<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>artikel-from-ppi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/artikel-from-ppi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "artikel-from-ppi"</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 18:09:39 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PETA MTQ NASIONAL DI BANTEN]]></title>
<link>http://paskibrakotaserang.wordpress.com/?p=48</link>
<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:56:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kan9 Ran99a</dc:creator>
<guid>http://paskibrakotaserang.id.wordpress.com/2008/05/17/peta-mtq-nasional-di-banten/</guid>
<description><![CDATA[
Peta Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten tempat dilaksanakannya MTQ Nasional XXII 2008

Site Plan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://paskibrakotaserang.files.wordpress.com/2008/05/peta-kawaran-pemerintahan-provinsi-banten.jpg"><img class="size-medium wp-image-49 aligncenter" src="http://paskibrakotaserang.wordpress.com/files/2008/05/peta-kawaran-pemerintahan-provinsi-banten.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:verdana;font-size:16pt;font-weight:bold;color:#000000;">Peta Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten tempat dilaksanakannya MTQ Nasional XXII 2008</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://paskibrakotaserang.files.wordpress.com/2008/05/site-plan.jpg"><img class="size-medium wp-image-50 aligncenter" src="http://paskibrakotaserang.wordpress.com/files/2008/05/site-plan.jpg?w=300" alt="MTQ" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:verdana;font-size:16pt;font-weight:bold;color:#000000;">Site Plan MTQ Nasional XXII 2008 di Provinsi Banten</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PASKIBRA KOTA &amp; KAB.SERANG]]></title>
<link>http://paskibrakotaserang.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 03:26:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kan9 Ran99a</dc:creator>
<guid>http://paskibrakotaserang.id.wordpress.com/2008/05/13/paskibra-kota-kabserang/</guid>
<description><![CDATA[
Hasil cipta anak bangsa
  
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://paskibrakotaserang.files.wordpress.com/2008/05/1_813155420l.jpg"><img class="size-medium wp-image-37" src="http://paskibrakotaserang.wordpress.com/files/2008/05/1_813155420l.jpg?w=300" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Hasil cipta anak bangsa</p>
<p style="text-align:center;">:)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BARIS BERBARIS PASKIBRAKA]]></title>
<link>http://paskibrakotaserang.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 03:17:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kan9 Ran99a</dc:creator>
<guid>http://paskibrakotaserang.id.wordpress.com/2008/05/13/baris-berbaris-paskibraka/</guid>
<description><![CDATA[









 , 

Baris berbaris memegang peranan penting dalam palaksanaan pengibaran Bendera Sang Mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="13" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><span class="text7"></span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.purnapaskibraka.org/images/hdot1.gif" alt="" width="3" height="1" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="text1" valign="top">
<div><span class="text3"> <span class="11normal">, </span></p>
<div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span class="1--BodytextChar"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Baris berbaris memegang peranan penting dalam palaksanaan pengibaran Bendera Sang Merah Putih. Derap langkah yang tegas dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat Paskibraka untuk melaksanakan tugas. Kekompakan anggota Paskibraka tercermin dari sikap disiplin dalam melaksanakan baris berbaris dan membentuk formasi</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;"><span class="11normal"><span style="font-family:Tahoma;">. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;">
</div>
<p><span class="11normal"> </span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">Peraturan Baris Berbaris</span></strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Peraturan baris berbaris diseluruh Indonesia hanya mengacu pada<span> </span>Peraturan Baris Berbaris Militer yang terdapat dalam Buku Peraturan tentang Baris Berbaris Angkatan Bersenjata. Buku ini disahkan oleh Surat Keputusan Pangab dan peraturan yang terakhir adalah Skep Pangab nomor : Skep/011/X/1985 tanggal 2 Oktober 1985, tetapi tahun 1992 ada perubahan pada Skep tersebut pada tempo langkah biasa dan langkah tegap dari 96 langkah tiap menit menjadi 120 langkah tiap<span> </span>menit.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Di dalam peraturan ini dibagi  dalam 2 bagian yaitu baris berbaris dengan menggunakan senjata dan baris berbaris tanpa senjata. Peraturan baris berbaris militer tersebut diterapkan disemua kegiatan baris berbaris, sehingga dalam latihan Paskibraka harus mengacu pada peraturan baris berbaris tanpa senjata yang berlaku dan tidak boleh menerapkan aturan-aturan sendiri.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">Pelatih. </span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Karena yang mengeluarkan peraturan baris berbaris adalah militer maka dengan dasar itu pelatih Paskibraka diambil dari instansi militer karena dianggap lebih memahami peraturan tersebut dan dapat memberikan ilmu baris berbaris sesuai peraturan yang berlaku. Didalam perkembangannya pelatih disekolah banyak yang melibatkan para purna paskibraka untuk melatih baris berbaris, namun harus dipahami bahwa siapapun yang memberikan latihan baris berbaris baik dari unsur militer maupun sipil/purna paskibraka semuanya harus berpedoman pada Peraturan Baris Berbaris yang berlaku. </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal"> </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">Kewajiban Pelatih.</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Keberhasilan latihan baris berbaris sangat tergantung pada kualitas dan kesanggupan seorang pelatih. Pelatih yang melatih hanya karena tugas tidak akan bisa mencapai hasil yang sempurna. Pelatih baris berbaris harus mempunyai kemampuan ilmu melatih sesuai peraturan peraturan yang berlaku dan kemampuan psikologis untuk mengerti kemampuan anak didiknya. Pelatih yang berkualitas harus mempunyai dasar-dasar melatih dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya antara lain :</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">1.<span> </span>Perasaan kasih sayang, </span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Pelatih harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak didiknya.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">2.<span> </span>Persiapan </span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Persiapan yang baik akan menentukan keberhasilan latihan. Pelatih harus mempersiapkan program apa yang akan dilatihkan, pembagian waktu, alat –alat yang diperlukan, tempat dan lain sebagainya.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">3.<span> </span>Mengenal tingkatan anak didik.</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Kemampuan setiap anak didik berbeda-beda dalam menyerap materi latihan yang diberikan, oleh sebab itu pelatih harus dapat memahami kemampuan setiap anak didiknya dan memberikan metode latihan sesuai yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat dicapai suatu hasil yang optimal.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">4.<span> </span>Tidak sombong</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Keahlian dan kepandaian melatih bukanlah hal yang harus disombongkan atau hanya dipamerkan, melainkan wajib diamalkan dan diberikan kepada anak didiknya dengan kesabaran dan ketelatenan.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">5.<span> </span>Adil</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Pelatih harus dapat<span> </span>memberikan keseimbangan saat latihan dalam segala hal dengan cara memberikan pujian atau teguran tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">6.<span> </span>Teliti</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Pelatih harus cermat dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai dengan aturan yang berlaku. Gerakan setiap anak didiknya harus selalu diperhatikan sehingga dapat menerapkan gerakan sesuai dengan aturan yang benar.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">7.<span> </span>Sederhana</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Dalam memberikan penjelasan setiap gerakan pelatih harus mempergunakan bahasa dan kalimat yang sederhana sehingga mudah dipahami oelh setiap anak didik.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">8.<span> </span>Teladan</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Pelatih sebaiknya banyak memberikan dengan contoh-contoh gerakan, memberikan teladan dan selalu mengoreksi setiap anak didiknya sehingga mereka dapat melakukan gerakan dengan baik dan benar. Jika dilapangan pelatih sebaiknya tidak usah terlalu banyak bercerita atau memberikan pengarahan-pengarahan yang tidak perlu sebab yang diperlukan adalah pengulangan latihan-latihan setiap gerakan sehingga anak didik benar-benar memahami setiap gerakan dan dapat melaksanan dengan benar.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">Perbandingan pelatih</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Untuk latihan baris berbaris maka kualitas dan kemampuan pelatih sangat menentukan ratio pelatih dan anak didik. Untuk latihan baris berbaris maka ratio 1 : 15 atau 1 : 20 adalah ratio yang ideal, kalau terlalu banyak pelatih akan membuat anak didik menjadi bingung.<span> </span>Dalam melatih harus ditunjuk 1 orang pelatih yang akan mengatur pembagian-pembagian kelompok kecil, pemberian aba-aba gerakan dan lain sebagainya. </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">Program latihan</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Tahap latihan baris berbaris adalah sebagi berikut :</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">1. <span> </span>Gerakan ditempat</span></strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal"> Gerakan baris berbaris yang dilakukan ditempat misal : Sikap siap, istirahat, hormat, lencang kanan, jalan ditempat dan lain sebagainya. Gerakan ditempat adalah kunci sukses dalam latihan baris berabris. Dalam latihan awal ini ketegasan pelatih mutlak diperlukan, karena jika anak didik sudah terbiasa dengan aba-aba dan gerakan yang tegas serta kompak maka dalam latihan pindah tempat dan berjalan akan menjadi mudah, karena secara emosi mereka sudah mulai terarah pada gerakan-gerakan selanjutnya.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">2.   <strong>Gerakan pindah tempat</strong></span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Gerakan baris berbaris dengan pindah tempat tanpa melakukan gerakan berjalan, misal : 2 langkah kedepan/kebelakang, geser ke kekiri/kanan dan lain sebagainya</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">3.<span> </span>Gerakan berjalan</span></strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-3.85pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Dalam latihan berjalan maka tahap latihan sebaiknya dibagi dalam kelompok-kelompok kecil antar 10 – 15 orang per kelompok karena akan lebih mudah untuk memperhatikan dan mengoreksi gerakan setiap anggota, setelah anggota pasukan dianggap mampu baru digabung menjadi kelompok yang besar.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal"><strong>1.    Langkah Biasa</strong></span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-21.85pt;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal"> <span> </span>Yaitu membiasakan peserta untuk melakukan gerakan-gerakan langkah biasa, hal ini  juga dimaksudkan agar dapat diberikan dasar-dasar penyeragaman langkah.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0.25in;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal"><strong>2.  Langkah Tegap</strong></span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-21.85pt;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal"> <span> </span>Gerakan<span> </span>langkah<span> </span>tegap<span> </span>akan<span> </span>gerakan<span> </span>baris<span> </span>berbaris dengan sikap yang tegap baik ayunan tangan dan kaki, termasuk hentakan kaki sehingga dapat menimbulkan irama yang tegap, kompak dan mantap.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Dalam langkah tegap kekompakan dan keseragaman ayunan tangan harus benar-benar diperhatikan karena ayunan tangan akan menunjukkan keindahan dalam dalam berbaris.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal"> <strong>3.<span> </span>Latihan tempo melangkah</strong>.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-21.85pt;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Saat latihan baris berbaris yang harus diperhatikan adalah tempo langkah baris berbaris dan kekompakan untuk melaksanakan sesuai peraturan tempo yang berlaku. </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-21.85pt;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Untuk latihan tempo berjalan maka para pelatih dapat menggunakan tape recorder dan memutar lagu-lagu mars sesuai dengan tempo yang berlaku. Saat ini tempo langkah baris berbaris yang berlaku adalah 120 langkah per menit dengan panjang langkah 65 cm. </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-21.85pt;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Berbaris sambil diiringi lagu-lagu mars akan membuat semua anggota pasukan lebih mudah menyeragamkan langkah sesuai dengan tempo lagu yang diputar.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:-21.85pt;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span><span class="11normal"> </span></span><span class="11normal">Dalam latihan tempo dapat dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan masing-masing kelompok bergantian melakukan gerakan kombinasi jalan ditempat dan langkah biasa atau langkah tegap. Dengan latihan kombinasi ini akan mempermudah saat melakukan formasi pengibaran bendera, karena saat melakukan formasi biasanya gerakan jalan ditempat dan langkah tegap akan saling mengisi sehingga tempo langkah setiap anggota harus sama dan kompak</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="margin:0;">
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span class="11normal"><strong><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;">Pujian dan Hukuman</span></strong></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Dalam latihan baris berbaris kadang-kadang ada anggota yang melakukan gerakan-gerakan yang sangat kompak dan bagus dalam melakukan gerakan. Pelatih yang baik akan selalu jeli terhadap semua gerakan anak didiknya,dan disaat istirahat maka<span> </span>pelatih sebaiknya tidak segan-segan untuk memberikan pujian. Tetapi apabila ada anggota pasukan yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan baris berbaris maka pelatih dalam memberikan hukuman harus jelas arahnya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.<span> </span>Hukuman sebaiknya tidak berupa hukuman phisik yang dilakukan secara langsung misal push up, squat jam dan lain-lainnya, karena :</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Hukuman seperti ini tidak akan berdampak positip bagi anggota karena merugikan kondisi phisik anggota yang terbuang tenaganya sebab harus menjalani hukuman</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Membuang waktu karena ada anggota yang dihukum sehingga anggota yang lain tidak dapat meneruskan latihan.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Hukuman yang dilakukan sebaiknya<span> </span>bersifat mendidik dan membuat anggota yang melakukan kesalahan benar-benar merasakan bahwa akibat kesalahan yang dilakukan akan merugikan anggota yang lain. </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Jika ada anggota yang sering melakukan kesalahan maka anggota yang bersangkutan dipisah dan secara individual diberikan arahan dan dikoreksi gerakan-gerakannya. Jika kesalahan dilakukan saat melakukan gerakan ditempat maka dapat diberi hukuman dengan melakukan gerakan-gerakan yang salah sebanyak 10 kali, dengan cara seperti ini selain akan meningkatkan kemampuan anak didik juga sebagai bentuk latihan khusus sehingga anggota tersebut dapat lebih memahami kekurangannya dan memperbaiki dengan cepat, sedang manfaat pelatih dengan memberi hukuman seperti itu maka akan meningkatkan kemampuan anggotanya secara cepat tanpa merugikan yang lain. </span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Jika kesalahan dilakukan saat latihan berjalan maka secara personal anggota tersebut dapat diperintah untuk melakukan langkah tegap secara sendiri/ personal. Dengan cara ini palatih dapat memperhatikan kemampuan secara individu, sedang bagi anggota yang melakukan baris berbaris sendiri akan menimbulkan perasaan malu karena telah melakukan kesalahan dan pasti dia akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.</span></span></p>
<p class="1--Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:windowtext;font-family:Tahoma;"><span class="11normal">Hukuman-hukuman yang berupa push up, squat jam atau hukuman phisik lainnya sudah saatnya ditinggalkan karena hanya akan merugikan peserta latihan secara keseluruhan dan bersifat kurang mendidik.<span> </span>Jika ada yang beralasan kalau hukuman tersebut untuk meningkatkan kondisi phisik, maka pelatih yang mengatakan hal tersebut harus meningkatkan pemahaman tentang latihan baris berbaris yang benar,sebab saat sudah masuk latihan baris berbaris Paskibraka kondisi phisik peserta harus baik dan peningkatan kondisi phisik secara instant akan membuat peserta kurang sehat sehingga tidak dapat berprestasi dengan optimal.</span></span></p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PPI RANGKAS, UJI MENTAL DAN FISIK CAPASKA 07]]></title>
<link>http://paskibrakotaserang.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 02:55:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kan9 Ran99a</dc:creator>
<guid>http://paskibrakotaserang.id.wordpress.com/2008/05/13/ppi-rangkas-uji-mental-dan-fisik-capaska-07/</guid>
<description><![CDATA[Seleksi calon pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat provinsi Banten dan tingkat nasional tahun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Seleksi calon pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat provinsi Banten dan tingkat nasional tahun 2007 tinggal beberapa bulan lagi. Agar siswa dan siswi SLTA dari Lebak dapat menembus seleksi tersebut, kini Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lebak melakukan seleksi untuk Paskibra lokal. Lolos seleksi, para calon yang masuk nominasi harus menjalani penggemblengan fisik dan mental.<br />
HUDAYA MEIDIANA -Lebak<br />
Sebanyak 75 siswa dinyatakan lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Banten dan nasional 2007. Mereka yang lulus ini adalah para siswa dan siswi yang tersebar dari berbagai kecamatan di Lebak. Setelah lolos seleksi tahap awal di tingkat lokal, mereka akan kembali mengikuti seleksi calon Paskibra tingkat Provinsi Banten serta tingkat nasioanal.<br />
Sebelum terjun dalam sebuah persaingan menjadi calon Paskibra di Provinsi Banten atau tingkat nasional, ada beberapa tahapan yang harus mereka jalani. Salah satunya penggemblengan mental dan fisik yang telah mereka jalani selama 3 hari (6-8/4) di Balai Pemulihan Pengembangan Sosial (BPPS) Pasir Ona, Rangkasbitung. Tim yang melakukan penggemblengan terhadap mereka adalah para senior Paskibra Lebak yang tergabung dalam organisasi PPI.<br />
“Dari seleksi tingkat lokal yang kami lakukan terhadap calon Paskibra dari para siswa SLTA se-Lebak, akhirnya sebanyak 75 orang masuk dalam nominasi. Sekarang mereka yang masuk nominasi dari hasil penilaian PPI, telah kami gembleng perihal fisik dan mentalnya, agar dalam persiapan mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Banten dan nasional, mereka mampu bersaing. Sehingga harapan agar Lebak memiliki wakil di tingkat nasional maupun Provinsi Banten, dapat terealisasi dengan baik,” ujar Rusli Mandailing, Ketua PPI Lebak kepada Radar Banten.<br />
Selain persoalan fisik dan mental, PPI pun melakukan penggemblengan kedisiplinan serta memberikan materi penambahan wawasan pengetahuan umum kepada para calon Paskibra. Hal itu dilakukan agar di saat mengikuti seleksi tingkat nasional, mereka tetap selalu menanamkan kedisplinan yang tinggi.<br />
“Pada tahun 2004 lalu, salah satu calon Paskibra Lebak ada yang masuk ke tingkat nasional. Setelah itu hingga tahun 2006, tak satu pun dari calon Paskibra Lebak yang masuk nominasi. Mudah-mudahan pada seleksi tahun 2007 ini, ada lagi peserta dari daerah kita yang berhasil lulus seleksi tingkat nasional,” harap Rusli.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
