh.... kira-kira mungkin ga ya, bahasa daerah kita yang sedemikian kaya, sewaktu-waktu di-claim negara tetangga juga? Heheh...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kata "makan" dalam bahasa  Jawa]]></title>
<link>http://jejakcandra.wordpress.com/?p=26</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 15:57:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Candra</dc:creator>
<guid>http://jejakcandra.wordpress.com/?p=26</guid>
<description><![CDATA[Artikel ini akan membahas tentang kekayaan bahasa jawa khusus untuk kata makan. Mungkin   dalam bah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Artikel ini akan membahas tentang kekayaan bahasa jawa khusus untuk kata makan. Mungkin   dalam bahasa lain untuk mengatakan kata yang berarti "makan" hanya ada satu atau dua kata saja., Namun, dalam bahasa jawa, kata yang menunjukan arti ini sangat banyak dan digunakan pada orang atau situasi yang berbeda. Jika anda bukan orang jawa, maka artikel ini bisa menjadi wawasan baru bagi anda. Artikel ini penting, apalagi bagi anda anda yang ingin menikah dengan orang jawa. Jangan sampai anda bilang "bu wis <em>nyekek</em> durung?" ke (calon) mertua kalo anda tidak mau di pecat menjadi (calon) menantu.</p>
<p>Bahasa jawa adalah bahasa yang mempunyai tingkatan dalam penggunaanya. Secara umum (kalo salah tolong benerin ya, bagi yang sama sama jawa) bahasa jawa di bagi menjadi tiga, ngoko, krama, dan krama inggil. Bahasa ngoko biasanya dipakai oleh rakyat jelata pada umumnya atau pada teman yang sudah akrab dan sebaya. bahasa Krama biasanya dipakai untuk bicara pada orang yang lebih kita hormati atau orang yang belum kita kenal, misal ketika berbicara kepada orang tua, guru atau sahabat baru. Sedangkan bahasa krama inggil biasanya dipakai di kraton, acara resmi atau ketika kita berbicara kepada pejabat.</p>
<p>Langsung saja, dalam bahasa jawa minimal ada 6 kata yang berarti makan. kata-kata itu diantaranya, <em><strong>nothol, mbadhok, nyekek, mangan, maem dan daha</strong></em>r. Biar ga bingung  nih contoh penggunaannya.</p>
<p><strong>nothol</strong>, dipakai HANYA untuk hewan unggas seperti ayam, merpati dan hewan unggas lainnya</p>
<p>"<em>Pitik-ku agi <strong>nothol</strong>i jagung </em>" (ayam saya sedang makan jagung)</p>
<p><strong>mbadok,</strong> logat  Kasar, dipakai disekitar tegal dan banyumasan.</p>
<p>contoh:" <em>Wis pada <strong>mbadog</strong> urung, aq kencot je</em>."(sudah pada makan belum, saya lapar nih)</p>
<p><strong>nyekek</strong>, logat kasar, sama seperti mbadog</p>
<p>contoh:<em>" Kuwe pada <strong>nyekek</strong></em><em> apa, ketone koh enak temen</em>"</p>
<p>(Sedang makan apa sih, kayaknya enak banget)</p>
<p><strong>mangan</strong>, dipakai umum, namun JANGAN memakai kata ini untuk orang tua atau orang yang kita hormati</p>
<p>contoh: "Kowe <strong><em>mangan</em></strong> apa? " (kamu makan apa? )</p>
<p><strong><em>maem</em></strong>, biasanya sih di pakai kalo lawan bicara kita anak kecil atau pembicaraan antar anak kecil</p>
<p>contoh:<em> "Aku  <strong>maem</strong></em><em> lawuh iwak</em> " (saya makan dengan lauk ikan)</p>
<p><strong>Dhahar</strong>, biasanya dipakai kalo lawan bicara adalah orang yang kita hormati, misal orang tua kita,</p>
<p>contoh : <em>"Ibu sampun dhahar dereng</em>"? ( Ibu sudah makan apa belum?)</p>
<p>Nah, itu saja ya. Harap maklum kalo kebanyakan contohnya pake bahasa jawa banyumas, karena saya sendiri dari sana. Kalo anda ingin menanyakan bagaimana mengatakan sesuatu dalam bahasa jawa, tulis aja di komentar ya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hancock dan bunderan HI]]></title>
<link>http://scortum.wordpress.com/?p=88</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 10:33:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>noel</dc:creator>
<guid>http://scortum.wordpress.com/?p=88</guid>
<description><![CDATA[Semalam nonton Hancock. Filmnya lumayan bagus, walau efek nya masih kurang gitu. Serasa ga sabar men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam nonton Hancock. Filmnya lumayan bagus, walau efek nya masih kurang gitu. Serasa ga sabar menanti Hellboy yang baru hihi... dari trailer nya kelihatan wah tuh efeknyaa..</p>
<p>Sebenernya, nonton Hancock rada-rada ketipu. Secara dalam gambar nya itu kacamata Will Smith ada bunderan HI nya. Waaaahh, sejak kapan Jakarta jadi latar film Hollywood! Maka dengan semangat pengen nonton bunderan HI di Hancock (aduuh, betapa bodoh dan naifnya dirikuww! Padahal tiap hari juga lewat situ..Najis tralala!) saya beli tiket dan nonton di studio 1 Djakarta Theater XXI jam 21:25. Hihihi, awalnya pas nonton berasa mau nuntut aja nih produser atau apanya lah, soale ga ada Jakarta-jakarta nya sama sekaliiii.. But setelah lewat pertengahan film, baru tenang. Soale humor di filmnya lumayan mengibur. Jadi ga nyesel sudah habisin 15K hihihi...</p>
<p>Buat, belum nonton dan penasaran dengan gambar-gambar yang dipajang di studio-studio 21 atau XXI, jangan berharap lihat bunderan HI ya! Tapi, bisa berharap dapat suguhan film superhero dengan kisah cinta tragis hihihi. Ya iyalaaah, kalau Superman kelemahannya di Kryptonite, Hancock kelemahannya ada diiii... ceweknyaaa! Bayangin aja, dia jadi lemah dan hilang kekuatannya kalau ada didekat si cewek and vice versa. So, gimana mau ada percintaan romantiiisss.. hihi.. yang ada tragis gituu.</p>
<p>Btw, si cowok PR itu, beruntung banget ya, kalo dia dah tua, bininya ga ikut-ikut tua! Huahaha. Daun muda forever deh...</p>
<p>Eh, kalau saya mau ikut-ikutan kasih rating sih, yaaa 5 out of 10 lah ya.. Soale, kan kasian bo.. masa idup mortal, tapi ga pake cinta, membosankaaaannnnn!!! Apalagi kalo meliat kerelaan untuk melepas kekasih demi teman baik... BOLLYWOOD JADUL BANGET!</p>
<p>.</p>
<p>..</p>
<p>...</p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Canicula :: Han COCK... Teteup ga jauh-jauh.. hihihi...</strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Megawati: Golput? Out from Indonesia!]]></title>
<link>http://djunaedird.wordpress.com/?p=789</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 16:24:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>djunaedird</dc:creator>
<guid>http://djunaedird.wordpress.com/?p=789</guid>
<description><![CDATA[Membaca Kompas.Com soal pernyataan Megawati tentang Golput, saya jadi merinding dan sekaligus merada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/megawati_kompas_com.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-790" src="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/megawati_kompas_com.jpg?w=298" alt="" width="298" height="225" /></a>Membaca Kompas.Com soal pernyataan Megawati tentang <a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/05/21241680/megawati.golput.tak.boleh.jadi.wni.">Golput</a>, saya jadi merinding dan sekaligus meradang. Meskipun saya bukan penggagas Golput, namun jelas-jelas saya kaget. Politikus sekaliber Megawati melontarkan pernyataan yang konyol. Katanya "Orang-orang golput  seharusnya tidak boleh menjadi WNI, karena mereka menghancurkan sistem dan  tatanan demokrasi serta perundang-undangan di negara ini," katanya di hadapan  ribuan pendukung dan simpatisan pasangan tersebut.</p>
<p>Ketua Umum DPP PDI Perjuangan  Megawati Soekarnoputri menegaskan warga yang sengaja tidak menggunakan hak  pilihnya (golongan putih/golput) baik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada)  maupun pemilihan umum (pemilu) semestinya tidak boleh menjadi Warga Negara  Indonesia (WNI).</p>
<p>Hal tersebut  ditegaskan Megawati saat menjadi juru kampanye untuk pasangan calon gubernur dan  wakil gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu - Said Assagaff (RASA) pada  kampanye putaran terakhir di lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu.</p>
<p>Menurut dia, sengaja menjadi golput  sangat bertentangan dengan Undang-undang dan menghancurkan tatanan demokrasi di  Indonesia.</p>
<p>"Salurkan aspirasi dan hak politik  kalian semua sesuai undang-undang yang berlaku. Jangan mengikuti ajakan sesat  untuk menjadi golput. Silakan ikut menentukan nasib dan masa depan Maluku, serta  masa depan Bangsa Indonesia," katanya.</p>
<p>Gagasan Golput adalah gagasan sesat. Apa betul itu ucapan yang keluar dari niat dan nurani yang tulus. Jangan-jangan itu adalah suara roh Orde Baru. Ingin tahu saya, literatur apa yang dijadikan rujukan oleh beliaunya ini.</p>
<p>Memilih atau tidak memilih adalah merupakan hak prerogatif warga negara. Hak mana yang digunakan oleh pemiliknya, adalah mutlak wewenangnya. Tak bisa dipaksa, walau diiming-imingi oleh segebok uang.</p>
<p>Kalau yang dipilih ternyata justru membawa kesengsaraan bagi sebagian besar penduduknya, justru ia turut andil di dalam menjerumuskannya. Maka, bagi yang punya pemikiran yang jernih, Golput merupakan salah satu pilihan terbaik di antara pilihan lain yang terjelek.</p>
<p>Apalagi sistem pemilihan umum yang berlaku di Indonesia ini adalah pemilihan yang semu. Semu? Ya, soalnya rakyat tidak bebas memilih. Mereka hanya dipilihkan oleh partai-partai yang ada. Bukan bebas memilih sendiri.</p>
<p>Jadi, sebetulnya siapa yang sesat dalam hal ini?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahasa Arab Juz 1]]></title>
<link>http://gudangebook.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 16:17:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>gudangebook</dc:creator>
<guid>http://gudangebook.wordpress.com/?p=10</guid>
<description><![CDATA[berikut saya upload seri belajar bahasa arab, semoga bermanfaaat

download here 
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>berikut saya upload seri belajar bahasa arab, semoga bermanfaaat<br />
<a href="http://s278.photobucket.com/albums/kk108/kamsiphoto/?action=view&#38;current=bahasaarabbuku1.jpg" target="_blank"><img src="http://i278.photobucket.com/albums/kk108/kamsiphoto/bahasaarabbuku1.jpg" border="0" alt="juz 1"></a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=crCilZelcayhnOKnaaqhkZSsZqqdmpas9">download here </a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bisa Bahasa Inggris Tanpa Kursus!]]></title>
<link>http://ramadhanchan.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 14:10:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ramadhanchan</dc:creator>
<guid>http://ramadhanchan.wordpress.com/?p=20</guid>
<description><![CDATA[Dari judulnya saja kalian pasti akan tahu apa yang akan saya bahas dalam artikel ini&#8230;ya kan?
K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dari judulnya saja kalian pasti akan tahu apa yang akan saya bahas dalam artikel ini...ya kan?</p>
<p>Kemampuan berbahasa inggris tampaknya sudah menjadi suatu keharusan bagi mereka yang ingin mengejar jenjang karir yang tinggi ataupun mereka yang ingin tamppil intelek, cerdas dan modern didepan orang lain.</p>
<p>Nilai bahasa inggris di rapor boleh 8 atau 9, tapi saat diajak ber cas cis cus dalam bahasa inggris, hanya bia jawab yes atau no...hehehehe gak mau kan?</p>
<p>Pelajaran b.inggris di sekolah tidak cukup untuk menjadikan kita fasih berbahasa inggris,perlu sumber lain untuk menambah wawasan berbahasa inggris kita, maka bagi banyak orang, kursus adalah solusinya, tapi bagi banyak orang juga, kursus bukan solusi sebenarnya, keterbatasan dana menjadi benturan utama.</p>
<p>Karena itu saya akan coba ungkap, beberapa siasat fasih berbahasa inggris tanpa kursus. Selamat membaca...</p>
<p><strong>Persiapan Satu</strong> ---&#62; Yakinkan diri bahwa kita akan serius untuk belajar bahasa inggris.</p>
<p><strong>Persiapan Dua</strong> ---&#62; Beranikan diri untuk mempraktikan apa yang telah dipelajari.</p>
<p><strong>Persiapan Tig</strong>a ---&#62; Jangan malu bertanya kepada orang yang telah mumpuni dalam berbahasa inggris.</p>
<p>Siappp? lanjuttt....</p>
<p><strong>Siasat Satu ----&#62; Reading</strong></p>
<p>Tentunya banyak membaca teks berbahasa inggris, sumbernya sangat banyak, bisa dari buku pelajaran bahasa inggris, koran lokal berbahasa inggris, buku cerita atau media apapun yang penting memiliki teks bahasa inggris. Internet adalah sumber tak terbatas untuk ditelusuri. Saya akui, bagi kita yang belum lancar berbahasa inggris dengan simpanan <em>vocabulary</em> yang terbatas, <em>reading</em> menjadi sesuatu hal yang sangat melelahkan, bukan hanya karena belum terbiasa tapi juga capek untuk bolak-balik buka kamus. Tapi jika sudah terbiasa, reading menjadi sesuatu yang mengasyikkan, percaya deh!</p>
<p><strong>Siasat Dua ----&#62; Speaking</strong></p>
<p>Ambil bacaan bahasa inggris favorit anda, lalu bacakan dengan nyaring. Belajar berbicara dengan menggunakan bahasa inggris walau mungkin hanya kata-kata sederhana didepan cermin, belajar berimajinasi saat melakukannya, seolah anda adalah mahasiswa beasiswa yang sedang belajar di luar negeri dan sedang memperkenalkan diri kepada teman-teman anda, atau sedang berdiskusi dengan teman luar negeri anda. Lakukanlah walau itu berkesan konyol! Ingat pepatah "Alah bisa karena biasa". Anda pun bisa belajar pengucapannya dengan memperhatikan berita-berita berbahasa inggris yang biasa disiarkan di TV (Metro TV misalnya) ataupun siaran radio berbahasa inggris (RRI juga menyiarkan!), perhatikan bagaimana sang pembaca berita mengucapkan suatu kata.</p>
<p><strong>Siasat Tiga ----&#62; Listening</strong></p>
<p>TV dan radio adalah sumber untuk belajar bahasa inggris yang tak habis untuk dipelajari. Berita bahasa inggris, lagu berbahasa inggris, dan iklan berbahasa inggris menjadi sumber listening yang tak terbantahkan. Sulit memang karena kita akan kebingungan dengan apa yang sedang diucapkan, hal ini karena telinga kita belum terbiasa untuk mendengar kata-kata berbahasa inggris dan juga vocabulary yang masih kurang, jadi tingkatkan kedua aspek tersebut untuk melancarkan bahasa inggris kita. Sulit tapi tidak mustahil!</p>
<p><strong>Siasat Empat ----&#62; Writing</strong></p>
<p>Belajarlah untuk mengungkapkan hal-hal sederhana dengan bahasa inggris lalu tuliskanlah, hal ini akan sangat mengasah logika berbahasa kita. Kalau kita masih belum terbiasa untuk <em>writing, </em>hal ini mungkin bisa dicoba, cobalah menyalin ulang bacaan bahasa inggis favorit anda, semakin anda terbiasa, semakin anda terpikat untuk melancarkan bahasa inggris anda.</p>
<p>Siasat Lima ----&#62; Project</p>
<p>Buatlah suatu projek untuk menggali lebih dalam kemampuan anda dalam berbahasa inggris, misalnya</p>
<p>@ Menterjemahkan suatu artikel atau buku dalam bahasa bahasa indonesia ke bahasa inggris</p>
<p>@ Buat suatu pidato berbahasa inggris dan deklamasikan di depan cermin</p>
<p>@ Buat terjemahan suatu lagu inggris kedalam bahasa indonesia</p>
<p>@ Buat target untuk membaca suatu artikel / buku berbahasa inggris sampai habis dan tentu anda mengerti isinya</p>
<p>Saat anda mengukur kemampuan anda tersebut, anda akan berdecak kagum dengan apa yang anda raih.</p>
<p>Oh ya, saya sangat menyarankan sekali untuk masuk ke link ini <a href="http://www.bbclearningenglish.com" target="_blank">bbclearningenglish.com</a>, situs milik bbc yang sangat saya sukai untuk belajar bahasa inggris, semua sumber  untuk reading, writing, listening, grammar dan vocabulary tersedia secara lengkap untuk diunduh (download) dan selalu up date dengan perkembangan bahasanya.</p>
<p>Jadi untuk bisa bahasa inggris tidak harus mahal selama ada kemauan untuk belajar dan maju...</p>
<p>Hargailah dan rayakanlah atas apa yang telah anda bisa anda capai!</p>
<p>Selamat belajarrrrrr... :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bersepeda ke Kaliurang]]></title>
<link>http://wismabahasa.wordpress.com/?p=154</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 02:25:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>wismabahasa</dc:creator>
<guid>http://wismabahasa.wordpress.com/?p=154</guid>
<description><![CDATA[Aktivitas bersepeda saat ini sedang digemari. Apalagi setelah harga BBM naik. Banyak orang membeli s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wismabahasa.files.wordpress.com/2008/07/aku-bike-bike-saja-040.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-155" src="http://wismabahasa.wordpress.com/files/2008/07/aku-bike-bike-saja-040.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a>Aktivitas bersepeda saat ini sedang digemari. Apalagi setelah harga BBM naik. Banyak orang membeli sepeda untuk "kendaraan" pergi kerja atau transportasi sehari-hari. Ada semboyan yang cukup menarik untuk komunitas pecinta sepeda, yaitu "Bike to Work". Selain iri, naik sepeda juga menyehatkan badan.<!--more--></p>
<p>Kegiatan bersepeda ini juga sering diadakan oleh Wisma Bahasa. Seperti pada tanggal 22 Juni yang lalu beberapa murid dan guru Wisma Bahasa mengadakan kegiatan bersepeda ke Kaliurang. Dua minggu sebelumnya bersepeda ke Prambanan dan Candi Boko, sambil menyusuri Selokan Mataram.</p>
<p>Semoga kegiatan bersepeda ini dapat terus dipertahankan. Selain menyehatkan badan, juga dapat mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kamus Besar Bahasa Indonesia]]></title>
<link>http://budhiaiko.wordpress.com/?p=226</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 22:45:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>budhi</dc:creator>
<guid>http://budhiaiko.wordpress.com/?p=226</guid>
<description><![CDATA[Ketika kita berada di luar negeri, kemudian ingin menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita berada di luar negeri, kemudian ingin menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau mengajari anak untuk dapat berbahasa Indonesia, kita dihadapkan pada satu masalah, apakah perlu membawa kamus ?</p>
<p>Sekarang kekhawatiran itu bisa ditepis, dengan adanya kamus online, yaitu</p>
<p><a href="http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/" target="_blank"><span style="color:#0000cc;">http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/</span></a></p>
<p><a href="http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/" target="_blank">http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TRULLY GROUP 4 DIVERSITY IN HARMONY]]></title>
<link>http://kusnoke.wordpress.com/?p=204</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 15:40:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>KOES</dc:creator>
<guid>http://kusnoke.wordpress.com/?p=204</guid>
<description><![CDATA[

PUBLIC CHAT ROOM
Javanese|Sundanese Room | Indonesian|English
Live CHAT for Members|Live Chat for ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="insertedphoto"><img class="alignmiddleb" src="http://images.dadigarengsik.multiply.com/image/2/photos/1/500x500/1/punokawan.jpg?et=sXe6ISAiR%2BzEhg3IXhlYNA&#x26;nmid=103144257" border="0"></span><br />
<img src="http://images.dadipetruksik.multiply.com/image/2/photos/3/500x500/14/online-anima.gif?et=n%2BJClRY7QrNL2H09FmXF8A&#x26;nmid=103341775"><font color="green" size="2"><span style="color:green;"><br />
<h1>PUBLIC CHAT ROOM</h1>
<p></span></font><font color="green" size="2"><font color="blue" size="-1"><b><a href="http://kazoke.cbox.ws">Javanese</a>&#124;<a href="http://sundane.cbox.ws">Sundanese Room</a> &#124; <a href="http://kusnob.cbox.ws">Indonesian</a>&#124;<a href="http://kusnoke.cbox.ws">English</a></b></font><b></b></font><br><br />
<font color="blue" size="2"><b><a href="http://njowo.multiply.com/journal/item/30">Live CHAT for Members</a>&#124;<a href="http://njowo.multiply.com/journal/item/21">Live Chat for Moderators</a>&#124;<a href="http://njowo.multiply.com/journal/item/19">Live Chat for OC</a></b></font><br><br />
<a href="http://whos.amung.us/show/dl9iwdzg"><img src="http://whos.amung.us/widget/dl9iwdzg.png" alt="web stats" border="0" height="29" width="81"></a><br><a href="http://flagcounter.com/more/rHw"><img src="http://flagcounter.com/count/rHw/bg=FFFF99/txt=000000/border=CCCCCC/columns=3/maxflags=15/viewers=1/labels=1/" border="0"></a><br></p>
<h1><u>ENGLISH</u></h1>
<p align="justify">Please enjoy and have a nice exploring the JAVA MULTIPLY to refresh our mind. You may give some comment on to every pages in any language you prefer, however <b>you may talk about RELIGION, BELIEVE, PROPAGANDA or POLITIC but an opposite in this group even junk words are PROHIBITED</b>. This Group is belonged to you. We are honored if you would like to post your document files formated in Video, MP3, Music, Script, Images, etc., within any language you prefer. Let's take a life in harmony by words, pictures, video, poem, etc. The Administrators have a right to delete some files that is not appropriate with our topic.</p>
<p><a href="http://multiply.com/network/group/join/njowo"><br />
<h1>CLICK THIS NOW TO JOIN US!</h1>
<p></a><a href="http://multiply.com/network/group/join/njowo"><br />
<h1>JOIN US NOW! CLICK THIS</h1>
<p></a><br><span dir="ltr"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/jv/4/4b/Sugengrawuh.png" alt="Sugeng Rawuh" border="0"></span><br />
<!-- SiteSearch Google --></p>
<table bgcolor="#ffffcc" border="0">
<tbody>
<tr>
<td align="left" height="32" nowrap="nowrap" valign="top">
</td>
<td nowrap="nowrap">
<p>Masukkan istilah pencarian Anda</p>
<p>Kirim formulir pencarian</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>&#160;</td>
<td nowrap="nowrap">
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<p><font color="#000000" size="-1">Web</font></td>
<td>
<p><font color="#000000" size="-1">njowo.multiply.com</font></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- End of SiteSearch Google --></p>
<h1><u>BAHASA INDONESIA-MELAYU</u></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://groups.google.com/group/javanese/web/WayangOpen.gif?hl=jw" rel="nofollow"><img src="http://groups.google.com/group/javanese/web/WayangOpen.gif?hl=jw&#x26;display=thumb&#x26;width=200&#x26;height=200" style="border:0 none;"></a>Silahkan anda muat apa saja yang layak dipasang di sini. Tidak semua file atau dokumen harus berbahasa Jawa! Semua bahasa kami terima dengan senang hati dan bahagia. Demikian juga tidak semua harus bermaterikan unsur Jawa. Materi budaya daerah lain seperti Sunda, Batak, Ambon, Minang, Melayu, Betawi, Madura, Bali dan bahasa-bahasa Nusantara lainnya akan lebih diutamakan!</p>
<div style="text-align:justify;"><b>SITUS INI BUKAN MILIK PRIBADI, GOLONGAN ATAU KELOMPOK TERTENTU. INI MILIK ANDA SEMUA. Team Admin berhak menghapus dan mengedit naskah yang tidak berkenaan dengan Group ini. Hal-hal yang memojokkan suatu Agama, Politik praktis, dan Pornografi termasuk di dalamnya sadisme akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya</b><br></div>
<h1><u>BOSO JOWO</u></h1>
<p style="text-align:center;"><font size="4">Sumonggo poro pamiarso dipun aturi mbagi roso lan karso wonten koco/halaman mriki kanti uro-uro, uyon-uyon, layar tancep, layar beber, cerito, geguneman, pawartos, lan sanesipun kejabi gambar-gambar utawi unen-unen kang saru. Poro Admin gadah wewenang nyensor lan ngedit sasembarang ingkang bade panjenengan aturi.<br>Matur nuwun</font><br></p>
<p>Tabik, salam<br><img src="http://images.njowo.multiply.com/logo/16"></p>
<table align="center" bgcolor="#ffffcc" border="1">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><a href="http://multiply.com/compose/pm?individual=dadigarengsik"><b>ADMIN 1</b></a></td>
<td align="center"><a href="http://multiply.com/compose/pm?individual=dadipetruksik"><b>ADMIN 2</b></a></td>
<td align="center"><a href="http://multiply.com/compose/pm?individual=dadibagongsik"><b>ADMIN 3</b></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><b><a href="http://njowo.multiply.com/journal/item/12">RE-PROCLAMATION</a></b></td>
<td align="center"><b><a href="http://njowo.multiply.com/journal/item/14">RULES-Indonesian</a></b></td>
<td align="center"><b><a href="http://njowo.multiply.com/journal/item/12">RE-PROCLAMATION</a></b></td>
<td align="center"><b><a href="http://multiply.com/info/tos">RULES-English</a></b></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Javanese Group Motion Linked to :</p>
<p style="text-align:center;clear:both;"><a href="http://groups.google.com/group/javanese/tr_1206240609037" rel="nofollow"><img src="http://images.okno.multiply.com/image/5:njawi/photos/1/1200x120/1/punokawan.gif?et=hx3k3mMrSHqaS1qJVz%2Ccvw&#x26;nmid=77936558" style="border:0 none;"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://njowo.multiply.com" rel="nofollow"><b>JAVA Multiply Group</b></a></p>
<p style="text-align:center;clear:both;"><a href="http://groups.google.com/group/javanese/tr_1206241212904" rel="nofollow"><img src="http://images.dadipetruksik.multiply.com/image/2/photos/3/500x500/12/guestbook.gif?et=Q0yJzykP1j9cqwctfCxTpQ&#x26;nmid=103341775f" style="border:0 none;" height="40" width="96"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://okno.890m.com/guestbook/index.php" rel="nofollow"><b>Sign Guest Book Now</b></a> &#124; <a href="http://okno.890m.com/guestbook/index.php" rel="nofollow"><b>Silahkan isi Buku Tamu</b></a> &#124; <a href="http://okno.890m.com/guestbook/index.php" rel="nofollow"><b>Urek-Ureq</b></a></p>
<table style="background-color:transparent;" align="center" border="1">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<table style="background-color:rgb(255, 255, 255);padding:5px;" border="0" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td>
  <img src="http://groups.google.com/groups/img/3nb/groups_bar.gif" alt="Java Google Group" height="26" width="132">
  </td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left:5px;">
  <b>Subscribe to Javanese</b>
  </td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left:5px;">
  Email: </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="right">
  <a href="http://groups.google.com/group/javanese?hl=jw">Visit Java Google Group</a>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td align="center">
<table bgcolor="#ffffcc" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" align="center">
      <em>Subscribe Now</em>
    </td>
</tr>
<tr>
<td>
</td>
<td>
</td>
</tr>
<tr align="center">
<td colspan="2">
      Powered by&#160;<a href="http://tech.groups.yahoo.com/">Java Yahoo Group</a>
    </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<hr><a href="http://njowo.multiply.com"><br />
<h1>N.J.O.W.O.MULTIPLY.COM</h1>
<p><img src="http://images.okno.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/SGt5PAoKCmUAAG-W7Yc1/_big_paper-article3168-img4156_Borobuduract.jpg?et=kOSzAXLjFIpRVynerQ6LEQ&#x26;nmid=103792373"></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alamat Download Buku Elektronik]]></title>
<link>http://djunaedird.wordpress.com/?p=774</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 10:50:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>djunaedird</dc:creator>
<guid>http://djunaedird.wordpress.com/?p=774</guid>
<description><![CDATA[Untuk mengakses buku elektronik bisa dibuka di: 1) Buku Sekolah Elektronik, 2) Depdiknas  3) Pusat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/pustaka.jpg"><img class="size-medium wp-image-775 alignleft" style="float:left;" src="http://djunaedird.wordpress.com/files/2008/07/pustaka.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a>Untuk mengakses buku elektronik bisa dibuka di: 1) <a href="http://bse.depdiknas.go.id">Buku Sekolah Elektronik</a>, 2) <a href="http://www.depdiknas.go.id/">Depdiknas</a>  3) <a href="http://www.pusbuk.or.id/Level.Front/?">Pusat Perbukuan Depdiknas </a>, dan 4) dan <a href="http://www.sibi.or.id/">Sistem Informasi Perbukuan Indonesia</a>.</p>
<p>Sebaiknya, materi suatu BSE bisa diunduh setiap bab. Dengan demikian, siswa tak perlu mengunduh bagian lain yang dianggap tidak penting. Waktu pengunduhan pun akan lebih cepat.</p>
<p><strong>Atasi masalah teknis</strong></p>
<p>Secara terpisah, Depdiknas berupaya agar akses masyarakat terhadap buku sekolah elektronik meluas dan mengatasi persoalan teknis yang menyebabkan masyarakat sulit mengakses buku-buku tersebut.</p>
<p>”Kami sedang dalam proses upload untuk menaruh materi ke server-server di sejumlah daerah agar server di pusat atau Depdiknas tidak terlalu berat terbebani,” ujar Kepala Pusat Teknologi Komunikasi Depdiknas Lilik Gani.</p>
<p>Hal itu diharapkan dapat mempercepat pengunduhan buku elektronik tersebut. Pada tahap awal, materi akan di-upload ke server di lima daerah, yakni Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.</p>
<p>Selain itu, pada Agustus 2008, Buku Sekolah Elektronik akan diresmikan oleh Presiden RI dengan jumlah buku sekolah elektronik sebanyak 295 judul. Saat ini telah terdapat 49 judul buku.</p>
<p>[ Sumber : KOMPAS, <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/30/01481065/daerah.kesulitan.mengakses.internet">Daerah Kesulitan Mengakses Internet</a> ]</p>
<p>Gambar diambil dari <a href="http://groups.yahoo.com/group/resensibuku/">sini</a> ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memanfaatkan SMS Untuk Pembelajaran]]></title>
<link>http://vandha.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 03:59:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>vandha</dc:creator>
<guid>http://vandha.wordpress.com/?p=92</guid>
<description><![CDATA[Jika dilihat perkembangan sehari-hari, ponsel terus berkembang baik dari segi bentuk,

teknologi, fi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;"><img class="alignright" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:JKzkCdnK5x3_cM:http://thewhiteglasses.files.wordpress.com/2008/02/sms-thumb.gif" alt="" />Jika dilihat perkembangan sehari-hari, ponsel terus berkembang baik dari segi bentuk,</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:right;">teknologi, fitur danlainnya. Namun yang pasti,  pemanfaatan ponsel dalam kehidupan sehari-hari tidak jauh dari SMS dantelepon yang merupakan fungsi asalnya.</p>
<p>Ponsel bukan merupakan barang mewah seperti di zaman saat pertama keluarnya (1990an), namun sudah seperti kacang goreng, sehingga anak sekolahan tingkat SD sudah banyak yang menggunakannya. Namun yang disayangkan, dengan semakin banyaknya siswa pengguna ponsel tetapi belum termanfaatkan untuk pembelajaran.</p>
<p>Dengan adanya perkembangan ponsel saat ini, ditambah dengan persaingan harga oleh beberapa operator, sebenarnya ponsel dapat digunakan untuk media pembelajaran. Hasil penelitian di Yogyakarta, siswa lebih senang membaca SMS di ponsel ketimbang membaca buku pelajaran. Dari sini dapat diambil suatu pelajaran, jika konten suatu SMS dimodifikasi, dengan isi berupa pelajaran, maka secara tidak langsung siswa akan membaca pelajarannya.</p>
<p>Saat ini operator seluler berlomba memberikan fasilitas SMS murah, mulai dari harga per-karakter sampai biaya SMS perbulan cuma Rp. 5000,- sesama operator. Jika fasilitas ini dapat digunakan, sebuah sekolah dapat mengirimkan SMS secara gratis kepada siswa-siswanya. Misalkan jumlah siswa 500 orang, maka dapat dikirimkan SMS berupa konten pendidikan kepada semua siswa (khususnya yang memiliki ponsel dan kartu sejenis). Dari pengalaman/keyakinan penulis, terdapat beberapa konten (isi) SMS yang dapat dikirimkan lewat SMS, diantaranya:</p>
<p><strong>1) Kata-kata mutiara atau kalimat motivasi</strong></p>
<p>Jika suatu sekolah mengirimkan  1 SMS  di tiap pagi (katakanlah jam  05.30 WIB), maka SMS ini akan berfungsi sebagai ALARM kepada siswa (akibat/jika berbunyi). Selanjutnya, dengan membaca SMS yang mungkin berisi kata mutiara "SELAMAT PAGI, TIADA KATA SEINDAH DOA" atau "ASSALAMU ALAIKUM, TIDAK SATUPUN MAKHLUK DICIPTAKAN SIA-SIA, KAMU HARUS BERBUAT BAIK HARI INI", dan sebagainya dipastikan motivasi siswa akan bertambah.</p>
<p><strong>2) Kosa kata (vocabulary)</strong></p>
<p>Bahasa asing (Inggris) merupakan salah satu momok bagi sebagian besar siswa. Jika sekolah mengirimkan 1 SMS disiang hari (katakanlah jam 14.00 WIB), berisi kosa kata bahasa Inggris,  maka 1 SMS (yang terdiri l.k. 160 kata) dapat dibuat 3-4 kosa kata. Misal isi 1 SM: archipellago =  kepulauan; island = pulau, gulf = teluk. Tentunya isi SMS dapat disesuaikan dengan Pokok Bahasan Bahasa Inggris kelas I, II dan III. Dapat dibayangkan jika  seorang siswa membaca 3 kosa kata perhari, maka sedikitnya ada 90 kosa kata sebulan. Dan tidak salah jika sekkolah (guru) mengirimkan 10 kosa kata perharinya.</p>
<p><strong>3) Nasehat, Kata Hikmah, Ayat, Hadits</strong></p>
<p>Mungkin, sejalan untuk meningkatkan akhlak (pendidikan nilai) mengirimkan kata-kata nasehat, ayat atuapun hadits sangat membantu mengontrol siswa. Meskipun tidak 100% menjamin, membaca suatu yang baik sedikitnya akan memberikan bekas kepada siswa, bahkan komponen sekolah.</p>
<p>Selain memberikan kata nasehat, SMS dapat pula berisi pelajaran yang tidak berbau matematis, semisal Biologi, Bahasa Indonesia dan lainnya.</p>
<p><strong>4) Pengumuman dan Informasi</strong></p>
<p>Selain konten di atas, SMS dapat pula digunakan untuk mengumumkan Hasil Ujian Siswa, Penerimaaan Siswa Baru, Informasi Alamat instansi dan individu. Jika SMS ini dipadukan dengan teknologi komputer, maka komunikasi tidak lagi searah, namun menjadi interaktif.</p>
<p><strong>5) Kemungkinan Ujian Online via SMS</strong></p>
<p>Tingkat lanjut SMS ini bisa digunakan untuk ujian online (kasus tertentu), hal ini tentunya mengaitkan database komputer dan jaringannya. Jika komputer  digunakan untuk pengriman SMS massal (seperti Server Dealer Pulsa online) dan penggunaan keyword-keyword  tertentu untuk SMS interaktif, maka pemanfaatan SMS untuk pembelajaran semakin efektif dan efisien. Cukup menempatkan 2-3 pegawai yang mahir untuk operator dan adminnya.</p>
<p>Terdapat kemungkinan lain penggunaan SMS untuk pembelajaran, sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi itu sendiri, namun yang paling penting adalah bagaimana melihat peluang yang ada untuk kepentingan pembelajaran.</p>
<p><strong>Peluang dan Tantangan</strong></p>
<p>Tidak semua siswa memiliki ponsel, namun dari kondisi yang ada di lapangan, siswa tingkat SD saja telah memiliki ponsel. Jika melihat aktivitas mereka, penggunaan ponsel masih seputar chatting yang tidak jalas ujung pangkalnya. Jika sekolah melihat peluang ini, terdapat banyak inspirasi agar siswa semakain "belajar".</p>
<p>Suatu sekolah yang memiliki l.k. 1000 siswa jika 65% nya (sekitar 650 siswa) bisa membuat SMS pendukung pembelajaran ini, maka secara tidak langsung  membantu operator selular, jika operator bisa memberikan keringanan kepada para siswa dalam memliki ponsel dan kartu perdananya, maka kerjasama "mutualisme" anatara pendidikan (sekolah) dan operator seluler akan terwujud. Bagaimana jika seandainya mayoritas  sekolah di Indonesia menerapkan SMS pembelajaran ini? Mungkin kita sudah tahu jawabannya.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Tidak semua pelajaran dapat diungkapkan lewat SMS, namun adanya peluang untuk SMS "sangat murah" dari suatu operator, dapat dimanfaatkan untuk pembelaran lewat SMS. Tidak hanya materi ajar saja, kegiatan konsultasi dan bimbingan dapat pula menggunakan SMS. Adanya keberatan guru/individu/siswa menggunakan SMS untuk diskusi, pada dasarnya diberatkan pada pulsa SMS yang mahal. Namun dengan peluang yang ada, hambatan SMS mahal ini sudah dapat diatasi. SMS sangat murah untuk <em>semua </em>operator belum tersedia saat ini, tapi setidaknya telah membantu komunikasi murah (seperti email) lewat SMS meskipun kontennya tidak bisa sepanjang email.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Joget Si Bujang Muda]]></title>
<link>http://yahamim.wordpress.com/?p=173</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 03:20:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>hamimnasoha</dc:creator>
<guid>http://yahamim.wordpress.com/?p=173</guid>
<description><![CDATA[Sirih bertepuk pinang memusing,
Buah paya dipetik muda,
Walau sibuk hati tak rungsing,
Kerana usia m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sirih bertepuk pinang memusing,</p>
<p>Buah paya dipetik muda,</p>
<p>Walau sibuk hati tak rungsing,</p>
<p>Kerana usia masih muda.</p>
<blockquote><p>Sirih bertepuk pinang menari,</p>
<p>Entah ranti tumbuh melata,</p>
<p>Tidak susah aku mencari,</p>
<p>Kerana pasti akan berjumpa.</p></blockquote>
<p>Ini joget si bujang muda alahai...</p>
<p>Teruna masih muda remaja.</p>
<blockquote><p>Tidak aku berhati walang,</p>
<p>Setiap masa hatiku riang,</p>
<p>Setiap langkah bagaikan terbang,</p>
<p>Walau ke mana tiada yang larang. </p></blockquote>
<p>Tiba masa pasti berganding,</p>
<p>Makan dan minum tak payah pening,</p>
<p>Kepada Allah aku bermohon,</p>
<p>Memeluk erat rimbunan ampun.</p>
<blockquote><p>Ini joget si bujang muda hoi...</p>
<p>Teruna masih muda remaja.</p></blockquote>
<p> </p>
<p>Menara Daya Bumi</p>
<p>11.15 pagi</p>
<p>2 Julai 2008</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makna LANTANG dalam bahasa Makassar]]></title>
<link>http://limpo50.wordpress.com/?p=221</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:28:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>limpo50</dc:creator>
<guid>http://limpo50.wordpress.com/?p=221</guid>
<description><![CDATA[ Beliau yang LANTANG
Kata LANTANG mungkin berasal dari makassar. Jika demikian maka mereka yang sela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://limpo50.files.wordpress.com/2008/07/kwik.jpg"><img src="http://limpo50.wordpress.com/files/2008/07/kwik.jpg?w=81" alt="" width="81" height="102" class="alignleft size-medium wp-image-222" /></a> Beliau yang LANTANG</p>
<p>Kata LANTANG mungkin berasal dari makassar. Jika demikian maka mereka yang selalu lantang memperjuangkan sesuatu melalui suara dan tulisan atau fikirannya adalah mereka yang<!--more--><br />
memiliki pemahaman dan pengetahuan yang dalam terhadap masalah itu.<br />
Lantang(Makassar) = Dalam(Indonesia)<br />
Begitukah ????</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KORUPSI mengapa tidak Malu ???]]></title>
<link>http://limpo50.wordpress.com/?p=218</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 00:57:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>limpo50</dc:creator>
<guid>http://limpo50.wordpress.com/?p=218</guid>
<description><![CDATA[
Negara Indonesia ini terbanyak koruptornya, baik yang telah terbukti maupun gejalanyaAsal usul ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://limpo50.files.wordpress.com/2008/07/rupiah-korupsi.jpg"><img src="http://limpo50.wordpress.com/files/2008/07/rupiah-korupsi.jpg?w=120" alt="" width="120" height="100" class="alignleft size-medium wp-image-219" /></a><br />
Negara Indonesia ini terbanyak koruptornya, baik yang telah terbukti maupun gejalanya<!--more-->Asal usul kata ini membingungkan ada hal apa kita harus menyerap bahasa asing sehingga makna perbuatan yang digambarkan menjadi kabur. Siapakah pertama kali melakukan penyerapan ini??? ada alasan apakah yang dipermasahkan ??? </p>
<p>Mengapa kata Korupsi harus diserap juga ya... padahal padanan kata yang baik adalah PENCURI BESAR.</p>
<p>Percaya atau tidak, jika kata korupsi dibuang dan dikembalikan seperti diatas, rasa malu yang hilang itu bisa hadir dan mengurangi apa yang kita sebut KORUPSI selama ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pak Lah kata Musa profesional]]></title>
<link>http://romantis.wordpress.com/?p=420</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 13:43:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>rastom</dc:creator>
<guid>http://romantis.wordpress.com/?p=420</guid>
<description><![CDATA[Pak Lah kata Musa Hasan profesional, ketika sidang akhbar mengenai kes Anwar vs. IGP dan AG. Mengiku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Lah kata Musa Hasan profesional, ketika sidang akhbar mengenai kes Anwar vs. IGP dan AG. Mengikut hukum bahasa yang digunapakai oleh PDRM, Chief Inspector jadi Cif Inspektor, maka IGP mesti jadi Inspektor Jeneral Polis bukan Ketua Polis Negara. Saya amat meragui akan sebarang kaitan profesionalisme dengan banyak perkara di dalam negara, bukan setakat kerja polis, malah kesemua bidang kerja makan gaji baik swasta, maupun kerajaan. Daripada setinggi tinggi Jusa sampailah kepada tukang kebun dan penjaga stor atau purchaser di dalam jabatan kerajaan. Tahap mulia Yang Arif bisa di corrrect correct correctkan, inikan pula Inspektor Jeneral Polis.</p>
<p>Untuk meyakinkan orangramai samada seseorang itu profesional atau tidak siapakah yang layak? Apakah Pak Lah seorang politikus profesional dalam ertikata berketrampilan membawa kebijakan di dalam rumusan dasar dasarnya? Jika anda yakini akan keprofesionalan Pak Lah, maka anda boleh dengan mudah menerima kenyataannya bahawa Musa Hasan atau Ghani Patail atau towkey towkey media di Malaysia adalah golongan manusia yang profesional. Lihat statistik jenayah, lihat statistik jualan akhbar Melayu, dan jangan lupa statistik pencapaian akademik IPT.</p>
<p>Hakikatnya, tradisi profesionalisme di Malaysia sudah lama berkubur di dalam apa saja profesion.</p>
<p>Guru profesional sudah lama pencen, jurnalis-wartawan-penulis profesional sudah berkarat pena walaupun ada yang berblog tanpa lagi menggunakan pena.  Hakim profesional lebih selamat duduk diam. Ulamak profesional lebih selesa jadi pembangkang. Kesatuan Sekerja profesional habis diingkupkan. Apa lagi profesional yang ada di sini selain daripada profesional palsu yang menghuni menara menara tinggi, mewah dan berprestij (termasuk menara gading). Segi profesional apa yang Pak Lah maksudkan?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAHASA HIBRIDA INDOARAB SEBAGAI IDENTITAS DI KALANGAN AKTIFIS DAKWAH KAMPUS]]></title>
<link>http://airdiataskrisan.wordpress.com/2008/06/30/bahasa-hibrida-indoarab-sebagai-identitasdi-kalangan-aktifis-dakwah-kampus/</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:12:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>gntong</dc:creator>
<guid>http://airdiataskrisan.wordpress.com/2008/06/30/bahasa-hibrida-indoarab-sebagai-identitasdi-kalangan-aktifis-dakwah-kampus/</guid>
<description><![CDATA[ Oleh: Zhilal El-Furqaan (Mahasiswa Sastra Inggris UI)

&#8220;X: Afwan, Ji, ane harus syuro nih di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em> Oleh: Zhilal El-Furqaan (Mahasiswa Sastra Inggris UI)<br />
</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:54pt;"><span>"X: <em>Afwan</em>, Ji, <em>ane</em> harus <em>syuro</em> nih di fakultas, jadi <em>antum</em> tolong dong gantiin <em>ane </em>buat <em>syuro</em> sama <em>akhwat</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:54pt;"><span>Y: Oh, ya udah. Insya Allah <em>ane</em> nanti bisa. Tapi <em>antum</em> jangan lupa SMS-in <em>akhwat</em>nya ya buat kasih tau <em>ane</em> gantiin <em>antum</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:54pt;"><span>X: Iya nanti <em>ane</em> SMS ke <em>ukhti</em> Nia deh. <em>Syukron</em> ya, Ji!"<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span>Bahasa merupakan sebuah instrumen budaya yang sangat dinamis dan terus berkembang. Perkembangan bahasa, dalam hal ini bahasa Indonesia, bahkan sampai ke tingkat munculnya ragam bahasa baru yang mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Asing, diantaranya adalah bahasa Indoarab yang mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Arab. Contoh dari penggunaan bahasa Indoarab adalah percakapan di awal tulisan ini yang saya dengar beberapa waktu lalu di lingkungan masjid UI. Penggunaan bahasa Indoarab di kalangan mahasiswa telah menjadi sebuah penanda identitas komunitas yang menggunakannya, yaitu komunitas mahasiswa yang dikenal dengan Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Esai ini selanjutnya akan menguraikan tentang penggunaan bahasa Indoarab sebagai sebuah identitas bagi ADK dan bagaimana identitas ini dimaknai oleh ADK dan mahasiswa bukan ADK.</span><!--more--><span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span> Sebelum mendeskripsikan penggunaan bahasa Indoarab sebagai identitas ADK, saya akan menjelaskan terlebih dahulu dengan apa yang dimaksud dengan ADK. Aktifis dakwah kampus merupakan mahasiswa yang berperan aktif dalam Lembaga Dakwah Kampus. Lembaga Dakwah Kampus merupakan sebuah organisasi yang berdasarkan islam dan memiliki tujuan untuk mencapai kebangkitan Islam (Tim Penyusun SPMN, 2004:25).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Aktifitas dakwah kampus sendiri berdasarkan pada gerakan Tarbiyah yang bersumber pada gerakan Ikhwanul Muslimin yang terjadi di Mesir. Ikhwanul Muslimin masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an oleh Mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir. Gerakan ini merupakan gerakan fundamentalisme Islam yang bercita-cita mengembalikan Islam kepada kejayaannya pada masa Ottoman Turki dan mengembalikan ajaran Islam kepada kemurniannya. Gerakan ini masuk melalui kampus ITB dan UI dan dilakukan secara "sembunyi-sembunyi" melalui diskusi dalam kelompok-kelompok kecil yang lebih dikenal sebagai <em>liqo</em> yang dipimpin oleh seorang mentor yang disebut dengan <em>murobbi</em>. Satu <em>liqo</em> beranggotakan 5 sampai 12 orang. Gerakan Tarbiyah ini kemudian mulai membuka tirainya ke publik setelah turunnya rezim Suharto. Bahkan gerakan ini masuk ke wilayah politik praktis melalui Partai keadilan yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Sebagaimana telah saya nyatakan sebelumnya, ADK menggunakan bahasa Indoarab sebagai salah satu penanda identitas mereka. Bahasa Indoarab merupakan bahasa hibrida dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa akarnya yang kemudian ditempeli dengan kosakata Arab dalam kalimat-kalimatnya. Bahasa Indonesia sebagai bahasa akar dapat diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan sinkronis dalam struktur yang terdapat bahasa Indoarab. Secara morfologis, proses pembentukan kata dalam bahasa Indoarab mengikuti sistem morfologi bahasa Indonesia sehingga penggunaan kosakata Arab dalam bahasa ini hanya seperti 'tempelan' yang menggantikan kosakata asli Indonesia dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh, dalam kalimat yang saya dengar dari seorang penutur bahasa Indoarab dalam sebuah pertemuan berikut, ". . . sebelumnya, <em>ane</em> boleh tahu, nggak, kenapa <em>antum-antum</em> pada mau ikutan FORMASI?" Bentuk pengulangan kata sebagai bentuk jamak, dalam contoh ini <em>antum-antum</em> hanya terdapat di morfologi Bahasa Indonesia, sedangkan dalam Bahasa Arab, bentuk jamak dapat dibentuk dengan manambah akhir kata dengan <em>–um</em>. Kata <em>antum</em> seharusnya sudah dalam bentuk jamak karena kata dasarnya sebenarnya adalah <em>anta </em>yang berarti anda.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari analisis struktural tersebut, bisa dilihat bahwa bahasa Indoarab merupakan <em>parole</em> dari<em> langue </em>Bahasa Indonesia. Okke K.S. Zaiman dalam menjelaskan strukturalisme yang dikembangkan oleh Ferdinand de Sausurre mengatakan,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span>"<em>langue</em> adalah keseluruhan kekayaan bahasa, yang telah merupakan konvensi dan menjadi milik masyarakat, sedangkan <em>parole</em> adalah keseluruhan yang diujarkan individu, termasuk segala kekhasan da;a, ucapan dan pilihan struktur yang digunakan." (Zaiman, 2002:18)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span>Dengan demikian, <em>langue</em> merupakan sebuah sistem, sebuah induk dengan <em>parole</em> sebagai unsurnya. Dengan demikian, sistem Bahasa Indonesia bisa dikatakan sebagai bahasa induk, bahasa dominan, atau bahasa akar dari bahasa Indoarab. Sebaliknya, bahasa Indoarab hanyalah salah satu ragam dalam Bahasa Indonesia yang dapat disejajarkan dengan ragam Bahasa Indonesia lainnya seperti ragam bahasa pergaulan Jakarta.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Asal-usul penciptaan bahasa Indoarab sebagai identitas oleh ADK tidak ada secara jelas tetapi menurut beberapa ADK yang saya wawancarai ada kemungkinan awal berkembangnya bahasa ini adalah dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir dan membawa Tarbiyah ke Indonesia pada sekitar tahun 1980-an. Selanjutnya, bahasa ini dikenalkan kepada ADK-ADK lainnya melalui <em>liqo-liqo</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Bila ditinjau dari sisi sejarah, asal-usul tersebut dapat kita analisis dengan pendekatan poskolonialisme. Pada rezim Suharto, kelompok agamis mengalami opresi yang sangat kuat. Mereka dilarang menunjukkan atribut yang berkaitan dengan identitas agama, seperti dilarang untuk mengenakan jilbab. Kemudian untuk meresistensi opresi terhadap identitas keagamaan tersebut, para pelopor Tarbiyah ini kemudian menyebarkan identitas keagamaan yang baru dalam bentuk bahasa Indoarab. Bahasa ini digunakan sebagai simbol perlawanan atas Bahasa Indonesia dengan Ejaan yang Disempurnakan yang merupakan simbol feodalisme Orde Baru. Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat politik untuk menciptakan kesan positif atas opresi yang dilakukan oleh pemerintah seperti penggunaan kata diamankan untuk menggantikan penangkapan (Manurung, 2008) atau frasa "pengendalian masyarakat" digunakan untuk tindak keras pemerintah atas demonstrasi, seperti yang terjadi di Tanjung Priok. Apa yang terjadi ini sesuai dengan teori poskolonialisme yang disampaikan oleh Edward Said sebagaimana dijelaskan oleh Melani Budianta berikut,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span>"Representasi terhadap kelompok marjinal oleh wacana yang dominan, dilihat sebagai praktek dominasi yang menggunaka bahasa sebagai alat kekuasaan. Dengan menampilkan kelompok marjinal secara negatif, wacana dominan mengukuhkan kekuasaannya, atau memberikan pembenaran bagi dominasinya." (Budianta, 2002:51)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">
<p style="text-align:justify;"><span>Atas adanya pembenaran atas dominasi Orde Baru tersebut, kemudian bahasa Indoarab ini digunakan menggantikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bentuk resistensi sebagaimana yang disampaikan Melani Budianta, ". . . gejala percampuran bahasa sebagai alat resistensi terhadap budaya dan bahasa dominan." (Budianta, 2007:15)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Sedangkan alasan para ADK sekarang menggunakan bahasa ini sebagai identitas terbagi menjadi dua. Alasan pertama adalah karena terbawa oleh lingkungan. Lembaga Dakwah Kampus sebagai lingkungan ADK yang sudah menggunakan bahasa Indoarab mempengaruhi ADK yang baru mengikuti lembaga tersebut. Bagaimana identitas seperti ini terbentuk bersesuaian dengan pendekatan konstruksi sosial terhadap identitas,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span>"Kita dilabeli dan melabeli diri kita bergantung dari bagaimana lingkungan melihat kita, bagaimana kita melihat lingkungan, bagaimana kita memperlakukan orang lain, dan bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita bukan hanya sebagai individu, melainkan juga dalam pranata sosial seperti keluarga, tempat kerja, dan sekolah." (Giles dan Middleton, 1999:37 [terjemahan saya])<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span>Dari uraian Giles bisa kita dapatkan bahwa cara identitas bahasa Indoarab terinternalisasi oleh ADK terbentuk dari bagaimana dirinya dan lingkungannya saling mempengaruhi. Begitu seorang mahasiswa menginternalisasi identitas sebagai Aktifis Dakwah Kampus, maka ia juga menginternalisasi penggunaan bahasa bahasa Indoarab sebagai bahasa pergaulannya secara tidak sadar maupun sadar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dalam hal ini ADK dalam proses internalisasi bahasa Indoarab telah menjadi subjek dan di saat yang sama ia tersubjekkan untuk menggunakan bahasa yang sesuai dengan lingkungan Lembaga Dakwah Kampus sebagai lingkungannya. Proses interpelasi/internalisasi bahasa Indoarab terhadap dirinya dikarenakan perasaan aman dan menjadi bagian dari proses internalisasinya sebagai sebuah subjek bernama Aktifis Dakwah Kampus. Seperti dikatakan Louis Althusser sebagaimana disarikan oleh Judy Giles dan Tim Middleton,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span>"<em>we 'recognize' ourselves in the subject positions we are invited to occupy and may experience a sense of (illusory) security and belonging in the process of interpellation into a specific subject position.</em>" (<em>ibid., </em>202)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span>Alasan kedua seorang ADK menggunakan bahasa Indoarab merupakan alasan yang ideologis. Penggunaan bahasa Indoarab digunakan dengan alasan bahwa penggunaan bahasa seperti ini digunakan untuk membiasakan diri dengan Bahasa Arab. Pembiasaan ini dianggap perlu karena bahasa yang digunakan Al-Quran adalah Bahasa Arab dan mempelajari dan mengerti isi Al-Quran adalah suatu kewajiban. Sehingga, untuk bisa mengerti isi Al-Quran ADK harus bisa berbahasa Arab. Langkah awalnya adalah membiasakan diri menggunakan bahasa Arab (Ian, 2006). Atau dengan kata lain penggunaan bahasa Indoarab untuk dapat memahami Al-Quran.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Penggunaan identitas, jika mengacu kembali kepada pendekatan konstruksi sosial yang disampaikan  oleh Giles dan Middleton sebelumnya, tidak terlepas dari interaksi sosial dan bagaimana individu menyubjekkan/memposisikan identitasnya dalam lingkungan sosial. Dari hasil wawancara saya dengan Mawan dan Nina, keduanya merupakan ADK, mereka memposisikan bahasa Indoarab sebagai bahasa pergaulan yang sopan dan santun. Hal ini yang menurut mereka membuat bahasa Indoarab ini berbeda dengan bahasa pergaulan lainnya, seperti bahasa pergaulan Jakarta. Menurut mereka, bahasa pergaulan Jakarta, yang ditandai dengan menggunakan <em>lu</em> dan <em>gue</em>, dianggap kasar meskipun tidak satupun dari mereka mampu menjelaskan mengapa bahasa pergaulan ini terasa kasar. Menurut mereka, bahasa Indoarab hanya mereka gunakan dalam lingkungan sesama ADK. Sedangkan dalam berinteraksi dengan orang di luar lingkungan sesama LDK, mereka cenderung menggunakan ragam Bahasa Indonesia semiformal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Yang unik adalah Mawan masih menggunakan <em>lu</em> dan <em>gue</em> kepada teman-temannya di luar lingkungan ADK yang ia anggap 'tidak benar'. Ketika saya tanyakan seperti apa yang dianggap dengan 'tidak benar', Marwan menjelaskan bahwa yang dia maksud dengan 'tidak benar' adalah mereka yang tidak 'menjaga diri' seperti masih bersentuhan laki-laki dengan perempuan, ibadah masih bolong-bolong, masih pacaran, dan hal sejenisnya. Bahkan ia menambahkan, untuk perempuan yang tidak memakai pakaian yang tertutup dan tertawa terbahak-bahak juga termasuk 'tidak benar'.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari yang dikatakan Mawan tersebut, saya mendapat asumsi bagaimana ADK memposisikan bahasa Indoarab terhadap bahasa pergaulan Jakarta. Posisi bahasa Indoarab dianggap superior dibandingkan dengan bahasa pergaulan Jakarta. Asumsi ini mendapatkan justifikasi ketika saya menanyakan tentang hal serupa kepada Nina dan melakukan survey kepada lima orang ADK lainnya. Menurut Nina, proses alih kode dari bahasa gaul Jakarta ke bahasa Indoarab dapat diibaratkan seperti berhijrah dari masa <em>jahiliyah</em> ke masa <em>fitrah</em>, atau dari masa kebodohan atau kemaksiatan ke masa yang penuh ketenteraman. Dengan demikian, pengguna bahasa pergaulan Jakarta secara implisit diidentikkan dengan kebodohan  dan kemaksiatan. Bahkan Mawan sempat mengutarakan "kalau <em>lu-gue </em>kasar. Di FORMASI <em>[Nama sebuah Lembaga Dakwah Kampus—penulis.]</em> kan sudah kental agama Islamnya, <em>nggak</em> ada <em>lu-gue</em>, kita pakai bahasa yang sopan."<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Peminggiran ini juga dapat dilihat dari beberapa kata dalam bahasa Indoarab tetapi mendapat nilai rasa yang berbeda oleh penutur bahasa Indoarab dibandingkan bahasa pergaulan Jakarta dengan arti yang sama seperti dalam tabel berikut:<br />
</span></p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0"><col span="1"></col><col span="1"></col><col span="1"></col><col span="1"></col></p>
<tbody>
<tr>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:solid;border-width:0.5pt;">
<p style="text-align:center;"><span><strong>Indoarab</strong></span></p>
</td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:solid solid solid none;border-width:0.5pt 0.5pt 0.5pt medium;">
<p style="text-align:center;"><span><strong>Gaul Jakarta</strong></span></p>
</td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:solid solid solid none;border-width:0.5pt 0.5pt 0.5pt medium;">
<p style="text-align:center;"><span><strong>Makna</strong></span></p>
</td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:solid solid solid none;border-width:0.5pt 0.5pt 0.5pt medium;">
<p style="text-align:center;"><span><strong>Nilai rasa</strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid;border-width:medium 0.5pt 0.5pt;" valign="middle"><span>ane</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>gue</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>saya</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>ane = halus<br />
</span><span>gue = kasar</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid;border-width:medium 0.5pt 0.5pt;" valign="middle"><span>antum</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>lu</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>anda</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>antum = halus<br />
</span><span>lu = kasar</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid;border-width:medium 0.5pt 0.5pt;" valign="middle"><span>ikhwan</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>cowok</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>laki-laki</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>ikhwan = sudah mendapat hidayah, rajin ibadah, ADK<br />
</span><span>cowok = belum mendapat hidayah, ibadah bolong-bolong, masih <em>jahil</em> (bodoh)</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid;border-width:medium 0.5pt 0.5pt;" valign="middle"><span>akhowat</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>cewek</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>perempuan</span></td>
<td style="padding-left:7px;padding-right:7px;border-color:#000000;border-style:none solid solid none;border-width:medium 0.5pt 0.5pt medium;" valign="middle"><span>akhowat = sudah mendapat hidayah, rajin ibadah, ADK<br />
</span><span>cewek = belum mendapat hidayah, ibadah bolong-bolong, masih <em>jahil</em> (bodoh)</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><span style="font-size:10pt;"><strong><span>Tabel 1: Perbedaan nilai rasa dalam beberapa kata yang bermakna sama dalam bahasa Indoarab dan bahasa pergaulan Jakarta</span><span><br />
</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span>Hal ini merupakan ironi jika melihat uraian saya sebelumnya mengenai awal penggunaan bahasa Indoarab yang merupakan wujud resistensi terhadap opresi Orde Baru yang disimbolkan dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar atas identitas keagamaan. Jika demikian pada awal pembentukannya, ternyata sekarang ini penggunaan bahasa ini justru melakukan peminggiran atas suatu bahasa, atas suatu budaya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Selain memposisikan, sebuah identitas juga diposisikan. Bahasa Indoarab tidak lepas dari pemosisian yang dilakukan oleh orang-orang non-ADK. Oleh Pusat Bahasa, percampuran bahasa dianggap buruk karena dianggap melemahkan posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional (Kurniantoro, 2005). Hal senada juga diucapkan oleh Metha, seorang mahasiswa Program Studi Indonesia UI. Sedangkan menurut Diah, mahasiswa Program Studi Arab, percampuran bahasa Arab di Bahasa Indonesia seperti yang dilakukan oleh ADK <em>oke-oke</em> saja selama penggunaannya tepat. Penggunaan yang tepat di sini adalah menggunakan kata dalam bahasa Arab dengan makna yang tepat dan digunakan hanya untuk sesama ADK, bukan dengan masyarakat luas. Hal ini diucapkan Diah karena sering terdapat makna yang berbeda dari bahasa Arab seperti <em>antum</em> yang seharusnya digunakan untuk orang kedua jamak, menjadi tunggal. Juga, Diah menambahkan, ia pernah menemukan ada ADK pengguna Indoarab yang menggunakan bahasa tersebut di publik sehingga publik pun tidak mengerti apa yang dimaksud orang itu. Bahkan, ADK tersebut dikatai oleh teman Diah sebagai 'gaya-gayaan' karena tidak sesuai tempatnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari pembahasan saya tentang pemakaian bahasa Indoarab tersebut bisa disimpulkan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai penanda identitas bagi seseorang. Proses penggunaan bahasa sebagai bahasa campur bisa menjadi sebuah bentuk resistensi atas opresi yang dilakukan oleh kuasa. Selain itu, proses penggunaan bahasa sebagai bentuk identitas dapat digunakan untuk memposisikan identitas yang diwakilinya di atas suatu kelompok identitas lainnya seperti peminggiran yang dilakukan ADK terhadap pengguna bahasa pergaulan Jakarta. Dan juga, identitas merupakan sebuah bentukan sosial yang terbentuk dari bagaimana seorang individu berinteraksi dengan lingkungannya, dari bagaimana ia memosisikan dan diposisikan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span><strong>Referensi:<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>Budianta, Melani. 2007. "Aspek Lintas Budaya dalam Wacana Multikultural". (Naskah untuk Seminar Kajian Wacana dalam Konteks Multikultural dan Perspektif Multidisiplin)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>Budianta, Melani. 2002. "Teori Sastra Sesudah Strukturalisme: Dari Studi Teks ke Studi Wacana Budaya". (<em>Handout</em>, tidak ada data publikasi)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>El-Furqaan, Zhilal. "Pemikiran Islam Kontemporer di Indonesia". (Makalah, tidak dipublikasikan)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>Giles, Judy and Tim Middleton. 1999. <em>Studying Cultur: A Practical Introduction. </em>Oxford: Blackwell Publishers<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>Ian, Pa. 2006. "Kenapa Ber-<em>ane-antum</em>?". <a href="http://www.mii.fmipa.ugm.ac.id/new/2006/12/06/kenapa-ber-ane-antum/">http://www.mii.fmipa.ugm.ac.id/new/2006/12/06/kenapa-ber-ane-antum/</a> (diunduh tanggal 7 Juni 2008)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>Kurniantoro, Y.C. 21 Oktober 2005. "Bahasa Campur Aduk". <em>Suara Pembaruan</em><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><span><strong>Zaimar, K.S. 2002. "Strukturalisme". (<em>Handout</em>, tidak ada data publikasi)<br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memanfaatkan Games Untuk Belajar Bahasa]]></title>
<link>http://vandha.wordpress.com/?p=90</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:11:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>vandha</dc:creator>
<guid>http://vandha.wordpress.com/?p=90</guid>
<description><![CDATA[

Selama ini video game dianggap memiliki efek negatif belajar siswa, namun kini berubah, di sebuah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="d-photo floatleft" style="text-align:right;"><img class="alignright" style="float:right;" src="http://techno.okezone.com/images-data/content/2008/06/30/57/123319/NIdTvT6bDR.jpg" alt="" width="229" height="285" /></div>
<div class="d-photo floatleft" style="text-align:right;"></div>
<div class="d-photo floatleft" style="text-align:right;">Selama ini video game dianggap memiliki efek negatif belajar siswa, namun kini berubah, di sebuah sekolah di Jepang.</div>
<p style="text-align:right;">Hal ini diterapkan di SMU Tokyo Joshi Gakuen dengan menggunakan konsol game Nintendo DS dan perangkat lunak yang memuat buku pelajaran sejak Mei lalu. Perangkat itu digunakan setiap akhir pekan untuk mempelajari kosa kata Bahasa Inggris.</p>
<p>Siswa terkejut saat diizinkan untuk menggunakannya di sekolah.<br />
Dengan teknologi diharapkan para siswa dapat termotivasi untuk belajar bahasa Inggris dengan mudah.</p>
<p style="text-align:right;">Bagaimana dengan di Indonesia? Tantangan bagi guru bahasa dan pengambil kebijakan pendidikan dalam implementasi teknologi dalam pendidikan. Semoga...</p>
<h4 style="text-align:right;"><em>Inspirated from: okezone.com: 30-06-2008</em></h4>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuh, ngapak yuh...]]></title>
<link>http://rawapening.wordpress.com/?p=126</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 03:00:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>aee</dc:creator>
<guid>http://rawapening.wordpress.com/?p=126</guid>
<description><![CDATA[Dialek, salah satu identitas masyarakat, dalam dunia humor mampu menembus sekat-sekat geografis anta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rawapening.files.wordpress.com/2008/06/slithery-presence-indian-cobra.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-133" style="border:0 none;margin:0 3px;" src="http://rawapening.wordpress.com/files/2008/06/slithery-presence-indian-cobra.jpg?w=300" alt="" width="131" height="98" /></a>Dialek, salah satu identitas masyarakat, dalam dunia humor mampu menembus sekat-sekat geografis antardaerah. Keunikan suatu dialek bahkan mampu menyentuh sisi-sisi humanisme dan menyuarakan kondisi sosial masyarakat global. Dialek yang sering dijadikan obyek kelucuan pun memiliki kekuatan universal tersendiri.</p>
<p>Dialek Banyumas, misalnya, karena keunikannya banyak dipakai sebagai salah satu amunisi ketika para pelawak bertempur memecahkan karang kebekuan penonton. Dialek Banyumas, yang disebut ngapak, memang luwes digunakan di segala kesempatan. Kekuatan kelucuan dialek Banyumas tidak terkait dengan huruf vokal tertentu, Cengkoknya lah yang menjadi kekuatan.</p>
<p>Bagi masyarakat di luar daerah Banyumas dan sekitarnya, pengucapan kata-kata khas, seperti inyong atau kepriwe, misalnya, sudah mengandung unsur kelucuan tersendiri meski baru sebatas diucapkan dan meski tidak terlalu paham arti kata yang diucapkan.</p>
<p>Makanya bagi para ngapakers dimana saja di seluruh wilayah Indonesia, jangan sampai kehilangan logat ngapak ya...ayo kita lestarikan budaya Banyumas, meski kur bahasane thok, sing penting melu partisipasi... matur nuwun</p>
<p>NB : Picture Is Not Included....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Merauke sampai Sabang]]></title>
<link>http://reney.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 16:05:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>reney</dc:creator>
<guid>http://reney.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[
Oke, saya bukan ahli bahasa. Samasekali bukan. Tetapi, adalah benar bahwa kadang, bahasa adalah ala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Oke, saya bukan ahli bahasa. Samasekali bukan. Tetapi, adalah benar bahwa kadang, bahasa adalah alat untuk menunjukkan dominasi pihak berkuasa, kepada pihak yang dikuasai. Ambil contoh bahasa yang dipakai di banyak media di Indonesia ketika mencoba memberitakan sebuah pemerkosaan : "Seorang gadis digagahi di perkebunan...". Tindakan pemerkosaan dilihat sebagai aksi unjuk gigi si kuat terhadap si lemah. Bahasa kiasan seperti inilah, yang kadang membelokkan makna. Maksud hati ingin memperhalus isi berita, nyatanya malah menyampaikan makna lain selain pemerkosaan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hal yang sama juga terjadi pada kasus ”harga disesuaikan”, walaupun frase tersebut sekarang sudah mulai ditinggalkan oleh para praktisi media.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tetapi, bagaimana dengan istilah ”dari sabang sampai merauke”? Apa yang menjadi dasar pemilihan kata-kata ini? Mengapa ”Sabang” lebih dahulu daripada ”Merauke”?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jawaban dari semua ini mungkin dapat dilihat dari kenyataan. Sabang adalah representasi dari Indonesia bagian barat. Merauke, tentu saja, adalah representasi dari Indonesia bagian timur. Jelaslah sudah bahwa penduduk Indonesia, dibentuk sedemikian rupa untuk lebih memprioritaskan bagian barat daripada timur. Indonesia timur adalah bagian yang selalu menjadi anak tiri dalam pembangunan nasional, apalagi sebelum jaman reformasi. Indonesia timur selalu menjadi daerah tertinggal dari Indonesia. Pembagian keuntungan, porsi pemberitaan, pembangunan fasilitas, dan sebagainya selalu mendudukkan Indonesia bagian timur di posisi nomor dua. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Padahal, Indonesia adalah timur dan barat. Seperti barat, timur juga memiliki kekayaannya sendiri, sebuah keunikan tak terbantahkan dari Ambon, Maluku, Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan semua pulau-pulau lain di Indonesia bagian timur. Mencoba menganaktirikan Indonesia timur adalah usaha untuk mengamputasi diri sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jadi, marilah kita rubah istilah ”dari Sabang sampai Merauke” menjadi ”dari Merauke sampai Sabang”. Toh, matahari terbit terlebih dahulu di timur, kan? Di Merauke. </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Suku Kata, Metode Suku Kalimat dan Metode IKP]]></title>
<link>http://massofa.wordpress.com/?p=501</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 14:59:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pakde sofa</dc:creator>
<guid>http://massofa.wordpress.com/?p=501</guid>
<description><![CDATA[
Metode Suku Kata, Metode Suku Kalimat dan Metode IKP

Metode suku kata ini juga sebagaimana Metode ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Metode Suku Kata, Metode Suku Kalimat dan Metode IKP</strong></p>
</blockquote>
<p>Metode suku kata ini juga sebagaimana Metode Abjad, Metode Bunyi adalah metode untuk belajar membaca permulaan. Prosedur yang ditempuh hampir sama dengan metode. Anak-anak harus menguasai suku kata lebih dulu untuk dapat membaca sebuah kata. Metode ini dikenal juga dengan nama Metode KRS (Kupas Rangka Suku kata). Metode ini cenderung menggabungkan antara suku kata dengan sukun kata lain dan pada tahap awal anak-anak masih terbiasa menggunakan tanda sambung untuk menggabungkan suku kata-suku kata tersebut. Bahasa Indoensia yang mempunyai sifat aglutinatif berbeda jelas dengan bahasa-bahasa lain terutama bahasa Inggris; bahasa yang disebut terakhir ini bersifat fleksi. Berhubung dengan itu untuk belajar membaca-menulis permulaan banyak pengajar berkecenderungan menggunakan Metode KRS di samping Metode Ejaan yang tampaknya sudah mendarah daging di mana-mana. Metode KRS disebut juga Metode SAS yang lain, singkatan dari Sibalik Analitik Sintetik. Metode KRS banyak digemari anak-anak karena bersifat lebih ritmis kalau dibaca. Sifat ini sangat sesuai dengan jiwa anak-anak yang suka pada hal-hal yang ritmis.<br />
Segi baiknya :<br />
1)	Metode ini berprinsip unsur bahasa adalah suku kata bukan kalimat. Setiap suku kata, dapat dibaca dengan ritme tertentu dan dalam permainan dapat dipakai secara sambung bersambung sesuai dengan kegemaran anak bermain; seperti: ma- ta : ta - ni; ni - la; la -ma; ma - ka; ka - ki; ki - ta; dan seterusnya. Setiap suku kata bersifat hidup.<br />
2)	Metode KRS sesuai pula dengan karakteristik bahasa-bahasa Ostronesia; hal ini dapat mendukung posisi Metode KRS itu sendiri.<br />
3)	Sekali berucap telah tercakup paling banyak tiga bunyi; ini mengutamakan bagi pelajaran menulis.<br />
4)	Metode KRS meningkatkan daya imajinasi anak dalam hal mencari suku kata lain untuk membentuk sebuah kata baru yang berarti.<br />
Segi Lemahnya</p>
<p>Ada kemungkinan tanda-tanda sambung jika ini diharuskan dipakai: akan terbiasa ditulis anak-anak pada tingkat lanjutan. Permainan baik yang bersifat lucu maupun yang serius merjpakan pelaksanaan teknik pengajaran yang paling tepat untuk menerapkan metode KRS.<br />
Metode Kalimat<br />
Metode ini disebut juga Metode Global karena yang mula-mula disajikan kepada pembelajar adalah kalimat-kalimat pendek bersifat global. Piusedm penguraian dari bentuk kalimat menjadi kata dari kata menjadi suku-suku kata akhirnya menjadi  huruf. Tindak lanjut seperti ini pembelajar akhirnya mengenal huruf hasil dan penguraian sebuah kalimat. Catatan untuk metode ini bahwa huruf sebagai unsur bahasa tidak digabungkan lagi menjadi suku kata dan seterusnya, sehingga metode ini memiliid proses menganalisa saja</p>
<p>Segi baiknya<br />
1.	Proses penguraian cenderung seperti pada Metode  SAS; jika metode  SAS  telah diperkenalkan baik pemgajar maupun pembelajar takkan mendapatkan kesulitan untuk mempelajarinya.<br />
2.	Baik Metode Kalimat maupun Metode SAS melatih anak-anak terbiasa menganalisa.<br />
3.	Metode  kalimat  dapat mudah diikuti  anak-anak  diperkotaan  karena  faktor-faktor  lingkungan.<br />
Segi  lemahnya</p>
<p>a.	Metode ini sangat sukar diterapkan pada pembelajar di pedesaan atau lokasi terpencil.<br />
b.	Untuk memilih kalimat-kalimat yang sesuai dengan minat dan jalan pikiran anak-anak dengan mempertimbangkan setiap kalimat pada mula-mula harus .terdiri dari tiga kata kemudian meningkat merupakan beban pengajar.<br />
c.	Pilihan kata dalam kalimat harus disesuaikan kata-kata yang sering dipakai anak-anak pergaulan sehari-hari.<br />
Teknik pengajaran yang mengena ialah kegiatan dalam bentuk permainan anak-anak. Permainan macam apapun dapat dimanfaatkan untuk memperlancar pelaksanaan metode ini.</p>
<p>Metode IKP<br />
Metode IKP hakikatnya adalah tiga metode yang dilaksanakan secara serentak. IKP mempunyai kepanjangan : Imitasi, Komprehensi dan Produksi. Prosedur metode ini ialah (a) Imitasi : anak disuruh menirukan.sebuah kalimat; (b) komprehensi : anak harus dapat menunjukkan dengan jalan apapun bahwa ia sebenarnya memahami maksud suatu kalimat dan (c) Produksi : proses produksi di sini bukan suatu kejadian yang spontan seperti pada teknik alamiah, melainkan merupakan proses produksi yang sangat terarah, . misalnya anak harus menyelesaikan suatu kalimat. Metode IKP ini disarankan oleh Desa Tombe dan ia membandingkan ketiga metode tersebut sebagai berikut:<br />
a.	1 lebih baik daripada K dan K lebih baik daripada P. Ketiga metode ini berbeda dalam segi kuantitatif tetapi sama dalam segi kualitatif.<br />
b.	Jika I lebih baik daripada K anak-anak tentu dapat meneruskan kalimat-kalimat yang tidak dipahaminya dengan cara mudah dan lancar. Anak-anak yang kurang berminat pada bahasa K akan lebih baik daripada I. Dengan memberi tekanan pada K perlu juga diperhatikan segi semantisnya.<br />
c.	Jika menjadi tekanan adalah P maka perlu diperhatikan bahwa kalimat "pasif dan kalimat "majemuk" serta kalimat adalah yang paling sukar dihayalkan oleh anak-anak; sedangkan pada K  sumber kesalahan  tampak  pada kalimat “ingkar”.   Jadi  pada hakekatnya metode IKP dapat diterapkan pada anak-anak yang sedang mempelajari bahasa kedua dengan mempertimbangkan segi kemampuan dss. iesiapan anak-anak dalam situasi dan kondisi yang tidak sama.<br />
Segi baiknya<br />
1)	Metode IKP dapat memahami kehendak anak-anak  sesuai dengan cara memperoleh  bahasa untuk mempelajari bahasa barunya.<br />
2)	Berhubung dengan metode IKP adalah gabungan tiga metode ini berarti bahwa anak anak sekaligus telah mampu diterapi tiga metode belajar bahasa sesuai dengan kesiapan mentalnya.<br />
3)	Metode IKP cenderung mengikuti segi sistem belajar "berpikir" Piaget.<br />
Segi lemahnya<br />
a.	Oleh karena metode IKP adalah gabungan tiga metodel ini berarti pengajar dituntut mampu memenuhi prinsip-prinsip yang terdapat dalam ketiga metode tersebut<br />
b.	Anak-anak yang kurang mampn dan kurang berminat pada bidang bahasa metode IKP dapat menghambat lancarnya belajar Bahasa Indonesia.<br />
.   Metode ini dalam pelaksanannya dapat ditunjang teknik pengajaran berwujud latihan-latihan baik dengan rekaman maupun sebagai penggantinya, pengajar. Latihan-latihan dapat menitikberatkan unsur unsur yang dipandang penting sesuai dengan urutan yang diberikan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik)]]></title>
<link>http://massofa.wordpress.com/?p=500</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 14:57:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pakde sofa</dc:creator>
<guid>http://massofa.wordpress.com/?p=500</guid>
<description><![CDATA[
Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik)

Metode ini diprogramkan pemerintah RI mulai tahun 1974. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik)</strong></p>
</blockquote>
<p>Metode ini diprogramkan pemerintah RI mulai tahun 1974. Regu yang dipimpin oleh Dr. A.S. Broto pada waktu itu telah menghasilkan Metode SAS. Menurut A.S. Broto khususnya disediakan untuk belajar membaca dan menulis permulaan di kelas permulaan SD. Lebih luas lagi Metode SAS dapat dipergunakan dalam berbagai bidang pengajaran. Dalam proses operasionalnya metode SAS mempunyai langkah-langkah berlandaskan operasional dengan urutan : Struktural menampilkan keseluruhan; Analitik melakukan proses penguraian; Sintetik melakukan penggabungan kembali kepada bentuk Struktural semula. Landasan linguistiknya bahwa itu ucapan bukan tulisan, unsur bahasa dalam metode ini ialah kalimat; bahwa bahasa Indonesia mempunyai struktur tersendiri. Landasan pedagogiknya; (1) mengembangkan potensi dan pengalaman anak, (2) membimbing anak menemukan jawab suatu masalah. Landasan psikologisnya : bahwa pengamatan pertama bersifat global (totalitas) dan bahwa anak usia sekolah memiliki sifat  melit (ingin tahu).<br />
Prosedur penggunaan Metode SAS<br />
1.	Mula membaca permulaan dijadikan dua bagian<br />
Bagian pertama Membaca permulaan tanpa buku<br />
Bagian pertama Membaca permulaan  buku<br />
2.	Merekam bahasa anak melalui pertanyaan-pertanyaan dari pengajar sebagai kontak permulaan.<br />
3.	Menampilkan gambar sambil bercerita. Setiap kali gambar diperlihatkan, muncullah kalimat anak-anak yang sesuai dengan gambar.<br />
4.	Membaca kahmat secara structural<br />
5.	Membaca permulaan dengan buku<br />
6.	Membaca lanjutan<br />
7.	Membaca dalam hati</p>
<p>Segi baiknya<br />
a.	Metode ini dapat sebagai landasan berpikir analisis.<br />
b.	Dengan langkah-langkah yang diatur sedemikian rupa membuat anak mudah mengikuti prosedur dan akan dapat cepat membaca pada kesempatan berikutnya<br />
c.	Berdasarkan landasan linguistik metode ini akan menolong anak. menguasai bacaan dengan lancar.</p>
<p>Segi lemahnya<br />
.<br />
1) Metode SAS mempunyai kesan bahwa pengajar harus kreatif dan terampil serta sabar</p>
<p>Tuntutan semacam ini dipandang sangat sukar untuk kondisi pengajar saat ini.</p>
<p>2)	Banyak sarana yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan metode ini untuk sekolah  sekolah tertentu dirasa sukar.<br />
3)	Metode SAS hanya untuk konsumen pembelajar di perkotaan dan tidak  di  pedesaan<br />
4)	Oleh karena agak sukar menganjarkan para pengajar metode SAS maka di sana-sini Metode ini tidak dilaksanakan.<br />
Teknik pelaksanaan Metode SAS ialah keterampian memilih kata kartu kata dan kartu kalimat. Sementara anak-anak mencari huruf, suku kata, kata., pengajar dengan sebagian anak yang lain. Menempel-empelkan kata kata yang tersusun menjadi kalimat yang berarti. Begitu seterusnya sehingga semua anak mendapat giliran   untuk menyusun kalimat, membacanya dan yang paling mengutpnya sebagai  ketreampilan menulis. Media lain selain papan tulis, papan panel, papn tali, OHP (Over Head Projector) dapat juga digunakan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode  Terjemahan dalam Pengajaran  Bahasa]]></title>
<link>http://massofa.wordpress.com/?p=499</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 12:50:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pakde sofa</dc:creator>
<guid>http://massofa.wordpress.com/?p=499</guid>
<description><![CDATA[Metode  Terjemahan dalam Pengajaran  Bahasa
Metode terjemahan adalah metode yang banyak dipakai dala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Metode  Terjemahan dalam Pengajaran  Bahasa</strong></p>
<p>Metode terjemahan adalah metode yang banyak dipakai dalam pengajaran bahasa asing. Prinsip yang dijadikan landasan dalam metode ini adalah bahwa penguasaan bahasa asing yang dipelajari itu dapat dicapai dengan jalan latihan-latihan terjemahan dari bahasa yang diajarkan ke dalam bahasa ibu murid atau sebaliknya. Latihan-latihan terjemahan ini merupakan latihan-latihan utama dalam metode ini.<br />
Urutan bahan yang diberikan dalam pelajaran biasanya sama dengan urutan bahan yang diberikan dalam metode tata bahasa. Pilihan terhadap kata-kata yang diberikan didasarkan atas leks yang dipakai. Dalam setiap pelajaran diberikan aturan-aturan tata bahasanya, daftar kata-kata beserta terjemahannya dalam bahasa ibu murid dan latihan- latihan terjemahan dari dan ke bahasa yang diajarkan ini.<br />
Metode terjemahan terutama ditujukan untuk bahasa tertulis. bukan untuk bahasa lisan. Oleh karena itu. latihan-latihan untuk penguasaan bahasa lisan tidak terdapat dalam  metode ini. Dengan demikian tujuan yang dapat dicapai dengan metode ini hanya terbatas  pada membaca, mengarang dan terjemahan, sedangkan kemampuan berbicara diabaikan.<br />
Segi-segi yang menguntungkan dalam metode ini adalah<br />
1)	Metode ini praktis. dapat dipakai pada setiap jenis dan keadaan sekolah, tidak memerlukan banvak tenaga dan biaya. Guru yang mengajarkannya tidak perlu terlatih betul dalam bahasa yang diajarkannya itu. Guru tak perlu menguasai betul ucapan tata bahasa dan vokabuler bahasa yang diajarkannya itu. Tang perlu dikuasainya hanyalah teks yang akan dipergunakannya. Metode ini mudah dilaksanakan dan dapat dipakai dalam kelas yang jumlah muridnya besar Dalam pengajaran bahasa asing tampaknya metode ini banyak sekali terpakai, dan di Indonesia tampaknya metode ini masih banvak  terpakai dewasa ini.<br />
2) Dalam tempo yang cepat guru dapat menanamkan pengetahuan tentang kata-kata.<br />
Hal ini dimungkinkan oleh pemakaian bahasa ibu murid dalam hampir setiap situasi pengajaran. Dengan jalan memberikan terjemahan. memberikan penjelasan-perjelasan dan batasan-batasan dalam bahasa ibu murid tentang bahan yang diajarkan itu dapatlah dihindarkan pemborosan waktu dan tenaga yang tak perlu<br />
3) Pembelajar dapat segera menguasai arti kata-kata yang diajarkan dan kebingungan pembelajar terhadap arti kata-kata dan aturan-aturan tata bahasanya dapat dicegah. Oleh karena latihan membandingkan kedua bahasa itu. maka kesalahan-kesalahan pemakaian bahasa bagi pembelajar dapat dihindari.</p>
<p>Kelemahan-kelemalian yang terdapat dalam metode ini adalah sebagai berikut :<br />
a)	Tujuan yang dapat dicapai hanya terbatas pada pengetahuan kata-kata dan aturan aturan  tata   bahasanya,   dan   membaca,   walaupun   yang   terakhir   ini   membaca   yang   dapat digolongkan kepada membaca yang kurang baik. Kemampuan mengarang dan berbicara tidak dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.<br />
b)	Untuk mencapai pengetahuan dan penguasaan kata-kata media yang dipakainya kurang sempurna. Tak ada kata-kata atau ungkapan-ungakapan yang terdapat dalam suatu bahasa tersedia ekivalennya yang persis sama dengan bahasa lain. Cara mempelajari kata-kata yang terbaik adalah melihatnya dalam konteks pemakaiannya. Pengertian kata-kata yang sesungguhnya hanya dapat diperoleh dengan jalan rnemperluas pengaiaman dalam bahasa itu. Kata-kata selalu mempunyai nilai tertentu dalam setiap pemakaiannya. Pengertian kata- kata yang sesungguhnya hanya dapat diperoleh dengan jalan memperluas pengaiaman dalam bahasa itu. Kata-kata selalu mempunyai nilai tertentu dalam setiap pemakaiannya. Kata-kata hanya mempunyai satu arti tertentu dalam setiap pemakaiannya, Ikatan yang timbul antara kata-kata bahasa itu dan bahasa ibu berkat latihan-latihan terjemahan itu pada hakekatnya bukanlah suatu keuntungan, sebab jika menggunakan bahasa dari itu mereka selalu akan teringat akan hubungannya dengan bahasa ibunya. Dengan demikian hubungan itu pada hakekatnya hanya merupakan halangan bagi kelancaran dalam menggunakan bahasa baru itu.<br />
c)	Walaupun untuk penguasaan bahasa pasif, keuntungan langsung yang diperoleh dari pemakaian metode ini sesungguhnya tidak ada, oleh karena kebiasaan menterjemahkan kata demi kata merupakan penghalang bagi usaha menangkap pengertian yang terkandung dalam kelompok kata. Menangkap pengertian yang terkandung dalam kelompok kata merupakan hal yang sangat penting dalam perbuatan membaca yang baik.<br />
d)	Oleh karena waktu yang terbanyak dipergunakan adalah untuk latihan-latihan terjemahan, maka waktu yang dapat dipakai untuk latihan-latihan kemampuan berbicara menjadi terbatas sekali.<br />
e)	Pencampuradukan pemakaian bahasa baru dengan bahasa ibu selalu akibatnya kurang baik, oleh  karena  pikiran  menjadi   ragu-ragu  kalau  ada  suatu  waktu  harus  dipindahkan   menggunakan bahasa yang satu ke bahasa yang lain. Hal seperti inipun akan terjadi, walapun kedua bahasa itu sudah dikuasai dengan baik.<br />
f)	Bagi pembelajar mengemukakan pikiran dalam bahasa ibu lebih mudah terasa daripada  dalam bahasa baru yang dipelajarinya.  Jika pengajar terlalu membiarkan pembelajar menggunakan bahasa ibunya, kemauannya menggunakan bahasa baru akan menjadi kurang karena bahasa baru itu terasa sukar baginya, walaupun pembicaraannya itu masih dalam batas-batas vokabuler yang telah diketahuinya.<br />
g)	Pada kelas-kelas yang lebih tinggi tujuan pelajaran sering berpindah kepada terjemahan itu sendiri.  Pada kelas-kelas permulaan hal ini hams dicegah oleh karena untuk dapat melakukan terjemahan-terjemahan itu  diperlukan penguasaan bahasa, tata bahasa dan vocabulary dan hal ini belum dicapai dalam pembelajaran<br />
h)	Metode terjemahan merupakan penghalang bagi latihan-latihan berbicara dan latihan latihan kebiasaan membaca yang baik</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Berlizt dalam Pengajaran Bahasa]]></title>
<link>http://massofa.wordpress.com/?p=498</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 12:49:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pakde sofa</dc:creator>
<guid>http://massofa.wordpress.com/?p=498</guid>
<description><![CDATA[
Metode Berlizt dalam Pengajaran Bahasa

Metode Berlizt adalah salah satu contoh pemakaian metode la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Metode Berlizt dalam Pengajaran Bahasa</strong></p>
</blockquote>
<p>Metode Berlizt adalah salah satu contoh pemakaian metode langsung. Dasar-dasar yang menjadi landasan metode ini adalah sebagai berikut :<br />
1)	Hubungan langsung antara bahasa yang diajarkan dan pikiran pembelajar selalu dijaga. Pembelajar dibawa berpikir dalam bahasan yang diajarkan itu.<br />
2)	Bahasa ibu pembelajar tidak dipakai sama sekali.<br />
3)	Kata-kata benda konkret diajarkan dengan memperlihatkan benda atau gambarnya, atau tiruannya.<br />
4)	Kata-kata   benda   abstrak   diajarkan   dengan   menghubungkan   pengertian   dengan demonstrasi.<br />
5)	Tata bahasa diajarkan dengan contoh-contoh.<br />
6)	Sejak permulaan segala sesuatu diajarkan secara lisan.<br />
7)	Pada umumnya kata-kata diberikan dalam hubungan kalimat,  bukan dalam bentuk benda, diajukan pertanyaan-pertanyaan : apa ini ? Ini pensil (sambil memperlihatkan bendanya), dan sebagainya.<br />
Kebaikan metode ini adalah sebagai berikut:<br />
1)	Oleh karena titik berat pelajaran diletakkan pada latihan mendengar (menangkap) dan berbicara (menghasilkan) bahasa yang sedang dipelajari, maka metode ini baik sekali untuk tujuan mempelajari bahasa lisan.<br />
2)	Oleh karena pembelajar sudah memperoleh dasar berbahasa lisan yang baik, maka metode ini juga baik untuk bahasa tertulis. Dibanding dengan metode terjemahan, anak anak akan lebih mudah belajar membaca dan menulis dengan metode ini.<br />
3)	Pengajar yang mengetahui hanya bahasa yang akan diajarkannya itu saja akan dapat mengajar kelas yang pembelajarnya berbeda-beda bahasa ibunya, seperti kebanyakan  sekolah yang terdapat di kota-kota.</p>
<p>Kekurangan-kekurangan yang terdapat pada metode ini adalah :<br />
a)	Oleh karena semua pelajaran diberikan secara lisan dalam bahasa yang diajarkan itu, maka pengajar harus sungguh-sungguh fasih (menguasai) berbicara dalam bahasa itu. Dalam prakteknya syarat ini umumnya sukar dapat dipenuhi.<br />
b)	Jumlah pembelajar dalam suatu kelas tidak boleh besar.<br />
c)	Demonstrasi yang diperlukan untuk mejelaskan pelajaran sangat membantu pengajar, terlebih lagi jika pengajar harus mengajar banyak. Selain dari pada itu bahaya lain, bahwa realisasi pembelajar mungkin berlainan dari pada yang diduga. sehingga ada kemungkinan pelajaran akan berubah menjadi sandiwara lelucon saja, yaitu pengajar yang bertindak sebagai pelaku utamanya.<br />
d)	Seringkali memberikan keterangan dan mendemonstrasikan berarti membuang-buang waktu, karena dapat berjalan lebih pesat dan salah pengertian dapat dihindarkan dan ketelitian pengajar dapat dikurangi.<br />
e)	Susuanan pelajaran sebagian dipengaruhi oleh apa yang mudah diajarkan saja.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Langsung Pengajaran Bahasa]]></title>
<link>http://massofa.wordpress.com/?p=497</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 12:21:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pakde sofa</dc:creator>
<guid>http://massofa.wordpress.com/?p=497</guid>
<description><![CDATA[
Metode Langsung  Pengajaran Bahasa

Metode langsung dalam pengajaran bahasa adalah metode yang dida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Metode Langsung  Pengajaran Bahasa</strong></p>
</blockquote>
<p>Metode langsung dalam pengajaran bahasa adalah metode yang didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut:<br />
1. Tujuan pengajaran yang ingin dicapai adalah penguasaan dan pengembangan rasa bahasa yang naluriah yang berakar dalam hubungan langsung antara pengalaman dan ekspresi. Rasa bahasa ini bersumber pada bahasan lisan.  Oleh karena itu dalam pelaksanaannya mula-mula diutamakan, sedangkan membaca dan mengarang diberikan kemudian</p>
<p>2. Untuk menjaga hubungan langsung antara pengalaman dan ekspresi. maka pemakaian  bahasa lain sebagai perantara tidak dilakukan.<br />
3.	Pengajaran diberikan sesuai dengan garis yang dilalui oleh pembelajar dalam belajar  bahasa ibunya.<br />
4.	Penguasaan struktur dan pemakaian bahasa diajarkan secara induktif.<br />
5. Jumlah waktu yang terbanyak diberikan untuk latihan-latihan berbahasa lisan.<br />
6.	Dalam kelas diciptakan suasana belajar yang menguntungkan.<br />
7.	Minat belajar pembelajar harus ditimbulkan dalam pelajaran itu sendiri.<br />
8.	Berdasarkan prinsip-prinsip di atas, tampak metode langsung adalah metode bahasa  yang dalam pelaksanaannya menolak pemakaian bahasa ibu pembelajar.</p>
<p>Semua aspek bahasa yang diajarkan dan disinggung tidak dalam bentuk formal. Kata-kata diajarkan dengan langsung menghubungkannya dengan benda-benda, situasi-situasi, pekerjaan pekerjaan yang dilukiskan oleh kata-kata itu. Sejak permulaan pengajaran pembelajar dibiasakan mendengarkan pola-pola, irama dan intonasi bahasa itu dan mereka didorong melakukannya sebanyak mungkin. Bahasa itu diajarkan secara fungsional tanpa memberikan tata bahasa secara formal dan berdiri sendiri. Kata-kata dan pola-pola bahasa itu diajarkan dengan menyajikan gambar-gambar, benda-benda atau tiruan bendanya, dengan mendramatisasikan perbuatan-perbuatan yang terkandung di dalamnya. Jika dirasa perlu, memberikan penjelasan-penjelasan dengan bahasa itu, tanpa bantuan terjemahan atau penjelasan dalam bahasa ibu pembelajar. Dengan cara demikian, sejak permulaan pengajaran terbentuklah pada pembelajar hubungan yang rapat antara pengertian-pengertian dan gagasan-gagasan dengan kata-kata dan struktur-struktur bahasa yang diajarkan itu. Sejak permulaan pengajaran pembelajar telah didorong berpikir dalam bahasa itu. Dengan cara demikian paling kurang dalam kelas itu pengajar berusaha menciptakan susasna masyarakat sebagai mana yang terdapat dalam masyarakat bahasa itu. Hal ini sekaligus berarti bahwa pengajar berusaha mengajar pembelajar berbahasa sebagaimana mereka mempelajari bahasa ibunya.</p>
<p>Metode langsung sesungguhnya berdasarkan metode Gouin. Tetapi dalam perkembangannya selanjutnya ada beberapa bagian dari metode Goiun itu yang telah ditinggalkan orang.<br />
Pelaksanaan metode langsung secara murni dapat digambarkan sebagai berikut. Mula mula anak-anak disuruh meniru perbuatan pengajar dan diiringi dengan berbicara (perkataan atau kalimat yang menggambarkan perbuatan itu). Kemudian gerak dan berbicara ini dilanjutkan dengan dialog ringkas, percakapan segi-tiga, berempat, dan seterusnya sampai akhirnya pelajaran menjadi sebuah sandi.wara kecil, penuh dengan gerak gerik dan penggunaan bahasa. Kemudian pelajaran dilanjutkan dengan permainan yang lebih panjang.</p>
<p>Keuntungan yang tampak pada metode ini adalah :<br />
a.	Kita dapat menhindarkan diri dari menyuruh pembelajar menghafal bahasa baku yang baku yang kadang-kadang tidak sesuai dengan pemakaian bahasa yang sesungguhnya dalam masyarakat.<br />
b.	Perhatian dan kegiatan-kegiatan pembelajar akan lebih besar daripada menerima pelajaran secara verbalistik. Perhatian pembelajar merupakan tumbuh dengan sewajarnya tanpa  desakan yang dibuat-buat.<br />
Kritikan-kritikan yang sering dikemukakan orang terhadap metode ini adalah sebagai berikut:<br />
1)	Tidak semua vokabuler dapat diajarkan dengan cara menghubungkan secara langsung  benda, situasi atau pekerjaan yang digambarkannya. Sebagian harus dijelaskan dengan  memberikan sinonim, antonim, defmisi, penjelasan-penjelasan atau dalam pemakaiannya. Oleh karena itu banyak kesukaran yang dihadapi dan kesalahan-kesalahan mudah terjadi.<br />
2)	Pembelajar cendcrung secara diam-diam menterjemahkan lebih dahulu dalam hati kata-kata bahasa baru itu ke dalam bahasa ibunya dalam usahanya mencari persamaan pengertian yang dikemukakan dalam bahasa baru itu. Dalam hal ini tampak metode langsung lebih kompleks daripada metode terjemahan.<br />
3)	Jika semua kata harus diajarkan demikian, kemajuan dalam pelajaran membaca pada taraf- taraf permulaan cenderung menjadi lambat.<br />
4)	Pembelajar   memperoleh   pengetahuan   kata-kata   secara   berlebih-lebihan.   Sedangkan penguasaan dalam pemakaiannya tidak seberapa.<br />
5)	Pembelajar memperoleh kesukaran tentang bentuk-bentuk tata bahasa oleh karena media dalam menerangkan bentuk-bentuk     i bahasa ini merupakan sumber kesukaran. Hanya di kelas-kelas lebih tinggi pembelajar dapat dianggap mampu berpikir dalam bahasa itu.<br />
6)	Jika pengajar dapat menciptakan suasana pembelajar belajar bahasa ibunya, kita dapat mengharapkan hasil pengajaran yang baik, tetapi suasana kelas yang seperti itu hanya  berlangsung dalam waktu yang p ndek, sedangkan suasana yang persis sama jarang dapat  dipertahankan untuk waktu yang lama.<br />
7)	Metode langsung tidak mengemukakan seuatu tentang pemilihan bahan, penentuan urutan bahan  dan  sangat sedikit mengemukakan cara-cara penyajian bahan,  kecuali  hanya mengemukakan bahwa pengunaan bahasa ibu dan terjemahan ke dalam bahasa   ibu  dilarang.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Psychological Method, The Linguistic Method dan Eclectic Method]]></title>
<link>http://massofa.wordpress.com/?p=496</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 12:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pakde sofa</dc:creator>
<guid>http://massofa.wordpress.com/?p=496</guid>
<description><![CDATA[
Psychological Method, The Linguistic Method dan Eclectic Method

Berikut akan melihat 3 metode peng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Psychological Method, The Linguistic Method dan Eclectic Method</strong></p>
</blockquote>
<p>Berikut akan melihat 3 metode pengajaran bahasa sekaligus yaitu metode psikologi, metode linguistik dan metode pilihan. Metode psikologi ini ada hubungannya dengan metode langsung. Dasarnya adalah visualisasi mental dan asosiasi gagasan-gagasan. Beberapa ciri utamanya adalah: Benda benda, gambar-garnbar, diagram-diagram, kartu-kartu dipergunakan untuk menciptakan citra mental (mental image), dan menghubungkan citra mental itu dengan kata-kata. Kata kata ini disusun dalam kelompok-kelompok kalimat idiomatis pendek-pendek yang dihubungkan dengan benda-benda. Kelompok-kelompok seperti itu membentuk suatu unit pelajaran. Pelajaran dikumpulkan dalam bab-bab, beberapa bab membentuk suatu seri,<br />
Pada taraf pertama pengajaran terutama oral, selanjutnya sebagian didasarkan pada buku. Bahasa itu tidak dipakai, tetapi dimana perlu kadang di pakai juga. Karangan baru diajarkan setelah melalui beberapa pelajaran lebih dahulu. Tata bahasa diajarkan sejak permulaan dan membaca, baru kemudian diajarkan.<br />
Metode Linguistik (The Linguistic Method)<br />
Metode linguistik yang disebut orang juga "Oral-Aural Method" dipandang sebagai metode pengajaran bahasa yang termodern. Metode ini berlandaskan "approach" ilmiah. Prinsip-prinsipnya dapat digambarkan sebagai berikut:<br />
1.	Bahan yang akan diajarkan didasarkan atas analisa deskriptif bahasa yang akan diajarkan dan bahasa ibu pembelajar, sehingga diketahui dengan jelas persamaan dan perbedaan   kedua   bahasa   itu   dalam   hal   bunyi-buriyi   bahasanya,   kata-katanya, strukturnya.<br />
2.	Sistem bunyi-bunyi bahasa harus diajarjcan lebih dahulu.<br />
3.	Pola penyusunan bahasa, termasuk strukturnya diajarkan setelah pembelajar menguasai lebih dahulu bunyi-bunyi bahasanya.<br />
4.	Pelajaran tentang kata-kata harus dimanfaatkan untuk pembelajaran bunyi-bunyi bahasa dan pola-pola penyusunan strukturnya.<br />
5.	Penjelasan-penjelasan tentang tata bahasa perlu diberikan dan dalam hal ini dipergunakan bantuan bahasa ibu pembelajar.<br />
6.	Mengajarkan tata bahasa mestilah dijalinkan dalam latihan-latihan pemakian bahasa agar anak-anak dapat menggunakan uola-pola bahasa itu secara otomatis.<br />
7.	Penutur asli sebaiknya dipakai out Jv menciptakan latihan-latihan pemakaian bahasa yang  lebih  mendekati  pemakian bahasa  itu  sebagaimana  yang  terdapat  dalam masyarakat bahasa itu.<br />
8.	Memberikan contoh-contoh pemakaian bahasa dalam nubungan pemakaiannya yang sesungguhnya sama pentingnya dengan memberikan penjelasan-penjelasan pengertian kata-kata dan strukturnya. Hal ini harus dilakukan dalam pemakaian bahasa yang sesungguhnya.<br />
9.	Titik berat pengajaran diletakkan pada penguasaan bahasa lisan secara otomatis.</p>
<p>10.	Setiap bahasa dipandang sama dan harus diperlakukan sama pula. Tiap bahasa harus dipandang sama baiknya.<br />
11.	Latihan-latihan  yang   intensif diutamakan • untuk  dapat  menghilangkan  kebiasaan<br />
kebiasaan berbahasa ibu dalam menggunakan bahasa baru itu.</p>
<p>Ada ahli-ahli yang kurang percaya akan ketmg-gulaa^metode ini. Mereka kurang percaya bahwa mempelajari bahasa lisan lebih dahulu akan dapat membanju peiajaran membaca dan mengarang. Hal ini didasarkannya atas kenyataan bahwa sering kaliTbah_asa lisan tidak sama dengan bahasa tertulisnya.<br />
Kelemahan lainnya adalah bahwa seringkali latihan-latihan yang intensip dalam pengajaran sukar dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya dan bila pengajar kurang bijaksana melakukan latihan-latihan ini, maka peiajaran akan berubah menjadi peiajaran yang sangat membosankan. Pembuatan buku peiajaran memerlukan persiapan yang berat. Pengajar terlebih dahulu harus mendapat latihan yang mencukupi. Semuanya ini memerlukan waktu dan biaya yang banyak.<br />
Walaupun demikian, kalau sesuatunya dapat dipersiapkan sebagaimana mestinya, tidaklah dapat disangkal bahwa hasil-hasil yang dicapainya sangat baik. Mengajarkan bahasa dengan metode ini dapat mengurangi pemborosan waktu dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuannya.<br />
Metode Pilihan (Eclectic Method)<br />
Metode Elektik sesungguhnya adalah metode yang disusun berdasarkan gabungan segi segi terbaik dari metode langsung dan metode-metode tergolong tak langsung. Dalam metode ini bahasa ibu dipakai untuk memberi penjelasan-penjelasan dan terjemahan seperlunya untuk mempercepat proses pengajaran, menghindari salah paham dan mencegah pemborosan waktu. Keterampilan-keterampilan berbahasa diajarkan umumnya dalam urutan sebagai berikut:berbicara melukiskan pemahaman dan akhirnya membaca. Kegiatan-kegiatan yang diberikan mencakup latihan-latihan bercakap-cakap, membaca bersuara dan tanya jawab. Terjemahan-terjemahan tertentu diberikan dimana perlu, tata bahasa diajarkan secara deduktif dan beberapa alat ttantu audio-visual digunakan kalau perlu. Berbeda dengan metode-metode murni, metode ini ientur mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Pada umumnya dewasa ini metode elektik ini lebih banyak dipakai orang oleh karena dengan metode elektik pengajar atau penulis buku-buku pelajaian, dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang dihadapinya tanpa perlu menghadapi berbagai kesukaran sebagaimana yang ditentukan oleh pemakaian salah satu metode murni, Kelemahan kelemahan metode tertentu, seperti metode langsung dan metode tak langsung dapat dihindarkan, oleh karena penyusunan metode elektik ini hanya didasarkan pada segi-segi yang menguntungkan dari berbagai metode itu. Dengan cara demikian penyesuaian pcngajaran dengan metode secara kaku dapat dihindarkan, sebab dengan metode eklektik metodelah yang disesuaikan dengan keperluan-keperluan pengajaran.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
